Kamis, 14 Juli 2011

Peringkat utang AS mungkin terpangkas, mayoritas bursa Asia tertekan siang ini

Peringkat utang AS mungkin terpangkas, mayoritas bursa Asia tertekan siang ini
TOKYO. Pasar saham Asia tertekan setelah Moody’s Investors Service menyebut peringkat utang AS kemungkinkan akan diturunkan dari level Aaa.

Indeks regional MSCI Asia Pasifik tergelincir 0,5%. Hingga pukul 11.58 WIB, indeks Nikkei 225 tercatat tumbang 0,58%, sementara indeks Hang Seng tertekan 0,76%. Koreksi juga dialami Kospi yang anjlok 0,84%, dan S&P/ASX 200 yang jatuh 0,92%.

Namun, IHSG masih menguat tipis 0,18%, dan indeks Shanghai masih reli 0,14%.

Moody's melakukan review pertamakali terhadap AS sejak 1995. Hal ini dilakukan seiring adanya pembahasan menaikkan batas utang menjadi US$ 14,3 triliun. Ini merefleksikan adanya kecemasan hambatan politik akan memicu gagal bayar.

"Ada ketidakpastian dan kebingungan apakah eksekutif dan legislatif akan menetapkan batas utang. Tinjauan Moody's menunjukkan mungkin ada masalah jika mereka tidak dapat mencapai kesepakatan," kata Tim Leung dari IG Investment Ltd. di Hong Kong.

BII Proyeksikan DPK hingga Juni Capai Rp65 Triliun

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank International Indonesia Tbk (BNII) memperkirakan dana pihak ketiga mencapai Rp65 triliun hingga Juni 2011.

Hal itu disampaikan Direktur Consumer Banking BNII, Stephen Sulistyo, Kamis (14/7). "DPK sekitar Rp65 triliun, jumlah DPK itu naik kira-kira 10% hingga 15% dari Desember 2010," ujar Stephen.

Lebih lanjut ia mengatakan, komposisi DPK terbesar masih ada di deposito sebesar 60% dan 40% di giro dan tabungan. Pihaknya mengharapkan jumlah giro dan tabungan dapat naik menjadi 45% pada 2011.

Stephen menuturkan, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan komposisi giro dan tabungan di DPK dengan penambahan jumlah cabang dan ATM. "Banyak upaya yang kita lakukan untuk menaikkan jumlah giro dan tabungan seperti penambahan cabang dan ATM. Saat ini jumlah cabang kita masih middle sekitar 340 cabang," tutur Stephen.

Seperti diketahui, hingga kuartal pertama 2011, total DPK BNII mencapai Rp 60,2 triliun atau naik 29,18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 46,6 triliun. [hid]

Dikabarkan bakal kantongi pinjaman, BFIN melejit ke level tertinggi 19 tahun

JAKARTA. Saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) melesat ke level tertinggi 19 tahun, setelah perseroan dikabarkan akan memperoleh pinjaman senilai US$ 50 juta.

Saham emiten pembiayaan konsumen ini naik 2,7% ke Rp 5.750 per saham, pada pukul 11.10 di Jakarta. Ini adalah harga penutupan tertingginya setidaknya sejak Maret 1992.

Seorang sumber yang tidak bersedia diidentifikasi menyebut, BFIN sedang mengupayakan pinjaman dari Deutsche Bank AG dan Standard Chartered Plc.

Koreksi harga karet menyeret jatuh saham LSIP dan UNSP

JAKARTA. Koreksi harga karet dunia menekan pergerakan saham emiten perkebunan di Bursa Efek Indonesia.

Saham produsen karet yang ikut terseret, diantara PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) yang melemah 1,08% ke Rp 2.300, hingga pukul 11.20 di Jakarta. Selain itu, saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) juga tumbang 1,20% ke Rp 410 per saham.

Kontrak karet untuk pengiriman Desember tergelincir 0,6% ke 374 yen per kilogram (US$ 4.572 per metrik ton), sebelum diperdagangkan di 375,5 yen pada Tokyo Commodity Exchange, pukul 11.30 pagi.

