Jumat, 18 Februari 2011

Indeks sore berhasil ditutup di atas level 3.500


Date : Feb 18 2011, 16:23
Title : News Story
Header : Indeks sore berhasil ditutup di atas level 3.500


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil terjaga di zona
hijau, setelah semua sektor membukukan kenaikan yang signifikan. Hingga
penutupan sesi terakhir, IHSG berhasil naik 1,95% ke level 3.501,497. Sebanyak
157 saham naik, dan 56 saham terkoreksi. Pasar juga ramai akhir pekan ini
dengan volume perdagangan mencapai 3,993 milliar dengan nilai perdagangan
mencapai Rp 6,33 trilliun.
Sektor yang berhasil mengerek bursa adalah sektor consumer good dengan
kenaikan sebesar 3,33%, disusul sektor aneka industri yang menguat 3,39%,
sektor konstruksi sebesar 2,87%, dan sektor finansial sebesar 2,62 %. Sementara
sektor lainnya menguat diatas 1%. Hanya sektor infrastruktur yang masih ragu
kenaikannya.
Pemimpin top gainers adalah Kedawung Setia Industrial (KDSI) yang menanjak
25% ke Rp 250, Cowell Developement (COWL) di posisi kedua dengan penguatan
13,76% ke Rp 124, dan Modern Internasional (MDRN) naik 10,59% ke Rp 2.350.
Anggota MSCI indeks yang berhasil menjadi anggota top gainers adalah Gudang
Garam (GGRM) dengan penguatan sebesar 6,88% ke Rp 35.750 dan Bank Mandiri
(BMRI) yang melesat 6,31% ke Rp 5.900.
Saham yang tersungkur di tengah penguatan bursa adalah Tempo Inti Media
(TMPO) dengan koreksi sebesar 8,43% ke Rp 76, Bank Artha Graha Internasional
yang melorot 8,08% ke Rp 91, dan Eterindo Wahanata (ETWA) anjlok 6,98% ke Rp
200. Satu-satunya anggota MSCI indeks yang jatuh adalah Charoen Pokhpand yang
turun 0,63% ke Rp 1.590.
[ Dian Pitaloka Saraswati ]

KONTAN Fri, 18 Feb 2011 ( 16:17:21 WIB )


=======================================================================================

BIPI akan jual saham Elnusa



Date : Feb 18 2011, 10:20
Title : News Story
Header : BIPI akan jual saham Elnusa


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) berniat menjual
kepemilikannya di PT Elnusa Tbk (ELSA). Hasil penjualan saham akan digunakan
BIPI untuk melunasi promissory notes alias surat utang jangka pendek yang akan
jatuh tempo pada 12 Maret mendatang.
Direktur BIPI Firlie Ganindito menyebut, alasan penjualan adalah
kontribusi ELSA tidak sesuai ekspektasi. "Saat mengambil ELSA, BIPI memikirkan
untuk investasi jangka panjang, tapi ternyata saat ini keadaannya tidak
sesuai," ujar Firlie, kepada KONTAN, Rabu (16/2).
BIPI semula berharap pembelian saham ELSA akan membuka jalannya masuk ke
bisnis jasa sektor minyak dan gas. Sejauh ini, harapan tersebut belum
terlaksana.
BIPI resmi menguasai 37,15% saham ELSA pada awal Juli tahun lalu. Untuk
membeli saham ELSA dari PT Tridaya Esta Maret itu, BIPI menerbitkan promissory
notes ke induk perusahaannya, PT Indotambang Perkasa, senilai Rp 894,81 miliar.
Sebagian promissory notes, tepatnya Rp 302,5 miliar, sudah dilunasi pada
kuartal III 2010. Tunggakan promissory notes yang masih tersisa senilai Rp
592,51 miliar tersebut, harus dilunasi BIPI pada 12 Maret 2011. BIPI bisa
menjual hingga 24,6% saham ELSA untuk melunasi promissory notes itu.
Harga premium
Sekitar 12,55% saham ELSA sudah dijaminkan BIPI untuk mendapat pinjaman
dari Amadia Investment, tahun lalu. Untuk mengantongi pinjaman senilai US$ 30
juta atau setara Rp 270 miliar tersebut, BIPI juga mengagunkan saham PT Delta
Samudra, yang berbisnis batubara.
Fasilitas pinjaman dari Amadia itu dikenai bunga 12% per tahun.
BIPI perlu melepas aset investasi karena tipisnya dana kas yang tersedia.
Per akhir September 2010, nilai kas BIPI Rp 63 miliar. Firlie memastikan, BIPI
tidak akan mengulur masa jatuh tempo. "Tetap akan kami lunasi on schedule kok,"
tutur dia.
Namun Firlie masih enggan menyebut berapa besar saham ELSA yang akan
dilepas BIPI. "Kami masih kaji untuk melepas semuanya atau hanya sebagian,"
lanjut dia.
Kepala Riset E-Trading Securities Betrand Raynaldi memproyeksi, rencana
penjualan ELSA akan memperbaiki neraca keuangan BIPI. "Karena bukan pemegang
saham mayoritas, BIPI tidak bisa mengendalikan ELSA," kata dia, kemarin.
Jadi, BIPI tidak masuk mengonsolidasi pendapatan dan laba bersih ELSA.
BIPI juga akan kesulitan menjual saham ELSA di harga premium karena jumlah yang
dimilikinya terbatas,.
Spekulasi yang beredar di pasar, BIPI akan menawarkan ELSA seharga Rp 500
per saham, lebih tinggi dari harga belinya, Rp 330 per saham.
Betrand memperkirakan, BIPI meminta harga premium untuk menutup beban
bunga. Tapi, "Sepertinya susah mencari pembeli yang mau mengambil di harga
premium," ujarnya.
[ Anna Suci Perwitasari, Avanty Nurdiana ]

