Jumat, 01 Juli 2011

Inflasi Terkendali, IHSG Sesi I Ditutup Meroket

INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan sesi I Jumat (1/7) IHSG ditutup naik tajam 1,59% ke level 3.950,57 yang ditopang data inflasi dan data positif ekonomi AS.

Inflasi Juni juga tercatat rendah di angka 0,55% yang menyebabkan year on year turun menjadi 5,54%. Ini menyebabkan sebanyak 122 saham tercatat naik, 75 saham turun, dan 93 saham stagnan. Indeks LQ45 siang naik 1,82% ke level 704,23, sedang JII naik 1,82% ke level 545,83.

Seltor aneka industri mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 4,93% menyusul manufaktur yang naik 2,54%, dan finance naik 2,18%.

Namun, asing terpantau melakukan profit taking dan keluar dari pasar dengan melakukan net foreign sell senilai Rp32,57 miliar.

Volume perdagangan siang mencapai 1,57 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,15 triliun.

Saham-saham yang naik tajam siang ini adalah ASII naik 5,19% ke Rp66.850, GGRM naik 2,1% ke Rp50.850, INDS naik 18,18% ke Rp5.850, AUTO naik 14,61% ke Rp3.725, SMAR naik 5,97% ke Rp7.100, dan ITMG naik 0,78% ke Rp45.100.

GIAA cairkan fasilitas tranche dari Indonesia Eximbank berplafon US$ 27 juta

GIAA cairkan fasilitas tranche dari Indonesia Eximbank berplafon US$ 27 juta
JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) telah mencairkan sebagian fasilitas tranche B berplafon US$ 27 juta dari Indonesia Eximbank, kemarin (30/6).

Sebelumnya, perseroan sudah meneken dokumen penarikan fasilitas tranche B tersebut, pada 28 Juni 2011.

VP Corporate Secretary GIAA Ike Andriani dalam keterbukaan informasi menyebut, perseroan akan menggunakan fasilitas pinjaman itu untuk membayar predelivery payment pembelian pesawat. Rinciannya, 12 unit pesawat B737-800 New Generation, dan tiga unit B777-300 ER yang dibeli dari Boeing Company. Lalu, pembelian pesawat A330-200 dari Airbus Industrie.

Fasilitas tranche ini berjangka waktu hingga 12 Februari 2012.

BBRI pimpin lonjakan saham di sektor finansial setelah inflasi mereda

BBRI pimpin lonjakan saham di sektor finansial setelah inflasi mereda
JAKARTA. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menguat pagi ini. Bahkan kenaikannya merupakan yang terbesar di sektor finansial. Lonjakan tersebut terjadi setelah data yang dirilis pemerintah menunjukkan, inflasi Juni melambat untuk lima bulan berturut-turut. Melambatnya inflasi berarti tekanan terhadap bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuan mulai mereda.

Asal tahu saja, pada pukul 11.26, saham BBRI tercatat naik 3,1% menjadi Rp 6.700. Level ini kian mendekati level rekor. Saham perbankan lainnya yang juga melaju adalah saham PT Bank Central Asia (BBCA) yang naik 2,6% menjadi Rp 7.850.

Sesi Dua, Pilih Saham Berfundamental Kokoh

INILAH.COM, Jakarta – Penguatan IHSG siang ini akan berlanjut hingga penutupan. Saham-saham yang berfundamental kuat dan secara teknikal masih memberikan ruang untuk trading, direkomendasikan.

Head of Researh Valbury Asia Securities Alfiansyah memperkirakan, indeks saham domestik akan menguat hingga penutupan sore nanti dan kembali mencetak rekor baru sepanjang sejarah. “Setelah menembus level resistance 3.937, indeks bakal mengarah ke resistance berikutnya 3.979 dan 3.913 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (1/7/2011).

Penguatan indeks har ini,dipicu oleh positifnya sentimen global setelah Perdana Menteri Yunani George Papandreou memperoleh persetujuan untuk mengotorisasi paket penghematan senilai total €78 miliar dan privatisasi aset negara pada voting parlemen kedua. “Voting tersebut menjadi kunci untuk menerima bantuan keuangan internasional tahap berikutnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Papandreou berhasil mengumpulkan 155 dukungan dari 300 anggota parlemen, sementara 136 suara menolak. “Itulah yang akhir-akhir ini jadi katalis penguatan indeks global dan regional Asia termasuk IHSG,” papar Alfiansyah.

