Rabu, 27 April 2011

Tingkat produksi batubara diramal naik, saham-saham pertambangan terdongkrak

Rabu, 27 April 2011 | 10:54 oleh Barratut Taqiyyah, Bloomberg
JAKARTA. Berbeda dengan kondisi kemarin, pagi ini, indeks tampak sumringah. Pada pukul 10.43, indeks tercatat naik 0,31%. Salah satu sektor yang menyumbang kenaikan indeks antara lain sektor pertambangan yang naik 0,46%.

Jika dilihat, mayoritas saham batubara dilanda aksi beli. Ambil contoh, saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) yang pada pukul 10.46 naik 0,21% menjadi Rp 47.200. Kenaikan juga dialami saham PT Adaro Energy (ADRO) yang melonjak 1,12% menjadi Rp 2.250.

Demikian pula halnya dengan saham PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) yang naik 0,23% menjadi Rp 22.250.

Aksi beli yang melanda saham-saham batubara terjadi setelah dirilisnya data oleh Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI). Menurut Bob Kamandanu Ketua APBI seperti yang dikutip Bloomberg, tingkat produksi batubara Indonesia diprediksi akan naik antara 335 juta metrik ton dan 370 metrik ton pada tahun ini.

Sekadar perbandingan, di 2010, tingkat produksi batubara Indonesia mencapai 325 juta metrik ton.

Dikirimi "Surat Cinta" dari Bapepam, Bank Mega Bungkam

Idris Rusadi Putra - Okezone
JAKARTA - PT Bank Mega Tbk (MEGA) enggan mengomentari lebih lanjut "perseteruannya" dengan PT Elnusa Tbk (ELSA) terkait perseroan yang tidak mau bertanggung jawab mengembalikan dana Elnusa.

Diketahui, pihak Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sudah mengirimkan surat terkait masalah tersebut ke Bank Mega.

"Kita sudah sampaikan semuanya di konferensi pers. Enggak ada yang perlu dijelaskan lagi, kronologinya, kita sudah jelaskan. Jadi cukup ya," kata Direktur Utama Bank Mega JB Kendarto, saat dihubungi okezone, Rabu (27/4/2011).

Seperti diberitakan sebelumnya, Bapepam-LK melayangkan surat pada direksi Bank Mega kemarin. Surat tersebut terkait pernyataan manajemen Bank Mega yang tidak mau menanggung kerugian Elnusa hingga menjadi pemberitaan yang ramai di media massa.

Aktivitas pemantauan Bapepam-LK menemukan kembali pemberitaan yang intinya Bank Mega tidak mau menanggung kerugian Elnusa. Dengan argumen tersebut, menjadi masalah internal Elnusa dengan pihak pengelola investasi.

"Berdasarkan temuan pemberitaan tersebut, Bapepam-LK telah mengirimkan surat kepada direksi Bank Mega untuk memberikan penjelasan tertulis," ungkap Ketua Bapepam-LK Nurhaida.

Dia mengungkapkan pemantauan perkembangan pemeriksaan atas kasus tersebut secara intensif dikhususkan untuk penerapan prinsip keterbukaan informasi yang harus dilakukan emiten sesuai dengan peraturan Bapepam-LK nomor X.K.1 tentang keterbukaan informasi yang harus segera diumumkan kepada publik.

Sebelumnya Bapepam juga telah megirimkan surat kepada direksi perseoran yang intinya meminta penjelasn kepada perseroan tersebut terkait dengan pemberitaan di berbagai media tersebut.

"Berdasarkan temuan tersebut, Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa yang salah satu tugasnya adalah melakukan pengawasan dan pemantauan emiten sektor jasa telah mengirimkan surat pada direksi perseroan untuk meminta penjelasan," jelas dia.

Prediksi the Fed tahan suku bunga di level rendah membuat mata uang Asia perkasa

Rabu, 27 April 2011 | 10:38 oleh Barratut Taqiyyah, Bloomberg
Prediksi the Fed tahan suku bunga di level rendah membuat mata uang Asia perkasa
SINGAPURA. Won Korea Selatan memimpin penguatan mata uang Asia pagi ini. Mayoritas mata uang regional perkasa atas beredarnya spekulasi kalau the Federal Reserve akan memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya di level rendah pada pertemuan yang digelar hari ini.

Pada pukul 11.14 waktu Seoul, won Korea Selatan menguat 0,6% menjadi 1.079,50 per dollar. Sementara, dollar Taiwan menguat 0,4% menjadi NT$ 28,834 per dollar.

