INILAH.COM, New York - Indeks Futures AS menunjukan kenaikan untuk Wall Street pada perdagangan Kamis (3/3). Investor bersiap merespon laporan mingguan tentang pengangguran dan Bank Sentral Eropa yang akan memutuskan tingkat suku bunga.
Beberapa saham ditutup naik pada perdagangan Rabu kemarin dengan proyeksi pekerjaan. Pada Kamis waktu AS, akan merilis data klaim pengangguran tepatnya pukul 08:30. Walaupun investor tetap waspada dengan krisis politik di dunia Arab dan kenaikan harga minyak mentah dunia.
Harga minyak turun pada Kamis ini setelah Liga Arab menganggap Libya bersedia berdamai. Meskipun pedagang tetap skeptis dengan propsek itu akan mengakhiri krisis di Libya.
Para ekonom mengharapkan awal bulan klaim pengangguran 400 ribu setelah pada pekan lalu 391 ribu sesuai jajak pendapat yang dilakukan Briefing.com.
Pada Rabu kemarin data ADP sektor swasta menunjukan dapat menyerap 217 ribu pekerjaan dan jumlah ini bukan sebagai indikasi penyerapan pekerjaan dari sektor pemerintah. Namun ini positif bagi psikologi pasar. Data penjualan ritel juga akan dirilis hari ini. Investor akan mengacuhkan keputusan soal suku bunga dari Bank Sentral Eropa.
Bank secara luas diperkiakan akan mempertahankan suku bunga secara stabiul di 1 persen. Tetapi bisa menjadi bank pertama yang menaikkan suku bunga kalau mencoba untuk memerangi inflasi.
High risk high return, high return high lost.
So be careful in making investments.
Investment in yours hands. Good luck & do the best . . . . . . . .
Kamis, 03 Maret 2011
Indeks Futures AS Bisa Dorong Wall Street Naik
Saham BUMI Terbanyak Dibeli Investor Asing
Demikian dikutip dari data BEI, Kamis (3/3). Indeks ditutup ditutup naik 8,3 poin (0,24%) ke 4.94,5. Volume perdagangan mencapai 6,5 miliar saham senilai Rp4,5 triliun. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp310,08 miliar dengan pembelian asing sebesar Rp1,6 triliun dan penjualan asing Rp1,3 triliun.
Urutan kedua saham BNBR mencapai 58,8 juta saham dari volume perdagangan 521,5 juta saham dengan total transaksi senilai Rp35,2 miliar. Urutan ketiga saham BBRI mencapai 26,2 juta saham dari volume perdagangan 45,1 juta saham dengan total transaksi senilai Rp221,4 miliar. Urutan keempat saham BMRI mencapai 18,9 juta saham dari volume perdagangan 38,6 juta saham dengan total transaksi senilai Rp238,8 miliar.
Urutan kelima saham MNCN mencapai 8,9 juta saham dari volume perdagangan 30,7 juta saham dengan ttoal transaksi senilai Rp32,6 miliar. Urutan keenam saham ASRI mencapai 8,3 juta saham dari volume perdagangan 42,06 juta saham dengan total transaksi senilai Rp10,5 miliar. Urutan ketujuh saham BBTN mencapai 7,7 juta saham dari volume perdagangan 23,6 juta saham dengan total transaksi senilai Rp34,6 miliar.
Urutan kedelapan saham BBCA mencapai 7,01 juta saham dari volume perdagangan 25,5 juta saham dengan total transaksi senilai Rp169,8 miliar. Urutan kesembilan saham PTPP mencapai 6,7 juta saham dari volume perdagangan 20,5 juta saham dengan nilai transaksi Rp12,2 miliar. Urutan kesepuluh saham LSIP mencapai 5,9 juta saham dari volume perdagangan 28,7 juta saham dengan nilai transaksi Rp65,5 miliar.
Data AS dan Korsel Picu Bursa Eropa Positif
Indeks FTSE naik 60,3 poin (1,02%) ke 5.975,2, indeks CAC naik 40,19 poin (1%) ke 407.51 dan indeks DAX naik 57,07 poin ke 0,7%) ke 7.238,19 seperti dikutip dari finance.yahoo.com.
