Kamis, 19 Mei 2011

Jadwal Pembagian Dividen Tahun 2011

NO.

Nama Saham

Kegiatan

Cum Date

Rec Date

Rasio Perlembar

Terima dari Emiten

1

MKPI

Dividen Tunai

19-May-11

24-May-11

Rp 125.00

8-Jun-11

2

TOTL

Dividen Tunai

20-May-11

25-May-11

Rp 14.67

8-Jun-11

3

BBLD

Dividen Tunai

20-May-11

25-May-11

Rp 35.00

9-Jun-11

4

AALI

Dividen Tunai

20-May-11

25-May-11

Rp 640.00

9-Jun-11

5

AUTO

Dividen Tunai

23-May-11

26-May-11

Rp 434.00

10-Jun-11

6

TGKA

Dividen Tunai

24-May-11

27-May-11

Rp 51.00

13-Jun-11

7

ASII

Dividen Tunai

27-May-11

1-Jun-11

Rp 1,130.00

16-Jun-11

8

BBRI

Dividen Tunai

27-May-11

1-Jun-11

Rp 70.04

15-Jun-11

9

ASGR

Dividen Tunai

27-May-11

1-Jun-11

Rp 25.00

13-Jun-11

10

JSPT

Dividen Tunai

27-May-11

1-Jun-11

Rp 8.00

16-Jun-11

11

ADRO

Dividen Tunai

27-May-11

1-Jun-11

Rp 20.50

9-Jun-11

12

DLTA

Dividen Tunai

27-May-11

1-Jun-11

Rp 10,500.00

16-Jun-11

13

TURI

Dividen Tunai

30-May-11

3-Jun-11

Rp 5.00

17-Jun-11

14

HRUM

Dividen Tunai

30-May-11

3-Jun-11

Rp 244.10

17-Jun-11

15

AKRA

Dividen Tunai

31-May-11

6-Jun-11

Rp 2.00

20-Jun-11

16

ARNA

Dividen Tunai

31-May-11

6-Jun-11

Rp 15.00

20-Jun-11

17

UNTR

Dividen Tunai

31-May-11

6-Jun-11

Rp 270.00

13-Jun-11

18

ACES

Dividen Tunai

3-Jun-11

8-Jun-11

Rp 51.85

22-Jun-11

19

BBCA

Dividen Tunai

6-Jun-11

9-Jun-11

Rp 70.00

23-Jun-11

20

WIKA

Dividen Tunai

6-Jun-11

9-Jun-11

Rp 16.68

23-Jun-11

21

FASW

Dividen Tunai

6-Jun-11

9-Jun-11

Rp 45.00

23-Jun-11

22

SMDR

Dividen Tunai

7-Jun-11

10-Jun-11

Rp 160.00

24-Jun-11

23

PANS

Dividen Tunai

8-Jun-11

13-Jun-11

Rp 80.00

23-Jun-11

24

ADMF

Dividen Tunai

9-Jun-11

14-Jun-11

Rp 954.14

28-Jun-11

25

WOMF

Dividen Tunai

9-Jun-11

14-Jun-11

Rp 14.00

28-Jun-11

26

TBIG

Dividen Tunai

10-Jun-11

15-Jun-11

Rp 25.00

28-Jun-11

27

JASS

Dividen Tunai

10-Jun-11

15-Jun-11

Rp 53.60

20-Jun-11

28

LPPF

Dividen Tunai

10-Jun-11

15-Jun-11

Rp 32.25

30-Jun-11

29

INTP

Dividen Tunai

17-Jun-11

22-Jun-11

Rp 263.00

7-Jul-11

30

LPPF

Dividen Tunai

22-Aug-11

25-Aug-11

Rp 14.00

15-Sep-11

Harga JPRS Menuju Rp 1000

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Saham PT Jaya Pari Steel Tbk (JPRS) akan segera menuju level Rp1000, setelah kemarin ditutup auto reject atas.

Beredar kabar bahwa dua perusahaan asing pemegang saham dominan JPRS, yaitu International Magnificent Fortune Ltd. dan Vihara Ltd. sedang bersaing untuk menambah porsi kepemilikan di JPRS.

Laporan keuangan kuartal pertama yang sangat baik dan kesempatan pengembangan usaha pada 2011 yang besar, membuat dua perusahaan ini saling bersaing mendapatkan saham pengendali dengan menambah sekitar 5% porsi kepemilikannya di JPRS.

Pada perdagangan kemarin JPRS ditutup autoreject atas di level 710 naik 140 poin (24,56%) dengan volume perdagangan 60,45 juta lembar senilai Rp39.03 miliar. [ast]

Bidik Yogya, Cermati Saham RALS

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) dikabarkan akan membeli saham Yogya Departement Store.

