Selasa, 03 April 2012

Data Manufaktur Topang Penguatan Wall Street

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat padaperdagangan saham Senin (2/4/2012) didukung dari data manufaktur Amerika Serikat dan China yang membantu mendukung prospek pertumbuhan ekonomi.

Indeks Dow Jones naik 52,45 poin atau 0,40% menjadi 13.264,49. Indeks S&P500naik 10,43 poin atau 0,74% ke level 1.418,90. Indeks Nasdaq naik 28,13 poin atau0,91% ke level 3.199,70.

Penutupan saham indeks S&P tertinggi sejak pertengahan Mei 2008. Indeks Dow tertinggi sejak 31 Desember 2007. Sementara indeks Nasdaq naik sejak akhir 2.000. Indeks US Institute for Supply Management naik menjadi 53,4 atau melebihi perkiraan.Indeks purchasing managers China ke level tertinggi dalam 11 bulan. "Ada yangkhawatir bahwa data kuartal pertama hanya kuat karena cuaca musim dingin ringan.Tapi ISM menunjukkan kekuatan ini lebih sedikit daripada yang diantisipasi. Selain itu China PMI telah meredakan kekhawatiran, " ujar Mark Luschini, ChiefInvestment Strategist Janney Montgomery Scott, seperti dikutip dari yahoofinance.

Data ekonomi tersebut membantu mengangkat saham energi dan basic material karena harga minyak mentah dan komoditi naik. Saham Chevron naik 1% menjadi US$108,30. Indeks sektor saham material S&P naik 1,4%, sementara saham Alcoa Inc mendorong kenaikan Dow Jones. Saham Alcoa naik 1,5% ke level US$10,17.

Perusahaan Coty Inc menawarkan untuk membeli Avon Products Inc dengan US$23,25 per saham, dengan 20% di atas harga premium pada penutupan Jumat lalu. Saham Avon naik 17,3% ke level US$22,70. Saham Apple Inc membantu mengangkat Nasdaq naik 3,2% menjadi US$618,63. Saham Home Depot Inc turun 0,6% menjadi US$449,99.

Selain itu, sebuah laporan di Eropa menunjukkan sektor manufaktur di kawasan Eropa menyusut pada Maret. Sehingga itu menjadi sorotan kesulitan ekonomi di zona Euro. Sedangkan pasar ekuitas akan ditutup tutup untuk liburan Jumat Agung yang dapat menciptakan volume lebih ringan dan meningkatkan volatilitas minggu ini. Meskipun libur, pemerintah akan merilis laporan payroll pada Jumat ini. Sehingga membuat investor ragu-ragu untuk mengambil langkah besar menjelang pengumuman data.

Volume perdagangan saham sekitar 6,46 miliar saham yang diperdagangkan di bursa saham New York, American Stock Exchange, dan Nasdaq di bawah rata-rata harian tahun lalu sekitar 7,84 miliar saham. [cms]

Harga emas tersetir dollar AS

Harga emas tersetir dollar AS
JAKARTA. Harga emas masih fluktuatif. Setelah sempat menanjak pekan lalu, emas sempat terperosok lagi ke kisaran US$ 1.654,9 per troy ounce (toz), Kamis (29/3).
Banderol harga logam mulia itu menguat 1,02% menjadi US$ 1.671,9 per toz, menutup pekan lalu. Namun, membuka bulan April, emas kembali terkoreksi tipis ke posisi
US$ 1.667,3 per toz.

Ariston Tjendra, Kepala Riset Monex Investindo Future, melihat, dorongan kenaikan harga emas sejatinya sudah muncul saat ini kendati masih bermain di area konsolidasi. “Pergerakan dollar Amerika Serikat (AS) menjadi faktor utama penggerak harga emas,” ujar dia, seperti dikutip dalam riset mingguan yang diterima KONTAN, Senin (2/4).

Sepekan ini, harga emas dia prediksi akan bergerak di rentang US$ 1.659-US$ 1.674 per toz. Jika naik hingga menyentuh US$ 1.674, maka harga emas bisa ngebut lebih tinggi lagi hingga US$ 1.684.

Namun, jika logam mulia itu jatuh lagi ke level US$ 1.659, maka emas bisa terlempar lagi ke kisaran US$ 1.645.

Wahyu T. Laksono, pengamat komoditas dan valuta, menuturkan, harga emas beberapa pekan ini memang tengah konsolidasi. Ketika pasar meragukan kelanjutan stimulus moneter lanjutan AS, daya tarik emas langsung pudar.

Februari lalu, ketika spekulasi tersebut meruyak, harga emas jatuh hingga US$ 100. Demikian halnya ketika pernyataan The Federal Reserves 26 Maret lalu memicu spekulasi kelanjutan quantitative easing AS, emas bangkit meski tidak dramatis.

Wahyu menilai, saat ini harga emas secara teknikal cenderung melemah. “Moving Average Convergence Divergence menurun. Stochastic juga menurun, usai menyentuh level 50,” ujar dia.
Selama pekan ini, hitungan Wahyu, emas akan berkisar US$ 1.600-US$ 1.700. Emas akan sulit kembali menjadi US$ 1.800, di waktu dekat.

Dollar AS memang menjadi penyetir utama arah harga emas. Sepanjang kuartal I lalu, emas sudah menanjak 6,7%. Sedangkan dollar AS melemah 1,5% terhadap enam mata uang utama dunia.

