Jumat, 27 Mei 2011

RALS akan bayar dividen senilai total Rp 212,880 miliar

RALS akan bayar dividen senilai total Rp 212,880 miliar
JAKARTA. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) akan membagikan dividen tunai senilai Rp 30 per saham atau total sekitar Rp 212,880 miliar.

Keterbukaan informasi BEI menyebutkan, perdagangan saham yang berhak atas dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi hingga 17 Juni 2011. Sementara, cum dividen di pasar tunai hingga 22 Juni 2011.

Hingga perdagangan pukul 11.16 WIB, saham RALS naik 1,30% ke level Rp 780 per saham. Jika mengacu pada harga tersebut, maka potensi keuntungan dividen (dividen yield) yang akan diterima setiap pemegang saham sekitar 0,039%.

Pembagian dividen ini sudah mendapat restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan perseroan, pada 26 Mei 2011. Rencananya, perseroan akan melakukan pembayaran mulai 7 Juli 2011.

Dalam seminggu, mata uang Asia ramai-ramai keok atas dollar

Dalam seminggu, mata uang Asia ramai-ramai keok atas dollar
TOKYO. Mata uang Asia kembali mengalami pelemahan minggu ini. Keoknya mata uang Asia pagi ini dipimpin oleh peso Filipina dan ringgit Malaysia. Sepertinya, krisis utang Eropa memangkas permintaan akan aset-aset emerging market.

Seperti yang diketahui, indeks MSCI Asia Pacific mengalami penurunan setelah investor asing melepas kepemilikannya dengan nilai US$ 1,6 juta sepanjang minggu ini hingga kemarin.

"Adanya masalah krisis utang Eropa menyeret kejatuhan pasar saham. Kondisi itu juga menyebakan pergerakan mata uang Asia ikut tertekan. Tetapi, mata uang Asia masih berpeluang mengat di tengah pertumbuhan ekonomi solid di Asia dibanding negara lain," jelas Yuji Kameoka, chief currency strategist Daiwa Securities Capital Markets Co di Tokyo.

Pada pukul 10.14 waktu Manila, peso melemah 0,5% dari level minggu lalu menjadi 43,360 per dollar. Sementara, ringgit melemah 0,4% menjadi 3,0305 dan rupiah melemah 0,3% menjadi 8.568. Sementara dollar Singapura berada di posisi S$ 1,2387 atau melemah 0,2%.

IGAR akan bagi dividen tunai senilai Rp 25 per saham

JAKARTA. PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) akan membagikan dividen tunai senilai Rp 25 per saham atau total sekitar Rp 24,305 miliar.

Keterbukaan informasi BEI menyebut, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada 25 Mei 2011, sudah menyepakati pembayaran dividen tunai ini.

Hari ini, hingga perdagangan pukul 10.45 WIB, saham emiten yang bergerak di bidang industri kemasan ini menguat 1,12% ke level 450 per saham. Dengan mengacu pada harga saham tersebut, maka keuntungan dividen (dividen yield) yang bakal diterima setiap pemegang saham sekitar 0,055%.

Adapun, perdagangan saham yang berhak atas dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi hingga 16 Juni 2011. Sementara, cum dividen di pasar tunai hingga 21 Juni 2011. Pembayaran akan dilakukan pada 6 Juli 2011.

Anak usaha berencana terbitkan obligasi, gerakan saham ASII fluktuatif

Anak usaha berencana terbitkan obligasi, gerakan saham ASII fluktuatif
JAKARTA. Pergerakan saham PT Astra International (ASII) cukup fluktuatif pagi ini. Terbukti, saham produsen otomotif ini berapa kali keluar masuk zona hijau. Pada pukul 10.47, saham ASII tercatat naik 0,42% menjadi Rp 59.550. Sebelumnya, saham ASII sempat melorot 1,68% ke posisi Rp 58.300.

Pergerakan saham ASII yang fluktuatif ini disinyalir terkait dengan aksi korporasi perusahaan. Salah satu unit pembiayaan ASII yakni PT Toyota Astra Financial Services akan menjual obligasi senilai Rp 750 miliar atau setara dengan US$ 87,5 juta. Uang tersebut nantinya akan digunakan untuk membiayai bisnisnya.

