Jumat, 24 Juni 2011

Aksi borong atas ASII, ADRO, dan BBRI jadi penyelamat indeks di sesi I

Aksi borong atas ASII, ADRO, dan BBRI jadi penyelamat indeks di sesi I
JAKARTA. Meski sempat dilanda aksi jual, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak sumringah di akhir sesi I hari ini. Pada pukul 12.00, indeks tercatat bertambah 10,66 poin menjadi 3.834,31.

Sejumlah saham bluechips yang turut memberikan kontribusi atas kenaikan indeks adalah:

- PT Astra Internastional (ASII)
Saham ASII tercatat naik 1,56% menjadi Rp 61.750 di sesi I. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: UBS Securities senilai Rp 24,88 miliar, Danareksa Sekuritas senilai Rp 14,50 miliar, dan JPMorgan Securities senilai Rp 12,72 miliar.

- PT Adaro Energy (ADRO)
Saham ADRO tercatat naik 2,13% menjadi Rp 2.400 di sesi I. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: Deutsche Securities senilai Rp 19,22 miliar, Bahana Securities senilai Rp 14,13 miliar, dan JPMorgan Securities senilai Ro 584,25 juta.

- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Saham BBRI tercatat naik 0,79% menjadi Rp 6.400 di sesi I. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: Deutsche Securities senilai Rp 12,62 miliar, Credit Suisse Securities senilai Rp 7,01 miliar, dan Bahana Securities senilai Rp 5,40 miliar.

Sesi I Regional Melaju Kencang, IHSG Hanya Maju 10 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini balik arah ke jalur hijau dengan penguatan tipis 10 poin, padahal bursa-bursa di Asia melaju kencang atas ekspektasi selesainya krisis utang Yunani. Perdagangan berjalan cukup sepi.

Mengawali perdagangan akhir pekan pagi tadi, IHSG dibuka terkoreksi tipis 4,984 poin (0,13%) ke level 3.818,756 di tengah bursa-bursa regional yang menguat. Investor masih ragu berinvestasi.

Tak lama setelah pembukaan, secara perlahan indeks merayap kembali ke zona hijau. Pergerakannya masih serba tipis, posisi tertingginya pun hanya di level 3.833,648.

Harga minyak dunia yang berfluktuasi membuat investor berhati-hati dalam menanamkan modalnya. Namun ekspektasi penyelesaian krisis utang Yunani yang sudah di depan mata juga sedikit mendorong aksi beli.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (24/6/2011), IHSG naik 10,659 poin (0,27%) ke level 3.834,309. Sementara Indeks LQ 45 menguat 2,159 (0,31%) ke level 678,911.

Saham-saham berbasis komoditas masih dihindari oleh investor, indeks sektor agri menjadi pemberat bursa dengan melemah cukup dalam. Penguatan kali ini dipimpin oleh sektor aneka industri.

Arus dana asing belum berhenti mengalir masuk ke lantai bursa, meski kali ini jumlahnya tidak sebesar perdagangan hari-hari sebelumnya.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 45.348 kali pada volume 3,706 miliar lembar saham senilai Rp 1,145 triliun. Sebanyak 96 saham naik, 110 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Bursa regional melaju semakin kencang hingga siang hari ini setelah adanya sentimen positif yang datang dari bursa global. Bursa China dan Hong Kong menguat hingga lebih dari 1%.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melesat 41,66 poin (1,55%) ke level 2.729,91.
  • Indeks Hang Seng melonjak 309,53 poin (1,42%) ke level 22.068,67.
  • Indeks Nikkei 225 menguat 43,22 poin (0,45%) ke level 9.639,96.
  • Indeks Straits Times naik 9,09 poin (0,30%) ke level 3.053,81.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 950 ke Rp 61.750, Indorama (INDR) naik Rp 350 ke Rp 3.775, Indospring (INDS) naik Rp 250 ke Rp 5.200, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 3.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 44.900, Mayora (MYOR) turun Rp 350 ke Rp 12.650, Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 22.900, dan Multibreeder (MBAI) turun Rp 200 ke Rp 28.800.

(ang/qom)

106 saham dorong indeks melaju ke zona hijau di sesi I

JAKARTA. Gejala positif ditunjukan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini. Pada penutupan perdagangan sesi I, indeks berhasil ditutup naik tipis 0,28% ke level 3.834.309.

Kinerja IHSG ini didorong oleh kenaikan harga 106 saham. Ini lebih banyak ketimbang 77 saham yang mengalami penurunan harga. 78 saham lainnya, memilih tidur hingga siang ini.

Aneka industri menjadi sektor yang paling menguat signifikan usai naik 1,35%, dan memimpin 5 sektor lainnya di jalur hijau. Sementara perkebunan memimpin sektor yang terkoreksi setelah turun 0,25%.

Lima besar posisi top gainers hingga siang ini adalah; Ekadharma International Tbk (EKAD) yang terbang 25% ke Rp 650, Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI) menguat signifikan 19,61% ke Rp 1220, Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) naik 17,81% ke Rp 430, Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) naik 16,54% ke Rp 155, dan Multi Indocitra Tbk (MICE) menguat 12,94% ke Rp 480.

