Jumat, 12 Agustus 2011

Meski harga emas menanjak, ANTM ogah naikkan target produksi logam mulia

Meski harga emas menanjak, ANTM ogah naikkan target produksi logam mulia
JAKARTA. Krisis finansial global yang terjadi belakangan turut mendongkrak harga emas ke rekor tertingginya. Pasalnya, investor ramai-ramai mencari instrumen investasi yang aman seperti emas.

Dengan adanya lonjakan harga emas, tentu saja perusahaan tambang emas akan diuntungkan. Seperti yang dialami oleh PT Aneka Tambang (ANTM). Direktur Utama Antam Tbk, Alwin Syah Loebis mengatakan, pantauan di unit bisnis Logam Mulia, Pulo Gadung, terlihat antrian para pemburu emas terus mengular. Bahkan, pada Kamis (11/8) lalu, ada 200-an orang yang mengantre membeli emas di unit usaha pengolahan emas milik Antam itu.

Meski permintaan terus bertambah, Alwin mengaku tidak akan menaikan target produksi emas dari yang ditetapkan sebesar 3.025 kilogram (kg) tahun ini. "Kita tidak merevisi target, karena kapasitas produksi kita memang sebesar itu," ujar Alwin di Jakarta, Kamis (11/8).

Alwin menjelaskan, sepanjang semster I lalu, volume produksi emas Antam sudah mencapai 40% dari target tersebut, yaitu sebanyak 1.241 kg. Rinciannya, 974 kg berasal dari lokasi pertambangan emas Antam di Pongkor, Bogor dan 267 kg dari tambang emas Cibaliung, Pandegelang. Volume produksi emas pada semester I-2011 ini lebih rendah 10% dibandingkan pencapaian semester I-2010 yang sebagian besar diakibatkan turunnya kadar bijih di Pongkor dibandingkan pada 2010.

Sedangkan dari sisi penjualan, kata dia, sudah mencapai 62% yaitu 3.611 kg dari target penjulan tahun ini sebesar 5.820 kg. Dibandingkan periode yang sama tahun 2010, volume penjulan ini mengalami peningkatan 6%.

Dengan permintaan emas yang terus meningkat dan harga yang terus melonjak naik, menurut Alwin pendapatan perusahaan dari penjulan emas diperkirkaan akan meningkat. Tetapi sayang, dia enggan memproyeksi keuntungan dari penjulan emas itu. "Harga sekarang kan harga spot, nanti yang kita lihat kan harga rata-rata setahun ini. Jadi belum tahu juga, mudahan-mudahan meningkat," tandasnya.

Pendapatan Antam dari komoditas emas pada semester I 2011 mencapai Rp 1,49 triliun atau naik 28% dibandingkan pendapatan semester I-2010.

Nilai Pasar Saham 'Hilang' US$ 2 Triliun dalam 2 Pekan

New York - Gejolak di pasar saham global akibat kekhawatiran krisis di Eropa dan Amerika Serikat telah menggerus nilai saham-saham secara tajam selama 2 pekan terakhir.

Pasar saham global tergerus nilainya hingga US$ 4 triliun selama bulan ini akibat keprihatinan krisis utang zona euro yang menyebar ke Italia dan Spanyol serta merusak sistem perbankan Eropa dan ekonomi global yang memasuki tahap resesi.

Jumlah yang keluar dari acuan MSCI All-Country World Index MIWD00000PUS --sekitar satu per tujuh dari nilai tersebut-- hampir setara dengan ukuran ekonomi dari Italia, Spanyol, Portugal, Irlandia dan Yunani.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/8/2011), aksi jual yang terjadi sepanjang pekan ini telah sampai sekitar US$ 1,6 triliun dari kapitalisasi pasar dari acuan global. Pada pekan lalu, nilai yang 'menguap' dari pasar saham global tercatat sebesar $2.5 triliun.

Penilaian acuan saat ini diperkirakan sebesar US$ 24,84 triliun.

