Selasa, 26 April 2011

Bapepam Belum Terima Laporan Elnusa & Bank Mega


JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Nurhaida menjelaskan belum menentukan sanksi yang akan diberikan pada PT Elnusa Tbk (ELSA).

Pasalnya, sampai saat ini regulator pasar modal itu belum menerima laporan dari Elnusa terkait bobolnya rekening perusahaan sebesar Rp111 miliar, karenanya dia tidak bisa berspekulasi dalam memberikan sanksi.

"Saya belum mau berasumsi (terkait sanksi) karena kita kan belum lihat laporannya," ujar Nurhaida di kantor kementerian Keuangan, jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (26/4/2011) malam.

Menurut dia, Bapepam belum dapat menentukan sanksi yang diberikan karena Bapepam hanya sebagai regulator. "Karena kan regulator tidak bisa berasumsi karena harus dilihat apa yang betul-betul dilaporkan mereka. Dari situ Bapepam baru lihat apa saja yang mereka lakukan," papar dia.

Sebelumnya, Elnusa menuturkan dananya sebesar Rp111 miliar yang disimpan di Bank Mega cabang Jababeka-Cikarang dalam bentuk deposito berjangka telah dicairkan tanpa sepengetahuan ELSA.

"Saya sampaikan di sini bahwa bukan ELSA yang dibobol. ELSA menempatkan dana di Bank Mega dan dana itu sudah tidak ada. ELSA baru sadar dana penempatan sebesar Rp111 miliar itu sudah tidak ada menurut keterangan lisan dari Kepala Cabang Bank Mega tersebut telah dicairkan. Kami terkaget-kaget, begitu mau dicairkan tidak ada," ungkap Direktur Utama ELSA Suharyanto dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Perseroan pun memaparkan, apabila hal tersebut benar terjadi, maka pencairan tersebut tidak sesuai dengan perjanjian penempatan. Hal itu juga dilakukan tanpa sepengatahuan ELSA, maka dari itu perseroan pun mempertanyakan bagaimana sebenarnya sistem dan prosedur yang ada di Bank Mega.

Sementara itu, PT Bank Mega Tbk (MEGA) membantah disebut bertanggungjawab atas dibobolnya deposito PT Elnusa Tbk (ELSA) sebesar Rp110 miliar.

"Kami tegaskan bahwa yang dibobol bukan Bank Mega karena ini merupakan masalah internal Elnusa. Tapi karena di media sudah beredar mengenai hal ini, untuk mencegah terjadinya informasi yang simpang siur maka kami perlu mengklarifikasikannya," jelas Direktur Utama Bank Mega JB Kendarto, di Menara Bank Mega, Jakarta, kamarin.

Dia menegaskan jika yang dibobol bukan Bank Mega, namun rekening Elnusa yang diambil oleh sindikat yang di dalamnya termasuk Direktur Keuangan Elnusa dengan modus menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi dengan cara menginvestasikannya di pihak ketiga yang bergerak di dalam bidang investasi.

Kuartal I-2011, Laba BNGA Naik 38,7%


JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan kenaikan laba sebesar 38,7 persen menjadi Rp727,5 miliar pada kuartal I-2011 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp524,2 miliar.

Seperti terungkap dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Selasa (26/4/2011), naiknya laba ini akibat pendapatan bunga bersih yang tumbuh menjadi Rp1,86 triliun dari periode sebelumnya yang sebesar Rp1,67 triliun.

Lalu pendapatan operasional selain bunga perseroan juga naik jadi Rp739,78 miliar dibandingkan sebelumnya yang sebesar Rp336,4 miliar. Sehingga laba operasional perseroan juga tumbuh jadi Rp979,85 miliar dari sebelumnya Rp687,9 miliar.

Net interest margin (NIM) CIMB Niaga tercatat turun jadi 5,49 persen dari sebelumnya 6,66 persen. Return on asset (ROA) naik jadi 2,65 persen dari sebelumnya 2,58 persen dan return on equity (ROE) naik jadi 22,68 persen dari sebelumnya 20,6 persen.

