Senin, 07 Maret 2011

Asing Akumulasi Saham Bank, IHSG Menguat 18 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 18 poin setelah investor asing memburu saham-saham bank dengan total pembelian bersih Rp 471 miliar. Penguatan sektor finansial membuat indeks bertahan di zona hijau.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di Rp 8.790 per Dolar AS dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 8.795 per dolar AS.

Membuka perdagangan awal pekan pagi tadi, IHSG turun 13,447 poin (0,38%) ke level 3.529,341. Tingginya harga minyak dunia menimbulkan kekhawatiran di pelaku pasar.

Indeks sempat anjlok ke posisi terendahnya di level 3.526,029 di awal-awal perdagangan. Namun akhirnya, indeks kembali bangkit dan mendaki ke puncak tertingginya di level 3.563,053.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG akhirnya ditutup menguat 9,424 poin (0,27%) ke level 3.552,327. Saham-saham perbankan menjadi favorit di tengah ancaman tingginya harga minyak yang bisa melontarkan inflasi.

Sepanjang perdagangan Sesi II, indeks konsisten berada di jalur hijau meski di tengah transaksi yang tipis. Sepinya perdagangan membuat pergerakan indeks kurang maksimal.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (7/3/2011), IHSG ditutup menguat 18,814 poin (0,53%) ke level 3.561,717. Sementara Indeks LQ 45 naik 4,805 poin (0,75%) ke level 637,628.

Saham-saham bank kembali menjadi primadona pada perdagangan hari ini, sektor finansial pun melaju cukup kencang. Sektor lain yang juga menguat antara lain pertanian, industri dasar, konsumer, properti, infrastruktur dan perdagangan, sementara sisanya masih terperangkap di teritori negatif.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 82.464 kali pada volume 2,62 miliar lembar saham senilai Rp 4,181 triliun. Sebanyak 89 saham naik, 109 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign nett buy) sebesar Rp 585,646 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Total transaksi asing pada perdagangan hari ini Rp 4,179 triliun.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed hingga sore hari ini, mayoritas berada di zona merah. Namun bursa China masih bisa positif layaknya IHSG.

Berikut kondisi bursa-bursa regional di sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melesat 54,67 poin (1,86%) ke level 2.996,97.
  • Indeks Hang Seng turun 95,67 poin (0,41%) ke level 23.313,19.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 188,64 poin (1,76%) ke level 10.505,02.
  • Indeks Straits Times turun tipis 0,17 poin (0,01%) ke level 3.061,14.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.600 ke Rp 37.750, Astra Agro (AALI) naik Rp 400 ke Rp 23.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 23.700, dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 200 ke 16.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.150 ke Rp 43.100, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 600 ke Rp 9.900, Indospring (INDS) turun Rp 500 ke Rp 8.500, dan Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 9.450.

DOID dikabarkan akan terbitkan 10% saham baru

Date : Mar 07 2011, 15:03
Title : News Story
Header : DOID dikabarkan akan terbitkan 10% saham baru


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) dikabarkan akan menerbitkan
saham baru non Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Samuel Sekuritas Indonesia dalam situsnya www.e-samuel.com menulis, DOID
akan menerbitkan saham baru tersebut sebanyak 10% dari jumlah saham yang
beredar di pasar saat ini. Sekadar informasi, jumlah saham DOID di pasaran saat
ini mencapai 6,79 miliar saham.
"Saham baru tersebut akan ditawarkan dengan kisaran Rp 1.300 hingga Rp
1.400 per saham," tulis analis Samuel. Catatan saja, pada pukul 14.17, saham
DOID tergerus 3,51% menjadi Rp 1.100. Adapun target dana yang terhimpun dari
aksi korporasi ini mencapai Rp 950 miliar.
Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk merestrukturisasi utangnya.
Dikabarkan, Government of Singapore Investment Corporation akan bertindak
sebagai standby buyer dalam aksi ini.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Mon, 07 Mar 2011 ( 14:23:43 WIB )


=======================================================================================

TPIA jajaki rencana right issue

Date : Mar 07 2011, 14:59
Title : News Story
Header : TPIA jajaki rencana right issue


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) tengah mengkaji rencana
penambahan porsi saham publiknya yang saat ini masih 5%.
"Kami berencana melepas antara 20%-30% saham baru melalui right issue tapi
masih penjajakan," kata Direktur TPIA Suryandi, Senin, (7/3).
Menurut Suryandi, pelepasan saham tersebut masih melihat kondisi pasar,
khususnya di tengah situasi krisis Timur Tengah.
"Manajemen masih menggodok rencana ini. Jika right issue dapat dilakukan,
maka rencana-rencana ekspansi jangka menegah (2014) dapat dipercepat," imbuh
Suryandi.
[ Astri Karina Bangun ]

KONTAN Mon, 07 Mar 2011 ( 14:18:38 WIB )


=======================================================================================

Reminder Cum Date 07/03/2011 Dividen MLPL dan MPPA

Hari ini 07 March 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :














No.Kode EfekNama EfekJenis Kegiatan
1.MLPLMULTIPOLAR TbkDividen Tunai Rasio Rp10.- persaham
2.MPPAMATAHARI PUTRA PRIMA TbkDividen Tunai Rasio Rp300.- persaham

Saham Bank Angkat IHSG Naik 9 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak cukup labil pada sesi pertama awal pekan ini. Sempat dibuka melemah, IHSG akhirnya menjejak teritori positif meski sangat tipis.

Penguatan IHSG terutama masih ditopang menguatnya saham-saham perbankan seperti Bank Mandiri, BRI, BNI dan juga BCA. Saham-saham perbankan menjadi favorit di tengah ancaman tingginya harga minyak yang bisa melontarkan inflasi.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun 7,109 poin (0,2%) ke level 3.535,794. Indeks LQ 45 turun 1,825 poin (0,29%) ke level 630,998.

Membuka perdagangan awal pekan, IHSG langsung turun 13,447 poin (0,38%) ke level 3.529,341 mengikuti pelemahan bursa-bursa regional. Indeks LQ 45 juga turun 1,603 poin (0,25%) ke level 631,22.

