Selasa, 31 Mei 2011

Bursa Asia Menguat Didukung Indeks Utama Regional

Headline
INILAH.COM, Singapura - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Selasa (31/5) dengan indeks utama regional rebound. Walaupun ada spekulasi tentang bailout untuk Yunani.

Indeks Hang Seng naik 0,8% ke 23.380, indeks Nikkei naik 1,05% ke 9.604,37, indeks Shanghai naik 0,04% ke 2.707,56, indeks ASX naik 0,9% ke 4.709,90, demikian dikutip dari yahoo.finance.com.

Penguatan didukung oleh saham Billabong International Ltd dengan kenaikan penjualan 23% dari Eropa atau naik 0,9% di bursa Australia. Saham Sony Corp naik 1% di Tokyo. Saham Hanwha Chemical Corp di Korsel naik 5,5%.

Pasar mencermati dengan sinyal para pemimpin Eropa akan memutuskan bantuan tambahan untuk Yunani pada akhir bulan Juni. Perdana Menteri Yunani George Papandreou telah menegaskan untuk melakukan penghematan baru setelah gagal memenangakn dukungan dari partai oposisi utama.

Pan Pacific Rambah Bisnis Batubara

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Pan Pacific International Tbk (APIC) akan merambah bisnis batubara dengan menyiapkan dana US$20 juta.

Saham perseroan diprediksi akan menembus harga buku Rp800. Saat ini PER perseroan 2,2 kali dan PBV 0,25 kali.

Saham APIC kemarin ditutup stagnan di Rp205 dengan volume 1.898 saham senilai Rp193,3 juta sebanyak 89 kali transaksi.

Radiant Utama Garap Blok Bukit Barisan

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) akan menggarap prouyek blok migas di Bukit Barisan dengan menggandeng dua investor strategis.

Salah satu investor itu berasal dari Arab dan satu merupakan investor lokal. Saham RUIS akan menuju level Rp660 dalam waktu dekat.

Pada perdagangan kemarin saham RUIS ditutup naik Rp5 ke Rp235 dengan volume perdagangan 217 saham senilai Rp25,07 juta sebanyak 18 kali transaksi.

Saham Bank Masih Siap Topang Bursa Hari Ini

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham Indonesia Selasa (31/5) diperkirakan akan bergerak fluktuatif cenderung terbatas. Namun, saham perbankan masih bisa jadi pilihan menjelang rilisnya data inflasi.

Isfhan Helmi, analis Waterfront Securities mengatakan, IHSG hari ini masih akan bergerak mixed cenderung flat. Fluktuasi indeks akan terjadi dalam range yang sempit karena belum ada dukungan yang signifikan dari faktor eksternal.

“Secara teknikal, IHSG masih tertahan di resistan 3.836, dan untuk konfirmasi pembentukan new high lagi, IHSG perlu tembus resistan kedua di 3850,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, Eropa masih belum jelas restrukturisasi utang publiknya, menunggu kejelasan model restrukturisasi yang akan diambil Yunani, dengan bailout oleh IMF atau pemotongan belanja pemerintah (memperkecil budget defisit). Sementara data ekonomi AS belum memuaskan pasar, pending home sales dan consumer spending turun. Fitch pun menurunkan rating utang pemerintah Jepang.

Adapun indikator positif dalam negeri sebatas hanya pada data laju inflasi Mei, yang diperkirakan masih deflasi, tapi dengan laju deflasi lebih kecil ketimbang deflasi April.

Di tengah situasi ini, Isfhan menyarankan strategi short term trading. Salah satunya di sektor perbankan. Terutama karena sektor ini biasanya dalam jangka pendek akan fluktuatif jelang rilis data inflasi, “Ini berarti peluang naik masih ada karena diperkirakan deflasi masih berlanjut,” katanya. Emiten yang disarankan adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI). ”Trading buy kedua emiten ini,” ujarnya.

Emiten lain yang disarankan adalah Indika Energy (INDY), terutama karena emiten ini akan melakukan pembelian saham mayoritas di perusahaan public listed company MBSS (Mitrabahtera Segara Sejati Tbk), yang bergerak di bidang perkapalan dan pengangkutan. “Maka setelah ambil alih MBSS, INDY akan menjadi integrated coal mining company,” tuturnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (30/5) ditutup melemah 6,24 poin (0,16%) ke 3.826,13. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,186 miliar lembar saham, senilai Rp 6,967 triliun dan frekuensi 80.780 kali.

Sebanyak 90 saham naik, 142 saham turun, dan 102 saham stagnan. Meski melemah, koreksi indeks terbatas karena aliran dana asing yang masuk ke bursa. Asing mencatatkan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp10,712 miliar. Dimana transaksi beli mencapai Rp2,330 triliun dan transaksi jual sebesar Rp2,320 triliun. [mdr]

Humpuss Rugi Rp5,69 Miliar pada Q1-2011

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) mengalami rugi bersih konsolidasi sebesar Rp5,69 miliar pada kuartal 1-2011 dibanding periode serupa 2010 sebesar Rp13,42 miliar.