Indeks S&P 500 AS sendiri tercatat kehilangan lebih dari US$ 710 miliar selama minggu ini, setelah kehilangan US$ 850 miliar pada minggu sebelumnya. Sementara saham orang Eropa diukur oleh MSCI Europe .MSCIEU telah kehilangan hampir US$ 500 miliar minggu ini.

Seperti diketahui, pasar saham global sempat merosot tajam dan dilanda kepanikan jual menyusul penurunan peringkat utang Amerika Serikat oleh Standard & Poor's. Bursa global sempat membaik seiring redanya kekhawatiran, namun merosot lagi karena munculnya kekhawatiran baru krisis Eropa akna menyebar ke Prancis.

Namun pada perdagangan Kamis kemarin, bursa global dan juga Wall Street sudah membaik. Pada perdagangan Kamis (11/8/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melonjak 423,37 poin (3,95%) ke level 11.143,31. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 51,88 poin (4,63%) ke level 1.172,64 dan Nasdaq melonjak 111,63 poin (4,69%) ke level 2.492,68.

(qom/qom)

Naik Tajam, BEI Suspensi Saham LPCK

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) pada perdagangan saham 12 Agustus 2011 dalam rangka cooling down.

Hal itu disampaikan Pjs. Kadiv.Pengawasan Transaksi Irvan Susandy dan Kadiv Perdagangan Saham BEI Andre P.J Toelle, dalam keterbukaan informasi Jumat (12/8). Saham LPCK naik dari harga penutupan Rp650 pada 18 Juli 2011 menjadi Rp1.550 pada 11 Agustus 2011. BEI pun perlu melakukan suspensi saham LPCK.

Penghentian sementara perdagangan saham ini dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham LPCK.

Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan. [cms]

Produksi menanjak, saham ANTM melonjak ke level tertinggi lima bulan

Produksi menanjak, saham ANTM melonjak ke level tertinggi lima bulan
JAKARTA. Saham PT Aneka Tambang (ANTM) bergerak agresif pagi ini. Pada pukul 10.45, saham ANTM melonjak 3,1% menjadi Rp 1.970. Ini merupakan lonjakan terbesar sejak 1 Maret lalu.

Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang paling banyak mengempit saham ini di antaranya: Credit Suisse Securities senilai Rp 5,13 miliar, Indo Premier Securities senilai Rp 4,04 miliar, dan OSK Nusadana Securities senilai Rp 4,78 miliar.

Kenaikan saham ANTM terjadi setelah produsen emas dan feronikel ini melaporkan terjadi kenaikan produksi feronikel sebesar 6% menjadi 9.838 metrik ton. Nilai tersebut sudah mencapai 55% dari seluruh target produksi tahun ini.

Optimisme akan ekonomi Indonesia bikin rupiah menguat 0,4% pekan ini

Optimisme akan ekonomi Indonesia bikin rupiah menguat 0,4% pekan ini
JAKARTA. Mata uang rupiah pagi ini kembali perkasa. Penguatannya bahkan mendekati level terbesar sejak 1 Juli lalu. Optimisme atas pertumbuhan ekonomi Indonesia dan tingkat yield yang relatif tinggi akan menarik dana asing untuk masuk.

"Fundamental perekonomian Indonesia sangat kuat, sehingga bisa menarik dana asing masuk dan membuat posisi rupiah menguat," jelas Mika Martumpal, currency analyst PT Bank Commonwealth di Jakarta. Selain itu, lanjut Mika, tingkat inflasi Indonesia relatif rendah dan tingkat yield sangat menarik.

Catatan saja, pagi ini, rupiah terapresiasi sebesar 0,4% pada pekan ini menjadi 8.543 per dollar pada pukul 09.30. Ini merupakan penguatan mingguan terbesar sejak periode yang berakhir 1 Juli.

Sementara itu, investor asing sudah menaikkan kepemilikannya atas obligasi pemerintah sebesar 24% menjadi Rp 243,19 triliun tahun ini hingga 10 Agustus lalu.

Laba bersih naik dua kali lipat, saham SIM berada di posisi tertinggi 2 bulan

JAKARTA. Saham PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) terbang cukup tinggi pagi ini. Pada pukul 10.35, saham SIMP meroket 6,6% menjadi Rp 1.290. Itu artinya, saham SIMP mengalami lonjakan terbesar dalam dua bulan terakhir atau 9 Juni lalu.

