Date : Jan 06 2011, 12:37
Title : News Story
Header : Banjir di Australia membuat harga batubara makin membara
Story
=======================================================================================
BANGKOK. Harga kokas batubara internasional mulai meningkat seiring
bencana banjir yang melanda Queesland, Australia. Banpu Pcl dan beberapa
produsen batubara lainnya di Thailand menaikkan harga batubaranya, setelah
Australia menaikkah harga bahan bakar pembangkit listriknya.
Banpu menaikkan harga jual batubara 1,2% menjadi 860 bath pada waktu
setempat. Lanna Resources Pcl, produsen batubara terbesar kedua di Thailand
menaikkan harga 2% menjadi 20,3 bath, dan menjadi harga kontrak tertinggi sejak
8 November 2010.
Sementara Asia Green Energy Plc menaikkah harga jual kokas batubaranya
4,9% menjadi 17 bath.
[ Rizki Caturini ]
KONTAN Thu, 06 Jan 2011 ( 12:13:53 WIB )
=======================================================================================
High risk high return, high return high lost.
So be careful in making investments.
Investment in yours hands. Good luck & do the best . . . . . . . .
Kamis, 06 Januari 2011
TLKM
INTP
BRMS
Mencermati saham BRMS, saham ini mengincar saham Newmont Mining bila ANTM tidak ikut serta dalam pembelian saham Newmont Mining. Maka kesempatan BRMS dalam membeli saham itu menjadi tinggi.Recoment : Hold
BUMI

Wow... harga batubara naik sampai 130 matrix per ton, ini mengakibatkan sektor batubara naik tajam. Saham BUMI umpananya, saham BUMI akan menguji level resistant 3500. berhati-hatilah dalam mengambil posisi Buy. Karena kesempatan untuk naiknya mulai tipis.saham BRON, HRUM, ITMG, UNTR, ADRO, BUMI. jadi berhati-hatilah dalam mengambil posisi sektor batubara.
Recoment Sell 3500.
BBRI
JSX
ICBP
Harga karet terus menguat dalam tiga hari ke level US% 5.254 per metrik ton
Date : Jan 06 2011, 09:24
Title : News Story
Header : Harga karet terus menguat dalam tiga hari ke level US% 5.254 per metrik ton
Story
=======================================================================================
TOKYO. Harga karet naik mengalami kenaikan dalam tiga hari terakhir akibat
optimisme pasar terbentuk setelah melihat data perekonomian AS mengalami
pertumbuhan. Hal ini meningkatkan ekspektasi permintaan karet akan naik
ditengah seretnya pasokan global.
Harga pengiriman karet pada Juni 2011 naik 2,2% menjadi 437,5 yen per
kilogram (kg) atau sekiktar US$ 5.254 per metrik ton sebelum perdagangan
diangka 436,4 yen di Tokyo Commodity Exchange pada waktu setempat.
"Secara fundamental komoditas karet memang sedang ketat, sehingga ini
mendorong peningkatan harga karet di bursa komoditas, ujar Kazunori Kokubo
General Manager di bidang bisnis internasional Yutaka Shoji Co Tokyo.
[ Rizki Caturini ]
KONTAN Thu, 06 Jan 2011 ( 08:56:15 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Harga karet terus menguat dalam tiga hari ke level US% 5.254 per metrik ton
Story
=======================================================================================
TOKYO. Harga karet naik mengalami kenaikan dalam tiga hari terakhir akibat
optimisme pasar terbentuk setelah melihat data perekonomian AS mengalami
pertumbuhan. Hal ini meningkatkan ekspektasi permintaan karet akan naik
ditengah seretnya pasokan global.
Harga pengiriman karet pada Juni 2011 naik 2,2% menjadi 437,5 yen per
kilogram (kg) atau sekiktar US$ 5.254 per metrik ton sebelum perdagangan
diangka 436,4 yen di Tokyo Commodity Exchange pada waktu setempat.
"Secara fundamental komoditas karet memang sedang ketat, sehingga ini
mendorong peningkatan harga karet di bursa komoditas, ujar Kazunori Kokubo
General Manager di bidang bisnis internasional Yutaka Shoji Co Tokyo.
