Senin, 28 Maret 2011

IHSG Hanya Terpangkas 4 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkulai lesu di awal perdagangan pekan ini. Profit taking atas saham-saham unggulan memaksa IHSG bergerak di teritori negatif hingga akhir perdagangan.

Mengawali perdagangan, IHSG melemah meneruskan pelemahan akhir pekan lalu. Pada perdagangan preopening, IHSG melemah 8,613 poin (0,24%) ke level 3.598,500. Mengawali perdagangan di awal pekan, Senin (28/3/2011), IHSG dibuka turun 11,125 poin (0,31%) ke level 3.595,988.

Pelemahan IHSG terus berjalan selama perdagangan Senin awal pekan ini, dengan titik terendah berada di 3.584,318. Pelemahan saham Bank Mandiri dan PT Indo Tambangraya memberi kontribusi terbesar bagi pelemahan IHSG.

Saham ITMG tercatat turun hingga hampir 4% setelah mengumumkan penurunan laba bersihnya tahun 2010 hingga 39% akibat kerugian derivatif.

Namun menjelang tutup perdagangan, penurunan IHSG tertahan. Pada perdagangan Senin (28/3/2011), IHSG tercatat hanya melemah 4,254 poin (0,12%) ke level 3.602,859. Indeks LQ 45 juga melemah 2,247 poin (0,35%) ke level 645,314.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 95.861 kali pada volume 2.493 juta lembar saham senilai Rp 3,034 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 95 saham turun dan 80 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bank Jabar Banten (BJBR) naik Rp 60 menjadi Rp 1.220, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 50 menjadi Rp 3.200, Borneo Energi (BORN) naik Rp 40 menjadi Rp 1.680, Delta Dunia (DOID) naik Rp 20 menjadi Rp 1.160.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 6.200, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.850 menjadi Rp 46.550, Astra International (ASII) turun Rp 1.000 menjadi Rp 56.900, United Tractor (UNTR) turun RP 350 menjadi Rp 22.200.

Bursa-bursa regional siang ini cukup variatif:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat tipis 6,32 poin (0,21%) ke level 2.984,13.
  • Indeks Hang Seng melemah 90,48 poin (0,39%) ke level 23.068,19.
  • Indeks Nikkei-225 melemah 57,60 poin (0,60%) ke level 9.478,53.
  • Indeks Straits Times melemah 7,16 poin (0,23%) ke level 3.063,68.

ITMG Bagi-bagi Dividen Rp 1.202


Jakarta - PT Indo Tambangraya (ITMG) membagikan dividen final Rp 1.202 per lembar, yang akan dibayarkan pada bulan Mei 2011. Dividen itu setara dengan 75% dari total laba bersih perseroan di 2010.

Demikian disampaikan Direktur Keuangan ITMG, Edward Manurung dalam paparan publik di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (28/3/2011).

Perseroan telah menyepakati pembagian dividen tersebut dalam RUPS yang terselenggara hari ini. Dividen interm telah dibayarkan dua kali, di semester I Rp 795 per lembar dan semester II Rp 407 per lembar.

Laba bersih perseroan pada tahun 2010 US$ 204 juta, turun 39% dari periode sebelumnya, US$ 336 juta. Dimana penjualan bersih perseroan sejatinya meningkat 11% dari US$ 1,508 miliar di 2009 menjadi US$ 1,668 miliar.

Naiknya penjualan bersih dikarenakan adanya peningkatan volume penjualan 5% dari 21 juta ton menjadi 22,1 juta ton. Harga jual rata-rata batu bara juga naik 5% menjadi US$ 74,9 per ton dari sebelumnya US$ 71,5 per ton.

Pada sesi I, perdagangan hari ini, saham ITMG tercatat turun RP 1.550 menjadi Rp 46.850

Ini dia lima emiten yang membuat indeks bertekuk lutut di sesi I

Date : Mar 28 2011, 13:01
Title : News Story
Header : Ini dia lima emiten yang membuat indeks bertekuk lutut di sesi I


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertekuk lutut di sesi I
dengan penurunan 0,45%. Aksi jual atas saham-saham dengan kapitalisasi besar
turut menjadi pemicunya. Siapa saja emiten tersebut?
- PT Astra International Indonesia (ASII)
Saham ASII ditutup turun 1,64% menjadi Rp 56.950 di sesi I. Sejumlah
broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini adalah: UBS Securities
senilai Rp 11,18 miliar, CIMB Securities Indonesia senilai Ro 7,36 miliar, dan
Credit Suisse Securities senilai Rp 5,60 miliar.
- PT Indo Tambangraya Megah (ITMG)
Saham ITMG ditutup turun 3,20% menjadi Rp 46.850 di sesi I. Sejumlah
broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini adalah: CLSA Indonesia
senilai Rp 32,37 miliar, Merril Lynch Indonesia senilai Rp 26,92 miliar, dan
UBS Securities senilai Rp 21,43 miliar.
- PT Gudang Garam (GGRM)
Saham GGRM ditutup turun 1,89% menjadi Rp 41.600 di sesi I. Sejumlah
broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini adalah: UBS Securities
Indonesia senilai Rp 3,15 miliar, CLSA Indonesia senilai Rp 625,38 juta, dan
OSK Nusadana Securities senilai Rp 229,90 juta.
- PT United Tractors (UNTR)
Saham UNTR ditutup turun 1,77% menjadi Rp 22.150 di sesi I. Sejumlah
broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini adalah: JOMorgan Securities
senilai Rp 16,28 miliar, Credit Suisse Securities senilai Rp 6,59 miliar, dan
CLSA Indonesia senilai Rp 3,85 miliar.
- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Saham BBRI ditutup turun 0,93% menjadi Rp 5.300 di sesi I. Sejumlah broker
yang melepas kepemilikannya atas saham ini adalah: Kim Eng Securities senilai
Rp 13,05 miliar, Reliance Securities senilai Rp 3,76 miliar, dan Bahana
Securities senilai Rp 2,84 miliar.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Mon, 28 Mar 2011 ( 12:42:31 WIB )
=======================================================================================