Kerugian kuartal 1-2011 ini disebabkan rugi usaha yang mencapai Rp1,57 miliar. Laba bersih selisih kurs pada kuartal 1-2011 juga tercatat turun menjadi hanya Rp3,28 miliar dibanding priode serupa 2010 sebesar Rp43,37 miliar. Pendapatan usaha perseron pada kuartal 1-2011 juga turun menjadi Rp141,72 miliar dibanding priode serupa 2010 sebesar 118,61 miliar.

Kondisi ini menyebabkan rugi bersih persaham sebesar Rp1,31 pada kuartal 1-2011. Perseroan juga masih memiliki kewajiban sebesar Rp1,05 triliun pada kuartal 1-2011 atau turun dibanding periode serupa 2010 sebesar Rp1,14 triliun, sedang ekuitas juga turun menjadi Rp578,36 miliar dari Rp589,02 miliar.

Menelisik peluang pertumbuhan PT PP London Sumatra Tbk saat produksi rendah

Menelisik peluang pertumbuhan PT PP London Sumatra Tbk saat produksi rendah
JAKARTA. Kinerja PT PP London Sumatra Tbk (LSIP) sepanjang kuartal satu lalu cukup mengesankan. Penjualan cucu perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ini naik 72,9% year-on-year menjadi Rp 1,18 triliun. Laba bersihnya juga naik 134,6% dibanding laba bersihnya di kuartal satu 2010 menjadi Rp 393,86 miliar.

Sebagian besar hasil produksi LSIP memang dijual ke induk usaha, yakni PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Penjualan ke SIMP di kuartal satu 2011 mencapai 63,60% dari total penjualan LSIP. Jumlah ini naik dari 46,94% di periode sama tahun sebelumnya.

"Ini bagus, karena LSIP tidak perlu lagi mencari konsumen dan bisa menghemat beban pemasaran," kata Analis Andalan Artha Advisindo Sekuritas Willy Gunawan, Senin (30/5). Ia meramal porsi penjualan LSIP ke SIMP akan terus bertambah.

Produksi rendah

Namun yang perlu diingat, pertumbuhan kinerja LSIP lebih disebabkan kenaikan harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) di pasar global dibandingkan kenaikan volume produksi LSIP.

Di kuartal I-2011, LSIP berhasil menjual 95.720 ton CPO dengan average selling price (ASP) Rp 8.319 per kilogram (kg). Volume penjualan di periode ini cukup besar lantaran tingginya permintaan CPO di China saat hari raya Imlek.

LSIP pun memanfaatkan momen ini dengan baik. "LSIP terlihat menggenjot penjualan di kuartal pertama," tulis Merlissa P. Trisno, Analis Danareksa Sekuritas dalam risetnya. Artinya, penjualan LSIP naik 38,2%. Sementara produksi cuma naik 19,6%.

Namun penjualan di kuartal kedua ini diperkirakan tidak akan setinggi kuartal satu. Selain karena permintaan menurun, masa panen raya kedelai tengah berlangsung di Amerika Serikat (AS).

Lazim terjadi di saat pasokan kedelai melimpah, permintaan CPO akan turun. Namun permintaan CPO akan kembali naik di kuartal tiga. Pasalnya, di kuartal tiga nanti ada hari raya Idul Fitri.

Analis Ciptadana Securities Fadil Kencana memprediksi, ASP CPO produksi LSIP tahun ini bisa mencapai 3.649 ringgit per ton. Sementara volume produksi hanya akan naik 14%. Pasalnya, tanaman sawit yang sudah memasuki masa panen tahun ini hanya 6.270 hektar (ha). Tanaman ini mulai ditanam tahun 2007. Sementara lahan yang ditanami di 2008 baru bisa panen tahun depan.

Toh analis tetap memandang kinerja LSIP bakal prospektif. Willy memprediksi penjualan LSIP tahun ini mencapai Rp 5,10 triliun dengan laba bersih Rp 1,77 triliun. Proyeksi Merlissa lebih kecil, yakni penjualan sebesar Rp 4,41 triliun dan laba bersih mencapai Rp 1,42 triliun.

Karena itu, para analis berani memasang rekomendasi beli untuk LSIP. Willy memasang target harga Rp 3.193. Target ini mencerminkan rasio price to earning (PE) 12,3 kali. Angka ini masih di bawah rata-rata rasio PE historis sebesar 16 kali.

Sementara Fadil memprediksi target harga LSIP adalah Rp 3.000. Ia menghitung, saat ini LSIP diperdagangkan dengan rasio PE 11,34 kali.

Sedang Merlissa mematok target harga LSIP Rp 2.950. Menurut hitungannya, rasio PE LSIP saat ini 12,5 kali. Dalam perdagangan Senin (30/5), harga LSIP turun 1,25% menjadi Rp 2.400 per saham. Mengutip laporan keuangan perusahaan, hingga 63,30% crude palm oil (CPO) produksi LSIP dijual ke induk usahanya, PT Salim Ivomas Pratama (SIMP). Angka tersebut mengalami peningkatan dari 46,94% pada periode yang sama tahun lalu.

