Rabu, 08 Juni 2011

Restrukturisasi utang, JIHD berencana terbitkan 20,67% saham baru

JAKARTA. Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) berencana menerbitkan saham baru sebagai pelunasan utangnya kepada para kreditur.

Emiten pemilik Hotel Borobudur Jakarta ini, akan mengeluarkan 399.001.282 saham baru atau setara 20,67% dari total modal ditempatkan, dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Adapun, nilai konversinya sebesar Rp 1.250 per saham.

Keterbukaan informasi JIHD menyebutkan, penerbitan saham tersebut dilakukan untuk merestrukturisasi utang perusahaan kepada enam kreditur asal Singapura, yaitu Scale Investment, WS Investment, Chancery, WS Star, WS Development, dan Champ. Adapun, total pokok utang dan bunga yang akan dikonversi menjadi saham senilai US$ 58,436 juta.

Manajemen perseroan menyebut, konversi utang ini dilakukan karena kondisi keuangan perusahaan tidak memungkinkan untuk menyelesaikan utang secara tunai. Nantinya, pasca restrukturisasi, JIHD dapat menggunakan sumber daya ekonomi yang terbatas untuk kegiatan usaha pembangunan hotel dan properti.

"Perusahaan juga berpeluang lebih luas mendapatkan pendanaan dari eksternal untuk membiayai proyek hotel dan properti yang dimiliki melalui anak-anak usaha," ujar manajemen perseroan, dalam keterbukaan informasi BEI.

Pelaksanaan transaksi baru akan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPSLB, pada 22 Juni 2011.

IHSG Terkoreksi, Pilih Saham Tambang

INILAH.COM, Jakarta – IHSG hingga penutupan diperkirakan akan melemah, meski dalam kisaran terbatas. Namun, saham batu bara dinilai masih menarik karena aman dari ancaman koreksi market.

Pada sesi pertama perdagangan Rabu (8/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 14,46 poin (0,38%) ke level 3.828,492. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun tipis 3,77 poin (0,55%) ke angka 678,376.
Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 4,121 miliar lembar saham, senilai Rp3,523 triliun dan frekuensi 53.097 kali. Sebanyak 85 saham menguat, sedangkan 126 saham melemah dan 96 saham stagnan.
Pelemahan indeks sesi pertama, juga diwarnai aksi jual asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 54.8 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp 2.370 triliun sedangkan transaksi jual sebesar Rp 2.424 triliun.
Mayorits sektor kompak mendukung pelemahan indeks. Sektor industri dasar memimpin koreksi 0,79%, disusul infrastruktur 0,61%, manufatktur 0,53%, properti 0,50%, konsumsi 0,48%, perkebunan 0,46%, keuangan 0,45%, aneka industri 0,36% dan pertambangan 0,21%. Hanya sektor perdagangan yang naik tipis 0,02%.
Pengamat pasar modal Willy Sanjaya memperkirakan, pergerakan indeks saham domestik hingga penutupan sore nanti akan melemah terbatas. “Indeks akan bergerak dalam kisaran sempit dengan support 3.815 dan resistance 3.855,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (8/6).

Pelemahan indeks hari ini, menurutnya, dipicu oleh koreksi yang terjadi di bursa regional setelah Gubernur The Fed Ben Bernanke mengakui perlambatan ekonomi AS. Tapi, pada saat yang sama, Bernanke belum menyarankan untuk Quantitative Easing (QE) ketiga setelah QE kedua usai akhir Juni ini. “Karena itu, pasar menjadi khawatir, karena ekonomi AS tidak pasti sehingga membahayakan sentimen global,” ujarnya.

Namun, bagi IHSG sendiri, Willy tetap melihat positif. Sebab, posisi indeks lokal saat ini sudah meninggalkan bursa Singapura yang masih bertenger di level 3.103,31. Artinya, Straits Times Index (STI) sudah terpaut jauh 700 poin. “Baru kali kali ini, dalam sejarah indeks kita meninggalkan Singapura. Sebab, IHSG sudah kokoh di level 3.800-an,” tandas Willy.

