Jumat, 25 Maret 2011

BI: Jangan Pakai 'Pengacara Jalanan' untuk Atasi Masalah Kredit


Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan terdapat 31 kasus laporan sengketa nasabah kredit Simpan Pinjam UKM dengan bank di awal tahun 2011. Menariknya, nasabah tersebut menggunakan 'jasa pengacara' jalanan alias 'street lawyer' untuk meminta restrukturisasi pelunasan kredit.

"Periode Januari-Februari 2011 banyak kasus sengketa nasabah versus bank soal simpan pinjam UKM oleh pedagang di pasar-pasar. Dimana sekitar 31 kasus yang rata-rata nasabah meminta restrukturisasi," ujar Ketua Tim Mediasi Perbankan Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan Bank Indonesia, Sondang Martha Samosir di Kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (24/3/2011).

Dijelaskan Sondang, banyaknya kasus sengketa simpan pinjam ini terjadi karena rayuan para 'street lawyer' yang menjanjikan restrukturisasi kredit dengan biaya murah.

"Jadi street lawyer itu mencari orang yang tidak bisa membayar utang sehingga nasabah menuntut banknya untuk melakukan restrukturisasi kredit dan melakukan aduan. Ini yang bikin kami pusing karena ternyata banyak kepentingannya," kata Sondang.

Menurut Sondang, saat ditelusuri pihak BI, para 'street lawyer' ini ternyata tidak memiliki kantor dan dengan izin yang tidak jelas. BI mengimbau nasabah tidak menggunakan jasa 'street lawyer ini, sebaiknya mereka langsung menghubungi banknya.

"Dengan menghubungi bank nanti akan ada solusi. Jika nasabah tidak puas maka bisa masuk Direktorat Mediasi BI, itu juga kalau ada kelalaian di pihak bank-nya," tambah Sondang.

Sebelum masuk mediasi dalam peraturan bank sentral, sambung Sondang, bila nasabah mengadu secara lisan, maka wajib dijawab oleh bank dalam dua hari. Jika disampaikan tertulis, maka harus dijawab dalam 20 hari. "Jika tidak ada jawaban barulah masuk ke mediasi di BI," tuturnya.

Dalam proses mediasi, Sondang mengatakan nasabah tidak dipungut biaya sepeserpun. Berbeda jika menggunakan street lawyer, Sondang menegaskan prosesnya akan semakin rumit dan pasti menggunakan biaya berlebihan. "Belum tentu nasabah menang," kata Dia.

Lebih jauh Sondang mengatakan, untuk tahun 2011 ini pada periode Januari-Februari, BI telah menerima 52 kasus mediasi perbankan, di antaranya, kasus simpan pinjam sebanyak 31 kasus, kehilangan kartu kredit sebanyak 17 kasus, sisanya kasus sistim pembayaran yang lain.

Mediasi yang difasilitasi Bank Indonesia ini tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 10/1/2008 tentang Mediasi Perbankan dimana menjelaskan mengenai penyelesaian sengketa perbankan dengan cara yang sederhana, murah dan cepat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada bank.

Selain itu, hasil mediasi yang merupakan kesepakatan antara nasabah dan bank dipandang merupakan bentuk penyelesaian permaslaahan yang efektif karena kepentingan nasabah maupun reputasi bank dapat dijaga.

Posisi 10 Bank Terbesar RI Tak Tergoyahkan


Jakarta - Sebanyak 10 bank masih menguasai aset industri perbankan nasional di Januari 2011. Bank-bank terbesar tersebut jumlah asetnya mencapai Rp 1.923,1 triliun atau 64,3% dari total aset perbankan.

Demikian data statistik perbankan yang dikutipdetikFinance dari Bank Indonesia (BI) Kamis (24/3/2011).

Posisi bank yang menempati 10 besar ini tak banyak perubahan sejak 2009.

Berikut daftar 10 bank terbesar di Indonesia:

  1. PT Bank Mandiri Tbk dengan aset Rp 402,83 triliun (13,47% dari seluruh total aset perbankan)
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dengan aset Rp 375,916 triliun (12,57%)
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan aset Rp 324,025 triliun (10,83%)
  4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dengan aset Rp 233,302 triliun (7,8%)
  5. PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan aset Rp 148,476 triliun (4,96%)
  6. PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan aset Rp 113,122 triliun (3,78%)
  7. PT Pan Indonesia Bank Tbk (Panin) dengan aset Rp 107,731 triliun (3,6%)
  8. PT Bank Permata Tbk dengan aset Rp 76,314 triliun (2,55%)
  9. PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) dengan aset Rp 71,606 triliun (2,39%)
  10. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dengan aset Rp 68,768 triliun (2,33%).

Medco Tetap Ingin Lanjutkan Proyek Migas di Libya


Jakarta - PT Medco Energy Internasional Tbk (MEDC) tetap berniat menjalankan proyek eksplorasinya di area 47 Libya meskipun saat ini kondisi di negara tersebut sedang kacau balau menyusul serangan pihak koaliasi.

Menurut Direktur Medco Lukman Mahfoedz, saat ini seluruh proyek Medco di Libya sedang dihentikan sementara terkait memanasnya situasi di negeri penghasil minyak tersebut dan kemungkinan dilanjutkan setelah situasi memungkinkan.

"Apabila keadaan sudah memungkinkan tentunya operasi bisa dilangsungkan. Kontrak kita dengan NOC of Libya, siapapun yang memerintah Libya mempunyai kepentingan yang sama untuk mengembangkan area 47 untuk menghasilkan revenue bagi negara," katanya kepadadetikFinance, Kamis (24/3/2011) malam.

