Rabu, 01 Juni 2011

PENUTUPAN IHSG SESI IIPergerakan liar indeks berakhir dengan kenaikan 0,02%

JAKARTA. Menjelang libur nasional besok, indeks bergerak liar. Beberapa detik sebelum penutupan, indeks sempat terpeleset ke zona merah. Namun, pada pukul 16.00, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,02% menjadi 3.837,761.

Sejumlah sektor yang mencatatkan kenaikan diantaranya: sektor konstruksi yang naik 1,02% dan sektor agrikultur yang naik 0,97%. Sementara, sektor yang mengalami penurunan adalah sektor keuangan sebesar 0,58% dan sektor infrastruktur sebesat 0,48%.

Sekitar 118 saham ditransaksikan naik. Sementara, 104 saham melorot dan 87 saham lainnya tak berubah. Volume transaksi perdagangan hari ini mencapai 10,262 miliar senilai Rp 5,947 triliun.

Saham-saham yang menduduki posisi top gainers diantaranya PT Apac Citra Centertx (MYTX) yang naik 34,52% menjadi Rp 113, PT Tifico Fiber Indonesia (TFCO) naik 22,45% menjadi Rp 600, dan PT FKS Multi Agro (FISH) yang naik 18,75% menjadi Rp 1.900.

Sedangkan di posisi top losers terdapat PT Panasia Indosyntec (HDTX) yang turun 20% menjadi Rp 200, PT Asuransi Ramayana (ASRM) turun 8,33% menjadi Rp 2.200, dan PT Equity Development (GSMF) turun 7,37% menjadi Rp 88.

Asing 'Net Buy', IHSG Rabu Sore Menguat 0,02%

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Rabu (1/6) naik tipis 0,79 poin atau 0,02% ke 3.837,76. Volume perdagangan 10,2 juta saham senilai Rp4,7 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 127 saham naik, 111 saham turun dan 92 saham stagnan. Untuk JII naik 1,1 poin ke 532,50, indeks ISSI naik 0,38 poin ke 124,19 dan indeks LQ45 naik 0,04 poin ke 682,29.

IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp611,6 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp2,5 triliun dan penjualan asing sebesar Rp1,9 triliun. Sektor Perkebunan masih menopang indeks yang naik 23,05 poin ke 2.407,44 dan sektor pertambangan naik 22,81 poin ke 3.259,13.

Sepanjang sesi II, indeks justru lebih banyak tertekan sehingga harus bolak-balik zona negatif. Indeks sejak pembukaan terus menguat meskipun sempat berada di zona negatif. Level tertinggi sepanjang perdagangan di 3.856,61 dan level terendah di 3.832,34.

Menurut pengamat pasar modal, Arman Boy Manullang, rebound harga minyak semalam belum mampu mengangkat indeks dengan signifikan. Penyelesaian krisis utang Yunani sepertinya hanya euforia sementara saja. Bursa Eropa saat ini masih mix dengan kecenderungan sideways.

"Sepertinya indeks kita memang susah untuk naik kuat. Dow Jones saya prediksi juga punya kecenderungan negatif nanti malam akibat pelemahan Dolar. Akibatnya, komoditas juga bisa terkoreksi nanti malam," katanya kepada INILAH.COM.

Emiten dari kelompok Bakrie masih bisa jadi alternatif trading saat ini. ELTY dan BUMI masih menarik secara teknikal.

Investor Ragu-ragu, IHSG Stagnan

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyambut libur panjang dengan stagnan. Investor masih ragu antara mengambil untung dan menanamkan modal menyusul inflasi tipis yang terjadi bulan Mei 0,12%.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di Rp 8.540 sama seperti penutupan perdagangan kemarin.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis 1,255 poin (0,03%) ke level 3.838,222. Indeks stagnan karena investor masih menunggu pengumuman data inflasi.

Indeks bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan sesi I dengan laju yang serba tipis. Namun mendekati pengumuman BPS tiba-tiba IHSG naik cukup tinggi dan sempat menembus level 3.856,614.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat tipis 10,488 poin (0,27%) ke level 3.847,455. Saham-saham komoditas pun menjadi incaran penanam modal.

Memasuki perdagangan sesi II, IHSG kembali bergerak fluktuatif dan sempat jatuh sesaat di zona merah. Investor masih ragu untuk melakukan aksi beli melihat masih adanya inflasi di bulan Mei meski angkanya tipis.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (1/6/2011), IHSG ditutup naik sangat tipis 0,794 poin (0,02%) ke level 3.837,761. Indeks LQ 45 ditutup menguat sangat tipis 0,038 poin (0,01%) ke level 682,292.

Indeks sektoral di lantai bursa bergerak mixed akibat keragu-raguan investor tersebut. Volume dan frekuensi transaksi perdagangan pun hanya berjalan moderat.

Saham-saham berbasis komoditas menjadi pengangkat bursa hari ini. Namun saham-saham finansial dan infrastruktur yang melemah menjadi pemberat indeks.