Penguatan juga dialami dollar Singapura dan ringgit Malaysia dengan penguatan masing-masing sebesar 0,3% menjadi S$ 1,2306 dan 2,9785. Sedangkan yuan China menguat 0,21% menjadi 6,5153.

"Penguatan mata uang Asia lebih disebabkan oleh pelemahan dollar. Keoknya dollar disebabkan investor masih menunggu pernyataan the Fed," papar Norawit Suparinayok, foreign-exchange trader Bank Plc, Bangkok.

Sekadar tambahan, the Dollar Index melorot ke level terendah sejak Agustus 2008 menyusul digelarnya pertemuan dewan gubernur the Fed. Sekitar 83 ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi, the Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 0% hingga 0,25%.

Jaya Agra Wattie Lepas 30% Saham Lewat IPO

DetikFinance- Jakarta - PT Jaya Agra Wattie berniat menjual 1,13 miliar lembar (30%) sahamnya ke publik melalui penawaran umum saham perdana alias initila public offering (IPO). Pencatatan saham akan dilakukan pada 30 Mei 2011.

Seperti dikutip dari prospektus ringkas perseroan, Rabu (27/4/2011), sebanyak 10% dari jumlah saham yang ditawarkan itu dialokasikan untuk manajemen dan karyawan.

Saham dengan nilai nominal Rp 100 per lembar untuk dijual kepada publik itu belum ditentukan harga penawarannya.

Sekitar 90% dari dana IPO ini akan dipergunakan untuk penanaman karet, kelapa sawit dan pembangunan pabrik serta fasilitas lainnya di anak-anak usaha perseroan dalam bentuk penyertaan saham.

Sementara sisanya 10% akan digunakan untuk biaya perolehan lahan baru, modal kerja perseroan, perluasan sewa kantor, belanja modal, pembelian komputer dan kendaraaan.

Perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PTR OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin emisi dalam aksi korporasi tersebut.

Masa penawaran awal akan digelar pada 27 April -11 Mei 2011, dilanjutkan masa penawaran pada 20,23 dan 24 Mei. Setelah itu masa penjatahan dilakukan pada 26 Mei dan pencatatan saham di BEI pada 30 Mei 2011.

Laba melonjak 76%, saham BTPN melaju kencang ke level tertinggi dalam sebulan

Rabu, 27 April 2011 | 10:18 oleh Barratut Taqiyyah, Bloomberg
JAKARTA. Saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) pagi ini melaju kencang. Bahkan kenaikannya mencapai yang tertinggi dalam satu bulan terakhir.

Pada pukul 09.46, saham BTPN naik 4,2% menjadi Rp 2.500. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak 28 Maret lalu. Disinyalir, kenaikan harga saham BTPN terjadi setelah dirilisnya laporan kinerja perusahaan.

Asal tahu saja, laba bersih BTPN melonjak 76% dibanding tahun lalu menjadi Rp 271,87 miliar.

China Yunnan & Rio Tinto Rencanakan JV di Chili

INILAH.COM, Sydney - China Yunnan Copper Australia Ltd (CYU), perusahaan Australia terdaftar yang berafiliasi dengan Aluminum Corp of China Ltd (Chinalco), akan membuat usaha patungan dengan Rio Tinto PLC, yang mencakup eksplorasi tembaga di Chili.

Pemegang saham utama CYU adalah Yunnnan Copper Industry (Group) Co Ltd, yang secara mayoritas dimiliki oleh Chinalco. Chinalco juga merupakan pemegang saham terbesar di Rio Tinto, yang memiliki sekitar 9% saham yang terdaftar di Inggris.

CYU pada Rabu (27/4) mengatakan, akan menjajaki Palmani dan Caramasa, dua rumah petak dekat tambang Cerro Colorado BHP Billiton Ltd, dengan prospek yang baik untuk porfiri, bijih tembaga yang sering mengandung jumlah signifikan untuk emas, perak dan molibdenum.

Perusahaan ini bisa memperoleh bunga 40% dalam proyek masing-masing, jika menghabiskan minimal US $ 18 juta selama lima tahun pada dua proyek.

Desember lalu, Rio Tinto dan Chinalco mengumumkan usaha patungan untuk melakukan kegiatan eksplorasi di China, meskipun perusahaan belum mengatakan komoditas yang mereka cari.

Usaha gabungan terbesar perusahaan-perusahaan, proyek bijih besi Simandou di Afrika barat, Guinea, melihat kemajuan pekan lalu. Yakni ketika Rio Tinto menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Guinea yang memungkinkan meningkatkan saham di proyek tersebut menjadi 35%.