Tapi, dia menggarisbawahi, untuk hari ini, indeks domestik akan melemah tipis dalam kisaran pergerakan yang sempit. Apalagi, dari dalam negeri pun belum ada sentimen positif. “Satu-satunya penopang, hanaya faktor perburuan investor pada dividend yield yang sudah mulai dibagikan,” tukasnya.

Di sisi lain, pasar juga menanti akhir Juni untuk menunggu laporan keuangan kuartal II/2011, pada Juli mendatang. “Jadi, sentimen di bulan Juni ini belum ada yang mencolok sehingga belum bisa jadi trigger market,” tuturnya.

Dalam situasi ini, Willy hanya merekomendasikan positif saham-saham di sektor batu bara karena dinilainya masih sangat aman dari ancaman koreksi yang terjadi pada market secara keseluruhan.

Salah satu saham pilihannya adalah PT Bumi Resources (BUMI) di mana BUMI Inc akan listing di bursa London pada 17 Juni 2011 dan akan merilis laporan keuangannya pada 11 Juni ini. Lalu, PT Harum Energy Indonesia (HRUM), PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT Tambang Bukit Asam (PTBA) dan PT Adaro Energy (ADRO). “Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut,” imbuh Willy. [ast]

Asing Jual, IHSG Sesi I Berakhir Turun 0,37%

Medium
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan sesi I Rabu (8/6) ditutup melemah 0,37% ke level 3.828,49.

Pernyataan Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke pada Selasa (7/6) waktu New York masih berdampak negatif terhadap IHSG hingga penutupan sesi I. Asing yang di awal sesi I masih bertahan akhirnya keluar juga dari pasar. Tercatat asing menjual senilai Rp54,81 miliar di akhir sesi I.

Bernanke mengakui ekonomi AS melambat tetapi tidak memberikan saran bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan stimulus moneter lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhan. Hal ini memicu kejatuhan Wall Street dan bursa-bursa di Asia, termasuk Indonesia.

Sebanyak 126 saham tercatat turun, 96 saham stagnan, dan 85 saham naik.

Volume perdagangan sebanyak 2,23 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,33 triliun. Indeks LQ45 turun 0,55% ke level 678,38, sedang JII turun 0,5% ke level 528,43.

Di Asia Hang Seng turun 0,93%, Shanghai turun 0,34%, Nikkei turun 0,3%, dan Seoul turun 1,39%.

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah MBAI turun 1,92%, ASII turun 0,67%, INTP turun 1,71%, AALI turun 0,85%, BAEK turun 5,88%, dan UNVR turun 0,66%.

Perlambatan ekonomi Jepang dan AS bikin mata uang Asia terkulai

Perlambatan ekonomi Jepang dan AS bikin mata uang Asia terkulai
SINGAPURA. Mayoritas mata uang Asia keok atas dollar pagi ini. Pelemahan dipimpin oleh ringgit Malaysia dan won Korea Selatan.

The Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index turun 0,1% seiring anjloknya bursa Asia dan Wall Street kemarin. "Kami melihat adanya kecemasan mengenai perlambatan ekonomi di Jepang dan AS. Dan kondisi itu bisa berdampak negatif terhadap outlook ekspor Asia. Kondisi pasar saham sedang tidak bagus," jelas Hideki Hayashi, global economist Mizuho Securities Co di Tokyo.

Adanya faktor tersebut yang lantas membuat mata uang Asia keok. Pada pukul 11.34 waktu Kuala Lumpur, ringgit melemah 0,1% menjadi 3,0108 per dollar. Sedangkan won Korea Selatan, baht Thailand, dan peso Filipina masing-masing melemah 0,1% menjadi 1,082,95, 30,31, dan 43,202.

Sekadar tambahan, dalam laporan yang diberitakan hari ini menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Korea Selatan hanya tumbuh 1,3% pada kuartal I. Pertumbuhan tersebut lebih lambat dari esimasi bulan April yang dipatok 1,4%.

Sesi I Seluruh Sektor 'Terbakar', IHSG Menciut 14 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menciut 14 poin akibat seluruh indeks sektoral lantai bursa 'kebakaran'. Saham-saham konsumer dan bank paling banyak terkena tekanan jual.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 13,231 poin (0,35%) ke level 3.829,722. Sentimen negatif stagnannya pertumbuhan ekonomi Amerika membuat kekhawatiran melambatnya ekonomi dunia.

