Rabu, 27 Juli 2011

BNBR targetkan porsi 51% dari proyek PLTU Tanjung Jati

BNBR targetkan porsi 51% dari proyek PLTU Tanjung Jati
JAKARTA. PT Bakrie & Brother Tbk (BNBR) masih belum menuntaskan komposisi investasi dengan Samsung C&T Corporation untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati. "Masih negosiasi," ujar Direktur Keuangan BNBR Eddy Soeparno, Rabu (27/7).

Kendati demikian, BNBR berharap menjadi pemegang saham mayoritas dalam proyek senilai US$ 2 miliar tersebut. Apalagi, BNBR merupakan pemilik lisensi dari proyek yang sempat mangkrak selama sepuluh tahun tersebut. "Kalau bisa (BNBR) di atas 51%," tambah Eddy.

Nantinya, setelah komposisi investasi ditentukan, maka sumber pendanaan akan dilakukan oleh masing-masing pihak. Samsung nantinya akan mengoordinir pendanaan dari perbankan Korea Selatan.

"Kita rampungkan lebih lanjut dengan Samsung. Setidaknya sekarang gambaran perencanaannya sudah lebih konkret," jelas Eddy.

Selain proyek PLTU, ada beberapa proyek infrastruktur-energi lainnya yang juga tengah digarap BNBR bersama perusahaan asing lainnya. Sebut saja proyek pembangkit listrik berbahan bakar batu bara di Kalimantan Timur dengan Tata Power (India) senilai US$ 75 juta dan proyek pembangkit listrik tenaga geothermal dengan Panax Geothermal Ltd (Australia) senilai US$ 300 juta.

"Di kedua proyek tersebut porsi BNBR sebesar 30%," pungkas Eddy.

Isu suku bunga dorong ringgit ke level tertinggi dalam 14 tahun terakhir

Isu suku bunga dorong ringgit ke level tertinggi dalam 14 tahun terakhir
KUALA LUMPUR. Ringgit Malaysia menguat ke level paling perkasa dalam 14 tahun terakhir. Pasar masih berspekulasi, bank sentral Negeri Jiran akan menaikkan suku bunga acuannya untuk menahan laju inflasi. Hal itu mendorong masuknya dana asing ke Malaysia.

"Tren dollar saat ini memang tengah melemah akibat adanya optimisme kenaikan suku bunga acuan di Asia. Kita masih akan melihat banyak arus dana yang akan mengalir ke aset-aset non dollar. Pasar mata uang masih volatil," jelas Choong Yin Pheng, manager for economic and bond research Hong Leong Bank Bhd di Kuala Lumpur.

Pada pukul 16.25 waktu Kuala Lumpur, ringgit menguat 0,5% menjadi 2,9400 per dollar. Sebelumnya, ringgit sempat bertengger di posisi 2,9335, yang merupakan level paling kuat sejak September 1997.

Sementara itu, Dollar Index naik 0,1%, setelah nyaris tergerus 1% dalam dua hari belakangan.

Kejagung Jadi Pengacara Negara untuk Antam

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Antam Persero Tbk telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU) dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, yang akan bertindak sebagai pengacara negara untuk memberikan jasa advokasi (pendampingan, mediasi dan pembelaan) di bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara bagi Antam.

MoU ini ditandatangani oleh Direktur Utama Antam, Alwin Syah Lubis bersama
Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, Burhanuddin, di Jakarta, kemarin. Direktur Utama Antam, Alwin Syah Lubis, mengatakan penandatanganan MoU ini merupakan salah satu bentuk komitmen Antam untuk selalu taat pada peraturan yang berlaku dalam seluruh aspek kegiatan perusahaan. Melalui kerjasama ini diharapkan Antam akan mendapatkan konsultasi dan advokasi dari pihak Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi dalam berbagai tindakan hukum yang perlu dilakukan oleh perusahaan, khususnya di bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara.

Pada acara ini juga dilakukan penandatanganan antara masing-masing Direktur Anak Perusahaan, Kepala Unit Bisnis dan Kepala Proyek di lingkungan Antam dengan Kepala Kejaksaan Tinggi dari Provinsi Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Kalimantan Barat, dan Provinsi Banten.

