Selasa, 10 Mei 2011

Harga CPO pagi ini masih melanjutkan penguatan kemarin

Harga CPO pagi ini masih melanjutkan penguatan kemarin
KUALA LUMPUR. Kontrak harga crude palm oil (CPO) pagi ini mengalami kenaikan. Pagi tadi, kontrak harga CPO untuk pengantaran Juli mengalami kenaikan sebesar 1,1% menjadi 3.275 ringgit atau US$ 1.096 per metrik ton di Malaysia Derivatives Exchange.

Lonjakan harga CPO hari ini melanjutkan kenaikan harga kemarin yang mencapai 1,4%. Pada pukul 11.35 waktu Kuala Lumpur, kontrak yang sama berada di level 3.274 ringgit per ton.

Lonjakan harga CPO disinyalir terkait dengan peningkatan tingkat ekspor CPO di Malaysia. Berdasarkan hasil survey Intertek, tingkat ekspor Malaysia melonjak 16,6% menjadi 323.655 ton pada sepuluh hari pertama Mei dari periode yang sama pada April.

"Pasar sepertinya ingin membuat harga CPO stabil di kisaran 3.180-3.200 ringgit yang kemudian bisa dicapai pada jangka pendek," jelas Donny Khor, senior vice president for futures & options OSK Investment Bank Bhd.

Belum juga serahkan laporan keuangan, TRUB dikenai sanksi Rp 50 juta

Belum juga serahkan laporan keuangan, TRUB dikenai sanksi Rp 50 juta
JAKARTA. PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) harus siap-siap merogoh kocek Rp 50 juta untuk membayar denda atas keterlambatannya menyerahkan Laporan Keuangan tahun 2010. Asal tahu saja, hingga Mei ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) belum juga menerima laporan kinerja TRUB. Padahal, batas akhir penyerahan laporan keuangan 2010 adalah April 2011.

"Iya, TRUBA belum masukkan laporan. BEI belum menerima alasan keterlambatan dari mereka," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito, Selasa (9/5).

Ia menambahkan, sesuai ketentuan BEI telah memberikan peringatan pertama di bulan April dan kedua di bulan Mei. Nah, pada peringatan kedua ini sudah disertai sanksi berupa denda senilai Rp 50 juta. Kalau bulan depan TRUB tak jua menyerahkan laporan keuangan 2010, maka jumlah dendanya akan bertambah lagi menjadi Rp 150 juta.

Sebelumnya, Eddy mengatakan ada sekitar 40 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) belum menyerahkan laporan keuangan tahun 2010 hingga akhir Maret lalu.

Perekonomian regional masih kuat, mata uang Asia perkasa

Perekonomian regional masih kuat, mata uang Asia perkasa
TAIPEI. Mata uang Asia pagi ini menguat. Penguatan dipimpin oleh dollar Taiwan. Pemicunya, beredar spekulasi kalau bank sentral Taiwan akan menaikkan suku bunga acuan sehingga menarik dana asing untuk masuk ke negara itu.

Pada pukul 10.27 waktu setempat, dollar Taiwan menguat 0,6% menjadi NT$ 28,575 per dollar. Sementara, baht Thailand, ringgit Malaysia, dan dollar Singapura masing-masing menguat 0,1% menjadi 30,18, 2,9845, dan US$ 1,2315.

"Tanpa memperhitungkan kenaikan inflasi, perekonomian Asia tetap kuat, sehingga menarik dana asing masuk ke kawasan regional. Selain itu, tingkat yield di regional juga meningkat. Kondisi itu juga menyokong pergerakan mata uang Asia," jelas Tohru Nishihama, ekonom Dai-ichi Life Research Institute Inc di Tokyo.

Kresna Securities Rights Issue Rp 700 per Lembar, Diskon 12,5%

Jakarta - PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) berencana menggelar penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue di harga Rp 700 per lembar atau diskon 12,5%. Perseroan mengincar dana Rp 106,288 miliar.

Seperti dikutip dari prospektus ringkas perseroan, Selasa (10/5/2011), perseroan menerbitkan 151,84 juta lembar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 700 per lembar.