Indeks sama sekali tak menyentuh jalur hijau sejak dibukanya perdagangan tadi pagi. IHSG sempat jatuh ke level 3.823,483, level terendahnya hari ini.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (8/6/2011), IHSG berkurang 14,461 poin (0,38%) ke level 3.828,492. Sementara Indeks LQ 45 turun 3,765 poin (0,56%) ke level 678,376.

Saham-saham berbasis konsumer dan perbankan menjadi bulan-bulanan investor. Investor masih menunggu keputusan Bank Indonesia (BI) terhadap tingkat suku bunga acuan.

Seluruh Indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpuruk di zona merah. Koreksi terbanyak diderita oleh indeks sektor industri dasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 53.097 kali pada volume 4,119 miliar lembar saham senilai Rp 3,582 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 126 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional masih tertimpa kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Bursa Jepang menjadi bursa yang terkoreksi paling tipis diantara bursa regional lainnya.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun 9,26 poin (0,34%) ke level 2.735,04.
  • Indeks Hang Seng jatuh 213,71 poin (0,93%) ke level 22.654,96.
  • Indeks Nikkei 225 melemah tipis 23,49 poin (0,25%) ke level 9.419,46.
  • Indeks Straits Times terkoreksi 12,62 poin (0,41%) ke level 3.103,33.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 6.000 ke Rp 346.000, Merck (MERK) naik Rp 1.000 ke Rp 104.000, Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 500 ke Rp 4.000, dan Bayan (BYAN) naik Rp 250 ke Rp 19.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 500 ke Rp 25.500, Astra Internasional (ASII) turun Rp 400 ke Rp 59.200, Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 17.150, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 23.300.

(ang/qom)

Tv One Cs Lepas 23% Saham di Pasar Modal Juli 2011

Gb
Jakarta - Induk usaha Tv One dan ANTV, PT Visi Media Asia (Viva Media Grup) memastikan akan mencatatkan saham perdana (listing) pada bulan Juli. Dimana saham yang akan dilepas ke publik sekitar 23%.

Hal ini disampaikan Direktur Utama Ciptadana Securities, Ferry Budiman Tanja di Pasific Place, SCBD, Rabu (8/6/2011).

Ciptadana bersama Danatama Makmur sebagai penjamin emisi bersama (join lead underwriter) atas perusahaan media milik grup Bakrie ini.

"Masih sama. Tentative expose terselanggara di 15 Juni. Listing sekitar bulan Juli," kata Ferry.

Saham Viva Media yang dilepas sekitar 23%. Target dana yang akan didapat, tambah Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito, sekitar US$ 100 juta.

Menurutnya, hasil pre marketing IPO saham Viva Media mendapat sambutan positif dari investor luar negeri. Mereka mengaku valuasi harga saham ini masih tergolong murah, jika dibandingkan emiten media lain macam PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

"SCMA saja, jika tidak salah market cap sudah US$ 500 juta. Market cap sekitar US$ 300 juta. Untuk izin lisensi satu media saja, sudah US$ 100 juta," paparnya.

(wep/ang)

KOIN kantongi pinjaman US$ 3 juta dari United Overseas Limited

KOIN kantongi pinjaman US$ 3 juta dari United Overseas Limited
JAKARTA. PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) mendapat fasilitas pinjaman dari United Overseas Limited sebesar US$ 3 juta.

Direktur KOIN Suthep Kanmano dalam keterbukaan informasi BEI menyebut, perseroan sudah menandatangani Revolving Loan Facility Agreement dengan bank asal Singapura itu, pada 1 Juni 2011.

Emiten pemilik gerai Home Builders Centre ini sudah menggunakan pinjaman tersebut untuk melunasi pinjamannya kepada Bank Central Asia dan Bank Panin, pada 3 Juni 2011.

Investor China Incar Sebagian Saham Intiland?

PT Intiland Development Tbk (DILD) dikabarkan tengah diincar perusahaan konstruksi dan pembangkit asal China. Perusahaan asing ini berniat masuk untuk menggarap proyek superblok di Indonesia.