KONTAN Fri, 18 Feb 2011 ( 10:17:29 WIB )


=======================================================================================

ASII, INTP, SMGR, SMCB




ASII akan menguji level 52.000an, INTP telah menebus resisten 15.000 tren UP dimana akan menguji level 16.000. SMGR akan menguji level 9.000. SMCB akan menguji level 1950.

Diprediksi masih bergerak sideways, IHSG berada dalam fase konsolidasi


Date : Feb 18 2011, 09:00
Title : News Story
Header : Diprediksi masih bergerak sideways, IHSG berada dalam fase konsolidasi


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pada perdagangan hari Kamis (17/2) kemarin, indeks Dow Jones
ditutup naik 29 point atau 0,24% ke level 12.318,14. Kenaikan tersebut menyusul
keluarnya data manufaktur dan pendapatan perusahaan yang melebihi estimasi
analis, meskipun pertumbuhan consumer price AS juga melampaui prediksi.
Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri kemarin (17/2) masih
bergerak sideways dan ditutup naik 17 point atau 0,51% ke level 3.434.
"Kemarin, asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 411 miliar, dengan
sektor yang paling banyak adalah otomotif dan perbankan," jelas Kepala Riset
eTrading Securities Betrand Reynaldi.
Dia menambahkan, secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi
terlihat dari pergerakan indeks dalam beberapa hari terakhir yang sideways.
Pada perdagangan hari Jumat (18/2) ini, IHSG diperkirakan masih akan
bergerak dikisaran 3.346 hingga 3.489. Adapun saham-saham yang dapat
diperhatikan adalah PT Astra International Indonesia (ASII), Bank Tabungan
Negara (BBTN), dan Indocement Tunggal Prakasa (INTP).
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Fri, 18 Feb 2011 ( 08:37:46 WIB )


=======================================================================================

Kamis, 17 Februari 2011

IHSG Menguat 17 Poin Terdorong Bursa Asia

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 17,595 poin terdorong penguatan bursa regional. Selain itu, arus dana asing juga mulai kembali masuk ke bursa dengan adanya foreign net buy sebanyak Rp 125,205 miliar

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di posisi Rp 8.878 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.892 per dolar AS

Mengawali perdagangan IHSG menguat 8,773 poin (0,26%) ke level 3.425,558. Pergerakan bursa regional yang serba tipis membuat investor kembali ragu-ragu sehingga IHSG tidak banyak melangkah.

Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup menguat 14,876 poin (0,44%) ke level 3.431,661. Kembalinya menguatnya saham Astra mampu menopang kenaikan IHSG.

Menutup perdagangan, Kamis (17/2/2011), IHSG menguat 17,595 poin (0,51%) ke level 3.434,380. Sementara Indeks LQ 45 naik 3,956 poin (0,65%) ke level 604,625.

Posisi terendah indeks hari ini berada di level 3.414,658. Indeks juga sempat mendaki ke level tertingginya di 3.440,727.

Investor banyak memburu saham-saham di sektor aneka industri, industri dasar dan manufaktur. Namun demikian, tidak semua sektor bisa menguat, beberapa masih melemah seperti sektor perkebunan, konsumer, dan finansial.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi mencapai 88.727 kali pada volume 3,119 miliar lembar saham senilai Rp 4,370 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 89 saham turun dan 94 saham stagnan.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 125,205 miliar di pasar reguler dan tunai.

