High risk high return, high return high lost.
So be careful in making investments.
Investment in yours hands. Good luck & do the best . . . . . . . .
Selasa, 08 Februari 2011
Inflasi masih terjadi pada Februari ini
Title : News Story
Header : Inflasi masih terjadi pada Februari ini
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Inflasi masih akan terjadi pada Februari. Namun, laju inflasi
Februari diduga lebih rendah.
Direktur Perencanaan Makro Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional
(PPN) Bambang Prijambodo beralasan, harga pangan pada Februari ini lebih
terjaga. "Biasanya siklus data Februari memang kecil. Kadang deflasi dan kadang
inflasi tetapi levelnya kecil," katanya, Selasa (8/2).
Selain itu, Bambang menegaskan, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) tidak
tinggal diam dalam menghadapi tekanan inflasi. Salah satunya dengan
mensinergikan kebijakan fiskal dan moneter.
Menurutnya, kebijakan fiskal sudah dikeluarkan pemerintah untuk
menstabilkan tekanan harga pangan. "Kebijakan moneter juga ikut serta
mengendalikan tekanan inflasi dari tekanan harga," ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan pengamat ekonomi Tony Prasetiantono. Dia
memperkirakan, inflasi pada Februari berkisar 0,2%. Dia beralasan, harga pangan
yang menjadi pengerek inflasi akan turun pada Februari ini. Namun, dia
mengingatkan, inflasi bisa terjadi akibat kenaikan harga minyak.
[ Irma Yani ]
KONTAN Tue, 08 Feb 2011 ( 12:40:20 WIB )
=======================================================================================
Ini dia lima emiten yang menyeret kejatuhan bursa di sesi I
Title : News Story
Header : Ini dia lima emiten yang menyeret kejatuhan bursa di sesi I
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pada penutupan sesi I, indeks ditutup pada zona merah dengan
penurunan 0,17%. Padahal, pada pembukaan tadi pagi, indeks melenggang pasti di
zona hijau. Rupanya, aksi jual atas saham-saham kapitalisasi besar membuat
kenaikan indeks terhenti.
Saham-saham yang menyeret kejatuhan indeks di sepanjang hari ini antara
lain:
- PT Astra International Indonesia (ASII)
Saham ASII ditutup dengan penurunan 0,81% menjadi Rp 49.100. Broker asing
banyak melepas saham ini di sesi I. Mereka adalah UBS Securities Indonesia
senilai Rp 38,13 miliar, Merrill Lynch Indonesia senilai Rp 37,83 miliar, dan
Deutsche Securities senilai Rp 30,66 miliar.
- PT Bank Central Asia (BBCA)
Saham BBCA tercatat turun 0,83% menjadi Rp 6.000. Broker yang menjual
kepemilikannya atas saham ini di sesi I adalah: Credit Suisse Securities
senilai Rp 4,33 miliar, Bahana Securities senilai Rp 2,33 miliar, dan Macquarie
Capital senilai Rp 1,77 miliar.
- PT Perusahaan Gas Negara (PGAS)
Saham PGAS tercatat melorot 1,19% menjadi Rp 4.150. Sejumlah broker yang
melepas saham PGAS antara lain: Credit Suisse Securities senilai Rp 7,46
miliar, CLSA Indonesia senilai Rp 5,34 miliar, dan Sucorinvest Central Gani
senilai Rp 2,10 miliar.
- PT Unilever Indonesia (UNVR)
Saham UNVR turun di sesi I. Broker yang tercatat melepas kepemilikannya
atas saham UNVR yaitu: Kim Eng Securities senilai Rp 3,07 miliar, Semesta
Indovesta senilai Rp 782,50 juta, dan CIMB Securities senilai Rp 641,17 juta.
- PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN)
Saham CPIN melorot 2,37% menjadi Rp 1.650 di sesi I. Sekuritas yang
menjual saham CPIN di antaranya: Phillip Securities senilai Rp 2,01 miliar,
eTrading Securities senilai Rp 1,31 miliar, dan Credit Suisse Securities
senilai Rp 891,04 juta.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Tue, 08 Feb 2011 ( 12:33:04 WIB )
=======================================================================================
Delapan sektor memerah, indeks di sesi I menyerah
Date : Feb 08 2011, 12:20
Title : News Story
Header : Delapan sektor memerah, indeks di sesi I menyerah
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menyerah di sesi I.
Pada pukul 12.00, indeks ditutup dengan penurunan 0,17% menjadi 3.481,607.
Dari semua sektor yang ada, hanya dua sektor yang mencatatkan kenaikan.
Mereka adalah sektor keuangan dan pertambangan dengan kenaikan tipis
masing-masing sebesar 0,08% dan 0,01%. Sektor yang mencatat penurunan terbesar
adalah sektor konstruksi sebesar 0,77% dan sektor industri lain-lain sebesar
0,71%.
Pada transaksi hari ini, 110 saham mencatatkan penurunan. Sedangkan 63
saham naik dan 74 saham lainnya enggan bergerak. Sementara, volume transaksi
melibatkan 1,460 miliar saham dengan nilai Rp 1.922 triliun.
Saham-saham yang menduduki posisi top losers antara lain: PT Bhakti
Capital Indonesia (BCAP) turun 10% menjadi Rp 540, PT Maskapai Reasuransi
(MREI) turun 7,14% menjadi Rp 650, PT Langgeng Makmur Plastic (LMPI) turun
6,82% menjadi Rp 205, PT Plaza Indonesia (PLIN) turun 6,78% menjadi Rp 1.650,
dan PT Sat Nisapersada (PTSN) turun 6,10% menjadi Rp 77.
Sementara, di posisi top gainers ada PT Pudjiaji Prestige (PUDP) yang naik
18,52% menjadi Rp 480, OT Radiant Utama Interinsco (RUIS) naik 13,46% menjadi
Rp 295, PT Panca Wiratama Sakti (PWSI) naik 10% menjadi Rp 55, dan PT Suryamas
Dutamakmur (SMDM) naik 9,35% menjadi Rp 117.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Tue, 08 Feb 2011 ( 12:14:09 WIB )
=======================================================================================
Saham BIPI tergerus tajam dan menuju level terendah dalam lima bulan

Date : Feb 08 2011, 11:44
Title : News Story
Header : Saham BIPI tergerus tajam dan menuju level terendah dalam lima bulan
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Benakat Petroleum Energy (BIPI) melorot ke level
terendah dalam lima bulan terakhir. Kondisi itu terjadi setelah harga minyak
dunia melorot ke level terendah dalam satu minggu terakhir di New York,
kemarin. Tak ayal, kondisi itu menurunkan outlook kinerja perusahaan minyak
tersebut.
Pada pukul 11.31, saham BIPI tergerus 4,30% menjadi Rp 89. Bahkan
sebelumnya, saham BIPI sempat bertengger di level Rp 88 atau anjlok 5,4%. Ini
merupakan penurunan terbesar sejak 18 Agustus lalu.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Tue, 08 Feb 2011 ( 11:36:52 WIB )
=======================================================================================
Dibuka positif, analis menilai IHSG masih konsolidasi
Title : News Story
Header : Dibuka positif, analis menilai IHSG masih konsolidasi
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik tipis 6,85 poin
atau 0,20% ke level 3.494,56. Walaupun baru diperkuat oleh 40 saham, semua
sektor naik kecuali sektor konstruksi yang turun 0,26%. Sedangkan sektor yang
memimpin di depan adalah sektor perdagangan dengan kenaikan 0,61% dan disusul
oleh sektor pertambangan yang naik 0,4%.
14 saham tercatat turun dan 53 saham tak bergerak. Top losers sempat
didiami oleh Sierad Produce Tbk (SIPD) yang turun 3,85% ke Rp 50 dan Bakrie
Telecom Tbk (BTEL) yang turun 2,38% ke Rp 210.
Top gainers yang mengangkat bursa di antaranya ada PT Radiant Utama
Interincsco Tbk (RUIS) yang naik 13,46% ke Rp 295. Lalu di peringkat kedua ada
FRS Multi Agro Tbk (FISA) yang naik 5,38% ke Rp 1370, serta Multi Prima
Sejahtera Tbk (LPIN)yang naik 3,87% ke Rp 2700 menjadi peringkat ketiga
"Secara teknikal terlihat indeks hari ini sudah menembus garis middle
bond-nya meskipun dengan volume transaksi yang masih di bawah rata-rata
menunjukkan IHSG masih berada pada fase konsolidasi," ujar Kepala Riset E
Trading Securities, Betrand Reynaldi.
Pada perdagangan hari ini, Betrand memperkirakan IHSG akan bergerak di
kisaran 3.442 hingga 3.548 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan BBRI,
BBCA dan PTPP.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas, ]
KONTAN Tue, 08 Feb 2011 ( 10:15:59 WIB )
=======================================================================================
Laba bersih naik 35%, LPKR bagi dividen

Date : Feb 08 2011, 09:23
Title : News Story
Header : Laba bersih naik 35%, LPKR bagi dividen
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) memanen pertumbuhan laba di tahun
lalu. Keuntungan bersih LPKR sepanjang 2010 Rp 525 miliar, meningkat 35%
dibandingkan dengan laba bersih tahun 2010. Emiten properti di bawah Grup Lippo
ini menuai pendapatan Rp 3,125 triliun sepanjang tahun lalu, atau naik 22%
year-on-year.
Pendapatan dan laba bersih LPKR naik mengikuti pertumbuhan penjualan
residensial. "Divisi healthcare juga berperan besar tahun lalu," kata Ketut
Budi Wijaya, Presiden Direktur LPKR, kemarin.
Peningkatan laba bersih juga telah meningkatkan laba bersih per saham LPKR
menjadi Rp 30,30. Tahun 2009, laba bersih LPKR masih sebesar Rp 22,43 per
saham.
