Rabu, 30 Maret 2011

IHSG Melaju 33 Poin Respons Laporan Keuangan Emiten


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 33 poin merespons laporan kinerja keuangan emiten tahun 2010 yang rata-rata positif. Transaksi di lantai bursa sedikit lebih ramai dibandingkan perdagangan hari-hari lalu.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 7,890 poin (0,21%) ke level 3.599,405. Indeks menguat setelah mendapat sentimen positif dari menguatnya bursa-bursa Asia dan Wall Street semalam.

Sepanjang perdagangan sesi I, indeks terus bergerak ke atas di teritori positif, Bahkan sempat menyentuh level tertingginya di 3.628,561.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (30/3/2011), IHSG melaju 33,314 poin (0,92%) ke level 3.624,829. Sementara Indeks LQ 45 bertambah 7,263 poin (1,13%) ke level 649,398.

Suasana perdagangan di lantai bursa kembali bergairah setelah sempat sepi transaksi akibat minim sentimen positif. Laporan kinerja keuangan emiten besar yang positif membuat investor tergerak untuk menamamkan dananya di pasar modal.

Seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat. Penguatan tertinggi dipimpin oleh sektor industri dasar, diikuti oleh sektor agrikultur yang juga menguat lebih dari 2%.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 57.377 kali pada volume 1,798 miliar lembar saham senilai Rp 2,027 triliun. Sebanyak 132 saham naik, 63 saham turun, dan 89 saham stagnan.

Terinspirasi menguatnya bursa global, mayoritas bursa-bursa di regional bergerak ke atas, kecuali bursa China yang masih melemah. Bursa Jepang pun mampu melaju cukup kencang.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 14,23 poin (0,48%) ke level 2.943,85.
  • Indeks Hang Seng melaju 393,24 poin (1,71%) ke level 23.453,60.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 175,26 poin (1,85%) ke level 9.634,34.
  • Indeks Straits Times menguat 37,47 poin (1,23%) ke level 3.094,42.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.550 ke Rp 56.250, Multibreeder (MBAI) naik Rp 1.000 ke Rp 16.500, Lion Metal (LION) naik Rp 950 ke Rp 4.750, dan SMART (SMAR) naik Rp 350 ke Rp 5.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Adira Finance (ADMF) turun Rp 200 ke Rp 11.100, BFI Finance (BFIN) turun Rp 150 ke Rp 3.050, Indo Rama (INDR) turun Rp 150 ke Rp 2.650, dan Modern Internasional (MDRN) turun Rp 100 ke Rp 1.900.

Indospring Rights Issue Rp 1.520 per Lembar


Jakarta - PT Indosprings Tbk (INDS) akan menggelar penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue senilai Rp 285 miliar.

Seperti dikutip dari prospektus ringkas perseroan, Rabu (30/3/2011), penawaran dilakukan di Rp 1.520 per lembar, diskon 525% dari harga penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.500 per lembar.

Jumlah saham baru yang akan diterbitkan perseroan sebanyak 187,5 juta lembar. HMETD ini akan diperdagangkan di BEI selama lima hari mulai 16 Mei sampai 23 Mei.

Tiap pemegang satu saham perseroan berhak atas lima HMETD untuk membeli lima saham baru yang berasal dari portapel. Jika saham rights issue ini tidak terserap pasar, maka akan diambil oleh pihak terafiliasi perseroan, yaitu PT Indoprima Gemilang (IPG).

Emiten berkode INDS itu akan membawa rencana ini ke rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 2 Mei mendatang, dalam rangka meminta persetujuan pemegang saham.

Dana hasil pelaksanaan aksi korporasi ini akan dipergunakan untuk meningkatkan penyertaan modal di PT Indobaja Primamurni (IBPM), peningkatan kapasitas produksi, dan modal kerja perseroan.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.10 waktu JATS, harga saham INDS stagnan di Rp 9.500 per lembar. Sahamnya baru ditransaksikan 2 kali dengan volume 2 lot senilai Rp 9,5 juta.
(ang/dnl)

Naik 68%, Laba SMART Tembus Rp 1,2 Triliun


Jakarta - Laba bersih PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) melonjak 68,45% di 2010 menyentuh Rp 1,26 triliun, dari perolehan laba 2009 sebesar Rp 748,49 miliar.

Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan SMART di 2010, Rabu (30/3/2011), penjualan bersih perseroan naik tinggi menjadi Rp 20,27 triliun di akhir 2010, dari tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp 14,2 triliun.

Penjualan bersih perseroan mendorong naiknya laba bersih, terlihat dari laba kotornya yang naik dari Rp 1,7 triliun di 2009 menjadi Rp 3,14 triliun di akhir tahun lalu.

Dengan tumbuhnya laba bersih itu, maka laba bersih per saham dasar perseroan pun naik, dari Rp 261 per lembar menjadi Rp 439 per lembar di 2010.

Emiten berkode SMAR itu juga mencatat pertumbuhan aset sebanyak 22,13% di 2010 menjadi Rp 12,47 triliun, dari tahun sebelumnya Rp 10,21 triliun.

Harga saham perseroan sepanjang 2010 pun ikut naik hampir dua kali lipat, dari Rp 2.550 per lembar di akhir 2009 menjadi Rp 5.000 per lembar.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.45 waktu JATS, harga saham SMAR naik 200 poin (4,08%) ke level Rp 5.100 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 5 kali dengan volume 16 lot senilai Rp 41,275 juta.

