Senin, 22 Agustus 2011

Spekulasi kebijakan baru the Fed membuat mata uang Asia perkasa atas dollar

Spekulasi kebijakan baru the Fed membuat mata uang Asia perkasa atas dollar
SINGAPURA. Mata uang Asia ramai-ramai perkasa atas dollar pagi ini. Kali ini, penguatan dipimpin oleh won milik Korea Selatan. Beredar spekulasi, the Federal Reserve akan segera menelurkan kebijakan baru pada pekan ini untuk mendongkrak kembali pertumbuhan ekonomi AS. Hal itu membuat outlook ekspor Asia menjadi positif.

Asal tahu saja, the Fed akan menggelar simposium rutinan di Jackson Hole, Wyoming pada 26 Agustus mendatang. Pada awal bulan ini, dikabarkan the Federal Open Market Committee tengah bersiap-siap untuk mengeluarkan kebijakan baru atau yang lebih dikenal dengan istilah quantitative easing.

"Pasar saat ini tengah menunggu langkah the Fed untuk memperbaiki kondisi perekonomian AS sehingga bisa mendongkrak kembali tingkat kepercayaan investor. Perlambatan ekonomi di sejumlah negara maju mulai berdampak ke Asia," jelas Calbert Loh, head of treasury Bangkok Bhd di Kuala Lumpur.

Catatan saja, pada pukul 12.14 waktu Seoul, won menguat 0,4% menjadi 1.083,30 per dollar. Sementara itu, ringgit Malaysia menguat 0,3% menjadi 2,9745, dollar Singapura menguat 0,2% menjadi S$ 1,2095, dan dollar Taiwan menguat 0,2% menjadi NT$ 29,013. Sementara, rupiah menguat 0,1% menjadi 8.553 per dollar.

Berencana bangun pabrik di Papua, saham SMGR bergerak liar

Berencana bangun pabrik di Papua, saham SMGR bergerak liar
JAKARTA. Saham PT Semen Gresik (SMGR) bergerak fluktuatif pagi ini. Saham produsen semen ini sempat berada di level tertingginya di Rp 8.900 atau naik 1,1% dan level terendahnya di Rp 8.750 atau turun 0,56%. Pada pukul 10.56, saham SMGR tercatat kembali ke level pembukaan awal di Rp 8.800.

Perburuan saham SMGR pagi ini sepertinya terkait dengan aksi korporasi perusahaan. Manajemen SMGR mengungkapkan, pihaknya akan menginvestasikan dana senilai US$ 150 juta untuk membangun pabrik semen di Papua untuk memperkuat suplai semen di kawasan Indonesia Timur. Kapasitas produksi pabrik tersebut diprediksi mencapai 600.000 ton per tahun.

Tingkat produksi diramal turun, saham INCO terjungkal hingga 4% lebih

Tingkat produksi diramal turun, saham INCO terjungkal hingga 4% lebih
JAKARTA. Saham PT International Nickel (INCO) tersungkur dalam pagi ini. Pada pukul 10.46, saham INCO tercatat jeblok hingga 4,05% menjadi Rp 3.550.

Aksi jual yang melanda saham produsen nikel ini terjadi setelah Vice President Director INCO Bernadus Irmanto mengatakan, tingkat produksi nikel INCO tahun ini akan mengalami penurunan menjadi 71.000 ton dari 73.000 ton tahun lalu.

Penyebabnya, INCO berencana membangun kembali tungku pembakaran pada Oktober untuk meningkatkan kapasitas produksi. Selain itu, gempa yang terjadi pada Febuari lalu juga turut mempengaruhi tingkat produksi INCO.

Berencana terbitkan obligasi, saham BNBR tergelincir hingga 3%

Berencana terbitkan obligasi, saham BNBR tergelincir hingga 3%
JAKARTA. Saham PT Bakrie and Brothers (BNBR) pagi ini terkoreksi. Pada pukul 10.40, saham BNBR tercatat turun 1,54% menjadi Rp 64. Sebelumnya, saham BNBR juga sempat terjungkal hingga 3% menjadi Rp 63.

Aksi jual yang melanda saham perusahaan investasi ini disinyalir berkaitan dengan aksi korporasi perusahaan. Sekadar informasi, BNBR berencana menerbitkan obligasi di kuartal IV tahun ini senilai Rp 1 triliun atau setara dengan US$ 117 juta. Dana hasil penerbitan obligasi ini nantinya akan digunakan untuk membayar utang.

