Selasa, 23 Agustus 2011

Pidato pemerintah turut mempengaruhi pasar SUN pekan lalu

Pidato pemerintah turut mempengaruhi pasar SUN pekan lalu
JAKARTA. Pasar Surat Utang Negara (SUN) Indonesia tampak bergairah pekan lalu. Selain diakibatkan oleh kembali masuknya investor asing, ada pula beberapa faktor lain yang mempengaruhi hal itu.

Menurut Tumpal Sihombing, Corporate Secretary Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), pergerakan pasar SUN pekan kemarin juga dipengaruhi oleh pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seputar pengantar nota keuangan dan (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) RAPBN 2012.

Menurut Tumpal, hal yang patut digarisbawahi dari pidato SBY itu adalah tahun depan direncanakan pendapatan negara dan hibah di RAPBN 2012 mencapai Rp 1.292,9 triliun. Nilai ini naik sebesar Rp 123 triliun atau 10,5% dari target pendapatan negara dan hibah pada APBN-P tahun 2011 sebesar Rp 1.169,9triliun.

Selain itu, SBY juga bilang, belanja negara direncanakan mencapai Rp 1.418,5 triliun, atau naik sebesar Rp 97,7triliun atau 7,4% dari pagu belanja negara pada APBN-P Tahun 2011 sebesar Rp 1.320,8 triliun.

"Nah, dengan konfigurasi seperti ini, defisit anggaran tahun depan direncanakan oleh pemerintah menjadi 1,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sumber utama pembiayaan masih berasal dari dalam negeri, yakni dari penerbitan Surat Berharga Negara atau SBN, sedangkan sumber pembiayaan luar negeri berasal dari pinjaman luar negeri, berupa pinjaman program dan pinjaman proyek," urainya panjang lebar.

Tidak hanya itu saja, pemerintah juga menargetkan rasio utang Pemerintah terhadap PDB ditargetkan menjadi sekitar 25% pada akhir tahun 2011 dan
24% pada akhir tahun 2012. Hingga akhir bulan Juli lalu, data direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Negara (DJPU) mencatatkan rasio utang
terhadap PDB mencapai 25,7%.

Jika dilihat dari kemampuan negara membayar utang, yang dapat tercermin dari rasio utang terhadap cadangan devisa, hingga bulan Juli lalu,
rasio ini sudah mencapai 9,3%. "Angka ini kian mengecil dari tahun sebelumnya yang menandakan kemampuan pemerintah untuk membayar utang semakin baik," kata Tumpal.

Asing kembali gencar masuk pasar Indonesia

Asing kembali gencar masuk pasar Indonesia
JAKARTA. Investor asing kembali gencar masuk ke pasar Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Negara (DJPU) per 19 Agustus, kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) naik menjadi Rp 224,52 triliun atau 1,23% dari Rp 241,54 triliun per 12 Agustus (week on week).

Jika dilihat, data Indonesia Bond Pricing Index (IBPA) dan Government Bond Index-Total (GBIX-total) menunjukkan, acuan return obligasi pemerintah memperlihatkan return obligasi pemerintah sudah mencapai rekor tertinggi. Padahal sebelumnya, return obligasi pemerintah sempat tertekan akibat maraknya aksi jual asing di pasar. Sepekan kemarin GBIX-Total, acuan obligasi pemerintah oleh IBPA, tingkat return sempat mencapai rekor level tertingginya sejak tahun 2009 dengan berada di level 149,8084.

Indeks IDMA, acuan harga obligasi pemerintah per 22 Agustus kemarin, juga naik menjadi 105,0500 dari akhir pekan lalu (19/8) di 105,0000.

Sementara itu Credit Default Swap (CDS) yang menjadi ukuran tingkat resiko investasi suatu negara untuk obligasi bertenor 5 tahun pada periode 15 Agustus-19 Agustus berhasil turun 4,87 basis poin (bps) ke level 162,8250 bps.