Ia mengatakan, saat ini karyawan Medco yang bukan warga negara asli Libya sudah seluruhnya dievakuasi, dibawa kembali ke negaranya masing-masing termasuk Indonesia.

Namun, ada beberapa karyawan Medco yang merupakan warga negara asli Libya dan tetap bertahan di negera Timur Tengah itu.

"Masih ada (karyawan Medco), kita masih ada sekitar 60 orang di sana. Mereka national Libyan," jelasnya.

Ia mengaku belum mendapat kabar secara detail mengenai nasib para karyawan Medco yang asli warga negara Libya tersebut. Namun, ia belum bisa memastikan apakah kondisi mereka sekarang masih aman, terutama setelah gempuran oleh pasukan koalisi.

"Apapun yang terjadi jatuhnya banyak korban sipil di serangan koalisi sangat disayangkan. Kalau digempur dengan ratusan rudal demikian siapa yang bisa jamin (keamanannya)," ujarnya.

Tahun lalu, Medco mengalokasikan dana sebesar US$ 78 juta untuk kegiatan eksplorasi di blok 47 Libya. Medco dan partnernya mengebor lima sumur yang terdiri dari tiga sumur ekplorasi dan dua appraisal.

Dana untuk mengebor masing-masing sumur sekitar US$ 8 juta. Tahun lalu, Medco dan mitranya sudah mengebor 21 sumur di sana yang terdiri dari 17 sumur eksplorasi dan 4 sumur appraisal.

Market Flash eTrading

Jakarta - Pada perdagangan Kamis (24/3) Indeks Dow Jones ditutup naik 84 point (+0.70%) ke level 12,170.56 menyusul laporan keuntungan beberapa perusahaan seperti Micron Tecnology Inc. (MU), Redhat Inc. (RHT) dan Amazon.com Inc. (AMZN) yang melebihi estimasi sebelumnya serta keluarnya data Jobless Claims yang tercatat sebesar 382ribu, lebih rendah dari estimasi analis sebesar 383ribu.

Minyak mentah light sweet Nymex ditutup turun 0.07% di harga $105.53 per barel dikarenakan turunnya jumlah permintaan di AS dan Eropa mengimbangi ancaman kurangnya pasokan minyak dari Libia.

IHSG sendiri kemarin (24/3) ditutup naik 55,4 point (+1.55%) ke level 3,611.64 dengan nilai transaksi sebesar Rp6 triliun. Asing kemarin (24/3) tercatat melakukan net buy sebesar Rp831 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dikoleksi adalah ASII, BBRI, TLKM, BUMI dan INTP.

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin (24/3) candlestick IHSG membentuk White Marubozu sementara Indikator MACD berhasil golden cross dan MACD histogram sudah bergerak naik ke area positif selain itu, garis MA5 dan MA20 berhasil golden cross.

Kami melihat IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya, namun investor perlu mewaspadai aksi profit taking mengingat candlestick IHSG sudah menyentuh garis upper bolinger band.

Pada perdagangan hari ini (25/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,556-3,651 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BMRI, PTBA, dan JSMR.

News & Analysis

  • ADHI : Adhi Karya Cetak Laba Rp 189 Miliar, Naik Tipis 14%
  • BJBR : Bank Jabar Kucurkan KPR Rp400 Miliar di Depok
  • BORN : Laba Borneo Lumbung Meroket 449%
  • GJTL : Laba Bersih Turun 8.25%
  • MASA : Jajaki Akuisisi Lahan

Economic & Strategy

Economy: Tak Mau 'Mengemis', RI Siapkan Asuransi Bencana

Chart in Focus

  • BJBR (Spec Buy)
  • JSMR (Spec Buy)
  • BMRI (Trading Buy)
  • PTBA (Trading Buy)
  • BUMI (SoS)
  • AALI (Trading Sell).

IHSG Masih Respons Positif Laporan Keuangan


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali menembus level 3.600 setelah menguat hingga 55 poin. Indeks menguat setelah asing memborong saham sekitar Rp 850 miliar didorong oleh positifnya laporan keuangan.

Pada perdagangan, Kamis (24/3/2011), IHSG ditutup melesat 55,410 poin (1,55%) ke level 3.611,641. Sementara Indeks LQ 45 melompat 10,989 poin (1,72%) ke level 647,734.

Positifnya laporan keuangan masih akan menjadi sentimen yang akan mendorong IHSG ke teritori positif. Apalagi sebagian besar bursa-bursa utama dunia juga bergerak menguat, sehingga IHSG pada perdagangan Jumat (25/3/2011) diprediksi akan kembali bergerak positif.

Bursa Wall Street tadi malam bergerak menguat mengantisipasi positifnya laporan keuangan. Investor memburu saham-saham unggulan sehingga indeks S&P 500 berhasil melampaui level teknikal kunci.

Pada perdagangan Kamis (24/3/2011), indeks Dow Jones industrial average menguat 84,54 poin (0,70%) ke level 12.170,56. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 12,12 poin (0,93%) ke level 1.309,66 dan Nasdaq menguat 38,12 poin (1,41%) ke level 2.736,42.

