Rabu, 02 Februari 2011

Cermati saham CPO







Trading Buy untuk sektor CPO, karena harga CPO di Malaysia 3915.

BEI: Investor tak perlu cemas dengan fluktuasi indeks

Date : Feb 02 2011, 13:57
Title : News Story
Header : BEI: Investor tak perlu cemas dengan fluktuasi indeks


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Direktur Utama BEI Ito Warsito menilai, investor tidak perlu
khawatir dengan fluktuasi indeks. Melamahnya indeks di awal tahun, kini mulai
menunjukkan tanda-tanda pergerakan balik. Pada penutupan sesi I hari ini, IHSG
berada di level 3.471,111 atau naik tipis 0,83%.
Adanya kecemasan pelaku pasar akibat krisis Mesir pun menurut Ito juga tak
perlu dibesar-besarkan. "Persoalan Mesir untuk BEI cuma masalah sentimen. Dalam
jangka waktu ke depan ada hikmahnya. Karena investor global yang menanam uang
di Timur Tengah pasti berpikir ke mana lagi uang akan ditaruh kemana. Walupun
kecil, Indonesia pasti kebagian," ujar Ito, Rabu, (2/2).
Menurut Ito, saat ini yang dilakukan BEI untuk semakin meningkatkan minat
investasi masyarakat adalah dengan memperbanyak sosialisasi dan edukasi. Hingga
sekarang, BEI sudah sudah memiliki 14 pusat informasi pasar modal di luar
Jakarta. Empat berada di Jawa sisanya di luar Jawa seperti Bali dan Sulawesi.
Di tahun ini BEI berencana membuka pusat informasi lagi di Medan dan Aceh.
"Wilayah timur belum, tapi akan kami terus kembangkan," papar Ito.
[ Astri Karina Bangun ]

KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 13:44:53 WIB )


=======================================================================================

Antisipasi data tenaga kerja, dollar AS melemah terhadap euro

Date : Feb 02 2011, 13:11
Title : News Story
Header : Antisipasi data tenaga kerja, dollar AS melemah terhadap euro


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Dollar Amerika Serikat (AS) terhadap euro melemah pada level
terendah dalam tiga bulan terakhir. Hingga pukul 12.54 WIB, posisi dollar AS
berada di level US$ 1,3851 per euro, dari penutupan kemarin di posisi US$
1,3829 per euro
Bahkan, pada pukul 10.55 WIB, dollar terhadap euro sempat menyentuh US$
1,862 per euro. Melemahnya dollar AS terhadap euro terjadi menjelang rilis data
tenaga kerja AS pada pekan ini.
Analis yang disurvei Bloomberg memprediksi, ADP Emplyer Services akan
merilis penambahan 140.000 tenaga kerja di sektor swasta selama Januari lalu.
Lebih rendah dari penambahan pekerjaan di bulan Desember yang mencapai 297.000.
Sementara, Departemen Tenaga Kerja pada 4 Februari diprediksi bakal
melaporkan tingkat pengangguran naik dari 9,4% menjadi 9,5%. Hal ini bisa
menjadi penegasan bagi Federal Reserves kalau pemulihan di AS masih terlalu
lambat untuk bisa menekan angka pengangguran. Akibatnya, Fed akan melanjutkan
program pembelian surat utang.
Sementara, permintaan terhadap euro meningkat karena spekulasi bank
sentral Eropa (ECB) bersedia mengatasi laju inflasi di kawasan itu. Akhir bulan
lalu, Uni eropa mengumumkan laju inflasi di kawasan Eropa mengalami percepatan
2,4% pada Januari.
"Saat ini pengetatan kebijakan oleh ECB dihargai, sementara sentimen
dollar AS jelas sudah berkurang," ujar Sean Callow, senior strategi dari
Westpac Banking Corp., di Sydney.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 12:57:57 WIB )


=======================================================================================

Jelang libur Imlek, indeks menguat 0,83% di sesi I


Date : Feb 02 2011, 12:29
Title : News Story
Header : Jelang libur Imlek, indeks menguat 0,83% di sesi I


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Menjelang tahun baru Imlek, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
menguat. Pada penutupan sesi I, IHSG berada di level 3.471,111 atau naik tipis
0,83%. Sebanyak 113 saham naik, sementara 66 saham turun. Sedangkan 65 saham
lainnya tidak merubah posisi. Hingga siang ini, volume transaksi mencapai 1,419
milliar saham dengan nilai perdagangan mencapai Rp 2.403 trilliun.
Sektor yang berhasil mengangkat bursa adalah sektor industri dasar yang
naik 1,50%, sektor perbankan dan infrastruktur juga menanjak dengan penguatan
masing-masing 1,24% dan 1,23%. Sektor lainnya menguat tipis. Hanya Sektor aneka
industri yang masih terkoreksi tpis 0,22%, sektor konstruksi juga diambang
koreksi karena hanya menguat tipis 0,01%.
Saham Centrin Online (CENT) menguat 26,09% ke Rp 145 menjadi pemimpin top
gainers. Sementara Asahimas Flat Glass (AMFG) menguat 15,38% ke Rp 5.250 berada
diurutan kedua. FKS multi Agro (FISH) tak ketinggalan menanjak 12,73 ke Rp
1.240. Anggota MSCI indeks yang melejit adalah Indocement Tungal Prakasa (INTP)
yang naik 2,82% ke Rp 14.600 dan Bank Central Asia (BBCA) menguat 2,65% ke Rp
5.800.
Yang harus puas menjadi bagian top losers adalah Argo Pantes (ARGO) yang
jatuh 23,08% ke Rp 1.000. Disusul oleh Pioneerindo Gourmet (PTSP) yang
terkoreksi 17,78% ke Rp 370. Saham MSCI indeks yang melorot adalah Bumi
Resources (BUMI) dengan koreksi tipis 1,74% ke Rp 2.825 dan Tambang Batu bara
Bukit Asam (PTBA) yang tergerus 0,49% ke Rp 20.200.
[ Dian Pitaloka Saraswati ]

KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 12:20:44 WIB )


=======================================================================================

Spekulasi BI tahan suku bunga bikin saham BBCA berlari kencang

Date : Feb 02 2011, 12:13
Title : News Story
Header : Spekulasi BI tahan suku bunga bikin saham BBCA berlari kencang


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Harga saham PT Bank Central Asia (BBCA) melesat tinggi hari ini.
Pada pukul 11.53, saham BBCA naik 2,65% menjadi Rp 5.800. Bahkan sebelumnya,
saham BBCA sempat ngendon di level Rp 5.850 atau naik 3,5%.
Dengan kenaikan sebesar itu, saham BBCA memimpin kenaikan di sektor
perbankan. Kenaikan harga saham BBCA disinyalir terkait dengan spekulasi kalau
bank sentral bajal menahan suku bunga acuannya pada 4 Febuari mendatang.
"Rendahnya angka core inflation kemungkinan akan mendorong Bank Indonesia
untuk menghindari kenaikan suku bunga, yang sangat positif bagi bank," jelas
David Sondakh, Analis PT Panin Sekuritas kepada Bloomberg.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 12:01:04 WIB )


=======================================================================================

Analis: Harga komoditas dunia naik, saham-saham pertambangan makin menarik

Date : Feb 02 2011, 12:09
Title : News Story
Header : Analis: Harga komoditas dunia naik, saham-saham pertambangan makin menarik


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang positif hari
ini terdongkrak sentimen positif dari bursa AS. "Seperti yang kita tahu, indeks
Dow Jones kemarin malam ditutup di atas level 12.000. Faktor ini juga merambat
ke Asia," jelas Irwan Ariston Napitupulu, Pengamat Pasar Modal.
Nah, bagaimana dengan pergerakan indeks pada hari ini? Irwan melihat,
secara teknikal indeks akan bergerak menuju ke level 3.550. "Saat ini bagaimana
pergerakan indeks belum terlihat. Namun sepertinya bisa bergerak ke arah sana,"
katanya. Jika level tersebut tembus, besar kemungkinan indeks akan melanjutkan
penguatannya.
Menurut Irwan, indeks berpeluang ditutup positif pada sore nanti.
Pasalnya, belakangan indeks sudah terkoreksi dalam sehingga bisa mengalami
reli.
Kendati begitu, ada sejumlah faktor yang bisa menahan laju indeks. Dalam
jangka pendek, misalnya, pasar memilih untuk menunggu hasil pertemuan BI
terkait suku bunga acuan. Selain itu, pasar juga masih menunggu dampak dari
pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kabarnya akan diberlakukan Maret
mendatang.
Sementara itu, saham-saham yang direkomendasikan Irwan antara lain berasal
dari sektor pertambangan. Irwan menjelaskan, beberapa hari belakangan harga
komoditas mulai dari batubara, logam, dan timah di pasar internasional naik
tinggi. "Harga-harga emiten pertambangan sudah pasti akan mendapatkan dampak
positif dari kenaikan harga tersebut," urainya.
Beberapa saham yang direkomendasikan adalah PT International Nikel
Indonesia (INCO), PT Aneka Tambang (ANTM), PT Timah (TINS), PT Indo Tambangraya
Megah (ITMG), dan PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA).
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 11:43:34 WIB )


=======================================================================================

Date : Feb 02 2011, 12:08 Title : News Story Header : Cemas BI bakal naikkan suku bunga, pergerakan sektor konstruksi terbatas Story ======

Date : Feb 02 2011, 12:08
Title : News Story
Header : Cemas BI bakal naikkan suku bunga, pergerakan sektor konstruksi terbatas