Chinalco telah setuju membayar US $ 1,35 miliar ke Rio Tinto untuk mengambil 44,65% saham di proyek, yang saat ini sebesar 95% dimiliki oleh Rio Tinto dan 5% oleh International Finance Corp Bank Dunia. Saham itu akan berkurang, seiring naiknya kepemilikan Guinea atas Simandou. [ast]

Optimisme Ekonomi Dorong Penguatan Bursa Asia

INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia Rabu (27/4) dibuka menguat disebabkan hasil kinerja perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat kembali membangkitkan optimisme ekonomi dan harapan untuk meraup keuntungan lebih lanjut di pasar saham.

Reuters melaporkan CNBC Asia FTSE 100 Index naik 0,7 persen. Saham Tokyo naik setelah turun beberapa hari sebelumnya, mengikuti bursa AS yang naik didorong pendapatan perusahaan besar yang membaik.

Indeks Nikkei N225 naik 0,8 persen menjadi 9.632,73, sedangkan indeks Topix naik 0,6 persen menjadi 838,46. Saham Sony jatuh 0,7 persen setelah mengalami pelanggaran besar dalam jaringan video game online yang mengarah pada pencurian nama, alamat dan data kartu kredit dari 77 juta akun pengguna dan merupakan salah satu pembobolan keamanan Internet terbesar. Canon melaporkan penurunan laba usaha 5 persen pada triwulan I-2011 dan memangkas target tahunan akibat dampak bencana gempa bumi bulan lalu dan tsunami. Namun, sahamnya naik 5,9 persen.

Saham Seoul juga dibuka menguat didukung saham industri baja yang naik di tengah berita kenaikan harga produk ke depan. Saham Hyundai Steel naik 1,1 persen setelah berita pada Selasa malam perusahaan akan bergabung dengan POSCO, pesaing terbesarnya dalam meningkatkan harga produk domestik untuk mengimbangi kenaikan harga bahan baku. Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 0,88 persen ke 2.225,66.

Saham Australia dibuka menguat setelah liburan akhir pekan selama 5 hari, didukung oleh kepercayaan pada prospek pertumbuhan ekonomi AS yang disebabkan pendapatan perusahaan yang membaik.

Tanpa SOBI, kinerja AKRA malah tambah kinclong

Rabu, 27 April 2011 | 08:52 oleh Asep Munazat Zatnika
JAKARTA. Setelah melepas PT Sorini Agro Asia Tbk (SOBI) di akhir tahun 2010 lalu, kinerja PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) semakin kinclong saja. Sepanjang kuartal pertama saja laba bersih yang diraup oleh AKRA mencapai Rp 1,8 triliun, naik 2.480% dibanding kuartal pertama di tahun 2010 yang hanya sebesar Rp 70 miliar.

Kenaikan laba bersih ini didongkrak oleh aksi divestasi atas SOBI. Laba dari penjualan saham SOBI mencapai RP 1,6 triliun. Sedang tanpa memasukkan kinerja keuangan SOBI dan laba atas penjualan SOBI, perbandingan laba bersihnya menjadi Rp 128 miliar di tahun ini, dan hanya Rp 49 miliar di tahun lalu.

Menurut Suresh Vambu, Direktur AKRA, kenaikan laba bersih juga didukung oleh meningkatnya pendapatan AKRA sepanjang 3 bulan pertama di tahun ini. "Pendapatan kita saja naik 79% dibanding tahun lalu," kata Suresh kepada KONTAN Selasa(26/4).

Pendapatan AKRA pada kuartal pertama sebesar Rp 4,3 triliun, sedang pendapatan pada tahun 2010 tanpa kontribusi SOBI hanya RP 2,4 triliun.

Penjualan BBM menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan AKRA. Jumlah penjualan BBM non subsidi AKRA naik 149% dibanding tahun 2009. Penjualan BBM di kuartal pertama sebesar RP 3,4 triliun, dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,3 triliun.

Setelah kehilangan SOBI, AKRA memang lebih mengandalkan penjualan BBM-nya. Tingginya harga minyak dunia merupakan peluang bagus untuk menggenjot sektor penjualan BBM. "Ke depannya kita akan lebih mendorong sektor BBM supaya semakin tumbuh," kata Suresh.

Suresh menargetkan pertumbuhan dari penjualan BBM sebesar 30%-35% sepanjang tahun 2011 dibanding tahun lalu. Tahun ini Suresh bilang AKRA akan lebih serius membidik pasar BBM di Indonesia bagian timur.

Sebagai informasi, untuk melakukan ekspansi di timur Indonesia ini AKRA sudah menyiapkan dana Rp 1 triliun untuk membangun terminal BBM yang tersebar di 14 lokasi di Kalimantan.