Divisi bisnis perumahan memberikan sumbangan terbesar bagi LPKR. Bisnis
perumahan tahun lalu menyumbang pendapatan Rp 1,28 triliun, atau setara 40,96%
dari total pendapatan. Kontribusi dari unit perumahan LPKR tumbuh 18% daripada
sumbangan di tahun lalu.
Penyumbang pendapatan terbesar kedua bagi LPKR adalah bisnis rumah sakit.
Nilainya Rp 1,037 triliun, atau setara 33,18% dari total pendapatan. Bisnis
komersial, seperti mal dan hotel, menyetor Rp 354 miliar, atau 1,33% dari total
pemasukan LPKR.
LPKR juga mempunyai bisnis aset manajemen yang menghasilkan 14,52% dari
total pendapatan. Menurut Ketut, pendapatan dari bisnis aset manajemen yang
mencapai Rp 454 miliar sepanjang 2010, mengalami pertumbuhan 67% year-on-year.
Kenaikan pendapatan dari bisnis aset manajemen antara lain berasal dari
fee membantu penjualan aset Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center serta
penjualan berbagai aset ritel lainnya. Aset yang dilepas LPKR tahun lalu
seperti Siloam Hospitals Lippo Cikarang.
Ketut menjelaskan, LPKR masih mengandalkan penjualan perumahan serta
bisnis kesehatan. LPKR juga mengincar penerimaan dari mal serta aset manajemen.
Perusahaan properti ini berencana membagikan total dividen Rp 150 miliar
atau Rp 8,65 per saham. Nilai dividen yang akan dilunasi tahun ini, menurut
Ketut, setara dengan rasio dividen 28,6%.
Sebelumnya, LPKR telah membayar dividen interim sebesar Rp 50 miliar di
Desember 2010. Sedangkan dividen tahunan akan dibayarkan setelah mendapat izin
dari pemegang saham.
[ Anna Suci Perwitasari, KONTAN ]
KONTAN Tue, 08 Feb 2011 ( 09:15:36 WIB )
=======================================================================================
UNSP restrukturisasi utang senilai US$ 100 juta

Date : Feb 08 2011, 09:10
Title : News Story
Header : UNSP restrukturisasi utang senilai US$ 100 juta
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk (UNSP) melakukan restrukturisasi
atas utang obligasinya yang jatuh tempo pada 2013 mendatang. Total nilai
utangnya mencapai US$ 100 juta atau setara dengan Rp 900 miliar.
Sekretaris Perusahaan UNSP Fitri Barnas dalam keterbukaan informasi
mengatakan, perseroan memperpanjang jatuh tempo surat utang yang dijamin dengan
saham alias secured equity linked redeemable notes. Semula surat utang itu
jatuh tempo pada 2013, namun kemudian diperpanjang menjadi 2017.
"Surat utang UNSP ini memberi bunga sebesar 8% per tahun," katanya di
Jakarta, Senin (7/2).
Perseroan nampaknya memang tengah gencar merestrukturisasi utangnya.
Terutama setelah UNSP mengakuisisi PT Domba Mas (Domas) tahun lalu. Seperti
diketahui, perusahaan olekimia itu memiliki banyak utang yang nilainya mencapai
US$ 313 juta.
Namun, akhir tahun lalu perseroan melakukan restrukturisasi atas utang
Domas tersebut. Utangnya kepada Credit Suisse senilai US$ 190 juta dan Procter
and Gamble (P&G) sebesar US$ 45 juta diperpanjang masa jatuh temponya selama
enam tahun mendatang terhitung Desember 2010 lalu. Adapun tingkat bunganya 6%
per tahun. Begitu juga utangnya kepada Bank Mandiri yang nilainya sebesar US$
78 juta.
Analis Reliance Securities Andy Wibowo Gunawan berpendapat
restrukturuisasi itu otomatis akan mengurangi beban bunga yang akan ditanggung
perseroan. Sehingga hal itu bisa mendongkrak kinerja perseroan ke depan.
Maklum, hingga kuartal III 2010 lalu, kinerja perseroan tidak begitu
memuaskan. Laba bersihnya hanya naik tipis dari Rp 238,31 miliar menjadi Rp
245,30 miliar. Adapun penjualan bersihnya cuma naik 15% menjadi Rp 1,89
triliun.
Sementara beban bunga dan keuangan yang ditanggung anak usaha group Bakrie
ini naik cukup tajam dari 163,39 miliar menjadi Rp 322,90 miliar. Sekedar
catatan, November 2011 ini perseroan memiliki kewajiban untuk membayar utang
obligasi yang jatuh tempo senilai US$ 160 juta.
Kendati demikian, menurut Andy, kinerja UNSP berpotensi membaik seiring
dengan naiknya harga minyak sawit mentah (CPO) dunia. Oleh karena itu, ia masih
merekomendasikan kepada investor untuk hold (tidak menjual) saham UNSP. Ia
memperkirakan, harga UNSP secara teknikal berpotensi ada di kisaran Rp 390 per
saham. Pada penutupan kemarin, harga saham UNSP merosot 1,43% ke posisi Rp 345
per saham.
[ Amailia Putri Hasniawati ]
KONTAN Tue, 08 Feb 2011 ( 09:02:57 WIB )
=======================================================================================
Masih berada di fase konsolidasi, indeks diramal bergerak di kisaran 3.442-3.548
Date : Feb 08 2011, 09:09Title : News Story
Header : Masih berada di fase konsolidasi, indeks diramal bergerak di kisaran 3.442-3.548
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pada perdagangan hari Senin (7/2), indeks Dow Jones naik 69 point
atau 0,57% ke level 12.161,63. Lonjakan tersebut sehubungan dengan pengumuman
pengambilalihan beberapa emiten sehingga mendongkrak optimisme para investor.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri kemarin bergerak mixed dan
ditutup turun 8 point atau 0,25% ke level 3.487,70. Nilai transaksi perdagangan
kemarin sebesar Rp 3,4 triliun, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata
transaksi pada hari-hari sebelumnya.
Sementara itu, investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 93
miliar dengan sektor yang banyak keluar adalah pertambangan dan semen.
"Secara teknikal, terlihat indeks sudah menembus garis middle bond-nya,
meskipun dengan volume transaksi yang masih dibawah rata-rata. Ini menunjukkan
IHSG masih berada pada fase konsolidasi," jelas Kepala Riset eTrading
Securities Betrand Reynaldi.
Betrand meramal, pada perdagangan hari Selasa (8/2), IHSG akan bergerak di
kisaran 3.442 hingga 3.548. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah
PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia (BBCA), dan PT PP (PTPP).
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Tue, 08 Feb 2011 ( 09:00:10 WIB )
=======================================================================================
Sentimen positif bisnis AS menjalar hingga ke bursa Asia
Title : News Story
Header : Sentimen positif bisnis AS menjalar hingga ke bursa Asia
Story
=======================================================================================
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia melesat seteah kinerja sejumlah
perusahaan membaik. Selain itu, adanya aksi akuisisi di bursa AS juga
mendongkrak optimisme investor kalau perekonomian Negeri Paman Sam itu kian
menguat.
Saham-saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia pagi ini diantaranya:
National Australia Bank Ltd naik 2,7%, Commonwealth Bank of Australia naik
0,5%, Japan Tobaccoo Inc naik 1,7%, dan Honda Motor Co naik 1%.
"Pasar saham sepertinya masih akan terus melanjutkan penguatan karena
sentimen bisnis AS membaik," jelas Mitsushige Akino, dari Ichiyoshi Investment
Management Co di Tokyo.
Pada pukul 09.37 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2% menjadi
139,71. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,4%, indeks
S&P/ASX 200 naik 0,3%, dan indeks Kospi Korea Selatan tak banyak mengalami
perubahan.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Tue, 08 Feb 2011 ( 08:52:09 WIB )
=======================================================================================
Senin, 07 Februari 2011
DJ Semen Gresik 2010 Net Profit Likely Rose 8%-10% - CEO
Title : News Story
Header : DJ Semen Gresik 2010 Net Profit Likely Rose 8%-10% - CEO
Story
=======================================================================================
JAKARTA (Dow Jones)--PT Semen Gresik's (SMGR.JK) net profit in 2010 likely
rose between 8% and 10% from the previous year, Chief Executive Dwi Soetjipto
said Monday.
The state-controlled cement producer posted a net profit of IDR3.3 trillion
in 2009.
Semen Gresik expects annual capacity to hit 24 million metric tons by 2012
when it completes some of its capacity-boosting projects.
The company also plans to add a further 5 million-6 million tons of
capacity with the construction of another two plants, Soetjipto said on the
sidelines of a parliamentary hearing.
"We plan to build two more plants, one in Sumatra, the other in Java,
starting this year and next year," Soetjipto said, adding that construction of
the two plants is estimated to cost around $700 million.
Semen Gresik is Indonesia's largest cement producer by capacity and market
share, with around 45% of the domestic market share in recent years.
-By Linda Silaen, Dow Jones Newswires; 62 21
39831277;andreasismar.sandiwan@dowjones.com
Click here to go to Dow Jones NewsPlus, a web front page of today's most
important business and market news, analysis and commentary:
http://www.djnewsplus.com/access/al?rnd=9y%2B4QibZzLnG5%2BsTfikoUA%3D%3D. You
can use this link on the day this article is published and the following day.
(END) Dow Jones Newswires
February 07, 2011 01:49 ET (06:49 GMT)
Copyright (c) 2011 Dow Jones & Company, Inc.- - 01 49 AM EST 02-07-11
=======================================================================================
Berencana right issue, saham RUIS melonjak 30,77%
Title : News Story
Header : Berencana right issue, saham RUIS melonjak 30,77%
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Rencana PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) untuk memperkuat
permodalannya berimbas melonjaknya harga saham emiten ini.
