Date : Jan 27 2011, 11:13
Title : News Story
Header : The Fed pertahankan stimulus, bursa Asia ikut terdongkrak
Story
=======================================================================================
TOKYO. Pasar saham Asia lanjut reli, setelah kabar Federal Reserve
mempertahankan program stimulus ekonomi dan membaiknya data perumahan AS.
Optimisme di AS membangkitkan kepercayaan terhadap pemulihan ekonomi global.
Hingga pukul 10.40 WIB, indeks Nikkei 225 menguat 0,55% ke 10.458,4,
indeks Shanghai naik 0,96% ke 2734,73, dan indeks Hang Seng melaju 0,53% ke
23.970,27. Adapun, indeks Kospi berhasil naik 0,27% ke 2.116,26, dan IHSG
menguat 0,87% ke 3.532.
Pergerakan positif saham Asia ini tercermin dari indeks MSCI Asia Pasifik
yang naik 0,3% ke 138,71 hingga pukul 11.44 a.m. waktu Tokyo.
"Lebih banyak orang melihat bakal cerahnya masa depan perekonomian AS,
sehingga ada peningkatan minat dan kepercayaan terhadap pendapatan perusahaan,"
ujar kepala strategi Toyota Asset Management Co., Masaru Hamasaki.
Kemarin, kabar baik datang dari AS, saat The Fed sepakat mempertahankan
stimulus moneter untuk memperbaiki tingkat pengangguran dan harga rumah.
Sentimen positif ini disusul dengan rilis naiknya penjualan rumah baru di AS
menjadi 329.000 per Desember, melampaui prediksi pasar sebelumnya di 300.000.
Optimisme terhadap pemulihan ekonomi AS itu juga mendongkrak bursa saham
AS. Bahkan, untuk pertama kali sejak Juni 2008, indeks Dow Jones bergerak ke
atas 12.000 pada perdagangan hari ini. Meskipun, saat penutupan pukul 16.00
waktu New York, indeks Dow Jones hanya ditutup naik 0,07% ke 11.985,44,
sementara indeks Standard & Poor's melaju 0,4% ke 1.296,63.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]
KONTAN Thu, 27 Jan 2011 ( 11:02:54 WIB )
=======================================================================================
High risk high return, high return high lost.
So be careful in making investments.
Investment in yours hands. Good luck & do the best . . . . . . . .
Kamis, 27 Januari 2011
Harga IPO Garuda Indonesia mahal
Date : Jan 27 2011, 09:20
Title : News Story
Header : Harga IPO Garuda Indonesia mahal
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Kemarin (26/01), pemerintah akhirnya mengumumkan harga penawaran
perdana (initial public offering/IPO) PT Garuda Indonesia sebesar Rp 750 per
saham. Dengan harga sebesar itu, pemerintah akan mendapatkan dana segar Rp 4,77
triliun dari penjualan 6,35 miliar saham perdana Garuda.
Harga IPO tersebut hanya berada di batas bawah kisaran harga yang
diinginkan pemerintah, yakni Rp 750-Rp 1.100 per saham.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, ini adalah harga paling optimal
yang mampu diraih Garuda. Agaknya, karena rendahnya harga itu lah, Garuda hanya
melepas 26% saham atau 6,35 miliar saham. Padahal tadinya Garuda berencana
melepas 36% atau 9,36 miliar sahamnya.
Namun, Mustafa menandaskan, nilai pelepasan tersebut sudah cukup, bahkan
terjadi kelebihan permintaan sebanyak 1,3 kali.
Dalam IPO Garuda ini, minimal 80% saham akan dialokasikan untuk investor
domestik, baik ritel maupun institusional. Adapun investor asing akan
mendapatkan jatah 20% saham atau senilai Rp 950 miliar. Meski porsi asing cukup
mendominasi, Mustafa yakin investor asing tersebut akan berinvestasi jangka
panjang di sini. Dia juga menjanjikan harga saham Garuda di pasar sekunder bisa
baik.
Analis E-Trading Securities Tedy Dwitama menduga, IPO Garuda akan diserbu
peminat baru. Dus, harga saham Garuda juga bisa terbang tinggi di hari perdana
perdagangannya di bursa, seperti yang terjadi pada IPO PT Krakatau Steel Tbk
(KRAS). "Apalagi saham ini BUMN, dan kabarnya peminatnya banyak," kata dia.
Karena itu, menurut Tedy, investor yang suka berspekulasi bisa menjajal
peruntungan di IPO Garuda ini.
Belum bagikan dividen
Namun, ada beberapa hal yang harus dicermati oleh para investor. Meski
dipasang di target terendah, harga IPO Garuda Indonesia terbilang cukup mahal.
Pada harga Rp 750 per saham, rasio harga terhadap laba per saham alias price to
earning ratio (PER) Garuda sudah mencapai 32,41 kali. Ini lebih tinggi
dibandingkan PER industri yang hanya 32 kali.
Selain itu, menurut hitungan Tedy, rasio utang terhadap ekuitas Garuda
juga cukup tinggi, yaitu 3,52 kali.
Mahalnya harga IPO Garuda juga menjadi sorotan Michael Hadisurya, Analis
Valbury Asia Securities, dalam risetnya. Selain itu, "Hal yang perlu
dipertimbangkan, Garuda belum membagikan dividen karena kerugian akumulatif
dari tahun sebelumnya," ujarnya.
Tapi karena Garuda adalah maskapai terbesar di Indonesia, Michael menilai
saham Garuda layak untuk investasikan jangka panjang.
[ Didik Purwanto, Avanty Nurdiana ]
KONTAN Thu, 27 Jan 2011 ( 09:18:23 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Harga IPO Garuda Indonesia mahal
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Kemarin (26/01), pemerintah akhirnya mengumumkan harga penawaran
perdana (initial public offering/IPO) PT Garuda Indonesia sebesar Rp 750 per
saham. Dengan harga sebesar itu, pemerintah akan mendapatkan dana segar Rp 4,77
triliun dari penjualan 6,35 miliar saham perdana Garuda.
Harga IPO tersebut hanya berada di batas bawah kisaran harga yang
diinginkan pemerintah, yakni Rp 750-Rp 1.100 per saham.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, ini adalah harga paling optimal
yang mampu diraih Garuda. Agaknya, karena rendahnya harga itu lah, Garuda hanya
melepas 26% saham atau 6,35 miliar saham. Padahal tadinya Garuda berencana
melepas 36% atau 9,36 miliar sahamnya.
Namun, Mustafa menandaskan, nilai pelepasan tersebut sudah cukup, bahkan
terjadi kelebihan permintaan sebanyak 1,3 kali.
Dalam IPO Garuda ini, minimal 80% saham akan dialokasikan untuk investor
domestik, baik ritel maupun institusional. Adapun investor asing akan
mendapatkan jatah 20% saham atau senilai Rp 950 miliar. Meski porsi asing cukup
mendominasi, Mustafa yakin investor asing tersebut akan berinvestasi jangka
panjang di sini. Dia juga menjanjikan harga saham Garuda di pasar sekunder bisa
baik.
Analis E-Trading Securities Tedy Dwitama menduga, IPO Garuda akan diserbu
peminat baru. Dus, harga saham Garuda juga bisa terbang tinggi di hari perdana
perdagangannya di bursa, seperti yang terjadi pada IPO PT Krakatau Steel Tbk
(KRAS). "Apalagi saham ini BUMN, dan kabarnya peminatnya banyak," kata dia.
Karena itu, menurut Tedy, investor yang suka berspekulasi bisa menjajal
peruntungan di IPO Garuda ini.
Belum bagikan dividen
Namun, ada beberapa hal yang harus dicermati oleh para investor. Meski
dipasang di target terendah, harga IPO Garuda Indonesia terbilang cukup mahal.
Pada harga Rp 750 per saham, rasio harga terhadap laba per saham alias price to
earning ratio (PER) Garuda sudah mencapai 32,41 kali. Ini lebih tinggi
dibandingkan PER industri yang hanya 32 kali.