Mengutip survei Bloomberg, 14 dari 21 dealer U.S. Treasuries, memprediksi The Fed akan membutuhkan quantitative easing untuk mempercepat pemulihan perekonomian AS. “Jika The Fed melakukan quantitative easing tahun ini, ditambah melonjaknya defisit fiskal dan tergerusnya mata uang dollar AS dibanding mata uang dunia lainnya, maka emas akan menjadi investasi pokok,” ungkap Loan Smith, Direktur Knight Capital Europe.

Indeks Manufaktur AS Siap Dongkrak Rupiah

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (3/4/2012) diprediksi menguat. Positifnya indeks manufaktur AS menjadi katalisnya.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini terutama didukung oleh rilis indeks manufaktur AS semalam yang sudah diprediksi membaik. Angkanya diprediksi naik 53 untuk Maret 2012 dari bulan sebelumnya 52,2.

Secara historis, lanjut Firman, jika data manufaktur dirilis positif, efek positifnya bisa berlangsung dua hari. "Karena itu, rupiah cenderung menguat dalam kisaran 9.100 hingga 9.160 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Dia menegaskan, rupiah masih memiliki ruang penguatan. Tapi, ruang penguatan tersebut sedikit tipis. "Sebab, pagi ini pasar dihadapkan pada pengumuman suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA)," ujarnya.

Firman menjelaskan, meski Australia sudah diprediksi akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 4,25%, pernyataan dari Bank Sentral yang akan dirilis pagi ini sudah diprediksi bersifat dovish (pro kebijakan suku bunga rendah). "Karena itu, meski suku bunga RBA dipertahankan, ada potensi penurunan suku bunga ke depannya," paparnya.

Selain itu, pasar juga mencemaskan potensi pelemahan nilai tukar dolar Australia yang berada pada level tinggi (jenuh beli). "Kondisi ini, akan memberikan sentimen negatif terhadap rupiah sehingga penguatannya jadi terbatas secara umum," imbuh Firman.

Tapi, rupiah bisa menguat tipis. Sebab, bagusnya data manufaktur mulai dari China, Jepang, Inggris, Uni Eropa, Kanada dan AS bisa memberikan sentimen positif bagi bursa saham global dan seharusnya bisa turut berimbas positif bagi rupiah. "Karena itu, kecenderungan rupiah jadi menguat tipis," paparnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (2/4/2012) ditutup menguat 9 poin (0,09%) ke level 9.130/9.145.

Dominasi yen belum akan bangkit

Dominasi yen belum akan bangkit
JAKARTA. Pamor yen Jepang (JPY) sepanjang kuartal I-2012 terpuruk. Di antara 10 valuta negara-negara maju, yen tercatat sebagai valuta dengan performa terburuk.
Pelemahan yen mencapai 10,4% dalam tiga bulan terakhir. Otot yen di hadapan dollar Amerika Serikat (AS) misalnya, melemah ke level terendah setahun di level 84,18 di pertengahan Maret lalu.

Bank of Japan (BoJ) membanjiri pasar dengan stimulus hingga ¥ 10 triliun agar yen bertahan melemah. Pelemahan yen disengaja agar kinerja ekspor Jepang tidak terganggu.
Para eksportir Jepang berharap pelemahan yen tetap berlangsung. Akio Toyoda, Presiden Toyota Motor Corporation, salah satunya, meminta yen untuk diperlemah lagi untuk membantu ekspor Jepang.

"Yen yang melemah adalah hal yang baik untuk eksportir, tapi level USD/JPY sekitar 80-an masih sebuah hal yang sulit," imbuh Takashi Okuda, Presiden Sharp.
Namun, BoJ sendiri tidak ingin pemerintah terlalu bergantung pada kemampuannya mencetak uang. "Ada batasan terhadap apa yang bisa dilakukan BoJ, menuntut pelemahan kurs yen adalah harapan kosong belaka," kata Yuuki Sakurai, CEO di Fukoku Capital Management.
Para eksportir Jepang, menurut Sakurai, lebih baik menyusun strategi dan rencana bisnis, berdasarkan nilai tukar yen di saat ini.

Para analis memangkas prediksi harga yen terhadap dollar AS di kuartal ketiga hingga 6%. Harga dollar AS diperkirakan bertahan sekitar 84 yen, hingga akhir tahun ini.
"BoJ sudah memulai awal yang baik, tapi untuk melanjutkannya dibutuhkan keadaan ekonomi Amerika yang baik dan kemungkinan pelonggaran kebijakan tanpa akhir di Jepang," ujar Shahab Jalinoos, Senior Currency Strategist UBS AG, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Prediksi UBS, nilai tukar yen akan melemah, hingga USD/JPY mendekati kisaran 85-an, dalam enam bulan mendatang. Hari ini, pamor yen secara teknikal masih kalah dibandingkan valuta dunia lain.

Senin, 02 April 2012

Minyak berpeluang menembus US$ 105

Minyak berpeluang menembus US$ 105
JAKARTA. Harga minyak mentah kembali memanas. Penyulutnya kali ini adalah pernyataan Barrack S. Obama, Presiden Amerika Serikat (AS), tentang sanksi untuk Iran. Minyak juga terungkit sentimen positif data terbaru kondisi perekonomian AS.

Kontrak pengiriman minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk Mei 2012 di New York Merchantile Exchange, akhir pekan lalu (30/3), menguat 0,23% menjadi US$ 103,2 per barel. Harga minyak jenis Brent, menguat 0,4% ke level US$ 122,8 per barel. Banderol Brent sudah melesat 14% sepanjang kuartal I-2012, sedangkan WTI telah menguat 4,2%.