Namun menurut Tumpal Sihombing, corporate secretary IBPA, penurunan CDS tenor 5 tahun ini masih lebih tinggi dari rata-rata CDS di bulan Agustus yang mencapai 152,53 bps. Walau pasar kembali bullish, Tumpal melihat investor sepertinya masih tampak berjaga-jaga. "Para pelaku pasar masih terus mengantisipasi perkembangan terbaru seputar penanganan krisis utang di Amerika Serikat (AS) dan Eropa," katanya.

IHSG Akhirnya Bisa Menguat 16 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi I di teritori positif meski sebelumnya bergerak fluktuatif bolak-balik ke teritori negatif. Membaiknya saham-saham sektor perbankan memberikan dukungan penguatan IHSG.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung terkoreksi. Pada perdagangan preopening, IHSG tercatat melemah tipis 3,640 poin (0,09%) ke level 3.835,976. Mengawali perdagangan Selasa (23/8/2011), IHSG tercatat melemah tipis 1,350 poin (0,04%) ke level 3.838,266.

Namun beberapa saat kemudian, IHSG mulai bergerak ke jalur hijau seiring membaiknya saham-saham unggulan. Termasuk penurunan saham Astra International yang semakin kecil.

Pada penutupan sesi I, perdagangan Selasa (23/8/2011), IHSG menguat 16,797 poin (0,44%) ke level 3.856,413. Indeks LQ 45 juga menguat 3,823 poin (0,56%) ke level 681,650. IHSG bergerak sangat fluktuatif dengan level terendah di 3.821,383 dan tertinggi di 3.858,095.

Perdagangan tidak terlalu ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 69.542 kali pada volume 3,7 miliar lembar saham senilai Rp 2,2 triliun. Sebanyak 109 saham naik, 63 saham turun dan 91 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain Bumi Resources (BUMI) naik Rp 75 menjadi Rp 2.675, Citra Marga Nusaphala (CMNP) naik Rp 60 menjadi Rp 1.620, BNI (BBNI) naik Rp 50 menjadi Rp 4.100, BRI (BBRI) naik Rp 50 menjadi Rp 6.400, Harum Energy (HRUM) naik Rp 200 menjadi Rp 7.800, United Tractor (UNTR) naik Rp 650 menjadi Rp 24.050, Indofood (INDF) naik Rp 100 menjadi Rp 6.550.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Astra International (ASII) turun Rp 450 menjadi Rp 67.300, PGN (PGAS) turun Rp 25 menjadi Rp 3.200, AKR Corporindo (AKRA) turun Rp 200 menjadi Rp 2.700.

Bursa-bursa regional juga sudah menghijau mengikuti penguatan tipis di bursa Wall Street tadi malam. Posisi bursa regional siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 14,13 poin (0,56%) ke level 2.529,99.
  • Indeks Hang Seng menguat 109,43 poin (0,56%) ke evel 19.596,30.
  • Indeks Nikkei-225 menguat 47,62 poin (0,55%) ke level 8.675,75.
  • Indeks Straits Times menguat 11,45 poin (0,42%) ke level 2.743,26.
(qom/dnl)

Harga Emas Melesat ke US$ 1.910

Hong Kong - Harga emas kembali menembus rekor tertingginya di US$ 1.910 per ounce. Harga emas mencetak rekor kenaikan bulanan terbesar dalam 29 tahun terakhir karena investor terus berbondong-bondong mencari 'safe haven'.

Pada perdagangan Selasa (23/8/2011) di Hong Kong, harga emas di pasar spot melonjak menembus US$ 1.910 per dolar AS. Harga emas sudah melonjak tinggi sejak krisis utang di Eropa semakin memburuk ditambah ancaman resesi di AS.

"Kita tidak mendengar berita baik keluar dari Eropa ataupun Amerika Serikat," ujar Darren Heathcote, kepala perdagangan Investec Australia seperti dikutip dari Reuters.

