Rabu, 27 Juli 2011

Ini dia tiga bluechips yang bikin indeks garang di sesi I

JAKARTA. Indeks cetak rekor penutupan baru lagi siang ini. Pada pukul 12.00, indeks bertambah 26,07 poin menjadi 4.158,85.

Sejumlah saham bluechips yang membuat indeks garang antara lain:

- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Saham BBRI naik 3,01% menjadi Rp 6.850 di sesi I. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: JPMorgan Securities senilai Rp 70,42 miliar, Merrill Lynch Indonesia senilai Rp 29,93 miliar, dan Credit Suisse Securities senilai Rp 28,23 miliar.

- PT United Tractors (UNTR)

Saham UNTR naik 5,05% menjadi Rp 27.050 di sesi I. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: Credit Suisse Securities senilai Rp 26,60 miliar, CLSA Indonesia senilai Rp 16,05 miliar, dan Citigroup Securities senilai Rp 13,24 miliar.

- PT Astra International (ASII)

Saham ASII naik 1,49% menjadi Rp 75.050 di sesi II. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: Bahana Securities senilai Rp 36,22 miliar, Credit Suisse Securities senilai Rp 32,30 miliar, dan Kim Eng Securities senilai Rp 7,67 miliar.

Menu Siang: Saham Konsumsi, Ritel dan Astra

INILAH.COM, Jakarta – Penguatan IHSG siang ini diperkirakan akan berlanjut hingga penutupan. Saham sektor konsumsi, ritel dan Astra bisa menjadi pilihan.

Pada sesi pertama perdagangan Rabu (27/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 26,07 poin (0,63%) ke level 4.158,849. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang naik 6,56 poin (0,90%) ke angka 737,595.
Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 4,790 miliar lembar saham, senilai Rp2,899 triliun dan frekuensi 93.754 kali. Sebanyak 122 saham menguat, sedangkan 117 saham melemah dan 83 saham stagnan.
Penguatan indeks sesi pertama juga diwarnai aksi beli asing yang mencatatkan transaksi nilai beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp 203,6 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp802,4 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp598,8 miliar.
Mayoritas sektor saham mendukung penguatan indeks. Sektor keuangan memimpin kenaikan 1,76%, disusul perdagangan 1,70%, aneka industri 1,38%, manufaktur 0,34%, perkebunan 0,17%, pertambangan 0,02%. Hanya saja, sektor konsumsi melemah 0,30%, disusul infrastruktur 0,28%, industri dasar 0,11% dan properti 0,03%.

Head of Researh Valbury Asia Securities Alfiansyah memperkirakan, indeks akan bertahan di teritori positif hingga penutupan sore nanti. “Indeks akan mengarah ke level resistance 4.168 dan jika ditembus resistance berikutnya 4.202. Sedangkan support indeks di level 4.099,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (27/7).

Menurutnya, penguatan indeks hari ini dipicu oleh faktor internal yakni publikasi laporan keuangan berbagai emiten untuk kuartal II/2011. Jadi, indeks mendapat dukungan dari individual emiten. Di sisi lain, kondisi makro ekonomi Indonesia juga cukup solid. “Tapi, fundamental kinerja keuangan emiten jadi faktor utama kenaikan IHSG hari ini,” ujarnya.

Hanya saja, lanjut Alfiansyah, pasar masih dihantui kekhawatiran negosiasi batas atas uang AS antara pemerintah Obama dengan Kongres yang belum menemukan titik temu. Karena itu, AS mendapat ancaman dari lembaga pemeringkat internasional yang akan men-downgrade rating utang negara itu. “Karena itu, investor akan melirik kawasan yang lebih menguntungkan dari sisi investasi ke depannya,” tuturnya.

Apalagi, ditegaskannya, jika AS benar-benar mengalami gagal bayar (default). Investor akan mencari negara yang basis fundamental makro ekonominya sangat positif. Karena itu, Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi mereka. “Tapi, saya menduga, pada akhirnya Kongres AS akan mencapai kata sepakat sebelum 2 Agustus 2011. Sebab, jika tidak terlalu berisiko bagi AS sendiri,” ucapnya.