RUU Mata Uang akhirnya atur redenominasi rupiah


Date : Mar 30 2011, 10:52
Title : News Story
Header : RUU Mata Uang akhirnya atur redenominasi rupiah


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Redenominasi atau penyederhanaan nilai rupiah semakin nyata.
Panitia Kerja pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Mata Uang akhirnya
sepakat memasukkan ketentuan redenominasi nilai rupiah. Ketentuan ini diatur
dalam pasal 13 ayat 2 RUU Mata Uang.
Anggota Komisi XI DPR Kemal Azis Stamboel mengatakan, redenominasi rupiah
ini bisa dilakukan setelah ada kajian mendalam dan matang. Selain itu, dia
mengatakan, redenominasi rupiah ini dilakukan dengan memperhatikan timing dan
jangka waktu pelaksanaan proses tersebut.
Kemal berharap setelah RUU Mata Uang disahkan maka pemerintah dan Bank
Indonesia segera menyusun beberapa Peraturan Pemerintah dan Peraturan Bank
Indonesia. Dia juga berharap ada proses sosialisasi secara efektif kepada
seluruh lapisan masyarakat dan pihak-pihak ataupun lembaga-lembaga yang
terkait. "Ini untuk memperkuat kepercayaan publik dan dunia internasional
terhadap rupiah," tutupnya.
Bank Indonesia (BI) sendiri telah menyelesaikan kajian redenominasi.
Seperti kita ketahui, BI pernah membeberkan jadwal pelaksanaan redenominasi
ini. Butuh waktu sekitar sepuluh tahun sebelum redenominasi bisa benar-benar
diterapkan. BI memperkirakan, persetujuan redenominasi bisa diperoleh tahun
lalu.
Alhasil, pada tahun 2011 hingga 2012, BI bisa melaksanakan sosialisasi
kebijakan tersebut. Adapun tahun 2013 hingga 2015 menjadi masa transisi. Dalam
rentang itu, penyebutan nilai mata uang akan dilakukan dalam dua jenis kuotasi,
yakni nilai lama dan nilai baru.
[ Yudho Winarto ]
KONTAN Wed, 30 Mar 2011
=======================================================================================

Laba melonjak lima kali lipat, saham AMFG melesat 5,6%


Date : Mar 30 2011, 10:51
Title : News Story
Header : Laba melonjak lima kali lipat, saham AMFG melesat 5,6%


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) melejit ke level
tertinggi dalam 12 pekan setelah emiten ini mencatat kinerja cemerlang di tahun
lalu.
Emiten yang memproduksi kaca lembaran dan fabrikasi ini membukukan
kenaikan laba bersih hampir lima kali lipat di tahun lalu. Pada akhir 2010,
meraup laba bersih senilai Rp 330,9 miliar.
Saham AMFG melesat 5,66% ke level Rp 5.600 per saham, hingga pukul 10.20
WIB. Ini level tertigginya sejak penutupan perdagangan 6 Januari lalu.
[ Dupla Kartini, Bloomberg ]
KONTAN Wed, 30 Mar 2011 ( 10:25:19 WIB )
=======================================================================================

Bentoel Internasional Sedot Laba Rp 218 Miliar


Jakarta - PT Bentoel Internasional Investama Tbk ((RMBA) berhasil mencetak laba Rp 218,62 miliar di tahun 2010, naik 247,77% setelah sebelumnya pada tahun 2009 mencetak rugi sebanyak Rp 147,94 miliar.

Dikutip dari laporan kinerja keuangan perseroan tahun 2010, Rabu (30/3/2011), pendapatan bersih perseroa pun naik dari Rp 7,25 triliun di tahun 2009 menjadi Rp 8,9 triliun di akhir tahun 2010 sehingga mendorong naiknya laba bersih tersebut.

Selain itu, perseroan juga menekan beban pokok penjualan sehingga tidak naik terlalu tinggi, menjadi Rp 6,96 triliun. Dengan demikian, laba kotor perseroan jadi naik ke Rp 1,94 triliun dari tahun 2009 sebanyak Rp 1,35 triliun.

Seiring meningkatnya laba bersih tersebut, maka laba bersih per saham dasar perseroan juga naik, dari rugi Rp 20,4 per lembar menjadi untung Rp 30,2 per lembar di akhir tahun lalu.

Perseroan mencatat pertumbuhan aset yang tipis di akhir tahun 2010 menjadi Rp 4,9 triliun, dari aset tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp 4,89 triliun.

Harga Saham RMBA di sepanjang tahun 2010 sudah naik 23,07%, dari harag di akhir tahun 2009 sebesar Rp 650 per lembar menjadi Rp 800 per lembar di 2010.

Pada perdagangan hari ini, harga saham RMBA turun 10 poin (1,12%) ke level Rp 880 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 7 kali dengan volume 41 lot senilai Rp 18 juta.

Rugi Selisih Kurs, Laba Goodyear Tergerus 57% Jadi US$ 7,41 Juta


Jakarta - PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) alami penurunan laba bersih sebanyak 57,08% menjadi sebesar US$ 7,41 juta di 2010, dari perolehan laba tahun sebelumnya US$ 11,64 juta.

Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan GDYR di 2010, Rabu (30/3/2011), penjualan perseroan justru naik dari US$ 126,12 juta di 2009 menjadi US$ 193,37 juta di akhir 2010.

Namun, beban/penghasilan lain-lain perseroan berubah negatif dari sebelumnya positif US$ 3,96 juta di 2009, menjadi negatif US$ 1,08 juta di akhir tahun lalu.

Salah satu penyebabnya adalah perseroan menderita rugi selisih kurs sebesar US$ 12,5 ribu di 2010, dari tahun sebelumnya pada periode yang sama untung selisih kurs yang cukup tinggi US$ 5,34 juta.

Dengan adanya penurunan laba itu, maka laba bersih per saham dasar perseroan juga tergerus menjadi US$ 0,18 per lembar dari sebelumnya US$ 0,28 per lembar.