Kembali reli, harga emas bertengger di level tertinggi sepanjang sejarah

Kembali reli, harga emas bertengger di level tertinggi sepanjang sejarah
SINGAPURA. Kontrak harga emas kembali reli pada transaksi pagi ini dan berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Dengan demikian, kenaikan harga emas sudah berlangsung selama enam hari berturut-turut. Perlambatan ekonomi global serta krisis utang Eropa masih menjadi faktor utama mengapa permintaan emas melejit tinggi.

Kontrak harga emas untuk pengantaran cepat naik 1,5% menjadi US$ 1.879,05 per troy ounce. Pada pukul 11.09, kontrak yang sama berada di posisi US$ 1.869,95. Sepanjang Agustus ini, harga si logam mulia sudah menanjak 16%. Ini merupakan bulan performa terbaik bagi harga emas sejak September 1999.

Sementara itu, kontrak harga emas untuk pengantaran Desember naik 1,6% ke rekor tertinggi di posisi US$ 1.881,90 per troy ounce. Harga emas dalam satuan poundsterling juga menorehkan rekor baru.

"Harga emas tersokong oleh munculnya resiko di pasar, sehingga investor tak akan mengambil posisi jangka pendek dalam situasi tak menentu seperti ini," jelas Jeremy Friesen, commodity strategist Societe Generale SA.

Belum pisahkan kontrak KPD, kegiatan usaha dua manajer investasi dibatasi

JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) melakukan pembatasan kegiatan usaha kepada dua manajer investasi (MI). Hal itu dilakukan karena kedua MI itu melanggar ketentuan Bapepam-LK terkait pengelolaan kontrak pengelolaan dana (KPD).

"Mereka belum memisahkan kontrak-kontrak KPD-nya jadi masih secara pooled (disatukan), nilainya saya lupa," ujar Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK Djoko Hendratto, Jumat (19/8).

Sayang, Djoko enggan menyebutkan identitas kedua MI tersebut. Saat ini, menurutnya, kedua MI itu tengah dalam proses memutuskan, lalu
kemudian memperbarui kontrak sesuai dengan aturan Bapepam-LK.

Seperti yang diatur dalam Peraturan Bapepam-LK nomor V.G.6 mengenai Pedoman Pengelolaan Portofolio Efek Untuk Kepentingan Nasabah Secara
Individual disebutkan dana dan/atau efek nasabah wajib disimpan atas nama masing-masing nasabah pada Bank Kustodian atau Kustodian dari
perusahaan efek yang ditetapkan dengan Peraturan Bapepam-LK.

Selain masalah pooled fund KPD, ada MI dan Bank Kustodian yang dinilai belum memenuhi ketentuan. Ada tiga MI yang belum menyimpan aset nasabahnya di Bank Kustodian. Ada juga tiga MI yang belum menerapkan prinsip mengenal nasabah, dan tiga MI yang Bank Kustodiannya belum melakukan pelaporan secara berkala kepada investor.

Berdasarkan data Bapepam-LK, per April 2011 total dana kelolaan KPD sebesar Rp 54,36 triliun.

Sebelumnya, Djoko bilang, Bapepam-LK tengah melakukan pemeriksaaan terhadap 1.000 kontrak KPD senilai Rp 54 triliun. Pihaknya juga melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap 80 MI, 21 agen penjual reksadana (aperd), 17 bank kustodian, 1.938 wakil manajer investasi (WMI), dan 12.105 wakil agen penjual reksadana (Waperd).

Optimisme asing kembali masuk, rupiah akhirnya menguat pagi ini

Optimisme asing kembali masuk, rupiah akhirnya menguat pagi ini
JAKARTA. Pagi ini, rupiah mengakhiri pelemahannya yang terjadi selama dua hari sebelumnya. Mata uang Garuda ini menguat karena optimisme asing akan menambah kepemilikannya di aset lokal untuk mengejar keuntungan dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar terapresiasi 0,2% ke level Rp 8.548 per dollar AS pada pukul 8.30 di Jakarta. Dan, hingga perdagangan pukul 10.16 WIB, rupiah juga masih cenderung menguat di Rp 8.554 per dollar AS.

Pada 16 Agustus lalu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di hadapan DPR menyebutkan produk domestik bruto Indonesia akan naik 6,5% tahun ini. Ini yang tertinggi sejak 1998 silam.