Data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang memborong saham ini adalah: OSK Nusadana Securities senilai Rp 13,11 miliar, CLSA Indonesia senilai Rp 10,72 miliar, dan Mandiri Sekuritas senilai Rp 9,17 miliar.

Lonjakan saham SIMP terjadi setelah produsen minyak makan ini membukukan kenaikan laba bersih dua kali lipat di semester I dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp 885 miliar.

Transaksi Obligasi Naik 29,03% per Juli 2011

INILAH.COM, Jakarta - Aktifitas transaksi di pasar obligasi konvensional, syariah dan sukuk korporasi serta Efek Beragun Aset mencapai Rp72,84 triliun atau naik 29,03% pada perdagangan Januari-Juli 2011 dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp56,45 triliun.

Frekuensi transaksi sepanjang 2011 mencapai 10.286 kali atau naik sebesar 14,30% dibanding periode 2010 sebesar 8.999 kali. Rata-rata transaksi harian naik dari Rp389,33 miliar per hari pada periode Januari-Juli 2010 menjadi Rp505,83 miliar per hari pada periode sama tahun 2011 atau naik 29,92%. Demikian seperti dikutip dari siaran pers yang diterbitkan baru-baru ini.

Selain itu, pelaporan transaksi obligasi melalui sistem PLTO, total volume pelaporan periode 3 Januari hingga 29 Juli 2011 untuk SUN sebesar Rp1,05 triliun dengan rata-rata volume pelaporan harian Rp7,29 triliun. Sukuk negara ritel dengan total volume pelaporan Rp24,04 triliun, dan rata-rata volume pelaporan harian sebesar Rp167 miliar. Obligasi negara ritel dengan total volume pelaporan Rp33,39 triliun. Rata-rata volume pelaporan harian Rp8,21 triliun sedangkan obligasi korporasi dengan total volume pelaporan Rp72,83 triliun dan rata-rata volume pelaporan harian mencapai Rp506 miliar. [cms]

Laba Bersih PTRO Turun 4,86% Jadi US$19,18 Juta

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Petrosea Tbk (PTRO) mengalami penurunan laba bersih konsolidasi sebesar 4,86% menjadi US$19,18 juta pada semester 1-2011 dari US$20,16 juta pada periode serupa 2010.

Dalam laporan keuangan publikasinya Kamis (12/8) dijelaskan penurunan laba bersih ini dipicu kerugian lain-lain perseroan yang mencapai US$391 ribu pada semester 1-2011 dari untung US$2,49 juta pada periode serupa 2010. Selain itu laba bersih entitas asosiasi juga turun pada semester 1-2011 menjadi US$6,81 juta dari US$7,66 juta pada periode yang sama 2010.

Namun pendapatan perusahaan justru mengalami kenaikan menjadi US$112,39 juta pada semester 1-2011 dari US$88,79 juta pada periode serupa 2011. Perseroan mencatatkan kenaikan kewajiban lancar menjadi US$79,61 juta pada semester 1-2011 dari US$65,58 juta pada periode serupa 2010. Sementara, ekuitasnya naik menjadi US$125,78 juta dari US$222,51 juta.

Aset tumbuh positif di semester I, saham MEDC bergerak menanjak

Aset tumbuh positif di semester I, saham MEDC bergerak menanjak
JAKARTA. Saham PT Medco Energi (MEDC) diburu investor pagi ini. Per pukul 10.24, saham MEDC tercatat melonjak 2% menjadi Rp 2.550.

Data Bloomberg menunjukkan, aksi buru yang membuat MEDC terbang disebabkan aksi buru investor asing dan lokal. Tiga investor yang tercatat memburu saham MEDC terbesar adalah Kim Eng Securities senilai Rp 3,21 miliar, Kresna Graha Securities senilai Rp 2,89 miliar, dan CIMB Securities senilai Rp 854,88 juta.