Dengan pembelian ini akan memperkuat bisnis Ramayana untuk wilayah Jawa Barat sebagai dominasi bisnis ritel Yogya. Hal ini untuk mengimbangi kekuatan Ramayana di Jakarta.

Tahun ini, perseroan juga akan merencanakan membagi dividen hingga Rp25 per saham pada akhir Mei. Pada perdagangan kemarin saham RALS naik Rp30 ke Rp770 dengan volume transaksi 10.140 saham senilai Rp3,8 miliar sebanyak 248 kali transaksi.

Cuaca di Luar Masih Buruk, IHSG Terancam Koreksi

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Indeks harga saham gabungan, secara mengejutkan, pada Rabu (18/5) kemarin menguat signifikan. Setelah naik 40,98 poin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup di level 3.840,21.

Ini benar-benar di luar perkiraan sebagian analis. Soalnya, di hari yang sama pada dinihari, Indeks Dow Jones kembali ditutup melemah. Dan itu berarti Dow mengalami penurunan selama tiga hari perdagangan berturut-turut sejak 13 Mei lalu.

Jika diakumulasikan, selama itu indeks yang menjadi kiblat pasar saham dunia ini telah menciut sebesar 216 poin atau sekitar 1,7%. Nah, fakta ini, menurut beberapa analis yang dihubungi INILAH.COM merupakan sinyal negatif bagi perdagangan Bursa Efek Indonesia.

Dengan kata lain, turunnya Dow membuat munculnya kemungkinan IHSG akan mengalami fluktuasi dengan kecenderungan melemah. Tapi terbukti, yang terjadi malah sebaliknya. Padahal, para pelaku pasar meramalkan, selain pengaruh dari bursa global, di pekan ini bursa saham Jakarta akan lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Secara ‘kebetulan’ faktor-faktor yang muncul berupa sentimen negatif yang mengkhawatirkan. Seperti harga minyak dunia yang condong menurun. Sehingga kalau terus berlangsung, pelemahan ini pada gilirannya akan membuat harga komoditas lainnya menjadi lunglai. Padahal, peran saham-saham komoditas di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup besar.

Kabar buruk lainnya datang dari Yunani. Krisis utang negara itu yang berlangsung berkepanjangan, diyakini bakal menjadi sentimen negatif bagi perdagangan saham di bursa-bursa dunia.

Sementara warta dari dalam negeri juga, tidak bagus-bagus amat. Setelah habisnya masa kemeriahan atas terbitnya laporan keuangan triwulan I para emiten, kini pasar dihantui oleh rencana pemerintah yang akan mengurangi bahkan menghapus subsidi BBM. Belum lagi munculnya wacana kenaikan tarif dasar listrik. Berdasarkan fakta-fakta itulah, para analis memprediksi, indeks hingga akhir pekan ini akan bergerak di level 3.765 – 3.845.

Begitulah, ramalan, memang, kerap tak sesuai dengan kenyataan. Namun, demikian, penguatan yang terjadi pasca-libur panjang tersebut tetap mesti diwaspadai. “Kemungkinan untuk kembali terjadinya koreksi masih cukup besar,” kata seorang kepala riset dari sebuah sekuritas asing.

Hanya saja, kendati IHSG memiliki kemungkinan melemah gara-gara turunnya harga minyak, saham-saham dari sektor pertambangan masih tetap mendapatkan rekomendasi positif. Salah satunya PT Indika Energy (INDY) yang, dalam jangka pendek, diprediksi bakal menguat ke level Rp 4.275.

Di luar pertambangan, efek-efek dari sektor perbankan juga mendapat sinyal postif. Seperti PT Bank Central Asia (BBCA) misalnya, diprediksi akan meneruskan penguatannya menuju Rp7.300. Sementara PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) diyakini bakal menuju Rp6.500.

“Kalau BMRI berpotensi untuk naik ke Rp7.200. Namun untuk koleksi sebaiknya tunggu hingga harganya terkoreksi ke kisaran Rp 7.000,”katanya. Nah selamat mencoba keberuntungan. [mdr]

Cuaca di Luar Masih Buruk, IHSG Terancam Koreksi

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Indeks harga saham gabungan, secara mengejutkan, pada Rabu (18/5) kemarin menguat signifikan. Setelah naik 40,98 poin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup di level 3.840,21.

Ini benar-benar di luar perkiraan sebagian analis. Soalnya, di hari yang sama pada dinihari, Indeks Dow Jones kembali ditutup melemah. Dan itu berarti Dow mengalami penurunan selama tiga hari perdagangan berturut-turut sejak 13 Mei lalu.