Head of treasury PT Bank Resona Perdania Lindawati Susanto menyebut, sentimen positif prospek ekonomi Indonesia ke depan mendukung mata uang. "Angka pertumbuhan ekonomi juga mendongkrak masuknya dana asing," ujarnya, hari ini, di Jakarta.

Pada tahun ini, rupiah tercatat sudah menguat 5% karena dana asing yang masuk ke pasar saham mencapai US$ 1,9 miliar hingga 19 Agustus kemarin. Sementara, dalam tahun ini, kepemilikan asing di surat utang pemerintah nak 24% menjadi Rp 242 triliun per 16 Agustus 2011.

Data Inter-Dealer Market Association menunjukkan, imbal hasil obligasi pemerintah yang jatuh tempo Juli 2021 bergerak tipis ke 6,94% pada pekan kemarin.

Harga rights issue terlampau murah, saham BDMN sempat tersungkur 5%

Harga rights issue terlampau murah, saham BDMN sempat tersungkur 5%
JAKARTA. Saham PT Bank Danamon (BDMN) memimpin penurunan di sektor perbankan. Pada pukul 10.08, saham BDMN anjlok 2,88% menjadi Rp 5.050. Sebelumnya, saham BDMN sempat terjungkal 5,3% menjadi Rp 4.924.

Anjloknya saham BDMN ini terjadi setelah perusahaan berencana menerbitkan saham baru seharga Rp 4.300 per saham. Harga itu berada di level rendah dari target kisaran harga yang ditetapkan, yakni Rp 4.100 hingga Rp 4.800. Tidak hanya itu, harga saham rights issue itu juga 17% lebih rendah dari harga penutupan kemarin.

Penjualan melorot, saham UNTR tersungkur ke level terendah dalam 2 bulan

Penjualan melorot, saham UNTR tersungkur ke level terendah dalam 2 bulan
JAKARTA. Saham PT United Tractors (UNTR) merosot ditransaksi pagi ini. Penurunannya merupakan yang terbesar dalam dua bulan terakhir. Pada pukul 10.00, saham UNTR tercatat anjlok 1,06% ke posisi Rp 23.250. Sebelumnya, saham UNTR sempat tergerus 2,12% menjadi Rp 23.000. Ini merupakan level terendah dalam dua bulan terakhir.

Aksi jual yang melanda saham UNTR terjadi setelah perusahaan alat berat ini membukukan penurunan penjualan pada Juli menjadi 728 unit dari bulan sebelumnya yang mencapai 742 unit.

Morgan Stanley Pangkas Target Saham Asia Tenggara

INILAH.COM, Jakarta - Saham Asia Tenggara berada di antara pemain terbaik di Asia tahun lalu, dengan pasar di Indonesia dan Thailand meningkat sekitar 40 persen.

Mengutip CNBC, Morgan Stanley telah memperkirakan laba 13 persen, 3 persen dan 22 persen untuk masing-masing MSCI Indonesia, Thailand dan Singapura.

Tapi dalam sebuah laporan terbarunya, Morgan Stanley mengatakan saham di Indonesia dan Thailand cenderung meningkat hanya 1 dan 2 persen dari tingkat saat ini, sementara saham di Singapura benar-benar bisa turun 5 persen. Alasannya, bank telah memangkas perkiraan pertumbuhan PDB untuk ketiga negara ekonomi dan pendapatan per saham. Bank, bagaimanapun, tidak memprediksi aksi jual besar atau krisis untuk wilayah pasar saham karena menunjukkan wilayah ini sekarang kurang bergantung pada ekspor ke Eropa dan AS.

Menurut laporan itu, AS dan Uni Eropa menyumbang 20,1 persen, 22 persen dan 16,6 persen dari total ekspor ke Indonesia, Thailand dan Singapura, masing-masing pada kuartal pertama tahun ini, dibandingkan dengan 28 persen, 37 persen dan 31,9 persen pada tahun 2000. Di daerah ini, menunjukkan bank di Singapura tetap yang paling terpengaruh oleh penurunan di Barat. "Permintaan domestik di Singapura terkait erat dengan permintaan eksternal, maka, permintaan domestik telah cukup stabil," analis bank menulis. Di sisi lain, permintaan domestik Indonesia mungkin yang paling hebat, menurut laporan tersebut.

Minim Sentimen Domestik, IHSG Dibuka Naik Tipis

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Senin (22/8) IHSG dibuka menguat hanya 0,12% ke level 3.847,49.

Penguatan IHSG pagi ini lebih dipicu spekulasi bahwa The Fed akan mengucurkan quantitative easing ketiga (QE3) pekan ini yang sekaligus menjadi menjadi sentimen positif bagi bursa regional.