Harga saham perseroan tidak mencerminkan kinerja yang turun, pasalnya sepanjang tahun 2010 sudah naik 30,2%. Harga saham GDYR di akhir 2009 sebesar Rp 9.600 per lembar kemudian menjadi Rp 12.500 per lembar di akhir 2010.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.25 waktu JATS, harga saham GDYR stagnan di Rp 9.900 dan sama sekali belum diperdagangkan.

IHSG Lesu Tunggu Rilis Data Inflasi


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melemah 11 poin akibat maraknya tekanan aksi jual. Sepinya sentimen positif menjelang rilis inflasi membuat IHSG bergerak lesu.

Pada perdagangan, Selasa (29/3/2011), IHSG melemah 11,344 poin (0,32%) ke level 3.591,515. Sementara Indeks LQ 45 turun 3,179 poin (0,50%) ke level 642,135.

"IHSG kembali mengalami aksi jual sehingga belum beranjak dari teritori negatif pada perdagangan kemarin. Seperti biasa, menjelang rilis inflasi dari BPS, IHSG mengalami pelemahan hingga rilis inflasi tersebut," jelas Reza Priyambada, managing research dari Indosurya Asset Management.

Menjelang rilis inflasi, IHSG diprediksi masih akan terus bergerak lesu. Namun penguatan bursa-bursa regional akan memberikan inspirasi. IHSG pada perdagangan Rabu (30/3/2011) diprediksi bergerak fluktuatif cenderung menguat tipis.

Bursa Wall Street tadi malam ditutup menguat berkat penguatan saham-saham sektor energi menyusul kenaikan harga minyak mentah dunia. Namun volume perdagangan masih rendah karena investor masih berhati-hati.

Pada perdagangan Selasa (29/3/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 81,13 poin (0,67%) ke level 12.279,01. Indeks Standard &poor's 500 juga menguat 9,25 poin (0,71%) ke level 1.319,44 dan Nasdaq menguat 26,21 poin (0,96%) ke level 2.756,89.

Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Rabu ini di teritori positif. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 34,08 poin (0,36%) ke level 9.493,16.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG kemarin ditutup turun 11 point (-0.31%) ke level 3,591.51 dengan jumlah transaksi sebanyak 7,2 juta lot dan nilai transaksi senilai Rp 4,3 miliar dengan sektor yang tercatat naik hanya agriculture, mining, property, infrastructure dan finance. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 94,7 miliar dengan saham yang paling banyak dilepas a.l. ASII, UNTR, BJBR, SMGR dan UNVR.

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin candlestick IHSG membentuk pola hanging man yang masih mengindikasikan pola bearish reversal. Sementara dilihat dari sisi indicator, stochastic membentu deathcross di area overbought, MACD histogram bergerak memendek di area positif dan RSI masih bergerak downtrend. Hal ini menunjukan IHSG masih berpeluang untuk mengalami koreksi lanjutan. Pada perdagangan hari ini (30/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,542-3,631 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ITMG, BMRI, dan MYOR.

Kresna Sekuritas:

Tekanan bursa regional kembali mendorong aksi profit taking di JCI meskipun inflasi diperkirakan menjadi sentimen utama pasar pada pekan ini. Hari ini IHSG diperkirakan masih akan dalam tekanan dengan bergerak di kisaran 3,550-3,620 dengan UNTR dan TINS sebagai saham pilihan.

Indosurya:

Pada perdagangan Rabu (29/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.556-3.573 dan resistance 3.606-3.620. Selain candle membentuk long laggeddoji dengan membentuk candle menyerupai hammer. Biasanya hammer yang terbentuk ditengah tren penurunan yang terjadi mengindikasikan berkurangnya kekuatan daya jual untuk menekan pasar dan kekuatan daya beli mulai mendorong harga ke atas. MACD masih mencoba bergerak naik namun masih tertahan dengan histogram positif yang masih datar. RSIWilliam's %R dan Stochastic mulai reversal setelah menembus area overbought dan bergerak meninggalkannya. Meski biasanya IHSG melemah menjelangrilis data inflasi, namun menghijaunya bursa AS dan Eropa bisa berpengaruh positif bagi pergerakan IHSG hari ini. Cermati saham ECXL, JSMR dan BMRI.

Saham Energi Angkat Wall Street


New York - Penguatan saham-saham sektor energi menyusul kenaikan harga minyak mentah dunia berhasil membawa bursa Wall Street ke teritori positif. Namun volume perdagangan masih rendah karena investor masih berhati-hati.

Pada perdagangan Selasa (29/3/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 81,13 poin (0,67%) ke level 12.279,01. Indeks Standard &poor's 500 juga menguat 9,25 poin (0,71%) ke level 1.319,44 dan Nasdaq menguat 26,21 poin (0,96%) ke level 2.756,89.

Namun volume perdagangan sangat tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,2 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian tahun lalu yang mencapai 8,47 miliar lembar saham.Wall

Perdagangan masih sepi karena investor masih terus berhitung atas dampak krisis nuklir dan gempa di Jepang plus kisruh di Timur Tengah terhadap laporan keuangan perusahaan.

"Saya tidak berpikir banyak orang yang tahu apa yang harus dilakukan. Mereka mendengar tentang bagaimana bullishnya rekonstruksi Jepang, namun hingga bencana itu dihitung, mereka tidak akan melakukan apapun," ujar Shawn Hackett, presiden Hackett Advisors seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/3/2011).

"Ketika pasar tidak tahu apa yang harus dilakukan, maka akan cenderung bergerak naik dengan volume yang rendah dan turun pada volume yang lebih tinggi karena orang-orang gugup, jadi mereka jual," imbuhnya.