BNBR Optimis Kuasi Reorganisasi Selesai Q-III 2011

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) mengharapkan rencana kuasi reorganisasi selesai pada kuartal ketiga 2011.

Direktur Keuangan BNBR, Eddy Soeparno menuturkan, perseroan akan menggunakan buku laporan keuangan Juni 2011 untuk kuasi reorganisasi. Saat ini sedang dalam tahap audit buku keuangan Juni 2011.

Audit ini diperkirakan akan selesai pada awal Agustus 2011. "Mudah-mudahan awal Agustus auditnya selesai, setelah itu kita akan mulai lagi kita harapkan akhir kuartal ketiga kuasi reorganisasi bisa selesai," tegas Eddy, Rabu (27/7).

Perseroan berencana melakukan kuasi reorganisasi agar neraca keuangan semakin baik. Rencana kuasi reorganisasi ini telah disampaikan kepada otoritas pasar modal dan Bapepam-LK. Dengan pelaksanaan kuasi reorganisasi ini diharapkan dapat berdampak positif bagi perusahaan. [hid]

Laba Bersih Bank Swadesi Naik 21,4%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada semester I 2011, PT Bank Swadesi Tbk (BSWD) meraih laba bersih Rp23,3 miliar dari Rp18,3 miliar pada periode yang sama tahun 2010.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Rabu (27/7). Untuk pendapatan bunga perseroan pada periode tersebut mencapai Rp85,2 miliar dari Rp84,9 miliar di tahun 2010 semester I.

Sedangkan beban bunga mencapai Rp35,8 miliar dari Rp41,7 miliar di tahun 2010 semester I. Untuk beban tenaga kerja dan tunjangan mencapai Rp11,8 miliar dari Rp9,8 miliar di tahun 2010 semester I.

Untuk laba tahun berjalan mencapai Rp31,1 miliar dan laba setelah pajak mencapai Rp23,3 miliar dari laba tahun berjalan semester I 2010 Rp24,5 miliar dan laba setelah pajak sebesar Rp18,3 miliar.

Jauhi Aset Berisiko, Bursa Eropa Dibuka Negatif

Headline
INILAH.COM, London - Ketidakpastian penganganan utang AS menimbulkan kekhwatiran AS akan default sehingga menekan bursa Eropa pada perdagangan Rabu (27/7). Investor memilih menghindari aset berisiko.

Indeks FTSE turun 0,5% ke 5.898, indeks DAX turun 0,5% ke 7.312 dan indeks CAC turun 0,7% ke 3.759. Pelemahan indeks dimotori sektor keuangan yang turun hingga 1,3%. Saham yang melemah tajam seperti saham UniCredit turun hingga 2,6%.

"Sekenario kami masih mengharapkan kesepakatan soal utang AS terjadi di akhir waktu. Tetapi selalu ada risiko kalau tidak terjadi kompromi sehingga akan mengganggu ekonomi AS," kata kepala riset di BNP Paribas Fortis Global Markets di Brussels, Phillippe Gijsels yang dikutip dari yahoofinance.com.

Parlemen AS memiliki waktu satu pekan lagi untuk menyepakati rencana pemotongan defisit anggaran. Namun dari kubu Partai Republik di Kongres, mereka tidak akan menaikkan batas anggaran menjadi US$14,3 triliun.

Sementara bursa Asia bergerak mixed seperti indeks Hang Seng naik 0,05% ke 22.583, indeks Nikkei turun 0,5% ke 10,047, indeks Shanghai naik 0,6% ke 2.719 dan indeks ASX turun 0,7% ke 4.537.

Penjualan naik tipis, laba bersih ARNA tumbuh 14% di semester I

JAKARTA. Laba bersih PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) naik 14% di semester pertama tahun ini. Laporan keuangan perseroan (27/7) menunjukkan, perseroan mengantongi laba bersih senilai Rp 49,562 miliar dalam enam bulan pertama tahun ini. Sedangkan, pada periode serupa tahun lalu senilai Rp 43,488 miliar.