Dengan demikian dana yang bisa diraup perseroan mencapai Rp 106,288 miliar. Harga pelaksanaan ini diskon 12,5% dari harga penutupan perdagangan kemarin di Rp 800 per lembar.

Jumlah saham baru yang siap diterbitkan tersebut setara dengan 20% saham yang ditempatkan dan disetor perseroan. Dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan perseroan sebagai modal kerja.

PT Kresna Prima Invest akan berperan sebagai pembeli siaga dalam pelaksanaan rights issue tersebut jika ada jumlah saham yang tidak terserap oleh pasar.

Hingga akhir 2010 lalu, emiten berkode KREN itu mencatat perolehan laba bersih Rp 27,49 miliar, lebih tinggi dari perolehan laba di 2009 lalu sebanyak Rp 12,44 miliar.

Sementara untuk pendapatan diraih sebesar Rp 122,73 miliar di 2010, dibandingkan perolehan pendapatan di 2009 lalu sebanyak Rp 69 miliar.
(ang/dnl)

Bersiaplah, emas diperkirakan menyundul US$ 2.000 per ounce tahun ini!

Bersiaplah, emas diperkirakan menyundul US$ 2.000 per ounce tahun ini!
NEW YORK. Harga logam mulia yaitu emas diperkirakan akan menyentuh level US$ 2.000 per ounce tahun ini. Hal itu diungkapkan oleh Eric Sprott, Kepala Manajer Investasi Sprott Inc.

Menurut Sprott, emas sedikitnya akan naik 17% dari posisinya tahun lalu. Informasi saja, di pasar Comex, New York pada 2010 harga rata-rata emas sebesar US$ 1.228,45 per ounce dan berakhir di level US$ 1.421,40 per ounce.

"Emas akan dengan mudah mencapai level US$ 2.000 per ounce tahun ini," ujarnya. Hitungan Sprott tak main-main, berdasarkan data historis selama 10 tahun, harga emas selalu menanjak naik dan terus menerus mencetak rekor.

"Saat ini, uang banyak bergerak di pasar fisik," ujar Sprott. Hingga perdagangan pukul 10:45 di pasar Comex, emas berada di level US$ 1.511,85 per ounce minus 1,9 poin atau 0,13% dibanding perdagangan sehari sebelumnya.

Jangan Ragu Jadi Kolektor Saham Properti

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham-saham properti diproyeksikan bakal terus menguat. Hal ini dipicu oleh sentimen positif yang mengelayuti sektor ini. Seperti terkendalinya inflasi, rendahnya bunga kredit, serta melemahnya nikai tukar dolar terhadap rupiah.

Makanya, tidak mengherankan bila kinerja emiten properti selama tiga bulan pertama tahun ini cukup meyakinkan. Dari 29 emiten properti yang telah mempublikasikan laporan keuangan kuartal I 2011, rata-rata laba bersih mereka mengalami kenaikan 42,36%. Luar biasa bukan?

Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management, mengatakan bahwa sektor properti memiliki fundamental yang bagus dengan masa depan yang cerah. “Saham properti merupakan instrumen investasi yang aman karena rasio utang terhadap ekuitas (DER) relatif rendah dibanding emiten lainnya,” kata Reza.

Ia menunjuk saham terbitan PT Bumi Serpong Damai (BSDE). Saham emiten ini layak dikoleksi karena selama kuartal I berhasil membukukan laba bersih Rp 192 miliar lebih atau tumbuh 134% lebih.

Lippo Karawaci dan Agung Podomoro menjadi rekomendasi selanjutnya. Saham kedua emiten ini layak dikoleksi karena selama kuartal I masing-masing membukukan pendapatan Rp 881,77 miliar dan Rp 691,24 miliar atau tumbuh 25% dan 155,55%.

Reza memperkirakan, demand terhadap properti masih akan tetap tinggi hingga akhir tahun ini. Tapi, dengan syarat kondisi suku bunga perbankan masih rendah seperti saat ini. “Pertumbuhan laba bersih emiten properti tahun ini kemungkinan bisa mencapai 43%,” ujarnya.

