Rabu, 23 Maret 2011

Aksi Beli Selektif Dorong IHSG Rebound 38 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasilrebound cukup tinggi 38 poin setelah kemarin berjalan datar dan melemah tipis. Transaksi di lantai bursa kembali bergairah atas aksi beli selektif investor terhadap saham-saham unggulan.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di Rp 8.720 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.710 per dolar AS

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah sangat tipis 0,488 poin (0,01%) ke level 3.517,233. Indeks sempat naik tipis dan akhirnya kembali ke zona merah.

Indeks bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan, sempat jatuh posisi terendahnya di level 3.508,595 di awal perdagangan.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 21,249 poin (0,60%) ke level 3.538,970 atas perburuan di saham-saham berbasis konsumer dan manufaktur.

IHSG sama sekali tidak menyentuh zona merah sepanjang perdagangan sesi II dan sempat menembus level tertingginya di 3.556,342 tepat sebelum penutupan.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (23/3/2011), IHSG ditutup bertambah 38,510 poin (1,09%) ke level 3.556,231. Sementara Indeks LQ 45 naik 9,045 poin (1,44%) ke level 636,745.

Investor secara perlahan tapi pasti mulai kembali membeli saham-saham blue chip, terutama di sektor konsumer dan komoditas, atas aksi ini seluruh sektor industri di lantai bursa menguat.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 91.481 kali pada volume 2,850 miliar lembar saham senilai Rp 4,127 triliun. Sebanyak 142 saham naik, 71 saham turun, dan 84 saham stagnan.

Investor asing pun kembali menempatkan dananya di pasar saham dalam negeri. Hari ini, transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign nett buy) sebesar Rp 226,136 miliar di seluruh pasar.

Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed hingga sore hari ini dengan penguatan tertinggi dicetak bursa China. Bursa Jepang mengakhiri reli penguatannya dengan melemah cukup dalam.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 29,93 poin (1,03%) ke level 2.949,07.
  • Indeks Hang Seng turun tipis 32,50 poin (0,14%) ke level 22.825,40.
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 158,85 poin (1,65%) ke level 9.449,47.
  • Indeks Straits Times naik 20,26 poin (0,67%) ke level 3.023,01.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.400 ke Rp 49.800, Indospring (INDS) naik Rp 1.000 ke Rp 9.500, United Tractor (UNTR) naik Rp 950 ke Rp 23.200, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 800 ke Rp 55.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sepatu Bata (BATA) turun Rp 1.000 ke Rp 65.000, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 520 ke Rp 1.680, Adira Finance (ADMF) turun Rp 200 ke Rp 10.600, dan Harum Energy (HRUM) turun Rp 200 ke Rp 8.700.

Saham Konsumer Dikoleksi, IHSG Menanjak 21 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 21 poin di penutupan sesi siang atas perburuan di saham-saham berbasis konsumer dan manufaktur. Saham bank terkena profit taking sehingga sektor finansial melemah.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah sangat tipis 0,488 poin (0,01%) ke level 3.517,233. Indeks sempat naik tipis dan akhirnya kembali ke zona merah.

Indeks bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan, sempat jatuh posisi terendahnya di level 3.508,595 di awal perdagangan. Namun indeks langsung mendaki ke posisi tertingginya di level 3.544.162.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (23/3/2011), IHSG naik 21,249 poin (0,60%) ke level 3.538,970. Sementara Indeks LQ 45 naik 5,306 poin (0,84%) ke level 633,006.