Bursa Jepang mengawali perdagangan Jumat ini dengan kenaikan yang cukup signifikan. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 130,48 poin (1,38%) ke level 9.565,49.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG pada perdagangan Kamis kemarin (24/3), ditutup menguat sebesar 55.41 poin (1.55%) ke level 3.611,64. Penguatan ini dipicu oleh rilisnya sejumlah laporan keuangan emiten yang mencatat kinerja diatas consensus serta ditopang oleh penguatan indeks regional karena harga komoditas yang menguat dan pembukaan kembali beberapa pabrik di Jepang setelah guncangan gempa dan Tsunami. Sektor yang menjadi penggerak penguatan IHSG pada perdagangan kemarin adalah sector Basic Industry yang menguat 3.18% disusul oleh sector infrasruktur yang menguat 2.22% Sementara itu, investor asing tercatat membukukan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 831 milliar.

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin candlestick IHSG membentuk White Marubozu sementara Indikator MACD berhasil golden cross dan MACD histogram sudah bergerak naik ke area positif. Sementara garis MA 5 dan MA 20 berhasil golden cross. Kami melihat IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya, namun investor perlu mewaspadai aksi profit taking mengingat candlestick IHSG sudah menyentuh garis upper bolinger band. Pada perdagangan hari ini (25/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,556-3,651 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BMRI, PTBA, dan JSMR.

Indosurya:

Pada perdagangan Jumat (25/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.531-3.571 dan resistance 3.631-3.652. Candle masih bergerak menguat yang didukung dengan volume yang naik sehingga berpotensi masih melanjutkan penguatannya. Tetapi, posisi candle telah menyentuh upper bolinger sehingga juga ada potensi pelemahan. MACD telah membentuk golden cross dengan histogram positif yang mulai memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic terus bergerak naik menuju area overbought . Meski ternyata IHSG kemarin terus melanjutkan penguatan namun, investor harap berhati-hati bila sinyal pelemahan mulai masuk. Di tengah ketidakpastian ini, biasanya digunakan oleh spekulan untuk profit taking sehingga berpotensi menahan laju penguatan IHSG. Diharapkan menghijaunya bursa AS dan Eropa dan didukung penguatan regional serta tidak adanya tekanan profit taking bisa berpengaruh positif bagi kenaikan IHSG.

Indosurya Securities: IHSG Didukung Regional


Jakarta - IHSG masih melanjutkan penguatannya dengan menguat sebanyak 55,41 poin (1,56%) di level 3.611,64. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,87 triliun unit saham dengan nilai total Rp 5,76 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 49 saham turun, dan 79 saham stagnan. LQ-45 naik 1,73% ke 647,73 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,16% ke 515,65.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat kecuali indeks perdagangan yang turun 0,47% ke level 481,07. Sementara penguatan terjadi pada indeks konsumer yang naik 8,02% ke level 1.190,61; indeks industri dasar naik 3,18% ke level 382,04; indeks infrastruktur naik 2,22% ke level 746,89; indeks keuangan naik 1,71% ke level 460,04; indeks manufaktur naik 1,68% ke level 831,73; indeks pertambangan naik 1,65% ke level 3.170,96; indeks properti naik 1,55% ke level 187,73; dan indeks perkebunan naik 1,47% ke level 2.080,09. Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 857,75 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,18 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,32 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Petrosea naik Rp 1.000 ke Rp 26.500; Astra International (ASII) naik Rp 950 ke Rp 56.800; Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) naik Rp 850 ke Rp 11.750; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 850 ke Rp 50.650; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik 800 ke level 15.800; Indospring (INDS) naik 600 ke Rp 10.100; Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 400 ke Rp 11.000; Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik Rp 350 ke Rp 10.000; dan Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik 350 ke Rp 13.850.

IHSG terlihat mulai kembali menemukan momentum kenaikannya. Selama dua hari bergerak menguat, menghapus pola sehari naik sehari turun yang terjadi sebelumnya. Meski kondisi bursa masih dilingkupi ketidakpastian, IHSG tetap mampu mencatatkan kenaikan. Kali ini berhasil menembus level 3.600 dimana sebelumnya tertunda menuju ke level ini. IHSG mendapat sentimen positif dari rilis kinerja emiten dan ekspektasi rendahnya inflasi Maret karena mulai masuknya musim panen. Selain itu, kemungkinan adanya peralihan dana investasi dari Asia Timur ke Emerging Market seperti Indonesia.

Di awal perdagangan, IHSG turun tipis 1,88 poin (0,05%) ke level 3.554,36. Selama 40 menit sejak dibukanya perdagangan di awal sesi 1, IHSG bergerak datar dan sempat menyentuh level 3.551,42 sebagai level terendahnya. Setelah itu, IHSG bergerak naik sepanjang sesi. Bahkan hingga 30 menit menjelang penutupan, IHSG masih menguat dan menyentuh level 3.611,92 sebagai level tertingginya. Setelah itu, bergerak turun tipis hingga akhirnya sempat menguat kembali dan ditutup di level 3.611,64. Volume perdagangan dan nilai total transaksi mengalami kenaikan. Investor asing masih mencatatkan nett buy yang ditunjang penurunan nilai transaksi jual. Pergerakan nilai tukar Rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap US$ yang ditutup di Rp 8.722 dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 8.721 per US$. Pelemahan dipicu oleh faktor koreksi teknikal.

Bursa saham Asia Pasifik mayoritas menguat kecuali Jepang, China, Filipina, dan Vietnam. Penguatan ini didukung oleh apresiasi harga komoditas dan pernyataan manufaktur Jepang yang akan kembali bekerja sejak penutupan 11 Maret akibat bencana alam. Apresiasi harga komoditas berpengaruh positif terhadap kenaikan harga saham para emiten komoditas. Pasar sejauh ini merespon positif langkah Pemerintah Jepang yang terus berupaya menangani krisis nuklir dan menghalangi imbas radiasi nuklirnya. Pemerintah Jepang memberikan bantuan penyediaan air bersih dimana sebelumnya diberitakan air kran tercemar radiasi nuklir.

