Selasa, 24 Mei 2011

Penjualan otomotif Indonesia melorot, saham ASII masih dilanda aksi jual

Penjualan otomotif Indonesia melorot, saham ASII masih dilanda aksi jual
JAKARTA. Saham PT Astra International (ASII) pagi masih dilanda aksi jual. Pada pukul 10.33, saham ASII tercatat turun 1,27% menjadi Rp 58.450. Sebelumnya, saham ASII juga sempat tergerus hingga ke posisi Rp 58.300 atau turun 1,5%.

Melorotnya saham ASII seiring dirilisnya data mengenai penjualan kendaraan domestik Indonesia. Menurut manajemen ASII yang mengutip Gaikindo, pada April, tingkat penjualan kendaraan turun menjadi 60.702 unit dari sebelumnya 82.058 unit pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, penjualan motor juga melorot menjadi 705.165 unit dari 710.635 unit pada Maret.

Won dan rupiah pimpin penguatan mata uang Asia pagi ini

Won dan rupiah pimpin penguatan mata uang Asia pagi ini
HONGKONG. Pergerakan mata uang Asia pagi ini menguat. Penguatan dipimpin oleh won Korea Selatan dan rupiah Indonesia. Pasar berspekulasi, pertumbuhan ekonomi dan kenaikan suku bunga akan menarik dana asing untuk masuk.

Pada pukul 09.55 waktu Hongkong, the Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index naik 0,1% menjadi 117,71, rebound dari penurunan 0,6% kemarin. Sementara itu, won menguat 0,2% menjadi 1.095,60 per dollar dan rupiah menguat 0,2% menjadi 8.571. Sedangkan ringgit menguat 0,1% menjadi 3,0556.

"Pertumbuhan ekonomi Asia yang outperform akan terus berlanjut, sementara, tingkat suku bunga memiliki tren naik seiring kenaikan inflasi. Pada saat ada upaya mengurangi risiko di pasar, maka arus dana akan mengalir ke kawasan regional." je;as Tohtu Nishihama, ekonom Dai-ichi Life Research Institute Inc di Tokyo.

Rumor CIC bikin saham BORN berlari

JAKARTA. Di tengah pergerakan indeks yang volatile, saham PT Borneo Lumbung Energi (BORN) pagi ini tampak sumringah. Pada pukul 10.12, saham BORN tercatat naik 1,38% menjadi Rp 1.470. Sebelumnya, saham BORN sempat bertengger di level Rp 1.490.

Apa yang menyebabkan saham BORN melaju pagi ini? Sumber KONTAN mengatakan, manajemen BORN berniat menerbitkan convertible bond atau obligasi tukar berdenominasi dollar AS dengan jangka waktu tiga tahun, kepada CIC. Belum jelas berapa nilai obligasi tukar yang akan diterbitkan, tapi bunganya disebut di kisaran 7% sampai 9%. "Namun, nilai tukar obligasinya dipatok di kisaran harga Rp 2.300 sampai Rp 2.500 per saham," ujar sang empunya rumor.

Sebagai konsekuensi masuknya CIC, BORN diwajibkan menjual batubaranya ke China selama tiga tahun mendatang. Harga kontrak pembelian batubara disepakati di level US$ 189 per ton.

Sekadar tambahan informasi, data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang memburu saham BORN pagi ini adalah Credit Suisse Securities senilai Rp 7,67 miliar, Trimegah Securities senilai Rp 4,61 miliar, dan Valbury Asia Securities senilai Rp 3,54 miliar.

Emas Cetak Rekor Baru Lagi!

Emas. Foto: Wordpress
SINGAPURA - Harga emas mencapai harga tertingginya sejak dua mingu lalu di posisi USD1.517,29 per ounce. Melejitnya harga logam mulia ini lantaran kekhawatiran atas krisis yang melanda Eropa.

Seperti dikutip Reuters Selasa (24/05/2011), emas berada di angka USD1.517,29 per ounce atau naik USD1,24. Di periode perdagangan sebelumnya, emas bahkan sempat bertengger di USD1.517,74 per ounce, ini adalah harga tertinggi emas sejak 11 Mei lalu.

Kenaikan harga emas masih didorong oleh sentiment negatif pasar karena nilai dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah terhadap euro. Nilai emas dalam mata uang euro juga mencapai rekor tertingginya di 1.081,43 euro per ounce.

Meskipun harga emas kembali melejit, harga perak tetap stagnan di level harga USD35,04 per ounce, harga ini masih di bawah harga tertingginya sejak bulan April lalu yang melejit sampai USD 49,51 per ounce.
(wdi)

Siap-siap, bakal ada sembilan obligasi baru meluncur di semester II

JAKARTA. Penawaran obligasi masih bakal marak di semester kedua tahun ini. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mendata setidaknya bakal ada sembilan obligasi lagi yang akan meluncur ke pasar.