Selain itu, menurut hitungan Tedy, rasio utang terhadap ekuitas Garuda
juga cukup tinggi, yaitu 3,52 kali.
Mahalnya harga IPO Garuda juga menjadi sorotan Michael Hadisurya, Analis
Valbury Asia Securities, dalam risetnya. Selain itu, "Hal yang perlu
dipertimbangkan, Garuda belum membagikan dividen karena kerugian akumulatif
dari tahun sebelumnya," ujarnya.
Tapi karena Garuda adalah maskapai terbesar di Indonesia, Michael menilai
saham Garuda layak untuk investasikan jangka panjang.
[ Didik Purwanto, Avanty Nurdiana ]
KONTAN Thu, 27 Jan 2011 ( 09:18:23 WIB )
=======================================================================================
Cargill akan tender offer 31,18% saham SOBI
Date : Jan 27 2011, 09:09
Title : News Story
Header : Cargill akan tender offer 31,18% saham SOBI
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Cargill International Luxemburg resmi menjadi pengendali PT
Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI). Hal itu ditandai dengan perombakan
jajaran pengurus SOBI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Rabu
(26/1).
Selain merombak direksi dan komisaris perusahaan yang memproduksi
sorbitol, tepung dan turunannya itu, Cargill punya tugas penting lainnya.
Yakni, melaksanakan penawaran tender atau tender offer terhadap sisa saham
SOBI. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, sebagai pengendali baru, Cargill
wajib melakukan aksi korporasi tersebut.
Seperti diketahui, pada medio Desember 2010, Cargill International
mengumumkan telah mengakuisisi 68,82% saham SOBI dari PT AKR Corporindo Tbk
(AKRA). Dalam transaksi itu, AKRA menjual 629,16 juta saham SOBI kepada
Cargill. Harga penjualannya senilai Rp 3.500 per saham atau senilai total Rp
2,2 triliun (KONTAN, 16 Desember 2010).
Mengacu data RTI per 31 Desember 2010, pemegang saham lain SOBI meliputi
investor publik sebesar 13,36%, Haryanto Adikoesoemo (0,37%), Kanwarlal Motilal
Chopra (0,35%), Sunit Kumar Dhoka (0,03%), serta F.A. Winarno Iwan Sutejo
(0,03%). Jadi, porsi saham yang siap dikempit Cargill dalam tender offer nanti
setara 31,18% saham SOBI.
Manajemen Cargill belum mau berkomentar banyak soal rencana tender offer.
PT Cargill Indonesia selaku kepanjangan tangan Cargill International di
Indonesia menyatakan, segala sesuatu yang berkaitan dengan akuisisi SOBI,
termasuk tender offer, baru akan diumumkan dalam waktu dekat. "Nanti setelah
semua (transaksi jual beli saham SOBI) sudah settle," ungkap Maretha Sambe,
Sekretaris Perusahaan Cargill Indonesia, kepada KONTAN, kemarin.
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) belum
menerima pernyataan tender offer SOBI. "Sampai saat ini kami belum menerima
permohonannya," kata Anis Baridwan, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan
Sektor Riil Bapepam-LK.
Menurut Anis, proses tender offer biasanya melalui beberapa tahap. Antara
lain, masuknya pengendali baru harus ditetapkan melalui RUPS. Selanjutnya
dibahas rencana tender offer, juga melalui RUPS.
Ketentuan tersebut terdapat dalam Keputusan Bapepam LK Nomor 04/PM/2002.
"Tapi (tender offer) itu tidak ada batasannya, sepanjang sudah RUPS, maka
pemegang saham pengendali bisa menyampaikannya ke Bapepam," jelas Anis.
Yang pasti, SOBI kemarin sudah menggelar RUPSLB dengan agenda perombakan
susunan direksi dan komisaris. Hasilnya: RUPSLB merestui pengunduran diri
Soegiarto Adikoesoemo sebagai Presiden Komisaris SOBI. Posisinya digantikan
Abraham Cornelis Klaejisen dari Cargill. Dua direksi SOBI juga mundur dan
diganti seorang wakil dari Cargill. Formasi direksi SOBI kini hanya empat orang
dari semula lima orang.
[ Didik Purwanto, Adisti Dini Indreswari, Amailia Putri Hasniawati ]
KONTAN Thu, 27 Jan 2011 ( 09:03:18 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Cargill akan tender offer 31,18% saham SOBI
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Cargill International Luxemburg resmi menjadi pengendali PT
Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI). Hal itu ditandai dengan perombakan
jajaran pengurus SOBI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Rabu
(26/1).
Selain merombak direksi dan komisaris perusahaan yang memproduksi
sorbitol, tepung dan turunannya itu, Cargill punya tugas penting lainnya.
Yakni, melaksanakan penawaran tender atau tender offer terhadap sisa saham
SOBI. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, sebagai pengendali baru, Cargill
wajib melakukan aksi korporasi tersebut.
Seperti diketahui, pada medio Desember 2010, Cargill International
mengumumkan telah mengakuisisi 68,82% saham SOBI dari PT AKR Corporindo Tbk
(AKRA). Dalam transaksi itu, AKRA menjual 629,16 juta saham SOBI kepada
Cargill. Harga penjualannya senilai Rp 3.500 per saham atau senilai total Rp
2,2 triliun (KONTAN, 16 Desember 2010).
Mengacu data RTI per 31 Desember 2010, pemegang saham lain SOBI meliputi
investor publik sebesar 13,36%, Haryanto Adikoesoemo (0,37%), Kanwarlal Motilal
Chopra (0,35%), Sunit Kumar Dhoka (0,03%), serta F.A. Winarno Iwan Sutejo
(0,03%). Jadi, porsi saham yang siap dikempit Cargill dalam tender offer nanti
setara 31,18% saham SOBI.
Manajemen Cargill belum mau berkomentar banyak soal rencana tender offer.
PT Cargill Indonesia selaku kepanjangan tangan Cargill International di
Indonesia menyatakan, segala sesuatu yang berkaitan dengan akuisisi SOBI,
termasuk tender offer, baru akan diumumkan dalam waktu dekat. "Nanti setelah
semua (transaksi jual beli saham SOBI) sudah settle," ungkap Maretha Sambe,
Sekretaris Perusahaan Cargill Indonesia, kepada KONTAN, kemarin.
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) belum
menerima pernyataan tender offer SOBI. "Sampai saat ini kami belum menerima
permohonannya," kata Anis Baridwan, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan
Sektor Riil Bapepam-LK.
Menurut Anis, proses tender offer biasanya melalui beberapa tahap. Antara
lain, masuknya pengendali baru harus ditetapkan melalui RUPS. Selanjutnya
dibahas rencana tender offer, juga melalui RUPS.
Ketentuan tersebut terdapat dalam Keputusan Bapepam LK Nomor 04/PM/2002.
"Tapi (tender offer) itu tidak ada batasannya, sepanjang sudah RUPS, maka
pemegang saham pengendali bisa menyampaikannya ke Bapepam," jelas Anis.
Yang pasti, SOBI kemarin sudah menggelar RUPSLB dengan agenda perombakan
susunan direksi dan komisaris. Hasilnya: RUPSLB merestui pengunduran diri
Soegiarto Adikoesoemo sebagai Presiden Komisaris SOBI. Posisinya digantikan
Abraham Cornelis Klaejisen dari Cargill. Dua direksi SOBI juga mundur dan
diganti seorang wakil dari Cargill. Formasi direksi SOBI kini hanya empat orang
dari semula lima orang.
[ Didik Purwanto, Adisti Dini Indreswari, Amailia Putri Hasniawati ]
KONTAN Thu, 27 Jan 2011 ( 09:03:18 WIB )
=======================================================================================
JSX
Harga IPO Garuda Rp 750 per saham
Date : Jan 27 2011, 08:54
Title : News Story
Header : Harga IPO Garuda Rp 750 per saham
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Harga saham initial public offering (IPO) Garuda Indonesia
ditetapkan seharga Rp 750 per saham. Demikian pernyataan Menteri Negara BUMN
Mustafa Abubakar hari ini.
