Kamis, 30 Juni 2011

Indosurya: Meski rentan terhadap sentimen, IHSG diprediksi menguat hari ini

JAKARTA. Melihat positifnya sentimen yang beredar di pasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di proyeksikan bisa menguat hari ini.

Managing Research Indosurya Aset Manajemen (ISAM) Reza Priyambada dalam riset hariannya menyebut, meski rentan terhadap sentimen, namun diharapkan indeks bisa bergerak positif, apalagi pasca liburan kemarin.

Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada support 3.802 hingga 3.816, dengan resistance di 3.841 sampai 3.853.

Secara teknikal, menurut Reza, candle IHSG menyerupai inverted hammer, di mana sebelumnya membentuk candle hampir menyerupai black marubozu. Pola ini memperlihatkan masih adanya potensi penguatan, apalagi upper bollinger band belum tersentuh. "Tetapi, indeks masih rentan terhadap sentimen yang beredar," ujarnya.

Saat ini, MACD menguat terbatas dengan histogram positif yang memanjang. Sementara, RSI, William %R, dan Stochastic mulai menyentuh area overbought (jenuh beli).

Emas kembali bersinar setelah harganya terpangkas di level terendah lima pekan

Emas kembali bersinar setelah harganya terpangkas di level terendah lima pekan
NEW YORK. Emas melanjutkan reli hari keduanya di New York. Penguatan emas dipicu meningkatnya minat investor untuk mengoleksinya sebagai aset alternatif dari mata uang, setelah harganya terkoreksi cukup tajam dalam beberapa hari sebelumnya. Emas memang sudah terkoreksi hingga menyentuh level terendahnya dalam lima pekan.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus di Comex, New York, naik 0,7% ke US$ 1.510,40 per ons troy, dan diperdagangkan di US$ 1.511,30 per ons troy, pada pukul 10.18 pagi di Wellington.

Di tahun ini, emas sudah reli 6,3%. Krisis utang Eropa memicunya hingga menyentuh rekor di US$ 1.577,40 per ons troy, pada 2 Mei lalu. Kemarin, Yunani sudah mendapat persetujuan dari parlemen untuk melakukan pemangkasan pengeluaran sebagai syarat menerima paket bantuan dari Uni Eropa.

Trader dari FuturePath Trading LLC Frank Lesh menyebut, ketika emas sampai di level yang wajar, pembeli mulai berdatangan. "Meski Yunani memenangkan suara untuk penghematan, tidak berarti mereka telah memecahkan semua masalah. Semua menggiring emas untuk tetap menguat," ujar Lesh di Chichago, hari ini.

APOL restrukturisasi utang Rp 6,35 triliun

JAKARTA. PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) berencana mengurangi dan merestrukturisasi tumpukan utang. Manajemen APOL berharap rencana tersebut akan terlaksana pada tahun ini.

Asal tahu saja per akhir Desember 2010 utang perseroan telah mencapai Rp 6,35 triliun. Sementara ekuitas perseroan pada akhir Desember lalu minus Rp 881 miliar. Dengan begitu rasio debt to equity (DER) perseroan adalah sekitar -7,2 kali.

APOL akan melakukan tiga tahapan untuk merestrukturisasi utang tersebut. Tahap pertama perseroan akan melakukan buy back sebagian dari surat utang, dan melunasi hutang yang tidak menggunakan jaminan. Untuk tahap ini perseroan menganggarkan dana US$ 30 juta.

Manajemen APOL menjelaskan, perseroan akan melakukan reverse dutch auction (RDA) atau tender buyback tahap pertama. Artinya setiap pemegang surat utang dan kreditur lain yang akan melaksanakan tahapan ini akan menawarkan tagihan dengan diskon. Perseroan akan memilih diskon terbaik dari penawaran tersebut untuk diprioritaskan.

Dana tersebut berasal dari penerbitan saham baru seri B tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Target pencapaian dana dari hajatan tersebut total senilai US$ 75 juta. Sebesar US$ 30 juta untuk melunasi utang, dan sisanya US$ 45 juta untuk modal kerja perseroan.

Saham baru tanpa HMETD akan dibeli pemegang saham utama perseroan, yaitu PT Mandira Sanni Pratama (MSP). Sejumlah 99,98% kepemilikan MSP dikuasai Oentoro Surya, Presiden Direktur APOL. "Awalnya ada investor yang mau masuk, tapi ada perubahan rencana," kata Direktur APOL Fida Unidjaja, Selasa (28/6). Padahal jika investor baru tersebut masuk, MSP hanya akan menyediakan US$ 45 juta untuk pembelian saham baru tersebut.

Catatan KONTAN, salah satu nama investor strategis yang dikabarkan hendak masuk adalah Saratoga Capital.

Investor terdilusi

Tahap kedua, APOL akan menawarkan obligasi konversi yang bisa dikonversi menjadi saham seri B. Obligasi konversi itu ditawarkan untuk pemegang guaranteed secured notes dengan bunga 8,75% yang tidak terserap dalam aksi buyback perseroan. Obligasi konversi tersebut memiliki tenor selama enam tahun dan tanpa bunga. Perseroan menawarkan konversi utang ke obligasi konversi senilai 1,3 kali dari rata-rata harga buyback.

Oentoro bilang, jika kedua aksi tersebut berjalan mulus, perseroan memproyeksikan utang yang masih tersisa adalah senilai Rp 4,98 triliun. Sisa utang tersebut akan masuk ke dalam program restrukturisasi utang perseroan. Akan ada perpanjangan waktu sekitar 12 tahun dan penurunan bunga sebesar 35%.

