Selasa, 04 Oktober 2011

Longsor di Bursa Saham Belum Usai

Longsor di Bursa Saham Belum Usai
INILAH.COM, Jakarta - Tingginya gunung bisa didaki, dalamnya lautan dapat diselami, tetapi tak seorang pun bisa menebak dengan tepat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Apalagi dalam situasi yang sedang dirundung krisis seperti sekarang. Lantaran tebalnya hawa ketidakpastian, ramalan yang dilontarkan para analis di pasar pun menjadi sering melenceng jauh. Malah terjadi sebaliknya.

Pekan lalu misalnya, para analis dan pelaku pasar masih optimistis bahwa pelemahan di pasar modal hanya bersifat sementara. Soalnya, selama empat hari berturut-turut indeks menunjukan penguatan walaupun kecil.

Tapi tidak demikian dengan yang terjadi pada Senin (3/10) ini, aksi jual besar-besar membuat indeks turun 5,64% ke level 3.348,71. Pelepasan saham juga terjadi di hampir semua pasar modal. Akibatnya, Senin (3/10) Hang Seng Indeks (HSI) mencatat pelemahan 4,38%, TWII (Taiwan) longsor hingga 2,93%, dan KLSE (Kualumpur) turun 1,41%.

Awal pekan yang begitu buruk, memang. Wajar jika pelaku pasar memperkirakan, pekan ini bursa akan melanjutkan pelemahannya. Itu disebakan masih kentalnya rasa khawatir para pemodal terhadap krisis di Amerika dan Eropa.

Bahkan mereka memprediksikan, penurunan indeks ini akan berlangsung hingga akhir tahun. Selain laporan kinerja emiten di triwulan III, “Hampir tak ada lagi sentimen positif yang bisa mengipas bursa,” kata seorang analis dari Kresna Securities.

Awan gelap juga tampak pada teropong seorang analis Danareksa. Ia meyakini, indeks masih akan melemah. Apalagi belum ada tanda-tanda penyelesaian krisis utang sejumlah negara di Eropa. Makanya, ia menyarankan investor (dalam jangka pendek dan menengah) untuk menjauhi pasar modal.

Tetapi untuk investor jangka panjang, si analis menunjukan sejumlah saham unggulan untuk dikoleksi. Seperti efek PT Bank Central Asia (BBCA), PT Telkom (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Aneka Tambang (ANTM). “Tetapi tetap selektif,” katanya. [mdr]

Yunani Paksa ECB dan BoE Pangkas Suku Bunga

Yunani Paksa ECB dan BoE Pangkas Suku Bunga
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (4/10) diprediksi melemah. Orderly default Yunani memaksa ECB dan BoE memangkas suku bunga.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi pelemahan rupiah hari ini seiring ekspektasi penurunan suku bunga acuan European Central Bank (ECB) dan Bank of England pada Kamis (6/10). Menurutnya, peluang pemangkasan semakin tinggi dipicu oleh adanya krisis utang Eropa terutama Orderly Default Yunani.

Menurutnya, suku bunga ECB diperkirakan bakal dipangkas 50 basis poin ke level 1% dari sebelumnya 1,5%. Begitu juga dengan BoE yang berpeluang dipangkas sebesar 25 basis poin dari 0,5% jadi 0,25%. "Karena itu, arah pergerakan rupiah Selasa (4/10) ini masih melemah. Rupiah akan kembali menguji level 9.080 dan peluang penguatannya sudah terbatas di level Rp8.855 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM.

Lebih jauh Christian menuturkan, berdasarkan hasil penjajakan Reuters, para ekonomi melihat besarnya peluang pemangkasan suku bunga acuan kedua bank sentral itu. "Ke depannya, jika suku bunga berbagai bank sentral regional dipangkas, dengan sendirinya dolar AS bakal menguat," ungkap dia.

Tapi, dia menggarisbawahi, untuk suku bunga BoE, probabilitas rate cut-nya, masih 40%. Sebab, itu bisa berubah tergantung pada data ekonomi Service PMI Inggris yang akan dirilis Rabu (5/10). Sebelumnya, data sektor Manufacturing PMI Index-nya dirilis positif 51,1 dari sebelumnya 49,4. "Jika Service PMI-nya dirilis negatif, baru ada kemungkinan BoE akan menurunkan suku bunga acuannya," ungkap Christian.

Di sisi lain, sebelum kenaikan suku bunga, juga ada rapat menteri keuangan Eropa pada Senin (3/10) dan Selasa (4/10) ini di Luxemburg. Jika tiba-tiba ada kebijakan penambahan kapasitas dana The European Financial Stability Facility (EFSF) melampau 440 miliar euro, akan memperkuat rupiah dan memperlemah dolar AS. "Tapi, untuk ke arah sana peluangnya kecil saat ini," ujarnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (3/10) ditutup melemah tajam 118 poin (1,34%) ke level 8.898/8.908 per dolar AS.

Spekulasi permintaan minyak turun, harga minyak merosot lagi

Spekulasi permintaan minyak turun, harga minyak merosot lagi
SYDNEY. Harga kontrak minyak kembali ditransaksikan turun pagi ini. Dengan demikian, penurunan harga minyak sudah terjadi selama tiga hari terakhir.

Pagi tadi, harga kontrak minyak untuk pengantaran November turun sebesar US$ 1,41 menjadi US$ 76,20 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 09.42 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 76,31 per barel.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran November turun US$ 1,05 atau 1% menjadi US$ 101,71 per barel di ICE Futures Europe exchange, kemarin.

Kemerosotan harga minyak terjadi investor berspekulasi bahwa krisis utang Eropa dan kenaikan cadangan minyak AS mengindikasikan permintaan minyak akan terpangkas.

Sekadar tambahan, 10 analis yang disurvel Bloomberg memprediksi, cadangan minyak AS naik 1,9 juta barel pada minggu lalu. Hasil survei juga menunjukkan, suplai bensin naik 1,23 juta barel.

Duh.. Wall Street Melemah Dipicu Saham Bank

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin (3/10) didorong investor menjual saham bank di tengah kekhawatiran memburuknya krisis keuangan Yunani dapat menyebabkan pemberi pinjaman besar Eropa gagal.