Modal inti tercatat sebanyak Rp14,3 triliun, naik dari sebelumnya yang sebesar Rp10,5 triliun. Sementara modal pelangkap tercatat sebesar Rp4,39 triliun dibandingkan sebelumnya Rp1,9 triliun.

Kinerja kinclong, saham AKRA melejit ke level tertinggi dalam enam minggu

JAKARTA. Saham PT AKR Corporindo (AKRA) melejit ke level tertinggi dalam enam minggu terakhir. Pada pukul 10.14, saham AKRA tercatat naik 1,88% menjadi Rp 1.630. Sebelumnya, saham AKRA sempat terbang 3,1% menjadi Rp 1.650. Ini merupakan level tertinggi sejak 10 Maret lalu.

Melonjaknya saham AKRA terjadi setelah perusahaan merilis laporan kinerja di kuartal I. Dikabarkan, laba bersih AKRA di tiga bulan pertama 2011 melonjak menjadi Rp 1,8 triliun dari Rp 70 miliar di pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Wah, saham ASII masih dilanda aksi jual

JAKARTA. Saham PT Astra International (ASII) masih dilanda aksi jual hari ini. Pada pukul 10.00, saham ASII tercatat turun 0,91% menjadi Rp 54.400.

Sepertinya, aksi jual yang melanda saham ASII terkait dengan pernyataan manajemen Toyota Motor Corp. Pada 22 April lalu, Toyota memprediksi, tingkat produksi perusahaan baru akan kembali normal pada Desember mendatang setelah sebelumnya terhambat akibat gempa dan tsunami Jepang.

Sejumlah analis menilai, kondisi itu akan berdampak pada kinerja ASII. "Dampaknya pada Astra adalah penurunan penjualan dalam beberapa bulan ke depan seiring rendahnya produksi," jelas Sarina Lesmina, analis CLSA Asia Pacific Markets.

Masuk Area Overbought, IHSG Stagnan

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun sangat tipis atau bisa dibilang stagnan. Indeks sudah masuk area jenuh beli dan investor cenderung menunggu keluarnya laporan kinerja emiten.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka anjlok ke Rp 8.670 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.610 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun tipis 1,640 poin (0,05%) ke level 3.786,900. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah tipis 0,422 poin (0,06%) ke level 678,947.

Membuka perdagangan, Selasa (26/4/2011), IHSG melemah sangat tipis 0,925 poin (0,03%) ke level 3.787,615. Indeks LQ 45 turun tipis 0,238 poin (0,03%) ke level 679,131.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG semakin melemah, terkoreksi tipis 4,176 poin (0,11%) ke level 3.784,364. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 1,504 poin (0,22%) ke level 677,865.

Kemarin, IHSG gagal mencetak rekor dan malah kembali ke level 3.700 akibat melemah tipis 12 poin. Investor memanfaatkan momentum pelemahan global untuk profit taking mengingat posisi IHSG yang sudah sangat tinggi.

Posisi IHSG masih sangat rawan profit taking karena secara teknikal sudah masuk dalam area jenuh beli. Penanam modal masih akan melakukan konsolidasi sambil menunggu keluarnya laporan keuangan triwulan I.

Bursa-bursa di Asia kompak melemah menyusul pengetatan kebijakan moneter China dan turunnya penjualan otomotif Jepang akibat produksi terhambat. Bursa Jepang melemah paling dalam pagi ini.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional pagi ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 0,78 poin (0,03%) ke level 2.964,17.
  • Indeks Hang Seng melemah 75,54 poin (0,31%) ke level 24.062,77.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 103,41 poin (1,07%) ke level 9.568,55.
  • Indeks Straits Times turun 6,69 poin (0,21%) ke level 3.181,03.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka anjlok ke Rp 8.670 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.610 per dolar AS.

IHSG Kembali ke Masa Konsolidasi

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin terkoreksi tipis setelah pada akhir pekan lalu menguat fantastis menembus level psikologis sekaligus rekor tertingginya. Investor memanfaatkan momentum pelemahan global untuk profit taking.