[ Astri Karina Bangun ]
KONTAN
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Harga IPO Garuda Rp 750 per saham
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Harga saham initial public offering (IPO) Garuda Indonesia
ditetapkan seharga Rp 750 per saham. Demikian pernyataan Menteri Negara BUMN
Mustafa Abubakar hari ini.
[ Astri Karina Bangun ]
KONTAN
=======================================================================================
Rabu, 26 Januari 2011
MASA kerek harga jual ban di Februari
Date : Jan 26 2011, 10:43
Title : News Story
Header : MASA kerek harga jual ban di Februari
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Produsen ban PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) berniat
menaikkan harga jual produknya di 2011. Langkah ini untuk mengantisipasi
kenaikan harga bahan baku karet.
Sekretaris Perusahaan MASA J. Sukarman menuturkan, selain bahan baku,
kenaikan harga jual ban juga dipengaruhi daya beli masyarakat dan harga yang
dipatok kompetitor. "Harga ban memang pasti naik tahun ini," kata dia, Senin
(24/1).
Rencana MASA itu sejalan dengan keinginan Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia
(APBI). Asosiasi berniat mengerek harga ban 5%-8% pada Februari 2011 nanti.
Manajemen MASA juga segera menaikkan harga jual pada Februari nanti bersamaan
dengan produsen ban lain. Tapi MASA belum membeberkan berapa besar persentase
kenaikan harga jual produknya.
Sukarman hanya bilang, persentase kenaikan harga ban ukuran kecil bisa
lebih tinggi daripada ban ukuran besar. Alasannya, pasokan ban jenis ini
berlimpah sehingga sulit meraup untung dari sana. Sedangkan kenaikan harga ban
ukuran besar bisa ditekan karena pasokannya tak sebanyak ban kecil.
Ban yang masuk kategori kecil berukuran 13 inci-15 inci. Ini biasa dipakai
mobil berjenis sedan. Adapun di atas 16 inci tergolong ban besar yang kerap
dipakai mobil jenis Sport Utility Vehicle (SUV).
Produsen ban bermerek Achilles, Corsa, dan Strada ini juga berniat
menambah kapasitas produksi menjadi 28.500 unit ban mobil dan 16.000 unit ban
motor per hari di semester II-2011. Saat ini kapasitas produksi MASA mencapai
17.500 unit ban mobil dan 8.000 unit ban motor per hari.
[ Adisti Dini Indreswari, KONTAN ]
KONTAN Wed, 26 Jan 2011 ( 10:42:10 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : MASA kerek harga jual ban di Februari
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Produsen ban PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) berniat
menaikkan harga jual produknya di 2011. Langkah ini untuk mengantisipasi
kenaikan harga bahan baku karet.
Sekretaris Perusahaan MASA J. Sukarman menuturkan, selain bahan baku,
kenaikan harga jual ban juga dipengaruhi daya beli masyarakat dan harga yang
dipatok kompetitor. "Harga ban memang pasti naik tahun ini," kata dia, Senin
(24/1).
Rencana MASA itu sejalan dengan keinginan Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia
(APBI). Asosiasi berniat mengerek harga ban 5%-8% pada Februari 2011 nanti.
Manajemen MASA juga segera menaikkan harga jual pada Februari nanti bersamaan
dengan produsen ban lain. Tapi MASA belum membeberkan berapa besar persentase
kenaikan harga jual produknya.
Sukarman hanya bilang, persentase kenaikan harga ban ukuran kecil bisa
lebih tinggi daripada ban ukuran besar. Alasannya, pasokan ban jenis ini
berlimpah sehingga sulit meraup untung dari sana. Sedangkan kenaikan harga ban
ukuran besar bisa ditekan karena pasokannya tak sebanyak ban kecil.
Ban yang masuk kategori kecil berukuran 13 inci-15 inci. Ini biasa dipakai
mobil berjenis sedan. Adapun di atas 16 inci tergolong ban besar yang kerap
dipakai mobil jenis Sport Utility Vehicle (SUV).
Produsen ban bermerek Achilles, Corsa, dan Strada ini juga berniat
menambah kapasitas produksi menjadi 28.500 unit ban mobil dan 16.000 unit ban
motor per hari di semester II-2011. Saat ini kapasitas produksi MASA mencapai
17.500 unit ban mobil dan 8.000 unit ban motor per hari.
[ Adisti Dini Indreswari, KONTAN ]
KONTAN Wed, 26 Jan 2011 ( 10:42:10 WIB )
=======================================================================================
Rupiah menguat ke level paling perkasa dalam seminggu terakhir
Date : Jan 26 2011, 10:42
Title : News Story
Header : Rupiah menguat ke level paling perkasa dalam seminggu terakhir
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Mata uang rupiah pagi ini menguat ke level tertinggi dalam satu
minggu terakhir. Pelaku pasar berspekulasi, bank sentral akan memberikan
toleransi lebih kepada rupiah untuk menguat untuk menahan laju kenaikan
inflasi.
"Bank Indonesia menginginkan mata uangnya menguat untuk mengontrol
inflasi. Langkah BI menujukkan toleransi atas pergerakan rupiah," jelas
Susanto, head of foreign exchange trading PT Bank Resona Perdania kepada
Bloomberg.
Asal tahu saja, pada pukul 09.27, rupiah menguat 0,1% menjadi 9.038 per
dollar. Menurut Deputi BI Budi Mulya pada 24 Januari lalu, saat ini, pola
pergerakan rupiah masih menguat dan akan tetap stabil.
Catatan saja, BI akan mereview besaran suku bunga pada 4 Febuari mendatang
setelah menahan suku bunga pada level 6,5% 5 Januari lalu. Spekulasi yang
beredar, BI akan menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Wed, 26 Jan 2011 ( 10:36:50 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Rupiah menguat ke level paling perkasa dalam seminggu terakhir
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Mata uang rupiah pagi ini menguat ke level tertinggi dalam satu
minggu terakhir. Pelaku pasar berspekulasi, bank sentral akan memberikan
toleransi lebih kepada rupiah untuk menguat untuk menahan laju kenaikan
inflasi.
"Bank Indonesia menginginkan mata uangnya menguat untuk mengontrol
inflasi. Langkah BI menujukkan toleransi atas pergerakan rupiah," jelas
Susanto, head of foreign exchange trading PT Bank Resona Perdania kepada
Bloomberg.
Asal tahu saja, pada pukul 09.27, rupiah menguat 0,1% menjadi 9.038 per
dollar. Menurut Deputi BI Budi Mulya pada 24 Januari lalu, saat ini, pola
pergerakan rupiah masih menguat dan akan tetap stabil.
Catatan saja, BI akan mereview besaran suku bunga pada 4 Febuari mendatang
setelah menahan suku bunga pada level 6,5% 5 Januari lalu. Spekulasi yang
beredar, BI akan menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Wed, 26 Jan 2011 ( 10:36:50 WIB )
=======================================================================================
Harga saham rights issue BMRI Rp 5.000
Date : Jan 26 2011, 10:37
Title : News Story
Header : Harga saham rights issue BMRI Rp 5.000
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Niatan PT Bank Mandiri (BMRI) untuk melaksanakan rights issue
bakal segera terwujud. Pasalnya, bank pelat merah itu sudah menetapkan harga
saham rights issue. Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek
Indonesia (BEI), harga rights issue BMRI ditetapkan sebesar Rp 5.000.
Dalam rencana BMRI, ada 2,33 miliar saham baru yang ditawarkan bulan
depan.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Wed, 26 Jan 2011 ( 10:30:51 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Harga saham rights issue BMRI Rp 5.000
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Niatan PT Bank Mandiri (BMRI) untuk melaksanakan rights issue
bakal segera terwujud. Pasalnya, bank pelat merah itu sudah menetapkan harga
saham rights issue. Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek
Indonesia (BEI), harga rights issue BMRI ditetapkan sebesar Rp 5.000.