Dalam tahap ketiga, perseroan akan memberikan waran seri I secara cuma-cuma. Setiap US$ 1000 utang yang akan direstruktusiassi akan mendapat waran sebanyak 6.682 waran seri I. Waran tersebut tersebut dapat digunakan untuk membeli satu saham seri B.

Setiap aksi korporasi bisa menyebabkan susunan pemegang saham terus berubah, misalnya untuk penerbitan saham baru. "Setelah penerbitan saham tanpa HMETD, seluruh kepemilikan saham selain pemilik saham utama akan terdiliusi sekitar 70,7%," kata Fida.

Dengan seluruh aksi tersebut, posisi ekuitas perseroan akan menjadi positif yaitu senilai Rp 1,06 triliun, dari sebelumnya minus Rp 881 miliar. Aset naik menjadi Rp 6,08 triliun, dari sebelumnya Rp 5,50 triliun. Dan kas naik sekitar Rp 500 miliar. "Namun semua aksi korporasi itu baru akan dimulai setelah mendapat persetujuan dari seluruh kreditur," kata Fida.

Reza Priyambada Managing Research Indosurya Asset Management menilai kreditur memang tidak memiliki pilihan kecuali mengikuti skema pelunasan dan restrukturisasi utang yang dilakukan perseroan. Pasalnya, para kreditur tersebut tidak memiliki jaminan apapun dari APOL saat membeli surat utang atau memberikan pinjaman.

Sedangkan bagi investor, aksi tersebut akan merugikan pemegang saham APOL karena kepemilikan sahamnya terdiliusi. Kata Reza, investor APOL sebaiknya melirik saham lain. Karena kalaupun ditahan harga saham tersebut tidak akan bergerak, dalam waktu yang lama.

Stok AS anjlok tajam, minyak melesat ke level US$ 95,2 per barel

Stok AS anjlok tajam, minyak melesat ke level US$ 95,2 per barel
SYDNEY. Harga minyak melesat untuk hari ketiga di New York, setelah Amerika Serikat (AS) melaporkan cadangan minyak mentahnya turun tiga kali lebih besar dari yang diperkirakan. AS merupakan negara pengonsumsi minyak terbesar di dunia.

Minyak WTI untuk pengiriman Agustus naik 50 sen ke level US4 95,27 per barel, pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan diperdagangkan di US$ 95,22 per barel pada pukul 9 pagi waktu Sydney. Sementara, minyak Brent untuk pengantaran Agustus naik 3,3% ke US$ 112,40 per barel di ICE Futures Europe, kemarin.

Departemen Energi AS menyebutkan, cadangan minyak mentah berkurang 4,38 juta barel, jauh lebih besar dari prediksi analis yang hanya menduga penurunan 1,5 juta barel. AS juga melaporkan suplai minyak mentahnya turun menjadi 359,5 juta barel. Ini penurunan pekan keempat, dan menjadi koreksi terpanjangnya sejak 7 Januari. Sementara, impor melemah 3% menjadi 8,88 juta barel sehari, yang merupakan penurunan pertamanya dalam tiga pekan terakhir.

Direktur riset derivatif energi dari Blue Ocean Brokerage Carl Larry menyebut, penurunan stok tersebut sangat bullish bagi minyak. "Angka tersebut menunjukkan kita sudah kehilangan banyak impor, dan kita dapat melihat lebih banyak penurunan pengiriman ke AS karena pelepasan cadangan oleh IEA," ujarnya.

Sebelumnya, International Energy Agency menyatakan melepas cadangan strategisnya sebesar 60 juta barel untuk mengendalikan harga minyak.

Selain itu, reli harga minyak juga dipicu sentimen positif dari Yunani. Parlemen Yunani setuju atas rencana Prime Minister George Papandreou melakukan penghematan pengeluaran demi mendapatkan paket bantuan. Hal ini mengurangi kekhawatiran gagal bayar utang di sana.

Sinyal positif dari Yunani, S&P 500 dan Dow Jones lanjut reli hari ketiga

Sinyal positif dari Yunani, S&P 500 dan Dow Jones lanjut reli hari ketiga
NEW YORK. Pasar saham Amerika Serikat (AS) reli untuk hari ketiga, setelah Yunani berhasil melewati langkah untuk melakukan penghematan. Penguatan yang berlangsung selama tiga hari terakhir bahkan menjadi yang terbesar sejak Maret lalu.

Indeks Standard & Poor's 500 naik 0,8% ke 1.307,41, pada pukul 4 sore di New York. Indeks acuan saham AS ini sudah reli 3,1% dalam tiga hari terakhir. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average melejit 0,6% ke 12.261,42, hari ini.

Saham global naik seiring Perdana Menteri Yunani George Papandreou meraih cukup suara untuk meloloskan bagian pertama dari rencana penghematan. Papandreou kini bisa menjalankan pemangkasan anggaran senilai 78 miliar euro dan penjualan aset. Ini merupakan persyaratan Uni Eropa untuk mendapatkan paket penyelamatan selanjutnya.

Kepala Strategi privat banking di KeyCorp Bruce McCain menilai, hal itu sebagai langkah penting pertama. "Selain itu, perekonomian memiliki sejumlah katalis yang dapat membantu mendorong pasar lebih tinggi selama beberapa minggu ke depan," ujarnya.

Analis pasar dari Stifel Nicolaus & Co. Kevin Caron menambahkan, kabar dari Yunani mengurangi ketidakpastian terkait risiko gagal bayar. "Selain itu, investor melihat penjualan rumah naik lebih dari yang diperkirakan. Itu sinyal positif," sebutnya. National Association of Realtors merilis indeks penjualan kembali rumah yang tertunda (pending homes) meningkat 8,2% dibanding April, setelah bulan sebelumnya direvisi turun 11%. Kenaikan ini melebihi prediksi ekonom yang hanya 3%.