Adapun masa penawaran obligasi yakni mulai 27 Juni hingga 1 Juli mendatang.

Harga timah anjlok 2,9%, saham TINS bergerak liar

Harga timah anjlok 2,9%, saham TINS bergerak liar
JAKARTA. Saham PT Timah (TINS) bergerak liar hari ini. Saham TINS beberapa kali melorot dalam hingga akhirnya kembali ke posisi awal di level Rp 2.625 pada pukul 10.43. Sebelumnya, saham TINS sempat turun 0,9% ke posisi Rp 2.600.

Melorotnya saham TINS seiring dengan oenurunan harga timah dunia. Data Bloomberg menunjukkan, kemarin, kontrak harga timah untuk pengantaran tiga bulan ke depan anjlok 2,9% menjadi US$ 26.900 per metrik ton di London.

Asing kurangi kepemilikan saham, rupiah keok ke level terendah sejak Januari

Asing kurangi kepemilikan saham, rupiah keok ke level terendah sejak Januari
JAKARTA. Pergerakan rupiah pagi ini kembali melemah. Bahkan pelemahannya merupakan yang terbesar sejak Januari lalu. Hal itu disebabkan investor asing kembali mengurangi kepemilikan sahamnya di Indonesia kemarin.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan, investor asing melepas saham lokal dengan nilai mencapai US$ 257 juta sepanjang minggu ini hingga kemarin.

"Ada banyak kecemasan menyangkut krisis utang Eropa dan pertumbuhan ekonomi AS. Dalam jangka pendek, hanya akan ada sedikit rebound karena tingginya ketidakpastian saat ini," jelas Joanna Chia, head of Asian economic research Citigroup Inc.

Catatan saja, sepanjang minggu ini, rupiah sudah keok 0,3%. Ini merupakan pelemahan mingguan terbesar sejak minggu yang berakhir 14 Januari lalu. Hari ini, rupiah menguat 0,2%.

Diborong investor, saham DSSA melejit 18% ditransaksi pagi

JAKARTA. Saham PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) pagi ini melejit ke level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Pada pukul 09.56, saham DSSA meroket 18% menjadi Rp 16.200. Ini merupakan lonjakan tertiggi sejak 11 Januari lalu.

Aksi borong saham DSSA terjadi setelah anak usahanya, PT Golden Energy Mines, mengatakan tengah melakukan perundingan dengan enam perusahaan untuk menjual kepemilikan sahamnya. Salah satunya adalah Coal India Ltd.

Berencana buka delapan department store, saham RALS melaju kencang

JAKARTA. Saham PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS) melesat ke level tertinggi dalam satu bulan terakhir. Pada pukul 09.31, saham RALS naik 1,3% menjadi Rp 780. Ini merupakan lonjakan tertinggi sejak 25 April lalu.

Aksi perburuan investor atas saham ini dipicu oleh aksi korporasi perusahaan. Seperti yang diberitakan KONTAN sebelumnya, RALS berencana membuka delapan department store tahun ini. Terkait hal itu, manajemen RALS sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 200 juta atau US$ 23,3 juta.

Penurunan sembilan sektor membuat IHSG dibuka melemah

Penurunan sembilan sektor membuat IHSG dibuka melemah
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah. Pada pukul 09.30, IHSG terkoreksi 0,47% di posisi 3796,469.

Sebanyak 57 saham jatuh tersungkur dan 41 saham masih bisa bertahan. Sedangkan 72 saham lainnya belum menentukan gerakan. Sektor perdagangan, menjadi satu-satunya sektor yang mengalami reli di zona hijau dengan naik 0,35%. Sedangkan sembilan sektor lainnya, masih anjlok, dengan kejatuhan sektor industri dasar yang terdepan sebanyak 0,73%.

Saham top losers yang terpangkas meliputi PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN), di peringkat pertama dengan terkoreksi 2,11% ke Rp 1.860. Kemudian di peringkat kedua ada International Nickel Indonesia Tbk (INCO) yang juga turun 2,04% ke Rp 4.800. Untuk peringkat ketiga, ditempati saham PT Astra International Tbk (ASII) yang juga terkoreksi 1,69% ke Rp 58.300.