[ Rizki Caturini ]
KONTAN Thu, 06 Jan 2011 ( 08:56:15 WIB )
=======================================================================================
Pertamina, Medco dan Mitsubishi dinyatakan bersalah dalam proyek Donggi Senoro
Date : Jan 06 2011, 09:23
Title : News Story
Header : Pertamina, Medco dan Mitsubishi dinyatakan bersalah dalam proyek Donggi Senoro
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menghukum PT Pertamina
sebesar Rp 10 miliar karena terbukti bersekongkol dalam proyek Donggi-Senoro.
Wasit persaingan usaha menuduh perusahaan minyak dan gas plat merah itu
berkomplot dengan PT Medco Energi International, PT Medco E&P Tomori Sulawesi,
dan Mitsubishi Corporation.
Dalam putusan yang dibacakan hari ini (5/1), Ketua Majelis Komisi Nawir
Messi menyatakan, persekongkolan itu telah melahirkan persaingan usaha yang
tidak sehat. Dalam pertimbangannya, KPPU menyatakan, persengkokolan itu
terlihat manakala adanya perilaku diskriminatif yang diberikan terhadap
Mitsubishi dibandingkan pesaing lainnya yakni Mitsui dan LNG EU.
Perlakuan diskriminatif itu yakni Mitsubishi diberikan kesempatan untuk
melakukan diskusi dengan Pertamina dan Medco Energi International dalam kurun
waktu 24 Februari, 16 Maret, dan 4 September 2006.
Pada 4 September 2006 silam, KPPU menyatakan, Mitsubishi melakukan
presentasi dihadapan direksi Pertamina dan Medco Energi International terkait
subtansi proyek sehingga memberikan keuntungan kepada Mitsubishi dalam
menyiapkan proposal beauty contest. "Ini diskriminatif sedangkan peserta lain
tidak memiliki kesempatan serupa," Messi.
Tak hanya itu, KPPU menyatakan tidak ada kepastian sistem penilaian beauty
contest dan term of reference.
Makanya Majelis Komisi menyatakan jika Pertamina, Medco Energi
International, Medco E&P, dan Mitsubishi secara sah melanggar pasal 22 dan 23
Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan
Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Selain menghukum Pertamina membayar denda Rp 10 miliar, majelis KPPU juga
menghukum Medco Energi International membayar denda Rp 5 miliar, Medco E&P
membayar denda Rp 1 miliar dan Mitsubishi membayar denda Rp 15 miliar.
Majelis KPPU juga memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar mendorong
optimalisasi pemanfaatan cadangan gas melalui penggunaan teknologi yang sesuai
dengan karakter ladang gas dengan cadangan relatif kecil. "Pemerintah juga
perlu mendiri realisasi dan penyelesaian proyek Donggi-Senoro agar terlaksana
tepat waktu".
Terkait putusan ini, Lukman Mahfoedz selaku Corporate Project Director
Medco menegaskan sejauh ini belum dapat memastikan untuk mengambil langkah
selanjutnya atas putusan ini. "Tetap terbuka kemungkinan mengajukan upaya
keberatan," katanya.
[ Yudho Winarto ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 16:48:37 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Pertamina, Medco dan Mitsubishi dinyatakan bersalah dalam proyek Donggi Senoro
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menghukum PT Pertamina
sebesar Rp 10 miliar karena terbukti bersekongkol dalam proyek Donggi-Senoro.
Wasit persaingan usaha menuduh perusahaan minyak dan gas plat merah itu
berkomplot dengan PT Medco Energi International, PT Medco E&P Tomori Sulawesi,
dan Mitsubishi Corporation.
Dalam putusan yang dibacakan hari ini (5/1), Ketua Majelis Komisi Nawir
Messi menyatakan, persekongkolan itu telah melahirkan persaingan usaha yang
tidak sehat. Dalam pertimbangannya, KPPU menyatakan, persengkokolan itu
terlihat manakala adanya perilaku diskriminatif yang diberikan terhadap
Mitsubishi dibandingkan pesaing lainnya yakni Mitsui dan LNG EU.
Perlakuan diskriminatif itu yakni Mitsubishi diberikan kesempatan untuk
melakukan diskusi dengan Pertamina dan Medco Energi International dalam kurun
waktu 24 Februari, 16 Maret, dan 4 September 2006.