Sementara lima besar top losers adalah Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang terkoreksi 9,09% ke Rp 200, Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) melemah 4,76% ke Rp 1.000, Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) turun 4,35% ke Rp 220, Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) memerah 3,64% ke Rp 265, dan Intanwijaya Internasional Tbk (INCI) turun 3,64% ke Rp 265.

Reli saham ADRO pimpin penguatan di sektor pertambangan

Reli saham ADRO pimpin penguatan di sektor pertambangan
JAKARTA. Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) reli dan memberi dorongan terbesar pada sektor pertambangan di bursa.

Saham produsen batubara kedua terbesar di Indonesia ini naik 2,1% ke level Rp 2.400 per saham, pada pukul 10.44 di Jakarta. Ini menjadi level penutupan tertingginya sejak 15 Juni.

Reli ADRO terjadi seiring laporan Citigroup Inc yang menyebutkan, perusahaan berada dalam jalur untuk memenuhi konsensus produksi tahun ini. Produksi emiten ini diperkirakan bisa naik mengejutkan.

Mayoritas mata uang Asia melempem seiring kecemasan akan nasib Yunani

Mayoritas mata uang Asia melempem seiring kecemasan akan nasib Yunani
BANGKOK. Mayoritas mata uang Asia bergerak mendekati pelemahan mingguan hari ini. Pasar kembali cemas Yunani akan mengalami default atas utangnya. Selain itu, adanya proyeksi pemangkasan pertumbuhan ekonomi AS membuat penurunan permintaan atas aset-aset emerging market.

Sekadar informasi, kemarin, the Federal Reserve mengatakan, ekonomi AS hanya akan tumbuh di kisaran 2,7% hingga 2,9% tahun ini. Angka tersebut lebih rendah dari prediksi April sebesar 3,1% hingga 3,3%.

"Ketidakpastian terhadap outlook perekonomian global masih menghantui pasar. Saya rasa, hal selanjutnya yang akan diperhatikan adalah voting parlemen Yunani pada 28 Juni mendatang yang memutuskan mengenai besaran penghematan anggaran belanjanya," jelas Prakriti Sofat, ekonom Barclays Capital.

Pada pukul 09.45 waktu Bangkok, baht Thailand melemah 0,3% menjadi 30,66 per dollar. Sementara, rupe India melemah 0,2% menjadi 44,9588, ringgit Malaysia melemah 0,1% menjadi 3,0358, dan rupiah melemah o,1% menjadi 8.603. Sementara, the Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index turun 0,1%.

Cermati Saham Defensif Anjloknya Harga Minyak

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Penguatan IHSG siang ini akan berlanjut hingga penutupan. Terkait anjloknya harga minyak mentah, investor disarankan mencermati saham yang defensif terhadap imbas negatif harga komoditas ini.

Analis Panin Securities Purwoko Sartono memperkirakan, indeks saham domestik hingga penutupan sore nanti akan menguat terbatas. “Indeks akan bergerak dalam kisaran support 3.812-3796 dan resistance 3.836-3.848,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (24/6).

Purwoko menjelaskan, support dan resistance kedua, berlaku untuk jangka yang lebih panjang. Sedangkan sejauh ini, pergerakan market lebih sempit sehingga peluangnya hanya bergerak dalam kisaran support-resistance pertama. “Pergerakan indeks hingga penutupan akan terbatas. Sebab, belum ada trigger yang kuat yang bisa membawa indeks menguat lebih jauh,” ujarnya.

Tapi, lebih jauh dia menjelaskan, dilihat dari kecenderungan teknialnya, indeks domestik bakal menguat. Market masih terpengaruh positif oleh parlemen Yunani yang sudah memberikan mosi percaya pada Perdana Menteri George Papandreou untuk memimpin negara itu yang sedang dilanda krisis utang. “Pasar tetap optimistis bahwa Yunani akan terhindar dari default (gagal bayar),” tandasnya.

Namun, itu memang jadi sentimen positif bagi market tapi dampaknya tidak terlalu besar bagi market domestik. Karena itu, pererakan market jadi terbatas. “Apalagi, di sisi lain, market masih terpengaruh negatif Bank Sentral AS The Fed yang memangkas target pertumbuhan ekonomi ke level 2,7%-2,9% dari sebelumnya 3,1%-3,3%,” ucap Purwoko.

Pada saat yang sama, harga minyak mentah dunia turun ke level US$91 per barel. Akibatnya, dari sisi sektor saham pun hari ini tak ada yang dominan berpengaruh di market karena lajunya yang variatif.

Dalam situasi ini, Purwoko menyarankan, agar pelaku pasar menghindari saham-saham yang berkaitan dengan komoditas. Pasar bisa melirik saham-saham yang cukup tahan dan dalam posisi aman dari koreksi harga komoditas.

