Kamis, 29 September 2011

Asing Keluar, IHSG Masih Catatkan Penguatan

INILAH.COM, Jakarta – IHSG akhirnya berhasil melanjutkan penguatan, didukung aksi beli investor lokal atas saham-saham pilihan.

Pada perdagangan Kamis (29/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 24,01 poin (0,68%) ke level 3.537,17, dengan intraday tertinggi di 3.549,18 dan terendah di 3.466,62. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang naik 6,28 poin )1,02%) ke level 620,81.

Koreksi yang terjadi pada bursa di awal perdagangan, perlahan mulai berbalik hingga indeks bisa ditutup di zona positif. Dibuka langsung anjlok 0,96% ke level 3.479, indeks berbalik menguat hingga pada sesi pertama bertengger di angka 3.518 dan akhirnya ditutup di level 3.537.

Satrio Utomo dari Universal Broker Indonesia mengatakan, IHSG berhasil ditutup menguat dan menembus level resisten, anomali dengan berakhirnya indeks Dow Jones semalam dengan sinyal bearish,

“Hal ini diluar perkiraan pasar yang memperkirakan indeks akan mengikuti sentimen negatif eksternal,” katanya.

Ia menilai, apresiasi IHSG hari ini mendukung pendapatnya kemarin, bahwa asing memang hanya menunggu di luar lapangan. “Asing bahkan mungkin sudah ketinggalan kereta,”ujarnya.

Menurutnya, perubahan yang terus terjadi di krisis Eropa, memang membuat market jadi volatile. Berdasarkan chart DJI, kalau nanti malam voting European Financial Stability Facility (EFSF) disetujui parlemen Jerman, dan DJI naik diatas 11300, berarti bottom sudah berlalu. “DJI dan juga IHSG akan memasuki era bull trend yang baru,” katanya.

Bursa AS semalam mengakhiri rally-nya selama 3 hari berturut-turut dan ditutup terkoreksi 2%, setelah sempat menguat sekitar 0.8% di awal perdagangan. Penurunan bursa AS dipicu kembali munculnya pesimisme bahwa Yunani gagal memenuhi persyaratan fiskal untuk pemberian paket bailout berikutnya.

10 Alasan Penyelamatan Zona Euro Bisa Gagal

Tunggu Dukungan Merkel, Bursa Eropa Melemah
INILAH.COM, Jakarta - Saham telah reli beberapa hari terakhir di tengah harapan bahwa para pemimpin Uni Eropa dan pembuat kebijakan yang mendekati kesepakatan yang secara signifikan akan meningkatkan pendanaan ke Dana Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF).

Mike Riddell, fund manager M & G Investments percaya ada lebih dari satu atau dua alasan untuk optimisme ini bisa salah. Bahkan, ia percaya ada 10.

1. Risiko bahwa salah satu dari penjamin triple-A-rated EFSF dapat diturunkan, akibat Standard & Poor memperingatkan selama akhir pekan.
2. Riddell juga khawatir bahwa ukuran keuangan EFSF saat ini tidak cukup untuk menyelamatkan Spanyol dan Italia.

3. Namun, ia mengatakan, jika EFSF itu cukup besar untuk menyelamatkan Spanyol dan Italia, meningkatkan peluang downgrade.

4. Hukum risiko. "Investor dalam obligasi EFSF tidak memiliki pemahaman untuk apa uang tersebut akan digunakan. Dan jika ingkar penjamin EFSF mengingkari jaminannya, tidak ada pengembalian uang (jadi jika Slowakia keluar, Jerman akhirnya yang akan menjamin lebih)," Kata Riddell dalam catatan penelitian tentang hal ini Rabu.

5. Fakta bahwa Spanyol dan Italia akan menjadi penjamin awal skema (bailout) tetapi bisa naik dan membutuhkan dukungan EFSF yang menyebabkan masalah kesetaraan.

6. Penjamin bervariasi, beberapa yang mungkin perlu bailout sendiri. "Masing-masing obligasi EFSF memiliki penjamin yang berbeda, sehingga obligasi EFSF pertama kali dikeluarkan pada bulan Januari untuk menyelamatkan Irlandia. Portugal tetap sampai hari ini menjadi salah satu penjamin emisi untuk obligasi tertentu, meskipun Portugal sendiri juga perlu dibailout," kata Riddell, yang juga khawatir bahwa saham atau obligasi yang memiliki rating AAA bisa keluar sektor swasta lainnya atau pemerintah dan mendorong biaya pinjaman jika mereka tidak memiliki jaminan 'eksplisit'.

7. Lebih lagi penerbitan obligasi penjamin. "Lebih jauh, jika bank atau restrukturisasi utang perlu dan penjamin EFSF perlu membayar ke investor EFSF, maka penjamin perlu untuk mengumpulkan uang dengan menerbitkan obligasi, yang meningkatkan tingkat utang, yang membawa Anda kembali ke risiko downgrade penjamin," kata Riddell.

8. Sebuah restrukturisasi utang oleh anggota zona euro akan terbukti bahwa mekanisme dukungan EFSF dan tindakan disiplin fiskal telah gagal. Ini tidak apa-apa untuk mengatasi solvabilitas.

9. EFSF seharusnya berlangsung hingga 2013, ketika itu akan perlu mulai dari awal lagi dengan Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM), yang berada di bawah koordinasi EFSF.

10. Dan akhirnya, kurangnya pra-pendanaan. "Investor perlu dibujuk untuk menjadi bagian untuk berinvestasi dengan mandat ekspansi bahwa untuk meminjamkan uang kepada pemerintah dan bank-bank Eropa hanya dalam waktu ketika pasar telah memutuskan," kata Riddell seraya menambahkan bahwa pemerintah dan bank-bank sedang bangkrut.

