Rabu, 22 Juni 2011

Spekulasi naiknya produksi global menyeret harga CPO jatuh 0,3%

Spekulasi naiknya produksi global menyeret harga CPO jatuh 0,3%
KUALA LUMPUR. Spekulasi bakal melimpahnya stok minyak sawit global memicu jatuhnya harga crude palm oil (CPO), pada hari ini.

Kontrak CPO untuk pengiriman September di Malaysia Derivatives Exchange turun 0,3% ke level RM 3.210 atau setara US$ 1.060 per metrik ton, hingga sesi perdagangan pagi berakhir.

Stok minyak sawit dunia diekspektasikan bakal meningkat seiring spekulasi kenaikan produksi Indonesia dan Malaysia.

Analis perkebunan dari DMG & Partners Securities Pte. Selena Leong menyebut, jika produksi bertumbuh, secara alami tingkat cadangan juga akan bertambah. "Pasar tahu pada semester kedua, produksi terlihat sangat kuat," ujarnya.

Hasil riset Oil World memperkirakan harga CPO akan jatuh di rata-rata RM 3.029,50 per metrik ton pada tahun ini hingga Juni 2012. Hal ini disebabkan peningkatan produksi akan melebihi permintaan juga pengisian cadangan di setiap negara.

Oil World menyebut, produksi April hingga September akan meningkat 9,4% menjadi 25,8 juta ton, dibandingkan tahun lalu yang turun 0,4%. Sementara, produksi global pada tahun ini diperkirakan naik 7,2% menjadi 49,2 juta ton.

Berau Coal Targetkan Ebitda Naik 70% di 2011

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) menargetkan ebitda naik 60%-70% pada 2011 dibandingkan tahun lalu.

Direktur Utama PT Berau Coal Energy Tbk Roesan Roslani mengatakan, kenaikan ebitda itu didukung dari harga penjualan dan volume produksi. Harga rata-rata produksi perseroan sebesar US$74 pada 2011 dibandingkan harga rata-rata produksi tahun lalu US$61. Perseroan menargetkan produksi sebesar 20,3 juta ton pada 2011 dibandingkan tahun lalu sebesar 17,38 juta ton. Target penjualan sebesar 20,1 juta ton pada 2011 dibandingkan tahun sebelumnya 17,07 juta ton."Penjualan akan naik 30% dari tahun lalu, ebitda akan naik 60%-70% karena harga penjualan dan volume produksi," ujar Roesan, Rabu (22/6).

Lebih lanjut ia mengatakan, perseroan membutuhkan dana sebesar US$350 juta hingga 2014. Menurut Roesan, dana itu akan didapatkan dari laba ditahan dan internal. Dana ini akan digunakan untuk pengembangan usaha.

Selain itu, perseroan juga telah mendapatkan kontrak sekitar 97% dan sisanya spot. Roesan menuturkan, kontrak tersebut untuk PLN, China, Korea, India dan Taiwan. "Kontrak kita terbesar untuk domestik," tambah Roesan. [cms]

'Rigth Issue' di Rp900, Saham DOID Sangat Murah

INILAH.COM, Jakarta – Harga saham DOID, dinilai sangat murah setelah right issue di level Rp900 per saham. Karena itu, saham ini berpotensi memberikan gain yang signifikan sehingga menguntungkan pemegangnya.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, emiten PT Delta Dunia Makmur (DOID) baru selesai melakukan right issue. Masa penebusan, dijadwalkan pada 27 Juni hingga 4 Juli 2011 di level harga Rp900 per saham atau 5:1 (5 untuk pemegang saham lama dan 1 untuk harga saham baru). “Karena itu, saham ini sangat murah,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (22/6).

Menurut Willy, saham ini sedang bergerak ke atas dan akan menguntungkan bagi pemegang sahamnya. “Akumulasi. Saya rekomendasikan akumulasi sahamDOID dengan strategi buy on weakness,” imbuhnya.

