High risk high return, high return high lost.
So be careful in making investments.
Investment in yours hands. Good luck & do the best . . . . . . . .
Senin, 17 Januari 2011
BMRI masih jadi bank dengan aset terbesar
Title : News Story
Header : BMRI masih jadi bank dengan aset terbesar
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masih
menduduki peringkat teratas dari segi aset per November 2010. Pada periode
tersebut, aset BMRI mencapai Rp 383,9 triliun tumbuh 13,44% dari tahun 2009
senilai Rp 349 triliun.
Di posisi kedua ada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan aset Rp
333,2 triliun atau tumbuh 11,67%. Posisi kedua bank BUMN ini tak berubah sejak
tiga tahun terakhir.
Sedangkan pada bank umum swasta nasional (BUSN) Devisa peringkat pertama
masih milik PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan jumlah aset yang tercatat Rp
317,4 trilun atau 11,11% naik dari tahun sebelumnya Rp 278,5 triliun. Saat ini,
total seluruh aset bank umum disepuluh industri bank mencapai Rp 1.815 triliun.
Berikut adalah data peringkat bank umum berdasarkan aset yang dikutip dari
BI :
1. PT Bank Mandiri Tbk : Rp 383,8 triliun
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk : Rp 333,2 triliun
3. PT Bank Central Asia Tbk : Rp 317,4 triliun
4. PT Bank Negara Indonesai Tbk : Rp 222,4 trilun
5. PT Bank CIMB Niaga Tbk : Rp 141,4 triliun
6. PT Danamon Indonesia Tbk : Rp 106 trilun
7. PT Pan Indonesia Bank Tbk : Rp 101,7 triliun
8. PT Bank Permata Tbk : Rp 72,7 triliun
9. PT Bank International Indonesia Tbk : Rp 70,4 triliun
10. PT Bank Tabungan Negara Tbk : Rp 65,8 triliun
[ Nina Dwiantika ]
KONTAN Mon, 17 Jan 2011 ( 11:15:13 WIB )
=======================================================================================
Fitch pangkas peringkat Yunani, pamor safe haven emas terangkat
Title : News Story
Header : Fitch pangkas peringkat Yunani, pamor safe haven emas terangkat
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pemangkasan peringkat utang Yunani memicu kenaikan harga emas.
Hingga pukul 10.35 WIB, emas untuk kontrak pengiriman Februari 2011 di Divisi
COMEX-AS naik 0,33% ke level US$ 1.365 per ons troy, dari posisi akhir pekan di
US$ 1.360,50 per ons troy.
Pada 14 Januari, Fitch Ratings memangkas peringkat utang Yunani.
Sebelumnya, Moody's Investors Services dan Standard & Poor's sudah lebih dahulu
menurunkan peringkat utang negara ini.
Penurunan rating ini memicu kecemasan krisis di kawasan Eropa masih
berlangsung. Alhasil, pamor emas sebagai safe haven kian bersinar.
Pedagang senior dari Korea Exchange Bank Futures Co, Hwang Il Doo
menyebut, ketidapastian di sekitar wilayah tersebut mengangkat harga emas, dan
menopangnya dari kecenderungan pelemahan sejak awal tahun ini.
Sementara, ekonom Credit Suisse Group AG, Dong Tao memperkirakan emas
kemungkinan akan mencapai US$ 1.500 per ons troy pada kuartal pertama, lalu
bisa turun jika pasar mengekspektasi bank sentral bakal mengakhiri program
stimulus Quantitative Easing.
"Emas mungkin menguat ke level di atas US$ 2.000 per ons troy dalam lima
sampai 10 tahun mendatang seiring inflasi memasuki era baru," prediksinya.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]
KONTAN Mon, 17 Jan 2011 ( 11:03:29 WIB )
=======================================================================================
Analis: Indeks modar akibat sentimen dari luar
Title : News Story
Header : Analis: Indeks modar akibat sentimen dari luar
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih
akan tertahan di zona merah hari ini. Hal itu terlihat dari memerahnya seluruh
sektor yang terhimpun dalam indeks.
