Jumat, 15 Juli 2011

Inilah Menu Saham Pilihan Jumat (15/7)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan Jumat (15/7) diprediksi masih menguat menguji level resisten selanjutnya di 4.030.

Demikian dikutip dari hasil riset analis saham AMCapital, Andre Mahardika kemarin. IHSG diprediksi akan bergerak di kisaran 3.995-4.030. Secara teknikal IHSG masih potensi bullish mendekati resistence selanjutnya, dan secara teknikal IHSG masih konfirmasi bullish namun tipis dan masih spekulasi jangka pendek. "Saran saya sell saat sudah profit," katanya.

Dari Sthocastic, IHSG membentuk trend spekulasi bullish / bullish dalam teanan jual dan hanya sesaat saja. Dari DMI, IHSG mengkonfirmasi bullish dimana tekanan Beli pada IHSG meningkat dan tekanan jual sudah berkurang, masih ada potensi bullish di perdagangan selanjutnya. Sedangkan dari MACD, IHSG masih potensi bullish jangka pendek walapun terjadi koreksi.

Saham pilihan seperti saham MAIN yang masih berpotensi bullish dengan kisaran support 1.040,1.050 dan resisten di 1.090 dengan stop loss di 1.000. Dari DMI, saham MAIN telah menkonfirmasi bullish lanjutan dimana ADX telah golden cross dengan D- yang artinya ada indikasi bullish menuju harga resistence. namun sinyal ini belumdi dukung oleh tekanan jual yang kuat. dan menungu konfimasi perdagangan selanjutnya.

Saham BLTA, masih akan bullish terbatas dengan support di 280 dan resisten di 305 dengan stop loss di 275. Dari DMI, saham BLTA telah mengkonfirmasi bullish dengan alasan adanya tekanan Beli yang lebih besar dari tekanan jual. " Saya menyimpulkan bahwa saham BLTA saat ini dalam kondisi bullish terbatas hanya di 305 dan anda dapat melakukan aksi Beli di harga 285 dan jual di harga 300.. Selain Itu potensi bullish jangka menengah saham BLTA jika menembus 305 maka akan berpotensi menuju 315 - 330."

Sementara saham yang masih berpotensi bullish seperti saham MPPA. jika harga saham MPPA masih diatas 1270 , Dengan Potensi kenaikan masih di harga 1310. dan jika menembus diatas harga1310 saya sarankan lakukan aksi spekulasi jual di range harga, 1.310 - 1.350.

Saham EKAD, dengan saran hold saham EKAD jika masih diatas 560 , Dengan Potensi kenaikan Masih Harga 580 - 600. dan jika menembus diatas harga 600 lakuakan sepkulasi sell di harga 600 - 630.

Saham CSAP, hold Jika masih diatas 245 , dan lakukan spekulasi sell di harga 255 - 270. Saham ELTY, hold jika harga masih diatas 148 , dengan potensi kenaiakan Masih di harga 158. Jika ingin buy di harga 150 dan lakukan aksi jual di range 155 - 158. Lakukan stop loss di harga 146.

Saham ASRI Menjanjikan Hingga 10 Tahun

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Saham ASRI dinilai merupakan emiten yang sangat menjanjikan bagi investor. Sebab, secara fundamental emiten bakal melampaui target penjualan tahun ini. Dari sisi makro ekonomi pun mendukung.

Wakil Kepala Riset Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan, saham PT Alam Sutera Realty (ASRI) paling menarik saat ini di sektornya. Sebab, marketing sales-nya sudah di atas Rp1 triliun. Sedangkan target sales-nya untuk tahun ini hanya Rp1,7 triliun. Di sisi lain, pertumbuhan laba bersih emiten ini di atas 50% dan proyek ke depannya pun sangat banyak.

Apalagi, Price to Earnings Ratio (PER) saham ini masih relatif rendah di level 11-12 kali. Bandingkan dengan valuasi rata-rata industrinya yang sudah berada di level 20 kali. Karena itu, sudah seharusnya saham ini berada di atas Rp500. “Tapi, itu hanya soal waktu,” katanya singkat kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Kamis (14/7) saham ASRI ditutup menguat Rp20 (5,97%) ke level Rp355 dari level sebelumnya Rp335. Harga intraday tertingginya mencapai Rp355 dan terendah Rp335. Volume transaksi mencapai 154,9 juta unit saham senilai Rp53,4 miliar dan frekuensi 1.258 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah IHSG tembus 4.000, saham apa yang paling menarik di sektor properti?

Saham PT Alam Sutera Realty (ASRI) paling menarik saat ini di sektornya. Sebab, marketing sales-nya sudah di atas Rp1 triliun. Sedangkan target sales-nya untuk tahun ini hanya Rp1,7 triliun. Di sisi lain, pertumbuhan laba bersih emiten ini di atas 50% dan proyek ke depannya pun sangat banyak. Karena itu, saham ini masih sangat menjanjikan bahkan hingga lima tahun ke depan. Bahkan 10 tahun mendatang.

Level support dan resistance-nya?

Untuk jangka pendek, ASRI memiliki support di level Rp320 dan Rp365 sebagai level resistance-nya.

Apakah akhir pekan ini saham ASRI masih bertenaga naik?

Untuk jangka pendek, jika IHSG secara umum naik, saham ASRI masih bisa melanjutkan penguatan akhir pekan ini. Sebaliknya, jika indeks terkoreksi, ASRI pun berpeluang turun. Tapi, kalaupun saham ini turun, akan tipis. Sebab, secara valuasi pun masih murah.