Menurut salah satu pelaku pasar, atas rumor ini kabarnya para fund manager asing memburu saham perseroan sehingga berpotensi naik untuk jangka pendek.

"Diprediksi saham perseroan bisa menembus Rp 600 per saham dalam waktu dekat," bisik si pelaku pasar, Rabu (8/6/2011).

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.50 waktu JATS, harga saham DILD naik 5 poin (1,53%) ke level Rp 330 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 93 kali dengan volume 7.528 lot senilai Rp 1,226 miliar.


Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.

(ang / ang)

KOIN melepas seluruh sahamnya di Bangun Adi Perkasa

JAKARTA. PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) telah melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Bangun Adi Perkasa, pada 3 Juni 2011.

Direktur KOIN Suthep Kanmano dalam keterbukaan informasi BEI menyebut, perseroan melepaskan total 24.997 saham atau setara 99,99% saham anak usahanya yang bergerak di bisnis ritel bahan bangunan itu.

Adapun, hingga pukul 10.49 WIB, saham perusahaan distributor bahan bangunan ini belum beranjak dari harga penutupan kemarin di Rp 280 per saham.

IPO, Viva Grup Targetkan Rp800 Miliar dari Saham & Waran

Anindya Bakrie
JAKARTA - PT Visi Media Asia (Viva Media Group) tampaknya akan menerbitkan waran selain saham terkait rencananya untuk melakukan initial public offering (IPO).

Direktur Utama PT Visi Media Asia Anindya Novyan Bakrie menargetkan nilai IPO, dari saham dan waran yang akan diterbitkannya tersebut akan mencapai Rp800 miliar. "Kita targetkan dari saham dan waran nilainya mencapai Rp800 miliar," kata Anindya kepada okezone di Jakarta.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah memasukkan dokumen pengajuan IPO tersebut ke Bapepam pertengahan Mei 2011 lalu. Dengan demikian, maka proses IPO tersebut akan berjalan tak lama lagi. "Kalau kita maunya secepat mungkin," imbuhnya.

Sementara mengenai penjamin emisi (underwriter), dia mengatakan perusahaan telah menunjuk Danatama Makmur dan Ciptadana Securities. Sementara Credit Suisse berperan sebagai arranger global.

Hana hasil IPO ini akan digunakan untuk meningkatkan bisnis perusahaan, yakni mengembangkan bisnis televisi terestrial, new media, dan internet.
(wdi)

Penguatan rupiah terganjal rencana pengumuman bank sentral

Penguatan rupiah terganjal rencana pengumuman bank sentral
JAKARTA. Hari ini rupiah berpotensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi. Head of Research Treasury Divison PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Nurul Eti Nurbaeti memprediksi, mata uang garuda bakal bergerak di rentang support Rp 8.495 hingga Rp 8.500 per dollar AS, dan resistance di kisaran Rp 8.545 sampai Rp 8.550 per dollar AS.

Nurul melihat kekuatiran investor mengenai perekonomian global makin membatasi pasar regional dan domestik. Hal ini dipicu pernyataan Gubernur The Fed mengenai kondisi perlambatan ekonomi AS.

Di sisi lain, maraknya sentimen negatif yang membebani the greenback justru berpeluang mendukung rupiah. Namun fokus pelaku pasar pada pengumuman beberapa bank sentral, yaitu BOE, ECB, dan BI, pada Kamis (9/6) berpotensi membatas penguatan rupiah. "Kondisi ini memberi sinyal aksi defensif pelaku pasar hingga mengganjal penguatan rupiah," kata Nurul.

Rupiah pada Selasa (7/6), ditutup flat di level Rp 8.515 per dollar AS. Investor asing melakukan repatriasi sebagian besar modalnya yang ditanamkan di SBI di tengah terbatasnya suplai baru hingga membatasi pergerakan rupiah. Di sisi lain, oversubscribed lelang SUN mencapai Rp 19,9 triliun tak kuasa menopang rupiah.

Adapun, pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.25 WIB, rupiah melemah tipis 0,07% ke level Rp 8.519 per dollar AS.