Sedangkan untuk top gainers ada saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) yang naik 0,84% ke Rp 6.000 dan saham PT Indika Energy Tbk (INDY) yang juga naik 0,58% ke Rp 4.300.

Terseret Regional, IHSG Dibuka Turun 0,53%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (27/5), IHSG dibuka melemah 0,53% ke level 3.794,59.

Pelemahan indeks pagi ini dipicu pelemahan bursa regional akibat kekhawatiran terhadap krisis utang Yunani. Indeks LQ45 pagi ini turun 0,76% ke level 673,68, sedang JII turun 0,94% ke level 525,31. Sebanyak 58 saham turun, 36 saham naik, dan 71 saham stagnan. Volume perdagangan pagi ini sebanyak 123,91 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp223,58 miliar.

Asing juga terlihat masih keluar dari pasar, di mana lebih banyak menjual sahamnya dengan net foreign sell sebesar Rp78,43 miliar.

Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah ASII turun 1,68%, GGRM turun 0,45%, PTBA turun 0,92%, ITMG turun 0,42%, INTP turun 1,17%, dan SMGR turun 1,53%.

Bank Sumut tawarkan bunga 9,5%-11,5%

JAKARTA. Bunga obligasi PT Bank Pemerintah Daerah Sumatra Utara (Bank Sumut), lebih tinggi dari perkiraan analis sebelumnya. Kemarin (26/5), bank daerah ini mengumumkan kisaran bunga untuk obligasi yang ia terbitkan senilai total Rp 1 triliun.

Sesuai rencana, Bank Sumut menerbitkan dua jenis obligasi. Perinciannya, obligasi III Bank Sumut Tahun 2011 dengan nilai maksimal Rp 600 miliar serta obligasi subordinasi I Bank Sumut Tahun 2011 yang memiliki nilai maksimal Rp 400 miliar.

Untuk obligasi pertama yang bertenor lima tahun, Bank Sumut menawarkan bunga 9,5%-10,5% per tahun. Obligasi ini mendapat peringkat A+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Sedangkan obligasi junior atau subdebt yang memiliki jangka waktu tujuh tahun, tawaran bunganya berkisar 10,5%-11,5% per tahun. Obligasi junior ini mendapat peringkat A dari Pefindo.

Pemberian bunga yang cukup tinggi merupakan strategi emiten obligasi untuk menarik minat investor. Terlebih, saat ini nilai obligasi Bank Sumut di pasar yang baru kisaran miliar, menurut para analis, kurang likuid.

Gus Irawan, Direktur Utama Bank Sumut, menuturkan, sesuai rencana semula, dana hasil penerbitan obligasi senior akan mereka manfaatkan untuk mendukung ekspansi kredit perseroan yang ditargetkan tumbuh Rp 3 triliun, tahun ini. Sedang dana penerbitan subdebt akan mendongkrak rasio kecukupan modal alias capital adequacy ratio mereka sebesar 1,5%-2%.

Masa penawaran awal (bookbuilding) akan digelar hingga 14 Juni 2011. Gus bilang, misalnya nanti terjadi kelebihan penawaran (oversubscribed), Bank Sumut tidak berniat menaikkan nilai penerbitan obligasi. Mandiri Sekuritas ditunjuk Bank Sumut sebagai penjamin emisi obligasinya.

Perusahaan keuangan gelap dibidik

JAKARTA. Meledaknya kasus pembobolan dana Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, di PT Bank Mega Tbk (MEGA) senilai Rp 80 miliar membuka fakta keberadaan perusahaan-perusahaan keuangan atau investasi gelap. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat, aliran dana tersebut masuk ke rekening PT Noble Mandiri Investment dan PT Pacific Fortune Management (Harian KONTAN, 10 Mei 2011).

Penelusuran KONTAN sejauh ini menemukan, Pacific hanya mengantongi izin dari Kementerian Hukum dan HAM sebagai perseroan terbatas yang bergerak di bidang finansial non-bank. Sedangkan Noble malah cuma mengantongi izin sebagai perusahaan umum.