Perdagangan pun berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 128.606 kali pada volume 10,262 miliar lembar saham senilai Rp 5,947 triliun. Sebanyak 125 saham naik, 111 saham turun, dan 93 saham stagnan.

Nilai transaksi cukup tinggi karena adanya transaksi tutup sendiri saham Global Mediacom (BMTR) senilai Rp 1,1 triliun oleh MNC Securities (EP) di pasar reguler.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 611,217 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Bursa-bursa Asia bergerak mixed dengan kecenderungan menguat, hanya bursa Hong Kong yang masih tertinggal di zona merah. Bursa China mampu naik tipis meski data manufaktur bulan Mei yang dirilis pemerintah tidak sesuai ekspektasi.

Berikut situasi di bursa-bursa regional sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 0,50 poin (0,02%) ke level 2.743,97.
  • Indeks Hang Seng melemah 57,70 poin (0,24%) ke level 23.626,43.
  • Indeks Nikkei 225 menguat tipis 25,88 poin (0,27%) ke level 9.719,61.
  • Indeks Straits Times naik 11,96 poin (0,38%) ke level 3.171,89.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Petrosea (PTRO) naik Rp 2.250 ke Rp 42.750, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 950 ke Rp 44.500, Astra Internasional (ASII) naik Rp 350 ke Rp 59.100, dan SMART (SMAR) naik Rp 300 ke Rp 7.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 400 ke Rp 26.500, Axiata (EXCL) turun Rp 300 ke Rp 5.850, Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 225 ke Rp 3.250, dan Asuransi Ramayana (ASRM) turun Rp 200 ke Rp 2.200.

(ang/qom)

Bursa China Ditutup Turun, Respon Data Manufaktur

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham China pada perdagangan Rabu (1/6) ditutup mendatar. Pasar dihinggapi kekhawatiran ekonomi dunia yang lesu sehingga terjadi koreksi sektor pertanian dan otomotif.

Indeks Shanghai naik 0,9% jadi 2.743,57. Shenzhen naik 0,9% atau 10,39 poin ke 1.122,29. Sementara indeks Nikkei naik 25,88 poin atau 0,3%, menjadi 9.719,61. Indeks Topix naik 0,93 poin atau 0,1% menjadi 839,41.

Pasar diperkirakan masih bearish karena ketidakpastian dalam situasi domestik. "Pasar masih belum mengatasi kelemahan baru-baru ini. Investor masih mencari tanda-tanda mengenai rencana Beijing untuk kebijakan moneter," kata Li Lei, seorang analis dengan Gold State Securities di Hong Kong, yang dikutip dari yahoo.finance.com.

Sementara kecemasan tentang perlambatan tajam ekonomi China masih menjadi fokus sebagian besar pasar. Namun, kekhawatiran harga konsumen menghadirkan dilema kebijakan bagi otoritas.

Data terbaru menunjukkan manufaktur China tumbuh lebih lambat pada bulan Mei. Hal ini meningkatkan kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan. Pembelian resmi indeks manajer turun untuk bulan kedua berturut-turut 52,0 Mei dari 52,9 pada bulan April. Sementara HSBC Cina Manufacturing Purchasing Manager Index turun ke level terendah 10 bulan terakhir di 51,6 untuk Mei dari 51,8 pada bulan April.

Reading PMI di atas 50 menunjukkan adanya ekspansi dalam kegiatan manufaktur, sedangkan membaca di bawah 50 menunjukkan kontraksi.

Sementara saham Jepang dengan eksposur yang relatif tinggi ke China mengungguli indeks secara luas. Komatsu naik 1,3%, sedangkan Hitachi menambahkan 0,6%. Pabrik pembuat teknologi otomatisasi Fanuc ditutup naik 1,4%.

Kecemasan Yunani mereda, investor ramai-ramai melepas emas

Kecemasan Yunani mereda, investor ramai-ramai melepas emas
SINGAPURA. Harga emas masih menunjukkan penurunan. Kecemasan investor terkait gagal bayar Yunani mulai mereda sehingga menurunkan permintaan emas sebagai safe haven.

Siang tadi, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat turun 0,4% menjadi US$ 1.529,73 per troy ounce. Pada pukul 15.53 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di posisi US$ 1.532,40 per troy ounce. Kemarin, harga emas sempat bertengger di posisi US$ 1.540,78, yang merupakan level tertinggi sejak 4 Mei lalu.

"Investor sepertinya mulai tenang karena Yunani akan mendapatkan bailout dan terhindar dari default. Itu sebabnya mereka menjual emas," jelas Hwang Il Doo, senior trader KEB Futures Co.

Tunggu Data AS, Bursa Eropa Mendatar

Headline
INILAH.COM, London - Penantian data klaim pengangguran AS menyebabkan bursa saham Eropa flat pada perdagangan Rabu (1/6). Investor mencari perkembangan baru tentang perekonomian AS.