Menurut Betrand Reynaldi, Kepala Riset eTrading Securities, lonjakan harga MEDC terjadi setelah aset emiten minyak dan gas di semester I 2011 tumbuh rata-rata 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "MEDC sebagai emiten migas dengan pertumbuhan aset tertinggi, yakni 12,86% menjadi US$ 2,3 miliar," jelasnya.

Peringkat dari Fitch Ratings bikin saham TLKM melaju

JAKARTA. Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) melanjutkan kenaikan kemarin. Pada pukul 09.54, saham TLKM tercatat melonjak 1,3% menjadi Rp 7.450.

Lonjakan harga saham perusahaan halo-halo ini masih dipengaruhi oleh aksi Lembaga pemeringkat Fitch Rating yang menetapkan peringkat jangka panjang dalam mata uang asing dan lokal TLKM pada level BB+. Prospek dari peringkat ini adalah positif.

Rencana ekspansi perusahaan bikin saham CMNP melenggang positif

Rencana ekspansi perusahaan bikin saham CMNP melenggang positif
JAKARTA. Saham PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) pagi ini bergerak positif. Pada pukul 10.01, saham CMNP naik 1,4% menjadi Rp 1.450.

Aksi borong saham CMNP ini terjadi setelah perusahaan mengumumkan rencana ekspansinya. Dikabarkan, operator jalan tol ini berencana mengakuisisi tiga ruas tol, mendirikan proyek tol inisiasi, plus mengakuisisi satu perusahaan penyedia infrastruktur tambang. Terkait hal itu, total dana yang dibutuhkan sekitar Rp 5 triliun.

Laba bersih ANTM di semester I naik 32%

Laba bersih ANTM di semester I naik 32%
JAKARTA. Adanya kenaikan permintaan membuat kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terdongkrak. Dalam laporan keuangan unaudit ANTM, terlihat jika laba bersih perusahaan pelat merah tersebut mencapai Rp 997 miliar di semester I 2011. Angka tersebut naik 32% dibanding periode yang sama tahun lalu. Laba bersih ini ditopang penjualan bersih ANTM yang naik tipis 13% dari Rp 4,32 triliun manjadi Rp 4,88 triliun.

"Peningkatan profitabilits perusahaan kita ini didorong kenaikan penjualan feronikel," kata Direktur Utama ANTM Alwin Syah Loebis di Jakarta, Kamis (11/8). Dengan kenaikan penjualan bersih, laba usaha ANTM pun ikut terkerek menjadi Rp 1,27 triliun dari sebelumnya Rp 1,01 triliun. Sementara total kewajiban perusahaan nikel ini pun ikut melesat hingga 27% mengingat perusahaan memiliki beberapa proyek besar. Jika di semester 1 tahun lalu, kewajiban ANTM hanya Rp 1,97 triliun, di akhir Juni lalu kewajiban perusahaan menjadi Rp 2,49 triliun.

Kewajiban akan kembali bertambah dengan adanya rencana perusahaan mencari pinjaman sebesar US$ 1 miliar. Rencananya, dana sebesar US$ 350 juta akan dicari melalui penerbitan obligasi berjangka dalam bentuk rupiah dan sisanya merupakan skema pinjaman.

Dana tersebut untuk kebutuhan proyek Feronikel Halmahera Timur yang nilainya mencapai US$ 1,6 miliar namun ANTM hanya kebagian jatah sebesar US$ 1 miliar. Nah, untuk pendanaan ini, ANTM sedang melakukan kajian terkait pendanaan ini antara akan mengeluarkan bond ataupun pinjaman perbankan atau gabungan keduanya.

Reminder Cum Date Dividen ALMI 12/08/2011

Berikut ini kami informasikan bahwa Hari ini 12 August 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

ALMI

ALUMINDO LIGHT METAL INDUSTRY Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 70.- per saham

Sentimen dari Dow Jones dorong indeks kembali ke level 3.900

Sentimen dari Dow Jones dorong indeks kembali ke level 3.900
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya Jumat (12/8) pagi ini sebesar 48,975 poin sampai ke level 3.918,340.