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini bergerak
bullish. Hingga pukul 11.12, indeks tercatat naik 1,33% menjadi 3.488,137.
Mayoritas sektor menghijau. Sektor industri dasar memimpin kenaikan sebesar
1,96% dan disusul oleh sektor infrastruktur yang naik sebesar 1,60%. Hanya
sektor konstruksi yang mengalami pergerakan terbatas. Bahkan, pada transaksi
pagi, sektor konstruksi sempat tergiring ke zona merah dengan penurunan 0,3%.
Saham-saham konstruksi yang dilanda aksi jual hari ini per pukul 11.20 antara
lain: PT Adhi Karya (ADHI) turun 1,27% menjadi Rp 780 dan PT Agung Podomoro
Land (APLN) turun 1,39% menjadi Rp 355.Menurut Pengamat Pasar Modal Irwan
Ariston Napitupulu, sentimen negatif yang mengukung sektor konstruksi adalah
tingkat inflasi yang berada di atas ekspektasi analis. "Nah, sebagian pelaku
pasar memprediksi, Bank Indonesia bakal menaikkan suku bunga acuan pada Jumat
mendatang. Ini juga akan berdampak pada sektor konstruksi," jelasnya. Irwan
sendiri meramal, BI akan menahan suku bunga acuannya. "Perkiraan saya, mungkin
BI hanya akan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan saja," imbuhnya. [
Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 11:26:37 WIB )


=======================================================================================

JSX

Kuartal IV 2010 produksi ADRO turun 15%


Date : Feb 02 2011, 10:23
Title : News Story
Header : Kuartal IV 2010 produksi ADRO turun 15%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Curah hujan yang tinggi kembali menjadi kambing hitam turunnya
produksi PT Adaro Energy Tbk (ADRO) di kuartal IV 2010 lalu.
Pada periode terakhir 2010, produksi ADRO malah turun 15% dibandingkan
periode yang sama di 2009. Produksi batubara ADRO hanya 10,36 juta matrik ton.
Padahal di kuartal IV 2009, produksi batubara ADRO mencapai 12,13 juta ton.
Penurunan juga terjadi pada penjualan ADRO. Di kuartal terakhir tahun
lalu, ADRO hanya berhasil menjual 11,48 juta metrik ton atau turun 8%
dibandingkan periode sebelumnya yang sebanyak 12,45 juta metrik ton.
Pada 2010, anak usaha ADRO, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) memberi
kontribusi batubara terbanyak yaitu sebesar 38%. Sementara Bukit Makmur Mandiri
Utama (BUMA) dan PT Rahman Abdijaya (RAJ) masing-masing memberikan kontribusi
sebesr 19% dan 14%.
Sekretaris Perusahaan ADRO Devindra Ratzarwin menuturkan, untuk pemindahan
lapisan penutup terjadi kenaikan sebesar 10% di kuartal IV ini yang mencapai
60,35 Mbcm. Namun jika secara keseluruhan, pemindahan lapisan penutup di 2010
hanya meningkat sebesar 8% menjadi 226 Mbcm atau hanya mencapai 88% dari target
awal.
Di 2010 lalu, ADRO berhasil mendapatkan tiga kontrak jasa angkutan
tongkang ADRO yang baru, sehingga biaya angkutan atas toinase yang tercakup
dalam kotrak baru menurun sebesar 15%.
Adapun, di kuartal IV tahun lalu, ADRO sudah mengeluarkan dana US$ 5,5
juta untuk pengerjaan proyek pembangkit listrik mulut tambang 2x30MW yang
dimiliki dan dioperasikan anak perusahaan ADRO yaitu MSW. Pembangkit listrik
ini akan mulai beroperasi di 2012. Total dana untuk proyek ini mencapai US$ 59
juta.
Tahun depan, ADRO pun berencana manambah jumlah produksinya di kisaran 46
juta - 48 juta ton. Untuk menggenjot target produksinya tersebut, ADRO akan
memperbesar belanja modal menjadi US$ 603 juta-US$ 628 juta. Padahal sebelumnya
ADRO hanya menganggarkan US$ 464 juta.
Peningkatan ini terjadi pada pendanaan untuk pembelian alat berat. Capex
ADRO juga akan digunakan untuk pembiayaan pengeluaran rutin, proyek out of pit
crushing conveyor (OPCC), dan proyek pembangkit tenaga listrik berpasitas 2x 30
MW.
[ Anna Suci Perwitasari ]

KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 10:10:00 WIB )


=======================================================================================

Seluruh sektor menghijau, IHSG mulai menanjak

Date : Feb 02 2011, 10:22
Title : News Story
Header : Seluruh sektor menghijau, IHSG mulai menanjak


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menguji tajinya. Pagi
ini, pukul 9.47 WIB, indeks sempat berada di level 3.484,267 atau naik 1,21%.
Penguatan ini ditopang menghijaunya seluruh sektor yang diperdagangkan.
Kenaikan tertinggi dicatat sektor industri dasar sebesar 1,56%.
108 saham menguat berbanding 22 saham yang turun. Sementara 42 saham lagi
masih tidur pagi ini.
Penguatan tertinggi dicatat oleh saham Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) yang
melesat 12,16% ke Rp 83, Asia Natural Resources Tbk (ASIA) yang naik 7,94% ke
Rp 68, dan Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang menguat 7% ke Rp 107.
Sementara top losers sementara ini dipuncaki Argo Pantes Tbk yang melemah
23,08% ke Rp 1.000. Disusul Wicaksana Overseas International Tbk (WICO) yang
turun 7,69% ke Rp 60, dan Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) yang terkoreksi 3,97%.
[ Teddy Gumilar ]

KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 09:56:07 WIB )


=======================================================================================

Indeks hari ini diramal bergerak di kisaran 3.378 hingga 3.485

Date : Feb 02 2011, 09:28
Title : News Story
Header : Indeks hari ini diramal bergerak di kisaran 3.378 hingga 3.485


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pada perdagangan hari Selasa (1/2), indeks Dow Jones ditutup naik
148 point atau 1,25% ke level 12.040,16. Ini merupakan yang pertama kalinya Dow
Jones berada di atas level 12.000 sejak dua tahun terakhir. Sentimen positif
yang bermain adalah keluarnya data industri manufaktur di China dan AS yang
tercatat naik melebihi estimasi para analis.
IHSG sendiri kemarin ditutup naik 33 point atau 0,98% ditengah data
inflasi 2011 sebesar 0,89% yang melebihi pencapaian Januari 2010 yaitu 0,84%.
Berdasarkan data yang dihimpun tim riset eTrading Securities, investor asing
tercatat melakukan net buy sebesar Rp 230 miliar dengan sektor yang paling
banyak dimasuki adalah coal mining dan banking.
"Perdagangan kemarin banyak didominasi oleh asing, terlihat dari total
nilai transaksi asing sebesar Rp 4,3 triliun dari total nilai transaksi
perdagangan sebesar Rp 4,8 triliun," ujar Betrand Reynaldi, Kepala Riset
eTrading Securities.
Meski demikian, volume transaksi kemarin juga tidak terlalu besar, dimana
para investor masih menunggu keputusan Bank Indonesia yang bakal menetapkan
besaran suku bunga pada akhir minggu ini.
"Pada perdagangan hari ini kami memperkirakan IHSG akan bergerak dikisaran
3.378 hingga 3.485," jelasnya. Saham-saham yang dapat diperhatikan adalah PT
Adaro Energy (ADRO), Bank Danamon (BDMN), dan Semen Gresik (SMGR).
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 08:55:30 WIB )


=======================================================================================

Analis meramal BI bakal tahan suku bunga acuan

Date : Feb 02 2011, 09:27
Title : News Story
Header : Analis meramal BI bakal tahan suku bunga acuan


Story
=======================================================================================

SINGAPURA. Pimpinan Bank Indonesia (BI) bakal menggelar pertemuan pada 4
Febuari mendatang. Adapun agenda utamanya adalah menetapkan suku bunga acuan.
Sejumlah analis menilai, BI akan tetap mempertahankan suku bunga di rekor
terendah minggu ini. Itu artinya, BI akan menoleransi tingkat inflasi yang
sudah naik ke level tertinggi dalam 21 bulan terakhir. Tujuannya untuk mengerem
masuknya arus dana asing dari luar negeri.
Berdasarkan survei Bloomberg, sekitar 16 dari 22 ekonom memprediksi, suku
bunga acuan BI akan berada di level 6,5%. Sementara yang lainnya memprediksi
ada kenaikan sebesar 0,25.
"BI saat ini tengah mendapatkan tekanan untuk menaikkan suku bunganya.
Tingkat inflasi saat ini masih dipicu oleh melonjaknya harga pangan.
Sepertinya, kenaikan suku bunga baru akan dilakukan pada April mendatang,"
papar Gundy Cahyadi, ekonom Oversea-Chinese Banking Corp di Singapura.
Sebelumnya, Gubernur BI Darmin Nasution bilang, bank sentral siap
menaikkan suku bunga pada waktu yang tepat. Berapa kisaran kenaikan sangat
tergantung pada tingkat inflasi.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 09:05:21 WIB )


=======================================================================================

Inflasi tinggi, tapi BI belum tentu kerek bunga acuan

Date : Feb 02 2011, 09:26
Title : News Story
Header : Inflasi tinggi, tapi BI belum tentu kerek bunga acuan