Sikap pemimpin Libya dan Presiden Liga Arab yang menyetujui rencana perdamaian dari Presiden Venexuela Hugo Chavez untuk mengakhiri krisis di Afrika Utara. Hal ini membuat harga minyak Bren menjadi US$115 per barel. Meskipun terjadi kekerasan antara kelompok demontran dengan pendukung Muamar Gaddafi terus menekan pasar.
Data pengangguran AS yang turun dan pernyataan The Fed dengan kondisi ekonomi AS telah membantu menaikan pasar modal AS. Selain itu kenaikan produksi industri manufaktur Korsel juga memberikan harapan pemulihan ekonomi AS. "Gangguan mungkin tetap timbul dari ketidakpastian di dunia Arab," ata Zahid Mahmodd, dealer senior di Capital Spreads.
Inilah Daftar 10 'Top Foreign Sell' Hari Ini
Demikian dikutip dari data BEI, Kamis (3/3). Indeks ditutup ditutup naik 8,3 poin (0,24%) ke 4.94,5. Volume perdagangan mencapai 6,5 miliar saham senilai Rp4,5 triliun. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp310,08 miliar dengan pembelian asing sebesar Rp1,6 triliun dan penjualan asing Rp1,3 triliun.
Urutan kedua saham TRUB mencapai 18,8 juta saham dari volume perdagangan 51,1 juta saham dengan total transaksi senilai Rp3,1 miliar. Urutan ketiga saham UNSP mencapai 15,9 juta saham dari volume perdagangan 82,1 juta saham dengan total transaksi senilai Rp29,8 miliar. Urutan keempat saham KIJA mencapai 15,9 juta saham dari volume perdagangan 196,9 juta saham dengan total transaksi senilai Rp23,1 miliar.
Urutan kelima saham LPKR mencapai 13,1 juta saham dari volume perdagangan 96,04 juta saham dengan ttoal transaksi senilai Rp52,2 miliar. Urutan keenam saham BORN mencapai 12,5 juta saham dari volume perdagangan 34,1 juta saham dengan total transaksi senilai Rp49,3 miliar. Urutan ketujuh saham CPIN mencapai 9,9 juta saham dari volume perdagangan 25,5 juta saham dengan total transaksi senilai Rp38,3 miliar.
Urutan kedelapan saham BDMN mencapai 6,6 juta saham dari volume perdagangan 9,4 juta saham dengan total transaksi senilai Rp59,3 miliar. Urutan kesembilan saham RODA mencapai 6,3 juta saham dari volume perdagangan 10,7 juta saham dengan nilai transaksi Rp1,1 miliar. Urutan kesepuluh saham BHIT mencapai 5,8 juta saham dari volume perdagangan 45,4 juta saham dengan nilai transaksi Rp8 miliar.
Saham Bank Angkat IHSG Naik Tipis 8 Poin
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di Rp 8.805 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.810 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat tipis 1,215 poin (0,03%) ke level 3.487,412. Bangkitnya bursa-bursa di Asia memberi sentimen positif terhadap laju indeks.
Dengan volume perdagangan yang tidak terlalu ramai membuat indeks bergerak fluktuatif. Indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya di level 3.483,803.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (3/3/2011), IHSG menguat 13,087 poin (0,37%) ke level 3.499,284. Investor mulai memburu kembali saham-saham bank dan konsumer.
Volume dan nilai transaksi perdagangan meningkat atas akuisisi yang dilakukan PT Bank Rakyat IndonesiaTbk (BBRI) terhadap PT Bank Agro Niaga Tbk (AGRO) senilai Rp 303 miliar yang difasilitasi Bahana Securities (DX) dan OSK Nusdana Securities (DR).
Menutup perdagangan, Kamis (3/3/2011), IHSG naik tipis 8,342 poin (0,23%) ke level 3.494,539. Sementara Indeks LQ 45 naik 2,614 poin (0,42%) ke level 621,233.
Maraknya pembelian terhadap saham-saham di sektor finansial, terutama bank tampaknya belum mampu mengangkat indeks kembali ke level 3.500. Saham-saham itu tak hanya diburu oleh investor asing, tetapi juga investor lokal.
Transaksi investor asing pada perdagangan hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign nett buy) senilai Rp 310,148 miliar di pasar negosiasi dan reguler. Dana asing kembali parkir di bursa.