Meski sempat melemah tipis di awal perdagangan, perburuan atas saham-saham berbasis konsumer dan manufaktur. Mayoritas sektor industri di lantai bursa menguat, kecuali sektor finansial.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 46.908 kali pada volume 1,698 miliar lembar saham senilai Rp 1,922 triliun. Sebanyak 123 saham naik, 67 saham turun, dan 79 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional masih bergerak mixed hingga perdagangan siang hari ini. Bursa Jepang yang kemarin naik tinggi kini menjadi yang paling lemah di Asia.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 22,73 poin (0,78%) ke level 2.941,88.
  • Indeks Hang Seng turun tipis 38,07 poin (0,17%) ke level 22.819,83.
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 57,22 poin (0,60%) ke level 9.551,10.
  • Indeks Straits Times menguat 14,90 poin (0,50%) ke level 3.017,65.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.000 ke Rp 49.400, Indospring (INDS) naik Rp 1.000 ke Rp 9.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 42.300, dan Indocement (INTP) naik Rp 400 ke Rp 14.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sepatu Bata (BATA) turun Rp 1.000 ke Rp 65.000, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 520 ke Rp 1.680, Smart (SMAR) turun Rp 250 ke Rp 4.700, dan Tifico (TFCO) turun Rp 115 ke Rp 405.

(ang/qom)

Laba bersih ROTI di 2010 melonjak 75%


Date : Mar 23 2011, 12:02
Title : News Story
Header : Laba bersih ROTI di 2010 melonjak 75%


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Laba bersih PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) tahun 2010
melonjak 75% menjadi Rp 99,7 miliar dibandingkan 2009 yang besarnya Rp 57
miliar.
Kenaikan laba bersih produsen roti dengan merek dagang Sari Roti tersebut
seiring dengan kenaikan pendapatan bersih sepanjang tahun lalu yang tumbuh Rp
26% menjadi Rp 612 miliar dibandingkan tahun 2010.
"Pencapaian yang sangat baik ini ditunjang peningkatan volume produksi
dengan bertambahnya instalasi produksi di Cikarang Blok U dan bertambahnya
toko-toko yang menjual," kata Operation Director ROTI Yusuf Hady, Rabu, (23/3).
[ Astri Karina Bangun ]
KONTAN Wed, 23 Mar 2011 ( 11:47:44 WIB )
=======================================================================================

IHSG Bakal Kena Kelesuan Global


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya ditutup turun tipis dalam volume transaksi yang tidak terlalu besar. IHSG tampil beda di tengah bursa-bursa regional yang menguat.

Pada perdagangan, Selasa (22/3/2011), IHSG turun tipis 1,125 poin (0,04%) ke level 3.517,721. Sementara Indeks LQ 45 turun 0,503 poin (0,09%) ke level 627,700.

Koreksi yang menyambangi bursa-bursa utama dunia akan kembali menjadi faktor yang menghambat pergerakan IHSG. Pada perdagangan Rabu (23/3/2011), IHSG diprediksi bergerak melemah dengan volume perdagangan yang masih tidak terlalu besar.

Bursa Wall Stret tadi malam mengakhiri penguatan yang sudah berlangsung selama 3 hari berturut-turut. Investor masih berhati-hati merespons perkembangan di Jepang dan juga Libya.

Pada perdagangan Selasa (22/3/2011), indeks Dow Jones melemah 17,90 poin (0,15%) ke level 12.018,63. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 4,61 poin (0,36%) ke level 1.293,77 dan Nasdaq melemah 8,22 poin (0,31%) ke level 2.683,87.

Sementara Bursa Tokyo mengawali perdagangan Rabu ini dengan pelemahan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka turun 16,17 poin (0,17%) ke level 9.592,15.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Kemarin IHSG ditutup turun 1 point (-0.03%) ke level 3,517.72 dengan nilai transaksi sebesar Rp3.2 triliun dan volume transaksi sebanyak 4 juta lot. IHSG hari ini bergerak anomali dari bursa-bursa regional lainnya yang tercatat naik bersama dengan bursa China yang juga ditutup turun.

Sebanyak 95 saham mengalami kenaikan, 101 saham mengalami penurunan, 92 saham tidak mengalami perubahan dan 200 saham tidak mengalami transaksi dengan sektor yang mengalami kenaikan hari ini hanya consumer, finance, trade dan manufacture.

Saham-saham yang mengalami kenaikan tertinggi hari ini a.l. ITMG, MBAI, AUTO, SMGR dan BFIN sementara saham-saham yang mengalami penurunan terdalam a.l. DSSA, INDS, TLKM, GGRM dan PTBA. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp118 miliar dengan saham yang banyak dijual a.l. TLKM, ADRO, BBRI, BORN dan BBNI.