Dow Jones Industrial Average. DJI turun 258,08 poin atau 2,36%, ke 10.655,30. S & P 500. SPX jatuh 32,19 poin atau 2,85 %, ke 1.099,23. Nasdaq Composite. IXIC kehilangan 79,57 poin atau 3,29%, ke 2.335,83.

S & P 500 berhasil menembus tingkat dukungan teknis yang kuat yang sebelumnya dekat 1.120 sebelum memukul intraday 13-bulan rendah hanya di bawah 1.100.

Investor dipatok kerugian terhadap penurunan tajam dalam Franco-Belgia Dexia keuangan kelompok yang jatuh 10 % setelah peringatan Moody tentang likuiditas karena kekhawatiran tentang paparan ke Yunani.

Pasar telah dikhawatirkan pejabat Eropa tidak akan mampu mencegah krisis fiskal Yunani berubah menjadi krisis perbankan global. Yunani mengatakan akan kehilangan target defisit tahun ini dan berikutnya, yang dapat membatasi kemampuan negara untuk menerima lebih banyak bantuan.

"Kebanyakan investor takut bahwa pasar di Eropa akan berjalan dengan baik di depan politisi yang tidak akan bisa mendapatkan apapun solusi yang masuk akal," kata Jack de gan, kepala investasi di Harbor Penasehat Corp di Portsmouth, New Hampshire seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Bank-bank AS telah menjadi target untuk spekulan. Morgan Stanley (MS.N) ditutup pada level terendah sejak Desember 2008, dan biaya untuk memastikan utang telah melompat sebagai lindung nilai eksposur bank counterpart lain dan pedagang bertaruh pada situasi memburuk.

Resesi yang menyapu 12 tahun keuntungan dari S & P 500 sebagian disebabkan oleh krisis kredit.

"Kita akan memiliki standar kacau di Yunani dan mungkin ada lagi krisis perbankan di Eropa karena mereka kekurangan modal dan sarat dengan (berdaulat) utang," kata De Gan.

Morgan Stanley telah menjadi bank yang paling stabil dalam beberapa pekan terakhir, dengan biaya untuk memastikan utang meningkat sampai November 2008 tingkat, menurut data Markit.

Saham Morgan Stanley jatuh 7,6 persen menjadi $ 12,47 dan S & P sektor keuangan. GSPF turun 4,5 persen.

Fokus pasar pada Morgan Stanley berasal dari persepsi tentang ketergantungan mereka pada pendanaan jangka pendek, kata Harbor Penasehat De Gan. "Mereka mengandalkan pada pasar kredit dan itu adalah kejatuhan Lehman dan lembaga lainnya tiga tahun lalu," katanya.

Benchmark juga turun 19,4% dari penutupan tinggi tahun ini, hampir memasuki peluang turun, yang didefinisikan sebagai penurunan 20 persen dari set terakhir tinggi pada 29 April.

Bila melihat ukuran dari manufaktur AS sebentar mengangkat saham di Wall Street, tapi manufaktur global menyusut untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun pada September, memperkuat kekhawatiran resesi lain.

Selain itu, Athena akan kehilangan target defisit untuk kedua tahun ini dan berikutnya meskipun keras langkah-langkah penghematan baru akan menjadi fokus pembicaraan sebagai menteri keuangan zona Euro bertemu untuk membahas langkah-langkah selanjutnya menuju penyelesaian krisis utang Eropa.

Dexia disebut pertemuan dewan darurat setelah kekhawatiran tentang paparan untuk Yunani dan peringatan Moody tentang posisi likuiditas mengangkat tekanan pada Belgia dan Perancis untuk bertindak.

Saham AMR Corp (AMR.N), induk dari American Airlines, kehilangan sepertiga dari nilai pasar mereka sebagai analis memperdebatkan prospek untuk pengajuan kebangkrutan bagi maskapai penerbangan AS, yang tertinggal dariindustri.

Lebih dari 11 miliar saham yang diperdagangkan di New York Stock Exchange, NYSE Amex dan Nasdaq, sekitar 38% di atas rata-rata harian tahun dari 7,98 miliar saham. [hid]

Saham Konsumsi Bisa Diakumulasi

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik pada Selasa (4/10) masih akan tertekan. Namun, saham konsumsi masih menarik untuk diakumulasi.

Isfan Helmi, analis dari Waterfront Securities mengatakan, profit taking karena sentimen eksternal masih akan berlanjut dalam jangka pendek, “Hal ini berpotensi menekan IHSG hingga di bawah level support 3400,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, volatilitilas perdagangan harian di bursa Indonesia lebih tinggi dibanding bursa Asia lainnya. Setelah rebound pada April 2009, kenaikan IHSG jauh di atas bursa Asia lainnya. “Sehingga saat reversal, market bearish berlangsung dengan cepat,” katanya.

Beberapa hal yang mempengaruhi tingginya volatilitas bursa Indonesai, karena valuasi harga saham yang premium dibanding harga saham bursa lain. Terlihat dari PER IHSG sebesar 12-13 kali, sementara Hangseng 8 kali dan Kospi 11,5 kali.

Selain itu pasar saham Indonesia juga relatif tipis, terkait total nilai transaksi dan volume perdagangan. “Ini berarti, jika terjadi tekanan jual atau beli sedikit saja, akan langsung mempengaruhi indeks komposit.”

Isfan menuturkan, aksi jual yang dilakukan investor awal pekan ini lebih banyak dilakukan short term trader. Namun, belum terjadi kepanikan jual di pasar obligasi, karena yield SUN Indonesia tenor panjang masih mengalami penurunan.

Panik jual yang dilakukan investor jangka pendek, dipicu kemungkinan default Yunani, akibat tidak bisa memenuhi target defisit, sehingga diperkirakan Yunani akan sulit untuk menerima program bailout Eropa.

Adapun sentimen positif inflasi dalamnegeri yang melandai, tidak banyak membantu. Justru investor mengkhawatirkan inflasi rendah September ini bisa mendorong BI menurunkan suku bunga, “Ini yang memicu aksi jual saham bank oleh sejumlah investor besar,” katanya.

Di tengah situasi ini, investor disarankan tidak dalam posisi long dan hold, karena bottom belum terlihat. Menurutnya, setelah menyentuh 3.217, level terendah 2011, belum ada konfirmasi itu adalah bottom IHSG. “Investor sebaiknya trading di saham-saham defensif yang relatif kuat terhadap volatilitas indeks,” ucapnya.