Tapi, imbuhnya, bukan berarti, saham-saham di sektor komoditas tidak menarik. “Saham-saham komoditas sangat menarik jika harga minyak rebound yang mungkin terjadi Senin (27/6) atau Selasa (28/6) pekan depan,” tandasnya.

Saham-saham pilihannya adalah PT Gajah Tunggal (GJTL), PT Citra Marga Nusaphala (CMNP) dan PT Adhi Karya (ADHI). “Investor dalam situasi market yang konsolidasi lebih baik nunggu di bawah. Buy on weakness saham-saham tersebut,” imbuhnya. [ast]

Ringgit terangkat dari kejatuhan terdalam selama sepekan

Ringgit terangkat dari kejatuhan terdalam selama sepekan
KUALA LUMPUR. Mata uang ringgit Malaysia mulai terangkat lagi dari penurunan terdalamnya selama sepekan. Hal ini ditengarai akibat spekulasi percepatan laju inflasi yang akan mendukung para pembuat kebijakan moneter untuk menaikkan tingkat suku bunga.

Ringgit sempat menguat 0,4% ke 3,0315 per dollar AS pada pukul 9.06 pagi di Kuala lumpur, padahal kemarin sempat jatuh 0,6%. Dan pada pukul 10.30 WIB, pasangan (USD/MYR) sedikit melemah di 3,0355.

Penguatan ringgit terjadi sebelum laporan pemerintah hari ini yang menunjukkan Consumer Price Index (CPI) naik 3,3% di bulan Mei (year on year). Ini yang tertinggi sejak Maret 2009.

Bank Negara Malaysia (BNM) telah menaikkan overnight policy rate ke 3% dari 2,75%, pada 5 mei lalu. Ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan, biaya pinjaman atau tingkat suku bunga akan dinaikkan ke 3,25% di akhir tahun ini. BNM akan mengadakan pertemuan lagi pada 7 Juli mendatang.

"Ringgit tentu saja harganya terkalkulasi di tengah kenaikan inflasi pada Mei kemarin yang lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya," kata Patrick Hu, analis CIMB Investment Bank Bhd. Dia juga bilang, masalah krisis utang Yunani yang mendapat dukungan dari petinggi Uni Eropa, tentu saja membawa dampak baik untuk mata uang Asia.

Diambil dari data Bursa Malaysia, yield dari obligasi pemerintah Malaysia yang jatuh tempo September 2016 turun dari 4,262 menjadi 3,49. Ini level terendahnya selama 2 minggu belakangan.

Meski hari ini tak banyak berubah, rupiah mingguan melemah 0,1%

Meski hari ini tak banyak berubah, rupiah mingguan melemah 0,1%
JAKARTA. Rupiah kembali melemah. Kecemasan akan perlambatan pemulihan ekonomi global serta krisis utang Yunani mengurangi minat investor atas aset-aset emerging market.

Asal tahu saja, investor asing melepas kepemilihan atas surat utang pemerintah Indonesia selama tiga hari dalam pekan ini dengan total nilai mencapai Rp 233,64 triliun.

Pada pukul 09.44, rupiah melemah 0,1% pada minggu ini menjadi 8.603 per dollar. Hari ini, mata uang Garuda tak banyak berubah.

""Saat ini, kita masih menendang kaleng ke jalanan. Sebab, bakal ada pertemuan the Fed dimana proyeksi yang beredar, the Fed bakal memangkas pertumbuhan ekonomi AS lagi," jelas Prakriti Sofat, ekonom Barclays Capital.

Euro kian tersudut dengan keperkasaan dollar

Euro kian tersudut dengan keperkasaan dollar
JAKARTA. Mata euro masih melemah. Dengan demikian, pelemahan euro sudah terjadi selama tiga minggu berturut-turut terhadap dollar AS. Ini merupakan masa pelemahan terpanjang dalam empat bulan terakhir.

Mata uang euro sempat diperdagangkan di posisi US$ 1,4263 pada pukul 09.53 waktu Tokyo dari US$ 1,4356 di New York kemarin. Dengan demikian, jika dihitung, selama sepekan euro sudah melemah sebesar 0,3%.

Sekadar informasi, euro telah terdepresiasi selama seminggu terhadap rekan dagang utamanya sebelum adanya opini para ekonom tentang laporan data German Business Confidence yang diprediksi menurun. "Saya melihat enam bulan ke depan, euro akan masih berada di level bawah," kata Michael McCarthy, chief market strategist CMC Markets.

Indeks di Bawah 3.800, Pegang Dulu Cash

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Investor disarankan untuk memegang cash jika indeks berada di bawah level 3.800 lagi.

Menurut analis Corfina Capital Deni Hamzah, kondisi pasar saat ini dan untuk beberapa hari ke depan tidak menunjang tren yang konsisten alias tidak jelas arahnya. Namun, dia masih memprediksi support indeks di 3.800-an masih kuat secara teknikal. "Tapi kalau 3.800 terkoreksi lagi, mendingan (investor) pegang cash," jelasnya.