Namun pelemahan IHSG tidak bertahan lama. Penguatan saham-saham perbankan akhirnya bisa membawa IHSG ke teritori positif hingga akhir sesi I.

Pada perdagangan Senin (7/3/2011) sesi I, IHSG akhirnya ditutup menguat 9,424 poin (0,27%) ke level 3.552,327. Indeks LQ 45 juga menguat tipis 2,700 poin (0,43%) ke level 635,523.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 44.116 kali pada volume 1.281 juta lembar saham senilai Rp 1,942 triliun. Sebanyak 76 saham naik, 108 saham turun dan 66 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 100 menjadi Rp 6.300, BRI (BBRI) naik Rp 50 menjadi Rp 5.300, BCA (BBCA) naik Rp 150 ,menjadi Rp 6,950, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 menjadi Rp 36.950, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 menjadi Rp 23.700, Astra International (ASII) naik Rp 500 menjadi Rp 55.400.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 menjadi Rp 2.950, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.100 menjadi Rp 43.150, Delta Dunia (DOID) turun Rp 60 menjadi Rp 1.080, PGN (PGAS) turun Rp 25 menjadi Rp 3.550.

Harga minyak mentah dunia di pasar Asia pagi ini kembali melonjak dipicu oleh kekisruhan di Timur Tengah yang tak kunjung reda. Minyak light sweet pengiriman April terpantau naik 1,33 dolar menjadi US$ 105,75 per barel. Minyak Brent pengiriman April naik 59 sen menjadi US$ 116,56.

Di tengah tingginya harga minyak tersebut, bursa-bursa regional pun bergerak lesu. Pergerakan bursa regional hingga siang ini adalah:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 42,23 poin (1,44%) ke level 2.984,53.
  • Indeks Hang Seng melemah 34,66 poin (0,15%) ke level 23.374,20.
  • Indeks Straits Times menguat tipis 2,81 poin (0,09%) ke level 3.064,12.
  • Indeks Nikkei-225 melema 176,38 poin (1,65%) ke level 10.517,28.

Hanya tujuh sektor menguat tipis, IHSG pagi cenderung tertekan

Date : Mar 07 2011, 10:21
Title : News Story
Header : Hanya tujuh sektor menguat tipis, IHSG pagi cenderung tertekan


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini bergerak fluktuatif,
dengan kecenderungan melemah.
Pada pembukaan pagi, indeks sempat dibuka turun hingga 0,33%. Dan, meski
sempat bergerak sesaat ke jalur hijau, namun hingga pukul 10.08 WIB, indeks
masih turun tipis 0,02% ke level 3.542,370.
Tujuh sektor berhasil melaju, yang dipimpin sektor agrikultur dengan
kenaikan 0,50%. Sementara tiga sektor masih memerah, dengan pelemahan terbesar
dialami sektor pertambangan yang jatuh hingga 0,57%.
Hanya 54 saham yang berhasil melaju, sementara 67 saham terkoreksi, dan
sisanya 82 saham masih tidak bergerak.
Posisi pertama top losers ditempati Aneka Kemasindo Utama (AKKU) yang
turun 23,17% ke Rp 126. Diikuti, Sarana Menara Nusantara (TOWR) yang jatuh
4,76% ke Rp 10.000, dan Delta Dunia Makmur (DOID) yang turun 4,39% ke Rp 1.090.
Adapun, di posisi top gainers ditempati Royal Oak Development (RODA) yang
melaju 23,57% ke Rp 173. Lalu, Sunson Textile Manufkatur (SSTM) yang naik
11,63% ke Rp 240, dan Ristia Bintang Mahkota (RBMS) yang menguat 10,99% ke Rp
101.
[ Dupla Kartini, Dyah Ayu Kusumaningtyas ]

KONTAN Mon, 07 Mar 2011 ( 10:14:01 WIB )


=======================================================================================

Indosurya Securities: IHSG Bisa Kena Imbas Pelemahan

Jakarta - IHSG masih berada di zona positif dengan kenaikan sebanyak 48,36 poin (1,38%) di level 3.542,90. Total volume perdagangan BEI mencapai 12,19 triliun unit saham dengan nilai total Rp 26,33 triliun. Sebanyak 133 saham naik, 80 saham turun, dan 90 saham stagnan. LQ-45 naik 1,87% ke 632,82 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,17% ke 505,07.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak naik kecuali indeks perdagangan turun 0,38% ke level 495,16. Kenaikan dipimpin oleh indeks keuangan yang naik 2,99% ke level 456,32; indeks industri dasar naik 2,31% ke level 355,96; indeks properti naik 1,60% ke level 183,50; indeks perkebunan naik 1,57% ke level 2.057,51; indeks pertambangan naik 1,33% di level 3.101,44; indeks manufaktur naik 1,20% ke level 790,92; indeks konsumer naik 0,91% ke level 1.056,83; indeks aneka industri naik 0,61% ke level 961,96; dan indeks infrastruktur naik 0,06% ke level 743,64. Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 5,9 triliun dengan total pembelian asing Rp 7,44 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 13,35 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 2.150 ke Rp 44.250, Bayan Resources (BYAN) naik Rp 750 ke Rp 17.500, Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik 500 ke level 10.500, Astra Agro Lestari (AALI) naik 500 ke Rp 22.600, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 450 ke Rp 8.800, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 450 ke Rp 14.750, Astra International (ASII) naik 350 ke Rp 54.900; Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 325 ke Rp 5.250; dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 300 ke Rp 6.200.