Secara teknikal pada perdagangan kemarin canldlestick IHSG membentuk pola spinning tops, sementara Indikator stochastic membentuk golden cross dan RSI masih bergerak uptrend mengindikasikan masih ada ruang penguatan bagi IHSG.

Pada perdagangan hari ini (23/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,458-3,547 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBCA, SMGR, dan BBRI.

Reli di Wall Street Akhirnya Terhenti


York - Bursa Wall Stret mengakhiri penguatan yang sudah berlangsung selama 3 hari berturut-turut. Investor masih berhati-hati merespons perkembangan di Jepang dan juga Libya.

Pada perdagangan Selasa (22/3/2011), indeks Dow Jones melemah 17,90 poin (0,15%) ke level 12.018,63. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 4,61 poin (0,36%) ke level 1.293,77 dan Nasdaq melemah 8,22 poin (0,31%) ke level 2.683,87.

Pelemahan indeks saham terjadi dalam volume perdagangan yang sangat tipis, bahkan terendah sepanjang tahun ini. Transaksi perdagangan di New York Stock Exchange hanya sebanyak 6,52 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian sebesar 8,09 miliar.

Memanasnya situasi di Libya dan aksi demonstrasi di Yaman telah memberikan kontribusi kenaikan harga minyak mentah dunia. Minyak light sweet tercatat naik 1,67 dolar menjadi US$ 104 per barel, minyak Brent naik 74 sen menjadi US$ 115,70 per barel.

"Yang masih bullish mencoba untuk membeli saat turun dan mengambil keuntungan harga-harga dari tengah akhir pekan lalu. Tapi sejauh momentum kenaikan, saya tidak berpikir ada lagi. Jadi sekarang adalah perilaku wait and see dan tidak banyak komitmen dari sisi lain pada titik ini," ujar Terry Morris, analis senior dari National Penn Investor Trust Company seperti dikutip dari Reuters, Rabu (23/3/2011).

Menurut laporan terakhir dari EPFR Global, aliran modal berbalik ke sektor-sektor yang defensif menyusul krisis di Jepang. Aliran dana terbesar kini berorientasi pada barang-barang konsumen, telekomunikasi dan sektor kesehatan.

Selasa, 22 Maret 2011

Profit Taking Saham Tambang, IHSG Turun Tipis


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 1 poin akibat aksi ambil untung sepanjang perdagangan sesi II. Padahal, seluruh bursa-bursa di Asia masih mampu cetak poin.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di Rp 8.715 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.730 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 9,097 poin (0,25%) ke level 3.527,943. Sentimen positif dari bursa global membuat indeks kembali berjalan di zona hijau.

Sayangnya, penguatan indeks ini tidak bertahan lama, aksi jual langsung melanda lantai bursa tak lama setelah pembukaan. Sebelumnya indeks sempat menyentuh posisi tertinggi di level 3.518,939.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG turun tipis 8,700 poin (0,25%) ke level 3.510,146. Atas penurunan ini, IHSG ketinggalan reli bursa-bursa regional.

Sepanjang perdagangan sesi II, IHSG terus terjebak di zona merah. Bahkan indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya di 3.497,551.

Menutup perdagangan, Selasa (22/3/2011), IHSG turun tipis 1,125 poin (0,04%) ke level 3.517,721. Sementara Indeks LQ 45 turun 0,503 poin (0,09%) ke level 627,700.

Saham-saham bank kembali banyak dilepas investor untuk ambil untung karena rata-rata nilainya sudah naik tinggi dalam beberapa perdagangan terakhir. Sektor tambang menjadi yang melemah paling banyak hingga sebanyak 1,13%.

Tak hanya investor lokal, asing pun melakukan hal yang sama dengan melepas saham-saham berbasis komoditas. Transaksi investor asing tercatat melakukan jual bersih (foreign nett sell) sebesar Rp 227,109 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 80.486 kali pada volume 2 miliar lembar saham senilai Rp 3,182 triliun. Sebanyak 95 saham naik, 101 saham turun, dan 92 saham stagnan.