Tapi, dia menggarisbawahi, pada dasarnya bagi Indonesia, baik disetujui atau tidak kenaikan batas atas utang AS itu, keduanya sama-saham berpengaruh positif bagi IHSG. “Jika AS gagal bayar juga akan memicu peralihan investasi ke Indonesia dan jika AS tidak jadi gagal bayar, juga tetap jadi sentimen positif dari faktor global,” imbuhnya.

Adapun sektor saham yang jadi penggerak utama indeks hari ini adalah perdagangan, keuangan dan aneka industri. Lalu disusul, perkebunan, manufaktur, industri dasar dan pertambangan.

Tapi, dalam situasi ini, Alfiansyah lebih merekomendasikan positif saham-saham yang diuntungkan oleh faktor peningkatan konsumsi pada bulan puasa dan lebaran di sektor konsumsi, ritel, dan grup Astra.

Saham-saham pilihannya adalah PT Indofood Sukses Makmur (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), PT Mayora Indah (MYOR), PT Matahari Putra Prima (MPPA), PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS) dan PT Astra Internasional (ASII). “Saya rekomendasikan buy dan trading buy untuk jangka pendek,” imbuh Alfiansyah. [ast]

Setelah naik 0,63%, indeks catat rekor penutupan baru lagi

JAKARTA. Seakan tak pernah lelah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih saja mencetak rekor penutupan baru. Pada pukul 12.00, indeks tercatat naik 0,63% menjadi 4.158,849.

Kendati begitu, sektor-sektor yang ditransaksikan bergerak beragam. Sejumlah sektor yang mencatat kenaikan paling tinggi diantaranya sektor perdagangan naik 1,71%, sektor keuangan naik 1,64%, dan sektor industri lain-lain sebesar 1,38%. Sedangkan sektor yang melorot di sesi I adalah sektor infrastruktur dan sektor consumer goods dengan penurunan masing-masing sebesar 0,29% dan 0,3%.

Sepanjang transaksi hari ini, ada 117 saham yang menyokong indeks karena dilanda aksi beli. Sedanglan 112 saham melorot dan 75 saham lainnya tak bergerak. Adapun volume transaksi di sesi I ini melibatkan 4,756 miliar saham senilai Rp 2,876 triliun.

Saham-saham top gainers siang ini adalah Capitalinc Investment (MTFN) naik 23,81% menjadi Rp 390, PT Argha Karya Prima (AKPI) naik 13,98% menjadi Rp 2.650, dan Samudera Indonesia (SMDR) naik 13,37% menjadi Rp 4.875.

Sementara itu, di posisi top losers, terdapat saham-saham: PT Tifa Finance (TIFA) turun 12,79% menjadi Rp 375, PT Garda Tujuh Buana (GTBO) turun 6,57% menjadi Rp 128, dan PT Multi Bintang Indonesia (MLBI) turun 5,42% menjadi Rp 340.000.

Kinerja Positif Emiten Bantu IHSG Ukir Rekor Tertinggi

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengukir rekor tertingginya di 4.162 didorong sentimen positif kinerja emiten-emiten di semester I-2010. Sentimen itu mampu meredam berita negatif krisis utang AS dan Eropa.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah tipis 3,413 poin (0,09%) ke level 4.129,364 terbawa arus tren negatif bursa Asia dan Global. Kekhawatiran gagal bayar utang AS membuat pelaku pasar ragu berinvestasi.

Namun kinerja keuangan emiten yang positif mampu mengangkat IHSG balik arah ke zona merah, bahkan kembali mencetak rekor intraday tertingginya di level 4.162,203.

Padahal baru saja IHSG mencetak rekor tertingginya di level 4.132,777 pada perdagangan kemarin. Meski posisinya sudah sangat jenuh beli namun faktor fundamental bisa mengabaikan hal tersebut.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (27/7/2011), IHSG melesat 26,072 poin (0,63%) ke level 4.158,849. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 6,027 poin (0,82%) ke level 737,065.

Saham-saham unggulan yang sudah menguat masih bisa melanjutkan perkembangannya, ditambah beberapa saham lapis dua yang ikut menguat akibat maraknya aksi beli di lantai bursa.