IHSG bergerak hampir sama seperti awal pekan Februari dimana berhasil mencatatkan penguatan di akhir pekan. Tetapi, ada perbedaan dimana saat itu penguatan tidak disertai dengan kenaikan volume dan nilai total transaksi. Sementara di akhir pekan kemarin, penguatan didukung kenaikan volume dan nilai total transaksi. Meski kemarin investor asing dan domestik tercatat meningkat nilai total transaksinya namun, investor asing mencatatkan nett sell dan investor domestik mencatatkan nett buy . IHSG sempat mengalami pelemahaan di 30 menit pertama perdagangan, menyentuh level 3.495,097 sebagai level terendahnya, sebelum akhirnya bergerak
menguat. IHSG semakin bergerak naik setelah BI tidak merubah tingkat suku bunga acuan di level 6,75 yang menandakan inflasi masih terkendali. Apalagi rilis data inflasi sebelumnya menunjukkan penurunan. Selain itu, IHSG juga mendapat sentimen positif dari turunnya harga minyak dunia. Ditetapkannya BI Rate direspon positif oleh pasar dengan memburu saham-saham unggulan, terutama saham perbankan. IHSG berhasil menembus level tertingginya di 3.538,661. Transaksi saham juga naik akibat adanya penjualan saham BUMI oleh Vallar Plc (afiliasi Rotschild) senilai Rp 13 triliun dimana diperdagangkan di pasar negosiasi dengan total transaksi Rp
21,316 triliun oleh beberapa broker. Sementara nilai tukar Rupiah terhadap US$ menguat di posisi Rp 8.790/US$ dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 8.805/US$.

Bursa saham Asia Pasifik menguat, kecuali Laos dan Mongolia. Kenaikan yang dipicu imbas bursa saham AS dan Eropa yang ditutup positif. Optimisme investor meningkat setelah konflik Timur Tengah dirasa mereda; turunnya klaim pengangguran AS sebanyak 20 ribu menjdi 368 ribu; naiknya indeks manufaktur AS menjadi 59,7; dan melemahnya nilai tukar Yen.

Bursa saham Eropa di akhir perdagangan malah ditutup melemah, kecuali Iceland, Netherlands, Belgia, dan Norwegia. Pelemahan karena aksi profit taking ini menghapus harapan akan terjadinya penguatan dengan optimisme dari laporan data yang menunjukan pemulihan ekonomi AS. Padahal di awal perdagangan, mayoritas bursa saham Eropa dibuka menguat setelah rilis laporan pekerjaan AS mengalami kenaikan. Dana non farm payroll naik 185.000 pada bulan Februari dari 36 ribu pada bulan Januari. US$ bergerak melemah dalam beberapa hari terakhir terhadap Euro, Pounsterling, Yen, Franc Swiss, dan Dolar Australia yang dikarenakan terjadinya
inflasi di negara-negara yang bermata uang itu dan adanya rencana ECB untuk menaikkan suku bunganya setelah para pembuat kebijakan merasa tengah berada dalam 'kewaspadaan tinggi' terhadap inflasi. Penguatan Yen dan Franc Swiss mengikuti penguatan Euro.

Bursa saham kawasan AS mayoritas melemah kecuali Kanada, Panama, dan Peru karena didera aksi profit taking investor. Secara fundamental, bursa saham AS mendapat sentimen positif dari laporan Depnaker yang menyatakan payrolls naik menjadi 192 ribu pada Februari di atas prediksi sekitar 185 ribu. Tingkat unemployment turun ke 8,9% dari 9%. Tetapi, investor mulai kembali khawatir akan kondisi geopolitik di Timur Tengah. Apalagi harga minyak mentah kembali naik.

Pada perdagangan Senin (7/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.472-3.495 dan resistance 3.543-3.568. Setelah adanya upaya mendorong harga naik dengan terbentuknya inverted hammer, kemarin candle
membentuk white marubozu yang memperlihatkan besarnya kekuatan daya beli dalam menguasai selama sesi perdagangan. MACD bergerak naik namun, terbatas dengan histogram positif yang datar. RSI, William's %R, dan
Stochastic hampir menyentuh area overbought . Di akhir pekan, bursa saham AS dan Eropa melemah karena profit taking dan investor mulai mencemaskan kembali konflik Timur Tengah. Meski IHSG banyak mendapat
sentimen positif namun, mengingat IHSG yang sudah naik 48,36 poin, dimungkinkan juga bisa terkena imbas pelemahan tersebut. Semoga rilis laporan kinerja emiten dan ekspektasi akan positifnya kinerja para emiten bisa menahan pelemahan (bila terjadi). Investor berhati-hati bila sinyal pelemahan mulai masuk dan sebaiknya lebih berorientasi jangka panjang (long term investment ).

IHSG Dibayangi Tingginya Harga Minyak


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama pekan lalu bergerak cukup fluktuatif. IHSG berhasil keluar dari tekanan tingginya harga minyak mentah dan berhasil bertahan di level 3.500. IHSG mendapatkan sentimen positif dari rendahnya inflasi Februari yang hanya 0,13%.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
  • Senin (28/2/2011), IHSG menguat 26,828 poin (0,77%) ke level 3.470,348.
  • Selasa (1/3/2011), IHSG melaju 42,269 poin (1,21%) ke level 3.512,617.
  • Rabu (2/3/2011), IHSG terkoreksi 26,420 poin (0,76%) ke level 3.486.
  • Kamis (3/3/2011), IHSG naik tipis 8,342 poin (0,23%) ke level 3.494,539.
  • Jumat (4/3/2011), IHSG melesat 48,364 poin (1,38%) ke level 3.542,903.

"IHSG bergerak hampir sama seperti awal pekan Februari dimana berhasil mencatatkan penguatan di akhir pekan. Tetapi, ada perbedaan dimana saat itu penguatan tidak disertai dengan kenaikan volume dan nilai total transaksi," jelas Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management.

Gerak bursa-bursa utama dunia yang kembali lesu akan mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan Senin (7/3/2011), IHSG diprediksi akan kembali bergerak lesu karena pengaruh lemahnya bursa global.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu kembali melemah akibat bayangan tingginya harga minyak. Pada perdagangan Jumat (5/3/2011) waktu setempat, Indeks Dow Jones turun 88,32 poin (0,72%) ke level 12.169,88. Indeks Standard & Poor's 500 berkurang 9,82 poin (0,74%) ke level 1.321,15. Indeks Komposit Nasdaq melemah 14,07 poin (0,50%) ke level 2.784,67.

Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Senin ini dengan pelemahan. Indeks Nikkei-225 dibuka turun 66,69 poin (0,62%) ke level 10.626,97.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup naik 48 point (+1.38%) ke level 3,542.90 menyusul sentimen positif dari bursa AS, turunnya harga minyak dunia setelah mengalami kenaikan dalam tiga hari berturut - turut, serta keluarnya data BI rate yang masih tetap di level 6.75%. Asing pada hari ini tercatat melakukan net buy sebesar Rp837 miliar dengan sektor yang paling banyak dimasuki adalah banking dan mining. Secara teknikal indikator RSI masih bergerak uptrend dan stochastic memasuki area overbought membuka peluang untuk melanjutkan penguatan meski terbatas. Pada perdagangan Senin IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,513-3,588 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. SMGR, BBRI, dan UNTR.