Asing Jual, IHSG hanya Naik 0,6%

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia ditutup menguat 24,01 poin atau 0,68% ke 3.537,18. Volume perdagangan mencapai 3,5 miliar saham senilai Rp3,6 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 113 saham naik, 103 saham turun dan 87 sahan stagnan. IHSGH mengalami net foreign sell sebesar Rp209,5 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,4 triliun dan pembelian asing sekitar Rp1,2 triliun.

Indeks JII naik 6,4 poin ke 489,03, indeks ISSI naik 1,1 poin ke 114,60 dan indeks LQ45 naik 6,2 poin ke 620,81. Penguatan didukung sektor industri dasar yang naik 30,01 poin ke 1.152,35 disusul sektor perkebunan yang naik 17,6 poin ke 2.015,93. Sementara sektor pertambangan masih tertekan 23,22 poin ke 2.485,31.

Indeks tidak dapat melanjutkan penguatan lebih tajam lagi dan hanya berada di level tertinggi 3.549,18. Namun indeks terus menguat meskipun dibuka di zona negatif dengan level terendah di 3.466,63.

Menurut pengamat pasar modal, Stafanus Mulyadi Handoko, IHSG saat ini sudah pullback sebesar 300 poin lebih. "Market juga masih menunggu hasil voting parlemen di Jerman mengenai penambahan dana EFSF," katanya.

Dengan penutupan di atas level 3.530 maka indeks diperkirakan memiliki kekuatan untuk menuju level 3.37503.415. "IHSG mampu close di atas 3530 sehingga dapat melanjutkan kenaikannya lagi dengan target menuju 3550-3590.

Bursa Asia tanpa indeks Hang Seng bergerak mixed seperti indeks Nikkei naik 0,9% ke 8.701, indeks Shanghai turun 1,1% ke 2.366 dan indeks ASX turun 0,7% ke 4.008.

Sementara bursa Eropa diwarnai dengan pelemahan indeks FTSE 0,3% ke 5.199, sedangkan indeks DAX naik 0,7% ke 5.819 dan indeks CAC naik 1,025 ke 3.026.

Lonjakan 110 saham menyebabkan indeks naik 0,68%

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan kenaikan 0,68% sore ini. Dengan demikian, posisi terakhir indeks saat ini adalah 3.537,178 pada pukul 16.00.

Sekitar 110 saham bergerak positif. Sementara, 93 saham melorot dan 80 saham lainnya tak bergerak. Volume transaksi hari ini melibatkan 3,528 miliar saham senilai Rp 4,120 triliun.

Terdapat delapan sektor yang menghijau. Sektor industri lain-lain mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,67%. Baru kemudian dilanjutkan dengan sektor industri dasar dan sektor manufaktur dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,52% dan 1,38%.

Saham-saham yang bertengger di posisi top gainers hari ini adalah: PT Plaza Indonesia Realty (PLIN) naik 22,31% menjadi Rp 1.590, PT Central Omega Resources (DKFT) naik 15,29% menjadi Rp 2.450, dan PT Hotel Sahid Jaya (SHID) naik 14,06% menjadi Rp 365.

Sedangkan di posisi top losers adalah saham-saham: PT Pioneerindo Gourmet (PTSP) turun 14,71% menjadi Rp 580, PT Skybee (SKYB) turun 14,71% menjadi Rp 580, dan PT Verena Multi Finance (VRNA) turun 13,29% menjadi Rp 124.

Tunggu Dukungan Merkel, Bursa Eropa Melemah

Medium
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa jatuh pada perdagangan Kamis (29/9) dengan kekhawatiran investor terhadap Kanselir Jerman Angela Merkel akan mendapat penolakan soal bailout Yunani.

Indeks FTSE turun 0,4% ke 5.195, indeks DAX turun 0,1% ke 5.569 dan indeks CAC turun 0,2% ke 3.001, seperti dikutip dari yahoofinance.

Kalau terjadi penolakan maka akan mengurangi harapan dalam voting di parmemen untuk persetujuan paket penyelamatan kedua bagi Yunani. "Ada banyak volatilitas di pasar termasuk voting di Jerman. Kuncinya adalah seberapa besar dukungan terhadap Merkel dari partainya sendiri," kata Joe Rundle, Kepala Trader di ETX Capital.

Bursa Asia bergerak mixed seperti indeks Nikkei naik 0,9% ke 8.701, indeks Shanghai turun 1,1% ke 2.365, ASX turun 0,7% ke 4.008. Sementara bursa Hang Seng tutup karena bencana badai.

Skenario Terburuk Yunani Bagi Rupiah

Medium
INILAH.COM, Jakarta – Pasar harap-harap cemas, apakah Yunani akan mendapat bailout dan apakah Parlemen Jerman akan meratifikasi EFSF nanti malam. Apa skenario terburuknya bagi rupiah?

Inspektur yang merupakan delegasi dari Uni Eropa dan International Monetary Fund (IMF) atau biasa disebut Troika, dijadwalkan kembali mengunjungi Yunani Kamis (29/9) ini. Inspeksi itu bakal memutuskan apakah Athena telah memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk menerima bailout tahap berikutnya.

Di sisi lain, Finlandia telah bergabung dengan 9 negara Uni Eropa lainnya untuk mendukung penambahan kapasitas The European Financial Stability Facility (EFSF) sebesar 440 miliar euro. Dengan 10 dari 17 negara yang telah meratifikasi perubahan dana talangan, artinya Uni Eropa telah memperluas kekuatan pendanaan mereka dan mencegah penyebaran krisis.