Pilihan untuk trading adalah Gudang Garam (GGRM). Sedangkan Unilever (UNVR), investor bisa terapkan beli di harga rendah.

Pada perdagangan Senin (3/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 200,324 poin (5,65%) ke level 3.348,708, dengan intraday terendah di 3.329,87 dan tertinggi di 3.548,11. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 4,517 miliar lembar saham, senilai Rp 4,028 triliun dan frekuensi 118.364 kali.

Sebanyak 5 saham naik, sisanya 279 saham turun, dan 22 saham stagnan. Keluarnya dana asing mengkontribusi pelemahan IHSG, dimana nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp541 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,777 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,236 triliun. [mdr]

Waduh, indeks S&P 500 merosot di bawah level 1.100

Waduh, indeks S&P 500 merosot di bawah level 1.100
NEW YORK. Pasar saham dan komoditas terguncang. Sebagai bukti, kemarin, indeks Standard & poor's 500 dan harga kontrak minyak anjlok ke level terendah dalam setahun terakhir. Penyebabnya, pelaku pasar cemas mengenai krisis Eropa.

Sekadar informasi, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 2,9% menjadi 1.099,23. Salah satu saham yang paling besar menggerus indeks S&P 500 adalah Bank of America yang penurunannya mencapai 9,6% ke level terendah dalam 30 bulan terakhir.

Sedangkan indeks S&P GSCI Commodities turun 0,9% dan menyentuh level terendah dalam 10 bulan terakhir. Tidak hanya itu, euro juga keok atas 13 dari 16 mata uang dunia ke level paling lemah dalam satu dekade terakhir terhadap yen. Sedangkan yield surat utang negara AS meorost 18 basis poin ke 2,74%, terkecil sejak Januari 2009.

"Eropa masih akan menjadi fokus utama perhatian investor. Pengambilan risiko (risk on) dan pelepasan risiko (risk off) dalam transaksi perdagangan masih akan terus berlanjut," papar Peter Jankovskis dari Oakbrook Investment di Lisle, Illinois.

Sekadar tambahan saja, indeks S&P 500 sudah anjlok 14% pada kuartal III. Sementara, Stoxx 600 anjlok 17% dan S&P GSCI melorot 12%. Kesemuanya mencatatkan penurunan terbesar sejak kuartal IV 2008 setelah Lehman Brothers Holdings Inc bangkrut.

Aksi jual menyebabkan Wall Street anjlok ke level terendah dalam setahun

Aksi jual menyebabkan Wall Street anjlok ke level terendah dalam setahun
NEW YORK. Mayoritas bursa AS anjlok pada penutupan perdagangan kemarin. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 merosot 2,9% menjadi 1.099,23. Ini merupakan level paling rendah sejak 8 September 2010. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average melorot 2,4% menjadi 10.655,30, level terendah dalam setahun terakhir.

Saham-saham finansial mencatatkan penurunan terbesar dalam indeks S&P 500. Di antaranya, Bank of America turun 9,6% ke level terendah sejak Maret 2009. Selain itu, sejumlah saham lain yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa AS adalah Alcoa Inc yang turun 7% serta induk American Airlines AMR Corp turun 33%.

Kecemasan investor mengenai krisis utang Yunani masih menjadi pemicu utamanya. "Fokus utama masih mengarah pada Eropa, hingga mereka bisa mengatasi masalah utang tersebut," jelas Tom Wirth, senior investment officer Chemung Canal Trust Co.

Dia menambahkan, pesimisme pelaku pasar mengenai pasar saham dunia kian meningkat akibat resesi. "Namun di AS, kita memiliki data ISM positif, yang menunjukkan ekonomi AS melambat, namun tidak akan jatuh ke jurang resesi," jelasnya.

Catatan saja, pasar saham global memerah seiring akan digelarnya pertemuan pimpinan Eropa di Luxemburg hari ini. Pertemuan itu akan membahas mengenai jalan keluar bagi perbankan dari krisis utang serta meningkatkan dana bailout Eropa setelah Yunani gagal mencapai target defisit anggaran untuk 2012.

Wall Street Sampai ke Titik Terendah dalam 13 Bulan

New York - Bursa Wall Street kembali melanjutkan penurunannya hingga titik terendah dalam 13 bulan terakhir. Meski data ekonomi AS positif, namun bayangan krisis Eropa yang belum juga menghilang membuat investor semakin cemas.

Kemerosotan saham-saham terjadi merespons anjloknya saham perusahaan finansial blasteran Prancis-Belgia, Dexia hingga 10%. Hal itu terjadi setelah Moody's memperingatkan seputar masalah likuiditas akibat eksposure surat utang Yunani yang cukup besar.

Pasar khawatir pejabat Eropa tidak dapat mencegah krisis finansial beralih menjadi krisis perbankan global. Padahal sebelumnya Yunani sudah mengatakan target defisitnya tahun ini akan meleset, sehingga kemungkinan butuh dana lebih besar ketimbang bailout yang sudah dijanjikan.

"Sebagian besar investor khawatir pasar di Eropa akan berjalan lebih maju daripada para politisi yang kemungkinan tidak dapat mencapai solusi yang masuk akal," ujar Jack de Gan, chief investment officer Harbor Advisory Corp seperti dikutip dari Reuters, Selasa (4/10/2011).

Pada perdagangan Senin (3/10/2011), indeks Dow Jones industrial ditutup merosot 258,08 poin (2,36%) ke level 10.655,30. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 32,19 poin (2,85%) ke level 1.099,23, Nasdaq merosot 79,57 poin (3,29%) ke level 2.335,83.

Bank-bank di AS telah menjadi target para spekulator. Saham Morgan Stanley ditutup pada titik terendahnya sejak Desember 2008 dan biaya untuk menjamin utangnya melonjak. Saham Morgan Stanley merosot hingga 7,6% menjadi US$ 12,47, dengan indeks S&P Finansial turun 4,5%.

Perdagangan berjalan sangat ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 11 miliar lembar saham, 38% di atas rata-rata yang mencapai 7,98 miliar lembar saham.