Dalam rencana BMRI, ada 2,33 miliar saham baru yang ditawarkan bulan
depan.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Wed, 26 Jan 2011 ( 10:30:51 WIB )
=======================================================================================
MEDC siapkan belanja modal US$ 500 juta
Date : Jan 26 2011, 10:36
Title : News Story
Header : MEDC siapkan belanja modal US$ 500 juta
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menyiapkan US$ 500 juta
untuk memenuhi belanja modal atau capital expenditure (capex) di tahun ini.
MEDC akan menggunakan dana tersebut untuk menggarap berbagai proyek, mulai
dari sektor migas hingga proyek pembangkit listrik.
Vice President Investor Relation MEDC, Nusky Suyono mengungkapkan, total
belanja modal perusahaan itu berkisar US$ 400 juta hingga US$ 500 juta. Sekitar
70% capex akan dipenuhi dari dana eksternal seperti pinjaman bank, sedangkan
sisanya 30% capex berasal dari kas internal.
Separuh dari belanja modal akan dikeluarkan apabila perusahaan memerlukan.
Yang pasti, "Kami mengalokasikan US$ 254 juta untuk eksplorasi migas," ujar
Nusky kepada KONTAN, Selasa (25/1).
Adapun dana yang siap dikucurkan sewaktu-waktu nantinya diperuntukkan bagi
proyek di luar migas, seperti pembangkit listrik. Nusky menyebut, dana itu
belum tentu digelontorkan tahun ini. Dengan kata lain, perusahaan saat ini
masih fokus di bisnis migas, baik dari hulu maupun hilir.
Kurangi kepemilikan di Senoro
Proyek-proyek besar MEDC antara lain proyek migas di Blok A, Blok Libya-47
dan Blok Donggi-Senoro. Kabar terbaru, porsi penyertaan modal MEDC melalui anak
usahanya PT Medco LNG Indonesia (MLI) di Donggi-Senoro mulai menyusut. Porsi
kepemilikan MEDC yang semula 20% tergerus 8,9% hingga tersisa 11,1%. Penyebab
penurunan itu karena MEDC tak menyuntik modal di Donggi Senoro.
"Jadi ini bukan penjualan saham, tapi kami tak menambah modal sehingga
porsi saham menurun," ungkap Nusky.
Nusky beralasan, keengganan MEDC menambah modal di Donggi Senoro lantaran
strategi bisnis. Dengan menyusutnya kepemilikan itu, kewajiban MEDC untuk
menyetor modal menjadi berkurang, dari semula US$ 560 juta menjadi US$ 308
juta. MEDC sejatinya telah mengantongi pinjaman US$ 120 juta untuk mendanai
proyek ini.
Analis AM Capital, Janson Nasrial berpendapat, besarnya kebutuhan capex
MEDC menyebabkan perusahaan itu mengurangi porsi kepemilikannya di aset-aset
yang dianggap tidak maksimal. "Donggi Senoro kan belum jelas, jadi memang lebih
baik dilepas," tutur dia.
Di saat yang sama, utang MEDC masih bertumpuk. Janson menghitung, hingga
kini rasio utang terhadap EBITDA MEDC mencapai tiga kali. Meski begitu, Janson
masih merekomendasikan beli saham MEDC untuk jangka panjang. Target harga Rp
3.900 per saham. Harga saham MEDC kemarin ditutup naik 4,07% ke posisi Rp 3.200
per saham.
[ Amailia Putri Hasniawati, KONTAN ]
KONTAN Wed, 26 Jan 2011 ( 10:28:41 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : MEDC siapkan belanja modal US$ 500 juta
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menyiapkan US$ 500 juta
untuk memenuhi belanja modal atau capital expenditure (capex) di tahun ini.
MEDC akan menggunakan dana tersebut untuk menggarap berbagai proyek, mulai
dari sektor migas hingga proyek pembangkit listrik.
Vice President Investor Relation MEDC, Nusky Suyono mengungkapkan, total
belanja modal perusahaan itu berkisar US$ 400 juta hingga US$ 500 juta. Sekitar
70% capex akan dipenuhi dari dana eksternal seperti pinjaman bank, sedangkan
sisanya 30% capex berasal dari kas internal.
Separuh dari belanja modal akan dikeluarkan apabila perusahaan memerlukan.
Yang pasti, "Kami mengalokasikan US$ 254 juta untuk eksplorasi migas," ujar
Nusky kepada KONTAN, Selasa (25/1).
Adapun dana yang siap dikucurkan sewaktu-waktu nantinya diperuntukkan bagi
proyek di luar migas, seperti pembangkit listrik. Nusky menyebut, dana itu
belum tentu digelontorkan tahun ini. Dengan kata lain, perusahaan saat ini
masih fokus di bisnis migas, baik dari hulu maupun hilir.
Kurangi kepemilikan di Senoro
Proyek-proyek besar MEDC antara lain proyek migas di Blok A, Blok Libya-47
dan Blok Donggi-Senoro. Kabar terbaru, porsi penyertaan modal MEDC melalui anak
usahanya PT Medco LNG Indonesia (MLI) di Donggi-Senoro mulai menyusut. Porsi
kepemilikan MEDC yang semula 20% tergerus 8,9% hingga tersisa 11,1%. Penyebab
penurunan itu karena MEDC tak menyuntik modal di Donggi Senoro.
"Jadi ini bukan penjualan saham, tapi kami tak menambah modal sehingga
porsi saham menurun," ungkap Nusky.
Nusky beralasan, keengganan MEDC menambah modal di Donggi Senoro lantaran
strategi bisnis. Dengan menyusutnya kepemilikan itu, kewajiban MEDC untuk
menyetor modal menjadi berkurang, dari semula US$ 560 juta menjadi US$ 308
juta. MEDC sejatinya telah mengantongi pinjaman US$ 120 juta untuk mendanai
proyek ini.
Analis AM Capital, Janson Nasrial berpendapat, besarnya kebutuhan capex
MEDC menyebabkan perusahaan itu mengurangi porsi kepemilikannya di aset-aset
yang dianggap tidak maksimal. "Donggi Senoro kan belum jelas, jadi memang lebih
baik dilepas," tutur dia.
Di saat yang sama, utang MEDC masih bertumpuk. Janson menghitung, hingga
kini rasio utang terhadap EBITDA MEDC mencapai tiga kali. Meski begitu, Janson
masih merekomendasikan beli saham MEDC untuk jangka panjang. Target harga Rp
3.900 per saham. Harga saham MEDC kemarin ditutup naik 4,07% ke posisi Rp 3.200
per saham.
[ Amailia Putri Hasniawati, KONTAN ]
KONTAN Wed, 26 Jan 2011 ( 10:28:41 WIB )
=======================================================================================
JSX
Harga minyak mendekati level terendah dalam delapan minggu
Date : Jan 26 2011, 09:15
Title : News Story
Header : Harga minyak mendekati level terendah dalam delapan minggu
Story
=======================================================================================
NEW YORK. Kontrak harga minyak ditransaksikan mendekati level terendah
dalam delapan minggu terakhir. Pemicu penurunan harga minyak yaitu kecemasan
investor kalau permintaan minyak akan melorot seiring munculnya sejumlah sinyal
perlambatan pertumbuhan di AS dan Inggris.
Di New York, harga minyak sempat ditransaksikan mendekati US$ 86 sebarel
setelah sebelumnya anjlok 1,9% sehari sebelumnya. Data ekonomi global yang
disinyalir mempengaruhi harga minyak antara lain penurunan harga perumahan AS
dan Produk Domestik Bruto Inggris yang secara tidak terduga mengalami
penurunan.
"Itu merupakan berita bearish perekonomian. WTI saat ini terus melemah.
Sedangkan data cadangan minyak AS di atas level lima tahun," ujar Ken Hasegawa,
commodity derivatives sales manager Newedge di Tokyo.