Pengamat pasar modal Teguh Hidayat mengatakan, dalam kaitannya dengan krisis utang Yunani dan Eropa secara keseluruhan, rupiah bisa mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ), tapi bisa juga sebaliknya. Dalam situasi saat ini, lanjutnya, IHSG bisa saja mempengaruhi rupiah.

Artinya, Teguh menegaskan, saat IHSG turun, banyak pemodal asing keluar dari rupiah dan beralih ke mata uang denominasi dolar AS. Karena di bursa RI menggunakan rupiah, otomatis asing menjual rupiah dan dikembalikan ke asalnya yakni dolar AS. “Saat itulah rupiah akan melemah. IHSG turun, setelah itu baru rupiah,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (28/9).

Sebelumnya, menurut Teguh, rupiah sempat bertenger di level 9.000-10.000. Dengan alasan untuk menekan inflasi, BI membiarkan penguatan rupiah ke level 8.400-an. Saat ini, rupiah melemah dari 8.400 ke level 8.900-an. “Jika diperhatikan history-nya, rupiah saat ini tidak melemah tajam,” ungkap dia.

Tapi, lanjutnya, yang jadi kekhwawatiran pasar adalah saat IHSG rontok sehingga rupiah juga melemah tajam. Padahal, rupiah saat ini masih relatif kuat terhadap dolar AS. Jadi, investor seharusnya jangan terlalu panik pada pelemahan rupiah. “Sumber masalahnya terletak pada IHSG bukan rupiah,” papar Teguh.

Ia menegaskan, selama tidak melemah ke level 10.000, nilai tukar rupiah masih baik-baik saja. Skenario terburuknya, jika memang penyebab pelemahan rupiah dipicu keluarnya dana asing dari IHSG, capital out flow itu relatif sedikit. “Sebab, dana asing di pasar modal jauh lebih kecil dibandingkan yang masuk ke sektor riil,” tandas dia.

Menurutnya, pasar modal hanya salah satu instrument investasi. Sebanyak apapun dana asing yang keluar dari IHSG, selama tidak diikuti keluarnya dana asing di sektor riil, rupiah tidak akan melemah tajam. “Selama dana investasi bikin pabrik masih terus mengalir ke dalam negeri, pelemahan rupiah paling tajam hanya 9.500,” ucapnya.

Apalagi, data-data statistik fundamental ekonomi Indonesia masih bagus. Produk Domestik Bruto (PDB) di level 6,5% jauh lebih tinggi dari pertumbuhan AS dan Eropa. “Kita sedang bagus-bagusnya. Apakah mereka hanya keluar dari IHSG lalu beralih ke sektor riil, kita tidak tahu,” tutur Teguh.

Yang jelas, kata dia, kalau investor asing hanya keluar dari IHSG, pelemahan rupiah terbatas ke level 9.500. “Itupun jika Eropa resesi ditandai dengan banyaknya bank atau lembaga keuangan seperti Lehman Brothers yang bangkrut akibat macetnya bailout Yunani,” papar Teguh.

Dari pasar uang, periset dan analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, meski sentimen krisis utang Eropa memburuk, selama Yunani tidak default (gagal bayar) , skenarionya bagi rupiah adalah 9.300 per dolar AS. “Level ini sudah cukup murah bagi rupiah terhadap dolar AS,” ucapnya.

Sebaliknya, imbuh Firman, kalau Yunani default, rupiah akan melemah ke level 9.500-10.000 per dolar AS. Informasinya default tidaknya Yunani, bakal didapat pada awal Oktober 2011. “Tapi, kemungkinan default agak kecil. Sebab, Uni Eropa tidak akan sanggup menanggung akibatnya. Meskipun, sejauh ini, Eurozone tampak enggan untuk membantu Yunani,” jelas Firman.

Dia atas semua itu, Firman optimistis, besar kemungkinan, Yunani mendapatkan dana bailout berikutnya. Apalagi, program partisipasi sektor swasta untuk me-rollover utang Yunani, rumornya mencapai 85% atau mendekati angka yang ditargetkan Athena.

Di sisi lain, imbuh dia, kanselir Jerman Angela Merkel sudah mensiyalkan bailout untuk Yunani bakal dicairkan. “Ada juga proposal yang beredar, meskipun dengan jumlah dana EFSF yang terbatas 440 miliar euro, EU akan mencari cara lain sehingga EFSF lebih efektif,” imbuhnya. [mdr]

Sore ini, pergerakan bursa Asia berubah positif

Sore ini, pergerakan bursa Asia berubah positif
TOKYO. Bursa Asia menunjukkan pergerakan positif pada transaksi sore ini. Pada pukul 17.10 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,5% menjadi 114,41, setelah sebelumnya sempat kehilangan poin sebesar 1,3%.

Sementara itu, indeks Nikkei ditutup naik 1% menjadi 8.701,23. Sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,77% menjadi 4.008,30. Bursa Hongkong tidak beroperasi hari ini karena adanya ancaman badai Nesat.

Pergerakan saham yang mempengaruhi bursa Asia hari ini di antaranya: Mitsubishi UFJ Financial Group Inc yang naik 2,3% di Tokyo, Canon Inc naik 1,6% di Tokyo, dan BHP Billiton Ltd turun 1,4% di Sydney.

