Rabu, 06 April 2011

IHSG Masih Diwarnai Kelesuan





Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya kembali melemah dan meninggalkan level psikologis 3.700. IHSG bergerak lesu di tengah minimnya sentimen dan juga melemahnya bursa-bursa utama dunia.

Pada perdagangan, Selasa (5/4/2011), IHSG melemah 14,111 poin (0,39%) ke level 3.685,936. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 3,747 poin (0,56%) ke level 658,757.

Pergerakan bursa-bursa utama dunia yang masih lesu akan mempengaruhi laju IHSG. Investor diprediksi memilih wait and see sembari menunggu pengumuman BI Rate pekan ini. IHSG pada perdagangan Rabu (6/4/2011) diprediksi akan bergerak fluktuatif cenderung melemah tipis.

Bursa Wall Street tadi malam kembali bergerak flat dengan volume transaksi masih sangat sepi. Namun rebalancing Nasdaq 100 yang akan efektif berlaku 2 Mei membuat para pialang semangat membeli saham teknologi sehingga bergerak menguat.

Pada perdagangan Selasa (5/4/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah tipis 6,13 poin (0,05%) ke level 12.393,90. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 0,24 poin (0,02%) ke level 1.332,63, sementara Nasdaq naik 2 poin (0,07%) ke level 2.791.

Bursa Jepang mengawali perdagangan Rabu ini di teritori positif. Indeks Nikkei-225 pagi ini terpantau naik tipis 27,06 poin (0,28%) ke level 9.642,61.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG kemarin ditutup turun 14 point (-0.38%) ke level 3,685.94 dengan jumlah transaksi sebesar 6.5 juta lot dan nilai transaksi hanya sebesar Rp3.5 triliun. Mayoritas sektor mengalami penurunan kecuali Agriculture, Misc-Industry, Consumer, dan Infrastructure. Tercatat 88 saham mengalami kenaikan, 122 saham mengalami penurunan, 95 saham tidak mengalami perubahan dan 136 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Kenaikan tertinggi dipimpin oleh saham EXCL, UNTR, PLIN, UNVR dan TOWR sementara penurunan tertinggi hari ini dipimpin oleh BMRI, BBRI, DSSA, BUMI dan BBNI. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp118 miliar pada pasar reguler dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BUMI, BMRI, ASII, BORN dan TLKM.

Aksi profit taking terlihat masih berlanjut kemarin, dimana investor asing juga terlihat mulai melakukan net sell, namun dengan nilai transaksi yang relatif kecil, hanya sebesar Rp3.5 triliun, terlihat kecenderungan investor yang lebih memilih sikap wait & see dan tidak mengambil posisi apapun.

Secara teknikal IHSG diperkirakan masih berpotensi untuk melanjutkan pelemahannya, hal ini terlihat dari Indikator stochastic yang membentuk deathcross di area overbought, RSI bergerak downtrend di area overbought, dan MACD histogram yang mulai bergerak memendek di area positif.

Pada perdagangan hari ini (6/4), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,640-3,712 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. UNVR, KRAS, dan SMCB.

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin melanjutkan profit taking setelah pekan lalu sempat mengalami rally bullish jangka pendek. Investor memilih melakukan aksi ambil untung mengingat belum ada sentimen positif bagi indeks untuk dapat melanjutkan rally-nya. Tekanan jual terlihat melanda saham sektor perbankan, pertambangan, dan properti. Hari ini kami memproyeksikan tekanan jual terhadap indeks akan mereda. IHSG diproyeksikan akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.662-3.700.

Indosurya:

Pada perdagangan Rabu (6/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.663-3.680 dan resistance 3.706-3.720. Candle kembali melemah menyesuaikan posisinya untuk kembali berada di bawah upper bollinger bands. Kemarin candle membentuk menyerupai hammer yang biasanya mengindikasikan berkurangnya kekuatan daya jual untuk menekan harga dan kekuatan daya beli mulai mendorong harga. MACD masih tertahan kenaikannya dengan histogram positif yang cenderung datar. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menukik dan bersiap-siap meninggalkan area overbought. Meski secara teknikal, terbentuknya hammer bisa mengindikasikan reversal namun, kurang didukung oleh indikator teknikal lainnya. Selain itu, kondisi bursa saham Eropa dan AS bisa mempengaruhi IHSG hari ini dan melemahkannya. Akan tetapi, hal itu bisa menjadi hal positif dimana investor bisa mengakumulasi saham di harga bawah.

Harga Emas Loncat ke Titik Tertinggi



New York - Harga emas kembali melonjak menembus titik tertingginya dalam sejarah di US$ 1.450 per ounce. Lonjakan harga minyak mentah dan jagung telah memicu kekhawatiran inflasi sehingga membuat investor mencari tempat lindung investasi paling aman.

Harga emas melonjak lebih dari 1%, atau kenaikan harian terbesar dalam satu bulan terkahir. Sedangkan harga emas masih bertahan di titik tertingginya dalam 31 tahun.

Komentar dari Gubernur Bank sentral AS yang akan merampungkan program stimulus US$ 600 miliar sesuai jadawal pada Juni, ikut memberikan dorongan harga.