Pada sesi pertama perdagangan Rabu (22/6) saham DOID ditransaksikan melemah Rp20 (1,96%) ke level Rp1.000. Harga intraday tertingginya mencapai Rp1.030 dan terendah Rp1.000. Volume transaksi mencapai 9,2 juta unit saham senilai Rp4,7 miliar dan frekuensi 323 kali.

Rugi, Bukit Sentul tak bagi Dividen

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bukit Sentul Tbk (BKSL) tidak membagikan dividen tahun ini karena mengalami kerugian di 2010.

"Dividen, 2011 ini kami tidak akan memberikan dividen kepada pemegang saham dikarenakan kami masih rugi," ujar Presiden Direktur PT Bukit Sentul Tbk (BKSL) Charles Sidik Jonan saat di temui di gedung Gran Melia, Rabu (22/06).

Charles menjelaskan, pada tahun 2010 ini saldo yang dimiliki oleh PT Bukit Sentul Tbk (BKSL) mengalami penurunan sebesar Rp70 miliar dibandingkan dengan tahun 2009 yang mencatatkan saldo Rp120 miliar. "Dana tersebut lebih baik digunakan untuk pembangunan rumah baru dan juga buat perawatan," jelasnya. [cms]

Investor asing kembali merajai kepemilikan bluechips di sesi I

Investor asing kembali merajai kepemilikan bluechips di sesi I
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan penambahan 25,75 poin menjadi 3.820,69. Sejumlah bluechips yang turut menyokong indeks antara lain:

- PT Astra International (ASII)
Saham ASII ditutup dengan kenaikan 1,44% menjadi Rp 59.950 di sesi I. Sejumlah broker yang memborong saham ini antara lain CIMB Securities senilai Rp 54,48 miliar, Credit Suisse Securities senilai Rp 25,52 miliar, dan JPMorgan Securities senilai Rp 20,97 miliar.

- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Saham BBRI ditutup dengan kenaikan 1,57% menjadi Rp 6.450 di sesi I. Sejumlah broker yang memborong saham ini antara lain Deutsche Securities senilai Rp 33,09 miliar, Merrill Lynch senilai Rp 11,95 miliar, dan Bahana Securities senilai Rp 11,18 miliar.

- PT Bank Mandiri (BMRI)
Saham BMRI ditutup dengan kenaikan 1,44% menjadi Rp 7.050 di sesi I. Sejumlah broker yang memborong saham ini antara lain Kim Eng Securities senilai Rp 23,92 miliar, Credit Suisse Securities senilai Rp 4,95 miliar, dan UBS Securities senilai Rp 4,44 miliar.

Aneka industri memimpin kenaikan sektoral, indeks sesi I ditutup positif

JAKARTA. Pada penutupan sesi I, sektor aneka industri memimpin penghijauan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Rabu (22/06). Sektor ini tercatat menanjak 1,27%. Alhasil, pada pukul 12.00, IHSG tercatat naik 0,68% ke level 3.820,69.

Dari total saham yang beredar, sebanyak 131 mengalami kenaikan. Sementara, 89 saham melorot dan sisanya 61 saham tak bergerak. Total volume perdagangan saham siang ini sebanyak 2,477 miliar dengan nilai yang tak terlalu besar yakni Rp 1,98 triliun.

Beberapa penghuni top gainers adalah Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) yang naik 10,91% menjadi Rp 610, Indospring Tbk (INDS) naik 10,19% menjadi Rp 4.325, Davomas Abadi Tbk (DAVO) naik 7,25% menjadi Rp 74, Multifiling Mitra Indonesia (MFMI) naik 5,08% menjadi Rp 310, dan BFI Finance Indonesia (BFIN) naik 4,81% menjadi Rp 5.450.