Saham Grup Astra Giring IHSG Melemah

ilustrasi Foto: Tangguh Putra/okezone
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan tren negatif yang terjadi sejak awal pekan ini. Setelah sempat ditutup positif pada perdagangan kemarin, indeks kembali dibuka memerah, salah satu penyebabnya yaitu melorotnya saham grup Astra.

IHSG, Rabu (8/6/2011) diawal perdagangannya pad apukul 09.35 JATS berada di zona negatif dengan melemah hingga 15,05 poin atau 0,4 persen ke 3.827,9. Indeks LQ45 pun kompak melemah 3,75 poin ke 678,39 dan Jakarta Islamic Index (JII) juga turun 2,67 poin ke 528,44.

Volume perdagangan baru sebanyak 275,582 juta lembar saham senilai Rp184,323 miliar. Sebanyak 33 saham menguat, 56 saham menurun, dan 81 saham tidak mengalami perubahan harga.

Sejumlah bursa unggulan di Asia juga memulai perdagangan hari ini dengan bergerak negatif, diantaranya indeks Hang Seng yang ambles 238,34 poin atau 1,04 persen ke 22.630,33, indeks Nikkei 225 melorot 38,24 poin atau 0,4 persen ke 9.404,71 dan Strait Times turun 12,04 poin atau 0,39 persen ke 3.103,91.

Sektor perkebunan mengalami penurunan terbesar yaitu 7,82 poin disusul sektor pertambangan yang turun 5,8 poin.

Saham-saham yang bergerak menguat (top gainers) PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp350 ke Rp45.600, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp250 ke Rp19.250 dan PT Adira Multifinance Tbk (ADMF) naik Rp200 ke Rp14.900.

Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah (top lossers) diantaranya PT Astra Internasional Tbk (ASII) turun Rp550 ke Rp59.050, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp150 ke Rp23.000 dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp150 ke Rp23.350
(and)

Harga Emas Stabil di Tengah Pernyataan The Fed

Emas. Foto: AFP
SINGAPURA - Harga emas terpantau stabil di tengah melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) setelah Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke mengakui adanya perlambatan ekonomi momentum pertumbuhan. Tetapi dia tidak memberikan petunjuk tentang stimulus lebih lanjut.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (8/6/2011), harge emas cuma bergerak sedikit menjadi USD1.544,26 per ounce. Emas di GCcv1 AS juga stabil pada level USD1.545,40.

Harga emas gagal menembus level psikologis USD1.550 untuk kedua kalinya, padahal sentimen positif datang dari komentar Bernanke terhadap pertumbuhan lamban, tetapi emas gagal bertahan di atas level itu karena belum ada kepastian mengenai paket stimulus lanjutan.

Sementara nilai perak turun 0,2 persen menjadi USD37,04 per ounce, ini berarti harga perak melemah selama tig ahari berturut-turut. Perak SIcv1 AS bergerakdatar pada level USD37,04.

Sementara nilai dolar AS jatuh ke posisi terendanya dalam satu bulan terakhir atas mata uang lainnya.
(wdi)

Jelang Rapat ECB dan BoE, Euro dan Poundsterling Menguat

Gb
Rebound dollar di awal minggu ini tidak bertahan lama. Pada sesi perdagangan Selasa (7/6), dollar mesti melemah kembali versus euro dan poundsterling.

Melemahnya dollar pertama kali dipicu oleh sebuah artikel di website China Finance 40, lembaga kajian strategis yang berbasis di Beijing. Dalam artikel tersebut, Guan Tao, seorang pejabat yang berwenang membuat kebijakan tentang nilai tukar mata uang, mengatakan bahwa China mesti mewaspadai resiko dari terlalu banyak memegang dollar yang diprediksikannya akan berlanjut melemah.

Artikel tersebut kemudian dihapus dengan alasan apa yang dikatakan Guan Tao merupakan opini pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan pemerintah China. Namun, artikel tersebut telah terlanjur membentuk sentimen negatif pasar terhadap dollar. Sebagai akibatnya, dollar melemah hingga level terendah baru dalam sebulan versus euro dan jatuh hingga rekor terendah baru dalam sejarah terhadap franc Swiss.