(qom/qom)

Senin, 03 Oktober 2011

Indeks ditutup dengan penurunan 5,64% di sesi II

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan penurunan cukup dalam sore ini. Pada pukul 16.00, indeks anjlok 5,64% menjadi Rp 3.348,708.

Lima saham berhasil mencatatkan kenaikan. Sedangkan 263 saham anjlok dan 19 saham lainnya tak bergerak. Volume transaksi hari ini melibatkan 4,517 miliar saham senilai Rp 4.028 triliun.

Sektor yang melorot paling besar hari ini adalah sektor agrikultur sebesar 8,57%. Sedangkan di posisi kedua ada sektor industri lain-lain yang turun sebesar 7,02%. Sektor industri dasar berada di posisi ketiga dengan penurunan 6,52%.

Tiga saham yang menghuni posisi top losers adalah: PT Bank Mega (MEGA) yang turun 22,86%, PT Nusantara Inti Corpora (UNIT) turun 20% menjadi Rp 300, dan PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOMF) turun 16,07% menjadi Rp 235.

Saham-saham di posisi top gainers hari ini adalah PT Sorini Agro Asia Corporindo (SOBI) naik 6,98% menjadi Rp 2.300, PT Verena Multi Finance (VRNA) naik 3,31% menjadi Rp 125, dan PT Eterindo Wahanatama (ETWA) naik 1,27% menjadi Rp 400.

Krisis Euro Picu IHSG Ditutup Anjlok Hampir 6%

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Senin (3/10) ditutup anjlok 5,61% ke level 3.349,74.

Kejatuhan tajam indeks sore ini seiring kekhawatiran investor terhadap hasil audit Yunani oleh IMF, Uni Eropa dan Bank Sentral Eropa ECB (Troika). Yunani merilis tidak mencapai target defisit sesuai kesepakatan dengan Troika.

Tidak hanya Indonesia saham Asia juga rontok. Shanghai turun 0,26%, Hang Seng turun 4,38%, KLSE turun 1,41%, Nikkei turun 1,78%, STI turun 2,05%.

Sebanyak 280 saham turun, sementara hanya 6 saham yang naik, dan 22 saham masih stagnan. Indeks LQ45 ditutup anjlok 6,09% ke level 584,7, sedang JII melorot 6,14% ke level 462,04.

Volume perdagangan mencapai 3,56 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,57 triliun. Asing terpantau terus keluar dari pasar hingga penutupan perdagangan dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp531,96 miliar.

saham-saham yang turun tajam sore ini adalah ASII turun 7,54%, ITMG turun 8,78%, AALI turun 10,36%, UNTR turun 8,40%, INTP turun 9,28%, dan PTBA turun 6,54%.

UBS memperkirakan penurunan saham Asia bisa mencapai 40% jika Yunani keluar dari zona euro, dalam apa yang Bank ini gambarkan sebagai "skenario terburuk".

Hal ini mengirim investor melarikan diri dari aset berisiko ke safe haven tradisional seperti emas dan Treasurys AS, mengirimkan dolar AS melonjak dan pasar saham di luar Jepang jatuh ke posisi terendah dengan mencatatkan price t0 book terendah 1x yang tidak pernah terjadi sejak krisis keuangan global tahun 2008, Kelvin Tay, kepala strategi investasi di UBS, mengatakan kepada CNBC Senin (3/10). "Masalahnya adalah, jika spiral situasi Yunani di luar kendali, dan itu masuk ke default tidak hanya daerah tapi dari zona euro itu sendiri, maka kita cenderung melihat pengulangan apa yang terjadi pada tahun 2008, dan akan terjadi aksi jual di seluruh papan, karena investor gugup terhadap situasi global," kata Tay.

Aksi jual terjadi Senin (3/10), dengan mayoritas indeks jatuh lebih dari 2 persen dan Hong Kong turun hampir 5 persen, di tengah kekhawatiran meningkatnya krisis utang Eropa.

Sementara UBS tidak berpikir Yunani keluar dari zona euro atau resesi AS sangat mungkin, bank percaya Yunani benar-benar akan bangkrut dan default di Maret 2012. Dan investor mungkin meremehkan riak yang terjadi di pasar Asia dalam jangka pendek. "Saya pikir banyak orang tidak menyadari bahwa jika seluruh situasi di Eropa meledak, itu akan mempengaruhi pinjaman bank global," kata Tay.

"Dalam kasus Asia, misalnya, dari pinjaman luar negeri sebesar $ 100, $ 50 sebenarnya disediakan oleh bank-bank Eropa, jadi jika bank-bank Eropa benar-benar harus rekapitalisasi, maka Anda memiliki masalah dengan suku bunga jangka pendek yang benar-benar bergerak naik."

Skenario kasus terbaik, menurut Tay, jika Yunani menghindari gagal bayar, pemulihan ekonomi AS yang kuat dan China menghindari pinjaman yang besar, yang dapat memicu penurunan saham (bouncing) 18% di pasar Asia kecuali Jepang. Namun, perkiraan yang realistis oleh UBS adalah untuk Yunani ke default, pertumbuhan yang lemah di AS dan pinjaman yang perlahan untuk China. Hasilnya masih akan memicu pelemahan lebih lanjut untuk saham Asia sekitar 18 persen, bank mencatat.

Dalam iklim saat ini, Tay percaya pasar Asia seperti China, India dan Indonesia masih bisa dijadikan opsi untuk investor, di mana permintaan domestik di negara-negara ini akan mengimbangi penurunan lingkungan eksternal. "Dalam hal ini, negara berkembang Asia lainnya seperti Korea, Taiwan, Singapura dan Hong Kong kemungkinan akan paling terkena dampak negatif mengingat bahwa mereka yang paling terkena siklus perekonomian di Asia di luar Jepang," Tay dicatat dalam sebuah laporan penelitian.

Namun, jika efek spiral pasar untuk menghindari risiko ekstrim, pasar seperti Indonesia dengan kepemilikan besar lembaga asing akan paling rentan terhadap aksi jual.

IHSG Turun Tembus 3.400

INILAH.COM, Jakarta- Awal pekan ini, IHSG kembali terpuruk ke zona negatif dan ditutup di bawah level 3.400. Rilisnya data ekonomi global di bawah ekspektasi, menekan pergerakan bursa saham domestik.