Sementara itu, meskipun kehilangan SOBI tak lantas membuat pendapatan AKRA dari bahan kimia dasar lesu. Justru sepanjang kuartal pertama lalu, penjualan dari sektor itu mengalami pertumbuhan sebesar 31%. Pendapatan yang diperoleh AKRA dari sektor ini sebesar Rp 584 miliar naik dari Rp 446 miliar.

Pendapatan AKRA lainnya diperoleh dari sektor pabrikan serta logistik dan lain-lain. Untuk pabrikan mengalami penurunan 65% dibanding tahun lalu. "Sektor pabrikan ini memproduksi sorbitol dan tepung.

Sedang sektor logistik dan lain-lain naik 83% menjadi Rp 124 miliar. Untuk sektor logistik, AKRA berencana menambah 2 kapal jenis tanker lagi tahun ini. Namun Suresh belum bisa memastikan kapan tepatnya rencana ini akan terealisasi.

Cermati Saham TRIL

INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL) dikabarkan sedang diakumulasi fund manager asing.

Beberapa pelaku pasar menyatakan perseroan sedang diincar perusahaan tambang Singapura yang tertarik menjadi salah satu pemegang saham mayoritas. Selain itu, rencana joint venture dengan perusahaan tambang dan mineral asal Hong Kong dan kesuksesan meraup order besar akan mendongkrak saham TRIL ke level Rp200

Pada perdagangan kemarin, saham TRIL ditutup naik 3 poin ke level Rp71.

Aksi profit taking bikin harga emas melorot untuk kali pertama dalam dua minggu

Rabu, 27 April 2011 | 07:11 oleh Barratut Taqiyyah, Bloomberg
LONDON. Untuk kali pertama dalam dua minggu, kontrak harga emas dunia mengalami penurunan. Aksi profit taking investor atas emas menjadi pemicu utamanya.

Kontrak harga emas di Comex New York untuk pengantaran Juni turun 0,4% menjadi US$ 1.503,50 pertroy ounce pada pukul 13.45 waktu New York. Harga emas sudah melonjak 30% dalam setahun terakhir.

Pada 26 April lalu, kontrak harga emas kembali mencetak rekor baru di level US$ 1.519,20 per troy ounce. Namun kemarin, harga emas melorot setelah investor banyak yang melepas kepemilikan emasnya.

"Jika melihat tingginya reli emas dalam beberapa hari terakhir, ada ancaman koreksi dalam jangka pendek. Itu yang membuat investor ingin mengambil untung terlebih dulu atas investasinya," papar James Moore, analis TheBullionDesk.com di London.

Saham ASIA Bakal Digoreng Bandar Menuju Rp150

INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) bakal digoreng sejumlah bandar hingga menuju level Rp150 dalam waktu dekat.

Hal ini seiring santernya kabar anak usaha perseroan yang tengah diburu sejumlah perusahaan tambang terbuka. Selain itu, kabar akuisisi perseroan terhadap sejumlah tambang untuk ekspansi ke bisnis pasir besi (mangan), emas, timah, dan nikel juga ikut mendorong kenaikan saham ASIA.

Pada perdagangan kemarin saham ASIA ditutup naik 2 poin ke level Rp65.

Masih Tertekan, Pilih Saham Berdividen

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada perdagangan Rabu (27/4) diperkirakan melemah. Namun, investor bisa mencermati saham-saham unggulan yang akan membagi dividen.

Vice President Research dari Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan, IHSG hari ini masih akan terkoreksi. Menurutnya, setelah menembus level 3.800, IHSG memang harus melalui periode konsolidasi. “Jadi tidak heran bila IHSG terus tertekan,” katanya kepada INILAH.COM.

Ia menuturkan, biasanya memasuki Mei, secara historis indeks tertekan karena musim pelaporan kinerja keuangan dan pembagian dividen sudah berakhir.

Faktor eksternal yang patut dicermati adalah Federal Open Market Commitee (FOMC) meeting yang kemungkinan besar tidak ada keputusan kenaikan suku bunga. Namun, sinyal The Fed akan menghentikan program quantitative easing cukup kuat.

Nico menilai, faktor ini yang akan membuat gelombang tekanan jual di pasar keuangan dan memicu penjualan saham dan aset berisiko seperti komoditas. “Karena dengan berhentinya program quantitative easing, maka likuiditas di pasar keuangan menjadi ketat dan dolar AS otomatis akan kembali menguat,” ujarnya.

Di tengah situasi ini, investor diharapkan fokus pada emiten yang masih membagi dividen, terutama saham-saham berkapitalisasi besar (big cap). Namun, memilih emiten yang membagi dividen juga harus melihat kinerja sektoral, bukan semata hanya pay out ratio.