Bursa saham Eropa mayoritas menguat. Padahal sebelumnya investor masih ragu masuk ke pasar dan cenderung bersikap hati-hati terhadap krisis utang Eropa setelah Portugal kemungkinan membutuhkan bailout. Kemungkinan ini seiring dengan pengunduran diri PM Jise Socrates karena ditolaknya program penghematan anggaran yang diajukannya. Di tempat lain, Moody's Investors Service memangkas 30 peringkat bank Spanyol seiring dengan langkah pemerintahnya untuk membantu likuiditas perbankan. Atas konsisi ini, nilai tukar Euro melemah. Terhadap mata uang Euro, US$ menguat ke level US$ 1,4106 dari sebelumnya US$1,4082 per Euro.

Bursa kawasan AS mayoritas menguat kecuali Kanada dan Brazil. Penguatan ini dipicu kepercayaan pasar terhadap kinerja emiten-emiten yang mencatatkan kinerja yang bagus. Peningkatan kinerja emiten setidaknya menghapus kekhawatiran berlebih terhadap imbas radiasi nuklir Jepang dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pelaku pasar mulai melihat jauh ke depan prospek pertumbuhan ekonomi dan laporan laba bersih Q1- 11 yang bagus.

Pada perdagangan Jumat (25/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.531-3.571 dan resistance 3.631-3.652. Candle masih bergerak menguat yang didukung dengan volume yang naik sehingga berpotensi masih melanjutkan penguatannya. Tetapi, posisi candle telah menyentuh upper bolinger sehingga juga ada potensi pelemahan. MACD telah membentuk golden cross dengan histogram positif yang mulai memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic terus bergerak naik menuju area overbought . Meski ternyata IHSG kemarin terus melanjutkan penguatan namun, investor harap berhati-hati bila sinyal pelemahan mulai masuk. Di tengah ketidakpastian ini, biasanya digunakan oleh spekulan untuk profit taking sehingga berpotensi menahan laju penguatan IHSG. Diharapkan menghijaunya bursa AS dan Eropa dan didukung penguatan regional serta tidak adanya tekanan profit taking bisa berpengaruh positif bagi kenaikan IHSG.

Kredit Macet Perbankan Capai Rp 29 Triliun


Jakarta - Hingga Januari 2011, total kredit macet perbankan di Indonesia mencapai Rp 29,62 triliun. Nilai ini naik tipis 1,1% dibandingkan Januari 2010 yang sebesar Rp 29,27 triliun.

Demikian data statistik perbankan yang dikutipdetikFinance dari situs Bank Indonesia (BI), Jumat (25/3/2011).

Jumlah kredit macet perbankan ini hanya sebesar 1,6% dari total kredit bank hingga akhir Januari 2011 yang nilainya mencapai Rp 1.746,05 triliun.

Kredit macet bank ini masuk ke dalam komponen kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perbankan, yang hingga akhir Januari 2011 jumlahnya mencapai Rp 48,304 triliun (2,77%). Jumlah NPL ini naik dibandingkan Januari 2010 yang sebesar Rp 48,83 triliun (3,47%).

Komponen NPL bank adalah kredit kurang lancar yang jumlahnya Rp 10,76 triliun di akhir Januari 2011, lalu kredit diragukan yang nilainya Rp 7,924 triliun, dan terakhir kredit macet yang nilainya Rp 29,62 triliun.

Dari data tersebut disampaikan, sektor yang besar menyumbang kredit bermasalah perbankan ini adalah sektor perdagangan, restoran, dan hotel dengan nilai Rp 13,19 triliun. Lalu sektor manufaktur yang jumlah kredit bermasalahnya Rp 10,892 triliun.

Wall Street Terkerek Optimisme Laporan Keuangan


New York - Saham-saham di bursa Wall Street bergerak menguat mengantisipasi positifnya laporan keuangan. Investor memburu saham-saham unggulan sehingga indeks S&P 500 berhasil melampaui level teknikal kunci.

Investor sepertinya sudah berhasil melewati masa-masa terburuk setelah terjadinya bencana gempa, tsunami dan krisis nuklir di Jepang sekaligus kekisruhan di Timur Tengah.

"Secara umum mungkin pasar merasa nyaman setelah terjadinya koreksi hingga 7% sejak pertengahan Februari hingga pertengahan Maret, yang sudah menghargakan kekhawatiran tersebut dan kami sekarang mencoba melihat prospek berlanjutnya ekonomi dan laba yang solid dari perusahaan," ujar Phil Orlando, cief equity market strategist dari Federated Investor seperti dikutip dariReuters, Jumat (25/3/2011).

Pada perdagangan Kamis (24/3/2011), indeks Dow Jones industrial average menguat 84,54 poin (0,70%) ke level 12.170,56. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 12,12 poin (0,93%) ke level 1.309,66 dan Nasdaq menguat 38,12 poin (1,41%) ke level 2.736,42.

Indeks S&P 500 sudah menguat hingga 24,8% sejak pertengahan September tahun lalu, namun selanjutnya masuk teritori negatif akibat sejumlah peristiwa global yang membuat harga komoditas melonjak.

Saham-saham semikonduktor tercatat sebagai saham berkinerja terbaik kemarin sehingga membuat Nasdaq menguat tajam. Saham Micron Technology melonjak hingga 8,4% menjadi US$ 11,5 setelah melaporkan pendapatan kuartal pertama yang melebihi ekspektasi analis.