Finan Corpindo Nusa:

Kenaikan bursa utama dunia serta ditahannya BI rate oleh Bank Indonesia menyebabkan penguatan bursa Indonesia. Sektor-sektor yang membukukan penguatan terbesar adalah perbankan, industri dasar dan konstruksi. Untuk Senin IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support 3.510 dan resistance 3.560. Pergerakan indeks global masih akan menjadi katalis pergerakan IHSG.

Indosurya:

Pada perdagangan Senin (7/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.472-3.495 dan resistance 3.543-3.568. Setelah adanya upaya mendorong harga naik dengan terbentuknya inverted hammer, kemarin candle membentuk white marubozu yang memperlihatkan besarnya kekuatan daya beli dalam menguasai selama sesi perdagangan. MACD bergerak naik namun, terbatas dengan histogram positif yang datar. RSI, William's %R, dan Stochastic hampir menyentuh area overbought. Di akhir pekan, bursa saham AS dan Eropa melemah karena profit taking dan investor mulai mencemaskan kembali konflik Timur Tengah. Meski IHSG banyak mendapat sentimen positif namun, mengingat IHSG yang sudah naik 48,36 poin, dimungkinkan juga bisa terkena imbas pelemahan tersebut. Semoga rilis laporan kinerja emiten dan ekspektasi akan positifnya kinerja para emiten bisa menahan pelemahan (bila terjadi). Investor berhati-hati bila sinyal pelemahan mulai masuk dan sebaiknya lebih berorientasi jangka panjang (long term investment ).

Sabtu, 05 Maret 2011

50 Emiten Kena Sanksi Rp 1 Miliar oleh Bapepam


Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah memberikan sanksi administratif kepada 50 emiten terkait keterlambatan pelaporan pada medio Januari hingga 2 Maret 2011. Total sanki denda yang terhimpun mencapai Rp 1,029 miliar.

Menurut Kepala Biro Perundang-undangan Bapepam-LK Robinson Simbolon, penetapan sanki diharapkan dapat memberi efek jera kepada perusahan publik, dan agar patuh akan peraturan pelaporan yang dimaksud regulor pasar modal.

"Denda ini juga bukan untuk cari uang, tapi supaya jangan telat lagi. Penetapan denda beragam, karena yang diatur adalah terlambat per hari denda Rp 1 juta. Dan maksimal Rp 500 juta," tutur Robin di kantornya, Jalan Wahidin, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (4/3/2011).

Ke-50 emiten dikenakan denda atas keterlambatan penyampaian laporan yang beragam. Diantaranya Laporan Realisasi Penggunaan Dana (LRPD), Laporan Keuangan Tengah Tahun (LKTT), Laporan Tahunan (LT), Laporan Hasil Pemungutan Efek (LHPE).

Emiten-emiten yang didenda adalah Evergreen Invesco Tbk, Asia Natural Resources Tbk, Kokoh Inti Arebama Tbk, Mahaka Media Tbk, PLN (Persero) , Sugih Energy Tbk, Metro Realty Tbk, Mitra Intl Resources Tbk, Fast Food Indonesia Tbk, Perdana Bangun Pusaka Tbk, Pelita Sejahtera Abadi Tbk, Multipolar Tbk, Arpeni Pratama Ocean Line Tbk.

Kemudian, Central Omega Resources Tbk (peringatan tertulis), Sat Nusaperdana Tbk, Eratex Djaja Tbk, Delta Dunia Makmur Tbk, Century Textile Industri Tbk, Apac Citra Centertex Tbk, Sekar Bumi Tbk, Davomas Bumi Tbk, Karwell Indonesia Tbk, Panasia Filament Inti Tbk, Panasia Indosyntec Tbk, Sunson Textile Manufacturer Tbk, Goodyear Indonesia Tbk, Indomobil Sukses Makmur Tbk, Kedawung Setia Industrial Tbk, Keramika Indonesia Asosiasi, Mulia Industrindo Tbk, Muliaglass, Nipress, Bakrie Sumatera Plantation Tbk, Dayaindo Resources Intl Tbk, Bank Nusantara Parahyangan Tbk, Bumi Serpong Damai Tbk, Berlian Laju Tanker Tbk.

Juga ada, Mayora Indah, Perkebunan Nusantara III, Mitra Energi Persada, FIF, Mandiri Tunas Finance, Aneka Kemasindo Utama, ATPK Resources, Cipendawa, Dayaindo Resources, Tiga Pilar Sejahtera Food, Wahana Phonix Mandiri, BNBR, Nusantara Infrastucture.

Menimang Prospek Akuisisi Indosiar

Headline
Foto: Istimewa
Oleh:
Pasar Modal - Sabtu, 5 Maret 2011 | 09:09 WIB
TERKAIT

INILAH.COM, Jakarta – PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) mengumumkan rencana akuisisi PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM). Aksi korporasi yang dinilai prospektif. Benarkah?

Pada penutupan perdagangan Jumat (4/3), PT Indosiar Karya Mandiri Tbk (IDKM) anjlok 4,9% ke Rp960 dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) terperosok 12,7% ke Rp1.170. Sedangkan PT Surya Citra Media Tbk (SMCA) naik 2,6% ke Rp3.900.

Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi pertama hari ini mencabut suspensi ketiga saham yang berlaku sejak Selasa (22/2) lalu, karena rencana pengambilalihan Indosiar sudah dilaporkan melalui keterbukaan informasi.

Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Securities mengaku, langkah akuisisi yang dilakukan SCMA terhadap IDKM sangat positif. Hal ini karena kinerja dan fundamental SCMA yang lebih baik dari IDKM, “Melihat beberapa indikator, termasuk laporan keuangan, tidak heran bila SCMA mengakuisisi IDKM,”ujarnya.