Pada 4 September 2006 silam, KPPU menyatakan, Mitsubishi melakukan
presentasi dihadapan direksi Pertamina dan Medco Energi International terkait
subtansi proyek sehingga memberikan keuntungan kepada Mitsubishi dalam
menyiapkan proposal beauty contest. "Ini diskriminatif sedangkan peserta lain
tidak memiliki kesempatan serupa," Messi.
Tak hanya itu, KPPU menyatakan tidak ada kepastian sistem penilaian beauty
contest dan term of reference.
Makanya Majelis Komisi menyatakan jika Pertamina, Medco Energi
International, Medco E&P, dan Mitsubishi secara sah melanggar pasal 22 dan 23
Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan
Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Selain menghukum Pertamina membayar denda Rp 10 miliar, majelis KPPU juga
menghukum Medco Energi International membayar denda Rp 5 miliar, Medco E&P
membayar denda Rp 1 miliar dan Mitsubishi membayar denda Rp 15 miliar.
Majelis KPPU juga memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar mendorong
optimalisasi pemanfaatan cadangan gas melalui penggunaan teknologi yang sesuai
dengan karakter ladang gas dengan cadangan relatif kecil. "Pemerintah juga
perlu mendiri realisasi dan penyelesaian proyek Donggi-Senoro agar terlaksana
tepat waktu".
Terkait putusan ini, Lukman Mahfoedz selaku Corporate Project Director
Medco menegaskan sejauh ini belum dapat memastikan untuk mengambil langkah
selanjutnya atas putusan ini. "Tetap terbuka kemungkinan mengajukan upaya
keberatan," katanya.
[ Yudho Winarto ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 16:48:37 WIB )
=======================================================================================
Holcim bantah bakal bagi-bagi dividen
Date : Jan 06 2011, 09:22
Title : News Story
Header : Holcim bantah bakal bagi-bagi dividen
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) menyatakan belum berencana
membagikan deviden terkait keberhasilannya melakukan kuasi reorganisasi di
akhir tahun lalu. "Sejauh ini tidak ada rencana pembagian dividen dalam waktu
dekat ini," kata Relationship Management Director Rusli Setiawan kepada KONTAN,
Rabu (5/1).
Sebelumnya memang beredar kabar jika SMCB berencana membagikan dividen
spesial sebesar Rp 150 yang akan dibagikan dalam dua tahap. Tahap pertama pada
akhir Januari mendatang sebesar Rp 80 per saham dan tahap kedua akan dilakukan
di awal Maret dengan membagikan Rp 70 per saham.
Walaupun menyatakan tidak akan membagikan dividen dalam waktu dekat, namun
Rusli bilang dengan keberhasilan kuasi tersebut memang memungkinkan Holcim
untuk membagikan dividen.
Kebijakan pembagian dividen sendiri masih akan dibicarakan pihak
manajemen. Sayangnya, Rusli enggan membocorkan apakah tahun ini Holcim
Indonesia berniat membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. "Memang
memungkinkan tapi nantilah kita liat di RUPS tahunan," katanya.
Setelah adanya kuasi tersebut, asset tetap Holcim menjadi Rp 7,227 triliun
yang berarti telah terjadi penambahan nilai sebesar Rp 2,681 triliun. Selisih
penilaian kembali aset tetap ini ditambah dengan tambahan modal disetor sebesar
Rp 1,303 triliun telah menghapuskan defisit perusahaan sebesar Rp 3,937
triliun. Dengan hasil akhir adanya sisa saldo laba sebesar Rp 47 miliar pada
akun saldo laba.
"Dengan adanya penghapusan defisit ini menyebabkan kita bisa membayar
deviden serta membuka kemampuan perusahaan untuk mendapatkan pendanaan untuk
ekspansi di masa datang," jelas Rusli. Selama empat tahun terakhir keuntungan
bersih SMCB serta pengurangan hutang telah memperkuat kondisi keuangan. Rasio
kewajiban terhadap ekuitas telah mengalami perbaikan dari posisi 1,72 pada
Desember 2007 menjadi hanya 0,66 pada Juni 2010.
[ Anna Suci Perwitasari ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 16:55:26 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Holcim bantah bakal bagi-bagi dividen
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) menyatakan belum berencana
membagikan deviden terkait keberhasilannya melakukan kuasi reorganisasi di
akhir tahun lalu. "Sejauh ini tidak ada rencana pembagian dividen dalam waktu
dekat ini," kata Relationship Management Director Rusli Setiawan kepada KONTAN,
Rabu (5/1).