Hampir seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat. Kenaikan paling tinggi dicetak oleh sektor aneka industri, sementara sektor tambang dan industri dasar mendekati akhir perdagangan.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 90.998 pada volume 6,496 miliar lembar saham senilai Rp 4,767 triliun. Sebanyak 127 saham naik, 77 saham turun, dan 90 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional bergerak mixed sore ini, padahal pagi tadi seluruhnya menguat secara signifikan. Beberapa laju penguatannya tertahan, namun hanya bursa China yang masuk zona merah.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 9,98 poin (0,34%) ke level 2.903,83.
- Indeks Hang Seng naik tipis 73,76 poin (0,32%) ke level 23.122,42.
- Indeks Nikkei 225 menguat 93,64 poin (0,89%) ke level 10.586,02.
- Indeks Straits Times naik 25,82 poin (0,85%) ke level 3.053,33.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 2.100 ke Rp 42.100, Bayan (BYAN) turun Rp 900 ke Rp 16.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 35.850, dan Bank Tabungan Pensiunan (BTPN) turun Rp 250 ke Rp 11.200.
(ang/qom)
BEI Belum Niat Delisting Arpeni dari Bursa
Demikian disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito kepada detikFinance, Kamis (3/3/2011).
"Iya, sebenarnya (sanki lanjutan)suspensi. Tapi kondisinya perseroan sudah disuspensi. Kita ga langsung delisting, karena merugikan pemegang saham," jelasnya.
Memang manajemen APOL sudah dikenakan sanksi peringatan tertulis III dan denda Rp 150 juta, karena belum menyampaikan laporan keuangan diaudit sejak 30 September 2010. Sanksi ini merupakan lanjutan setelah sebelumnya sudah ada peringatan tertulis II dan denda Rp 50 juta pada 14 Februari lalu.
Bahwa, sanksi suspen terakhir telah dialamatkan kepada saham APOL di Pasar Reguler dan Pasar Tunai pada 20 Desember 2010.
Bursa kini ingin mengetahui kondisi perusahaan, hingga syarat sebagai emiten dengan menyampaikan laporan keuangan secara berkala, lalai dilakukan manajemen APOL.
"Ya memang peringatan ini karena laporan keuangan. Kalau sudah begitu, kita lihat penyebabnya apa," papar Eddy.
"Kita lihat jawaban mereka seperti apa. Ketemu kan dulu sudah sering. Kalau dibutuhkan (bertemu kembali)," ucapnya.
BEI juga menilai, saat ini perseroan masih dalam kondisi yang berat. Hingga Bursa memberikan waktu kepada manajemen untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
"Perseroan berat. BEI punya tentang rasa," tuturnya.
Menurut Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil I Gede Nyoman Yetna, keputusan terakhir didasarkan atas ketentuan III.1.6.1.1 peraturan No.1-E bahwa laporan keuangan internal yang diaudit, harus disampaikan Bursa paling lambat 3 bulan setelah laporan keuangan interm dimaksud.
Juga atas ketentuan II.6.3 Peraturan I-H tentang sanksi peringatan ketiga dan tambahan denda RP 150 juta. Bursa mengatakan, hingga tanggal 1 Maret 2011, manajemen Arpeni juga belum menyampaikan laporan keuangan periode yang dimaksud.
"Mengacu pada ketentuan II.6.3 Peraturan I-H Tentang Sanksi, Bursa telah memberikan peringatan tertulis III dan tambahan denda sebesar Rp 150 juta kepada Arpeni Pratama Ocean Line," imbuhnya.
Laporan Keuangan Telat, Arpeni Kena Denda Rp 150 Juta
Menurut Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil I Gede Nyoman Yetna, dalam keterangan tertulisnya, keputusan ini didasarkan atas ketentuan III.1.6.1.1 peraturan No.1-E bahwa laporan keuangan internal yang diaudit, harus disampaikan Bursa paling lambat 3 bulan setelah laporan keuangan interm dimaksud.
Juga atas ketentuan II.6.3 Peraturan I-H tentang sanksi peringatan ketiga dan tambahan denda RP 150 juta. Bursa mengatakan, hingga tanggal 1 Maret 2011, manajemen Arpeni juga belum menyampaikan laporan keuangan periode yang dimaksud.