Hingga pukul 11.47 WIB, saham RUIS sudah melaju 30,77 % ke level Rp 255
per saham.
Sebelumnya, KONTAN memberitakan, RUIS memastikan akan melakukan right
issue, yang dananya akan dipakai untuk membiayai blok migas di Bukit Barisan.
Perseroan menyebut, dana yang dibutuhkan untuk kegiatan eksplorasi di kawasan
itu mencapai US$ 15 juta atau setara Rp 135 miliar. Sekitar Rp 4 triliun sudah
digelontorkan dari kas sendiri.
Dikabarkan juga, anak usaha Grup Astra, Astratel Nusantara tertarik masuk
ke proyek itu dengan mengambil saham RUIS saat right issue.
Selain itu, untuk menambah modal pembiayaan proyek di Bukit Barisan itu,
RUIS juga berniat menerbitkan obligasi baru.
[ Dupla Kartini ]
KONTAN Mon, 07 Feb 2011 ( 11:53:24 WIB )
=======================================================================================
DJ MARKET TALK:Timah +1.7%;Unaudited 2010 Profit More Than Double
Title : News Story
Header : DJ MARKET TALK:Timah +1.7%;Unaudited 2010 Profit More Than Double
Story
=======================================================================================
0458 GMT [Dow Jones] Shares of tin miner Timah (TINS.JK) are up 1.7% at
IDR2,925 after CEO Wachid Usman said in a document submitted to parliament
that its unaudited net profit in 2010 more than doubled on-year to IDR802.4
billion, and that selling prices this year will likely remain high. "Erratic
weather is causing supply to diminish, and as the global economy starts to
recover, tin demand will certainly rise," a dealer at local securities says.
(andreasismar.sandiwan@dowjones.com)
Contact us in Singapore. 65 64154 140; MarketTalk@dowjones.com
Click here to go to Dow Jones NewsPlus, a web front page of today's most
important business and market news, analysis and commentary:
http://www.djnewsplus.com/access/al?rnd=Jy6jr6iwJu9Y8%2FwZUBzz7g%3D%3D. You
can use this link on the day this article is published and the following day.
(END) Dow Jones Newswires
February 06, 2011 23:58 ET (04:58 GMT)
Copyright (c) 2011 Dow Jones & Company, Inc.- - 11 58 PM EST 02-06-11
=======================================================================================
Laba TINS naik 156,23% di akhir 2010
Title : News Story
Header : Laba TINS naik 156,23% di akhir 2010
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Laba bersih PT Timah Tbk (TINS) akhir 2010 naik menjadi Rp 802
miliar. Presiden Direktur TINS, Wachid Usman melaporkan pada parlemen kinerja
ini meningkat sebesar 156,23% dari perolehan akhir 2009 yang sebesar Rp 313
miliar.
Harga saham TINS pada pukul 11:36 di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik
menjadi Rp 2.900 per saham dibanding penutupan akhir pekan (4/2) di level Rp
2.875 per saham.
Tahun lalu, roduksi timah PT Koba Tin turun menjadi 6.900 ton dari 7.337
ton tahun sebelumnya. Saat ini, TINS memiliki 25% saham Koba Tin.
[ Dyah Megasari ]
KONTAN Mon, 07 Feb 2011 ( 11:41:41 WIB )
=======================================================================================
DJ Timah CEO: Unaudited 2010 Net IDR802.4 Bln vs IDR313.75 Bln

Date : Feb 07 2011, 11:30
Title : News Story
Header : DJ Timah CEO: Unaudited 2010 Net IDR802.4 Bln vs IDR313.75 Bln
Story
=======================================================================================
JAKARTA (Dow Jones)--Indonesian tin miner PT Timah (TINS.JK) posted unaudited
net profit of IDR802.4 billion ($89.5 million), more than double the year-ago
figure of IDR313.75 billion thanks to higher average selling prices, the
firm's chief executive said Monday.
"Our average selling prices were around $19,000 per metric ton last year,
compared with about $16,000 a ton in 2009," Wachid Usman said in document
submitted to parliament.
The document also showed unaudited sales rose to IDR8.3 trillion in 2010
from IDR7.7 trillion, despite slightly lower sales volume of 40.3 tons
compared with 40.4 tons in 2009.
"Tin prices are likely to remain high this year on tight supply," Usman
said to parliament.
Timah expects to announce its audited financial performances in March.
-By Linda Silaen, Dow Jones Newswires; 62 21
39831277;andreasismar.sandiwan@dowjones.com
Click here to go to Dow Jones NewsPlus, a web front page of today's most
important business and market news, analysis and commentary:
http://www.djnewsplus.com/access/al?rnd=Jy6jr6iwJu9Y8%2FwZUBzz7g%3D%3D. You
can use this link on the day this article is published and the following day.
(END) Dow Jones Newswires
February 06, 2011 23:26 ET (04:26 GMT)
Copyright (c) 2011 Dow Jones & Company, Inc.- - 11 26 PM EST 02-06-11
=======================================================================================
UNSP perpanjang jatuh tempo surat utang

Date : Feb 07 2011, 11:18
Title : News Story
Header : UNSP perpanjang jatuh tempo surat utang
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk (UNSP) memperpanjang surat utang
yang dijamin dengan saham alias secured equity linked redeemable notes. Semula
surat utang senilai US$ 100 juta atau setara Rp 900 miliar ini berlaku sampai
2013, tapi UNSP mengubahnya sampai 2017.
Fitri Barnas Sekretaris Perusahaan UNSP dalam keterbukaan informasi
bilang, selain perubahaan jangka waktu pelunasan tidak ada perubahan lain dalam
ketentuan surat utang tersebut. Surat utang UNSP ini memberi bunga sebesar 8%
per tahun.
[ Avanty Nurdiana ]
KONTAN Mon, 07 Feb 2011 ( 11:10:02 WIB )
=======================================================================================
Analis: Meski bursa melemah, rupiah akan di bawah Rp 9000 per dollar AS
Title : News Story
Header : Analis: Meski bursa melemah, rupiah akan di bawah Rp 9000 per dollar AS
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Rupiah masih berpotensi menguat hari ini, meski tidak signifikan
seperti pada akhir pekan lalu.
Head of Treasury Bank Resona Perdania, Lindawati Susanto memperkirakan,
mata uang Garuda ini akan bergulir di kisaran Rp 8.960 per dollar AS hingga Rp
8.990.
Menurutnya, faktor kenaikan tingkat suku bunga masih menjadi penopang
rupiah dalam jangka pendek ini. "Terlihat faktor inflasi menjadi hal yang
sangat mengkhawatirkan Bank Indonesia, sehingga kenaikkan suku bunga sebagai
cara sementara untuk menangkal inflasi," ujar Linda.
Saat ini, otot rupiah juga tertopang penguatan di pasar saham yang
berlangsung sejak akhir pekan lalu. Linda bilang, meskipun IHSG nantinya
sedikit melemah, namun sentimen dari pasar global dan regional masih positif,
sehingga tidak akan terlalu signifikan pengaruhnya terhadap rupiah.
"Rupiah masih akan stabil, kalaupun indeks kita melemah tipis, rupiah
masih akan berada di bawah level Rp 9.000 per dollar AS," prediksinya.
Hingga pukul 10.11 WIB, rupiah di pasar spot diperdagangkan di level Rp
8.976 per dollar AS, atau menguat 0,19% dari posisi penutupan akhir pekan lalu
di Rp 8.993 per dollar AS.
[ Dupla Kartini ]
KONTAN Mon, 07 Feb 2011 ( 10:19:38 WIB )
=======================================================================================
BI rate naik, pendapatan bank tergerus
Title : News Story
Header : BI rate naik, pendapatan bank tergerus
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Keputusan Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan alias BI
rate sebesar 25 basis poin (0,25%) menjadi 6,75% berpotensi menggerus
pendapatan bank.
Penurunan ini tak terhindarkan apapun langkah yang diambil perbankan.
Menahan bunga kredit atau menaikkan bunga kredit, sama-sama bisa mengurangi
pendapatan.
Tony Prasetiantono, Komisaris Independen Bank Permata menjelaskan, dari
dua pilihan itu bank cenderung mengambil opsi menahan bunga karena risikonya
lebih kecil. "Pada putaran pertama, kenaikan BI rate akan mengurangi pendapatan
bank, tetapi tidak banyak," kata Tony.
Bank yang menahan bunga kredit akan mengurangi margin bunga bersih alias
net interest margin (NIM). Bank berpotensi kehilangan pendapatan sekitar 4%.
Menurut Toni, ini biasanya dengan estimasi bunga deposito sama dengan BI rate
6,75%.
Bank bisa saja menaikkan bunga kredit untuk mengompensasi kenaikan bunga
dana.
Namun pilihan ini memicu kenaikan kredit bermasalah atau non performing
loan (NPL). Bila ini terjadi, bank harus mengeluarkan dana lebih besar lagi
untuk menaikkan provisi atau pencadangan. "Ini menurunkan pendapatan, lebih
besar lagi," katanya.
Bank bisa menaikkan bunga kredit jika BI rate naik di atas 7%, karena
sudah tak bisa menghindarinya. Tony menilai, BI bisa mempertahankan BI rate di
6,75% selama pemerintah belum merealisasikan kebijakan pembatasan BBM
bersubsidi.
Ekonom Mirza Adityaswara menambahkan, terkereknya suku bunga acuan akan
diikuti naiknya suku bunga simpanan. Ujung-ujungnya, bunga kredit bisa naik.
Jika ini terjadi, NPL kredit konsumsi paling pertama melonjak.
Maklum, kredit ini paling banyak mengucur ke masyarakat kelas menengah
bawah yang sangat rentan dengan perubahan suku bunga. Mengingat akan bahaya
itu, bank sangat berhati-hati memutuskan menaikkan bunga kredit.