"Untuk beberapa saat, investor senang mencari emas sebagai safe haven pada masa-masa sulit dan akan terus melakukannya hingga kita melihat sesuatu yang positif dan berkesinambungan," tambahnya.

Sementara harga minyak juga tercatat naik, dan para pialang kini terus memonitor krisis di Libya. Hal lain yang mendorong kenaikan harga minyak adalah ekspektasi negara-negara Afrika yang kemungkinan membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum produksinya kembali ke tingkat sebelum revolusi.

Harga minyak West Texas Intermediate light sweet pengiriman Oktober naik 64 sen menjadi US$ 85,06 per barel. Sementara minyak Brent juga naik 39 sen menjadi US$ 108,75 per barel.
(qom/dnl)

Venezuela Segera Tarik Cadangan Emasnya di Luar Negeri

Gb
Caracas - Venezuela akan segera menarik cadangan emasnya yang ada di luar negeri 'sesegera mungkin'. Meski belum ditetapkan tanggalnya, namun Venezuela sudah memulai proses pemulangan cadangan emasnya itu.

Presiden Bank Sentral Venezuela, Nelson Merentes mengatakan, cadangan emas batangan akan dibawa kembali ke Venezuela dengan pesawat di bawah 'sebuah protokol internasional yang sangat ketat'.

"Kami akan mengangkut cadangan sesegera mungkin. Saya tidak dapat memberikan tanggal namun karena kita berada di tengah menempatkan proses di tempat," katanya seperti dikutip dari AFP, Selasa (23/8/2011).

Presiden Venezuela Hugo Chavez, pekan lalu mengumumkan rencana untuk memulangkan 211,35 ton emas negara tersebut yang ada di luar negeri. Emas-emas yang akan ditarik pulang itu bernilai US$ 11 miliar. Sekitar 80% dari cadangan emas Venezuela ada di Inggris, terutama dalam pundi-pundi Bank Sentral Inggris.

"Tujuan jelas: memulangkan emas dan melindungi aset-aset lainnya," kata Merentes.

Chavez juga telah menyatakan keinginannya untuk memulihkan aset likuid atau obligasi yang dapat diperdagangkan senilai US$ 6,2 miliar yang dipegang oleh Swiss, Inggris, Perancis dan bank-bank AS untuk selanjutnya dipindahkan ke lembaga-lembaga dalam negara-negara 'bersahabat', seperti China, Rusia dan Brasil.

Keputusan Venezuela itu diambil ketika harga emas terus melambung tinggi menembus rekor tertingginya. Pada perdagangan Selasa ini, harga emas di pasar spot melonjak ke titik tertingginya di US$ 1.910 per unce, dan merupakan kenaikan bulanan tertinggi dalam 29 tahun terakhir.

(qom/qom)

Harga minyak dunia naik, saham MEDC ikut menanjak

Harga minyak dunia naik, saham MEDC ikut menanjak
JAKARTA. Di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak liar, saham PT Medco Energi International (MEDC) melaju pasti di zona hijau. Pada pukul 11.10, saham MEDC naik 2,08% menjadi Rp 2.575.

Data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang paling gencar memburu saham ini antara lain: JPMorgan Securities senilai Rp 1,10 miliar, Dongsuh Securities senilai Rp 612,5 juta, dan Bahana Securities senilai Rp 612,5 juta.

Disinyalir, kenaikan saham MEDC mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Asal tahu saja, kontrak harga minyak naik 1,3% menjadi US$ 85,18 per barel di New York. Kemarin, kontrak yang sama juga naik 2,3%.

PGN Rencana Tambah Kepemilikan di CBM Lematang

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan menambah kepemilikan saham di konsorsium pengelola blok gas metana batubara (coal bed methane/CBM) Lematang dari 5% menjadi 10%.

Hal ini disampaikan Direktur Perencanaan Investasi PGN Wahid Sutopo dalam bincang-bincangnya dengan wartawan, Senin (22/8) malam. "Kami telah melakukan kajian terkait rencana itu. Blok ini rencanakan akan digarap anak usaha kami, yaitu PT Saka Energy," ungkapnya.