Ada 104 saham melorot, indeks ditutup melorot 0,45% di sesi I

Date : Mar 28 2011, 12:24
Title : News Story
Header : Ada 104 saham melorot, indeks ditutup melorot 0,45% di sesi I


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Di sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus puas ditutup
di zona merah. Pada pukul 12.00, indeks tercatat turun 0,45% menjadi 3.590,917.
Kondisi ini tak mengherankan sebab ada 104 saham yang melorot. Sementara, saham
yang ditransaksikan naik hanya 63 saham. Sedangkan 77 saham lainnya tak
berubah.
Mayoritas sektor juga memerah. Penurunan terbesar dialami industri
lain-lain sebesar 1,49%. Baru kemudian disusul oleh sektor barang konsumsi
sebesar 0,95% dan sektor manufaktur sebesar 0,84%. Hanya ada tiga sektor yang
positif, yakni sektor konstruksi yang naik 0,22%, sektor agrikultur yang naik
0,11%, dan sektor industri dasar yang naik 0,03%.
Saham-saham yang menduduki posisi top losers antara lain: PT Sunson
Textile Manufacture (SSTM) turun 14,29% menjadi Rp 210, PT Nipress (NIPS) turun
9,09% menjadi Rp 3.500, dan PT Multibreeder Adirama (MBAI) yang turun 6,43%
menjadi Rp 13.100.
Sementara itu, posisi top gainers dihuni oleh: PT Yulie Sekurindo (YULE)
naik 15,38% menjadi Rp 75, PT Tembaga Mulia Semana (TBMS) naik 11,24% menjadi
Rp 9.900, dan PT Indal Aluminium Industri (INAI) naik 10,77% menjadi Rp 360.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Mon, 28 Mar 2011 ( 12:18:02 WIB )
=======================================================================================

IHSG Lesu Terpangkas 16 Poin


Jakarta - Profit taking atas saham-saham unggulan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lesu di awal perdagangan pekan ini. IHSG melemah di tengah pergerakan bursa regional yang variatif.

Mengawali perdagangan, IHSG melemah meneruskan pelemahan akhir pekan lalu. Pada perdaganganpreopening, IHSG melemah 8,613 poin (0,24%) ke level 3.598,500. Mengawali perdagangan di awal pekan, Senin (28/3/2011), IHSG dibuka turun 11,125 poin (0,31%) ke level 3.595,988.

Pelemahan IHSG terus berjalan sepanjang sesi I, dengan titik terendah berada di 3.589,638.

Pada penutupan sesi I, perdagangan Senin (28/3/2011), IHSG tercatat melemah 16,196 poin (0,45%) ke level 3.590,917. Indeks LQ 45 juga melemah 4,280 poin (0,66%) ke level 643,281.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 51.089 kali pada volume 1.063 juta lembar saham senilai Rp 1,18 triliun. Sebanyak 63 saham naik, 104 saham turun, dan 77 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun RP 1.550 menjadi Rp 46.850, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 6.250, United Tractor (UNTR) turun Rp 400 menjadi Rp 22.150, Astra International (ASII) turun Rp 950 menjadi Rp 56.950, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 7.100.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain Borneo Energy (BORN) naik Rp 30 menjadi Rp 1.670, Lippo Karawaci (LPKR) naik Rp 10 menjadi Rp 580, Delta Dunia (DOID) naik Rp 30 menjadi Rp 1.170, Intraco Penta (INTA) naik Rp 50 menjadi Rp 3.550, Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) naik Rp 30 menjadi Rp 790.

Bursa Asia siang ini cukup variatif:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 20,97 poin (0,70%) ke level 2.998,78.
  • Indeks Hang Seng melemah 167,85 poin (0,72%) ke level 22.990,82.
  • Indeks Nikkei-225 melemah 108,95 poin (1,41%) ke level 9.428,18.
  • Indeks Straits Times melemah 23,41 poin (0,76%) ke level 3.047,43.

Kerugian Derivatif Bikin Laba Indo Tambangraya Melorot 39%


Jakarta - PT Indo Tambangraya (ITMG) mencatat laba bersih US$ 204 juta di 2010, turun 39% dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 336 juta. Penurunan laba ini diakibatkan kerugian derivatif karena aksi lindung nilai perseroan.

Demikian disampaikan Direktur Keuangan ITMG, Edward Manurung dalam paparan publik di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (28/3/2011).

Sebenarnya penjualan bersih perseroan naik 11%, dari US$ 1,508 miliar di 2009 menjadi US$ 1,668 miliar pada 2010. Naiknya penjualan bersih karena adanya peningkatan volume penjualan 5% dari 21 juta ton menjadi 22,1 juta ton di 2010.

Harga jual rata-rata batu bara juga naik 5% menjadi US$ 74,9 per ton dari sebelumnya US$ 71,5 per ton di 2009.

Marjin laba kotor perseroan mulai menurun menjadi 33% dari sebelumnya 38%, akibat peningkatan biaya produksi dan bahan bakar. Standby fees dan kenaikan waktu berlabuh menjadikan pendapatan sebelum bunga dan pajak (EBIT) turun 17% dari US$ 436 juta menjadi US$ 363 juta.