Kendati secara laba bersih emiten properti rata-rata tumbuh 42%, seorang analis menyarankan investor untuk tetap selektif. Alasannya, dari 29 emiten tadi, enam di antaranya ternyata mengalami penurunan pendapatan dan tiga lagi mencatat rugi bersih.

Karena itu, ia menganjurkan agar investor mengoleksi saham properti yang kinerjanya lebih menjanjikan. “Mengapa harus masuk jika profitnya belum jelas,” katanya. [mdr]

Sentimen Utang Eropa Bikin IHSG Stagnan

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu naik super tipis 1 poin di tengah sentimen negatif krisis utang Eropa yang tak kunjung usai. Sentimen positif menguatnya Wall Street semalam cukup memberi angin segar.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 8.560 per dolar AS sama seperti penutupan perdagangan kemarin.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun tipis 1,249 poin (0,04%) ke level 3.784,201. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah tipis 0,321 poin (0,04%) ke level 674,072.

Membuka perdagangan, Selasa (10/5/2011), IHSG naik tipis 1,625 poin (0,04%) ke level 3.787,075. Indeks LQ 45 menguat tipis 0,417 poin (0,06%) ke level 674,810.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG masih bergerak datar, hanya naik tipis 3,554 poin (0,09%) ke level 3.789,004. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 0,751 poin (0,11%) ke level 675,144.

Kemarin, indeks akhirnya ditutup negatif setelah mengalami perdagangan yang berfluktuasi. Minimnya sentimen positif membuat IHSG masih betah di zona merah.

Pergerakan bursa-bursa di Asia masih serba tipis dengan kecenderungan menguat. Berbagai sentimen bermunculan, mulai dari menguatnya Wall Street semalam sampai gagalnya krisis utang Eropa atas kredit rating Yunani yang dipangkas 2 level oleh Standard & Poors.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional di pagi hari ini:
Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,70 poin (0,06%) ke level 2.874,16.
Indeks Nikkei 225 turun tipis 23,27 poin (0,24%) ke level 9.771,11.
Indeks Straits Times menguat tipis 5,46 poin (0,17%) ke level 3.142,40.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka stagnan di posisi Rp 8.560 per dolar AS sama seperti penutupan perdagangan kemarin.

Listing Perdana Saham HD Finance Naik 30% ke Rp 260 per Lembar

Jakarta - Saham PT HD Finance Tbk (HDFA) pada pencatatan saham perdana Selasa (10/5/2011) dibuka naik Rp 60 ke level Rp 260 dari harga perdananya Rp 200 per lembar.

Pada awal pembukaan perdagangan saham pukul 09.30 JATS, saham perseroan naik signifikan Rp 60 dari penetapan harga sebelumnya, Rp 200 per lembar. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, saham berada di kisaran Rp 250 per lembar saham, dan sempat menyentuh harga tertinggi Rp 260 per lembar.

Total saham yang dilepas HDFA sebanyak 460 juta lembar kepada publik. Ini setara dengan 29,87% dari rencana total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Nilai nominal IPO Rp 100 per lembar. Total dana yang dihimpun perseroan mencapai Rp 92 miliar.

Jumlah saham yang dipesan sebanyak 1,067 miliar lembar, dari total saham yang ditawarkan 460 juta lembar saham, dengan jumlah pemesan 2.219 pihak.

"Dana penawaran saham perdana, 85% digunakan untuk membiayai pengembangan usaha perseroan. Yakni pembiayaan kendaraan bermotor. Sisanya, sebagai dana pengembangan infrastruktur teknologi informasi HD Finance," ujar Direktur Utama HD Finance, Hariono. Selaku penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Makinta Securities.

Perseroan dulu bernama PT Indonesia Lease dan berdiri pada 1972. Kemudian dengan masuknya Bank Niaga sebagai pemegang saham, perseroan berubah nama menjadi PT Niaga Leasing pada 1990. Dan pada 2005 bertransformasi menjadi HD Finance.

HD Finance memiliki 16 cabang, dan sampai dengan Desember 2010 aset perseroan mencapai Rp 774 miliar.