"Komentar Bernanke membuat inflasi menjadi event yang lebih nyata di AS. Dia paling tidak mengetahui fakta bahwa the Fed perlu memonitor inflasi dengan sangat cermat dan itulah yang membuat investor lari ke emas," ujar Mark Luschini, chief investment strategist Janney Montgomery Scott seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/4/2011).

Pada perdagangan Selasa (5/2/2011), harga emas di pasar spot tercatat naik 1,1% menjadi US$ 1.452,31. Harga emas sempat menembus titik tertingginya di US$ 1.455,06 per ounce. Harga emas mencatat rekor tertingginya di US$ 1.447,40 per ounce pada 24 Maret lalu.

Sementara harga emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 1,4% menjadi US$ 1.452,50 per ounce, dengan volume perdagangan mencapai 160.000 lot, atau sekitar seperempat lebih rendah dari rata-rata transaksi dalam 30 hari terakhir.

Harga perak juga naik 1,8% menjadi US$ 39,12 per ounce, setelah sempat menembus titik tertingginya di US$ 39,25 per ounce.

Lonjakan harga minyak dan bijih-bijian telah memicu investor untuk mencari tempat investasi yang aman dari inflasi. Harga jagung tercatat melonjak karena kekhawatiran ketatnya suplai. Sedangkan harga minyak mentah dunia kemarin sempat melonjak ke titik tertingginya sebelum akhirnya terkoreksi tipis.

Minyak Brent untuk pengiriman Mei sempat menembus US$ 122,89 per barel, yang merupakan tertinggi sejak Agustus 2008, sebelum akhirnya ditutup di US$ 122,22 per barel, naik 1,166 dolar dibandingkan penutupan Senin. Minyak light sweet pengiriman Mei turun 33 sen menjadi US$ 108,34 per barel.

Wall Street Lemah Lesu


New York - Indeks saham di bursa Wall Street kembali bergerak flat dengan volume transaksi masih sangat sepi. Namun rebalancing Nasdaq 100 yang akan efektif berlaku 2 Mei membuat para pialang semangat membeli saham teknologi sehingga bergerak menguat.

Pada perdagangan Selasa (5/4/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah tipis 6,13 poin (0,05%) ke level 12.393,90. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 0,24 poin (0,02%) ke level 1.332,63, sementara Nasdaq naik 2 poin (0,07%) ke level 2.791,19.

Perdagangan berjalan sepi, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,03 miliar lembar saham, di bawah estimasi rata-rata tahun lalu yang sebesar 8,47 miliar lembar.

"Volume yang rendah adalah tanda ada sedikit keyakinan dari para penjual pada pasar ini," ujar Jeff Kleintop, chief market strategist LPL Financial seperti dikutip dari Reuters,Rabu (6/4/2011).

Indeks S&P secara perlahan mencatat kenaikan sejak pertengahan Maret dalam volume transaksi yang tipis. Bahkan pekan lalu tercatat sebagai volume transaksi yang paling tipis sepanjang 2011, dan Senin lalu adalah volume terendah di 2011.

"Harapan untuk volume yang lebih besar mestinya hati-hati terhadap harapan itu karena sejak rebound dalam volume perdagangan mungkin bisa menimbulkan volatilitas ketimbang kenaikan yang stabil yang telah kita lihat sejak musim panas lalu," tambah Kleintop.

Catatan dari pertemuan Bank Sentral AS terakhir menunjukkan pejabat bank sentral yakin otoritas moneter itu perlu memperketat kondisi sebelum akhir tahun. Namun pasar tidak bereaksi setelah dirilisnya laporan itu.

Saham-saham chip mengalami kenaikan setelah Texas Instrument kemarin menawarkan pembelian saham National Semiconductor dalam kesepakatan bernilai US$ 6,5 miliar, yang berarti premium 78%.

"Saham-saham teknologi memimpin gelombang besar aktivitas merger dan akuisisim dimana orang-orang mencoba posisi mereka masing-masing di depan dan ini yang saya perkirakan berlanjut," ujar James Swanson, chief investment strategist MFS Investment Management.

Selasa, 05 April 2011

Aksi Beli Asing Jelang Penutupan Tahan Kejatuhan IHSG


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 14 poin akibat derasnya aksi profit taking serta minimnya sentimen positif. Meski demikian, aksi beli oleh investor asing menjelang penutupan bisa menahan kejatuhan indeks jadi tidak terlalu dalam.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis di Rp 8.665 per dolar AS dibanidngkan penutupan kemarin di Rp 8.660 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 5,999 poin (0,17%) ke level 3.694,048. Posisi indeks yang sudahoverbought membuatnya kembali terkena aksi ambil untung.

Indeks sama sekali tidak menyentuh zona positif sejak perdagangan dibuka pagi tadi. Belum ada sentimen yang cukup kuat untuk membantu indeks bangkit dari kejatuhannya.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkoreksi 19,011 poin (0,52%) ke level 3.681,036. Posisi indeks yang sudah terlalu tinggi ini membuat posisinya rawan koreksi, dana asing pun mengalir keluar lantai bursa.

Sepanjang perdagangan sesi II, indeks masih tak berdaya di zona merah. Bahkan semakin melemah, sempat jatuh ke posisi terendahnya di level 3.672,723.

Menutup perdagangan, Selasa (5/4/2011), IHSG melemah 14,111 poin (0,39%) ke level 3.685,936. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 3,747 poin (0,56%) ke level 658,757.