Sepanjang tahun lalu, perseroan telah menyelesaikan perluasan Terminal Batubara Bontang dan pembangkit listrik berkapasitas 14 MW.

"Perusahaan tengah melakukan persiapan operasi kembali Tambang Kitadin Tandung Mayang, dan memulai kegiatan penambangan Tambang Bharinto yang saat ini dalam tahap konstruksi," paparnya.

Perseroan di 2010 telah mengapalkan 22,1 juta ton batubara. Dengan tujuan utamanya adalah China, Jepang, dan Taiwan.

"Negara-negara tersebut menyerap batubara perseroan, lantaran kualitasnya sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar yang tinggi di sana," tegasnya.

IHSG Diintai Profit Taking Lanjutan


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu kembali melaju menembus level 3.600 berkat dorongan optimisme laporan keuangan yang baik. Investor kembali memburu saham-saham seiring memudarnya kekhawatiran seputar krisis nuklir di Jepang dan kerusuhan di Libya.

IHSG tercatat menguat hingga 113,97 poin (3,26%) ke level 3607.11, sementara Indeks LQ 45 menguat sebesar 16,9 poin (4,28%) ke level 647.56 sepanjang pekan lalu. Pergerakan IHSG pekan lalu adalah:

  • Senin (21/3/2011), IHSG melaju 24,776 poin (0,70%) ke level 3.518,846.
  • Selasa (22/3/2011), IHSG turun tipis 1,125 poin (0,04%) ke level 3.517,721.
  • Rabu (23/3/2011), IHSG naik 38,510 poin (1,09%) ke level 3.556,231.
  • Kamis (24/3/2011), IHSG melesat 55,410 poin (1,55%) ke level 3.611,641.
  • Jumat (25/3/2011), IHSG turun tipis 4,528 poin (0,13%) ke level 3.607,113.

Sepanjang pekan lalu, sektor yang mengalami kenaikan terbesar adalah industri dasar yang menguat sebesar 26,51 poin (7,46%) ke level 382.06. Sementara sektor yang mengalami penguatan terkecil adalah sektor pertambangan yang ditutup menguat sebesar 10.71 poin (0.34%) ke level 3140.41.

Investor asing pada perdagangan minggu lalu membukukkan akumulasi pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 1935.71 milyar, terdiri dari akumulasi pembelian sebesar RP 7761.31 milyar dan akumulasi penjualan sebesar Rp 6397.89 miliar.

"Faktor-faktor yang menjadi katalis bagi pergerakan IHSG pada minggu lalu dipengaruhi oleh euforia rilis kinerja keuangan emiten tahun 2010 yang mencatat kinerja positif mulai meredakan kekhawatiran investor terhadap radiasi nuklir di Jepang serta kembali memanasnya konflik di timur tengah dan Libya," jelas Wisnu Karto, analis dari eTrading Securities.

Penguatan bursa utama dunia dan kuatnya laporan keuangan masih akan menjadi sentimen positif. Namun investor akan mulai berhati-hati sembari menunggu rilis angka inflasi dari Badan Pusat Statistik awal April nanti. IHSG pada perdagangan Senin (28/3/2011) diprediksi bergerak fluktuatif cenderung menguat tipis.

"Kami melihat pada perdagangan minggu ini, Investor akan mulai mencermati proyeksi angka inflasi bulan Maret dan masih terus memantau rilis kinerja keuangan emiten tahun 2010. Selain itu, perkembangan isu radiasi nuklir serta pemulihan pasca gempa Tsunami di Jepang dan krisis politik di Libya yang kembali memanas akibat serangan AS dan sekutunya terhadap pasukan pro Khadafi diperkirakan akan ikut memengaruhi pergerakan IHSG pada minggu ini. Saham-saham yang layak diperhatikan pada perdagangan minggu ini antara lain BMRI, ADRO, dan BJBR," jelas Wisny.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu kembali menguat didorong positifnya laporan keuangan dan data ekonomi. Pada perdagangan Jumat (25/3/2011), indeks Dow Jones menguat 50,03 poin (0,41%) ke level 12.220,59. Sementara indeks S&P 500 naik tipis 4,14 poin (0,32%) ke level 1.313,8. Lalu indeks Nasdaq naik 6,64 poin (0,24%) menjadi 2.743,06.

Bursa Jepang mengawali pekan ini dengan penurunan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah tipis 14,73 poin (0,15%) ke level 9.521,40.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Akhir pekan lalu IHSG bergerak turun 4 point (-0.13%) ke level 3,607.11 setelah sempat dibuka menguat di sesi 1, yang menjadikan IHSG satu – satunya yang bergerak anomali dibandingkan indeks regional yang ditutup naik, dikarenakan aksi profit taking yang dilakukan oleh sebagian besar investor domestik. Total transaksi hari ini tercatat senilai Rp5 triliun dengan volume sebanyak 6 juta lot dengan mayoritas sektor mengalami penurunan kecuali basic industri (+0.00%), miscellaneous industri (+1.67%), finance (+0.29%) dan manufacture (+0.24%). Saham-saham yang memimpin sentiment positif a.l. ASII, INDR, TPIA, MBAI dan BMRI. Sedangkan yang menjadi sentiment negatif a.l. ITMG, UNTR, UNVR, GGRM dan BFIN. Tercatat sebanyak 73 saham mengalami kenaikan, 107 saham mengalami penurunan, 102 saham tidak mengalami perubahan dan 159 saham tidak mengalami transaksi sama sekali. Investor asing justru tercatat melakukan net buy sebanyak Rp500 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, ASII, BBRI, TLKM dan BBNI. Secara teknikal, IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi reversal hal ini terlihat dari tertahannya penguatan IHSG pada perdagangan kemarin karena tidak mampu menembus garis upper Bollinger band sementara candlestick IHSG membentuk pola spinning top setelah menguat selama dua hari bertuturut-turut. Indikator MACD Histogram masih bergerak di area positif sementara RSI mulai begreak reversal ke arah downtrend. Pada perdagangan hari ini (28/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,56-3,647 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BMRI, ASII, dan BLTA.