Untuk besok, dia juga masih melihat pasar masih fluktuatif. Tapi, dia memprediksi kalaupun menguat, indeks akan menguat tipis.

Listing Prada Dukung Bursa Hong Kong

INILAH.COM, Los Angeles - Bursa Hong Kong naik pada perdagangan Jumat (24/6) pagi, dengan saham penerbangan melesat setelah aksi jual minyak mentah, dan saham Prada meraup keuntungan dalam perdagangan perdananya.

Indeks Hang Seng naik 0,5% menjadi 21.876,99, sementara indeks Hang Seng China Enterprises naik 1,1% pada 12.196,00. Sentimen luas dibantu berita tentang kesepakatan program penghematan Yunani, namun saham maskapai penerbangan sangat memuaskan, menyusul jatuhnya harga minyak mentah.

China Eastern Airlines Corp naik 4,4%, Air China Ltd naik 4,2%, dan Cathay Pacific Airways Ltd menguat 1,8%.

Prada bergerak naik dalam debut perdagangannya, naik 0,3%, meskipun saham diperdagangkan lebih rendah di pasar gelap pada hari-hari menjelang peluncuran.

Sedangkan indeks komposit Shanghai naik 0,1% dalam perdagangan awal. [ast]

Market Terpukul Revisi Turun GDP AS

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Rupiah melemah meskipun IHSG mendarat di teritori positif. Market mendapat pukulan telak setelah Bank Sentral AS The Fed merevisi turun PDB AS ke level 2,7%-2,9% untuk 2011.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah hari ini dipicu oleh investor global yang kembali fokus pada krisis utang Yunani setelah Pidato Gubernur The Fed Ben Bernanke tentang outlook kebijakan moneter Amerika Serikat.

The Fed menyatakan, perlambatan ekonomi AS di bawah ekspektasi. Artinya, ekonomi AS lebih lambat dibandingkan perkiraan. Apalagi, lanjutnya, The Fed juga merevisi negatif target pertumbuhan ekonomi AS untuk 2011 dari 3,1%-3,3% menjadi 2,7%-2,9%.

Akibatnya, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama. "Tapi, rupiah bergerak terbatas dengan level terkuat 8.595 dan terlemahnya 8.605 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (23/6).

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (23/6) ditutup melemah 8 poin (0,09%) ke level 8.595/8.605 per dolar AS dari posisi kemarin 8.587/8.592.

Pada saat yang sama, lanjut Firman, The Fed belum memberikan sinyal akan adanya stimulus lanjutan setelah Quantitative Easing (QE) tahap dua senilai US$600 miliar berakhir Juni 2011 ini. "Semalam, memang dolar AS sempat melemah setelah Fed mempertahankan suku bunga rendah," imbuhnya.

Tapi, lanjutnya, setelah Bernanke tidak memberikan indikasi stimulus lanjutan, market melakukan profit taking setelah dolar AS melemah. "Pada akhirnya dolar kembali mendarat di teritori positif," ucapnya.

Apalagi, dolar AS semakin kokoh setelah pemangkasan outlook pertumbuhan ekonomi AS yang cukup menjadi pukulan telak bagi bursa saham global. "Dolar AS semakin kokoh dan jadi tekanan bagi rupiah," tandasnya.

Di sisi lain, pasar kembali fokus pada krisis utang Yunani sebelum parlemen negeri Para Dewa itu akan kembali melakukan voting untuk menyetujui penghematan fiskal. "Bentuknya, pemangkasan anggaran, kenaikan pajak dan penjualan beberapa aset negara," ungkapnya.

Kondisi itu, lanjut Firman, diperburuk oleh salah satu surat kabar Jerman yang memberitakan, keinginan salah satu anggota parlemen Jerman untuk mengeluarkan Yunani dari zona Euro. "Kondisi itu memicu tekanan jual bagi euro," ucapnya.

Tapi, pelemahan rupiah hari ini terbatas. Sebab, komitmen The Fed untuk mempertahankan stimulus moneter seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi AS, membuat outlook dolar AS tetap melemah dalam jangka panjang. "Apalagi, parlemen AS belum setuju untuk menaikkan batas utang negera itu," imbuhnya.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). "Terhadap euro, dolar AS menguat ke level US$1,4262 dari sebelumnya US$1,4332 per euro," imbuh Firman.

Sementara itu, analis Infovesta Utama Praska Putrantyo penguatan tipis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) sebesar 1,82% (0,05%) ke level 3.823,65 dipicu oleh faktor pembelian investor asing di pasar domestinya. Lihat saja, asing berposisi beli bersih (net buy) sebesar Rp696,3 miliar.

Namun, penguatan indeks terbatas, karena terjadi profit taking investor lokal setelah pasar Asia merespon negatif pernyataan Gubernur Bank Sentral AS The Fed Ben Bernanke Kamis (23/6) dinihari tadi. The Fed belum memberikan sinyal adanya stimulus lanjutan setelah Quantitative Easing (QE) tahap dua senilai US$600 miliar berakhir Juni 2011 ini. “Karena itu, pasar masih bersikap wait and see atas situasi makro ekonomi AS,” imbuhnya.