"Mengacu pada ketentuan II.6.3 Peraturan I-H Tentang Sanksi, Bursa telah memberikan peringatan tertulis III dan tambahan denda sebesar Rp 150 juta kepada Arpeni Pratama Ocean Line," ucapnya dalam keterbukaan informasinya, Rabu (2/3/2011).
Sebelumnya, BEI juga mengenakan sanksi peringatan tertulis II dan denda sebesar Rp 50 juta pada 14 Februari lalu. Juga ada sanksi peringatan tertulis I pada 6 Januari 2011.
Bumi Mineral Terbitkan 7,4 Miliar Saham Baru untuk BUMI
Menurut Corporate Secretary BRMS Muhammad Sulthon, convertible note tersebut wajib dikonversi tiga bulan setelah pelaksanaan pencatatan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga konversi yang akan jatuh pada tanggal 9 Maret 2011.
"Perseroan akan menerbitkan sebanyak 7.401.541.000 saham baru yang akan dicatat atas nama Bumi Resources selaku pelaksana konversi," katanya dalam keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia, Kamis (3/3/2011).
Saat ini, BUMI menguasai sebanyak 14,87 miliar lembar saham BRMS atau setara 81,84%. Sisanya beredar di bursa sebanyak 3,3 miliar lembar saham atau setara 18,16%. (ang/dnl)
BRMS dapat dividen US$ 143 juta dari NNT sepanjang 2010
Title : News Story
Header : BRMS dapat dividen US$ 143 juta dari NNT sepanjang 2010
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) masih mengandalkan
likuiditasnya dari pendapatan dividen akibat kepemilikan sahamnya di PT Newmont
Nusa Tenggara (NNT). Maklum, sejumlah kuasa tambangnya masih belum ada yang
beroperasi. Sepanjang 2010 perseroan memperoleh jatah dividen senilai US$ 143
juta atau sekitar Rp 1,28 triliun.
Sebagian besar dana tesebut digunakan untuk membayar sejumlah utang.
Seperti diketahui, BRMS melalui PT Multi Capital menguasai 75% saham PT Multi
Daerah Bersaing (MDB). MDB merupakan perusahaan yang memegang 24% saham Newmont
Nusa Tenggara (NNT). Dengan kepemilikan itu, BRMS secara tidak langsung
memiliki 18% saham NNT.
Direktur Keuangan BRMS Yuanita Rohali mengatakan perseroan telah membayar
sejumlah utang, baik pokok maupun bunga kepada sejumlah kreditur dari deviden
yang diterimanya itu. "Utang ke Credit Suisse sudah dibayar US$ 219 juta, ke
Nomura US$ 21 juta," ujarnya.
BRMS memiliki utang kepada Credit Suisse senilai US$ 300 juta. Pinjaman
yang diperoleh pada 23 Maret 2010 itu berdurasi dua tahun dengan bunga sebesar
London Interbank Offered Rate (LIBOR) plus 7% per tahun dan jatuh tempo setiap
tiga bulan. Pinjaman ini dijamin dengan saham BRMS di NNT.
Dengan demikian, saat ini utangnya kepada Credit Suisse tinggal US$ 81
juta.Selain itu, perseroan juga telah melunasi utangnya kepada Bright Venture
senilai US$ 144,8 juta.
Dana yang dipakai adalah sebagian dari hasil penawaran umum saham perdana
(IPO) pada awal Desember tahun lalu yang totalnya mencapai US$ 232 juta. Maret
2011 mendatang BRMS akan melakukan konversi 7,4 miliar saham kepada induk
usahanya PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di harga Rp 670 per saham.
Sehingga, total nilai transaksinya mencapai Rp 4,95 triliun. Konversi
saham itu dilakukan menyusul diterbitkannya surat utang konversi (mandatory
convertible note/MCN) pada November 2010.
Jika pasca IPO saham BUMI di BRMS sebesar 77,7% dan publik 22,3%, maka
setelah realisasi konversi saham itu dilakukan, kepemilikan BUMI pun menjadi
83,8% dan publik sebesar 16,19%. BRMS memang memiliki sejumlah kuasa
pertambangan, namun belum ada yang menghasilkan.