Meski demikian, tak semua indeks sektoral di lantai bursa mampu menguat. Sebagian ada yang melemah akibat terkena aksi ambil untung.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 93.779 kali pada volume 4,756 miliar lembar saham senilai Rp 2,876 triliun. Sebanyak 125 saham naik, 118 saham turun, dan 79 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia hampir seluruhnya masih terjerat oleh jaring negatif akibat krisis utang AS dan Eropa. Hanya BEI dan bursa saham China yang mampu menguat.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,70 poin (0,06%) ke level 2.704,72.
  • Indeks Hang Seng menipis 14,85 poin (0,07%) ke level 22.557,23.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 50,65 poin (0,50%) ke level 10.047,07.
  • Indeks Straits Times turun 4,09 poin (0,13%) ke level 3.182,48.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 1.300 ke Rp 27.050, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.100 ke Rp 75.050, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 575 ke Rp 4.875, dan Resources Alam (KKGI) naik Rp 400 ke Rp 6.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 19.500 ke Rp 340.000, Fast Food (FAST) turun Rp 400 ke Rp 10.000, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 300 ke Rp 14.500, dan BFI Finance (BFIN) turun Rp 200 ke Rp 7.000.

(ang/qom)

Agung Podomoro Rencana Terbitkan Obligasi Rp800 M

Headline
INILAH.COM, Jakarta – PT Agung Podomoro Land Tbk akan menerbitkan obligasi senilai Rp800 miliar.

Perseroan telah menunjuk empat emisi penjamin efek untuk penerbitan obligasi tersebut. Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk Prisca Batubara lewat pesan singkat yang diterima INILAH.COM, Rabu (27/7). “Kami baru mendapat pra efektif dari Bapepam-LK untuk menerbitkan obligasi sebanyak-banyaknya Rp800 miliar,” ujar Prisca.

Lebih lanjut ia mengatakan, obligasi ini terdiri dari dua tenor yaitu tiga tahun dan lima tahun. Perseroan telah menunjuk Standard Chartered, Deutsche Bank, Mandiri Sekuritas dan Indo Premier sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Penggunaan dana penerbitan obligasi ini untuk mengakuisisi perusahaan yang memiliki proyek properti. [cms]

Budi Acid memperkirakan laba bersih semester I naik hampir 100%

JAKARTA. PT Budi Acid Jaya Tbk (BUDI) kembali melanjutkan kinerja keuangan yang positif di semester pertama tahun ini.

Kendati tak menyebutkan persis angka pencapaian di semester pertama tahun ini, namun Deputi Presiden Direktur BUDI Sudarmo Tasmin memperkirakan, target pendapatan akhir tahun 2011 sudah nyaris tercapai dalam enam bulan pertama tahun ini.

Sekedar mengingatkan, tahun 2011 BUDI menargetkan pendapatan usaha tumbuh 20% dibandingkan tahun lalu, yaitu menjadi Rp 2,5 triliun.

Adapun, laba bersih semester pertama 2011 diperkirakan naik hampir 100% dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun, Sudarmo belum bersedia menyebut angka pastinya. Dia menambahkan, peningkatan laba itu ditunjang kenaikan harga jual produk berupa glukosa, fruktosa, dan tepung tapioka. Adapun target laba bersih hingga akhir tahun ini mencapai Rp 140 miliar - Rp 150 miliar.

Sementara, pada kuartal pertama 2011, pendapatan usaha BUDI naik 39,4% dibandingkan periode serupa tahun lalu, yaitu menjadi Rp 608,989 miliar. Sedangkan, laba bersihnya meningkat sebesar 112,3% menjadi Rp 36,4 miliar.

Kredit Korporasi CIMB Niaga di Atas 50% Target

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Hingga pertengahan tahun ini, kredit korporasi PT Bank CIMB Niaga Tbk sudah lebih dari 50% target 2011.

Demikian disampaikan Wakil Presiden Direktur CIMB Niaga Catherine Hadiman di Jakarta, Rabu (27/7). "Kurang lebih kredit korporasi sampai akhir Desember 2010 itu di angka Rp32 triliun," tukasnya.