Anda punya target di saham ini?

Saya menargetkan Rp405 saham ASRI hingga akhir 2011 dan pada 2012 sudah di atas Rp500 per saham. Apalagi, jika IHSG terus bullish, level Rp500 bisa dicapai awal tahun depan. Sebab, Price to Earnings Ratio (PER) masih relatif rendah di level 11-12 kali. Lihat saja, dibandingkan valuasi rata-rata industri di level 20 kali. Karena itu, sudah seharusnya saham ini berada di atas Rp500. Tapi, itu hanya soal waktu.

Memang, dilihat dari valuasi, PT Intiland Development (DILD) lebih murah di level 9-10 kali dibandingkan ASRI. Tapi, secara fundamental, saham ASRI jauh lebih menarik. Jadi, di sektor properti, saham ASRI paling menarik.

Saham lain yakni PT Summarecon Agung (SMRA) dan PT Bumi Serpong Damai (BSDE) secara fundamental memang sangat positif. Tapi, valuasi SMRA dan BSDE sudah relatif mahal di level 20 kali.

Ada faktor lain yang bisa mendukung penguatan saham ASRI lebih jauh?

Dilihat dari sudut pandang makro ekonomi pun, saham ASRI sangat positif untuk 5 tahun bahkan 10 tahun ke depan. Sebab, populasi masyarakat usia muda semakin meningkat sehingga demand properti sangat tinggi dan suku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) juga semakin terjangkau.

Bagaimana strategi trading di saham ini?

Bagi trader saya rekomendasikan buy saham ASRI dan bagi investor jangka panjang buy on weakness.

Pernyataan The Fed membuat Wall Street berguguran

Pernyataan The Fed membuat Wall Street berguguran
JAKARTA. Bursa Wall Street kembali berguguran pada penutupan perdagangan Kamis (14/7). Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok 54,49 poin atau minus 0,44% ke 12.437,12. Indeks teknologi Nasdaq turun 34,25 poin atau 1,22% ke 2.762,67 dan S&P 500 indeks turun 8,85 atau 0,67% ke 1.308,87.

Pasar bereaksi negatif terhadap pernyataan The Fed tentang bahaya dalam proses fiskal AS akibat belum adanya titik temu kenaikan limit utang dari level saat ini US$ 14,3 triliun. The Fed memberi sinyal kemungkinan Quantitative Easing ke-3 jika data-data ekonomi AS lemah.

Selain itu, alotnya pembahasan batas utang bisa mendekatkan AS pada bahaya default seperti yang terjadi pada Yunani. Fitch Rating pun juga menyatakan AS juga terancam tergiring ke wilayah selective default.

Namun, laporan ritel AS pada Juni serta kenaikan suku bunga China meningkatkan adanya spekulasi pengetatan pasar akan berakhir.

Komentar Bernanke Bikin Wall Street Negatif

New York - Saham-saham di bursa Wall Street kembali bergerak ke teritori negatif dipicu kekhawatiran seputar potensi gagal bayar utang AS dan komentar Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke soal kemungkinan stimulus lanjutan.

Bernanke dalam pernyataannya di depan Kongres AS hari kedua memutarbalikkan pernyataan sebelumnya soal kemungkinan pengucuran stimulus tahap ketiga. Bernanke mengatakan Bank Sentral As kemungkinan siap untuk menginjeksikan dana lagi jika perekonomian AS memburuk, namun ia menegaskan waktunya belum akan datang.

Harapan pasar akan hadirnya katalis dari pengucuran stimulus itupun langsung memudar. Padahal komentar Bernanke sebelumnya soal kemungkinan stimulus telah berhasil mengangkat pasar.

Selein itu, Bernanke juga mengingatkan soal kemungkinan gagal bayar yang bisa mengganggu perekonomian AS. Komentar Bernanke itu muncul sehari setelah Moody's mengeluarkan ancaman akan menurunkan peringkat AS karena meningkatnya kemungkinan AS tidak akan menaikkan batas utangnya hingga tepat waktu untuk menghindari gagal bayar.

"Anda melihat dorongan dan tarikan, dengan pendapatan terus berlanjut menguat di tingkat mikro, namun isu-isu yang berisiko seperti pernyataan Bernanke dan utang global berada di sisi lain," ujar Wayne Lin, manajer dari Legg Mason Inc, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/7/2011).

Pada perdagangan Kamis (14/7/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah 54,49 poin (0,44%) ke level 12.437,12. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 8,85 poin (0,67%) ke level 1.308,87 dan Nasdaq melemah 34,25 poin (1,22%) ke level 2.762,67.

Saham JPMorgan & Co tercatat menguat hingga 1,8% setelah melaporkan laba yang melebihi ekspektasi berkat menghapuskan sejumlah utang hipotek dan kartu kredit yang macet. Hanya Indeks Finansial S&P yang kemarin ditutup menguat.

Sementara saham-saham teknologi kemarin mencatat penurunan terbesar. Saham Merrill Lynch Semiconductor HOLDRS Trust tercatat turun hingga 1,3%.