Pada perdagangan Senin (3/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 199,29 poin (5,62%) ke level 3.349,74, dengan intraday terendah di 3.329,87 dan tertinggi di 3.548,11. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 37,94 (6,09%) ke level 584,70.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di teritori negatif. Dibuka melemah 1,38% ke level 3.499, indeks terus turun hingga pada sesi pertama bertengger di angka 3.406. Memburuknya bursa regional semakin menekan hingga indeks terpaksa ditutup di level 3.349.

Kepala riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, IHSG awal pekan ini tidak mampu ditutup di zona hijau, karena sentimen negatif lebih mempengaruhi pasar. “Pergerakan indeks terbatas dengan kecenderungan melemah, karena para pelaku pasar mengerem belanja demi mengurangi risiko di pasar saham,” katanya.

Bursa AS menutup pekan lalu dengan melemah signifikan sekitar 2.5% seiring rilis data indeks manufaktur China dan penjualan ritel Jepang serta rilis data personal income AS Agustus yang kembali turun 0,1%, lebih buruk dari ekspektasi.

Belanja Konsumen AS Turun, Bursa Asia Terjungkal

Headline
INILAH.COM, Sydney – Saham Asia jatuh, memperpanjang koreksi kuartalan terbesar indeks acuan regional dalam tiga tahun. Hal ini terjadi setelah belanja konsumen AS melambat menyusul jatuhnya pendapatan.

Indeks MSCI Asia Pacific pada Senin (3/10) turun 2,8% menjadi 109,99 pada pukul 3:55 di Tokyo, menjelang pertemuan para menteri keuangan Eropa untuk menimbang ancaman default Yunani. Sekitar tujuh saham turun untuk setiap yang naik dan kesepuluh kelompok industri melemah. Indeks itu telah turun lebih dari 20% tahun ini, di tengah kekhawatiran ekonomi global akan menghadapi resesi lain yang memperburuk krisis utang Eropa dan pelambatan pertumbuhan ekonomi AS.

"AS tidak jatuh dalam resesi, tapi jelas melambat," kata Diane Lin, manajer dana di Pengana Capital Ltd Sydney. "Kami mungkin menghadapi lebih banyak risiko, terutama di pasar yang tidak cukup terkoreksi." Demikian dikutip dari Bloomberg.

Indeks Nikkei Jepang 225 Stock Average turun 1,8%, setelah indeks Tankan kuartalan Bank sentral Jepang menunjukkan sentimen di antara produsen terbesar di Jepang masih lebih buruk ketimbang sebelum gempa bumi Maret. Di Australia, indeks S & P / ASX 200 merosot 2,8% karena indikator manufaktur Australia jatuh untuk bulan ketiga pada September.

Indeks Hang Seng Hong Kong anjlok 4,5%, dipimpin Ping An Insurance Group Co, perusahaan asuransi terbesar kedua China dari nilai pasar, di tengah indikasi pertumbuhan ekonomi China melambat. Pasar keuangan di China dan Korea Selatan tutup untuk liburan hari ini.

Linus Yip, kepala strategi di First Shanghai Securities, Hong Kong mengatakan, indikator ekonomi menunjukkan bahwa ekonomi di China melambat. “Saham keuangan dan properti jatuh atas kekhawatiran bahwa likuiditas perbankan menyusut,” katanya.

Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 turun 0,9% hari ini. Di New York, indeks turun 2,5% pada 30 September 30, membawa indikator pada penurunan kuartalan terbesar sejak 2008, setelah laporan kekhawatiran China dan Jerman memicu pelambatan ekonomi global.

Belanja konsumen di AS melambat pada Agustus karena pendapatan tak terduga turun untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun, memaksa rumah tangga mengambil tabungan. Pembelian naik 0,2% setelah kenaikan 0,7% pada Juli. Pendapatan turun 0,1%, pelemahan pertama sejak Oktober 2009. Ekonom telah memperkirakan pendapatan akan naik 0,1%, menurut survei Bloomberg.

Keuntungan payrolls AS pada September mungkin terlalu kecil untuk mengurangi pengangguran dan manufaktur hampir terhenti karena kekhawatiran bahwa pemulihan global kehilangan momentum.

Sony Corp jatuh 6,2% di Tokyo, menyentuh harga terendah dalam 24 tahun. Toyota Motor Corp, produsen mobil terbesar dunia, jatuh 2%. Canon Inc, pembuat kamera terbesar dunia, turun 1,7%.

James Hardie Industries SE, pemasok bahan bangunan, yang mendapat hampir 70% penjualannya dari Amerika Serikat, tenggelam 3,5% di Sydney. Di Hong Kong, Li & Fung Ltd , pemasok mainan dan pakaian untuk Wal-Mart Stores Inc, tenggelam 5%.

Bank-bank di Asia juga terpuruk. HSBC merosot 3,5% di Hong Kong. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc, bank terbesar Jepang dari nilai pasar, turun 2,8%. Commonwealth Bank of Australia, bank nasional terbesar, tergelincir 3,7% di Sydney.

Pejabat Eropa berkumpul di Luksemburg hari ini dan akan bergulat untuk melindungi bank dari krisis utang dan mempertimbangkan dorongan lebih lanjut dana penyelamatan di kawasan itu. Pemerintah Yunani mengatakan telah menyetujui langkah-langkah penghematan senilai 6,6 miliar euro (US$ 8,8 miliar) sebagai upaya mengamankan pembayaran tertunda dan bantuan paket penyelamatan kedua.

Saham komoditas Asia juga tenggelam. BHP Billiton, perusahaan pertambangan terbesar dunia turun 2,5% di Sydney. Saingannya Rio Tinto Group tenggelam 4,1%. Jiangxi Copper Co produser logam terbesar China dari nilai pasar, turun 12%.

Minyak jatuh hari ini, memperpanjang penurunan setelah kuartal terburuk sejak 2008. Minyak mentah untuk November turun 1,6% di New York. Indikator logam utama yang diperdagangkan di London jatuh 3,4% pada 30 September 30, ketika tembaga berjangka turun selama tiga kuartal berturut-turut, penurunan terpanjang sejak 2001.