SCMA dinilai lebih pantas mengakuisisi IDKM. Lihat saja kapitalisasi pasar SCMA yang jauh lebih besar mencapai Rp7,3 triliun, ketimbang IDKM yang hanya Rp2,04 triliun. Sedangkan total debt to equity ratio (rasio utang terhadap ekuitas) SCMA hanya 0,74 kali, lebih kecil dari IDKM sebesar 2,15 kali.

Price to earning ratio (PE) dan price book value (PBV) SCMA juga dinilai lebih rendah mencapai 16,45 kali dan 5,2 kali, dibanding IDKM yang mencapai 56,11 kali dan 6,45 kali. Adapun, rasio return on equity (ROE) SCMA juga lebih bagus mencapai 18,21% ketimbang IDKM sebesar 3,53%.

Tidak hanya itu,dari sisi profit, SCMA lebih unggul. Laba bersih dan laba usaha SCMA mencapai 23,49% dan 37%, sedangkan IDKM hanya 4,4% dan 35%.

Seperti diketahui, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), induk usaha Surya Citra Media (SCMA), akan mengakuisisi 551,7 juta lembar saham PT Indosiar Karya Media (IDKM), setara dengan 27,2% kepemilikan. Harga pembelian saham Indosiar dari PT Prima Visualindo mencapai Rp900 per saham, dengan total nilai transaksi sebesar Rp496,537 miliar.

Dalam langkah konsolidasi kedua perusahaan televisi nasional ini, opsi merger memang sempat menyeruak, selain pilihan akuisisi. Hal ini dipertegas keterbukaan informasi beberapa waktu lalu, dimana manajemen EMTK dan SCMA mengakui telah mengantongi persetujuan dari dewan komisaris untuk melakukan merger maupun akuisisi atas IDKM.

Namun setelah melalui pengkajian, akuisisi menjadi pilihannya. “Lebih baik akuisisi memang, karena kalau merger akan lebih sulit, terkait keuangan dan manajemen kedua perusahaan,” katanya.

Bagaimanapun, Edwin masih mengkhawatirkan beban utang IDKM yang cukup besar. Karena hal ini dapat membebani dan mengganggu fundamental SCMA di masa mendatang. “Harus ada komitmen dari manajemen IDKM terkait utangnya. Ini harus selesai di atas kertas,” tegasnya.

Berbeda dengan Head of Research PT Sinarmas Sekuritas Jeff Tan yang menilai, besarnya utang Indosiar, tidak akan berpengaruh signifikan terhadap SCMA. Terutama karena akuisisi ini akan meningkatkan pertumbuhan iklan dan menumbuhkan daya saing perseroan terhadap rivalnya,”

Saya kira akan bagus bagi SCTV di mana iklan TV masih bertumbuh pesat sekitar 20%-23%, dan akan menambah daya saing SCTV terhadap Grup MNC,”ujarnya.

Dengan akuisisi ini, SCMA akan menjadi pemegang saham pengendali baru di IDKM dan terkena kewajiban melakukan penawaran tender (tender offer) saham IDKM. Perseroan menyatakan harga tender offer akan disamakan dengan harga akuisisi.

Adapun dana untuk penawaran tender dan akuisisi itu seluruhnya diambil dari sumber internal EMTK dan pinjaman. Bergantung pada kajian lebih lanjut, pinjaman itu dapat dibiayai kembali oleh sebagian ekuitas dan penggalangan dana terkait lainnya.

Analis Indo Premier Securities Ikhsan Binarto menilai, tender offer ini akan menekan keuangan EMTK, mengingat biayanya yang cukup besar. Kendati demikian, ia menilai prospek bisnis pertelevisian masih menjanjikan dengan potensi belanja iklan yang besar. "Apalagi pangsa pasar SCTV dan Indosiar masih lebih baik ketimbang MNC Group dan Trans Corp," katanya.

Edwin menambahkan, pilihan konsolidasi SCMA dan IDKM adalah tepat. Terutama mengingat tren di masa depan, bahwa iklan akan memilih masuk ke industri televisi yang memiliki infrastruktur kuat, seperti memiliki radio atau koran. “Mereka harus bersatu, kalau perang sendiri-sendiri akan kalah. Apalagi infrastruktur tidak mendukung,” ujarnya.

Ia merujuk pada para pesaing di industri televisi, yang cenderung bergabung untuk memperluas pasar, seperti RCTI, Global TV, dan MNC TV yang tergabung dalam grup MNC; Trans Tv dan Trans 7 dalam Trans Corp, kemudian TV One dan ANTV dalam grup Viva. “Dengan bergabung, SCMA dan IDKM berkesempatan meningkatkan pangsa pasar dan menaikkan penjualan iklan,” paparnya. [mdr]

Wall Street Akhir Pekan Didera Aksi Profit Taking

Headline
Foto: Istimewa
Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal - Sabtu, 5 Maret 2011 | 08:04 WIB
TERKAIT

INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street ditutup melemah pada penutupan perdagangan saham Jumat (4/3) karena aksi ambil untung dan kekhawatiran geopolitical serta kenaikan harga minyak.
Data pengangguran Amerika Serikat turun di bawah 9% untuk pertama kali dalam dua tahun terakhir. Tetapi investor kembali fokus terhadap Libya dan penyelesaian kisruh di Libya. Demikian seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Harga minyak mentah Brent naik di atas US$116 per barel. "Setelah indeks saham bergerak rally, tetapi bursa saham sensitif terhadap peristiwa yang terjadi dan harga minyak," ujar Director of trading and derivatives Schwab Center for Financial Research Randy Frederick.

Data ekonomi yang dikeluarkan awal minggu ini telah meningkatkan harapan khususnya laporan data tenaga kerja. Di sisi lain saham bank turun setelah Bank of America Merrill Lynch menyatakan pendapatan kuartal pertama akan turun karena kenaikan harga minyak dan klien mengurangi aktivitas.

Broker juga menurunkan peringkat saham Citigroup Inc dan Goldman Sachs Group Inc menjadi netral dari beli. Goldman turun 2,1% ke level US$161 dan saham Citi turun 3% ke level US$4,54. Indeks KBW bank turun 1,5%.