Perdagangan berjalan moderat, dengan volume transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,44 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang sebesar 8,47 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Kamis, 14 Juli 2011

ELSA minta ketegasan BI soal dananya yang raib di Bank Mega

ELSA minta ketegasan BI soal dananya yang raib di Bank Mega
JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA) mendesak Bank Indonesia (BI) menetapkan PT Bank Mega Tbk (MEGA) bersalah dalam kasus raibnya dana ELSA sebesar Rp 111 miliar di Bank Mega Cabang Jababeka. Dengan begitu, escrow account senilai dana yang raib tersebut bisa dicairkan.

"Kami ingin uang kami dikembalikan," ujar Vice President Legal ELSA Imansyah Syamsoeddin, Kamis (14/7).

ELSA juga mempertanyakan keotentikan dokumen-dokumen yang dilampirkan Bank Mega terkait kasus tersebut. Pasalnya, berdasarkan laboratorium forensik Polda Metro Jaya terdapat beberapa dokumen yang dinyatakan non identik atau tidak sesuai dengan aslinya (palsu).

Dokumen tersebut adalah 18 tanda tangan mantan Direktur Utama ELSA Eteng A Salam, 15 tanda tangan Direktur Keuangan ELSA Santun Nainggolan, 4 tanda tangan mantan Direktur Keuangan ELSA Wiwiek Widyastuti, dan 4 blanko advis Deposito Berjangka Bank Mega.

"Fit and proper test terhadap manajemen Bank Mega juga harus dilakukan secepatnya supaya bisa dibuktikan ada tidaknya kesalahan manajemen," papar Imansyah.

Sekedar mengingatkan, Rapat Dewan Gubernur BI pada 23 Mei 2011 salah satunya menginstruksikan dilakukannya fit & proper test terhadap manajemen dan pejabat eksekutif Bank Mega. Terkait kasus Mega-Elsa, BI telah mengenakan sanksi berupa menghentikan penambahan nasabah Deposit on Call (DoC) baru dan perpanjangan DoC lama, termasuk produk sejenis seperti Negotiable Certificate of Deposito (NCD) selama setahun. Juga menghentikan pembukuan jaringan kantor baru selama setahun sejak 24 Mei 2011.

ELSA Harapkan Ketegasan BI Soal 'Escrow Account'

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Elnusa Tbk (ELSA) mengharapkan Bank Indonesia (BI) dapat mengubah keputusan escrow account menjadi pengganti dana nasabah tanpa harus menunggu proses hukum.

Hal itu disampaikan VP Legal PT Elnusa Tbk, Imansyah Syamsoeddin, Kamis (14/7). "Kita meminta ketegasan agar Bank Indonesia mengubah keputusannya agar escrow account menjadi pengganti dana nasabah harus tanpa harus menunggu proses hukum," ujar Imansyah.

Imansyah mengharapkan dana milik Elnusa dapat kembalikan. Pihaknya pun menilai dokumen Bank Mega palsu. Dengan adanya pergantian manajemen di Bank Mega pun menunjukkan Bank Mega bersalah.

Selain itu, Imansyah mengakui memang kasus Bank Mega dengan Elnusa tidak terlalu mempengaruhi operasional perseroan. Hal ini dikarenakan perseroan mendapatkan kontrak panjang. "Meski tidak terganggu tetapi tidak maksimum," tutur Imansyah.

Sebelumnya, Elnusa kehilangan dana sebesar Rp111 miliar yang ditempatkan di Bank Mega KCP Bekasi-Jababeka di Cikarang. Dana tersebut ditempatkan dalam bentuk deposito berjangka. Elnusa mengklaim pihaknya memiliki bukti-bukti sah atas penempatan deposito berjangka itu. [hid]

Utang AS Berbahaya, Keyakinan Investor Luntur

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Rupiah kembali menguat setelah IHSG bertahan di teritori positif. Pernyataan The Fed tentang bahaya dalam proses fiskal AS akibat alotnya kenaikan limit utang menjadi salah satu katalisnya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, penguatan rupiah hari ini dipicu testimoni Gubernur The Fed Ben Bernanke Rabu (14/7) di hadapan Kongres dan Senat AS yang menjadi tekanan bagi dolar AS. Bernanke menyatakan kemungkinan pelonggaran kuantitatif atau Quantitative Easing (QE) tahap ketiga, jika data-data ekonomi AS lemah.

Menurut Christian, pasar melihat peluang QE ketiga sangat besar. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terkuatnya 8.523 dan terelemahnya 8.537 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (14/7).

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (14/7) ditutup menguat 14 poin (0,16%) ke level 8.530/8.540 per dolar AS dari posisi kemarin 8.544/8.554.

Di sisi lain, lanjutnya, Bernanke juga menyatakan, adanya bahaya dalam proses fiskal Amerika Serikat jika pemerintah dan Kongres tidak mencapai kata sepakat terkait kenaikan batas atas limit utang AS dari level saat ini US$14,3 triliun. "Deadline-nya sudah dekat pada 2 Agustus 2011 yang ditentukan oleh lembaga pemeringkat utang," papar Christian.

Karena itu, tandas Christian, keyakinan investor akan kembali luntur, seperti yang terjadi pada Yunani di Eropa akibat terlampauinya batas utangnya sejak lama. Lunturnya kepercayaan terhadap obligasi Yunani membawa negeri Para Dewa itu pada bahaya default (gagal bayar). "AS juga terancam selective default seperti dinyatakan Fitch Rating," imbuhnya.

Setelah komentar Bernanke itu, lanjutnya, pagi tadi, Moody's Investor Service menempatkan obligasi AS dalam review untuk posisi downgrade. "Ini review terakhir sejak awal Juli rating obligasi AS tidak mengalami kemajuan," paparnya.