Indosurya Securities:

Pada perdagangan Senin (28/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.565-3.586 dan resistance 3.634-3.660. Candle mulai mulai terlihat pelemahannya dengan membentuk spinning tops di posisi atas sehingga mengindikasikan akan adanya reversal dengan kecenderungan turun. MACD telah membentuk golden cross dan bergerak naik namun, sedikit tertahan. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai reversal setelah menembus area overbought . Sewaktu candle membentuk long legged doji pada 22/3/11 sebenarnya mengindikasikan akan adanya pelemahan namun, ternyata konfirmasi tersebut gagal dan candle terus menguat. Kali ini candle dirasa kurang kuat melanjutkan kenaikannya. Selain itu, upper boliinger band telah tersentuh maka candle akan menyesuaikan posisinya sehingga kemungkinan akan ada pelemahan lanjutan. Akan tetapi, dengan adanya sentimen rilis laporan kinerja emiten, deflasi Maret, dan pengaruh positif dari menghijaunya bursa regional dan global, serta berkurangnya aksi profit taking bisa menahan pelemahan IHSG sehingga tidak terlalu dalam.

Jumat, 25 Maret 2011

Melorot tipis, indeks gagal mempertahankan penguatan di akhir pekan

Date : Mar 25 2011, 16:39
Title : News Story
Header : Melorot tipis, indeks gagal mempertahankan penguatan di akhir pekan


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Di sesi II, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai
mengendur. Hingga akhirnya, pada penutupan pukul 16.00, indeks ditutup di level
3.607,113 atau melemah tipis 0,13%. Sekitar 107 saham turun, dan hanya 73 saham
yang naik. Sementara, 102 saham lainnya tidak bergerak.
Indeks terjatuh ketika tujuh sektor melorot dipimpin oleh sektor
pertambangan yang terkoreksi 0,96% dan sektor consumer good yang turun 0,67%.
Sementara, sektor yang menguat antara lain sektor aneka industri sebesar 1,67%,
disusul sektor konstruksi yang naik 0,48%, dan sektor manufaktur serta keuangan
yang masing-masing menguat 0,24% dan 0,30%.
Transaksi hari ini cukup ramai dengan volume mencapai 3,057 milliar dengan
nilai Rp 5,005 trilliun.
Saham yang terpuruh di zona merah dan memimpin kelas top losers adalah
Sekawan Intipratama (SIAP) yang anjlok 11,11% ke Rp 72, BFI Finance (BFIN)
menyusul dengan pelemahan sebesar 7,69% ke Rp 3.000. Anggota MSCI indeks yang
tergerus adalah Indo Tambangraya (ITMG) yang turun 4,44% ke Rp 48.400 dan
United Tractor (UNTR) yang melemah 1,96% ke Rp 22.550.
Saham yang berhasil bertengger di posisi puncak top gainers adalah
Indorama Synthetics (INDR) dengan penguatan 16,87% ke Rp 2.425 dan
Pelangi Indah Canindo (PICO) yang naik 10,53% ke Rp 210. Asia Pasific
Fibers (POLY) yang menguat 9,66% ke Rp 193. Anggota SMCI indeks yang menguat
adalah Bank Mandiri (BMRI) yang menanjak 2,44% ke Rp 6.300 dan Astra
International (ASII) yang naik 1,94% ke RP 57.900.
[ Dian Pitaloka Saraswati ]
KONTAN Fri, 25 Mar 2011 ( 16:23:57 WIB )
=======================================================================================

Profit Taking di Sesi Akhir, IHSG Terpangkas 4 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak kuasa menahan aksi ambil untung yang dilakukan investor lokal sehingga melemah tipis 4 poin. Padahal, arus dana asing masih mengalir ke lantai bursa.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di Rp 8.710 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.720 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 9,53 poin (0,3%) menjadi 3.621,17. Indeks menghijau akibat didorong oleh positifnya laporan keuangan emiten pada 2010.

Sepanjang perdagangan sesi I, indeks terus berjalan di zona hijau bahkan sempat mendaki ke level tertingginya di 3.639,687.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG tercatat menguat 16,216 poin (0,45%) ke level 3.627,857. Investor kembali mengkoleksi saham-saham memanfaatkan momentum penguatan bursa-bursa regional.

Namun sayangnya, aksi ambil untung menjelang penutupan perdagangan memaksa indeks jatuh ke teritori negatif. Posisi terendah yang disinggahi IHSG hari ini di 3.597,069.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (25/3/2011), IHSG turun tipis 4,528 poin (0,13%) ke level 3.607,113. Sementara Indeks LQ 45 turun 0,173 poin (0,03%) ke level 647,561.

Aksi profit taking oleh investor lokal membuat indeks jatuh ke zona merah mendekati penutupan. Padahal, investor asing masih mencatat pembelian bersih (foreign nett buy) sebesar Rp 599,110 miliar di seluruh pasar.

