Rabu, 06 Juli 2011

Menang tender di Batam, saham MEDC melonjak ke level tertinggi dua minggu

Menang tender di Batam, saham MEDC melonjak ke level tertinggi dua minggu
JAKARTA. Saham PT Medco Energi Internasional (MEDC) pagi ini dilanda aksi beli. Kondisi itu menyebabkan saham perusahaan energi ini melonjak ke level tertinggi dalam dua minggu. Pada pukul 09.33, saham MEDC tercatat naik 2,2% menjadi Rp 2.350. Ini merupakan lonjakan paling besar sejak 22 Juni lalu.

Aksi beli tersebut disinyalir disebabkan oleh kontrak yang berhasil dikempit MEDC. Asal tahu saja, MEDC menyatakan, anak usahanya memenangkan tender untuk membangun pembangkit tenaga gas 25,5 megawatt di pulau Batam.

Gelembung Pasar Properti RI, Mungkinkah Bisa Pecah?

Jakarta - Pertumbuhan pasar properti sepanjang semester I-2011 luar biasa, dengan kenaikan harga bisa mencapai kenaikan 20% hanya dalam waktu enam bulan. Namun para pemain industri properti meyakini gelembung harga properti tidak akan pecah.

Bahkan kenaikan ini diprediksi terus berlanjut hingga 2012, seiring dengan pertumbuhan pasar properti. Dengan dukungan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, serta suku bunga yang relatif terjaga, menjadikan pasar properti terus merangkak naik.

Bagaimana pandangan pelaku industri properti terhadap pasar Indonesia? Serta potensi bubble akibat melajunya pembangunan, khususnya di kota-kota besar macam Jakarta?

Berikut wawancara detikFinance Direktur PT Ciputra Property Tbk (CTRP), Artadinata Djangkar di Marketing Galery Ciputra World tahap II , Jalan DR Satrio Jakarta, Selasa (5/7/2011).

Pertumbuhan pasar properti hingga semester I tahun ini apakah lebih baik dari tahun sebelumnya? Apakah tren pertumbuhan masih bisa terjadi hingga akhir tahun?

Kami sebagai pemain properti selalu menangkap tanda-tanda pasar. Pada semester I ini tercermin dengan kenaikan harga yang relatif tinggi, boleh dibilang luar biasa. Pada Ciputra World harga sudah ada kenaikan 20% dalam enam bulan pertama.

Tidak hanya kami, pemain lain juga mengalami hal yang sama. Contoh Alam Sutera, juga mencapai penjualan yang memenuhi target. Ini merupakan tanda-tanda positif.

Pasar properti sangat sensitif dengan tingkat suku bunga. Apakah ada potensi suku bunga naik, hingga berpengaruh kepada pertumbuhan sektor properti?

Suku bunga akan naik, namun tidak signifikan, bahkan akan stabil. Ini terjadi sampai dengan tahun depan dan market properti masih akan sangat kuat.

Pasar properti saat ini merupakan suatu opportunity baru. Ini tidak selamanya hingga kami akan memanfaatkan window opportunity ini. Untuk itulah kami perkenalkan proyek baru, Ciputra World tahap II.

Ciputra World II bukan satu-satunya proyek di tahun ini. Demi memanfaatkan kesempatan ini, kami akan luncurkan satu proyek lagi pada akhir tahun. Proyek lain di daerah Slipi hasil join operation. Ini akan berbentuk strata title kantor dan shop house, semacam rukan. Akan ada investasi tersendiri.

Dengan developer yang terus membangun, apa tidak berpotensi terjadi bubble?

Bubble tidak. Karena market properti Indonesia sangat unik. Market masih tertutup, dan belum ada kepemilikan asing yang signifikan. Ini membuat properti Indonesia tidak rentan kepada bubble.

Bubble juga tidak terjadi karena kita memiliki rem alamiah. Yaitu sekarang bank secara hati-hati memberi pinjaman kepada dunia properti. Dengan kata lain selektif. Tidak seperti jaman sebelum krisis tahun 1998. Kalau developer ingin membangun, harus percaya kepada market. Ga bisa bangun kalau market ga ada. Ga seperti dulu.

Maka dengan ini, kami tidak percaya akan bubble. Kalau market melemah, maka developer akan menambah remnya.

Bagaimana dengan pertumbuhan landed houses?