Jika diakumulasikan, selama itu indeks yang menjadi kiblat pasar saham dunia ini telah menciut sebesar 216 poin atau sekitar 1,7%. Nah, fakta ini, menurut beberapa analis yang dihubungi INILAH.COM merupakan sinyal negatif bagi perdagangan Bursa Efek Indonesia.

Dengan kata lain, turunnya Dow membuat munculnya kemungkinan IHSG akan mengalami fluktuasi dengan kecenderungan melemah. Tapi terbukti, yang terjadi malah sebaliknya. Padahal, para pelaku pasar meramalkan, selain pengaruh dari bursa global, di pekan ini bursa saham Jakarta akan lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Secara ‘kebetulan’ faktor-faktor yang muncul berupa sentimen negatif yang mengkhawatirkan. Seperti harga minyak dunia yang condong menurun. Sehingga kalau terus berlangsung, pelemahan ini pada gilirannya akan membuat harga komoditas lainnya menjadi lunglai. Padahal, peran saham-saham komoditas di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup besar.

Kabar buruk lainnya datang dari Yunani. Krisis utang negara itu yang berlangsung berkepanjangan, diyakini bakal menjadi sentimen negatif bagi perdagangan saham di bursa-bursa dunia.

Sementara warta dari dalam negeri juga, tidak bagus-bagus amat. Setelah habisnya masa kemeriahan atas terbitnya laporan keuangan triwulan I para emiten, kini pasar dihantui oleh rencana pemerintah yang akan mengurangi bahkan menghapus subsidi BBM. Belum lagi munculnya wacana kenaikan tarif dasar listrik. Berdasarkan fakta-fakta itulah, para analis memprediksi, indeks hingga akhir pekan ini akan bergerak di level 3.765 – 3.845.

Begitulah, ramalan, memang, kerap tak sesuai dengan kenyataan. Namun, demikian, penguatan yang terjadi pasca-libur panjang tersebut tetap mesti diwaspadai. “Kemungkinan untuk kembali terjadinya koreksi masih cukup besar,” kata seorang kepala riset dari sebuah sekuritas asing.

Hanya saja, kendati IHSG memiliki kemungkinan melemah gara-gara turunnya harga minyak, saham-saham dari sektor pertambangan masih tetap mendapatkan rekomendasi positif. Salah satunya PT Indika Energy (INDY) yang, dalam jangka pendek, diprediksi bakal menguat ke level Rp 4.275.

Di luar pertambangan, efek-efek dari sektor perbankan juga mendapat sinyal postif. Seperti PT Bank Central Asia (BBCA) misalnya, diprediksi akan meneruskan penguatannya menuju Rp7.300. Sementara PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) diyakini bakal menuju Rp6.500.

“Kalau BMRI berpotensi untuk naik ke Rp7.200. Namun untuk koleksi sebaiknya tunggu hingga harganya terkoreksi ke kisaran Rp 7.000,”katanya. Nah selamat mencoba keberuntungan. [mdr]

LinkedIn Tetapkan Harga IPO di US$45

Headline
INILAH.COM, San Francisco - LinkedIn Corp mengatakan telah menetapkan harga penawaran umum perdana saham di US$ 45, kisaran proyeksi tertinggi untuk layanan jaringan profesional.

LinkedIn telah meningkatkan kisaran harga IPO awal pekan ini antara US$ 42 - US$ 45 per saham, dari US$ 32 - US$ 35 per saham, karena permintaan yang kuat. Penawaran umum ini diharapkan dapat meningkatkan dana sekitar US$ 217 juta bagi perusahaan.

Saham LinkedIn akan memulai perdagangan pada Kamis (19/5) di New York Stock Exchange, dengan kode bursa LNKD.

LinkedIn yang berbasis di Mountain View, California ini adalah pertama dari kelompok perusahaan internet yang diharapkan dapat go public. Lainnya, termasuk Groupon Inc dan Facebook Inc.

Sementara itu, berkaitan dengan jaringan sosial online, LinkedIn berbeda dari Facebook. Sebagai contoh, LinkedIn menarik porsi yang substansial untuk pendapatan dari usaha memanfaatkan layanannya, bukan iklan online. Dalam pengajuan publik, LinkedIn telah mengatakan bahwa tahun lalu hampir 3.900 perusahaan telah menggunakan layanan ‘solusi perekrutan’ nya untuk memperkerjakan karyawan..

Perusahaan juga mendapatkan pendapatan dari pengguna yang membayar biaya berlangganan untuk akses ke layanan "premium".