Indeks Asia Pacific anjlok 16% pada kuartal ketiga, penurunan terbesar sejak 2008, atas kekhawatiran bahwa krisis utang Eropa dan perlambatan ekonomi AS dapat menarik dunia dalam resesi. [ast]

Terjun 200 Poin, IHSG Paling 'Hancur' di Asia

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 200 poin akibat maraknya sentimen negatif yang beredar. Koreksi ini membuat IHSG jatuh paling dalam diantara bursa Asia.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 8.920 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 8.830 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG jatuh 50,029 poin (1,41%) ke level 3.499,003. Buruknya data ekonomi China serta krisis utang Eropa yang tak kunjung usai menjadi sentimen negatif.

Tekanan jual tak henti-hentinya terjadi sejak pembukaan perdagangan, bahkan indeks sempat hampir kembali ke level 3.300. Namun, koreksi IHSG masih belum terlalu besar.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG anjlok 143,596 poin (4,05%) ke level 3.405,436 dibayang-bayangi banyaknya sentimen negatif, antara lain lemahnya data ekonomi China, potensi gagal bayar Yunani dan potensi lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.

Memasuki perdagangan sesi II, tekanan jual semakin tinggi. Tak ada satu pun sentimen positif yang bisa membantu IHSG sehingga meluncur tajam.

Menutup perdagangan, Senin (3/9/2011), IHSG terjun 200,324 poin (5,65%) ke level 3.348,708. Sementara Indeks LQ 45 anjlok 38,418 poin (6,18%) ke level 584,218.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan laju inflasi di September 2011 cukup jinak mencapai 0,27%. Harga beras stabil, dan emas perhiasan masih menyumbang inflasi.

Tingkat inflasi yang terkendali itu tidak mampu menahan kejatuhan IHSG. Aksi jual tak hanya dilakukan investor asing tetapi juga investor domestik.

Pemodal asing yang sejak pagi sudah melepas saham, sore ini terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 531,962 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Indeks sektoral di lantai bursa selurunnya terkoreksi rata-rata lebih dari 6%. Hanya indeks sektor perdagangan yang terkoreksi paling 'tipis' yaitu hanya 4,7%.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 118.364 kali pada volume 4,517 miliar lembar saham senilai Rp 4,028 triliun. Sebanyak 5 saham naik, sisanya 279 saham turun, dan 22 saham stagnan.

Koreksi yang diderita IHSG merupakan yang paling buruk di Asia hari ini, ditempel bursa saham Hong Kong yang juga jatuh cukup dalam sekitar 4,4%. Bursa regional lainnya juga terpuruk di zona merah.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
  • Indeks Hang Seng anjlok 770,26 poin (4,38%) ke level 16.822,15.
  • Indeks Nikkei 225 terpangkas 154,81 poin (1,78%) ke level 8.545,48.
  • Indeks Straits Times jatuh 57,55 poin (2,15%) ke level 2.617,61.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 1.000 ke Rp 118.000, Sorini Agro (SOBI) naik Rp 150 ke Rp 2.300, Eterindo (ETWA) naik Rp 5 ke Rp 400, dan Verena (VRNA) naik Rp 4 ke Rp 125.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 4.700 ke Rp 58.950, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 3.450 ke Rp 35.800, Astra Agro (AALI) turun Rp 2.000 ke Rp 17.300, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 1.850 ke Rp 20.150.

(ang/qom)

Yunani Optimistis Bisa Raup 'Bailout' Lanjutan

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Yunani dan pengawas Uni Eropa / IMF telah menyelesaikan negosiasi terkait rencana bailout lanjutan.

Seorang Menteri seperti dikutip Reuters mengatakan pada hari Senin (3/10), menunjukkan perjanjian dasar telah tercapai.

Deputi Menteri Keuangan Yunani Pantelis Oikonomou memberikan opini bahwa Yunani berhasil untuk meyakinkan pemberi pinjaman bahwa defisit fiskal yang tidak sesuai kesepakatan terjadi akibat resesi yang lebih dalam. "Sampai-sampai mereka percaya bahwa ... resesi lebih dalam. Saya berpikir bahwa kita telah menemukan jalan keluar," kata wakil menteri keuangan Pantelis kepada televisi Mega.

Ditanya apakah negosiasi dengan troika dari dari pengawas Uni Eropa / IMF telah mendatangkan kesimpulan yang sukses, Oikonomou mengatakan: "Saya percaya kita memiliki kesimpulan penting. Kita telah membahas semua topik utama. "Troika akan melakukan dua pertemuan di General Accounting Office negara itu untuk melakukan cross-check terhadap beberapa figur dan mulai menulis laporannya Rabu," kata Oikonomou.

Namun, sumber yang dekat dengan troika telah mengatakan sebelumnya bahwa kunjungan diperkirakan berlangsung baik minggu ini. Pemeriksaan tidak hanya fokus pada angka anggaran 2011, tetapi juga pada rencana anggaran untuk 2012-2014 dan komitmen untuk meningkatkan dana privatisasi 2015 sebesar 50 miliar euro.

Para pejabat Uni Eropa mengatakan penilaian troika tidak hanya tentang pencairan tahap berikutnya dari bailout, tetapi juga dapat menentukan apakah Yunani harus menuntut penghapusan utang lebih dari kreditor swasta, suatu langkah yang efektif untuk mencapai default. Yunani mengatakan pada Minggu malam kehilangan target defisit 2011, hanya beberapa bulan yang lalu setelah dilakukan kesepakatan dalam sebuah paket bailout, dan berjanji untuk mengejar banyak kekurangan tahun berikutnya.

AALI Bagi Dviden Interim 2011 Rp300/Saham

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan membagikan dividen interim tahun 2011 sebesar Rp300 per saham.

Demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/10). Keputusan pembagian dividen interim tersebut diambil setelah mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris pada 29 September 2011.

Perseroan akan membagikan dividen berdasarkan recording date yang berhak atas dividen pada 27 Oktober 2011 dan pembayaran dividen dilakukan pada 10 November 2011. [hid]

Gawat! Bursa Eropa Jatuh Dipicu Kegagalan Yunani

Medium
INILAH.COM, London - Kabar Yunani gagal memenuhi target defisit tahun ini dan berikutnya telah menekan bursa saham Eropa pada perdagangan Senin (3/10). Negara Yunani mungkin akan mencari dana segar dari kreditur lain.