Kami pikir akan positif juga. Tidak hanya apartemen. Perumahan dan ritel lain-lain juga akan mengalami pertumbuhan. Ciputra juga akan fokus pada dua-duanya.

Konsep theme park pada pada beberapa developer apa bisa mendukung daya beli masyarakat dalam pasar properti?

Theme park akan berhasil apabila masyarakat telah memiliki income tertentu. Mereka sudah berfikir mengenai hiburan. Itu sebabnya kami buat theme park di dalam Ciputra World yang saat ini sedang dibangun.

Gejala yang sama terjadi pada Trans, yang membangun Trans Studio. Ini semua sama, yaitu menangkap daya beli masyarakat yang telah lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Potensi pertumbuhan properti dengan konsep strata tittle seperti apa? Apakah sama baiknya dengan unit properti sewa, baik apartemen ataupun perkantoran?

Konsep ini memang memungkinkan kepemilikan. Ini menjadi sub market yang ada. Perusahaan-perusahaan tertentu lebih rela beli dari pada sewa. Jadi kami anggap bagian market yang ada.

Perizinan tidak menjadi kendala, karena Undang-Undang rumah susun dan tata laksananya sudah ada sejak tahun 1990. Ini menjadi latar belakang dan sampai sekarang tidak ada masalah. Tapi timbul masalah saat ada kekompakan penghuni dalam pemeliharaan. Ini bukan payung hukum, tapi manajemennya. Manajemen pun perlu pendewasaan.

Potensi kepemilikan asing pada unit properti di Indonesia, apakah menambah risiko bubble?

Kami melihat sisi positif (kepemilikan asing) lebih banyak. Kita lihat apa rela, uang dari Indonesia keluar untuk membeli properti di luar. Singapura sepertinya. Tapi uang asing tidak masuk ke properti kita. Ini merasa kurang adil.

Dari sudut pandang itu, kami dukung kepemilikan asing. Kalau risiko bubble harus dikontrol dengan policy-policy tertentu. Tapi secara prinsip sayang sekali uang kita keluar, tapi nggak ada yang masuk.

Infrastruktur jalan, serta transportasi umum sering menjadi kendala pertumbuhan properti di suatu kawasan. Bagaimana developer menanggapi hal tersebut?

Yang paling bijak, developer itu harus support perkembangan secara alamiah. Yaitu demografi, persebaran penduduk seperti yang kita tahu Jakarta. Memang ada problem perkembangan infrastruktur tidak secepat properti.

Jadi kami sangat mendukung pemerintah dalam memecahkan kendala infrastruktur. Seperti jalan layang yang ada di DR Satrio, juga rencana MRT yang katanya akan dimulai 2012.

Infrastruktur menjadi bagian pemerintah. Mereka yang harus ambil inisiatif, mengakomodir, dan melaksanakan proyek-proyek infrastruktur. Kemampuan kami terbatas pada lingkungan properti yang berkaitan. Misal, Ciputra World I, kami memiliki jalan samping dan belakang. Ini kontribusi kami. Tanahnya kami berikan untuk jalan. Tapi dalam skala besar menjadi tugas pemerintah.

(wep/qom)

Reminder Cum Date Dividen ANTM,LION,LMSH,JSMR 06/07/2011

Berikut ini kami informasikan bahwa hari ini 06 July 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

ANTM

ANEKA TAMBANG Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 70.71.- per saham

2.

LION

LION METAL WORKS Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 200.- per saham

3.

LMSH

LIONMESH PRIMA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 50.- per saham

4.

JSMR

JASA MARGA (PERSERO) Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 105.69.- per saham

Produk HSM Karakatau Steel akan Angkat Penjualan

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) diprediksi akan mengalami peningkatan penjualan baja lembaran canai panas (hot strip mill/HSM) dengan dana belanja modal tahun ini sebesar US$120 juta.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities, Rabu (6/7). KRAS merupakan produsen baja terbesar di Indonesia dengan total kapasitas produksi sebesar 2.75 juta ton per tahun. Pada 2014, KRAS akan meningkatkan 55% kapasitas produksinya menjadi 4.25 juta ton per tahun melalui US$1,3 miliar dana untuk rencana revitalisasi dan ekspansi.