Pemodal asing memborong saham bank blue chip menyusul perkiraan inflasi yang rendah di bulan Maret ini dipercaya akan membuat Bank Indonesia (BI) menahan tingkat suku bunga di 6,75%.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 110.990 kali pada volume 3,057 miliar lembar saham senilai Rp 5 triliun. Sebanyak 81 saham naik, 113 saham turun, dan 108 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional melaju cukup kencang menutup perdagangan akhir pekan. Sayangnya, IHSG tidak mampu mengikuti pergerakan positif mereka.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia di sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 31,58 poin (1,07%) ke level 2.978,29.
  • Indeks Hang Seng menanjak 243,39 poin (1,06%) ke level 23.158,67.
  • Indeks Nikkei 225 naik 101,12 poin (1,07%) ke level 9.536,13.
  • Indeks Straits Times bertambah 31,11 poin (1,02%) ke level 3.074,14.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.100 ke Rp 57.900, Indo Rama (INDR) naik Rp 350 ke Rp 2.425, Chandra Asri (TPIA) naik Rp 175 ke Rp 3.700, dan Multibreeder (MBAI) naik Rp 150 ke Rp 14.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 2.250 ke Rp 48.350, United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 22.500, Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 16.000, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 42.400.

IHSG Melaju Naik 16 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melaju di teritori positif pada perdagangan akhir pekan ini, merespons keluarnya laporan keuangan. Investor kembali mengkoleksi saham-saham memanfaatkan momentum penguatan bursa-bursa regional.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung menguat beriringan dengan bursa regional lainnya. Selama sesi I hari ini, IHSG sempat berada di posisi tertingginya di 3.639,687. Kenaikan IHSG terutama didorong oleh penguatan saham Bank Mandiri dan Astra International.

Pada penutupan sesi I, perdagangan Jumat (25/3/2011), IHSG tercatat menguat 16,216 poin (0,45%) ke level 3.627,857. Indeks LQ 45 juga menguat 4,089 poin (0,63%) ke level 651,823.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 63.141 kali pada volume 1.713 juta lembar saham senilai Rp 2,373 triliun. Sebanyak 91 saham naik, 70 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Saham-saham yang menguat harganya di top gainer antara lain Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 150 menjadi Rp 6,300, Astra International (ASII) naik Rp 1.150 menjadi Rp 57.950, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 7.200, Adaro Energy (ADRO) naik Rp 25 menjadi Rp 2.300.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 3.150, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 menjadi Rp 50.400, United Tractor (UNTR) turun Rp 50 menjadi Rp 22.950, Elnusa (ELSA) turun Rp 5 menjadi Rp 310, Krakatau Steel (KRAS) turun Rp 20 menjadi Rp 1.170.

Bursa-bursa regional kembali menguat seiring memudarnya kekhawatiran seputar krisis nuklir Jepang dan konflik di Libya. Pergerakan bursa regional hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 31,44 poin (1,07%) ke level 2.978,14.
  • Indeks Hang Seng menguat 212,19 poin (0,93%) ke level 23.127,47.
  • Indeks Nikkei-225 menguat 79,70 poin (0,84%) ke level 9.514,11.
  • Indeks Straits Times naik 22,71 poin (0,75%) ke level 3.065,71.

Kredit rating Potugal terpangkas, euro alami pelemahan mingguan terbesar

Date : Mar 25 2011, 11:41
Title : News Story
Header : Kredit rating Potugal terpangkas, euro alami pelemahan mingguan terbesar


Story
=======================================================================================
SYDNEY. Hari ini, euro mengalami pelemahan mingguan terbesar versus
dollar. Keoknya mata uang Eropa ini terjadi setelah Standard & Poor's memangkas
peringkat utang Portugal sebanyak dua notches. Selain itu, penyebab lainnya,
para pemimpin Eropa juga tengah mempersiapkan menggelar pertemuan untuk
mendiskusikan kembali krisis utang di kawasan tersebut.
"Pasar mata uang bereaksi atas pemangkasan kredit utang oleh S&P. Investor
tidak mau membeli euro dan tengah mengamati perkembangan pertemuan Uni Eropa.
Masih banyak sekali faktor negatif untuk euro," jelas Koji Fukaya, chief
currency strategist Credit Suisse Group AG di Tokyo.
Pada pukul 11.50 waktu Tokyo, euro berada di posisi US$ 1,4173 di Tokyo
dari US$ 1,4177 di New York kemarin. Sepanjang minggu ini, euro sudah melemah
0,1%. Sementara itu, jika berhadapan dengan yen, euro berada di posisi 114,82
yen dari 114,79 yen. Sedangkan yen ditransaksikan di posisi 81,01 per dollar
dari 80,97 per dollar.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Fri, 25 Mar 2011 ( 11:30:10 WIB )
=======================================================================================

Harum Energy Raup Laba Bersih Rp767,47 M di 2010


INILAH.COM, Jakarta - PT Harum Energy Tbk (HRUM) mencatatkan laba bersih naik 7,35% dari Rp767,47 miliar pada 2009 menjadi Rp823,94 miliar pada 2010.

Pendapatan perseroan turun 2,52% menjadi Rp4,48 triliun pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya sebesar Rp4,60 triliun. Laba kotor perseroan turun 5,27% dari Rp1,66 triliun pada 2009 menjadi Rp1,57 triliun pada 2010. Laba usaha perseroan turun 6,50% dari Rp1,22 triliun pada 2009 menjadi Rp1,14 triliun pada 2010. Perseroan mencatatkan penurunan keuntungan kurs mata uang 11,05% dari Rp16,74 miliar pada 2009 menjadi Rp14,89 miliar pada 2010.

Perseroan mencatatkan aset naik 51,60% dari Rp2,28 triliun pada 2009 menjadi Rp3,47 triliun pada 2010. Kas perseroan naik 75% dari Rp586,62 miliar pada 2009 menjadi Rp1,02 triliun pada 2010. [cms]

Laba Bersih Medco Naik 331,93% di 2010


INILAH.COM, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 331,93% menjadi US$83,06 juta pada 2010 dari US$19,23 juta di 2009.