Dua diantaranya merupakan bank daerah yang baru pertama kali menerbitkan obligasi. Kesembilan obligasi tersebut adalah sebagai berikut. Obligasi IV PT BCA Finance dengan nilai maksimal Rp 1 triliun, obligasi VI PT Bank DKI dengan nilai maksimal Rp 750 miliar, dan obligasi IV PT Indomobil Finance Indonesia dengan nilai maksimal Rp 500 miliar.

Lantas ada pula obligasi II PT Bank Permata Tbk dengan nilai maksimal Rp 1 triliun, obligasi II PT MNC Securities dengan nilai maksimal Rp 300 miliar, serta obligasi I PT BPD NTT dengan nilai maksimal Rp 500 miliar.

Kemudian ada obligasi V PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk dengan nilai maksimal Rp 500 miliar, obligasi I PT BPD Riau Kepri dengan nilai maksimal Rp 500 miliar, serta Obligasi XV PT BTN Tbk dengan nilai maksimal Rp 2 triliun.

Sejak awal tahun ini, sudah ada 11 obligasi yang meluncur di pasar. "Nilai kesebelas obligasi tersebut mencapai Rp 15,213 triliun," ujar Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Jasa Bapepam-LK Gontor Ryantori Azis, Senin, (23/5).

Bapepam Proses Dokumen IPO Star Petrochem

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sedang memproses penawaran umum saham perdana PT Star Petrochem Tbk.

PT Star Petrochem Tbk akan melepas 2.000.000.000 lembar saham dan sebanyak-banyaknya 98 juta waran. Menurut data Bapepam-LK, PT Star Petrochem bergerak di bidang perdagangan umum besar. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan (PKP) sektor jasa Bapepam-LK sedang memproses 11 penawaran umum saham perdana.

Adapun calon emiten yang melakukan penawaran umum saham perdana antara lain PT Jaya Agra Wattie Tbk melepas 1,13 miliar lembar saham, PT Salim Ivomas Tbk melepas 3,16 miliar lembar saham, PT Panin Life Tbk melepas 1,62 miliar lembar saham, PT Tifa Finance Tbk melepas 278 juta saham, PT Minna Padi Investama Tbk melepas 300 juta saham, dan PT Sidomulyo Selaras Tbk melepas 428,57 juta lembar saham ke publik.

Selain itu, PT Metropolitan Land Tbk akan melepas 2,27 miliar saham ke publik, PT Indo Straits Tbk melepas sebanyak-banyaknya 100 juta saham, PT Bahtera Niaga Internasional Tbk akan melepas 550 juta saham ke publik dengan waran seri I sebesar 220 juta saham, PT Visi Media Asia Tbk akan melepas 2,26 miliar saham dan waran sebanyak-banyaknya 1,11 waran seri I. Penawaran umum saham perdana ini diperkirakan akan dilakukan paling lambat kuartal ketiga 2011. [hid]

Respon Wall Street, Bursa Asia Bergerak Flat

Headline
INILAH.COM, Singapura - Bursa saham Asia pada perdagangan Selasa (24/5) bergerak flat dengan pertumbuhan ekonomi AS dan Eropa yang melambat.

Pergerakan bursa diwarnai oleh penurunan saham Toyota Motor Corp mencapai 0,6%, saham Sony Corp naik 2,6% dan saham Posco naik 0,6% di Seoul. Indeks Nikkei stagnan, indeks Kospi naik 0,3%, indeks ASX turun 0,4%.

Dini hari tadi, Bursa Wall Street masih melanjutkan pelemahannya. Dow Jones ditutup turun 130,78 poin (1,05%) menjadi 12.381,26. S&P 500 jatuh 15,90 poin (1,19%) menjadi 1.317,37, dan Nasdaq turun 44,42 poin (1,58%) menjadi 2.758,90.

Seiring AS dan Asia, IHSG Dibuka Turun 0,1%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Selasa (24/5) dibuka turun 6,4 poin atau 0,1% ke 3.771,9. Volume perdagangan mencapai 169,3 juta saham senilai Rp121,7 miliar.

Perdagangan diwarnai dengan 52 saham turun, 27 saham stagnan dan 85 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp7,1 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp64,1 miliar dan penjualan asing sebesar Rp56,9 miliar.

Indeks JII naik 0,3 poin ke 524,6, indeks ISSI turun 0,03 poin ke 121,9 dan indeks LQ45 turun 0,2 poin ke 673,1. Dini hari tadi, Bursa Wall Street masih melanjutkan pelemahannya. Dow Jones ditutup turun 130,78 poin (1,05%) menjadi 12.381,26. S&P 500 jatuh 15,90 poin (1,19%) menjadi 1.317,37, dan Nasdaq turun 44,42 poin (1,58%) menjadi 2.758,90.