Indeks FTSE turun 0,08% ke 5.985, indeks DAX naik 0,2% ke 7.308,82 dan CAC naik 0,1% ke 4.012,54. Sementaara bursa Asia mixed seperti indeks Hang Seng turun 0,01% ke 23.681,02, indeks Nikkei naik 0,2% ke 9,719,61, indeks Shanghai naik 0,10 poin ke 2.743,57 dan indeks ASX turun 0,02% ke 4.707,30.

Investor menunggu data penyerapan kerja di AS untuk bulan Mei. Hal ini menjadi pertanda besaran non farm Payrolls yang akan dirilis Jumat mendatang.

"Kesenjangan angka dan konsensus mengesankan dan menegaskan perlambatan ekonomi untuk semester II 2011. Ini akan menjadi negatif untuk ekuitas kecuali kalau The Fed meluncurkan QE3," kata Arnoud Poutier, co-head of IG Market di Prancis yang dikutip dari yahoo.finance.com.

Saham AXA naik 2% setelah merencakan meningkatkan keuntungan dan menurunkan beban utang untuk 5 tahun ke depan.

Saham teknologi mendorong bursa Asia ke level tertinggi dalam tiga minggu

Saham teknologi mendorong bursa Asia ke level tertinggi dalam tiga minggu
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia mengalami lonjakan sore ini. Kondisi itu mendorong indeks bursa Asia ke level tertinggi dalam tiga minggu terakhir.

Pada pukul 15.10 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,3% menjadi 136,66. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia tak banyak berubah dan indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang naik 0,3%. Sedangkan indeks Taiex Taiwan naik 0,8%.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia antara lain: HTC Corp yang naik 2,1% di Taipei, LG Electronics Inc naik 1,7% di Seoul, dan Tokyo Electric Power Co anjlok 5,7% di Tokyo.

Saham-saham teknologi banyak mendominasi perdagangan setelah pesaing mereka asal Finlandia, Nokia Oyj, menurunkan prediksi penjualan dan laba mereka karena kalah bersaing dengan Apple Inc.

"Langkah Nokia memangkas prediksi turut mendongkrak saham-saham kompetitor seperti HTC, Apple, dan Samsung," jelas Sam Hsieh, fund manager Fuh Hwa Investment Trust Co.

UNSP targetkan kontribusi oleokimia tahun ini bisa mencapai 20%

UNSP targetkan kontribusi oleokimia tahun ini bisa mencapai 20%
JAKARTA. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) optimistis tahun ini kontribusi pendapatan perseroan dari segmen oleokimia bisa meningkat dibandingkan tahun lalu. Pada 2010, kontribusi penjualan oleokimia hanya mendekati 1% dari total penjualan UNSP atau sekitar Rp 21,6 miliar.

"Tahun ini diharapkan oleokimia berkontribusi sebesar 20% dari total penjualan," ujar Presiden Direktur UNSP Ambono Janurianto, Rabu (1/6).

Segmen oleokimia alias produk turunan dari kelapa sawit mulai berkontribusi pada penjualan perseroan sejak tahun lalu. UNSP memliki pabrik pengolahan fatty acid di Tanjung Morawa berkapasitas 160 ton per hari dan mulai beroperasi sejak Desember 2010. Sementara di Kuala Tanjung terdapat empat pabrik pengolahan, yakni kernel crushing plant, palm oil refinery plant, fatty acid plant, dan fatty alcohol plant.

"Kami akan konsentrasi di produk turunan dan mengoptimalkan produksi dari pabrik yang ada," ujar Ambono.

Agar optimalisasi dan peningkatan tersebut tercapai tahun ini UNSP menganggarkan US$ 40 juta sebagai belanja modal segmen oleokimia. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan alokasi untuk belanja operasional yang mencapai US$ 10 juta.

"Sumber dana belanja modal dari hasil right issue tahun lalu," tandas Ambono.

Hampir 90% produk oleokimia UNSP sudah memiliki pembeli di pasar internasional. Bahkan, UNSP sudah mengikat kontrak penjualan produk turunan ini, terutama alkohol dengan Procter and Gambler (P&G) selama lima tahun.

"Oleokimia ini permintaannya sedang meningkat baik di negara maju maupun berkembang. Selain itu, dari oleokimia kita bisa dapat manfaat pajak ekspor," jelas Ambono.

20% Penjualan UNSP Berasal dari Oleochemical

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kontribusi oleochemical diperkirakan mencapai 20% terhadap penjualan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) pada 2011.

"Kontribusi Oleochemical sebesar 20% terhadap total pendapatan," ujar Direktur Utama PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Ambono Janurianto, Rabu (1/6).

Ambono menuturkan, pihaknya akan konsentrasi terhadap oleochemical. Dengan produksi baru ini diharapkan dapat meningkat untuk mengimbangi produk lainnya. Perseroan belum akan menambah pabrik oleochemical.