Untuk tahun ini, perseroan menyiapkan dana USS120 juta untuk meningkatkan produksi baja lembaran canai panas (hot strip mill) menjadi 3,5 juta ton hingga 2014. Saat ini, produksi hot strip mill perseroan sebanyak 2,4 juta ton.

Dengan dana sebesar US$120 juta diharapkan peningkatan produksi HSM dapat mendorong peningkatan penjualan mengingat HSM merupakan market leader di Indoesia. Saat ini KRAS diperdagangkan pada PE 13.09x dengan rata-rata industri sebesar 8,81x. Berdasarkan konsensus bloomberg, 4 analis merekomendasikan Buy dan 1 Hold, dengan target harga rata-rata sebesar Rp1.345.

Asing Beli, IHSG Dibuka Turun 0,4%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada Rabu (6/7) pagi dibuka turun 17,72 poin atau 0,4% ke 3.906,4. Volume perdagangan 173,9 juta saham senilai Rp120 miliar.

Perdagangan diwarnai dengan 57 saham naik, 39 saham turun dan 85 saham stagnan. IHSG mengalami net freign buy sebesar Rp13,3 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp48,7 miliar dan penjualan asing sebesar Rp35,3 miliar.

Indeks JII naik 1,2 poin ke 543,18, indeks ISSI naik 0,3 poin ke 126,18, dan indeks LQ45 naik 0,3 poin ke 697,27. Sektor pertambangan masih menguat 24,6 ke 3.302,08.

Saham yang naik seperti saham JPFA naik Rp175 ke Rp4.825, BYAN naik Rp150 ke Rp23.700, MYOR naik Rp150 ke Rp13.100, UNVR naik Rp150 ke Rp14.950.

Pada perdagangan Selasa (5/6) Indeks Dow Jones turun 12.90 point (0.10%) ke level 12.569,87 setelah Moody menurunkan rating kredit Portugal kembali menyulut kekhawatiran akan melambatnya ekonomi dunia. Minyak light sweet diperdagangkan di level US$97.06 per barel menyusul perkiraan para investor akan naiknya jumlah permintaan dari negara pengkonsumsi minyak terbesar dunia tersebut.

Indeks pagi bergerak liar

Indeks pagi bergerak liar
JAKARTA. Meski sempat dibuka memerah, indeks berhasil rebound. Pada pukul 09.54, indeks tercatat naik 0,14% menjadi 3.929,540. Jika dilihat, pergerakan indeks cukup liar.

Sektor yang ditransaksikan pagi ini juga tampak beragam. Kenaikan tertinggi dialami sektor pertambangan dengan lonjakan 0,88%. Sementara sektor yang mengalami aksi jual paling besar adalah sektor keuangan yang turun 0,52%.

Sekitar 86 saham ditransaksikan naik, 51 saham ditransaksikan melorot, dan 78 saham lainnya tak banyak berubah.

Saham-saham penghuni top gainers pagi ini antara lain: Prasidha Aneka Niaga (PSDN) yang naik 21,95% menjadi Rp 250, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) naik 10,17% menjadi Rp 650, dan PT Kedawung Setia Industri (KDSI) yang naik 8,89% menjadi Rp 245.

Transaksi pagi, bursa Asia keluar masuk zona hijau

Transaksi pagi, bursa Asia keluar masuk zona hijau
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia pagi ini keluar masuk zona hijau. Pada pukul 09.40 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific tak banyak mengalami perubahan di posisi 136,97. Sebelumnya, indeks acuan di kawasan regional ini sempat naik dan turun sebesar 0,1%.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average dan indeks S&P/ASX 200 Australia masing-masing turun 0,2%. Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,2%.

Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan bursa Asia adalah anjloknya saham Hynix Semiconductor Inc di Seoul, setelah tawaran akuisisi oleh Hyundai Heavy Industries Co batal terlaksana. Penurunan tersebut membuat lonjakan saham podusen komoditas tak banyak berpengaruh atas pergerakan bursa.

Beberapa saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia antara lain: Hynix turun 4,3% di Seoul, Hyunday naik 5,3% di Seoul, BHP Billiton Ltd naik 0,3% di Sydney, dan Toyota Motor Corp turun 0,6% di Tokyo.