IHSG menjadi satu-satunya bursa yang melemah di kawasan Asia yang seluruhnya berhasil mencetak penguatan. Bursa Jepang masih memimpin penguatan dengan ditutup naik lebih dari 4%.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia di sore hari:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 10,03 poin (0,34%) ke level 2.919,17.
  • Indeks Hang Seng menguat 172,68 poin (0,76%) ke level 22.857,90.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 401,57 poin (4,36%) ke level 9.608,32.
  • Indeks Straits Times naik 19,80 poin (0,66%) ke level 3.003,31.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 48.400, Multibreeder (MBAI) naik Rp 300 ke Rp 12.900, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 250 ke Rp 13.450, dan Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 ke Rp 8.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.000 ke Rp 29.000, Indospring (INDS) turun Rp 200 ke Rp 8.500, Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 6.600, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 100 ke Rp 41.900.

Sesi I, JPMorgan banyak melepas saham ADRO dan TLKM



Date : Mar 22 2011, 12:45
Title : News Story
Header : Sesi I, JPMorgan banyak melepas saham ADRO dan TLKM


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak kuat menahan tekanan.
Hingga akhirnya, IHSG ditutup dengan penurunan 0,25%. Aksi jual yang melanda
saham-saham bluechips berkontribusi besar dalam penurunan indeks. Berikut
adalah lima saham unggulan yang banyak dilepas investor sepanjang sesi I.
- PT Adaro Energy (ADRO)
Di sesi I, saham ADRO melorot 4,3% menjadi Rp 2.225. Broker yang banyak
melepas saham ini di antaranya: JPMorgan Securities senilai Rp 37,91 miliar,
Deutsche Securities senilai Rp 25,77 miliar, dan CIMN Securities senilai Rp
19,28 miliar.
- PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM)
Di sesi I, saham TLKM melorot 1,48% menjadi Rp 6.650. Broker yang banyak
melepas saham ini di antaranya: JPMorgan Securities senilai Rp 22,03 miliar,
UBS Securities senilai Rp 21,28 miliar, dan Merrill Lynch Indonesia senilai Rp
19,68 miliar.
- PT Bank Negara Indonesia (BBNI)
Di sesi I, saham BBNI melorot 2,07% menjadi Rp 3.550. Broker yang banyak
melepas saham ini di antaranya: BNP Paribas Securities senilai Rp 6,87 miliar,
Bahana Securities senilai Rp 3,86 miliar, dan Credit Suisse Securities senilai
Rp 1,42 miliar.
- PT Bumi Resources (BUMI)
Di sesi I, saham BUMI melorot 1,63% menjadi Rp 3.025. Broker yang banyak
melepas saham ini di antaranya: Mandiri Sekuritas senilai Rp 24,51 miliar,
Samuel Sekuritas senilai Rp 22,72 miliar, dan UBS Securities senilai Rp 16,38
miliar.
- PT Bank Negara Indonesia (BNII)
Di sesi I, saham BNII melorot 1,69% menjadi Rp 580. Broker yang banyak
melepas saham ini di antaranya: BNP Paribas Securities senilai Rp 6,87 miliar,
Bahana Securities senilai Rp 3,86 miliar, dan Credit Suisse Securities senilai
Rp 1,42 miliar.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Tue, 22 Mar 2011 ( 12:34:32 WIB )
=======================================================================================

IHSG Ketinggalan Penguatan Bursa Regional


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 8 poin akibat aksi profit taking di saham-saham komoditas. Atas penurunan ini, IHSG ketinggalan reli bursa-bursa regional.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 9,097 poin (0,25%) ke levek 3.527,943. Sentimen positif dari bursa global membuat indeks kembali berjalan di zona hijau.

Sayangnya, penguatan indeks ini tidak bertahan lama, aksi jual langsung melanda lantai bursa tak lama setelah pembukaan. Indeks pun langsung jatuh ke posisi terendahnya di 3.504,545.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (22/3/2011), IHSG turun tipis 8,700 poin (0,25%) ke level 3.510,146. Sementara Indeks LQ 45 melemah 2,161 poin (0,35%) ke level 626,042.