"Itu bagus karena LSIP tidak perlu lagi mencari konsumen dan bisa menghemat beban pemasaran," kata analis Andalan Artha Advisindo Sekuritas Willy Gunawan kepada KONTAN, Senin (30/5). Bahkan Willy memperkirakan porsi penjualan LSIP yang diserap SIMP akan semakin bertambah ke depannya.

Memang, menjual produk ke induk usaha sendiri pasti ada sisi negatifnya. "Dari segi harga pasti ada deal tertentu," kata Willy. Tapi dia mengatakan efeknya tidak terlalu besar.

SIMP yang saat ini tengah menawarkan saham perdananya ke publik juga dinilai Willy bisa meningkatkan nilai perusahaan karena menjadi lebih terintegrasi. Apalagi menurutnya, LSIP merupakan penyumbang terbesar pendapatan SIMP.

Tren ASP masih naik

Lebih lanjut, Willy mengatakan kenaikan harga cude palm oil (CPO) lebih banyak berperan sebagai katalis pertumbuhan LSIP ketimbang kenaikan volume produksi. Dia mencatat volume penjualan LSIP di kuartal pertama 95.720 ton dengan average selling price (ASP) CPO Rp 8.319 per kg.

"Harga CPO akan tetap melonjak," kata Willy. Dia mengatakan, penjualan fantastis di kuartal pertama dipicu impor besar-besaran ke Cina karena hari raya Imlek di negara tersebut. Penjualan di kuartal kedua diprediksi menurun. Selain karena permintaan menurun, masa panen raya kedelai tengah berlangsung di Amerika Serikat (AS). Namun, Willy memprediksi ASP di kuartal ketiga akan kembali naik karena konsumsi dalam negeri meningkat di hari raya Lebaran. "Di kuartal keempat harga tidak terlalu berfluktuasi," ramal dia.

Prediksi serupa dikemukakan analis Ciptadana Securities Fadil Kencana. Dia memprediksi rata-rata ASP tahun ini sebesar 3.649 ringgit per ton.

Sedangkan volume produksi diperkirakan hanya tumbuh 14% sepanjang tahun ini. Pemicunya adalah penanaman 6.270 ha tahun 2007 yang memasuki masa panen tahun ini. Sedangkan jika mengikuti siklus empat tahunan, penanaman 6.500 ha dan penanaman ulang 800 ha tahun 2008 baru siap dipanen tahun depan.

Sementara itu, analis Danareksa Sekuritas Merlissa P. Trisno mencermati pertumbuhan volume penjualan di kuartal pertama yang besarnya dua kali lipat dari volume produksi. Volume produksi hanya tumbuh 19,6% menjadi 88.004 ton, namum volume penjulan bisa tumbuh 38,2% menjadi 95.720 ton. "Manajemen terlihat menggenjot penjualan di kuartal pertama," tulis dia. Merlissa berharap pertumbuhan penjualan normal di kuartal berikutnya.

Proyeksi Willy, penjualan LSIP tahun ini bisa mencapai Rp 5,10 triliun dengan laba bersih Rp 1,77 triliun. Target harga yang dia patok mencerminkan rasio price to earning (PE) 12,3 kali, masih di bawah rata-rata historis 16 kali.

Sedangkan Fadil menargetkan penjualan Rp 4,62 triliun dengan laba bersih Rp 1,47 triliun. Dia menghitung, saat ini saham LSIP diperdagangkan dengan rasio PE 11,34 kali.

Sementara itu menurut proyeksi Merlissa, penjualan dan laba bersih masing-masing Rp 4,41 triliun dan Rp 1,42 triliun, dengan rasio PE 12,5 kali.

Melihat pertumbuhan produksi LSIP yang solid dan tren harga CPO yang kondusif, ketiga analis sama-sama memberi rekomendasi buy saham LSIP. Willy memasang target harga tertinggi di Rp 3.193, sedangkan Fadil dan Merlissa masing-masing Rp 3.000 dan Rp 2.950.

Indosurya: Investor wait and see data inflasi, kenaikan indeks tertahan

Indosurya: Investor wait and see data inflasi, kenaikan indeks tertahan
JAKARTA. Dalam hasil riset hariannya, Indosurya Asset Management memprediksi, pada perdagangan Selasa (31/5) diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada support 3.800-3.814 dan resistance 3.837-3.848.

Meski candle IHSG secara perlahan mulai menapaki penguatannya, namun, mulai tertahan dimana sebelumnya membentuk hanging man dan kemarin membentuk negative spinning tops. "Umumnya pola ini mengggambarkan kekuatan daya beli yang mulai terbatas untuk mendorong harga lebih tinggi lagi. Sementara kekuatan daya jual mulai menekan harga," jelas Reza Priyambada, Managing Research Indosurya.

Dia menambahkan, MACD tertahan untuk membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic reversal tertahan untuk melanjutkan penguatan menuju area overbought. Kenaikan IHSG terlihat tertahan dimana investor masih wait and see terkait data inflasi dari BPS yang akan segera dirilis.