Aksi ambil untung terus berlangsung di lantai bursa, membuat saham-saham unggulan pun terkoreksi. Hampir seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi.

Koreksi terbanyak dialami oleh sektor industri keuangan, disusul oleh tambang dan properti. Sementara sektor agrikultur, konsumer, infrastruktur, dan properti masih bisa mencetak penguatan.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 87,387 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 101.221 kali pada volume 3,225 miliar lembar saham senilai Rp 3,514 triliun. Sebanyak 94 saham naik, 130 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed sampai sore hari ini. Layaknya IHSG, bursa Jepang juga masih terperangkap di teritori negatif.

Berikut kondisi bursa-bursa regional di sore ini:
  • Indeks Nikkei 225 melemah 103,34 poin (1,06%) ke level 9.615,55.
  • Indeks Straits Times menguat 7,51 poin (0,24%) ke level 3.148,13.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 650 ke Rp 11.350, Asahimas (AMFG) naik Rp 400 ke Rp 6.350, United Tractor (UNTR) naik Rp 350 ke Rp 22.400, dan Akasha Wira (ADES) naik Rp 310 ke Rp 1.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 8.000 ke Rp 130.000, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 2.900 ke Rp 32.100, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 2.200 ke Rp 28.550, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 48.850.
(ang/qom)

Beli Indosiar Rp 2,03 Triliun, Emtek Gadaikan Saham SCTV

Jakarta - PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) berniat untuk melakukan gadai saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan meningkatkan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias private placement untuk rencana akuisisi PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM).

Seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (5/4/2011), dana hasil gadai saham dan private placement itu akan digunakan EMTK untuk membiayai penawaran tender (tender offer) saham IDKM di kisaran harga Rp 900-1.040 per lembar.

Tender offer ini akan dilakukan usai pembelian 551.708.684 (27,24%) saham IDKM dari PT Prima Visualindo (PV) senilai Rp 496,5 miliar. Sementara tender offer dilakukan atas 1,473 miliar (72,76%) dari total saham IDKM.

Nilai penawaran tender ini sebanyak Rp 1,53 triliun. Dengan demikian, nilai seluruh transaksi akuisisi IDKM dari PV dan tender offer ini jumlahnya mencapai Rp 2,03 triliun.

Pembelian saham PV ini perseroan akan menggunakan dana internal, sementara untuk saham penawaran tender, dananya dari pinjaman lembaga keuangan.

Dalam rangka mencari pinjaman untuk biayai penawaran tender itu, induk Grup SCTV itu akan menandatangani perjanjian gadai saham. Saham yang akan digadaikan adalah SCMA.

Atas penggadaian itu, EMTK akan mengantongi dana sebanyak Rp 866,3 miliar. Perseroan juga akan melakukan transaksi peningkatan modal yang ditempatkan di EMTK tanpa HMETD

EMTK berniat menerbitkan saham sebanyak 512,730 juta (10%) saham perseroan. Dengan total target dana Rp 666,6 miliar, maka harga saham baru itu per lembarnya sebesar Rp 1.300 per lembar.

Soal Akuisisi Indosiar, KPI Masih Tegas Menolak

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) enggan disebut loyo dan mundur teratur bila menghadapi raksasa media. Menurut Ketua KPI Dadang Hidayat, sejauh ini sikap KPI selalu tegas menegakkan aturan penyiaran seperti rencana akuisisi Indosiar oleh pemilik SCTV yang dianggap pelanggaran UU Penyiaran.

"Kami sangat tegas menentang akuisisi. Itu sangat jelas. Karena rencana ini berimplikasi penguasaan opini. Kalau terjadi, ini efeknya sangat besar. Luar biasa penguasaan opini. Karena bisa saja kalau berkolaborasi dengan kekuasaan, publik harus bersikap," kata Dadang Hidayat menepis keraguan salah satu peserta seminar 'Tolak Monopoli TV Swasta' di Gedung Jakarta Media Center (JMC), Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2011).

Hanya saja, Dadang mengakui keputusan KPI tersebut masih menunggu keputusan pengadilan. Sebab, selain isi siaran, keputusan KPI tersebut tidak mengikat.

"Apakah keputusan KPI tersebut bisa membatalkan akuisisi atau tidak, merubah atau tidak, itu sebuah pertanyaan bagi kami. Kami menunggu pengadilan apakah keputusan kami dipakai atau tidak," tandas Dadang.

Seirama dengan Dadang, Ketua Komite Advokasi untuk Independen Penyiaran Wirawan Adnan juga menyatakan akuisisi jelas-jelas menyalahi aturan. Pada kesempatan serupa, pengacara tersebut menyatakan rencana akuisisi melanggar UU Penyiaran.

"Pasal 34 UU Penyiaran jelas melarang pemindahtanganan frekuensi. Dari A ke B. Itu tidak ada penafsiran, tegas. Hitam-putih jelas," kata Adnan.

"Kalau multitafsir itu kalau yang diambilalih hanya sahamnya saja. Dalam hukum pidana, pembuktian tidak hanya persoalan formil tetapi materil. Ini sudah betul-betul pelanggaran. Karena secara formal pengambilalihan saham, secara materil monopoli informasi," tandas Adnan.