Meski kemudian sempat rebound sesaat, dollar pun berlanjut melemah kembali setelah Chairman Federal Reserve Ben Bernanke melontarkan pernyataan bernada dovish mengenai perekonomian AS. Bernanke mengatakan Federal Reserve mesti mempertahankan stimulus moneter untuk mendorong pemulihan ekonomi yang berjalan lamban.

Pernyataan Bernanke mengindikasikan suku bunga AS akan tetap di level sangat rendah untuk jangka waktu yang lebih lama. Kondisi demikian kontras dengan ECB yang diperkirakan akan, paling tidak sekali lagi, menaikkan suku bunganya tahun ini.

ECB dijadwalkan mengadakan rapat kebijakan moneter Kamis (9/6) besok. Dari rapat ini nantinya, para pelaku pasar berharap Presiden ECB Jean-Claude Trichet akan memberikan petunjuk mengenai kemungkinan naiknya suku bunga pada jadwal rapat berikutnya bulan Juli mendatang.

Terhadap dollar, euro ditutup di kisaran 1.4684 pada akhir sesi perdagangan Selasa, menguat sekitar 0,7 persen dari level pembukaan. Sebelumnya, euro sempat mencatatkan level tertinggi baru dalam 1 bulan di kisaran 1.4695 terhadap dollar.

Turut menambah sentimen positif bagi euro adalah pernyataan Trichet mengenai krisis hutang Yunani. Trichet kemarin mengungkapkan optimismenya bahwa Yunani akan terhindar dari kemungkinan restrukturisasi hutang selama pemerintah konsisten dengan reformasinya.

Sementara itu, dollar terpantau sempat berlanjut melemah hingga 0.8325 terhadap franc Swiss, terendah dalam sejarah. Meski demikian, pada akhir sesi, dollar berhasil membukukan gain 0,2 persen dengan ditutup di 0.8367.

Sedangkan versus poundsterling, dollar diperdagangkan melemah 0,5 persen di 1.6438 pada akhir sesi. Menguatnya poundsterling mencerminkan kehatian-hatian pelaku pasar menjelang pengumuman suku bunga Bank Sentral Inggris (BoE) yang juga dijadwalkan hari Kamis besok. (atz)

IHSG Menuju 4.000, Capital Gain Capai 20%

INILAH.COM, Jakarta - Dalam 1-2 bulan ke depan, IHSG diprediksi mencapai 4.000, bahkan 4.400 hingga akhir 2011. Rata-rata capital gain saham pun bisa naik 20%. Pertambangan, perkebunan, bank dan infrastruktur jadi sektor paling dijagokan.

Kepala Riset Recapital Securities Pardomuan Sihombing optimistis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) di level 4.000 akan tercapai dalam jangka pendek, 1-2 bulan mendatang. Sebab, untuk mencapai level tersebut, hanya tinggal 150 poin atau 5%.

Pencapaian tersebut, lanjut Pardomuan, mendapat dukungan dari faktor eksternal dan internal. Apalagi, secara individual kinerja berbagai emiten cukup baik di kuartal I/2011. Begitu juga ekspektasi kinerja laporan keuangan kuartal II tahun ini. “Di atas 4.000 pun bisa dicapai. Target kita bahkan, angka 4.400 bisa dicapai akhir 2011 ini,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (7/6).

Sementara itu, sentimen negatif dari ekspektasi melambatnya ekonomi AS akibat buruknya data tenaga kerja seperti non-farm payroll yang anjlok ke level 54.000 dan tingkat pengangguran yang naik ke level 9,1%, dinilainya hanya sentimen jangka pendek.

“Kalau kita lihat, setelah bursa AS mengalami koreksi signifikan beberapa hari terakhir, IHSG terbukti cukup defensif karena hanya koreksi tipis,” timpalnya. Begitu juga dengan sentimen dari Eropa terkait ketidakjelasan bailout Yunani. “Semuanya, hanya berpengaruh jangka pendek,” ucapnya.

Dia menegaskan, semua sektor saham akan kompak mendukung penguatan indeks ke level 4.000. Tapi, ada beberapa sektor yang menjadi pendukung utama indeks mencapai level tersebut. Di posisi pertama adalah saham-saham di sektor pertambangan, disusul perkebunan, infrastruktur dan perbankan. “Empat sektor itu merupakan jagoan IHSG mencapai 4.000. Walaupun, sektor-sektor lain turut mendukung kenaikannya,” ungkap Pardomuan.