Indeks FTSE turun 2,4% ke 5.003, indeks DAX turun 3,6% ke 5.302 dan indeks CAC turun 2,7% ke 2.900,04, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Target defisit ini merupakan persyaratan bailuot untuk Yunani dari IMF, Bank Sentral Eropa (ECB) dan Uni Eropa. Sementara negara lain juga menghadapi masalah politik dari pihak oposisi.

Dengan demikian tidak ingin masuk dalam masalah Yunani. Kondisi ini telah memaksa prospek obligasi Yunani yang jatuh tempo untuk melakukan pemotongan menjadi kian mengalami peningkatan.

Hari ini ada pertemuan pemerintah Belgia dan Prancis yang diwakili para menteri keuangan untuk membahas solusi mengatasi krisis di negara Dexia. Saham inia telah turun hingga 8,9%.

Saham yang tertekan lainnya di sektor perbankan adalah BNP Paribas turun 7,7% dan saham Credit Agricole turun 6,1%. Indeks FTSEurofirst 300 turun 2,3% atau hampir 17% pada bulan Juli-September. Pelemahan ini sebagai kerugian terbesar sejak 2008 lalu.

"Faktanya, pada akhirnya Yunani memerlukan utang yang lebih besar lagi dan kemungkinan ini dapat menopang sektor perbankan karena menjadi tanda positif," kata Alec Letchfield, kepala investasi di HSBC Asset Management.

Walaupun diakui sebanyak 17 negara anggota Uni Eropa lainnya sangat sulit menolong Yunani terlalu dalam. Dengan demikian sampai ada keputusan bailout yang lebih besar maka pasar tetap akan volatile.

Potensi Kejatuhan Euro Pacu Harga Emas di Eropa

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Harga emas melesat pada Senin (3/10) karena kejatuhan pasar saham dan berlama-lamanya kekhawatiran terhadap krisis utang di Eropa, menarik investor untuk mengalihkan dananya ke logam mulia, yang memposting laba kuartalan terbesar tahun ini, tetapi perusahaan dolar AS masih bisa mencatatkan keuntungan.

Mengutip Reuters, saham meluncur di Asia dan euro jatuh karena kekhawatiran krisis utang zona euro yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global setelah pemerintah Yunani mengatakan akan kehilangan target defisit yang ditetapkan hanya beberapa bulan yang lalu dalam paket bailout besar-besaran.

Di pasar spot, emas naik $ 9,29 per ons menjadi $ 1.632,24 pada pukul 03.08 GMT. Emas telah mencatat laba kuartalan sebesar 8 persen - yang terbesar tahun ini, meskipun penurunan 11 persen untuk bulan September, sebagian besar penurunan bulanan dalam tiga tahun. "Emas naik meskipun dolar AS menguat. Mungkin emas yang memiliki daya tarik sebagai aset safe haven telah kembali," kata Natalie Robertson, ahli strategi komoditas di ANZ. "Sekarang tampaknya ada minat beli yang kuat pada tingkat sebesar $ 1.500 per ons." Emas US naik $ 11,7 ke $ 1.634 per ons.

Emas melompat ke level tertinggi sekitar $ 1.920 per ons pada awal September setelah euro jatuh terhadap dolar karena tumbuhnya keraguan tentang kemampuan Eropauntuk menyelesaikan krisis utang.

Anggota Bank Sentral Eropa, Christian Noyer mengatakan Senin (3/10) tidak realistis untuk mengharapkan peningkatan dana bailout Eropa melampaui apa yang disepakati pada bulan Juli, tetapi ia terbuka untuk skema yang akan mungkin digunakan untuk memperluas kapasitas. Kecemasan krisis utang Eropa menjadi spiral, eksposur utang bank-bank Eropa dan perlambatan ekonomi global mendorong investor untuk mengurangi taruhan mereka pada aset berisiko pada kuartal dari Juli sampai September, mengirimkan euro turun hampir 10 sen terhadap dolar AS selama periode tersebut. Di pasar fisik, pasokan yang ketat bertahan setelah turunnya harga logam yang dipicu pembelian agresif di Asia.

"Pada dasarnya orang berusaha untuk memenuhi pesanan. Saya tidak memiliki banyak stok. Masih ada beberapa pembeli, dan juga pembelian pemesanan terlebih dahulu," Kata seorang dealer fisik di Singapura.

Harga untuk emas batangan stabil pada $ 2 per ons dengan harga spot London di Singapura. Permintaan dari konsumen India juga terjadi selama musim pernikahan, ketika perhiasan emas menjadi bagian penting dari mahar.

Di India, permintaan emas ritel di pasar tradisional naik Agustus, saat festival dan musim pernikahan dimulai, mencapai puncaknya saat festival lampu Hindu Diwali.

"Logam mulia ini diperkirakan akan semakin naik minggu ini dan sejauh bulan ini karena mereka pulih dari aksi jual akhir September. Pasar emas bisa naik menuju $ 1.675 - $ 1.700, sementara perdagangan perak mengarah ke $ 33,00," kata analis logam berharga dan energi dari MF Global Tom Pawlicki.

"Setelah menunjukkan volatilitas yang kecil dan tinggi pada bulan September, logam dapat pulih kuartal ini, di tengah ketidakpastian yang berlangsung di Eropa, perlambatan ekonomi di China, dan dari potensi kenaikan resesi double di AS."

Kejatuhan Euro ke posisi terendah delapan bulan terhadap dolar pada Senin dan siap untuk jatuh lebih jauh, dengan Eropa masih menghadapi krisis utang dan kemungkinan gagal bayar Yunani menjulang lebih besar dari sebelumnya. Indeks dolar mencapai tertinggi delapan bulan, merayap naik 0,5 persen menjadi 78,888. Minyak turun lebih dari satu dolar pada Senin di tengah kekhawatiran meningkatnya krisis utang euro yang dimungkinkan menyebar ke bagian lain dari wilayah dan mengurangi permintaan minyak dunia.

Inggris Khawatirkan Kejatuhan Zona Euro

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Kepedulian tumbuh di Kementerian Keuangan Inggris atas risiko sangat, sangat besar jika euro pecah.