Sementara, IHSG pekan ini diperkirakan akan bergerak relatif fluktuatif dengan rentang yang cukup lebar antara 3.775 – 3.950 seiring minimnya sentimen domestik baru.

Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Senin (22/8), menjelang akhir pekan, perdagangan diperkirakan akan mulai sepi seiring investor mengantisipasi libur panjang Idul Fitri selama sepekan. Indeks diperkirakan akan menguat dengan resistance di 3.872.

IHSG selama pekan kemarin kembali melemah akibat koreksi signifikan yang terjadi di akhir pekan memfaktorkan downgrade yang dilakukan oleh Morgan Stanley terhadap bursa-bursa Asia termasuk Indonesia. Bursa AS dan Eropa juga masih terkoreksi di akhir pekan lalu seiring penolakan Jerman terhadap rencana penerbitan Eurobond. Valuasi indeks S&P500 yang terendah dalam 2,5 tahun terakhir tidak berhasil menarik optimisme investor untuk kembali masuk ke pasar saham. Harga komoditas dunia menguat tipis di akhir pekan kemarin seiring koreksi pada nilai tukar dolar AS. Harga minyak sempat menyentuh US$83/barel sementara harga Nikel minus 0,5% dan Timah +0,2%.

Bursa Asia pagi ini dibuka mixed dengan kecenderungan terkoreksi tipis seiring koreksi yang terjadi di bursa AS akhir pekan lalu.

Sebanyak 68 saham mengalami penguatan, 34 saham turun, dan 66 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 0,17% ke level 680,37, sedang JII naik 0,53% ke level 532,44. Volume perdagangan pagi ini mencapai 95,62 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp156,64 miliar. Namun, asing terlihat lebih banyak melakukan penjualan saham pagi ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp66,44 miliar.

Saham-saham yang menguat tajam pagi ini adalah ASII yang naik 1,05%, UNTR naik 0,85%, PTBA naik 1,06%, UNVR naik 1,2%, GGRM naik 0,37%, dan INTP naik 1,02%.

Tak kuat menahan tekanan, indeks ikut ambruk

Tak kuat menahan tekanan, indeks ikut ambruk
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini tak kuat menahan tekanan. Terbukti, meski sempat dibuka positif, indeks langsung terjerembab di zona merah. Pada pukul 09.45, indeks tercatat turun 1,17% menjadi 3.797,78.

Mayoritas sektor mengalami penurunan pagi ini. Sektor keuangan mencatat penurunan terbesar sebanyak 2,13%. Baru kemudian disusul oleh sektor infrastruktur dan consumer goods dengan penurunan masing-masing sebesar 1,43% dan 0,88%.

Saham-saham yang mencatatkan penurunan terbesar pagi ini adalah: PT First Media (KBLV) turun 9% menjadi Rp 820, PT Sumalindo Lestari Jaya (SULI) turun 6% menjadi Rp 125, dan PT Berlina (BRNA) turun 6% menjadi Rp 1.760.

Sementara, di posisi top gainers terdapat saham: PT Garda Tujuh Buana (GTBO) naik 13% menjadi Rp 215, PT Mulia Industrindo (MLIA) naik 9% menjadi Rp 530, dan PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) naik 5% menjadi Rp 2.100.

Ekspansi US$1,5 Miliar, Buy INCO

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT International Nickel Tbk (INCO) telah menyiapkan dana sebesar US$1,5 miliar untuk ekspansi 5 tahun ke depan.

Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan nikel dari 72.500 ton menjadi 120 ribu ton per tahun pada 2016. Menurut Manajemen, INCO memiliki 2 proyek yang dapat meningkatkan kapasitas produksi yaitu membangun ulang (rebuilt) dan menambah jumlah tanur (furnace) di pabrik. Kemudian, perseroan memulai menggarap Blok Bahodopi di Sulawesi Tengah.

Sesuai rencana, INCO akan rebuild satu tanur di pabrik Sorowako pada Oktober mendatang dan akan memakan waktu 21 minggu sehingga volume produksi perseroan pada tahun ini akan menurun terutama pada kuartal 4-2011. Sementara di Blok Bahodopi, INCO akan membangun jalan sepanjang 80 Km dari Sorowako ke Bahodopi, dan juga akan membangun screening station, pabrik pengering (dryer), dan refinery. Perseroan juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan dua perusahaan, Baosteel Resources Co Ltd dan PT Pan China International, untuk membangun smelter nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. "Kami merekomendasikan buy untuk INCO," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Senin (22/8).