Inilah Alasan Dolar Melemah di Pasar Asia

Headline
INILAH.COM, Singapura - Pada transaksi di Asia Kamis (14/7) pagi, dolar AS turun tajam terhadap mata uang lainnya setelah Moody's Investors Service memperingatkan kemungkinan peringkat kredit AS downgrade.

Greenback merosok 3 pekan terhadap pouind, melemah selama 6 hari terhadap euro, terendah selama 4 bulan terhadap yen dan dua bulan terendah terhadap Loonuie dan Australia, demikian dikutip dari yahoo.finance.com. Moody's telah memperingatkan obligasi AS kemungkinan akan downgrade. Hal ini bila tidak melakukan pembatasan utang untuk meningkatkan kemampuan pembayaran obligasi.

Moody's mengkonfirmasi jika pembatasan utang dinaikkan lagi dan menghindari defoult maka rating 'Aaa' akan diberikan untuk AS. Pada 2 Juni, Moody's telah mengumumkan peninjauan terhadap penilaian rating dan akan selesai pada pertengahan bulan Juli ini. Kecuali ada kemajuan dalam negosiasi untuk menaikkan batas utang.

Nilai greenback terhadap euro dan yen turun ke 1,4283 per euro dan 78,48 terhadap yen. Pada perdagangan Rabu kemarin, euro 1,4165 dan yen 78,97.

BFIN mencari pinjaman senilai US$ 50 juta dari dua bank

JAKARTA. PT BFI Finance Tbk (BFIN) dikabarkan mencari pinjaman dari dua bank senilai US$ 50 juta. Kabar ini disampaikan seorang sumber yang sangat dekat dengan rencana ini.

Perusahaan pembiayaan konsumen ini bakal mendapat pinjaman berjangka waktu tiga tahun dari Deutsche Bank AG dan Standard Chartered Plc.

"Pinjaman mungkin akan ditingkatkan setelah ada respon kuat dari sindikasi bank, dan fasilitas pinjaman diteken pada awal bulan ini," ujar sumber yang menolak diidentifikasi itu.

Cadangan Devisa RI Capai US$ 120 Miliar

Gb
Bogor - Cadangan devisa Indonesia akhirnya berhasil menembus US$ 120 miliar, didorong terus naiknya modal asing. Modal-modal dari luar negeri itu kini tak hanya masuk ke portofolio, namun juga ke proyek-proyek infrastruktur.

"Pertengahan Juli telah mencapai US$ 120 miliar, hari ini pun sudah. Kalau terakhir sudah US$ 119 miliar," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hartadi A. Sarwono dalam Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendalian Inflasi Jawa Barat-Banten-Jakarta di Hotel Santika, Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/7/2011).

Posisi cadangan devisa Indonesia sebesar US$ 120 miliar pada pertengahan Juli itu berarti mengalami peningkatan jika dibandingkan cadangan devisa per akhir Juni yang mencapai US$ 119,655 miliar.

Hartadi menjelaskan, cadangan devisa tersebut bertambah dari penanaman modal asing berupa investasi khususnya untuk proyek-proyek infrastuktur.

"Cadangan devia dari situ, dan sekarang sudah ada mulai shifting (perpindahan) dan itu lebih banyak masuk ke portfolio tapi sekarang sudah mulai shifting penanaman modal asingnya naik dan portfolionya turun," urainya.

BI memperkirakan aliran modal asing ke proyek-proyek infrastruktur akan terus meningkat pada tahun 2012 mendatang. BI berharap dana-dana asing tersebut bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan ekonomi yang lebih panjang.

"Proyek-proyek infrastruktur yang dilaksanakan oleh pemerintah MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia ) itu juga merupakan proyek-proyek infarsruktur yang memerlukan funding biaya khususnya dari luar, karena jika mengandalkan pemerintah dan swasta khususnya dalam negeri itu tidak cukup. Jadi kemampuan menyerap inflow menjadi penting," imbuh Hartadi.
(dru/qom)

Won melesat ke level terkuat tiga tahun

Won melesat ke level terkuat tiga tahun
SEOUL. Mata uang Korea Selatan menguat tajam ke posisi tertingginya selama tiga tahun terakhir. Penguatan won terjadi setelah Moody's Investors Service meninjau kemungkinkan pemangkasan peringkat surat utang AS. Hal ini meredam permintaan dollar AS.