Untuk tahun lalu, selain dari deviden, manajemen memperkirakan, kantong
BRMS akan terisi dari kinerja salah satu anak usahanya Bumi Resources Japan
Company Ltd. Hingga akhir tahun 2010 diperkirakan anak usahanya yang bererak di
bidang jasa pemasaran itu bisa mencatatkan pendapatan sebesar US$ 14 juta.
Tahun ini pendapatan Bumi Resources Japan diproyeksikan bisa menyumbang
penghasilan sebesar US$ 120 juta bagi BRMS. Selain itu, Yuanita bilang,
perseroan akan memperoleh tambahan pemasukan dari anak usahanya Bumi Mauritania
SA.
Perusahaan yang terletak di Afrika Barat itu mulai akan memproduksi bijih
besi di kuartal IV 2011. Kapasitas produksinya diperkirakan mencapai 600.000
ton per tahun
[ Amailia Putri Hasniawati ]
KONTAN Thu, 03 Mar 2011 ( 12:24:54 WIB )
=======================================================================================
Data ekonomi AS membaik, mayoritas mata uang regional perkasa
Title : News Story
Header : Data ekonomi AS membaik, mayoritas mata uang regional perkasa
Story
=======================================================================================
SINGAPURA. Mayoritas mata uang Asia perkasa hari ini. Penguatan mata uang
regional terjadi setelah the Federal Reserve memberikan pernyataan positif
mengenai perekonomian AS. Selain itu, langkah China yang mengeluarkan kebijakan
untuk mendongkrak anggaran belanja konsumen juga turut mendorong penguatan mata
uang Asia.
Sekadar informasi, Beige Book yang dirilis the Fed kemarin menunjukkan,
ada perbaikan pasar tenaga kerja AS sepanjang awal tahun ini yang dipicu oleh
kenaikan penjualan ritel dan pertumbuhan ekonomi yang solid. Data ini berhasil
mengimbangi sentimen negatif yang datang dari Timur Tengah dan Afrika Utara.
Pada pukul 12.48 waktu Seoul, won Korea Selatan menguat 0,4% menjadi
1.123,45 per dollar. "Data positif dari luar Korea turut membantu penguatan
won," jelas Thomas Harr, head of Asian foreign-exchange strategy Standard
Chartered Plc.
Sementara, peso Filipina menguat 0,3% menjadi 43,38, dollar Taiwan menguat
0,3% menjadi NT$ 29,577, dan dollar SIngapura menguat 0,2% menjadi S$ 1,2687,
posisi paling perkasa sejak 1981. Sedangkan yuan China terapresiasi 0,06%
menjadi 6,5688 per dollar.
"Inflasi sudah bisa dikontrol. Hal ini akan berpengaruh pada suku bunga
acuan yang pada akhirnya mata uang Asia akan terapresiasi dan mengurangi
kebutuhan akan intervensi di pasar mata uang," jelas Nizam Idris, currency
strategist UBS AG di Singapura.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Thu, 03 Mar 2011 ( 12:19:58 WIB )
=======================================================================================
Harga minyak mentah melonjak, saham BUMI ikut melesat
Title : News Story
Header : Harga minyak mentah melonjak, saham BUMI ikut melesat
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Bumi Resoruces Tbk (BUMI) melesat ke level tertinggi
dalam enam pekan terakhir.
Pada pukul 11.42 WIB, saham BUMI melaju hingga 4,2% ke level Rp 3.075 per
saham. Ini level tertingginya sejak 19 Januari lalu. Adapun, hingga penutupan
perdagangan siang ini BUMI masih naik 3,9% ke Rp 3.050 per saham.
Pasar melirik saham produsen batubara terbesar di Indonesia ini seiring
melonjaknya harga minyak mentah dalam tiga hari terakhir ke dekat level
tertinggi dalam 29 bulan. Kenaikan harga minyak menyebabkan naiknya daya tarik
bahan bakar alternatif seperti batubara.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]
KONTAN Thu, 03 Mar 2011 ( 12:19:46 WIB )
=======================================================================================
Minim Sentimen Positif, IHSG Masih Naik 13 Poin
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat tipis 1,215 poin (0,03%) ke level 3.487,412. Bangkitnya bursa-bursa di Asia memberi sentimen positif terhadap laju indeks.