"Meski diekspektasikan masih deflasi namun, investor lebih memilih menunggu rilis resminya. Investor tetap mewaspadai bila mulai ada sinyal penurunan," pungkasnya.


Bank tiarap, NAB reksadana anjlok Rp 2,75 triliun

Bank tiarap, NAB reksadana anjlok Rp 2,75 triliun
JAKARTA. Kebijakan Bank Indonesia (BI) membekukan unit bisnis wealth management di 23 bank sejak awal Mei 2011, memukul industri reksadana di Tanah Air. Total Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana anjlok Rp 2,75 triliun sepanjang Mei 2011.

Mengutip data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), total NAB reksadana per akhir April 2011 Rp 153,68 triliun. Nilai itu menyusut 1,3% menjadi Rp 150,92 triliun per 30 Mei 2011.

Padahal selama Januari hingga April 2011, NAB reksadana tumbuh rata-rata sebesar 2,26% per bulan.

Sulit untuk tidak mengaitkan penurunan NAB reksadana dengan pembekuan bisnis wealth management di 23 bank. Selama ini, para MI mengandalkan perbankan sebagai jalur utama pemasaran.

Banyak MI, seperti Danareksa Investment, BNP Paribas, Batavia Prosperindo, BNI Securities, dan Bahana TCW Asset Management, sontak menunda peluncuran produk baru begitu BI membekukan unit wealth management di 23 bank. "Pertumbuhan reksadana akan makin lambat," ujar John D. Item, Presiden Direktur Danareksa Investment Management, pekan lalu.

Idhamshah Runizam, Direktur BNI Securities, menambahkan, selain mengganggu kinerja industri, penundaan pemasaran berdampak pada target pendapatan dan laba setiap MI. Kecemasan para MI ini kemungkinan berlanjut seiring sinyal BI memperpanjang masa suspensi.

Difi A. Johansyah, Kepala Biro Humas BI, menuturkan, hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar bank masih lemah dalam menerapkan standar operasi. "Kami baru buka suspensi jika bank sudah siap," ujar dia, kemarin. BI akan mengumumkan hasil evaluasi pada 2 Juni nanti.

Dengan evaluasi ini, BI menginginkan agar penjualan produk non-bank di bank tidak menimbulkan risiko bagi bank maupun nasabah bank. "Makanya, kami juga memeriksa perjanjian kerjasama MI dengan bank," jelas Difi.

Tino Moores, Presiden Direktur BNP Paribas berharap suspensi berjalan satu-dua bulan saja. Itu sebabnya, ia belum mengubah strategi pemasaran reksadana. "Kami menunggu BI mencabut kebijakan tersebut," kata dia.

Sambil menanti regulator perbankan mencabut masa suspensi, tak sedikit MI yang terpaksa mengandalkan nasabah yang sudah ada sebagai target pasar.

Spekulasi Eropa akan membantu Yunani membuat euro perkasa

Spekulasi Eropa akan membantu Yunani membuat euro perkasa
TOKYO. Pagi ini, pergerakan euro menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Pemicunya, pelaku pasar berspekulasi, pemerintah Eropa akan memberikan bantuan lebih kepada Yunani.

Pada pukul 08.38 waktu Tokyo, mata uang bersama 17 negara itu menguat 0,4% menjadi US$ 1,4344 dan menguat 0,3% terhadap yen menjadi 115,90 yen.

"Ada spekulasi kalau Eropa akan menyediakan bantuan lain untuk mengatasi krisis utang Yunani," jelas Robert Rennie, chief currency strategist Westpac Banking Corp.

Harga minyak bergerak menuju penurunan bulanan pertama sejak Agustus

Harga minyak bergerak menuju penurunan bulanan pertama sejak Agustus
SYDNEY. Kontrak harga minyak dunia bergerak menuju penurunan bulanan pertama sejak Agustus di New York. Krisis utang eropa yang berkelanjutan memicu spekulasi kalau permintaan minyak akan melorot seiring dengan perlambatan ekonomi.

"Kecemasan mengenai krisis utang Eropa semakin memberatkan pasar, sehingga menekan harga saham menjadi murah," jelas Warren Hogan, ekonom Australia & New Zealand Banking Group Ltd.

Asal tahu saja, pada pukul 09.31 waktu Sydney, kontrak harga minyak untuk pengantaran Juli berada di posisi US$ 100,37 per barel di New York Mercantile Exchange. Kemarin, kontrak yang sama turun 21 sen menjadi US$ 100,38. Dalam setahun terakhir, harga minyak sudah naik 36%.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran Juli turun 0,3% menjadi US$ 114,68 di ICE Futures Europe exchange di London, kemarin. Ini merupakan level terendah sejak 24 Mei lalu. Sepanjang bulan ini, harga minyak sudah turun 8,3%.

Mayoritas bursa emerging market dilanda aksi jual

Headline
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa emerging market ditransaksikan melorot. Kecemasan akan krisis utang Eropa yang akan memburuk ditambah perlambatan ekonomi global membuat kondisi pasar lemah meskipun kinerja perusahaan lumayan kinclong.