Angka belanja konsumen di AS naik 0,6% Februari lalu, berdasarkan data Departemen Perdagangan AS. Indeks sentimen konsumer dari Thomson Reuters/University of Michigan AS juga naik dari 75,3 menjadi 76,2.

Sinyal pemulihan ekonomi AS positif bagi harga minyak mengingat Negeri Paman Sam tersebut adalah negara dengan konsumsi minyak terbesar di dunia.

Harga minyak juga terkerek oleh kebijakan terbaru Obama yang mengancam akan mengeluarkan bank dari sistem perbankan, jika melayani transaksi yang terkait dengan jual-beli minyak Iran. Obama dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy terus berupaya menekan Iran dengan ancaman sanksi lanjutan, agar Negeri Mullah itu menghentikan proyek nuklirnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, menambahkan, Iran telah melanggar resolusi Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dengan terus meningkatkan program nuklirnya di tengah-tengah kecaman dunia.

Survei Bloomberg mencatat, produksi minyak Iran Maret lalu telah anjlok 65 ribu barel menjadi 3,385 juta. Ini merupakan level terendah sejak Juni 2002. Hal ini tentu memengaruhi sisi suplai minyak di pasar dan berimbas ke prospek harga.

Kendati dari sisi fundamental, minyak di atas angin, dari sisi teknikal minyak sejatinya masih berada dalam tren melemah sepekan ini. "Pergerakan harganya masih di bawah harga rata-rata harian," kata Apelles RT Kawengian, analis Monex Investindo Futures.

Sepekan ini, harga minyak diperkirakan ada di kisaran US$101,6-US$105,2 per barel.

BBM Batal Naik, Rupiah Bisa Menguat

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (2/4/2012) diprediksi naik. Pasar merespons positif batalnya penaikan harga BBM dan faktor sentimen dari Eropa dan AS.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, potensi penguatan rupiah awal pekan ini salah satunya dipicu oleh pembatalan penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam Paripurna DPR akhir pekan lalu. Sebab, menurut Christian, dengan tidak naiknya harga BBM per 1 April 2012, rupiah akan kembali stabil setelah terkoreksi tajam akibat wacana penaikan harga BBM.

Di sisi lain, lanjutnya, pasar juga melihat tidak adanya bahaya tekanan inflasi. "Karena itu, rupiah cenderung menguat dalam kisaran 9.110 hingga 9.150 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Selain itu, pergerakan rupiah juga terpengaruh positif oleh hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa akhir pekan lalu dan menteri keuangan Uni Eropa yang juga bertemu dalam Ecofin Meeting.

Pada saat yang sama, rupiah masih mendapat dukungan dari tersedianya peluang pemberian stimulus moneter AS oleh Bank Sentral The Fed. "Sentimennya akan positif bagi aset-aset berisiko termasuk rupiah. Jadi, rupiah masih tertopang oleh pteonsi arus hot money yang masuk seiring terbukannya peluang Quantitative Easing (QE) di AS," tandas Christian.

Hanya saja, Christian memperkirakan, setelah rupiah mendiskon faktor AS dan Eropa, pasar akan fokus pada indikasi kekuatan ekonomi China yang akan melaporkan aktivitas manufaktur selama Maret 2012. "Para investor akan melihat konfirmasinya apakah terjadi kontraksi seperti pada PMI Manufacturing Indeks sebelumumya," ujarnya.

Jika terjadi perlambatan, kata dia, manufaktur China menunjukkan prospek pelonggaran moneter negeri Tirai Bambu itu untuk kembali mendongkrak perekonomian. "Setelah ekonomi China mendapat topangan, akan terkoreksi kembali jika data manufaktur kembali menunjukkan kontraksi," tandasnya.

Angkanya, lanjut Christian, sudah diperkirakan turun dari 51 menjadi 50,5. "Tapi, meski China negatif, rupiah bakal menguat untuk jangka pendek karena sentimen AS dan Eropa serta batalnya penaikan harga BBM," imbuh Christian.

Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS pada kontrak harga emas di London, Jumat (30/3/2012) ditutup menguat 13 poin (0,14%) ke angka 9.165/9.175.

Emiten terciprat fluktuasi harga minyak

Emiten terciprat fluktuasi harga minyak
JAKARTA. Harga minyak mentah berfluktuasi, mengikuti kondisi ekonomi dan politik dunia. Pada Jumat (30/3), kontrak pengiriman minyak untuk Mei 2012, di New York Mercantile Exchange senilai US$ 103,02 per barrel. Angka itu naik tipis dari hari sebelumnya yang sebesar US$ 102,78 per barel.

Pada akhir Februari 2012, harga minyak sempat menyentuh harga US$ 110, 18 per barel. Saat itu, hubungan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran sedang panas-panasnya. Alwi Assegaf, Analis Universal Broker Indonesia, bilang jika ketegangan antara kedua negara kembali memanas, harga minyak dunia bisa menyentuh US$ 125 per barel di tahun ini.

Raditya Christian Artono, Analis Mandiri Sekuritas, menghitung, harga rata-rata minyak tahun ini US$ 95 per barel, lebih tinggi daripada rata-rata di tahun 2011, yaitu US$ 90 per barel.

Tentu kenaikan harga minyak bakal mengerek pendapatan para emiten di sektor energi. Memang, pendapatan emiten juga ditentukan oleh jumlah produksinya.

Produksi bertambah
Ambil contoh PT Medco Energi International Tbk (MEDC). Wilim Hadiwijaya, analis Ciptadana Securities, memperkirakan produksi MEDC tahun ini tidak akan banyak mengalami kenaikan. "Tahun ini oil lifting MEDC relatif sama dibanding tahun sebelumnya yang sekitar 30 thousands barrel oil per day (mbopd)," kata Willim.