Sementara para dedengkot top losers adalah Sat Nusapresada Tbk (PTSN) yang turun 5% menjasi Rp 76, Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) turun 1,96% menjasi Rp 1.000, Garuda Indonesia (GIAA) turun 1,89% menjadi Rp 520, Eterindo Wahanatama (ETWA) dan Mustika Ratu Tbk (MRAT) sama-sama turun 1,85% menjadi Rp 265 dan Rp 530.

Sesi I Saham Bank Unggulan Dorong IHSG Naik 36 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 25 poin atas perburuan saham-saham bank blue chip. Investor masih menunggu hasil rapat The Fed yang digelar hari ini.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 10,471 poin (0,27%) ke level 3.805,410 setelah kekhawatiran terhadap ketidakpastian ekonomi global, terutama akibat krisis Yunani, mulai memudar. Investor kembali 'pede' berinvestasi.

Aksi beli mulai marak terjadi di lantai bursa, suasana perdagangan pun lebih ramai ketimbang hari-hari sebelumnya. Indeks tak berhenti menanjak sejak pembukaan bursa dan sempat naik hingga ke posisi tertingginya di 3.821,701.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (22/6/2011), IHSG menanjak 25,753 poin (0,67%) ke level 3.820,692. Sementara Indeks LQ 45 naik 5,399 poin (0,80%) ke level 676,237.

Saham-saham bank menjadi buruan investor atas harganya yang masih murah akibat koreksi yang terjadi di IHSG selama perdagangan pekan lalu. Saham komoditas yang sudah mulai naik sejak kemarin pun masih jadi incaran.

Seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak berjalan di zona hijau. Penguatan dipimpin oleh sektor aneka industri dan finansial.

Meski demikian, investor masih berhati-hati dalam berinvestasi sambil menunggu keputusan rapat The Fed mengenai penentuan suku bunga yang baru saja dimulai hari ini. Tetap saja, aksi beli selektif terhadap saham-saham unggulan masih terjadi di lantai bursa.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 56.956 kali pada volume 2,477 miliar lembar saham senilai Rp 1,981 triliun. Sebanyak 138 saham naik, 67 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Bursa saham Jepang memimpin laju penguatan bursa-bursa di Asia setelah merespon naiknya Wall Street semalam. Namun bursa saham China terkena koreksi setelah adanya kekhawatiran tingginya inflasi bulan ini.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 7,71 poin (0,29%) ke level 2.638,77.
  • Indeks Hang Seng naik 72,10 poin (0,33%) ke level 21.922,69.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 145,12 poin (1,53%) ke level 9.604,78.
  • Indeks Straits Times menguat tipis 5,97 poin (0,20%) ke level 3.059,48.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 850 ke Rp 59.950, Multibreeder (MBAI) naik Rp 700 ke Rp 27.900, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 400 ke Rp 16.300, dan Indospring (INDS) naik Rp 400 ke Rp 4.325.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain (TFCO) turun Rp 80 ke Rp 540, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 50 k eRp 20.850, Ace Hardware (ACES) turun Rp 50 ke Rp 2.950, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 50 ke Rp 23.250.

(ang/qom)

Saham Bakrie, Astra dan Konsumsi Untuk Sesi Dua

INILAH.CO, Jakarta – Penguatan bursa domestik siang ini akan berlanjut hingga penutupan. Saham grup Bakrie, Astra dan sektor konsumsi akan memimpin pergerakan indeks.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya memperkirakan, pergerakan indeks saham hingga penutupan sore nanti akan menguat. “Indeks akan mengarah ke level resistance 3.838 dan 3.788 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (22/6).

Penguatan indeks hari ini, menurutnya, dipicu oleh optimisme pasar atas penyelesaian krisis utang di Yunani. “Apalagi, setelah Perdana Menteri Yunani George Papandreou mendapat dukungan masyarakatnya dalam referendum kepercayaan (confindence voting) kemarin,” ujarnya.