Kanselir Inggris George Osborne diperkirakan masih bersikap optimisme terhadap potensi ekonomi Inggris dalam pidatonya pada konferensi partai Konservatif, Senin (3/10). Tapi dia juga masih realistis terhadap ancaman yang dihadapi negara, yang ia lihat datang terutama dari zona euro. "Dari pemodelan yang telah kita lakukan, ketidakpastian (tentang mata uang tunggal) telah mempengaruhi pemulihan dan risiko (dari perpecahan) akan sangat, sangat besar," kata seorang pejabat Departemen Keuangan kepada Financial Times.

Publik minggu lalu menyuarakan untuk mendesak perjuangan menyelamatkan sterling dengan membuat sebuah pamflet dari think-tank Pusat Studi Kebijakan oleh komentator eurosceptic Peter Oborne dan Frances Weaver. Tapi Kanselir lebih khawatir terhadap ketergantungan masa depan ekonomi Inggris ke zona euro, meskipun Inggris berdiri di luar serikat mata uang euro.

"Jelas bahwa perpecahan zona euro bukan kepentingan Inggris," kata Osborne bulan lalu.

Ekonom setuju. Tetap keluar dari euro telah memberikan sedikit kekebalan Inggris dari kejadian-kejadian saat ini. Jonathan Portes, Direktur National Institute of Economic and Social Research mengatakan dalam hal terjadi perpecahan Euro, Inggris akan menderita dampak langsung melalui hubungan perdagangan, efek tidak langsung melalui hubungan keuangan ke zona euro yang lebih luas dan merusak kepercayaan asing. "Bersama-sama, ini bisa menjadi sangat buruk," katanya.

Stephen King, kepala ekonom di HSBC, lebih apokaliptik. "Perpecahan Euro akan menjadi bencana, mengancam depresi lain yang lebih besar," katanya.
Menyortir jutaan kontrak dan lintas-batas aset akan menjadi tugas raksasa yang pasti akan mengancam struktur sistem keuangan Eropa.

Setiap resesi di Eropa akan merusak ekspor Inggris, di mana 40% ekspor ke negara-negara zona euro. Kegagalan Euro akan hampir pasti menjatuhkan nilai, menaikkan sterling dan memperburuk kondisi perdagangan bagi eksportir Inggris.

Tapi itu adalah masalah keuangan yang menjadi perhatian terbesar bagi ekonom, Departemen Keuangan dan Bank of England. Aset Bank of England di zona euro akan terpukul keras oleh perpecahan dari mata uang tunggal dan utang luar negeri dan default negara itu. Bahkan jika pasar keuangan tidak membeku lagi, seperti yang mereka lakukan pada tahun 2008, bank akan dipaksa untuk menekan kredit dalam negeri lebih sulit daripada sekarang.

Jens Larsen, Kepala Ekonom RBC Capital Markets Eropa, mengatakan: "Saya tidak berpikir banyak tebakan untuk memperkirakan turbulensi yang dihasilkan untuk menghapus apa yang tersisa dari sektor perbankan".

Selain potensinya untuk memicu krisis perbankan domestik - kemungkinan memberikan komite kebijakan keuangan dari bank tertidur semalam - perpecahan Euro akan memukul kepercayaan konsumen, mendorong rumah tangga dan perusahaan untuk mengontrol pengeluaran mereka.

Sebuah efek spiral setan akan berkembang antara pelemahan ekonomi dan sistem keuangan yang rapuh. Apakah jika hal ini terjadi, pemerintah dan Bank tidak akan berdaya untuk bertindak. Departemen Keuangan dapat mengikuti rute 2009 dan menggunakan uang pembayar pajak untuk rekapitalisasi atau menasionalisasi bank-bank, sementara Bank dapat mengirim tekanan untuk mencetak uang elektronik ke overdrive untuk membuat bank yakin memiliki likuiditas yang cukup.

Dalam kondisi seperti itu, Michael Saunders dari Citigroup mengatakan tugas pemerintah akan mencoba untuk memastikan bank memiliki modal besar dan mendapatkan stimulus sebanyak mungkin.

Harga kontrak emas reli, tersokong kecemasan krisis utang Eropa

Harga kontrak emas reli, tersokong kecemasan krisis utang Eropa
SINGAPURA. Harga kontrak emas menanjak lagi hari ini. Dengan demikian, reli harga kontrak emas sudah terjadi selama tiga hari. Siang tadi, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat naik 1,4% menjadi US$ 1.647,35 per troy ounce. Pada pukul 14.50 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di posisi US$ 1.646,98 per troy ounce.

Lonjakan harga minyak terjadi setelah muncul kecemasan mengenai perkembangan krisis utang Eropa. Investor khawatir, para pemimpin Eropa gagal menemukan solusi sehingga krisis akan menyebar ke negara lain. Hal itu yang kemudian mendorong investor membeli emas sebagai untuk melindungi kekayaannya dari potensi perlambatan ekonomi global.

"Investor yang tidak sabar menunggu solusi politis krisis utang Eropa, memilih emas sebagai diversifikasi investasi. Selama belum ada solusi terkait krisis utang Eropa dan respon politis atas masalah tersebut, harga emas masih akan reli ke depannya," papar James Steel, analis HSBC Securities USA Inc.

Ups! Sentimen Yunani, Euro Melemah di Asia

Headline
INILAH.COM, Singapura - Kurs euro melanjutkan pelemahan di perdagangan Asia pada Senin (3/10) terhadap mata uang utama khususnya dolar AS.

Euro turun 0,07% menjadi US$1,3363 dari sebelumnya di US$1,3409 di AS pada perdagangan Jumat pekan lalu. Sedangkan kurs dolar terhadap enam mata uang utama naik 0,35% menjadi 78,930 DXY dari 78,647 DXY pada Jumat pekan lalu, seperti dikutip dari marketwatch.com.

Pelemahan euro dipicu rencana penghematan yang dilakukan Yunani tidak sesuai target awal. Padahal ini sebagai persyaratan pencairan dana bantuan dari IMF, Bank Sentral Eropa (ECB) dan Uni Eropa.

Sementara kurs dolar terhadap pound Inggris turun 0,08% menjadi US$1,5683 dari US$1,5632. Dolar juga naik terhadap yen Jepang dengan pelemahan yen sebesar 0,12% menjadi 77,21 yen dari 77 yen pada perdagangan Jumat pekan lalu.