Mempelajari pasar
Bank Rakyat Indonesia (BRI) memilih menahan bunga kredit. Direktur Utama
BRI Sofyan Basir mengatakan pihaknya akan melakukan efisiensi untuk menutupi
turunnya NIM. "Kami akan menekan biaya operasional dan menaikkan dana murah,"
tuturnya.
Bank Mandiri juga tidak akan menaikkan bunga deposito dan kredit. Menurut
Direktur Keuangan Bank Mandiri Pahala N. Mansury, kondisi likuiditas
perseroannya masih baik. "Belum ada kebutuhan tersebut," sebut Pahala.
Bank Jasa Jakarta mengambil sikap menunggu bunga penjaminan Lembaga
Penjamin Simpanan (LPS). Meski bunga deposito naik, bank ini tidak akan
menaikkan bunga kredit. "Kami akan mempelajari market lebih dahulu," kata
Lisawati, Wakil Direktur Utama Bank Jasa Jakarta.
Selain melakukan efisiensi, bank juga akan menggenjot pendapatan non bunga
(fee based income). Bisnis non-inti ini diharapkan dapat menopang laba, ketika
pendapatan bunga turun.
[ Wahyu Satriani ]
KONTAN Mon, 07 Feb 2011 ( 10:01:34 WIB )
=======================================================================================
IHSG

Market View : Pada perdagangan hari ini (7/2), IHSG diperkirakan masih cenderung bergerak sideways dengan kecenderungan menguat. Indeks diprediksi akan bergerak di kisaran 3465-3510. Naiknya BI rate ke level 6.75% direspons positif oleh pasar. Pergerakan indeks pada hari ini juga akan dipengaruhi oleh pergerakan bursa global.
Suku bunga BI sebesar 25 basis point (0,25%)
PT PP Tbk (PTPP)
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
PT Garuda Indonesia
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
Jumat, 04 Februari 2011
Pasar Uang Respon Kenaikan BI Rate

INILAH.COM, Jakarta - Rupiah menguat tajam setelah indeks saham domestik berhasil mendarat di teritori positif. Kenaikan BI rate ke level 6,75% di luar ekspektasi sebagian pelaku pasar.
Albertus Christian K, periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures mengatakan, penguatan rupiah hari ini dipicu oleh keputusan Rapat Dewan Gubernur BI hari ini yang menaikkan BI rate 25 basis poin (0,25%) jadi 6,75%. Hal itu, seiring tingginya inflasi Januari hingga 7,02% (year on year).
Menurutnya, faktor internal mendominasi sentimen market hari ini. Sebab sebelumnya, peluang kenaikan BI rate masih 50:50 antara BI rate dipertahankan di level 6,5% dan optimis dinaikkan 25 basis poin. "Karena itu, rupiah hari ini ditutup di level terkuatnya 8.988 dan 9.030 sebagai level terlemahnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (4/4).
Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (4/2) ditutup menguat 25 poin (0,27%) jadi 8.988/8.998 per dolar AS dari posisi sebelumnya 9.013/9.023.
Albertus menegaskan, kenaikan BI rate di luar ekspektasi sebagian pelaku pasar sehingga berdampak cukup kuat terhadap rupiah untuk jangka pendek. "Dari sisi makro ekonomi, kenaikan BI rate diyakini bisa menekan laju inflasi. Tapi, kenaikan BI rate sekali saja belum cukup," paparnya.
Pasar ke depannya, lanjut Albertus, masih akan melihat apakah BI akan terus menaikkan suku bunga acuan secara bertahap setiap bulan? Sehingga, angka inflasi bisa berada di bawah kendali.
Sementara itu, dari eksternal pasar terpengaruh oleh pidato Gubernur The Fed Ben Bernanke, bahwa kebijakan moneter AS masih pro terhadap pertumbuhan. Sebab, pengangguran masih akan berada di level cukup tinggi beberapa tahun mendatang. "Hal itu menopang kebijakan suku bunga rendah sehingga bisa memicu arus ike Asia termasuk juga ke Tanah Air," paparnya.
Sementara itu, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro). Hal ini dipicu oleh bentroknya demonstran anti dan pro pemerintah di Mesir. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke level US$1,3636 dari sebelumnya US$1,3803 per euro," imbuh Albertus.
Sementara itu Cece Ridwanullah, analis Ekokapital Securities mengatakan, penguatan indeks saham hari ini dipicu oleh respon positif pasar atas kenaikan suku bunga acuan.
“Padahal, jelang BI rate diumumkan, investor meresponnya dengan menjual saham-saham di sektor perbankan dan PT Astra Internasional (ASII) terlebih dahulu dan saham-saham lain yang rentan terhadap inflasi dan BI rate,” ujarnya.
Kenaikan BI rate seiring dengan inflasi tahunan yang sudah melampaui 7% pada Januari 2011. Setelah BI rate dinaikkan, inflasi tidak jauh berbeda di atas BI rate 6,75%. Apalagi, investor asing melihat kenaikan BI rate seharusnya dilakukan sejak awal bulan lalu. “Jika BI rate dipertahankan di level 6,5%, indeks susah mendarat di area positif sore ini,” ucapnya. [mdr]
Analis: BI naikkan bunga, rupiah berpotensi ke Rp 8.925 per dollar AS
Title : News Story
Header : Analis: BI naikkan bunga, rupiah berpotensi ke Rp 8.925 per dollar AS
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Di luar ekspektasi pasar, Bank Indonesia (BI) memutuskan
menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin atau 0,25% hari ini.
Analis PT Commonwealth Bank, Mika Martumpal menilai kenaikan bunga acuan
ini akan berdampak cukup kuat terhadap rupiah, khususnya dalam jangka pendek.
Menurutnya, kenaikan BI rate ini cukup signfikan untuk menggiring rupiah
menembus level support di Rp 8.960 per dollar AS. Nah, jika rupiah mampu
menembus level tersebut, bisa membalikkan tren rupiah yang selama ini cenderung
melemah.
Dalam sebulan ke depan, Mika menargetkan rupiah berpeluang menguat ke
level Rp 8.925 per dollar AS. "Dengan catatan, BI tidak mengintervensi terlalu
kuat di pasar," ujarnya.
Adapun, untuk jangka panjang, Mika menyebut, berlanjut atau tidaknya
penguatan rupiah akan tergantung pada tindak lanjut BI. "Apakah BI akan
kontinyu menaikkan suku bunga setiap bulan hingga bisa dibawah angka inflasi
saat ini," urainya.
Lanjutnya, kalau BI rate masih di bawah inflasi, maka penguatan rupiah
tidak akan terlalu besar. Namun, untuk sementara memang sentimen negatif
terhadap rupiah mereda. Pasalnya, inflasi lebih mudah dikendalikan, dan dana
asing bisa semakin besar karena suku bunga semakin menarik.
Hingga pukul 13.45 WIB, rupiah di pasar spot menguat di level Rp 9.009 per
dollar AS, dari penutupan kemarin di Rp 9.014 per dollar AS.
[ Dupla Kartini ]
KONTAN Fri, 04 Feb 2011 ( 13:47:53 WIB )
=======================================================================================
Akhirnya BI rate naik 25 bps jadi 6,75%
Title : News Story
Header : Akhirnya BI rate naik 25 bps jadi 6,75%
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikan suku bunga acuan sebesar 25
bps menjadi 6,75%. Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Halim
Alamsyah hari ini (4/2). "BI rate naik 25 bps," ujarnya.
Sebelumnya banyak bankir dan ekonom yang memprediksi BI rate akan naik
lebih cepat. Pasalnya, inflasi Januari 2011 tinggi, inflasi tahunan (year on
year) pun belum berangsur turun.
Inflasi tahunan pada bulan Januari 2011 mencapai 7,02%. Ini lebih tinggi
dibanding inflasi sepanjang 2010 yang sebesar 6,96%.
[ Nina Dwiantika ]
KONTAN Fri, 04 Feb 2011 ( 13:05:11 WIB )
=======================================================================================
DJ Bank Indonesia Official:Benchmark Rate +25BPs To 6.75% On Rising Inflation

Date : Feb 04 2011, 13:08
Title : News Story
Header : *DJ Bank Indonesia Official:Benchmark Rate +25BPs To 6.75% On Rising Inflation
Story
=======================================================================================
(MORE TO FOLLOW) Dow Jones Newswires
February 04, 2011 01:04 ET (06:04 GMT)
Copyright (c) 2011 Dow Jones & Company, Inc.- - 01 04 AM EST 02-04-11
=======================================================================================
Krisis Mesir belum pengaruhi bisnis remittance perbankan
Title : News Story
Header : Krisis Mesir belum pengaruhi bisnis remittance perbankan
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Perbankan mengaku, krisis geopolitik Mesir belum mempengaruhi
bisnis remittance. Salah satunya adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Bank BUMN
ini mengaku, hingga saat ini, belum ada dampak yang dirasakan baik dari sisi
volume atau nilai transaksi.
"Volumenya memang tidak terlalu besar," kata Direktur Treasury, Financial
Institution & Special Asset Management Bank Mandiri, Thomas Arifin, hari ini
(4/2).
Tahun lalu, tercatat transaksi trade finance dalam bentuk ekspor di Mesir
melalui Bank Mandiri sebesar US$ 14,5 juta sedangkan transaksi remittance
mencapai US$ 20 juta.
PT BNI Tbk (BBNI) juga mengaku bersih dari imbas krisis Mesir. "Transaksi
remittance dari Timur Tengah dan Malaysia memang sangat besar, tapi tidak ada
yang berasal dari Mesir," ujar Direktur Treasury & Financial Institution Bank
BNI, Adi Setianto.
Tahun lalu, transaksi remittance BNI dari Timur Tengah memang turun hingga
5%. "Tapi disebabkan oleh pemulangan TKI dalam jumlah besar, juah sebelum Mesir
bergejolak," ujar Adi. Penurunan disumbang oleh beberapa wilayah seperti Abu
Dhabi, Dubai dan Kuwait.