Reli bursa saham juga ditopang langkah Federal Reserve yang menetapkan batas biaya penggunaan kartu kredit yang lebih rendah dari yang diusulkan sebelumnya. "Ini adalah kemenangan besar untuk Visa dan MasterCard. Mereka sudah berdebat cukup lama dan menganggap peraturan tersebut terlalu berat. Dan ini jelas kabar baik bagi mereka," ujar Giri Cherukuri, manajer perdagangan dari Oakbrook Investments.

Saham Visa Inc. melonjak hingga 15%, yang terbesar sejak Maret 2008. Selain itu, saham MasterCard Inc. reli hingga 11%, yang tertinggi sejak Juni 2008. Adapun, saham perusahaan benih terbesar di dunia, Monsanto Co. naik 5% setelah laba bersih melonjak 77%. Sahamm produsen baja US Steel Corp. melaju 5,9% setelah Deutsche Bank AG memprediksi permintaan dan harga baja bakal melambung.

IHSG Siap Respons Hasil Positif dari Yunani

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (28/6/2011) lalu ditutup menguat cetak 16 poin di tengah transaksi yang tak terlalu ramai menjelang libur. Investor masih menunggu keputusan parlemen Yunani dalam menyelesaikan krisis utang.

Pada perdagangan, Selasa (28/6/2011), IHSG menguat 16,848 poin (0,44%) ke level 3.830,273. Sementara Indeks LQ 45 naik 2,823 poin (0,41%) ke level 678,082.

Hasil positif dari parlemen Yunani yang menyetujui rencana untuk menghindari negara tersebut dari gagal bayar diharapkan mampu menggairahkan minat para investor. Mengikuti pergerakan positif bursa regional merespons kabar positif dari Yunani tersebut, IHSG pada perdagangan Kamis (30/6/2011) diharapkan kembali menguat.

Sementara Bursa Wall Street kemarin kembali menguat, dalam rangkaian penguatan 3 hari berturut-turut merespons sentimen positif dari Yunani. Parlemen Yunani telah menyetujui rencana yang diajukan pemerintah guna menghindari gagal bayar utang.

Parlemen Yunani akhirnya menyetujui paket pengurangan belanja, kenaikan pajak dan penjualan aset untuk 5 tahun dalam rangka mengurangi gagal bayar utang. Persetujuan diperoleh melalui voting 155 banding 138, sekaligus memberikan kemenangan bagi rencana Perdana Menteri Yunani George Papandreou.

Pada perdagangan Rabu (29/6/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat hingga 72,73 poin (0,60%) ke level 12.261,42. Indeks Standard & Poor's 500 juga mengua 10,74 poin (0,83%) ke level 1.207,41 dan Nasdaq menguat 11,18 poin (0,41%) ke level 2.740,49.

Bursa Jepang juga langsung ikut menguat meski masih pelan-pelan. Mengawali perdagangan Kamis, indeks Nikkei-225 tercatat naik 21,79 poin (0,22%) ke level 9.819,05.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG pada Selasa (28/6) naik 16.8 point (+0.44%) terkenan dampak bursa global dan regional menyusul membaiknya persepsi investor akan krisis Yunani dan pertumbuhan ekonomi AS. Hampir seluruh sektor mengalami kenaikan kecuali sektor mining (-0.06%) dan trade (-0.02%) dengan 138 saham tercatat mengalami kenaikan, 91 saham mengalami penurunan, 86 saham tidak mengalami perubahan dan 133 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi motor penggerak IHSG a.l. TLKM, GGRM, EXCL, ASII dan SMGR sementara saham-saham yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. UNVR, ITMG, BUMI, BDMN dan ISAT. Asing tercatat melakukan net buy di pasar regular sebesar Rp185 miliar dengan saham-saham yang paling banyak di beli a.l. CPIN, ADRO, SMGR, GGRM dan UNTR.

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin IHSG berhasil menguat di saat indikator stochastic membentuk deathcross di area overbought, namun selama masih bertahan dari garis mid Bollinger bandnya maka IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya. Pada perdagangan hari ini (30/6) IHSG diperkirakan akan bergerak pada range 3809-3854. Sementara itu, saham-saham yang layak diperhatikan antara lain CPIN, SMGR, dan INTA.

Indosurya:

Pada perdagangan Kamis (30/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.802-3.816 dan resistance 3.841-3.853. Candle IHSG membentuk candle menyerupai inverted hammer dimana sebelumnya membentuk candle hampir menyerupai black marubozu . Secara teknikal pola ini memperlihatkan masih adanya potensi penguatan, apalagi upper bollinger band belum tersentuh. Tetapi, masih rentan terhadap sentimen yang beredar. MACD menguat terbatas dengan histogram positif yang memajang. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai menyentuh area overbought . Meski rentan terhadap sentimen dan melihat positifnya sentimen yang beredar diharapkan IHSG bisa ikut menguat, apalagi setelah liburan.

(qom/qom)

Perkembangan Positif Krisis Yunani Gairahkan Wall Street

New York - Bursa Wall Street kembali menguat, dalam rangkaian penguatan 3 hari berturut-turut merespons sentimen positif dari Yunani. Parlemen Yunani telah menyetujui rencana yang diajukan pemerintah guna menghindari gagal bayar utang.

Optimisme terhadap persetujuan atas 'austerity plan' dari parlemen Yunani tersebut telah membantu pasar rebound setelah melemah hingga titik terendahnya dalam 2 bulan terakhir.