Pada pukul 10.41, sektor keuangan menjadi sektor dengan penurunan paling
tinggi sebesar 1,62%. Baru kemudian disusul oleh sektor pertambangan sebesar
1,47% dan sektor industri dasar sebesar 1,39%.
Menurut Praska Putrantyo, Analis Infovesta Utama, melorotnya indeks hari
ini lebih disebabkan pengaruh dari luar. "Indeks hari ini turun karena sentimen
negatif dari bursa regional dan data ekonomi AS pada perdagangan jumat
kemarin," jelasnya ketika dihubungi KONTAN.
Dia lantas menjelaskan, data penjualan ritel AS dilaporkan hanya naik 0,6%
dan berada di bawah ekspektasi analis yang mematok pertumbuhan 0,7%. Selain
itu, lanjut Praska, indek sentimen konsumen untuk Januari 2011 awal dilaporkan
turun ke 72,7 dari sebelumnya 74,5.
Sentimen lain yang juga mempengaruhi indeks adalah mulai diputuskannya
kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) china sebesar 50 basis poin menjadi 19%.
"Faktor-faktor tadi yang saya rasa menjadi sentimen utama pendorong koreksi
IHSG hari ini. Makanya, tidak heran kalau indeks Hangseng dan Shanghai juga
terkoreksi," urainya.
Lantas, kenapa asing banyak melepas saham bluechips hari ini? Menurut dia,
hal itu masih disebabkan efek kekhawatiran inflasi dalam negeri yang
diperkirakan masih akan naik pada Januari ini. "Apalagi investor melihat harga
pangan dunia dan harga cabai masih berpotensi naik lebih tinggi," paparnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, investor asing masih banyak melepas
saham bluechips hari ini. Seperti yang terjadi pada saham BBCA. Sejumlah broker
asing yang paling banyak melepas saham ini adalah PT Citigroup Securities
senilai Rp 4,14 miliar, PT Deutsche Securities senilai Rp 2,46 miliar, Credit
Suisse Securities senilai Rp 2,06 miliar, dan CLSA Indonesia senilai Rp 2,05
miliar.
Aksi jual oleh investor asing juga terlihat di saham BBRI. Sebut saja
Deutsche Securities senilai Rp 29,26 miliar, CSLA Indonesia senilai Rp 3,32
miliar, dan Credit Suisse senilai Rp 2,25 miliar.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Mon, 17 Jan 2011 ( 10:55:10 WIB )
=======================================================================================
Kredit sektor cilik BMRI naik 45%
Title : News Story
Header : Kredit sektor cilik BMRI naik 45%
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berhasil menyalurkan kredit mikro
hingga Rp 6,5 triliun per akhir Desember 2010. Kredit tersebut diberikan kepada
lebih dari 545 ribu debitur. Jika dihitung sevara year on year (yoy) kredit
sektor cilik ini sudah tumbuh 45% dibanding realisasi pengucuran kredit tahun
lalu yang sebesar Rp 4,5 triliun.
Selain menggenjot penyaluran kredit, BMRI juga menjaga rasio kredit macet
di level 4% gross.
Portofolio kredit mikro terbesar terdapat pada sektor perdagangan, sebesar
49,5% dari total portofolio kredit mikro BMRI dan sektor jasa sekitar 40,4%.
"Kami melihat potensi sektor mikro sangat baik, sehingga kami ingin
meningkatkan peran aktif kami untuk mengembangkan sektor yang menjadi tumpuan
pertumbuhan ekonomi ini," kata Senior Vice president Micro business Development
Bank Mandiri, Tardi, kemarin (16/1).
Ia menjelaskan saat ini baru sekitar 30% dari total sekitar 16 juta usaha
mikro dan kecil yang sudah menikmati fasilitas pembiayaan kredit mikro. Padahal
sektor mikro ini dinilai sebagai bidang usaha yang menyerap banyak tenaga kerja
dan terbukti mampu bertahan dalam menghadapi krisis ekonomi global yang terjadi
beberapa waktu lalu.
Pada tahun ini BMRI berencana menambah jumlah outlet mikro hingga sebanyak
400 outlet sehingga total outlet mikro yang dimiliki menjadi 1.900 outlet.