Sebelumnya memang beredar kabar jika SMCB berencana membagikan dividen
spesial sebesar Rp 150 yang akan dibagikan dalam dua tahap. Tahap pertama pada
akhir Januari mendatang sebesar Rp 80 per saham dan tahap kedua akan dilakukan
di awal Maret dengan membagikan Rp 70 per saham.
Walaupun menyatakan tidak akan membagikan dividen dalam waktu dekat, namun
Rusli bilang dengan keberhasilan kuasi tersebut memang memungkinkan Holcim
untuk membagikan dividen.
Kebijakan pembagian dividen sendiri masih akan dibicarakan pihak
manajemen. Sayangnya, Rusli enggan membocorkan apakah tahun ini Holcim
Indonesia berniat membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. "Memang
memungkinkan tapi nantilah kita liat di RUPS tahunan," katanya.
Setelah adanya kuasi tersebut, asset tetap Holcim menjadi Rp 7,227 triliun
yang berarti telah terjadi penambahan nilai sebesar Rp 2,681 triliun. Selisih
penilaian kembali aset tetap ini ditambah dengan tambahan modal disetor sebesar
Rp 1,303 triliun telah menghapuskan defisit perusahaan sebesar Rp 3,937
triliun. Dengan hasil akhir adanya sisa saldo laba sebesar Rp 47 miliar pada
akun saldo laba.
"Dengan adanya penghapusan defisit ini menyebabkan kita bisa membayar
deviden serta membuka kemampuan perusahaan untuk mendapatkan pendanaan untuk
ekspansi di masa datang," jelas Rusli. Selama empat tahun terakhir keuntungan
bersih SMCB serta pengurangan hutang telah memperkuat kondisi keuangan. Rasio
kewajiban terhadap ekuitas telah mengalami perbaikan dari posisi 1,72 pada
Desember 2007 menjadi hanya 0,66 pada Juni 2010.
[ Anna Suci Perwitasari ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 16:55:26 WIB )
=======================================================================================
Rabu, 05 Januari 2011
Financial Data - AALI
Date : Jan 05 2011, 14:59
Title : Financial Data - AALI
Code AALI
Sector Agriculture
SubSector Plantation
L.Date 09 December 1997
E.Date 21 November 1997
Nominal 500
IPO Price 1550
IPO Shares 125.80 M
IPO Amount 194.99 B
FS Date 30 September 2010
FYE December
I.Shares 1.57 B
Mkt.Cap 41.02 T
Sales 5.72 T
Assets 8.51 T
Liability 1.58 T
N.Profit 1.23 T
PER* 25.05
EPS* 1040
BV 4269
PBV 6.10
NAVS 5404
DER 0.23
ROE(%)* 24.36
ROA(%)* 19.24
NPM(%) 21.47
* Annualised
Title : Financial Data - AALI
Code AALI
Sector Agriculture
SubSector Plantation
L.Date 09 December 1997
E.Date 21 November 1997
Nominal 500
IPO Price 1550
IPO Shares 125.80 M
IPO Amount 194.99 B
FS Date 30 September 2010
FYE December
I.Shares 1.57 B
Mkt.Cap 41.02 T
Sales 5.72 T
Assets 8.51 T
Liability 1.58 T
N.Profit 1.23 T
PER* 25.05
EPS* 1040
BV 4269
PBV 6.10
NAVS 5404
DER 0.23
ROE(%)* 24.36
ROA(%)* 19.24
NPM(%) 21.47
* Annualised
BI rate bertahan di 6,5%
Date : Jan 05 2011, 14:29
Title : News Story
Header : BI rate bertahan di 6,5%
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan suku bunga acuan
Bank Indonesia (BI rate) tetap sebesar 6,5%. Besaran suku bunga acuan ini sudah
bertahan sejak 1,5 tahun lalu atau yang ke-18 kalinya.
Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI rate sebesar 6,5% sesuai dengan
perkiraan para analis sebelumnya. Hasil survei Bloomberg menyebutkan, sebanyak
13 dari 15 ekonom yang mereka survei memperkirakan BI rate bakal tetap di level
6,5% pada bulan ini. Tingkat BI rate sebesar 6,5% itu sudah bertahan sejak
Agustus 2009.