Kondisi itu, lanjutnya, mendapat dukungan dari internal. Pasar melihat, fundamental makro ekonomi Indonesia dalam posisi yang stabil sehingga capital inflow masih mengalir deras. Meskipun, inflasi Juni yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pagi ini, mengalami peningkatan ke level 0,55% (month to month) dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. “Tapi, jika melihat inflasi tahunannya relatif masih stabil,” ucapnya.

BPS merilis, inflasi Juni turun ke 5,54% (year on year) dari 5,98% pada Mei 2011. Sebab, pada Juni 2010 angka inflasi 0,97%. “Pasar melihat, inflasi 5,54% masih berada di bawah BI rate di level 6,75% sehingga masih ada net interest rate 1,21%,” tandas Alfiansyah.

Sementara itu, dari individual emiten pun juga turut mendukung penguatan indeks seiring banyaknya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar belakangan ini. “Rata-rata mengumumkan pembagian dividen sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi investor,” tandasnya.

Mengingat market berada di puncak, Alfiansyah merekomendasikan saham-saham yang berfundamental kuat dan secara teknikal masih memberikan ruang untuk trading. Saham-saham pilihannya adalah PT Astra Internasional (ASII), PT United Tractors (UNTR) dan PT Telkom (TLKM).

Lalu, PT Holcim Indonesia (SMCB), PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), PT Jasa Marga (JSMR), PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “Saya rekomendasikan trading buy untuk jangka pendek karena ada peluang ketidakpastian market berikutnya dan buy untuk jangka panjang,” imbuhnya. [ast]

Sesi I Melesat 60 Poin, IHSG Sempat Tembus 3.950

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju semakin kencang akibat aksi beli di saham-saham unggulan. Investor semakin yakin berinvestasi setelah keluarnya data inflasi dan ekspor-impor dari BPS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 20,574 poin (0,52%) ke level 3.909,143. Investor pun belum terlalu merespons data inflasi Juni yang lebih tinggi dari ekspektasi.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi Juni mencapai 0,55% lebih tinggi dari bulan lalu sebesar 0,12% karena kenaikan harga bahan pokok. Namun, ekspor Indonesia yang cetak rekor tertinggi membuat keyakinan para pelaku pasar membaik.

Rekor intraday tertinggi yang bisa diraih IHSG pada perdagangan hari ini berada di 3.951,644. Borongan di saham-saham unggulan membuat IHSG melesat makin tinggi.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (1/7/2011), IHSG melompat 60,28 poin (1,55%) ke level 3.948,849. Sementara Indeks LQ 45 bertambah 13,089 poin (1,89%) ke level 703,735.

Akumulasi saham-saham unggulan rata-rata dilakukan oleh investor lokal. Pemodal asing yang kemarin belanja saham sampai Rp 1 triliun, hari ini beberapa mulai melakukan profit taking.

Meski demikian, aksi beli yang marak terjadi membuat IHSG tetap bertahan di zona hijau meski ada beberapa profit taking. Saham-saham komoditas dan bank unggulan menjadi primadona perdagangan kali ini.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 53.943 kali pada volume 2,104 miliar lembar saham senilai Rp 2,724 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 75 saham turun, dan 93 saham stagnan.

Bursa regional masih mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan yang cukup signifikan. Sentimen positif menguatnya Wall Street dan titik cerah penyelesaian krisis utang Yunani membantu laju penguatan hari ini.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 10,60 poin (0,38%) ke level 2.772,68.
  • Indeks Nikkei 225 menguat 59,66 poin (0,61%) ke level 9.875,75.
  • Indeks Straits Times bertambah 18,55 poin (0,59%) ke level 3.138,99.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 3.250 ke Rp 66.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.050 ke Rp 50.850, Indospring (INDS) naik Rp 900 ke Rp 5.850, dan Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 475 ke Rp 3.725.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 900 ke Rp 29.000, Japfa (JPFA) turun Rp 300 ke Rp 4.675, Mayora (MYOR) turun Rp 150 ke Rp 12.850, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 100 ke Rp 3.100.