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Sesuai prediksi banyak pihak, inflasi melaju kencang di awal
tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi bulan Januari 2011
mencapai 0,89%. Angka inflasi ini memang lebih rendah ketimbang inflasi bulan
Desember 2010 yang sebesar 0,92%, namun lebih tinggi ketimbang inflasi bulan
Januari 2010 sebesar 0,84%.
Lantaran inflasi Januari 2011 tinggi, maka inflasi tahunan (year on year)
pun belum berangsur turun. Inflasi tahunan pada bulan Januari 2011 mencapai
7,02%. Ini lebih tinggi dibanding inflasi sepanjang 2010 yang sebesar 6,96%.
Gejolak harga pangan, terutama beras dan cabai, masih menjadi penyumbang
terbesar inflasi. Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, beras dan cabai rawit
sama-sama memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,11% di bulan Januari 2011.
"Luar biasa cabai ini benar-benar pedas menyumbang inflasi," katanya, Selasa
(1/2)
Kendati inflasi cukup tinggi, pemerintah mengaku tidak terlampau cemas.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa yakin, di bulan Februari ini
tekanan inflasi mulai mengendur dan saat masuk panen raya Maret 2011 nanti akan
terjadi deflasi.
Bank Indonesia (BI) pun menilai tingkat inflasi Januari sebesar 0,89%
masih moderat. Angka inflasi tersebut lebih rendah ketimbang rata-rata inflasi
Januari dalam lima tahun terakhir yang berada di kisaran 1,1%.
Agaknya hal ini yang membikin BI belum memberi sinyal yang jelas apakah
akan mengerek suku bunga acuan atau tidak. "Tunggu Rapat Dewan Gubernur BI,"
kata Deputi Gubernur BI Budi Rochadi.
Namun naga-naganya BI belum akan mengerek BI rate. Apa lagi angka inflasi
inti pada bulan Januari 2011 turun ketimbang Desember 2010, yakni dari 4,28%
menjadi 4,18%. "Ini hasil yang cukup bagus," ujar Budi.
Tapi ekonom UGM Tony Prasetiantono menilai, sulit bagi BI untuk
mempertahankan BI rate di level 6,5%, sebab inflasi tahunan sudah mencapai
7,02%.
[ Irma Yani, Bambang Rakhmanto, Roy Franedya ]

KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 09:20:24 WIB )


=======================================================================================

Selasa, 01 Februari 2011

Analis: Perhatikan saham komoditas, terutama pertambangan batubara

Date : Feb 01 2011, 14:19
Title : News Story
Header : Analis: Perhatikan saham komoditas, terutama pertambangan batubara


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak positif di awal
pembukaan sesi II. Pada pukul 13.45, indeks tercatat naik 0,82% menjadi
3.437,054.
Sektor industri dasar masih memimpin kenaikan sebesar 2,61%. Baru kemudian
disusul oleh sektor pertambangan sebesar 2,56%.
Menurut Praska Putrantyo, Analis Infovesta Utama, hari ini pergerakan
indeks diprediksi bakal bergerak di kisaran 3.380-3.480. "Adapun saham-saham
yang direkomendasikan terfokus pada sektor komoditas terutama pertambangan
batubara," jelasnya.
Rekomendasi ini didasarkan pada lonjakan harga minyak mentah dunia yang
kembali menembus level US$ 90 sebarel. Saham-saham yang direkomendasikan antara
lain PT Adaro Energy (ADRO), PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), Semen
Gresik (SMGR), dan AKR Corporindo (AKRA).
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Tue, 01 Feb 2011 ( 13:54:29 WIB )


=======================================================================================

116 saham mampu menyokong penguatan indeks di sesi I

Date : Feb 01 2011, 12:40
Title : News Story
Header : 116 saham mampu menyokong penguatan indeks di sesi I


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I berhasil
mempertahankan posisinya di zona hijau. Pada pukul 12.00, indeks ditutup dengan
lonjakan 0,85% menjadi 3.438,142.
Sekitar 116 saham ditransaksikan naik, 48 saham turun, dan 72 saham
lainnya tidak berubah. Mayoritas sektor ditransaksikan naik dengan lonjakan
tertinggi dipimpin oleh sektor pertambangan sebesar 2,32%.
Kendati begitu, ada sejumlah sektor yang melorot. Sebut saja sektor
konstruksi sebesar 0,47%, sektor infrastruktur sebesar 0,32%, dan sektor
perdagangan sebesar 0,09%.
Posisi top gainers dihuni oleh
PT Lippo Securities (LPPS) dengan lonjakan 20,19%,
PT Asuransi Dayin Mitra (ASDM) naik 19,35% menjadi Rp 740,
PT Intanwijaya Internasional (INCI) naik 13,43% menjadi Rp 380, dan
PT Apac Citra (MYTX) menguat 13,33% ke Rp 68.

Anggota MSCI Indeks yang menguat adalah
Charoen Pokhpand (CPIN) yang naik 6,04% ke Rp 1.580 dan
Adaro (ADRO) yang beranjak naik 4,44% ke Rp 2.350.

Posisi top losers dipimpin oleh anggota sektor retail, yakni
Ace Hardware (ACES) dengan koreksi sebesar 9,43% ke Rp 2.400,
PT Millenium Pharmacon (SDPC) melemah 4,62% ke Rp 62, dan
Pelayaran Tempuran Mas (TMAS) anjlok 4,37% ke Rp 175.

Anggota MSCI indeks yang melemah adalah
HM Sampoerna (HMSP) yang turun 1,96% ke Rp 25.000
Bank Negara Indonesia (BBNI) tergerus 0,78% ke Rp 3200.
Telkom juga turun 0,66% ke Rp 7.500.
[ Dian Pitaloka Saraswati ]

KONTAN Tue, 01 Feb 2011 ( 12:28:23 WIB )


=======================================================================================

Harga tembaga mencetak rekor lagi hari ini menjadi US$ 9.790 per ton

Date : Feb 01 2011, 12:40
Title : News Story
Header : Harga tembaga mencetak rekor lagi hari ini menjadi US$ 9.790 per ton


Story
=======================================================================================

LONDON. Harga tembaga di London mencapai harga tertingginya sebagai akibat
dari seretnya stok tembaga global, sementara sinyal permintaan logam ini terus
meningkat. Harga metal di Shanghai pun menanjak menuju level tertinggi sejak
Mei 2007.
Pengiriman tembaga untuk tiga bukan di London Metal Exchange naik sebesar
0,5% menjadi US$ 9.790 per metrik ton, melanjutkan kenaikan sebelumnya di harga
US$ 9.782 per metrik ton kemarin (31/1).
[ Rizki Caturini ]

KONTAN Tue, 01 Feb 2011 ( 12:28:09 WIB )


=======================================================================================

Cadangan menipis, harga tembaga menembus rekor baru

Date : Feb 01 2011, 12:39
Title : News Story
Header : Cadangan menipis, harga tembaga menembus rekor baru


Story
=======================================================================================

SINGAPURA. Harga tembaga melonjak menembus rekor baru hari ini.
Menyusutnya cadangan global memberikan sinyal kalau tingkat permintaan tembaga
dan timah ini kian membaik.
Data Bloomberg menunjukkan, kontrak harga tembaga untuk pengantaran tiga
bulan ke depan di London Metal Exchange naik sebesar 0,9% menjadi US$ 9.832 per
metrik ton. Harga ini berhasil melampaui harga tertinggi sebelumnya di posisi
US$ 9.782 yang tercapai kemarin. Pada pukul 12.10 waktu Singapura, kontrak yang
sama berada di posisi US$ 9.820.
"Data mengenai cadangan tembaga menunjukkan sinyal peningkatan permintaan.
Investor sangat optimistis konsumsi tembaga China bakal naik setelah Spring
Festival," jelas Zhang Wenhai, analis Yingda Futures Co.
Berdasarkan data yang yang dimonitor London Metal Exchange, cadangan
tembaga mengalami penurunan tertinggi dalam 11 bulan kemarin. Penurunan
terbesar datang dari AS, yang merupakan negara konsumen tembaga kedua terbesar
dunia setelah China.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Tue, 01 Feb 2011 ( 12:24:32 WIB )


=======================================================================================

Tingkat produksi di 2010 naik, saham ADRO bergerak ciamik

Date : Feb 01 2011, 12:38
Title : News Story
Header : Tingkat produksi di 2010 naik, saham ADRO bergerak ciamik


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham PT Adaro Energy (ADRO) mencatatkan kenaikan tertinggi di
sektor pertambangan hari ini. Pada pukul 11.56, saham ADRO melonjak 3,33%
menjadi Rp 2.325.
Aksi memburu saham ADRO oleh investor terjadi setelah perusahaam tambang
ini merilis kinerjanya di sepanjang tahun lalu.
Sekadar informasi, ADRO berhasil mencatatkan kenaikan produksi di
sepanjang tahun lalu. Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis di Bursa
Efek Indonesia, tingkat produksi setahun penuh ADRO naik 4% menjadi 42,2 juta
ton dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, peningkatan juga terjadi pada volume penjualan sebesar 6%
menjadi 43,84 juta ton.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Tue, 01 Feb 2011 ( 12:01:41 WIB )


=======================================================================================

5 Saham Terdepak dari Daftar LQ45

Headline
inilah.com
Oleh: Charles MS
Pasar Modal - Selasa, 1 Februari 2011 | 10:26 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Sebanyak 5 saham terdepak dari daftar LQ45 untuk periode perdagangan Februari 2011 hingga Juli 2011.

Hal ini disampaikan Andre P.J Toelle, Kadiv Perdagangan Saham BEI dan Poltak Hotradero, Kadiv Riset BEI dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/1) malam. Kelima saham yang dikeluarkan dari daftar LQ45 adalah

  1. Global Mediacom Tbk (BMTR)
  2. Barito Pacifik Tbk (BRPT)
  3. Darma Henwa Tbk (DEWA)
  4. Truba Alam Manunggal Angineering Tbk (TRUB)
  5. Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI)

Sementara sebagai penggantinya adalah

  1. Bank Bukopin Tbk (BBKP)
  2. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)
  3. Berau Coal Energy Tbk (BRAU)
  4. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
  5. Gajah Tunggal Tbk (GJTL)

17 Saham Keluar dari Indeks KOMPAS100

inilah.com
Oleh: Charles MS
Pasar Modal - Selasa, 1 Februari 2011 | 10:44 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Sebanyak 17 saham terdepak dari daftar indeks KOMPAS100 untuk periode perdagangan Februari 2011 hingga Juli 2011.