“Misalkan sektor komoditas, semen dan telekomunikasi yang masih mampu mencetak cashflow tinggi, sehingga bisa bagi dividen, tanpa mengganggu rencana ekspansi perusahaan,”paparnya.

Beberapa saham yang direkomendasikan adalah Telekomunikasi (TLKM) dengan yield dividen sekitar 4%. Kemudian TB Bukit Asam (PTBA) dan Indocement (INTP).” Investor bisa pilih saham-saham ini,” ujarnya.

Pada perdagangan Selasa (26/4), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 13,669 poin (0,37%) ke level 3.774,871. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,013 miliar lembar saham, senilai Rp 3,635 triliun dan frekuensi 113.741 kali.

Sebanyak 104 saham naik, 107 saham turun, dan 112 saham stagnan. Koreksi bursa diwarnai dengan aksi jual asing, yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp127 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual mencapai Rp1,111 triliun dan transaksi beli sebesar Rp983 miliar. [mdr]

Ekonomi Indonesia Belum Bisa Disebut Overheating

Gina Nur Maftuhah - Okezone
JAKARTA - Ekonom UGM Anggito Abimanyu menilai ekonomi Indonesia belum sampai pada kondisi overheating sekarang ini.

"Belum lah, kondisi Indonesia masih belum terbukti dan belum bisa dikatakan overheating," ungkapnya di Jakarta.

Ia melanjutkan bahwa kondisi ekonomi overheating jika percepatan ekonomi sudah berjalan sangat cepat, sehingga harga-harga merembet naik dan memacu inflasi yang tinggi di masyarakat. Oleh karenanya, ia menghimbau kepada Bank Indonesia (BI) untuk tidak menaikkan suku bunga rata-ratanya karena akan berdampak luas pada sektor perekonomian.

Seperti diketahui sebelumnya, IMF menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mencapai kondisi overheating karena tumbuh terlalu cepat.

Menteri Perekonomian Hatta Rajasa sendiri sudah memastikan pertumbuhan ekonomi tahun ini yang sekira 6,4 persen masih normal. Di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu tercetak di angka 6,1 persen.

Penguatan Bursa Global Bisa Bikin IHSG Bergelora

Nurul Qomariyah - detikFinance
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 13 poin di tengah ambruknya bursa-bursa regional. Secara teknikal IHSG memang berada pada posisi overbought setelah menguat tajam pada pekan lalu.

Pada perdagangan, Selasa (26/4/2011), IHSG turun 13,669 poin (0,37%) ke level 3.774,871. Sementara Indeks LQ 45 melemah 3,344 poin (0,50%) ke level 676,025.

Penguatan bursa-bursa utama dunia yang didorong oleh cerahnya laporan keuangan akan mendorong IHSG kembali ke teritori positif. IHSG pada perdagangan Rabu (27/4/2011) diprediksi akan kembali bergerak menguat.

Bursa Wall Street tadi malam menguat tajam berkat kuatnya laporan keuangan perusahaan telah membuat saham-saham bergerak ke level terbaiknya sejak Juni 2008.

Pada perdagangan Selasa (26/4/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat hingga 115,49 poin (0,93%) ke level 12.595,37. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 11,99 poin (0,90%) ke level 1.347,24 dan Nasdaq menguat 21,66 poin (0,77%) ke level 2.847,54.

Bursa Jepang juga langsung mengekor penguatan di Wall Street. Mengawali perdagangan Rabu, indeks Nikkei-225 langsung melesat 103,29 poin (1,08%) ke level 9.661,98.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG kemarin ditutup melemah 13 point (-0.36%) ke level 3,774.87 dengan jumlah transaksi sebanyak 10 juta lot dengan nilai transaksi sebanyak Rp 3.6 triliun. Hampir seluruh sektor pada perdagangan hari ini mengalami penurunan kecuali sektor agriculture dan property. Tercatat sebanyak 96 saham mengalami kenaikan, 101 saham mengalami penurunan, 108 saham tidak mengalami perubahan sama sekali dan 138 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi penopang bursa kemarin a.l. BBCA, PGAS, EXCL, ENRG dan INDF, sementara saham-saham yang menjadi penarik bursa hari ini a.l. ASII, TLKM, INTP, BBRI dan BMRI. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp166 miliar dengan saham yang paling banyak di jual adalah ITMG, ASII, BUMI, TLKM dan INTP.

Penurunan indeks sejalan dengan melemahnya sejumlah indeks regional Asia kecuali Australia dan Malaysia, sementara rupiah hari ini diperdagangkan menguat 20 point ke harga Rp8,643 /USDollar.