Namun, dijelaskan, meskipun akan menambah kepemilikan di CBM Lematang ini, Medco Energi masih merupakan pemilik mayoritas di sana. Medco memiliki 80% saham di CBM Lematang, sementara PGN hanya 5%, sisanya 15% dimiliki PT Metha Ninco Energy Resources melalui anak usahanya Sugico Group. Konsorsium ini sudah mendapat konsesi selama 10 tahun masa eksplorasi dan 20 tahun masa eksploitasi.

Dia menjelaskan pengembangan Blok Lematang saat ini masih dalam tahap persiapan, sehingga investasinya pun belum begitu besar. "Namun investasinya PGN di blok ini bisa membengkak seiring rencana penambahan porsi saham. Namun, berapa nilainya masih dihitung dan belum bisa saya ungkapkan saat ini," ujarnya.

CIMB-GK pangkas rekomendasi, saham LSIP terjerembab

CIMB-GK pangkas rekomendasi, saham LSIP terjerembab
JAKARTA. Saham PT PP London Sumatra Indonesia (LSIP) tergerus dalam. Pada pukul 11.05, saham LSIP tercatat turun 2,08% menjadi Rp 2.350.

Data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang paling banyak melepas saham ini antara lain: Danareksa Sekuritas senilai Rp 1,26 miliar, Batavia Prosperindo senilai Rp 831,5 juta, dan Macquarie Capital senilai Rp 831,25 juta.

Aksi jual terhadap saham produsen crude palm oil (CPO) ini terjadi setelah CIMB-GK Securities Pte menurunkan rekomendasi saham LSIP dari sebelumnya outperform menjadi neutral.

Rencana rights issue bikin saham CFIN terhempas

JAKARTA. Saham PT Clipan Finance Indonesia terhempas pada transaksi pagi ini. Pada pukul 11.00, saham CFIN anjlok 4,76% menjadi Rp 600. Jika dilihat, ini merupakan level terendah sejak 6 April lalu.

Sepertinya, aksi jual saham CFIN terkait dengan aksi korporasi perusahaan. Asal tahu saja, CFIN mengungkapkan rencananya untuk menerbitkan saham baru sebanyak 1,17 miliar seharga Rp 500 per saham pada Oktober mendatang.

Dengan demikian, CFIN menargetkan dana yang terhimpun dari aksi korporasi ini mencapai Rp 585,7 miliar atau US$ 68,6 juta. Dana itu nantinya akan digunakan sebagai modal kerja. Nah, penerbitan saham baru tentunya akan mendilusi pemegang saham lama.

Jual lahan 200 ha, saham SSIA bergerak liar

JAKARTA. Saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) pagi ini bergerak volatil. Pada pukul 10.54, saham SSIA kembali ke posisi awal pembukaan di Rp 420. Padahal pada transaksi sebelumnya, saham SSIA sempat bertegger di posisi Rp 425 atau naik 1,2% dan turun 1,2% di level Rp 415.

Saham SSIA bergerak liar serelah perusahaan ini mendapatkan komitmen penjualan lahan industri seluas 200 hektare (ha) sepanjang Januari-Agustus 2011. Komitmen ini diperoleh melalui anak usahanya, PT Suryacipta Swadaya (SCS), pengembang dan pengelola kawasan industri Suryacipta, Karawang.

Setelah mendapat komitmen ini, saat ini luas land bank SSIA menjadi 522 ha. Luas ini terbagi atas land bank fase 1 dan 2 seluas 122 ha, serta land bank fase 3.

Akuisisi rampung, saham UNTR berlari kencang

Akuisisi rampung, saham UNTR berlari kencang
JAKARTA. Saham PT United Tractors (UNTR) bergerak positif pagi ini. Pada pukul 10.49, saham UNTR tercatat naik 1,71% menjadi Rp 23.800.