Karena tidak tercatat izinnya di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), selaku otoritas di ranah ini, wasit pasar modal tersebut mengaku pengawasan kedua perusahaan tersebut berada di luar kewenangannya.

Kendati demikian, Bapepam-LK mengaku tidak lepas tangan sepenuhnya. Nurhaida, Ketua Bapepam-LK, mengungkapkan, saat ini Bapepam-LK sedang menyelidiki keberadaan perusahaan-perusahaan investasi gelap.

Namun, ia tidak menyebutkan nama objek penyelidikannya tersebut. "Yang jelas saat ini kami sedang memeriksa beberapa perusahaan, saya lupa namanya," ungkap dia, Rabu (25/5).

Ia menjelaskan, sejatinya langkah antisipasi terkait keberadaan perusahaan investasi gelap atau produk investasi haram sudah ada. Bapepam-LK saat ini sudah memiliki nota kesepahaman dengan kepolisian dan Bank Indonesia (BI) terkait pengawasan terhadap lembaga dan produk investasi yang berada di luar jangkauan pengawasan Bapepam-LK maupun BI.

Misalnya, jika ada perusahaan efek yang tidak mengantongi izin Bapepam-LK, namun kedapatan menawarkan efek kepada lebih dari 100 pihak atau telah menjualnya ke 50 pihak. "Yang seperti ini yang akan ditindak," ujar dia. Namun, Nurhaida menyatakan, yang menindak bukan Bapepam-LK karena lembaga itu tidak mengeluarkan izin. "Itu menjadi wilayah kepolisian," ujar dia.

Tetap tanggungjawab

Yanuar Rizky, Pengamat Pasar Modal, menilai, kendati Bapepam-LK beralasan tidak memiliki kewenangan penindakan terhadap perusahaan investasi gelap, tetap saja lembaga itu secara moral memikul tanggung jawab untuk memberikan informasi ke publik secara jelas, baik tentang produk maupun perusahaan investasi ilegal.

Publik perlu mendapatkan sosialisasi yang lengkap agar tidak mudah teperdaya ketika perusahaan-perusahaan gelap tersebut mencoba menarik minat investasi mereka. "Industri keuangan adalah regulated industry. Jika ada lembaga keuangan atau investasi yang tidak sesuai dengan regulasi ya mestinya dibubarkan," kata Yanuar.

Bapepam-LK, menurut Yanuar, selama ini cukup diuntungkan karena masyarakat lebih banyak memperhatikan perbankan. Dus, pengawasan terhadap lembaga keuangan non-bank cenderung tidak terlalu menjadi sorotan.

Lippo Securities Rights Issue dengan Harga Rp140

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Lippo Securities Tbk (LPPS) melakukan penawaran umum terbatas III dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sejumlah 1,47 miliar saham seri B dengan harga penawaran Rp140 per saham.

Demikian seperti dikutip dari prospektus singkat yang diterbitkan, Jumat (27/5). Setiap pemegang tiga saham seri A mempunyai empat Hak Memesan Efek Terlabih Dahulu (HMETD) dengan harga pelaksanaan Rp140 per saham. Jumlah penawaran umum terbatas III sebesar Rp207,06 miliar.

Selain melakukan penawaran umum terbatas, perseroan juga sedang meminta persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 10 Juni 2011 dengan rencana penggabungan saham (reverse stock) dengan rasio 2:1 dan penambahan saham biasa atas nama seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham yang dikeluarkan dari portepel. Saham lama yang berhak memperoleh HMETD dalam rangka penawaran umum terbatas adalah saham seri A setelah penggabungan saham.

Apabila pemegang saham tidak melaksanakan HMETD maka proporsi kepemilikan sahamnya akan mengalami dilusi maksimal 57,14%. Rencana penggunaaan dana hasil penawaran umum terbatas untuk pembayaran utang kepada Fortress Capital Ltd sebesar Rp159,115 juta dan Pacific Asia Holdings Limited sebesar US$2.030.122. Sisa dana hasil pelaksanaan HMETD juga untuk modal kerja dan pengembangan usaha perseroan.