Pada pukul 16.43 waktu New York, indeks MSCI Emerging Market naik kurang dar 0,1% menjadi 1.148,15. Philippine Stock Exchange Index naik 0,5%, Micex Rusia naik 0,4%, indeks Polandia naik 0,2%, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,3%, dan BUX hungaria turun 1,2%. Sedangkan Bovespa Brazil turun 0,5%.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa emerging market antara lain: Sun Pharmaceutical Industries Ltd, STX Offshore & Shipbuilding Co, dan Hynix Semiconductor Inc.

"Kita tak bisa melihat arah pasar yang jelas saat ini, apalagi seiring terjadinya krisis utang Eropa dan indikator ekonomi AS yang tidak begitu baik. Kondisi ini sepertinya akan terus berlanjut hingga akhir Juni," jelas Chung Yun Sik, chief investment officer for equities ING Investment Management Korea Ltd.

Tambahan saja, sepanjang tahun ini, indeks MSCI emerging market sudah turun 0,3% tahun ini. Sebagai perbandingan, indeks MSCI World Index naik 4,5%.

Ini dia sejumlah agenda penting yang diramal mempengaruhi pasar Asia hari ini

Ini dia sejumlah agenda penting yang diramal mempengaruhi pasar Asia hari ini
TOKYO. Sejumlah event berikut diperkirakan akan mempengaruhi pasar obligasi dan mata uang Asia.

Jepang:
- Chief Cabinet Secretary Yukio Edano dan Menteri Keuangan Yoshihiko Noda akan menggelar media briefing setelah pertemuan kabinet pada pagi ini. Edano juga akan menggelar konferensi pers pada pukul 16.00 waktu Tokyo.
- Pada pukul 10.30, Kementrian Keuangan akan mengumumkan jumlah nilai obligasi pemerintah berjangkawaktu 30 tahun yang akan dijual pada 7 Juni mendatang.
- Biro Statistik Jepang akan merilis anggaran belanja rumah tangga dan tingkat pengangguran April pada pukul 08.30 waktu Tokyo.
- Kementrian Kesehatan, Tenagakerja, dan Kesejahteraan akan mengumumkan rasio lapangan kerja dan pencari kerja pada pukul 08.30.
- Kementrian perdagangan akan merilis data industri produksi pada April pukul 08.50.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 1,1% yang jatuh tempo Maret 2021 adalah 1,12%.

China:
- Bank sentral akan menjual surat utang berjangkawaktu setahun senilai 3 miliar yuan (US$ 463 juta) hari ini.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 3,83% yang jatuh tempo Maret 2021 adalah 3,83%.

India:
- Hari ini, India akan merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal I 2011. Sejumlah ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi, ekonomi India akan tumbuh 8,1% pada kuartal I, mengikuti pertumbuhan 8,2% pada kuartal sebelumnya.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 7,80% yang jatuh tempo April 2021 adalah 8,46%.

Indonesia:
- Pemerintah akan menawarkan sukuk yang bakal jatuh tempo selama 5, 10, dan 15 tahun.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 8,25% yang jatuh tempo Juli 2021 adalah 7,38%.

Korea Selatan:
- Pemerintah akan merilis data mengenai produksi industri hari ini.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 3% yang jatuh tempo Desember 2013 adalah 3,58%.

Emas Naik Lagi ke USD1.539,5/Ounce

Emas. Foto: Reuters
SINGAPURA - Harga emas kembali menguat dan menyentuh level tertingginya sejak 4 Mei lalu lantaran kekhawatiran atas ketidakpastian bailout Yunani.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (31/5/2011), harga emas naik ke posisi USD1.539,5 per ounce pada Senin (30/5/2011), ini merupakan level terkuat sejak 4 Mei. Sementara pada Selasa (31/5/2011) pagi, harga emas ada di USD1.538,34.

Harga logam mulia ini telah mengalami penurunan sebesar 1,6 persen sejauh ini jika dibandingkan dengan level tertingginya sepanjang sejarah USD1.575 pada awal bulan ini.

Sementara harga perak naik 19 sen menjadi USD38,24 per ounce, tetapi harga logam ini turun sekira 20 persen pada bulan Mei, ini merupakan penurunan terbesar sejak tahun 2008. Sebelumnya harga emas mencetak rekor USD49,51 per ounce di April.

Uni Eropa tengah menyusun draft paket bailout kedua untuk Yunani. Pinjaman ini kemungkinan akan cair pada bulan depan dengan tujuan mencegah default utang Zona Euro.
(wdi)

Piutang Pemerintah Rp113,4 T

Ilustrasi
JAKARTA - Piutang pemerintah hingga kini mencapai Rp113,4 triliun, dengan porsi terbesar merupakan piutang pajak (56,1 persen).

Ekonom Econit Hendri Saparini mengatakan, piutang pemerintah yang masuk dalam kategori aset lancar pada 2009 saja mencapai Rp113,4 triliun. Piutang terbesar adalah piutang pajak (56,1 persen), piutang bukan pajak (19,3 persen), dan piutang lain-lain (13,7 persen).Itu berdasarkan data dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Menurut dia, perlu dilakukan kajian untuk memanfaatkan piutang. Hendri menambahkan, tidak semua piutang bisa diselesaikan sehingga perlu ditentukan prioritas dan terobosan.