Papandreou, lanjutnya, mendapat kepercayaan publik Athena untuk melakukan penghematan fiskal (pemangkasan anggaran), kenaikan pajak dan penjualan beberapa aset negara. “Semua upaya Yunani itu, dilakukan untuk mendapatkan bailout dari Uni Eropa senilai 12 miliar euro,” paparnya.

Artinya, ditegaskan Willy, koreksi indeks selama ini, memang karena faktor eksternal. “Fundamental ekonomi Indonesia sendiri, sangat positif. Bahkan, Indonesia bakal menjadi 6 kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada 2025 menurut Bank Dunia,” imbuhnya.

Karena itu, imbuhnya, lajumarket saat ini sangat positif dan kembali bertenger di atas level aman 3.800. Kondisi ini juga menandakan, investor yang sebelumnya melakukan cut loss sehingga jadi tekanan bagi indeks secara umum, sekarang sudah kembali melakukan akumulasi pada saham-saham yang mengalami tekanan jual yang cukup dalam,” imbuhnya.

Sektor saham yang jadi penggerak indeks hari ini adalah grup Astrayang dipimpin PT Astra Internasional, grup Bakrieyang ditrigger oleh PT Bumi Resourcesdan konsumsiyang dimotori oleh PT Gudang Garam. “Rata-rata saham kompak menguat tapi tiga itu yang leading,” ungkapnya.

Saham-saham pilihannya adalah PT Bumi Resources (BUMI), PT Bakrie and Brothers (BNBR) dan PT Bakrieland Development (ELTY). Lalu, PT Borneo Lumbung Energi (BORN), PT Delta Dunia Makmur (DOID) dan PT Medco Energy (MEDC). Terakhir, PT London Sumatera Indonesia (LSIP)dan PT Astra Internasional (ASII). “Saya rekomendasikan akumulasi saham-saham tersebut dengan pola buy on weakness,” imbuhnya.[ast]

Asing Beli, IHSG Sesi I Ditutup di Zona Hijau

INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan sesi I Rabu (22/6) IHSG ditutup menguat 0,67% ke level 3.820,69.

Penguatan IHSG siang ini lebih dipicu sentimen global dan regional, di mana Wall Street positif, begitu juga bursa Asia mayoritas menguat. Investor tumbuh lebih optimis bahwa pemerintah Yunani akan mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah default utang setelah memenangkan vote crucial confidence.

Kondisi ini memicu investor asing tetap berada di pasar hingga siang ini sekaligus menopang penguatan indeks. Asing mencatat melakukan net foreign buy sebesar Rp237,84 siang ini.

Sebanyak 136 saham naik, 65 saham turun, dan 97 saham stagnan. Indeks LQ45 naik 0,8% ke level 676,24, sedang JII naik 0,7% ke level 524,44.

Volume perdagangan siang ini tercatat sebanyak 1,94 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,7 triliun.

Saham-saham yang naik tajam siang ini adalah ASII yang naik 1,43%, MBAI naik 2,57%, AUTO naik 2,51%, INDS naik 10,19%, ADMF naik 2,72%, dan GGRM naik 0,75%.

Laba Turun, Berau Coal Tetap Bagi Dividen Rp 123 Miliar

Jakarta - PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) membagikan dividen dengan total Rp 123,9 miliar atau Rp 3,55 per saham.

Demikian hasil RUPS Tahunan BRAU di Hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya, Jakarta, Rabu (22/6/2011).

Dividen setara dengan 20% dari laba bersih tahun buku 2010. Sisa perolehan laba, akan digunakan sebagai dana cadangan atau sekitar Rp 34,9 miliar.

Sebanyak 2,5% dari laba 2010 juga dialokasikan sebagai tantiem atau bonus kepada jajaran manajemen BRAU. Juga sekitar 21,87% sebagai remunerasi dan modal perseroan.

Tahun lalu Berau Coal Energy mencatat penurunan laba Rp 619,834 miliar (Rp 24 per lembar), atau turun 27,39% dari periode yang sama tahun lalu Rp 853,713 miliar (Rp 65,56 per lembar).