Kontribusi oleochemical sebesar 1% terhadap pendapatan perseroan pada 2010. Perseroan mengelola pabrik pengolahan fatty acid berkapasitas pengolahan 160 ton per hari di Tanjung Morawa. Pabrik ini beroperasi sejak Desember 2010. Sementara di Kuala Tanjung terdapat empat pabrik pengolahan lainnya yakni kernel crushing plant, palm oil refinery plant, fatty acid plant dan fatty alcohol plant. [cms]

SERA luncurkan obligasi senilai Rp 800 miliar

JAKARTA. PT Serasi Autoraya (SERA) turut meramaikan pasar obligasi dengan meluncurkan Obligasi Serasi Autoraya II senilai Rp 800 miliar.

Surat utang dari perseroan milik PT Astra International Tbk dan PT Arya Kharisma ini mendapat peringkat A+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). SERA merencanakan obligasi ini dibagi menjadi empat seri.

Seri A berjangka waktu 370 hari, seri B bertenor dua tahun, seri C bertenor tiga tahun, dan terakhir seri D bertenor empat tahun. Perkiraan bunga untuk seri A 7,50% - 8,50%, seri B 8,50% - 9,50%, seri C 9,00% - 10,00% dan seri terakhir yakni seri D 9,50% - 10,50%.

Menurut Pongki Pamungkas, Presiden Direktur SERA, dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pembelian 4.000 unit kendaraan mulai dari jenis MPV (Multi Purpose Vehicle), pick up, mobil boks, truk dan bis untuk disewakan.

"Target kami sampai akhir tahun menambah 10.000 unit baru," ujar Pongki disela-sela acara Paparan Publik, Ritz Carlton, Pacific Place.

Empat sekuritas yakni PT Victoria Sekuritas, PT OSK Nusadana Securities, PT Mandiri Sekuritas dan PT Indo Premier Securities ditunjuk oleh SERA sebagai Penjamin Pelaksana Emisi. Sedangkan PT Bank Mega Tbk ditunjuk sebagai wali amanat.

Dijadwalkan pada tanggal 1 - 15 Juni 2011 akan diadakan masa penawaran. Pada 1 Juli 2011 direncanakan penjatahan dan dilanjutkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 6 Juli 2011.

Bapepam Terbitkan Keputusan Daftar Efek Syariah

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Pada Selasa, 31 Mei 2011, Bapepam dan LK telah menerbitkan Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-2261/BL/2011 tentang Daftar Efek Syariah.

Hal ini disampaikan Ketua Bapepam-LK Nurhaida dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (1/6). Penerbitan keputusan tersebut didasarkan pada review berkala yang dilakukan Bapepam dan LK atas Daftar Efek Syariah yang telah ditetapkan sebelumnya. Daftar Efek Syariah tersebut merupakan panduan investasi bagi pihak pengguna DES seperti manajer investasi pengelola reksa dana syariah, asuransi syariah dan investor lainnya serta penyedia indeks syariah seperti PT Bursa Efek Indonesia yang menerbitkan Jakarta Islamic Index dan Indeks Saham Syariah Indonesia memiliki waktu yang cukup untuk menyesuaikan dengan Daftar Efek Syariah terbaru serta juga dapat dipergunakan oleh investor yang mempunyai keinginan untuk berinvestasi pada portofolio Efek Syariah.

Adapun Efek-Efek Syariah yang termuat dalam Daftar Efek Syariah dimaksud meliputi 225 Efek jenis Saham Emiten dan Perusahaan Publik serta Efek Syariah lainnya. Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan dalam penyusunan Daftar Efek Syariah dimaksud adalah berasal dari laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2010 yang telah diterima oleh Bapepam dan LK serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari Emiten atau Perusahaan Publik.

Secara periodik Bapepam dan LK akan melakukan review atas Daftar Efek
Syariah berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan dari Emiten atau Perusahaan Publik. Review atas Daftar Efek Syariah juga dilakukan apabila terdapat Emiten atau Perusahaan Publik yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria Efek Syariah atau apabila terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta dari Emiten atau Perusahaan Publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria Efek Syariah.

Pada saat Daftar Efek Syariah ini mulai berlaku, maka Keputusan Ketua
Bapepam dan LK Nomor: Kep-523/BL/2010 tanggal 29 November 2010 tentang Daftar Efek Syariah berserta penambahannya dalam Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-557/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010 tentang Daftar Efek Syariah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Daftar Efek Syariah dimaksud mulai berlaku 5 hari bursa setelah tanggal ditetapkan.

Bapepam Terbitkan 3 Aturan Baru di Pasar Modal

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada Selasa 31 Mei 2011, Bapepam dan LK telah menerbitkan 3 peraturan terkait pasar modal.

Hal ini disampaikan Ketua Bapepam-LK Nurhaida dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (1/6).