Saham unggulan masih tertekan seperti saham ASII turun Rp750 ke Rp58.450, AUTO turun Rp650 ke Rp15.900, GGRM turun Rp400 ke Rp43.300.

Pembukaan, indeks masih memerah

Pembukaan, indeks masih memerah
JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih negatif. Meski begitu, pergerakan indeks tampak volatile. Pada pukul 09.38, indeks tercatat turun 0,03% menjadi 3.777,47 setelah sebelumnya melorot ke 3.773,071.

Sejumlah sektor mencatatkan kenaikan. Diantaranya, sektor pertambangan yang naik 0,3%, sektor agrikultur naik 0,1%, dan sektor konstruksi naik 0,29%.

Saham yang menghuni posisi top losers antara lain: PT Indospring (INDS) turun 6% menjadi Rp 3.850, PT Kimia Farma (KAEF) turun 5% menjadi Rp 210, dan PT Astra Otomotif (AUTO) turun 3% menjadi Rp 16.000.

Sementara itu, saham penghuni top gainers antara lain: PT Global Land Development (KPIG) naik 10% menjadi Rp 570, PT Apac Citra Centertex (MYTX) naik 7% menjadi Rp 98, dan PT Colorpak Indonesia (CLPI) naik 6% menjadi Rp 950.

Mata uang Garuda rebound dari level terendah dalam seminggu terakhir

Mata uang Garuda rebound dari level terendah dalam seminggu terakhir
JAKARTA. Pergerakan rupiah pagi ini perkasa. Mata uang Garuda rebound dari level terendah dalam seminggu terakhir di tengah spekulasi bahwa bank sentral kembali menoleransi penguatan untuk menahan laju inflasi.

"Pergerakan rupiah mengikuti pergerakan mata uang Asia setelah kemarin melemah. Bank sentral menggunakan rupiah dalam mengontrol inflasi. BI sepertinya nyaman dengan nilai tukar rupiah yang berada di posisi 8.600 per dollar," jelas Lindawati Susanto, head of treasury PT Bank Resona Perdania di Jakarta kepada Bloomberg.

Catatan saja, pada pukul 08.32, rupiah menguat 0,2% menjadi 8.573 per dollar. Rupiah kemarin keok 0,5% dan sempat menyentuh posisi 8.594, level paling lemah sejak 17 Mei lalu.

Besaran 'Dividend Yield' BMRI Capai 1,6%

INILAH.COM, Jakarta - Dengan membagikan total dividen sebesar Rp138,27 per lembar saham maka dividend yield Bank Mandiri (BMRI) sebesar 1,62%.

Demikian dikutip dari hasi riset E Trading Securities. Dividend yield merupakan tingkat pengembalian dalam bentuk dividen atas investasi yang ditanamkan. Sebelumnya BMRI telah membagikan dividen sebesar Rp18,27 per lembarnya pada akhir tahun lalu, maka dividen yang akan dibagikan saat ini adalah sebesar Rp120 per lembarnya.

Pada kuartal I 2011 lalu Bank Mandiri berhasil membukukan laba sebesar Rp 3,8 triliun ataua naik 88,7% dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar Rp 2 triliun. Pembagian dividen total sebesar 35% dari total laba bersih 2010, senilai Rp3,23 triliun yang mana setara dengan Rp138,27 per lembar saham.

GJTL menebar dividen Rp 41,83 miliar

GJTL menebar dividen Rp 41,83 miliar
JAKARTA. Meski laba bersih 2010 melorot, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) tetap membagikan dividen ke pemegang saham. Hanya saja, dividen yang dibagikan tidak sebesar dividen tahun buku 2009.

Produsen ban ini berencana membagikan dividen senilai Rp 12 per saham. "Total laba bersih yang dibagi sebagai dividen adalah Rp 41,83 miliar," kata Catharina Widjaja, Sekretaris Perusahaan GJTL, kemarin (23/5). Jumlah tersebut setara 5,03% laba bersih GJTL di 2010 yang mencapai Rp 830,62 miliar.

Nilai dividen tersebut lebih kecil dari dividen GJTL tahun lalu. Di 2010, GJTL membagi dividen Rp 15 per saham. Penurunan nilai dividen ini terjadi lantaran laba bersih GJTL di 2010 lebih rendah ketimbang laba bersih di 2009.

GJTL rencananya akan membayarkan dividen tersebut pada tanggal 30 Juni mendatang. Sementara, cum date dividen ini adalah 10 Juni dan 16 Juni nanti.

Selain dibagikan sebagai dividen, GJTL juga akan mengalokasikan dana cadangan sebesar Rp 10 miliar dari laba bersih tahun lalu. Sedang sisa laba bersih akan diakui sebagai saldo laba.

Namun GJTL tidak akan mengalokasikan belanja modal alias capital expenditure (capex) dari laba bersih tahun lalu. Sebab, rencana ekspansi perusahaan ditahun 2011 ini merupakan lanjutan dari ekspansi tahun sebelumnya.