(ang/qom)

Mata uang Asia alami penguatan mingguan terbesar tahun ini

Mata uang Asia alami penguatan mingguan terbesar tahun ini
SEOUL. Mayoritas mata uang Asia mengalami penguatan mingguan terbesar pada tahun ini. Kali ini, keperkasaan dipimpin oleh won Korea Selatan dan ringgit Malaysia. Beberapa sentimen yang mempengaruhi kondisi itu antara lain, sejumlah bank sentral di kawasan regional menaikkan suku bunga acuannya serta meredanya kecemasan akan default Yunani.

Seperti yang diketahui, kemarin, Taiwan menaikkan suku bunga acuan mengikuti langkah India dan Korea Selatan. Sementara, di Yunani, Perdana Menteri George Papandreou mendapat dukungan parlemen atas rencana penghematan anggaran belanja.

"Voting yang dilakukan di Yunani membuat investor berpikir tentang ekonomi di kawasan Eropa. Investor juga menyadari bahwa pertumbuhan di Asia jauh lebih kuat ketimbang negara-negara lain di dunia," jelas Mirza Baig, currency strategist Deutsche Bank AG di Singapura.

Catatan saja, pada pukul 10.40 waktu Seoul, won menguat 1% pada minggu ini menjadi 1.067,95 per dollar. Sedangkan ringgit menguat 0,9% menjadi 3,0185, rupe India menguat 0,7% menjadi 44,6975, dan peso Filipina menguat 0,4% menjadi 43,263. Sedangkan dollar Taiwan menguat 1% menjadi NT$ 28,689.

Sementara itu, the Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index naik 0,6%, terbesar sejak minggu yang berakhir 31 Desember.

IIG Alihkan Saham di TRUB ke Deutsche Bank

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Indo Infrastructure Group Pte. Ltd (IIG) mengalihkan 0,45% sahamnya yang ada di PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) ke Deutsche Bank Jakarta.

Dalam keterbukaannya ke BEI disampaikan IIG memiliki 7,47% saham di Perseroan atau setara dengan 1,18 miliar saham). IIG mengalihkan 0,45% sahamnya atau sebanyak 71,2 juta saham) di TRUB ke Duetsche Bank Jakarta efektif 21 Juni 2011.

Setelah pengalihan tersebut, kepemilikan saham IIG di Perseroan menjadi sejumlah 1,11 miliar saham atau setara dengan 7,02%.

Medco Tawarkan Obligasi US$ 50 Juta Berbunga 6,05%

Jakarta - PT Medco Energi International Tbk (MEDC) menetapkan bunga obligasi berkelanjutan tahap pertama berdenominasi dollar AS US$ 50 juta sebesar 6,05%. Kupon tersebut merupakan kisaran tertinggi dari hasil due dilligence di 5,55-6,05%.

Seperti dikutip dari keterangan tertulis perseroan, Jumat (1/7/2011), surat utang tahap pertama dari total rencana menerbitkan obligasi dolar senilai US$ 150 juta itu berjangka waktu lima tahun sejak tanggal emisi.

Hasil penerbitan keseluruhan surat utang akan digunakan perseroan untuk membayar utang sebesar US$ 90 juta atau sekitar 60%. Sementara sisanya sebanyak 40% atau sebanyak US$ 60 juta untuk belanja modal.

Sementara penggunaan dana untuk obligasi tahap I senilai US$ 50 juta, sebanyak 60% atau setara US$ 30 juta akan digunakan perseroan untuk melunasi utangnya sesuai dengan tanggal jatuh temponya. Sisanya, sebesar 40% sisanya atau sekitar US$ 20 juta digunakan untuk capex tahun ini dan tahun depan.

Obligasi ini mendapat peringkat Double A Minus dengan outlook negatif dari Pefindo. Penjamin pelaksana efek (underwriter) adalah PT Bahana Securities dan wali amanat PT Bank Mega Tbk (MEGA).

Perseroan melakukan masa penawaran pada 4-8 Juli 2011, dan penjatahan pada 12 Juli 2011. Obligasi ini akan dicatatkan di bursa pada 15 Juli 2011.
(ang/dnl)

Inflasi melandai, rupiah sudah menguat 0,4% sepekan ini

Inflasi melandai, rupiah menguat 0,4% sepekan ini
JAKARTA. Rupiah lanjut menguat setelah pemerintah melaporkan harga konsumen naik 5,54% selama Juni, lebih rendah dari bulan sebelumnya di 5,98%.