Reli seluruh sektor di bursa saham berhasil mengangkat IHSG. Sektor yang kenaikannya paling tajam adalah konstruksi, pertambangan, dan perkebunan.

Di jajaran top gainers bertengger saham-saham pertambangan PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) yang naik 9,09% ke Rp 84, PT Energi Mega persada Tbk (ENRG) yang naik 7,50% ke Rp 215, disusul oleh saham perdagangan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) yang naik 6,82% ke Rp 235.

Sementara itu posisi top losers diisi oleh PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) yang turun 4,35% ke Rp 330, PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) yang turun 2,08% ke Rp 235, dan PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) yang turun 1,92% ke Rp 510.

Menurut Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo, harapan untuk tercapainya bottom dari tren turun tajam IHSG dan bursa regional lainnya muncul setelah indeks Dow Jones mengalami kenaikan signifikan semalam.

Resistance IHSG hari ini berada di kisaran 3.875-3.833. "Kalau berhasil ditembus, indeks memiliki potensi menguat sampai 3.890-3.975," kata Satrio.

Terimbas Global, IHSG Dibuka Naik 0,66% ke3.895,13

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (12/8), IHSG dibuka menguat 0,66% ke level 3.895,13.

Penguatan IHSG pagi ini seiring sentimen positif dari bursa global. Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Jumat (12/8), beberapa saham yang kemarin masih melemah seperti sektor banking, semen dan batubara diperkirakan akan bergerak menguat hari ini. Saham-saham berbasis metal mining juga diperkirakan akan menguat seiring sentimen positif dari lonjakan harga metal dunia semalam. Resistance indeks berada di level 3.921.

Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah rilis data initial jobless claims di pekan pertama Agustus turun, lebih baik dari ekspektasi. Data ini mengembalikan optimisme pasar bahwa ekonomi AS masih bisa tumbuh moderat. Investor juga mulai melihat fundamental emiten dimana sekitar 76% emiten di S&P 500 membukukan kinerja lebih baik dari ekspektasi. Kembalinya optimisme investor juga berimbas pada harga komoditas dunia dengan harga minyak menguat ke level US$85,7/barel dan harga metal rally seperti Nikel +3% dan Timah +3,8%.

Bursa Asia pagi ini dibuka menguat memfaktorkan sentimen positif dari bursa AS dan ekspektasi trend kenaikan suku bunga di China akan segera berakhir. Harga minyak dunia pagi ini melemah tipis ke level US$85,2/barel.

Sebanyak 141 saham mengalami penguatan, 6 saham turun, dan 38 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 0,93% ke level 692,69, sedang JII naik 0,74% ke level 539,73.

Volume perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 493,05 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp454,86 miliar.

Saham-saham yang menguat tajam pagi ini adalah ITMG yang naik 1,7%, ASII naik 0,89%, GGRM naik 0,94%, PTBA naik 1,06%, INTP naik 1,38%, dan BDMN naik 2,94%.

Bangun Pabrik Baru, 'Buy' Saham INTP

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) menyiapkan dana US$1,17 miliar untuk peningkatan kapasitas produksi menjadi 27,1 juta ton per tahun di 2016.

Rencana tersebut dilakukan 4 tahap yakni tahap pertama 1,5 juta ton melalui pembangunan penggilingan semen di Palimanan Cirebon dengan investasi US$52,2 juta. Tahap kedua 2 juta ton per tahun yakni pembangunan penggilingan di Citereup Bogor dengan biaya investasi US$160 juta.

Sedang tahap ketiga yaitu pembangunan pabrik semen baru di Jawa Tengah dengan kapasitas 2-2,5 juta ton dengan biaya investasi US$500 juta. Untuk tahap keempat atau tahap akhir dengan pembangunan pabrik semen baru di luar jawa dengan kapasitas 2-2,5 Juta ton dengan investasi US$500 juta. "Kami pun merekomendasikan buy untuk saham ini," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Jumat (12/8).

Lepas 10% Saham, 'Hold' ENRG

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Energi Mega Persada (ENRG) sedang menjajaki rencana melepas 10% saham tanpa hak memsan efek terlebih dahulu (non-HMETD).