Catharina menyatakan, perusahaan ban pemilik merek GT Radial ini berencana menambah jumlah produksi ban sepeda motor dan ban radial. Pendanaan untuk peningkatan produksi tersebut sudah disiapkan sejak tahun 2005.

"Kami akan menambah kapasitas produksi hingga 2012 nanti, tapi dananya dari capex 2005 sebesar US$ 180 juta," jelasnya. Sumber pendanaan belanja modal itu berasal dari penerbitan obligasi.

Rencananya, hingga tahun 2012 nanti, GJTL akan menambah kapasitas produksi ban radial sebanyak 15.000 unit per tahun. Sementara untuk produksi ban sepeda motor, GJTL menargetkan kapasitas produksinya dapat meningkat sekitar 68.000 ban per tahun.

Sekadar informasi, kapasitas produksi ban radial di Gajah Tunggal mencapai 37.000 unit per tahun pada tahun lalu. Ini lebih besar dari kapasitas produksi di 2009 yang cuma 30.000 unit per tahun.

Sementara kapasitas produksi ban sepeda motor mencapai 75.000 unit per tahun. "Nantinya kapasitas produksi ban radial akan menjadi 45.000 ban per tahun dan ban sepeda motor 105.000 ban per tahun," ujar Catharina.

Dividen yang akan dibagikan itu hanya 5,03% dari laba bersih GJTL ahun lalu. Laba bersih GJTL tahun lalu sebesar Rp 830,62 miliar.

Rencananya dividen itu akan dibayarkan pada 30 Juni mendatang. Untuk cum dividen di pasar dan tunai akan dilaksanakan pada 10 dan 16 Juni, sedang ex deviden pasar dan tunia akan dijadwalkan pada 13 dan 16 Juni.

Jumlah dividen yang akan dibagikan itu ternyata lebih kecil 20% dibanding dividen yang dibayarkan GJTL tahun lalu. Tahun lalu GJTL membagikan dividen sebesar Rp 15 per saham, atau senilai Rp 52,27 miliar.

Turunnya jumlah dividen yang dibagikan sepertinya wajar bila melihat kinerja keuangan GJTL tahun lalu, dimana laba bersihnya mengalami penurunan dibanding laba bersih tahun 2009. Laba bersih tahun lalu turun sebesar 8,3% dari dividen tahun sebelumnya yang mencapai Rp 905,3 miliar.

Padahal, jumlah penjualan bersih GJTL tahun lalu justru naik dibanding tahun 2009. Penjualan bersih GJTL tahun lalu naik 24% menjadi Rp 9,85 triliun dari hanya Rp 7,9 triliun.

Selain untuk dividen, laba bersih tahun lalu juga akan dialokasikan sebagai dana cadangan sebesar Rp 10 miliar. Sedang sisanya akan diakui sebagai saldo laba perusahaan.

Tidak ada anggaran capex untuk tahun ini yang dialokasikan dari laba bersih tahun lalu. Menurut Catherina, GJTL telah merencanakan penambahan jumlah produksi ban sepeda motor dan ban radial. Namun, pelaksanaannya sudah dimulai sejak tahun 2005.

"Kita akan menambah jumlah kapasitas produksi hingga 2012 nanti, tapi dananya dari capex tahun 2005 sebesar US$ 180 juta" kata Catherina. Sumber pendanaannya menurt Catharina berasal dari penerbita obligasi.

Catherina bilang hingga tahun 2012, GJTL akan menambah kapasitas produksi untuk ban radial dan sepeda motor sebanyak 15 ribu ban pertahaun untuk ban radial, dan 68 ribu ban per tahun untuk ban sepeda motor.

Hingga tahun 2010 kapasitas ban radial telah bertambah sebesar 7 ribu per tahun menjadi 37 ribu ban per tahun. Sedang untuk ban sepeda motor sebanyak 23 ribu ban per tahun menjadi 75 ribu ban per tahun. "Nantinya kapasitas produksi ban radial akan menjadi 45 ribu ban per tahun dan ban sepeda motor 105 ribu ban per tahun," kata Catherina.

BUMI Siap Rebound ke Level Rp3.500

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Laju saham BUMI, Selasa (24/5) diprediksi menguat seiring peluang rebound-nya market setelah diterpa koreksi bursa Asia kemarin. Apalagi, harga minyak diperkirakan kembali naik ke atas US$100 per barel.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini karena peluang positifnya sentimen market. Sebab,menurutnya, koreksi tajam kemarin dipicu oleh penurunan saham di bursa Asia.

Hari ini, lanjut Irwan, setelah indeks melemah tajam akan kembali naik yang dipimpin saham-saham bluchips sehingga saham sejuta umat ini pun berpeluang rebound. Sementara bursa Asia dan domestik memang berpeluang kembali rebound. “Saham BUMI akan mengarah ke level resistance Rp3.500 dan Rp3.300 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (23/5) malam.