Pada perdagangan, Senin (25/4/2011), IHSG terkoreksi 12,541 poin (0,32%) ke level 3.788,540. Sementara Indeks LQ 45 turun 2,997 poin (0,42%) ke level 679,369.

Posisi IHSG kini masih rawan profit taking. Investor akan melakukan konsolidasi sembari menunggu keluarnya sejumlah laporan keuangan. Pada perdagangan Selasa (26/4/2011), IHSG diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

Bursa Wall Street tadi malam bergerak fluktuatif dalam volume transaksi yang paling tipis sepanjang tahun ini. Investor memilih hati-hati menjelang pertemuan Bank Sentral AS.

Pada perdagangan Senin (25/4/2011), indeks Dow Jones industrial average melemah 26,11 poin (0,21%) ke level 12.479,88. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 2,13 poin (0,16%) ke level 1.335,25, namun Nasdaq menguat tipis 5,72 poin (0,20%) ke level 2.825,88.

Bursa Jepang Selasa pagi ini juga mengalami koreksi. Indeks Nikkkei-225 dibuka melemah 54,96 poin (0,57%) ke level 9.617,00.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG kemarin ditutup melemah 12 point (-0.33%) ke level 3,788.54 dengan jumlah transaksi sebanyak 6.5 juta lot dengan nilai transaksi sebanyak Rp 2.6 triliun. Hampir seluruh sektor saham mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini kecuali sektor mining, consumer dan property.

Tercatat sebanyak 98 saham mengalami kenaikan, 104 saham mengalami penurunan, 95 saham tidak mengalami perubahan dan 146 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham- saham yang menjadi penopang bursa hari ini a.l. KLBF, BBNI, ADRO, BORN dan BNII sementara yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. TLKM, ASII, BMRI, UNVR dan BDMN. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp145 miliar dengan saham yang paling banyak banyak di beli adalah BMRI, BBNI, BORN, ASII dan KLBF.

Secara teknikal pada perdagangan hari ini IHSG masih rawan koreksi terbatas melihat candlestick yang masih bergerak di area upper Bollinger band. Sementara dilihat dari pergerakan indikator, tampak stochastic berpotensi untuk membentuk deathcross di area overbought sementara RSI bergerak downtrend mencoba keluar dari area overbought.

Pada perdagangan besok (26/4), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,742-3,813 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ITMG, BUMI dan ANTM.


Panin Sekuritas:

Aksi ambil untung pada awal pekan akhirnya mendorong IHSG ditutup pada area negatif. Melemahnya beberapa saham bluechip menjadi pemicu penurunan kemarin. Meski demikian kami melihat momentum pengumuman kinerja emiten K1-11 akan menjadi fokus investor untuk beberapa waktu mendatang. Harga komoditas diproyeksikan masih akan cenderung volatile seiring dengan masih bergejolaknya kondisi Timur Tengah. Hari ini kami perkirakan indeks cenderung bergerak konsolidasi dengan kisaran support-resistance 3.769-3.801. Saham pilihan : INDR, INDF, GGRM, CPIN.

Kresna Sekuritas:

IHSG cenderung berkonsolidasi di area resisten, namun stochastic yang berada di area jenuh beli berpotensi meningkatkan tekanan jual. IHSG diperkirakan masih bergerak di kisaran 3,765-3,810 dengan JSMR dan SMGR sebagai saham pilihan.

Saham Produsen Huggies Tekan Wall Street

Jakarta - Saham-saham di bursa Wall Street bergerak fluktuatif dalam volume transaksi yang paling tipis sepanjang tahun ini. Investor memilih hati-hati menjelang pertemuan Bank Sentral AS.

Pada perdagangan Senin (25/4/2011), indeks Dow Jones industrial average melemah 26,11 poin (0,21%) ke level 12.479,88. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 2,13 poin (0,16%) ke level 1.335,25, namun Nasdaq menguat tipis 5,72 poin (0,20%) ke level 2.825,88.