Hal ini disampaikan Andre P.J Toelle, Kadiv Perdagangan Saham BEI dan Poltak Hotradero, Kadiv Riset BEI dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/1) malam. Ke-17 saham yang dikeluarkan dari daftar indeks KOMPAS100 ini adalah

  1. Polychem Indonesia Tbk (ADMG),
  2. Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL),
  3. Bumi Citra Permai Tbk (BCIP),
  4. Bukit Darmo Property Tbk (BKDP),
  5. Bank CIMB Niagat Tbk (BNGA),
  6. Ciputra Surya Tbk (CTRS),
  7. Duta Graha Indah Tbk (DGIK),
  8. Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA),
  9. Indofarma Tbk (INAF),
  10. Mustika Ratu Tbk (MRAT),
  11. Asia Pacific Fibers Tbk (POLY),
  12. Suparma Tbk (SPMA),
  13. Indo Acidatama Tbk (SRSN),
  14. Total Bangun Persada Tbk (TOTL),
  15. Triwira Insanlestari Tbk (TRIL),
  16. Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC)
  17. Verena Multi Finance Tbk (VRNA).

Sementara sebagai penggantinya adalah

  1. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR),
  2. Berau Coal Energy Tbk (BRAU),
  3. Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA),
  4. Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP),
  5. Cowell Development Tbk (COWL),
  6. Intiland Development Tbk (DILD),
  7. XL Axiata Tbk (EXCL),
  8. Evergreen Invesco Tbk (GREN),
  9. Intraco Penta Tbk (INTA),
  10. Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL),
  11. JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JPFA),
  12. Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS),
  13. Pakuwon Jati Tbk (PWON),
  14. Pyridam Farma Tbk (PYFA),
  15. Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA),
  16. Selamat Sempurna Tbk (SMSM),
  17. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI).

4 Saham Keluar dari Indeks Pefindo25

Headline
inilah.com
Oleh: Charles MS
Pasar Modal - Selasa, 1 Februari 2011 | 10:53 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Sebanyak 4 saham terdepak dari daftar indeks Pefindo25 untuk periode perdagangan Februari 2011 hingga Juli 2011.

Hal ini disampaikan Andre P.J Toelle, Kadiv Perdagangan Saham BEI dan Poltak Hotradero, Kadiv Riset BEI dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/1) malam. Ke-4 saham yang dikeluarkan dari daftar indeks Pefindo25 adalah

  1. Arwana Citramulia Tbk (ARNA)
  2. Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR)
  3. Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS)
  4. Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS)

Sementara sebagai penggantinya adalah

  1. Jembo Cable Company Tbk (JECC)
  2. KMI Wire and Cable Tbk (KBLI)
  3. Mitra Investindo Tbk (MITI)
  4. Millenium Pharmacon International Tbk (SDPC)

Inilah Saham Ditransaksikan di Pra Perdagangan

Headline

Foto: Istimewa
Oleh: Charles MS
Pasar Modal - Selasa, 1 Februari 2011 | 11:35 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Sebanyak 45 saham tercatat bisa ditransaksikan di sesi pra-perdagangan yang berlaku mulai periode Februari-Juli 2011.

Hal ini disampaikan Andre P.J Toelle, Kadiv Perdagangan Saham BEI dan Poltak Hotradero, Kadiv Riset BEI dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/1) malam.

Adapun daftar saham-saham tersebut adalah

  1. Astra Agro Lestari Tbk (AALI),
  2. Adaro Energy Tbk (ADRO),
  3. Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM),
  4. Astra International Tbk (ASII),
  5. Alam Sutera Realty Tbk (ASRI),
  6. Bank Central Asia Tbk (BBCA),
  7. Bank Bukopin Tbk (BBKP-baru),
  8. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI),
  9. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI),
  10. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN),
  11. Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN),
  12. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR-baru).
  13. Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI),
  14. Bakrie & Brothers Tbk (BNBR),
  15. Berau Coal Energy Tbk (BRAU-baru),
  16. Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE),
  17. Bakrie Telecom Tbk (BTEL),
  18. Bumi Resources Tbk (BUMI),
  19. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN-baru),
  20. Delta Dunia makmur Tbk (DOID),
  21. Elnusa Tbk (ELSA),
  22. Bakrieland Development Tbk (ELTY),
  23. Energi Mega Persada Tbk (ENRG),
  24. Gudang Garam Tbk (GGRM),
  25. Gajah Tunggal Tbk (GJTL-baru),
  26. International Nickel Indonesia Tbk (INCO).
  27. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF),
  28. Indika Energy Tbk (INDY),
  29. Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP),
  30. Indosat Tbk (ISAT),
  31. Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG),
  32. Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR),
  33. Kalbe Farma Tbk (KLBF),
  34. Lippo Karawaci Tbk (LPKR),
  35. PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP),
  36. Medco Energi International Tbk (MEDC),
  37. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS),
  38. Tambang Batubara Bukit Asan (Persero) Tbk (PTBA),
  39. Holcim Tbk (SMCB),
  40. Semen Gresik Tbk (SMGR),
  41. Timah (Persero) Tbk (TINS),
  42. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM),
  43. Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP),
  44. United Tractors Tbk (UNTR),
  45. Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Waspadai Tiga Dampak Kerusuhan Mesir


Foto: Reuters
Jakarta
- Kerusuhan yang terjadi di Mesir mau tidak mau memberi dampak kepada perekonomian dalam negeri, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ada tiga dampak yang perlu diwaspadai dari kerusuhan tersebut.

"Pertama, dalam jangka sangat pendek, (kerusuhan Mesir) membuat pasar keuangan goyang, terutama aset-aset keuangan dan properti yang berdenominasi Mesir atau Timur Tengah," kata Ekonom Dradjad Wibowo kepada detikFinance, Selasa (1/2/2011).

Kedua, menurut Dradjad, kerusuhan itu akan meningkatkan harga-harga komoditas di pasar global, terutama pangan dan energi. Krisis Mesir meningkatkan risiko dan premi risiko untuk lalu lintas perdagangan barang global.

"Mesir menguasai Terusan Suez yang menjadi jalur utama lalu lintas perdagangan minyak, serta barang-barang seperti gandum, minyak nabati, dan lain-lain," imbuhnya.

Selain itu, biaya freight dan asuransi kapal cenderung meningkat, akibatnya harga komoditas pun cenderung naik. Kondisi ini akan diperhitungkan pasar keuangan sehingga ketidakpastian pasar akan naik.

"Pemerintah perlu segera antisipasi risiko-risiko di atas dengan menyiapkan kebijakan-kebijakan pengamanan di bidang ekonomi makro, APBN dan perdagangan. Contohnya, cadangan pangan digenjot dengan mengintensifkan peningkatan produksi pangan," ujarnya.

Sementara yang ketiga, kata Dradjad, dalam jangka panjang krisis ini bisa mempengaruhi hubungan Arab-Israel, tergantung rezim yang nanti berkuasa di Mesir. "Spekulasi tentang hal ini masih jauh, tapi sudah mulai diperhitungkan pasar," katanya.
(ang/dnl)

Analis: Indeks hanya technical rebound, punya potensi melorot lagi


Date : Feb 01 2011, 11:45
Title : News Story
Header : Analis: Indeks hanya technical rebound, punya potensi melorot lagi


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Meski hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat, namun
sejumlah analis menilai, penguatan yang terjadi masih sangat lemah. Tommy Yu,
technical analyst Jsxpro.com melihat, kenaikan indeks yang terjadi hari ini
hanya merupakan technical rebound saja sehingga berpotensi untuk turun kembali.
"Kenaikan hari ini belum bisa memastikan index revearsal. Apalagi volume
transaksi masih sepi hanya sebanyak Rp 1,3 triliun per pukul 10.57," jelasnya
kepada KONTAN.
Tommy menjelaskan, konfirmasi candle pada hari Rabu (2/2) menunjukkan,
jika indeks mampu membentuk higher low dan higher high, indeks berpotensi
menuju level resisten pada posisi 3.530. "Namun, bila candle besok membentuk
lower high dan lower low, maka ada kemungkinan koreksi akan berlanjut ke level
3.310," urainya.
Jika bicara secara sektoral, dalam minggu ini, Tommy melihat ada dua
sektor yang bakal ramai yaitu sektor perbankan dan batubara. "Tapi yang paling
berpotensi naik tinggi adalah batubara," tandasnya.
Kendati begitu, Tommy menyarankan agar investor wait and see dulu. "Saya
tidak akan memberikan rekomendasi apa pun karena hampir semua saham dengan
kapitalisasi besar jelek. Saya belum yakin dengan kondisi pasar saat ini. Meski
batubara bisa naik tinggi, tapi belum bisa confirm untuk beli. Semua ini murni
berdasarkan analisa teknikal ya," jelasnya.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Tue, 01 Feb 2011 ( 11:35:35 WIB )


=======================================================================================

Inflasi Januari 2011 capai 0,89%

DJ Indonesia Jan Core Inflation 4.18% On Year Vs 4.28% In December
DJ Indonesia Jan CPI +7.02% On Year; Mkt Expected +6.81%
DJ Indonesia Jan CPI +0.89% On Month; Mkt Expected +0.63%