Perbedaan LinkedIn dan Facebook juga terkiat penggunanya, dimana perusahaan melaporkan memiliki lebih dari 100 juta anggota, sementara Facebook 600 juta pengguna. [ast]

Jam Transaksi Ditambah, Daya Tahan IHSG Diuji

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Wacana dimajukannya jam perdagangan BEI disambut positif. Langkah ini bisa memudahkan investor melihat tendensi market sekaligus sebagai ujian atas ketahanan pasar domestik.

Analis BNI Securities Achmad Nurcahyadi menilai, wacana majunya jam perdagangan sebagai niat baik otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk meningkatkan kinerja bursa secara keseluruhan. Apalagi, akan banyak perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) tahun ini. Target IPO ditambah jadi 25 emiten di 2011 dari 23 yang terealisasi tahun lalu.

Sejauh ini, terjadi gap pembukaan bursa saham RI dengan bursa lain sehingga bisa ditafsrikan pergerakannya benar-benar merefleksikan bursa-bursa yang sudah buka terlebih dahulu alias hanya mengekor. “Jika preopening bersamaan dengan bursa lain, bagus untuk melihat tendensi market kita,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (18/5).

Menurutnya, selama ini dengan berbagai wacana akuisisi dan fundamental ekonomi yang positif, pergerakan saham lokal sering terlihat anomali terhadap bursa regional asia dan global. “Pembukaan jam lebih awal bisa menguji ketahanan market domestik,” ujarnya.

Kebijakan itu juga akan menguji, jika semakin positif bukan hanya investor lokal, asing pun bisa tergerak untuk masuk ke bursa RI dengan masa transaksi yang lebih panjang. “Di sisi lain, kapitalisasi market akan bertambah dan likuiditas akan meningkat,” ucapnya.

Namun demikian, dia menggarisbawahi, penambahan jam transaksi, tidak otomatis akan menggerakkan saham-saham yang selama ini tidur. Sebab, pergerakan saham lebih dipicu faktor kinerja dan bukan durasi transaksi. “Tapi, paling tidak, investor jadi lebih leluasa memantau aktivitas pergerakan saham yang memang likuid dan menentukan laju bursa secara keseluruhan,” ungkap Achmad.

Dia mewanti-wanti, keuntungan dari kebijakan itu juga bisa saja sangat minim jika tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah kapitalisasi market dan kinerja bursa. Jika jamnya ditambah, tapi perusahaan likuidnya tidak bertambah dan kinerjanya tidak signifikan, manfaatnya tak signifikan. “Sebab, laju saham pun akan stagnan,” tuturnya.

Menurutnya, bisa jadi, penambahan jam transaksi, tidak berpengaruh signifikan pada kinerja saham secara keseluruhan dan nilai total transaksi. “Sebab, nilai transaksi tidak tergantung lama-tidaknya perdagangan,” tandasnya.

Justru, dengan jam perdagangan yang lebih sedikit atau normal seperti saat ini, tapi dengan likuiditas dan aktivitas yang lebih baik, sudah lebih dari cukup. “Invetor berharap, bukan hanya jam yang ditambah, tapi kapitalisasi market dan likuiditas juga ditambah,” paparnya.

Ia menegaskan, dengan penambahan jam trading, tidak ada jaminan bertambahnya likuditas pasar maupun market capitalisasi. “Kondisi itu lebih ditentukan oleh penambahan nilai transaksi dan jumlah IPO emiten baru,” timpal Achmad.

Dia menjelaskan, di AS, memang market buka lebih lama dibandingkan Indonesia. Tapi, bursa luar negeri seperti AS dan lainya memiliki emiten hingga ribuan. Bukan 400-500 emiten seperti di Indonesia. “Semakin besar suatu bursa, semakin lama durasi transaksinya,” paparnya.

Di atas semua itu, dia berharap penambahan jam transaksi di bursa bisa memicu bertambahnya likuiditas dan kapilalisasi pasar. “Hanya saja, cost and benefit untuk perusahaan sekuritas juga harus jadi pertimbangan, mentor dan BEI sendiri,” imbuhnya.

Diberitakan, Direktur Teknologi dan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Adikin Basirun mengatakan, wacana majunya jam perdagangan dapat direalisasikan pada kuartal IV 2011 ini. Menurutnya, persiapan mengenai majunya jam perdagangan ini secara teknologi sudah rampung.

Selain itu, BEI juga sedang melakukan persiapan dengan melakukan sosialisasi kepada pelaku pasar dan para Anggota Bursa (AB). Pihak BEI juga akan melakukan basic trial mengenai majunya jam perdagangan ini pada kuartal III-2011 ini. Namun demikian, hingga saat ini pihak BEI sendiri belum bisa menentukan akan menjadi jam berapa perdagangan dimulai nantinya.

"Kita masih belum tahu apakah jam perdagangan ini nanti akan maju setengah jam atau satu jam. Hal ini masih dalam proses, namun yang pasti jam penutupan perdagangan nantinya tetap jam 16.00," tutur Adikin.