Maklum tambang MEDC sudah memasuki masa matang, hingga produksi cenderung menurun. Di kuartal ketiga 2011, produksi minyak MEDC sebesar 29,4 mbopd, turun 3,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Padahal pada awal tahun 2000, produksi minyak MEDC mencapai 85,5 mbopd.

Namun, untuk tahun 2014, Wilim memprediksi produksi MEDC akan kembali rebound menjadi sekitar 32,6 thousands barrel oil equivalent per day (mboepd). Peningkatan produksi minyak ini seiring dengan mulai berproduksinya proyek Blok EOR Rimau di Sumatera Selatan.

Sedang, Arief Budiman, Analis OSK Nusadana Securities, memprediksi, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), tahun ini bisa memproduksi minyak dan gas rata-rata sebesar 44,800 boepd. Jumlah ini naik 169,87% dari produksi migas tahun sebelumnya.

Arief bilang, ENRG akan mendapat tambahan produksi minyak dari Blok Kangean yang mulai beroperasi kuartal 2-2012. Blok tersebut akan menambah produksi gas ENRG sebesar 25.000 boepd.

Selain itu ada tambahan output, dari Blok Offshore North West Java (ONWJ) sekitar 11.700 boepd. Berdasarkan catatan KONTAN, blok ONWJ menghasilkan gas sebanyak 5.800 boepd serta minyak 5.900 boepd.

PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) mengandalkan jurus anorganik untuk meningkatkan kinerjanya. BIPI hendak mengakuisisi perusahaan infrastruktur pertambangan Astrindo Mahakarya Indonesia (AMI), optimistis bisa mengantongi laba sebesar US$ 110 juta di 2012.
Berikut ulasan analis terhadap tiga emiten energi.

Kenaikan BBM Ditunda, Beberapa Emiten Rebound

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Senin (2/4/2012) masih akan bergerak fluktuatif. Namun, keputusan penundaan kenaikan BBM akan mendorong rebound teknikal beberapa emiten.

Edwin Sebayang, analis pasar modal dari MNC Securities mengatakan, penundaan kenaikan BBM bersubsidi belum mengakhiri ketidakpastian di pasar keuangan, “Hal ini karena pemerintah dihadapkan pada resiko naiknya ekspektasi inflasi yang terjadi, sejak rencana ini digulirkan ke publik,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Sementara itu, dengan opsi kenaikan bisa dilakukan, jika harga indeks harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ ICP) lebih dari 15% dari asumsi ICP US$105 per barel, maka kenaikan BBM dapat dilakukan sewaktu-waktu.

“Emiten juga sudah memproyeksikan penurunan earning dan tidak bisa begitu saja menghilangkan resiko kenaikan BBM bersubsidi,”paparnya.

Menurutnya, jangka pendek penundaan kenaikan BBM premium jelas akan mendongkrak inflasi berkepanjangan ke level 6,5%-7%, dan mendorong BI Rate ke level 6%-6,5% di saat pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat.

Namun, saham-saham consumers kemungkinan berbalik positif. Sektor ini berpotensi mengalami rebound teknikal, setelah sepanjang pekan lalu didera sentimen negatif akibat terombang-ambing keputusan kenaikan BBM.

Sementara itu, saham komoditas gas menjadi negatif. Karena penundaan kenaikan BBM ini menjadikan melemahnya peluang peningkatan earning, padahal penyaluran gas sudah mulai normal. Misalkan saja Perusahaan Gas Negara (PGAS) yang sepanjang 2011, sudah mendistribusikan gas untuk produksi minyak, sehingga distribusi gasnya turun.

Mengantisipasi rebound jangka pendek, Edwin menyarankan investor untuk melakukan aksi beli terhadap saham-saham dari sektor perbankan, seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI).

Kemudian saham Astra International (ASII), Indocement (INTP), Semen Gresik (SMGR), Indo Tambangraya Megah (ITMG), Intraco Penta (INTA), United Tractor (UNTR), Unilever (UNVR) dan Indofood Sukses Makmur (INDF). “Rekomendasi beli untuk emiten-emiten ini,”ujarnya.

Sedangkan beberapa saham yang disarankan untuk dilepas adalah AKR Corporindo (AKRA), PGAS, Intiland Development (DILD) dan Bumi Resources (BUMI), “Rekomendasi jual untuk saham-saham ini,” tutupnya. [nat]

Sepanjang pekan lalu, bursa AS menanjak 0,8%

Sepanjang pekan lalu, bursa AS menanjak 0,8%
NEW YORK. Sepanjang pekan lalu, mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa AS mencatatkan kenaikan. Indeks Standard & Poor's 500 naik 0,8% menjadi 1.408,47 dalam seminggu kemarin. Bahkan, indeks S&P 500 ditutup pada level tertinggi sejak Mei 2008 pada 26 Maret lalu. Sepanjang kuartal pertama 2011, indeks S&P 500 sudah menanjak 12%, termasuk kenaikan 3,1% pada Maret.

Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 1% menjadi 13.212,04. Nasdaq Composite Index naik 0,8% dan menanjak 19% di sepanjang kuartal I.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menjadi incaran investor antara lain: WellPoint Inc yang naik 11%, Pfizer Inc naik 3,8%, dan Red Hat Inc naik 15%.

Salah satu faktor yang menyokong bursa AS adalah Pimpinan the Federal Reserve Ben S Bernanke bilang, pihaknya akan terus menstimulasi ekonomi. Selain itu, sentimen lainnya adalah Eropa setuju untuk menaikkan dana bailout.