Kenaikan tipis laba bersih ARNA seirama dengan penjualan bersihnya yang juga hanya tumbuh 13,9% di semester pertama ini. Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 466,342 miliar, dibandingkan semester satu 2010 sekitar Rp 411,285 miliar.

Namun, laba kotor hanya mampu naik 10%, karena pertumbuhan penjualan juga diiringi kenaikan beban pokok penjualan.

Pendapatan juga tergerus kenaikan beban usaha yang cukup signifikan, sehingga di akhir Juni 2011, laba usahanya tercatat hanya Rp 75,756 miliar, atau turun 9% dibanding semester satu tahun lalu yang mencapai Rp 83,229 miliar.

Tapi, susutnya beban bunga dan beban bank selama enam bulan pertama di tahun ini berhasil menopang laba bersih perseroan. Apalagi, ARNA mendapat tambahan pemasukan dari laba penjualan aset tetap sebesar Rp 296,591 juta. Sementara, pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan justru membukukan rugi Rp 12,764 miliar dari pos tersebut.

Maka meski tipis, perusahaan berhasil meraih kenaikan laba. Seiring bertumbuhnya laba bersih ARNA, maka laba bersih per saham dasar juga meningkat dari Rp 24 per saham, menjadi Rp 27 per saham di paruh pertama tahun ini.

Naik 12,3%, Laba Bersih ARNA Capai Rp49,5 Miliar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) pada semester I 2011 membukukan laba bersih mencapai Rp49,5 miliar dari periode yang sama tahun 2010 sebesar Rp43,4 miliar, atau naik 12,3%.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Rabu (27/7). Kinerja ini didukung penjualan bersih semester I 2011 sebesar Rp468,3 miliar dari Rp411,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dengan beban pokok penjualan mencapai 318,2 miliar maka laba kotor menjadi Rp150,05 miliar dari Rp136,5 miliar di semester I 2010. Namun dengan beban usaha mencapai Rp74,3 miliar maka laba usaha menjadi Rp75,7 miliar dari Rp83,2 miliar di semeser I 2010 lalu.

Untuk laba sebelum pajak sebesar Rp67,5 miliar dibandingkan Rp59,3 miliar di semester I 2010. Dengan demikian laba bersih setelah dipotong pajak menjadi Rp49,5 miliar dengan laba bersih per saham mencapai Rp27 dari Rp24 di semester I 2010.

Perseroan mencatatkan jumlah aset menjadi Rp827,3 miliar dari Rp849,5 miliar di semester I 2010 lalu.

Masuk UMA, BEI Awasi Saham AKPI

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) terperangkap sistem Unusual Market Activity (UMA) akibat peningkatan harga dan aktivitas transaksi saham yang di luar kebiasaan.

Menurut Drektur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito dalam laporan resminya, Rabu (27/7), otoritas akan meminta konfirmasi dari peningkatan harga saham dibandingkan periode sebelumnya. Oleh karena itu BEI saat ini sedang mencermati perkembangan harga dan aktivitas transaksi saham.

Dalam laporan resminya, BEI mengimbau investor agar memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, investor diminta agar mencermati kionerua perusahaan dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Pilot berencana mogok terbang, saham GIAA memerah

JAKARTA. Saham PT Garuda Indonesia (GIAA) kembali terjungkal. Pada pukul 14.22, saham GIAA tercatat melorot 1,92% menjadi Rp 510.

Data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini adalah Asjaya Indosurya senilai Rp 448,75 juta, Bumiputera Capital senilai Rp 255 juta, dan Waterfront Securities senilai Rp 127,50 juta.

Sepertinya, aksi jual atas saham maskapai penerbangan ini terkait dengan kondisi internal perusahaan. Sekadar informasi, besok (28/7), Asosiasi Pilot Garuda mengancam akan melakukan aksi mogok kerja. Ancaman tersebut akan dilaksanakan jika mediasi tentang perjanjian bekerja sama (PKB), dengan jajaran direksi Garuda tidak menemukan titik temu. Mereka menuntut kesetaraan gaji antara pilot asing dan lokal.