Mayoritas bursa di Asia menguat tipis sore ini. Namun bursa Singapura masih tertekan dan berada di zona merah

Berikut kondisi bursa-bursa regional di sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,07 poin (0,10%) ke level 2.926,96.
  • Indeks Hang Seng menguat 144,87 poin (0,63%) ke level 23.301,84.
  • Indeks Nikkei 225 menguat tipis 28,35 poin (0,26%) ke level 10.836,64.
  • Indeks Straits Times turun tipis 8,01 poin (0,26%) ke level 3.086,71.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.700 ke Rp 51.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.450 ke Rp 46.350, Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 15.050, dan Semen Gresik (SMGR) naik Rp 300 ke Rp 8.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 33.450, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 550 ke Rp 21.750, London Sumatera (LSIP) turun Rp 350 ke Rp 10.550, dan Sumi Indo (IKBI) turun Rp 260 ke Rp 1.600. (ang/dnl)

Pasokan terbatas, harga timah bakal melejit

Date : Feb 17 2011, 13:28
Title : News Story
Header : Pasokan terbatas, harga timah bakal melejit


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Produksi timah dari Indonesia yang merupakan eksportir terbesar
di dunia, diperkirakan turun tahun ini. Artinya, tahun ini merupakan tahun
kedua penurunan produksi timah terjadi.
Johan Murod, Direktur PT Bangka Belitung Timah Sejahtera La Nina
menyebabkan penambang kesulitan melakukan kegiatan operasional. "Selama 2011
mungkin hanya sekitar 60.000-70.000 metrik ton," ujarnya, Kamis (17/2).
Produksi tersebut lebih rendah dari target yang dipasang pemerintah yaitu
90.000 metrik ton. Tahun lalu, produksi Bangka Belitung Timah Sejahtera
sebanyak 78.965 metrik ton.
Standard Bank Plc Leon Westgate sebelumnya mengatakan bahwa timah memiliki
ketidakseimbangan supply-demand terbesar dari semua logam mulia, dengan defisit
signifikan pada 2011 dan 2012. Harga bakal melejit jika kondisi seperti ini
berlangsung hingga tahun depan.
"Hujan membanjiri tambang, penambang mampu bekerja hanya dua atau tiga
hari dalam seminggu, bukan enam hari seperti biasa," ujar Johan. Bahkan, jika
cuaca sangat buruk, pekerja sama sekali tak melakukan proses produksi.
Di London Metal Exchange (LME) tahun lalu, harga timah melompat 59% dan
menjadi logam yang memiliki performa terbaik. Kontrak untuk pengiriman tiga
bulan mencapai puncaknya pada US$ 32.799 per ton pada 15 Februari dan
diperdagangkan di US$ 32.450 jam 10:59, hari ini.
[ Dyah Megasari, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 17 Feb 2011 ( 13:15:05 WIB )


=======================================================================================

Naik 3,96%, ASII jadi penopang indeks sesi pagi


Date : Feb 17 2011, 12:47
Title : News Story
Header : Naik 3,96%, ASII jadi penopang indeks sesi pagi


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham PT Astra International TBK (ASII) menjadi saham utama
penopang indeks di sesi pertama, hari ini.
Hingga penutupan perdagangan sesi pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan
naik 0,44% ke 3.431,661. Adapun, saham ASII berhasil naik 3,96% ke level Rp
51.250 per saham. Bahkan, harganya sempat bergerak ke Rp 51.350 WIB.
Saham emiten otomotif ini melaju setelah perseroan melaporkan kenaikan
penjualan kendaraan per Januari sebesar 5,4% dari bulan sebelumnya, yaitu
menjadi 73.849 unit.
Broker asing yang paling aktif mentransaksikan saham ini, yaitu UBS
Securities Indonesia, JP Morgan Securities, dan Credit Suisse Securities.
Adapun, volume transaksi saham ini tercatat 12.997, dengan nilai sekitar Rp
327,03 miliar
Sementara, analis teknikal dari Jsxpro.com, Tommy Yu menyebut, secara
teknikal, ASII saat ini mencoba break dari tren penurunannya (down trend).
[ Dupla Kartini ]

KONTAN Thu, 17 Feb 2011 ( 12:18:58 WIB )


=======================================================================================