Lautan Luas Tambah Modal Setor di Anak Usaha

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Lautan Luas Tbk (LTLS) melakukan penambahan modal disetor untuk anak usahanya di PT PKG Lautan Indonesia meskipun kepemilikannya tetap 49%.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI. Dengan penambahan modal setor menjadi Rp19,5 miliar dari Rp11,5 miliar maka jumlah saham perseroan di anak usaha tersebut menjadi 2.072.798.

Demikian juga dengan pemegang saham yang lain yaitu Perusahaan Kimia Gemilang Sdn Bhd modal setor menjadi Rp20,3 miliar dari Rp12,03 miliar. Jumlah saham yang dimiliki menjadi 2.157.402 saham atau 51%.

BUMI dalam Down Trend Jangka Pendek

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Rabu (6/7) diprediksi hanya menguat terbatas. Sebab, dilihat dari trennya, saham sejuta umat ini berada dalam ‘down trend’ jangka pendek. Hindari dulu saham ini!

Technical analystdari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan, dalam empat hari terakhir, saham PT Bumi Resources (BUMI) berada di level support Rp2.900-2.950. Karena itu, jika trader ingin mengambil saham sejuta umat ini di level bawah, bisa mengambilnya karena sedang berada di area support.

Tapi, Tommy mewanti-wanti, agar trader waspada. Sebab, secara teknikal, saham anak usaha grup Bakrie ini berada dalam short term down trend sejak Mei hingga Juni 2011. Artinya, saham ini sudah down trend dalam dua bulan terakhir. “BUMI akan bergerak dalam kisaran support Rp2.950-2.900 dan Rp3.125-3.150 sebagai level resistance MA (Moving Average) 20-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (5/7).

Pada perdagangan Selasa (5/7) saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.975. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.050 dan terendah Rp2.950. Volume transaksi mencapai 84,008 juta unit saham senilai Rp252,3 miliar dan frekuensi 3.135 kali.

Ia melanjutkan, untuk saat ini lebih baik menghindari saham BUMI terlebih dahulu. Kecuali, jika saham BUMI memecahkan level resistance Rp3.150 per saham. “Jika level tersebut tembus, penguatan berikutnya akan ringan,” tandasnya.

Selama ini, menurut Tommy, penguatannya sangat berat karena belum tembus level tersebut. “Untuk sementara, jangan mengambil dulu saham BUMI, karena ada banyak saham lain yang jauh lebih cantik,” tandasnya.

Dia menjelaskan, kalaupun saham BUMI mengalami penguatan, akan dilanda profit taking kembali di level resistance Rp3.125-3.150 meskipun, hari ini, saham BUMI akan fluktuatif cenderung menguat. “Tapi, belum ada pergerakan yang cukup signifikan. BUMI akan mondar-mandir dalam kisaran yang sempit,” timpalnya.

Pada saat market bullish pun saham BUMI tidak bergerak. Begitu juga dengan saham-saham grup Bakrie yang lain. Apalagi, dalam situasi market yang melandai, bukan saat tepat untuk melakukan aksi beli termasuk di saham BUMI. Lebih baik merealisasikan keuntungan terlebih dahulu.

Di atas semua itu, Tommy menyarankan, bagi yang sudah memiliki saham BUMI, lebih baik ditahan dulu selama level Rp2.900 tidak ditembus ke bawah. “Tapi, kalau belum punya, wait and see dulu di saham ini, jangan main-main dulu saham BUMI,” imbuhnya. [mdr]

Awas, Hari Ini IHSG Rawan Koreksi!

Headline
INILAH.COM, Jakara - Secara teknikal, pada perdagangan hari ini (6/7) diperkirakan IHSG masih berpotensi terkoreksi untuk menguji support garis MA5 di area 3.904.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities. Hal ini didukung dari pergerakan indikator tampak stochastic berpotensi membentuk deathcross di area overbought sementara RSI telah bergerak downtrend reversal. Indeks diperkirakan range 3,882-3,956 dengan saham-saham yang layak diperhatikan seperti JPFA, AALI dan JTPE.

Pada perdagangan Selasa (5/6) Indeks Dow Jones turun 12.90 point (0.10%) ke level 12.569,87 setelah Moody menurunkan rating kredit Portugal kembali menyulut kekhawatiran akan melambatnya ekonomi dunia. Minyak light sweet diperdagangkan di level US$97.06 per barel menyusul perkiraan para investor akan naiknya jumlah permintaan dari negara pengkonsumsi minyak terbesar dunia tersebut.