Sampai dengan akhir tahun ini, lanjutnya, kredit korporasi ditargetkan tumbuh 17%-20%. "Sampai saat ini kita belum lakukan revisi walaupun sudah 6 bulan berjalan. Dengan target tersebut bisa tercapai tahun ini," ucapnya.

Hingga 31 Maret 2011, CiMB Niaga telah mencatatkan jumlah pinjaman di sektor korporasi sebesar Rp35 triliun meningkat 34% dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp26,1 triliun. Sedangkan disektor komersil, CIMB Niaga mencatatkan nilai pinjaman sebesar Rp38,7 triliun per 31 Maret 2011 meningkat 27% dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya Rp30,4 triliun. [cms]

Harga minyak masih melorot

Harga minyak masih melorot
SINGAPURA. Kontrak harga minyak di New York mengalami penurunan. Pasar berspekulasi, cadangan minyak AS akan mengalami peningkatan sehingga mengindikasikan permintaan minyak dunia akan melorot.

Pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran September turun 54 sen menjadi US$ 99,05 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 12.16 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di level US$ 99,14 sebarel. Dalam setahun terakhir, harga minyak sudah naik 28%.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent di ICE Futures Europe Exchange turun 0,2% menjadi US$ 118,04 per barel.

"Faktor utama yang mendorong pasar minyak adalah demand dan supply. Harga minyak akan mengalami naik turun hingga masalah isu utang AS terpecahkan," jelas Ken Hasegawa, commodity-derivatives sales manager Newedge Group di Tokyo.

Fitch tarik rating obligasi jangka panjang Semen Baturaja

JAKARTA. Fitch Ratings mengumumkan, pihaknya menarik rating "A" dengan outlook stabil obligasi jangka panjang milik PT Semen Baturaja. Alasannya, Fitch tidak memiliki informasi yang cukup untuk mempertahankan rating tersebut.

Menurut Erlin Salim, analis Fitch, dalam siaran persnya, ke depannya, Fitch tidak akan mengeluarkan rating serupa untuk mengcover isu ini.

Bahaya, Rating Surat Utang Amerika akan Turun

Bahaya, Rating Surat Utang Amerika akan Turun
INILAH.COM, Washington - Sementara ekonom percaya rating surat utang Amerika akan turun - sekalipun ada kesepakatan kenaikan batas utang - IMF memperingatkan Washington akan bahaya buruk yang diakibatkan gagalnya negara ini menambah batas utang.

Media-media Amerika melaporkan bahwa satu dari tiga lembaga pemeringkat - Standars & Poor's, Moody's dan Fitch - diduga kuat akan menurunkan tingkat rating surat utang pemerintah Amerika menjadi lebih rendah dari posisinya saat ini, AAA.

Rating AAA artinya sangat aman dengan kemungkinan gagal bayar nol persen.

Dalam pada itu, pimpinan Dana Moter Internasional (IMF) Christine Lagarde memperingatkan politisi Amerika untuk memikirkan dampak global dari kegagalan mereka dalam menaikkan pagu utang negara ini.

Tidak peduli turun (downgrade) atau gagal bayar (default), lanjut Lagarde, akibatnya akan sangat serius, tidak hanya bagi Amerika, juga bagi dunia.

Perkembangan perundingan antara kongres (Partai Republik) dengan Presiden Obama berlangsung alot dan lambat, sementara tegat waktu makin dekat, 2 Agustus 2011.

Presiden Obama minta tambahan pagu utang US$2,4 triliun untuk sekali persetujuan. Sebaliknya Partai Republik menginginkan pemberian bertahap, dimana tahap pertama cukup US$1 trilun.

Presiden Obama menilai tambahan US$! triliun itu hanya cukup untuk mengatasi masalah defisit anggaran untuk enam bulan ke depan. Jika langsung diberikan US$2,4 triliun bisa mengatasi masalah hingga 2012, saat mana Obama maju lagi di pemilu. Partai Republik tak mau memberikan keuntungan politik ini kepada saingannya.[ram]

Pilot Rencana Mogok, Saham Garuda Jatuh 1,92%

Pilot Rencana Mogok, Saham Garuda Jatuh 1,92%
INILAH.COM, Jakarta - Saham Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada perdagangan pukul 11.00 WIB jatuh 1,92% atau 10 poin ke level Rp510.