"Investor menggantungkan harapannya kepada Jerman terkait dana bailout Eropa. mereka berspekulasi, jika kawasan Eropa bermasalah, maka masalah tersebut akan cepat menyebar ke kawasan lain. Itu sebabnya investor yakin masalah ini bisa segera diselesaikan," papar Im Jeong Jae, fund manager Shinhan BNP Paribas Asset Management Co.

Bursa Asia Menguat, IHSG Bertambah 24 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 24 poin didorong bursa-bursa Asia yang mulai rebound. Aksi jual asing masih menghambat penguatan.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 8.850 per dolar AS dari penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.900 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 35,314 poin (1,00%) ke level 3.477,852 dihantam jatuhnya harga-harga komoditas dunia. Lambatnya penyelesaian utang Eropa juga membuat investor semakin khawatir.

Aksi ambil untung menghantam IHSG hingga ke posisi terendahnya di 3.466,626. Namun aksi beli selektif di saham yang sudah murah membawa IHSG kembali ke zona hijau.

Pada penutupan perdagangan preopening, IHSG naik tipis 5,058 poin (0,14%) ke level 3.518,224. Investor masih melakukan aksi tunggu sambil menunggu pulihnya ekonomi global.

Aksi beli semakin ramai memasuki perdagangan sesi II. Saham-saham unggulan yang sudah murah langsung diburu investor, IHSG pun sempat naik hingga ke posisi tertingginya di 3.549,184.

Menutup perdagangan, Kamis (29/9/2011), IHSG menguat 24 poin (0,68%) ke level 3.537,178. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,283 poin (1,02%) ke level 620,814.

Hanya indeks sektor tambang dan perdagangan yang terkena koreksi. Sisa indeks sektoral lainnya masih mampu meneruskan penguatan. Penguatan dipimpin oleh sektor aneka industri yang naik lebih dari dua persen.

Penguatan ini atas jasa para investor lokal yang berburu saham, sementara beberapa investor asing masih melepas sahamnya. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 209,501 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 99.982 kali pada volume 1,723 miliar lembar saham senilai Rp 4,12 triliun. Sebanyak 112 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Rata-rata bursa Asia mulai rebound mengikuti rencana IMF untuk memberikan bantuan terhadap utang Yunani sebesar US$150 miliar. Hanya bursa saham China yang masih terpuruk di zona merah dengan koreksi cukup banyak.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 26,72 poin (1,12%) ke level 2.365,34.
  • Indeks Nikkei 225 menguat 85,58 poin (0,99%) ke level 8.701,23.
  • Indeks Straits Times naik tipis 1,49 poin (0,06%) ke level 2.702,66.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.850 ke Rp 64.050, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 650 ke Rp 12.500, Indocement (INTP) naik Rp 550 ke Rp 13.900, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 500 ke Rp 10.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.050 ke Rp 50.500, Century Textille (CNTX) turun Rp 700 ke Rp 6.200, Samudera Indonesia (SMMA) turun Rp 350 ke Rp 4.500, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 40.200.

(ang/qom)

Indeks Nikkei ditutup dengan lonjakan 1% pada sesi sore

Indeks Nikkei ditutup dengan lonjakan 1% pada sesi sore
TOKYO. Bursa Jepang berhasil mencatatkan kenaikan pada penutupan perdagangan hari ini. Pada pukul 15.00 waktu setempat, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 1% menjadi 8.701,23. Padahal, sebelumnya, bursa Jepang sempat melorot hingga 1,3%. Sepanjang bulan ini, penurunan indeks Nikkei mencapai 2,8%. Sementara, indeks Topix naik 1,1% menjadi 762,30,

Saham-saham berkapitalisasi besar dilanda aksi beli. Beberapa di antaranya yakni Mitsubishi UFJ yang naik 2,3% dan Honda Motor Co berhasil naik setelah sebelumnya melorot. Selain itu, ada pula saham yang dilanda aksi jual. Salah satunya, Tokyo Electric Power Co yang anjlok 11%.

Pemicu kenaikan bursa Jepang hari ini masih dipengaruhi isu Eropa. Investor berspekulasi, pemerintah Jerman akan menyetujui rencana penambahan bailout sehingga dapat membantu menyelesaikan masalah krisis utang Eropa.

"Semuanya masih terkait dengan krisis Eropa. Fokusnya adalah apakah mereka bisa mempertahankan kesatuan," jelas Kenichi Hirano, general manager and strategist Tachibana Securities Co di Tokyo.

Sekadar tambahan informasi, pemerintah Jerman hari ini dijadwalkan akan mengambil keputusan terkait penambahan bailout Eropa.

Tunggu Vote Berlin, Saham Eropa Bakal Jatuh

Medium
INILAH.COM, London - Saham Eropa diperkirakan akan jatuh pada pembukaan perdagangan Kamis (29/9) menjelang vote di Berlin pada apakah menangani kekuatan baru ke Dana Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF).

CNBC melaporkan pasar saham di Asia mixed setelah kehilangan 2 persen untuk S & P 500 di Wall Street karena harapan resolusi cepat terhadap krisis utang zona euro mulai memudar. Saham telah membuat keuntungan besar di Eropa pada hari Senin dan Selasa karena laporan menunjukkan pembuat kebijakan bersiap-siap untuk secara signifikan meningkatkan dana yang tersedia ke EFSF untuk mendukung pasar obligasi zona euro.