Data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: CIMB Securities senilai Rp 8,60 miliar, CLSA Indonesia senilai Rp 6,10 miliar, dan Bahana Securities senilai Rp 4,94 miliar.

Sepertinya, aksi buru investor atas saham perusahaan alat berat ini terkait dengan aksi korporasi perusahaan. Asal tahu saja, UNTR melalui anak usahanya PT Tuah Turangga Agung meneken perjanjian pembelian saham pada 15 Agustus 2011. Perjanjian tersebut untuk pembelian 60% saham PT Duta Nurcahya.

Duta Nurcahya merupakan perusahaan pertambangan batubara di Barito Utara, Kalimantan Tengah, dengan luas area sekitar 4.999 hektare.

Laba Bersih Lonsum Naik 112,17%

INILAH.COM, Jakarta - PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP/Lonsum) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 112,17% menjadi Rp886,39 miliar pada semester 1-2011 dari Rp417,78 miliar pada periode serupa 2010.

Demikian seperti dikutip dari siaran pers yang diterbitkan Selasa (23/8). Kenaikan laba bersih seiring kenaikan penjualan perseroan. Penjualan naik 52,1% menjadi Rp2,38 triliun pada semester pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya sebesar Rp1,56 triliun. Kenaikan disumbangkan dari kenaikan harga komoditas terutama karet dan sawit serta volume penjualan dari produk sawit dan bibit sawit "SumBio".

Kontribusi penjualan pada semester pertama 2011 antara lain produk sawit sebesar 80,4%, karet sebesar 13,7%, bibit sebesar 5,3%, dan lainnya sebesar 0m75. Produksi minyak sawit sebesar 199,4 ribu ton dan produksi inti sawit sebesar 47,4 ribu ton di mana masing-masing mengalami peningakatn sebesar 25,2% dan 17,2% dibandingkan periode sama tahun lalu. Hal ini didukung dari peningkatan produksi TBS baik TBS inti dan pembelian dari plasma dan pihak ketiga.

Selain itu, laba kotor naik 68,7% menjadi Rp1,26 triliun pada semester pertama 2011 dari periode sama tahun lalu Rp750,4 miliar dan laba usaha tumbuh 92,1% menjadi Rp1,05 triliun pada semester pertama 2011 dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp550,2 miliar. Hal ini didukung dari kenaikan harga komoditas.

Total kewajiban perseroan tengah tahun 2011 mencapai Rp1,42 triliun atau naik dibanding tahun lalu sebesar Rp1 triliun. Total ekuitas juga naik dari Rp4,55 triliun menjadi Rp5,02 triliun. [cms]

Dibuka menguat, IHSG lalu melemah

Dibuka menguat, IHSG lalu melemahJ
AKARTA. Bursa saham kita menguat tipis saat dibuka, Selasa (23/8). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah menguat tipis 0,922 poin menuju posisi 3.840,538.

Sayangnya, setelah itu bursa saham kembali terjungkal ke zona pelemahan akibat tujuh sektor yang mengalami penurunan. Hanya ada tiga sektor yang masih bertahan di zona hijau, yaitu pertambangan, industri dasar, dan konstruksi.

Di jajaran top gainers, bertengger saham PT Myoh Techniology Tbk (MYOH) yang melesat 30% ke Rp 65, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) yang melejit 24,49% ke Rp 1.830, dan PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) yang naik 13,33% ke Rp 255.

Sementara itu posisi top losers dihuni oleh saham PT Skybee Tbk (SKYB) yang anjlok 10% ke Rp 630, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang merosot 6,90% ke Rp 2.700 dan PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) yang turun 3,17% ke Rp 610.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo berpendapat, IHSG masih rawan tekanan jual mengingat hari ini adalah hari terakhir bagi mereka yang ingin menerima dana pada hari Jumat sebelum cuti bersama. Kenaikan indeks Dow Jones Industrial Average semalam pun dinilai terlalu kecil untuk memberi sentimen positif bagi IHSG.