Parlemen Yunani akhirnya menyetujui paket pengurangan belanja, kenaikan pajak dan penjualan aset untuk 5 tahun dalam rangka mengurangi gagal bayar utang. Persetujuan diperoleh melalui voting 155 banding 138, sekaligus memberikan kemenangan bagi rencana Perdana Menteri Yunani George Papandreou.

"Seluruh kekhawatiran pada bulan Juni telah dilegakan dengan kenaikan 3 hari yang cukup manis kita alami," ujar Wayne Kaufman, kepala analis pasar John Thomas Financial seperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/6/2011).

Pada perdagangan Rabu (29/6/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat hingga 72,73 poin (0,60%) ke level 12.261,42. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 10,74 poin (0,83%) ke level 1.207,41 dan Nasdaq menguat 11,18 poin (0,41%) ke level 2.740,49.

"Ini adalah indikasi yang cukup baik bahwa kita telah mendapatkan dasar di bawah untuk pasar sekarang ini," tambah Kaufman.

Saham-saham sektor finansial mencetak kinerja terbaik. Saham Bank of America Corp menguat hingga 3% setelah mencapai kesepakatan US$ 8,5 miliar dengan para pemegang surat berharga berbasis hipoteknya. Indeks sektor finansial S&P tercatat naik 1,1%.

Saham Visa dan MasterCard juga mencetak titik tertingginya dalam 52 pekan terakhir, setelah staf Bank Sentral AS memberikan rekomendasi hingga berlipat terhadap rencana untuk sejumlah bank yang dapat mengenakan biaya kepada para peritel ketika menggunakan kartu debit. Saham Visa melonjak hingga 15%, MasterCard melonjak 11,3%.

Perdagangan berjalan moderat, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapa 7,19 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang mencapai 7,57 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Rabu, 29 Juni 2011

Yunani Setujui Penghematan Picu Wall Street Naik

Headline
INILAH.COM, New York - Harapan Yunani dapat terhindar dari gagal bayar telah mendorong Wal Street menguat pada perdagangan Rabu (29/6).

Indeks Dow Jones naik 0,2% ke 12.222, indeks Nasdaq naik 0,04% ke 2.730 dan indeks S&P nak 0,3% ke 1.301. Penguatan di indeks S&P ditopang saham keuangan dan bahan baku.

Parlemen Yunani telah menyetujui paket penghematan untuk lima tahun ke depan dengan 155 suara mendukung dan 138 suara menentang. Namun masih harus menunggu hasil voting besok tentang usulan priovatisasi.

Dari pergerakan indeks, saham BJ Wholesale naik 4,6%, KB Home turun 5%, saham Mosntanto naik 4,19%. Saat ini terjadi kekhawatiran di AS khususnya penduduk Pennsulvania karena terancam bangkrut. Kondisi ini dipicu obligasi swasta yang terancam gagal bayar.

Bursa Eropa Rabu pagi juga menguat mengikuti bursa Asia yang menguat mengikuti ekpektasi penyelamatan utang Yunani oleh hasil voting parlemen.

Tunggu Yunani, Wall Street Diprediksi akan Naik

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa Wall Street pada perdagangan Rabu (29/6) diprediksi akan menguat dengan ekspektasi parlemen Yunani akan menyetujui paket penghematan.

Bursa saham Eropa hari ini menguat dan bursa Asia juga ditutup positif dengan optimisme tentang Yunani. Parlemen Yunani masih memperdepatkan soal adopsi langkah penghematan yang terdiri dari pemangkasan anggaran dan privatisasi. Langkah ini untuk memperbanyak dana bantuan dari Uni Eropa dan IMF untuk menghindari gagal bayar.

Namun aksi protes menentang rencana itu sudah terjadi sejak Selasa dan hari ini bergejolak lagi. Suasana kota Athena Yunani menjadi memanas saat berlangsungnya voting di parlemen.

Hingga Mei, perolehan target DGIK masih jauh dari target

JAKARTA. Perolehan kontrak proyek baru PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) masih jauh dari target perolehan kontrak baru perseroan di tahun 2011. Hingga akhir Mei 2011, perseroan baru mendapatkan kontrak baru senilai Rp 500 miliar. Padahal target perolehan proyek baru tahun ini senilai Rp 2,2 triliun.

Meski begitu manajemen DGIK tidak mengubah proyeksi targetnya. "Biasanya proyek pemerintah baru banyak di kuartal tiga hingga empat," kata Johan Halim, Sekretaris Perusahaan DGIK, Selasa (28/6). Sekedar gambaran dari seluruh proyek DGIK sekitar 60%-70% adalah proyek pemerintah.

Tahun ini, perseroan memproyeksikan kenaikan pendapatan sebesar 10% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,35 triliun. Pendapatan tersebut diproyeksikan berasal dari serapan proyek carry over tahun 2010 yang senilai Rp 1,9 trilun.

Selain itu, sekitar 20% hingga 30% berasal dari proyek baru tahun ini. Satu diantaranya adalah proyek Wisma Atlet yang senilai Rp 191 miliar. Proyek ini ditargetkan akan selesai pada Juli. "Saat ini wisma atlet sudah jadi sekitar 90% lebih, tapi kita baru dibayar 50% ," imbuh Johan.

GIAA kantongi fasilitas pinjaman senilai US$ 55 juta

GIAA kantongi fasilitas pinjaman senilai US$ 55 juta
JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengantongi fasilitas pinjaman senilai US$ 55 juta dari perbankan lokal dan asing.