[ Nina Dwiantika ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 14:22:22 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : BI rate bertahan di 6,5%
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan suku bunga acuan
Bank Indonesia (BI rate) tetap sebesar 6,5%. Besaran suku bunga acuan ini sudah
bertahan sejak 1,5 tahun lalu atau yang ke-18 kalinya.
Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI rate sebesar 6,5% sesuai dengan
perkiraan para analis sebelumnya. Hasil survei Bloomberg menyebutkan, sebanyak
13 dari 15 ekonom yang mereka survei memperkirakan BI rate bakal tetap di level
6,5% pada bulan ini. Tingkat BI rate sebesar 6,5% itu sudah bertahan sejak
Agustus 2009.
[ Nina Dwiantika ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 14:22:22 WIB )
=======================================================================================
MASA bakal akuisisi perusahaan perkebunan?
Date : Jan 05 2011, 12:24
Title : News Story
Header : MASA bakal akuisisi perusahaan perkebunan?
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Lama tidak terdengar kabarnya, PT Multistrada Arah Sarana Tbk
(MASA) kembali di goyang rumor panas. Memasuki tahun 2011, seorang sumber
KONTAN membisikkan, produsen ban merek Achiles tersebut sedang bernegoisasi
untuk membeli perusahaan perkebunan.
"Pembelian akan dilakukan dalam waktu dekat," tuturnya kepada KONTAN, Rabu
(5/1). Nantinya, hasil perkebunan yang utamanya memproduksi karet, bakal
menopang kebutuhan bahan baku MASA dimasa yang akan datang.
Maklum saja, saat ini MASA tengah membangun pabrik ban baru seluas 100
hektare (ha) di wilayah Cikarang. Pabrik ban berkapasitas 30.000 unit per hari
itu, direncanakan mulai beroperasi pada semester I-2010.
Namun sayang, sang empunya rumor tidak mengetahui lokasi perkebunan yang
tengah diincar MASA. Termasuk estimasi harga pembelian perusahaan perkebunan
itu.
Saat dikonfirmasi, pihak MASA tidak dengan tegas menyanggahnya. Presiden
Direktur MASA, Pieter Tanuri enggan berkomentar. "Saya no comment dulu,"
ujarnya.
Sementara Even Go, Kepala hubungan investor MASA mengatakan, belum
memperoleh informasi mengenai kabar itu dari manajemen MASA. "Saya akan coba
pastikan, apakah memang benar ada rencana seperti itu," pungkasnya.
[ Yuwono Triatmodjo ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 12:12:45 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : MASA bakal akuisisi perusahaan perkebunan?
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Lama tidak terdengar kabarnya, PT Multistrada Arah Sarana Tbk
(MASA) kembali di goyang rumor panas. Memasuki tahun 2011, seorang sumber
KONTAN membisikkan, produsen ban merek Achiles tersebut sedang bernegoisasi
untuk membeli perusahaan perkebunan.
"Pembelian akan dilakukan dalam waktu dekat," tuturnya kepada KONTAN, Rabu
(5/1). Nantinya, hasil perkebunan yang utamanya memproduksi karet, bakal
menopang kebutuhan bahan baku MASA dimasa yang akan datang.
Maklum saja, saat ini MASA tengah membangun pabrik ban baru seluas 100
hektare (ha) di wilayah Cikarang. Pabrik ban berkapasitas 30.000 unit per hari
itu, direncanakan mulai beroperasi pada semester I-2010.
Namun sayang, sang empunya rumor tidak mengetahui lokasi perkebunan yang
tengah diincar MASA. Termasuk estimasi harga pembelian perusahaan perkebunan
itu.
Saat dikonfirmasi, pihak MASA tidak dengan tegas menyanggahnya. Presiden
Direktur MASA, Pieter Tanuri enggan berkomentar. "Saya no comment dulu,"
ujarnya.
Sementara Even Go, Kepala hubungan investor MASA mengatakan, belum
memperoleh informasi mengenai kabar itu dari manajemen MASA. "Saya akan coba
pastikan, apakah memang benar ada rencana seperti itu," pungkasnya.