Secara teknikal pada perdagangan kemarin IHSG melemah dengan candlestick membentuk pola hanging man yang mengindikasikan adanya sinyal bullish reversal.

Sementara dilihat dari pergerakan indikator, tampak stochastic membentuk deathcross di area overbought sementara MACD berpotensi untuk deathcross dengan histogram mulai memasuki area negatif.

Pada perdagangan Rabu (27/4), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,733-3,802 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. AALI, PTBA, dan JSMR.

Wall Street Cerah oleh Laporan Keuangan


Nurul Qomariyah - detikFinance
New York - Kuatnya laporan keuangan perusahaan telah membuat saham-saham bergerak ke level terbaiknya sejak Juni 2008. Investor makin optimistis pertumbuhan laba perusahaan masih cukup kuat untuk membuat saham-saham naik.

Pada perdagangan Selasa (26/4/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat hingga 115,49 poin (0,93%) ke level 12.595,37. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 11,99 poin (0,90%) ke level 1.347,24 dan Nasdaq menguat 21,66 poin (0,77%) ke level 2.847,54.

Ford Motor Co, 3M Co dan United Parcel Services Inc termasuk yang memiliki kinerja terbaik setelah mengumumkan laporan keuangan yang melebihi ekspektasi, sekaligus memperbaiki outlooknya. Saham 3M naik 1,9%, UPS naik 0,9% dan Ford naik 0,7%.

"Ini benar-benar dari multinasional yang telah melaporkan angka-angka yang bagus dan berbicara tentang hal baik yang akan datang. Mereka adalah saham-saham unggulan yang telah mulai melihat cahaya terang," ujar Joseph Benanti, managing director dari Rosenblatt Securities seperti dikutip dari Reuters, Rabu (27/4/2011).

Namun penurunan saham Coca-Cola Co hingga 1,2% menjadi US$ 66,93 menggerogoti kenaikan DOw Jones. Penurunan saham Coca-Cola terhadi setelah laporan keuangannya menunjukkan adanya penurunan pendapatan dari unitnya di Jepang. Demikian pula US Steel Corp dan Netflix Inc yang turun sahamnya setelah mengumumkan laporan keuangan.

Perdagangan berjalan moderat dengan volume transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,31 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang mencapai 7,73 miliar lembar saham.

Selasa, 26 April 2011

Bursa Eropa Menguat Meski Dibayangi Soal The Fed

INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa pada perdagangan Selasa (26/4) karena pasar masih menunggu pertemuan The Fed sehingga memberikan petunjuk soal kebijakan moneter.

Indeks FTSE naik 23,5 poin atau 0,3% ke 6.041, indeks CAC naik 15,5 poin atau 0,3% ke 4.037 dan DAX naik 28,5 poin ke 0,3% ke 7.324.

"Ada kekhawatiran kebijakan moneter The Fed yang longgar akan menyebabkan inflasi. Investor hari-hati mejelang pertemuan dan akan mencari sinyal soal keputusan yang akan dikeluarkan bank sentral AS itu," kata Koen De Leus, analis dari KBC Securities di Brussels yang dikutip dari yahoo.finance.com.

Saham UBS naik 4,8% pada kuartal I meskipun tetap mencoba mempertahankan kinerja yang tetap positif hingga akhir tahun 2011.

Pada perdagangan kemarin bursa Eropa dittup naik melanjutkan penguatan pada Kamis sebelum libur Paskah. Penguatan didukung perusahaan Eropa Akzonobel dan perusahaan AS seperti Apple yang naik bersamaan dengan kekhawatiran ekonomi global, demikian dikutip dari yahoo.finance.com.

Untuk perdagangan hari ini indeks FTSE diperkirakan turun 0,07%, indeks Jerman DAX turun 0,1% dan indeks Perancis turun 0,5%. Berita korporasi hari ini adalah laporan laba UBS yang melampaui perkiraan sebagai data terkuat sejak krisis ekonomi 2008.

Beberapa emiten yang akan melaporkan kinerjanya seperti Barclays, Santander, Deutsche Bank dan Credit Suisse pada pekan ini. Untuk data makro ekonomi, investor akan fokus pada perkiraan PDB Inggris yang akan dirilis pada Rabu besok dan indeks kepercayaan konsumen bulan April pada hari Kamis lusa.

Gubernur The Fed pada pekan ini akan menyita perhatian saat akan mengadakan pernyataan resmi untuk pertama kalinya setelah melakukan pembelian obligasi pemerintah AS di pasar. Pada hari Kamis, Bank of Japan juga akan melakkan pertemuan dengan agenda membahas kebijakan moneter dan dampak bencana gempa bumi, gelombang tsunami dan krisis nuklir.