Keterbukaan informasi BEI pada Senin (28/6) menyebutkan, perseroan telah meneken perjanjian pinjaman dengan tujuh kreditur. Mereka adalah, Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd., UBS AG Singapura, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank ICBC Indonesia, PT Bank Internasional Indonesia Tbk, PT Bank Permata Tbk, dan Bank of China Limited cabang Jakarta.

Adapun, PT Bank Internasional Indonesia bertindak sebagai agen penjamin.

Importir mengisi stok, harga CPO melejit untuk hari yang kedua

Importir mengisi stok, harga CPO melejit untuk hari yang kedua
KUALA LUMPUR. Reli harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) berlanjut untuk hari yang kedua. Kenaikan ini dipicu aksi importir yang mulai mengisi stok untuk memenuhi permintaan selama Ramadhan. Ditambah lagi kenaikan harga minyak dunia yang mengangkat daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biofuel.

Kontrak CPO untuk pengiriman September di Malaysia Derivatives Exchange melejit 1,6% ke level RM 3.112 atau setara US$ 1.025 per metrik ton, dan mengakhiri sesi perdagangan pagi di RM 3.109 per metrik ton.

Kemarin, Oil World menyebut, permintaan minyak sawit meningkat seiring pembeli mempersiapkan bulan puasa, yang dimulai awal Agustus. Permintaan juga diperkirakan akan lebih besar mulai Oktober, karena kenaikan produksi minyak nabati berlangsung lebih lambat.

Sementara, UOB Kay Hian Holdings-Ltd menyebutkan permintaan dalam negeri dan ekspor diperkirakan meningkat pada semester kedua tahun ini karena musim perayaan. Namun, dengan produksi musiman yang kuat di semester kedua, tidak mungkin pertumbuhan ekspor akan melebihi pertumbuhan produksi. "Maka, tingkat cadangan akan lebih tinggi dan penurunan harga minyak sawit diperkirakan terjadi di semester kedua," tulis UOB Kay Hian dalam laporannya, hari ini.

Produksi Malaysia mungkin akan tumbuh 13,7% dari April, menjadi 1,74 juta ton. Ini tingkat tertinggi dalam 19 bulan. Dewan minyak Malaysia menyebut, stok naik 14,8% menjadi 1,92 juta ton pada Mei lalu, dan merupakan level tertinggi sejak Januari tahun lalu. Stok minyak diperkirakan segera mencapai 2 juta ton.

Trader dari Sprint Exim Pte. Rajesh Modi menambahkan, selain permintaan cukup besar, terutama dari India dan China, CPO juga naik setelah minyak mentah reli.

Kemarin, minyak naik 2,5% karena spekulasi parlemen Yunani akan menyetujui pemangkasan anggaran untuk mencegah gagal bayar utang. Permintaan minyak juga diproyeksi naik sebelum libur 4 Juli. Hari ini, kontrak minyak untuk pengiriman Agustus reli 0,6% ke US$ 93,40 per barel di New York Mercantile Exchange.

AMFG bagi dividen senilai Rp 80 per saham

JAKARTA. PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) akan membayar dividen senilai Rp 34,720 miliar atau Rp 80 per saham.

Jumlah tersebut setara 10,5% dari laba bersih tahun 2010 yang mencapai Rp 330,973 miliar.

Adapun, cum dividen atau batas akhir perdagangan saham dengan hak dividen di pasar reguler dan negosiasi hingga 18 Juli 2011. Sementara, cum dividen di pasar tunai sampai 21 Juli 2011.

Keterbukaan informasi BEI menyebutkan, pembayaran akan dilakukan pada 4 Agustus 2011.

Kemarin, harga saham AMFG ditutup di level Rp 7.300 per saham. Jika mengacu pada harga tersebut, maka potensi keuntungan dari dividen (dividen yiled) yang bakal diterima setiap pemegang saham sekitar 0,011%.

Aksi protes di Yunani berpeluang memicu reli emas

Aksi protes di Yunani berpeluang memicu reli emas
WELLINGTON. Kekhawatiran terhadap aksi protes dan pemogokan di Yunani sebelum pemungutan suara digelar, berpeluang mengangkat harga emas untuk hari kedua. Aksi protes bisa mendongkrak permintaan emas sebagai alternatif investasi.

Emas untuk pengiriman Agustus di bursa NYMEX naik 0,2% ke level US$ 1.503,5 per ons troy, pada pukul 9.16 di Singapura. Sementara, kontrak untuk pengantaran segera sedikit bergeser ke US$ 1.503,25 per ons troy.

Perdana Menteri Yunani George Papandreou berencana memangkas pengeluaran senilai 78 miliar euro atau setara US$ 112 miliar untuk mendapatkan bantuan internasional. Hari ini, parlemen akan melakukan pemungutan suara untuk mendapatkan persetujuan terhadap rencana Papandreou.

Namun, parlemen Yunani tetap fokus terhadap aksi protes yang kemarin berlangsung di pusat kota Athena dengan lebih dari 20.000 orang melakukan aksi mogok. Tiga puluh tujuh polisi terluka dan gas air mata memenuhi udara karena terjadi pembakaran kendaraan dan beberapa orang memecahkan jendela di restoran McDonald Corp.

Direktur Commodity Broking Services Pty. Jonathan Barrat menyebut, mungkin terjadi risiko utama di pasar jika kerusuhan sosial mulai terjadi. "Jika mereka melihat kerusuhan, maka yang terlihat semacam ketidakstabilan lagi, sehingga mereka mungkin kembali ke arah yang aman," ujarnya.

Meski begitu, Barrat tetap melihat adanya peluang mendapatkan lampu hijau untuk langkah-langkah penghematan.