Pada perdagangan Senin (23/5) saham BUMI ditutup melemah Rp175 (4,96%) ke level Rp3.350 dari level sebelumnya Rp3.525. Harga intraday tertingginya mencapai Rp3.475 dan terendah Rp3.350. Volume transaksi mencapai 103,1 juta unit saham senilai Rp349,7 miliar dan frekuensi 3.901 kali.

Lebih lanjut Irwan mengatakan, koreksi yang tajam kemarin juga membawa bursa pada area jenuh jual (oversold) sehingga berpeluang kembali menguat. Kemarin, semua market terkoreksi akibat pelemahan euro terhadap dolar AS seiring krisis utang di Yunani.

Kondisi itu, memicu tingginya ketidakpastian di pasar dan memicu penurunan harga komoditas sehinga semua saham di dunia terkoreksi. Di sisi lain, euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa) mengalami pelemahan tajam atas dolar AS ke level US$1,3995 per euro dari level tertingginya US$1,50 per euro.

Kondisi itu memicu pelemahan harga komoditas terutama minyak mentah dunia yang saat ini kembali turun ke level US$97 per barel. Tapi, jika dilihat lebih jauh pelemahan euro sudah terjadi sejak tiga pekan lalu. “Karena itu, pelemahannya sudah tembus level psikologis US$1,40 per euro sehingga berpeluang mengalami technical rebound,” tuturnya.

Pasalnya, orang akan kembali mengambil posisi kembali pada mata uang Uni Eropa ini. Akibatnya, harga minyak mentah dunia pun akan kembali ke atas level US$100 per barel. Apalagi, Presiden AS Barack Obama akan mempertahankan pasukannya di Timur Tengah.

Irwan merekomendasikan buy on weakness untuk jangka panjang dan speculative buy untuk jangka pendek di saham BUMI. Sebab, pada sesi pagi, saham BUMI berpeluang mengalami koreksi terlebih dahulu hingga 25 basis poin tapi setelah itu bakal balik arah (reversal) menguat. “Saya targetkan Rp5.000 hingga akhir tahun,” imbuh Irwan. [mdr]

BULL mengalokasikan dana investasi US$ 450 juta

JAKARTA. PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) akan menggunakan dana hasil penjualan saham perdana ke publik (IPO) untuk kebutuhan investasi selama seahun ke depan. Emiten anyar ini menganggarkan dana investasi sebesar US$ 450 juta di tahun ini.

Dari IPO ini, perusahaan pelayaran ini berhasil menghimpun dana Rp 1,03 triliun. Sedangkan sisa kebutuhan dana investasi akan ditutup dari pinjaman bank.

Dana investasi itu akan digunakan BULL untuk mengonversi kapal serta membeli satu kapal untuk kegiatan floating, storage & offloading (FSO). Memang, BULL menargetkan mendapat banyak kontrak FSO dan floating production, storage & offloading (FPSO) tahun ini. "Kami sedang ikut beberapa tender domestik, salah satunya di Bukit Tua dan dengan Conoco Phillips," tutur Kevin Wong, Direktur Keuangan BULL, kemarin (23/5).

BULL sendiri saat ini hanya memiliki dua kapal jenis FSO/FPSO. Di luar itu, mereka masih memiliki 19 armada kapal, antara lain enam kapal tanker dan sembilan kapal pengangkutan gas.

Rencananya, BULL akan mencari kapal bekas untuk menambah armada kapal. Pertimbangannya, harga kapal bekas lebih murah.

Selain itu, demi memenuhi ketersediaan kapal jenis FSO/FPSO, BULL akan mengganti kapal untuk muatan minyak ke jenis FSO/FPSO. Jumlah kapal yang dikonversi tergantung dari kontrak yang diperoleh perusahaan pengangkutan komoditas energi ini. "Tapi mungkin yang akan dikonversi sekitar dua hingga tiga kapal jenis pengangkutan minyak, karena untuk FSO/FPSO kami butuh kapal besar," ungkap Kevin.

Tahun lalu BULL sudah melakukan konversi kapal. Kapal tersebut telah digunakan untuk menjalankan kontrak yang diperoleh perusahaan ini sejak Mei lalu.

Di sisi lain, BULL juga menggunakan dana hasil IPO untuk membayar utang ke induk usahanya, yaitu PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) sebesar US$ 75,3 juta. "Nanti dana itu akan dibayarkan BLTA ke bank," ujar Kevin.

Selama ini, BULL memang mencari pendanaan bank melalui BLTA. Dengan demikian, setelah BLTA melakukan pembayaran, BULL bisa mencari pendanaan sendiri langsung ke bank dan tanpa melalui perusahaan induk. "BULL yang akan langsung mendapatkan fasilitas bank tersebut," jelas Kevin. Ia menyebutkan, ada beberapa bank lokal yang siap memberikan fasilitas pinjaman.