IHSG kemarin (5/6) ditutup turun 29 point (0,74%) ke level 3.924 dengan asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp15 miliar dengan saham yang paling banyak di beli adalah BMRI, ADRO, KLBF, KIJA dan BBNI.

Hasil lelang SUN lampaui target awal

Hasil lelang SUN lampaui target awal
JAKARTA. Lelang Surat Utang Negara, Selasa (5/7), berlangsung lebih ramai daripada lelang sebelumnya. Indikasinya, nilai penawaran yang masuk mencapai Rp 32 triliun.

Angka itu meningkat 180,70% daripada nilai penawaran yang masuk di lelang dua pekan sebelumnya (21/6) yang hanya Rp 11,4 triliun. Dari lelang kemarin, pemerintah mengeksekusi Rp 7,5 triliun atau Rp 500 miliar lebih banyak dari target awal senilai Rp 7 triliun.

Imam MS, Analis Pasar Obligasi Trimegah Securities, menilai, lelang SUN kemarin kebanjiran tawaran penempatan dana karena penyelesaian krisis utang Yunani mulai terlihat. "Pada bulan lalu fluktuasi harga SUN sangat besar karena penanganan krisis Yunani belum jelas," ujar dia.

Setelah Yunani dipastikan menerima bailout, menurut Imam, investor semakin nyaman masuk ke emerging market, termasuk Indonesia.

Angky Hendra, Analis Obligasi Batavia Prosperindo Aset Manajemen, menambahkan, investor domestik dan asing semakin optimistis memegang obligasi terbitan pemerintah Indonesia. Indikasinya, pemodal berani menerima yield lebih rendah daripada lelang sebelumnya. "Investor makin optimis," ujar Angky.

CDS menyusut

Persepsi pemodal asing terhadap risiko investasi di Indonesia juga semakin membaik. Kesimpulan itu tercermin dari angka credit default swap (CDS) Indonesia yang terus melorot. CDS Indonesia yang berjangka waktu lima tahun, Senin (4/7) lalu, senilai 134,62. Angka ini menyusut 2,09% dibandingkan posisi Jumat (1/7) lalu sebesar 137, 50.

Bukan hanya CDS bertenor lima tahun, CDS berjangka waktu 10 tahun juga menurun dari 192,88 di awal Juli menjadi 188,74 pada Senin lalu.

Menurut Imam, penurunan angka CDS Indonesia memiliki hubungan yang erat dengan kondisi lelang SUN terakhir. Penurunan angka CDS berarti, "Persepsi investor asing terhadap Indonesia semakin membaik," ujar dia.

Dalam lelang kali ini, pemerintah mengeksekusi permintaan investor secara maksimal lantaran yield yang diinginkan masih dalam jangkauan pemerintah. Lain halnya apabila peserta lelang meminta yield tinggi, pemerintah mungkin tidak akan menyerap penawaran melampaui target. "Karena yield akan berhubungan dengan cost of fund pemeritah," imbuh Imam.

Pemerintah juga mengeksekusi enam seri yang dilelang. Mulai dari tenor pendek yakni SPN20111006 senilai Rp 1,4 triliun dengan yield 4,6% dan SPN20120706 senilai Rp 1,3 triliun, dengan yield 5,2%.

Sedangkan empat SUN bertenor panjang, yakni FR0057 menjadi seri paling banyak dimenangkan, yakni mencapai Rp 2,1 triliun dengan yield 9,1%. Tiga SUN tenor panjang lainnya, yaitu FR0055, FR0054, dan FR0056, masing-masing terserap Rp 300 miliar dengan yield 7,4%, Rp 950 miliar (8,6%), dan 1,45 triliun (8,1%).

Imam menilai, pemerintah banyak menyerap dana dari FR0057 lantaran seri itu adalah benchmark terbaru dan pemerintah ingin memperkuat likuiditasnya di pasar sekunder. Para analis memprediksi, lelang SUN pada semester kedua masih akan ramai. Pasalnya, tingkat inflasi masih relatif terkendali.

AISA mengoperasikan pabrik beras di Cikarang sejak Juli

JAKARTA. PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) telah menuntaskan akusisi pabrik beras di Cikarang. ASIA yang tidak mengungkap waktu akuisisi tersebut menyatakaan, pabrik beras barunya itu telah beroperasi sejak Juli.