Dollar tertekan, CPO lanjut reli hari kedua

Dollar tertekan, CPO lanjut reli hari kedua
JAKARTA. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) lanjut reli hari kedua. Kenaikan masih dipicu spekulasi memburuknya kondisi tanaman kedelai di AS, sehingga mendongkrak permintaan minyak sawit.

Kontrak CPO untuk pengiriman Oktober di Malaysia Derivatives Exchange sempat naik 0,6% ke level RM 3.138 atau setara US$ 1.067 per metrik ton, sebelum menutup sesi perdagangan pagi di RM 3.134 di Kuala Lumpur.

Harga komoditas topis ini juga terangkat seiring melemahnya dollar, dan ekspektasi lebih kuatnya permintaan pada bulan mendatang. Dollar tumbang terhadap mayoritas mata uang utama dunia, dan berada pada posisi 77,78 yen di Tokyo. Ini posisi terlemahnya sejak 17 Maret. Sementara, permintaan CPO diperkirakan meningkat pada bulan Ramadhan yang akan dimulai Agustus ini.

Analis CIMB Investment Bank Bhd. Ivy Ng menyebut, reli minyak sawit terkait kondisi cuaca di AS. Departemen perkebunan AS (USDA) memperkirakan 62% tanaman kedelai di AS dalam kondisi yang baik per 24 Juli, lebih rendah dibanding pekan sebelumnya yang mencapai 64%, dan 67% di tahun lalu.

"Pelemahan dollar AS juga membantu naiknya harga CPO, sebab orang beralih dari dollar ke komoditas dan aset lainnya di tengah ketidakpastian isu utang AS," ujar Ng, hari ini.

Kontrak kedelai untuk pengiriman November di Chicago naik 0,4% ke US$ 13,9450 per bushel. Sedangkan, minyak kedelai untuk pengiriman Desember reli 0,3% ke 57,63 sen per pound.

DILD lakukan toping off hotel baru di Semarang

JAKARTA. PT Intiland Development Tbk (DILD) melalui anak usahanya PT Intiwhiz International menggelar penutupan atap atau topping off Whiz Hotel Semarang, hari ini. Prosesi pelaksanaan topping off dilakukan secara seremonial di Semarang oleh Moedjianto Soesilo Tjahjono, presiden direktur dan chief operating officer Intiwhiz.

Moedjianto mengungkapkan, proses pembangunan konstruksi Whiz Hotel Semarang berjalan cukup lancar dan sesuai jadwal yang direncanakan. Pihaknya optimistis pembangunan hotel ini selesai tepat waktu, sehingga bisa mulai beroperasi pada November 2011.

“Whiz Hotel Semarang akan buka sekitar bulan November 2011. Kami yakin hotel ini akan sukses dan menjadi salah satu hotel favorit di Semarang,” kata Moedjianto.

Whiz Hotel Semarang berlokasi di kawasan strategis, yakni di jalan Piere Tendean, Semarang. Menempati lahan seluas 950 meter persegi, hotel ini nantinya akan berupa bangunan setinggi 10 lantai plus satu lantai basement untuk fasilitas parkir.

Hotel dengan nilai investasi sekitar Rp50 miliar ini nantinya akan menyediakan sebanyak 147 kamar. Selain dilengkapi ruangan untuk sarapan pagi, hotel ini menyediakan pula ruangan rapat berkapasitas untuk 80 orang. Sementara untuk area publik dan lobby, tersedia gratis fasilitas akses internet nirkabel bagi para tamu yang menginap.

Manajemen Intiwhiz menilai pesatnya perkembangan ekonomi di kawasan Semarang, merupakan ceruk pasar yang potensial bagi industri perhotelan. Apalagi sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, Semarang merupakan salah satu kota favorit untuk penanaman modal investasi.

Potensi tersebut salah satunya tercermin dari jumlah penumpang pesawat yang melalui Bandar Udara Ahmad Yani yang terus meningkat. Data dari PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang menyebutkan pada hari-hari biasa jumlah penumpang pesawat yang melalui Bandar Udara Ahmad
Yani tercatat rata-rata mencapai 3.000 orang per hari.