Manajemen BULL optimistis pendapatan tahun ini bakal melonjak drastis. Alasannya, armada kapal BULL tidak beroperasi penuh lantaran dikonversi pada tahun lalu. "Sedang tahun ini semua kapal sudah beroperasi," kata Kevin.

BULL juga yakin bisa melampaui target laba bersih yang dibuat analis, yakni US$ 30juta-US$ 34 juta pada 2011.Kontribusi BULL pada pendapatan BLTA pun diprediksi akan bertambah besar.

BRMS segera mulai penambangan Dairi

JAKARTA. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) segera beraksi setelah pemerintah mengizinkan penambangan bawah tanah di kawasan hutan lindung. Kamis pekan lalu (19/5), mereka mengajukan permohonan mendapatkan izin pinjam pakai untuk memulai penambangan di Proyek Dairi.

PT Dairi Prima Minerals, anak usaha yang 80% sahamnya dikempit BRMS, memiliki konsesi penambangan seng di salah satu kawasan hutan lindung di Sumatra Utara. "Peraturan presiden yang sudah ditunggu-tunggu itu merupakan berita sangat baik untuk konsesi seng kami," kata Kenneth Farrell, Presiden Direktur BRMS, dalam siaran persnya, kemarin (23/5).

Dia menilai, kebijakan yang baru ini akan membuat pemilik konsesi tambang leluasa memproduksi cadangan tambangnya dalam waktu dekat. Kenneth pun menargetkan, Dairi mulai berproduksi di awal tahun 2013, jika izin tersebut sudah disetujui pemerintah. Izin itu mencakup kegiatan eksplorasi emas dan mineral di hutan lindung.

Dairi memiliki luas area 23.000 hektaredi Sumatra Utara. Ada tiga tambang yang dimiliki, yaitu Anjing Hitam, Lae Jahe dan Base Camp. Anjing Hitam memiliki cadangan seng 5,4 juta ton dan merupakan kadar seng terbesar di dunia (13.7% Zn). Seluruh cadangan timah hitam dan seng di Dairi ditaksir mencapai 17,9 juta ton. Sebelumnya, manajemen BRMS pernah menyebut, setidaknya BRMS membutuhkan dana US$ 275 juta untuk kegiatan eksplorasi Dairi.

Selain Dairi, BRMS memang mempunyai rencana mengaktifkan berbagai tambang yang belum bisa beroperasi. Salah satunya adalah Bumi Mauritania. Tambang bijih besi ini diharapkan sudah beroperasi awal tahun 2012.

Selain itu, Tambang di Gorontalo dan Citra Pali yang memproduksi emas dan tembaga berproduksi semester kedua 2014. Sedangkan tambang Konblo Bumi (Liberia) saat ini sedang dalam masa eksplorasi pengembangan.

Manajemen BRMS berharap, proses penambangan di beberapa lokasi yang mulai aktif itu akan mendongkrak pendapatan BRMS. Maklum, pendapatannya selama ini masih mengandalkan kepemilikan saham di PT Newmont Nusa Tenggara dan Bumi Resources Japan Company Ltd. Selain Dairi, BRMS memang punya rencana untuk mengaktifkan berbagai tambangnya yang belum bisa beroperasi. Salah satunya Bumi Mauritania. Tambang bijih besi ini diharapkan sudah bisa beroperasi awal 2012.

Selain itu, Tambang di Gorontalo dan Citra Pali yang memproduksi emas dan tembaga berproduksi semester kedua 2014. Sedangkan tambang Konblo Bumi (Liberia) saat ini sedang dalam masa eksplorasi pengembangan.

Sebelumnya, manajemen BRMS pernah menyebut, setidaknya BRMS membutuhkan dana US$ 275 juta untuk kegiatan eksplorasi Dairi.

Sanny Cicilia Simbolon

Saham BORN Dibeli CIC 5%

INILAH.COM, Jakarta - PT Borneo Lumbung Energy Tbk (BORN) dikabarkan telah menerima pinangan China Investment Corporation (CIC) untuk mengakuisisi 5% saham.

Saham BORN yang dibeli CIC merupakan obligasi tukar yang dapat dikonversi menjadi saham pada harga Rp2.500 dalam waktu tiga tahun. Hal ini mendorong CLSA menaikkan target harga perseroan menjadi Rp2.200 per saham karena dikabarkan akan mengakuisisi perusahaan batubara.

Saham BORN pada perdagangan kemarin turun Rp90 ke Rp1.450 dengan volume perdagangan 222.342 saham senilai Rp163,5 miliar sebanyak 5.642.

Masih Koreksi, Pilih Saham Berdividen

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham Indonesia pada Selasa (24/5) diperkirakan akan melanjutkan koreksi. Namun, investor masih bisa cermati saham yang akan membagikan dividen.