"Pasar akan terus reli hingga bulan Mei dan awal Juni mendatang. Meski kebijakan moneter di pasar global diperketat, namun, pada saat yang bersamaan terjadi pemulihan sentimen yang sangat baik. Outlook pasar saham hinggga akhir tahun masih positif," jelas Jon Fisher, fund manager Fifth Third Asset Management di Minneapolis.

Inilah Saham Pilihan Senin (2/4/2012)

INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan melanjutkan penguatan ke level 4.068-4.205 pada perdagangan saham Senin (2/4/2012). Hal itu didukung sentimen pembagian dividen dan pengumuman inflasi Maret.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya menuturkan, IHSG masih melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Senin (2/4/2012). IHSG diprediksikan berada di level 4.068-4.205. Sentimen pembagian dividen menjadi sentimen positif untuk indeks saham. "Net buy asing yang cukup besar memberi sentimen positif ke bursa saham. IHSG akan terus melanjutkan penguatan saham didorong dari pembagian dividen oleh emiten," ujar Willy, saat dihubungi INILAH.COM, akhir pekan ini.

Sementara itu, analis PT Sinarmas Sekuritas Jansen Kustianto mengatakan, IHSG secara teknikal akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada ksiaran 4.100-4.146. Adapun sentimen yang mempengaruhi IHSG antara lain pengumuman inflasi Indonesia pada Maret. Selain itu, pengumuman data tingkat konsumsi Amerika Serikat dan hasil dari pertemuan Menteri Keuangan Uni Eropa seputar penambahan data talangan dapat memberikan sentimen indeks.

Analis Senior PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko menuturkan, IHSG akan terkoreksi pada perdagangan saham Senin (2/4/2012). Hal itu dikarenakan kecewanya asing terhadap batalnya naik BBM yang dapat menunda kenaikan peringkat rating investment grade untuk Indonesia. Yuganur merekomendasikan akumulasi karena outlook fundamental masih optimis. IHSG diprediksikan berada di level 4.065-4.008-3.850 dan 4.200-4.300.

Untuk rekomendasi saham, Willy merekomendasikan saham PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Bukit Sentul City Tbk (BKSL), PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG), dan PT Modernland Realty Tbk (MDLN)."Untuk Petrosea saya rekomedasikan strong buy dengan target price Rp850,dan saham ADMG direkomendasikan buy," kata Willy.

Jansen merekomendasikan, saham-saham untuk day trading seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham PT United Tractor Tbk (UNTR), saham PT Unilever Tbk (UNVR), dan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Sementara itu, Yuganur merekomendasikan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), saham PT Timah Tbk (TINS), dan saham PT Astra International Tbk (ASII)."Saya merekomendasikan buy untuk saham tersebut," tambah Yuganur.

Dollar AS keok terhadap 13 dari 16 mata uang dunia

Dollar AS keok terhadap 13 dari 16 mata uang dunia
TOKYO. Pagi ini, pergerakan dollar AS melemah versus 13 dari 16 mata uang dunia. Pada pukul 08.28 waktu Tokyo, dollar melemah 0,2% menjadi US$ 1,3363 per euro. Namun, posisi dollar AS tak banyak mencatatkan perubahan di posisi 82,81 yen. Sementara, euro menguat 0,1% menjadi 110,66 yen.

Selain itu, dollar AS juga melemah 0,8% terhadap aussie menjadi US$ 1,0433. Sedangkan jika berhadapan dengan dollar Selandia baru, dollar melemah 0,5% menjadi 82,24.

Pelemahan dollar AS terhadap dollar Australia dan dollar Selandia Baru terjadi sebelum laporan mengenai Institute for Supply Management (ISM) AS pada bulan Maret dirilis. Para analis memprediksi, ISM akan naik ke level 53 pada bulan lalu dari level 52,4 pada Februari.

"Pasar menunggu data ISM yang positif. Kita akan melihat dollar AS akan sedikit melemah terhadap sejumlah mata uang dunia," jelas Emma Lawson, currency strategist National Australia Bank Ltd.

Dua sentimen kembali dongkrak harga minyak

Dua sentimen kembali dongkrak harga minyak
SYDNEY. Harga kontrak minyak dunia kembali naik untuk hari kedua. Asal tahu saja, pagi tadi, harga kontrak minyak untuk pengantaran Mei naik 54 sen menjadi US$ 103,56 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 08.35 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 103,46. Dalam tiga bulan yang berakhir 30 Maret lalu, harga minyak sudah melonjak 4,2%.

Kenaikan harga minyak dipicu oleh spekulasi investor bahwa permintaan minyak akan meningkat seiring sejumlah sinyal yang menunjukkan penguatan ekonomi China. Sekadar informasi, data Biro Pusat Statistik Nasional China menunjukkan, Purchasing Manager's Index China naik ke level tertinggi dalam setahun terakhir menjadi 53,1.

Sentimen lainnya adalah pernyataan obama yang akan memberikan sanksi kepada bank yang masih melayani transaksi untuk Iran.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Mei naik 0,4% menjadi US$ 123,39 per barel di ICE Futures Europe Exchange London.

Tunggu Pengumuman Inflasi, IHSG Bakal Fluktuatif

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak menghiraukan soal rencana kenaikan BBM dan berhasil menguat 16 poin pada perdagangan akhir pekan lalu.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (30/3/2012), IHSG ditutup menguat 16,384 poin (0,39%) ke level 4.121,551. Sementara Indeks LQ 45 naik 4,017 poin (0,56%) ke level 712,551.