Asal tahu saja, pada pukul 08.13 waktu Singapura, kontrak harga minyak
untuk pengantaran Maret ditransaksikan di level US$ 86,30 sebarel atau naik 11
sen si NYMEX. Kemarin, harga minyak bertengger di posisi US$ 86,19 sebarel,
terendah sejak 30 November lalu.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Wed, 26 Jan 2011 ( 08:30:57 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Harga minyak mendekati level terendah dalam delapan minggu
Story
=======================================================================================
NEW YORK. Kontrak harga minyak ditransaksikan mendekati level terendah
dalam delapan minggu terakhir. Pemicu penurunan harga minyak yaitu kecemasan
investor kalau permintaan minyak akan melorot seiring munculnya sejumlah sinyal
perlambatan pertumbuhan di AS dan Inggris.
Di New York, harga minyak sempat ditransaksikan mendekati US$ 86 sebarel
setelah sebelumnya anjlok 1,9% sehari sebelumnya. Data ekonomi global yang
disinyalir mempengaruhi harga minyak antara lain penurunan harga perumahan AS
dan Produk Domestik Bruto Inggris yang secara tidak terduga mengalami
penurunan.
"Itu merupakan berita bearish perekonomian. WTI saat ini terus melemah.
Sedangkan data cadangan minyak AS di atas level lima tahun," ujar Ken Hasegawa,
commodity derivatives sales manager Newedge di Tokyo.
Asal tahu saja, pada pukul 08.13 waktu Singapura, kontrak harga minyak
untuk pengantaran Maret ditransaksikan di level US$ 86,30 sebarel atau naik 11
sen si NYMEX. Kemarin, harga minyak bertengger di posisi US$ 86,19 sebarel,
terendah sejak 30 November lalu.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Wed, 26 Jan 2011 ( 08:30:57 WIB )
=======================================================================================
Senin, 24 Januari 2011
Pembahasan redenominasi selesai akhir 2011
Date : Jan 24 2011, 14:53
Title : News Story
Header : Pembahasan redenominasi selesai akhir 2011
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Rencana Bank Indonesia (BI) melakukan pemotongan angka nol dalam
mata uang rupiah atawa redenominasi segera terlaksana. Pasalnya, regulator
perbankan ini telah mendapat persetujuan dari Presiden.
Deputi Gubernur BI Budi Rochadi mengatakan BI sudah melakukan presentasi
redenominasi rupiah dan sudah disetujui oleh Presiden. "Sudah ada perintah dari
DPR untuk membahas hal ini dengan pemerintah," ujarnya, Senin (24/1).
Budi bilang untuk memperlancar pembahasan tersebut, Presiden telah
menunjuk Wakil Presiden sebagai ketua tim koordinasi redenominasi. "Nanti kita
akan rapat dan diselesaikan secara bertahap," tambahnya.
Budi optimistis koordinasi pembahasan tersebut dengan pemerintah akan
selesai sebelum akhir tahun 2011 sehingga dapat dilanjutkan dengan sosialisasi.
"Harus selesai sebelum 2011 kemudian baru sosialisasi," terangnya.
[ Roy Franedya ]
KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 14:47:42 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Pembahasan redenominasi selesai akhir 2011
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Rencana Bank Indonesia (BI) melakukan pemotongan angka nol dalam
mata uang rupiah atawa redenominasi segera terlaksana. Pasalnya, regulator
perbankan ini telah mendapat persetujuan dari Presiden.
Deputi Gubernur BI Budi Rochadi mengatakan BI sudah melakukan presentasi
redenominasi rupiah dan sudah disetujui oleh Presiden. "Sudah ada perintah dari
DPR untuk membahas hal ini dengan pemerintah," ujarnya, Senin (24/1).
Budi bilang untuk memperlancar pembahasan tersebut, Presiden telah
menunjuk Wakil Presiden sebagai ketua tim koordinasi redenominasi. "Nanti kita
akan rapat dan diselesaikan secara bertahap," tambahnya.
Budi optimistis koordinasi pembahasan tersebut dengan pemerintah akan
selesai sebelum akhir tahun 2011 sehingga dapat dilanjutkan dengan sosialisasi.
"Harus selesai sebelum 2011 kemudian baru sosialisasi," terangnya.
[ Roy Franedya ]
KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 14:47:42 WIB )
=======================================================================================
BI rate naik 25 bps, bunga kredit tak langsung naik
Date : Jan 24 2011, 14:33
Title : News Story
Header : BI rate naik 25 bps, bunga kredit tak langsung naik
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Suku bunga atau BI rate yang tak naik disaat inflasi menjulang
membuat bankir ketar ketir. Salah satunya adalah Komisaris Independen Bank
Permata, Tony Prasetiantono.
"Kalau Januari inflasi naik, BI perlu menaikkan BI Rate, meski tidak perlu
tinggi," ujar Tony Prasetiantono dalam acara dialog perbankan tahun 2011,
digedung LPPI, Senin (24/1). Menurut Tony, idealnya BI rate naik 25 bps. Wajar,
tak ada alasan bagi perbankan menaikan bunga simpanan jika BI rate belum naik.
Beberapa bank sebelumnya mengaku ditinggal nasabah karena bunga simpanan saat
ini tak menarik.
Jika BI Rate naik ke 6,75% bunga kredit bank tidak serta merta naik karena
hal tersebut justru berpotensi menaikkan non performing loan (NPL).
Namun disisi lain, menurut Tony, kebijakan BI ada dapat merubah peran
untuk menggatikan kenaikkan BI Rate seperti kewajiban giro wajib minimum (GWM)
dari 5% ke 8%.
"Hal ini baik, karena sama-sama mengurangi likuiditas sehingga harapannya
bisa mengurangi tekanan inflasi," tambahnya.
Selain itu menurutnya, inflasi ini terjadi diluar sistem moneter seperti
faktor banjir, korupsi, distribusi barang, birokrasi sehingga bank sentral
tidak mampu secara mendalam menghandle faktor tersebut.
[ Nina Dwiantika, Bernadette C Munthe ]
KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 14:09:23 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : BI rate naik 25 bps, bunga kredit tak langsung naik
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Suku bunga atau BI rate yang tak naik disaat inflasi menjulang
membuat bankir ketar ketir. Salah satunya adalah Komisaris Independen Bank
Permata, Tony Prasetiantono.
"Kalau Januari inflasi naik, BI perlu menaikkan BI Rate, meski tidak perlu
tinggi," ujar Tony Prasetiantono dalam acara dialog perbankan tahun 2011,
digedung LPPI, Senin (24/1). Menurut Tony, idealnya BI rate naik 25 bps. Wajar,
tak ada alasan bagi perbankan menaikan bunga simpanan jika BI rate belum naik.
Beberapa bank sebelumnya mengaku ditinggal nasabah karena bunga simpanan saat
ini tak menarik.
Jika BI Rate naik ke 6,75% bunga kredit bank tidak serta merta naik karena
hal tersebut justru berpotensi menaikkan non performing loan (NPL).
Namun disisi lain, menurut Tony, kebijakan BI ada dapat merubah peran
untuk menggatikan kenaikkan BI Rate seperti kewajiban giro wajib minimum (GWM)
dari 5% ke 8%.
"Hal ini baik, karena sama-sama mengurangi likuiditas sehingga harapannya
bisa mengurangi tekanan inflasi," tambahnya.
Selain itu menurutnya, inflasi ini terjadi diluar sistem moneter seperti
faktor banjir, korupsi, distribusi barang, birokrasi sehingga bank sentral
tidak mampu secara mendalam menghandle faktor tersebut.
[ Nina Dwiantika, Bernadette C Munthe ]
KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 14:09:23 WIB )
=======================================================================================
Analis: Tekanan jual asing di sesi II masih akan berlanjut
Date : Jan 24 2011, 13:21
Title : News Story
Header : Analis: Tekanan jual asing di sesi II masih akan berlanjut
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih saja
lesu. Pada penutupan sesi I, indeks tercatat turun 1,28% atau 43,274 poin
menjadi 3.336,269. Warna merah juga mendominasi seluruh sektor dengan penurunan
terbesar dialami sektor konstruksi sebesar 2,83%.
Padahal, sepanjang minggu lalu, IHSG betul-betul mendapat tekanan hebat.