Date : Feb 01 2011, 11:29
Title : News Story
Header : Inflasi Januari 2011 capai 0,89%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Januari lalu mencapai
0,89%. Angka ini melebihi inflasi Januari 2010 lalu yang mencapai 0,82%.
Kepala BPS Rusman Heriawan menilai, angka inflasi Januari 2011 ini cukup
tinggi. Dia menuding penyebabnya karena harga pangan. " Inflasi relatif lebih
tinggi karena memasuki bukan-bulan yang sangat krusila terhadap produksi
pangan," katanya, Selasa (1/2).
BPS mencatat pada Januari lalu, sebanyak 62 kota mengalami inflasi dan
empat kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Padang yang mencapai
3,7% dan yang terendah di Manokwari sebesar 0,07%.
[ Irma Yani ]

KONTAN Tue, 01 Feb 2011 ( 11:22:26 WIB )


=======================================================================================

Pada transaksi pagi, saham ANTM memimpin lonjakan di sektor pertambangan

Date : Feb 01 2011, 11:00
Title : News Story
Header : Pada transaksi pagi, saham ANTM memimpin lonjakan di sektor pertambangan


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham PT Aneka Tambang (ANTM) pagi ini merupakan saham dengan
kenaikan paling besar di sektor pertambangan. Pada pukul 10.44, sektor
pertambangan tercatat naik 2,11%. Sementara, saham ANTM tercatat naik 2,3%
menjadi Rp 2.225. Bahkan sebelumnya, saham ANTM sempat bertengger di posisi Rp
2.250 atau naik 3,5%.
Melonjaknya saham ANTM terjadi setelah produsen nikel ini melaporkan
kinerjanya di kuartal IV 2010. Asal tahu saja, ANTM berhasil membukukan
kenaikan pendapatan sebesar 22% menjadi Rp 2,99 triliun dibanding dengan tahun
sebelumnya.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Tue, 01 Feb 2011 ( 10:51:03 WIB )


=======================================================================================

Cuaca buruk bikin produksi ADRO melorot 15% di kuartal IV

Date : Feb 01 2011, 11:00
Title : News Story
Header : Cuaca buruk bikin produksi ADRO melorot 15% di kuartal IV


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Meski tipis, PT Adaro Energy (ADRO) berhasil mencatatkan kenaikan
produksi di sepanjang tahun lalu. Berdasarkan keterbukaan informasi yang
dirilis di Bursa Efek Indonesia, tingkat produksi setahun penuh ADRO naik 4%
menjadi 42,2 juta ton dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, peningkatan juga terjadi pada volume penjualan sebesar 6%
menjadi 43,84 juta ton.
Meski begitu, tingkat produksi selama kuartal IV 2010 melorot 15% menjadi
10,36 juta ton ketimbang periode yang sama tahun lalu. Menurut manajemen ADRO,
penyebabnya adalah curah hujan tinggi yang melanda Indonesia.
Pernyataan yang sama juga menyebut, volume penjualan di kuartal IV turun
8% menjadi 11,48 juta ton.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Tue, 01 Feb 2011 ( 10:41:02 WIB )


=======================================================================================

Batu Bara





Daiwa berikan rating outperformed untuk TLKM dengan target harga Rp 8.995

Date : Feb 01 2011, 10:44
Title : News Story
Header : Daiwa berikan rating outperformed untuk TLKM dengan target harga Rp 8.995


Story
=======================================================================================

SINGAPURA. Di mata tim riset Daiwa Securities Capital Market Co, saham PT
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) masih sangat menarik. Itu sebabnya, dalam hasil
riset yang ditulis oleh Ramakrishna Maruvada dan Calvin Neo, Daiwa memberikan
rating "outperformed" karena valuasi yang menarik dengan outlook pertumbuhan
yang menjanjikan.
Daiwa juga menetapkan target harga saham TLKM sebesar Rp 8.995.
Adanya rating tersebut belum mampu mendongkrak harga TLKM. Pada pukul
10.28, saham TLKM malah terpeleset 0,66% menjadi Rp 7.500. Bahkan, saham
perusahaan halo-halo ini sempat bertengger di posisi Rp 7.450.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Tue, 01 Feb 2011 ( 10:32:43 WIB )


=======================================================================================

JSX


Pada perdagangan hari ini (1/2), IHSG diperkirakan akan bergerak mixed di kisaran 3365-3469 dan berpotensi untuk melanjutkan pelemahan. Kerusuhan di Mesir masih akan membawa sentimen negatif ke emerging market. Pergerakan indeks juga akan ditentukan dengan adanya pengumuman tingkat inflasi MoM bulan Januari yang akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini. Saham-saham yang bisa dicermati antara lain: PGAS,ADRO,BUMI,ASII,ITMG,INTP,SMGR,BJBR,INCO,ANTM,dan TINS.

Pasar saham melesat, yen dan dollar bertekuk lutut

Date : Feb 01 2011, 09:15
Title : News Story
Header : Pasar saham melesat, yen dan dollar bertekuk lutut


Story
=======================================================================================

TOKYO. Sudah dua hari berturut-turut, yen melemah tehadap euro seiring
melonjaknya pasar saham. Selain itu, mata uang Jepang ditransaksikan mendekati
level paling rendah dalam 10 minggu terakhir terhadap dollar Selandia Baru.
Pada pukul 09.17 waktu Tokyo, yen melemah ke posisi 112,65 per euro dari
112,34 di New York kemarin. Sementara, yen berada di posisi 82,11 per dollar
dari 82,04. Dihadapkan dengan dollar Selandia Baru, yen berada di posisi 63,46
dari 63,41.
Sedangkan dollar melemah terhadap euro sebelum Jerman merilis data yang
kemungkinan menunjukkan penurunan tingkat pengangguran. Posisi dollar melemah
menjadi US$ 1,3718 dari US$ 1,3694.
"Pertumbuhan ekonomi dunia sangat kuat. Kondisi ini mendorong investor
untuk berani mengambil resiko sehingga memberatkan langkah dollar dan euro.
Sebaliknya, yen memperkuat euro," jelas Adam Carr, senior economist ICAP
Australia Ltd di Sydney.
Catatan saja, yen melemah jika dihadapkan dengan 16 mata uang utama dunia
setelah indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2% pagi ini. Sementara, indeks Standard
& Poor's naik 0,8% kemarin malam.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Tue, 01 Feb 2011 ( 08:53:54 WIB )


=======================================================================================

Maret 2011, mungkin terjadi deflasi

Date : Feb 01 2011, 09:15
Title : News Story
Header : Maret 2011, mungkin terjadi deflasi


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan angka inflasi hari
ini. Banyak yang menduga inflasi masih melaju cepat di awal tahun ini. Biangnya
masih sama yakni gejolak harga bahan pangan. Pemerintah pun tak menampik
kenyataan ini.
Bahkan, pemerintah memperkirakan sampai bulan Februari nanti, tekanan
inflasi masih cukup tinggi. Namun setelah Februari gejolak harga pangan bakal
mengendur dan saat panen raya Maret nanti, pemerintah memprediksi akan terjadi
deflasi. "Inflasi tinggi karena Januari hingga Februari itu musim paceklik,"
kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, kemarin (31/1).
Menurut Hatta, siklus seperti itu biasa terjadi saban tahun. Jadi tak
perlu dicemaskan, terlabih harga bahan pangan belakangan mulai berangsur turun.
Hatta menambahkan, pemerintah belum berencana merevisi target inflasi pada
tahun 2011, kendati tekanan inflasi tahun ini cukup tinggi.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 pemerintah
mematok target inflasi sebesar 5,3%. Padahal hasil simulasi Badan Kebijakan
Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menunjukkan inflasi tahun ini bakal berada di
kisaran 6,1% hingga 6,62%.
Mulai mengendur
Sementara itu hasil poling Reuters memprediksi inflasi pada bulan Januari
ini bakal berkisar 0,5% sampai 1,24%. Namun sejumlah ekonom yang dihubungi
KONTAN memperkirakan bahwa inflasi bulan Januari berkisar 0,5% sampai 0,7%.
Ekonom Danareksa Research Institut Purbaya Yudhi Sadewa misalnya
memprediksi inflasi bakal sebesar 0,71% lebih rendah dibanding tahun Januari
tahun lalu 0,84%. Inflasi masih dipengaruhi faktor harga makanan. "Untuk
pembukaan tahun inflasi sebesar 0,71% termasuk awal yang bagus karena tahun
lalu lebih besar dari pencapaian tahun ini," ucapnya.
Adapun inflasi year on year di bulan Januari, kata Purbaya, bakal
mengendur menjadi sebesar 6,82%. Tahun lalu inflasi tercatat 6,96%.
Lantaran inflasi tahunan mengecil, Bank Indonesia (BI) sebaiknya tidak
perlu menaikkan suku bunga acuan pada bulan ini.
Ekonom Standard Chartered Bank Eric Alexander Sugandi juga memperkirakan
inflasi Januari akan berada pada kisaran 0,5% hingga 0,7% dengan inflasi
tahunan 6,6%.
Menurut Eric, faktor yang mempengaruhi inflasi saat ini tak setinggi tahun
lalu. Apalagi harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai sudah mulai turun.
"Kalau beras karena belum masuk masa panen, jadi masih penyumbang inflasi yang
utama," jelasnya.
Ia juga memperkirakan BI masih akan mempertahankan BI rate di level 6,5%.
[ Hans Henricus B, Bambang R, Irma Yani N ]

KONTAN Tue, 01 Feb 2011 ( 08:35:00 WIB )


=======================================================================================

Kenaikan harga minyak dan perbaikan kinerja mendongkrak bursa Asia pagi

Date : Feb 01 2011, 09:12
Title : News Story
Header : Kenaikan harga minyak dan perbaikan kinerja mendongkrak bursa Asia pagi