Sjambiri Lioe, Direktur AISA, menjelaskan, nilai akuisisi untuk pabrik beras tersebut mencapai Rp 160 miliar. Untuk membiayai pembelian pabrik tersebut, AISA menggunakan kas sendiri serta pinjaman. Komposisinya, “Sebanyak 70% ditutup dengan pinjaman, sisanya mengunakan kas internal,” kata Sjambiri, Selasa (5/7).

Dengan pabrik baru tersebut, kapasitas produksi pengolahan gabah kering panen menjadi beras AISA akan meningkat 10.000 ton per bulan, menjadi 20.000 ton per bulan.

Setelah memiliki pabrik beras baru, manajemen AISA menargetkan nilai penjualan berasnya sepanjang tahun ini berkisar Rp 1,1 triliun sampai Rp 1,2 triliun. Jumlah tersebut melonjak dibanding penjualan beras AISA di tahun lalu yang senilai Rp 100 miliar.

Asal tahu saja, tahun lalu AISA belum memproduksi beras melainkan hanya melakukan aktivitas perdagangan saja. Profit alias keuntungan perseroan dari penjualan beras adalah sekitar 8%.

Akuisisi pabrik tersebut adalah satu bagian dari ambisi besar AISA untuk menjadi produsen beras terbesar di Indonesia. Mereka berencana memproduksi sekitar 5% dari kebutuhan nasional selama lima tahun mendatang.

Emiten itu berencana untuk membangun 18 pabrik beras. Perinciannya, dua pabrik beras akan dibangun di tahun 2012, tujuh pabrik dibangun pada tahun 2013, dan sembilan pabrik pada tahun 2014. Sebanyak 13 pabrik akan dibangun di Jawa, lima pabrik di antaranya akan dibangun di Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Nilai investasi per pabrik tersebut sebesar US$ 10 juta

Lebaran akan Dongkrak Penjualan CPO

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sebagai emiten CPO akan diuntungkan menjelang aktifitas puasa dan lebaran tahun ini.

Saat ini perseroan melakukan penjualan didominasi pasar lokal hingga 91% dari ttal produk yang dihasilkan setiap tahun. Pada bulan Mei lalu, perseroan memproduksi 485.889 ton CPO.

Pada perdagangan kemarin saham perseroan turun Rp50 ke Rp23.350 dengan volume 688 saham senilai Rp7,9 miliar sebanyak 219 kali transaksi.

Sektor Perbankan Picu Bursa Asia Tidak Bergairah

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Jepang naik tipis pada Rabu (6/7), sementara sebagian besar bursa Asia lainnya tergelincir, dengan koreksi saham keuangan membebani pasar.

Indeks Nikkei Stock Average naik 0,3%, sedangkan indeks S & P / ASX 200 Australia turun 0,1% dan indeks Kospi Korea Selatan kehilangan 0,3%.

Koreksi di sektor keuangan terjadi, menyusul pelemahan saham perbankan AS semalam. Shinsei Bank Ltd turun 2,3%, Daiwa Securities Group Inc turun 1,9% dan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc melemah 1,2%.

Pada perdagangan Sydney, saham Westpac Banking Corp kehilangan 1,1%, dan National Australia Bank Ltd serta Commonwealth Bank of Australia masing-masing turun 0,7%.

Kekhawatiran atas utang zona euro utang berlipat, setelah Lembaga Pemeringkat Moody’s menurunkan peringkat obligasi pemerintah jangka panjang Portugal, ke junk grade.

Naiknya harga komoditas mendukung beberapa saham energi, karena patokan minyak mentah Nymex berjangka naik ke atas US$ 97 per barel. Japan Petroleum Exploration Co naik 2,8%. Di Sydney, Linc Energy Ltd. naik 1,4%.

Penambang emas yang terdaftar di Australia, Newcrest Mining Ltd naik 1,1%, setelah emas berjangka membukukan kenaikan terbesar harian dalam delapan bulan.

Saham Toyota Motor Corp turun 0,4% meskipun laporan memprediksi akan menormalkan produksi sepenuhnya pada Oktober, satu bulan lebih awal dari yang diharapkan. Aksi itu dirilis menjelang laporan penjualan kendaraan Jepang.