Meski mayoritas Asia menguat, IHSG masih tergelincir di zona merah

Meski mayoritas Asia menguat, IHSG masih tergelincir di zona merah
JAKARTA. Meski mayoritas bursa saham Asia menguat pada perdagangan awal pekan ini, namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibuka melemah. IHSG tertahan di zona merah setelah tergelincir 1,09% ke level 3.800,934 pukul 9.38 WIB.

Investor terlihat masih enggan mengoleksi saham-saham, yang terlihat dari memerahnya seluruh sektor yang diperdagangkan di bursa. Koreksi terbesar terjadi pada sektor keuangan yang jatuh 1,95% hingga pukul 9.38 WIB. Tercatat 99 saham bergerak turun, berbanding 39 saham yang melemah. Sedangkan 59 saham lainnya masih stagnan.

Adapun, beberapa saham yang tergelincir ke deretan top losers, diantaranya Cowell Development Tbk (COWL) yang jatuh 9,43% ke Rp 240. Lalu, saham Berlina Tbk (BRNA) yang melemah 9,09% ke Rp 1.760, juga Ciputra development Tbk (CTRA) yang turun 5,66% ke Rp 500.

Sementara, penghuni top gainers pagi ini, yaitu saham Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) yang reli 15,79% ke Rp 220. Diikuti, Surabaya Agung Industri P.Tbk (SAIP) yang melaju 6,25% ke Rp 510, dan Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang naik 5% ke Rp 2.100.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo memperkirakan, hari ini, IHSG akan bergerak bervariasi pada kisaran lebar, yaitu 3.700 - 3.950. Menurutnya, posisi indeks Hang Seng yang dibuka naik pagi ini, mungkin bisa berimbas pada pergerakan IHSG.

"Namun, investor sebaiknya berhati-hati, karena indeks Dow Jones Industrial (DJI) saat ini sedang berpotensi untuk membuat new low di 10.400 - 10.500," kata Satrio.

Raih Akses Pendanaan, 'Speculative Buy' BNBR

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bekerja sama dengan konsorsium asal Jepang guna memperoleh akses pendanaan dari Jepang yang akan digunakan untuk mendanai investasi proyek PLTU Tanjung Jati A, senilai US$2 miliar.

Tenor pinjaman diperkirakan 15 tahun dengan bunga yang rendah. Sebelumnya BNBR telah memperoleh komitmen untuk menjalin mitra strategis dengan Samsung PT Corporation, guna mengerjakan proyek tersebut yang berlokasi di Jawa Barat dengan kapasitas 2x600 megawatt.

Pada proyek tersebut BNBR menargetkan kepemilikan 51%. BNBR juga dikabarkan berniat untuk membangun pabrik peledak amonium nitrat di Kalimantan senilai US$300 juta yang diharapkan mulai dibangun pada awal 2012 dengan waktu pengerjaan 18-20 bulan. "Melihat kondisi tersebut, kami pun merekomendasikan speculative buy untuk saham BNBR ini," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Senin (22/8).

IHSG Pekan Ini Masih Bergerak Fluktuatif

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pekan ini akan bergerak relatif fluktuatif dengan rentang yang cukup lebar antara 3.775 – 3.950 seiring minimnya sentimen domestik baru.

Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Senin (22/8), menjelang akhir pekan, perdagangan diperkirakan akan mulai sepi seiring investor mengantisipasi libur panjang Idul Fitri selama sepekan. Indeks diperkirakan akan menguat dengan resistance di 3.872.

IHSG selama pekan kemarin kembali melemah akibat koreksi signifikan yang terjadi di akhir pekan memfaktorkan downgrade yang dilakukan oleh Morgan Stanley terhadap bursa-bursa Asia termasuk Indonesia. Bursa AS dan Eropa juga masih terkoreksi di akhir pekan lalu seiring penolakan Jerman terhadap rencana penerbitan Eurobond. Valuasi indeks S&P500 yang terendah dalam 2,5 tahun terakhir tidak berhasil menarik optimisme investor untuk kembali masuk ke pasar saham. Harga komoditas dunia menguat tipis di akhir pekan kemarin seiring koreksi pada nilai tukar dolar AS. Harga minyak sempat menyentuh US$83/barel sementara harga Nikel minus 0,5% dan Timah +0,2%.