Perseroan menargetkan pembiayaan kendaraan bermotor Rp 1 triliun di tahun 2011. Perseroan masih mengandalkan motor baru dalam mengejar target ini.

"Target pembiayaan sampai akhir tahun 2011 Rp 1 triliun, sampai akhir tahun lalu kita mencapai Rp 774 miliar," ungkapnya.

Menurutnya, pasar motor baru masih memiliki peluang tumbuh. Strategi perseroan adalah fokus pada pasar Jabodetabek.

Kemudian disusul Jawa Timur dan Sumatera. Pasar motor bekas masih sangat kecil, tidak lebih dari 1%. "Kita masih fokus di pembiayaan baru. Untuk second sedikit. Porsi Jabodetabek 63%. Jawa Barat 5%, Jawa Tengah 3%. Jawa Timur 15% dan Sumatera 14%," ucapnya.

Harga perak rebound setelah alami penurunan mingguan terburuk sejak 1975

Harga perak rebound setelah alami penurunan mingguan terburuk sejak 1975
SINGAPURA. Kontrak harga perak rebound setelah mengalami penurunan mingguan terburuk sejak 1975. Kenaikan harga perak ini terjadi setelah Standard & Poor's memangkas peringkat utang Yunani sebanyak dua level menjadi B.

Pagi tadi, kontrak harga perak di Comex, New York, melonjak 2,1% menjadi US$ 37,90 per troy ounce. Pada pukul 09.31 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di posisi US$ 37,655 per troy ounce. Pada minggu lalu, harga perak terjun bebas sebesar 27% seiring aksi jual investor di pasar komoditas.

"Kenaikan harga perak tidak terlalu mengejutkan. Sudah menjadi hal yang biasa jika pasar melakukan aksi beli jika harganya sudah terjun dalam," jelas Mark Pervan, commodity analyst ANZ Banking Group Ltd. Dia menambahkan, penurunan kredit utang Yunani kembali menegaskan mengapa investor memburu pasar logam berharga.

Sebaliknya, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat di Comex, New York, malah turun 0,3% menjadi US$ 1.508,75 per troy ounce. Menurut Eric Sprott, chairman of money manager Sprott Inc, harga emas akan menyentuh US$ 2.000 per troy ounce tahun ini karena investor lebih memilih emas ketimbang mata uang.

Konservatif, PANS patok laba tahun ini sama dengan kinerja 2010

JAKARTA. PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) memproyeksikan kinerjanya tahun 2011 akan terpengaruh oleh pertumbuhan pasar modal Indonesia yang diperkirakan akan melambat. Proyeksi konservatif manajemen PANS tersebut berdasarkan pada catatan historis pertumbuhan pasar modal Indonesia yang tumbuh signifikan di tahun sebelumnya.

Winston Sual, Wakil Presiden Direktur PANS mengitung, pertumbuhan IHSG tahun ini hanya sebesar 15%-20%. Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibanding pertumbuhan tahun 2010 yang mencapai 44%.

Manajemen PANS menjelaskan, pengaruh dari melambatnya pasar modal di Indonesia ini sudah terasa di kuartal l-2011. Pendapatan PANS pada tiga bulan pertama ditahun ini hanya mencapai Rp 69,16 miliar atau turun 9,09% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 76,08 miliar. Begitu juga untuk laba bersih kuartal I 2011 yang mengalami penurunan sebesar 25,57% dari kuartal I 2010, menjadi Rp 40,32 miliar.

Asal tahu saja, tahun lalu pendapatan usaha dari portofolio efek berkontribusi sebesar 46% dari pendapatan PANS. Tahun ini, kontribusinya diperkirakan akan mengalami penurunan menjadi sekitar 28% dari total pendapatan.

Sayang, manajemen PANS tidak menyebutkan detil target pendapatan tahun ini. Yang jelas,"Target laba tahun ini sama seperti tahun sebelumnya," kata Hendrata Sadeli, President Director PANS. Tahun 2010 laba bersih PANS sebesar Rp 239,53 miliar.