Alhasil, dolar AS melemah tajam terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Lihat saja, indeks dolar AS turun 0,47% ke level 75,20. "Terhadap euro, dolar AS melemah ke level US$1,4238 dari level sebelumnya US$1,4170 per euro," imbuh Christian.

Dari bursa saham, pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) sebesar 16,79 poin (0,42%) ke level 3.997,635 dipicu positifnya pergerakan bursa AS tadi malam mekipun terbatas. Tapi, pergerakan indeks domestik hari ini tipis sehingga tidak berhasil tembus level 4.000.

Sebab, lanjut Willy, pasar sedang mencari pola pergerakan market setelah tembus 4.000 sebelumnya sehingga lajunya cenderung konsolidasi. Di sisi lain, lanjutnya, pasar juga masih khawatir atas kondisi utang AS setelah Presiden Barack Obama walk out pada pertemuan dengan Kongres AS yang membahas kenaikan batas atas utang negara adidaya itu.

Alhasil, imbuhnya, pasar domestik menanti respon Wall Street nanti malam. Tapi, ditegaskan Willy, bursa Indonesia pada dasarnya sangat perkasa. “Buktinya, untuk pertama kalinya IHSG berhasil meninggalkan bursa Perancis sebesar 164 poin dan sudah lama meninggalkan bursa Singapura, Strait Times Index (STI) lebih dari 900 poin,” imbuhnya. [mdr]

Penuhi Kebutuhan, GIAA Kontrak Pilot Asing

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memutuskan untuk mengoperasikan pesawat baru perseroan mempekerjakan pilot dengan sistem kontrak, termasuk merekrut pilot asing.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Kamis (14/7). Untuk pilot asing yang dikontrak pembayarannya berupa paket yang sudah termasuk production allowance dan benefit lainnya. Sedangkan pilot yang berstatus karyawan tetap, selain penghasilan tetap, perseroan juga memberikan berbagai benefit.

Fasilitas itu antara lain asuransi kesehatan, uang masa kerja, uang pensiun, insentif dan benefit lainnya.Untuk sistem total reward bagi pilot yang berstatus karyawan tetap, perseroan telah melakukan penyesuaian dengan harga pasar (close to market) berdasarkan pada kinerja yang bersangkutan dan kemampuan perusahaan.

Pilot asing dipekerjakan karena perseroan mendatangkan pesawat baru Boeing seri B737 Next Generation dan Airbus seri A330 Generasi Baru dengan jumlah cukup signifikan. Jadi untuk memenuhi kebutuhan pilot dan menunjang kelangsungan dan kelancaran operasional dan juga promosi di internal pilot sehubungan dengan adanya penambahan pesawat baru perseroan juga mempersiapkan pilot karyawan tetap untuk training.

Selain itu perseroan juga tengah merekrut pilot baru dari sekolah penerbangan seperti PLP Curug, Jawa Barat dan Bali International Flights Academy. Pilot baru ini masih memerlukan pendidikan lanjutan. Di samping melakukan pengrekrutan, perseroan juga melakukan promosi internal baik berupa captaincy (FO menjadi captain) maupun promosi dari pilot norrow body menjadi pilot wide body guna dapat dukungan operasi dari pesawat-pesawat baru tersebut.

Inilah Daftar 'Top Foreign Buy' Kamis (14/7)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham ASRI hari ini terbanyak dibeli investor asing mencapai 86,5 juta saham dari volume perdagangan 154,9 juta saham dengan total transaksi Rp53,4 miliar.

Demikian dikutip dari data BEI, Kamis (14/7). IHSG ditutup naik 0,42% ke level 3.997,64, ditopang saham industri dan properti. Volume perdagangan tercatat mencapai 4,29 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,19 triliun. Asing terpantau tetap berada di pasar dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp39,86 miliar.

Urutan kedua saham BMRI mencapai 26,8 juta saham dari volume perdagangan 27,4 juta saham dengan total transaksi senilai Rp212,2 miliar. Urutan ketiga saham ELTY mencapai 17,8 juta saham dari volume perdagangan 399,04 juta saham dengan total transaksi senilai Rp59,8 miliar. Urutan keempat saham CTRA mencapai 7,8 juta saham dari volume perdagangan 24,6 juta saham dengan total transaksi senilai Rp11,8 miliar.

Urutan kelima saham ADRO mencapai 7,3 juta saham dari volume perdagangan 31,3 juta saham dengan total transaksi senilai Rp78,6 miliar. Urutan keenam saham INDF mencapai 6,1 juta saham dari volume perdagangan 13,1 juta saham dengan total transaksi senilai Rp77,5 miliar. Urutan ketujuh saham DOID mencapai 5,9 juta saham dari volume perdagangan 712,3 juta saham dengan total transaksi senilai Rp12,9 miliar.

Urutan kedelapan saham BBTN mencapai 5,4 juta saham dari volume perdagangan 11,6 juta saham dengan total transaksi senilai Rp20,6 miliar. Urutan kesembilan saham SSIA mencapai 54,2 juta saham dari volume perdagangan 41,6 juta saham dengan nilai transaksi Rp14,4 miliar. Urutan kesepuluh saham WIKA mencapai 3,3 juta saham dari volume perdagangan 4,9 juta saham dengan nilai transaksi Rp3,3 miliar.