Saham penerbangan meningkat, dengan Virgin Blue Holdings Ltd memperpanjang kenaikan, dengan menguat 1,6%. Tiger Airways Ltd yang berbasis di Singapura menghentikan penjualan tiket di Australia karena masalah keamanan, sedangkan di Jepang, All Nippon Airways Co naik 1,9%. [ast]

Saham SDPC Sedang Diincar Perusahaan Obat

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) dikabarkan sedang didekati perusahaan farmasi besar yang akan mengakuisisi saham perseroan.

Saham SDPC diperkirakan akan dapat menembus level 100-200 dalam jangka pendek. Perseroan juga rencananya akan membangun pabrik obat untuk meningkatkan kinerja tahun ini.

Pada perdagangan kemarin saham SDPC ditutup turun Rp1 ke Rp72 dengan volume 30 saham senilai Rp1,08 juta sebanyak 3 kali transaksi.

Mustika Ratu Sedang Didekati Oriflame

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Mutika Ratu Tbk (MRAT) dikabarkan sedang didekati perusahaan kosmetik, Oriflame.

Perusahaan asal dunia asal Swedia ini disebut-sebut akan membeli hak paten produk Mustika Ratu untuk dipasarkan di Eropa. Sebaliknya MRAT akan melakukan distribusi produk Oriflame di Indonesia dan juga Asia.

Saham MRAT pada perdagangan kemarin tutup menguat Rp10 ke Rp540 dengan volume perdagangan 4.834 saham senilai Rp1,3 miliar sebanyak 303 kali transaksi.

Saham Bank Hambat Laju Bursa Australia

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Saham-saham Australia bergerak sideways pada awal perdagangan Rabu (6/7) karena beberapa blue chips naik mengimbangi koreksi sektor keuangan.

Indeks acuan S & P / ASX 200 menguat ke level 4.599,80.

Harga emas berjangka yang menguat semalam membantu Newcrest Mining Ltd naik 0,9%, sementara Myer Holdings Ltd naik 2%, setelah Bell Potter meng-upgrade rating menjadi beli dari hold. Virgin Blue Holdings Ltd memperpanjang kenaikan baru-baru ini dan naik 1,6%.

Tapi saham perbankan melemah, dengan National Australia Bank Ltd dan Commonwealth Bank of Australia masing-masing kehilangan 0,5%. Di antara penggerak lainnya, saham di Fairfax Media Ltd kehilangan 1,5%, setelah laporan bahwa perusahaan dapat membeli sebagian dari situs ritel internet Ozsale.com.au. [ast]

Bursa Jepang Naik, Meski Perbankan Terkoreksi

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Saham unggulan Jepang menguat pada perdagangan Rabu (6/7) pagi. Namun, pasar secara keseluruhan flat, karena koreksi di sektor keuangan membatasi kenaikan.

Indeks Nikkei Stock Average naik 0,1% menjadi 9.979,86, dan Topix sedikit berubah pada 865,23. Dengan banyaknya saham bank AS yang merosot semalam, keuangan Jepang juga terimbas, dengan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc turun 0,5%, Shinsei Bank Ltd turun 1,2%, Daiwa Securities Group Inc jatuh 1,4%, dan saham Citigroup Inc yang terdaftar di Tokyo, turun 1%.

Tetapi keuntungan harga emas mendorong saham perdagangan, dimana Itochu Corp naik 0,6%, sementara harga minyak mentah membantu perusahaan energi, dengan Japan Petroleum Exploration Co naik 2,8%.

Beberapa saham lain yang menguat antara lain Nintendo Co naik 3,6%, dan All Nippon Airways Co naik 3%. [ast]

Pascalibur Panjang, Bursa AS Ditutup Mixed

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup mixed pada perdagangan Selasa (5/7). Investor cenderung wait and see, setelah pekan lalu bursa cenderung volatile. Volume perdagangan pun masih kecil.

Indeks Nasdaq ditutup positif hari ini didukung penguatan saham Netflix. Sementara Dow dan S&P 500 berakhir melemah. Sebelumnya S&P 500 naik 5,6% pekan lalu, setelah selama dua bulan cenderung turun. Tetapi perhatian terhadap pertumbuhan ekonomi dan masalah utang Amerika Serikat dapat mempengaruhi pasar.