Story
=======================================================================================

TOKYO. Untuk pertama kalinya dalam tiga hari, bursa Asia bergerak ke zona
positif. Kinerja perusahaan yang membaik, kenaikan harga minyak dan logam,
serta anggaran belanja konsumen yang mengalami kenaikan menjadi sentimen
penggerak bursa pagi ini.
Saham-saham yang mencatatkan kenaikan di antaranya: Honda Motor Co naik
2,2%, Hitachi Ltd naik 1,8%, dan BHP Billiton Ltd naik 0,8%.
"Perekonomian AS saat ini sudah berada di jalur yang tepat untuk pulih dan
kinerja pendapatan perusahaan sangat baik," jelas Fumiyuki Nakanishi,
strategist SMBC Friend Securitis Co di Tokyo.
Pada pukul 09.06 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2% menjadi
136,87. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang naik 0,4%, indeks
S&P/ASX 200 Australia naik 0,2%, dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,4%.
Catatan saja, sepanjang tahun ini hingga kemarin, indeks MSCI Asia Pacific
sudah melorot 0,8%. Sebagai perbandingan indeks Standard & Poor's 500 sudah
naik 2,3% dan Stoxx Europe 600 naik 1,5%.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Tue, 01 Feb 2011 ( 08:30:54 WIB )


=======================================================================================

Senin, 31 Januari 2011

Siang tadi, harga CPO di Malaysia sempat melejit 2%

Date : Jan 31 2011, 16:17
Title : News Story
Header : Siang tadi, harga CPO di Malaysia sempat melejit 2%


Story
=======================================================================================

KUALA LUMPUR. Sudah tiga hari terakhir, kontrak harga crude palm oil (CPO)
ditransaksikan melesat. Derasnya hujan yang turun di Malaysia yang terkait
dengan fenomena La Nina dicemaskan akan menurunkan tingkat produksi CPO di
negeri jiran itu.
Asal tahu saja, siang tadi, kontrak harga CPO untuk pengantaran April naik
2% menjadi 3.775 ringgit atau US$ 1.233 per metrik ton di Kuala Lumpur. Namun
pada pukul 15.50 waktu Kuala Lumpur, harga CPO berada di level 3.774 ringgit.
Sementara itu, kontrak harga minyak juga terus menanjak dalam dua hari
terakhir. Kecemasan akan penyebaran krisis politik Mesir ke kawasan lain di
Timur Tengah menjadi pemicu utamanya. Kontrak harga minyak berjangka naik 4,3%
pada 28 Januari lalu setelah terjadi bentrokan antara polisi dan massa
demonstran yang menuntut agar Presiden Mesir Hosni Mubarak mundur.
"Kenaikan harga minyak dunia juga bisa mendongkrak harga CPO," jelas Ker
Chung Yang, analis Phillip Futures Pte.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 16:11:20 WIB )


=======================================================================================

Moody's pangkas peringkat utang Mesir

Date : Jan 31 2011, 16:17
Title : News Story
Header : Moody's pangkas peringkat utang Mesir


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Moody's Investors Service memangkas peringkat utang pemerintah
Mesir dari Ba1 ke level Ba2, atau dua level di bawah investment grade.
Lembaga pemeringkat ini juga mengubah prospek dari stabil menjadi negatif.
Ini penurunan peringkat yang pertama dilakukan sejak aksi protes menuntur
mundurnya Presiden Hosni Mubarak.
"Ini imbas memanasnya tensi politik di negara tersebut mengikuti
ketegangan yang meningkat di Tunisia," sebut Moody's.
Nilai jaminan (credit-default swaps) utang pemerintah Mesir naik 30 basis
poin menjadi 450 basis poin pada 04:01 di Singapura, menurut harga dari Royal
Bank of Scotland Group Plc.
Kenaika itu menjadikan utang Mesir lebih berisiko dibanding Irak, yang
diperdagangkan di 336.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 15:52:56 WIB )


=======================================================================================

Januari, inflasi Spanyol cetak level tertinggi sejak dua tahun terakhir

Date : Jan 31 2011, 16:16
Title : News Story
Header : Januari, inflasi Spanyol cetak level tertinggi sejak dua tahun terakhir


Story
=======================================================================================

MADRID. Inflasi Spanyol per Januari mencetak level tertinggi lebih daru
dua tahun terakhir.
National Statistics Institute melaporkan harga di tingkat konsumen naik
menjadi 3%, setelah Desember lalu naik di 2,9%. Angka ini yang tertinggi sejak
Oktober 2008. Sementara, Inflasi pokok naik 3,3% dari tahun lalu.
Kenaikan inflasi ini seiring lonjakan harga minyak mentah sejak tahun lalu
yang menambah pengeluaran negara untuk produk energi seperti bensin dan bahan
bakar pemanas.
Pada 26 Januari lalu, Presiden Bank sentral Eropa Jean-Claude Trichet
mengatakan bakal melakukan apa yang diperlukan untuk menjaga inflasi dan
menekankan stabilitas harga.
Sebelumnya, Jerman merilis inflasi tahunan mengalami percepatan hingga 2%
pada Januari, dari level 1,9% di Desember. Survei analis yang dilakukan
Bloomberg memprediksi, pertumbuhan harga konsumen di wilayah Euro akan naik
menjadi 2,3% pada Januari.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 15:34:26 WIB )


=======================================================================================

Sesi I, penurunan 192 saham bikin indeks terjun 2,4%


Date : Jan 31 2011, 13:06
Title : News Story
Header : Sesi I, penurunan 192 saham bikin indeks terjun 2,4%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di penutupan sesi I masih
terpukul. IHSG terkoreksi 2,4% di level 3.402,754. Sepanjang sesi I, hanya ada
17 saham yang ditransaksikan naik. Sementara, 192 saham terkoreksi dan 32 saham
lainnya tak berubah.
Transaksi perdagangan hari ini diramaikan dengan volume perdagangan
mencapai 1,616 miliar saham senilai Rp 2.666,219 triliun.
Saham-saham yang menduduki posisi top gainers hari ini di antaranya: PT
Centrin Online (CENT) turun 22,30% menjadi Rp 115, PR Arwana Citramulia (ARNA)
turun 7,41% menjadi Rp 250, PT First Media (KBLV) turun 7,07% menjadi Rp 920,
PT Harum Energy (HRUM) turun 6,67% menjadi Rp 56, dan PT Panin Insurance (PNIN)
turun 5,88% menjadi Rp 480.
Sementara, di posisi top losers terdapat saham-saham: PT Millenium Pharm
(SDPC) naik 12,9% menjadi Rp 70, PT Bank Capital (BACA) naik 9,56% menjadi Rp
125, PT ATPK Resources (ATPK) naik 5,56% menjadi Rp 190, PT FKS Multi Agro
(FISH) naik 4,76% menjadi Rp 1.100, dan PT Aneka Kemasindo (AKKU) naik 4,35%
menjadi Rp 240.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 12:26:01 WIB )


=======================================================================================

Hatta: Inflasi Januari tinggi karena paceklik

Date : Jan 31 2011, 13:06
Title : News Story
Header : Hatta: Inflasi Januari tinggi karena paceklik


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menilai, inflasi
Januari yang tinggi cukup wajar. Alasannya, pada Januari dan Februari memasuki
masa paceklik.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, inflasi Januari ini
bisa mencapai 1%. Penyebabnya karena harga pangan masih tinggi. Rencananya,
esok hari, BPS akan mengumumkan laju inflasi Januari 2011.
Selain harga pangan, inflasi tahun ini juga terancam dengan adanya
kebijakan pencabutan capping tarif dasar listrik. Badan Kebijakan Fiskal (BKF)
menduga, pencabutan capping itu akan memecut inflasi 2011 mencapai 6,1% sampai
6,62% atau melampaui target pemerintah sebesar 5,3%.
Pemerintah sudah menerapkan beberapa langkah untuk menekan laju inflasi
agar tidak terlalu tinggi. "Saya ingin membuat satu keadaan inflasi itu
terjaga," kata Hatta, Senin (31/1). Salah satu langkah pemerintah adalah
membebaskan bea masuk 57 komoditas.
[ Irma Yani ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 12:24:38 WIB )


=======================================================================================

Harga minyak melaju karena kecemasan pasokan terhambat ketegangan di Mesir

Date : Jan 31 2011, 13:05
Title : News Story
Header : Harga minyak melaju karena kecemasan pasokan terhambat ketegangan di Mesir


Story
=======================================================================================

NEW YORK. Harga minyak melanjutkan kenaikannya akibat krisis politik di
Mesir memicu kekhawatiran kalau kerusuhan bisa menyebar ke negara-negara
produsen minyak mentah di Timur Tengah.
Hingga pukul 11.50 WIB, harga minyak WTI untuk kontrak pengiriman Maret
2011 di Bursa NYMEX-AS naik ke US$ 89,69 per barel dari posisi penutupan
sebelumnya di US$ 89,34 sebarel. Bahkan, pada pukul 07.14 WIB, harga emas hitam
ini sempat menyentuh US$ 90,87 sebarel.
Energy Information Administration menyebut, sekitar 1 juta barel per hari
minyak dikirimkan ke Utara melalui Terusan Suez, yang melewati Mesir. Pasokan
tersebut untuk memenuhi permintaan dari Eropa dan negara maju lainnya.
Ben Westmore, ekonom energi dan mineral dari National Australia Bank Ltd
menyebut, kecemasan di Mesir mengegrakkan harga komoditas dan pasar keuangan.
"Kedekatan lokasi dengan Terusan Suez dan kemungkinan bakal adanya beberapa
kendala untuk memmasok, berdampak pada harga minyak mentah," ungkapnya.
Arab Saudi dan tujuh negara lainnya diTimur Tengah, serta negara-negara
Afrika Utara yang tergabung dalam OPEC memasok sekitar 31% produksi minyak
dunia.
"Ketegangan di Mesir dan potensi menyebarnya ketegangan di sekitar kawasan
tersebut menambah risiko terhadap harga minyak," kata Mark Pervan, kepala riset
komoditas dari Australia & New Zealand Banking Group Ltd, hari ini.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 11:58:08 WIB )