Perdagangan berjalan tidak terlalu ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,21 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang sebesar 8,06 miliar.

Kamis, 24 Maret 2011

Asing Belanja Saham Rp 850 Miliar, IHSG Tembus 3.600


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level 3.600 dengan penguatan 55 poin. Indeks menguat setelah asing memborong saham sekitar Rp 850 miliar.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis di posisi Rp 8.720 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.710 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah tipis 1,875 poin (0,05%) ke level 3.554,356. Indeks berjalan datar akibat minimnya sentimen positif.

Tak lama setelah pembukaan perdagangan, secara perlahan indeks mulai menanjak atas aksi beli selektif di saham-saham unggulan.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melaju 38,125 poin (1,07%) ke level 38,594,356. Saham-saham berbasis komoditas menjadi incaran investor hari ini.

Indeks kembali menembus posisi tertingginya hari ini di level 3.611,923. Sementara posisi terendahnya di level 3.551,418 pada awal pembukaan perdagangan.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (24/3/2011), IHSG ditutup melesat 55,410 poin (1,55%) ke level 3.611,641. Sementara Indeks LQ 45 melompat 10,989 poin (1,72%) ke level 647,734.

Dana asing kembali mengalir dengan deras ke lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Transaksi investor tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 857,751 miliar di seluruh pasar.

Pemodal asing kembali memburu saham-saham unggulan di sektor tambang, konsumer dan finansial. Seluruh sektor industri di bursa menguat, rata-rata penguatannya lebih dari 1%.

Lantai bursa kembali bergairah, perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 129.508 kali pada volume 1,953 miliar lembar saham senilai Rp 5,990 triliun. Sebanyak 178 saham naik, 49 saham turun, dan 79 saham stagnan.

Bursa-bursa regional mulai terkena profit taking setelah siang tadi naik cukup tinggi. IHSG menjadi bursa yang melaju paling kencang diantara bursa-bursa lain di Asia.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional di sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah tipis 1,80 poin (0,06%) ke level 2.946,67.
  • Indeks Hang Seng naik 89,88 poin (0,39%) ke level 22.915,28.
  • Indeks Nikkei 225 turun tipis 14,46 poin (0,15%) ke level 9.435,01.
  • Indeks Straits Times menguat 21,81 poin (0,72%) ke level 3.044,00.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Petrosea (PTRO) naik Rp 1.000 ke Rp 26.500, Astra Internasional (ASII) naik Rp 950 ke Rp 56.800, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 850 ke Rp 50.650, dan Bank Tabungan Pensiunan (BTPN) naik Rp 850 ke Rp 11.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 2.500 ke Rp 26.500, United Tractor (UNTR) tuurn Rp 200 ke Rp 23.000, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 175 ke Rp 3.725, dan Bank Mega (MEGA) turun Rp 150 ke Rp 3.000.

Seluruh sektor reli, IHSG ditutup naik 1,07% di sesi I


Date : Mar 24 2011, 12:30
Title : News Story
Header : Seluruh sektor reli, IHSG ditutup naik 1,07% di sesi I


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pada perdagangan sesi I hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG) berhasil dikunci di jalur hijau. IHSG mencatat kenaikan 1,07% ke level
3.594,356 setelah seluruh sektor mencatat kenaikan. Industri dasar menjadi
motor penggerak indeks dengan kenaikan 2,22%.
Jumlah saham yang naik 142, sedangkan yang turun sebanyak 49 saham.
Adapun, 67 saham lainnya tak menunjukan aktifitas.
Nilai perdagangan yang tercipta hingga siang ini sebesar total Rp 2,9
triliun dan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 2 miliar.
Lima besar emiten top gainers adalah Japfa Tbk (JPFA) yang melesat 7,09%
ke Rp 3.400. Disusul Gema Grahasarana Tbk (GEMA) yang menguat signifikan 6,90%
ke Rp 310. First Media Tbk (KBLV) naik 6,59% ke Rp 970. Elang Mahkota Teknologi
Tbk (EMTK) naik 6,31% ke Rp 1.180. Bisi International Tbk (BISI) menguat 6,17%
ke Rp 1.720.
Sementara lima besar penghuni top losers adalah Samudera Indonesia Tbk
(SMDR) yang anjlok 9,62% ke Rp 3.525. Bentoel International Inv Tbk (RMBA)
terkoreksi 6,74% ke Rp 830. KMI Wire & Cable Tbk (KBLI) turun 4,17% ke Rp 92.
Trikomsel Oke Tbk (TRIO) turun 3,08% ke Rp 630, dan Indofarma Tbk (INAF)
melemah 2,67% ke Rp 73.
[ Teddy Gumilar ]
KONTAN Thu, 24 Mar 2011 ( 12:16:57 WIB )
=======================================================================================

Bursa Asia Positif, IHSG Melaju 38 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 38 poin terseret arus penguatan bursa regional. Saham-saham berbasis komoditas menjadi incaran investor hari ini.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah tipis 1,875 poin (0,05%) ke level 3.554,356. Indeks berjalan datar akibat minimnya sentimen positif.

Tak lama setelah pembukaan perdagangan, secara perlahan indeks mulai menanjak atas aksi beli selektif di saham-saham unggulan. Indeks sempat menyentuh level tertingginya di 3.598,456.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (24/3/2011), IHSG melaju 38,125 poin (1,07%) ke level 38,594,356. Sementara Indeks LQ 45 naik 7,401 poin (1,16%) ke level 644,146.

Dana asing kembali mengalir deras masuk lantai bursa, nilainya sudah mencapai sekitar Rp 300 miliar di tengah hari ini. Saham-saham yang diburu berbasis komoditas, terutama tambang.