Saham-saham sektor jasa perminyakan naik menyusul naiknya harga minyak mentah dunia hingga ke titik tertinggi sejak Agustus 2008. Indeks sektor jasa perminyakan naik hingga 1,9%.

"Hingga pasar minya terpatahkan, momentum pialang adalah membeli saham sektor jasa perminyakan karena itulah yang bekerja. Hingga minyak turun lagi di bawah US$ 100 per barel, Anda akan melihat saham jasa sektor perminyakan mendapatkan penawaran yang besar," urai Hackett.

Harga minyak mentah dunia kembali meningkat seiring kekisruhan di Libya yang tak kunjung usai. Minyak light sweet tercatat naik 0,8% menjadi US$ 105 per barel.

Selasa, 29 Maret 2011

Penurunan tujuh sektor membenamkan IHSG di kubangan merah

Date : Mar 29 2011, 16:39
Title : News Story
Header : Penurunan tujuh sektor membenamkan IHSG di kubangan merah


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Belum ada obat kuat yang dapat meningkatkan gairah Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG). Dari awal hingga akhir perdagangan, IHSG terus dipukul
koreksi, alhasil hingga sore hari IHSG hanya mampu bertengger di level
3.591,515 atau turun 0,31%.
Sektor aneka industri terpuruk 3,14%, sektor manufaktur juga terkoreksi
dalam sebesar 1,58%, disusul sektor consumer good yang melandai 1,13%.
Sementara sektor industri dasar dan perdagangan masing-masing turun 0,53% dan
1,08%. Sektor yang berhasil menguat hanyalah sektor keuangan yang naik 0,48%
disusul sektor pertambangan yang naik 0,62%. Sedangkan sektor lainnya, seperti
perkebunan, infrastruktur dan konstruksi naik tipis di bawah 0,1%.
Meskipun perdagangan cukup ramai dengan volume mencapai 3,6 milliar dengan
nilai transaski RP 4,284 trilliun, hanya 106 saham saja yang berhasil menguat,
92 saham turun, dan 86 saham tidak merubah posisi.
Saham yang terjungkal ke zona merah adalah Plaza Indonesia Realty (PLIN)
yang anjlok 13,04% ke Rp 2.000, posisi kedua dipegang Wicaksana Overseas (WICO)
yang turun 9,09% dan posisi ketiga top loserd ditempati oleh FKS Multi Agro
(FISH) yang turun 8,82% ke Rp1.550. Saham MSCI stock yang mengerek bursa turun
adalah Astra International (ASII), denga koreksi sebesar 3,87% ke RP
54.700,Semen Gresik (SMGR) juga melemah 3,31%. Total sebanyak 10 saham anggota
MSCI indeks yang turun.
Saham yang berhasil naik kala bursa koreksi adalah Indorama Synthetic
(INDR) yang naik 17,89% ke Rp 2.800, Toba Pulp Lestari (INRU) menguat 15,38% ke
Rp 600, diikuti oleh Davomas Abadi (DAVO) yang naik 12,68% ke Rp 80. Anggota
MSCI Indeks yang berhasil merayap naik adalah Kalbe Farma (KLBF) yang naik
3,25% ke Rp 3.175, dan Bank Mandiri (BMRI) yang menguat 3,23% ke Rp 6.400.
[ Dian Pitaloka Saraswati ]
KONTAN Tue, 29 Mar 2011 ( 16:20:40 WIB )
=======================================================================================

112 Saham Naik, IHSG 'Cuma' Melemah 11 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 11 poin akibat maraknya tekanan aksi jual. Sepinya sentimen positif serta transaksi yang tidak terlalu ramai membuat indeks tak mampu menguat.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di Rp 8.710 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.715 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 11,150 poin (0,30%) ke level 3.591,709. Posisi indeks yang sudahoverbought membuatnya rawan terkena aksi ambil untung.

Indeks terus turun sejak awal perdagangan dan sempat menyentuh level terendahnya di 3.570,402. Tekanan jual kembali melanda lantai bursa.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkoreksi 22,434 poin (0,63%) 3.580,425. Indeks melemah akibat aksi profit taking saham-saham konsumer di tengah transaksi yang tidak terlalu ramai.

Tak banyak berubah, indeks tetap berjalan di teritori negatif sepanjang perdagangan sesi II. Laporan keuangan emiten yang rata-rata positif tidak mampu mengangkat indeks bergerak ke atas.

Menutup perdagangan, Selasa (29/3/2011), IHSG melemah 11,344 poin (0,32%) ke level 3.591,515. Sementara Indeks LQ 45 turun 3,179 poin (0,50%) ke level 642,135.

Aksi jual terus berlanjut di sesi II, investor tidak mengindahkan laporan keuangan emiten dan lebih mencermati perkembangan krisis nuklir di Jepang serta menunggu laporan inflasi oleh BPS.

Aksi beli menjelang penutupan perdagangan cukup membantu beberapa sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat, seperti agribisnis, tambang, properti, infrastruktur dan finansial.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 88.651 kali pada volume 3.601 miliar lembar saham senilai Rp 4,284 triliun. Sebanyak 112 saham naik, 104 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Dana asing kembali hengkang dari lantai bursa. Transaksi pemodal asing tercatat melakukan jual bersih (foreign nett sell) sebanyak Rp 100,926 miliar di seluruh pasar.

Krisi nuklir yang berkepanjangan di Jepang memaksa bursa-bursa di Asia tertekan. Sore ini seluruhnya melemah dan berjalan di zona merah.