Volume perdagangan tercatat sebagai yang paling tipis di sepanjang tahun ini, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 5,4 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 7,74 miliar lembar saham.

Tekanan datang dari Kimberly-Clark yang memangkas proyeksi pendapatannya pada tahun ini akibat meningkatnya biaya pulp dan barang lain hingga 2 kali lipat, melebihi ekspektasinya. Saham produsen tissue Kleenex dan popok Huggies itu langsung merosot hingga 2,7%.

Meningkatnya harga-harga komoditas masih menjadi perhatian utama pada pekan laporan keuangan yang sibuk ini. Sejumlah perusahaan besar termasuk dari sektor konsumer seperti Procter & Gamble dan Colgate-Palmolive dijadwalkan mengeluarkan laporan keuangannya pekan ini.

Ken Polcari, managing director ICAP Equities mengatakan, masalah kenaikan harga-harga sudah mulai memberikan dampaknya sehingga hal itulah yang akan menjadi perhatian pasar kedepan.

"Inflasi tidak ada ini yang selalu dibicarakan Bank Sentral AS sulit untuk dipahami, karena jelas sekali lebih banyak inflasi daripada yang mereka perhatikan pada saat ini," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (26/4/2011).

Saham-saham energi dan material berada pada jajaran dengan kinerja paling buruk, dengna indeks sektor jasa perminyakan PHLX OSX terpangkas 0,9% dan Indeks Materials S&P turun 0,7%.

Senin, 25 April 2011

Asing paling banyak melepas saham TLKM di sesi sore






JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berkubang di zona merah pada penutupan sesi sore. Aksi jual saham-saham berkapitalisasi besar menjadi penyebabnya. Berikut tiga emiten yang membuat indeks memerah di sesi sore:

- PT Telkom Indonesia (TLKM)

Saham TLKM melorot 2,58% menjadi Rp 7.550 di sesi II. Sejumlah broker yang melepas saham ini adalah UBS Securities senilai Rp 71,16 miliar, Merrill Lynch Indonesia senilai Rp 15,43 miliar, dan JPMorgan Securities senilai Rp 9,42 miliar.

- PT Astra International (ASII)

Saham ASII melorot 1,61% menjadi Rp 54.900 di sesi II. Sejumlah broker yang melepas saham ini adalah Kim Eng Securities senilai Rp 52,43 miliar, Bahana Securities senilai Rp 15,37 miliar, dan Danareksa Sekuritas senilai Rp 11,21 miliar.

- PT Bank Mandiri (BMRI)

Saham BMRI melorot 0,70% menjadi Rp 7.050 di sesi II. Sejumlah broker yang melepas saham ini adalah OSK Nusadana Securities senilai Rp 30,58 miliar, Victoria Sekuritas senilai Rp 14,10 miliar, dan Waterfront Securities senilai Rp 11,21 miliar.

Kehilangan 12 Poin, IHSG Tinggalkan Level 3.800


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup kehilangan 12 poin setelah mengalami perdagangan yang fluktuatif. Atas koreksi ini, indeks kembali bercokol di level 3.700.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di Rp 8.610 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 8.623 per dolar AS.

Mengawali perdagangan awal pekan pagi tadi, IHSG naik tipis 2,043 poin (0,05%) ke level 3.803,124. Investor masih cenderung wait and see menunggu laporan kinerja emiten di triwulan I-2011.

Pergerakan IHSG cenderung fluktuatif sepanjang perdagangan sesi I, setelah dibuka naik tipis indeks langsung terperangkap di zona merah akibat maraknya tekanan jual.

Padahal IHSG sudah sempat naik sampai ke level 3.809,805 sebelum akhirnya terkena koreksi. Minimnya sentimen dari dalam maupun luar negeri membuat indeks berjalan tak semangat.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkoreksi 10,584 poin (0,28%) ke level 3.790,497. Saham konsumer dan properti menjadi penahan jatuhnya bursa sehingga tak terlalu dalam.

Sepanjang perdagangan sesi sore, IHSG sama sekali tidak menyentuh zona hijau. Bahkan posisi terendah pun disentuhnya di 3.777,426.