Mayoritas sektor industri di pasar saham dalam negeri melemah, penurunan terbanyak diderita oleh sektor tambang. Meski begitu, masih ada beberapa sektor industri yang menguat seperti konsumer, perdagangan dan manufaktur.

Investor asing kemblai melepas saham sehingga lagi-lagi dana asing mengalir keluar lantai bursa. Sampai siang ini, transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign nett sell) sebesar Rp 218,139 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 39.870 kali pada volume 970 juta lembar saham senilai Rp 1,551 triliun. Sebanyak 78 saham naik, 111 saham turun, dan 70 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional melaju di zona hijau setelah pagi tadi bergerak mixed. Reli dipimpin oleh bursa Jepang yang sudah diberi suntikan dana 2 triliun yen (US$ 24,67 miliar) oleh Bank Sentral Jepang.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 6,37 poin (0,22%) ke level 2.915,50.
  • Indeks Hang Seng menguat tipis 52,66 poin (0,23%) ke level 22.737,88.
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 353,20 poin (3,84%) ke level 9.559,95.
  • Indeks Straits Times naik 7,34 poin (0,25%) ke level 2.990,85.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 48.300, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 300 ke Rp 13.500, First Media (KBLV) naik Rp 160 ke Rp 1.000, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 150 ke Rp 5.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 200 ke Rp 41.800, Indospring (INDS) turun Rp 200 ke Rp 8.500, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 20.450, dan Inovisi (INVS) turun Rp 150 ke Rp 6.650.
(ang/qom)

Semen Gresik Catat Laba Rp 3,63 Triliun, Naik Tipis 9%


Jakarta - Laba bersih PT Semen Gresik Tbk (SMGR) naik tipis 9,3% menjadi Rp 3,63 triliun di akhir tahun 2010 dari sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,32 triliun.

Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan perseroan tahun 2010, Selasa (22/3/2011), pendapatan perseroan di tahun 2010 justru turun, menjadi hanya Rp 14,34 triliun dari sebelumnya di tahun 2009 sebanyak Rp 14,38 triliun.

Namun, dibarengi dengan turunnya beban usaha perseroan maka laba bersihnya masih bisa naik tipis. Beban usaha perseroan tercatat turun dari Rp 2,43 triliun menjadi Rp 2,32 triliun di akhir tahun 2010.

Dengan adanya kenaikan tipis atas laba tersebut, maka laba bersih per saham dasar pun naik menjadi Rp 613 di tahun 2010, dari sebelumnya di periode yang sama tahun lalu Rp 566 per lembar.

Perseroan membukukan kenaikan aset di sepanjang tahun 2010. Asetnya di tahun 2009 sebesar Rp 12,95 triliun, naik menjadi Rp 15,56 triliun di tahun lalu.

Sepanjang tahun 2010, harga saham perseroan sudah naik 25,16% dari harga semula di tahun 2009 sebesar Rp 7.550 per lembar menjadi Rp 9.450 per lembar di akhir tahun 2010.

Pada perdagangan hari ini, sampai pukul 9.52 waktu JATS, harga saham SMGR naik 50 poin ke Rp 8.500 per lembar. Sahamnya sudah diperdagangkan 59 kali dengan volume 1.074 kali senilai Rp 4,56 miliar.

Laba Chandra Asri Terkoreksi 27% ke Rp 348 Miliar


Jakarta - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mengalami penurunan laba bersih sebanyak 27,87% menjadi Rp 348,28 miliar di 2010, pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp 482,88 miliar.

Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan perseroan di 2010, Selasa (22/3/2010), laba perseroan terpangkas karena beban usaha yang naik tinggi sementara pendapatan perseroan hanya naik tipis.

Perseroan mencatat pendapatan bersih sebanyak Rp 5,17 triliun dari sebelumnya di 2009 sebesar Rp 4,73 triliun. Sementara beban pendapatan naik dari Rp 3,79 triliun menjadi Rp 4,56 triliun di akhir 2010.

Dengan adanya penurunan laba itu, maka laba bersih per saham dasar perseron pun terkoreksi menjadi Rp 478 per lembar di akhir 2010, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 663 per lembar.