Won menguat 0,4% ke 1.055,95 per dollar AS, pada pukul 9.37 a.m di Seoul, dan sempat menyentuh 1.054,1, yang merupakan level terkuatnya sejak Agustus 2008. Pada pukul 10.20 WIB, pasangan (USD/KRW) bergeser ke 1.056,53.

Mata uang Asia tersebut terapresiasi selama 2 hari berturut-turut terhadap dollar AS, dan harga obligasi pemerintah juga naik sebelum pertemuan Bank of Korea hari ini. Survei Bloomberg memperkirakan, tingkat repo 7 hari akan dipertahankan di 3,25%.

"Melemahnya dollar AS yang menonjol menjadi bahan bakar won naik lebih tinggi," kata Kim Sung Soon, senior currency trader Industrial Bank of Korea. Menurutnya, saat ini pasar tidak akan bereaksi lagi terhadap suatu keputusan, kecuali ada kejutan kenaikan lagi.

Bank of Korea telah tiga kali menaikkan tingkat suku bunganya di tahun ini untuk meredam laju inflasi. Bank Sentral Korsel, kemarin, telah melaporkan pinjaman untuk rumah tangga yang naik 3,4 triliun won (US$ 3,2 miliar) di bulan Juni, menjadi 443,2 triliun won.

Suplai dollar AS diprediksi meningkat, otot rupiah kian perkasa

Suplai dollar AS diprediksi meningkat, otot rupiah kian perkasa
JAKARTA. Rupiah lanjut menguat untuk hari yang kedua. Otot rupiah kian perkasa setelah Ketua The Federal Reserves Ben S. Bernanke menyebut, AS mungkin akan membeli lebih banyak obligasi pemerintah. Pernyataan itu memicu kekhawatiran suplai dollar akan meningkat di pasar.

Rupiah terapresiasi 0,1% ke Rp 8.539 per dollar pada pukul 10.30 di Jakarta. Tahun ini, mata uang Garuda ini sudah menguat 5,2% karena asing membeli US$ 2,5 miliar saham Indonesia, lebih dari jumlah yang mereka jual.

Kemarin, dollar index tumbang paling tajam sejak Oktober 2010. Hal ini dipicu langkah Moody`s Investors Service menempatkan peringkat utang AS pada kemungkinkan downgrade untuk pertama kalinya sejak 1995. Bernanke menyebut, bank sentral tetap harus siap menanggapi indikasi perkembangan ekonomi dengan kebijakan moneter yang disesuaikan.

Ekonom Barclays Capital Prakriti Sofat mengatakan, testimoni Bernanke semakin mendekatkan pada sinyal The Fed mungkin memberikan tambahan stimulus kebijakan moneter. "Ini menyebabkan meluasnya pelemahan dollar," ujarnya.

Data Departemen Keuangan menunjukkan, kepemilikan asing di surat utang pemerintah Indonesia meningkat 22% pada tahun ini menjadi Rp 239,3 triliun hingga 8 Juli.

Adapun, kemarin, harga obligasi bertenor 10 tahun bergerak tipis. Data Inter-Dealer Market Association menunjukkan, imbal hasil obligasi yang jatuh tempo Juli 2021 stagnan di 7,32%.

Permintaan bahan bakar diekspektasi naik, saham AKRA mencetak rekor

JAKARTA. Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melejit ke level rekor, karena pemerintah Indonesia dan DPR sepakat menaikkan estimasi anggaran pada subsisdi bahan bakar tahun ini.

Saham ini melaju 2,1% ke level Rp 2.450 per saham, pada pukul 9.45 di Jakarta. Ini level penutupan tertingginya sejak AKRA listing di bursa pada Oktober 1994.

Hari ini, Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo menyebut, permintaan bahan bakar bersubsidi akan naik menjadi 40,49 juta kilo liter di tahun ini, dibandingkan dengan estimasi sebelumnya 38,5 juta kilo liter. Hal ini meningkatkan prospek pendapatan bagi perseroan sebagai distributor bahan bakar.