Kejatuhan saham Garuda ini seiring adanya rencana mogok para pilot Kamis (28/7) besok. Volume perdagangan sahamnya sebanyak 2.678 saham dengan nilai transaksi sebesar Rp675,6 juta untuk 49 kali transaksi.

Sebelumnya diberitakan Pilot Garuda Indonesia merencanakan aksi mogok pada hari Kamis (28/7) besok. "Secara teknis, sebenarnya akan diatur rencana mogok ini oleh Majelis Pilot Garuda," kata Presiden Asosiasi Pilot G aruda, Capt Stephanus, Jumat (22/7) lalu.

Sekitar 800-an pilot Garuda direncanakan berpartisipasi dalam aksi mogok ini. Dengan akar masalah adalah disparitas yang tinggi antara gaji pilot Garuda berwarga negara Indonesia dengan pilot Garuda warga negara asing.

Namun Capt Stephanus sedikit membeberkan, pemogokan terbang akan berlangsung mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB. Dan tidak ada penerbangan Garuda untuk rute domestik maupun internasional yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta (outbound). Namun, untuk penerbangan Garuda menuju Soekarno-Hatta tetap ada (inbound).

Dari situs Garuda, diketahui saat ini Garuda menerbangi sejumlah rute penerbangan internasional seperti ke Bangkok, Hong Kong, Kuala Lumpur, Singapore, Tokyo, Nagoya, Osaka, Seoul, Guangzhou (Canton), Beijing, Shanghai , Melbourne, Perth, Sydney, Jeddah, Riyadh, Dammam, Dubai, dan Amsterdam.

Sementara rute domestik seperti Banda Aceh, Medan, Pekan Baru, Batam, Padang, Palembang, Pangkalpinang, Bandar Lampung, Jambi, Jakarta, Jogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, Denpasar, Ampenan, Makassar, Manado, Palangkaraya, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Kupang, Kendari, Biak, Jayapura, Timika, Ambon, Ternate, dan Palu.

Dari situs resmi Garuda diketahui kini Garuda mengoperasikan 92 unit pesawat. Yakni, 44 unit Boeing 737-800 NG, 5 unit Boeing 737-500, 17 unit Boeing 737-400, 11 unit Boeing 737-300, 3 unit Boeing 747-400, 6 unit Airbus 330-200, dan 6 unit Airbus 330-200.

Inilah Saham-saham Penekan IHSG Hari Ini

Inilah Saham-saham Penekan IHSG Hari Ini
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu (27/7) ini rawan profit taking akibat kenaikannya yang sudah terlalu tinggi.

"Seiring dengan pelemahanan mayoritas bursa dan juga kenaikan IHSG yang lebih tinggi dari rata-rata kenaikan bursa Asia lainnya pada perdagangan kemarin menjadikan IHSG rawan profit taking," ujar Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Rabu (27/7).

Apalagi Bursa AS kembali ditutup melemah semalam dikarenakan semakin memanasnya perdebatan antara Pemerintah dan Kongres mengenai kenaikan batas utang serta result dari 3M dan United Parcel yang mengecewakan.

Kongres AS sendiri mengajukan alternatif lain dari usulan yang diberikan pemerintah yakni pengurangan utang melalui dua tahap masing-masing US$1,2 triliun tahap pertama dan US$1,8 triliun tahap kedua, namun Pemerintah berencana untuk menveto usulan tersebut. Apabila tidak terjadi kesepakatan hingga 2 Agustus, maka AS tidak memiliki cukup dana untung melunasi utangnya dan mengancam penurunan peringkat utang.

Ketidakpastian kenaikan batas utang AS dikhawatirkan akan menimbulkan krisis di pasar keuangan sehingga Bursa Asia pagi ini melemah. Harga minyak juga terkoreksi pagi ini dan menambah sentimen negatif dari bursa.

Saham ASII, BBCA, BMRI, dan BBNI kemungkinan akan menjadi pendorong utama pelemahan IHSG dengan support indeks di level 4.060.