Pendapat berbeda dilontarkan anggota Dewan Pers, Leo Batubara. Menurutnya, akuisisi tersebut tidak serta merta berujung monopoli. Akan tetapi dapat menyelamatkan isi siaran yang makin berkurang kualitasnya karena kompetisi tidak sehat.

"Diskusi ini seolah-olah kerjasama itu langsung dicap monopoli informasi. Diskusi para pakar ini tidak berimbang. Seolah-olah wacananya sudah menuju monopoli. Di Jakarta ada 11 stasiun televisi komersial. Jangan 11 ini dibiarkan sendirian untuk selera rendah, kompetisi tidak sehat dan berdarah-darah," kritik Leo Batubara.

Saat ini proses akuisisi Indosiar masih dalam tahap proses di Bapepam. Namun wacana boleh tidaknya televisi tersebut di beli oleh perusahaan pemilik SCTV masih terus berjalan. Untuk dapat selesai proses tersebut, akuisisi perlu mendengar suara Kemenkominfo, KPPU dan KPI.

Tender Offer Indosiar Di Kisaran Rp940-Rp1.040



JAKARTA: PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) akan melaksanakan penawaran tender (tender offer) kepada seluruh pemegang saham PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) pada kisaran harga Rp900-Rp1.040.
Adapun Bloomberg mencatat saham IDKM pada siang ini diperdagangkan Rp920 atau menguat 5,74% dibandingkan dengan pembukaan pagi ini.

Langkah penawaran tender itu guna memuluskan rencana EMTK untuk mengakuisisi IDKM, sehingga perseroan bisa menjadi salah satu grup usaha di bidang media terkemuka di Indonesia.

Saham yang terlibat proses tender offer itu di luar milik PT Prima Visualindo, yang merupakan pemegang saham pengendali di IDKM. EMTK akan membeli 27,24% saham Prima Visualindo di IDKM dengan harga Rp900 per lembar.

Adapun jumlah saham yang akan dibeli melalui proses tender offer oleh EMTK adalah sebanyak 1,47 miliar lembar yang merepresentasikan 72,76% saham di IDKM.

Dalam keterbukaan informasi kepada pemegang saham, EMTK menyatakan kebutuhan dana untuk melaksanakan pembelian atas saham penawaran tender sebesar Rp1,5 triliun, yang didapat dari pinjaman.

Berdasarkan situs PT Bursa Efek Indonesia, selain Prima Visualindo, pemegang saham di IDKM adalah Citibank Singapore sebanyak 172.165.871 lembar atau 8,5% dan publik sebanyak 1.301.739.264 atau 64,26%.

“Sehubungan dengan hal tersebut, perseroan bermaksud untuk menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan lembaga keuangan, guna memenuhi kebutuhan dana untuk pembelian saham penawaran tender secara keseluruhan,” demikian pernyatan EMTK.(mmh)

Dana Asing Tinggalkan Bursa, IHSG Terkoreksi 19 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 19 poin akibat arus dana asing yang kembali meninggalkan lantai bursa. Posisi indeks yang sudah terlalu tinggi ini membuat posisinya rawan koreksi.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 5,999 poin (0,17%) ke level 3.694,048. Posisi indeks yang sudah overbought membuatnya kembali terkena aksi ambil untung.

Indeks sama sekali tidak menyentuh zona positif sejak perdagangan dibuka pagi tadi, bahkan sempat menyentuh posisi terendahnya di level 3.675.592.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (5/4/2011), IHSG terkoreksi 19,011 poin (0,52%) ke level 3.681,036. Indeks LQ 45 turun 4,526 poin (0,69%) ke level 657,978.

Indeks sudah menguat terlalu tinggi sejak laporan berbagai keuangan emiten tahun 2010 dirilis. Posisi yang tinggi ini membuat aksi ambil untung terjadi secara wajar.

Dana asing pun mulai kembali keluar lantai bursa setelah pada beberapa perdagangan terakhir penanam modal asing membukukan pembelian bersih.

Saham-saham yang terkena tekanan jual diantaranya berada di sektor finansial dan properti. Beberapa sektor masih ada yang mampu menguat seperti agrikultur dan konsumer.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 42.639 kali pada volume 1,726 miliar lembar saham senilai Rp 1,919 triliun. Sebanyak 93 saham naik, 113 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional masih bergerak mixed hingga siang ini, namun kecenderungannya berbalik arah ke zona hijau. Bursa Jepang masih tertekan di zona merah dengan pelemahan cukup banyak.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang ini:


  • Indeks Hang Seng melesat 348,68 poin (1,46%) ke level 24.150,58.
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 143,21 poin (1,47%) ke level 9.575,68.
  • Indeks Straits Times naik 15,56 poin (0,50%) ke level 3.156,18.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 11.200, Indospring (INDS) naik Rp 300 ke Rp 8.300, Goodyear (GDYR) naik Rp 300 ke Rp 10.500, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 22.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 2.500 ke Rp 32.500, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.750 ke Rp 29.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 48.950, dan Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 500 ke Rp 15.350.

Sudah Overbought, IHSG Balik ke Level 3.600

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke level 3.600 setelah dibuka melemah tipis 5 poin. Posisi indeks yang sudah overbought membuatnya kembali terkena aksi ambil untung.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di Rp 8.660 per dolar AS sama seperti penutupan kemarin.