MTDL&Logicalis Group Ltd, Dirikan Usaha Baru

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Metrodata Electronic Tbk (MTDL) menandatangani term sheet dengan Logicalis Group Limited dan PT Mitra Integrasi Informatika untuk pendirian usaha patungan.

Hal itu disampaikan manajemen dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/7). Usaha patungan ini akan memiliki usaha utama berupa solusi dan jasa yang terintegrasi di bidang information and communication technology (ICT). Usaha ini akan dimulai dengan fokus di bidang jasa solusi networking.

Perseroan berencana memiliki penyertaan saham sebesar 49% sedangkan penyertaan saham Logicalis Group Limited. Hal ini dilakukan melalui perusahaan afiliasinya sebesar 51% dalam usaha patungan tersebut.

Pembentukan usaha patungan berstatus penanaman modal asing ini akan diselesaikan kemudian pada saat ditandatanganinya joint venture agreement. Selain itu juga setelah memperoleh persetujuan dari instansi pemerintah. Transaksi tersebut bukan merupakan benturan kepentingan dan transaksi material. [hid]

Cari Aspal, TINS Lakukan Diversifikasi Usaha

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Langkah PT Timah Tbk (TINS) yang akan mengakuisisi perusahaan tambang aspal yaitu PT Sarana Karya sebagai langkah diversifikasi usaha.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities, Kamis (14/7). Saat ini cadangan timah perseroan sebagian besar di laut yang menyedot biaya lebih besar. Sebab harus menggunakan kapal keruk. Hal ini untuk menjaga margin laba perseroan dan penghasilan perseroan tidak terlalu bergantung kepada timah yang lebih berfluktuasi.

Saat ini perseroan dipergagangan pada PER 9,2 kali. Target harga rata-rata saham TINS di 3.200. Saham TINS pada pukul 10:10 WIB masih stagnan di 2.575 dengan volume 3.750 saham senilai Rp4,8 miliar sebanyak 96 kali transaksi.

Saat ini perseroan masih menghitung dana untuk akuisisi tersebut. Perseroan sangat berharap akan berjalan lancar. Apalagi PT Sarana Karya memiliki cadangan aspal cukup besar.

Reminder Cum Date Dividen GDYR,BABP,BRAU 14/07/2011

Berikut ini kami informasikan bahwa Hari ini 14 July 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

GDYR

GOODYEAR INDONESIA Tbk

Dividen Tunai Rp 250.- per saham

2.

BABP

BANK ICB BUMIPUTERA TBK

Dividen Tunai Rp 0.66 per saham

3.

BRAU

BERAU COAL ENERGY Tbk

Dividen Tunai Rp 3.55 per saham

Pagi ini, sektor aneka industri mendorong penguatan IHSG

Pagi ini, sektor aneka industri mendorong penguatan IHSG
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan Kamis (14/7) pagi ini masih bertahan di jalur penguatan. Ketika perdagangan saham dibuka, indeks menguat 2,265 poin menuju posisi 3.983,110.
Separuh sektor yang berada di bursa berada di zona hijau, namu separuhnya lagi di zona merah. Sektor yang penguatannya paling tajam adalah aneka industri.
Pada pukul 09.35 WIB, sudah ada 58 saham yang mengalami kenaikan dan 31 saham mengalami penurunan. Sementara 91 saham lainnya belum berubah.
Top gainers dipimpin oleh PT Tifa Finance Tbk (TIFA) yang baru mencatatkan sahamnya di bursa, yang melesat 16,13% ke Rp 360. Selanjutnya ada PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (BAEK) yang naik 9,46% ke Rp 2.025 dan PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) yang
naik 4,76% ke Rp 11.000.
Sedangkan di jajaran top losers ada saham PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) yang turun 4,35% ke Rp 220, PT Prima Alloy Steel Tbk (PRAS) yang turun 4,00% ke Rp 120, dan PT Asuransi Bina Data Arta Tbk (ABDA) yang turun 2,82% ke Rp 690.
Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo mengtakan tren IHSG baru berubah menjadi tren naik jika level 4.005 sudah ditembus. Namun karena indeks Dow Jones Industrial hanya naik 44,73 poin, sepertinya itu sulit terjadi.
Satrio menyarankan pelaku pasar untuk mengamankan profit jika support 3.925-3.960 gagal bertahan. "Jika gagal, kenaikan yang terjadi kemarin bisa jadi hanya sebuah bullish trap," katanya.