Jumlah tersebut akan meningkat menjadi 3.500-4.000 penumpang perharinya di saat liburan atau musim liburan. Pada saat ini tercatat terdapat 30 kali keberangkatan maskapai penerbangan dari Bandara Ahmad Yani, dengan tujuan antara lain Jakarta, Surabaya, Banjarmasin, dan kota-kota tujuan lainnya.

“Pertumbuhan jumlah penumpang pesawat adalah salah satu indikator penting yang menunjukan potensi di industri perhotelan. Kami yakin industri perhotelan di Semarang akan tumbuh pesat seiring pertumbuhan ekonomi dan bisnis,” kata Moedjianto.

Bursa Eropa Diprediksi akan Melanjutkan Koreksi

Headline
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa pada perdagangan Rabu (27/7) diprediksi akan melemah. Investor mengabaikan ketidakpastian utang AS dan menjelang rilis pendapatan perusahaan.

Indeks FTSE diprediksi turun 10 poin, indeks DAX akan turun 19 poin dan CAC akan turun 6 poin. Pada perdagangan kemarin, bursa Eropa melemah. Euro juga stabil di 1,4 per US$.

Hari ini akan banyak rilis kinerja kuartal II 2011 seperti perusahaan alat berat Arvelor-Mittal, Daimler dan BAT. Perusahaan Jerman juga akan merilis data perusahaan perangkat lunak SAP yang diprediksi naik 3,5% setelah menaikkan outlook meskipun ada kekhawatiran tentang ekonomi Eropa.

Sementara bursa Asia bergerak mixed seperti indeks Hang Seng naik 0,05% ke 22.583, indeks Nikkei turun 0,5% ke 10,047, indeks Shanghai naik 0,6% ke 2.719 dan indeks ASX turun 0,7% ke 4.537.

Saham Batu Bara Pilihan Analis

Medium
INILAH.COM, Jakarta – Saham sektor tambang siang ini bergerak variatif di tengah gelombang aksi profit taking investor. Namun, para analis masih melihat peluang di tengah koreksi ini.

Misalkan saja Christine Salim, Head of Research Samuel Securities. Ia merekomendasikan saham tambang batu bara, salah satunya TB Bukit Asam (PTBA) karena harga jual ekspor perseroan yang mencapai rekor tertinggi. Adapun emiten ini diperdagangkan pada PER 2012 sebesar 12,5 kali, “Rekomendasi maintain buy dengan target harga mencapai Rp27.500, “ujarnya.

PTBA selama semester pertama 2011 membukukan pendapatan sebesar Rp5,1 triliun dan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun. Ini berarti masing-masing mengalami kenaikan 34,9% YoY dan 77,4% YoY. Kenaikan pendapatan ditopang peningkatan volume penjualan dan harga jual batubara.

Volume penjualan naik dari 6,44 juta ton atau 2% menjadi 6,54 juta ton. Sementara harga jual rata-rata domestik naik 27% YoY menjadi Rp760,554 per ton dan harga jual ekspor naik 62% YoY menjadi US$98.83 per ton.

Menurut Christine, kinerja semester pertama 2011 PTBA sebenarnya sedikit di bawah harapan, dengan pendapatan dan laba bersih hanya mewakili 41% dan 41,5% dari proyeksi 2011. Realisasi harga jual rata-rata berhasil di atas estimasi, namun volume penjualan hanya mencapai 39% dari target 2011 sebesar 16,8 juta ton.

“Secara historikal, kinerja semester dua 2011 akan lebih tinggi karena produksi batubara yang lebih tinggi,” katanya.

Saham lain yang disarankan Christine adalah Indo Tambangraya Megah (ITMG) karena fundamental perseroan yang solid. Saham ini diperdagangkan pada PER 2012 sebesar 11,8 kali, ketimbang rata-rata sektor sebesar 12 kali. Namun, EV/cadangan relatif tinggi dan premium di 18,7 kali, dibandingkan rata-rata sektor 12,3 kali. “Rekomendasi hold dengan target harga Rp55.600, menyiratkan PER 2012 sebesar 13,2 kali,” ujarnya.