Pada perdagangan preopening, IHSG melemah 3,194 poin (0,09%) ke level 3.696,853. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 0,820 poin (0,13%) ke level 661,684.

Membuka perdagangan, Selasa (5/4/2011), IHSG turun 5,999 poin (0,17%) ke level 3.694,048. Indeks LQ 45 melemah tipis 1,540 poin (0,23%) ke level 660,964.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG melemah semakin dalam, turun 10,860 poin (0,29%) ke level 3.689,187. Sementara Indeks LQ 45 melemah 3,048 poin (0,46%) ke level 659,456.

Kemarin, IHSG akhirnya menutup laju penguatannya dengan terkoreksi tipis akibat derasnya profit taking. Namun IHSG masih bisa bertahan di level 3.700.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed pagi ini dengan kecenderungan melemah. Sentimen negatif ini mempengaruhi pergerakan IHSG.

Berikut kondisi bursa-bursa regional pagi ini:

  • Indeks Hang Seng naik 348,68 poin (1,46%) ke level 24.150,58.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 112,17 poin (1,15%) ke level 9.606,72.
  • Indeks Straits Times turun tipis 2,79 poin (0,09%) ke level 3.137,83.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka stagnan di Rp 8.660 per dolar AS sama seperti penutupan kemarin.

Sudah Overbought, IHSG Balik ke Level 3.600

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke level 3.600 setelah dibuka melemah tipis 5 poin. Posisi indeks yang sudah overbought membuatnya kembali terkena aksi ambil untung.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di Rp 8.660 per dolar AS sama seperti penutupan kemarin.

Pada perdagangan preopening, IHSG melemah 3,194 poin (0,09%) ke level 3.696,853. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 0,820 poin (0,13%) ke level 661,684.

Membuka perdagangan, Selasa (5/4/2011), IHSG turun 5,999 poin (0,17%) ke level 3.694,048. Indeks LQ 45 melemah tipis 1,540 poin (0,23%) ke level 660,964.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG melemah semakin dalam, turun 10,860 poin (0,29%) ke level 3.689,187. Sementara Indeks LQ 45 melemah 3,048 poin (0,46%) ke level 659,456.

Kemarin, IHSG akhirnya menutup laju penguatannya dengan terkoreksi tipis akibat derasnya profit taking. Namun IHSG masih bisa bertahan di level 3.700.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed pagi ini dengan kecenderungan melemah. Sentimen negatif ini mempengaruhi pergerakan IHSG.

Berikut kondisi bursa-bursa regional pagi ini:

  • Indeks Hang Seng naik 348,68 poin (1,46%) ke level 24.150,58.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 112,17 poin (1,15%) ke level 9.606,72.
  • Indeks Straits Times turun tipis 2,79 poin (0,09%) ke level 3.137,83.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka stagnan di Rp 8.660 per dolar AS sama seperti penutupan kemarin.

Sudah Overbought, IHSG Balik ke Level 3.600

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke level 3.600 setelah dibuka melemah tipis 5 poin. Posisi indeks yang sudah overbought membuatnya kembali terkena aksi ambil untung.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di Rp 8.660 per dolar AS sama seperti penutupan kemarin.

Pada perdagangan preopening, IHSG melemah 3,194 poin (0,09%) ke level 3.696,853. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 0,820 poin (0,13%) ke level 661,684.

Membuka perdagangan, Selasa (5/4/2011), IHSG turun 5,999 poin (0,17%) ke level 3.694,048. Indeks LQ 45 melemah tipis 1,540 poin (0,23%) ke level 660,964.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG melemah semakin dalam, turun 10,860 poin (0,29%) ke level 3.689,187. Sementara Indeks LQ 45 melemah 3,048 poin (0,46%) ke level 659,456.

Kemarin, IHSG akhirnya menutup laju penguatannya dengan terkoreksi tipis akibat derasnya profit taking. Namun IHSG masih bisa bertahan di level 3.700.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed pagi ini dengan kecenderungan melemah. Sentimen negatif ini mempengaruhi pergerakan IHSG.

Berikut kondisi bursa-bursa regional pagi ini:

  • Indeks Hang Seng naik 348,68 poin (1,46%) ke level 24.150,58.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 112,17 poin (1,15%) ke level 9.606,72.
  • Indeks Straits Times turun tipis 2,79 poin (0,09%) ke level 3.137,83.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka stagnan di Rp 8.660 per dolar AS sama seperti penutupan kemarin.

Harga Emas dan Perak Kembali Melonjak


New York - Harga emas dan perak kembali melonjak mengikuti harga minyak yang juga melambung ke titik tertingginya dalam 2,5 tahun karena kekhawatiran inflasi. Harga perak menembus titik tertingginya dalam 31 tahun terakhir.

Pada perdagangan Senin (4/4/2011), harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi US$ 1.433 per ounce, dan sempat melonjak ke US$ 1,438,55 per ounce.

Harga emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 0,3% ke level US$ 1.433. Perdagangan di COMEX tercatat kurang dari 82.000 lot, atau merupakan salah satu yang terendah sepanjang tahun ini.