Mengakhiri perdagangan, Senin (25/4/2011), IHSG terkoreksi 12,541 poin (0,32%) ke level 3.788,540. Sementara Indeks LQ 45 turun 2,997 poin (0,42%) ke level 679,369.

Hanya 3 indeks sektoral yang menguat, yaitu sektor tambang, konsumer dan properti. Sisanya, terperangkap di teritori negatif.

Walaupun melemah, dan asing ternyata masih mengalir masuk bursa. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) sebanyak Rp 217,589 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 97.694 kali pada volume 3,263 miliar lembar saham senilai Rp 2,659 triliun. Sebanyak 103 saham naik, 112 saham turun, dan 100 saham stagnan.

Bursa China anjlok cukup dalam merespon prediksi inflasi yang tetap tinggi hingga akhir tahun 2011 ini. Bursa Jepang pun mengalami hal yang sama meski penurunannya tidak terlalu banyak.

Penurunan dipimpin oleh saham-saham otomotif setelah Mazda dan Honda menyatakan produksinya bakal melambat hampir setengahnya di bulan lalu pasca gempa bumi dan tsunami. Sentimen negatif ini cukup menggiring bursa regional ke zona merah.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 45,45 poin (1,51%) ke level 2.965,06.
  • Indeks Nikkei 225 melemah tipis 10,25 poin (0,11%) ke level 9.671,96.
  • Indeks Straits Times turun tipis 5,11 poin (0,16%) ke level 3.189,62.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 1.000 ke Rp 99.500, Indo-Rama (INDR) naik Rp 450 ke Rp 4.000, Multibreeder (MBAI) naik Rp 350 ke Rp 17.750, dan Goodyear (GDYR) naik Rp 250 ke Rp 11.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.000 ke Rp 25.000, Astra Internasional (ASII) turun Rp 900 ke Rp 54.900, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 575 ke Rp 2.275, dan Indospring (INDS) turun Rp 500 ke Rp 7.600.

Duta Graha terancam dicoret dari tender pembangunan gedung DPR


JAKARTA. PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) terancam dicoret dari peserta tender pembangunan gedung baru DPR. Pasalnya, perusahaan ini sedang tersandung kasus suap yang terjadi di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, DGIK akan didiskualifikasi jika ternyata bersalah dalam kasus tersebut. "Ini masih simpang siur kami tunggu kepastiannya,” ujar Marzuki, Senin (25/4).

Marzuki mengatakan, keterlibatan DGIK dalam kasus suap pembangunan wisma atlet Sea Game di Palembang layak dikaji Sekretariat Jenderal DPR. "Jadi kalau aturannya di (DGIK) bermasalah di Kemenpora, tentu akan jadi acuan penyelenggara negara di DPR," tegasnya.

Asal tahu saja, DGIK merupakan salah satu dari 11 perusahaan yang mengikuti tender pembangunan gedung di DPR. Namun, baru-baru ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Sekretaris Menteri Pemuda Olahraga Wafid Muharam karena menerima suap sebesar Rp 3,2 miliar dari DGIK.

Uang tersebut, diduga sebagai balas jasa lantaran telah memenangkan DGIK sebagai pemenang tender pembangunan wisma atlet untuk Sea Games di Palembang, Sulawesi Selatan.

Bank Mega: Pembobolan Rekening Elnusa Dilakukan Sindikat


Jakarta - PT Bank Mega Tbk (MEGA) menyatakan pembobolan dana deposito milik PT Elnusa Tbk (ELSA) merupakan aksi sindikat, dengan melibatkan Direktur Keuangan Elnusa, Santun Nainggolan yang kini sudah dipecat.

"Pembobolan rekening deposito dari sindikat termasuk Dirkeu. Kami sebenarnya tidak ingin buka di media, karena ini internal Elnusa," tutur Direktur Utama, Bank Mega J.B. Kendarto di kantornya, Jakarta, Senin (25/4/2011).