Dengan volume perdagangan yang tidak terlalu ramai membuat indeks bergerak fluktuatif. Sempat naik ke level tertingginya di 3.504,958, namun setelah itu langsung turun ke terendahnya di 3.483,803.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (3/3/2011), IHSG menguat 13,087 poin (0,37%) ke level 3.499,284. Sementara Indeks LQ 45 naik 2,295 poin (0,37%) ke level 620,914.
Investor mulai kembali mengoleksi saham secara kolektif pada perdagangan hari ini. Namun minimnya sentimen positif membuat laju IHSG tidak terlalu kencang.
Arus dana asing pun mulai kembali masuk ke pasar modal. Pemodal asing mulai melakukan pembelian bersih, meski nilainya belum terlalu besar.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 48.236 pada volume 4,963 miliar lembar saham senilai Rp 2,554 triliun. Sebanyak 119 saham naik, 64 saham turun, dan 85 saham stagnan.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 16,59 poin (0,57%) ke level 2.930,40.
- Indeks Hang Seng melaju 229,15 poin (0,99%) ke level 23.277,81.
- Indeks Nikkei 225 menguat 69,02 poin (0,66%) ke level 10.561,40.
- Indeks Straits Times melonjak 34,62 poin (1,14%) ke level 3.062,13.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.700 ke Rp 42.500, Multibreeder (MBAI) turun Rp 250 ke Rp 13.400, Bhakti Capital (BCAP) turun Rp 140 ke Rp 610, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 125 ke Rp 2.350. (ang/qom)
Rabu, 02 Maret 2011
Sesi II, indeks menyerah di level 3.486
Date : Mar 02 2011, 16:28
Title : News Story
Header : Sesi II, indeks menyerah di level 3.486
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhenti di zona
merah. Pada penutupan perdagangan sore ini, IHSG terkunci di level 3.486,197
atau turun 0,75%. Nilai perdagangan hari ini sebesar Rp 3,7 triliun dengan
volume total 3,1 miliar saham.
Melemahnya indeks ini dipicu oleh turunnya sembilan sektor, dipimpin oleh
sektor pertambangan yang terkoreksi 1,73%. 139 saham memerah, 63 naik, dan 77
saham tidak bergerak.
Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) memimpin koreksi bursa setelah anjlok
11,67% ke Rp 1.590. Disusul Mahaka Media Tbk (ABBA) yang turun 8,37% ke Rp 197.
Davomas Abadi Tbk (DAVO) melemah 8,33% ke Rp 66, Kawasan Industri Jababeka Tbk
(KIJA) terkoreksi 7,38% ke Rp 113, dan Wicaksana Overseas International Tbk
(EICO) turun 5,93% ke Rp 111.
Top gainers antara lain diduduki oleh Bhakti Capital Indonesia Tbk (BCAP)
yang terbang 19,05% ke Rp 750, Jakarta International Hotel & Development Tbk
(JIHD) menguat 13,33% ke Rp 850, Citra Kebun Raya Agri Tbk (CKRA) naik 13,11%
ke Rp 138, Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) naik 8% ke Rp 810, dan Centrin
Online Tbk (CENT) menguat 7,74% ke Rp 167.
[ Teddy Gumilar ]
KONTAN Wed, 02 Mar 2011 ( 16:24:54 WIB )
=======================================================================================
Saham ANTM tumbang setelah JP Morgan pangkas prediksi pendapatan
Title : News Story
Header : Saham ANTM tumbang setelah JP Morgan pangkas prediksi pendapatan
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) tumbang ke level terendah tiga
pekan terakhir.
Pada pukul 14.23 WIB, saham ADRO jatuh 3,1% ke level Rp 2.350 per saham.
Ini harga terendah sejak 10 Februari.