Ketiga peraturan baru tersebut yaitu:
1. Peraturan Nomor IV.C.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-262/BL/2011 tentang Pedoman Pengelolaan Reksa Dana Terproteksi, Reksa Dana Dengan Penjaminan, Dan Reksa Dana Indeks;
2. Peraturan Nomor IX.F.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-263/BL/2011 tentang Penawaran Tender Sukarela; dan
3. Peraturan Nomor IX.H.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-264/BL/2011 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.

Penerbitan Peraturan Nomor IV.C.4 adalah dalam rangka memberikan fleksibilitas bagi Manajer Investasi dalam melakukan pengelolaan Reksa Dana, sebagai konsekuensi dari diterbitkannya perubahan Peraturan Nomor IV.B.1 tentang Pedoman Pengelolaan Reksa Dana
Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif pada tanggal 30 Desember 2010.

Sedangkan penerbitan Peraturan Nomor IX.H.1 dan Peraturan Nomor IX.F.1 adalah dalam rangka lebih memberikan kepastian hukum terkait dengan pengalihan kembali saham hasil penawaran tender yang diwajibkan bagi pihak yang melakukan pengambilalihan Perusahaan Terbuka, serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pelaksanaan penawaran tender yang dilakukan secara sukarela oleh para pelaku Pasar Modal Ketiga peraturan tersebut di atas merupakan penyempurnaan atas peraturan yang telah ada sebelumnya

Beberapa hal pokok yang diatur dalam Peraturan Nomor IV.C.4 adalah:

1. Penawaran Umum saham atau Unit Penyertaan Reksa Dana Terproteksi dan Reksa Dana Dengan Penjaminan bersifat terbatas baik dalam masa penawaran maupun jumlah saham atau Unit Penyertaan yang ditawarkan, sedangkan Reksa Dana Indeks dapat bersifat terus menerus atau terbatas baik dalam masa penawaran maupun jumlah saham atau Unit
Penyertaan yang ditawarkan.

2. Kebijakan investasi pada Reksa Dana (RD) Terproteksi:
a. Komposisi Portofolio Efek pada RD Terproteksi:
1) Minimum 70 % dari NAB diinvestasikan pada Efek dalam negeri dan/atau Efek bersifat utang yang diperdagangkan di luar negeri namun diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia, Emiten dan/atau Perusahaan Publik, badan hukum asing yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki secara langsung ataupun tidak langsung oleh Emiten atau Perusahaan Publik dan badan hukum asing yang dimiliki oleh BUMN.
2) Maksimum 30 % dari NAB diinvestasikan pada Efek bersifat utang yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri yang informasinya dapat diakses dari Indonesia.
b. Portofolio Efek yang digunakan sebagai basis proteksi berupa Efek bersifat utang yang termasuk dalam kategori investment grade.
c. Reksa Dana dilarang memiliki Efek yang diterbitkan oleh pihak terafiliasi sebagai basis proteksi, kecuali hubungan afiliasi terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal pemerintah.

3. Kebijakan investasi pada RD penjaminan:
a. MI wajib melakukan investasi minimal 80 % dari NAB pada Efek bersifat utang yang memenuhi kategori investment grade.
b. Komposisi Portofolio Efek RD Penjaminan:
1) Minimum 70 % dari NAB diinvestasikan pada Efek bersifat utang dalam negeri dan/atau efek yang diperdagangkan di luar negeri namun diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia, Emiten dan/atau Perusahaan Publik, badan hukum asing yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki secara langsung ataupun tidak langsung oleh Emiten atau Perusahaan Publik dan badan hukum asing yang dimiliki oleh BUMN.
2) Maksimum 30 % dari NAB diinvestasikan pada Efek bersifat utang yang diperdagangkan di bursa luar negeri yang informasinya dapat diakses dari Indonesia.

4. Kebijakan investasi pada RD Indeks:
a. Manajer Investasi wajib memberikan keterangan tambahan dalam prospektus mengenai ketentuan investasi sebagai berikut:
1) paling kurang 80% (delapan puluh perseratus) dari Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana tersebut wajib diinvestasikan pada Efek yang merupakan bagian dari kumpulan Efek yang ada dalam indeks tersebut;
2) investasi pada Efek yang ada dalam indeks sebagaimana dimaksud pada butir di atas wajib berjumlah paling kurang 80% (delapan puluh perseratus) dari keseluruhan Efek yang ada dalam indeks tersebut;
3) pembobotan atas masing-masing Efek dalam Reksa Dana Indeks tersebut paling kurang 80% dan paling banyak 120% dari pembobotan atas masing-masing Efek dalam indeks yang menjadi acuan; dan
4) tingkat penyimpangan (tracking error) dari kinerja Reksa Dana Indeks terhadap kinerja indeks yang menjadi acuan.