"Untuk melayani para pengusaha mikro, kami kini memiliki tidak kurang dari
7.500 pegawai yang diseleksi sesuai kebutuhan pengembangan bisnis di daerah
masing-masing dikarenakan pegawai mikro harus dapat memahami kultur setempat
agar bisa menjalankan bisnis mikro dengan baik," katanya.
[ Nina Dwiantika ]
KONTAN Mon, 17 Jan 2011 ( 10:39:41 WIB )
=======================================================================================
Asing masih melepas saham bluechips, indeks terpuruk lagi
Title : News Story
Header : Asing masih melepas saham bluechips, indeks terpuruk lagi
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih saja dilanda aksi jual.
Hingga pukul 10.27, indeks berada di posisi 3.525,515 atau turun 1,22%.
Sejumlah saham yang menyeret kejatuhan indeks antara lain PT Bank Central
Asia (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Astra International (ASII), PT
Unilever (UNVR), dan PT Adaro Energy (ADRO).
Jika dilihat, investor asing masih banyak melepas saham bluechips. Seperti
yang terjadi pada saham BBCA pada pagi ini. Sejumlah broker asing yang paling
banyak melepas saham ini adalah PT Citigroup Securities senilai Rp 4,14 miliar,
PT Deutsche Securities senilai Rp 2,46 miliar, Credit Suisse Securities senilai
Rp 2,06 miliar, dan CLSA Indonesia senilai Rp 2,05 miliar.
Aksi jual oleh investor asing juga terlihat di saham BBRI. Sebut saja
Deutsche Securities senilai Rp 29,26 miliar, CSLA Indonesia senilai Rp 3,32
miliar, dan Credit Suisse senilai Rp 2,25 miliar.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Mon, 17 Jan 2011 ( 10:33:01 WIB )
=======================================================================================
PTPN III Siap IPO Tahun Ini
Senin, 17 Januari 2011 - 07:37 wib
Ilustrasi
ACEH UTARA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III menyatakan kesiapannya menggelar penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) tahun ini. Perseroan menargetkan dana hasil IPO mencapai Rp3 triliun.
Direktur Utama PTPN III Amri Siregar mengatakan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perkebunan tersebut siap mencatatkan sebagian sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI).
”Prioritas kami IPO karena sudah siap. Saya berharap IPO bisa tahun ini supaya daya tawar kami ke investor makin kuat,” tuturnya di Sawang, Aceh Utara akhir pekan lalu.
Lebih lanjut dia menerangkan, perseroan kembali mengajukan usulan gelaran IPO tersebut kepada Komite Privatisasi lantaran sebelumnya perseroan juga sempat mengajukan usulan serupa.
PTPN III menargetkan dana hasil IPO senilai Rp3 triliun dengan melepas 25–30 persen saham. Menurut dia, jika rencana IPO tersebut mendapat restu pemerintah, dana hasil IPO akan dialokasikan untuk ekspansi usaha. Langkah itu di antaranya mengakuisisi lahan milik swasta,pengembangan industri hilir, peremajaan (replanting) kebun, pembangunan pabrik baru, serta kerja sama operasi (KSO) dengan PTPN I dalam rangka revitalisasi lahan sawit dan karet seluas 41.200 hektare (ha).
Amri memaparkan, untuk replanting kebun dibutuhkan dana sekitar Rp98 miliar. Sementara pembangunan pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Tapanuli Selatan diperkirakan menelan biaya mencapai yang Rp73 miliar. Dengan rampungnya pembangunan pabrik baru pada awal 2014, perseroan akan memiliki 12 unit pabrik. Beroperasinya pabrik berkapasitas 30 ton tandan buah segar (TBS) per jam juga akan meningkatkan kapasitas seluruh pabrik menjadi 570–600 TBS per jam.
Disinggung mengenai pemerintah yang akan mendahulukan pembentukan induk usaha (holding) BUMN perkebunan daripada IPO BUMN perkebunan,Amri menyerahkan keputusan itu kepada pemegang saham, dalam hal ini Kementerian BUMN.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar menegaskan, pemegang saham akan mendahulukan holding BUMN perkebunan. ”Holding ini untuk mengembangkan BUMN perkebunan. Setelah holding terbentuk, baru maju ke pasar modal (IPO),”tandasnya.