Adikin menegaskan, dengan adanya jam perdagangan ini tidak akan menambah cost. Namun, dengan bertambahnya jam perdagangan akan menyebabkan banyaknya transaksi sehingga diharapkan turn over-nya mungkin akan lebih tinggi.

Jam buka, BEI juga menjadi lebih dekat dengan pembukaan jam perdagangan regional. “Pembukaan jam perdagangan di Singapura, jam 8.30, nantinya kalau perdagangan kita sudah dimajukkan, tidak ada perbedaan gap yang jauh antara BEI dan bursa regional lainnya," imbuhnya. [mdr]

Sideways, Pilih Saham Konsumsi

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia Kamis (19/5) diperkirakan akan bergerak dua arah. Namun, investor bisa beli di harga rendah untuk saham konsumsi.

Andrew Argado, analis dari Etrading Securities mengatakan, IHSG hari ini masih akan bergerak sideways. Minimnya katalis dalam negeri dan eksternal membuat penembusan level tertinggi 3.849, menjadi sulit terealisasi., “Penembusan level ini perlu untuk konfirmasi uptrend jangka menengah,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, katalis internal yang saat ini ditunggu pasar adalah kebijakan suku bunga untuk memacu apresiasi lanjutan indeks. Investor berharap terjadi lagi deflasi pada Mei, sehingga BI akan turunkan suku bunga 25 basis poin (bsp). “Tapi sepertinya BI belum akan gunakan instrumen suku bunga untuk maintain inflasi rendah,” ujarnya.

Sementara katalis eksternal justru cenderung akan membuat tekanan baru ke pergerakan harga saham. Terutama dengan turunnya harga komoditas akibat penguatan (rebound) dolar AS.

Di tengah situasi ini, Andrew melihat, trading big caps masih sulit. Relatif sepinya sentimen, menyebabkan waktu konsolidasi panjang. “Jadi hold dulu untuk saham-saham big caps,”katanya.

Sedangkan saham-saham berbasis konsumsi dinilai masih menarik. Seperti Jasa Marga (JSMR) dan Indofood (INDF). Selain saham perbankan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Jabar Banten (BJBR).

Kedua emiten bank ini kuat portofolio consumer loan-nya, sehingga risiko macet terdiversifikasi dan bisa main NPL di level rendah. ”Rekomendasi buy on weakness untuk saham berbasis konsumsi,” tutupnya.

Pada perdagangan Rabu (18/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 40,983 poin (1,07%) ke level 3.840,209. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 6,366 miliar lembar saham, senilai Rp 5,47 triliun dan frekuensi 148,685 kali.

Sebanyak 174 saham naik, 71 saham turun, dan 96 saham stagnan. Apresiasi bursa tidak didukung aliran dana asing yang masuk ke bursa. Tercatat, asing justru membukukan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp63 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,664 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,601 triliun. [mdr]

Wall Street Positif Didukung Dell's

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup positif pada perdagangan saham Rabu (18/5) didukung kenaikan harga komoditi dan pendapatan kuat dari Dell's.

Bursa saham menurun diikuti penurunan harga komoditi membuat investor bersiap untuk menanggung resiko. Beberapa pelaku pasar memperkirakan akan ada koreksi tetapi aksi beli oleh fund manager membuat bursa saham positif.

US crude oil futures naik lebih dari 3% ke level US$100 per barel. Saham Chevron Corp naik 2,4% ke level US$102,86, dan mendorong kenaikan Dow Jones. Saham Dell's naik 5,4% ke level US$16,75 setelah perseroan menyatakan keuntungan melebihi harapan. Perseroan juga menaikkan outlook fiscal pada 2012 untuk pendapatan operasional.

"Rally didorong raw material yang berhubungan dengan kenaikan harga komoditi. Pendapatan juga kuat turut mempengaruhi kinerja perusahaan di bidang teknologi," ujar Analis MF Global Nick Kalivas seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Analog Devices Inc melaporkan keuntungan per kuartal melebihi harapan pasar dan membuat saham Analog Devices Inc naik 5,9% ke level US$42,60. Indeks Philadelphia Semiconductor naik 1,9%.

Selain itu, sentimen yang mempengaruhi bursa saham yaitu krisis utang Eropa akan mempengaruhi bursa saham ke depan. Uni Eropa akan mendiskusikan kemungkinan restrukrisasi utang untuk Yunani.

Indeks Dow Jones naik 80,60 poin atau 0,65% ke level 12.560,18. Indeks S&P 500 naik 11,70 poin atau 0,88% ke level 1.340,68. Indeks Nasdaq naik 31,79 poin atau 1,14% ke level 2.815.