Kinerja positif dan lonjakan harga komoditas membuat bursa Asia melesat

Kinerja positif dan lonjakan harga komoditas membuat bursa Asia melesat
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia pagi ini melesat. Beberapa pemicunya antara lain melonjaknya harga komoditas serta kinerja positif sejumlah perusahaan di Jepang.

Pada pukul 09.34 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4% menjadi 138,26. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang tak banyak mengalami perubahan. Sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,1% dan indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,2%.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia antara lain: BHP Billiton Ltd naik 0,4%, Sumitomo Heavy Industries naik 10%, dan Toshiba Corp naik 3,2%.

Bursa Asia berhasil mencatatkan kenaikan di tengah pemangkasan peringkat kredit Yunani oleh Standard & Poor's sebanyak dua level dari BB- menjadi B. Bahkan S&P bilang, ada kemungkinan peringkat tersebut kembali dipangkas ke depannya.

Potential Upside HRUM ke Level Rp11.000

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Laju saham HRUM, Selasa (10/5) diprediksi sideways. Tapi, secara fundamental sangat menarik karena faktor pertumbuhan produksinya yang signifikan. Buy on weakness dengan target Rp11.000.

Investment Analyst PT GMT Asset Management Nico Simatupang mengatakan, potensi sideways-nya saham PT Harum Energy Indonesia (HRUM) hari ini semata faktor teknikal. Menurutnya, dari sisi ini saham HRUM tampak akan bergerak mendatar di kisaran 9.250-9.300.

Karena itu, lanjutnya, hari ini akan menguji resistance Rp9.300. Jika ditembus ke atas, target penguatan berikutnya di level Rp9.500-9.600 per saham. “HRUM akan bergerak dalam kisaran support Rp9.000 dan resistance 9.300.,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (9/5).

Pada perdagangan Senin (9/5) saham HRUM ditutup menguat Rp50 (0,54%) menjadi Rp9.250 dari level sebelumnya Rp9.200. Harga intraday tertingginya mencapai Rp9.350 dan terendah Rp9.200. Volume transaksi mencapai 1,8 juta unit saham senilai Rp16,8 miliar dan frekuensi 229 kali.

Lebih lanjut dia menjelaskan, meski hari ini berpeluang sideways, secara fundamental, saham ini sangat menarik. Pasalnya, volume produksi batu bara emiten ini akan naik ke level 10,5 juta ton di 2011 dari level 7,5 juta ton pada 2010 atau naik hingga 40%. “Ini merupakan kenaikan terbesar di antara emiten-emiten batu bara yang lain,” timpalnya.

Dari sisi valuasi pun, dikatakan Nico, saham ini belum mahal. Sebab, target penguatan saham HRUM berikutnya untuk jangka panjang di level Rp11.000 per saham. Target tersebut bisa dicapai tahun ini. “Karena itu, ada potensi upside hingga 18,9% untuk jangka panjang hingga akhir tahun,” tandas Nico.

Lalu, Price Earnings Ratio (PER) saham ini di level 13,4 kali. Dari sisi ini, memang harganya tak terlalu murah. Tapi, saham batu bara yang lain pun sudah mahal. Apalagi, jika investor mempertimbangkan faktor kenaikan produksi batu baranya di 2011 ini, saham HRUM belum mahal. “Kalau produksinya tumbuh, laba perseroan pun akan tumbuh karena pertumbuhan produksi hingga 40%,” ucap Nico.

Sementara itu, dia menambahkan, penurunan harga minyak mentah dunia ke level US$98 per barel, tidak berpengaruh negatif pada laju saham-saham di sektor batu bara temasuk HRUM. “Sebab, harga rata-rata minyak saat ini sudah berada di atas US$100 per barel. Minyak bertenger di level US$105-110 per barel,” tuturnya.

Karena itu, dia menegaskan, harga minyak tidak akan mengerus harga batu bara yang saat ini masih bertenger di level US$122,71 per metrik ton berdasarkan harga mingguan di Newcastle. Memang, harga komoditas fluktuatif, tapi pergerakannya tidak akan terlalu jauh. “Saya rekomendasikan buy on weakness saham HRUM,” imbuh Nico. [mdr]

Rencana Go Private, BEI Suspensi Saham ANTA

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk (ANTA).