Membuka awal pekan ini, IHSG akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Naiknya indeks dalam beberapa hari terakhir membuat indeks berada dalam ancaman profit taking.

Jumat lalu, bursa Wall Street menutup triwulan I-2012 dengan penguatan yang signifikan meski sudah turun selama enam dari sembilan hari perdagangan. Bursa paman sam itu naik didorong oleh saham-saham berbasis energi dan produk kesehatan.

Pada perdagangan Jumat waktu setempat, indeks Dow Jones naik 66,22 poin (0,50%) ke level 13.212,04. Indeks S&P 500 bertambah 5,19 poin (0,37%) ke level 1.408,47. Indeks Komposit Nasdaq melemah 3,79 poin (0,12%) ke level 3.091,57.

Bursa-bursa di Asia pagi ini dibuka positif:
  • Indeks Hang Seng naik 107,39 poin (0,52%) ke level 20.662,97
  • Indeks Nikkei 225 naik 97,69 poin (0,97%) ke level 10.181,36.
  • Indeks Straits Times menguat 5,220poin (0,17%) ke level 3.015,33.
Rekomendasi saham hari ini:

Panin Sekuritas
Menutup perdagangan pekan lalu indeks berhasil ditutup menguat di tengah pecahnya konsentrasi investor menyusul maraknya aksi penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi serta ricuhnya rapat paripurna DPR. Sentimen positif dari pengumuman kinerja emiten tampaknya menjadi katalis positif bagi indeks. Transaksi tercatat cukup ramai sementara investor asing masih mencatatkan net buy yang cukup besar, yakni Rp 1,1 triliun. Sebagai catatan, berdasarkan pantauan kami asing mencatat net buy sebanyak 16 hari berturut-turut. Hal ini bisa diindikasikan bagaimana optimisme investor terhadap prospek perekonomian kita. Mengawali awal pekan ini kami melihat indeks akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Naiknya indeks dalam beberapa hari terakhir membuat indeks berada dalam ancaman profit taking. Kisaran support-resistance hari ini 4.090-4.148. Saham pilihan : ADHI, ADRO, UNTR, GGRM, JSMR

OSO Securities
Hari ini diperkirakan market akan bergerak fluktuatif karena menunggu keluarnya data inflasi bulan Maret. Secara teknikal, indikator stochastic dan MACD masih menunjukkan potensi bagi IHSG untuk melanjutkan penguatannya. Akan tetapi, investor harus waspada karena IHSG rentan profit taking setelah naik selama 4 hari berturut-turut. Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak pada level 4.080-4.145.

(dnl/dnl)

Jumat, 30 Maret 2012

Tak Hiraukan Kisruh BBM di Paripurna, IHSG Menguat 16 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak menghiraukan soal rencana kenaikan BBM dan berhasil menguat 16 poin. Dana asing Rp 1 triliun parkir di pasar modal.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.150 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.185 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis 1,076 poin (0,02%) ke level 4.106.243. Pelaku pasar masih menanti hasil sidang paripurna DPR hari ini soal kenaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Indeks bergerak fluktuatif sementara investor melakukan aksi tunggu. Sidang paripurna soal BBM yang baru saja dimulai pagi ini belum membuahkan hasil.

IHSG bergerak fluktuatif, naik turun antara zona merah dan hijau dengan rentang yang tipis. Indeks sempat turun meninggalkan level 4.100.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 1,502 poin (0,03%) ke level 4.106,669. Indeks bergerak labil alias fluktuatif menunggu keputusan sidang paripurna DPR soal BBM.

Para politisi di Senayan belum juga memutuskan kenaikkan harga BBM dalam sidang paripurna yang sudah dimulai pagi tadi. Kini rapatnya malah diskors untuk dilakukan lobi.

Konsentrasi para pelaku pasar pun beralih dan memutuskan untuk mengakumulasi saham sebelum menutup perdagangan akhir pekan.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (30/3/2012), IHSG ditutup menguat 16,384 poin (0,39%) ke level 4.121,551. Sementara Indeks LQ 45 naik 4,017 poin (0,56%) ke level 712,551.

Indeks sektoral pun berbalik menguat kecuali sektor industri dasar. Last minute shopping kembali berhasil mengamankan indeks di zona hijau.

Dukungan investor asing sangat tinggi dalam penguatan kali ini. Transaksi pemodal asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 1,189 triliun di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 126.451 kali pada volume 7,57 juta lot saham senilai Rp 4,887 triliun. Sebanyak 122 saham naik, sisanya 124 saham turun, dan 109 saham stagnan.

Pagi tadi masih bursa-bursa di Asia terjebak di zona merah, siang ini berhasil balik arah dan menguat. Hanya bursa saham Hong Kong dan Jepang yang masih terkoreksi.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 10,63 poin (0,47%) ke level 2.262,79.
  • Indeks Hang Seng turun 53,81 poin (0,26%) ke level 20.555,58.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 31,23 poin (0,31%) ke level 10.083,56.
  • Indeks Straits Times naik 7,30 poin (0,24%) ke level 3.001,39.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.000 ke Rp 73.950, Lionmetal (LION) naik Rp 1.000 ke Rp 6.200, Gudang garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 55.050, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 600 ke Rp 33.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 8.000 ke Rp 130.000, Hero Supermarket (HERO) turun Rp 2.250 ke Rp 21.000, Surya Citra (SCMA) turun Rp 450 ke Rp 8.050, dan Indocement (INTP) turun Rp 250 ke Rp 18.450.