Emas terus melaju mendekati level rekor

Emas terus melaju mendekati level rekor
SINGAPURA. Harga emas terus mendekati level tertingginya sepanjang masa. Ini terjadi lantaran investor berupaya melindungi kekayaan mereka terhadap kemungkinan risiko default Amerika Serikat (AS) pekan depan, ditengah kebuntuan persetujuan batas utang negara.

Kontrak emas di divisi Comex-Nymex sempat naik 0,3% ke US$ 1.623,38 per ons troy pada perdagangan di Singapura, atau mendekati rekornya di US$ 1.624,07 per ons troi pada 25 Juli lalu. Adapun, hingga pukul 9.18 waktu Singapura kontrak ini diperdagangkan di US$ 1.622,65 per ons troy.

Parlemen AS berencana melakukan pemungutan suara pada 28 Juli mengenai rencana dua langkah yang diajukan John Boekner untuk menaikkan batasan pinjaman sebelum 2 Agustus guna menutupi defisit. Presiden AS Barrack Obama sendiri mengancam melakukan veto. Hal ini telah menyusutkan kekuatan dollar AS ke rekor terendahnya terhadap swiss franc, kemarin.

James Steel, analis HSBC Securities USA Inc. menyebut, emas semakin naik sebagai aksi investor mengamankan dananya di aset safe-haven. "Pelemahan dollar AS sebagai akibat kebuntuan penyelesaian masalah utang juga memicu emas terus reli," ujarnya.

Mayoritas mata uang Asia melonjak ke level tertinggi dalam 14 tahun terakhir

Mayoritas mata uang Asia melonjak ke level tertinggi dalam 14 tahun terakhir
KUALA LUMPUR. Sebagian besar mata uang Asia menguat ke level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Pelaku pasar berspekulasi, para penentu kebijakan di Asia akan kembali menaikkan suku bunga acuannya untuk menahan laju inflasi. Kondisi itu tak ayal akan meningkatkan tingkat yield atas aset-aset regional.

Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index hari ini naik ke posisi 120,14. Ini merupakan level paling tinggi sejak Agustus 1997. Sementara itu, pada pukul 12.02 waktu Kuala Lumpur, ringgit terapresiasi 0,6% menjadi 2,9360 per dollar. Sedangkan peso menguat 0,3% menjadi 42,113, dan dollar Singapura menguat 0,2% menjadi S$ 1,2007.

"Dollar mengalami tren pelemahan dengan adanya kemungkinan kenaikan suku bunga acuan di Asia. Kita melihat banyak arus dana yang masuk ke aset-aset non-dollar. Pasar yang tercipta saat ini masih volatile," jelas Choong Yun Pheng, manager for economic and bond research Hong Leong Bank Bhd di Kuala Lumpur.

Laju pertumbuhan ekonomi menyokong rupiah ke level terkuat tujuh tahun

Laju pertumbuhan ekonomi menyokong rupiah ke level terkuat tujuh tahun
JAKARTA. Rupiah melejit ke level terkuat tujuh tahun. Rupiah konsisten menguat seiring meningkatnya kepemilikan asing di aset Indonesia karena percepatan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun lalu melaju 6,1%, yang tercepat sejak 2008.

Mata uang Garuda menguat 0,2% ke level Rp 8.487 per dollar AS, hingga pukul 10.33 di Jakarta. Ini level terkuatnya sejak Maret 2004.

Indeks Harga Saham Gabungan mencetak rekor kemarin setelah dana asing yang masuk ke pasar saham mencapai US$ 525 juta, lebih dari jumlah yang mereka lepas di bulan ini. Sementara, kepemilikan asing di surat utang negara pun sudah bertambah 25% pada tahun ini, yaitu mencapai Rp 243,93 triliun hingga 22 Juli lalu.

Pada 19 Juli lalu, Fitch Ratings menyebut, Indonesia punya peluang lebih dari 50% untuk mendapatkan kenaikan peringkat utang dalam 12 bulan hingga 18 bulan ke depan. Peringkat utang Indonesia menurut Fitch di BB+, sementara Standard & Poor’s pada April lalu menaikkan peringkat utang Indonesia dari BB menjadi BB+, atau satu level di bawah invesment grade.