Jika tidak ada stimulus lanjutan, menurutnya, kecenderungan dolar AS akan menguat dan harga komoditas akan kembali tertekan. Jadi, hari ini fokus pasar adalah The Fed. “Sentimen negatif dari AS bersamaan dengan momentum profit taking IHSG jelang akhir pekan di market domestik mengingat kenaikan indeks dua hari berturut-turut sebelumnya yang signifikan,” paparnya.

Praska melanjutkan, sentimen negatif dari Yunani dinilai pasar sudah selesai. Sebab, Perdana Menteri Yunani George Papandreou sudah mendapatkan mosi percaya dari parlemen. Sekarang, tinggal menunggu melakukan penghematan fiskal berupa pemangkasan anggaran, kenaikan pajak dan penjualan aset-aset negara. “Setelah itu, pasar tinggal menunggu realisasi bailout pada awal Juli 2011 senilai US$12 miliar euro,” ungkapnya. [mdr]

Bailout Yunani Angkat Bursa Asia

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia naik tipis dalam perdagangan yang berhati-hati pada Jumat (24/6) dipicu berita kesepakatan tentang langkah-langkah penghematan untuk Yunani yang mementahkan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global.

Mengutip Reuters, Yunani memenangkan persetujuan dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional untuk rencana penghematan baru selama lima tahun, yang meningkatkan sentimen di kawasan tersebut. CNBC Asia FTSE 100 Index, yang mengukur pasar di seluruh Asia, naik 0,3 persen. Saham Tokyo naik lebih tinggi di tengah berkembangnya optimisme untuk pendapatan perusahaan Jepang menyusul perkiraan positif terhadap Nissan Motor dan Suzuki Motor. Indeks acuan Nikkei naik 0,4 persen ke 9.639,18, sementara indeks Topix naik 0,3 persen menjadi 828,16.

Saham Seoul naik di sesi pagi, terangkat oleh keuntungan yang solid di bank termasuk Grup KB Financial, namun meningkat terbatas akibat ketidakpastian ekonomi yang melemah berlama-lama berikut data pekerja AS.

Harga minyak mentah suling turun setelah berita bahwa negara-negara industri telah sepakat untuk memompa minyak dari cadangan darurat untuk ketiga kalinya dalam sejarah. Menurunkan harga minyak mentah umumnya menterjemahkan ke dalam harga produk lebih rendah dan penjualan untuk kilang minyak Korea Selatan. Saham S-Oil, kilang minyak no.3 terbesar di negara ini turun 5,4 persen dan SK Innovation, kilang minyak utama negara ini juga turun 5,6 persen. Indeks Harga Saham Gabungan Korea naik 0,77 persen ke 2.071,75.

Saham Australia dibuka turun dengan S & P / ASX 200 Index naik 0,1%.

Bursa Jepang Menguat, Didukung Saham Eksportir

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang menguat pada awal perdagangan Jumat (24/6), dengan kesepakatan rencana penghematan Yunani dan pelemahan yen yang mendukung saham unggulan eksportir.

Indeks Nikkei Stock Average dibuka naik 0,3% ke level 9.628,33, dan indeks Topix naik 0,3% ke level 827.57.

Dengan dolar diperdagangakan di atas 80.50 yen semalam, saham yang fokus pada ekspor menguat. Sony Corp. naik 1,4%, Toshiba Corp. terangkat 1,3%, Toyota Motor Corp. naik 1,2%, dan JFE Holdings Inc. naik 0,7%.

Namun, turunnya harga minyak mentah menyusul rilisnya cadangan strategis AS membebani saham energi dan perusahaan perdagangan. Inpex Corp. jatuh 2,3%, Japan Petroleum Exploration Co. melemah 1,7%, dan Mitsui & Co. turun 0,7%. [ast]

Supraboga Lestari Rencana IPO Akhir Q4-2011

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Supraboga Lestari yang memegang merk Ranch Market 99 mengharapkan dapat melakukan penawaran umum saham perdana pada akhir kuartal keempat 2011.

Direktur Utama PT Kresna Securities Tbk (KREN) Michael Steven menuturkan, pihaknya telah mendapatkan mandat untuk menangani penawaran umum saham perdana PT Supraboga Lestari. Jumlah saham perseroan yang akan dilepas ke publik sekitar 20%-30%. "Untuk buku laporan keuangan yang akan dipakai untuk penawaran umum saham perdana masih melihat buku Juni 2011 dan kuartal ketiga 2011," tambah Michael, Kamis (23/6).

Menurut Michael, dana hasil penawaran umum saham perdana diperkirakan sebesar Rp200 miliar hingga Rp300 miliar. Selain itu, perseroan masih optimis dengan penawaran umum saham perdana pada semester kedua 2011. "Kita lihat pasar saham masih bagus," ujar Michael. [cms]

Ketidakpastian Ekonomi Goyang Wall Street

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Kamis (23/6) dipengaruhi sentimen Yunani di mana menyetujui kesepakatan rencana sederhana dan keras dalam lima tahun, tetapi ketidakpastian ekonomi mendorong indeks S&P 500 ke level terendah.