IHSG Kamis (14/7) Dibuka Naik Tipis

Headline
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Kamis (14/7) dibuka naik 0,04% ke level 3.982,69, ditopang penguatan Wall Street.

Semalam, Dow Jones ditutup naik 0,36% dipicu Fed yang tetap akan menggelontorkan stimulus untuk menaikkan perekonomian AS. Namun, kenaikan IHSG pagi ini akan dibayangi merosotnya saham di kawasan Asia lainnya yang mengalami penurunan akibat kekhawatiran Moody's yang tengah mengkaji untuk mendowngrade kredit AS. Hal ini disebabkan tidak adanya perubahan plafon utang.

Di Asia Sang Hai naik 0,3%, Hang Seng turun 0,39%, KLSE turun 0,08%, Nikkei turun 0,37%, STI naik 0,08%, dan Seoul turun 0,65%.

Sebanyak 53 saham tercatat naik, 24 saham turun, dan 86 saham stagnan. Indeks LQ45 naik 0,06% ke level 705,33, sedang JII naik 0,15% ke level 549,17. Volume perdagangan tercatat mencapai 189,42 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp143,41 miliar. Asing terpantau keluar dari pasar dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp10,08 miliar.

Saham-saham yang menopang kenaikan pagi ini adalah ASII yang naik 0,44%, ITMG naik 0,52%, UNVR naik 1,01%, GGRM naik 0,29%, INDF naik 0,86%, dan TLKM naik 0,7%.

Pendapatan Bakal Naik, Hold Saham PTBA

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) memperkirakan pendapatan selama semester 1-2011 naik 30-35% mencapai Rp4,9-5,1 triliun.

Sedangkan laba bersih dapat mencapai Rp1,5 triliun atau 43% dari konsensus FY11E. Kenaikan penjualan ditopang oleh volume penjualan batubara yang meningkat menjadi 6,5 juta ton dibandingkan 4,5 juta ton pada 1H10 dan harga jual batu bara yang naik.

Perseroan menargetkan pendapatan pada tahun ini mencapai Rp11 triliun. Di lain hal, pada semester 2-2011 perseroan akan mengikuti tender pembangunan PLTU di Sumatera Selatan dan akan bekerja sama dengan China Huadian Corporation. PTBA ingin mendapatkan porsi sebesar 49%. Pembangunan PLTU tersebut akan menggunakan kas internal.

"Kami pun merekomendasikan buy untuk saham PTBA ini," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan sahamnya, Kamis (14/7).

Pendapatan Sem 1-2011 Diprediksi Naik, 'Hold' ELTY

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) memperkirakan pendapatan selama semester 1-2011 mencapai lebih dari Rp700 miliar, naik 30% YoY.

Manajemen mengatakan bahwa kontribusi pendapatan terbesar berasal dari city property dan landed residential. Sampai akhir Juni 2011, perseroan telah merealisasikan capex sebesar Rp500-600 miliar. Perseroan menganggarkan capex sebesar Rp2-2.5 triliun selama 2011-2012, jumlah tersebut tidak termasuk Bakrie Toll Road.

"Kami pun merekomendasikan hold untuk saham ELTY," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Kamis (14/7).

Harga emas bisa US$ 1.600 bulan ini

Harga emas bisa US$ 1.600 bulan ini
JAKARTA. Krisis Eropa memoles kilau harga logam mulia. Harga emas di New York Mercantile Exchange, Rabu (13/7), sempat menyentuh US$ 1.577,40 per ons troi. Ini merupakan posisi terkuat emas sepanjang sejarah.

Reli harga emas ini sudah memasuki hari kedelapan berturut-turut. Ini nyaris menyamai laju harga emas pada 25 April lalu yang menguat sembilan hari berturut-turut.

Spekulasi meluasnya krisis utang Eropa menjadi bahan bakar utama reli emas. Kabar terakhir, Irlandia adalah negara ketiga setelah Yunani dan Portugal, yang peringkat utangnya terpangkas akibat kesulitan finansial.