Apresiasi rupiah juga disebabkan tertekannya dollar AS. Indeks dollar jatuh ke level terendah dua bulan, setelah anggota parlemen AS tak kunjung menyepakati peningkatan batas utang AS, dan memiliki rencana yang berbeda.

Ekonom United Overseas Bank Ltd. Ho Woei Chen menyebut, masuknya modal asing ke Indonesia akan didukung oleh sentimen positif termasuk kenaikan peringkat utang di tahun ini atau awal tahun depan. "Secara umum pelemahan dollar juga menggiring penguatan mata uang Asia," ujarnya, di Singapura, hari ini.

Beban Penjualan Tekan Laba Gunawan Dianjaya

Beban Penjualan Tekan Laba Gunawan Dianjaya
INILAH.COM, Jakarta – PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) mencatatkan laba komprehensif bersih tahun berjalan unaudited turun dari Rp119,08 miliar pada semester pertama 2010 menjadi Rp103,27 miliar pada semester pertama 2011.

Demikian seperti dikutip dari laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (27/7). Meski laba turun, pendapatan perseroan naik dari Rp893,44 miliar pada Juni 2010 menjadi Rp1,15 triliun pada Juni 2011. Pada pos beban pokok penjualan naik dari Rp711,07 miliar pada semester pertama 2010 menjadi Rp967,37 miliar pada semester pertama 2011.

Laba kotor perseroan naik dari Rp182,37 miliar pada semester pertama 2010 menjadi Rp187,19 miliar pada semester pertama 2011. Laba sebelum pajak turun dari Rp161,42 miliar pada semester pertama 2010 menjadi Rp143,22 miliar pada semester pertama 2011.

Aset perseroan turun dari Rp1,07 triliun pada Desember 2010 menjadi Rp912,32 miliar pada Juni 2011. Kas dan setara kas perseroan naik dari Rp3,72 miliar pada Desember 2010 menjadi Rp4,49 miliar pada Juni 2011. Laba komprehensif turun dari 14,5 pada semester pertama 2010 menjadi 12,6 pada semester pertama 2011. [cms]

AS Gagal Bayar, IHSG Bisa 'Shock'

AS Gagal Bayar, IHSG Bisa 'Shock'
INILAH.COM, Jakarta - Jika AS gagal bayar, indeks saham domestik bisa shock akibat sudden reversal. Di pasar finansial secara umum pun bakal terjadi likuiditas ketat.

Pengamat ekonomi David Sumual mengatakan, yang paling diwaspadai dari potensi gagal bayar AS akibat alotnya kenaikan plafon utang AS adalah shock yang terjadi pada sektor finansial AS. Kondisi itu, akan berdampak negatif pada pasar modal RI.

Padahal, lanjut David, kelas menengah Indonesia sedang menikmati Wealth Effect akibat kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan IHSG ^JKSE sejauh ini. Pada Rabu (27/7) indeks mencapai harga tertingginya 4.152. "Angka ini sudah mengalami kenaikan 3 kali lipat dari 2008," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (27/7).

Dia menjelaskan, jika AS terguncang, indeks domestic akan mengalami sudden reversal dan terjadi pengetatan likuididtas di pasar finansial. “Jadi, kondisinya akan mirip dengan 2008. Bisa jadi, suplai dolar AS raib dari market secara tiba-tiba," tandas David.

Sebab, semua institusi atau bank takut meminjamkan dananya ke institusi atau bank lain. Karena itu, likuiditas pasar finansial akan kekeringan karena masing-masing pihak playing safe. "Itu juga akan terjadi sudden reversal," tandasnya.

Derasnya aliran dana asing dalam 2-3 tahun terakhir memicu peningkatan demand atas barang-brang konsumsi, mobil dan properti. Jadi, dampak negatif gagal bayar AS terhadap sektor finansial di Indonesia tidak perlu menunggu second round effect dari faktor terganggunya perdagangan internasional. "Sektor finanansial AS terguncang pasar modal Indonesia juga terguncang," timpalnya.