[ Yuwono Triatmodjo ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 12:12:45 WIB )
=======================================================================================
Diisukan bakal dikerek ke level Rp 2.000, saham KRAS bergerak fluktuatif
Date : Jan 05 2011, 11:55
Title : News Story
Header : Diisukan bakal dikerek ke level Rp 2.000, saham KRAS bergerak fluktuatif
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Krakatau Steel (KRAS) bergerak fluktuatif hari ini.
Saham KRAS sempat ditransaksikan di level terendah Rp 1.230 atau turun 2,4% dan
di level tertinggi di posisi Rp 1.270 atau naik 0,8%. Namun pada pukul 11.19,
saham KRAS ditransaksikan dengan penurunan 0,79% menjadi Rp 1.250.
Dari perbincangan di sejumlah milis, saham KRAS dikabarkan akan dikerek
hingga mencapai level Rp 2.000. "Sepertinya target harga Rp 2.000 bisa dicapai
dalam sepuluh hari ke depan," kata salah seorang anggota milis.
Namun, menurut salah seorang sumber KONTAN yang tak mau namanya disebut,
kenaikan harga batubara dipastikan akan menaikkan biaya produksi KRAS. "Namun
jika produsen baja lokal, khususnya KRAS, memiliki cadangan cukup dan bisa
memperoleh batubara lebih murah dari kompetitornya, maka akan bisa diuntungkan
dari kenaikan harga baja ini," jelasnya. Sumber KONTAN menambahkan, harga jual
baja pasti naik karena produsen baja global, terutama India dan Jepang,
menurunkan level produksinya.
Kabarnya, analis baru akan merekomendasikan buy untuk saham KRAS jika
investor asing sudah mulai mengoleksi saham ini. Berdasarkan data Bloomberg
pukul 11.30, sejumlah broker yang aktif membeli saham ini antara lain: Sinarmas
Sekuritas senilai Rp 13,59 miliar, Millennium Atlantic Securities senilai Rp
6,17 miliar, dan eTrading Securities senilai Rp 5,96 miliar.
Sementara, broker-broker yang banyak melepas saham KRAS adalah: Valbury
Asia Securities senilai Rp 10,88 miliar, Artga Securities senilai Rp 10,67
miliar, dan eTrading Securities senilai Rp 7,78 miliar.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 11:40:45 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Diisukan bakal dikerek ke level Rp 2.000, saham KRAS bergerak fluktuatif
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Krakatau Steel (KRAS) bergerak fluktuatif hari ini.
Saham KRAS sempat ditransaksikan di level terendah Rp 1.230 atau turun 2,4% dan
di level tertinggi di posisi Rp 1.270 atau naik 0,8%. Namun pada pukul 11.19,
saham KRAS ditransaksikan dengan penurunan 0,79% menjadi Rp 1.250.
Dari perbincangan di sejumlah milis, saham KRAS dikabarkan akan dikerek
hingga mencapai level Rp 2.000. "Sepertinya target harga Rp 2.000 bisa dicapai
dalam sepuluh hari ke depan," kata salah seorang anggota milis.
Namun, menurut salah seorang sumber KONTAN yang tak mau namanya disebut,
kenaikan harga batubara dipastikan akan menaikkan biaya produksi KRAS. "Namun
jika produsen baja lokal, khususnya KRAS, memiliki cadangan cukup dan bisa
memperoleh batubara lebih murah dari kompetitornya, maka akan bisa diuntungkan
dari kenaikan harga baja ini," jelasnya. Sumber KONTAN menambahkan, harga jual
baja pasti naik karena produsen baja global, terutama India dan Jepang,
menurunkan level produksinya.
Kabarnya, analis baru akan merekomendasikan buy untuk saham KRAS jika
investor asing sudah mulai mengoleksi saham ini. Berdasarkan data Bloomberg
pukul 11.30, sejumlah broker yang aktif membeli saham ini antara lain: Sinarmas
Sekuritas senilai Rp 13,59 miliar, Millennium Atlantic Securities senilai Rp
6,17 miliar, dan eTrading Securities senilai Rp 5,96 miliar.