Terkait dengan Peraturan Nomor IX.H.1, beberapa hal pokok yang diatur adalah:

1. Bapepam dan LK dapat memperpanjang jangka waktu pelaksanaan kewajiban pengalihan kembali saham, jika terjadi kondisi sebagai berikut:
a. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek turun melebihi 10% selama 3 hari bursa berturut-turut;
b. Bursa Efek dimana saham Perusahaan Terbuka dicatat dan diperdagangkan ditutup;
c. perdagangan saham Perusahaan Terbuka di Bursa Efek dihentikan;
d. bencana alam, perang, huru-hara, kebakaran, dan/atau pemogokan, yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Terbuka;
e. harga saham pada masa pengalihan kembali tidak pernah sama atau lebih tinggi dari harga Penawaran Tender Wajib; dan/atau
f. Pengendali baru telah melakukan upaya untuk mengalihkan kembali saham, namun kewajiban pengalihan kembali saham tersebut tidak terpenuhi.

2. Penundaan kewajiban pengalihan kembali saham sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf e dan f dapat diberikan oleh Bapepam dan LK dengan tata cara sebagai berikut:
a. Pengendali baru menyampaikan surat permohonan penundaan kewajiban pengalihan kembali saham kepada Bapepam dan LK paling lambat satu hari kerja setelah berakhirnya jangka waktu kewajiban pengalihan kembali saham.
b. Permohonan untuk kondisi sebagaimana angka 1 huruf e di atas, disertai dengan data dan informasi mengenai harga saham yang membuktikan bahwa harga saham pada masa pengalihan kembali tidak pernah sama atau lebih tinggi dari harga Penawaran Tender Wajib.
c. Permohonan untuk kondisi sebagaimana angka 1 huruf f di atas, disertai dengan penjelasan mengenai hal-hal sebagai berikut:
1) upaya yang telah dilakukan terkait dengan pelaksanaan kewajiban pengalihan kembali saham; dan
2) kesulitan yang dialami dalam pelaksanaan kewajiban pengalihan kembali saham.

3. Penundaan kewajiban pengalihan kembali saham diberikan untuk jangka waktu 6 bulan setelah tanggal dikeluarkannya surat persetujuan penundaan kewajiban pengalihan kembali saham oleh Bapepam dan LK.

4. Pengendali baru wajib melaporkan perkembangan pemenuhan kewajiban pengalihan kembali saham kepada Bapepam dan LK secara berkala setiap 3 bulan (Maret, Juni, September, dan Desember) paling lambat pada hari kerja ke-10 bulan berikutnya.

5. Terkait dengan tata cara dan persyaratan Penawaran Tender Wajib yang semula mengacu
pada Peraturan Nomor IX.F.1, dalam perubahan Peraturan Nomor IX.H.1 telah diatur
secara tersendiri sehingga tidak lagi mengacu pada Peraturan Nomor IX.F.1.

Sedangkan, terkait dengan Peraturan Nomor IX.F.1, beberapa hal pokok yang diatur adalah:

1. Mengubah ketentuan mengenai harga Penawaran Tender Sukarela yang menyesuaikan
dengan ketentuan mengenai harga Penawaran Tender sebagaimana diatur dalam
Peraturan Nomor IX.H.1, sebagai berikut:
a. Untuk obyek Penawaran Tender Sukarela berupa saham dan/atau waran, harga
Penawaran Tender Sukarela atas saham dan/atau waran kecuali ditentukan lain oleh Bapepam dan LK, harus lebih tinggi dari harga berikut:
1) harga Penawaran Tender Sukarela tertinggi yang diajukan sebelumnya oleh Pihak yang sama dalam jangka waktu 180 (seratus delapan puluh) hari sebelum pengumuman Penawaran Tender Sukarela;
2) harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman Penawaran Tender Sukarela, dalam hal Penawaran Tender Sukarela dilakukan atas saham dan/atau waran Perusahaan Sasaran yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek;
3) harga rata-rata dari harga tertinggi pada perdagangan harian di Bursa Efek dalam waktu 12 bulan terakhir yang dihitung mundur dari hari perdagangan terakhir atas saham dimaksud, dalam hal saham dan/atau waran Perusahaan Sasaran tidak diperdagangkan di Bursa Efek dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman Penawaran Tender Sukarela; atau
4) harga wajar yang ditetapkan oleh Penilai, dalam hal Penawaran Tender Sukarela dilakukan atas saham dan/atau waran Perusahaan Sasaran yang tidak tercatat di Bursa Efek.
5) Dalam hal obyek Penawaran Tender Sukarela berupa surat utang yang dapat ditukar dengan saham, maka harga Penawaran Tender Sukarela harus lebih tinggi dari harga Efek dimaksud yang telah ditetapkan pada saat penerbitan.

UNSP Bagi Dividen Tunai Rp60,2 Miliar

INILAH.COM, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) memutuskan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp4,3 per saham atau total Rp60,2 miliar.

"Pembayaran dividen dilakukan pada 26 Agustus dan pencatatan pada 12 Agustus," ujar Direktur Utama PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk Ambono Janurianto, Rabu (1/6).