Berikut kondisi bursa-bura regional sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 25,58 poin (0,86%) ke level 2.958,43.
  • Indeks Hang Seng turun tipis 7,83 poin (0,03%) ke level 23.060,36.
  • Indeks Nikkei 225 turun 19,45 poin (0,21%) ke level 9.459,08.
  • Indeks Straits Times berkurang 5,42 poin (0,18%) ke level 3.051,96.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 1.500 ke Rp 15.500, Indospring (INDS) naik Rp 800 ke Rp 9.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 750 ke Rp 47.300, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 450 ke Rp 21.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.200 ke Rp 54.700, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 41.650, United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 21.650, dan Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 15.300.

Sembilan dari sepuluh sektor memerah, indeks sesi I melorot 0,62%


Date : Mar 29 2011, 12:21
Title : News Story
Header : Sembilan dari sepuluh sektor memerah, indeks sesi I melorot 0,62%


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan siang ini ditutup memerah di level
3.580,425 atau turun 0,62%. Ini dipicu oleh memerahnya 9 dari 10 sektor yang
diperdagangkan.
Koreksi tertinggi dicatat aneka industri yang jeblok 2,62%. Hanya sektor
agrikultur yang mencatat kenaikan tipis 0,12%. Jumlah saham yang terkoreksi
sebanyak 95 saham. Sementara saham yang mengalami kenaikan harga sejumlah 76.
73 saham lainnya masih malas beraktifitas.
Perdagangan hingga siang ini tak terlalu ramai. Ini bisa dilihat dari
total nilai perdagangan yang hanya Rp 1,4 triliun dan total volume 1,3 miliar
saham. Kapitalisasi market yang tercipta sebesar 3.206,7 triliun.
Lima besar top losers diduduki oleh FKS Multi Agro Tbk (FISH) yang turun
signifikan 8,82% ke Rp 1.550. Wicaksana Overseas International Tbk (WICO)
melemah 6,82% ke Rp 82. Trikomsel Oke Tbk (TRIO) melemah 6,15% ke Rp 610. Trias
Sentosa Tbk (TRST) turun 5,17% ke Rp 275, dan Titan Kimia Nusantara Tbk (FPNI)
terkoreksi 4,48% ke Rp 128.
Sedangkan lima besar top gainers ditempati oleh Indo-Rama Synthetics Tbk
(INDR) yang melesat naik 18,95% ke Rp 2.825. Diikuti oleh Toba Pulp Lestari tbk
(INRU) yang menguat 15,38% ke Rp 600. Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) naik
11,46% ke Rp 2.675. Indospring Tbk (INDS) naik 9,20% ke Rp 9.500. Terakhir, Rig
Tenders Tbk (RIGS) naik 7,58% ke Rp 710.
[ Teddy Gumilar ]
KONTAN Tue, 29 Mar 2011 ( 12:18:18 WIB )
=======================================================================================

Kalbe Farma Raih Laba 1,28 Triliun, Naik 37%


Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencetak laba bersih Rp 1,28 triliun di akhir tahun 2010, naik 37,78% dari perolehan laba di 2009 sebanyak Rp 929 miliar.

Dikutip dari laporan kinerja keuangan perseroan di 2010, Selasa (29/3/2011), pendapatan perseroan juga naik dari Rp 9,08 triliun di akhir 2009 menjadi Rp 10,22 triliun di tahun lalu.

Dengan adanya pertumbuhan laba bersih, makan laba bersih per saham dasar naik emiten berkode KBLF itu naik menjadi Rp 137 per lembar, dari sebelumnya di 2009 Rp 97 per lembar.

Sumbangan laba juga dibantu oleh rugi selisih kurs perseroan yang menyusul dari Rp 94,92 miliar menjadi hanya Rp 23,39 miliar di akhir 2010.

Selain itu, beban bunga dan keuangan Kalbe juga turun menjadi hanya Rp 20,71 miliar di akhir 2010 dari tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp 53,44 miliar.

Perseroan juga mencatat kenaikan aset di 2010, menjadi Rp 7,03 triliun dari sebelumnya Rp 6,48 triliun di 2009.

Sepanjang 2010 lalu, harga saham KBLF sudah naik 150% seiring dengan naiknya kinerja keuangan perseroan. Dari Rp 1.300 per lembar di akhir 2009 menjadi Rp 3.250 di akhir 2010.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.37 waktu JATS, saham KBLF naik 25 poin (0,81%) ke level 3.100 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 132 kali dengan volume 1.725 lot senilai Rp 2,65 miliar.

Gunawan Dianjaya Steel Cetak Laba Rp 171 Miliar


Jakarta - PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) berhasil mencatat laba bersih Rp 171,427 miliar di tahun 2010, naik 214,24% dari periode sebelumnya mengalami rugi Rp 150,055 miliar.

Menurut laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Selasa (29/3/2011), pencapaian laba tidak lepas dari penurunan beban penjualan dari Rp 1,829 triliun menjadi Rp 1,413 triliun.

Penjualan bersih GDST naik tipis dari Rp 1,641 triliun menjadi Rp 1,71 triliun. Laba kotor pun berhasil dibukukan pada tahun 2010 dengan nilai Rp 296,88 miliar, setelah pada 2009 mencetak rugi Rp 187,804 triliun.

Perbaikan kinerja perseroan semakin ditopang pos luar biasa, yakni laba atas penghapusan utang Rp 16,804 miliar, dari sebelumnya Rp 8,933 miliar. Laba bersih per saham GDST Rp 21 per lembar, dari tahun sebelumnya yang mencatat rugi per saham Rp 26 per lembar.

Aset perseoan naik menjadi Rp 1,074 triliun dari periode yang sama tahun lalu, Rp 970,737 miliar. Penambahan aset didukung oleh meningkatnya persediaan dari Rp 234,313 miliar menjadi Rp 556,893 miliar.