Saham ANTM jatuh setelah JP Morgan Chase & Co memangkas estimasi
pendapatan emiten produsen tambang ini di kuartal keempat lalu. Faktor cuaca
diperkirakan menyebabkan lambatnya pengiriman, sehingga biaya penyewaan kapal
meningkat.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]
KONTAN Wed, 02 Mar 2011 ( 14:32:41 WIB )
=======================================================================================
*DJ Bakrie Sumatra 2010 Net Profit IDR758 Bln Vs IDR252.78 Bln - CEO

Date : Mar 02 2011, 14:04
Title : News Story
Header : *DJ Bakrie Sumatra 2010 Net Profit IDR758 Bln Vs IDR252.78 Bln - CEO
Story
=======================================================================================
(MORE TO FOLLOW) Dow Jones Newswires
March 02, 2011 01:54 ET (06:54 GMT)
Copyright (c) 2011 Dow Jones & Company, Inc.- - 01 54 AM EST 03-02-11
=======================================================================================
Juni, UNSP terbitkan global bond US$ 200 juta
Title : News Story
Header : Juni, UNSP terbitkan global bond US$ 200 juta
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) akan menerbitkan
obligasi global (global bonds) untuk refinancing utang yang jatuh tempo pada
2011.
Direktur Utama UNSP Ambono Janurianto bilang, obligasi tersebut untuk
membayar utang jatuh tempo di November 2011 sebesar US$ 185 juta.
"Obligasi harus terbit maksimal Juni 2011. Itu untuk bayar utang," ujar
Ambono,Selasa (2/3).
Ambono menambahkan, penerbitan obligasi global ini memakai tenor waktu
obligasi sekitar 3-5 tahun. Selain itu, anak usaha Grup Bakrie ini menunjuk
Credit Suisse dan Deutche Bank sebagai arranger.
[ Didik Purwanto ]
KONTAN Wed, 02 Mar 2011 ( 13:44:15 WIB )
=======================================================================================
Aksi Profit Taking Paksa IHSG Kembali ke 3.400
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 26,341 poin (0,75%) ke level 3.486,276. Aksi ambil untung membuat indeks jatuh semakin dalam secara perlahan.
Sepanjang perdagangan, indeks terpuruk di zona merah dan sempat jatuh ke posisi terdalamnya di 3.472,559. Posisi tertingginya hari ini di level 3.512,152 pada saat pembukaan bursa.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (2/3/2011), IHSG terkoreksi 27,775 poin (0,80%) ke level 3.484,842. Indeks LQ 45 turun 4,613 poin (0,75%) ke level 618,127.
Aksi ambil untung memaksa indeks kembali ke level 3.400. Selain itu jatuhnya bursa-bursa global dan regional turut membantu pelemahan ini, di samping posisi indeks yang terlalu tinggi dan rawan koreksi.
Seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami koreksi. Penurunan terbanyak diderita oleh saham-saham tambang.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 43.770 pada volume 1,679 miliar lembar saham senilai Rp 1,666 triliun. Sebanyak 41 saham naik, 158 saham turun, dan 72 saham stagnan.
Seluruh bursa regional masih terpuruk di zona merah hingga perdagangan siang ini. Sentimen negatif ini juga membuat laju IHSG tersendat.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 25,30 poin (0,87%) ke level 2.893,62.
- Indeks Hang Seng anjlok 367,23 poin (1,57%) ke level 23.029,19.
- Indeks Nikkei 225 jatuh 170,07 poin (1,58%) ke level 10.583,96.
- Indeks Straits Times turun 27,24 poin (0,89%) ke level 3.040,36.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.150 ke Rp 44.700, Bank Tabungan Pensiunan (BTPN) turun Rp 450 ke Rp 11.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 36.400, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 250 ke Rp 53.750.
ETWA gunakan corporate guarantee untuk menjamin utang anak usaha
Title : News Story
Header : ETWA gunakan corporate guarantee untuk menjamin utang anak usaha
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) menggunakan corporate guarantee
untuk menjamin pinjaman anak usahanya, PT Anugerahinti Gemanusa (AG).
Presiden Direktur Eterindo Wahanatama Immanuel Sutarto dalam keterbukaan
informasi BEI, hari ini menyebut, perseroan juga menjaminkan gadai saham milik
perseroan di anak usahanya sebesar 19% dari total ekuitas perseroan yang
sebesar Rp 264,144 miliar.
Emiten yang bergerak di bidang industri kimia ini merupakan pemilik 99,99%
saham di PT Anugerahinti. Anak usahanya ini baru saja mendapat fasilitas
pinjaman dari PT Bank Mutiara berupa kredit modal kerja dengan plafon sebesar
US$ 10 juta. Jumlah tersebut juga termasuk US$ 6,35 juta untuk pelunasan
kreditur AG.