US railroad operator CSX Corp menargetkan pertumbuhan keuntungan per saham double digit dan pendapatan operasional pada 2015, dan mengharapkan pertumbuhan melebihi industri. Saham US railroad operator CSX Corp naik 2,2% ke level US$75,44.
Indeks Dow Jones Transportation Average naik 1,6%.

Kebanyakan official The Fed memilih untuk menaikkan suku bunga sebelum menjual aset ketika waktu untuk memperketat kebijakan akan tiba.
Saham Exxon Mobil Corp naik 1,7% ke level US$81,74. Indeks PHLX oil service naik 2,6%. Indeks energi S&P naik 2%.
Indeks S&P material naik 2,1% dipengaruhi saham Freeport-McMoran Copper and Gold naik 3,8% ke level US$48,62.


Volume perdagangan saham sebesar 6,5 miliar saham di bursa saham New York, NYSE Amex, dan Nasdaq dibandingkan rata-rata tahun lalu 8,4 miliar saham. [hid]

Data AS dan Eropa Negatif, Rupiah Semakin Kuat

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (19/5) diprediksi menguat. Negatifnya data perumahan dan industrial output AS jadi pemicunya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini masih dipicu oleh antisipasi pasar atas data-data ekonomi AS yang dirilis belakangan ini memburuk. Salah satunya, data Housing Start yang dirilis turun jadi 523 ribu pada April 2011 dari bulan sebelumnya 585 ribu.

Begitu juga dengan angka Building Permit yang angkanya turun jadi 551 ribu dari sebelumnya 574 ribu. Artinya, sektor perumahan AS sedang merosot. Kondisi itu memicu pelemahan dolar AS yang bersifat jangka panjang. "Karena itu, rupiah cenderung menguat dan akan bergerak dalam kisaran 8.530-8.570 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada saat yang sama, data industrial ouput AS pun dirilis negatif sehingga jadi tekanan bagi dolar AS. Angkanya dirilis 0% dari sebelumnya naik 0,7% dan perkiraan 0,4%. "Karena itu, pasar tetap mengantisipasi sebagai pelemahan dolar AS ke depannya," papar Daru.

Pasalnya, data Building Permit memiliki high impact bagi perekonomian AS. Apalagi, sektor produksi AS mengalami stagnasi. Data perumahan dan industrial output menjadi tekanan bagi dolar AS dalam jangka panjang. "Sebab, kedua data tersebut merupakan standar acuan bagi pertumbuhan ekonomi AS," imbuhnya.

Sementara itu, dari Eropa masalah bailout Yunani juga memperkuat pemicu peralihan aset-aset ke Asia. Apalagi, Managing Direktur International Monetary Fund (IMF) Dominique Strauss-Kahn Strauss-Kahn ditangkap kepolisian AS, Sabtu (14/5) malam. Penangkapan itu karena tuduhan penyerangan dan percobaan perkosaan.

"Kondisi itu, masih berpengaruh negatif bagi euro," imbuhnya. Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (18/5) ditutup menguat 17 poin (0,19%) jadi 8.557/8.562 per dolar AS.

Duh! Repotnya Menukar Dolar AS di Indonesia

Jakarta - Menukarkan uang kertas dolar AS di money changer atau bank di Indonesia sangat merepotkan. Uang kertas dolar AS harus dalam keadaan bersih dan licin, kalau tidak nilainya akan berkurang atau bahkan apes-apes bisa ditolak.

Nasabah yang ingin menukarkan dolar AS harus terlebih dahulu memastikan kondisi fisiknya sempurna (tidak lecek) dan bernomer seri dan tahun keluaran terbaru. Hal seperti itu tidak terjadi di negara-negara lain yang umumnya tidak terlalu memperhatikan fisik uang kertas apakah licin atau tidak, yang penting keasliannya.

Mengapa menukarkan dolar AS di Indonesia sedemikian repot? Plt Direktur Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Difi Ahmad Johansyah mengungkapkan pihak money changer maupun bank tidak ingin mengambil risiko mendapatkan mata uang dolar AS palsu.

Selain itu, Difi mengatakan kondisi psikologis masyarakat di Indonesia mengenai dolar AS itu masih melekat ketika memegang dalam kondisi fisik yang bagus.

"Mengapa dolar AS yang ditukarkan di Indonesia itu harus dalam kondisi baik? hal ini untuk mencegah money changer ataupun bank mendapatkan dollar palsu. Adapun hal ini juga dipengaruhi oleh psikologis para masyarakat," ujarnya ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Kamis (19/11/2011).