Dengan langkah ini BUMN perkebunan akan menjadi lebih kuat dan besar sehingga akan menarik minat investor di pasar modal. Dia menyatakan, holding BUMN perkebunan terbentuk pada kuartal I tahun ini.Jumlah PTPN yang akan di-holding-kan sebanyak 15 BUMN, yakni PTPN IXIV dan satu Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).
”Jadi,tidak ada yang jalan sendiri-sendiri (IPO). Ini mengikuti holding,” imbuh Mustafa.
Pada kesempatan yang sama, PTPN III menyatakan telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun ini sebesar Rp2,8 triliun. Dana capex itu di antaranya dialokasikan untuk replanting tanaman, termasuk pengembangan industri hilir. Adapun,dana capex sebagian besar bersumber dari pinjaman perbankan sebesar Rp1,8 triliun dan sisanya dari internal perseroan.
Saat ini, ekuitas perseroan mencapai Rp1,7 triliun.Tahun ini, perseroan mematok target laba dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) sebesar Rp1,4 triliun dengan pendapatan mencapai Rp6 triliun. Sebagai perbandingan, tahun lalu PTPN III membukukan pendapatan kotor sebelum audit senilai Rp1,002 triliun dengan pendapatan tahun lalu mencapai Rp5,519 triliun.
Revitalisasi Kebun
Di sisi lain,akhir pekan lalu tiga PTPN menyatakan akan melakukan kerja sama operasi (KSO) untuk melaksanakan program revitalisasi kebun kelapa sawit dan karet di seluruh wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Dana yang dibutuhkan untuk program revitalisasi perkebunan seluas 41.200 ha tersebut mencapai Rp2,3 triliun. Direktur Utama PTPN I Erwin Nasution mengatakan, untuk melancarkan program revitalisasi kebun rakyat tersebut,PTPN I menggandeng dua PTPN lainnya, yakni PTPN III dan PTPN IV.
Dari 41.200 ha kebun yang akan direvitalisasi, 28.200 ha di antaranya merupakan kebun kelapa sawit dan 13.000 ha lainnya kebun karet. Pada tahap awal,kebun yang akan direvitalisasi seluas 19.200 ha.
”Kebun tersebut berlokasi di tiga kabupaten, yakni Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang,” ungkap Erwin.
PTPN menargetkan, revitalisasi kebun di tiga kabupaten tersebut akan rampung pada 2014. Sementara keseluruhan program ini ditargetkan selesai dua tahun berikutnya atau pada 2016.
(J Erna/Koran SI/wdi)
Saham KS Kembali 'Memanas'

Saham KS Kembali 'Memanas'
Rumor Saham - detikfinance
Kabar masuknya industri baja raksasa Korea Selatan POSCO ke PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) kembali menjadi isu hangat di kalangan pelaku pasar. Bahkan digosipkan POSCO tengah melobi pemerintah untuk bisa membeli 10% saham di KRAS. Dikabarkan sejumlah bandar pun tengah bersiap untuk mengakumulasi saham KRAS dan menggiringnya hingga ke level Rp2.500 dalam waktu dekat.
Sebelumnya Nippon Steel di kabarkan juga akan membeli saham KRAS melalui pasar sekunder, apalagi raksasa baja Jepang ini sudah menyampaikan niat nya tersebut ke Duta Besar Indonesia untuk Jepang M.Lutfi, dan untuk masuk ke KRAS ini, Nippon Steel di gosipkan akan menggandeng Bank Investasi Global Nomura.
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
Menakar Harga Saham IPO Garuda
Mawa penawaran awal saham Garuda akan dilakukan pada 12-24 Januari 2010, dengan masa penawaran pada 2,4 dan 7 Februari 2011. Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia diharapkan bisa dilakukan pada 11 Februari 2011. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah Bahana Securities, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas.