Bursa saham Wall Street berakhir mixed pada perdagangan Senin karena pasar menunggu pernyataan The Fed soal kebijakan moneter terbaru pada pekan ini.

Indeks Dow Jones turun 26,11 poin atau 0,2% ke 12.479,8 setelah pada pekan lalu rally karena ditopang laporan perolehan laba dari emiten. Pelemahan terjadi pada saham Hewlett-Packard 1,1%, saham Kraft turun 0,9%, Intel turun 0,9%, saham Pfizer naik 1,7%.

Untuk indeks S&P turun 2,13 poin atau 0,16% meadi 1.335.25. Sedangkan indeks Nasdaq naik 5,7 poin atau 0,2% menjadi 2.825,88. Pelemahan indeks S&P dipicu sektor bahan baku dan energi sedangkan kenaikan dialami sektor teknologi dan kesehatan.

Jual Anak Usaha, Laba AKR Melonjak ke Rp 1,8 triliun

Senin, 25/04/2011 19:21 WIB
Jual Anak Usaha, Laba AKR Melonjak ke Rp 1,8 triliun
Angga Aliya - detikFinance

Jakarta - Laba bersih PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melonjak 2.480% menjadi Rp 1,812 triliun di triwulan I 2010 dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 70 miliar. Pertumbuhan laba ini atas hasil divestasi PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI).

Seperti dikutip dari siaran pers perseroan, Senin (25/4/2011), distributor bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia dasar itu menjual Sorini sebesar Rp 2,2 triliun dan akhirnya meraup laba luar biasa hasil divestasi sebesar Rp 1,685 triliun.

Divestasi tersebut telah dirampungkan pada tanggal 28 Januari 2011. Jika dilihat tanpa laba luar biasa itu, laba bersih inti (Core Net Profit) perseroan naik 82% menjadi Rp 128 miliar di triwulan I-2011 dibandingkan Rp 70 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Selama tiga bulan pertama tahun 2011 ini, pendapatan perseroan meningkat 79% menjadi Rp 4,353 triliun dibandingkan Rp 2,433 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Naiknya pendapatan didorong oleh kenaikan yang signifikan pada penjualan BBM.

Naiknya penjualan BBM di Indonesia menyebabkan pendapatan AKRA naik 149% menjadi Rp 3,461 triliun, dibandingkan Rp 1,391 triliun selama periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan pendapatan BBM ini didorong oleh kenaikan penjualan Solar atau HSD (High speed diesel) dan produk BBM lainnya kepada perusahaan pertambangan di wilayah timur Indonesia sejalan dengan kenaikan permintaan dari sektor industri yang lain.

Bahan kimia dasar perseroan juga tumbuh 31% menjadi Rp 584 miliar sejalan dengan naiknya permintaan akan bahan baku yaitu bahan baku produksi untuk bermacam industri dan barang sektor konsumen.

Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham AKRA naik 20 poin (1,26%) ke level Rp 1.600 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 802 kali dengan volume 23.611 lot senilai Rp 18.72 miliar.

Asing Nett Sell Rp127 M, IHSG Anjlok 13 Poin

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya melemah 13 poin terseret sentimen negatif Asia. Asing pun tercatat melakukan nett sell sebesar Rp127,5 miliar.

IHSG, pada akhir perdagangan Selasa (26/4/2011) melemah 13,67 poin atau 0,4 persen ke 3.774,87. LQ45 turun 3,34 poin atau 0,5 persen ke 676,03 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 3,94 poin atau 0,8 persen ke 521,35.

Indeks Asia sore ini masih tertekan. Hang Seng turun 130,9 poin atau 0,54 persen ke 24.007, Nikkei turun 113,27 poin atau 1,17 persen ke 9.558 dan Straits Times turun 11,7 poin atau 0,37 persen ke 1.176.

Tapi, indeks Eropa tampak bergairah kali ini. CAC naik 18,69 poin atau 0,47 persen ke 4.040, DAX naik 34,39 poin atau 0,47 persen ke 7.329 dan FTSE naik 24,28 poin atau 0,4 persen ke 6.042.

Mayoritas sektor pendukung indeks saham bergerak melemah. Sektor tambang turun 8,45 poin atau 0,3 persen, sektor konsumsi turun 3,91 poin atau 0,3 persen dan sektor manufaktur turun 6,59 poin atau 0,8 persen.

Volume perdagangan tercatat 3,97 miliar saham senilai Rp3,13 triliun. Asing, pada perdagangan kali ini mencatatkan nett sell sebesar Rp127,5 miliar. Sebanyak 107 sham melemah, 104 saham melemah dan 113 saham stagnan.