Sementara, broker-broker yang banyak melepas saham KRAS adalah: Valbury
Asia Securities senilai Rp 10,88 miliar, Artga Securities senilai Rp 10,67
miliar, dan eTrading Securities senilai Rp 7,78 miliar.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 11:40:45 WIB )
=======================================================================================
JSX
KBRI beli saham pemerintah senilai Rp 2,92 miliar
Date : Jan 05 2011, 08:49
Title : News Story
Header : KBRI beli saham pemerintah senilai Rp 2,92 miliar
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Induk usaha, PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI), PT
Kertas Basuki Rachmat (KBR) akan membeli saham milik Pemerintah. Pada 28
Desember 2010 lalu, mereka sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri Negara
Badan Usaha Milik Negara mengenai persetujuan harga penawaran senilai Rp 1 juta
per saham.
Sampai saat ini, Pemerintah masih menggenggam saham KBR sebanyak 2.925
saham atau sebanyak 0,38%. Tiur Simamora, sekertaris perusahaan KBRI bilang
total pembelian saham tersebut sebesar Rp 2,92 miliar. Setelah aksi tersebut,
KBRI akan memiliki 100% saham KBR. "Sekarang kita masih dalam proses jual
beli," jelasnya.
Transaksi tersebut akan dilakukan secara bilateral. "Kami berharap
transaksi jual beli tersebut selesai di bulan ini atau awal bulan depan," jelas
dia. Maklum, KBRI memang sudah ngebet membeli saham Pemerintah. "Tarik ulur
jual beli saham tersebut sudah lama, tapi karena harganya kemahalan. KBR baru
bisa membeli saat ini," tuturnya.
Untuk membeli saham Pemerintah tersebut, Tiur mengungkapkan mereka akan
menggunakan dana dari penjualan aset mereka. "Kami akan melepas beberapa aset
yang tidak prospektif, mesin yang tidak bisa dipakai dan kurang produktif,"
tuturnya.
Sebelumnya, KBRI memang berniat untuk menjual stasiun pengisian bahan
bakar umum (SPBU) dan gedung kantor. Total penjualan aset tersebut diperkirakan
senilai Rp 35 miliar. "Salah satunya akan kami gunakan dari hasil penjualan
aset tersebut," terang dia.
KBRI memang masih mempunyai likuiditas yang cukup. Per 30 September 2010
kemarin, dana kas KBRI masih sekitar Rp 2,6 miliar. Apalagi pada bulan November
2010, KBRI telah melakukan penawaran saham baru alias rights issue dan berhasil
meraup Rp 544,87 miliar.
Nantinya, saham hasil pembelian dari Pemerintah tidak akan dijual lagi.
Menurut dia, saham itu masih akan dipegang oleh KBRI. "Tidak ada rencana untuk
menjual saham tersebut kepada pihak lain, " tegas Tiur.
[ Avanty Nurdiana ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 08:24:13 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : KBRI beli saham pemerintah senilai Rp 2,92 miliar
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Induk usaha, PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI), PT
Kertas Basuki Rachmat (KBR) akan membeli saham milik Pemerintah. Pada 28
Desember 2010 lalu, mereka sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri Negara
Badan Usaha Milik Negara mengenai persetujuan harga penawaran senilai Rp 1 juta
per saham.
Sampai saat ini, Pemerintah masih menggenggam saham KBR sebanyak 2.925
saham atau sebanyak 0,38%. Tiur Simamora, sekertaris perusahaan KBRI bilang
total pembelian saham tersebut sebesar Rp 2,92 miliar. Setelah aksi tersebut,
KBRI akan memiliki 100% saham KBR. "Sekarang kita masih dalam proses jual
beli," jelasnya.
Transaksi tersebut akan dilakukan secara bilateral. "Kami berharap
transaksi jual beli tersebut selesai di bulan ini atau awal bulan depan," jelas
dia. Maklum, KBRI memang sudah ngebet membeli saham Pemerintah. "Tarik ulur
jual beli saham tersebut sudah lama, tapi karena harganya kemahalan. KBR baru
bisa membeli saat ini," tuturnya.
Untuk membeli saham Pemerintah tersebut, Tiur mengungkapkan mereka akan
menggunakan dana dari penjualan aset mereka. "Kami akan melepas beberapa aset
yang tidak prospektif, mesin yang tidak bisa dipakai dan kurang produktif,"
tuturnya.
Sebelumnya, KBRI memang berniat untuk menjual stasiun pengisian bahan
bakar umum (SPBU) dan gedung kantor. Total penjualan aset tersebut diperkirakan
senilai Rp 35 miliar. "Salah satunya akan kami gunakan dari hasil penjualan
aset tersebut," terang dia.