Jadwal penawaran umum terbatas antara lain meminta persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 27 Juni 2011, tanggal efektif pada 27 Juni 2011, terakhir perdagangan saham dengan cum HMETD di pasar reguler, negoisasi dan pasar tunai pada 5 Juli dan 8 Juli 2011, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Juli 2011.

BUMI Oversold, Bakal Naik ke Level Rp3.500

INILAH.COM, Jakarta - Laju saham BUMI, Jumat (27/5) diprediksi menguat. Secara teknikal, saham ini sudah oversold setelah melemah dari angka tertingginya dalam tiga bulan di level Rp3.625. Trading buy!

Investment Analyst PT GMT Asset Management Nico Simatupang mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) akhir pekan ini semata faktor teknikal rebound. Kecuali, jika ada berita negatif. Secara teknikal, saham sejuta umat ini bisa rebound ke level resistance Rp3.500.

Menurut Nico, dilihat dari tren teknikalnya, saham ini sebenarnya berada dalam down trend setelah sebelumnya mencapai level tertinggi tiga bulan terakhir di level Rp3.625 pada 10 Mei 2011. Hanya saja, untuk akhir pekan ini tampak ada potensi rebound karena sudah oversold. “BUMI akan bergerak dalam kisaran support Rp3.340 dan Rp3.500 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (26/5) malam.

Pada perdagangan Kamis (26/5) saham BUMI ditutup melemah Rp50 (1,47%) ke level Rp3.350 dibandingkan sebelumnya di level Rp3.400. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.425 dan terendah Rp3.325. Volume transaksi mencapai 73,6 juta unit saham senilai Rp248,1 miliar dan frekuensi 1.734 kali.

Nico melanjutkan, tren jangka pendeknya (sepekan hingga dua pekan) saham anak usaha grup Bakrie ini masih melemah. Tapi, kondisi itu, sangat tergantung pada tren besarnya. “Artinya, hari ini bisa diketahui apakah trennya berlanjut turun atau tidak,” ungkapnya.

Lebih jauh dia memaparkan, jika tembus level support Rp3.340, ke level Rp3.300, tren jangka panjangnya jadi melemah. “Tapi, saya melihat, hari ini saham BUMI bisa rebound terlebih dahulu karena secara teknikal saham BUMI sudah oversold,” tandasnya.

Karena itu, dia memaparkan, posisi saham BUMI hari ini harus dicermati pasar. Jika saham ini menguat ke level Rp3.525, tren pelemahannya terpatahkan sehingga tren jangka pendeknya berubah menjadi up trend.

Sementara itu, lanjutnya, dari sisi fundamental belum ada hal baru yang bisa mendongkrak saham sejuta umat ini. “Sebab, semua berita terkait aksi korporasinya sudah diserap pasar seperti produksi batu bara dan lain-lain,” kata Nico menambahkan.

Apalagi, di sisi lain, tren penurunan saham BUMI juga didukung oleh harga batu bara yang juga berada dalam tren pelemahan. Berdasarkan harga mingguan di Newcastle harga batu bara turun ke level US$116,80 per metrik dari 6 Mei 2011 di level US$122 per metrik ton. “Apalagi, jika diukur dari harga tertinggi sebelumnya di level US$136 per metrik ton,” tegas Nico.

Lalu, jika dilihat dari volume transaksi saham BUMI justru berkurang. Yang bertambah justru volume transaksi di grupnya Bakrie seperti PT Energi Mega Persada (ENRG), PT Bakrie Sumatera (UNSP) dan saham lainnya. “Kelihatannya, ada perpindahan posisi dari saham BUMI ke saham grup Bakrie lainnya,” ucapnya.

Karena itu, hingga akhir tahun, Nico hanya menargetkan Rp4.000 di saham produsen batu bara thermal ini. Dia merekomendasikan trading buy. Pelaku pasar bisa memanfaatkan momentum rebound akhir pekan ini.