Penjualan perseroan naik tipis Rp 1,27 triliun dari Rp 8,318 triliun menjadi Rp 9,587 triliun di 2010. Namun beban penjualan perseroan juga ikut naik, dari Rp 4,92 triliun menjadi Rp 6,23 triliun.

(wep/ang)

Indosat Harus Lunasi Utang Rp 4,28 Triliun Tahun Ini

Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) punya utang yang akan jatuh tempo tahun ini sebesar Rp 4,28 triliun. Kewajiban tersebut terbagi menjadi dua jenis, yaitu berdenominasi rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS).

Seperti dikutip dari materi paparan publik perseroan di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/6/2011), sebanyak Rp 1,73 triliun berupa mata uang lokal, dan sisanya Rp 2,55 triliun dalam mata uang dolar AS.

Hingga akhir tahun 2010, utang perseroan tercatat sebanyak Rp 24,4 triliun. Sebesar Rp 4,29 triliun merupakan utang jangka pendek, sementara sisanya Rp 20,1 triliun adalah utang jangka panjang.

Jika dipisahkan dalam bentuk mata uang, sebanyak 56% merupakan utang dalam mata uang asing, yaitu dolar AS, dan 44% sisanya dalam bentuk rupiah. Kewajiban tersebut dalam bentuk pinjaman langsung dan utang obligasi.

Sebelumnya, manajemen pernah menyatakan siap bayar utang US$ 200 juta tahun ini. Menurut Direktur Utama Indosat Harry Sasongko, perseroan akan melunasi utangnya menggunakan kas internal. Namun, tidak menutup kemungkinan juga menggunakan fasilitas lain jika diperlukan.

"Tahun ini kita sudah punya FCF (free cash flow) jadi tidak perlu ngutang lagi. Utang tahun ini akan kita lunasi pakai kas internal," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (28/3/2011).

Tahun lalu, emiten berkode ISAT itu sudah melunasi utang sebanyak Rp 6,7 triliun. Sebanyak Rp 2,7 triliun dibayarkan ke BCA, DBS dan Bank Mandiri berupa utang kredit modal kerja. Sementara Rp 4 triliun sisanya merupakan pembayaran utang obligasi yang jatuh tempo 2012.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.30 waktu JATS, harga saham ISAT stagnan di Rp 5.100. Transaksi saham ISAT sudah terjadi sebanyak 116 kali dengan volume 515 lot senilai Rp 1,313 miliar.

(ang/hen)

Kepercayaan Tumbuh, BUMI Bertenaga ke Rp4.000

INILAH.COM, Jakarta – PT Bumi Resources mendapatkan utang senilai US$200 juta dari UBS AG yang menandakan tingginya tingkat kepercayaan investor. Saham BUMI pun ditargetkan di level Rp4.000 pada Juli-Agustus 2011.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, banyak faktor yang mendukung potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) ke depannya. Bahkan, saat ini pun saham sejuta umat ini sangat fenomenal dengan listing di Bursa London pada 17 Juni yang memungkinkan saham ini semakin memiliki tenaga untuk bergerak naik ke atas.

Apalagi, imbuh Willy, dalam situasi market yang sudah kembali kondusif. “Di sisi lain, BUMI) dikabarkan mendapatkan utang senilai US$200 juta atau Rp1,8 triliun dari UBS AG untuk membiayai ekspansi ke depannya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (22/6).

Pinjaman itu, lanjutnya, bisa digunakan untuk melunasi utang-utang lama yang berbunga tinggi dengan utang baru dengan bunga yang lebih rendah. Jadi, perseroan bisa dengan leluasa melepaskan diri dari beban bunga utang yang berat.

“Karena itu, respon pasar atas saham BUMI sangat bagus dari level Rp2.975 dan kembali menguat ke level Rp3.175 siang ini. Pada intinya, saham BUMI sangat menjanjikan,” tandas Willy.