Profit Taking Saham Kosumer Turunkan IHSG 22 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 22 poin akibat aksi profit taking saham-saham konsumer di tengah transaksi yang tidak terlalu ramai.

Membuka pagi tadi, IHSG turun tipis 11,150 poin (0,30%) ke level 3.591,709. Posisi indeks yang sudah overboughtmembuatnya rawan terkena aksi ambil untung

Indeks terus turun sejak awal perdagangan dan sempat menyentuh level terendahnya di 3.570,402. Tekanan jual kembali melanda lantai bursa.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkoreksi 22,434 poin (0,63%) 3.580,425. Indeks LQ 45 turun 5,686 poin (0,89%) ke level 639,628.

Aksi jual di saham-saham berbasis konsumer membuat indeks tak kuasa keluar dari teritori negatif. Hampir semua sektor industri di bursa melemah, kecuali sektor agribisnis yang masih bisa menguat.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 39.089 kali pada volume 1,291 miliar lembar saham senilai Rp 1,424 triliun. Sebanyak 81 saham naik, 103 saham turun, dan 81 saham stagnan.

Beberapa bursa di Asia mulai balik arah ke zona positif siang ini. Bursa Jepang pun mulai memperlambat penurunannya.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 7,18 poin (0,24%) ke level 2.991,18.
  • Indeks Hang Seng naik tipis 23,22 poin (0,10%) ke level 23.091,41.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 46,74 poin (0,49%) ke level 9.431,79.
  • Indeks Straits Times turun tipis 0,43 poin (0,01%) ke level 3.056,95.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indospring (INDS) naik Rp 800 ke Rp 9.500, Multibreeder (MBAI) naik Rp 500 ke Rp 14.500, Indo Rama (INDR) naik Rp 450 ke Rp 2.825, dan Adira Finance (ADMF) naik Rp 300 ke Rp 11.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.850 ke Rp 55.050, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.150 ke Rp 41.400, United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 21.650, dan Waran First Media (KBLV-W2) turun Rp 300 ke Rp 600.

Indika Energy Dapat Utang US$ 65 Juta dari Stanchart


Jakarta - PT Indika Energy Tbk mencapat kucuran pinjaman sebanyak US$ 65 Juta dari Standard Chartered Bank. Dana itu diberikan dari Standard Chartered Bank cabang Singapura dan Jakarta.

"Fasilitas pinjaman itu akan digunakan untuk pembiayaan terkait dengan kegiatan usaha perseroan," kata Corporat Secretary (INDY) Dedy Happy Hardi dalam keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/3/2011).

Ia mengatakan, pinjaman tersebut disepakati pada 22 Maret 2011 lalu, dan akan jatuh tempo pada 29 April 2012 nanti.

Seperti diketahui, saham INDY masih terdaftar dalam dalam perhitungan indeks LQ45. Sebanyak 45 saham-saham yang masuk dalam indeks LQ45 didasarkan atas hasil evaluasi BEI pada Januari 2011. Daftar saham LQ45 berlaku pada periode perdagangan Febuari-Juli 2011.

Laba Krakatau Steel Naik Dua Kali Lipat Tembus Rp 1 Triliun


Jakarta - Laba bersih PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) naik dua kali lipat di akhir 2010 menembus Rp 1,06 triliun, dari perolehan laba sebelumnya di 2009 sebanyak Rp 494,67 miliar.

Dikutip dari laporan kinerja keuangan KRAS di 2010, Selasa (29/3/2011), meski laba bersih naik, namun pendapatan perseroan turun, dari Rp 16,91 triliun di 2009 menjadi Rp 14,85 triliun di 2010.

Perusahaan pelat merah itu bisa mencetak kenaikan laba karena beban pokok pendapatan turun sehingga laba usaha naik dari Rp 25,94 miliar menjadi Rp 992,92 miliar.

Selain itu BUMN baja tersebut mendapat dana dari pengalihan aset sebesar Rp 147,88 miliar dan untung kurs yang naik jadi Rp 114,87 miliar.

Perseroan juga mencatat kenaikan aset di 2010 menjadi sebesar Rp 17,58 triliun dari sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu sebanyak Rp 12,79 triliun.

Sejak IPO di harga Rp 850 per lembar di November 2010 lalu, saham KRAS sampai penutupan perdagangan kemarin sudah naik 41,17% ke Rp 1.200 per lembar.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.13 waktu JATS, saham KRAS turun 10 poin (0,83%) ke Rp 1.190 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 528 kali dengan volume 36.608 lot senilai Rp 21,9 miliar.
(ang/dnl)

IHSG Masih Dibayangi Kelesuan


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali melemah menyusul profit taking atas saham-saham unggulan. Namun pelemahan IHSG bisa diperkecil menjelang akhir perdagangan.

Pada perdagangan Senin (28/3/2011), IHSG tercatat hanya melemah 4,254 poin (0,12%) ke level 3.602,859. Indeks LQ 45 juga melemah 2,247 poin (0,35%) ke level 645,314.

"IHSG masih melanjutkan pelemahannya kemarin setelah di akhir pekan didera aksi profit taking investor lokal. Saham-saham yang telah mengalami penguatan cukup besar terkena aksi jual oleh investor. Ditengah kondisi ketidakpastian seperti sekarang ini, investor lebih cepat memutuskan untuk mengamankan portofolio," ujarReza Priyambada, Managing Research dari Indosurya Asset Management.

Pelemahan IHSG diprediksi masih akan berlangsung hingga perdagangan Selasa (29/3/2011). Lesunya bursa global akan membuat investor lebih berhati-hati.