Garuda dan Pemegang Saham Penjual dengan ini melakukan Penawaran Umum sebanyak‐banyaknya sebesar 9.362.429.500 atau sebesar 36,48% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Saat ini, komposisi kepemilikan saham Garuda adalah pemerintah RI (85,81%), Bank Mandiri (10,61%), Angkasa Pura II (2,21%), Angkasa Pura I (1,36%). Setela IPO, maka komposisi kepemilikan saham adalah pemerintah RI (60,98%), Angkasa Pura I (1,57%), Angkasa Pura I (0,97%), MESA/karyawan dan manajemen (1,45%) dan masyarakat (35,03%).
Rencananya, sebanyak 80 persen saham dari hasil IPO itu akan digunakan untuk pengembangan armada baru yakni 10 unit pesawat B737-800 NG, 10 unit B777 dan 6 unit A330-200, serta 5 unit pesawat tipe narrow-body untuk Citilink dan 5 unit pesawat tipe Sub-100. Sementara 20% akan digunakan untuk membiayai modal Garuda yang diperlukan untuk pengembangan usaha.
Berdasarkan laporan keuangan, Garuda berhasil mencetak laba bersih Rp 194,867 miliar hingga September 2010, menurun dibandingkan pada periode yang sama tahun 2009 yang mencatat laba sebesar Rp 570,155 miliar. (Angka tidak diaudit/penelaahan terbatas). Pada tahun 2009, Garuda mencetak laba sebesar Rp 1,018 triliun.
Penurunan laba Garuda hingga triwulan III-2010 itu terutama disebabkan karena tingginya beban usaha yang mencapai Rp 12,974 triliun, meningkat dibandingkan per triwulan III-2009 yang sebesar RP 11,225 triliun.
Peningkatan beban usaha terutama berasal dari operasional penerbangan yang meningkat dari Rp 4,942 triliun menjadi Rp 6,142 triliun di triwulan III-2010. Sementara dari sisi penjualan tiket dan promosi tidak mengalami peningkatan signifikan yakni dari Rp 1,202 triliun di triwulan III-2009 menjadi Rp 1,252 triliun pada triwulan III-2010.
Sementara dari sisi pendapatan usaha mengalami peningkatan dari Rp 11,849 triliun pada triwulan III-2009 menjadi Rp 12.685 triliun per triwulan III-2010.
Analis dari eTrading Securities, Andrew Argado menjelaskan, harga penawaran perdana Garuda yang berada pada kisaran Rp 750- Rp 1.100 merefleksikan 32,41 – 37,65x P/E (Price to Earning Ratio) FY2010E dan 2,21- 2,49x PBV (Price to Book Value) FY2010E.
"Sebagai informasi, average P/E dan PBV perusahaan lain pada industri sejenis masing-masing 32,33 dan 1,76," jelas Andrew dalam ulasannya mengenai saham Garuda yang dikutip detikFinance, Senin (17/1/2010).
P/E Ratio merupakan cara penghitungan dengan cara membagi harga saham dengan keuntungan perlembar saham. Rasio ini digunakan untuk membandingkan suatu perusahaan dengan P/E Ratio rata-rata dari perusahaan dalam kelompok industri sejenis. Sementara PBV adalah Harga saham / (total harta - total utang).
Yen keok, bursa Jepang membumbung
Title : News Story
Header : Yen keok, bursa Jepang membumbung
Story
=======================================================================================
TOKYO. Saham-saham di bursa Jepang ditransaksikan melesat pagi ini.
Kondisi ini dipicu oleh pelemahan yen atas euro ke level terlemah dalam sebulan
terakhir. Kondisi itu akan membuat outlook ekspor perusahaan Jepang positif.
Selain itu, laba JP Morgan Chase & Co yang menembus rekor juga turut mendorong
bursa.
Saham-saham yang melesat pagi ini antara lain: Mitsubishi UFJ Financial
Group Inc yang naik 0,9%, Canon Inc naik 1,1%, Honda Motor Co naik 0,8%, dan
Sumitomo Metal Mining Co yang naik 1,2%.
"Sentimen di pasar terlihat naik. Kondisi ini juga mendorong adanya
ekspektasi kian membaiknya kinerja perusahaan Jepang," jelas Koichiro Nishio,
market analyst Nikko Cordial Securities Inc.