Moody’s Investors Service memangkas peringkat Irlandia menjadi Ba1 dari sebelumnya Baa3. Alasannya, Irlandia bakal membutuhkan tambahan dana talangan pada tahun ini. Di saat yang sama, pemegang obligasi Irlandia berpotensi merugi lantaran pemerintah negara itu tak mampu membayar utangnya.

Di luar krisis Eropa, pergerakan harga emas akan ditentukan kebijakan Amerika Serikat. Investor terus mencermati pembicaraan tentang batas pinjaman AS.

Pembahasan itu diharapkan rampung pada 2 Agustus. "Jika Kongres menyetujui batas utang US$ 20,3 triliun, dollar AS akan bertambah di pasar sehingga menyokong harga emas," kata Ibrahim, Analis Senior Harvest International Futures kepada KONTAN, kemarin.

Di sisi lain, ada spekulasi kemungkinan Bank Sentral AS menggulirkan kebijakan Quantitative Easing tahap III (QE III). "AS mungkin menunggu tiga sampai empat bulan lagi, dengan melihat perkembangan makro negara itu," prediksi Nizar Hilmy, Analis Harumdana Berjangka.

Secara fundamental, minat membeli emas warga dunia tak kunjung surut. Ambil contoh permintaan emas di India yang mencapai rekor tertingginya, 963,1 ton di tahun lalu. Mengacu data World Gold Council, permintaan emas India di bulan Mei tahun ini tumbuh 10% year-on-year.

Permintaan emas India mungkin meningkat menjadi lebih dari 1.200 ton pada 2020. Prediksi ini dipicu pertumbuhan ekonomi di negara itu sehingga mendorong daya beli masyarakat.

Para analis menebak, harga emas akan terus melaju sampai akhir bulan ini. Apalagi, otoritas Uni Eropa sepertinya membiarkan sebagian surat utang Yunani berstatus gagal bayar alias default.

Ibrahim optimistis harga emas pada minggu depan bisa menembus level US$ 1.580 per ons troi. Harga logam mulia ini diprediksi terus menanjak dan menyentuh US$ 1.600 di akhir Juli ini.

Edel Tuly, Analis UBS AG, juga mengerek proyeksi harga emas untuk rencana sebulan pada posisi US$ 1.575 per ons troi. Sedangkan untuk prediksi harga tiga bulanan, Edel masih mempertahankan logam mulia tersebut di level US$ 1.600 per ons troi.

Panin Sekuritas : Cek JPFA, CPIN, ADMG dan GGRM untuk trading hari ini

Panin Sekuritas : Cek JPFA, CPIN, ADMG dan GGRM untuk trading hari ini
JAKARTA. Panin Sekuritas Tbk (PANS) menghitung secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak fluktuatif cenderung menguat. Purwoko Sartono, Research Analyst Panin Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak dengan kisaran support-resistance di 3.964-4.010.

IHSG kemarin rebound menyusul sentimen positif dari angka pertumbuhan Ekonomi China yang di atas ekspektasi sehingga mendorong bursa regional Asia menguat. "Berita tersebut juga menutup sentimen negatif atas kekhawatiran dari dampak dari krisis utang Yunani ke negara Eropa yang lain," ujar Purwoko.

Hari ini, ia merekomendasikan beberapa saham yang bisa dipertimbangkan menjadi pilihan trading. Di antaranya adalah JPFA, CPIN, ADMG dan GGRM.

SingTel Tolak Lepas Telkomsel, 'Buy' Telkom

INILAH.COM, Jakarta - Rencana PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) untuk kembali menguasai 100% kepemilikan di anak usahanya, PT Telkomsel, menemui ganjalan karena SingTel menyatakan akan tetap menjadi investor strategis di Telkomsel.

Saat ini, Telkomsel adalah kontributor pendapatan kedua terbesar bagi SingTel yang merupakan anak usaha Temasek. Namun demikian, manajemen TLKM menyatakan akan tetap berjuang meningkatkan kepemilikan di Telkomsel menjadi 100% dengan melobi SingTel International ataupun Temasek.

"Untuk itu kami pun merekoemndasikan buy untuk saham TLKM," ujar Samuel Sekuritas dalam ualsan pasarnya, Kamis (14/7).