Hari ini, mata uang Garuda ini pun menuju penguatan mingguannya, seiring bertambahnya kepemilikan asing di surat utang dan saham. Investor asing masuk karena sinyal Bank Indonesia mengendalikan inflasi. Rupiah terapresiasi 0,4% pada minggu ini, dan bertengger di Rp 8.564 per dollar AS, pada pukul 10.32 di Jakarta. Hari ini, rupiah menguat 0,1%.

Dana asing yang membeli saham Indonesia mencapai US$ 118 juta, lebih besar dari jumlah yang mereka lepas dalam sepekan hingga 30 Juni. Sedangkan, kepemilikan asing di surat utang bertambah 4,4% pada bulan lalu menjadi Rp 235,18 triliun hingga 28 Juni.

Ekonom United Overseas Bank Ltd. Ho Woei Chen menilai, inflasi saat ini yang berada di bawah 6% memberikan kredibilitas lebih bagi Bank Indonesia, dan hal ini sangat penting. "Selain itu, para menteri keuangan Uni Eropa akan bertemu akhir pekan ini, dan mereka mungkin akan mencairkan pinjaman ke Yunani," lanjutnya.

Namun, dalam sepekan ini, tercatat harga obligasi pemerintah bertenor 10 tahun turun. Data Inter-Dealer Market Association menunjukkan, imbal hasil obligasi yang jatuh tempo Juli 2021 naik enam basis poin ke 7,55%.

PGAS sediakan pasokan gas untuk KRAS dan Pusri

PGAS sediakan pasokan gas untuk KRAS dan Pusri
JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) dengan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang terkait pasokan gas bagi kedua perusahaan tersebut.

Direktur Utama PGAS Hendi Prio Santoso mengungkapkan melalui MoU tersebut, PGAS akan mendukung kinerja KRAS dengan pembangunan Terminal Regasifikasi LNG. "Ini akan memperlancar kegiatan jual-beli gas bumi di kawasan industri Krakatau, Cilegon, Banten," ujar Hendi, Jumat (1/7).

Sementara itu, dengan MoU antara PT Pupuk Sriwidjaja dengan PGAS diharapkan PT Pupuk Sriwidjaja bisa melakukan revitalisasi. Seusai revitalisasi, kebutuhan gas bumi operusahaan BUMN tersebut akan meningkat dari 225 MMSCFD menjadi 313 MMSCFD.

CLSA naikkan target harga, saham ASII meroket ke level tertinggi dalam 19 tahun

JAKARTA. Saham PT Astra International (ASII) meroket ke level tertinggi dalam 19 tahun terakhir. Pada pukul 10.36, saham ASII tercatat naik 5,1% menjadi Rp 66.800. Bahkan sebelumnya, saham ASII bertengger di posisi Rp 66.800.

Lonjakan saham ASII terjadi setelah CLSA Asia Pacific Markets menaikkan estimasi target harga saham sebesar 17% menjadi Rp 75.000.

Melaju kencang, saham AMAG sempat melesat 4,17% di transaksi pagi

JAKARTA. Saham PT Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) terbang cukup tinggi pagi ini. Per pukul 10.24, saham AMAG melonjak 4,17% menjadi Rp 250.

Disinyalir, investor memburu saham AMAG seiring rencana perusahaan membagikan dividen sebesar 24,2% dari total pendapatan laba bersih pada 2010. Nilai dividen yang dibagikan itu mencapai total Rp 14,35 miliar atau sekitar Rp 10 per saham.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, perolehan laba bersih perseroan mencapai Rp 59,36 miliar pada tahun lalu atau tumbuh 20,67% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni Rp 49,19 miliar.

"Pembagian dividen ini kami lihat sebagai suatu kabar baik bagi para pemegang saham terlebih dengan rasio dividen per share perusahaan sebesar 4% membuat dividen yang dibagikan cukup tinggi dibandingkan rata-rata industri. P/E perusahaan sendiri saat ini berada di level 4,47x dengan rata-rata industri sebesar 5,55x," ujar Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi.