Hal ini disampaikan Kadiv Penilaian Perusahaan Sektor Jasa BEI Umi Kulsum dan Kadiv Perdagangan Saham BEI Andre PJ. Toelle dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (10/5). Suspensi ini dilakukan atas permintaan perseroan sehubungan dengan adanya rencana untuk melakukan go private.

Suspensi dilakukan mulai perdagangan sesi I Selasa (10/5) di seluruh pasar.

HD Finance Mulai Listing Hari Ini

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT HD Finance Tbk mencatatkan saham perdana dengan kode saham HDFA pada perdagangan saham Selasa (10/5).

Perseroan merupakan emiten keenam yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2011 yang dicatatkan di papan utama. PT HD Finance Tbk menawarkan saham perdana sebesar 460 juta saham ke publik dengan harga penawaran Rp200 per saham. Dana yang berhasil diraup sebesar Rp92 miliar.

Penjamin pelaksana emisi efek yang ditunjuk PT Makinta Securities. Untuk rata-rata PER industri sebesar 19,13 kali dan rata PBV sebesar 2,29 kali pada Jumat (6/5). Adapun kepemilikan saham setelah penawaran umum saham perdana antara lain PT HS Corpora sebesar 329.990.000 atau 21,42%, Wealth Paradise Holdings Ltd sebesar 750 juta saham atau 48,70%, Soeharto Djojonegoro sebesar 10.000 atau 0,00%, dan publik sebesar 460 juta saham atau 29,87%.

Hingga Oktober 2010, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp11,28 miliar dan pendapatan sebesar Rp158,68 miliar. [cms]

Khawatir Utang Yunani, Saham Asia Anjlok

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia berbalik melemah dengan perdagangan tipis pada Selasa (10/5) akibat kekhawatiran baru atas utang Yunani yang menggunung, membuat investor gugup.

Mengutip Reuters, kekhawatiran terhadap utang zona Euro muncul lagi setelah Standard & Poor's menurunkan peringkat Yunani ke daerah junk, di mana Athena diragukan dapat mengelola utang tanpa memaksakan kerugian pemegang obligasi swasta. CNBC Asia FTSE 100 Index, yang mengukur pasar di seluruh Asia, naik 0,1 persen.

Di Jepang, saham Tokyo melemah dipicu penguatan yen yang menurunkan beban pada saham eksportir, termasuk produsen mobil dan elektronik. Tapi saham Toshiba naik 3 persen setelah pembuat chip terbesar di Jepang ini mengatakan perkiraan laba operasional naik sebesar 25 persen pada tahun hingga Maret 2012, kira-kira sejalan dengan ekspektasi pasar, meskipun memperingatkan bahwa pemadaman listrik berpotensi menurunkan pendapatan.

Saham Tokyo Electric Power Co turun 0,8 persen setelah Presiden Masataka Shimizu mengatakan Tepco akan meminta bantuan pemerintah untuk kompensasi korban kecelakaan Fukushima Daiichi, pembangkit listrik tenaga nuklir. Indeks acuan Jepang Nikkei N225 dibuka naik 0,10 persen, sedangkan Topix naik 0,15 persen menjadi 854,47.

Saham Australia melemah pada pertengahan perdagangan pagi, dipicu kekhawatiran investor terhadap potensi laba yang memperkecil rebound harga logam dan harga minyak. Investor juga bermain aman menjelang rilis anggaran pemerintah Australia pada Selasa. Saham Pertambangan mixed meskipun terjadi bounce harga komoditas. BHP Billiton dan Rio Tinto masing-masing naik 0,2 persen sementara Fortescue Metals naik 0,8 persen.

Benchmark S & P / ASX 200 indeks turun 0,18 persen menjadi 4.748,1 setelah dibuka 0,4 persen. Saham OneSteel, industri baja No.2 Australia tergelincir setelah memotong prediksi laba setahun penuh sebesar 14 persen menjadi sekitar A $ 232.000.000, terutama disebabkan oleh dolar Australia yang menguat. Saham Redflex Holdings turun 33 persen pada awal perdagangan setelah pemegang saham memberikan suara terhadap tawaran oleh The Carlyle Group dan bank investasi Macquarie Group bagi perusahaan.