“Saat turun, langsung beli dan begitu rebound bisa langsung jual dengan pola permainan cepat. Sebab untuk jangka pendek masih bolak balik dalam kisarannya sehingga berisiko untuk dimiliki dalam jangka panjang,” imbuh Nico. [mdr]

Indosurya: Pasar minim sentimen positif, penguatan indeks akan terbatas

Indosurya: Pasar minim sentimen positif, penguatan indeks akan terbatas
JAKARTA. Dalam riset harian yang dirilis hari ini, Indosurya Asset Management memprediksi, pada perdagangan Jumat (27/5) IHSG diperkirakan akan berada pada support 3.766-3.791 dan resistance 3.829-3.843.

Secara teknikal, "Candle IHSG yang sebelumnyamembentuk hammer kali ini terbukti mampu mengkonfirmasi penguatan," jelas Reza Priyambada, Managing Research Indosurya.

Dia menambahkan, kendati begitu, sinyal penguatan tadi tidak didukung dengan kenaikan volume. MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's%R, dan Stochastic masih mencoba reversal setelah menyentuh area oversold.

"IHSG yang secara perlahan kembali naik belum sepenuhnya didukung dengan volume. Asing pun dalam posisi profit taking. Secara tidak langsung menandakan pasar belum sepenuhnya berisi sentimen positif dan penguatannya kemungkinan masih terbatas," urainya. Diharapkan penguatan pada bursa saham Eropa dan AS bisa membuat IHSG terimbas positif.

eTrading: Akhir pekan, INTA, PTBA, dan INKP layak diperhatikan

eTrading: Akhir pekan, INTA, PTBA, dan INKP layak diperhatikan
JAKARTA. Pada perdagangan hari Kamis (26/5), indeks Dow Jones ditutup naik 8 point (+0,07%) ke level 12.402,76. Lonjakan tersebut menyusul naiknya estimasi pendapatan sejumlah emiten mengalahkan sentimen negatif dari jobless claims dan Produk Domestik Bruto AS.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin (26/5) diperdagangkan naik 35 point (+0,92%) ke level 3.814,82.

"Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 54 miliar pada pasar reguler dengan saham yang paling banyak di jual adalah BUMI, BMRI, TLKM, GJTL, dan DSSA," jelas Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi.

Secara teknikal, IHSG berhasil bergerak rebound dengan candlestick yang membentuk pola bullish Marubozu sementara indikator stochastic berhasil membentuk goldencross di area oversold.

"Pada perdagangan hari ini (27/5), IHSG diperkirakan masih berpotensi menguat tipis dan bergerak dikisaran 3.784 hingga 3.837. Adapun saham–saham yang dapat diperhatikan antara lain INTA, PTBA, dan INKP," urainya.

Harga emas menanjak tersokong kinerja positif perusahaan AS

Harga emas menanjak tersokong kinerja positif perusahaan AS
SINGAPURA. Kontrak harga emas dunia mengalami reli seiring kinerja positif perusahaan di AS mendongkrak optimisme akan perekonomian global. Kondisi itu membuat harga komoditas bergerak naik.

Pada pukul 08.54 waktu Singapura, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat di Nymex naik 0,3% menjadi US$ 1.524,35 per troy ounce. Sementara, kontrak harga emas untuk pengantaran Agustus di New York tak banyak mengalami perubahan di posisi US$ 1.525,60 per troy ounce.

"Biasanya pergerakan harga komoditas bisa dijadikan acuan untuk melihat bagaimana kondisi perekonomian global. Saat ini, pasar saham serta kinerja positif mendongkrak harga komoditas, termasuk di dalamnya emas,"jelas Jonathan Barratt, managing director of Commodity Broking Services Pty.

Adaro siap buat PLTU Pemalang

Adaro siap buat PLTU Pemalang
JAKARTA. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) tinggal selangkah lagi menggarap proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pemalang, Jawa Tengah. Memang, pemenang tender pembangunan PLTU berkapasitas 2x1.000 Megawatt itu belum diumumkan.

Namun konsorsium yang dibentuk ADRO bersama dengan Itochu Group dan JPower Group sudah dipastikan sebagai satu-satunya peserta tender yang lolos kualifikasi penawaran pada Rabu lalu.