”Kalau perlu DPR meminta BPK untuk melakukan audit,” kata Hendri dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta.

Ditambahkan Hendri, piutang pajak pada 2009 mencapai Rp6.659 triliun, piutang bukan pajak Rp21.860 triliun, dan piutang lain-lain mencapai Rp15.493 triliun. ”Saya yakin pada 2010 piutang jauh lebih besar lagi,”katanya.

Porsi terbesar piutang pajak dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak. Masalah dalam penyelesaian piutang itu antara lain besarnya banding atau gugatan yang belum mendapat keputusan (30 persen).

Selain itu, besarnya porsi benda jaminan wajib pajak (WP) yang belum dilakukan penjualan atau piutang kedaluwarsa mencapai (30 persen). Selain itu, kata Hendri, kecenderungan untuk menggunakan mekanisme pajak ditanggung pemerintah (DTP) menyebabkan jumlah piutang pemerintah semakin meningkat. DTP berpotensi meningkatkan piutang negara. ”Kita tahu pajak ini sebagai porsi penerimaan negara, kalau porsi piutang membesar upaya untuk membiayai APBN tidak optimal,”tambahnya.
(Bernadette Lilia Nova/Koran SI/wdi)

Investor Masih Hati-hati, IHSG Fluktuatif

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup terkoreksi tipis 6 poin akibat profit taking di saham-saham komoditas.

Pada perdagangan, Senin (30/5/2011), IHSG ditutup melemah tipis 6,241 poin (0,17%) ke level 3.826,137. Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun tipis 0,612 poin (0,09%) ke level 680,683.

Pergerakan IHSG yang serba tipis dengan kecenderungan melemah tampaknya masih akan berlanjut hingga perdagangan Selasa (31/5/2011). Selain menantikan data inflasi Mei dari BPS, investor juga masih berhati-hati menyikapi kondisi bursa-bursa utama dunia yang juga lesu.

Bursa global kemarin ditutup melemah akibat memuncaknya krisis utang di Yunani. Kemarin bursa Eropa ditutup melemah karena investor terus mengkhawatirkan masalah krisis utang Yunani sehingga membuat mereka untuk sementara keluar dari aset-aset berisiko.

Perdagangan saham global juga lesu karena liburnya perdagangan saham di bursa Wall Street dan Inggris.

Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Selasa ini dengan kelesuan. Indeks Nikkei dibuka melemah tipis 4,70 poin (0,05%) ke level 9.500,27. Namun sesaat kemudian Nikkei berhasil berbalik ke teritori positif dengan mencatat kenaikan tipis 5,68 poin (0,06%) ke level 9.510,65.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:
Indeks bergerak melemah kemarin sekaligus mengakhiri kenaikan yang terbentuk pada pekan lalu. Melemahnya indeks didorong oleh penurunan yang terjadi pada bursa regional serta melemahnya harga komoditas. Kami perkirakan hari ini indeks akan bergerak konsolidasi dimana investor melakukan wait and see atas pengumuman data inflasi Mei 2011. Selain itu kami juga melihat pergerakan pasar dipengaruhi oleh kondisi bursa regional yang masih belum kondusif menyusul prospek perekonomian Eropa. Kami proyeksikan indeks hari ini bergerak pada kisaran support-resistance 3.794-3.837.

Kresna Sekuritas:
Tekanan jual di bursa regional kembali menahan pergerakan IHSG. Stochastic yang golden cross masih membuka peluang bagi IHSG untuk menguji kembali level tertingginya. Untuk hari ini IHSG diperkirakan diperdagangkan di kisaran 3,800-3,850 dengan TLKM dan INDY sebagai saham pilihan.

eTrading Securities:
IHSG kemarin ditutup turun 6,24 point (-0.17%) ke level 3,826.14 dengan jumlah transaksi sebanyak 10,3 juta lot dan nilai transaksi sebanyak Rp6,97 triliun.

Hampir seluruh sektor pada perdagangan hari ini mengalami pelemahan, kecuali sektor perbankan keuangan dan sektor perdagangan yang ditutup menguat.
Tercatat sebanyak 90 saham mengalami penguatan, 142 saham mengalami penurunan, 102 saham tidak mengalami perubahan dan 176 saham tidak diperdagangkansama sekali. Asing tercatat melakukan net buy di pasar regular sebesar Rp Rp196,9 miliar dengan saham yang paling banyak di beli adalah BMRI, BBRI, EXCL, INDYdan AKRA.

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin pelemahan IHSG berhasil tertahan oleh garis support MA 20 dengan candlestick yang membentuk pola spinning top, waspadai apabila harga menembus garis MA 20 karena akan membawa IHSG pada supportnya di 3797. Pada perdagangan hari ini (31/5), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,797-3,849 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBRI dan BJBR.