Berencana bagi dividen, investor malah melepas saham IPOL

JAKARTA. Pagi ini, saham PT Indopoly Swakarsa (IPOL) dilanda aksi jual. Pada pukul 10.18, saham IPOL tercatat melorot 2,33% menjadi Rp 210.

Pelepasan saham IPOL masih terjadi meskipun perusahaan ini berencana membagikan dividennya. Asal tahu saja, IPOL akan bagi-bagi dividen sebesar Rp 3 per lembar saham atau setara dengan 11,3% dari laba bersih 2010 sebesar Rp 19 miliar. Rencananya, pembayaran dividen tunai akan dibayarkan pada tanggal 12 Agustus 2011.

Target IHSG Juli Ini di Level 4.100

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada Juli2011, IHSG diprediksi jauh lebih menarik ketimbang Juni dilihat dari gerakan volatilitas, kisaran harga dan volume perdagangan. Target minimum di level 3.920 dan target khusus di 4.100.

Presiden dan pendiri PT Astronacci International Gema Goeyardi memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan IHSG ^JKSE sangat mungkin untuk mencapai level tertinggi barunya sepanjang sejarah pada Juli 2011 dengan target minimum di 3.920. Sedangkan target khususnya di level 4.100.

“Untuk jangka menengah (6 bulanan), indeks bisa bertenger di angka 4.500. Bias tren pergerakan indeks juga positif atau bullish hingga akhir 2011,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (1/7/2011).

Berdasarkan Astronacci Market Timing, lanjut Gema, pada 1 atau 4 Juli 2011 pasar mungkin membuat a monor peak atau crest (puncak minor) yang disebabkan oleh gerhana matahari parsial diikuti dengan koreksi atau konsolidasi dengan level support yang diharapkan pada 3.750-3.770. “Konsolidasi mungkin akan berlangsung pada 08-11 Juli 2011," ujarnya.

Lalu, menurutnya, pada 08-11 Juli 2011, juga palung dapat berlangsung disebabkan oleh pengaruh Venus Square, Uranus dan momentum Uranus retrograd. “Baru pada 15 Juli 2011 hingga akhir Juli, IHSG akan mencapai 4.000,” ungkapnya.

Di atas semua itu, Gema menegaskan, pada bulan Juli ini, market akan lebih menarik daripada Juni 2011 dilihat dari gerakan volatilitas, kisaran harga dan volume perdagangan.

Dalam jangka menengah (6 bulan-1 Tahun) dia merekomendasikan positif saham perbankan yakni, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan target harga Rp7.100, PT Bank Mandiri (BMRI)Rp7. 700.

Begitu juga dengan saham-saham di sektor konsumsi dan ritel. Saham-saham pilihannya adalah PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dengan target Rp2.100, PT Indofood Sukses Makmur (INDF) di angka Rp6.100. Sementara itu, di sektor aneka industri direkomendasikan, PT Gajah Tunggal (GJTL) dengan target Rp3.500 dan PT Astra Internasional (ASII) di angka Rp68.000.

Sedangkan saham batubara direkomendasikan untuk target 2012. PT Bumi Resources (BUMI) dengan target Rp4, 000 dan PT Adaro Energy (ADRO) di level Rp2.700. “Juga, saham-saham lapis dua akan tetap menarik hingga Agustus 2011,” imbuhnya.

Usaha Anjlok, Laba Multipolar Tergerus 24,82%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Multipolar Tbk (MLPL) mencatatkan penurunan laba bersih konsolidasi sebesar 24,82% pada kuartal 1-2011 menjadi Rp35,63 miliar dibanding periode yang sama 2010 sebesar Rp47,39 miliar.

Dalam laporan keuangan publikasi perseroan ke BEI dijelaskan penurunan laba bersih ini disebabkan anjloknya laba usaha kuartal 1-2011 menjadi hanya Rp1,41 miliar dibanding periode serupa 2010 sebesar Rp57,97 miliar. Memang beban usaha kuartal 1-2011 turun menjadi Rp442,85 miliar dari periode serupa 2010 sebesar Rp755,07 miliar.

Penjualan bersih juga turun menjadi Rp2,28 triliun pada kuartal 1-2011 dari Rp2,59 triliun pada kuartal 1-2010.