"Kami bersyukur konsorsium Adaro-JPower-Itochu merupakan satu-satunya qualified bidder untuk proyek tersebut yang telah lolos evaluasi teknis," kata Devindra Ratzarwin, Sekretaris Perusahaan ADRO, Rabu (25/5).

Pemenang tender pembangunan PLTD Pemalang baru akan diumumkan pada 17 Juni mendatang. Setelah PLTU tersebut beroperasi, ADRO juga berperan sebagai pemasok batubara.

Sekadar catatan, konsorsium tempat ADRO bergabung, menawarkan harga jual listrik US$ 5,79 sen per kwh. Angka tersebut lebih rendah daripada harga patokan sendiri (HPS) milik PLN, yaitu US$ 7,1 sen per kwh.

Kesuksesan ADRO menggarap proyek ini makin memantapkan langkah ADRO di bisnis pembangunan pembangkit listrik alias power plant. Selain proyek PLTU Pemalang tadi, ADRO masih menunggu hasil prakualifikasi ulang untuk PLTU berkapasitas 2x100 MW di Kalimantan Selatan yang berlangsung 18 Mei lalu.
Proyek tersebut harus ditender ulang karena pesertanya tidak memadai. Nilai investasi di proyek tersebut mencapai US$ 350 juta.

ADRO juga sedang membangun pembangkit listrik 2x30 MW untuk kebutuhan internal. Nilai investasi proyek ini US$ 160 juta.

Perkuat Bisnis, Cermati Saham MDRN

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Modern Internasional Tbk (MDRN) yang membawahi convenience store 7-Eleven dikabarkan akan membeli jaringan supermarket Kem Chiks milik Bob Sadino.

Gerai yang akan dibeli ini berada di Pacifik Place dan Kemang. Di sisi lain, JP menilai 7-Eleven akan menjadi pesaing kuat Alfamart dan Indomart dengan target harga Rp3.100.

Pada perdagangan kemarin, saham MDRN ini ditutup naik 50 poin ke level Rp2.250.

Garuda Indonesia Jajaki Rute Makassar-Jeddah

Headline
INILAH.COM, Makassar - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan menjajaki pembukaan rute Makassar - Jeddah dengan tingginya minat masyarakat KawasanTimur Indoensia (KTI) menunaikan ibadah umroh ke Arab Saudi.

Senior Manager Marketing & Sales Workers, Umroh and Hajj Plus. KSA PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Husni Hamzah, mengatakan saat ini Garuda Indonesia tengah melakukan survei.

Jika memang memungkinkan, rute tersebut akan segera dibuka dengan mengurus perizinan dari Perhunugan Udara dan izin dati Pemerintah Arab Saudi selama tiga pekan. " Pengurusan izin untuk melakukan penerbangan langsung itu tidak bisa cepat, banyak hal yang harus dibicarakan terlebih dahulu, terutama dengan Pemerintah Arab Saudi," ujar Husni di Makassar, Kamis (26/5/2011).

Kendati demikian, Husni menyatakan kemungkinan untuk melakukan penerbangan langsung Makassar-Jeddah peluangnya cukup besar, melihat perkembangan jemaah haji dan umroh dari KTI khususnya dari wilayah Sulawesi dan Kalimantan setiap tahun jumlahnya cukup besar. Dari 30% jamaah secara nasional itu berasal dari Makassar dan Indonesia Timur.

Hal yang sama dikatakan pengusaha Makassar, Aksa Mahmud. Menurutnya, peluang bisnis di daerah KTI sangat besar. Pasalnya budaya orang timur senang mengumpulkan uang kemudian melakukan ibadah. "Pengalaman selama ini potensi dan kendala yang dihadapi jamaah selam ini melakukan umroh harus melalui Jakarta dan ini yang harus disikapi secara positif," kata Aksa.

Jika keputusan Garuda untuk membuka rute Makassar-Jeddah, Aksa menuturkan sangat didukung oleh infra struktur. Bandara yang ada di Makassar sudah berstandar internasional, sudah cukup mendukung untuk melakukan penerbangan langsung itu. Apalagi per 1 Juni 2011 nanti Garuda Indonesia juga akan memulai penerbangan langsung perdananya ke luar negeri, dari Makassar ke Singapura PP. [hid]