Indeks Dow Jones turun 88,32 poin atau 0,72% ke level 12.169,88. Indeks S&P 500 turun 9,82 poin atau 0,74% ke level 1.321,15. Indeks Nasdaq turun 14,07 poin atau 0,50% ke level 2.784,67. Selama seminggu ini, indeks Dow Jones naik 0,3% dan Nasdaq serta S&P naik 0,1%.

Volume perdagangan saham naik menjadi 7,3 miliar saham di bursa saham New York, NYSE Amex, dan Nasdaq atau di bawah rata-rata harian 8,47 miliar saham.

Departemen tenaga kerja menyatakan payrolls naik menjadi 192 ribu pada Februari di atas prediksi sekitar 185 ribu. Tingkat unemployment turun ke 8,9% dari 9%. [cms]

Bakrie Sumatera Plantations Ganti Nama Anak Usaha

Headline
Foto: Istimewa
Oleh: Charles MS
Pasar Modal - Sabtu, 5 Maret 2011 | 06:41 WIB

INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) telah melakukan perubahan nama salah satu anak usahanya pada 3 Maret 2011.

Hal ini disampaikan Fitri Barnas, Corporate Secretary dalam keterbukaannya ke BEI, Jumat (4/3) malam.

Adapun anak usaha yang nanmanya diganti tersebut adalah BSP Netherlands B.V. Perseroan kemudian menggantinya menjadi BSP Netherlands Finance B.V.

IPO Notes PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS)

PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk mulai beroperasi sejak tahun 1994 dan bergerak di bidang jasa pelayaran angkutan barang-barang curah terutama batubara, transshipment dan pengoperasian pelabuhan yang menunjang jasa pelayaran.

Perseroan melakukan kontrak kerjasama dengan perusahaan-perusahaan terkemuka seperti PT Adaro Indonesia, PT Semen Gresik, PT Kaltim Prima Coal, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Holcim Indonesia Tbk dan PT Berau Coal. Kerjasama dalam bentuk kontrak jangka panjang tersebut sangat baik untuk menjaga kelangsungan usaha perseroan.

Perseroan akan menggunakan dana dari hasil IPO tersebut untuk membiayai sebagian kebutuhan dana untuk pembelian 20-30 set kapal tunda dan tongkang dan/atau floating crane. Hal tersebut akan mendukung ekspansi usaha perseroan di masa yang akan datang.

Perseroan memiliki Option Agreement dengan PT Indika Energy Tbk, sehingga setelah pelaksanaan Option Agreement tersebut PT Indika Energy Tbk akan memiliki 51% saham perseroan.

Perseroan memiliki prospek usaha yang baik dengan didukung oleh keadaan perekonomian Indonesia yang membaik, meningkatnya permintaan batubara Indonesia, dan juga dengan adanya kenaikan tingkat produksi perusahaan-perusahaan batubara. Dengan demikian, hal-hal tersebut akan berdampak positif bagi usaha perseroan.

Namun ada beberapa risiko utama yang dapat mempengaruhi jalannya usaha perseroan seperti:

  1. Risiko pengakhiran atau tidak diperpanjangnya kontrak-kontrak penyediaan jasa perseroan.
  2. Risiko kenaikan harga bahan bakar atau biaya operasional lainnya.
  3. Risiko pendapatan perseroan dan anak perusahaan yang sangat bergantung pada industri batubara nasional
  4. Pengangkutan laut sangat bergantung pada kondisi cuaca
  5. Risiko perubahan nilai tukar mata uang asing

Perseroan memiliki struktur keuangan yang baik. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah aset dan ekuitas di laporan neraca perseroan dari tahun 2005 sampai dengan laporan per September 2010.

Perhitungan rasio-rasio keuangan untuk perseroan adalah sebagai berikut:

- Net Profit Margin per 30 September 2010 adalah 28,5% dan per 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah 35,5%, 11,9% dan 21,3%.

- ROE per 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah 35,7%, 13,1% dan 30,7%.

- ROA per 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah 19,3%, 7,0% dan 16,5%.

- PER’09 adalah 10x pada harga Rp 1.500 dan 13x pada harga Rp 1.900. PER’10E adalah 12x pada harga Rp 1.500 dan 15x pada harga Rp 1.900. PER’11E adalah 8,7x pada harga Rp 1.500 dan 11,02x pada harga Rp 1.900

Perbandingan dengan perusahaan-perusahaan lain yang sejenis di industri:

- Seroja Investments Ltd (Singapura): PER’11E 38,12x

- Courage Marine Group Ltd (Singapura): PER’11E 16,97x

- Golden Ocean Group Ltd (Singapura): PER’11E 4,79x

Pendapat Kami:

MBSS merupakan perusahaan pelayaran yang telah memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun. Perseroan juga merupakan salah satu perusahaan pelayaran terbesar di Indonesia. Kontrak jangka panjang yang didapat dari perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia dapat menjaga kelangsungan usaha perseroan. Option Agreement perseroan dengan PT Indika Energy Tbk akan berdampak positif terhadap perseroan secara keseluruhan. Perseroan memiliki prospek usaha yang baik di masa yang akan datang. Beberapa strategi usaha yang sedang dijalankan perseroan diharapkan dapat meminimalisasi risiko-risiko usaha yang dapat merugikan perseroan.

Kami agak kesulitan untuk mendapatkan perusahaan pembanding yang jenis usahanya sama dengan MBSS, akan tetapi MBSS lebih mirip dengan perusahaan Courage Marine Group Ltd dari Singapura. Dengan menggunakan PER’11E 8,7x-11,02x pada rentang harga yang ditawarkan Rp 1.500-Rp 1.900, kami menilai valuasi perseroan tersebut lebih murah dibandingkan dengan valuasi Courage Marine Group Ltd tersebut.

DISCLAIMER :

This material is issued by PT Sinarmas Sekuritas, a member of the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges, represent the opinion of PT Sinarmas Sekuritas, derived its judgment from sources deemed reliable, however, PT Sinarmas Sekuritas and its affiliated cannot guarantee its accuracy and completeness. PT Sinarmas Sekuritas or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein or have positions in the securities recommended herein and may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this material. PT Sinarmas Sekuritas, its employees and its affiliates, expressly disclaim any and all liability for representation or warranties, expressed or implied, here in or omission there from or for any loss how so ever arising from any use of this material or its contents or otherwise arising in connection there with. Opinion expressed in this material are our present view and are subject to change without notice.