Meski merupakan masalah internal Elnusa, namun Kendarto mengaku pihak Bank Mega juga perlu melakukan klarifikasi. Menurutnya, dana yang dicairkan tersebut rencananya akan diinvestasikan kepada pihak ketiga.

"Investasi dengan harapan, hasil investasi untuk kepentingan pribadi. Ini perbuatan dan bentuk kolaborasi. Bank Mega tempat transaksi," jelasnya.

Bank Mega menegaskan, dalam menjalankan transaksi perseroan telah sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Dari pembukaan dan pencairan.

"Pada 21 April kami sudah lapor ke Direktorat Pengawasan, dan hari ini telah menghadap BI untuk berikan penjelasan," paparnya.

Seperti diketahui, telah terjadi kasus pembobolan dana milik Elnusa di Bank Mega sebesar Rp 111 miliar oleh direktur keuangannya, Santun Nainggolan. Manajemen Elnusa akhirnya memecat Santun.

Manajemen Elnusa juga memastikan bahwa hilangnya dana deposito Rp 111 miliar tidak mempengaruhi kinerja perseroan. Penempatan deposito ini sedianya merupakan dana operasional cadangan untuk tiga bulan ke depan.

Pihak BI memang memanggil manajemen Bank Mega untuk menjelaskan kasus pembobolan dana pada Senin pagi. Adapun yang hadir ke BI adalah Direktur Kepatuhan Bank Mega, Direktur Operasional dan Satuan Kerja Audit Intern Bank Mega.

Kinerja perusahaan dirilis, aksi jual melanda bursa Asia

Kinerja perusahaan dirilis, aksi jual melanda bursa Asia
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia hari ini ditransaksikan melorot. Kondisi itu bahkan menyeret indeks acuan di Asia jatuh ke level paling rendah dalam seminggu terakhir.

Pada pukul 14.22 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2% menjadi 138,51. Padahal sebelumnya, bursa Asia sempat naik 0,1%. Penurunan indeks Asia terjadi setelah Acer Inc dan Reliance Industries Ltd melaporkan kinerja yang berada di bawah estimasi analis.

Sementara itu, Shanghai Composite Index China turun 0,6%, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 0,1%, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,9%, dan VN Index Vietnam naik 2%.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia diantaranya: Acer yang turun 3,2% di Taipei, Reliance Industries yang turun 2,7% di Mumbai, dan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc yang naik 1,1% di Tokyo.

"Investor memilih menunggu laporan kinerja perusahaan yang akan dirilis minggu ini sebelum berinvestasi," jelas Naoki Fujiwara, analis Shinkin Asset Management Co.

Harga logam mulia masih melejit ke level tertinggi

Harga logam mulia masih melejit ke level tertinggi sepanjang sejarah
BANGKOK. Harga emas dan perak masih terus mencetak rekor baru. Pemicunya, lonjakan harga minyak dunia dikhawatirkan akan mendongkrak tingkat inflasi global sehingga membuat investor ramai-ramai berburu emas.

Harga perak yang naik dua kali lipat di sepanjang tahun lalu, hari ini pukul 16.00 waktu Tokyo diperdagangkan pada posisi US$ 49,0413 per troy ounce setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di posisi US$ 49,79 per troy ounce.

Sedangkan kontrak harga emas divisi Comex, NYMEX untuk pengantaran cepat naik 0,7% ke level tertinggi sepanjang sejarah di posisi US$ 1.517,98 per troy ounce, hingga akhirnya ditransaksikan di posisi US$ 1.517,28.

Sekadar tambahan informasi, harga minyak dunia memang terus merangsek naik setelah pasukan keamanan Syiria menahan setidaknya 200 orang menyusul terjadinya pembunuhan demonstran anti pemerintah dan kondisi Libia yang masih bergejolak. Siang tadi, kontrak harga minyak di New York Mercantile Exchange untuk pengantaran Juni naik 0,4% menjadi US$ 112,74 per barel.

Melonjaknya harga minyak menimbulkan spekulasi kalau bank sentral akan memperketat kebijakan moneternya untuk menahan laju inflasi.