Christine menilai kemampuan perusahaan untuk menguangkan cadangan dan sumber daya menjadi kunci utama masa depan pertumbuhan. Hal ini didukung posisi kas yang kuat. ITMG memiliki tingkat leverage terendah dan arus kas terkuat dibanding perusahaan batubara sejenis.

Pada Maret 2011, ITMG membukukan kas bersih US$ 384 juta dan untuk tahun ini, perusahaan diperkirakan menghasilkan arus kas bebas US$ 312 juta serta US$ 452 juta pada 2012, “Hal ini memungkinkan perusahaan mendistribusikan dividend yield yang tinggi.”

Sementara itu, ekspor ITMG memiliki eksposur yang lebih baik ketimbang BUMI dan ADRO, karena tata kelola perusahaan yang baik. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari Banpu Thailand, dengan 65% kepemilikan. Posisi mengambang perusahaan saat ini adalah 35%.

ITMG juga memiliki eksposur tinggi untuk harga batu bara, karena sekitar 97% produknya diekspor. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa setiap kenaikan 5% harga batubara, penghasilan akan naik 14,3% pada 2011 dan 13,9% pada 2012.

Christine pun mengaku tidak memiliki keraguan pada fundamental ITMG yang solid, tetapi kondisi cadangan telah menjadi isu penting dan kelemahan untuk ITMG. Pasalnya, dengan cadangan saat ini sebesar 330 juta ton dan sumber daya 1.640 juta ton, serta asumsi tingkat produksi 25 juta ton, “Ini berarti, cadangan ITMG diperkirakan habis pada 2024, sebelum kontrak pertambangan berakhir pada 2035,” paparnya.

Pada perdagangan Rabu (27/7) siang ini, sektor tambang terpantau terkoreksi di tengah upaya bursa untuk menguat lebih lanjut. Saham-saham sektor ini pun bergerak variatif. PTBA berhasil menguat Rp300 ke level Rp21.350, ITMG dan BUMI turun masing-masing Rp150 ke level Rp51.650 dan Rp50 ke Rp3.075. Sedangkan ADRO stagnan di level Rp2.575.

Yuganur Wijanarko, analis dari HD Capital menilai, kenaikan IHSG ke level tertinggi memang rentan profit taking. Namun, penurunan akan terbatas oleh beberapa emiten dengan kapitalisasi besar yang masih dalam tahap tren positif. Untuk saham tambang, pilihannya adalah Adaro Energy (ADRO) dan Bumi Resources (BUMI).

Menurutnya, langkah ADRO untuk masuk ke bisnis pembangkit listik domestik dengan partner dari Jepang dapat meningkatkan permintaan batubara dan nilai jual perseroan terhadap pembeli batubara di kemudian hari. “Rekomendasi beli dengan target harga mencapai Rp2.750,” katanya.

Sementara BUMI menarik didorong sentimen positif dividend Rp44/saham yang cum hari ini. Pergerakan harga yang mencoba menutup price gap atas di Rp.3.100 kelihatannya akan berlanjut hingga menguji resistance berikutnya di Rp.3.250-3.300 atau moving average 50 harian. “BUMI berpotensi menguat dengan target harga mencapai Rp3.300,”ujarnya. [mdr]

Investasi tahap pertama pabrik rafinasi TBLA senilai US$ 30 juta

JAKARTA. PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) sudah mulai melakukan pembangunan tahap pertama untuk pabrik gula rafinasi di Way Lunik, Lampung. Tahap pertama pembangunan pabrik berkapasitas 600 ton per hari tersebut diperkirakan menelan dana sebesar US$ 30 juta.

Pada tahap pertama ini, TBLA akan melakukan pembangunan pondasi dan mendatangkan mesin-mesin dari Thailand.