Sementara harga perak melonjak ke titik tertingginya dalam 31 tahun terakhir di US$ 38,58 per ounce, sehingga rasio emas dan perak mencapai titik terendahnya dalam 18 tahun. Harga emas ditutup naik 2% menjadi US$ 38,48 per ounce.

Aktivitas di pasar berjangka AS pada Senin kemarin tercatat setengah dari rata-rata, sehingga menjadi terendah sepanjang tahun ini. Harga emas mencatat rekor tertingginya di US$ 1.447,40 per ounce pada 24 Maret lalu.

"Tidak ada pertanyaan lagi bagaimana faktor inflasi bisa mendorong harga emas. Baik emas dan perak mendapatkan keuntungan dari aksi beli selektif dan permintaan fisik untuk batangan dan koin yang baik," ujar Bruce Dunn, vice president Auramet Trading seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/4/2011).

Harga minyak mentah dunia kemarin kembali melonjak dengan minyak Brent menembus US$ 120 per barel. Minyak light sweet pengiriman mei tercatat naik 53 sen menjadi US$ 108,47 per barel, minyak Brent naik 2,36 dolar menjadi US$ 121,06 per barel.

Aksi Ambil Untung Berlanjut di Bursa


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah tipis akibat derasnya profit taking di awal pekan. Namun IHSG masih bisa bertahan di level 3.700.

Pada perdagangan awal pekan, Senin (4/4/2011), IHSG ditutup melemah tipis 7,440 poin (0,21%) ke level 3.700,047. Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun 2,503 poin (0,38%) ke level 662,504.

Pergerakan IHSG yang serba tipis dan cenderung terkoreksi diprediksi akan berlanjut pada perdagangan Selasa (5/4/2011) ini. Investor akan melanjutkan profit taking sembari menunggu pengumuman BI Rate pada pekan ini.

Bursa tadi malam Wall Street berakhir flat di tengah data-data perekonomian yang cukup baik. Investor berhati-hati menyambut datangnya musim laporan keuangan. Kehati-hatian investor tersebut membuat volume perdagangan tercatat sebagai salah satu yang terendah sepanjang tahun ini, sehingga menggambarkan kemungkinan reli penguatan saham akan memudar.

Pada perdagangan Senin (4/4/2011), indeks Dow Jones industrial average tercatat menguat 23,31 poin (0,19%) ke level 12.400,03. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 0,46 poin (0,03%) ke level 1.332,87 dan Nasdaq melemah 0,41 poin (0,01%) ke level 2.789,19.

Bursa Tokyo melemah di awal perdagangan Selasa ini. Indeks Nikkei-225 terpantau turun 31,34 poin (0,32%) ke level 9.687,46.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG kemarin ditutup turun 7 point (-0.20%) ke level 3,700.05 dengan jumlah transaksi sebanyak 6 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp 4,5 triliun. Hampir seluruh sektor mengalami penurunan kecuali Mining, Basic Industry dan Trade. Tercatat sebanyak 114 saham mengalami kenaikan, 89 saham mengalami penurunan, 100 saham tidak mengalami perubahan dan 143 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Kenaikan tertinggi dipimpin oleh UTNR, ITMG, AUTO, PTBA dan ADRO sementara penurunan tertinggi dipimpin oleh ASII, BBCA, UNVR, BUMI dan PGAS. Asing tercatat melakukan net buy senilai Rp 200 miliar dengan saham yang paling banyak dikoleksi a.l. ADRO, BMRI, BBNI, JSMR dan ITMG. Penurunan sebagian besar dikarenakan oleh adanya aksi profit taking yang dilakukan oleh investor lokal sejak akhir minggu lalu dan kemungkinan besar besok penurunan masih akan berlanjut.

Secara teknikal IHSG diperkirakan berpotensi untuk bearish reversal, setelah berhasil menguat selama tiga hari berturut-turut akhirnya IHSG akhirnya melemah membentuk pola spinning top dengan candlestick yang masih berada di area garis upper Bollinger band. Sementara dilihat dari sisi indikator terlihat Indikator stochastic sudah bergerak downtrend di area overbought serta berpotensi untuk deathcross sementara RSI juga berpotensi bergerak reversal di area overbought.

Pada perdagangan hari ini (5/4), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,651-3,734 dengan saham- saham yang dapat diperhatikan a.l. INDY, UNTR, dan ADRO.

Panin Sekuritas:

Profit taking melanda indeks pada awal pekan setelah pekan lalu indeks berhasil menembus level 3.700. Sentimen positif dari bursa regional gagal mendorong indeks. Kami perkirakan indeks hari ini indeks masih akan bergerak melemah melanjutkan aksi ambil untung. Meski demikian kami menilai aksi ambil untung yang terjadi masih berada dalam tahap wajar mengingat indeks sepanjang pekan lalu telah menguat sebagai antisipasi terjadinya deflasi. Kisaran support-resistace 3.684-3.712. Saham pilihan : MAPI, APLN, JSMR.

Indosurya:

Pada perdagangan Selasa (5/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.656-3.678 dan resistance 3.725-3.751. Setelah candle membentuk pola three white soldier , candle membentuk spinning tops dengan posisi di atas sehingga mengindikasikan adanya pola reversal negatif. Upper bollinger bands masih juga tersentuh sehingga candle masih membutuhkan penyesuaian posisi. MACD mulai tertahan kenaikannya dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic telah di atas area overbought dan menunjukkan sinyal pembalikan arah. Meski secara fundamental tidak ada berita signifikan yang melemahkan saham-saham di bursa efek namun, melihat harga saham yang mayoritas telah berada di area overbought maka dimungkinkan koreksi masih akan terjadi.