Selama 2010, fee based income dari transaksi remittance BNI naik 14% dan
transaksi slip maupun amount naik 15%.
[ Nina Dwiantika ]
KONTAN Fri, 04 Feb 2011 ( 12:36:48 WIB )
=======================================================================================
Sesi I, Credit Suisse tercatat paling banyak melepas saham kapitalisasi besar
Title : News Story
Header : Sesi I, Credit Suisse tercatat paling banyak melepas saham kapitalisasi besar
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak kuat menahan tekanan.
Salah satu sentimen negatif yang mempengaruhi indeks hari ini adalah aksi jual
terhadap saham bluechips. Berikut adalah daftar saham unggulan yang mendorong
penurunan indeks di sesi I.
- Bank Mandiri (BMRI)
Pada penutupan sesi I, saham BMRI turun 1,64% menjadi Rp Rp 6.000.
Sejumlah broker yang tercatat menjual saham ini di antaranya: Macquarie Capital
senilai Rp 59,97 miliar, Credit Suisse Securities senilai Rp 26,26 miliar, dan
Deutsche Securities senilai Rp 9,57 miliar.
- PT Astra Internasional Indonesia (ASII)
Saham ASII tercatat turun 0,72% menjadi Rp 48.000. Nama-nama broker yang
melepas saham ASII di antaranya Credit Suisse Securities senilai Rp 34,29
miliar, CIMB Securities Indonesia senilai Rp 17,39 miliar, dan Macquarie
Capital senilai Rp 9,61 miliar.
- PT Gudang Garam Indonesia (GGRM)
Saham GGRM ditutup turun 2,85% menjadi Rp 35.850 di sesi I. Broker yang
menjual kepemilikannya atas saham ini yaitu Credit Suisse Securities senilai Rp
8,72 miliar, Macquarie Capital senilai Rp 5,40 miliar, dan Deutsche Securities
senilai Rp 3,54 miliar.
- PT Bank Central Asia (BBCA)
Saham BBCA tercatat turun 0,85% menjadi Rp 5.800. Broker yang menjual
kepemilikannya adalah UBS Securities Indonesia senilai Rp 5,86 miliar, Credit
Suisse Securities senilai Rp 2,90 miliar, dan Panin Sekuritas senilai Rp 1,45
miliar.
- PT Adaro Energi (ADRO)
Saham ADRO turun 2% menjadi Rp 1.000. Broker yang melepas saham ADRO yaitu
Credit Suisse Securities senilai Rp 6,32 miliar, CIMB Securities Indonesia
senilai Rp 6,14 miliar, dan Bahana Securities senilai Rp 4,46 miliar.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Fri, 04 Feb 2011 ( 12:16:45 WIB )
=======================================================================================
Saham-saham yang mempengaruhi gerak indeks hari ini
Title : News Story
Header : Saham-saham yang mempengaruhi gerak indeks hari ini
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Berikut adalah pergerakan sejumlah saham bluechips yang
mempengaruhi transaksi perdagangan hari ini.
- PT Aneka Tambang (ANTM)
Harga saham produsen nikel dan emas ini turun 1,1% menjadi Rp 2.275 pada
pukul 11.36. Disinyalir, penurunan harga saham ANTM terkait dengan melorotnya
harga emas dunia dari level tertinggi dalam dua minggu terakhir. Asal tahu
saja, pagi tadi, kontrak harga emas untuk pengantaran cepay turun 0,3% menjadi
US$ 1.350,02 per troy ounce. Pada pukul 10.32 waktu Tokyo, kontrak yang sama
berada di posisi US$ 1.352,63.
- PT Bakrie Sumatera Plantations (UNSP)
Harga saham produsen crude palm oil (CPO) di Indonesia ini naik 1,4%
menjadi Rp 355. Data Bloomberg menunjukkan, kontrak harga karet (getah)
berjangka bergerak naik ke level tertinggi sepanjang sejarah mencapai 504 yen
per kilogram di Tokyo. Sementara, kontrak harga karet (getah) untuk pengantaran
Juli naik 2,9% setelah sebelumnya ditransaksikan di posisi 503,6 yen pada pukul
09.07 waktu Tokyo.
- PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)
Harga saham produsen mi instan terbesar di Indonesia ini naik 1,1% menjadi
Rp 4.625. Kenaikan harga saham ICBP seiring lonjakan yang terjadi pada harga
gandum dunia. Kontrak harga gandum berjangka turun dari posisi tertinggi dalam
29 bulan terakhir sebesar 0,5% menjadi US$ 8,59 per bushel di Chicago. Indofood
menggunakan gandum dalam membuat mi instan.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Fri, 04 Feb 2011 ( 11:48:12 WIB )
=======================================================================================
Jelang BI rate, saham-saham bluechips perbankan dilanda aksi jual
Title : News Story
Header : Jelang BI rate, saham-saham bluechips perbankan dilanda aksi jual
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Jelang pengumuman BI rate, saham-saham berbasis perbankan dilanda
aksi jual. Pasar sepertinya memilih wait and see atas keputusan BI pada
pertemuan yang berlangsung hari ini.
Pada pukul 10.10, sektor perbankan tercatat melorot 0,60%. Ini merupakan
penurunan terbesar dibanding sektor-sektor lainnya di Bursa Efek Indonesia.
Saham perbankan bluechips yang turun pagi ini di antaranya: PT Bank
Mandiri (BMRI) turun 1,64% menjadi Rp 6.000, PT Bank Central Asia (BBCA) turun
0,85% menjadi Rp 5.800, dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 0,51% menjadi
Rp 4.900.
Catatan saja, indeks pada pukul 10.17 turun 0,26% menjadi 3.471,68.
Padahal sebelumnya indeks sempat dibuka positif di zona hijau. Sejumlah sektor
yang tadinya menghijau, berbalik menjadi merah. Hanya dua sektor yang positif,
yakni sektor infrastruktur dan sektor perdagangan.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Fri, 04 Feb 2011 ( 10:28:07 WIB )
=======================================================================================
Delapan sektor sokong penguatan indeks pasca libur Imlek
Title : News Story
Header : Delapan sektor sokong penguatan indeks pasca libur Imlek
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Setelah liburan hari raya Imlek kemarin, bursa dibuka menguat
0,17% di level 3.487,18% pada pukul 09.40. Penguatan masih tipis karena pagi
ini, baru 44 saham naik. Sedangkan 58 saham lainnya masih tertidur. Sekitar 11
saham sempat mengalami penurunan.
Penguatan indeks juga disokong oleh menghijaunya sejumlah sektor. Ada
delapan sektor yang berlaju di jalur hijau dengan sektor agrikultur menjadi
yang terdepan dengan kenaikan 0,83%. Sedangkan sektor infrastruktur mengejar
naik 0,55%. Sementara itu, ada dua sektor yang mengalami penurunan walaupun
tipis, yaitu sektor perbankan dan finansial yang masing-masing turun sebesar
0,11% dan 0,66%.
Top gainers di posisi pertama diraih saham Bank Pundi Indonesia Tbk yang
naik 7,24% ke Rp 163. Setelah itu ada Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) yang naik
5,53% ke 375, lalu di posisi ke tiga ada Ramayana Lestari Tbk (RALS) yang
sempat naik 4,23% ke 740.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]
KONTAN Fri, 04 Feb 2011 ( 10:03:03 WIB )
=======================================================================================
Hari pertama, Mandiri Sekuritas sudah Jual 100% jatah IPO Garuda
Title : News Story
Header : Hari pertama, Mandiri Sekuritas sudah Jual 100% jatah IPO Garuda
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Penjualan saham baru PT Garuda Indonesia diklaim para penjamin
emisi banyak peminat. Mandiri Sekuritas misalnya, baru satu hari jualan, jatah
mereka sebesar Rp 1,2 triliun sudah 100% laku terjual.
Pada penawaran saham perdana Garuda menawarkan 6,35 miliar saham di harga
Rp 750 per saham. Artinya pemerintah akan mendapatkan dana segar Rp 4,77
triliun.
Kartiko Wirjoatmodjo, Direktur Mandiri Sekuritas mengatakan peminat
institusi cukup besar. Dia bilang sebesar 70% diambil oleh institusi.
"Institusi itu dari dana pensiun dan fund manajer," kata dia. Sedangkan ritel
menyerap sekitar 30%.
Sesuai dengan target awal, Kartiko bilang, 80% IPO Garuda memang ditujukan
untuk domestik. Sedangkan untuk asing hanya 20%. "Kami tidak ikut dalam menjual
di investor asing. Itu UBS dan Citi," jelas dia.
Tapi angka tersebut bisa berubah. "Sekarang ini masih jalan penawaran
sampai besok (04/01)," papar dia kemarin.
Kartiko juga membatah kalau harga saham di pasar sekunder dijual harga Rp
650 per saham. "Ah itu gosip. Memang saat ini kita harus hati-hati," ucap dia.
Kartiko menambahkan saat ini harga jual masih di level Rp 750 per saham.
[ Avanty Nurdiana ]
KONTAN Fri, 04 Feb 2011 ( 09:15:23 WIB )
=======================================================================================
IHSG akan bergerak dikisaran 3.425 hingga 3.546 hari ini

Date : Feb 04 2011, 09:07
Title : News Story
Header : IHSG akan bergerak dikisaran 3.425 hingga 3.546 hari ini
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pada perdagangan kemarin (3/2), indeks Dow Jones ditutup naik 20
point atau 0,17% ke level 12.062,26. Melesatnya bursa AS menyusul turunnya
jumlah jobless claims melebihi estimasi analis serta jumlah penjualan sektor
retail naik melebihi proyeksi semula.
Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Rabu (2/2) ditutup
naik 38,32 point atau 1,11% di level 3.480 mengikuti penguatan bursa regional.