Catatan saja, pada pukul 09.08 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock
Average naik 0,5% menjadi 10.547,94. Sementara, indeks Topix naik 0,6% menjadi
935,49.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Mon, 17 Jan 2011 ( 08:50:35 WIB )
=======================================================================================
Jumat, 14 Januari 2011
Sentimen angka pengangguran AS menyeret jatuh bursa Asia
Title : News Story
Header : Sentimen angka pengangguran AS menyeret jatuh bursa Asia
Story
=======================================================================================
TOKYO. Mayoritas bursa saham Asia terkoreksi setelah AS merilis angka
klaim pengangguran yang naik lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Sementara,
harga minyak dan bahan tambang pun mulai bergerak turun.
Hingga pukul 11.00 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,46% ke 10.549,89, indeks
Shanghai melemah 0,94% ke 2.801, Straits Times Index koreksi 0,65% ke 3.234,
dan IHSG turun 0,82% ke 3.535,87. Namun, indeks Kospi masih melaju 0,25% ke
level 2.094,57.
Lemahnya performa mayoritas saham Asia ini tercermin dari indeks MSCI Asia
Pasifik yang jatuh 0,1% ke 139,46, hingga pukul 12.14 a.m., di Tokyo.
Pasar saham Asia terseret sentimen koreksi di bursa Dow Jones dan Standard
& Poor's akibat buruknya data tenaga kerja. Departemen Tenaga Kerja AS merilis
jumlah klaim pengangguran dipekan pertama Januari naik 35.000 menjadi 445.000.
Padahal pasar memprediksi klaim hanya di level 410.000.
Prasad Patkar dari Platypus Asset Management di Sydney, menyebut
pertumbuhan ekonomi AS mengalami percepatan, namun terkait pekerjaan masih
tetap bermasalah.
"Dengan perdagangan pasar yang tertinggi dalam dua setengah tahun
terakhir, akan ada sedikit konsolidasi sebelum digenjot naik lagi," ujar
Prasad.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]
KONTAN Fri, 14 Jan 2011 ( 11:25:46 WIB )
=======================================================================================
BWPT lunasi utang bank Rp 200 miliar
Title : News Story
Header : BWPT lunasi utang bank Rp 200 miliar
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT BW Plantantion Tbk (BWPT) telah selesai membayar utangnya
kepada bank bernilai total Rp 200 miliar. Pinjaman bank tersebut berasal dari
Bank Artha Graha dan Citibank. Pembayaran utang bank menggunakan dana hasil
penerbitan obligasi di bulan November 2010 lalu.
Kelik Irwantono, Sekretaris Perusahaan BWPT menyampaikan kalau mereka
telah membayar utang pada bank Artha Graha pada akhir 2010 lalu senilai Rp 56
miliar. Di mana perinciannya utang berbentuk rupiah sebesar Rp 12,47 miliar dan
sisanya sebesar berbentuk dolar AS senilai US$ 4,81 juta atau Rp 43,29 miliar.
BWPT juga membayar pinjaman pada Citibank dengan total Rp 144 miliar.
"Pembayaran pinjaman Citibank ini kami bayar dalam minggu kedua Januari," ujar
Kelik.
Menurut Kelik, rencana pembayaran utang ini sudah sesuai dengan rencana
penggunaan dana obligasi BWPT. "Sekitar 30% dana obligasi akan kami gunakan
untuk refinancing loan (pembayaran pinjaman)," tutur dia. Tahun lalu, BWPT
menerbitkan obligasi senilai Rp 700 miliar.
Pada penerbitan obligasi tahun lalu, BWPT memberikan bunga sebesar 10,65%.
Menurut Kelik, bunga tersebut cukup rendah dibandingkan bunga bank yang harus
dibayar. Sebab untuk membayar bunga pinjaman dari Citibank saja mencapai 10%
per tahun. Sedangkan bunga yang harus dibayar untuk pinjaman berdenominasi
rupiah di Bank Artha Graha sebesar 14,5% - 18,5%. Nah pinjaman dalam bentuk
dollar AS sebesar 9% - 10%. "Kami masih diuntungkan dengan membayar bunga
obligasi," kata Kelik.