Wall Street Flat Sambut Laporan Keuangan


New York - Indeks saham di bursa Wall Street berakhir flat di tengah data-data perekonomian yang cukup baik. Investor berhati-hati menyambut datangnya musim laporan keuangan.

Kehati-hatian investor tersebut membuat volume perdagangan tercatat sebagai salah satu yang terendah sepanjang tahun ini, sehingga menggambarkan kemungkinan reli penguatan saham akan memudar.

Pada perdagangan Senin (4/4/2011), indeks Dow Jones industrial average tercatat menguat 23,31 poin (0,19%) ke level 12.400,03. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 0,46 poin (0,03%) ke level 1.332,87 dan Nasdaq melemah 0,41 poin (0,01%) ke level 2.789,19.

Volume perdagangan ekstra tipis dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 5,94 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian tahun lalu yang mencapai 8,47 miliar.

"Volume mengering karena investor dan pialang sedang duduk pada posisinya untuk melihat apa yang terjadi pada musim laporan keuangan mendatang," ujar Tim Ghriskey, chief investment officer Solaris Asset Management seperti dikutip dari Reuters, SElasa (5/4/2011),

Presiden McMillan Analysis Corp, Larry McMillan mengatakan pasar sedang terjadi koreksi jangka pendek karena indikator teknikal menunjukkan pasar jenuh beli.

"Secara keseluruhan, gambarannya masih bullish, tapi pasar sedang lelah karena sudah jenuh beli. Dengan pengaruh bullish akhir bulan yang mereda, mungkin akan terjadi pembalikan pendek," ujarnya.

Senin, 04 April 2011

Marak Aksi Ambil Untung, IHSG Mampu Bertahan di 3.700


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu bertahan di level 3.700 meski terkena maraknya aksi ambil untung sehingga melemah tipis 7 poin.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di Rp 8.660 per dolar AS dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 8.690 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik 10,779 poin (0,29%) ke level 3.718,266. Pengumuman deflasi di akhir pekan lalu membuat investor terus memburu saham.

Indeks langsung menembus posisi tertingginya hari ini di 3.729,302 tak lama setelah pembukaan bursa. Namun aksi profit taking investor lokal membuat indeks jatuh ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin IHSG bisa kembali ke teritori positif secara perlahan, naik 5,009 poin (0,31%) ke level 3.712,496.

Sepanjang perdagangan Sesi II, rata-rata indeks bergerak di zona merah dan sempat menyentuh posisi terendahnya di 3.681,808. Pertahanan IHSG akhirnya hancur diderita aksi ambil untung yang marak terjadi di lantai bursa.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (4/4/2011), IHSG ditutup melemah tipis 7,440 poin (0,21%) ke level 3.700,047. Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun 2,503 poin (0,38%) ke level 662,504.

Saham-saham yang banyak terkena profit taking merupakan saham unggulan alias blue chip di sektor-sektor agrikultur menyusul prediksi harga minyak sawit mentah (CPO) yang akan turun tahun ini.

Hampir seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah, namun masih ada yang mampu menguat yaitu sektor perdagangan, pertambangan, industri dasar, dan properti.

Transaksi investor asing masih hijau di perdagangan hari ini, tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 243,645 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 104.413 kali pada volume 3,085 miliar lembar saham senilai Rp 4,516 triliun. Sebanyak 122 saham naik, 91 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia masih mantap melaju di jalur positif, meninggalkan satu-satunya indeks yang melemah di regional, yaitu IHSG.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional sore ini:


  • Indeks Hang Seng melesat 348,68 poin (1,46%) ke level 24.150,58.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 10,50 poin (0,11%) ke level 9.718,89.
  • Indeks Straits Times menguat 21,66 poin (0,69%) ke level 3.142,13.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 4.250 ke Rp 30.750, Astra Otopart (AUTO) naik Rp 1.550 ke Rp 15.850, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.400 ke Rp 49.500, dan Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 1.000 ke Rp 35.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.450 ke Rp 56.4250, Indospring (INDS) turun Rp 1.100 ke Rp 8.000, Multibreeder (MBAI) turun Rp 950 ke Rp 17.000, dan Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 400 ke Rp 22.500.

HM Sampoerna akan Go Private?

HM Sampoerna Tbk (HMSP) dikabarkan segera hengkang dari lantai bursa. Untuk melancarkan rencana tersebut, akan dilakukan tender offer terhadap saham HMSP.

Menurut salah satu pelaku pasar yang mengetahui detail aksi korporasi itu, harga penawaran tender akan dilakukan di Rp 40.000 per lembar. Harga ini lebih tinggi 50% ketimbang harga penutupan kemarin di Rp 26.500 per lembar.

"Ini terkait dengan rencana BEI menerapkan aturan kepemilikan publik harus di atas 20%, sementara HMSP hanya 1,8%," bisik si pelaku pasar itu, Senin (4/4/2011).