Meski nilai perdagangan tipis, IHSG berhasil naik 0,44%


Date : Feb 17 2011, 12:44
Title : News Story
Header : Meski nilai perdagangan tipis, IHSG berhasil naik 0,44%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Siang ini Indeks Harga Saham Gabungan ditutup di jalur hijau,
setelah berhasil naik 0,44% ke level 3.431,661.
Pasar tak terlalu ramai dengan total nilai perdagangan hanya Rp 2 triliun
yang melibatkan sekitar 1,6 miliar saham.
Penguatan terjadi di 7 sektor dengan catatan tertinggi ditorehkan sektor
aneka industri sebesar 3,61%. Sementara sektor yang memerah dipimpin sektor
keuangan yang anjlok 0,53%.
Posisi top gainers dipuncaki Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD)
yang terbang 24,53% ke Rp 660. Disusul Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR)
yang melesat 16,18% ke Rp 395. Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) menguat 10% ke
Rp 440. Bayu Buana Tbk (BAYU) naik 9,09% ke Rp 240, dan Bank Himpunan Saudara
1906 Tbk (SDRA) menghijau 8,57% ke Rp 190.
Di sisi berseberangan, lima besar top losers secara berurutan diisi
Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT) yang anjlok 26,57% ke Rp 105. Sumi Indo Kabel
Tbk (IKBI) meluncur turun 13,98% ke Rp 1.600. Betonjaya Manunggal Tbk (BTON)
melemah 12,99% ke Rp 335. Radiant Utama Interinsco Tbk terkoreksi 8,16% ke Rp
225, dan Mahaka Media Tbk (ABBA) melemah 7,95% ke Rp 162.
[ Teddy Gumilar ]

KONTAN Thu, 17 Feb 2011 ( 12:29:39 WIB )


=======================================================================================

Optimis ekonomi global pulih, bursa Asia melaju

Date : Feb 17 2011, 08:56
Title : News Story
Header : Optimis ekonomi global pulih, bursa Asia melaju


Story
=======================================================================================

TOKYO. Proyeksi positif ekonomi Amerika Serikat memunculkan sentimen
positif di bursa saham Asia. Hari ini, mayoritas indeks bursa Asia menguat, dan
menggiring posisi indeks regional ke level tertinggi satu pekan terakhir.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,7% ke 138,94 pada pukul 09.49 waktu Tokyo.
Pekan lalu, indeks ini terbenam 2,7% setelah China menaikkan biaya pinjaman dan
protes anti-pemerintah intensif di Mesir.
Australia S & P / ASX 200 Index dan indeks New Zealand NZX 50,
masing-masing naik 0,2%. Sementara, indeks Nikkei 225 sudah melaju 0,7%, dan
indeks Kospi Korea Selatan sedikit berubah.
Pasar semakin optimis akan pemulihan ekonomi, setelah bank sentral AS
memproyeksikan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di tahun ini. Sentimen
pasar semakin baik karena emiten merilis laba yang melampaui ekspektasi.
Sekitar 453 perusahaan dalam indeks MSCI Asia Pacific Index telah
melaporkan laporan kinerja sejak 1 Januari untuk kuartal terbaru. Adapun, 177
diantaranya melaporkan pendapatan yang melebihi perkiraan analis.
Mitsushige Akino dari Ichiyoshi Investment Management Co. menyebut,
investor berekspektasi ke depan pasar saham akan naik, karena positifnya data
ekonomi dan kuatnya laba yang diperoleh emiten.
"Perbaikan di pasar perumahan dan belanja konsumen merupakan langkah awal
untuk mempertahankan pemulihan," lanjut Akino.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]

KONTAN Thu, 17 Feb 2011 ( 08:42:07 WIB )


=======================================================================================

Divestasi 7% Saham Newmont akan Diborong ANTM

Headline
Foto: Istimewa
Oleh:
Pasar Modal - Kamis, 17 Februari 2011 | 08:08 WIB

INILAH.COM, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dipastikan akan membeli 7% saham Newmont Nusa Tenggara (PT NNT).

Langkah ini sesuai dengan tujuan menjadikan ANTM sebagai perusahaan tambang terbesar milik pemerintah. Untuk memuluskan hal itu, pemerintah melalui PT PPA akan menyuntik dana segar dan menempatkan direksinya di Newmont.

Pada perdagangan kemarin saham ANTM stagnan di Rp2.200 dengan volume perdagangan 31.350 saham senilai Rp34,6 miliar sebanyak 1.471 kali transaksi.