Laba Bersih Astra Graphia Jadi Rp22 Miliar


INILAH.COM, Jakarta - PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menjelaskan laba bersih pada kuartal I 2011 mencapai Rp22 miliar dari periode yang sama sebesar Rp18 miliar atau naik 22,2 miliar.

Demikian dikutip dari keterangan resmi perseroan, Senin (25/4). Untuk pendapatan pada kuartal I menjadi Rp315 miliar, dari sebelumnya Rp292 miliar. Sementara laba usaha menjadi Rp27 miliar dari Rp25 miliar.

Saat ini kas perseroan menjadi Rp166,2 miliar dari Rp134,4 miliar. Untuk posisi deposito menjadi Rp1,1 miliar dari Rp600 juta. Dengan demikian total aset perseroan menjadi Rp835,4 miliar dari Rp731,2 miliar .

Meski demikian utang usaha menjadi Rp118,3 miliar tetapi perseroan dapat melunasi utang jangka pendek senilai Rp61,9 miliar. Untuk biaya yang menjadi beban sebesar Rp174,8 miliar.

Harga volatil, impor emas dari India diprediksi akan melorot pada April


MUMBAI. Harga emas yang volatil rupanya mempengaruhi tingkat impor logam mulia dari India. Menurut Bombay Bullion Association, tingkat impor emas dari negara pembeli emas terbesar dunia itu kemungkinan akan turun pada April. Itu artinya, impor si kuning kinclong dari India sudah turun selama tiga bulan berturut-turut.

President Asosiasi Prithviraj Kothari mengatakan, impor emas pada bulan ini kemungkinan akan turun menjadi 20 metrik ton hingga 25 metrik ton, dari sebelumnya 50 ton hingga 55 ton pada tahun lalu.

Tidak dapat tawaran harga bagus, BIPI batal lepas saham ELSA



JAKARTA. PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) membatalkan rencana penjualan sahamnya di PT Elnusa Tbk (ELSA).

Hari ini, Direktur BIPI Firlie Ganinduto menyatakan, batalnya penjualan saham tersebut lebih karena BIPI tidak mendapatkan penawaran harga saham yang bagus.

Firlie bilang, perseroan melihat ELSA sebagai investasi jangka panjang. Saat ini, BIPI memegang 37,15% saham perusahaan penyedia jasa bisnis perminyakan itu.

Adapun, hingga pukul 14.02 WIB, saham ELSA diperdagangkan jatuh 4,84% ke Rp 295 per saham, sementara saham BIPI justru melaju 6,86% ke Rp 109 per saham.

Dikabarkan bakal bagi dividen, saham TRST melaju ke level tertinggi 19 tahun


JAKARTA. Saham PT Trias Sentosa Tbk (TRST) melesat ke level tertingginya dalam 19 tahun terakhir.

Pasar memburu saham ini setelah PT Sucorinvest Central Gani dalam laporannya hari ini, menyebut produsen polypropylene film ini akan membagi dividen senilai Rp 20 per saham.

TRST melaju 8% ke level Rp 335 per saham, hingga pukul 13.40 WIB. Ini merupakan level penutupan tertingginya sejak Agustus 1991.

Namun, terkait pembagian dividen ini, Presiden Direktur TRST Sugeng Kurniawan belum bisa dikonfirmasi.

Saham Elnusa Masih Tertekan


JAKARTA - Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) diproyeksikan masih akan tertekan dalam periode perdagangan berikutnya lantaran dibobolnya deposito perseroan sebesar Rp110 miliar di PT Bank Mega Tbk (MEGA).

"Tapi tampaknya (tekanan) ini hanya sementara saja," jelas analis Ekokapital Securities Cece Ridwanullah saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Senin (25/4/2011).

Di mana pada akhir perdagangan sesi I, harga saham ELSA melorot Rp10 atau 3,23 persen jadi Rp300 per saham dari sebelumnya Rp310. "Saham ELSA ini mengalami tekanan jual sejak awal perdagangan," imbuhnya.