ENRG juga dikabarkan akan menjual saham tersebut kepada investor strategis, salah satunya adalah Vallares. Harga pelaksanaan non-preemptive rights tersebut dikabarkan sekitar Rp230-240/saham.

Namun, pihak ENRG belum member konfirmasi tentang hal tersebut. "Kami pun merekomendasikan hold untuk ENRG," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan sahamnya, Jumat (12/8).

Inilah Beberapa Saham Penggerak IHSG Hari Ini

Headline
INILAH.COM, Jakarta - IHSG Jumat (12/8) ini diperkirakan akan kembali melanjutkan penguatannya seiring sentimen positif dari bursa global.

Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Jumat (12/8), beberapa saham yang kemarin masih melemah seperti sektor banking, semen dan batubara diperkirakan akan bergerak menguat hari ini. Saham-saham berbasis metal mining juga diperkirakan akan menguat seiring sentimen positif dari lonjakan harga metal dunia semalam. Resistance indeks berada di level 3.921.

Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah rilis data initial jobless claims di pekan pertama Agustus turun, lebih baik dari ekspektasi. Data ini mengembalikan optimisme pasar bahwa ekonomi AS masih bisa tumbuh moderat. Investor juga mulai melihat fundamental emiten dimana sekitar 76% emiten di S&P 500 membukukan kinerja lebih baik dari ekspektasi. Kembalinya optimisme investor juga berimbas pada harga komoditas dunia dengan harga minyak menguat ke level US$85,7/barel dan harga metal rally seperti Nikel +3% dan Timah +3,8%.

Bursa Asia pagi ini dibuka menguat memfaktorkan sentimen positif dari bursa AS dan ekspektasi trend kenaikan suku bunga di China akan segera berakhir. Harga minyak dunia pagi ini melemah tipis ke level US$85,2/barel.

Menteri: "Sulit Bagi BUMN IPO Tahun Ini"

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengaku sulit untuk kembali menggelar initial public offering (IPO) perusahaan BUMN pada tahun ini.

"Untuk 2011 kita realistis kelihatannya sulit. Bukan berarti kita tidak senang, saya sangat eager (ingin) untuk IPO lagi, oleh karenanya mulai 2012 sudah mulai ada lagi," ujar Mustafa usai acara buka puasa bersama di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (11/8) malam.

Ia melanjutkan, beberapa perusahaan pelat merah yang diperkirakan akan menggelar IPO antara lain Semen Baturaja dan salah anak perusahaan PT Krakatau Steel Tbk pada 2012. Selain itu, perusahaan pelat merah yang sudah terprivatisasi namun belum sampai 40%, diharapkan untuk kembali melepas sahamnya.

"Mulai dari Baturaja, mungkin katakanlah anak dari Krakatau Steel. Kemudian yang right issue seperti Bank BTN yang belum penuh silahkan pakai sampai 40 persen, nah seperti itu. Yang belum 40 persen yang sudah IPO itu juga banyak, mereka me-right issue kan lagi kalau bisa sampai 40 persen dengan harapan selain mendapat dana murah itu juga mendapat diskon pajak," paparnya.

Sementara untuk penjamin emisi (underwriter) IPO, ia menyatakan, masih akan tetap menggunakan underwriter yang berada di bawah bendera BUMN dengan dalih cukup berkualitas. "Masih. Kalau mereka itu kelihatannya dari segi itu, masih qualified (berkualitas) walaupun ada kesulitan keuangan misalnya sekarang," ujar Mustafa.

Sebagai informasi, pada saat IPO Garuda digelar, 3 sekuritas BUMN menjadi penjamin emisinya yaitu Mandiri Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan Bahana Securities. Ketiganya menyerap 47% atau setara dengan 3,01 miliar saham senilai Rp1,04 triliun IPO saham Garuda.

Menurutnya, besarnya 'tanggungan' yang dilakukan penjamin emisi merupakan bagian dari konsekuensi saat IPO digelar. "Ya ada kesulitan kan, itu biasa dalam bisnis. Ada yang berhasil ada yang tidak, itu biasa. Sebagai underwriter atau sebagai penjamin emisi," ujarnya.