Aset emiten berkode TPIA itu tercatat naik dari Rp 2,74 triliun di 2009 menjadi Rp 3 triliun di akhir 2010.

Meski alami penurunan laba bersih, saham emiten yang dulu bernama PT Tri Polyta Indonesia Tbk ini sudah tumbuh 55,6%, dari harga di akhir 2009 sebesar Rp 2.200 menjadi Rp 3.425 di akhir 2010.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.25 waktu JATS, saham TPIA naik 25 poin ke Rp 3.250 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 4 kali dengan volume 45 lot senilai Rp 73,37 juta.
(ang/dnl)

Laba Merck Terpangkas 19% Jadi Rp 118 Miliar


Jakarta - PT Merck Tbk (MERK) catat penurunan laba sebesar 19% di tahun 2010 menjadi hanya Rp 118,79 miliar, dari perolehan laba tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp 146,7 miliar.

Dikutip dari laporan kinerja keuangan perseroan tahun 2010, meski pendapatan perseroan naik tipis, namun adanya kenaikan rugi kurs serta beban usaha membuat laba bersih perseroan terpangkas. Belum lagi pendapatan bunga emiten berkode MERK itu pun turun.

Penjualan perseroan di tahun 2010 naik tipis dari Rp 751,4 miliar menjadi Rp 795,68 miliar. Pendapatan bunga perseroan tercatat turun menjadi hanya Rp 3,56 miliar dari sebelumnya di tahun 2009 sebesar Rp Rp 5,44 miliar.

Perseroan juga mencatat rugi kurs yang naik menjadi Rp 1,72 miliar di tahun 2010, dari sebelumnya hanya Rp 1,18 miliar. Beban usaha juga naik, dari Rp 236,17 miliar di tahun 2009 menjadi Rp 288,23 miliar.

Dengan adanya penurunan laba tersebut maka laba bersih per saham dasar perseroan turun dari Rp 6,54 per lembar di tahun 2009 menjadi Rp 5,3 per lembar di tahun lalu.

Sepanjang tahun 2010, meski laba bersih turun, harga saham perseroan sudah naik 20,62%. Saham MERK di akhir tahun 2009 sebesar Rp 80.000 per lembar dan naik menjadi Rp 96.500 per lembar di akhir 2010.

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham MERK stagnan di Rp 94.000 per lembar tanpa ditransaksikan sama sekali.

SMMA Tawarkan Saham Bank Sinarmas ke Investor Asing?



PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) dikabarkan tengah menawarkan sebagian sahamnya di PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM). Sejumlah bandar akan menggiring saham BSIM menembus Rp 600.

"Kabarnya SMMA sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa investor asing untuk melepas sebagian sahamnya di BSIM," kata salah satu pelaku pasar, Selasa (22/3/2011).

Menurut si pelaku pasar yang mengetahui aksi korporasi itu, investor asing berminat masuk setelah kinerja keuangan perseroan di tahun 2010 naik signifikan.

Selain melepas sebagian saham di BSIM, SMMA juga sedang mempersiapkan penawaran umum saham perdana alias initila public offering (IPO) salah satu anak usahanya yang bergerak di pertambangan, yaitu PT Bumi Kencana Eka Sakti.

Bumi Kencana ditargetkan akan meraup dana Rp 1 triliun dari aksi korporasi yang niatnya dilangsungkan di triwulan I-2011.


Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.

IHSG Siap Lanjutkan Penguatan


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 24 poin didorong oleh perburuan saham-saam bank dan konsumer. Saham-saham ini diincar investor menyusul perkiraan deflasi di bulan Maret ini.

Pada perdagangan awal pekan, Senin (21/3/2011), IHSG melaju 24,776 poin (0,70%) ke level 3.518,846. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,991 poin (1,12%) ke level 628,203.

Menguatnya bursa Wall Street dan juga bursa Jepang akan membawa sentimen positif yang kembali akan mengangkat IHSG. Pada perdagangan Selasa (22/3/2011), IHSG diprediksi akan kembali bergerak menguat.