Dalam laporan keuangan publikasi Perseroan dijelaskan kenaikan laba bersih tersebut disebabkan adanya peningkatan laba usaha sebesar 58,59% menjadi US$114,49 juta dari US$72,19 juta pada 2009.

Namun Perseroan mengalami kerugian selisih kurs sebesar US$3,79 juta pada 2010. Sementara pendapatan usaha 2010 naik menjadi US$929,85 juta dari US$667,8 juta di 2009. Laba per saham juga naik dari US$0,0065 di 2009 menjadi US$0,0282 di 2010.

Perseroan mencatatkan penurunan kewajiban jangka pendek pada 2010 menjadi US$500,32 juta dari US$509,16 juta di 2009. Sedang ekuitas Perseroan naik dari US$708,76 juta menjadi US$786,05 juta.

Bakrieland Cetak Laba Rp 178,7 Miliar


Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatat laba bersih Rp 178,7 miliar di 2010, naik 35,1% dibandingkan periode sebelumnya, Rp 132,3 miliar. Pendapatan yang meningkat 29%, menjadi faktor penggerak laba bersih ELTY tumbuh sepanjang tahun lalu.

Hal ini disampaikann Presiden Direktur & CEO PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah S. Thaib, dalam siaran pers yang diterbitkan, Jumat (25/3/2011).

Pendapatan sepanjang Januari-Desember 2010 mencapai Rp 1,367 triliun. Laba kotor ELTY meningkat 34,4% menjadi Rp 669,3 miliar, dari sebelumnya Rp 498,1 miliar. Laba usaha dan marjin laba usaha masing-masing Rp 241,7 miliar dan 17,7%.

Kontribusi properti atas pendapatan perseroan tercatat paling tinggi, atau setara dengan 35,1% terhadap pendapatan ELTY. Sedangkan unit usaha Landed Residential mengontribusi sebesar 29,5%.

"Hotel & Resort, serta Toll Road memberikan kontribusi pendapatan masing-masing sebesar 29,2%, dan 6,2%," jelasnya.

Untuk proyek City Property, yang sebagian besar proyek perkantoran strata mengontribusi pendapatan sebesar 28,2%, dan apartemen 38,7%.

Beberapa proyek Landed Residential yang perseroan miliki adalah Bogor Nirwana Residence, Ijen Nirwana Residence, dan Batam Nirwana Residence.
Sementara laporan proyek tol milik Bakrie, pada rute Kanci-Pejagan dikatakan Hiramsyah, terjadi peningkatan trafik yang signifikan. Saat mulai beroprasi, trafik mencapai 5.000 kendaraan per hari. Dan pada Desember 2010 telah lebih dari 14.000 kendaraan per hari.

Benakat Lepas Saham Elnusa di Rp 500?



INILAH.COM, Jakarta- Benakat Petroleum (BIPI) berencana melepas sebagian kepemilikan saham di Elnusa dalam waktu dekat. Penjualan akan dilakukan dengan harga premium ke salah satu investor strategis di kisaran harga Rp 500 per lembar saham.

Saat ini Benakat memiliki 37,15% saham atau 2.711.565.890 lembar saham Elnusa(ELSA). Selain Benakat, saham Elnusa juga dimiliki PT Pertamina 41,10% dan publik 21,75%.

Rumor bahwa ESSO akan masuk ke ELSA terdengar semakin kencang. Kabarnya sumber dari pihak manajemen telah mengaminkan kabar tersebut. Akumulasi beli yang yang signifikan terjadi pada transaksi perdagangan kemarin.

Meroketnya harga minyak di US$105,75 per barel, tertinggi sejak September 2008, akibat risiko geopolitik Timur Tengah serta rencana pemerintah menaikkan harga premium menjadi Rp5000 diyakini akan mendongkrak pendapatan Elsa tahun ini.

Pada perdangangan Kamis (24/3) kemarin, ELSA ditutup menguat 25 poin (8.62%) ke level Rp315. Volume transaksi tercatat sebesar 82.64 juta lembar, senilai Rp25.19 miliar. [ast]

BI: Jangan Pakai 'Pengacara Jalanan' untuk Atasi Masalah Kredit


Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan terdapat 31 kasus laporan sengketa nasabah kredit Simpan Pinjam UKM dengan bank di awal tahun 2011. Menariknya, nasabah tersebut menggunakan 'jasa pengacara' jalanan alias 'street lawyer' untuk meminta restrukturisasi pelunasan kredit.

"Periode Januari-Februari 2011 banyak kasus sengketa nasabah versus bank soal simpan pinjam UKM oleh pedagang di pasar-pasar. Dimana sekitar 31 kasus yang rata-rata nasabah meminta restrukturisasi," ujar Ketua Tim Mediasi Perbankan Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan Bank Indonesia, Sondang Martha Samosir di Kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (24/3/2011).

Dijelaskan Sondang, banyaknya kasus sengketa simpan pinjam ini terjadi karena rayuan para 'street lawyer' yang menjanjikan restrukturisasi kredit dengan biaya murah.

"Jadi street lawyer itu mencari orang yang tidak bisa membayar utang sehingga nasabah menuntut banknya untuk melakukan restrukturisasi kredit dan melakukan aduan. Ini yang bikin kami pusing karena ternyata banyak kepentingannya," kata Sondang.

Menurut Sondang, saat ditelusuri pihak BI, para 'street lawyer' ini ternyata tidak memiliki kantor dan dengan izin yang tidak jelas. BI mengimbau nasabah tidak menggunakan jasa 'street lawyer ini, sebaiknya mereka langsung menghubungi banknya.