Sisa laba bersih 2010 juga akan digunakan untuk dana cadangan wajib dan cadangan lainnya. Perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp3 triliun dan laba bersih sebesar Rp805,63 miliar pada 2010.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) UNSP juga mengangkat Eddy Soeparno sebagai Komisaris Perseroan menggantikan Yuanita Rohali. [cms]

Saham UNSP terbang seiring rencana pembagian dividen

JAKARTA. Saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) kian melaju kencang di sesi II. Pada pukul 14.13, saham UNSP tercatat naik 3,37% menjadi Rp 460. Bahkan sebelumnya, saham produsen crude palm oil ini sempat ngendon di posisi Rp 465.

Data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang membeli saham ini antara lain: Indo Premier Securities senilai Rp 15,53 miliar, Lautandhana Securities senilai Rp 5,14 miliar, dan OSK Nusadana Securities senilai Rp 4,24 miliar.

Melonjaknya saham UNSP seiring dengan rencana pembagian dividen sebanyak 7,47% dari laba bersih 2010 yang mencapai Rp 60,2 miliar. Nilai dividen setara Rp 4,3 per saham.

Penjualan tumbuh tipis, laba bersih TSPC naik 18,7% di kuartal I 2011

JAKARTA. Selama tiga bulan pertama di 2011, laba bersih PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) dan anak usahanya tumbuh sekitar 18,7% dari periode yang sama tahun lalu.

Laporan keuangan TSPC menyebutkan, perseroan membukukan laba bersih senilai Rp 195,220 miliar di kuartal pertama 2011, dibanding tahun sebelumnya sekitar Rp 164,401 miliar.

Pertumbuhan laba ini ditopang kenaikan angka penjualan. Selama triwulan pertama tahun ini, penjualan bersihnya tumbuh tipis sekitar 8% menjadi Rp 1,311 triliun. Sehingga, laba kotor pun tumbuh 13% menjadi Rp 500,557 miliar. Sedangkan, laba usahanya naik sekitar 17% menjadi Rp 207,064 miliar.

Namun, laba peruahaan agak terpangkas karena berkurangnya pendapatan dari laba bersih perusahaan asosiasi sebesar 55% menjadi hanya Rp 839,478 miliar. Di sisi lain, beban keuangan perseroan naik signifikan hingga 394% menjadi Rp 1,786 miliar.

Meski begitu, perusahaan masih tetap mencatatkan pertumbuhan. Laba bersih per saham dasar naik dari Rp 35 menjadi Rp 43 per saham pada kuartal pertama tahun ini.

Agustus, UNSP bagikan dividen Rp 60,2 miliar

Agustus, UNSP bagikan dividen Rp 60,2 miliar
JAKARTA. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) akan membagikan dividen 7,47% dari laba bersih 2010 sebesar Rp 60,2 miliar. "Nilai dividen setara Rp 4,3 per saham," ujar Presiden Direktur UNSP Ambono Januarianto, Rabu, (1/6).

Terkait hal itu, recording date akan dilakukan pada 12 Agustus 2011, sedangkan pembagian dividen pada 26 Agustus 2011.

Sekadar tambahan informasi, UNSP tahun lalu mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 219% dibandingkan 2010 menjadi Rp 805,6 miliar.

Analis: Harga minyak akan bertengger di US$ 105 dalam beberapa hari ke depan

Analis: Harga minyak akan bertengger di US$ 105 dalam beberapa hari ke depan
SINGAPURA. MF Global Holdings Ltd memprediksi harga minyak akan melonjak ke level US$ 105 per barel dalam beberapa hari ke depan. Penyebabnya, ada peningkatan permintaan komoditas di China dan pelemahan dollar.

Analis MF Global dalam risetnya mengatakan, peningkatan konsumsi minyak dari China berhasil menggantikan penurunan permintaan dari AS. Selain itu, kebijakan moneter yang akomodatif di Negeri Panda itu juga bakal meningkatkan pesona komoditas. Harga minyak akan semakin terdorong naik dengan adanya penurunan cadangan produksi oleh OPEC.

"Lemahnya data ekonomi kemungkinan akan mendorong harga minyak. Sebaiknya investor mulai masuk pada saat di level US$ 100 per barel," jelas Tom Pawlicki, analis MF Global.

Catatan saja, kemarin, kontrak harga minyak turun 1% di New York setelah data menunjukkan adanya penurunan tingkat kepercayaan konsumen AS. Namun hari ini, kontrak harga minyak untuk pengantaran Juli naik US$ 2,11 ke posisi US$ 102,91 sebarel.

Pendapatan usaha anjlok, EMDE mengalami rugi bersih di kuartal I 2011

JAKARTA. PT Megapolitan Development Tbk (EMDE) dan anak usahanya mengalami rugi bersih sekitar Rp 2, 834 miliar pada kuartal pertama tahun ini.
Sedangkan, pada periode yang sama di tahun lalu, EMDE masih membukukan laba bersih senilai Rp 4,178 miliar.