Volume perdagangan saham mendekati 30% pada jam perdagangan berakhir. Hal ini menandakan pasar saham turnaround dan langkah resolusi untuk masalah kredit Yunani membuat kecewa investor. "Kesepakatan pada rencana tersebut menandakan apa yang diinginkan pasar," ujar Co Founder of Bespoke Investment Group Paul Hickey, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Sumber Reuters mengatakan, Yunani memenangkan konsensi dari tim Uni Eropa dan IMF untuk rencana lima tahun keras setelah berkomitmen menambah kenaikan pajak dan biaya belanja dipotong.

Indeks Dow Jones turun 59,67 poin atau 0,49% ke level 12.050. Indeks S&P 500 turun 3,64 poin atau 0,28% ke level 1.283,50. Tetapi indeks Nasdaq naik 17,56 poin atau 0,66% ke level 2.686,75.

Setelah penutupan perdagangan saham, saham Micron Technology turun mendekati 13% karena pendapatan per kuartal perseroan turun di bawah harapan. Saham Oracle turun 3,3% di mana investor kecewa dengan perkiraan keuntungan.

Pada awal hari, pelaku pasar melakukan aksi jual di sesi reguler di mana harga minyak turun setelah pidato pimpinan The Fed Ben Bernanke mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi pada Rabu. Sikap skeptis kembali mempengaruhi detail kesepakatan Yunani yang dapat memenangkan voting di parlemen.

US crude oil futures ke level US$91,02 per barel atau turun US$4,39 atau 4,6% setelah International Energy Agency menyatakan akan merilis 60 juta barel minyak. Unemployment benefit naik lebih dari yang diharapkan minggu lalu jadi ada sedikit peningkatan pada pasar tenaga kerja sedangkan data penjualan rumah turun pada Mei.

Volume perdagangan saham sekitar 8,31 miliar saham di bursa saham New York, NYSE Amex dan Nasdaq di atas rata-rata harian sekitar 7,57 miliar saham tahun ini. [cms]

Saatnya Trading Saham Lapis Dua

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham Indonesia Jumat (24/6) masih akan fluktuasi. Investor sebaiknya fokus trading jangka pendek pada saham lapis dua yang lebih menarik.

Purwoko Sartono dari Panin Sekuritas mengatakan, tren IHSG masih konsolidasi di level 3.706-3.850. Meski tembus 3.800, namun belum konfirmasi pembalikan arah, karena tertembusnya level 3.800 ini belum ditandai dengan penembusan high level saham unggulan,

”Fluktuasi masih akan terus terjadi pada IHSG karena upside ke level 4000, target IHSG akhir tahun, sudah agak jauh,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, kenaikan IHSG kemarin hanya sementara, karena dana asing sudah masuk dalam dua hari terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh situasi di Yunani, serta AS yang menunggu dataunemployment rate. Sedangkan di dalam negeri sendiri belum ada sentimen positif yang kuat, “Pasar masih menunggu laporan keuangan kuartal dua, yang ekspektasinya masih bagus,” katanya.

Di tengah situasi ini, ia merekomendasikan investor untuk trading jangka pendek di saham sektor konsumer.Pilihannya adalah Gudang Garam (GGRM), Charoen Pokphand (CPIN), Japfa Comfeed Indonesia (JPFA), Indofood Sukses Makmur (INDF), dan Sampoerna Agro (SGRO).

Sedangkan saham komoditas yang juga menjadi pilihan adalah United Tractor (UNTR), Borneo Energy (BORN) dan Bayan Energy (BYAN). Purwoko menilai, emiten-emiten ini lebih sensitif terhadap volatilitas harga komoditas, terutama lapis dua tambang yang pegang banyak ritel, aktif diperdagangkan. “Trend harga minyak yang di bawah level US$100 masih konsolidasi dengan range lebar, sehingga untuk bigcaps tidak menarik,” tutupnya.

Pada Kamis (23/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,82 poin (0,05%) ke level 3.823,65. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi 7,648 miliar lembar saham, senilai Rp3,942 triliun dan frekuensi 105.728 kali.

Sebanyak 109 saham naik, 109 saham turun, dan 112 saham stagnan. Masuknya dana asing mendukung penguatan bursa, dimana nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) mencapai angka Rp696 miliar. Rinciannya adalah nilai transaksi beli sebesar Rp1,432 triliun dan nilai transaksi jual sebesar Rp736 miliar. [mdr]

Tunggu Yunani Hemat Fiskal, Rupiah Koreksi Tipis

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (24/6) diprediksi melemah tipis. Pasar menantikan penghematan fiskal Yunani setelah disetujui parlemen dalam voting 28 Juni 2011.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi pelemahan tipis rupiah akhir pekan ini salah satunya pasar mencermati Europe Union (EU) Economic Summit, di mana para petinggi Uni Eropa akan bertemu yang tentu saja akan membahas bailout Yunani. Hanya saja, pasar kesulitan untuk mengharapkan adanya konsensus penanganan krisis utang Yunani.