Dana Mahal Naik, SBDK MEGA Ikut Naik

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Mega Tbk mengungkapkan, terjadi kenaikan suku bunga dasar kredit yang dipicu oleh adanya peningkatan dana mahal (deposito).

"Itu naik sedikit karena cost of fund (biaya dana) naik, itu saja. Kalau tadinya banyak saving atau casa (current account and saving account/giro dan tabungan) terus sekarang depositonya kan naik," ujar Direktur Utama Bank Mega, J.B. Kendarto di Jakarta, Kamis (14/7).

Ia melanjutkan, posisi deposito Bank Mega saat ini naik dari sebelumnya sebesar 45% dari DPK menjadi 52%. Sementara sisanya berupa dana murah turun dari 55% menjadi 48%. "Kemarin kan 45-55 sekarang 52-48 jadi kan naik dikit. Semester satu itu DPK Rp39 triliun (unaudit)," ujarnya.

Kendati demikian, ia menegaskan, tidak ada kenaikan suku bunga deposito pada perseroan yang dipimpinnya yaitu tetap berada pada level 7,25%. "Kita bunga deposito ngga naik, karena kita kan bank yang ikut perjanjian 15 bank besar yang nggak boleh naikin," tuturnya.

Sebagai informasi, berdasar informasi yang dikutip dari situs resmi Bank Mega, posisi SBDK korporasi adalah sebesar 11,75%, ritel sebesar 17,75%, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dipatok 12,5%, dan non KPR sebesar 12,75%.

Hingga akhir semester I-2011, perseroan telah menyalurkan kredit sebesar Rp31 triliun. Data ini belum melalui proses audit (unauditted). "Sampai akhir semester satu 2011, Bank Mega mencatat kucuran kredit mencapai Rp31 triliun, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan posisi semester satu 2010," pungkasnya. [hid]

Inilah Daftar 'Top Foreign Sell' Kamis (14/7)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham KIJA hari ini terbanyak dijual investor asing mencapai 30,04 juta saham dari volume perdagangan 190,4 juta saham dengan total transaksi Rp31,1 miliar.

Demikian dikutip dari data BEI, Kamis (14/7). IHSG ditutup naik 0,42% ke level 3.997,64, ditopang saham industri dan properti. Volume perdagangan tercatat mencapai 4,29 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,19 triliun. Asing terpantau tetap berada di pasar dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp39,86 miliar.

Urutan kedua saham LPKR mencapai 27,5 juta saham dari volume perdagangan 126,6 juta saham dengan total transaksi senilai Rp82,9 miliar. Urutan ketiga saham SIMP mencapai 16,2 juta saham dari volume perdagangan 11,9 juta saham dengan total transaksi senilai Rp14,4 miliar. Urutan keempat saham BBRI mencapai 12,6 juta saham dari volume perdagangan 14,4 juta saham dengan total transaksi senilai Rp97,3 miliar.

Urutan kelima saham JAWA mencapai 11,3 juta saham dari volume perdagangan 15,3 juta saham dengan total transaksi senilai Rp6,6 miliar. Urutan keenam saham ENRG mencapai 10,2 juta saham dari volume perdagangan 54,4 juta saham dengan total transaksi senilai Rp11,04 miliar. Urutan ketujuh saham BBKP mencapai 8,7 juta saham dari volume perdagangan 76,01 juta saham dengan total transaksi senilai Rp55,1 miliar.

Urutan kedelapan saham BUMI mencapai 5,5 juta saham dari volume perdagangan 29,3 juta saham dengan total transaksi senilai Rp86,4 miliar. Urutan kesembilan saham ADHI mencapai 5,3 juta saham dari volume perdagangan 7,08 juta saham dengan nilai transaksi Rp5,2 miliar. Urutan kesepuluh saham TLKM mencapai 4,3 juta saham dari volume perdagangan 14,9 juta saham dengan nilai transaksi Rp104,5 miliar.

Hingga sesi kedua, asing paling getol mengoleksi BMRI, ASII dan BBCA

Hingga sesi kedua, asing paling getol mengoleksi BMRI, ASII dan BBCA
JAKARTA. Mayoritas asing paling banyak memburu saham-saham bluechips, pada hari ini. Aksi beli tersebut berhasil menopang otot Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sore ini.

Tiga bluechips yang paling diminati sepanjang perdagangan hari ini, yaitu Bank Mandiri Tbk (BMRI), Astra International Tbk (ASII), dan Bank Central Asia Tbk (BBCA). Tak heran, BMRI berhasil melaju 2,63%, sementara ASII naik 1,40%, dan BBCA menguat 0,63%.

Data Bloomberg menunjukkan, broker asing mendominasi pembelian saham BMRI. Deutsche Securities Indonesia paling banyak mengoleksi saham ini dengan nilai pembelian mencapai Rp 160,02 miliar. Di urutan kedua, UBS Securities Indonesia dengan pembelian Rp 104,76 miliar, dan Macquarie Capital Securities Indonesia di urutan ketiga dengan jumlah Rp 31,01 miliar.

Sedangkan, CIMB Securities Indonesia paling banyak memboyong saham ASII, yaitu mencapai Rp 46,05 miliar. Diikuti, Bahana Securities sejumlah Rp 33,57 miliar, dan Deutsche Securities Indonesia sebesar Rp 26,30 miliar.

Adapun, tiga broker terbanyak pengoleksi saham BBCA, yaitu DBS Vickers Securities Indonesia senilai Rp 25,75 miliar, UBS Securities Indonesia sejumlah Rp 12,26 miliar, dan Credit Suisse Securities Indonesia mencapai Rp 12,22 miliar.