Pada hari itu, asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 194 miliar
dengan sektor yang paling banyak dimasuki adalah sektor semen, metal-mining,
dan telekomunikasi.
"Perdagangan hari Rabu (2/2) banyak didominasi oleh asing, terlihat dari
total nilai transaksi asing sebesar Rp 2,8 triliun dari total nilai transaksi
perdagangan sebesar Rp 4.3 triliun," papar Betrand Reynaldi, Kepala Riset
eTrading Securities. Dia juga bilang, volume transaksi pada perdagangan Rabu
juga tidak terlalu besar sebanyak 5 juta kali dengan frekuensi 105 ribu kali.
Untuk perdagangan hari ini, Betrand meramal, IHSG akan bergerak dikisaran
3.425 hingga 3.546. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain: PT Tambang
Batubara Bukit Asam (PTBA), PT Adaro Energi (ADRO), dan United Tractor (UNTR).
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Fri, 04 Feb 2011 ( 08:57:23 WIB )
=======================================================================================
META optimistis pendapatan operasional 2011 bisa lampaui Rp 300 miliar
Title : News Story
Header : META optimistis pendapatan operasional 2011 bisa lampaui Rp 300 miliar
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Nusantara Infrastruktur Tbk (META) optimistis tahun ini bisa
membukukan pendapatan operasional lebih dari Rp 300 miliar. Hasil tesebut
disumbang dari sejumlah ruas tol yang dimiliki, termasuk ruas tol barunya.
Seperi yang diketahui, pada Februari 2010 lalu, META mulai mengoperasikan
ruas tol barunya yaitu Penjaringan-Kebon Jeruk sepanjang 9,75 km. Tol tersebut
beroperasi di bawah naungan anak perusahaannya PT Jakarta Lingkar Baratsatu
(JLB).
Dengan demikian, saat ini perseroan menguasai empat ruas tol yaitu Pondok
Aren-Serpong yang dioperasikan anak usahanya PT Bintaro Serpong Damai (BSD).
Lalu ruas tol Ujung Pandang oleh PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), tol Makasar
seksi IV oleh PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) serta Penjaringan-Kebon Jeruk.
Direktur META Omar Dani Hasan menjelaskan, sepanjang tahun lalu dari tiga
anak perusahaannya, yaitu BSD, BMN dan JTSE, perseroan berhasil membukukan
pendapatan operasional sekitar Rp 184,61 miliar. Jika dibandingkan dengan tahun
2009 terjadi kenaikan 23,62%.
Adapun pendapatan operasional dari anak usahanya JLB sebesar Rp 71,25
miliar. Dengan demikian, total pendapatan operasional dari seluruh ruas tol
yang dimiliki berjumlah Rp 255,87 miliar.
"Tahun ini bisa lebih dari Rp 300 miliar pendapatan operasional kita,"
ujarnya di Jakarta, Rabu (2/2).
Kenaikan pendapatan tersebut tidak lepas dari bertumbuhnya jumlah
kendaraan yang melintas (trafik). Untuk ruas tol yang dikendalikan BSD, BMN dan
JTSE total trafiknya mengalami peningkatan sekitar 13% dari 40,45 juta
kendaraan menjadi 45,76 juta kendaraan.
Sementara untuk ruas tol barunya, total kendaraan yang melintas hingga
akhir 2010 lalu mencapai 9,56 juta kendaraan. Sehingga jika dijumlah, maka
total trafik tol milik META tahun lalu mencapai 50,1 juta kendaraan.
Tahun ini, kata Omar, perseroan menargetkan, total volume kendaraan yang
melintas bisa mencapai 78 juta hingga 80 juta kendaraan.
Sementara, laba usaha yang berhasil dikantongi dari BSD, BMN dan JTSE
tahun lalu juga naik dibandingkan 2009, yaitu dari Rp 63,50 miliar menjadi Rp
78,34 miliar. Adapun pendapatan sebelum pajak, bunga, depresiasi nilai tukar
dan amoritasasi (EBITDA) sepanjang tahun lalu sekitar Rp 132,966 miliar.
Sedangkan untuk JLB, perseroan belum merincinya.
[ Amailia Putri Hasniawati ]
KONTAN Fri, 04 Feb 2011 ( 08:48:33 WIB )
=======================================================================================
Rabu, 02 Februari 2011
2010, PGAS kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp 2 triliun
Title : News Story
Header : 2010, PGAS kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp 2 triliun
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Sepanjang tahun lalu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp 2 triliun. Kerugian ini karena
pengalihan pasokan gas yang dilakukan pemerintah.
Direktur Utama PGAS Hendi Priyo Santoso mengatakan, pemerintah mengalihkan
pasokan gas untuk menggenjot produksi minyak. Dia mengungkapkan, sejak Februari
2010 lalu, pasokan gas PGAS sekitar 100 MMSCFD dialihkan ke Lapangan Minyak
Chevron, Duri.
Akibat pengalihan pasokan itu, Hendi mengatakan, penjualan gas melorot.
Menurutnya, seharusnya PGAS pada tahun 2010 lalu bisa menjual sekitar 900
MMSCFD tetapi yang terealisasi hanya sekitar 800 MMSCFD. "Seharusnya pasokan
dari ConocoPhilips untuk kebutuhan PGAS tetapi harus dialihkan," tegasnya.
Sekedar mengingatkan, produksi minyak terganggu akibat pipa gas milik PT
Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang mengalirkan gas ke lapangan Duri PT
Chevron Pacific Indonesia (CPI) mengalami kebocoran pada September lalu.
Kebocoran pipa ini membuat produksi lapangan Duri berkurang 29.600 bph.
[ Mohamad Jumasri ]
KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 14:24:20 WIB )
=======================================================================================
Inflasi bukan satu-satunya faktor penggerak BI rate
Title : News Story
Header : Inflasi bukan satu-satunya faktor penggerak BI rate
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Deputi Gubernur Bank Indonesai (BI), Muliaman D Hadad, enggan
memberi sinyal pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate), yang akan
diputuskan oleh rapat dewan gubernur BI. "Lihat Jumat besok saja," kilah dia,
pada acara talkshow KONTAN, Rabu (2/2).
Terkait inflasi bulanan yang cukup tinggi di bulan Januari sebesar 0,89%,
Muliaman bilang, pergerakan BI tidak hanya melihat satu titik saja ketika
memutuskan BI rate. Menurutnya, Inflasi inti masih tidak sebesar yang
diperkirakan analis.
"Saya merasa enjoy dengan prediksi-prediksi analis dalam melihat BI Rate
naik atau tetap. Kemudian, ada beberapan analis masih 50:50 dalam memandang BI
Rate naik atau pun tidak," ujar Muliaman.
Sejak Agustus 2009, BI belum menggerakan suku bunga acuan dari posisi
6,5%. Sebelumnya, permintaan kepada BI untuk menaikkan suku bunga menyeruak di
pasar yang khawatir dengan tingginya inflasi.
[ Nina Dwiantika ]
KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 14:23:29 WIB )
=======================================================================================
Inflasi Asia kian serius, harga emas reli lagi
Title : News Story
Header : Inflasi Asia kian serius, harga emas reli lagi
Story
=======================================================================================
SINGAPURA. Kontrak harga emas kian mahal seiring tingginya tingkat inflasi
Asia dan keoknya dollar. Pagi tadi, kontrak harga emas pengantaran cepat naik
0,4% menjadi US$ 1.343,68 per troy ounce. Pada pukul 13.12 waktu Singapura,
kontrak yang sama berada di level US$ 1.341,03.
Sementara itu, kontrak harga emas untuk pengantaran April tak banyak
mengalami perubahan di posisi US$ 1.341,10 per troy ounce di New York.
"Tingkat inflasi di Asia kian serius. Kondisi itu membuat kilau emas
menjadi kian menarik," jelas Wallace Ng, excecutive director ABN Amro Bank NV
di Hongkong. Dia menambahkan, keoknya dollar juga turut mendongkrak harga emas.
Sekadar informasi, perekonomian Asia mulai dari Korea Selatan hingga India
harus menghadapi percepatan tingkat inflasi seiring kenaikan harga bahan pangan
dan energi. Di Korea Selatan, indeks harga konsumen naik menjadi 4,1% di
Januari. Sementara di Indonesia, indeks harga konsumen naik 7,02% pada bulan
lalu ketimbang periode yang sama tahun 2010. Sejumlah analis juga memprediksi,
tingkat inflasi China bakal melebihi 5% pada bulan lalu.
Catatan saja, sepanjang tahun ini, harga emas sudah terpangkas lebih dari
5%. Meski begitu, Ng memprediksi, harga emas akan rebound menuju US$ 1.375 pada
minggu depan karena sudah mengalami penurunan dalam.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 14:06:34 WIB )
=======================================================================================
BEI: Investor tak perlu cemas dengan fluktuasi indeks
Title : News Story
Header : BEI: Investor tak perlu cemas dengan fluktuasi indeks
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Direktur Utama BEI Ito Warsito menilai, investor tidak perlu
khawatir dengan fluktuasi indeks. Melamahnya indeks di awal tahun, kini mulai
menunjukkan tanda-tanda pergerakan balik. Pada penutupan sesi I hari ini, IHSG
berada di level 3.471,111 atau naik tipis 0,83%.
Adanya kecemasan pelaku pasar akibat krisis Mesir pun menurut Ito juga tak
perlu dibesar-besarkan. "Persoalan Mesir untuk BEI cuma masalah sentimen. Dalam
jangka waktu ke depan ada hikmahnya. Karena investor global yang menanam uang
di Timur Tengah pasti berpikir ke mana lagi uang akan ditaruh kemana. Walupun
kecil, Indonesia pasti kebagian," ujar Ito, Rabu, (2/2).