Pengawas pasar Uni Eropa pada Rabu memperpanjang larangan short-selling saham di Perancis, Italia dan Spanyol. Tiga negara memperkenalkan larangan ini pada 12 Agustus ketika mereka mencoba untuk mengekang ayunan liar di pasar saham. Pada perdagangan volatil Rabu komoditas seperti tembaga dan emas mengalami kerugian besar dengan logam mulia sekarang turun $ 300 dari level tertingginya baru-baru ini. Angela Merkel memperkirakan untuk memenangkan suara pada perluasan EFSF meskipun beberapa anggota koalisi itu sendiri bisa memberikan suara terhadap RUU ini yang mereka anggap mirip dengan melempar uang baik setelah buruk.

Hasil suara diperkirakan diputuskan pada pukul 13:00 CET di Berlin. Pasar saat ini tengah menunggu acara di Berlin, Uni Eropa dan inspektur IMF yang diperkirakan akan kembali ke Athena untuk bertemu dengan para pejabat Yunani dan memutuskan apakah akan memberikan bantuan tahap 6. Yunani menjanjikan langkah-langkah penghematan baru untuk meyakinkan para pejabat untuk mengeluarkan bailout Troika berikutnya.

Di Madrid, upaya pemerintah Spanyol untuk menaikkan dana telah pupus setelah oposisi politisi memaksa pejabat untuk menarik proposal IPO yang diusulkan National Lottery Spanyol. Penjualan lotere diperkirakan meningkat hingga 9 miliar euro. Di pasar obligasi investor akan mengawasi Italia yang diperkirakan untuk menjual obligasi 5 dan 10 tahun senilai 5,5-9 miliar euro.

The Financial Times melaporkan SEC menyelidik RBS dan Credit Suisse terkait penanganan kredit bermasalah mereka. Laporan FT mengatakan regulator AS memeriksa apakah bank-bank menyesatkan pemegang saham tentang jumlah pinjaman yang mereka dapat paksakan untuk dibeli kembali karena default. "Kita juga perlu mendengar lebih banyak tentang rencana untuk menjual London Metal Exchange."

Meski ada 141 saham yang melorot, indeks ditutup positif di sesi I

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sangat liar. Terhitung, indeks sempat empat kali keluar masuk zona merah di sepanjang sesi I. Namun, pada pukul 12.00, indeks tercatat naik 0,14% menjadi 3.518,224.

Indeks tetap positif meskipun jumlah saham yang naik jauh lebih sedikit dibanding saham yang turun. Perinciannya, hanya 59 saham yang naik. Sementara, 141 saham turun dam 59 saham tak berubah posisi. Volume transaksi hari ini melibatkan 1,723 miliar saham senilai Rp 1,959 triliun.

Sepuluh sektor tampak beragam. Sektor consumer goods mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,33%. Sementara, sektor pertambangan mencatatkan penurunan terbesar sebesar 1,79%.

Tiga saham yang menjadi top gainers di sesi I, di antaranya: PT Hotel Sahid Jaya (SHID) naik 14,06% menjadi Rp 365, PT Keramika Indonesia (KIAS) naik 9,76% menjadi Rp 90, dan PT Lamicitra Nusantara (LAMI) naik 8,11% menjadi Rp 200.

Sementara itu, tiga saham top losers adalah: PT Indonesian Paradise (INPP) turun 11,29% menjadi Rp 275, PT Sorini Agro Asia (SOBI) turun 10,99% menjadi Rp 2.025, dan PT Skybee (SKYB) turun 10,29% menjadi Rp 610.

Sesi Dua, Pilih Saham Potensial Secara Teknikal

INILAH.COM, Jakarta- Penguatan indeks siang ini tampaknya akan berlanjut hingga penutupan. Saham yang secara teknikal mampu bertahan di teritori positif masih bisa menjadi incaran investor.

Kepala Riset Valbury Asia Securities Alfiansyah memperkirakan, indeks saham domestik akan fluktuatif cenderung menguat hingga penutupan sore nanti. “Indeks akan bergerak dalam kisaran support 3.467 dan resistance 3.546,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (29/9).

Menurutnya, fluktuatifnya indeks hari ini salah satunya masih dipicu masalah klasik dari eksternal. “Salah satunya adalah koreksi bursa Dow Jones akibat profit taking dan berimbas negatif ke bursa Asia termasuk IHSG,” ujarnya.

Dari eksternal, lanjutnya, pasar juga menantikan hasil voting Parlemen Jerman Kamis (29/9) ini untuk meratifikasi dana bailout The European Financial Stability Facility (EFSF). “Pasar juga ingin melihat, apakah dana itu akan ditambah dari level 440 miliar euro atau tidak,” ungkap Alfiansyah. “Sejauh ini, dari 17 negara Uni Eropa, 10 di antaranya sudah meratifikasi.”

Pada saat yang sama, pasar menantikan hasil inspeksi European Central Bank (ECB), Komisi Uni Eropa dan International Monetary Fund (IMF) yang disebut delegasi Troika ke Athena hari ini juga. “Troika akan memastikan, apakah Yunani layak mendapat bailout atau tidak,” tuturnya.

Di sisi lain, rupiah di pasar internasional melemah 78 poin ke level 8.968 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg pukul 11.39 WIB. Menurutnya, pelemahan rupiah juga turut jadi tekanan terhadap laju IHSG. Karena itu, sepanjang perdagangan indeks cenderung fluktuatif. “Sebab, sebagian pelaku pasar tidak berani mengambil posisi yang banyak karena khawatir ada kabar yang tidak diinginkan dari Uni Eropa,” imbuhnya.

Tapi, indeks memiliki peluang ditutup positif. Sebab, menurutnya, secara valuasi indeks sudah oversold setelah turun tajam pekan lalu hingga 8,88% dalam sehari pekan lalu. “Karena itu, dari sisi ini, saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat atraktif,” ungkap Alfiansyah.