Gali Lubang Tutup Lubang, Bakrie Kembali Ngutang US$ 600 Juta



Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Ltd (LHH), suatu perusahan yang berkedudukan di Nevis, West Indies, mendapat fasilitas pinjaman US$ 1,345 miliar dari Credit Suisse AG, cabang Singapura sebagai Structuring Agent.

Menurut Sekretaris Perusahaan BNBR Sri Dharmayanti, jatah pinjaman yang menjadi hak perusahaan Grup Bakrie itu sebanyak US$ 601,75 juta.

"Hasil dari pinjaman itu sebagian besar digunakan untuk melunasi kewajiban-kewajiban perseroan yang ada saat ini," katanya dalam keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (4/3/2011).

Ia mengatakan, kewajiban perseroan dari perjanjian fasilitas pinjaman itu terpisah dari kewajiban LHH.
(ang/dnl)

Jumat, 04 Maret 2011

BI Rate Ditahan, Rupiah- IHSG Semakin Tangguh

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju semakin kencang setelah BI menahan tingkat suku bunga acuan yang berarti inflasi di dalam negeri masih terkendali. Indeks menutup perdagangan akhir pekan dengan melaju 48 poin.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pun ditutup menguat di posisi Rp 8.790 per lembar dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.805 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik 24,042 poin (0,69%) ke level 3.518,581. Turunnya harga minyak dunia menjadi sentimen positif terhadap indeks juga nilai tukar rupiah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 36,941 poin (1,05%) ke level 3.531,480. Invetor masih melakukan aksi beli selektif saham-saham unggulan, terutama saham bank.

Indeks masih kuat berjalan di zona hijau dan sempat menembus level tertingginya di 3.538,661. Posisi terendahnya pun positif, di level 3.495,097 tepat pada pembukaan bursa.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (4/3/2011), IHSG melesat 48,364 poin (1,38%) ke level 3.542,903. Sementara Indeks LQ 45 naik 11,590 poin (1,86%) ke level 632,823.

Langkah Bank Indonesia (BI) menahan BI Rate direspons positif oleh investor di lantai bursa. Saham-saham bank kembali menjadi sasaran empuk para penanam modal.

Meski demikian, tidak semua sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat. Beberapa masih ada yang ketinggalan di zona merah, seperti sektor perdagangan.

Transaksi di bursa melonjak akibat adanya penjualan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) oleh Salah satu perusahaan milik keluarga Rotschild yaitu Vallar Plc senilai Rp 13 triliun. Saham BUMI ini diperdagangkan di pasar negosiasi dengan total transaksi Rp 21,316 triliun oleh beberapa broker.

Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign nett sell) sebesar Rp 5,9 triliun di seluruh pasar. Meski dana asing keluar cukup besar, indeks masih bisa positif.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 99.542 kali pada volume 12,187 miliar lembar saham senilai Rp 26,801 triliun. Sebanyak 131 saham naik, 80 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Kompak dengan IHSG, bursa-bursa Asia pun kembali tancap gas dengan penguatan yang signifikan di zona hijau. Bursa China memimpin penguatan sore ini.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melesat 39,19 poin (1,35%) ke level 2.942,17.
  • Indeks Hang Seng melonjak 286,44 poin (1,24%) ke level 23.408,86.
  • Indeks Nikkei 225 bertambah 107,64 poin (1,02%) ke level 10.693,66.
  • Indeks Straits Times menguat 30,96 poin (1,02%) ke level 3.068,31.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.150 ke Rp 44.250, Bayan (BYAN) naik Rp 750 ke Rp 17.500, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 10.500, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 500 ke Rp 22.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Petrosea (PTRO) turun Rp 500 ke Rp 25.500, Multibreeder (MBAI) turun Rp 200 ke Rp 13.450, Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 9.650, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 170 ke Rp 1.170.

Vallar Resmi Beli Saham BUMI Rp 5,3 Triliun












Jakarta - Salah satu perusahaan milik keluarga Rotschild yaitu Vallar Plc membeli saham PT Bumi Resources Tbk senilai Rp 5,34 triliun. Harga rata-rata penjualan berada di rentang Rp 2.109-3.070 per lembar saham.

Seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (4/2/2011), PT Credit Suisse Securities Indonesia (CS) memfasilitasi pembelian saham BUMI itu dari tiga broker lainnya, yaitu PT Recapital Securities (LK), PT Deutsche Securities (DB), dan Sinarmas Sekuritas (DH).

Seluruh transaksi dilakukan di pasar negosiasi. Recapital melepas 1.175.262 lot saham BUMI atau setara 587,631 juta lembar di harga Rp 2.750 per lembar. Transaksi dilakukan satu kali senilai Rp 1,175 triliun.

Sementara Deutsche Securities melepas 1.736.378 lot saham BUMI atau setara 868,189 juta lembar di harga Rp 2.500 per lembar. Transaksi dilakukan satu kali dengan nilai Rp 1,736 triliun.

Sedangkan Sinarmas Sekuritas melepas 2.916.743 lot saham BUMI atau setara 1,45 miliar lembar saham di harga Rp 2.109 per lembar. Transaksi dilakukan enam kali dengan total nilai Rp 2,432 triliun.

Seperti diketahui, pada November 2010 terjadi kesepakatan antara Vallar, BUMI, dan Berau. Di mana Bakrie & Brothers (BNBR) selaku pengendali BUMI akan melepaskan 5,2 miliar (25%) saham BUMI.

Vallar akan melakukan swap dengan 90,1 juta saham baru Vallar seharga 10 poundsterling per saham kepada BNBR. Dengan demikian BNBR akan menguasai 43% saham Vallar Plc, sedangkan Vallar Plc akan memiliki 25% saham BUMI.

Hingga penutupan perdagangan Sesi I, harga saham BUMI naik 75 poin atau setara 2,43% ke level Rp 3.150 per lembar saham.

BI Rate Ditahan 6,75%


Jakarta - Bank Indonesia (BI) menahan tingkat suku bunga acuannya yaitu BI Rate di level 6,75%. Kebijakan ini dilakukan karena laju inflasi diyakini masih sesuai target.

Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah dalam siaran pers, Jumat (4/3/2011).

"Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk sementara ini mempertahankan BI Rate di level 6,75%. Kebijakan ini tidak mengubah arah kebijakan moneter BI," kata Difi.

Dikatakan Difi, BI terus memperkuat upaya pengendalian inflasi khususnya yang berasal dari imported inflation dari kenaikan harga komoditas internasional.

"BI meyakini inflasi dapat dijaga pada sasarannya sebesar 5% plus minus 1% di 2011, dan 4,5% plus minus 1% di 2012," tukas Difi.

Vallar Resmi Beli Saham BUMI Rp 5,3 Triliun


Jakarta - Salah satu perusahaan milik keluarga Rotschild yaitu Vallar Plc membeli saham PT Bumi Resources Tbk senilai Rp 5,34 triliun. Harga rata-rata penjualan berada di rentang Rp 2.109-3.070 per lembar saham.

Seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (4/2/2011), PT Credit Suisse Securities Indonesia (CS) memfasilitasi pembelian saham BUMI itu dari tiga broker lainnya, yaitu PT Recapital Securities (LK), PT Deutsche Securities (DB), dan Sinarmas Sekuritas (DH).

Seluruh transaksi dilakukan di pasar negosiasi. Recapital melepas 1.175.262 lot saham BUMI atau setara 587,631 juta lembar di harga Rp 2.750 per lembar. Transaksi dilakukan satu kali senilai Rp 1,175 triliun.

Sementara Deutsche Securities melepas 1.736.378 lot saham BUMI atau setara 868,189 juta lembar di harga Rp 2.500 per lembar. Transaksi dilakukan satu kali dengan nilai Rp 1,736 triliun.

Sedangkan Sinarmas Sekuritas melepas 2.916.743 lot saham BUMI atau setara 1,45 miliar lembar saham di harga Rp 2.109 per lembar. Transaksi dilakukan enam kali dengan total nilai Rp 2,432 triliun.

Seperti diketahui, pada November 2010 terjadi kesepakatan antara Vallar, BUMI, dan Berau. Di mana Bakrie & Brothers (BNBR) selaku pengendali BUMI akan melepaskan 5,2 miliar (25%) saham BUMI.

Vallar akan melakukan swap dengan 90,1 juta saham baru Vallar seharga 10 poundsterling per saham kepada BNBR. Dengan demikian BNBR akan menguasai 43% saham Vallar Plc, sedangkan Vallar Plc akan memiliki 25% saham BUMI.

Hingga penutupan perdagangan Sesi I, harga saham BUMI naik 75 poin atau setara 2,43% ke level Rp 3.150 per lembar saham.

BPS: Inflasi Rendah, Tak ada Alasan BI Rate Naik


Jakarta - Tidak ada alasan bagi Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate dari posisi saat ini 6,75%, jika mengacu pada data laju inflasi Februari 2011 lalu.

"Dinaikkan atau tidak, kan kemarin sudah dinaikkan. Tidak ada dasar (menaikkan BI Rate) jika dari inflasi," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di Gedung BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (4/3/2011).

Ia menambahkan, inflasi di Februari 2011 mencapai 0,13%, sehingga laju inflasi kumulatif (Januari-Februari 2011) adalah 1,3%. Inflasi year on year (Februari 2011 dibanding Februari 2010) mencapai 6,84%. Atas dasar tersebut, kecuali hal-hal lain, kecil kemungkinan bank sentral menaikkan BI Rate.

"Inflasi tidak, kecuali BI memiliki pertimbangan lain," tambahnya.

Siang ini, BI akan mengumumkan BI Rate, yang juga sedang ditunggu oleh pelaku ekonomi Indonesia.

Pelaku pasar sendiri BI Rate akan bertahan pada level 6,75%. Pasar pun tengah mengantisipasi dengan kecenderungan IHSG yang menguat. Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (4/3/2011), IHSG menguat 36,941 poin (1,05%) ke level 3.531,480.

Saham Bank Diburu Jelang BI Rate, IHSG Melaju 36 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 36 poin sambil menunggu keputusan BI Rate yang akan diumumkan Bank Indonesia siang ini. Invetor masih melakukan aksi beli selektif terhadap saham-saham bank.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik 24,042 poin (0,69%) ke level 3.518,581. Turunnya harga minyak dunia menjadi sentimen positif terhadap indeks juga nilai tukar rupiah.

Indeks konsisten berjalan di zona merah sepanjang perdagangan Sesi I, bahkan sempat menembus level tertingginya di 3.531,969. Posisi terendahnya pun positif, di level 3.495,097 tepat pada pembukaan bursa.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (4/3/2011), IHSG menguat 36,941 poin (1,05%) ke level 3.531,480. Sementara Indeks LQ 45 naik 8,904 poin (1,43%) ke level 630,137.

Investor masih melakukan aksi beli selektif sambil menunggu BI Rate yang akan diumumkan pada hari ini oleh Bank Indonesia. Transaksi di bursa melonjak akibat adanya penjualan saham Bumi Resources (BUMI) oleh sejumlah broker di pasar negosiasi yang nilainya mencapai Rp 5,3 triliun.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 48.616 pada volume 4,88 miliar lembar saham senilai Rp 10,811 triliun. Sebanyak 102 saham naik, 78 saham turun, dan 89 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia masih kuat bertahan di zona positif hingga siang hari ini. Kini bursa Hong Kong menjadi pemimpin penguatan bursa regional.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 6,13 poin (0,21%) ke level 2.909,11.
  • Indeks Hang Seng melesat 294,58 poin (1,27%) ke level 23.417,00.
  • Indeks Nikkei 225 menguat 122,74 poin (1,16%) ke level 10.708,76.
  • Indeks Straits Times melompat 36,03 poin (1,19%) ke level 3.073,38.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 750 ke Rp 55.300, Bayan (BYAN) naik Rp 600 ke Rp 17.350, Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 22.550, dan Adira (ADMF) naik Rp 400 ke Rp 11.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 41.800, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 25.100, Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 9.650, dan Surya Citra (SCMA) turun Rp 175 ke Rp 3.625.
(ang/qom)