Menurut Ito, saat ini yang dilakukan BEI untuk semakin meningkatkan minat
investasi masyarakat adalah dengan memperbanyak sosialisasi dan edukasi. Hingga
sekarang, BEI sudah sudah memiliki 14 pusat informasi pasar modal di luar
Jakarta. Empat berada di Jawa sisanya di luar Jawa seperti Bali dan Sulawesi.
Di tahun ini BEI berencana membuka pusat informasi lagi di Medan dan Aceh.
"Wilayah timur belum, tapi akan kami terus kembangkan," papar Ito.
[ Astri Karina Bangun ]
KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 13:44:53 WIB )
=======================================================================================
Antisipasi data tenaga kerja, dollar AS melemah terhadap euro
Title : News Story
Header : Antisipasi data tenaga kerja, dollar AS melemah terhadap euro
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Dollar Amerika Serikat (AS) terhadap euro melemah pada level
terendah dalam tiga bulan terakhir. Hingga pukul 12.54 WIB, posisi dollar AS
berada di level US$ 1,3851 per euro, dari penutupan kemarin di posisi US$
1,3829 per euro
Bahkan, pada pukul 10.55 WIB, dollar terhadap euro sempat menyentuh US$
1,862 per euro. Melemahnya dollar AS terhadap euro terjadi menjelang rilis data
tenaga kerja AS pada pekan ini.
Analis yang disurvei Bloomberg memprediksi, ADP Emplyer Services akan
merilis penambahan 140.000 tenaga kerja di sektor swasta selama Januari lalu.
Lebih rendah dari penambahan pekerjaan di bulan Desember yang mencapai 297.000.
Sementara, Departemen Tenaga Kerja pada 4 Februari diprediksi bakal
melaporkan tingkat pengangguran naik dari 9,4% menjadi 9,5%. Hal ini bisa
menjadi penegasan bagi Federal Reserves kalau pemulihan di AS masih terlalu
lambat untuk bisa menekan angka pengangguran. Akibatnya, Fed akan melanjutkan
program pembelian surat utang.
Sementara, permintaan terhadap euro meningkat karena spekulasi bank
sentral Eropa (ECB) bersedia mengatasi laju inflasi di kawasan itu. Akhir bulan
lalu, Uni eropa mengumumkan laju inflasi di kawasan Eropa mengalami percepatan
2,4% pada Januari.
"Saat ini pengetatan kebijakan oleh ECB dihargai, sementara sentimen
dollar AS jelas sudah berkurang," ujar Sean Callow, senior strategi dari
Westpac Banking Corp., di Sydney.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]
KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 12:57:57 WIB )
=======================================================================================
Jelang libur Imlek, indeks menguat 0,83% di sesi I
Date : Feb 02 2011, 12:29
Title : News Story
Header : Jelang libur Imlek, indeks menguat 0,83% di sesi I
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Menjelang tahun baru Imlek, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
menguat. Pada penutupan sesi I, IHSG berada di level 3.471,111 atau naik tipis
0,83%. Sebanyak 113 saham naik, sementara 66 saham turun. Sedangkan 65 saham
lainnya tidak merubah posisi. Hingga siang ini, volume transaksi mencapai 1,419
milliar saham dengan nilai perdagangan mencapai Rp 2.403 trilliun.
Sektor yang berhasil mengangkat bursa adalah sektor industri dasar yang
naik 1,50%, sektor perbankan dan infrastruktur juga menanjak dengan penguatan
masing-masing 1,24% dan 1,23%. Sektor lainnya menguat tipis. Hanya Sektor aneka
industri yang masih terkoreksi tpis 0,22%, sektor konstruksi juga diambang
koreksi karena hanya menguat tipis 0,01%.
Saham Centrin Online (CENT) menguat 26,09% ke Rp 145 menjadi pemimpin top
gainers. Sementara Asahimas Flat Glass (AMFG) menguat 15,38% ke Rp 5.250 berada
diurutan kedua. FKS multi Agro (FISH) tak ketinggalan menanjak 12,73 ke Rp
1.240. Anggota MSCI indeks yang melejit adalah Indocement Tungal Prakasa (INTP)
yang naik 2,82% ke Rp 14.600 dan Bank Central Asia (BBCA) menguat 2,65% ke Rp
5.800.
Yang harus puas menjadi bagian top losers adalah Argo Pantes (ARGO) yang
jatuh 23,08% ke Rp 1.000. Disusul oleh Pioneerindo Gourmet (PTSP) yang
terkoreksi 17,78% ke Rp 370. Saham MSCI indeks yang melorot adalah Bumi
Resources (BUMI) dengan koreksi tipis 1,74% ke Rp 2.825 dan Tambang Batu bara
Bukit Asam (PTBA) yang tergerus 0,49% ke Rp 20.200.
[ Dian Pitaloka Saraswati ]
KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 12:20:44 WIB )
=======================================================================================
Spekulasi BI tahan suku bunga bikin saham BBCA berlari kencang
Title : News Story
Header : Spekulasi BI tahan suku bunga bikin saham BBCA berlari kencang
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Harga saham PT Bank Central Asia (BBCA) melesat tinggi hari ini.
Pada pukul 11.53, saham BBCA naik 2,65% menjadi Rp 5.800. Bahkan sebelumnya,
saham BBCA sempat ngendon di level Rp 5.850 atau naik 3,5%.
Dengan kenaikan sebesar itu, saham BBCA memimpin kenaikan di sektor
perbankan. Kenaikan harga saham BBCA disinyalir terkait dengan spekulasi kalau
bank sentral bajal menahan suku bunga acuannya pada 4 Febuari mendatang.
"Rendahnya angka core inflation kemungkinan akan mendorong Bank Indonesia
untuk menghindari kenaikan suku bunga, yang sangat positif bagi bank," jelas
David Sondakh, Analis PT Panin Sekuritas kepada Bloomberg.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 12:01:04 WIB )
=======================================================================================
Analis: Harga komoditas dunia naik, saham-saham pertambangan makin menarik
Title : News Story
Header : Analis: Harga komoditas dunia naik, saham-saham pertambangan makin menarik
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang positif hari
ini terdongkrak sentimen positif dari bursa AS. "Seperti yang kita tahu, indeks
Dow Jones kemarin malam ditutup di atas level 12.000. Faktor ini juga merambat
ke Asia," jelas Irwan Ariston Napitupulu, Pengamat Pasar Modal.
Nah, bagaimana dengan pergerakan indeks pada hari ini? Irwan melihat,
secara teknikal indeks akan bergerak menuju ke level 3.550. "Saat ini bagaimana
pergerakan indeks belum terlihat. Namun sepertinya bisa bergerak ke arah sana,"
katanya. Jika level tersebut tembus, besar kemungkinan indeks akan melanjutkan
penguatannya.
Menurut Irwan, indeks berpeluang ditutup positif pada sore nanti.
Pasalnya, belakangan indeks sudah terkoreksi dalam sehingga bisa mengalami
reli.
Kendati begitu, ada sejumlah faktor yang bisa menahan laju indeks. Dalam
jangka pendek, misalnya, pasar memilih untuk menunggu hasil pertemuan BI
terkait suku bunga acuan. Selain itu, pasar juga masih menunggu dampak dari
pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kabarnya akan diberlakukan Maret
mendatang.
Sementara itu, saham-saham yang direkomendasikan Irwan antara lain berasal
dari sektor pertambangan. Irwan menjelaskan, beberapa hari belakangan harga
komoditas mulai dari batubara, logam, dan timah di pasar internasional naik
tinggi. "Harga-harga emiten pertambangan sudah pasti akan mendapatkan dampak
positif dari kenaikan harga tersebut," urainya.
Beberapa saham yang direkomendasikan adalah PT International Nikel
Indonesia (INCO), PT Aneka Tambang (ANTM), PT Timah (TINS), PT Indo Tambangraya
Megah (ITMG), dan PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA).
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 11:43:34 WIB )
=======================================================================================
Date : Feb 02 2011, 12:08 Title : News Story Header : Cemas BI bakal naikkan suku bunga, pergerakan sektor konstruksi terbatas Story ======
Title : News Story
Header : Cemas BI bakal naikkan suku bunga, pergerakan sektor konstruksi terbatas
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini bergerak
bullish. Hingga pukul 11.12, indeks tercatat naik 1,33% menjadi 3.488,137.
Mayoritas sektor menghijau. Sektor industri dasar memimpin kenaikan sebesar
1,96% dan disusul oleh sektor infrastruktur yang naik sebesar 1,60%. Hanya
sektor konstruksi yang mengalami pergerakan terbatas. Bahkan, pada transaksi
pagi, sektor konstruksi sempat tergiring ke zona merah dengan penurunan 0,3%.
Saham-saham konstruksi yang dilanda aksi jual hari ini per pukul 11.20 antara
lain: PT Adhi Karya (ADHI) turun 1,27% menjadi Rp 780 dan PT Agung Podomoro
Land (APLN) turun 1,39% menjadi Rp 355.Menurut Pengamat Pasar Modal Irwan
Ariston Napitupulu, sentimen negatif yang mengukung sektor konstruksi adalah
tingkat inflasi yang berada di atas ekspektasi analis. "Nah, sebagian pelaku
pasar memprediksi, Bank Indonesia bakal menaikkan suku bunga acuan pada Jumat
mendatang. Ini juga akan berdampak pada sektor konstruksi," jelasnya. Irwan
sendiri meramal, BI akan menahan suku bunga acuannya. "Perkiraan saya, mungkin
BI hanya akan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan saja," imbuhnya. [
Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 11:26:37 WIB )
=======================================================================================
Kuartal IV 2010 produksi ADRO turun 15%

Date : Feb 02 2011, 10:23
Title : News Story
Header : Kuartal IV 2010 produksi ADRO turun 15%
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Curah hujan yang tinggi kembali menjadi kambing hitam turunnya
produksi PT Adaro Energy Tbk (ADRO) di kuartal IV 2010 lalu.