Saham-saham pendukung utamanya adalah PT Bumi Resources (BUMI), PT Adaro Energy (ADRO), PT Indika Energy (INDY), PT Tambang Bukit Asam (PTBA), PT Harum Energy Indonesia (HRUM), dan PT Bayan Resources (BYAN). “Kinerja saham-saham tersebut cukup prospektif di 2011,” tandasnya.

Lalu, PT Astra Agro Lestari (AALI), PT London Sumatera Indonesia (LSIP), PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP), PT Sampoerna Agro (SGRO). PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Tabungan Negara (BBTN), PT Bank Tabungan Pensiunan Indonesia (BTPN), dan PT Bank Danamon (BDMN). Di sektor infrastruktur adalah PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan PT XL Axiata (EXCL).

Menurutnya, karena pertimbangan fundamental (bukan teknikal), dia merekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut karena akan menopang penguatan IHSG ke level Rp4.000 dalam 1-2 bulan ke depan dan 4.400 hingga akhir 2011. “Rata-rata capital gain per saham bisa mencapai 20%,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Head of Researh Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, dilihat dari momentumnya, level IHSG Rp4.000 baru bisa dicapai hingga akhir 2011. Menurutnya, kendala tercapainya level tersebut, karena faktor regional dan global yang menyebabkan laju market menjadi terhambat.

Padahal, lanjut Alfiansyah, jika bursa regional mendukung, level tersebut bisa dicapai lebih cepat dan tak perlu menunggu hingga akhir 2011. Level 4.000 baru berpeluang dicapai akhir kuartal keempat 2011. “Sebab, selain pasar mencermati data-data yang dirilis di AS juga mencermati kondisi perekonomi kawasan Eropa yang masih dililit krisis utang,” ucapnya.

Semua kondisi itu, ditegaskan Alfiansyah, berimbas negatif pada pergerakan IHSG. Memang, menurutnya, ada anggapan saat situasi AS dan Eropa negatif, investor akan beralih ke emerging market Asia termasuk Indonesia. “Tapi, menurut saya tidak akan secepat itu,” tukasnya.

Memang, imbuh Alfiansyah, akan ada switching, tapi hal itu akan dilakukan secara bertahap. Peralihan tersebut sangat terbuka peluangnya. Terutama, karena emiten-emiten di Indonesia juga menunjukkan tingkat pertumbuhan yang lebih baik.

Dari sisi fundamental makro ekonomi RI pun, sesuai dengan harapan. Salah satunya, inflasi 2011 lebih baik daripada tahun lalu. Begitu juga tingkat suku bunga yang sejauh ini terjaga. Itulah yang menjadi katalis pergerakan indeks. “Untuk kuartal tiga, indeks baru akan menyentuh 3.900 terlebih dahulu secara bertahap. Setelah itu, akan mencapai level psikologis 4.000,” imbuh Alfiansyah. [mdr]

Prediksi laba bersih melonjak dua kali lipat, saham BYAN tembus rekor baru

JAKARTA. Saham PT Bayan Resources (BYAN) meroket tinggi pagi ini. Kenaikannya bahkan menembus rekor baru sejak saham ini ditransaksikan pada Agustus 2008. Pada pukul 09.32, saham BYAN naik 1,3% menjadi Rp 19.250.

Aksi beli yang melanda saham BYAN terjadi setelah perusahaan tambang memprediksi laba bersih perusahaan akan naik dua kali lipat menjadi Rp 2,02 triliun tahun ini. Prediksi itu disebabkan oleh peningkatan produksi batubara dan penjualan.

BEI Masukkan 22 Saham Baru ke Indeks Syariah

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan 22 saham baru yang masuk dalam perhitungan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) periode 8 Juni 2011-November 2011.