Lebih jauh Willy menjelaskan, dengan mendapatkan pinjaman senilai US$200 juta, menandakan kepercayaan investor atas saham BUMI sangat tinggi. “Apabila satu perusaan tidak dipercaya, emiten tidak akan gampang mendapatkan pinjaman,” timpalnya.

Karena itu, lanjutnya, untuk pekan ini, saham sejuta umat ini berpeluang menguat ke level Rp3.350. Sementara itu, untuk akhir Juni ini, saham BUMI bisa bermain di level Rp3.550 per saham. “Target saya untuk awal Juli hingga awal Agustus 2011, saham ini akan bertenger di level Rp4.000,” imbuhnya.

Pada perdagangan Rabu (22/6) pukul 11.47 WIB, saham BUMI ditransaksikan menguat Rp75 (2,41%) ke level Rp3.175. Harga tertingginya mencapai Rp3.225 dan terendah Rp3.125.

Tak bukukan pendapatan, rugi bersih INCF membengkak di kuartal pertama

JAKARTA. Pada tiga bulan pertama di tahun ini, rugi bersih PT Amstelco Indonesia Tbk (INCF) membengkak hingga mencapai Rp 3,295 miliar.

Kerugian perusahaan yang semula bernama PT Indocitra Finance Tbk itu lebih tinggi 11 kali lipat dari nilai rugi bersih yang dibukukan pada akhir kuartal pertama tahun lalu yang hanya Rp 282,775 juta.

Laporan keuangan non audited INCF menunjukkan, perusahaan yang bergerak di bisnis pembiayaan ini menderita kerugian karena pada kuartal pertama tahun ini tidak membukukan pendapatan usaha. Sementara beban usaha tetap tinggi, bahkan lebih besar dibanding tahun sebelumnya, yaitu mencapai Rp 3,287 miliar.

Di sisi lain, beban lain-lain juga naik hampir 600% dibanding tiga bulan pertama di tahun lalu, yaitu mencapai Rp 7,449 juta per akhir Maret tahun ini. Tak pelak, kerugian perseroan kian membengkak.

Tercatat, rugi bersih per saham dasar INCF bertambah dari Rp 5,89 per saham, menjadi Rp 58,14 per saham di akhir Maret 2011.

Saham JTPE terbang seiring rencana pembagian dividen dan stock split

JAKARTA. Saham PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) pagi ini masih melanjutkan penguatan kemarin. Pada pukul 11.15, saham JTPE tercatat naik 0,71% menjadi Rp 1.420. Sebelumnya, saham JTPE sempat bertengger di posisi Rp 1.440 atau naik 2,12%.

Rumor yang berkembang di pasar antara lain saham JTPE bakal dikerek hingga mencapai level Rp 1.600. Selain itu, ada juga sentimen positif lainnya seperti rencana pembagian dividen senilai Rp 140 per saham dan pemecahan nilai nominal saham (stock split) perseroan dari Rp 100 per saham menjadi Rp 20 per saham.

Berau Coal Bagi Dividen Rp123,9 MIliar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) menyetujui membagikan dividen 2010 sebesar Rp3,55 per saham atau total dividen 2010 Rp123,90 miliar.

Pembagian dividen 2010 tersebut sekitar 20% dari laba bersih 2010 sebesar Rp619,83 miliar. "Pembagian dividen 2010 sebesar 20% dari laba bersih 2010 atau Rp123,90 miliar. Dividen yang dibagikan sebesar Rp3,55 per saham," ujar Direktur PT Berau Coal Energy Tbk John Ramos.

Sisa laba bersih 2010 akan digunakan untuk dana cadangan sebesar 5,63% atau Rp34,9 miliar, sekitar 21,87% untuk diinvestasikan kembali dan modal kerja, sekitar 2,5% untuk tantiem direksi.