Volume dan nilai perdagangan kembali membaik atas sentimen positif dari bursa regional ini. Beberapa hari kemarin investor masih melakukan aksi tunggu sambil mencermati situasi.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 67.063 kali pada volume 1,953 miliar lembar saham senilai Rp 2,904 triliun. Sebanyak 147 saham naik, 52 saham turun, dan 76 saham stagnan.

Seluruh bursa di Asia bergerak di teritori positif siang ini. Bursa Jepang yang kemarin tertekan kini sudah mampu cetak poin tipis.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 2,77 poin (0,09%) ke level 2.951,25.
  • Indeks Hang Seng naik 173,39 poin (0,76%) ke level 22.998,79.
  • Indeks Nikkei 225 menguat tipis 18,08 poin (0,19%) ke level 9.467,55.
  • Indeks Straits Times menguat 24,98 poin (0,83%) ke level 3.047,17.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 950 ke Rp 50.750, Astra Internasional (ASII) naik Rp 500 ke Rp 15.500, Indocement (INTP) naik Rp 500 ke Rp 56.350, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 400 ke Rp 21.150.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 375 ke Rp 3.525, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 26.250, Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 22.450, dan Mayora (MYOR) turun Rp 100 ke Rp 9,850.

Laba Agung Podomoro Melonjak 588% Jadi Rp 241,88 Miliar


Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membukukan laba bersih naik 588% dari Rp 35,11 miliar di akhir tahun 2009 menjadi Rp 241,88 miliar di 2010.

Dikutip dari laporan kinerja keuangan perseroan tahun 2010, Kamis (24/3/2011), naiknya laba bersih itu seiring bertambahnya pendapatan perseroan.

Pendapatan APLN tercatat naik 126,4% menjadi Rp 1,98 triliun di akhir 2010, dari sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu Rp 855,95 miliar.

Dengan naiknya laba itu, laba bersih per saham dasar perseroan pun di akhir 2010 naik menjadi Rp 20 per lembar, dari tahun 2009 lalu sebesar Rp 4 per lembar.

Aset perseroan pun tercatat naik 71,8% menjadi Rp 7,56 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp 4,4 triliun.

Sejak IPO pada November 2010 di harga Rp 365 per lembar, sampai perdagangan kemarin sahamnya turun tipis ke Rp 335 per lembar.

Pada perdagangan hari ini, sampai pukul 11.20 waktu JATS, harga saham APLN stagnan di Rp 335 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 170 kali dengan volume 11.350 lot senilai Rp 1,9 miliar.

Laba Borneo Lumbung Meroket 449%


Jakarta - PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 348,85 miliar, naik 449% dibandingkan 2009 yang mengalami kerugian sebesar Rp 99,7 miliar.

Demikian keterangan perseroan yang dikutip, Kamis (24/3/2011).

Pencapaian laba bersih ini akibat pendapatan perseroan yang melonjak tinggi dari hanya Rp 200,5 miliar di 2009 menjadi Rp 2,75 triliun di 2010.

Sepanjang 2010, Borneo memperoleh pendapatan bunga sebesar Rp 34,59 miliar, naik dari 2009 yang hanya Rp 397 juta. Perseroan juga meraup keuntungan dari selisih kurs sepanjang 2010 yang mencapai Rp 14,07 miliar.

Dengan pencapaian tersebut, dikurangi oleh beban-beban, perseroan berhasil memperoleh laba sebelum pajak Rp 522,39 miliar. Setelah dipotong pajak, laba bersih perseroan mencapai Rp 348,84 miliar.

Sementara laba bersih per saham di 2010 adalah Rp 61 per saham. Dari rugi bersih per saha di 2009 yang sebesar Rp 80 per lembar.

Sejak IPO di November 2010 lalu, harga saham BORN hingga akhir tahun 2010 sudah naik 30% menjadi Rp 1.530 per lembar dari harga IPO di Rp 1.170 per lembar.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.03 waktu JATS, saham BORN naik 50 poin ke Rp 1.600 per lembar. Sahamnya aktif diperdagangkan hingga 1.205 kali dengan volume 88.461 lot senilai Rp 70,131 miliar.
(dnl/ang)

Anak Usaha Martha Tilaar Raup Laba Rp 36,76 Miliar


Jakarta - Anak Usaha Grup Martha Tilaar, PT Martina Berto Tbk (MBTO) catat laba bersih melonjak 65,36% menjadi Rp 36,76 miliar di 2010, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 22,23 miliar.

Dikutip dari laporan kinerja keuangan perseroan di 2010, Kamis (24/3/2011), naiknya laba ditopang oleh bertambahnya penjualan bersih perseroan tahun lalu.

Perseroan membukukan penjualan naik menjadi Rp 566,18 miliar dari penjualan di akhir 2009 sebesar Rp 516,31 miliar.

Dengan adanya kenaikan laba dan pendapatan itu, laba bersih per saham dasar perseroan pun naik dari Rp 22 per lembar menjadi Rp 51 per lembar di akhir 2010.

Aset emiten berkode MBTO itu juga naik, dari Rp 276,87 miliar di akhir 2010 menjadi Rp 333,12 miliar di akhir tahun lalu.

Sejak IPO pada awal tahun ini di harga Rp 740, harga saham MBTO sudah turun 33% hingga harga penutupan kemarin di Rp 495 per lembar.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.45 waktu JATS, saham MBTO turun 5 poin ke level Rp 490 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 29 kali dengan volume 2.148 lot senilai Rp 532,480 juta.
(ang/dnl)

Adhi Karya Cetak Laba Rp 189 Miliar, Naik Tipis 14%


Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) bukukan kenaikan laba bersih Rp 189,48 miliar di 2010. Angka ini naik 14,46% dari laba sebelumnya di 2009 sebesar Rp 165,53 miliar.