Bursa Wall Street tadi malam ditutup menguat cukup signifikan. Kekhawatiran seputar krisis nuklir di Jepang mulai reda. Investor mendapat sentimen positif dari rencana akuisisi T-Mobile oleh AT&T, sehingga indeks saham di Bursa Wall Street menguat signifikan.

Pada perdagangan Senin (22/3/2011), indeks Dow Jones menguat hingga 178,01 poin (1,50%) ke level 12.036,53. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 19,18 poin (1,50%) ke level 1.298,38 dan Nasdaq menguat 48,42 poin (1,83%) ke level 2.692,09.

Bursa Jepang yang kemarin libur, mengawali perdagangan Selasa ini dengan penguatan yang juga cukup besar menyusul meredanya krisis nuklir. Indeks Nikkei-225 dibuka menguat hingga 196,30 poin (2,13%) ke level 9.403,05.

Bank Sentral Jepang pagi ini kembali menyuntikkan likuiditas hingga 2 triliun yen (US% 24,67 miliar) untuk stabilisasi pasar.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup naik 24 point (+0.71%) ke level 3,518.85 dengan nilai transaksi sebesar Rp3.3 triliun dan volume transaksi sebesar 6 juta lot. Kenaikan tertinggi bursa hari ini dipimpin oleh ASII, UNVR, GGRM, ADMF dan AUTO sementara saham-saham menjadi sentimen negatif bursa dipimpin oleh DSSA, ITMG, BTPN, HRUM dan AALI.

Asing hari ini tercatat melakukan net sell sebesar Rp120 miliar dengan saham yang paling banyak dijual adalah ADRO, TLKM, BORN, LSIP, BBNI dan PTBA. Secara teknikal kami melihat IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya hal terlihat dari pergerakan indicator yang mulai bergerak reversal. Indikator stochastic terlihat berpeluang membentuk golden cross serta pergerakan MACD Histogram yang mulai memendek di area negatif.

Pada perdagangan besok (22/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,469-3,553 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. PGAS, BISI, dan INCO.

Senin, 21 Maret 2011

Saham Bank dan Konsumer Bawa IHSG Melaju 24 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 24 poin atas diburunya saham bank dan konsumer. Saham-saham ini diincar investor menyusul perkiraan deflasi di bulan Maret ini.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 8.740 per dolar AS dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 8.755 per dolar AS.

Mengawali perdagangan di awal pekan, IHSG dibuka naik 8,192 poin (0,23%) ke level 3.502.262. Menguatnya bursa-bursa di regional membuat indeks terangkat kembali ke level 3.500.

Indeks terus bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan sesi II dan kembali menembus level tertingginya di 3.518,246.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat tipis 12,880 poin (0,36%) ke level 3.506,950. Indeks mampu menguat di tengah transaksi yang tidak terlalu ramai. Saham konsumer menjadi incaran investor.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (21/3/2011), IHSG melaju 24,776 poin (0,70%) ke level 3.518,846. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,991 poin (1,12%) ke level 628,203.

Perdagangan di lantai bursa belum bergairah meski banyak sentimen positif yang menjadi pendorong pergerakan bursa hari ini. Saham-saham bank dan konsumen menjadi incaran investor.

Saham-saham tersebut diincar menyusul perkiraan BI akan terjadinya deflasi di bulan Maret tahun ini. Sektor finansial dan konsumer masing-masing menguat 1,17% dan 1,43%.

Meski demikian, transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign nett sell) tipis sebesar Rp 92,527 miliar di seluruh pasar. Asing banyak melepas saham-saham tambang.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 75.318 kali pada volume 3,364 miliar lembar saham senilai Rp 3,3 triliun. Sebanyak 122 saham naik, 75 saham turun, dan 91 saham stagnan.

Indeks masih mampu berjalan di zona positif sampai pada penutupan perdagangan seiring dengan menguatnya bursa-bursa di Asia. Bursa Hong Kong memimpin laju penguatan kali ini.