Hal itu akan terjadi, selama parlemen Yunani belum memberikan persetujuan terhadap pelaksanaan program penghematan fiskal yakni pemangkasan anggaran, kenaikan pajak dan penjualan aset-aset negara. Voting atas hal itu, baru akan dilakukan pada 28 Juni 2011. "Karena itu, rupiah akan bergerak dalam kisaran 8.585-8.605. Tapi secara umum, akan konsolidasi dalam kisaran 8.600-an per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Dia menegaskan, rupiah akan mengalami pelemahan tipis saja. Rupiah akan berkutat dalam kisaran 8.600. Pasar melihat, lanjut Firman, Parlemen Yunani akan menyetujui penghematan fiskal itu. "Sebab, parlemen sudah memberikan mosi kepercayaan kepada Perdana Menteri Yunani George Papandreou untuk memimpin Yunani dalam masa-masa sulit ini," ungkapnya.

Tapi, dikatakan Firman, bailout untuk Yunani mungkin tidak bisa diberikan sehari setelah tanggal 28 juni itu. "Mungkin bailout senilai 12 miliar euro itu baru akan diberikan sepekan setelahnya," imbuh Firman.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (23/6) ditutup melemah 8 poin (0,09%) ke level 8.595/8.605 per dolar AS.

Limit Utang AS Bisa Picu Wall Street 'Berdarah'

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Jika parlemen AS tak kunjung setuju atas kenaikan limit utang AS hingga 2 Agustus 2011, Wall Street bakal ‘berdarah-darah’. Sebab, AS sudah mengalami technical default (gagal bayar teknikal).

Pengamat ekonomi David Sumual yakin Amerika Serikat akan memasuki stimulus lanjutan seperti Quantitative Easing (QE) tahap ketiga jika Wall Street terutama Dow Jones kembali rontok ke bawah 10.000 dari level 12.000-an saat ini. Namun menurutnya, Bank Sentral AS The Fed akan memilih nama lain di luar QE akibat buruknya citra kebijakan itu pada tahap pertama dan kedua.

Sebaliknya, lanjut David, jika bursa saham tidak memberikan sinyal negatif, AS akan tetap mempertahankan suku bunga rendah 0-0,25% dan moneter longgar (easy monetary policy). “Sebab, sejauh ini, indikator ekonomi AS belum mengalami perbaikan terutama sektor perumahan, tenaga kerja dan AS juga bermasalah dari sisi utang,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (23/6).

Gubernur Bank Sentral AS The Fed Ben Bernanke Kamis (23/6) dinihari, menyatakan, perlambatan ekonomi AS di bawah ekspektasi, lebih lambat dibandingkan perkiraan. The Fed juga merevisi negatif target pertumbuhan ekonomi AS untuk 2011 dari 3,1%-3,3% menjadi 2,7%-2,9%. Pada saat yang sama, The Fed belum memberikan sinyal akan adanya stimulus lanjutan setelah QE tahap dua senilai US$600 miliar berakhir Juni 2011 ini.

David kembali mengatakan, defisit anggaran AS membengkak 15,7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dalam enam bulan pertama tahun fiskal 2011. Menurutnya, pada 2 Agustus 2011, merupakan deadline untuk meningkatkan batas atas utang AS dari level US$14,3 triliun ke level US$16,5 triliun atau naik US$2,2 triliun. Tujuannya untuk menutupi defisitnya itu.

Angka limit utang AS juga terus naik dari sebelumnya US$10 triliunan seiring defisit fiskal yang terus tinggi. Setelah 2 Agustus, banyak utang AS yang jatuh tempo. Belum lagi, biaya-biaya rutin untuk membayar pegawai agar sistem pemerintahannya berjalan. “Negosiasi pemerintah AS dengan parlemen, deadline-nya awal Agustus itu,” ungkap David.

Karena itu, risikonya sangat besar, jika parlemen tidak menyetujui kenaikan limit tersebut. Akibatnya, AS akan menggunakan budget anggaran yang lama. Otomatis, ini juga berarti secara teknikal, AS mengalami default (technical default). “AS tidak bisa membayar kewajiban obligasinya yang sudah jatuh tempo,” paparnya.

Dia menegaskan, default secara teknikal karena uangnya sebenarnya ada. Hanya saja, yang bahaya adalah sentimen kepercayaan di pasar modal yang otomatis goyang. Sebab, itu juga akan diikuti oleh downgrade rating utang AS oleh berbagai lembaga pemeringkat.

Apalagi, ditegaskan David, outlook ekonomi AS sudah diturunkan ke level negatif oleh Standard and Poor’s Rating Service sehingga prospek ke depannya bisa di-downgrade. “Jika mengalami technical default, AS akan meminjam dana yang ongkosnya akan lebih mahal karena naiknya risiko akibat downgrade itu,” tandas David.