Dalam periode 17 Januari hingga 21 Januari 2010, indeks melorot hingga 5,31%
atau kehilangan 189,601 poin.
Jika ditotal, indeks sudah kehilangan hingga 200 poin lebih sejak awal
minggu lalu. Menurut Willy Sanjaya, analis PT CIC Securities, anjloknya indeks
hari ini akibat tekanan jual (net sell) asing yang masih berkelanjutan. "Untuk
sesi I ini, nilai net sell asing mencapai Rp 135 miliar," jelasnya.
Apa penyebab aksi jual yang dilakukan oleh asing? Willy menolak menjawab.
"Saya hanya melihat, saat ini belum ada sentimen positif yang mampu mendorong
kinerja indeks. Selain itu, aksi pemerintah terkait hal ini juga belum
terlihat," jelasnya. Padahal, menurutnya, aksi jual yang dilakukan terus
menerus oleh asing bisa menjadi hal yang mengkhawatirkan.
Willy menerangkan, faktor kecemasan akan inflasi tinggi seperti yang
banyak diungkapkan oleh sejumlah analis bukan faktor utama penggerus indeks.
"Tidak masuk akan menunjuk inflasi sebagai biang kerok penurunan indeks karena
tahun 2011 baru berjalan kurang dari sebulan. Terlalu dini menentukan inflasi
tinggi untuk sepanjang tahun ini," urainya.
Ia lantas meramal, indeks masih akan menunjukkan penurunan hingga sesi II
ini. Adapun level support IHSG di posisi 3.318 dan resistance di posisi 3.408.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 13:13:12 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Analis: Tekanan jual asing di sesi II masih akan berlanjut
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih saja
lesu. Pada penutupan sesi I, indeks tercatat turun 1,28% atau 43,274 poin
menjadi 3.336,269. Warna merah juga mendominasi seluruh sektor dengan penurunan
terbesar dialami sektor konstruksi sebesar 2,83%.
Padahal, sepanjang minggu lalu, IHSG betul-betul mendapat tekanan hebat.
Dalam periode 17 Januari hingga 21 Januari 2010, indeks melorot hingga 5,31%
atau kehilangan 189,601 poin.
Jika ditotal, indeks sudah kehilangan hingga 200 poin lebih sejak awal
minggu lalu. Menurut Willy Sanjaya, analis PT CIC Securities, anjloknya indeks
hari ini akibat tekanan jual (net sell) asing yang masih berkelanjutan. "Untuk
sesi I ini, nilai net sell asing mencapai Rp 135 miliar," jelasnya.
Apa penyebab aksi jual yang dilakukan oleh asing? Willy menolak menjawab.
"Saya hanya melihat, saat ini belum ada sentimen positif yang mampu mendorong
kinerja indeks. Selain itu, aksi pemerintah terkait hal ini juga belum
terlihat," jelasnya. Padahal, menurutnya, aksi jual yang dilakukan terus
menerus oleh asing bisa menjadi hal yang mengkhawatirkan.
Willy menerangkan, faktor kecemasan akan inflasi tinggi seperti yang
banyak diungkapkan oleh sejumlah analis bukan faktor utama penggerus indeks.
"Tidak masuk akan menunjuk inflasi sebagai biang kerok penurunan indeks karena
tahun 2011 baru berjalan kurang dari sebulan. Terlalu dini menentukan inflasi
tinggi untuk sepanjang tahun ini," urainya.
Ia lantas meramal, indeks masih akan menunjukkan penurunan hingga sesi II
ini. Adapun level support IHSG di posisi 3.318 dan resistance di posisi 3.408.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 13:13:12 WIB )
=======================================================================================
Inilah daftar saham-saham penggerus indeks di sesi I
Date : Jan 24 2011, 13:11
Title : News Story
Header : Inilah daftar saham-saham penggerus indeks di sesi I
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pada penutupan sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih
ditransaksikan melorot. Indeks ditutup dengan penurunan 1,28% menjadi
3.336,269. Padahal pagi tadi, indeks sempat ditransaksikan positif dengan
kenaikan 0,4%.
Saham-saham yang menyeret kejatuhan indeks di sesi I ini antara lain: PT
Bank Mandiri (BMRI) turun 3,57% menjadi Rp 5.400, PT Bank Central Asia (BBCA)
turun 2,57% menjadi Rp 5.300, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun 2,45%
menjadi Rp 3.975, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun 4,91% menjadi Rp
45.550, dan PT Gudang Garam (GGRM) turun 3,31% menjadi Rp 35.000.
Sementara, saham-saham yang mampu menahan laju penurunan indeks di sesi
pertama adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 2,66% menjadi Rp 4.825, PT
Telkom Indonesia (TLKM) naik 0,66% menjadi Rp 7.600, PT Inovisi Infracom
(INVS), PT Medco Energy (MEDC) naik 5,13% menjadi Rp 3.075, dan Bank Tabungan
Negara (BBTN) naik 3,17% menjadi Rp 1.300.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 12:45:23 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Inilah daftar saham-saham penggerus indeks di sesi I
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pada penutupan sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih
ditransaksikan melorot. Indeks ditutup dengan penurunan 1,28% menjadi
3.336,269. Padahal pagi tadi, indeks sempat ditransaksikan positif dengan
kenaikan 0,4%.
Saham-saham yang menyeret kejatuhan indeks di sesi I ini antara lain: PT
Bank Mandiri (BMRI) turun 3,57% menjadi Rp 5.400, PT Bank Central Asia (BBCA)
turun 2,57% menjadi Rp 5.300, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun 2,45%
menjadi Rp 3.975, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun 4,91% menjadi Rp
45.550, dan PT Gudang Garam (GGRM) turun 3,31% menjadi Rp 35.000.
Sementara, saham-saham yang mampu menahan laju penurunan indeks di sesi
pertama adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 2,66% menjadi Rp 4.825, PT
Telkom Indonesia (TLKM) naik 0,66% menjadi Rp 7.600, PT Inovisi Infracom
(INVS), PT Medco Energy (MEDC) naik 5,13% menjadi Rp 3.075, dan Bank Tabungan
Negara (BBTN) naik 3,17% menjadi Rp 1.300.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 12:45:23 WIB )
=======================================================================================
Penurunan 135 saham masih membuat indeks lemah lunglai
Date : Jan 24 2011, 12:37
Title : News Story
Header : Penurunan 135 saham masih membuat indeks lemah lunglai
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Sudah sepekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kehilangan
gairahnya. Pada penutupan sesi I siang ini, IHSG yang sempat naik ke zona
hijau, atau diatas 3.393 malah terus turun mendekati level supportnya di 3.336,
269 turun 1,28% dari posisi sehari sebelumnya.
Semua sektor tidak ada yang bisa memadamkan merahnya IHSG, di mana sektor
konstruksi merupakan sektor yang paling terpukul dengan koreksi mencapai 2,83%.
Sementara, sektor consumer good juga melemah cukup dalam sebesar 1,65%. Sektor
lainnya turun di atas 1,3%. Hingga siang ini, sebanyak 135 saham turun, 55
saham naik, dan 61 saham tidak berubah. Transaksi cenderung tipis dengan volume
sebesar 1,148 milliar saham dan nilainya hanya mencapai Rp 1,8 trilliun.
Saham yang menduduki peringkat pertama top losers adalah Jaya Kontruksi
Manggala (JKON) dengan koreksi sebesar 25% ke Rp 600 dan Maskapai Reasuransi
(MREI) melemah 20,18% ke Rp 455. Anggota MSCI indeks yang terjebak di zona
merah adalah Charoen Pokhpand (CPIN) yang turun 6,49% ke Rp 1.440 dan Indo
tambang Raya (ITMG) yang melemah 4,91% ke Rp 45.550, diikuti oleh PTBA yang
turun 4,14% ke Rp 19.700.