Kewajiban lancar perseroan kuartal 1-2011 juga turun menjadi Rp3,56 triliun dari Rp3,71 triliun pada kuartal 1-2010, namun secara total kewajiban naik dari Rp5,52 triliun menjadi Rp5,7 triliun. Sedang ekuitas turun menjadi Rp7,63 triliun pada kuartal 1-2011 dari Rp8,5 triliun pada kuartal 1-2010.

Dikabarkan berniat beli saham Kraft, SMGR melaju ke level tertinggi sebulan

Dikabarkan berniat beli saham Kraft, SMGR melaju ke level tertinggi sebulan
JAKARTA. Saham PT Semen Gresik Tbk (SMGR) melesat ke level tertinggi satu bulan, setelah dikabarkan berencana membeli 20% atau lebih saham produsen kertas PT Kertas Kraft Aceh.

Saham produsen semen terbesar di Indonesia ini reli 1,6% ke level Rp 9.750 per saham, pada pukul 9.47 di Jakarta. Ini level penutupan tertinggi sejak 26 Mei.

Bursa Global Dorong IHSG Jumat (1/7) Dibuka Naik

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (1/7) IHSG dibuka naik 0,52% ke level 3.909,1 yang ditopang data positif ekonomi AS.

Inflasi Juni juga tercatat rendah di angka 0,55% yang menyebabkan year on year turun menjadi 5,54%. Sebanyak 26 saham tercatat naik, 3 saham turun, dan 16 saham stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 0,76% ke level 695,96, sedang JII naik 0,86% ke level 540,67.

Asing terpantau masih bertengger di pasar dengan melakukan net foreign buy senilai Rp18,86 miliar.

Volume perdagangan mencapai 18,52 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp49,81 miliar.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah ASII naik 2,28% ke Rp65.000, GGRM naik 1,1% ke Rp50.350, UNTR naik 1,2% ke Rp25.200, ITMG naik 0,55% ke Rp45.000, UNVR naik 1,34% ke Rp15.100, dan SMGR naik 1,04% ke Rp9.700.

Akhir pekan, IHSG dibuka tembus level 3.900

Akhir pekan, IHSG dibuka tembus level 3.900
JAKARTA. Setelah menguat signifikan dan mencetak rekor baru pada penutupan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan penguatannya hingga menembus level 3.900, Jumat (1/7) pagi ini. IHSG menguat 0,55% menuju posisi 3.919,790 pada pukul 09.31 WIB.

Reli seluruh sektor yang ada di bursa saham berhasil membuat IHSG bertahan di zona hijau. Sektor aneka industri yang melesat hingga 4,23% memimpin penguatan. Sektor lain yang juga menanjak signifikan di atas 1% antara lain manufaktur dan barang konsumen.

Pergerakan IHSG pagi ini sejalan dengan bursa regional yang rata-rata berada di zona hijau.

Hingga pukul 09.35 WIB, sudah ada 82 saham yang mengalami kenaikan, sementara 27 saham jatuh. Adapun, 69 saham lainnya belum beranjak dari penutupan kemarin.

Saham-saham yang memotori top gainers diantaranya PT SMART Tbk (SMAR) yang naik 5,97% ke Rp 7.100, PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) yang naik 5,77% ke Rp 275, dan PT Multi Indocitra Tbk (MICE) yang naik 5,17% ke Rp 610.

Sementara itu, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) yang anjlok 11,76% ke Rp 750 memimpin top losers. Berikutnya, di jajaran top losers ada saham PT JAPFA Tbk (JPFA) yang turun 6,03% ke Rp 4.700, dan PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) yang turun 4,35% ke Rp 220.

Bapepam-LK kaji perpanjangan PUB menjadi tiga tahun

JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) berniat mengkaji perpanjangan masa penawaran umum berkelanjutan (PUB), dari dua tahun menjadi tiga tahun. Otoritas ingin menstandarkan rentang waktu PUB di sini dengan negara-negara lain.

Gonthor Ryantori Aziz, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK, menuturkan, di banyak negara masa PUB lazim dipatok selama tiga tahun. "Ini sifatnya masih kajian, karena kami akan melihat dulu minat emiten obligasi dalam memanfaatkan PUB ini," ujar dia, Selasa (28/6).