[ Dupla Kartini ]
KONTAN Wed, 02 Mar 2011 ( 11:51:01 WIB )
=======================================================================================
Laba Indosat Tergerus 56,8% ke Rp 647,2 Miliar
Atas anjloknya laba bersih itu, laba bersih per saham dasar pun mengalami penurunan sebesar 56,8% di 2010 menjadi Rp 119,1 per lembar dari tahun sebelumnya Rp 275,7 per lembar.
Pendapatan perseroan di 2010 hanya naik tipis 5,2% menjadi Rp 19,796 triliun dari tahun sebelumnya Rp 18,824 triliun.
"Indosat memperoleh pertumbuhan pendapatan konsolidasi 5,2% yang didukung oleh pertumbuhan pendapatan seluler yang kuat sebesar Rp 12,1% meskipun non seluler turun 16,7%," kata Direktur Utama Indosat Harry Sasongko dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (2/3/2011).
Pelanggan seluler perseroan pun naik 34,3% dari 33 juta menjadi 44,3 juta. Perseroan juga mencatat kenaikan EBITDA sebesar 9,7% dari Rp 8,774 triliun di 2009 menjadi Rp 9,625 triliun. Sementara marjin EBITDA perseroan naik 2%.
Jumlah utang ISAT di 2010 juga berkurang 5,5% dari Rp 25,474 triliun di 2009 menjadi Rp 24,063 triliun. Indosat mempercepat pembayaran atas fasilitas kredit BCA senilai Rp 1,3 triliun, fasilitas kredit DBS yang totalnya Rp 400 miliar dan kredit Bank Mandiri dengan total Rp 900 miliar.
Selain itu, utang tersebut juga turun karena pelunasan obligasi valuta asing (valas) yang jatuh tempo 2010 sebesar US$ 234 juta, pelunasan awal obligasi US$ 109 juta yang akan jatuh tempo 2012 serta pembayaran obligasi Rp 640 miliar yang jatuh tempo 2010 lalu.
Seiring dengan kinerja di 2010 itu, harga saham perseroan sejak akhir 2009 hingga akhir 2010 lalu sudah naik 14,28% dari Rp 4.725 menjadi Rp 5.400 per lembar.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.10 waktu JATS, saham ISAT berada di posisi Rp 5.050 per lembar, turun Rp 50 (0,98%) dari penutupan kemarin. Sahamnya diperdagangkan 11 kali dengan volume 300 lot senilai 757,2 juta. (ang/dnl)
Kejatuhan bursa Asia ikut menyeret IHSG pagi
Title : News Story
Header : Kejatuhan bursa Asia ikut menyeret IHSG pagi
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Mengikuti tren bursa asia yang kembali terkoreksi awal pagi ini,
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami tekanan. Pada pukul 09.35,
indeks tercatat melorot dengan penurunan 0,91% di level 3.481,599.
Kemorosotan bursa dikarenakan turunnya 82 saham. Sementara, hanya enam
saham yang berhasil bertahan di zona hijau. Sedangkan 38 saham lainnya masih
stagnan.
Semua sektor juga tercatat melemah di awal pembukaan, terutama dipimpin
oleh sektor agrikultur yang turun 1,04% dan sektor keuangan yang juga turun 1%.
Saham-saham yang menjadi top losers pagi ini antara lain PP London Sumatra
Indonesia Tbk (LSIP) yang sempat turun di angka 3,37% ke Rp 2.150, Delta Dunia
makmur Tbk (DOID) turun 2,52% ke Rp 1.160, dan Bank Tabungan Negara (BBTN) yang
turun 2,11% ke Rp 1.390.
Saham bluechips yang menyumbang kejatuhan bursa adalah Adaro Energy Tbk
(ADRO) yang di awal pagi ini turun 2,06% ke Rp 2.375 dan Bank mandiri Tbk
(BMRI) yang turun 1,69% ke Rp 5.800.
Saham top gainers salah satunya yakni Berau Coal Energy Tbk (BRAU) yang
naik 1,92% ke Rp 530.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Wed, 02 Mar 2011 ( 09:54:21 WIB )
=======================================================================================