Pengamat pasar modal Cece Ridwanullah mengatakan, setelah menembus level tertinggi baru di 3.872, IHSG masuk ke area jenuh jual (overbought), sehingga memicu aksi ambil untung pada perdagangan kemarin. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut hari ini, mengingat adanya net sell asing lebih dari biasanya, yakni di atas 300 miliar per hari, “Aksi jual asing yang mencapai 650 miliar dan IHSG anjlok lebih 2 % memenuhi syarat bearish,” katanya kepada INILAH.COM.

Downgrading rating utang Yunani oleh Fitch serta penurunan harga komoditas terutama harga minyak dunia dan overbought DJIA stelah menembus level 12.500 , menjadi alasan yang kuat bagi pelaku pasar untuk melakukan realisasi keuntungan.

Sementara sentimen di Asia juga diperburuk kemungkinan pengetatan likuiditas di China, seiring dengan melambatnya kegiatan manufakturing China, yang akan menurunkan permintaan akan komoditas.

Kendati demikian, Cece melihat peluang penguatan IHSG masih ada, terutama jika harga minyak mentah kembali rebound, dan diikuti komoditas energi lain khususnya gas dan batubara. Peluang rebound juga masih tergantung performa bursa global terutama dari Wallstreet.

Satu-satunya katalis dalam negeri yang bisa memicu kenaikan IHSG adalah data laju inflasi Mei, yang diharapkan masih terjadi deflasi. Hal ini karena tidak ada lonjakan harga berarti sepanjang bulan ini, disamping inflasi juga terjaga stabil akibat penguatan rupiah.

Di tengah situasi ini, Cece merekomendasikan investor untuk buy on weakness pada saham-saham yang membagikan deviden. Meskipun di tengah sentimen negatif dari luar negeri, kinerja emiten domestik masih relatif kuat, sehingga untuk jangka pendek lebih baik antisipasi beli saham yang akan bagi dividen.

Beberapa saham pilihan adalah Bank Mandiri (BMRI) dan Astra International (ASII). BMRI menarik dengan dividen yield 2%, “Buy on weakness di bawah level Rp7.000,”katanya.

Sedangkan saham otomotif Astra menjadi pilihan karena emiten ini akan membagikan dividen yang juga lumayan besar yieldnya, “buy on weakness di level Rp58.000,” tutupnya.

Pada perdagangan Senin (23/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 94,5 poin(2,44%) ke level 3.778, 45. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 8,702 miliar lembar saham, senilai Rp 5,601 triliun dan frekuensi 130.902 kali.

Sebanyak 30 saham naik, 254 saham turun, dan 44 saham stagnan. Koreksi bursa diwarnai aksi jual asing, yang mencatat nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp675 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,897 triliun dan transaksi beli sebesar Rp1,222 triliun. [mdr]

Data Manufaktur Seret Wall Street Negatif

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Senin (23/5) yang dipengaruhi peningkatan keraguan terhadap bursa saham karena pelemahan permintaan produk manufaktur.

Saham sektor industri, energi, dan teknologi melemah pada perdagangan saham Senin (23/5). Manufaktur melemah di Jerman dan China merupakan kejutan dan memberikan alasan kepada pelaku pasar untuk menjaga posisi. Saham Caterpillar turun 2,3% ke level US$101,89 sementara indeks industri S&P turun 1,4% dan indeks sektor teknologi turun 1,5%. Demikian seperti dikutip dari yahoo.finance.com.

Kekhawatiran penyelesaian krisis utang Eropa menambah kekhawatiran pelaku pasar. Aksi jual terjadi komoditi,euro dan saham. "Hal utama pendorong bursa saham turun yaitu kombinasi ekonomi global melemah dan peningkatan resiko di Eropa," tutur head of asset allocation ING Paul Zemsky.

Lebih lanjut ia mengatakan, penurunan rating Yunani pada Jumat memberikan peringatan terhadap penurunan rating negara lain.

Penurunan rating Yunani dan Italia, serta hasil pemilihan regional di Spanyol meningkatkan masalah utang Eropa semakin dalam. Investor khawatir pemilih akan memberontak melawan rencana austerity sehingga membuat utang pemerintah berpotensi berisiko default.

Indeks Dow Jones turun 130,78 poin atau 1,05% ke level 12.381,26. Indeks S&P 500 turun 15,90 poin atau 1,19% ke level 1.317,37. Indeks Nasdaq turun 44,42 poin atau 1,58% ke level 2.758,90.

Penguatan dolar AS memukul harga komoditas dan sektor saham energi dan material dasar. Ekportir besar mendapatkan keuntungan dari pelemahan mata uang dolar AS. Saham Coca Cola turun 1,2% ke level US$67,49 dan Joy Global Inc turun 3,1% ke level US$87,54.