Saham BBKP Teraktif Diperdagangkan Kamis (14/7)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Bank Bukopin Tbk (BBKP) teraktif diperdagangkan pada hari ini dengan transaksi mencapai 6.295 kali senilai Rp55,1 miliar dengan volume 75,01 juta saham.

Demikian dikutip dari data BEI, Kamis (14/7). IHSG ditutup naik 0,42% ke level 3.997,64, ditopang saham industri dan properti. Volume perdagangan tercatat mencapai 4,29 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,19 triliun. Asing terpantau tetap berada di pasar dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp39,86 miliar.

Urutan kedua saham TIFA dengan transaksi sebanyak 5.317 kali senilai Rp12,8 miliar dengan volume perdagangan mencapai 38,5 juta saham. Urutan ketiga saham STAR dengan transaksi sebanyak 4.194 kali senilai Rp29,3 miliar dengan volume perdagangan mencapai 213,5 juta saham. Urutan keempat saham DEWA dengan transaksi sebanyak 3.483 kali senilai Rp89,5 miliar dengan volume perdagangan mencapai 786,1 juta saham.

Urutan kelima saham ADMG dengan transaksi sebanyak3.328 kali senilai Rp124,6 miliar dengan volume perdagangan mencapai 155,7 juta saham. Urutan keenam saham POLY dengan transaksi 2.897 kali senilai Rp49,5 miliar dengan volume perdagangan 106,1 juta saham. Urutan ketujuh saham SHID dengan transaksi sebanyak 2.674 kali senilai Rp15,8 miliar dengan volume perdagangan mencapai 23,7 juta saham.

Urutan kedelapan saham BISI dengan transaksi sebanyak 2.458 kali senilai Rp44,9 miliar dengan volume perdagangan mencapai 29,6 juta saham. Urutan kesembilan saham EKAD dengan transaksi sebanyak 2.309 kali senilai Rp19,2 miliar dengan volume perdagangan mencapai 34,05 juta saham. Urutan kesepuluh saham ELTY dengan transaksi sebanyak 2.139 kali senilai Rp59,8 miliar dengan volume perdagangan mencapai 399,04 juta saham.

AS Ribut Utang, Bursa Asia Keok

Headline
INILAH.COM, Sydney – Masalah utang Amerika Serikat (AS) terus berpengaruh di bursa Asia. Melanjutkan koreksi tiga hari, pelemahan masih berlanjut Kamis (15/7).

Indeks Komposit Morgan Stanley (MSCI) Asia Pasifik (APAC) turun 0,3% ke 135,66 setelah Bank Sentral AS The Federal Reserve menyatakan akan menyuntikkan stimulus bila memang diperlukan. Sebanyak dua saham turun untuk satu yang naik.

Pekan lalu, MSCI APAC rally selama tiga pekan setelah pemimpin Uni Eropa (UE) mengusulkan pengalihan utang untuk mencegah Yunani bangkrut. Laporan ritel AS pada Juni serta kenaikan suku bungan China meningkatkan adanya spekulasi pengetatan pasar akan berakhir.

Indeks Nikkei di Jepang melemah 0,3%, bursa Kospi di Korea Selatan dan Australia masing-masing turun 0,8%. Pasar saham Selandia Baru merosot 0,4% meski laporan menunjukkan kenaikan perekonomian tahun ini lebih cepat.

Per hari ini, bursa Asia melemah selama tiga hari berturut-turut. Hal ini terjadi setelah lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service sedang melakukan review untuk menurunkan peringkat utang Amerika. Ini melukai pemulihan ekonomi global, terutama bagi eksportir.

Tim Schroeders dari Pengana Capital Ltd. berpendapat, investor amat berhati-hati dalam perdagangan karena peringkat utang Amerika itu. Sebab, ada kemungkinan terjadi resesi bagian kedua. “Langkah Moody’s merupakan peringatan bagi Amerika terkait keputusan batas utang negara.”

Mata uang Jepang, yen, menguat terhadap dolar AS dan menyebabkan berkurangnya pendapatan eksportir. Saham pabrikan elektronik Sony pun langsung turun 0,9%. Juga Samsung Electronics Co., yang seperlima pendapatannya dari AS, turun 2,1%.

Peritel fesyen global yang seperempat pemasukannya dari AS, Esprit Holdings Ltd., merosot 4,4%. Kemudian jaringan departement store terbesar Australia, David Jones Ltd., anjlok 18% setelah menurunkan prediksi laba dan penjualannya.

Jaringan department store terbesar Australia berdasarkan penjualannya, Myer Holdings Ltd., merosot 6,8%. Peritel furniture dan elektronik terbesar negara itu, Harvey Norman Holdings Ltd., juga melemah 4,6%.

Produsen emas mengeruk keuntungan di perdagangan hari ini. Harga komoditas tersebut menyentuh rekor tertingginya setelah pengumuman Moody’s dan pernyataan The Fed mengenai tambahan stimulus untuk perekonomian AS.