Satrio memproyeksikan, hai ini IHSG akan bergerak flat-turun pada kisaran 3.700-3.855. "Hanya penutupan di atas 3.855 yang bisa memberi sinyal positif untuk pergerakan hingga akhir pekan," imbuhnya.

Hari ini, harga emas batangan menembus Rp 576.000 per gram

Harga emas 23 Agustus 2011 Logam Mulia (www.logamulia.com)

Harga tertinggi: Rp 576.000 per gram (kepingan 1 gram)

Harga terendah/acuan: Rp 534.000 per gram (batangan berat 1 kg)

GramPrice per Bar (Rp)Price/Gram (Rp)Stock
1576,000576.000---------
21.110.000555.000---------
2.51.377.000550.800Ready
31.644.000548.000Ready
42.178.000544.500---------
52.722.500544.500Ready
105.405.000540.500Ready
2513.437.000537.480Ready
5026.797.000535.940Ready
10053.524.000535.240Ready
250133.580.000534.320Ready
1000534.000.000534.000---------

Buyback price: Rp 519.000 per gram.

Buyback Saham, 'Maintain Buy' Saham BUMI

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Resources (BUMI) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham (buy back) sebanyak 3,75% dari modal atau sebanyak 780 juta saham dengan ketentuan harga pembelian lebih rendah atau sama dengan harga transaksi sebelumnya.

Sementara itu, jumlah dana maksimal yang dianggarkan perseroan untuk membeli saham tersebut adalah Rp3,9 triliun atau Rp5.000 per saham.
Saham yang dibeli tersebut nantinya masuk ke dalam treasury stock, sehingga jumlah saham yang beredar akan berkurang. Nantinya (tanpa
memperhitungan saham treasury stock), Vallar akan menjadi pemilik 32,42% saham BUMI (vs sebelumnya 29,86%) dan publik menjadi 67,58% (vs sebelumnya 70,14%).

Dana untuk pembelian saham kembali tersebut rencananya berasal dari akun saldo laba. Dengan menggunakan laporan keuangan semester 1-2011, pembelian kembali saham ini akan mengakibatkan ROE naik menjadi 30,24% dari sebelumnya 20,26% seiring dengan penurunan ekuitas dari US$1,37 miliar menjadi US$921 juta.

Sementara itu EPS naik menjadi US$0,0143 dari US$0,0137. Perseroan akan melakukan RUPSLB untuk memutuskan hal ini. RUPSLB
sendiri akan dilaksanakan pada hari Senin, 26 September 2011. "Kami pun merekomendasikan untuk maintain buy terhadap saham BUMI," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Selasa (23/8).

IHSG Selasa (23/8) Dibuka Turun Tipis

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (23/8) IHSG dibuka melemah 0,09% ke level 3.835,98.

Pelemahan IHSG pagi ini disebabkan aksi ambil untung yang tersisa dari perdagangan kemarin.

Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, minimnya sentimen domestik baru dan antisipasi investor atas libur panjang Idul Fitri pekan depan diperkirakan akan membuat indeks bergerak sideways. Resistance indeks berada di level 3.872.

Bursa AS berhasil rebound semalam meski hanya tipis sekitar 0,2% seiring sell-off yang terjadi di akhir sesi perdagangan yang dipicu oleh saham-saham sektor finansial. Di awal perdagangan, bursa AS sempat menguat sekitar 1,2% seiring ekspektasi The Fed akan kembali mengucurkan stimulus dalam bentuk QE3 di akhir pekan ini dan rilis data industrial production di bulan Juli yang lebih baik dari ekspektasi. Harga minyak dunia turut menguat semalam ke level US$84,4/barel sementara harga metal dunia terkoreksi dengan Nikel -1,7% dan Timah +0,2%.