Dalam aturan Bapepam-LK nomor IX.A.15 tentang PUB, perusahaan diperbolehkan mengajukan permohonan penerbitan obligasi dalam rentang waktu dua tahun. Perusahaan yang mengantongi izin itu cukup mengurus lisensi untuk penerbitan obligasi pertama. Penerbitan obligasi kedua dan seterusnya, perseroan cukup melakukan pelaporan saja. Besar dana yang ingin dihimpun melalui penerbitan obligasi tersebut sudah harus ditentukan di awal.

Ada persyaratan yang ditentukan Bapepam-LK bagi korporasi yang ingin menempuh cara ini. Pertama, penerbit selain emiten haruslah perusahaan publik yang pernah melakukan penawaran umum atas efek bersifat utang dan atau sukuk, yang telah melunasi utang efek tidak lebih dari dua tahun sebelum mendaftar PUB.

Kedua, penerbit juga tidak pernah gagal bayar dalam dua tahun terakhir. Ketiga, obligasi yang akan diterbitkan harus masuk kategori peringkat empat teratas yang dikeluarkan lembaga pemeringkat efek. Nah, jika selama dua tahun masa PUB perusahaan tidak mengeluarkan surat utang sesuai nilai permohonan awal, emiten tersebut harus menjelaskan kepada otoritas.

Sejak diberlakukan Desember 2010, baru ada dua emiten yang memanfaatkan aturan ini. Yakni, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN).

Medco menerbitkan obligasi senilai US$ 150 juta. PUB tahap I senilai US$ 50 juta.Sedangkan nilai PUB tahap II adalah US$ 100 juta. Namun, Medco belum menentukan kapan waktu pelaksanaan.

Sedangkan BTPN akan menawarkan obligasi senilai total Rp 2,5 triliun. Tahap pertama obligasi yang akan diterbitkan melalui fasilitas PUB ini senilai Rp 500 miliar.

Otoritas memanggil penjamin emisi Visi Media

JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) memanggil penjamin emisi atau underwriter PT Visi Media Asia. Pangkal pemanggilan adalah penawaran saham Visi Media secara online.

Gonthor Ryantori Aziz, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa, menuturkan, pemanggilan sudah dilakukan awal pekan ini (27/6). Tujuannya adalah meminta penjelasan dari kedua underwriter perusahaan media milik Group Bakrie tersebut, yakni Danatama Makmur dan Ciptadana Securities. "Kami akan melihat apakah mereka melakukan hal yang berlebihan, padahal izin efektifnya belum kami berikan," ujar Gonthor, Selasa (28/6).

Jika memang sistem penawaran online tersebut ditempuh untuk keperluan penawaran awal (bookbuilding), Bapepam-LK masih akan mengecek apakah sudah sesuai aturan. Yang jadi persoalan, hingga kini Bapepam-LK belum memiliki aturan terkait proses IPO online.

Gonthor juga belum bisa memastikan langkah lanjutan yang bakal diambil Bapepam-LK usai pemanggilan kemarin. "Laporannya baru akan kami periksa," kilah dia.

Vicky Ganda Saputra, Direktur Eksekutif Investment Banking Danatama Makmur, menjelaskan, dalam pertemuan dengan Bapepam-LK, Danatama memberikan penjelasan kepada otoritas bahwa sistem online tersebut tidak sama dengan proses penawaran. "Kami hanya ingin mengetahui bagaimana minat investor terhadap saham IPO Visi Media," jelas dia.

Melalui perangkat teknologi informasi, Vicky mengklaim mendapat respons yang positif dari para calon investor. Indikasinya, dari 700 investor yang mengeklik laman situs portal berita Vivanews, lebih dari 600 investor menyatakan minat. "Ini hanya dalam dua hari," kata Vicky.

Proses bookbuilding yang berjalan 13 Juni–21 Juni lalu, ungkap Vicky, selain manual, juga menggunakan sistem online. Namun bookbuilding melalui sistem online dibatasi hanya untuk 200 investor.

Hasilnya, tercatat ada kelebihan permintaan hingga 5,12 kali. Harga IPO ditetapkan Rp 280 per saham, sehingga potensi dana yang bisa diraup mencapai Rp 640,1 miliar. Dalam IPO-nya Visi Media juga menawarkan waran sebanyak 571,5 juta dengan rasio 4:1.