Pada saat yang sama, ia mengatakan, pasar juga mengantisipasi positif atas kinerja keuangan berbagai emiten untuk kuartal ketiga 2011 yang akan dirilis dalam 30 hari ke depan. “Inilah yang mungkin membuat indeks bisa mendarat di area positif meskipun tipis. Kalaupun ditutup sore nanti melemah, juga akan tipis,” imbuhnya.

Sektor saham yang jadi penggerak indeks hari ini adalah konsumsi, keuangan, manufaktur, industri dasar, aneka industri dan infrastruktur.

Dalam situasi ini, ia merekomendasikan positif saham-saham yang secara teknikal mampu bertahan pada teritori positif di sektor perkebunan, perbankan, pertambangan batu bara dan industri dasar semen.

Saham-saham pilihannya adalah PT London Sumatera Plantation (LSIP), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Bukit Asam (PTBA), PT Semen Gresik (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP). “Saya rekomendasikan buy on weakness untuk trading dengan pola hit and run,” imbuhnya. [ast]

Kondisi Eropa dinilai semakin memburuk, harga kontrak emas kembali mendaki

Kondisi Eropa dinilai semakin memburuk, harga kontrak emas kembali mendaki
SINGAPURA. Harga kontrak emas menanjak hari ini. Dengan demikian, harga emas sudah naik selama 12 kuartal berturut-turut. Pagi tadi, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat naik 0,8% menjadi US$ 1.621,15 per troy ounce. Pada pukul 11.52 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di posisi US$ 1.618,85 per troy ounce.

Sementara itu, kontrak harga emas untuk pengantaran Desember naik sebesar 0,2% menjadi US$ 1.621,60 per troy ounce di Comex, New York.

Permintaan emas sebagai safe haven kembali menanjak seiring kecemasan investor terkait krisis utang Eropa yang memukul pasar saham dan komoditas. "Krisis di Eropa sepertinya semakin memburuk. Kali ini, kenaikan permintaan emas berasal dari India dan China," jelas Jonathan Barratt, managing director Commodity Broking Services Pty.

Catatan saja, sepanjang tahun ini, harga emas sudah melonjak 14%. Harga kontrak emas sempat bertengger di level tertinggi sepanjang sejarah pada 6 September lalu di level US$ 1.921,15 per troy ounce.

BEI:Asing tak Pernah Abaikan Pasar Saham Indonesia

BEI:Asing tak Pernah Abaikan Pasar Saham Indonesia
INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan, investor asing tak akan pernah mengabaikan Indonesia.

Indonesia masih menjadi tempat investasi yang menguntungkan bagi mereka di tengah ekonomi Eropa dan Amerika Serikat yang melambat. "Investor asing tidak akan pernah mengabaikan Indonesia. Penurunan portofolio asing sejak Agustus hingga September merupakan tindakan konsolidasi yang dilakukan fund manager," ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito, Kamis (29/9) dalam acara peresmian dan diskusi panel 'Semua bisa jadi investor, program pendidikan investasi saham terbesar di Indonesia'.

Lebih lanjut ia mengatakan, Indonesia masih menjadi investasi yang menguntungkan bagi investor asing. Hal ini didorong situasi ekonomi Eropa dan Amerika Serikat dalam satu tahun-dua tahun ini tidak tumbuh sehingga peluang investasi menarik masih ada di Asia.

Ia mengaku, net sell asing sekitar Rp14 triliun terjadi sejak Agustus 2011 hingga September 2011. Meski asing melakukan penjualan saham tetapi investor domestik mulai masuk ke saham. "Tetapi dalam dua hari ini asing mulai melakukan net buy, dan investor lokal jangan sampai terlambat," kata Ito.

Pihaknya mengharapkan, agar pasar modal Indonesia baik. Diharapkan semua pihak dapat menjaga tiga pilar pasar modal. Tiga pilar tersebut, pertumbuhan ekonomi dan politik yang baik, pasar uang stabil dan kinerja emiten yang bagus. Bila Indonesia dapat meraih investmen grade maka dana asing akan masuk ke Indonesia lebih deras lagi. Ito menuturkan, pihaknya akan mengusahakan penawaran umum saham perdana lebih diperbanyak agar pasar modal tidak terjadi bubble.

Selain itu, kapitalisasi pasar saham emiten pun dinilai telah merata. Ito melihat, banyak kapitalisasi pasar saham emiten yang mulai meningkat. Investor telah banyak berinvestasi di saham terutama blue chip. [cms]

Transaksi Sepi, IHSG Naik Tipis 5 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 5 poin di tengah perdagangan yang sepi. Investor masih melakukan aksi tunggu sambil menunggu pulihnya ekonomi global.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 35,314 poin (1,00%) ke level 3.477,852 dihantam jatuhnya harga-harga komoditas dunia. Lambatnya penyelesaian utang Eropa juga membuat investor semakin khawatir.

Aksi ambil untung menghantam IHSG hingga ke posisi terendahnya di 3.466,626. Namun aksi beli selektif di saham yang sudah murah membawa IHSG kembali ke zona hijau.

Pada penutupan perdagangan preopening, Kamis (29/9/2011), IHSG naik tipis 5,058 poin (0,14%) ke level 3.518,224. Indeks LQ 45 menguat tipis 3,908 poin (0,63%) ke level 618,439.

Indeks bergerak fluktuatif karena belum ada sentimen positif yang mampu mendorong pergerakannya. Sebaliknya sentimen negatif masih banyak beredar, salah satunya penyelesaian krisis utang di zona Eropa yang tak kunjung usai.