Terkait dengan kondisi Bahana sendiri, ia mengungkapkan, tengah ditangani oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). "Sekarang kita minta PT PPA untuk menyehatkan Bahana. Bahana seperti kita tahu dilamar juga oleh Bank BNI. Tapi yang lebih dekat kepada kebutuhan adalah PPA. Kami beri kesempatan PPA tapi belum tahu berapa yang kami harus injeksi ke situ," pungkasnya. [cms]

Inilah Strategi Bermain Saham BUMI

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, masih memberikan ruang penguatan. Tapi, akan terbatas karena saham sejuta umat ini terbelenggu oleh fase down trend. Inilah strategi tradingnya.

Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan, arah pergerakan saham PT Bumi Resources (BUMI) sejauh ini memang memperlihatkan potensi penguatan terbatas. Sayangnya, tren pergerakan saham sejuta umat ini sudah berubah menjadi down trend. Sebab, BUMI memiliki gap di level Rp2.825-2.875.

Karena itu, saham ini harus bisa menembus gap tersebut sebelum bisa confirm untuk naik. “Jadi, saat ini, saham ini dalam kondisi yang tidak pasti (uncertain). Sebab, kalaupun naik, akan terkena resistance di level 2.825-2.875,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (11/8).

Pada perdagangan Kamis (11/8) saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.700. Harga intraday tertingginya mencapai Rp2.725 dan terendah Rp2.650. Volume transaksi mencapai 129,9 juta unit saham senilai Rp349,8 miliar dan frekuensi 3.888 kali.

Selama level resistance itu belum bisa ditembus, menurut Tommy, saham anak usaha grup Bakrie ini akan tetap berada dalam fase down trend kemudian akan turun lagi atau sideways. “Tapi, jika ditembus, akan men-trigger naik lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, lanjutnya, level support terdekat saham BUMI di level Rp2.500 karena kisaran kejatuhannya yang cukup dalam dan resistance di level Rp2.875. Jadi, untuk saat ini, saham BUMI berpeluang bergerak pada kisaran ini atau sideways. “Pilihannya adalah jika tidak sideways, adalah turun. Kondisi ini berlaku hingga sepekan ke depan,” tandasnya.

Lebih jauh Tommy menegaskan, jika tembus resistance Rp3.875 pun, saham BUMI belum konfirmasi bullish. Sebab, angka itu hanya resistance terdekatnya. Resistance berikutnya yang lebih kuat di level Rp3.125-3.150 dan jika tembus baru akan mematahkan level down trend-nya.

Sejauh ini, menurutnya, pergerakan saham BUMI kurang baik. Sebab, pada saat IHSG meroket pun, saham ini tidak mengalami pergerakan yang berarti.

Tommy merekomendasikan, bagi investor yang sudah membeli BUMI di level bawah pada saat kejatuhannya ke level Rp2.425, bisa melakukan hold. Hal itu bisa dilakukan sambil melihat apakah dalam 2 atau 3 candle ke depan saham ini sanggup menembus level resistance-nya itu atau tidak.

Jika ternyata tidak tembus, lebih baik saham BUMI dilepas terlebih dahulu untuk trader bukan investor. Sebab, ada potensi untuk terus turun. Jadi, bagi pemain cepat bisa hit and run. Trader bisa merealisasikan keuntungan di level Rp2.825-2.875.

Bisa juga, imbuhnya, dijual 50% terlebih dahulu sambil melihat kuat atau tidak untuk naik lebih jauh sehingga selebihnya, bisa dijual di level Rp3.125. Atau hold terus hingga Rp3.125 tercapai. Ini sangat tergantung pada tipe investornya. “Peluang itu ada jika bursa Eropa dan AS bisa berada di teritori positif. Trader hanya menyimpan saham BUMI 2-3 hari,” ucapnya.

Sedangkan bagi investor jangka panjang, sejauh ini direkomendasikan untuk tidak membeli saham BUMI terlebih dahulu karena sangat riskan. “Kecuali jika fase down trend-nya terpatahkan,” imbuh Tommy. [mdr]