Bursa Wall Street tadi malam ditutup melemaRh tipis seiring memudarnya optimisme laporankeuangan dan juga ketidakpastian situasi global. Volume perdagangan lagi-lagi mencatat rekor terendahnya sepanjang tahun ini.

Pada perdagangan Senin (28/3/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah tipis 22,71 poin (0,19%) ke level 12.197,88. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 3,61 poin (0,27%) ke level 1.310,19 dan Nasdaq melemah 12,38 poin (0,45%) ke level 2.730,68.

Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Selasa ini dengan koreksi tipis. Indeks Nikkei-225 pagi ini terpantau melemah 87,23 poin(0,29%) ke level 9.391,30.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Kemarin IHSG ditutup turun 4 point (-0.12%) ke level 3,602.86 dengan jumlah transaksi sebanyak 4.9 juta lot dan senilai Rp3.03 triliun dengan sektor yang mengalami kenaikan hanya sektor agriculture, property, finance dan trade.

Tercatat sebanyak 107 saham mengalami kenaikan, 95 saham mengalami penurunan, 80 saham tidak mengalami perubahan dan 159 saham tidak mengalami transaksi sama sekali. Asing hari ini justru tercatat melakukan net buy sebesar Rp178 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, PGAS, INDF, BBNI dan BJBR.

Penurunan indeks hari ini, yang lebih disebabkan oleh aksi profit taking investor serta turunnya saham-saham big caps, seirama dengan mayoritas bursa regional yang juga mengalami penurunan.

Secara teknikal tampak pergerakan IHSG tidak memiliki cukup momentum untuk bergerak di area garis upper bollinger band, namun pelemahan IHSG pada perdagangan kemarin berhasil tertahan oleh garis MA5 yang mampu menjadi support cukup kuat untuk IHSG.

Kami melihat pada perdagangan hari ini, IHSG berpotensi untuk terkoreksi terbatas melihat candlestick yang membentuk doji sementara indicator stochastic yang berpotensi deathcross di area overbought dan RSI sudah bergerak reversal downtrend.

Pada perdagangan besok (29/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,549-3,637 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BDMN, AALI, dan INTP.

Panin Sekuritas:

Kemarin indeks ditutup melemah melanjutkan profit taking yang terjadi pada Jumat pekan lalu. Kondisi Timur Tengah yang masih bergejolak, serta kekhawatiran dampak bencana di Jepang terhadap perekonomian mendorong indeks bergerak melemah kemarin. Meski demikian kami melihat tekanan indeks akan mulai berkurang pada hari ini. IHSG kami proyeksikan akan cenderung bergerak mixed dengan kisaran support-resistance 3.591-3.620. Dapat diperhatikan peluang trading pada saham sektor perbankan, properti, dan semen. Saham pilihan kami : BJBR, BORN, INTP, GGRM.

Indosurya:

Pada perdagangan Selasa (29/3), diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.567-3585 dan resistance 3.616-3.630. Candle kembali mengalami pelemahan dan ditutup dengan membentuk long lagged doji. Biasanya candle ini mengindikasikan akan adanya reversal namun karena positinya masih di atas, maka dimungkinkan untuk kembali mengalami pelemahan. MACD masih mencoba bergeraknaik, namun sedikit tertahan dengan histogram positif yang masih datar. RSI, William's %R dan Stochastic mulai reversal setelah menembus area overbought. Kami ini candle sedang melakukan penyesuaian terhadap batas bolinger band. Meski terjadi pelemahan, beberapa saham masih menarik untuk dikoleksi. Cermati saham ICBP, BJBR, ADRO. GZCO dan AALI.

Salim Ivomas Lepas 20% Saham Medio 2011

Jakarta - Satu lagi anak usaha grup Indofood yang akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). PT Salim Ivomas Pratama (SIP), siap melepas 20% saham perdana kepada publik dengan target listing di sekitar Mei-Juni 2011.

Hal ini diutarakan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Eddy Sugito saat berbincang dengandetikFinance, Senin (28/3/2011) malam.

"Salim Ivomas anak usaha Indofood. Mereka sudah mini expose ke kami minggu lalu, tim kami sedang melakukan review. Rencana penggunaan dana untuk pengembangan bisnis. Mereka kan punya kelapa sawit," jelasnya.

Meski tidak dapat menyebutkan target dana dari IPO Salim Ivomas tersebut, namun Eddy menyampaikan bahwa total saham yang coba ditawarkan kepada publik sekitar 20%, dan pencatatan saham perdana terlaksana pada Mei-Juni 2011.

Perseroan pun telah mempercayakan lembaga penjamin emisi (underwriter) atas emisi saham perdana kepada Mandiri Sekuritas, Kim Eng Securities dan Deutsche Securities Indonesia.

Manajemen PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) memang telah menyapai informasi bahwa anak usahanya ini siap melantai di bursa. "Rencana IPO tergantung kepada persetujuan pihak-pihak berwenang yang terkait, pemegang saham dan kondisi pasar," tutur Direktur sekaligus Sekretaris Perusahan Indofood Werianty Setiawan dalam keterbukan informasi beberapa waktu lalu.

Obligasi BPD Sumut Rp 1 Triliun Siap Terbit

BEI selain melakukan review terhadap IPO Salim Ivomas, juga tengah memproses persetujuan izin penerbitan surat utang obligasi dari BPD Sumatera Utara (Sumut). Nilai emisi obligasi tersebut mencapai Rp 1 triliun.

"Dulu mereka pernah masuk, namum tidak jadi. Ini masuk lagi dengan niali Rp 1 triliun," jelasnya.

BPD Sumut akan menggunakan dana obligasi untuk pengembangan pembiayaan perseroan di tahun 2011. Sebagai penjamin emisi atas obligasi ini adalah Mandiri Sekuritas.