Volume perdagangan saham yang diperdagangkan sebesar 6,44 miliar saham di bursa saham New York Stock Exchange, NYSE Amex, dan Nasdaq dibandingkan rata-rata tahun lalu sebesar 8,47 miliar dan rata-rata tahun ini 7,63 miliar. [hid]

Data-data Fundamental Eropa Bakal Pukul Rupiah

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (24/5) diprediksi melemah. Negatifnya ekspektasi atas data-data fundamental ekonomi Eropa jadi pemicunya.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, potensi pelemahan rupiah hari ini salah satunya masih dipicu sentimen negatif dari Eropa seperti krisis utang Yunani, Norwegia yang batal memberikan hibahnya ke Yunani senilai US$42 juta dan Italia yang terancam downgrade. Menurutnya, semua itu masih akan jadi sentimen negatif untuk jangka panjang.

Apalagi, di sisi lain, data-data fundamental ekonomi Eropa yang dirilis kemarin juga negatif. Semua itu, sangat berpengaruh negatif bagi sektor perbankan dan moneter di kawasan itu. "Karena itu, rupiah terimbas negatif dan berpeluang melemah ke level 8.590-8.600 per dolar AS dan 8.550-8.540 sebagai level suppport-nya,” kata Daru kepada INILAH.COM.

Kondisi itu, diperparah oleh data-data fundamental lain yang akan dirilis hari ini baik di Jerman maupun Inggris. Jerman akan merilis data Gross Domestic Product (GDP) yang angka forecast-nya belum dirilis karena kekhawatiran spekulasi di market.

Dari Inggris akan dirilis data Public Sector Net Borrowing (PSNB) atau rasio pendapatan nasional. PSNB diperkirakan turun dari sebelumnya US$16,39 miliar menjadi US$5,35 miliar. "Angka ini merupakan selisih pengeluaran di sektor publik, pemerintah pusat dan pemerintah lokal sehingga semakin kecil angkanya semakin positif," paparnya.

Hanya saja, lanjut Daru, euro akan terpukul oleh data fundamental yakni Industrial New Order di zona Eropa. Angka sebelumnya di level plus 0,9% dan diekspektasikan minus 1,3%. "Kondisi itu, akan menambah keterpurukan mata uang euro," tandasnya.

Lalu, pada pukul 19.00 WIB, sebelum bursa AS dibuka, akan dirilis indeks PBI Distributive yang angka sebelumnya di level 21, diperkirakan turun jadi 10. Artinya, secara umum euro masih akan mengalami tekanan karena data-data yang dirilis diekspektasikan negatif. "Rupiah pun akan terimbas negatif karena penguatan dolar AS di sisi yang lain," imbuh Daru.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (23/5) ditutup melemah tajam 47 poin (0,55%) ke level 8.578/8.584 per dolar AS.

Harga CPO Dorong Kenaikan Pendapatan TBLA

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kenaikan harga CPO akan menguntungkan para produsen seperti PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA). Perseroan menargetkan sekitar Rp500 miliar.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading kemarin. Tingginya harga CPO saat ini terjadi karena tingginya jumlah permintaan namun tidak diikuti dengan naiknya suply. ROE TBLA saat ini berada di level 29.50% dengan P/E 7.41x dan P/E rata - rata industrinya berada di level 12.84x.

Perseroan menargetkan laba bersih pada tahun 2011 ini bisa meningkat dua kali lipat dibandingkan laba bersih yang didapat pada 2010 yang sebesar Rp246 miliar. "Target pendapatan TBLA untuk tahun ini memang bukan hal yang mustahil tercapai dengan catatan harga CPO tetap berada di level saat ini atau mengalami kenaikan."

Apalagi, pemerintah melalui Intruksi Presiden No.10 tahun 2011 (Jumat, 20/5) terkait dengan moratorium kawasan hutan alam dan gambut melarang pembukaan lahan baru untuk kebun sawit dalam 2 tahun ke depan.

"Kebijakan ini akan membuat harga sawit cenderung naik dalam jangka pendek, karena produksi relatif tetap di tengah permintaan dunia yang meningkat terutama dari India dan China."

Saat ini harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit antara Rp1.500-Rp2.000 per kg. Sementara harga CPO tahun 2011 diperkirakan di kisaran US$1.000-1.200/ton.

Kebon sawit tidak termasuk dalam 4 pengecualian yaitu pertama,. permohonan yang telah medapat persetujuan prinsip dari Menteri Kehutanan. Kedua, pelaksanaan pembangunan nasional yang bersifat vital yaitu geothermal minyak dan gas bumi, dan ketenagalistrikan, lahan untuk padi dan tebu.

Ketiga, perpanjangan izin pemanfaatan hutan dan/atau penggunaan kawasan hutan yang telah ada sepanjang izin dibidang usahanya masih berlaku. Keempat, restorasi ekosistem.