Sementara saham MEGA juga turun Rp50 atau 1,45 persen ke Rp3.400 dari sebelumnya Rp3.450. Kendati demikian, dia menyebutkan jika sektor perbankan (sektor keuangan) tidak akan terpengaruh kasus ini.

Pasalnya, menurut Cece, sentimen positif masih membayangi sektor yang dimotori oleh perbankan ini. Sentimen ini datang dari ekspetasi akan rendahnya inflasi April 2011 ini. "Kan beberapa waktu ke depan akan diumumkan inflasi April. Inflasi ini diperkirakan masih akan rendah seperti bulan sebelumnya," tukasnya.

EXCL bagikan dividen Rp 107 per saham


JAKARTA. PT XL Axiata Tbk (EXCL) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2010 senilai Rp 107 per saham, atau total sejumlah Rp 911,487 miliar.

Jumlah tersebut merupakan 31,5% dari hasil laba bersih 2010 yang mencapai Rp 2,891 triliun. Pemegang saham telah menyepakati pembagian dividen ini pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 14 April 2011.

Dalam RUPS tersebut juga disetujui penggunaan sisa laba bersih untuk cadangan umum dan sebagai saldo laba (retained earning) guna pengembangan usaha perseroan.

Keterbukaan informasi BEI menyebutkan, pemegang saham yang berhak atas dividen adalah yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 16 Mei 2011. Adapun, pembayaran dividen akan dilakukan pada 31 Mei 2011.

Analis: hati-hati! Periode Mei-September, pasar terancam terkoreksi hingga 20%


JAKARTA. Vice President, Research & Analysis Valbury Nico Omer Jonckheere mengingatkan, investor sebaiknya berhati-hati memasuki bulan Mei hingga September mendatang. Pasalnya, bursa saham, komoditas, mata uang utama terhadap dolar AS, dan emas terancam anjlok antara 10% dan 20%.

Prediksi Nico bukan tanpa alasan. Dia berkaca pada kejadian tahun lalu, yakni pada periode 23 April-27 Agustus 2010. Pada waktu itu, terjadi kontraksi sebesar 12% setelah berakhirnya masa quantitative easing 1 (QE1) oleh the Federal Reserve. "Bank sentral AS membiarkan neracanya menyusut dari US$1.207 trillion ke US$1.057 trillion," urainya.

Yang menjadi pertanyaan, apakah sejarah akan berulang? Nico memprediksi hal itu sangat mungkin terjadi. Seperti yang diketahui, pada 3 November 2010, the Federal Open Market Committee atau FOMC memutuskan untuk membeli obligasi pemerintah senilai US$ 600 miliar antara bulan November dan akhir bulan Juni.

Pelonggaran moneter ini dikenal sebagai QE2 dan bertujuan membiayai defisit anggaran AS. Sementara jilid pertama dari quantitative easing sebesar US$ 1,7 trillion, yang diumumkan tanggal 18 Maret 2009, lebih berpusat kepada pembelian mortgage-backed securities untuk menyelamatkan sektor properti

Dalam pidatonya di Jackson Hole pada 27 Agustus tahun lalu, Federal Reserve Chairman Ben Bernanke mengatakan stimulus tambahan dibutuhkan karena tingkat inflasi masih terlalu rendah dan tingkat pengangguran terlalu tinggi. Namun karena tingkat unemployment telah turun dari 10,2% ke 8,8% dan core inflation atau inflasi inti sudah naik dua kali lipat dari 0,6% ke 1,2% YoY, kemungkinan besar QE2 akan dihentikan sesuai dengan jadwal.

Masalahnya, perubahan dalam kebijakan bank sentral AS adalah peristiwa penting yang bisa membuat investor panik. Mengapa demikian? "Secara sederhana, the Fed selama ini menyuntik sekitar US$ 4 miliar setiap hari ke dalam pasar AS sejak November 2010. Oleh karena itu, baik pasar modal maupun pasar komoditas naik ke level yang lebih tinggi daripada level yang dapat dicapai tanpa bantuan tersebut," urainya.