"Untuk sementara pendanaannya berasal dari cash flow. Nanti dilihat lagi kalau lebih, baru kami akan mencari pinjaman perbankan, " ujar Wakil Presiden Direktur TBLA Sudarmo Tasmin, Rabu (27/7).

Sebelumnya, Sudarmo mengungkapkan secara keseluruhan, pabrik rafinasi tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 618 miliar. Sekitar 65% dari kebutuhan tersebut didanai menggunakan fasilitas pinjaman dari salah satu bank lokal, sedangkan sisanya ditalangi kas internal.

Perseroan memperkirakan pabrik tersebut akan rampung pada semester kedua 2012.

Refloating Dinilai Wajar untuk Tambah Saham

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kewajiban refloating minimal 20% dinilai wajar untuk meningkat likuiditas saham di bursa. Ini dilakukan setelah pengambilalihan perusahaan dan tender offer.

"Kewajiban refloating ini wajar agar likuiditas saham meningkat. Dengan pengendali baru ini diharapkan pelaksanaan good corporate governance agar baik," ujar Anggota Kehormatan Konsultan Pasar Modal, Fred Tumbuan. Menurut Fred, refloating sebagai kewajiban moral untuk akuisisi.

Hal senada diungkapkan, Direktur Utama BEI Ito Warsito. Menurutnya, dengan refloating tersebut membuat likuiditas saham semakin likuid pasca-pengambilalihan perusahaan terbuka dan tender offer.

"Likuiditas saham jadi turun pasca diambilalih pihak lain dan tender offer oleh karena itu refloating menjadi kewajiban," ujar Ito saat acara Diskusi Panel Implikasi Perubahan Pemegang Saham Pengendali atas Pengambilalihan Perusahaan Terbuka dan Tender Offer, Rabu (27/7).

Pasca-pengambilalihan perusahaan terbuka dan tender offer membuat kepemilikan saham publik semakin kecil. Salah satu akuisisi yang besar dilakukan yaitu pengambilalihan PT HM Sampoerna oleh Philip Morris. Saat ini kepemilikan saham publik HM Sampoerna tinggal 1,79%.

Ito menuturkan, memang HM Sampoerna belum akan mengambil langkah untuk menambah saham ke publik. Tetapi manajemen HM Sampoerna berkomitmen untuk tetap menjadi perusahaan terbuka.

Terkait perusahaan yang masih memiliki saham di publik relatif kecil, Kepala Biro PKP Sektor Riil Bapepam-LK Anis Baridwan, pihaknya dan BEI hanya dapat mengimbau kepada emiten untuk menambah saham ke publik.

Penambahan saham ini bisa dilakukan dengan penawaran umum terbatas dan stock split. "Saat ini kita baru himbau saja, dan belum ada insentif yang diberikan," tegas Anis.

Lebih lanjut ia mengatakan, ketika perusahaan itu diambilalih dan melakukan tender offer serta berencana go private maka perusahaan itu wajib melaporkan sejak awal untuk rencana go private. Rencana go private itu harus meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sementara itu, advokat dan anggota Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal Indonesia, Indra Savitri menuturkan, dalam refloating 20% pascaakuisisi dan tender juga harus disebar. Kepemilikan saham juga harus diperhatikan pada saat pelaksanaan refloating.

"Ketika refloat 20 persen harus dipersiapkan dengan baik, jangan sampai pemilik lama yang memiliki saham itu lagi," ujar Indra. [hid]

Penjualan naik, laba bersih MAPI tumbuh 57,5% di semester I

Penjualan naik, laba bersih MAPI tumbuh 57,5% di semester I
JAKARTA. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) membukukan laba bersih sebesar Rp 157,15 miliar di semester pertama tahun ini. Angka tersebut naik 57,5% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp 99,75 miliar.

Laporan keuangan perseroan (27/7) menunjukkan, pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang naiknya angka penjualan bersih sekitar 24% menjadi Rp 2,658 triliun di akhir Juni tahun ini.

Adapun, laba kotor MAPI meningkat 27% menjadi Rp 1,364 triliun. Kenaikan tidak signifikan, sebab seiring bertumbuhnya penjualan perseroan, maka beban pokok penjualannya pun bertambah. Beban penjualan tercatat naik dari Rp 1,077 triliun di paruh pertama 2010, menjadi sekitar Rp 1,294 di semester pertama tahun ini.