Posisi pemuncak top gainers dipegang oleh Prasidha Aneka Niaga (PSDN) yang
melompat 33,90% ke Rp 79, diikuti oleh Aneka Kemasindo Utama (AKKU) yang naik
27,97% ke Rp 183. Anggota MSCI indeks yang naik hanya ada dua, yakni Telkom
(TLKM) yang merayap naik 0,66% ke Rp 7.600, dan Indofood Sukses Makmur (INDF)
yang menguat 0,55% ke Rp 4.550.
[ Dian Pitaloka Saraswati ]
KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 12:28:41 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Penurunan 135 saham masih membuat indeks lemah lunglai
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Sudah sepekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kehilangan
gairahnya. Pada penutupan sesi I siang ini, IHSG yang sempat naik ke zona
hijau, atau diatas 3.393 malah terus turun mendekati level supportnya di 3.336,
269 turun 1,28% dari posisi sehari sebelumnya.
Semua sektor tidak ada yang bisa memadamkan merahnya IHSG, di mana sektor
konstruksi merupakan sektor yang paling terpukul dengan koreksi mencapai 2,83%.
Sementara, sektor consumer good juga melemah cukup dalam sebesar 1,65%. Sektor
lainnya turun di atas 1,3%. Hingga siang ini, sebanyak 135 saham turun, 55
saham naik, dan 61 saham tidak berubah. Transaksi cenderung tipis dengan volume
sebesar 1,148 milliar saham dan nilainya hanya mencapai Rp 1,8 trilliun.
Saham yang menduduki peringkat pertama top losers adalah Jaya Kontruksi
Manggala (JKON) dengan koreksi sebesar 25% ke Rp 600 dan Maskapai Reasuransi
(MREI) melemah 20,18% ke Rp 455. Anggota MSCI indeks yang terjebak di zona
merah adalah Charoen Pokhpand (CPIN) yang turun 6,49% ke Rp 1.440 dan Indo
tambang Raya (ITMG) yang melemah 4,91% ke Rp 45.550, diikuti oleh PTBA yang
turun 4,14% ke Rp 19.700.
Posisi pemuncak top gainers dipegang oleh Prasidha Aneka Niaga (PSDN) yang
melompat 33,90% ke Rp 79, diikuti oleh Aneka Kemasindo Utama (AKKU) yang naik
27,97% ke Rp 183. Anggota MSCI indeks yang naik hanya ada dua, yakni Telkom
(TLKM) yang merayap naik 0,66% ke Rp 7.600, dan Indofood Sukses Makmur (INDF)
yang menguat 0,55% ke Rp 4.550.
[ Dian Pitaloka Saraswati ]
KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 12:28:41 WIB )
=======================================================================================
Analis: Suplai seret, harga CPO di kuartal pertama terus melaju







Date : Jan 24 2011, 12:29
Title : News Story
Header : Analis: Suplai seret, harga CPO di kuartal pertama terus melaju
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Kekhawatiran terhadap seretnya pasokan minyak nabati global terus
memicu lonjakan pada harga minyak sawit mentah alias CPO. Bahkan, harga CPO
melaju ke dekat level tertingginya di bulan ini.
Hingga pukul 12.15 WIB, CPO untuk kontrak pengiriman April 2011 di bursa
berjangka Malaysia (MDE) naik 1,9% ke level US$ 1.247,63 per ton, dari posisi
akhir pekan lalu di US$ 1.224,24 per ton.
Suplai minyak nabati diperkirakan akan terpangkas akibat penurunan musiman
produksi, dan cuaca kering yang mengancam panen kedelai di Argentina.
Sementara, Malaysian Palm Oil Board menyebutkan, produksi CPO Malaysia
berkurang 15,5% menjadi 1,23 juta ton selama Desember.
"Harga minya sawit mentah akan terus melaju selama kuartal pertama, karena
krisis pasokan yang terjadi di industri minyak nabati," ujar Bernard Ching,
analis ECM Libra Sdn Capital.
Harga minyak sawit dan kedelai sudah naik ke level tertinggi dalam lebih
dari dua tahun karena kekhawatiran seretnya pasokan yang mengancam panen di
Amerika Latin. Apalagi, faktor banjir menggangu panen sawit di Indonesia dan
Malaysia.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]
KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 12:23:49 WIB )
=======================================================================================
Sepi Transaksi, IHSG Kehilangan 43 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah cukup dalam 43 poin di tengah transaksi yang tidak terlalu ramai. Meski sudah ada berita-berita positif dari dalam negeri seperti berbagai kebijakan Bank Indonesia (BI) pada bankers dinner akhir pekan lalu, indeks masih tertekan sentimen negatif pengetatan kebijakan moneter China.
Sentimen tersebut berbuntut pelepasan saham di sektor komoditas, konsumer dan properti. Indeks yang sempat naik turun di awal perdagangan, kini harus rela duduk di zona merah.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 2,009 poin (0,06%) ke level 3.377,534. Indeks melemah di saat bursa-bursa regional justru mencetak penguatan.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Senin (24/1/2011), IHSG melemah 43,274 poin (1.29%) ke level 3.336,269. Sementara Indeks LQ 45 turun 8,945 poin 1,52% ke level 581,291.
Indeks sempat melemah tipis di awal perdagangan, tak lama indeks sempat mencetak penguatan hingga hampir 20 poin sehingga mendekati level 3.400 lagi. Namun, dengan maraknya tekanan jual, indeks malah kembali melemah, dan turun cukup dalam.
Saking dalamnya, indeks sempat mneyentuh level terendahnya hari ini di 3.340,845. Sementara posisi tertingginya di level 3.396,846.
Saham-saham komoditas dan konsumer kembali dilepas oleh para investor. Selain itu, saham-saham di sektor properti juga melemah cukup dalam akibat tekanan jual.
Tak satu pun sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa menguat. Tak cuma sentimen inflasi tinggi, namun investor juga masih menyimpan dananya untuk aksi korporasi besar seperti IPO Garuda dan rights issue Bank Mandiri.
Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 52.943 kali pada volume 1,148 miliar lembar saham senilai Rp 1,805 triliun. Sebanyak 58 saham naik, 148 saham turun dan 66 saham stagnan.
Bursa-bursa regional bergerak mixed, padahal pagi tadi seluruhnya berjalan di zona hijau. Bursa China dan Hong Kong kembali melemah akibat sentimen pengetatan kebijakan moneter di negeri tirai bambu tersebut.
Berikut kondisi bursa-bursa regional di siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 13,45 poin (0,50%) ke level 2.701,84.
- Indeks Hang Seng turun 92,65 poin (0,39%) ke level 23.784,21.
- Indeks Nikkei 225 naik 40,14 poin (0,39%) ke level 10.314,66.
- Indeks Straits Times menguat 14,79 poin (0,46%) ke level 3.19,39.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 2.350 ke Rp 45.550, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.200 ke Rp 35.000, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 850 ke Rp 19.700, dan Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 650 ke Rp 21.650.
(ang/qom)
Sejarah Inflasi dan Guncangan Pasar 'Nyaris' Berulang
Jakarta - History Repeats Itself, mungkin adalah kata-kata yang cocok untuk mengungkapkan keadaan saat ini. Setidaknya apa yang terjadi pada perekonomian dan bursa Indonesia di 2005 sepertinya terulang di 2010 dan awal 2011 ini.
Betrand Raynaldi, Head of Research PT eTrading Securities menjelaskan, sepanjang 2010, laju inflasi di Indonsia mencapai 6,96%, di atas perkiraan publik yang hanya 5%. Di awal 2011, harga minyak mentah dunia sempat melonjak hingga menyentuh US$ 92/barrel.
Akibatnya, Bank Indonesia mulai mengambil ancang-ancang untuk menaikkan suku bunga alias BI Rate, karena otoritas bank sentral melihat tekanan inflasi masih akan mengancam di 2011.
IHSG pun terkena imbasnya, sejak penutupannya di akhir 2010 di level 3.703,512, Index Harga Saham Gabungan ini turun hingga 3.535,731, atau turun sekitar -4,5% pada penutupan 17 Januari.