Hari ini, bank terbesar di Jerman juga akan bertemu Menteri Keuangan di Berlin untuk membuat kesepakatan terkait kontribusi mereka terhadap paket bantuan Yunani. Bank Jerman dan Perancis merupakan pemegang terbesar surat utang Yunani, sehingga partisipasi mereka sangat berpengaruh.

Bursa Asia terdongkrak sinyal positif dari Yunani dan reli komoditas

Bursa Asia terdongkrak sinyal positif dari Yunani dan reli komoditas
TOKYO. Reli pasar saham Asia berlanjut untuk hari yang kedua. Menguatnya bursa regional seiring sinyal Yunani mungkin terhindar dari gagal bayar utang, sehingga mengurangi risiko terhadap pendapatan bank. Reli bursa juga ditopang penguatan harga komoditas.

Indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,7% ke 132,32, pada pukul 9.38 pagi di Tokyo, dan menggiring indeks regional ini ke level penutupan tertinggi sejak 15 Juni. Sekitar 10 saham naik berbanding satu saham yang melemah.

Adapun, indeks Nikkei 225 reli 1,04% ke 9.748,93. Indeks Hang Seng menguat 0,09% ke 22.061. Indeks Kospi juga berhasil reli 1,28% ke 2.089,34, dan indeks saham Australia S&P/ASX 200 naik 0,82% ke 4.511,20.

Bank terbesar di Australia, Commonwealth Bank of Australia Ltd. menguat 0,8% di Sydney, karena spekulasi parlemen Yunani akan menyetujui pemangkasan anggaran untuk mendapatkan bailout. Sementara, saham emiten minyak terbesar dunia BHP Billiton Ltd. melejit 1,8% seiring reli harga minyak dan tembaga. Adapun, Canon Inc, yang pangsa pasar terbesarnya di Eropa naik 1,3% di Tokyo.

Manajer ekuitas dari SMBC Nikko Securities Inc. Hiroichi Nishi menyebut, kecemasan terhadap isu utang Yunani sedikit berkurang. "Investor mulai masuk ke aset berisiko," ujarnya.

Minyak reli karena surutnya stok AS dan optimisme bailout Yunani

Minyak reli karena surutnya stok AS dan optimisme bailout Yunani
NEW YORK. Surutnya cadangan minyak mentah AS memicu reli harga minyak untuk hari kedua di New York. Apalagi, ada sentimen positif anggota Parlemen Yunani bakal menyetujui langkah-langkah penghematan untuk mencegah gagal bayar utang.

Minyak WTI untuk pengiriman Agustus naik 51 sen ke level US$ 93,40 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak yang sama berada di US$ 93,10 per barel, pada pukul 08.54 waktu Sydney. Sementara, minyak Brent untuk penyelesaian Agustus naik US$ 2,79 atau 2,6% ke US$ 108,78 per barel di ICE Futures Europe.

American Petroleum Institute melaporkan stok minyak mentah turun 2,7 juta barel menjadi 360,3 juta barel, pada pekan lalu. Ini merupakan penurunan stok untuk pekan yang keempat. Selain itu, diperkirakan Departemen Energi hari ini akan merilis laporan yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 1,5 juta barel dalam sepekan yang berakhir 24 Juni.

Sentimen positif juga datang dari Yunani. Perdana Menteri Yunani George Papandreou berencana memangkas pengeluaran senilai 78 miliar euro dan menjual aset. Parlemen Yunani akan melakukan pemungutan suara terkait rencana tersebut pada hari ini.

Sementara itu, bank terbesar Jerman akan bertemu dengan Kementrian Keuangan di Berlin hari ini, untuk mencapai kesepakatan mengenai kontribusi mereka terhadap paket bantuan Yunani. Bank Jerman dan Perancis adalah pemegang terbesar surat utang Yunani, dan partisipasi mereka dalam rencana tersebut adalah kunci untuk mendapatkan bailout bagi Yunani.

Kepala strategi pasar Confluence Investment Management Bill O'Grady menyebut, ada harapan besar bahwa rencana untuk utang Yunani akan membantu mengubah sentimen. "Optimisme Yunani tidak akan gagal bayar, dan euro tidak akan kehabisan tenaga," ujarnya.

Optimisme bailout Yunani mendongkrak bursa saham AS

Optimisme bailout Yunani mendongkrak bursa saham AS
NEW YORK. Optimisme Eropa akan mengambil tindakan untuk mencegah default Yunani mengangkat bursa saham Amerika Serikat (AS). Alhasil, indeks Standard & Poor's 500 melejit ke level tertinggi tiga pekan, setelah naik 1,3% ke 1.296,77, pada pukul 4 sore di New York. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average reli 1,2% ke 12.188,69, pada hari ini.

Saham global reli setelah dua sumber yang mengetahui tentang bailout Yunani menyebut bank dan asuransi terbesar Jerman akan bertemu dengan Menteri Keuangan di Berlin, besok. Mereka berusaha mencapai kesepakatan untuk berkontribusi dalam pemberian paket bantuan kepada Yunani.

Bank Jerman dan Perancis merupakan pemegang terbesar surat utang Yunani. Partisipasi mereka dalam rencana bailout adalah kunci untuk persetujuan bailout setidaknya senilai 30 miliar euro. Manajer perdagangan Direct Access Partners LLC Mike Shea menyebut, pasar sedang mencari kejelasan. "Tidak ada yang berekspektasi solusi permanen sekarang, tapi jika bank Jerman sejalan dengan rencana Perancis, menjadi sinyal lebih terbukanya solusi bantuan untuk Yunani," ujarnya.