Rabu, 16 Februari 2011

Peluang kenaikan IHSG tahun ini diramal tak sefantastis tahun lalu

Date : Feb 16 2011, 16:32
Title : News Story
Header : Peluang kenaikan IHSG tahun ini diramal tak sefantastis tahun lalu


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Meski tren kenaikan masih membayangi IHSG tahun ini, namun
peningkatannya tak akan sebesar 2010 yang mencapai 46%. Demikian ungkap
Direktur PT UOB Kay Hian Securities Stefanus Susanto dalam Workshop bertajuk
2011 Timing Untuk Memobilisasi Dana di Pasar Modal Melalui IPO, Rights Issue,
dan Emisi Obligasi di Jakarta, Rabu (16/2).
"Tahun 2011, jika IHSG bisa tumbuh 23% saja tahun ini sudah hebat. Resiko
di 2011 lebih berat dibandingkan tahun lalu," kata Stefanus.
Resiko yang dimaksud adalah pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan
turun 4,2% pada 2011. Selain itu, inflasi di seluruh dunia juga diperkirakan
akan lebih tinggi dari tahun lalu. Kendati demikian, Indonesia masih akan
menjadi pilihan investasi bagi investor asing. Pasalnya, carry trade masih
berlangsung. Bank sentral Amerika Serikat dan Eropa juga tetap mempertahankan
suku bunga di bawah 1%.
Sementara itu, perekonomian Indonesia sendiri diproyeksikan dapat tumbuh
sekitar 6,3%-6,4% pada tahun ini. Hal ini memberikan sentimen positif bagi
investor. "Likuiditas masih berlimpah. Pasar Indonesia masih seksi di mata
asing dana akan terus masuk ke Indonesia," ungkap Stefanus.
[ Astri Karina Bangun ]

KONTAN Wed, 16 Feb 2011 ( 16:25:47 WIB )


=======================================================================================

Berjuang keras, indeks berhasil kembali ke level pembukaan


Date : Feb 16 2011, 16:29
Title : News Story
Header : Berjuang keras, indeks berhasil kembali ke level pembukaan


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Setelah dilanda aksi jual pada transaksi sebelumnya, Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali ke level pembukaan di posisi 3.416,785
pada Rabu (16/2). Sepanjang transaksi hari ini, ada 84 saham yang menguat.
Sementara, 113 saham lainnya masih di jalur merah dan 79 saham lainnya masih
diam di tempat.
Penutupan kali ini diakhiri dngan volume bursa sebesar 2,34 miliar yang
bernilai Rp 4,13triliun.
Enam sektor menguat, dengan penguatan tertinggi berhasil dicetak oleh
sektor barang konsumsi yang naik 1,2% dan sektor manufaktur yang naik 0,36%.
Sedangkan empat sektor lainnya masih melaju di jalur merah. Seperti sektor
agrikultur yang terpuruk paling dalam sebesar 1,87%.
Top gainers yang masih mampu menguat di jalur hijau antara lain Nusantara
Inti Corpora Tbk (UNIT) yang naik 34.91% ke Rp 143. Selain itu ada Mahaka Media
Tbk (ABBA) yang mengejar naik 33,33% ke Rp 176 dan juga saham Gowa Makassar
Tourism Dev Tbk (GMTD) yang naik 24,71% ke Rp 530
Saham yang cukup terkoreksi paling signifikan adalah saham Lippo General
Insurance Tbk (LPGI) sebesar 24,66% ke Rp 1.100, Centrin Online Tbk (CENT) yang
turun 14,71% ke 116, dan Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) juga turun 11,59% ke
Rp 1.450.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]

KONTAN Wed, 16 Feb 2011 ( 16:20:49 WIB )


=======================================================================================

Mandiri Sekuritas: BI rate sulit dipangkas

Date : Feb 16 2011, 13:13
Title : News Story
Header : Mandiri Sekuritas: BI rate sulit dipangkas


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Keinginan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar suku bunga acuan (BI
rate) dipangkas sulit tercapai. Pasalnya, jika BI rate kembali diturunkan maka
ekspektasi inflasi akan bergerak semakin liar.
Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas Destry Damayanti mengatakan, jika Bank
Indonesia menurunkan suku bunga acuan akan menunjukkan sikap inkonsistensi bank
sentral. "Bisa menurunkan kredibilitas Bank Indonesia dan pemerintah," katanya,
Rabu (16/2).
Apalagi, Destry menduga, tekana inflasi ke depan akan semakin tinggi
seiring dengan naiknya harga komoditas dan aktivitas ekonomi yang semakin
meningkat. "Jadi tentunya kebijakan moneter yang tepat dan konsisten
dikombinasikan dengan kebijakan fiskal untuk menstabilisasi harga dan suplai
makanan yang harus dilakukan oleh pemerintah dan BI," jelasnya.
Destry memperkirakan, BI rate akan kemungkinan naik lagi sebesar 25 basis
poin menjadi 7%. "Bulan depan tetap. Kami perkirakan Mei dan Juni," terangnya.
Sebelumnya anggota Komisi XI DPR Kemal Stamboel meminta BI menurunkan suku
bunga acuan. DPR tidak setuju dengan langkah bank sentral yang telah menaikkan
suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,75% karena akan memicu
lonjakan suku bunga kredit. Untuk itu, DPR meminta BI mengevaluasi dan
menurunkan suku bunga acuan bulan depan.
[ Irma Yani ]