(ang/dru)

Bursa Eropa Dapat Peluang Penguatan

Medium
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa pada perdagangan Jumat (30/3/2012) menguat dengan aksi beli saham murah setelah turun tajam dalam tiga sesi perdagangan.

Pasar juga melakukan spekulasi dengan pertemuan menteri keuangan Uni Eropa (UE) yang diperkirakan akan menyetujui peningkatgan dana talangan dalam pertemuan hari ini. Dalam tiga hari perdagangan, indeks telah jatuh 2,7%.

Indeks FTSE naik 0,3% ke 5.759, indeks CAC naik 0,7% ke 3.406 dan indeks DAX naik 0,6% ke 6.920. Saham sektor pertambangan menjadi penopang kenaikan. Hal ini dimotori saham Rio Tinto naik 1,5% dan Xstrata naik 0,7%. Namun karena perdagangan akhir pekan, pasar tetap hati-hati dengan prospek Eropa untuk beberapa pekan ke depan. Demikian mengutip cnbc.com.

"Semua pasar Eropa telah jatuh sejak masuk 2012, kecuali indeks DAX yang masih bisa naik 0,6%. Rata-rata mengalami penurunan dalam 50 hari perdagangan," kata Aurel BGC, analis dari Gerard Sagnier.

Namun, Aurel menambahkan, kenaikan indeks tidak dapat terjadi dalam waktu singkat saat ini. Secara teknis harus menunggu tahapan konsolidasi yang baru saja dimulai pada pekan ini.

Hari ini, Eurogroup akan melakukan pertemuan di Kopenhagen. Pasar memperkirakan akan didominasi masalah besar soal keuangan di negara Eropa. Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan bahwa zona euro tidak harus mengumpulkan dana hingga 800 miliar euro. Namun ada juga yang memperkirakan menteri keuangan Uni Eropa akan meningkatkan dana gabungan untuk mendukung dana talangan hingga 940 miliar euro.

Selain itu, pasar juga akan mencermati langkah PM Spanyol, Mariano Rajoy dalam mengatasi masalah anggaran setelah menang pemilu pada tahun lalu. Pemerintahannya akan menghadapi tekanan domestik dengan kebijakan penghematan dan juga tekanan dari dunia internasional untuk menurunkan beban defisit anggaran.

Bursa Asia lebih cenderung melemah seperti indeks Hang Seng turun 0,4%, indeks Nikkei turun 0,3%, indeks Shanghai naik 0,2%, indeks ASX turun 0,06%, indeks Kospi turun 0,02%, indeks STI naik 0,3%.

Indeks acuan Asia bergerak mixed sore ini

Indeks acuan Asia bergerak mixed sore ini
TOKYO. Mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa Asia mencatatkan kenaikan pada sore ini. Pada pukul 16.09 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% menjadi 126,65. Dalam setiap lima saham yang naik, terdapat empat saham yang turun.

Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,5%, indeks S&P/ASX 200 China naik 0,5%, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,1%, dan indeks Kospi Korea Selatan tak banyak mencatatkan perubahan. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang ditutup turun 0,3%.

Saham-saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa Asia antara lain: Industrial & Commercial Bank of China Ltd anjlok 13% di Hong Kong, Fanuc Corp turun 2,9% di Tokyo, dan Sun Hung Kai Properties Ltd melorot 13% di Hong Kong.

Sejumlah faktor turut mempengaruhi pergerakan bursa Asia. Di antaranya adalah data manufaktur Jepang yang turun di luar ekspektasi pasar. Selain itu, saat ini, pasar juga menunggu data pendapatan dan anggaran belanja AS.

"Terdapat penyesuaian di pasar terkait kenaikan indeks pada tiga atau empat bulan lalu," papar Andrew Pease, chief strategist Russel Investment Group.

IHSG Labil Menanti Keputusan Paripurna Soal BBM

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak labil alias fluktuatif menunggu keputusan sidang paripurna DPR soal BBM. Indeks hanya naik tipis 1 poin untuk beristirahat siang hari ini.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis 1,076 poin (0,02%) ke level 4.106.243. Pelaku pasar masih menanti hasil sidang paripurna DPR hari ini soal kenaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Indeks bergerak fluktuatif sementara investor melakukan aksi tunggu. Sidang paripurna soal BBM yang baru saja dimulai pagi ini belum membuahkan hasil.

Indeks bergerak fluktuatif, naik turun antara zona merah dan hijau dengan rentang yang tipis. Indeks sempat turun meninggalkan level 4.100.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (30/3/2012), IHSG naik tipis 1,502 poin (0,03%) ke level 4.106,669. Sementara Indeks LQ 45 menipis 1,029 poin (0,14%) ke level 709,563.

Aksi tunggu investor masih dibarengi dengan beli selektif di saham-saham lapis dua. Sementara beberapa investor juga ada yang memutuskan untuk keluar sejenak dari lantai bursa.