Selain itu, penguatan bursa AS juga ditopang sentimen positif pada beberapa emiten. Saham Nike Inc. melesat 10% setelah perusahaan ini menyebut penjualan di Amerika Utara yang lebih besar mendongkrak proyeksi keuntungan perusahaan. Chief Executive Officer Mark Parker telah meningkatkan penjualan dan mengurangi biaya pemasaran sejak tahun lalu ketika Nike dipromosikan dalam Piala Dunia.

Kepala investasi Citizens Business Bank Sean Kraus menyebut, reli ini merupakan kelanjutan dari cerita pertumbuhan global. Menurutnya, ada kelegaan di Yunani, dan investor juga melihat pada kinerja Nike. "Kinerja Nike sangat baik, dan memberi kejutan di pasar," sebutnya.

Sementara, CEO Palisade Capital Management LLC Dan Veru menambahkan, saat ini memasuki musim laporan keuangan, yang diekspektasikan bakal bagus. "Sentimen ini menggiring pasar saham akan membaik, sebab kinerja perusahaan AS sangat bagus," imbuhnya.

Saham lain yang juga menopang bursa, seperti Caterpillar Inc, Exxon Mobil Corp., dan Alcoa Inc. yang setidaknya menguat 2,1%. Saham Home Depot Inc. naik 2,4% setelah emiten ini menargetkan pembelian kembali saham sekitar US$ 3,5 miliar di tahun ini.


Tunggu Yunani, Bursa Asia Lanjutkan Penguatan

Headline
INILAH.COM, Hong Kong - Keyakinan parlemen Yunani akan memenangkan voting paket penghematan mendorong bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu (29/6).

Bursa Tokyo ditutup menguat mencapai level tertinggi selama tujuh pekan. Namun volume perdagangan sangat tipis. Saham perusahaan listrik menggerakan indeks. Hal ini didukung partai oposisi yang akan meminta pemerintah menuat skema untuk membantu kompensasi korban krisis radiasi di pabrik nuklir Fukushima.

Indeks Nikkei naik 1,5% menjadi 9.797,26 dan indeks Topix naik1,7% menjadi 844,11. Indeks juga didukung data produk manufaktur yang naik naik 5,7% untuk bulan Mei. Data ini mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya.

Saham di bursa Seoul naik dengan kenaikan saham perusahaan perminyakan dan otomotif. Saham S Oil naik 4,5% dan SK Inovation naik 3,3%. Saham pengecer elektronik, Himart turun 3,4%. Indeks Kospi naik 1,5% ke 2.094,42.

Sementara bursa China tutup turun 1,1% dengan dimotori saham keuangan dengan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Indeks Shanghai turun 1,1% ke 2.728. Saham perbankan terpukul setelah otoritas perbankan China membatasi pinjaman. Sedangkan indeks Hang Seng stagnan di level 22.061.

Yunani Bisa Lebih Buruk dari Lehman Brothers

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Yunani memvoting penghematan fiskal mulai Rabu (29/6). Jika gagal mencapai kesepakatan, Yunani bakal jadi pemicu krisis finansial global yang lebih buruk dari Lehman Brothers pada 2008.

Chief Economist Danareksa Research Institute (DRI) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, jika parlemen tidak mencapai kebulatan tekad soal voting penghematan fiskal, Yunani batal mendapatkan bailout seniali 12 miliar euro. Artinya, Yunani tidak bisa memenuhi janji untuk melakukan austerity fiscal.

Karena itu, Yunani akan default dalam waktu yang tak lama lagi. Kegagalan bayar sudah bisa dilihat pada 10 Juli 2011. Bursa saham dunia akan merespon sangat negatif. Di sisi lain, pasar akan melihat penularan krisis Yunani ke negara-negara lain. “Ketidakpastian moneter global pun akan tinggi,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (29/6).

Default Yunani, menurut Purbaya, juga menjadi pemicu efek domino default (gagal bayar) negara-negara lain di Eropa yang standar fiskalnya buruk. Artinya, rasio utang terhadap Gross Domestic Product (GDP)-nya di atas 60% dengan defisit fiskal yang besar. “Kondisi itu, akan memicu krisis utang di Eropa secara umum,” tandasnya.

Akibatnya, lanjut Purbaya, surat utang yang dimiliki perbankan tidak laku akibat tiadanya harga. Perbankan pun menanggung banyak kerugian dan tidak bisa kembali memimjamkan dananya sehingga pada akhirnya jadi bangkrut. “Dana-dana untuk membangun ekonomi pun jadi berkurang,” timpal Purbaya.

Kondisi itu, akan membuat perlambatan ekonomi Eropa yang signifikan dan berimbas negatif bagi ekonomi global. Padahal, ekonomi Eropa saat ini sedang dalam pemulihan. “Tapi, jika krisis utang Yunani tidak bisa dituntaskan, akan merusak recovery yang sudah terjadi pada ekonomi Eropa dan dunia saat ini,” ungkapnya.

Menurutnya, efek domino Yunani akan sama seperti perembetan krisis subprime mortgage lembaga finansial Lehman Brodthers pada 2008, bahkan bisa lebih buruk lagi. “Yunani merupakan batu ujian bagi kekompakan Uni Eropa saat ini,” tandas dia.

Padahal, lanjutnya, jika Uni Eropa pada April-Mei 2010, sudah mendesain penyelesaian krisis utang Yunani, seharusnya krisis itu sudah selesai saat ini. “Sepertinya, Uni Eropa keliru meng-handle Yunani, lalu tindakan International Monetary Fund (IMF) keliru dalam bailout dan banyak negara Uni Eropa lain yang ragu melakukan bailout. Ini sangat nyata adanya ketidakkompakan di Uni Eropa,” paparnya.