KONTAN Wed, 16 Feb 2011 ( 13:05:25 WIB )


=======================================================================================

Sesi I, indeks masih memerah dengan penurunan 0,4%


Date : Feb 16 2011, 12:23
Title : News Story
Header : Sesi I, indeks masih memerah dengan penurunan 0,4%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi I terus
berada di zona merah. Hingga akhirnya pada pukul 12.00, indeks ditutup dengan
penurunan 0,36% menjadi 3.404,422.
Mayoritas sektor mencatatkan penurunan. Tiga sektor yang tergerus paling
dalam antara lain sektor agrikultur sebesar 1,18%, sektor industri lain-lain
sebesar 0,84%, dan sektor finance sebesar 0,83%. Kendati begitu, ada empat
sektor yang menghijau yakni sektor consumer goods sebesar 0,46%, sektor
konstruksi sebesar 0,17%, sektor perdagangan sebesar 0,12%, dan sektor
infrastruktur sebesar 0,04%.
Sekitar 103 saham melorot. Sementara yang naik hanya 58 saham dan yang
tidak berubah ada 85 saham. Adapun volume transaksi di sesi I mencapai 1,2
miliar saham senilai Rp 2.001 triliun.
Posisi top losers dihuni oleh PT Centrin Online (CENT) turun 14,71%
menjadi Rp 116, PT Asuransi Harta Aman (AHAP) turun 8,7% menjadi Rp 105, PT
Pudjiadi Prestige (PUDP) turun 7,89% menjadi Rp 350, PT Ace Hardware (ACES)
turun 6,25% menjadi Rp 2.250, dan PT Bank Artha Graha (INPC) turun 6,25%
menjadi Rp 90.
Sedangkan posisi top gainers dihuni oleh Gowa Makassar Torims (GMTD) naik
24,71% menjadi Rp 530, PT Indo Kordsa (BRAM) naik 15,91% menjadi Rp 2.550, PT
Matahari Putra Prima (MPPA) naik 15,28% menjadi Rp 1.660, PT Pan Pacific
International (APIC) naik 12,50% menjadi Rp 270, dan PT Verena Multi Finance
(VRNA) naik 10,62% menjadi Rp 125.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 16 Feb 2011 ( 12:18:47 WIB )


=======================================================================================

Saham MPPA terbang 16,67% seiring disetujuinya pembagian dividen


Date : Feb 16 2011, 10:10
Title : News Story
Header : Saham MPPA terbang 16,67% seiring disetujuinya pembagian dividen


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) pagi ini melonjak tajam.
Pada pukul 09.56, saham MPPA terbang 16,67% menjadi Rp 1.680. Ini merupakan
kenaikan tertinggi sejak 5 Oktober lalu.
Disinyalir, lonjakan saham MPPA terkait persetujuan pemegang saham
mengenai rencana pembagian dividen senilai Rp 4,5 triliun.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 16 Feb 2011 ( 10:01:18 WIB )


=======================================================================================

IHSG Kembali Konsolidasi


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin awal pekan lalu akhirnya ditutup menguat dan bertahan di level 3.400 hingga akhir perdagangan. IHSG berhasil menguat setelah terus menerus tertekan pada pekan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (14/2/2011), IHSG akhirnya ditutup menguat hingga 25,001 poin (0,74%) ke level 3.416,767. Indeks LQ 45 juga menguat 5,049 poin (0,85%) ke level 600,168.

Setelah kemarin libur perdagangan, IHSG pada Rabu (16/2/2011) diprediksi bergerak flat cenderung melemah. Investor masih belum percaya diri untuk masuk ke pasar di tengah kondisi bursa utama dunia yang sedang lesu, sehingga memilih untuk konsolidasi.

"Pada perdagangan hari Rabu (16/2) IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,342 - 3,458 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBCA, ITMG dan AALI," demikian rekomendasi dari eTrading Securities.

Bursa Wall Street tadi malam ditutup melemah. Investor mundur sejenak setelah saham-saham di AS yang masih rentan sudah menguat hingga menembus titik tertingginya dalam 2,5 tahun. Saham-saham energi dan material dasar memimpin pelemahan, dengan indeks S&P 500 mencatat hari terburuknya sejak 28 Januari.

Pada perdagangan Selasa (15/2/2011), indeks Dow Jones ditutup melema 41,55 poin (0,34%) ke level 12226,64. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 4,31 poin (0,32%) ke level 1.328,01 dan Nasdaq melemah 12,83 poin (0,46%) ke level 2.804,35.