Seperti diketahui, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp9,58 triliun atau naik 13,22% pada 2010 dari periode sama sebelumnya Rp8,31 triliun. Sedangkan laba bersih sebesar Rp619,83 miliar pada 2010 atau turun sekitar 33% dari periode sama sebelumnya.

Perseroan telah merealisasikan dana hasil penawaran umum sebesar Rp480,96 miliar hingga Desember 2010. Dana hasil penawaran umum saham perdana untuk belanja modal dan akuisisi. Perseroan meraih dana hasil hasil penawaran umum saham perdana sebesar Rp1,28 triliun.

Realisasi belanja modal untuk pengembangan usaha sebesar Rp215,71 miliar, pembangunan terminal batu bara di Suaran, Kalimantan Timur sebesar Rp24,76 miliar, pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara sebesar Rp5,03 miliar, pembelian fasilitas transhippment sebesar Rp4,34 miliar, dan investasi pembelian 25 unit barge senilai Rp6,10 miliar. [cms]

Rumor dibeli bos ADMF, saham AMAG kian meroket

JAKARTA. Saham PT Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) kian melaju kencang. Pada pukul 10.58, saham AMAG tercatat melonjak 2,22% menjadi Rp 230. Bahkan pada transaksi sebelumnya, saham AMAG sempat melonjak 4,44% menjadi Rp 235.

Menurut penuturan salah seorang pelaku pasar, Stanley Atmadja yang merupakan bos PT Adira Multifinance Tbk (ADMF), disebut-sebut sejumlah pelaku pasar telah membeli 55% saham AMAG pada harga Rp 275.

Harga tersebut merupakan harga rata-rata tertinggi selama sebulan terakhir. Evergreen ditunjuk sebagai pelaksana proses divestasi ini.

Sementara data Bloomberg menunjukkan, tiga broker yang memborong saham ini antara lain: eTrading Securities senilai Rp 92,69 juta, Mega Capital Indonesia senilai Rp 91,43 juta, dan OSK Nusadana senilai Rp 58,65 juta.

Mata uang Asia kembali menjadi incaran

Mata uang Asia kembali menjadi incaran
SEOUL. Mayoritas mata uang Asia mengalami penguatan. Pagi ini, keperkasaan dipimpin oleh won Korea Selatan seiring pemulihan ekonomi global yang terus berjalan dan optimisme mengenai krisis utang Yunani. Dua faktor tersebut menyebabkan tingkat permintaan aset-aset di kawasan regional mengalami kenaikan.

Asal tahu saja, pada pukul 11.29 waktu Seoul, won menguat 0,3% menjadi 1.075,55 per dollar. Sementara, dollar Taiwan menguat 0,2% menjadi NT$ 28,881 dan peso Filipina menguat 0,2% menjadi 43,387. Selain itu, penguatan juga dialami oleh baht Thailand sebesar 0,1% menjadi 30,47.

"Pertumbuhan ekonomi Asia masih memimpin. Saat sentimen mereda, maka mata uang regional akan kembali menjadi incaran," kataFrances Cheung, senior strategist Credit Agricole CIB di Hongkong.

IPO Visi Media Oversubscribed 5,12 Kali

Medium
INILAH.COM, Jakarta – Dalam proses bookbuilding dalam rangka IPO, permintaan saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) mengalami oversubscribed 5,12 kali.

Perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa konten dalam berbagai platform yang berfokus pada penyediaan konten berita, olahraga, dan gaya hidup ini telah selesai melakukan penawaran awal (bookbuilding) sebagai bagian dari proses pelaksanaan IPO VIVA. Proses bookbuilding ini telah berlangsung sejak tanggal 13 Juni hingga tanggal 21 Juni 2011.