KBRI memang masih mempunyai likuiditas yang cukup. Per 30 September 2010
kemarin, dana kas KBRI masih sekitar Rp 2,6 miliar. Apalagi pada bulan November
2010, KBRI telah melakukan penawaran saham baru alias rights issue dan berhasil
meraup Rp 544,87 miliar.
Nantinya, saham hasil pembelian dari Pemerintah tidak akan dijual lagi.
Menurut dia, saham itu masih akan dipegang oleh KBRI. "Tidak ada rencana untuk
menjual saham tersebut kepada pihak lain, " tegas Tiur.
[ Avanty Nurdiana ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 08:24:13 WIB )
=======================================================================================
Selasa, 04 Januari 2011
BBRI
Sentimen negatif inflasi tak mampu meruntuhkan IHSG
Date : Jan 04 2011, 11:31
Title : News Story
Header : Sentimen negatif inflasi tak mampu meruntuhkan IHSG
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Para analis dan ekonom sepakat menilai bahwa angka inflasi
tahunan (year on year) 2010 yang mencapai 6,96% merupakan angka yang
mengkhawatirkan. Namun, tampaknya, kabar ini belum mampu meruntuhkan IHSG.
Buktinya, indeks kembali merangkak naik kala dibuka hari ini, Selasa
(4/1), hari kedua setelah pembukaan awal 2011 kemarin.
Pada pukul 10.40 WIB, IHSG bertengger di angka 3.761,95 atau menguat
0,92%. Saham-saham pertambangan menjadi penopang utama indeks pagi ini. Indeks
saham-saham sektor pertambangan menguat 3,52%. Adapun indeks sektor agribisnis
naik 1,03% dan sektor perdagangan menguat 1,37%.
Saham-saham lapis kedua dan ketiga masih mendominasi daftar top gainers.
Misalnya, harga saham PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) menguat 33% menjadi Rp 105 per
saham. Harga saham Aneka Kemasindo Utama Energi dan Metak (AKKU) naik 32% ke Rp
170. Saham lainnya adalah Borneo Lambung Energi dan Metal (BORN) yang naik 9%
ke Rp 1.660 per saham.
Di daftar top loser, Harga Saham Fajar Surya Wisesa (FASW) tercatat turun
8% menjasdi Rp 2.525, Indonesia Prima Property (OMRE) turun 5% menjadi Rp 161
per saham, dan saham Pan Brothers (PBRX) turun 5% menjadi 1.390 per saham.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]
KONTAN Tue, 04 Jan 2011 ( 11:03:58 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Sentimen negatif inflasi tak mampu meruntuhkan IHSG
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Para analis dan ekonom sepakat menilai bahwa angka inflasi
tahunan (year on year) 2010 yang mencapai 6,96% merupakan angka yang
mengkhawatirkan. Namun, tampaknya, kabar ini belum mampu meruntuhkan IHSG.
Buktinya, indeks kembali merangkak naik kala dibuka hari ini, Selasa
(4/1), hari kedua setelah pembukaan awal 2011 kemarin.
Pada pukul 10.40 WIB, IHSG bertengger di angka 3.761,95 atau menguat
0,92%. Saham-saham pertambangan menjadi penopang utama indeks pagi ini. Indeks
saham-saham sektor pertambangan menguat 3,52%. Adapun indeks sektor agribisnis
naik 1,03% dan sektor perdagangan menguat 1,37%.
Saham-saham lapis kedua dan ketiga masih mendominasi daftar top gainers.
Misalnya, harga saham PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) menguat 33% menjadi Rp 105 per
saham. Harga saham Aneka Kemasindo Utama Energi dan Metak (AKKU) naik 32% ke Rp
170. Saham lainnya adalah Borneo Lambung Energi dan Metal (BORN) yang naik 9%
ke Rp 1.660 per saham.
Di daftar top loser, Harga Saham Fajar Surya Wisesa (FASW) tercatat turun
8% menjasdi Rp 2.525, Indonesia Prima Property (OMRE) turun 5% menjadi Rp 161
per saham, dan saham Pan Brothers (PBRX) turun 5% menjadi 1.390 per saham.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]
KONTAN Tue, 04 Jan 2011 ( 11:03:58 WIB )
=======================================================================================
Langganan:
Postingan (Atom)