Investor banyak mengakumulasi saham-saham berbasis konsumer, sehingga indeks sektor konsumer naik lebih dari satu persern. Saham-saham komoditas menjadi yang paling banyak dilepas terkait anjloknya harga-harga komoditas.

Pemodal asing kembali 'kabur' dari lantai bursa, dana asing mengalir keluar dengan nilai yang belum terlalu tinggi hingga siang hari ini.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 53.039 kali pada volume 1,723 miliar lembar saham senilai Rp 1,959 triliun. Sebanyak 60 saham naik, sisanya 156 saham turun, dan 61 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terpengaruh koreksi Wall Street dan bursa Eropa semalam. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi salah satu yang mampu menguat bersama bursa saham Korea Selatan dan Jepang.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun 19,75 poin (0,83%) ke level 2.372,31.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 0,48 poin (0,01%) ke level 8.616,13.
  • Indeks Straits Times melemah 6,11 poin (0,23%) ke level 2.695,06.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 16.200, Astra Internasional (ASII) naik Rp 450 ke Rp 62.650, Indocement (INTP) naik Rp 250 ke Rp 13.600, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 250 ke Rp 10.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 39.700, Samudera Indonesia (SMMI) turun Rp 350 ke Rp 4.500, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 300 ke Rp 11.550, dan Multibreeder (MBAI) turun Rp 300 ke Rp 15.100.

(ang/qom)

Dalam Sepekan Harga Emas Batangan Lokal Turun Rp 20.000/Gram

Jakarta - Dalam kurun waktu 10 hari atau sepekan lebih harga emas batangan di dalam negeri sudah turun kurang lebih Rp 20.000 per gram. Hal ini karena adanya tren penurunan harga emas internasional yang kini sudah menyentuh di level kisaran US$ 1.620 per ounce.

Berdasarkan data situs logammulia.com milik PT Aneka Tambang (Antam) harga emas batangan hari ini (29/9/2011), dengan harga terendah sudah dijual Rp 515.000 per gram padahal 10 hari lalu sempat menyentuh Rp 536.000 per gram.

Harga emas di Logam Mulia Antam hari ini 29 September 2011 (dalam rupiah) sebagai berikut:
  • 1 gram 557.000
  • 2 gram 536.000
  • 2,5 gram 531.800
  • 3 gram 529.000
  • 4 gram 525.500
  • 5 gram 525.500
  • 10 gram 521.500
  • 25 gram 518.480
  • 50 gram 516.940
  • 100 gram 516.240
  • 250 gram 515.320
  • 1000 gram 515.000
Sementara data harga emas (dalam rupiah) di Logam Mulia Antam pada 19 September 2011, sebagai berikut:
  • 1 gram 578.000
  • 2 gram 557.000
  • 2,5 gram 552.800
  • 3 gram 550.000
  • 4 gram 546.500
  • 5 gram 546.500
  • 10 gram 542.500
  • 25 gram 529.480
  • 50 gram 537.940
  • 100 gram 527.240
  • 250 gram 536.320
  • 1.000 gram 536.000
Bandingkan dengan harga emas (dalam rupiah) pada 23 September 2011, tren penurunan sudah terjadi:
  • 1 gram 567.000
  • 2 gram 546.000
  • 2,5 gram 541.800
  • 3 gram 539.000
  • 4 gram 535.500
  • 5 gram 535.500
  • 10 gram 531.500
  • 25 gram 528.480
  • 50 gram 526.940
  • 100 gram 526.240
  • 250 gram 525.320
  • 1.000 gram 525.000
Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Emas Rakyat Indonesia (Asperi) Syamsuddin Said mengatakan dengan adanya tren penurunan harga emas saat ini membuat khawatir para anggotanya yang merupakan penambang emas skala kecil.

Ia berharap harga emas bisa kembali naik, agar penambang emas rakyat bisa menikmati kenaikan harga. "Kalau terus turun harga emas, repot juga, kita bisa rugi," kata Syamsuddin singkat kepada detikFinance (29/9/2011).
(hen/dnl)

Ben Bernanke Ajak AS Belajar dari Emerging Market

Headline
INILAH.COM, Jakarta - AS bisa belajar bagaimana untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang negara-negara berkembang berhasil.

Hal ini disampaikan Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke dalam sebuah pidato Rabu (28/9). Dia menyampaikan akan menyenangkan negara-negara berkembang digunakan untuk memperingati kekaguman terhadap Washington.

"Ekonomi maju seperti Amerika Serikat akan melakukan dengan baik untuk mempelajari kembali beberapa pelajaran dari pengalaman ekonomi negara berkembang," kata Bernanke.

Komentar Ketua Fed di sebuah forum di Cleveland, Ohio, mengirim pesan langsung tetapi ini menunjukkan bahwa Washington mengabaikan saran untuk melihat ke negara-negara berkembang. Pertumbuhan di pasar negara berkembang menunjukkan pentingnya disiplin fiskal, manfaat perdagangan terbuka, kebutuhan untuk mendorong pembentukan modal swasta saat melakukan investasi publik diperlukan, high return untuk pendidikan dan untuk mempromosikan kemajuan teknologi, dan pentingnya kerangka peraturan yang mendorong kewirausahaan dan inovasi untuk tetap menjaga stabilitas keuangan," kata Bernanke.

Pertempuran politik antara Partai Republik dan Demokrat berarti bahwa Kongres telah berjuang untuk mengatasi defisit fiskal AS dan belum lulus perjanjian perdagangan bebas dengan Korea, Kolombia dan Panama. Di mana, telah membuat pemangkasan pengeluaran, fokus di area diskresioner seperti penelitian ilmiah daripada manfaat seperti kesehatan dan pensiun.