BEI saat ini tengah mempersiapkan revisi aturan porsi minimal kepemilikan saham publik dari 10% menjadi 20%. Aturan ini sudah diajukan ke Bapepam-LK untuk dimintai persetujuan.

Pada perdagangan hari ini, hingga penutupan sesi I, harga saham HMSP naik 50 poin (0,18%) ke level Rp 26.550 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 3 kali dengan volume 4 lot senilai Rp 52,975 juta.


Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.

Aksi Profit Taking Hadang Penguatan IHSG


Jakarta - Laju penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhambat oleh aksi ambil untung investor lokal. Pagi tadi indeks sempat melesat hingga 21 poin, namun di siang ini hanya naik 5 poin.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik 10,779 poin (0,29%) ke level 3.718,266. Pengumuman deflasi di akhir pekan lalu membuat investor terus memburu saham.

Indeks langsung menembus posisi tertingginya hari ini di 3.729,302 tak lama setelah pembukaan bursa. Namun aksi profit taking investor lokal membuat indeks jatuh ke posisi terendahnya di 3.700,002.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (4/4/2011), IHSG bisa kembali ke teritori positif secara perlahan, naik 5,009 poin (0,31%) ke level 3.712,496. Sementara Indeks LQ 45 naik 0,586 poin (0,08%) ke level 665,593.

Meski investor lokal banyak melepas saham, investor asing sampai siang ini masih melakukan pembelian bersih sehingga IHSG bertahan di zona hijau. Saham-saham tambang masih menjadi incaran investor.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 58.107 kali pada volume 1,580 miliar lembar saham senilai Rp 2,069 triliun. Sebanyak 95 saham naik, 89 saham turun, dan 101 saham stagnan.

Bursa-bursa regional masih mantap berjalan di teritori positif. Sentimen negatif ini membantu IHSG kembali bangkit setelah terkena aksi ambil untung.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:


  • Indeks Hang Seng melonjak 259,37 poin (1, 09%) ke level 24.061,27.
  • Indeks Nikkei 225 menguat Up 53,31 poin (0,55%) ke level 9.761,70.
  • Indeks Straits Times naik 10,78 poin (0,35%) ke level 3.131,25.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.350 ke Rp 49.450, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 1.350 ke Rp 15.650, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 1.000 ke Rp 35.000, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 650 ke Rp 22.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indospring (INDS) turun Rp 1.100 ke Rp 8.000, Astra Internasional (ASII) turun Rp 250 ke Rp 57.650, Mayora (MYOR) turun Rp 150 ke Rp 11.050, dan Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 150 ke Rp 22.750.

Diisukan bakal go private, saham AUTO terbang hingga 8%

Date : Apr 04 2011, 10:48
Title : News Story
Header : Diisukan bakal go private, saham AUTO terbang hingga 8%


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) terbang setelah diisukan akan
hengkang dari perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Hingga pukul 10.27 WIB, AUTO
sudah melejit 8,04% ke level Rp 15.450 per saham.
Rumor yang berkembang, emiten grup Astra ini bakal delisting atau tidak
lagi tercatat sebagai perusahaan terbuka di BEI. Aksi itu kemungkinan dilakukan
karena AUTO dikabarkan akan mendapatkan order besar pembuatan komponen otomotif
dari Jepang.
Maka, Astra Internasional Tbk (ASII) disebutkan akan melakukan tender
offer AUTO di kisaran harga Rp 28.000 hingga Rp 32.000 per saham.
[ Dupla Kartini ]
KONTAN Mon, 04 Apr 2011 ( 10:29:25 WIB )
=======================================================================================

IHSG dan Rupiah Terus Menguat


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum berhenti menguat, naik 10 poin. Pengumuman deflasi di akhir pekan lalu membuat investor terus memburu saham.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat di Rp 8.680 per dolar AS dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 8.690 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG naik 12,640 poin (0,34%) ke level 3.720,127. Sedangkan Indeks LQ 45 menguat 3,246 poin (0,48%) ke level 668,253.

Mengawali perdagangan awal pekan, Senin (4/4/2011), IHSG dibuka naik 10,779 poin (0,29%) ke level 3.718,266. Indeks LQ 45 dibuka naik tipis 2,834 poin (0,42%) ke level 667,841.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, poin IHSG terus bertambah, 19,462 poin (0,52%) ke level 3.725,949. Sementara Indeks LQ 45 menguat 4,558 poin (0,69%) ke level 669,565.

Akhir pekan lalu, indeks menguat cukup signifikan, IHSG tercatat menguat sebesar 104.67 poin (2,91%) ke level 3607.11. Pengumuman deflasi oleh BPS memicu investor kembali mengoleksi saham-saham unggulan.

Bursa-bursa regional bergerak dengan segar di zona hijau. Rata-rata dengan penguatan yang cukup signifikan.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia pagi ini:


  • Indeks Hang Seng menanjak 248,42 poin (1,04%) ke level 24.050,32.
  • Indeks Nikkei 225 naik 69,89 poin (0,72%) ke level 9.778,28.
  • Indeks Straits Times menguat 20,83 poin (0,67%) ke level 3.141,30.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat di Rp 8.680 per dolar AS dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 8.690 per dolar AS. Posisi rupiah ini merupakan yang terkuat sejak Mei tahun 2007 silam.