Namun, dari segi rasio utang terhadap ekuitas alias debt to equity ratio
(DER) Kelik mengaku rasio mereka justru membesar. Dari semula 0,6 kali menjadi
1 kali. "Rasio utang kami masih dalam taraf wajar, sebab dari ketentuan
perusahaan rasio utang harus dijaga di bawah 2,5 kali," terang Kelik.
Hal ini tentu lebih disebabkan dari jumlah utang yang juga meningkat. Tapi
meski begitu, BWPT berharap kinerja mereka juga ikut meningkat. Sebab 60% dana
obligasi digunakan untuk ekspansi penambahan lahan tertanam sebesar 10.500
hektare.
[ Avanty Nurdiana ]
KONTAN Fri, 14 Jan 2011 ( 09:20:09 WIB )
=======================================================================================
JSX
Klaim pengangguran tinggi, bursa AS terkoreksi
Title : News Story
Header : Klaim pengangguran tinggi, bursa AS terkoreksi
Story
=======================================================================================
NEW YORK. Bursa saham AS ditutup melemah setelah angka klaim penggangguran
di AS dirilis naik lebih besar dari ekspektasi pasar.
Indeks Standards & Poor's terkoreksi 0,17% ke level 1.283,76 hingga pukul
04.00 p.m. di New York. Sementara, indeks Dow Jones turun 0,20% ke 11.731,9,
dan Dasdaq Composite melemah 0,07% ke posisi 2.735,29.
Kemarin, Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan klaim pengangguran di pekan
pertama Januari naik 35.000 menjadi 445.000, karena orang lebih memilih untuk
berlibur. Ini level tertinggi sejak Oktober 2010. Padahal, pasar memprediksi di
level 410.000.
Hal itu menegaskan kecemasan para pembuat kebijakan The Federal Reserves
akan pasar tenaga kerja AS selama ini.
Pemimpin senior investasi di Chemung Canal Trust Co, Tom Wirth mengatakan,
pasar telah mendapat laporan data pekerjaan yang buruk, laporan perdagangan
yang baik, dan inflasi AS yang netral.
"Data ekonomi hari ini akhirnya menjadikan posisi netral. Itu belum tentu
baik bagi pasar. Pergerakan saham cukup bagus selama ini, namun pasar akan
melihat perbaikan nyata untuk membawa ekuitas lebih menguat," ujar Tom.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]
KONTAN Fri, 14 Jan 2011 ( 08:25:42 WIB )
=======================================================================================
Mandala pun jadi rebutan maskapai lain
Title : News Story
Header : Mandala pun jadi rebutan maskapai lain
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Setelah mengumumkan penutupan sementara operasional bisnis
penerbangannya, PT Mandala Airlines kini menjadi rebutan maskapai-maskapai
lain. Selain mengincar rute penerbangan potensial, mereka juga bakal merekrut
pilot, awak kabin dan mekanik pesawat yang dimiliki oleh Mandala.
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Herry Bakti
mengatakan Mandala memiliki 16 rute penerbangan domestik dan 4 rute penerbangan
internasional. Seiring dengan penutupan operasi dari Mandala, maka menurut
Herry, rute itu bisa diambil alih oleh maskapai lain. "Sriwijaya Air sudah
bersedia menggantikan penerbangan Mandala untuk rute Batam-Padang-Banjarmasin,"
ungkap Herry, Kamis (13/1).
Herry juga mengatakan saat ini penerbangan Sriwijaya untuk rute itu baru
bersifat sementara. Namun jika nantinya dianggap menguntungkan rute penerbangan
itu akan dilanjutkan oleh Sriwijaya. Di sisi lain, Kemenhub baru akan mencabut
rute yang dimiliki oleh Mandala jika selama 30 hari tidak ada penerbangan yang
dilakukan. Sementara maskapai lain yang berminat harus mengajukan izin rute ke
Kemenhub terlebih dahulu.
Mengenai rute penerbangan yang ditinggalkan oleh Mandala, VP Corporate
Communications PT Garuda Indonesia, Pujobroto mengatakan jika rute itu
potensial dan menguntungkan maka Garuda Indonesia bisa saja membuka penerbangan
ke sana. "Tapi perlu pengkajian dulu agar sesuai dengan rencana pengembangan
rute dari Garuda Indonesia," ungkap Pujobroto.