Indosurya:
Pada perdagangan Selasa (31/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.800-3.814 dan resistance 3.837-3.848. Meski candle IHSG secara perlahan mulai menapaki penguatannya namun, mulai tertahan dimana sebelumnya membentuk hanging man dan kemarin membentuk negative spinning tops . Umumnya pola ini mengggambarkan kekuatan daya beli yang mulai terbatas untuk mendorong harga lebih tinggi lagi. Sementara kekuatan daya jual mulai menekan harga. MACD tertahan untuk membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic reversal tertahan untuk melanjutkan penguatan menuju area overbought . Kenaikan IHSG terlihat tertahan dimana investor masih wait and see akan rilis resmi inflasi dari BPS. Meski diekspektasikan masih deflasi namun, investor lebih memilih menunggu rilis resminya. Investor tetap mewaspadai bila mulai ada sinyal penurunan

(qom/qom)

Senin, 30 Mei 2011

Rupiah Ikuti Mata Uang Asia Menguat Atas Dolar AS

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Rupiah seiring mata uang Asia bergerak menguat atas dolar AS. Prediksi suku bunga mendukung aliran dana masuk.

Nilai tukar rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta Senin (30/5) sore menguat mendekati 8.500 per dolar AS, tepatnya berada pada 8.536 atau 17 poin lebih baik dibanding posisi penutupan pekan kemarin 8.553 per dolar.

Direktur Utama PT Finan Corpindo Nusa Edwin Sinaga mengatakan bahwa pasar masih positif terhadap rupiah, karena berlanjutnya pelemahan dolar AS terhadap hampir semua mata uang Asia, “Hal ini memberikan sentimen positif terhadap pasar uang Indonesia, khususnya rupiah,” katanya.

Menurutnya, pembelian rupiah juga dipicu faktor fundamental ekonomi Indonesia yang terus meningkat. Selain deflasi yang akan terjadi pada Mei. “Deflasi itu memberikan kepercayaan bahwa ekonomi nasional akan makin tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Dari eksternal, pasar Indonesia sangat diuntungkan dengan aksi China yang menahan investasi baru di negaranya. Hal ini disebabkan pertumbuhan ekonomi di negara tirai bambu cukup tinggi, “China khawatir akan terjadi inflasi yang besar,” katanya.

Selain itu, pasar cukup sepi karena bursa Wall Street dan Eropa tutup menyambut hari libur nasional.“Jadi, belum ada isu positif yang mendorong pelaku melakukan pembelian rupiah lebih besar dibanding hari-hari sebelumnya,” katanya. Ke depannya, Edwin memperkirakan, rupiah masih akan menguat lagi mencapai Rp8.500 per dolar.

Adapun mata uang Asia menguat, dipimpin oleh Ringgit Malaysia, atas spekulasi pertumbuhan ekonomi daerah tersebut akan menarik dana dan pembuat kebijakan menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk mendinginkan inflasi.

Indeks Dolar Asia The Bloomberg-JPMorgan naik untuk hari ketiga, sebelum laporan pekan ini, dimana analis memprediksi ekspor Malaysia pada April akan meningkat tertajam dalam sembilan bulan ketimbang tahun lalu.

Semua 16 ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan Bank of Thailand akan menaikkan biaya pinjaman pada 1 Juni. Produk domestik bruto Filipina naik 4,9% pada kuartal pertama 2011, ketimbang periode yang sama 2010, dibandingkan 6,1% dalam kuartal sebelumnya.

"Kita bisa mendapatkan momentum pertumbuhan yang stabil dari sini, yang mendukung aliran dana," kata Nik M. Khairul, dealer treasury di Asian Finance Bank Bhd, Kuala Lumpur. "Karena tingkat bunga, pasar bisa melihat putaran peningkatan lain tahun ini."

Dolar melemah terhadap sebagian besar mata uang Asia, dimana dolar Singapura menguat 0,18% ke 1.234, dolar Hong Kong naik 0,0085% ke 7,7799, yuan China naik 0,12% ke 6.48, dan won Korsel naik 0,19% ke 1.080 per dolar AS. [mdr]

Bursa Tetap Buka Pada 3 Juni 2011

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan kegiatan perdagangan, kliring dan penyelesaian transaksi bursa tetap berlangsung seperti biasa pada 3 Juni 2011.

Hal itu disampaikan Direktur Utama BEI Ito Warsito dan Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa BEI dalam keterbukaan informasi BEI Senin (30/5).

Hal ini menunjuk Pengumuman Bursa nomor PENG-00536/BEI.PSH/11-2010 perihal Kalender Libur Bursa Tahun 2011 pada 2 November 2011 dengan diumumkan bahwa pada Jumat (3/6), kegiatan perdagangan, kliring dan penyelesaian transaksi bursa tetap berlangsung seperti biasa. [cms]

Buana Finance Raih Pinjaman Rp20 Miliar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Buana Finance Tbk (BBLD) telah menandatangani perjanjian kredit dengan PT Bank Capital Indonesia Tbk.

Hal ini disampaikan Direktur Utama BBLD Soetadi Limin dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Senin (30/5). Nilai pinjaman yang bakal diraup perseroan mencapai Rp20 miliar.