"Dengan menghubungi bank nanti akan ada solusi. Jika nasabah tidak puas maka bisa masuk Direktorat Mediasi BI, itu juga kalau ada kelalaian di pihak bank-nya," tambah Sondang.

Sebelum masuk mediasi dalam peraturan bank sentral, sambung Sondang, bila nasabah mengadu secara lisan, maka wajib dijawab oleh bank dalam dua hari. Jika disampaikan tertulis, maka harus dijawab dalam 20 hari. "Jika tidak ada jawaban barulah masuk ke mediasi di BI," tuturnya.

Dalam proses mediasi, Sondang mengatakan nasabah tidak dipungut biaya sepeserpun. Berbeda jika menggunakan street lawyer, Sondang menegaskan prosesnya akan semakin rumit dan pasti menggunakan biaya berlebihan. "Belum tentu nasabah menang," kata Dia.

Lebih jauh Sondang mengatakan, untuk tahun 2011 ini pada periode Januari-Februari, BI telah menerima 52 kasus mediasi perbankan, di antaranya, kasus simpan pinjam sebanyak 31 kasus, kehilangan kartu kredit sebanyak 17 kasus, sisanya kasus sistim pembayaran yang lain.

Mediasi yang difasilitasi Bank Indonesia ini tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 10/1/2008 tentang Mediasi Perbankan dimana menjelaskan mengenai penyelesaian sengketa perbankan dengan cara yang sederhana, murah dan cepat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada bank.

Selain itu, hasil mediasi yang merupakan kesepakatan antara nasabah dan bank dipandang merupakan bentuk penyelesaian permaslaahan yang efektif karena kepentingan nasabah maupun reputasi bank dapat dijaga.

Posisi 10 Bank Terbesar RI Tak Tergoyahkan


Jakarta - Sebanyak 10 bank masih menguasai aset industri perbankan nasional di Januari 2011. Bank-bank terbesar tersebut jumlah asetnya mencapai Rp 1.923,1 triliun atau 64,3% dari total aset perbankan.

Demikian data statistik perbankan yang dikutipdetikFinance dari Bank Indonesia (BI) Kamis (24/3/2011).

Posisi bank yang menempati 10 besar ini tak banyak perubahan sejak 2009.

Berikut daftar 10 bank terbesar di Indonesia:

  1. PT Bank Mandiri Tbk dengan aset Rp 402,83 triliun (13,47% dari seluruh total aset perbankan)
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dengan aset Rp 375,916 triliun (12,57%)
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan aset Rp 324,025 triliun (10,83%)
  4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dengan aset Rp 233,302 triliun (7,8%)
  5. PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan aset Rp 148,476 triliun (4,96%)
  6. PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan aset Rp 113,122 triliun (3,78%)
  7. PT Pan Indonesia Bank Tbk (Panin) dengan aset Rp 107,731 triliun (3,6%)
  8. PT Bank Permata Tbk dengan aset Rp 76,314 triliun (2,55%)
  9. PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) dengan aset Rp 71,606 triliun (2,39%)
  10. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dengan aset Rp 68,768 triliun (2,33%).

Medco Tetap Ingin Lanjutkan Proyek Migas di Libya


Jakarta - PT Medco Energy Internasional Tbk (MEDC) tetap berniat menjalankan proyek eksplorasinya di area 47 Libya meskipun saat ini kondisi di negara tersebut sedang kacau balau menyusul serangan pihak koaliasi.

Menurut Direktur Medco Lukman Mahfoedz, saat ini seluruh proyek Medco di Libya sedang dihentikan sementara terkait memanasnya situasi di negeri penghasil minyak tersebut dan kemungkinan dilanjutkan setelah situasi memungkinkan.

"Apabila keadaan sudah memungkinkan tentunya operasi bisa dilangsungkan. Kontrak kita dengan NOC of Libya, siapapun yang memerintah Libya mempunyai kepentingan yang sama untuk mengembangkan area 47 untuk menghasilkan revenue bagi negara," katanya kepadadetikFinance, Kamis (24/3/2011) malam.

Ia mengatakan, saat ini karyawan Medco yang bukan warga negara asli Libya sudah seluruhnya dievakuasi, dibawa kembali ke negaranya masing-masing termasuk Indonesia.

Namun, ada beberapa karyawan Medco yang merupakan warga negara asli Libya dan tetap bertahan di negera Timur Tengah itu.

"Masih ada (karyawan Medco), kita masih ada sekitar 60 orang di sana. Mereka national Libyan," jelasnya.

Ia mengaku belum mendapat kabar secara detail mengenai nasib para karyawan Medco yang asli warga negara Libya tersebut. Namun, ia belum bisa memastikan apakah kondisi mereka sekarang masih aman, terutama setelah gempuran oleh pasukan koalisi.

"Apapun yang terjadi jatuhnya banyak korban sipil di serangan koalisi sangat disayangkan. Kalau digempur dengan ratusan rudal demikian siapa yang bisa jamin (keamanannya)," ujarnya.

Tahun lalu, Medco mengalokasikan dana sebesar US$ 78 juta untuk kegiatan eksplorasi di blok 47 Libya. Medco dan partnernya mengebor lima sumur yang terdiri dari tiga sumur ekplorasi dan dua appraisal.

Dana untuk mengebor masing-masing sumur sekitar US$ 8 juta. Tahun lalu, Medco dan mitranya sudah mengebor 21 sumur di sana yang terdiri dari 17 sumur eksplorasi dan 4 sumur appraisal.