Karena itu suku bunga obligasi pemerintah AS pun akan naik dan kepercayaan di pasar akan jatuh. Kejadian semacam ini sebenarnya bisa saja temporer seperti di 2008 ketika Wall Street jatuh akibat parlemen tidak menyetujui bailout. “Setelah negosiasi, akhirya disetujui sehingga market pulih, walaupun sempat berdarah-darah,” paparnya.

Kejadian serupa, imbuh David, akan terjadi jika parlemen AS tidak menyetuju kenaikan limit utang tersebut. Lalu, pemerintah AS akan menegosiasi kepada parlemen untuk melakukan penghematan fiskal yang size-nya akan mirip dengan limit utang yang baru.

Penyebab utama bengkaknya budget defisit AS, menurut David adalah perang Irak dan Afganistan. Di sisi lain, jaminan sosial yang jatuh tempo sangat besar. Sebab, penduduk AS yang booming tahun 70-an sudah mulai tua. “Karena itu, beban utang AS menjadi besar,” paparnya.

Karena itu, The Fed mempertahankan kebijakan moneter longgar dan masih membeli utang pemerintah AS dalam QE 2 senilai US$600 miliar. Rasio utang AS sendiri saat ini sebesar US$14,3 triliun atau 98,62% terhadap PDB sebesar US$14,5 triliun. Artinya, ekonomi AS hanya cukup untuk bayar utang.

Memang dibandingkan rasio utang Jepang yang 200%, rasio utang AS jauh lebih kecil. Tapi, utang Jepang berasal dari lembaga-lembaga dalam negeri seperti dana pensiun dan asuransi. Sementara utang AS mayoritas berasal dari luar negeri sperti China dan Jepang. Hanya setelah krisis 2008, utang AS beralih ke The Fed berupa QE.

Di atas semua itu, David menyimpulkan, secara global ekonomi dunia bermasalah. Eropa bermasalah dengan krisis utang di Yunani, Jepang dengan tsunami dan AS bermasalah dengan rasio utangnya. “Jadi, ini semacam ugly contest, berlomba dalam keburukan,” imbuh David. [mdr]

Inilah Rekomendasi Saham Jumat (24/6)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Keberhasilan IHSG bertahan di atas resistance lama Fibonacci 61,8% (3.815) walaupun terimbas koerksi regional menandakan akan terjadi full retracement rally ke all time high lama di 3.880.

Grup Bakrie dan beberapa saham lapis dua dengan fundamental yang cukup prospektif belum naik signifikan. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,05% ke level 3.823,86. Senior Riset HD Capital Yuganur Wijanarko memprediksi level support IHSG Jumat (24/6) akan berada di kisaran 3.770-3.730, dan resistance 3.880-3.950.

Yuga pun merekomendasikan buy terhadap saham Telekomunikasi (TLKM) dengan target Rp.7.450 (Close 23/06 Rp7.200). Saham blue chip dengan kapitalisasi paling besar yang diperdagangkan dengan valuasi termurah adalah TLKM: PER 2011 (9,49x), PBV (2,4x) sehingga pelaku pasar mulai ikut dalam proses perbaikan tren menuju price gap atas di Rp7.350-7.400 yang belum ditutup. Entry (1) Rp7.150, Entry (2) Rp7.000, Cut loss point: Rp6.850.

Selain itu rekomendasi buy juga diberikan untuk saham Energi Mega Persada (ENRG) dengan target Rp235 (Close 22/06: Rp210). Earnings recovery story dan gambaran technical menarik (pattern higher low, daily stochastic cross up buy diatas 50-line) memberikan bayak upside untuk saham lapis dua ini yang kelihatannya akan mencoba break high diatas Rp215. Entry (1) Rp200, Entry (2) Rp190, Cut-loss point: Rp187.

Dia juga merekomendasikan beli untuk saham Bumi Resources (BUMI) dengan target Rp3.375 (Close 23/06 Rp3.250). Akumulasi oleh pelaku pasar yang didorong oleh proyeksi laba 2011-2012 yang optimis didukung oleh harga ASP dan volume produksi batubara sesuai ekspektasi menggagalkan usaha untuk menutup price gap bawah di 3.125 dan sekarang arah berubah untuk retrace atas ke 50-days moving average di 3.375. Entry: (1) Rp3.175, Entry (2) Rp3.100, Cut loss point: Rp2.975.

Saham berikutnya yang direkomendasikan buy oleh Yuga adalah Gajah Tunggal (GJTL) dengan target Rp3.250 (Close 23/06 Rp2.975). Secara teknikal terjadi crossover buy oleh moving average 5 dan 10 harian, daily stochastic lima harian bergerak nukik ke 50-line, yang kurang cuma tinggal penutupan diatas high kemarin (Rp3.050), bila itu terjadi maka tren jangka pendek berubah naik untuk target berikutnya di Rp3.250. Entry: (1) Rp2.950, Entry (2) Rp2.850, Cut loss point: Rp2.725.