Bencmark Selandia Baru NZX 50 indeks naik 0,3 persen menjadi 3.528,93. Pasar di Korea Selatan dan Hong Kong ditutup untuk ulang tahun Buddha.

MTDL Diminati Perusahaan IT Singapura?

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Metrodata Elektronik Tbk (MTDL) tengah diminati oleh salah satu perusahaan penyedia layanan teknologi informasi dari Singapura. Beredar kabar bahwa MTDL akan diakuisisi perusahaan tersebut di harga Rp 250 per lembarnya.

Disebutkan, tujuan penggandengan ini adalah untuk memperluas jangkauan pelayanan dari perusahaan IT Singapura, yang hingga kini masih dirahasiakan oleh pihak intern perusahaan. Selain peningkatan kemampuan MTDL, baik dari segi sistem maupun infrastruktur perusahaan.

Penyerapan teknologi dari Singapura akan dipergunakan MTDL untuk mengembangkan usaha perseroan di bidang penyimpanan data dan solusi komputisasi perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Pada perdagangan Senin (9/5), MTDL diburu investor asing dan lokal, sehingga ditutup menguat ke level 134 atau naik 16 poin (13,6%). Volume perdagangan mencapai 357.28 juta lembar senilai Rp47.2 miliar. [ast]

Cermati Saham Metrodata!

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Metrodata Elektronics Tbk (MTDL) diisukan tengah dilirik perusahaan penyedia layanan teknologi informasi asal Singapura.

Bahkan investor teknologi asal Singapura ini akan mengakuisisi perseroan di harga Rp250. Broker asing dan lokal yang mendengar kabar ini terdengar berlomba-lomba untuk memburu saham tersebut.

Pada perdagangan kemarin saham MTDL ini naik 16 poin ke level Rp134.

Saham SSIA Berpotensi Menuju Rp2.000

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Surya Semesta Indonesia Tbk (SSIA) berpotensi untuk terkerek menuju level Rp2.000 dalam waktu dekat.

Sejumlah bandar dikabarkan akan memburu saham tersebtu terkait rencana perseroan untuk melakukan stock split 1:5 pada 23 Mei 2011. Selain itu, kabar Nestle dan anak usaha Astra yang siap membeli lahan perseroan dalam waktu dekat turut memompa harga SSIA.

Pada perdagangan kemarin, saham SSIA naik 30 poin ke level Rp1.210.

Cermati! Saham AISA Bakal Diburu Bandar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT TPS Food Tbk (AISA) dikabarkan akan membeli Salam Mie dan Mie Qaromah.

Sejumlah bandar yang mendengar berita tersebut dikabarkan akan mengakumulasi saham AISA mengingat perseroan berpeluang untuk menjadi pemain mi terbesar di Indonesia. Selain itu Wilmar Grup juga disebut-sebut tengah melakukan uji tuntas untuk membeli 15% sham perseroan di kisaran harga Rp1.000-1.500.

Pada perdagangan kemarin, saham AISA naik 10 poin ke level Rp700.

Didukung Kinerja dan Minyak, Bursa Jepang Menguat

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang di awal perdagangan Selasa (10/5) menguat, seiring apresiasi bursa AS dan harga komoditas.

Indeks Nikkei Stock Average naik 0,4% menjadi 9.830.01, sementara indeks Topix naik 0,5% menjadi 857.29. Kembali menguatnya harga minyak berjangka membawa Inpex Corp. naik 1,9%, dan Japan Petroleum Exploration Co. naik 1,8%.

Saham Toshiba Corp. terapresiasi 3,7%, setelah perseroan mengumumkan bahwa laba Januari-Maret akan tumbuh dua kali lipat dengan outlook kuat. Demikian juga Hitachi Ltd. yang naik 2,5%, dan Renesas Electronics Corp. yang melesat 3,4%. [ast]