=======================================================================================

Rencana Flexi-Esia tak berujung, TLKM berpaling ke ISAT

Date : Jan 31 2011, 13:05
Title : News Story
Header : Rencana Flexi-Esia tak berujung, TLKM berpaling ke ISAT


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Sehubungan aksi merger antara Flexi-Esia belum menemukan titik
temu, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dikabarkan kembali berpaling ke
mitra lamanya PT Indosat Tbk (ISAT).
Seperti diketahui, proses penggabungan anak usaha BUMN halo-halo itu
dengan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) tak kunjung menemukan kesepakatan. Bahkan,
Kementerian BUMN pun mengaku lepas tangan dengan rencana kerjasama tersbut.
Hal tersebut ditengarai membuat TLKM mencari mitra baru untuk
mengonsolidasikan perusahaan CDMA itu. Santer terdengar, perseroan kembali
menggandeng Star One milik ISAT.
Direktur Utama TLKM Rinaldi Firmansyah mengaku hingga saat ini pihaknya
belum menjalin pembicaraan dengan manajemen ISAT. Namun, katanya, tidak menutup
kemungkinan, hal itu akan terealisasi.
"Kalau Indosat men spin-off itu (Star One), kita akan dekati," ujarnya di
Jakarta, Senin (31/1).
Sekitar dua tahun lalu, TLKM pernah menjajaki kerjasama dengan mitra BUMN
telekomunikasinya itu. Namun, tidak ada kesepakatan diantara keduanya.
[ Amailia Putri Hasniawati ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 11:54:34 WIB )


=======================================================================================

Harga emas masih tertopang krisis di Mesir

Date : Jan 31 2011, 11:39
Title : News Story
Header : Harga emas masih tertopang krisis di Mesir


Story
=======================================================================================

SYDNEY. Harga emas melanjutkan reli hari keduanya seiring memanasnya
situasi di Mesir. Ketegangan tersebut memicu kecemasan kalau-kalau kerusuhan
bisa menyebar ke bagian lain di Timur Tengah, sehingga mendorong permintaan
terhadap emas sebagai safe haven.
David Lennox, analis sumber daya dari Fat Prophets menyebut, pada dasarnya
ini terjadi bukan karena faktor di Mesir saja, tapi juga karena kondisi di
seluruh wilayah.
"Jika melihat negara-negara lain di sekitar Mesir, mereka cenderung
memiliki jenis struktur pemerintahan yang sama," ujar David.
Namun, emas tetap berpeluang koreksi seiring indikasi adanya pemulihan
ekonomi global. Indeks Conference Board sebagai indikator utama ekonomi AS naik
1% pada Desember. Ini merupakan kenaikan yang keenam kali berturut-turut.
Pergerakan harga emas untuk kontrak pengiriman April 2011 di Divisi COMEX
bursa NYMEX-AS sempat melaju ke level US$ 1.347,2 per ons troy pada pukul 06.59
WIB.
Namun, per pukul 11.13 WIB siang ini, harganya sedikit turun ke US$
1.339,5 per ons troy, atau di bawah posisi penutupan akhir pekan lalu yaitu US$
1.341,7 per ons troy.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 11:29:48 WIB )


=======================================================================================

Gejolak politik Mesir bikin mata uang Asia kompak melemah

Date : Jan 31 2011, 11:38
Title : News Story
Header : Gejolak politik Mesir bikin mata uang Asia kompak melemah


Story
=======================================================================================

SEOUL. Pagi ini, mata uang Asia kompak melemah. Keoknya mata uang regional
hari ini dipimpin oleh won Korea Selatan karena investor lebih memilih
mengempit dollar terkait krisis politik di Mesir.
"Masih ada ruang bagi mata uang Asia untuk melemah jika situasi politik di
Mesir kian memburuk. Hal ini akan menambah faktor perlambatan pertumbuhan
ekonomi di sejumlah negara di Asia, termasuk Malaysia, seiring langkah bank
sentral untuk menaikkan suku bunga acuan dengan tujuan mengerem laju inflasi,"
papar Akira Banno, treasury adviser Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Bhd di Kuala
Lumpur.
Catatan saja, pada pukul 11.38 waktu Seoul, won melemah 0,8% menjadi
1.122,93 per dollar. Sementara, peso Filipina melemah 0,5% menjadi 44,320 dan
dollar Singapura melemah 0,4% menjadi S$ 1,2861.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 11:24:04 WIB )


=======================================================================================

Saham PTBA terjungkal di tengah optimisme kenaikan volume penjualan tahun ini

Date : Jan 31 2011, 11:15
Title : News Story
Header : Saham PTBA terjungkal di tengah optimisme kenaikan volume penjualan tahun ini


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) optimistis akan kinerjanya
di sepanjang tahun kelinci ini. Menurut Presiden Direktur PTBA Sukrisno, volume
penjualan batubara perusahaan bisa melonjak menjadi 16,9 juta ton.
Asal tahu saja, di tahun sebelumnya, volume penjualan batubara hanya
mencapai 12,1 juta ton. Itu artinya, perusahaan menargetkan kenaikan penjualan
sebesar 39,7%. Selain itu, Sukrisno juga optimistis tingkat peoduksi batubara
anak naik 17,6 juta ton dari 13,1 juta ton.
Namun optimisme tersebut belum mampu mendongkrak saham PTBA hari ini. Pada
pukul 10.58, saham PTBA tercatat melorot 2,48% menjadi Rp 19.650.
Sementara itu, data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang melepas
saham ini diantaranya yaitu: CLSA Indonesia senilai Rp 4,73 miliar, Phillip
Securities senilai Rp 2,28 miliar, dan Credit Suisse Securities senilai Rp 1,83
miliar.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 11:08:00 WIB )


=======================================================================================

Suku bunga tetap, dollar Australia bergerak sideways

Date : Jan 31 2011, 11:15
Title : News Story
Header : Suku bunga tetap, dollar Australia bergerak sideways


Story
=======================================================================================

SYDNEY. Reserve Bank of Australia (RBA) diprediksi masih akan
mempertahankan suku bunga acuan pada sidang pekan ini. Bank sentral menerapkan
kebijakan wait and see sambil menaksir dampak banjir Queensland terhadap
prospek pertumbuhan ekonomi.
Investor saat ini menduga suku bunga masih bertahan di level 4,75% dan
hanya terdapat kenaikan sebesar 20 basis poin dalam 12 bulan ke depan. Indeks
harga konsumen (CPI) Australia hanya naik 0,4% di kuartal empat 2010, di bawah
kenaikan kuartal tiga yaitu 0,7%. Kenaikan inflasi kuartal empat adalah yang
terkecil selama hampir 2 tahun terakhir sekaligus berada di bawah ekspektasi
pasar yaitu 0,7%.
Sedangkan inflasi basis tahunan turun ke 2,7% dari 2,8% kontras dengan
ekspektasi pasar di level 3%. Data underlying inflation diprediksi berada di
level 2,2% pada tahun ini hingga mencapai 3% pada 20112 mendatang.
Banjir bandang yang terjadi di Australia diperkirakan memangkas
pertumbuhan ekonomi negeri kanguru tersebut antara 0,5% hingga 1% dalam jangka
pendek. Namun aktivitas ekonomi berpeluang bangkit menyusul program pembangunan
kembali area yang banjir. Jika recovery berhasil, pertumbuhan ekonomi Australia
mencapai 3,2% dalam tahun ini.
Rekonstruksi besar-besaran diperkirakan memicu naiknya inflasi dalam
beberapa bulan ke depan di mana kondisi tersebut akan mendorong RBA memperketat
kebijakan moneter.
Hingga perdagangan pukul 10:56 di pasar spot, posisi dollar Australia
terhadap dollar AS berada di level 0,9920 minus 20% dibanding akhir pekan lalu
(28/1). Secara hitungan tahunan (Ytd) dollar Australia sudah minus hingga
3,06%. Analis memprediksi, dollar Australia masih akan bergerak sideways.
[ Dyah Megasari, Reuters ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 11:03:06 WIB )


=======================================================================================

Citigroup naikkan rekomendasi, saham ITMG malah terjungkal

Date : Jan 31 2011, 11:13
Title : News Story
Header : Citigroup naikkan rekomendasi, saham ITMG malah terjungkal


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham-saham berbasis pertambangan pagi ini dilanda aksi jual.
Kondisi itu tidaklah mengherankan mengingat sektor pertambangan pada pukul
10.31 sudah tergerus 2,32%.
Salah satu saham pertambangan yang didera aksi jual adalah PT Indo
Tambangraya Megah (ITMG). Saham ITMG pagi ini melorot 2,81% menjadi Rp 46.650.
Berdasarkan data Bloomberg, sejumlah broker yang melepas saham produsen
batubara ini antara lain: JP Morgan Securities senilai Rp 6,13 miliar, PT
Citigroup Securities senilai Rp 4,92 miliar, dan eTrading Securities senilai Rp
4,44 miliar.
Sepertinya, naiknya rekomendasi dari hold menjadi buy oleh Citigroup Inc
belum menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham ITMG. Menurut Analis
Citigroup Kim Kwie Sjamsudin, naiknya rekomendasi ITMG disebabkan valuasi saham
yang atraktif setelah harga sahamnya terkoreksi serta volume ekspor yang tidak
berdampak banyak dari rendahnya harga jual batubara domestik.
Selain itu, Citigroup juga tetap mempertahankan target harga saham ITMG di
posisi Rp 5.500 per saham.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 10:48:11 WIB )