Dari catatan INILAH.COM yang diperoleh dari BEI, ke-22 saham itu adalah saham
  1. PT Adaro Energy Tbk (ADRO),
  2. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA),
  3. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN),
  4. PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI),
  5. PT Bhakti Investama Tbk (BHIT),
  6. PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (BORN),
  7. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS),
  8. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL),
  9. Buana Listya Tama Tbk (BULL),
  10. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA),
  11. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP),
  12. PT Centris Multi Persada Pratama Tbk (CMPP),
  13. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY),
  14. PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI), dan
  15. PT Inter Delta Tbk (INTD).
  16. PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JPFA),
  17. PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT),
  18. PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN),
  19. Pudjiadi dan Sons Estate Tbk (PNSE),
  20. PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP),
  21. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON),
  22. PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).
BEI pun memasukkan 212 saham dalam ISSI periode 8 Juni-November 2011. [cms]

Pernyataan Fed Ikut Jatuhkan IHSG Rabu (8/6) Pagi

Gain Trading Saham BUMI Bisa Capai 5-6%
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu (8/6) dibuka melemah 0,33% ke level 3.830,07.

Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke pada Selasa (7/6) waktu New York mengakui ekonomi AS melambat tetapi tidak memberikan saran bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan stimulus moneter lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhan. Hal ini memicu kejatuhan Wall Street dan bursa-bursa di Asia, termasuk Indonesia.

Namun masih bertahannya investor asing di pasar pagi ini mengimbangi pelemahan IHSG. Tercatat asing lebih banyak membeli saham di pasar dengan net foreign buy sebesar Rp9,47 miliar. Sebanyak 51 saham tercatat turun, 82 saham stagnan, dan 25 saham naik.

Volume perdagangan sebanyak 155,88 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp140,21 miliar. Indeks LQ45 dibuka turun 0,48% ke level 678,83, sedang JII turun 0,31% ke level 529,41.

Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah ASII turun 0,67%, GGRM turun 0,55%, INTP turun 0,57%, INDF turun 1,83%, UNTR turun 0,43%, dan UNVR turun 0,66%.

Goldman Sachs Tingkatkan Saham di Bursa Tokyo

Headline
INILAH.COM, Tokyo - Goldman Sachs Japan Co menaikkan sahamnya di Bursa Saham Tokyo ke 2,64%, menjadi pemegang saham bursa terbesar kedua pada Maret 2011.

Demikian menurut laporan pengajuan baru-baru ini di situs TSE. Tahun lalu, Goldman Sachs merupakan pemegang saham kelima terbesar dengan saham sebesar 1,76%. Morgan Stanley MUFG Securities Co tetap menjadi pemegang saham terbesar dengan saham 4,4%. [ast]

Pernyataan The Fed Rontokkan Bursa Asia

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia pada perdagangan Rabu (8/6) diawali pelemahan setelah komentar bearish pada perekonomian AS dari Ketua Federal Reserve Ben Bernanke yang mengirim jatuhnya Wall Street.

Mengutip Reuters, Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke pada Selasa (7/6) waktu New York mengakui ekonomi AS melambat tetapi tidak memberikan saran bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan stimulus moneter lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhan.

CNBC Asia FTSE 100 Index, yang mengukur pasar di seluruh Asia, turun 0,3 persen. Saham Jepang juga langsung jatuh akibat komentar bearish terhadap ekonomi AS oleh Ketua Federal Reserve Ben Bernanke, sementara saham perbankan naik setelah komentar bullish oleh broker.

Saham Mitsubishi UFJ Financial naik 1,7 persen, Sumitomo Mitsui Financial Group naik 1,1 persen dan Bank of Yokohama naik 1,1 persen setelah JPMorgan menaikkan rating mereka menjadi overweight dari netral. Nikkei N225 turun 0,5 persen menjadi 9.400,84, sedangkan yang lebih luas Topix turun 0,4 persen ke 810,70.

Saham Seoul jatuh juga karena kekhawatiran tentang ekonomi global setelah komentar bearish dari Bernanke. Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 0,8 persen ke 2.083,66.

Saham Australia tergelincir setelah Wall Street jatuh. Benchmark S & P / ASX 200 index turun 0,6 persen menjadi 4.539,7. Patokan Selandia Baru NZX 50 indeks naik 0,5 persen.

Di Asia Tenggara, Singapura benchmark Straits Times Index turun 0,4 persen dan Malaysia KL Komposit KLSE diperdagangkan flat dengan sedikit downside bias.