Market Flash eTrading

Jakarta - Pada perdagangan Kamis (24/3) Indeks Dow Jones ditutup naik 84 point (+0.70%) ke level 12,170.56 menyusul laporan keuntungan beberapa perusahaan seperti Micron Tecnology Inc. (MU), Redhat Inc. (RHT) dan Amazon.com Inc. (AMZN) yang melebihi estimasi sebelumnya serta keluarnya data Jobless Claims yang tercatat sebesar 382ribu, lebih rendah dari estimasi analis sebesar 383ribu.

Minyak mentah light sweet Nymex ditutup turun 0.07% di harga $105.53 per barel dikarenakan turunnya jumlah permintaan di AS dan Eropa mengimbangi ancaman kurangnya pasokan minyak dari Libia.

IHSG sendiri kemarin (24/3) ditutup naik 55,4 point (+1.55%) ke level 3,611.64 dengan nilai transaksi sebesar Rp6 triliun. Asing kemarin (24/3) tercatat melakukan net buy sebesar Rp831 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dikoleksi adalah ASII, BBRI, TLKM, BUMI dan INTP.

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin (24/3) candlestick IHSG membentuk White Marubozu sementara Indikator MACD berhasil golden cross dan MACD histogram sudah bergerak naik ke area positif selain itu, garis MA5 dan MA20 berhasil golden cross.

Kami melihat IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya, namun investor perlu mewaspadai aksi profit taking mengingat candlestick IHSG sudah menyentuh garis upper bolinger band.

Pada perdagangan hari ini (25/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,556-3,651 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BMRI, PTBA, dan JSMR.

News & Analysis

  • ADHI : Adhi Karya Cetak Laba Rp 189 Miliar, Naik Tipis 14%
  • BJBR : Bank Jabar Kucurkan KPR Rp400 Miliar di Depok
  • BORN : Laba Borneo Lumbung Meroket 449%
  • GJTL : Laba Bersih Turun 8.25%
  • MASA : Jajaki Akuisisi Lahan

Economic & Strategy

Economy: Tak Mau 'Mengemis', RI Siapkan Asuransi Bencana

Chart in Focus

  • BJBR (Spec Buy)
  • JSMR (Spec Buy)
  • BMRI (Trading Buy)
  • PTBA (Trading Buy)
  • BUMI (SoS)
  • AALI (Trading Sell).

IHSG Masih Respons Positif Laporan Keuangan


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali menembus level 3.600 setelah menguat hingga 55 poin. Indeks menguat setelah asing memborong saham sekitar Rp 850 miliar didorong oleh positifnya laporan keuangan.

Pada perdagangan, Kamis (24/3/2011), IHSG ditutup melesat 55,410 poin (1,55%) ke level 3.611,641. Sementara Indeks LQ 45 melompat 10,989 poin (1,72%) ke level 647,734.

Positifnya laporan keuangan masih akan menjadi sentimen yang akan mendorong IHSG ke teritori positif. Apalagi sebagian besar bursa-bursa utama dunia juga bergerak menguat, sehingga IHSG pada perdagangan Jumat (25/3/2011) diprediksi akan kembali bergerak positif.

Bursa Wall Street tadi malam bergerak menguat mengantisipasi positifnya laporan keuangan. Investor memburu saham-saham unggulan sehingga indeks S&P 500 berhasil melampaui level teknikal kunci.

Pada perdagangan Kamis (24/3/2011), indeks Dow Jones industrial average menguat 84,54 poin (0,70%) ke level 12.170,56. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 12,12 poin (0,93%) ke level 1.309,66 dan Nasdaq menguat 38,12 poin (1,41%) ke level 2.736,42.

Bursa Jepang mengawali perdagangan Jumat ini dengan kenaikan yang cukup signifikan. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 130,48 poin (1,38%) ke level 9.565,49.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG pada perdagangan Kamis kemarin (24/3), ditutup menguat sebesar 55.41 poin (1.55%) ke level 3.611,64. Penguatan ini dipicu oleh rilisnya sejumlah laporan keuangan emiten yang mencatat kinerja diatas consensus serta ditopang oleh penguatan indeks regional karena harga komoditas yang menguat dan pembukaan kembali beberapa pabrik di Jepang setelah guncangan gempa dan Tsunami. Sektor yang menjadi penggerak penguatan IHSG pada perdagangan kemarin adalah sector Basic Industry yang menguat 3.18% disusul oleh sector infrasruktur yang menguat 2.22% Sementara itu, investor asing tercatat membukukan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 831 milliar.

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin candlestick IHSG membentuk White Marubozu sementara Indikator MACD berhasil golden cross dan MACD histogram sudah bergerak naik ke area positif. Sementara garis MA 5 dan MA 20 berhasil golden cross. Kami melihat IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya, namun investor perlu mewaspadai aksi profit taking mengingat candlestick IHSG sudah menyentuh garis upper bolinger band. Pada perdagangan hari ini (25/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,556-3,651 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BMRI, PTBA, dan JSMR.

Indosurya:

Pada perdagangan Jumat (25/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.531-3.571 dan resistance 3.631-3.652. Candle masih bergerak menguat yang didukung dengan volume yang naik sehingga berpotensi masih melanjutkan penguatannya. Tetapi, posisi candle telah menyentuh upper bolinger sehingga juga ada potensi pelemahan. MACD telah membentuk golden cross dengan histogram positif yang mulai memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic terus bergerak naik menuju area overbought . Meski ternyata IHSG kemarin terus melanjutkan penguatan namun, investor harap berhati-hati bila sinyal pelemahan mulai masuk. Di tengah ketidakpastian ini, biasanya digunakan oleh spekulan untuk profit taking sehingga berpotensi menahan laju penguatan IHSG. Diharapkan menghijaunya bursa AS dan Eropa dan didukung penguatan regional serta tidak adanya tekanan profit taking bisa berpengaruh positif bagi kenaikan IHSG.