Namun Bursa Jepang mengawali perdagangan Rabu ini dengan penguatan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 12,19 poin (0,11%) ke level 10.758,86.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat melanjutkan kenaikan 2 hari perdagangan sebelumnya. Pergerakan indeks didukung oleh menguatnya bursa regional menyusul reboundnya harga komoditas dan juga pengumuman data GDP Jepang yang diatas ekspektasi. Kami melihat saham berbasis pertambangan, perkebunan, dan semen akan dapat menjadi salah pilihan trading pada hari ini. Kisaran support-resistance 3.390-3.439.

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari Senin (14/2) IHSG ditutup naik 25 point (+0.74%) ke level 3,416.76 dengan jumlah volume perdagangan yang relatif tipis. Asing pada hari ini tercatat melakukan Net Buy sebesar Rp47 milliar di pasar regular, sementara pada pasar negosiasi asing mencatatkan Net Buy sebesar Rp1,715 miliar yang mayoritas disebabkan perdagangan right BMRI di pasar negosiasi. Secara teknikal pergerakan IHSG pada hari ini belum dapat dijadikan konfirmasi berakhirnya fase konsolidasi IHSG karena tipisnya volume perdagangan hari ini. Pada perdagangan hari Rabu (16/2) IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,342 - 3,458 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBCA, ITMG dan AALI.

Kresna Sekuritas:

IHSG mulai berkonsolidasi di area positif setelah pekan lalu dalam tekanan. IHSG diperkirakan masih akan mencoba area positif dengan bergerak di kisaran 3,380-3,480 dengan PTBA dan BBRI sebagai saham pilihan.

Indosurya Securities:

Pada perdagangan Rabu (16/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.375-3.396 dan resistance 3.433-3.450. Penguatan IHSG sebelum libur membentuk candle shooting star yang umumnya mengindikasikan keinginan kekuatan daya beli untuk mengangkat harga namun, tertahan oleh kekuatan daya jual yang ingin menekan harga. MACD telah membentuk death cross dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba mendekati area overbought . Berita-berita selama libur terdapat indikasi adanya tarik menarik sentimen positif dan negatif namun, dapat dimungkinkan dipakai untuk melanjutkan penguatan IHSG hari
ini. Meskipun berita positif berupa mulai kondusifnya politik di Mesir dan data makroekonomi dari China dan Jepang namun, juga menyimpan potensi berita negatif karena ketidakpastian kepemimpinan selanjutnya di Mesir dan masih tingginya tingkat inflasi di China yang dimungkinkan bagi China untuk kembali menaikkan GWM atau bahkan suku bunga acuannya.
(qom/qom)

Senin, 14 Februari 2011

Serap sisa saham IPO GIAA, Bahana pinjam Rp 1 triliun kepada Mandiri?

Date : Feb 14 2011, 14:22
Title : News Story
Header : Serap sisa saham IPO GIAA, Bahana pinjam Rp 1 triliun kepada Mandiri?


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Proses penawaran saham perdana milik PT Garuda Indonesia Tbk
(GIAA) menimbulkan banyak kabar tak sedap. Sumber KONTAN mengatakan, Bahana
Securities sebenarnya tidak menyetujui penetapan harga saham IPO Garuda sebesar
Rp 750 karena diniliai terlalu mahal. Namun, adanya tekanan dari pihak
Kementrian BUMN membuat Bahana pada akhirnya sepakat.
Masalahnya, Bahana harus menyerap sisa saham IPO Garuda yang tidak laku.
Hingga akhirnya, Bahana meminjam kepada Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 1
triliun untuk menelan sisa saham Garuda yang tidak laku itu.
"Terkait pinjaman itu, Mandiri memberi waktu 1 bulan bagi Bahana untuk
mengembalikan dana tersebut," bisik sumber KONTAN.
Tapi, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Pahala N Mansyuri
menyanggah berita itu. "Berita tersebut tidak betul," ujar Pahala kepada
KONTAN, Senin (14/2).
Sedangkan, Juru Bicara Bahana Securities, I Gede Suhendra tak menyanggah
maupun mengiyakan berita tersebut. "Maaf, saya belum bisa kasih jawaban,"
ujarnya.
Komentar senada juga diungkapkan oleh Presiden Direktur Bahana Eko
Yuliantoro. "Itu urusan dapur kami. Saya tidak mau memberikan komentar.
Silahkan tanyakan pada pemberi informasi," tandasnya.
[ Nina, Dwiantika, Dyah Megasari, Astri Karina Bangun ]

KONTAN Mon, 14 Feb 2011 ( 10:47:47 WIB )


=======================================================================================