Sementara Audrey Progastama, Corporate Communication Manager PT Indonesia
AirAsia mengatakan selama ini mereka berkonsentrasi pada rute-rute
internasional. Tapi terkait dengan penutupan operasional Mandala, tidak menutup
kemungkinan mereka mengambil alih rute domestik Mandala. "Peluang tetap ada
tapi kami tetap konsentrasi pada rute internasional yang memiliki peluang lebih
besar," ungkap Audrey.
PT Merpati Nusantara Airlines juga berminat menggarap rute potensial dari
Mandala. Tonny Aulia Achmad, Direktur Niaga PT Merpati Nusantara Airlines
mengatakan mereka akan mengevaluasi terlebih dahulu rute yang dianggap
menguntungkan. "Ada beberapa rute Mandala di Sumatera yang menarik, tapi akan
kami evaluasi dulu," ungkap Tonny.
Selain mengincar rute potensial, Tonny mengatakan Merpati juga berencana
merekrut sejumlah pilot dan awak kabin dari Mandala. Tonny mengatakan mereka
sudah melakukan pembicaraan secara personal dengan sumber daya manusia (SDM)
dari Mandala itu. Pada intinya, menurut Tonny, Merpati membuka kesempatan bagi
orang-orang Mandala yang ingin bergabung dengan Merpati. Meskipun pesawat yang
dioperasikan antara Mandala dan Merpati berbeda.
SDM dari Mandala juga tengah diincar oleh PT Indonesia AirAsia. Audrey
menilai salah satu keunggulan Mandala terletak pada kualitas SDM-nya. Selain
itu, Mandala dan AirAsia mengoperasikan pesawat yang sama yaitu Airbus A320.
AirAsia menurutnya membutuhkan banyak SDM untuk pilot, awak kabin dan mekanik
pesawat seiring dengan penambahan armada dan rute yang terus dilakukan.
[ Sofyan Nur Hidayat ]
KONTAN Fri, 14 Jan 2011 ( 08:21:26 WIB )
=======================================================================================
Pasca tender offer, Titan International genggam 95,3% saham FPNI
Title : News Story
Header : Pasca tender offer, Titan International genggam 95,3% saham FPNI
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Titan International Corp. Sdn. Bhd (TICSB) menambah 4,9%
kepemilikan saham di PT Titan Kimia Nusantara Tbk (FPNI).
Bertambahnya kepemilikan saham tersebut setelah Titan International
melakukan penawaran tender (tender offer) saham FPNI kepada pemegang saham
masyarakat (publik) pada 14-20 Desember 2010.
Selama masa penawaran itu, terdapat sekitar 273,154 juta saham atau setara
4,9% saham yang ditawarkan publik kepada Titan International pada harga Rp 132
per saham.
Keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, hari ini, menyebutkan, pasca
penawaran tender itu, Titan International kini menguasai 95,3% saham FPNI, dan
sisanya 4,7% masih dipegang publik.
[ Dupla Kartini ]
KONTAN Thu, 13 Jan 2011 ( 16:14:36 WIB )
=======================================================================================
Kamis, 13 Januari 2011
DIAN SWASTATIKA SENTOSA SUSPENSI PERDAGANGAN, 12 JANUARI 2011
Title : News Story
Header : DIAN SWASTATIKA SENTOSA SUSPENSI PERDAGANGAN, 12 JANUARI 2011
Story
=======================================================================================
DIAN SWASTATIKA SENTOSA SUSPENSI PERDAGANGAN, 12 JANUARI 2011
Sehubungan dengan peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT
Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp 28.650,- atau 379,47%, yaitu
dari harga penutupan Rp 7.550,- pada tanggal 29 November 2010 menjadi Rp
36.200,- pada tanggal 11 Januari 2011, maka PT Bursa Efek Indonesia perlu
melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Dian Swastatika Sentosa
(DSSA) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, mulai perdagangan tanggal 12 Januari
2011 sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut.
Bursa menghimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu
memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan.
(RTI, SS 13 Jan 2011 08:51 WIB)
=======================================================================================