Berikut kondisi bursa-bursa regional di sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 2,93 poin (0,10%) ke level 2.909,81.
  • Indeks Hang Seng melesat 384,99 poin (1,73%) ke level 22.685,22.
  • Indeks Straits Times menguat 53,88 poin (1,84%) ke level 2.989,66.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.150 ke Rp 55.150, Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 16.050, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 42.000, dan Adira Finance (ADMF) naik Rp 200 ke Rp 10.800

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 6.200 ke Rp 30.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 47.900, Bank Tabungan Pensiunan (BTPN) turun Rp 200 ke Rp 10.800, dan Harum Energy (HRUM) turun Rp 150 ke Rp 8.900.

Saham BUMI Berkelas Internasional


INILAH.COM, Jakarta - Laju saham BUMI, Senin (21/3) diprediksi naik. Salah satu katalisnya, pasar yang mengantisipasi konversi saham Vallar Plc ke BUMI Plc di bursa London. Akumulasi beli!

Aji Martono, pengamat pasar modal dari Capital Bridge Indonesia mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) awal pekan ini karena berbagai faktor. Salah satunya potensi peningkatan permintaan batu bara akibat dihentikannya beberapa reaktor nuklir di Eropa menyusul bocornya reaktor nuklir Jepang.

Lalu, ada peluang peralihan portofolio dari emerging market sekitar Jepang seperti Korea dan China ke saham ini. Lalu, BUMI juga sudah berkelas internasional pasca-masuknya Vallar Plc. “Saya rekomendasikan akumulasi beli untuk saham BUMI secara bertahap di level support 2.875,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (18/3) saham BUMI ditutup menguat Rp100 (3,33%) jadi Rp3.100 dibandingkan sebelumnya di level Rp3.000. Harga tertinggi intraday-nya mencapai Rp3.100 dan terendah Rp3.025. Volume transaksi mencapai 168,9 juta unit saham senilai Rp519,5 miliar dan frekuensi 2.584 kali. Berikut wawancara lengkapnya:

Setelah menguat ke level Rp3.100, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham BUMI awal pekan ini?

Saya melihat potensi penguatan di saham Bumi awal pekan ini. Salah satunya, karena faktor penghentian operasional beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Eropa menyusul bocornya reaktor nuklir Jepang.

Kondisi itu, memicu kebutuhan atas energi terutama batu bara semakin meningkat. Karena itu, pasokan emiten-emiten yang core business-nya di batu bara seperti BUMI, akan siap-siap kewalahan menerima order. Pada akhirnya, akan memperkuat kinerja emiten ini.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI berpeluang mengarah ke level resistance Rp3.225-3.400 dan Rp2.875 sebagai level support-nya. Sebab, BUMI berpeluang memecahkan level Rp3.175 menuju resistance Rp3.225. Kecenderungan penguatan masih cukup kencang. Bahkan, di perdagangan Senin (21/3) ini bisa tembus level resistance Rp3.225. Resistance berikutnya di level Rp3.400.

Selain faktor meningkatnya demand batu bara, apalagi yang bisa mendongkrak saham BUMI?

Faktor investor emerging market dari Jepang, Korea dan China yang memindahkan portofolionya ke saham ini. Di negerinya, pelaku pasar merasa terganggu dan terancam residu dari bocornya reaktor nuklir di Fukushima, Jepang, menyusul gempa 9 skala richter yang disusul tsunami, Jumat (11/3). Sedangkan Indonesia, dinyatakan tidak terdampak radiasi itu.

Bagaimana dengan rencana emiten yang akan listing di bursa London ?

Saham BUMI sudah berkelas internasional dan mendunia setelah masuknya Vallar Plc dalam kepemilikan emiten ini. Meskipun, pasar menunggu listing saham ini di London yang hingga saat ini belum direalisasikan. Setelah listing di London, akan tampak berapa harga wajar saham BUMI.

Sebab, pasar akan melihat harga saham BUMI di bursa London setelah konversi dari Vallar Plc. Karena itu, pasar akan mengantisipasi berapa target harganya di akhir tahun. Setelah konversi dari harga saham Valar Plc ke BUMI Plc di London, harga BUMI saat ini bisa diketahui apakah kemahalan, sedang atau murah.

Apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan akumulasi beli untuk saham BUMI secara bertahap di level support 2.875. [mdr]