"Jadwal penerbitan sekitar bulan Juni, underwriter hanya Mandiri Sekuritas," imbuh Eddy.

Wall Street Melemah dalam Volume Ekstra Tipis


New York - Saham-saham di bursa Wall Street ditutup melemah tipis seiring memudarnya optimisme laporan keuangan dan juga ketidakpastian situasi global. Volume perdagangan lagi-lagi mencatat rekor terendahnya sepanjang tahun ini.

Sebuah peringatan dari operator hotal Marriot telah menekan saham-saham sektor perhotelan dan konsumer lainnya. Saham Marriot International merosot hingga 6,3%. Sementara saham Halliburton melemah setelah bel penutupan, usai mengumumkan pendapatan kuartal I yang kemungkinan terpangkas.

"Kuartal yang baik sedang berlangsung sekarang, tapi saya kira akan banyak kejutan, terakhir dari Halliburton," ujar Joe Saluzzi, co-manager dari Themis Trading seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/3/2011).

Pada perdagangan Senin (28/3/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah tipis 22,71 poin (0,19%) ke level 12.197,88. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 3,61 poin (0,27%) ke level 1.310,19 dan Nasdaq melemah 12,38 poin (0,45%) ke level 2.730,68.

Saluzzi mengatakan, isu utama yang dihadapi pada musim laporan ini adalah isu geopolitik dari Afrika Utara dan Timur TEngah, juga bencana di Jepang serta naiknya biaya.

"Jika perusahaan-perusahaan tidak dapat melewati kenaikan harga-harga, kita akan melihat beberapamasalah dan disanalah laporan keuangan akan mulai memiliki isu. Kecuali mereka dapat melewatinya dan kemudian kita memiliki inflasi. Jadi buanglah racunmu," imbuhnya.

Perdagangan berlangsung sepi dengan volume transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 5,9 miliar lembar saham, jauh di bawah rata-rata harian yang mencapai 8,5 miliar lembar saham. Angka tersebut juga lebih rendah dari transaksi terkecil sebesar 6,54 miliar yang dicetak Selasa lalu.

Go Private, Dynaplast Tawarkan Harga Premium Rp 4.500


Jakarta - Manajemen PT Dynaplast Tbk (DYNA) menawarkan harga penawaran saham premium Rp 4.500 per lembar terkait rencana persetoan untuk go private danvoluntary delisting. Harga tersebut lebih tinggi 41,5% premium dari hasil penilaian harga wajar saham yang sebesar Rp 3.181 per saham.

Menurut surat edaran direksi dan dewan komisaris DYNA kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), penawaran pembelian saham senilai Rp 4.500 milik publik, akan terlaksana dalam RUPSLB di 27 April 2011. Dimana, seluruh saham akan diserap oleh PT Hambali Dina Mitra selaku pengendali atas saham Dynaplast Tbk (DYNA), dengan kepemilikan 40,09%.

"Hambali Dina Mitra sebagai pemegang saham utama telah bersedia membeli seluruh saham yang dimiliki pemegang saham publik melalui penawaran tender," kata Manajemen DYNA seperti dikutip detikFinance dalam surat edaran mereka, Selasa (29/3/2011).

Harga penawaran Rp 4.500 per saham merupakan 20% premium dari harga tertinggi pada 90 hari terakhir perdagangan. Harga ini juga 41,5% premium dari hasil penilaian harga wajar saham, yang ditetapkan sebesar Rp 3.181 per saham, atau 0,1% dari harga perdagangan tertinggi selama 2 tahun dan 800% premium dari nilai nominal yang Rp 500.

"Untuk pasar tertinggi dalam 90 hari terakhir sebelum rencana go private, di 25 Maret adalah Rp 3.750 per saham," tutur manajemen.

Proses penawaran baru akan dilakukan manajemen kepada publik pada 27 April 2011 di Ritz Calton, Mega Kiningan dalam RUPSLB. Rencananya usai penawaran pembelian saham publik ini, DYNA akan menghapus status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup dan mengubah anggaran dasar perseroan.

Pada 11 April manajemen akan mengumumkan panggilan RUPSLB Go Private di harian nasional. Pelaksanaan RUPSLB harus dihadiri lebih dari 75% dari jumlah saham yang ada dan putusan harus direstui minimal lebih dari 50% dari hak suara yang sah.

Menurut Direksi dan Dewan Komisaris, rencana go private adalah yang terbaik untuk pemegang saham. Mereka menyarankan kepada pemegang saham untuk memberi persetujuan.

Atas rencana go pivate ini, manajemen beralasan, saham DYNA saat ini tidak aktif diperdagangkan sehingga tidak likuid.

"Pemegang saham publik yang tidak dapat menjual saham mereka jumlahnya cukup signifikan. Perseroan telah menerima permintaan (lisan dan tertulsi) dari beberapa pemegang saham publik yang ingin menjual saham mereka," kata manajemen.

Bagi pemegang saham yang jual saham pada harga pelaksanaan, akan dikenakan pungutan pajak final 0,1% dari hasil penjualan, atau 0,6% jika saham yang dijual tersebut adalah saham pendiri

Hingga 28 Februari 2011, Daftar Pemegang Saham DYNA adalah:

  • Hambali Dina Mitra menguasai 40,09% atau 126.167.170 lembar saham.
  • Dynapack Asia Pte., Ltd., Singapura menguasai 26,66% atau 83.902.477 lembar saham.
  • UOB Kay Hian Pte., Ltd., Singapura menguasai 8,71% atau 27.410.000 lembar saham.
  • Publik menguasai 24,54% atau 77.225.793 lembar saham.