Korea Zinc Co. yang produsen emas dan perak terbesar Korea Selatan, melonjak 5,8%. Produsen emas terbesar Australia, Newcrest Mining Ltd., naik 2,3%. MSCI APAC turun 1,2% year-to-date dan PER berada pada 13,6 kali. [ast]

Quantitative Easing AS Dongkrak Rupiah 14 Poin

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (14/7) ditutup menguat 14 poin (0,16%) ke level 8.530/8.540 per dolar AS dari posisi kemarin 8.544/8.554.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, penguatan rupiah hari ini dipicu oleh testimoni Gubernur The Fed Ben Bernanke Rabu (14/7) di hadapan Kongres dan Senat AS yang jadi tekanan bagi dolar AS. Bernanke menyatakan kemungkinan pelonggaran kuantitatif atau Quantitative Easing (QE) tahap ketiga, jika data-data ekonomi AS lemah.

Menurut Christian, pasar melihat peluang QE ketiga sangat besar. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terkuatnya 8.523 dan terelemahnya 8.537 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (14/7).

Di sisi lain, lanjutnya, Bernanke juga menyatakan, adanya bahaya dalam proses fiskal Amerika Serikat jika pemerintah dan Kongres AS tidak mencapai kata sepakat terkait kenaikan batas atas limit utang AS dari level saat ini US$14,3 triliun. "Deadline-nya sudah dekat pada 2 Agustus 2011 yang ditentukan oleh lembaga pemeringat utang," papar Christian.

Karena itu, ditegaskan Christian, keyakinan investor akan kembali luntur, seperti yang terjadi pada Yunani di Eropa akibat terlampauinya batas utangnya sejak lama. Lunturnya kepercayaan terhadap obligasi Yunani memabawa negeri Para Dewa itu pada bahaya default (gagal bayar). "AS juga terancam selective default seperti dinyatakan Fitch Rating," imbuhnya.

Setelah komentar Bernanke itu, lanjutnya, pagi tadi, Moody's Investor Service menempatkan obligasi AS dalam review untuk posisi downgrade. "Ini review terakhir sejak awal Juli rating obligasi AS tidak mengalami kemajuan," paparnya.

Alhasil, dolar AS melelmah tajam terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Lihat saja, indeks dolar AS turun 0,47% ke level 75,20. "Terhadap euro, dolar AS melemah ke level US$1,4238 dari level sebelumnya US$1,4170 per euro," imbuh Christian.

Rencana Rights Issue, Bank Danamon Lapor Bapepam

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) telah melapor kepada Bapepam untuk rencana penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau rights issue untuk menambah permodalan.

Dengan rencana tersebut, Danamon telah menyampaikan rencana penerbitan HMETD ke Bapepam-LK dan Bursa Efek Indonesia. Danamon akan mengumumkan informasi yang lebih rinci mengenai Penawaran Umum Terbatas kepada para pemegang saham setelah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran ke BAPEPAM-LK dalam beberapa minggu ke depan.

“Dalam pelaksanaan rencana Penawaran Umum Terbatas ini, kami telah menunjuk Citi dan Deutsche Bank sebagai Pembeli Siaga (Standby Purchasers) dan PT Danareksa Sekuritas sebagai Penyelenggara (Arranger),” kata Vera Eve Lim, Chief Financial Officer Danamon.

Direktur Utama Danamon, Henry Ho menegaskan modal yang dihimpun akan memungkinkan Danamon untuk meningkatkan pangsa pasar. Pihaknya percaya akan potensi ekonomi dan sektor perbankan di Indonesia.

"Oleh karenanya, kami melakukan Rights Issue untuk memperkuat posisi permodalan Danamon dan mendukung percepatan ekspansi kami dalam lingkungan operasional yang kondusif saat ini,” jelasnya yang dikutip dari keterangan resmi, Kamis (14/7).

Pada tanggal 31 Maret 2011, permodalan Danamon berada pada posisi yang kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) terkonsolidasi dan stand alone masing-masing sebesar 14,7% dan 12,1%, jauh diatas rasio minimum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 8%.

Rights Issue ini akan memperkuat posisi permodalan Danamon. Diantaranya untuk mendukung upaya meningkatkan pertumbuhan kredit dan pangsa pasarnya. [hid]

Bank Mega Salurkan Kredit Rp31 T Medio 2011

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Mega Tbk (MEGA) telah menyalurkan kredit sekitar Rp31 triliun sepanjang semester I 2011 (unauditted).

Angka ini naik 20% dibanding periode yang sama tahun lalu. "Kredit Rp31 trilliun, itu tumbuh 20 persen dari tahun lalu, year on year ya," ujar Direktur Utama Bank Mega JB Kendarto di kantor Bank Mega Wilayah Jakarta I Cikini Jakarta Pusat, Kamis (14/7).

Sementara untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), lanjut Kendarto, pada semester I-2011 tercatat mencapai Rp39 triliun (unauditted) atau naik 20% dari semester I-2010. Dan untuk rasio kecukupan modal (CAR) berada pada posisi 12%.

Saat ini Bank Mega baru memiliki 2 kantor wilayah yang berfungsi mengkoordinasi kantor-kantor cabang lainnya. "Kantor wilayah ini tidak cukup hanya 2, mungkin 3-4 kantor wilayah dan kita sedang persiapkan kantor wilayah 3 dan pengawasannya kita akan bagi sesuai perkembangan bisnis," ujarnya.

Sebagai informasi, Bank Mega telah memiliki 52 kantor cabang yang terdiri dari 15 kantor cabang penuh dan 37 kantor cabang pembantu. [cms]

Delapan sektor reli, IHSG mendarat di zona hijau sore ini

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mendarat di zona hijau setelah naik 0,42% ke level 3.997,635, pada penutupan perdagangan sore ini.