Saham yang bergerak melemah (top lossers) adalah PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) turun Rp5.000 ke Rp285.000, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) turun Rp1.400 ke Rp5.800 dan PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp800 ke Rp54.100.

Sementara saham yang bergerak menguat (top gainers) antara lain PT Malindo Feedmell Tbk (MAIN) naik Rp350 ke Rp5.650, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) naik Rp325 ke Rp4.200 dan PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) naik Rp250 ke Rp18.000.

Berhasil bukukan laba bersih, saham ENRG melaju ke level tertinggi dalam setahun

JAKARTA. Saham PT Energi Mega Persada (ENRG) melesat ke level tertinggi dalam setahun terakhir. Pada pukul 15.18, saham ENRG tercatat melaju 5,7% menjadi Rp 149. Ini merupakan level tertinggi sejak 23 April 2010.

Melonjaknya saham ENRG terjadi setelah perusahaan minyak dan gas ini membukukan kinerja positif selama kuartal I 2010. Laba bersih ENRG dilaporkan mencapai Rp 14,3 miliar. Angka tersebut sangat mencengangkan jika dibandingkan dengan rugi bersih senilai Rp 21,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Bursa Regional Ambruk, IHSG Turun 13 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 13 poin di tengah ambruknya bursa-bursa regional. Sentimen negatif banyak bermunculan dari regional hari ini.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 8.650 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.610 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah sangat tipis 0,925 poin (0,03%) ke level 3.787,615. Indeks sudah masuk area jenuh beli dan investor cenderung menunggu keluarnya laporan kinerja emiten.

Sepanjang perdagangan indeks sama sekali tak menyentuh zona hijau, sejak dibuka indeks terus turun. Tekanan jual kembali terjadi di lantai bursa.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG jatuh 37,447 poin (0,99%) ke level 3.751,093. Saham-saham berbasis finansial dan aneka industri membuat indeks betah di zona merah.

Profit taking marak terjadi di lantai bursa sehingga membuat indeks sempat jatuh lebih dari 40 poin ke posisi 3.788,540. IHSG semakin jauh dari level 3.800.

Menutup perdagangan, Selasa (26/4/2011), IHSG turun 13,669 poin (0,37%) ke level 3.774,871. Sementara Indeks LQ 45 melemah 3,344 poin (0,50%) ke level 676,025.

Meski sempat terjadi gempa di sekitar Cilacap sebesar 6,3 skala richter, namun hal tersebut tidak terlalu memperngaruhi laju IHSG yang memang sudah tertekan di zona merah sejak awal perdagangan.

Investor masih ragu untuk berinvestasi karena menunggu keluarnya laporan kinerja emiten di triwulan I-2011 meski beberapa sudah keluar dan hasilnya cukup menggembirakan.

Sektor agrikultur dan properti menguat dan menjadi penopang jatuhnya bursa sore ini, menyusul kinerja salah satu produsen sawit besar Astra Agro (AALI) yang naik signifikan di tiga bulan pertama tahun ini.

Perdagangan berjalan cukup moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 113.741 kali pada volume 5,013 miliar lembar saham senilai Rp 3,635 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 107 saham turun, dan 112 saham stagnan.

Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis senilai Rp 126,683 miliar di seluruh pasar.

Sentimen negatif bermunculan dari regional. Seperti kebijakan pemerintah China yang akan naikkan batas minimum kepemilikan modal (CAR) sehingga bursanya melemah selama tiga hari berturut-turut.

Kinerja emiten Jepang di triwulan I-2011 pun kurang memuaskan sehingga mendorong saham-sahamnya turun, salah satunya adalah saham Nintendo yang melemah akibat penjualan Wii yang turun.

Berbagai sentimen negatif ini membuat bursa-bursa di Asia terpuruk tak berdaya di zona merah. Bursa Jepang memimpin pelemahan bursa Asia sore ini.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 25,77 poin (0,87%) ke level 2.939,18.
  • Indeks Hang Seng turun 130,93 poin (0,54%) ke level 24.007,38.
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 113,27 poin (1,17%) ke level 9.558,69.
  • Indeks Straits Times terkoreksi 11,20 poin (0,35%) ke level 3.176,52.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Malindo (MAIN) naik Rp 350 ke Rp 5.650, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 325 ke Rp 4.200, Multibreeder (MBAI) naik Rp 250 ke Rp 18.000, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 100 ke Rp 22.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 5.000 ke Rp 285.000, Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.400 ke Rp 5.800, Astra Internasional (ASII) turun Rp 800 ke Rp 54.100, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 47.100.