Sementara itu, Moody's Investors Service menempatkan credit rating Portugal ke junk territory, dan risiko Portugal membutuhkan bailout sebelum mempengaruhi pasar modal. Hal itu membuat utang Eropa masih menjadi masalah meskipun investor berharap ada resolusi krisis fiskal Yunani.

Partner grup Stutland Volatility Luke Rahbari mengatakan, saham kembali turun dipengaruhi pemberitaan. Saham akan tertekan dalam jangka pendek. Karena setiap orang ingin keluar untuk menunggu kejelasan.

Indeks Dow Jones turun 12,90 poin atau 0,10% ke level 12.569,87. Indeks S&P 500 turun 1,79 poin atau 0,13% ke level 1.337,88. Indeks Nasdaq naik 9,74 poin atau 0,35% ke level 2.825,77.

Volume perdagangan saham hanya 6,04 miliar saham di bursa saham New York, bursa saham Amerika Serikat dan Nasdaq. Angka ini di bawah rata-rata harian sebesar 8,47 miliar saham.

Saham Netflix Inc naik ke level US$289,63. Saham ini sempat menyentuh level tertinggi US$291,23, setelah perseroan mengumumkan akan ekspansi online video service ke 43 negara di Amerika Latin dan Karibia.

Pesanan baru diterima oleh US factories dipengaruhi permintaan untuk peralatan transportasi dengan kenaikan 0,8%. Saham juga sedikit dipengaruhi oleh data pekan lalu.

Minyak mentah berjangka AS naik ke level US$96,89 per barel, setelah Barclays Capital menaikkan prediksi komoditas pada 2012. Hal ini menaikkan indeks energi S&P sekitar 0,5%. Marathon oil naik 3,4% ke level US$34,07. [ast]

BOW Saham Properti, Komoditas & Konsumer

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada Rabu (6/7) berpeluang menguat, meskipun terhambat sentimen pelambatan ekonomi global. Investor bisa BOW saham komodias, properti dan konsumer.

Nico Omer Jonckhere, analis Valbury Securities mengatakan, koreksi jangka pendek saat ini sudah berjalan. Terlihat dari hampir semua indeks global yang sudah berada dalam posisi overbought.

Namun, untuk jangka menengah panjang, sebenarnya IHSG masih berpeluang naik. “Karena Indonesia masih punya katalis lain yaitu kenaikan rating investasi,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, indeks Dow Jones memang masih di atas MA 200 hari, artinya masih bullish. Tapi indikator perlambatan ekonomi AS masih kuat, seperti data unemployment dan penjualan properti yang menurun. “Apalagi pertumbuhan ekonomi China juga melambat,” katanya.

Nico pun menambahkan, target akhir tahun IHSG adalah di level 4.200-4.500. Namun, hal ini mulai sulit karena perlambatan ekonomi AS dan China akan berdampak pada kinerja earning emiten Indonesia di kuartal dua, tiga dan empat, “Apalagi program-program stimulus fiskal dan moneter dihentikan,” ucapnya.

Di tengah situasi ini, Nico merekomendasikan investor untuk buy on weakness beberapa saham, seperti saham TB Bukit Asam (PTBA) dan London Sumatra (LSIP).

Menurutnya, harga komoditas jangka menengah panjang masih akan meningkat, seiring pelemahan dolar AS. Adapun likuiditas dolar masih tinggi, karena program quantitative easing jilid tiga akan dilanjutkan, menyusul perlambatan pertumbuhan ekonomi AS.

Saham properti Alam Sutra Realty (ASRI) juga disarankan karena perkembangan properti 10 tahun terakhir masih menarik, terkait permintaan yang tinggi. Sektor konsumer dan multifinance seperti Mayora Indah (MYOR) dan Clipan Finance Indonesia (CFIN) juga dinilai berprospek naik, “Hal ini karena daya beli masyarakat meningkat, seiring penguatan rupiah,” tutupnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (5/7) ditutup terkoreksi 29,39 poin (0,74%) ke level 3.924,12, dengan intraday terendah di 3.905,72 dan tertinggi di 3.958,11. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,38 miliar lembar saham, senilai Rp 6,519 triliun dan frekuensi 107.516 kali.

Sebanyak 93 saham naik, 123 saham turun, dan 99 saham stagnan. Kendati terkoreksi, asing masih mencatatkan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp80 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli mencapai Rp3,968 triliun dan transaksi jual sebesar Rp3,887 triliun. [ast]