Namun, meningkatnya beban usaha berupa biaya distribusi dan beban administrasi agak menggerus laba kotor perseroan. Meski begitu, di akhir Juni 2011 ini, MAPI masih mampu membukukan pertumbuhan laba bersih.

Seiring naiknya laba bersih, maka laba bersih per saham dasar juga ikut meningkat dari Rp 60 per saham di semester pertama 2010, menjadi Rp 95 per saham di akhir semester 2011.

Adapun, hingga penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, saham MAPI di perdagangkan 1,74% ke level Rp 4.375 per saham.

MAPI Berhasil Dongkrak Laba 57,54%

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih konsolidasi sebesar 57,54% menjadi Rp157,15 miliar pada Semester 1-2011 dari Rp99,75 miliar pada periode serupa 2010.

Kenaikan laba bersih di Semester 1-2011 ini disebabkan peningkatan pendapatan bersih Perseroan menjadi Rp2,66 triliun dari Rp2,15 triliun pada Semester 1-2010.

Kewajiban jangka pendek Perseroan juga naik menjadi Rp1,74 triliun pada Semester 1-2011 dibanding periode yang sama 2010 sebesar Rp1,47 triliun. Sementara ekuitas perusahaan naik menjadi Rp1,62 triliun dari Rp1,47 triliun.

Rekor Lagi, IHSG Sesi I Ditutup Naik ke 4.158,85

INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan sesi Rabu (27/7), IHSG ditutup naik 0,63% ke level 4.158,85.

Penguatan indeks siang ini lebih disebabkan laporan kinerja keuangan beberapa emiten, khususnya bank yang cukup baik. Terpantau saham sektor finance naik 1,63%. Saham-saham yang tercatat naik tajam juga terjadi di sektor perdagangan sebesar 1,7% dan industri dasar 1,38%.

Sebanyak 128 saham tercatat naik siang ini, 118 saham turun, dan 79 saham masih stagnan. Indeks LQ45 pada penutupan sesi I ini naik 0,82% ke level 737,07, sementara JII naik 0,76% ke level 576,46.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 3,89 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,61 triliun. Asing terpantau masih berada di pasar dengan mencatatkan net foreign buy senilai Rp203,63 miliar.

Di Asia, Shanghai naik 0,06%, Hang Seng turun 0,07%, KLSE naik 0,01%, Nikkei turun 0,53%, STI turun 0,13%, dan Seoul naik 0,04%.

Saham-saham yang naik tajam siang ini adalah UNTR yang naik 5,04%, ASII naik 1,48%, SMDR naik13,37%, KKGI naik 6,2%, AALI naik 1,49%, dan AKPI naik 13,97%.

Ini dia tiga bluechips yang bikin indeks garang di sesi I

JAKARTA. Indeks cetak rekor penutupan baru lagi siang ini. Pada pukul 12.00, indeks bertambah 26,07 poin menjadi 4.158,85.

Sejumlah saham bluechips yang membuat indeks garang antara lain:

- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Saham BBRI naik 3,01% menjadi Rp 6.850 di sesi I. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: JPMorgan Securities senilai Rp 70,42 miliar, Merrill Lynch Indonesia senilai Rp 29,93 miliar, dan Credit Suisse Securities senilai Rp 28,23 miliar.

- PT United Tractors (UNTR)

Saham UNTR naik 5,05% menjadi Rp 27.050 di sesi I. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: Credit Suisse Securities senilai Rp 26,60 miliar, CLSA Indonesia senilai Rp 16,05 miliar, dan Citigroup Securities senilai Rp 13,24 miliar.

- PT Astra International (ASII)

Saham ASII naik 1,49% menjadi Rp 75.050 di sesi II. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: Bahana Securities senilai Rp 36,22 miliar, Credit Suisse Securities senilai Rp 32,30 miliar, dan Kim Eng Securities senilai Rp 7,67 miliar.