Dijelaskan Difi, Indonesia memang pernah mengalami trauma ketika maraknya dollar AS palsu beberapa tahun yang lalu. Oleh karena itu, lanjut Difi dahulu bahkan nomor seri dari dolar AS harus dicatat.

"Sejak saat itu digeneralisir-lah hingga saat ini dimana dollar AS yang ingin ditukarkan harus dengan kondisi fisik yang bagus. Hal ini dapat melindungi pedagang valas dan bank memperoleh dolar AS palsu karena ketika dalam kondisi fisik yang bagus, dolar AS itu dapat dilihat secara mudah keasliannya," papar Difi.

"Selain itu, masyarakat sendiri juga pasti tidak ingin mendapatkan dollar AS yang tidak bagus kondisi fisiknya. Nanti justru menambah transactional cost bagi bank atau money changer jika dolar AS yang ditukarkan tidak laku dijual kembali," imbuh Difi.

Menurut Difi, BI tidak memantau peredaran mata uang asing palsu. Jika masyarakat menemukan mata uang asing yang palsu, disarankan untuk segera menghubungi kepolisian bukan ke BI. Sesuai undang-undang bank sentral tidak mempunyai wewenang untuk menindak maupun mengganti mata uang asing palsu.

"Mata uang asing palsu itu areanya berbeda kita tidak memantau, maka aparat penegak hukum seperti polisi yang mengawasi dan akan mengambil tindakan. Sementara BI juga tidak mempunyai kewajiban untuk mengganti dengan uang asli jika sebuah bank menemukan adanya mata uang asing palsu," terang Difi.

Difi menyarankan, jika memang masyarakat kedapatan memiliki dolar palsu maka lebih baik menghubungi aparat polisi atau langsung melaporkan kepada pihak berwenang AS yakni US Secret Service.

Lebih jauh Difi mengatakan, berbeda dengan negara-negara lain seperti misalnya Singapura. Negara ini, lanjut Difi merupakan salah satu pusat pasar finansial yang peredaran dolar AS jauh lebih banyak dan dapat digunakan untuk bertransaksi. "Jika di Indonesia hanya rupiah, di Singapura bisa menggunakan dolar AS sehingga kondisi fisik tidak begitu diperhatikan," terangnya.

(dru/qom)

Khawatir Koreksi Komoditas, BUMI Konsolidasi

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI, Kamis (19/5) diprediksi bergerak sempit seiring kekhawatiran pasar atas koreksi lanjutan harga komoditas batu bara. Rekomendasi, beli untuk jangka panjang.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim memperkirakan, laju saham PT Bumi Resources (BUMI) akan konsolidasi dalam kisaran support Rp3.450 dan resistance Rp3.550. Sebab, harga minyak mentah dunia saat ini masih konsolidasi di level US$97-98 per barel.

Sementara itu, berdasarkan harga mingguan di New Castle, batu bara bertenger di level US$118,74 per metrik dari sebelumnya US$136. Karena itu, hanya saham-saham yang tidak likuid yang naik sedangkan saham-saham likuid seperti BUMI hanya naik tipis. “Investor khawatir harga komoditas akan kembali terkoreksi,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (18/5) saham BUMI ditutup menguat Rp25 (0,71%) jadi Rp3.500 dibandingkan sebelumnya Rp3.475. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.500 dan terendah Rp3.425. Volume transaksi mencapai 122,6 juta unit saham senilai Rp426,2 miliar dan frekuensi 1.969 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah menguat ke level Rp3.500 bagaimana Anda memperkirakan laju saham BUMI hari ini?

Berpotensi konsolidasi atau fluktuatif dalam kisaran sempit. Ini dipicu oleh tren harga batu bara dan harga minyak mentah dunia yang turun. Hingga saat ini belum bisa dipastikan di level berapa dua komoditas ini akan kembali rebound.

Apa yang memicu penurunan harga komoditas?

Dipicu oleh nilai tukar euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa) terhadap dolar AS yang masih konsolidasi di level US$1,4270 per euro. Pasar menantikan rebound harga komoditas itu.

BUMI sendiri akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan konsolidasi dalam kisaran support Rp3.450 dan resistance Rp3.550. Sebab, harga minyak mentah dunia saat ini masih konsolidasi di level US$97-98 per barel. Sementara itu, berdasarkan harga mingguan di New Castle, batu bara bertenger di level US$118,74 per metrik dari sebelumnya US$136. Karena itu, hanya saham-saham yang tidak likuid yang naik sedangkan saham-saham likuid seperti BUMI hanya naik tipis. Investor khawatir harga komoditas akan kembali terkoreksi.

Kalau begitu, selain faktor euro, apalagi yang bisa memicu pelemahan harga komoditas?