Tapi, dia menggarisbawahi, dampak itu akan berbeda-beda tergantung negaranya. Indonesia, dengan prospek peringkat utang untuk jangka menegah –panjang, masih sangat positif. Sebab, rasio utang Indonesia sangat rendah 26% terhadap PDB dan defisit fiskal tidak pernah melebihi 3%.

Apalagi, menurut dia, ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi domestik. Jadi, negara-negara dengan rasio utang tinggi akan terpukul dan perekonomiannya tergantung pada perdagangan internasional. "Dampak AS bagi Indonesia tidak akan sebesar negara-negara lain yang memiliki rasio utang sangat besar," tegas David.

Anak usaha dapat kontrak baru, saham WINS sempat meroket 7,8%

JAKARTA. Saham Wintermar Offshore Marine (WINS) meroket pagi ini. Pada pukul 10.43, saham WINS tercatat melaju 6,58% menjadi Rp 405. Pada transaksi sebelumnya, saham WINS bahkan sempat terbang 7,8% menjadi Rp 410.

Aksi beli yang melanda saham WINS terkait dengan aksi korporasi perusahaan. Asal tahu saja, eTrading Securities dalam hasil risetnya pagi ini menulis, anak perusahaan WINS telah memperoleh Letter of Intent dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) untuk kontrak jangka waktu lima tahun dalam penyediaan tiga unit kapal tunda jenis Azimuth Stern Drive (ASD) yang memiliki kemampuan manuver sangat tinggi dalam membantu tambat dan lepas tambat kapal-kapal dry bulk dengan ukuran hingga 220.000 dwt.

Kontrak lima tahun dengan KPC bernilai kurang lebih US$ 18 juta dan mulai berjalan di triwulan IV tahun ini.

Kantongi pinjaman, saham MEDC sempat terdongkrak 2%

Kantongi pinjaman, saham MEDC sempat terdongkrak 2%
JAKARTA. Saham PT Medco Energy (MEDC) terbang pada transaksi pagi ini. Per pukul 10.34, saham MEDC tercatat melaju 1% menjadi 2.525. Bahkan sebelumnya, saham ini sempat bertengger di posisi Rp 2.550 atau naik 2%.

Data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain: Indo Premier Securities senilai Rp 1,81 miliar, Macquarie Capital senilai Rp 997 juta, dan Kim Eng Securities senilai Rp 681,13 juta.

Aksi borong saham MDCO ini terjadi setelah perseroan melakukan penandatangan perjanjian kredit sebesar US$ 150 juta dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

"Fasilitas pinjaman kredit yang diberikan BNI kepada MEDC menurut kami merupakan salah satu strategi MEDC untuk memenuhi pinjamannya
yang akan jatuh tempo," ujar Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi. Dia menambahkan, sebagai informasi, sebelumnya MEDC
sudah memperoleh dana untuk refinancing pinjaman-pinjamannya dari penerbitan obligasi senilai US$ 50 juta (obligasi berkelanjutan US$ MEDC tahap I) dengan jangka waktu lima tahun dan tingkat bunga (coupon) 6,05%.

"Meskipun fasilitas kredit dari BNI tersebut berpotensi mengurangi beban bunga MEDC, namun kami melihat hal ini belum tentu berdampak signifkan terhadap laba operasi MEDC ke depannya," paparnya.

Investor mencari aman, mayoritas bursa Asia jeblok

Investor mencari aman, mayoritas bursa Asia jeblok
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia anjlok. Kali ini, penurunan dipimpin oleh saham-saham eksportir dan perbankan. Pelaku pasar saat ini mencemaskan pemulihan ekonomi global akan tersendat seiring kian memuncaknya ketegangan politik mengenai batasan utang AS.

Pada pukul 10.34 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3% menjadi 138,76. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,8%, indeks Kospi Jepang turun 0,3%, sementara indeks S&P/ASX 200 turun 0,3%.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia diantaranya: Samsung Electronics Co yang turun 1,4% di Seoul, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc turun 1% di Tokyo, dan BHP Billiton Ltd turun 1% di di Sydney.

"Investor melindungi diri mereka jika ternyata tidak tercapai resolusi dalam waktu dekat," jelas Hiroichi Nishi, equities manager di SMBC Nikko Securities Inc.