Investor asing tanpa henti memasukkan dananya ke pasar modal dalam negeri, siang ini sudah masuk dnegan nilai yang cukup signifikan. Langkah ini sudah dilakukan pemodal asing sejak pekan lalu.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 67.361 kali pada volume 4,26 juta lot saham senilai Rp 1,956 triliun. Sebanyak 88 saham naik, sisanya 131 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Pagi tadi masih bursa-bursa di Asia terjebak di zona merah, siang ini berhasil balik arah dan menguat. Hanya bursa saham Hong Kong dan Jepang yang masih terkoreksi.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 7,78 poin (0,35%) ke level 2.259,94.
  • Indeks Hang Seng melemah 121,95 poin (0,59%) ke level 20.487,44.
  • Indeks Nikkei 225 turun 55,21 poin (0,55%) ke level 10.059,58.
  • Indeks Straits Times menguat 10,28 poin (0,34%) ke level 3.004,37.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Lionmetal (LION) naik Rp 1.000 ke Rp 6.200, Astra Internasional (ASII) naik Rp 650 ke Rp 73.600, Petrosea (PTRO) naik Rp 275 ke Rp 4.225, dan ACE Hardaware (ACES) naik Rp 200 ke Rp 4.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 200 ke Rp 12.100, Surya Esa (ESSA) turun Rp 100 ke Rp 2.200, Multi Prima (LPIN) turun Rp 100 ke Rp 2.500, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 ke Rp 20.300.
(ang/dru)

Harga minyak naik untuk kali pertama dalam 3 hari

Harga minyak naik untuk kali pertama dalam 3 hari
SYDNEY. Harga kontrak minyak mencatatkan kenaikan untuk pertama kalinya dalam tiga hari di New York. Pagi tadi, harga kontrak minyak untuk pengantaran Mei naik 0,6% menjadi US$ 103,35 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 10.03 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 103,31 sebarel. Kemarin, harga minyak melorot 2,5% menjadi US$ 102,78 per barel, yang merupakan level terendah sejak 16 Februari lalu.

Kenaikan harga minyak terjadi seiring spekulasi investor bahwa penurunan harga minyak sudah terlalu dalam di tengah sinyal pemberian sanksi atas Iran.

Jika dihitung, sepanjang tahun ini, harga minyak sudah naik 4,5%. Namun, pada pekan ini, harga minyak mencatatkan penurunan sebesar 3,3%.

Sementara itu, harga minyak jenis Brent untuk pengantaran Mei turun US$ 1,77 atau 1,4% menjadi US$ 122,39 per barel di CIE Futures Europe Exchange London.

Ekonomi China Masih Bayangi IHSG

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin bertambah 14 poin, menguat sendirian di pasar regional didorong oleh kinerja emiten yang positif. Indeks pun kembali menembus 4.100.

Menutup perdagangan, Kamis (29/3/2012), IHSG bertambah 14,594 poin (0,35%) ke level 4.105,167. Sementara Indeks LQ 45 naik 2,451 poin (0,34%) ke level 708,534.

Kekhawatiran akan melemahnya ekonomi China akan menjadi sentimen pemberat bursa hari ini. Selain itu, demo kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga bisa sedikit mempengaruhi bursa.

Semalam, bursa saham Wall Street bergerak mixed setelah investor melakukan aksi ambil untung di saham-saham yang sudah naik selama tiga bulan pertama 2011 ini. Data pengangguran Amerika Serikat (AS) turun namun tidak sesuai ekspektasi pasar.

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 19,61 poin (0,15%) ke level 13.145,82. Sementara Standard & Poor's 500 Index menipis 2,26 poin (0,16%) ke level 1.403,28. Indeks Komposit Nasdaq turun 9,60 poin (0,31%) ke level 3.095,36.

Pergerakan bursa regional pagi ini:
  • Indeks Nikkei 225 melemah 73,84 poin (0,73%) ke level 10.040,95.
  • Indeks Straits Times turun 21,89 poin (0,73%) ke level 2.994,09.

Rekomendasi saham hari ini:
eTrading Securities
Secara teknikal, pada perdagangan Kamis (29/3) IHSG kembali bergerak menguat dengan Candlestick yang kembali membentuk pola Hanging Man dan telah berada diluar garis Upper Bollinger Band yang mengindikasikan sinyal Bearish Reversal. Sementara dari pergerakan indikator, Stochastic dan RSI bergerak uptrend memasuki area Overbought. Pada perdagangan Jumat (30/3), diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 4082-4131 dengan kecenderungan terkoreksi. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ELTY, CMNP, dan PTPP.

Panin Sekuritas
Kemarin indeks berhasil menguat dan ditutup diatas level 4.100. Pergerakan indeks diwarnai oleh keluarnya laporan keuangan emiten tahun buku 2011. Berita demo penolakan BBM tampaknya juga tidak terlalu berpengaruh terhadap pasar. Kenaikan indeks manembus 4.100 ini ditengah kekhawatiran akan melemahnya perekonomian China. Seperti diketahui China merupakan kekuatan ekonomi nomor dua di dunia. Untuk hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada kisaran support-resistance 4.089-4.125. Saham pilihan : AALI, PTPP, TOTL, CFIN, DILD, HRUM.

(ang/ang)

Jadwal Pembagian Dividen Tahun 2012

Jadwal Pembagian Dividen Tahun 2012

NO.

Nama Saham

Kegiatan

Cum Date

Rec Date

Terima dari Emiten

Rasio Perlembar

1

R-LQ45X

Dividen Tunai

07-Feb-12

10-Feb-12

15-Feb-12

Rp 4.00

2

SDRA

Dividen Tunai

10-Apr-12

13-Apr-12

27-Apr-12

Rp 11.00

3

IGAR

Dividen Tunai

13-Apr-12

18-Apr-12

02-May-12

Rp 75.00

4

BJBR

Dividen Tunai

17-Apr-12

20-Apr-12

04-May-12

Rp 61.07213

5

JASS

Dividen Tunai

18-Apr-12

23-Apr-12

30-Apr-12

Rp 307.00

6

BDMN

Dividen Tunai

19-Apr-12

24-Apr-12

08-May-12

Rp 104.43