Bursa Asia pagi ini dibuka menguat tipis seiring rebound yang terjadi di bursa AS dan Eropa semalam. Meski demikian penguatan bursa regional cukup rentan karena minimnya sentimen positif yang dapat secara signifikan mendorong optimisme pasar.

Sebanyak 19 saham mengalami penurunan, 48 saham naik, dan 64 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka turun 0,13% ke level 676,92, sedang JII melemah 0,10% ke level 532,57. Volume perdagangan pagi ini mencapai 85,82 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp107,19 miliar. Asing terlihat lebih banyak melakukan penjualan saham pagi ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp23,33 miliar.

Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah GGRN turun 2,40%, UNTR turun 2,13%, ASII turun 0,51%, TLKM turun 0,68%, dan PGAS turun 0,77%.

Indosurya: Cermati saham BMRI, BBRI, ASII, dan INDF

Indosurya: Cermati saham BMRI, BBRI, ASII, dan INDF
JAKARTA. Indosurya Asset Management pada hasil risetnya menulis, pada perdagangan Selasa (23/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.732-3.795 dan resistance 3.888-3.918.

Secara teknikal, IHSG membentuk hammer. Posisi c andle kembali mendekati lower bollinger bands. MACD tertahan kenaikannya dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal menuju area overbought.

"Meski langkah IHSG untuk kembali naik masih tertahan oleh minimnya sentimen positif namun, penutupan bursa saham AS yang menghijau bisa memberikan angin segar bagi IHSG untuk naik. Apalagi jika hal ini didukung dengan pembukaan bursa saham kawasan Asia yang positif," jelas Reza. Dia memberikan rekomendasi untuk mencermati saham-saham BMRI, BBRI, ASII, dan INDF.

Tampak cerah, bursa Asia terdongkrak saham berbasis ekspor

Tampak cerah, bursa Asia terdongkrak saham berbasis ekspor
TOKYO. Bursa Asia tampak cerah pagi ini. Dengan demikian, kenaikan tersbeut merupakan yang pertama kalinya dalam empat hari. Saham-saham berbasis ekspor melaju atas adanya spekulasi kalau the Federal Reserve akan mengumumkan kebijakan tambahan untuk mendongkrak pemulihan pertumbuhan di AS.

Beberapa saham eksportir yang naik antara lain: Samsung Electronics Co sebesar 3% di Seoul, Toyota Motor Corp naik 1,2% di Tokyo, dan Nikon Corp naik 2,9% di Tokyo.

Alhasil, pada pukul 10.47 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,3% menjadi 118,70. Sementara itu, indeks Nikkei naik 0,5%, indeks Kospi naik 2%, dan indeks S&P/ASX 200 naik 0,7%.

"Adanya isu akan digelontorkannya quantitative easing akan memberikan kelegaan dalam jangka pendek bagi pasar. Saya tidak memiliki ide bagaimana quantitative easing tambahan akan efektif. Pada dasarnya, masalah inti tak akan terpecahkan," jelas Pauline Dan, chief investment officer Samsung Asset Management.

Sepanjang tahun ini hingga kemarin, indeks MSCI Asia Pacific sudah melorot hingga 14%. Sementara, indeks S&P 500 turun 11% dan Stoxx Europe 600 Index turun 18%.

Mengepung luar Jawa dengan pabrik roti baru

Mengepung luar Jawa dengan pabrik roti baru
JAKARTA. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) menyiapkan agenda ekspansi besar-besaran. Produsen roti ini agresif membangun pabrik baru untuk melengkapi pabrik yang sudah ada saat ini, yakni di Cikarang dan Pasuruan.

ROTI berniat menambah tiga pabrik baru setiap tahun sampai 2016. Februari lalu produsen Sari Roti ini sudah mulai membangun pabrik baru di Semarang. Kemudian April 2011, ROTI mulai membangun pabrik di Medan.