Pada periode terakhir 2010, produksi ADRO malah turun 15% dibandingkan
periode yang sama di 2009. Produksi batubara ADRO hanya 10,36 juta matrik ton.
Padahal di kuartal IV 2009, produksi batubara ADRO mencapai 12,13 juta ton.
Penurunan juga terjadi pada penjualan ADRO. Di kuartal terakhir tahun
lalu, ADRO hanya berhasil menjual 11,48 juta metrik ton atau turun 8%
dibandingkan periode sebelumnya yang sebanyak 12,45 juta metrik ton.
Pada 2010, anak usaha ADRO, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) memberi
kontribusi batubara terbanyak yaitu sebesar 38%. Sementara Bukit Makmur Mandiri
Utama (BUMA) dan PT Rahman Abdijaya (RAJ) masing-masing memberikan kontribusi
sebesr 19% dan 14%.
Sekretaris Perusahaan ADRO Devindra Ratzarwin menuturkan, untuk pemindahan
lapisan penutup terjadi kenaikan sebesar 10% di kuartal IV ini yang mencapai
60,35 Mbcm. Namun jika secara keseluruhan, pemindahan lapisan penutup di 2010
hanya meningkat sebesar 8% menjadi 226 Mbcm atau hanya mencapai 88% dari target
awal.
Di 2010 lalu, ADRO berhasil mendapatkan tiga kontrak jasa angkutan
tongkang ADRO yang baru, sehingga biaya angkutan atas toinase yang tercakup
dalam kotrak baru menurun sebesar 15%.
Adapun, di kuartal IV tahun lalu, ADRO sudah mengeluarkan dana US$ 5,5
juta untuk pengerjaan proyek pembangkit listrik mulut tambang 2x30MW yang
dimiliki dan dioperasikan anak perusahaan ADRO yaitu MSW. Pembangkit listrik
ini akan mulai beroperasi di 2012. Total dana untuk proyek ini mencapai US$ 59
juta.
Tahun depan, ADRO pun berencana manambah jumlah produksinya di kisaran 46
juta - 48 juta ton. Untuk menggenjot target produksinya tersebut, ADRO akan
memperbesar belanja modal menjadi US$ 603 juta-US$ 628 juta. Padahal sebelumnya
ADRO hanya menganggarkan US$ 464 juta.
Peningkatan ini terjadi pada pendanaan untuk pembelian alat berat. Capex
ADRO juga akan digunakan untuk pembiayaan pengeluaran rutin, proyek out of pit
crushing conveyor (OPCC), dan proyek pembangkit tenaga listrik berpasitas 2x 30
MW.
[ Anna Suci Perwitasari ]
KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 10:10:00 WIB )
=======================================================================================
Seluruh sektor menghijau, IHSG mulai menanjak
Title : News Story
Header : Seluruh sektor menghijau, IHSG mulai menanjak
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menguji tajinya. Pagi
ini, pukul 9.47 WIB, indeks sempat berada di level 3.484,267 atau naik 1,21%.
Penguatan ini ditopang menghijaunya seluruh sektor yang diperdagangkan.
Kenaikan tertinggi dicatat sektor industri dasar sebesar 1,56%.
108 saham menguat berbanding 22 saham yang turun. Sementara 42 saham lagi
masih tidur pagi ini.
Penguatan tertinggi dicatat oleh saham Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) yang
melesat 12,16% ke Rp 83, Asia Natural Resources Tbk (ASIA) yang naik 7,94% ke
Rp 68, dan Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang menguat 7% ke Rp 107.
Sementara top losers sementara ini dipuncaki Argo Pantes Tbk yang melemah
23,08% ke Rp 1.000. Disusul Wicaksana Overseas International Tbk (WICO) yang
turun 7,69% ke Rp 60, dan Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) yang terkoreksi 3,97%.
[ Teddy Gumilar ]
KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 09:56:07 WIB )
=======================================================================================
Indeks hari ini diramal bergerak di kisaran 3.378 hingga 3.485
Title : News Story
Header : Indeks hari ini diramal bergerak di kisaran 3.378 hingga 3.485
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pada perdagangan hari Selasa (1/2), indeks Dow Jones ditutup naik
148 point atau 1,25% ke level 12.040,16. Ini merupakan yang pertama kalinya Dow
Jones berada di atas level 12.000 sejak dua tahun terakhir. Sentimen positif
yang bermain adalah keluarnya data industri manufaktur di China dan AS yang
tercatat naik melebihi estimasi para analis.
IHSG sendiri kemarin ditutup naik 33 point atau 0,98% ditengah data
inflasi 2011 sebesar 0,89% yang melebihi pencapaian Januari 2010 yaitu 0,84%.
Berdasarkan data yang dihimpun tim riset eTrading Securities, investor asing
tercatat melakukan net buy sebesar Rp 230 miliar dengan sektor yang paling
banyak dimasuki adalah coal mining dan banking.
"Perdagangan kemarin banyak didominasi oleh asing, terlihat dari total
nilai transaksi asing sebesar Rp 4,3 triliun dari total nilai transaksi
perdagangan sebesar Rp 4,8 triliun," ujar Betrand Reynaldi, Kepala Riset
eTrading Securities.
Meski demikian, volume transaksi kemarin juga tidak terlalu besar, dimana
para investor masih menunggu keputusan Bank Indonesia yang bakal menetapkan
besaran suku bunga pada akhir minggu ini.
"Pada perdagangan hari ini kami memperkirakan IHSG akan bergerak dikisaran
3.378 hingga 3.485," jelasnya. Saham-saham yang dapat diperhatikan adalah PT
Adaro Energy (ADRO), Bank Danamon (BDMN), dan Semen Gresik (SMGR).
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 08:55:30 WIB )
=======================================================================================
Analis meramal BI bakal tahan suku bunga acuan
Title : News Story
Header : Analis meramal BI bakal tahan suku bunga acuan
Story
=======================================================================================
SINGAPURA. Pimpinan Bank Indonesia (BI) bakal menggelar pertemuan pada 4
Febuari mendatang. Adapun agenda utamanya adalah menetapkan suku bunga acuan.
Sejumlah analis menilai, BI akan tetap mempertahankan suku bunga di rekor
terendah minggu ini. Itu artinya, BI akan menoleransi tingkat inflasi yang
sudah naik ke level tertinggi dalam 21 bulan terakhir. Tujuannya untuk mengerem
masuknya arus dana asing dari luar negeri.
Berdasarkan survei Bloomberg, sekitar 16 dari 22 ekonom memprediksi, suku
bunga acuan BI akan berada di level 6,5%. Sementara yang lainnya memprediksi
ada kenaikan sebesar 0,25.
"BI saat ini tengah mendapatkan tekanan untuk menaikkan suku bunganya.
Tingkat inflasi saat ini masih dipicu oleh melonjaknya harga pangan.
Sepertinya, kenaikan suku bunga baru akan dilakukan pada April mendatang,"
papar Gundy Cahyadi, ekonom Oversea-Chinese Banking Corp di Singapura.
Sebelumnya, Gubernur BI Darmin Nasution bilang, bank sentral siap
menaikkan suku bunga pada waktu yang tepat. Berapa kisaran kenaikan sangat
tergantung pada tingkat inflasi.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 09:05:21 WIB )
=======================================================================================
Inflasi tinggi, tapi BI belum tentu kerek bunga acuan
Title : News Story
Header : Inflasi tinggi, tapi BI belum tentu kerek bunga acuan
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Sesuai prediksi banyak pihak, inflasi melaju kencang di awal
tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi bulan Januari 2011
mencapai 0,89%. Angka inflasi ini memang lebih rendah ketimbang inflasi bulan
Desember 2010 yang sebesar 0,92%, namun lebih tinggi ketimbang inflasi bulan
Januari 2010 sebesar 0,84%.
Lantaran inflasi Januari 2011 tinggi, maka inflasi tahunan (year on year)
pun belum berangsur turun. Inflasi tahunan pada bulan Januari 2011 mencapai
7,02%. Ini lebih tinggi dibanding inflasi sepanjang 2010 yang sebesar 6,96%.
Gejolak harga pangan, terutama beras dan cabai, masih menjadi penyumbang
terbesar inflasi. Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, beras dan cabai rawit
sama-sama memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,11% di bulan Januari 2011.
"Luar biasa cabai ini benar-benar pedas menyumbang inflasi," katanya, Selasa
(1/2)
Kendati inflasi cukup tinggi, pemerintah mengaku tidak terlampau cemas.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa yakin, di bulan Februari ini
tekanan inflasi mulai mengendur dan saat masuk panen raya Maret 2011 nanti akan
terjadi deflasi.
Bank Indonesia (BI) pun menilai tingkat inflasi Januari sebesar 0,89%
masih moderat. Angka inflasi tersebut lebih rendah ketimbang rata-rata inflasi
Januari dalam lima tahun terakhir yang berada di kisaran 1,1%.
Agaknya hal ini yang membikin BI belum memberi sinyal yang jelas apakah
akan mengerek suku bunga acuan atau tidak. "Tunggu Rapat Dewan Gubernur BI,"
kata Deputi Gubernur BI Budi Rochadi.
Namun naga-naganya BI belum akan mengerek BI rate. Apa lagi angka inflasi
inti pada bulan Januari 2011 turun ketimbang Desember 2010, yakni dari 4,28%
menjadi 4,18%. "Ini hasil yang cukup bagus," ujar Budi.
Tapi ekonom UGM Tony Prasetiantono menilai, sulit bagi BI untuk
mempertahankan BI rate di level 6,5%, sebab inflasi tahunan sudah mencapai
7,02%.
[ Irma Yani, Bambang Rakhmanto, Roy Franedya ]
KONTAN Wed, 02 Feb 2011 ( 09:20:24 WIB )
=======================================================================================