Reli delapan sektor menopang otot indeks. Sektor aneka industri memimpin dengan naik 1,35%. Disusul, sektor konstruksi yang menguat 1,01%, juga sektor keuangan yang maju 0,86%. Sedangkan, dua sektor yang masih tertekan, yaitu pertambangan yang jatuh 0,46%, dan sektor perkebunan yang turun 0,28%.

Hingga sesi kedua berakhir, sebanyak 127 saham berhasil naik, berbanding 84 saham yang melemah. Sementara, 102 saham lainnya masih stagnan.

Perdagangan hari diramaikan transaksi 5,977 miliar saham, dengan nilai perdagangan mencapai Rp 4,029 triliun.

Saham Mandala Multifinance Tbk (MFIN) yang meroket 23,71% ke Rp 1.200 menjadi pemuncak top gainers, sore ini. Diikuti, Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) yang melejit 21,95% ke Rp 250, dan Hero Supermarket Tbk (HERO) yang reli 18,87% ke Rp 6.300.

Adapun, saham penghuni top losers yaitu, Yulie Sekurindo Tbk (YULE) yang tumbang 28,21% ke Rp 56. Selanjutnya, Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) yang anjlok 13,95% ke Rp 111, dan Indo Kordsa Tbk (BRAM) yang terbenam 10,64% ke Rp 2.100.

IHSG Masih Bertahan di Zona Positif

INILAH.COM, Jakarta – IHSG berhasil ditutup di teritori positif. Membaiknya sentimen eksternal menjadi pemicunya, kendati saham sektor komoditas tambang dan perkebunan masih membebani.

Pada perdagangan Kamis (14/7), Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 16,790 poin (0,42%) ke level 3.997,635, dengan intraday tertinggi di 3.997,95 dan terendah di 3.975,86. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang naik 2,831 poin (0,40%) ke level 707,682.

Indeks hampir sepanjang perdagangan bergerak di teritori positif. Dibuka menguat 0,22% ke level 3.989, indeks pada sesi siang bertengger di angka 3.987. Namun, di sesi dua, indeks sempat tertekan, sebelum akhirnya kembali naik dan ditutup di angka 3.997.

Seorang pengamat pasar modal dari sekuritas lokal mengatakan, IHSG hari ini berhasil menguat, didukung membaiknya sentimen global dan regional. “Optimisme di pasar kembali muncul dan mendorong aksi beli investor,“katanya.

Bursa AS ditutup menguat, menyusul pernyataan gubernur The Fed yang menyatakan siap memberikan stimulus moneter, jika diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi AS. Selain rilis data pertumbuhan ekonomi China kuartal dua 2011 di atas estimasi, yang meredam kekhawatiran krisis utang Eropa.

Sentimen positif lain berasal dari naiknya harga komoditas, dimana harga minyak naik ke US$98,1 per barel, diikuti harga logam dunia seperti nikel yang naik 1,4% dan timah 0,9%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar3.181 miliar lembar saham, senilai Rp 4.028 triliun dan frekuensi 118.352 kali. Sebanyak 134 saham naik, 93 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Penguatan IHSG didukung aliran dana asing yang masuk, dimana nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) tercatat sebesar Rp39 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli sebesar Rp1,345 triliun dan transaksi jual sebesar Rp1,305 triliun.

Beberapa indeks yang menguat antara lain adalah Hero Supermarket (HERO) naik Rp 1.000 ke Rp 6.300, Astra International (ASII) naik Rp 950 ke Rp 68.950, Goodyear (GDYR) naik Rp 700 ke Rp 11.200, dan BFI Finance (BFIN) naik Rp 650 ke Rp 6.250.

Sedangkan emiten-emiten lain yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 51.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 22.800, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 250 ke Rp 2.100, dan Bayan (BYAN) turun Rp 250 ke Rp 23.500.

Bursa regional Asia didominasi kenaikan, dimana indeks Komposit Shanghai menguat 14,97 poin (0,54%) ke level 2.810,44, indeks Hang Seng naik 13,32 poin (0,06%) ke level 21.940,20, indeks Straits Times naik 0,07% ke level 3.090,46 dan indeks Kospi di Seoul naik 0,02% ke 2.130,07. Hanya indeks Nikkei 225 yang melemah 27,02 poin (0,27%) ke level 9.936,12. [mdr]

IHSG Ditutup Positif Dekati Level 4.000

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Kamis (14/7) ditutup naik 0,42% ke level 3.997,64, ditopang saham industri dan properti.

Saham industri tercatat naik 1,34%, sementara saham properti naik 1,01%. Penguatan Dow semalam juga ikut menopang IHSG hari ini.

Di Asia, Shang Hai naik 0,54%, Hang Seng naik 0,06%, KLSE turun 0,12%, Nikkei turun 0,27%, STI naik 0,07%, dan Seoul turun 0,02%.

Sebanyak 135 saham tercatat naik, 93 saham turun, dan 107 saham stagnan. Indeks LQ45 naik 0,06% ke level 705,33, sedang JII naik 0,15% ke level 549,17. Volume perdagangan tercatat mencapai 4,29 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,19 triliun.

Asing terpantau tetap berada di pasar dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp39,86 miliar.

Saham-saham yang menopang kenaikan adalah HERO yang naik 18,86%, ASII naik 1,39%, GDYR naik 6,66%%, BFIN naik 11,6%, CTBN naik 18,18%, dan MYOR naik 3,2%.