Bursa Asia pagi ini dibuka mixed dengan kecenderungan terkoreksi tipis seiring koreksi yang terjadi di bursa AS akhir pekan lalu. Namun demikian spekulasi bahwa The Fed akan mengucurkan QE3 pekan ini menjadi sentimen positif bagi bursa regional.

eTrading: Indeks masih berpotensi terkoreksi pekan ini

eTrading: Indeks masih berpotensi terkoreksi pekan ini
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan pekan lalu (15-19 Agustus 2011) tercatat melemah sebesar 48,05 poin (1,23%) ke level 3.842,75. Sementara, Indeks LQ 45 sepanjang perdagangan pekan lalu ditutup melemah sebesar 10,48 poin (1,52%) ke level 679,19.

Satu-satunya sektor yang tercatat mengalami penguatan sepanjang perdagangan pekan lalu adalah sektor industri dasar yang tercatat ditutup menguat sebesar 1,2 poin (0,31%) ke level 386,09. Sementara sektor yang mengalami pelemahan terbesar pada pekan lalu adalah sektor macam-macam industri yang ditutup melemah sebesar 29,79 poin (2,41%) ke level 1.204,4.

Investor asing pada perdagangan minggu lalu tercatat membukukkan akumulasi penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 2,02 triliun terdiri dari akumulasi pembelian sebesar Rp 7,47 triliun dan akumulasi penjualan sebesar Rp 9,49 triliun.

Pada perdagangan minggu lalu, IHSG kembali dibayangi sentimen negatif di akhir minggu perdagangan (19/8) yang menyebabkan IHSG terkoreksi hingga 4,43%, hal ini dipicu oleh mulai mulai munculnya kekhawatiran resesi ekonomi di kawasan Eropa dan AS. Kekhawatiran investor juga semakin memuncak akibat Morgan Stanley menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2011 dari sebelumnya 4,2% menjadi 3,9%

"Pada perdagangan minggu ini, kami memperkirakan IHSG masih berpotensi terkoreksi untuk menembus Fibonacci Retracement 38,2% untuk kemudian menguji garis Fibonacci Retracement selanjutnya di 23,6% di level 3.733 yang juga merupakan level support bagi IHSG. Kami memperkirakan pergerakan IHSG pada minggu ini berada pada range 3.733-3.926," papar Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi.

Rights Issue, Danamon Tawarkan Rp4.300 per Saham

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Danamon Tbk menawarkan saham hasil rights issue di harga Rp4.300 per saham.

Dalam prospektus perseroan Senin (22/8) disampaikan Danamon akan melakukan penawaran umum terbatas V dalam rangka HMETD sebanyak 1,26 miliar saham dengan harga nominal saham Rp500. Jumlah dana yang akan diterima perseroan lewat rights issue ini mencapai Rp4,99 triliun.

Saham yang ditawarkan dalam rangka penawaran umum terbatas V dengan menerbitkan HMETD ini seluruhnya merupakan saham seri B yang akan dikeluarkan dari portepel perseroan.

Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd telah menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan seluruh hak yang dimilikinya. Jika masih terdapat sisa saham, akan dibeli oleh Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd dan Deutsche Bank AG, Hong Kong Branch sebagai pembeli siaga, masing-masing maksimum sebanyak 189,6 juta saham di harga Rp4.300.

Indosurya: Tekanan jual berkurang, IHSG akan bergerak flat

Indosurya: Tekanan jual berkurang, IHSG akan bergerak flat
JAKARTA. Dalam hasil riset hariannya yang dirilis hari ini, Indosurya Asset Management memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada pada support 3.700-3.772 dan resistance 3.967-4.066.

IHSG membentuk semi black marubozu . Posisi candle kembali di bawah middle bollinger bands. MACD tertahan kenaikannya dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal menuju area overbought .

"Upaya IHSG untuk kembali naik masih tertahan oleh sentimen negatif dari Morgan Stanley. Apalagi penutupan bursa saham AS dan Eropa tidak begitu baik di akhir pekan kemarin sehingga membuat laju IHSG berat untuk naik," jelas Reza Priyambada, Managing Research Indosurya.

Dia memprediksi, IHSG akan bergerak flat dan diharapkan kemungkinan tekanan jual mulai berkurang.

Reminder Cum Date Dividen AKRA,LPPF 22/08/2011

Berikut ini kami informasikan bahwa hari ini 22 Agustus 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

AKRA

AKR CORPORINDO Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp200.- per saham

2.

LPPF

MATAHARI DEPARTMENT STORE Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 14.- per saham