Akibatnya, pasar meragukan kredibilitas paket penyelamatan Yunani sehingga rating utang negeri para dewa itu terus di-downgrade oleh berbagai lembaga pemeringkat internasinal ke bawah level ‘sampah’ (junk bond). Pasar pun semakin panik. “Padahal, ekonomi Eropa saat ini membaik,” ucapnya.

Purbaya memaparkan, Yunani dengan rasio utang di atas 90% dan peringkat utang di bawah level sampah (junk bond) akan susah menjaga kepercayaan di pasar obligasi. Apalagi, di belahan dunia lain AS mengalami rasio utang yang tinggi 98,16% dan Jepang 200% terhadap PDB. “Jepang dan AS pun akan di-down grade,” timpalnya.

Intinya, ditegaskan Purbaya, Yunani akan memicu krisis Eropa, lalu menjalar ke AS dan Jepang dan pada akhirnya memicu krisis yang dalam pada finansial dunia. Pasar saham, pasar obligasi dan rupiah akan mengalami kejatuhan yang dalam. “Apalagi, pasar finansial Indonesia dikuasai 60% asing,” ungkap Purbaya.

Menurutnya, jika risiko global meningkat, investor asing lebih percaya pada dolar AS dan akan menyimpan dananya di tempat yang dianggap paling aman dalam aset-aset dolar. Pada saat ekonomi dunia jatuh, dolar AS menguat tajam hingga mencapai 13.000 menuju 17.000 per dolar AS pada 2008.

Belakangan ini pun, pada saat Yunani berpotensi default, dolar AS menguat tajam terhadap euro hampir tembus US$1,40 per euro. “Tapi, pada saat ekonomi membaik, dolar AS melemah karena investor asing kembali berani mengambil aset-aset berisiko termasuk rupiah,” urainya.

Di atas semua itu, jika skenario terburuk berlaku di Yunani, rasio utang Indonesia dalam posisi yang sehat 26% terhadap PDB dari batas maksimal 60% dan defisit fiskal 2011 di level 1,8% terhadap GDP. Karena itu, ekonomi Indonesia masih dianggap prudent. Jika dunia memasuki kontraksi ekonomi, berkaca pada 2009, Indonesia bisa tumbuh 4,5%. “Jadi, jika tidak terlalu panik, RI bisa tumbuh 4,5%-5% jika krisis global terulang seperti 2008,” imbuhnya. [mdr]

Inilah Alasan Kinerja TLKM Jalan di Tempat

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Meskipun menjadi pemain besar di sektor telekomunikasi tetapi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) kinerjanya jalan di tempat untuk beberapa tahun terakhir.

Analis saham independen, Teguh Hidayat mengungkapkan pendapatan TLKM berasal dari empat sumber. Pertama dari layanan telepon rumah/kantor, layanan telepon seluler/ponsel (Telkomsel dan Flexi), layanan SMS yang juga menggunakan ponsel (Telkomsel dan Flexi lagi), dan layanan akses internet (Telkom Speedy dan Telkomsel Flash).

"Kita tentu tahu bahwa seiring dengan semakin berpindahnya konsumen dari telepon rumah ke ponsel, maka pendapatan TLKM dari layanan telepon rumah setiap tahunnya terus saja turun, sementara pendapatan dari layanan ponsel seharusnya naik," demikian yang dikutip dari hasil risetnya.

Namun faktanya, pendapatan TLKM dari telepon rumah memang turun, sementara pendapatan dari layanan ponsel malah cenderung tidak berubah. Kalau pun ada kenaikan tidak terlalu besar. Pada tahun 2010, TLKM mencatat laba bersih Rp11,5 triliun. Angka tersebut hanya naik sedikit dibanding laba bersih TLKM pada tahun 2006 silam, yaitu Rp11 triliun. Pada kuartal I 2011 pun, laba TLKM tercatat Rp3,8 triliun, atau hanya naik 0,6% dibanding kuartal I 2010.

"Jadi kalau ada sebuah perusahaan yang secara kondisi keuangan cukup sehat, bila dilihat dari utangnya yang tidak terlalu besar. Namun kinerjanya tidak juga meningkat dalam waktu yang berkepanjangan, maka mungkin ada yang salah dengan perusahaan tersebut."

Dengan demikian kondisi ini cukup membingungkan. Sebab Telkomsel dan Flexi merupakan pemimpin di pasar ponsel GSM maupun CDMA. Beberapa waktu lalu Telkomsel bahkan menyatakan bahwa jumlah pelanggannya sudah menembus 100 juta orang.

Boleh Jadi, pertumbuhan pendapatan dari layanan ponsel yang cenderung jalan di tempat tersebut disebabkan karena TLKM tidak memegang Telkomsel secara penuh. Yup, seperti yang kita ketahui, TLKM hanya memegang 65% saham Telkomsel. Sisanya yaitu 35% dipegang oleh SingTel. Alhasil TLKM harus berbagi pendapatan dari Telkomsel dengan perusahaan telekomunikasi asal Singapura tersebut.

Sementara pendapatan TLKM dari layanan internet, pertumbuhannya cukup lumayan. Pada 1Q11, pendapatan TLKM dari layanan ini tercatat Rp2,3 triliun, atau tumbuh 19,7% dibanding 1Q10. Sayangnya kontribusi pendapatan dari layanan internet masih jauh lebih kecil dibanding kontribusi pendapatan dari layanan ponsel. Jadi, sehingga pertumbuhan 19,7% tersebut tidak terlalu berdampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan TLKM secara keseluruhan.