Sementara jangka waktu pinjaman ditetapkan selama 12 bulan yang dijamin dengan piutang milik perseroan sebesar 110% dari jumlah terutang.

TRUB Teken Kontrak Proyek dengan INCO

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) melalui anak usahanya PT Truba Jaya Engineering telah menandatangani Kontrak Pembangunan Kembali Electric Furnace dengan PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO).

Hal ini disampaikan Corporate Secretary TRUB dalam keterbukaannya ke BEI, Senin (30/5). Kontrak yang diteken tersebut berada di Unit 2 dan Ritary Kiln Unit 1 dan Unit 3 dari INCO.

Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp63,26 miliar dan US$2,88 juta.

Tarik-Menarik Sentimen Warnai Bursa Asia

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Asia berayun antara keuntungan dan kerugian setelah belanja konsumen di AS naik, di bawah estimasi ekonom dan jatuhnya penjualan rumah yang sebelumnya dimiliki.

Indeks MSCI Asia Pacific pada Senin (30/5) sedikit berubah di 134,35, dengan indeks patokan regional beralih antara keuntungan dan kerugian sedikitnya 12 kali. Jumalh saham naik sama dengan yang turun.

Pu Yonghao, kepala strategi investasi untuk Asia Pasifik pada UBS Wealth Management, Hong Kong mengatakan, ekuitas pasar akan terus terkoreksi karena indikator terkemuka di AS melemah. "Pasar pada dasarnya menunggu konfirmasi bahwa pemulihan ekonomi AS telah terjadi."

Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,2%, indeks Kospi Korea Selatan kehilangan 0,3%, indeks S & P / ASX 200 Australia tergelincir 0,4% dan indeks komposit Shanghai China anjlok 0,1%. Sedangkan Hang Seng naik 0,3% dan indeks STI Singapura naik 0,4%.

Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 naik 0,1% hari ini. Di New York akhir pekan lalu, indeks naik 0,4% menjadi 1,330.10 karena komentar dari negara G8 tentang kekuatan ekonomi global menutup anjloknya penjualan rumah yang 12 kali lebih cepat dari estimasi. Pasar AS tutup hari ini karena libur.

Hyundai Heavy Industries Co, pembuat kapal terbesar dunia, meningkat 1,3% di Seoul setelah BNP Paribas menaikkan prediksi harga saham menjadi 700 ribu won dari 580 ribu won dan mempertahankan rating beli.

Produsen semen Taiwan naik setelah pemerintah mengatakan akan memungut pajak anti-dumping sementara pada produk saingan China. Taiwan Semen Corp, produsen semen terbesar di pulau itu, melonjak 5,9% dan Asia Cement Corp naik 4,8%.

Sumitomo Realty & Development Co, pengembang Jepang terbesar ketiga, naik 1,2% di Tokyo, setelah Barclays Capital dinaikkan menjadi overweight dari equal-weight.

Produsen emas berbasis di Melbourne, St Barbara naik 1,1% di Sydney karena harga emas naik, sementara pesaing dari China Zhaojin Mining Industry Co naik 2,3% di Hong Kong. Emas di Shanghai naik ke level rekor karena krisis utang Eropa dan inflasi yang dipercepat, mengarahkan investor yang ingin untuk melindungi kekayaan.

Nouriel Roubini, ekonom yang memprediksi krisis keuangan global, mengatakan pasar saham berada pada titik kritis koreksi karena pertumbuhan ekonomi mungkin melambat.

Jumlah orang Amerika ynag menandatangani kontrak membeli rumah yang sebelumnya dimiliki, turun 12% bulan lalu, penurunan terbesar kedua dalam satu dekade. Estimasi median dalam survei Bloomberg News menyebutkan penurunan 1%. Pengeluaran rumah tangga di AS naik 0,4% pada April setelah merevisi kenaikan Maret sebesar 0,5%.

Sony, eksportir elektronik konsumen terbesar Jepang dan pembuat konsol game PlayStation dan televisi Bravia, turun 2,1% di Tokyo. Nintendo Co, pembuat konsol video-game yang memfaktorkan AS sebagai pasar terbesar, turun 1,9%. Samsung Electronics Co, pembuat televisi dan panel layar datar terbesar dunia, turun 0,8% di Seoul.

Samsung SDI Co, produsen baterai mobil listrik, jatuh 11% di Seoul. Ini adalah pemain terburuk di Indeks MSCI Asia Pacific di tengah kekhawatiran rencana pembelian bisnis solar-cell Samsung Electronics mungkin tidak menguntungkan perusahaan dalam waktu dekat.

Honda Motor, produsen mobil Jepang terbesar kedua dari nilai pasar dan yang mendapat 44% penjualan di Amerika Utara, turun 1,3%. Perusahaan itu mengatakan data pribadi dari sekitar 280 ribu pelanggan di Kanada diakses oleh hacker. Secara terpisah, produsen meninggalkan rencana pembelian kembali saham karena prospek bisnis tidak jelas pascagempa bumi 11 Maret. [mdr]