ROTI juga mulai mengembangkan sayap bisnis di luar Jawa. Perusahaan ini tengah menjajaki membangun pabrik baru di Palembang, Balikpapan dan Makassar tahun depan. Di Pulau Jawa, ROTI berminat membangun pabrik baru di Cibitung, Jawa Barat.

Analis menilai ROTI bakal menghadapi persaingan yang cukup ketat di kota-kota luar Pulau Jawa. "Pesaing terberat ROTI adalah produsen roti lokal," kata Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management ke KONTAN, Senin (22/8).

Tapi Andrey Wijaya, analis OSK Nusadana Securities, menulis dalam risetnya bahwa ROTI tidak punya pesaing dengan tingkat higienitas yang sama di kota-kota tersebut.

Butuh pendanaan eksternal

Selain itu, menurut Reza, ROTI punya keunggulan dari segi harga. Harga produk ROTI relatif murah dibandingkan merek roti lain yang punya kualitas setara. Jaringan distribusi ROTI pun luas.

Mengutip riset Analis J.P. Morgan Securities, Stevanus Juanda, produk ROTI dijual di 46% minimarket di seluruh Indonesia. "Ekspansi minimarket di Luar Jawa, terutama Indomaret dan Alfamart, bisa membantu pertumbuhan ROTI," kata Stevanus.

Penjualan ROTI juga terus bertumbuh. Analis Sinarmas Securities, Jansen Kustianto, melihat saat ini konsumsi roti di Indonesia menunjukkan tren peningkatan.

Penjualan ROTI di semester satu tahun ini tumbuh 27,6% menjadi Rp 336,33 miliar. Perusahaan ini meraup laba bersih Rp 51,67 miliar atau naik 26,0% dari laba bersih periode yang sama di 2010.

Andrey mencatat, pertumbuhan volume penjualan ROTI di semester satu naik 14,3% menjadi 83 juta bungkus. Kenaikan average selling price (ASP) sebesar 11,6% menjadi Rp 4.414 per bungkus, juga ikut mendongkrak kinerja.

Namun, Andrey mencatat pendapatan sebelum pajak dan bunga ROTI merosot 2,5% akibat iklan yang gencar di stasiun televisi. Hal ini menyebabkan beban pemasaran melonjak.

Di sisi lain, ekspansi besar-besaran yang dilakukan ROTI berpotensi membuat beban makin membengkak. Apalagi, Reza menghitung, dengan posisi kas per 30 Juni 2011 sebesar Rp 120,72 miliar, ROTI cuma bisa memenuhi 30% kebutuhan dana ekspansi. Karena itu, ROTI berencana menerbitkan obligasi.

Reza dan Andrey memberi rekomendasi beli untuk ROTI. Reza mematok target harga Rp 3.500 per saham yang mencerminkan price to earning ratio (PER) 34 kali. Andrey bahkan pasang target harga lebih tinggi, yakni Rp 3.850 yang mencerminkan PER 2012 sebesar 26,8 kali.

Sedangkan Jansen memberi rekomendasi overweight untuk saham ROTI. Ia memperkirakan harga ROTI bisa mencapai Rp 3.800 per saham dengan PER 23 kali.

Saham ROTI, Senin (22/8), tetap Rp 3.325 per saham.

Universal: Indeks masih rawan tekanan jual

Universal: Indeks masih rawan tekanan jual
JAKARTA. Dalam hasil riset hariannya, Universal Broker Indonesia memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih rawan tekanan jual. Kepala Riset Universal Satrio Utomo beralasan, "Hal itu mengingat bahwa hari ini adalah hari perdadangan terakhir bagi mereka yang ingin menerima dana pada hari Jumat, sebelum libur Lebaran," jelasnya.

Terlebih lagi karena kenaikan pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) sebesar 0,34% terlihat terlalu kecil untuk bisa memberikan sentimen positif. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak flat-turun pada kisaran 3.700-3.855. "Hanya penutupan diatas 3855 yang bisa memberikan signal positif untuk pergerakan hingga akhir minggu," imbuhnya.