"Segala rentetan masalah ini membawa kita flashback ke 2005. Di mana kenaikan harga minyak dunia memaksa pemerintah untuk menaikan harga BBM, harga bensin premium dari Rp 1.800 naik ke Rp 2,400 pada Maret 2005 (+32.%), dan gelombang kenaikan kedua pada Oktober 2005 dari Rp 2,400 ke Rp 4,500 (+87.5%)," jelas Betrand dalam economic view-nya yang dikutip detikFinance, Senin (24/1/2011).
Inflasi pun meningkat, dari 9,06% di September, naik hingga 17,89% di Oktober 2005. Hal ini juga diiringi dengan kenaikan BI Rate secara bertahap, 10% di September, 11% di Oktober, 12,25% di November, dan 12,75% di Desember.
"IHSG saat itu pun terkena imbasnya, berada pada titik tertingginya pada akhir Juli di level 1182,301, index turun ke level terendahnya di akhir Oktober di level 1066,224, atau penurunan hampir 10%," imbuh Betrand.
Ancaman inflasi akibat dari naiknya harga pangan dan biaya energi yang akan memaksa Bank Indonesia menaikan BI rate untuk mengendalikan inflasi, hal-hal tersebut berdampak pada:
1. Peningkatan cost of fund
Perusahaan-perusahaan yang mempunyai utang rupiah dengan suku bunga mengambang. Akan mengalami peningkatan biaya bunga yang akan menekan sisi profitabilitas.
2. Penurunan daya beli
Peningkatan harga pangan dan biaya energi akan memukul purchasing power atau daya beli. Sedangkan kenaikan BI rate akan mendorong kenaikan suku bunga kredit yang akan mendorong orang untuk membeli mobil ataupun rumah secara kredit. Berdasarkan data dari Gaikindo, di 2004 penjualan mobil adalah 483 ribu unit, sementara di 2005 menjadi 534 ribu unit, tapi di 2006 angka tersebut menurun hingga 319 ribu unit.
Betrand melihat, ada 3 sektor yang mempunyai kinerja paling buruk di 2005 lalu, berdasarkan pergerakan harganya yakni properti, keuangan dan perbankan, dan industri dasar. Selain 3 sektor itu, kenaikan BBM, inflasi, dan BI Rate juga mempengaruhi sektor-sektor lain seperti pertambangan, consumer goods, perkebunan, dan industri lain seperti perdagangan dan jasa.
Berdasarkan data historis IHSG di 2003 hingga 2007, Betrand menilai pergerakan IHSG di 2005 relatif lebih rendah dibandingkan 2 tahun sebelum dan sesudahnya.
- IHSG 2003: mengalami pertumbuhan sebesar 69%
- IHSG 2004: mengalami pertumbuhan sebesar 41%
- IHSG 2005: mengalami pertumbuhan sebesar 16%
- IHSG 2006: mengalami pertumbuhan sebesar 54%
- IHSG 2007: mengalami pertumbuhan sebesar 49%.
Betrand menjelaskan, perbedaan terbesar antara inflasi 2005 dan inflasi 2010 adalah inflasi di 2005 disebabkan oleh kenaikan harga BBM, dan hal ini menyebabkan kenaikan biaya transportasi semua industri, yang juga akan mempengaruhi cash flow perusahaan. Sementara pada akhir 2010, kenaikan inflasi lebih banyak disebabkan oleh kenaikan harga bahan pangan.
"Selama pemerintah dapat mengontrol stok dan harga barang pangan, maka kenaikan inflasi masih dapat dikontrol," jelasnya.
Faktor lain yang dapat mempengaruhi inflasi ke depannya di 2011 adalah pengaruh dari pembatasan BBM bersubsidi pada April mendatang, dan juga pengaruh dari harga minyak dunia yang tahun ini diprediksikan masih akan naik. Pembatasan tersebut akan semakin meningkatkan beban biaya masyarakat, yang tentunya akan dapat memicu inflasi yang lebih tinggi.
Sentimen negatif yang datang dari dalam dan luar negeri tentu akan memberikan pengaruh buruk ke IHSG. Sejauh ini, Betrand melihat IHSG memang sudah turun cukup dalam dan menembus level support kuatnya di 3.450. Beberapa sektor seperti properti dan konstruksi, perbankan, industri semen sudah mendapatkan sentiment negatif dari persepsi mengenai kenaikan inflasi.
Di lain sisi beberapa emiten mendapatkan keuntungan dari produk/servis yang mereka miliki. Terutama industri-industri yang mempunyai korelasi positif terhadap kenaikan minyak dunia. Kenaikan harga minyak dunia menguntungkan sektor-sektor yang memproduksi penggantinya, seperti Coal, CPO, dan Gas.
"Fundamental dari setiap perusahaan masih menjadi faktor yang sangat penting. Terbukti pada tahun 2005, meskipun saham-saham lain yang berada dalam satu industri sedang turun, tapi emiten yang mempunyai fundamental kuat masih menunjukan growth yang stabil dalam Net Income atau Operating Income-nya. Contohnya PGAS, BBCA, LSIP," jelas Betrand. (qom/dnl)
Lima PTPN dinyatakan siap melangsungkan IPO
Date : Jan 24 2011, 12:06
Title : News Story
Header : Lima PTPN dinyatakan siap melangsungkan IPO
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pemerintah menyatakan ada sejumlah PT Perkebunan Nusantara (PTPN)
yang siap melantai di bursa tahun ini. Hal itu ditujukan untuk menarik dana
dari pasar modal dan mengantisipasi ekspansi yang lebih besar di tahun
mendatang.
Deputi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Industri Primer
Megananda Daryono mengatakan, ada lima PTPN dari total 15 PTPN di Indonesia
yang siap menawarkan saham perdana (IPO) di bursa.
"Semua PTPN kondisinya baik, tapi PTPN III,IV,V,VII dan XIII paling siap
IPO," ungkap Megananda, Senin (24/1).
Kendati demikian, Megananda belum tahu rencana IPO kelima PTPN tersebut.
Pasalnya, pemerintah justru ingin membuat induk usaha (holding) perkebunan bisa
terwujud dahulu di tahun ini.
Dengan pembentukan holding BUMN perkebunan, posisi dan kondisi BUMN
perkebunan akan lebih kuat untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal
itu juga akan menetukan harga jualnya agar lebih bagus di pasar modal.
"Kami akan mendahulukan holding company. Setelah holding terbentuk, baru
kita IPO. Nanti akan diatur mana yang lebih dahulu IPO di antara lima PTPN
itu," katanya.
[ Didik Purwanto ]
KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 11:56:09 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Lima PTPN dinyatakan siap melangsungkan IPO
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pemerintah menyatakan ada sejumlah PT Perkebunan Nusantara (PTPN)
yang siap melantai di bursa tahun ini. Hal itu ditujukan untuk menarik dana
dari pasar modal dan mengantisipasi ekspansi yang lebih besar di tahun
mendatang.
Deputi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Industri Primer
Megananda Daryono mengatakan, ada lima PTPN dari total 15 PTPN di Indonesia
yang siap menawarkan saham perdana (IPO) di bursa.
"Semua PTPN kondisinya baik, tapi PTPN III,IV,V,VII dan XIII paling siap
IPO," ungkap Megananda, Senin (24/1).
Kendati demikian, Megananda belum tahu rencana IPO kelima PTPN tersebut.
Pasalnya, pemerintah justru ingin membuat induk usaha (holding) perkebunan bisa
terwujud dahulu di tahun ini.
Dengan pembentukan holding BUMN perkebunan, posisi dan kondisi BUMN
perkebunan akan lebih kuat untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal
itu juga akan menetukan harga jualnya agar lebih bagus di pasar modal.
"Kami akan mendahulukan holding company. Setelah holding terbentuk, baru
kita IPO. Nanti akan diatur mana yang lebih dahulu IPO di antara lima PTPN
itu," katanya.
[ Didik Purwanto ]
KONTAN Mon, 24 Jan 2011 ( 11:56:09 WIB )
=======================================================================================
Langganan:
Postingan (Atom)