Laba Danamon melonjak 88,23% jadi Rp 2,88 triliun


Date : Feb 14 2011, 13:58
Title : News Story
Header : Laba Danamon melonjak 88,23% jadi Rp 2,88 triliun


Story
=======================================================================================

JAKARTA. berdasarkan laporan publikasi di Bank Indonesia (BI) PT Bank
Danamon Indonesia Tbk (BDMN) berhasil meraup laba bersih unaudited per 2010
sebesar Rp 2,88 triliun.
Jika dihitung dari laba bersih audited tahun sebelumnya, laba BDMN sudah
naik 88,23%. Sebab pada 2009 laba bersih BDMN sebesar Rp 1,53 triliun.
Saham bank yang dimiliki oleh Temasek Holding Pte dan Deutsce bank AG ini
langsung naik 2,4% ke posisi Rp 6.300 per saham.
[ Dyah Megasari ]

KONTAN Mon, 14 Feb 2011 ( 13:52:23 WIB )


=======================================================================================

Diduga ada misleading information dalam keputusan dividen MLPL

Date : Feb 14 2011, 13:58
Title : News Story
Header : Diduga ada misleading information dalam keputusan dividen MLPL


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Anggota Dewan Pakar Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia
(MISI) Johanes Soetikno menilai, ada misleading information dalam keputusan
pembagian dividen PT Multipolar Tbk (MLPL) pada RUPST, hari ini.
"Prospektus kan harus dipertanggungjawabkan. Kalau lihat dari prospektus 8
Febuari 2010 menjelang right issue MLPL disebutkan; 'Apabila laba lebih dari Rp
100 miliar, maka persentase laba bersih 15%-25%'. Kami menduga ada misleading
information," ujar Johanes yang ditemui usai RUPST MLPL, Senin, (14/2).
Sebagaimana diberitakan, RUPST MLPL memutuskan membagi dividen sebesar Rp
77 miliar. Angka ini hanya mencapai 2,7% dari laba bersih 2010 yang mencapai Rp
2,8 triliun.
"Banyak hal sangat janggal. Tadi tidak semua direksi hadir, termasuk
direksi baru tidak hadir. Direksi ,menghindar dari pertanyaan seputar
prospektus," beber Johanes.
Johanes menambahkan, awalnya pembagian dividen Rp 10 per saham merupakan
usulan. Kemudian, ketika dilakukan pemungutan suara, ada investor yang memiliki
porsi saham di atas 5% yang menyetujui usulan tersebut.
Namun, "Orangnya enggak ada," kata Yohanes. Ia menambahkan misleading
information bisa dilaporkan investor ke Bapepam-LK.
[ Astri Karina Bangun ]

KONTAN Mon, 14 Feb 2011 ( 13:50:35 WIB )


=======================================================================================

117 saham menghijau, indeks melesat 0,97% di sesi I


Date : Feb 14 2011, 12:25
Title : News Story
Header : 117 saham menghijau, indeks melesat 0,97% di sesi I


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi I masih tampak segar.
Terlihat dari menghijaunya seluruh sektor yang ada. Pada pukul 12.00, indeks
ditutup naik 0,97% menjadi 3.424,549.
Sektor yang mengalami lonjakan tertinggi adalah industri lain-lain sebesar
1,82%. Baru kemudian disusul oleh sektor agrikultur sebesar 1,55% dan consumer
goods sebesar 1,34%.
Sepanjang sesi I tadi, ada 117 saham yang ditransaksikan naik. Sementara,
62 saham melorot dan 64 saham lainnya tak banyak berubah. Volume transaksi
mencapai 2,9 miliar saham senilai Rp 10.427 triliun.
Saham-saham yang menduduki posisi top gainers di antaranya: PT Asuransi
Ramayana (ASRM) naik 24,8% menjadi Rp 1.560, PT Maskapai Reasuransi (MREI) naik
23,64% menjadi Rp 680, PT Sumi Indo Kabel (IKBI) naik 23,18% menjadi Rp 1.860,
dan PT Pioneerindo Gourmet (PTSP) naik 22,86% menjadi Rp 430.
Sedangkan saham di posisi top losers yaitu: PT Tifico Fiber Indonesia
(TFCO) naik 24,05% menjadi Rp 300, PT Nusantara Inti Corporindo (UNIT) naik
22,06% menjadi Rp 260, PT Asuransi Harga Aman (AHAP) naik 14,17% menjadi Rp
103, PT Pudjiadi Prestige (PUDP) naik 11,36% menjadi Rp 390, dan PT Champion
Pacific Indonesia (IGAR) naik 11,11% menjadi Rp 280.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Mon, 14 Feb 2011 ( 12:16:59 WIB )


=======================================================================================