=======================================================================================

Batu Bara




Antisipasi bunga acuan dan krisis Mesir menyeret nilai rupiah

Date : Jan 31 2011, 10:35
Title : News Story
Header : Antisipasi bunga acuan dan krisis Mesir menyeret nilai rupiah


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Hari ini, mata uang rupiah mengalami penurunan tertajam dalam
tiga pekan terakhir. Hingga pukul 10.23 WIB, rupiah di pasar spot melemah 0,35%
dari Rp 9.031 per dollar AS ke posisi Rp 9.063 per dollar AS.
Bahkan, pada perdagangan pukul 08.13 WIB, pairing rupiah terhadap dollar
AS sempat menyentuh level Rp 9.068 per dollar AS.
Pelemahan mata uang Garuda ini dipicu estimasi para ekonom yang
memperkirakan bank sentral tidak akan merevisi tingkat biaya pinjaman pada
pekan ini. Mayoritas analis yang disurvei Bloomberg memprediksi, Bank Indonesia
akan mempertahankan suku bunga acuan acuan di 6,5%. Hanya, sebagian kecil yang
meramalkan kenaikan 0,25%.
Sementara, harga di tingkat konsumen per Januari diperkirakan akan berada
di 6,85%, setelah bulan lalu naik ke 6,96%. Data inflasi ini bakal dirilis
besok.
Selain itu, pelemahan rupiah juga terseret krisis politik di Mesir yang
menuntut pengunduran diri Presiden Hosni Mubarak.
Visnu Varathan, ekonom dari Capital Economics (Asia) Pte, di Singapura
menyebut, sulit menghindari apa yang berlangsung di Mesir. "Saya tidak melihat
investor mau mengambil risiko dalam situasi ini. Apalagi, ada juga kekhawatiran
dari pengumuman kebijakan suku bunga di minggu ini," ujarnya.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 10:32:23 WIB )


=======================================================================================

Antisipasi bunga acuan dan krisis Mesir menyeret nilai rupiah

Date : Jan 31 2011, 10:35
Title : News Story
Header : Antisipasi bunga acuan dan krisis Mesir menyeret nilai rupiah


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Hari ini, mata uang rupiah mengalami penurunan tertajam dalam
tiga pekan terakhir. Hingga pukul 10.23 WIB, rupiah di pasar spot melemah 0,35%
dari Rp 9.031 per dollar AS ke posisi Rp 9.063 per dollar AS.
Bahkan, pada perdagangan pukul 08.13 WIB, pairing rupiah terhadap dollar
AS sempat menyentuh level Rp 9.068 per dollar AS.
Pelemahan mata uang Garuda ini dipicu estimasi para ekonom yang
memperkirakan bank sentral tidak akan merevisi tingkat biaya pinjaman pada
pekan ini. Mayoritas analis yang disurvei Bloomberg memprediksi, Bank Indonesia
akan mempertahankan suku bunga acuan acuan di 6,5%. Hanya, sebagian kecil yang
meramalkan kenaikan 0,25%.
Sementara, harga di tingkat konsumen per Januari diperkirakan akan berada
di 6,85%, setelah bulan lalu naik ke 6,96%. Data inflasi ini bakal dirilis
besok.
Selain itu, pelemahan rupiah juga terseret krisis politik di Mesir yang
menuntut pengunduran diri Presiden Hosni Mubarak.
Visnu Varathan, ekonom dari Capital Economics (Asia) Pte, di Singapura
menyebut, sulit menghindari apa yang berlangsung di Mesir. "Saya tidak melihat
investor mau mengambil risiko dalam situasi ini. Apalagi, ada juga kekhawatiran
dari pengumuman kebijakan suku bunga di minggu ini," ujarnya.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 10:32:23 WIB )


=======================================================================================

EXCL berhasil bukukan kenaikan laba bersih 69,59% di 2010

Date : Jan 31 2011, 10:34
Title : News Story
Header : EXCL berhasil bukukan kenaikan laba bersih 69,59% di 2010


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Kinerja PT XL Axiata (EXCL) sepanjang tahun lalu tidak
mengecewakan. Salah satu operator seluler terbesar di Indonesia ini berhasil
membukukan kenaikan laba bersih di 2010.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, laba bersih
EXCL di 2010 naik menjadi Rp 2,9 triliun dari sebelumnya Rp 1,71 triliun di
2009. Dengan demikian, ada peningkatan laba bersih sebesar 69,59%.
Peningkatan laba bersih EXCL tidak terlepas dari naiknya angka penjualan
menjadi Rp 17,6 triliun di 2010 dari Rp 13,9 triliun pada tahun sebelumnya.
Meski membukukan kenaikan kinerja, namun, kondisi itu tidak mempengaruhi
pergerakan saham EXCL pagi ini. Hingga pukul 10.25, saham EXCL masih enggan
bergerak di posisi 5.200.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 10:29:21 WIB )


=======================================================================================

JSX

Indek Kita bertahan di 3400. Dari efek regional, sentimen positif untuk indek kita blm ada. Aksi profit taking ini membuat sejumlah saham turun.

Date : Jan 31 2011, 10:31
Title : News Story
Header : IHSG mengekor bursa AS yang memerah


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Sehari jelang pengumuman inflasi bulan Januari, Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) masih saja enggan beringsut dari teritori negatif.
Pada pukul 09.35 WIB, IHSG sempat terekam berada di level 3.396,093 atau
turun tajam 2,62%. Gerak IHSG ini seiring dengan pelemahan yang terjadi di
bursa Amerika. Pada penutupan Jumat lalu waktu New York, Dow Jones anjlok
1,39%, sementara S&P 500 melorot 1,79%.
Semua sektor memerah, dengan koreksi tertinggi dicatat aneka industri
yaitu minus 3,57%. Saham yang harganya naik cuma ada 10, berbanding 128 saham
yang memerah. Sementara yang tidur ada 22 saham.
Beberapa saham yang melemah adalah Bank Sinarmas Tbk (BSIM) yang merosot
5,48% ke Rp 345. Japfa Tbk turun 4,13% ke Rp 2.900, dan Gudang Garam Tbk (GGRM)
terkoreksi 4,74% ke Rp 36.150.
Sementara saham yang naik diantaranya Bank Capital Indonesia Tbk (BACA)
yang melesat 7,89% ke Rp 123. Centrin Online Tbk (CENT) naik 4,73% ke Rp 155.
Royal Oak Development Tbk (RODA) menguat 4,40% ke Rp 95.
[ Teddy Gumilar ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 09:59:33 WIB )


=======================================================================================

Krisis Mesir membuat bursa Asia ikut bergejolak

Date : Jan 31 2011, 09:10
Title : News Story
Header : Krisis Mesir membuat bursa Asia ikut bergejolak


Story
=======================================================================================

TOKYO. Saham-saham di bursa Asia melorot pagi ini. Asal tahu saja, pada
pukul 09.07 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,9%. Indeks Nikkei 225
Stock Average Jepang mencatatkan penurunan terbesar di antara bursa Asia
lainnya sebesar 1,4%. Sementara, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,8%.
Beberapa sentimen negatif yang mempengaruhi bursa regional antara lain:
dollar, yen, dan franc Swiss menguat terhadap mata uang dengan yield tinggi
serta melonjaknya harga minyak dunia di atas US$ 90 sebarel di New York.
"Kecemasan yang terjadi saat ini adalah meluasnya dampak krisis Mesir ke
daerah lain di kawasan Timur Tengah. Selama kecemasan ini masih tetap ada,
investor masih akan memburu dollar, yen, dan franc Swiss," ujar Mike Jones,
currency strategist Bank of New Zealand Ltd di Wellington.
Sekadar tambahan informasi, krisis Mesir juga membuat indeks DFM General
Dubai melorot tajam 4,3% akhir pekan lalu. Ini merupakan penurunan terbesar
sejak 25 Mei 2010. Sementara itu, bank dan pasar di Mesir memilih untuk tidak
beroperasi setelah terjadinya kerusuhan terburuk di negara dengan populasi
terbanyak di Arab. Aksi demonstrasi itu menuntut agar Presiden Mesir Hosni
Mubarak untuk mundur.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 31 Jan 2011 ( 08:41:35 WIB )


=======================================================================================

Harga timah capai rekor US$ 29.400 per metrik ton di bursa London

Date : Jan 31 2011, 09:09
Title : News Story
Header : Harga timah capai rekor US$ 29.400 per metrik ton di bursa London


Story
=======================================================================================

LONDON. Harga timah hari ini (28/1) mencetak rekor tertinggi kembali
setelah kemarin (27/1) harga timah pun mencetak harga tertingginya di posisi
US$ 29.140 per metrik ton. Harga timah hari ini untuk pengiriman Maret 2011
menguat 1% menjadi US$ 29.400 per metrik ton di London Metal Exchange (LME).
Merosotnya persediaan timah di pasar global membuat harga timah kian
membumbung tinggi. Tengok saja, harga timah pada 28 Januari 2010 masih berada
di posisi 19.420 per metrik ton. Artinya, dalam setahun harta timah sudah
terkerek naik sebesar 51,39%.
[ Rizki Caturini ]

KONTAN Fri, 28 Jan 2011 ( 16:17:26 WIB )


=======================================================================================