Laporan keuangan perseroan menyebutkan, lemahnya kinerja perseroan di kuartal pertama ini akibat surutnya pendapatan usaha yaitu hanya Rp 11,410 miliar, atau turun 58% dari tahun lalu yang mencapai Rp 27,182 miliar.

Akibatnya, laba kotor juga turun hingga 49% menjadi Rp 8,541 miliar. Di sisi lain, beban usaha justru tidak mengalami penurunan signifikan, sehingga perseroan mengalami rugi usaha senilai Rp 259,294 juta pada tiga bulan pertama di 2011.

Kerugian kian membengkak, karena terjadi kenaikan signifikan pada beban bunga. Laba dari penjualan aset tetap pun nihil. Maka, meski penghasilan bunga naik signifikan, tetap tidak mampu menyelamatkan kinerja perseroan.

Tercatat, di kuartal pertama tahun ini, rugi bersih per saham dasar EMDE sebesar Rp 0,08 per saham, dibanding kuartal pertama 2010 yang masih membukukan laba bersih Rp 0,15% per saham.

Beban Keuangan Tinggi, Bakrie Telecom Rugi Rp 41 Miliar

Jakarta - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menderita rugi sebesar Rp 41,128 miliar di periode tiga bulan pertama tahun ini, anjlok dari perolehan laba Rp 29,045 miliar di tahun lalu pada periode yang sama.

Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan BTEL triwulan I-2011, Rabu (1/6/2011), dengan adanya rugi bersih tersebut, rugi per saham perseroan pun menjadi Rp 1,44 per lembar, dibandingkan laba per saham tahun lalu Rp 1,02 per saham.

Rugi tersebut diderita karena penjualan perseroan naik tipis dibarengi dengan beban penjualan serta beban keuangan yang naik.

Penjualan anak usaha Grup Bakrie itu di triwulan I-2011 tercatat Rp 717,94 miliar, naik tipis dari pendapatan tahun 2011 pada periode yang sama Rp 708,46 miliar.

Sementara beban usaha pemilik merek ESIA itu mencapai Rp 704,98 miliar (98,19% dari penjualan) pada tiga bulan pertama di 2011, sedangkan pada tahun sebelumnya Rp 605,91 miliar (85,52% dari penjualan).

Tingginya beban usaha itu menggerus laba usaha BTEL menjadi hanya Rp 12,95 miliar, dari sebelumnya Rp 102,54 miliar tahun lalu. Selain itu, beban keuangan perseroan yang tadinya Rp 88,08 miliar tahun lalu, menjadi Rp 200,57 di triwulan I-2011.

Pada perdagangan hari ini, hingga penutupan perdagangan sesi I, harga saham BTEL turun 10 poin (2,66%) ke level Rp 365 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 107 kali dengan volume 32.410 lot senilai Rp 5,941 miliar.
(ang/dnl)

Daftar lima bluechips yang membuat wajah indeks ceria di sesi I

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan kenaikan 0,27% siang ini. Aksi borong sejumlah emiten bluechips turut menyokong pergerakan indeks.

- PT Astra International (ASII)
Saham ASII ditutup naik 1,45% menjadi Rp 59.600 di sesi I. Sejumlah broker yang mengempit saham ini antara lain Kim Eng Securities senilai Rp 49,52 miliar, Credit Suisse Securities senilai Rp 26,15 miliar, dan Deutsche Securities senilai Rp 18,57 miliar.

- PT Bank Central Asia (BBCA)
Saham BBCA ditutup naik 1,41% menjadi Rp 7.200 di sesi I. Sejumlah broker yang mengempit saham ini antara lain Credit Suisse Securities senilai Rp 17,28 miliar, Deutsche Securities senilai Rp 11,45 miliar, dan Kim Eng Securities senilai Rp 8,76 miliar.

- PT Bumi Resources (BUMI)
Saham BUMI ditutup naik 2,27% menjadi Rp 3.375 di sesi I. Sejumlah broker yang mengempit saham ini antara lain Bahana Securities senilai Rp 82,18 miliar, Kresna Graha senilai Rp 21,74 miliar, dan HD Capital senilai Rp 16,66 miliar.

- PT Unilever Indonesia (UNVR)
Saham UNVR ditutup naik 1,36% menjadi Rp 14.900 di sesi I. Sejumlah broker yang mengempit saham ini antara lain Credit Suisse Securities senilai Rp 2,27 miliar, JPMorgan Securities senilai Rp 1,79 miliar, dan Macquarie Capital senilai Rp 779,98 juta.

- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Saham BBRI ditutup naik 0,79% menjadi Rp 6.400 di sesi I. Sejumlah broker yang mengempit saham ini antara lain Kim Eng Securities senilai Rp 46,81 miliar, UBS Securities senilai Rp 26,73 miliar, dan CIMB Securities senilai Rp 15,41 miliar.