Dikutip dari laporan kinerja keuangan perseroan di 2010, Kamis (24/3/2011), perseroan mencatat penurunan penjualan bersih di 2010, namun dengan beban penjualan yang juga turun maka perusahaan pelat merah itu masih bisa mencetak kenaikan laba.

Pada 2010, pendapatan usaha perseroan turun dari Rp 7,71 triliun menjadi hanya Rp 5,67 triliun. Sementara beban pokok pendapatan juga turun menjadi Rp 4,96 triliun dari 2009 sebesar Rp 7,09 triliun.

Dengan adanya kenaikan laba tersebut, maka laba bersih per saham dasar naik ADHI naik dari Rp 94,2 per lembar menjadi Rp 107,83 per lembar di akhir 2010. Perseroan juga mencatat penurunan aset di akhir 2010, dari Rp 5,62 triliun menjadi Rp 4,92 triliun.

Sepanjang 2010, harga saham ADHI sudah naik lebih dari dua kali lipat, dari Rp 410 per lembar di 2009 ke Rp 910 per lembar di 2010.

Pada perdagangan hari ini, saham ADHI stagnan di Rp 790 per lembar. Sahamnya sudah diperdagangkan 50 kali dengan volume 2.499 lot senilai Rp 990 juta.
(ang/dnl)

Minim Sentimen Positif, IHSG Berjalan Datar


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berjalan datar akibat minimnya sentimen positif di pagi hari ini ini. Sempat dibuka melemah tipis, indeks akhirnya bisa menguat.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pagi ini setelah dibuka melemah tipis, indeks sempat naik tipis dan akhirnya kembali ke zona merah.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di Rp 8.710 per dolar AS sama seperti penutupan kemarin.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun tipis 1,739 poin (0,04%) ke level 3.554,492. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah tipis 0,448 poin (0,07%) ke level 636,297.

Mengawali perdagangan, Kamis (24/3/2011), IHSG dibuka melemah tipis 1,875 poin (0,05%) ke level 3.554,356. Indeks LQ 45 turun tipis 0,483 poin (0,08%) ke level 636,262.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG naik tipis 0,910 poin (0,03%) ke level 3.557,141. Sementara Indeks LQ 45 turun 0,223 poin (0,04%) ke level 636,522.

Kemarin, indeks cetak rebound cukup tinggi meski perdagangan masih belum terlalu ramai. IHSG ditutup bertambah 38,510 poin (1,09%) ke level 3.556,231.

Mayoritas bursa regional bergerak di teritori positif pagi ini. Sentimen positif ini akan membantu IHSG mencetak poin pada perdagangan hari ini.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia di pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,65 poin (0,06%) ke level 2.950,13.
  • Indeks Hang Seng naik 164,29 poin (0,72%) ke level 22.989,69.
  • Indeks Nikkei 225 turun tipis 18,97 poin (0,20%) ke level 9.430,50.
  • Indeks Straits Times menguat tipis 5,99 poin (0,20%) ke level 3.028,18.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka stagnan di Rp 8.710 per dolar AS sama seperti penutupan kemarin.

Harga Emas Masih Bisa Tembus Rekor US$ 1.550 di 2011


Jakarta - Tak dipungkiri harga emas terus merangkak naik akibat krisis politik yang terjadi di Timur Tengah, khususnya Libya. Dimana saat ini telah mencapai level US$ 1.437,58 per troy ounce. Tren ini dipercaya terus terjadi hingga akhir 2011 dan mencapai posisi US$ 1.550 per troy ounce.

Menurut Chief Trainer PT Asia Trade Point Futures (ATPF) pasar komoditis global masih dalam posisi buy. Hal ini disebabkan kekhawatiran krisis Timur Tengah dapat mengganggu stabilitas ekonomi dunia.

"Akan terjadi kenaikan harga emas sekitar 10,7% dari akhir tahun lalu di US$ 1.400-an per troy ounce menjadi US$ 1.550 per troy ounce," jelasnya di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (23/3/2011) malam.

Kevin menambahkan, fluktuasi harga emas di bursa berjangka selama beberapa bulan ke depan tetap terjadi meski posisi peningkatan akan tergambar dari grafik dalam 9 bulan ke depan. Ini tergambar pada posisi perdagangan emas di 7 Maret, mencapai US$ 1.455,05 per troy ounce dan kini kembali menurun ke level US$ 1.437,58 per troy ounce.

Posisi tawar dollar AS yang masih lemah akibat pemulihan negara Amerika Serikat yang berjalan lamban, menambah dukungan masyarakat untuk menginvestasikan logam mulia ini ke depan. "Prospek emas semakin menjanjikan," ucap Kevin.

Proyeksi kenaikan harga emas di tahun ini memang tak sefantastis 2010. Ia menyebutkan, tahun ini investor mulai berinvestasi dollar AS, seiring membaiknya ekonomi dunia. Hal ini menjadikan, pembagian portofolio investasi terjadi secara merata.

"Kenaikan dollar AS dan emas akan berjalan linier saat US juga telah membaik. Kala itu memang berbanding terbalik, saat orang terus membeli emas daan dollar AS terus menurun," paparnya. Potensi penurunan harga emas cukup dalam tetap terjadi di tahun 2013-2014, seiring dengan overheating yang terjadi di dunia.