“Harga penawaran IPO VIVA ini juga ditetapkan sebesar Rp280 untuk setiap sahamnya dimana hampir merupakan batasan harga tertinggi dari rentang harga yang ditawarkan selama proses bookbuilding. Penentuan harga IPO tersebut kami tetapkan setelah melakukan analisa mendalam terhadap minat dan tanggapan dari seluruh kalangan calon investor, yang nampak sangat positif, di mana terjadi kelebihan permintaan yang signifikan. Berdasarkan hal tersebut target penerimaan dana hasil IPO juga ditingkatkan hingga mencapai Rp640,1 miliar, yang selanjutnya akan digunakan untuk pengembangan usaha VIVA dan Anak Perusahaan ke depannya, baik melalui belanja modal, peningkatan modal kerja maupun mengurangi sebagian kewajiban VIVA guna memberikan ruang dan fleksibilitas keuangan yang lebih baik di masa mendatang.” demikian penjelasan Vicky Ganda Saputra Executive Director dari PT Danatama Makmur. PT Ciptadana Securities dan PT Danatama Makmur merupakan pihak yang ditunjuk VIVA sebagai Penjamin Pelaksana Emisi IPO Perusahaan.

“Selain itu dalam struktur IPO ini, juga terdapat 571,5 juta waran yang akan dibagikan sebagai tambahan insentif bagi keseluruhan calon investor IPO dengan rasio 4:1 (setiap 4 saham akan memperoleh 1 waran) dengan harga pelaksanaan Rp300 untuk setiap waran. Melalui mekanisme ini, VIVA masih akan dapat memperoleh tambahan dana lagi dikemudian hari hingga sebesar sekitar Rp171,5 miliar,” ungkap Vicky.

Optima Investama Minta Pengembalian Izin Usaha

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Optima Investama berencana untuk meminta pengembalian izin usaha Manajer Investasi ke Bapepam-LK.

Dalam publikasinya Rabu (22/6) disebutkan rencana ini telah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tertanggal 21 Juni 2011 lalu.

Disampaikan terkait dengan rencana tersebut, semua kreditur Perseroan dan pihak-pihak terkait lainnya yang masih memiliki hak dan kewajiban, dapat mengajukan keberatan dan permohonan penyelesaian semua hak dan kewajibannya secara tertulis dengan disertai alasan dan bukti-bukti pendukung paling lambat 14 hari dari sekarang.

Harapan dari Yunani berpotensi mendukung apresiasi euro

Harapan dari Yunani berpotensi mendukung apresiasi euro
JAKARTA. Optimisme atas terkendalinya situasi politik dan ekonomi Yunani berpotensi mendorong laju penguatan euro, hari ini. Ini terjadi setelah akhirnya parlemen Yunani memberi persetujuan atas rencana lanjutan program pengetatan anggaran yang diajukan Perdana Menteri George Papandereou.

"Euro berpotensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi hingga menguat," kata Head of Research Treasury Divison PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Nurul Eti Nurbaeti.

Hari ini, pairing mata uang EUR/USD diprediksi akan bermain di rentang support 1.4150 - 1.4250, hingga resistance di 1.4450 - 1.4550.

Sebelumnya, pertemuan para menteri keuangan zona Eropa menghasilkan keputusan menunda pemberian bailout Yunani yang dibutuhkan untuk mencegah gagal baya obligasi negara itu. Pertemuan itu mensyaratkan persetujuan parlemen Yunani atas program pengetatan anggaran, jika ingin mendapat bantuan tahap pertama sebesar 12 miliar euro.

Nurul bilang, fokus pelaku pasar akan beralih ke Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting dan menantikan komentar Bernanke pada konferensi pers The Fed malam ini. Sampai saat ini belum ada isyarat atas adanya lanjutan program Quantitative Easing (QE). Federal funds rate (FFR) juga diprediksi tidak akan mengalami perubahan.

"Namun rilis data Industrial New Orders EZ yang diprediksi naik, cenderung menambah daya dorong apresiasi euro di sesi Eropa," tukas Nurul.