Pasca-tewasnya Pimpinan Alqaida Osama Bin Laden, pasar berspekulasi AS akan menarik pasukannya dari Timur Tengah. Karena itu, dolar AS berpotensi menguat karena defisit fiskal AS akan berkurang. Sesuai hukumnya, pada saat dolar AS menguat, harga komoditas seperti batu bara, minyak dan emas akan melemah.

Sebab, komoditas ditransaksikan dalam denominasi dolar AS. Setelah Osama tewas semua harga komoditas terkoreksi setelah mencapai level tertingginya. Karena itu, untuk pekan ini, saham sejuta umat ini pun akan konsolidasi.

Kalau begitu, apa yang harus dilakukan pelaku pasar?

Pelaku pasar harus mencermati pergerakan euro terhadap dolar AS. Sebab, sebelum Osama tewas, euro mendekati US$1,500 per euro dan harga emas mencapai level tertingginya di level US$1,576 per troy ounce. Pelemahan euro atas dolar AS berkorelasi positif dengan pelemahan harga komoditas sehingga menjadi sentiment negatif bagi saham batu bara seperti BUMI.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya optimistis atas laporan kinerja saham BUMI untuk kuartal I/2011. Karena itu, untuk kinerja semester I dan full year 2011 pun akan positif. Saya rekomendasikan buy saham BUMI untuk jangka panjang (long term buy). Target harga saham BUMI di level Rp4.000 per saham akhir Juni 2011 saat window dressing semester I/2011. [mdr]

IHSG Siap-siap Menanjak Lagi

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya berhasil mengakhiri pelemahannya dan menguat hingga 40 poin. Perburuan saham-saham unggulan membuat indeks melaju lancar di zona hijau.

Pada perdagangan, Rabu (18/5/2011), IHSG ditutup melesat 40,983 poin (1,07%) ke level 3.840,209. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 8,425 poin (1,24%) ke level 684,525.

Meski kemarin sudah melambung tinggi, potensi IHSG untuk naik lagi masih terbuka lebar. Penguatan bursa-bursa utama dunia akan mendorong IHSG untuk menguat terbatas pada perdagangan Kamis (19/5/2011).

Bursa Wall Street tadi malam akhirnya menguat berkat rebound harga-harga komoditas dan kuatnya laporan keuangan Dell membantu penguatan indeks saham. Namun investor masih belum yakin apakah penguatan yang terjadi kemarin akan terus berkesinambungan.

Pada perdagangan Rabu (18/5/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 80,60 poin (0,65%) ke level 12.560,18. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 11,70 poin (0,88%) ke level 1.340,68 dan Nasdaq menguat 31,79 poin (1,14%) ke level 2.815,00.

Bursa Jepang mengawali perdagangan Kamis ini di teritori positif juga. Indeks Nikkei dibuka menguat tipis 68,98 poin (0,71%) ke level 9.731,06.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG kemarin kembali ditutup di zona hijau dengan naik 41 point (+1.08%) ke level 3,840.21 menyusul aksi beli yang dilakukan oleh sejumlah investor terhadap saham- saham blue chip. Transaksi tercatat sebanyak 12.7 juta lot transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp5.4 triliun dengan seluruh sektor mengalami penguatan.

Sebanyak 169 saham mengalami kenaikan, 60 turun, 90 tidak mengalami perubahan dan 125 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi pendorong naiknya bursa hari ini a.l. BBRI, ADRO, ASII, UNTR dan BBCA sementara yang menjadi penarik bursa hari ini a.l. PGAS, BRAU, IMAS, PNBN dan GIAA.

Asing sendiri tercatat melakukan net sell di pasar regular sebesar Rp63 miliar dengan saham yang paling banyak di jual a.l. BORN, BMRI, PTBA, BBCA dan PGAS.

Rupiah diperdagangkan naik 15 point ke level Rp8,563 per US$ menyusul kembali naiknya jumlah dana asing yang masuk ke Indonesia.

Secara teknikal, hari ini IHSG berhasil bergerak menguat menembus garis resistance MA5 dengan candlestick yang membentuk pola White Marubozu.

Sementara dilihat dari pergerakan indikator tampak stochastic berpotensi membentuk goldencross sementara RSI kembali mulai bergerak uptrend. Pada perdagangan besok (19/5), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,813-3,879 dengan kecenderungan menguat. Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan besok a.l. UNTR, ITMG dan SMCB.

Kresna Sekuritas:

Meredanya tekanan jual di saham komoditas terkait reboundnya harga minyak membuat IHSG mampu bertahan di area konsolidasi 3,800-3,850. IHSG hari ini berpeluang menguji rekor baru dan diperkirakan bergerak di kisaran 3,810-3,870 dengan PTBA dan TINS sebagai saham pilihan.

(qom/qom)