Penguatan IHSG Bisa Berlanjut


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali menguat ditengah pergerakan bursa regional yang variatif. Semua sektor mengalami penguatan meski perdagangan masih tidak terlalu ramai.

Pada perdagangan, Rabu (23/3/2011), IHSG ditutup bertambah 38,510 poin (1,09%) ke level 3.556,231. Sementara Indeks LQ 45 naik 9,045 poin (1,44%) ke level 636,745.

Penguatan IHSG diprediksi akan berlanjut hingga perdagangan Kamis (24/3/2011). Penguatan bursa-bursa utama dunia di tengah lonjakan harga komoditas akan menjadi sentimen positif yang menggerakkan IHSG ke teritori positif.

Bursa Wall Street tadi malam menguat berkat kenaikan saham-saham material. Namun kenaikan indeks saham terganjal oleh lonjakan harga komoditas sehubungan memanasnya situasi di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pada perdagangan Rabu (23/3/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 67,39 poin (0,56%) ke level 12.086,02. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 3,77 poin (0,29%) ke level 1.297,54 dan Nasdaq menguat 14,43 poin (0,54%) ke level 2.698,30.

Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Kamis dengan penguatan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 30,30 poin (0,32%) ke level 9.479,77.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Kresna Sekuritas:

IHSG kembali menguat namun masih berada di area resisten sehingga masih rawan tekanan jual meskipun IHSG masih berpotensi untuk menguat. IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 3520-3590 dengan TINS dan UNTR sebagai saham pilihan.

eTrading Securities:

IHSG kemarin ditutup naik 38 point (+1.09%) ke level 3,556.23 dengan volume transaksi sebesar 5.7 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp 4.1 triliun. Pergerakan indeks cukup menggembirakan karena diikuti oleh kenaikan seluruh sektor yang menjadi komponen indeks. Kenaikan IHSG juga sejalan dengan mayoritas bursa regional yang juga naik kecuali indeks Jepang & Korea.

Tercatat sebanyak 134 saham mengalami kenaikan, 70 saham mengalami penurunan, 74 saham tidak mengalami perubahan dan 163 saham tidak mengalami transaksi sama sekali. Saham-saham yang mengalami kenaikan tertinggi hari ini a.l. ITMG, INDS, UNTR, ASII dan AALI sementara yang mengalami penurunan tertinggi hari ini a.l. BATA, SCCO, ADMF, HRUM dan TFCO.

Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp193 miliar dengan sektor yang paling banyak dibeli adalah INDF, UNTR, SMGR, ITMG dan BUMI.

Secara teknikal, IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya hal ini didukung dari indicator MACD yang berpotensi golden cross dan MACD histogram yang semakin memendek mencoba memasuki wilayah positif serta garis MA 5 dan MA 20 yang berpotensi golden cross. Pada perdagangan hari ini (24/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,494-3,609 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ADRO, INTP, dan UNTR.

Indosurya:

Pada perdagangan Kamis (24/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.492-3.524 dan resistance 3.572-3.588. Setelah candle membentuk long legged doji di posisi atas, candle masih bergerak menguat. Biasanya bila setelah long legged doji di posisi atas diikuti dengan pelemahan namun, kali ini diakhiri dengan penguatan sehingga membuka ruang penguatan lebih lanjut. Apalagi didukung oleh penguatan volume.MACD masih bergerak datar dan cenderung akan golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai berupaya untuk reversal positif. Penguatan IHSG masih rentan dan kemungkinan masih akan berfluktuatif. Terkadang kenaikan regional belum tentu mempengaruhi IHSG. Investor harap berhati-hati dan tetap mecermatibeberapa saham pilihan, terutama yang telah merilis kinerjanya. Diharapkan penguatan bursa saham AS dan Eropa bisa berpengaruh positif terhadap pergerakan IHSG hari ini.

Saham Material Pimpin Penguatan di Wall Street


York - Saham-saham di bursa Wall Street menguat berkat kenaikan saham-saham material. Namun kenaikan indeks saham terganjal oleh lonjakan harga komoditas sehubungan memanasnya situasi di Timur Tengah dan Afrika Utara.

"Tidak ada seorang pun ingin melangkah ke depan, mereka menunggu untuk melihat dan secara jelas aksi jual sudah berlebihan merespons situasi di Jepang," ujar Peter Jankovskis, co-chief investment officer OakBrook Investment LLC seperti dikutip dari Reuters, Kamis (24/3/2011).

Pada perdagangan Rabu (23/3/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 67,39 poin (0,56%) ke level 12.086,02. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 3,77 poin (0,29%) ke level 1.297,54 dan Nasdaq menguat 14,43 poin (0,54%) ke level 2.698,30.

Namun volume perdagangan masih sangat tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,01 miliar, di bawah rata-rata harian sebesar 8,07 miliar.

Saham Freeport-McMoRan Copper & Gold melonjak hingga 5% menjadi US$ 54,88 setelah Chief Executive Richard Adkerson mengatakan memiliki neraca untuk menangani akuisisi yang besar.

Memanasnya situasi di Libya dan juga Yaman terus membuat harga minyak mentah dunia melambung tinggi. Minyak light sweet pengiriman April naik 78 sen menjadi US$ 105,75 dan minyak Brent naik 15 sen menjadi US$ 115,55 per barel.

"Meningkatnya harga-harga komoditas dapat menyertai kita untuk beberapa waktu, dan itulah yang menciptakan ketidakpastian pertumbuhan," ujar Karl Mills, presiden Jurika, Mills & Keifer Investment Partners.