Bernanke terus meningkatkan tekanan untuk kebijakan fiskal AS yang menggabungkan stimulus jangka pendek dengan pengetatan jangka panjang, karena Fed bahkan telah melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut. Pekan lalu, The Fed memulai operasi Twist, di mana akan membeli obligasi jangka panjang dalam upaya untuk menurunkan bunga jangka panjang.

Pada hari Rabu, ketua Fed juga mengatakan bahwa emerging market tidak bisa lagi melihat diri mereka sebagai kecil, ekonomi terbuka yang tindakannya memiliki sedikit efek pada tetangga mereka dan kebutuhan untuk mengambil tanggung jawab lebih besar bagi stabilitas ekonomi dunia. "Ketidakseimbangan yang besar dan terus-menerus dalam perdagangan juga tidak konsisten, dalam jangka panjang, dengan stabilitas ekonomi dan keuangan global," kata Bernanke.

Itu adalah kritik implisit dari negara-negara seperti China yang telah menahan nilai tukar mereka dalam rangka untuk meningkatkan ekspor, meskipun ia mencatat bahwa negara maju juga harus membantu untuk mengurangi ketidakseimbangan global.

Dalam review pertumbuhan di pasar negara berkembang, Bernanke mengatakan reformasi yang membentuk "konsensus Washington" - paket kontroversial sebagai langkah mendesak negara-negara berkembang selama beberapa dekade terakhir - harus banyak merekomendasikan mereka". "Stabilitas ekonomi makro, meningkatnya ketergantungan pada kekuatan pasar dan lembaga-lembaga politik dan ekonomi yang kuat sangat penting bagi pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Bernanke.

Namun dia mengatakan bahwa dalam 20 tahun telah membuktikan bahwa Konsensus Washington tidak lengkap, dan pemerintah mungkin perlu untuk membantu industri mulai menuai ekonomi skala besar. Misalnya, menerima arus besar modal dari luar negeri tanpa terlebih dahulu mereformasi sistem keuangan domestik dapat menyebabkan krisis keuangan di negara berkembang.

Pagi Ini, Bursa Asia Tertekan Saham Energi

Headline
INILAH.COM, Sydney - Saham Jepang dan Australia melemah pada Kamis (29/9) pagi, terseret penurunan perusahaan energi dan kekhawatiran terus-menerus tentang krisis utang Eropa.

Di Jepang, indeks Nikkei Stock Average turun 1%, sedangkan di Australia, indeks S & P / ASX 200 jatuh 1,5%. Indeks Kospi Korsel sedikit lebih baik, dengan koreksi hanya 0,4%.

Perdagangan di Bursa Saham Hong Kong telah dibatalkan, karena peringatan topan. Jika peringatan tersebut masih tetap efektif hingga siang waktu Hong Kong, maka perdagangan akan dibatalkan untuk hari ini.

Saham AS semalam menyudahi kenaikan dalam tiga sesi, dengan sentimen bertahan pada perkembangan di Eropa, di mana para pemimpin tampaknya memiliki perbedaan pendapat tentang cara terbaik untuk menyelesaikan krisis utang kawasan.

Investor sektor bank gelisah karena implikasi dari krisis utang untuk sistem keuangan global dan mendorong saham sektor turun di Asia pada Kamis. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc turun 1,4% di Tokyo, sementara National Australia Bank Ltd turun 2,2% saham di Sydney.

Perusahaan energi juga merupakan pemain terburuk di Asia, dengan Inpex Corp turun 1,2%, JX Holdings Inc turun 1,8% dan Woodside Petroleum Ltd turun 2%.

Koreksi ini mengikuti penurunan 4% untuk kontrak berjangka minyak di New York, ketika komoditas terpukul oleh kenaikan persediaan minyak yang mengejutkan dan beberapa aksi profit taking.

Analis Morgan Stanley mengatakan bahwa risiko untuk komoditi semakin menurun, karena proyek baru dan kembalinya produksi yang bisa menambah pasokan hingga akhir tahun.

Saham sumber daya juga di bawah tekanan, dengan futures tembaga, emas dan perak melemah di perdagangan elektronik, dan Rio Tinto Ltd turun 2% dan BHP Billiton turun 2,2%.

Saham peritel turun di Jepang, dengan Co Fast Retailing turun 1,2% dan Seven & I Holdings Co turun 2,9%, setelah penjualan ritel Jepang turun pada Agustus untuk pertama kalinya dalam tiga bulan. [ast]

eTrading: IHSG akan menguji level resistance di posisi 3.521

JAKARTA. Pada perdagangan Rabu (28/9), indeks Dow Jones ditutup turun 179 point (-1,61%) ke level 11.010,90. Penurunan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor akan perbedaan pendapat para pemimpin Eropa dalam menangani krisis utang yang terjadi di daerah tersebut.

Sementara itu, kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup 39 point (+1,12%) ke level 3.513,17 dengan asing tercatat melakukan net buy pada pasar regular sebesar Rp 258 milliar dengan saham-saham yang paling banyak di beli adalah PGAS, BMRI, UNTR, JSMR dan SMGR.

"Secara teknikal, IHSG kemarin ditutup naik setelah break dari resistance downtrend jangka pendeknya dengan candlestick membentuk pola bullish morubozu namun dengan volume transaksi yang cenderung turun," jelas Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi.

Dia menambahkan, indikator stochastic sudah menunjukkan kenaikan sementara RSI berpotensi untuk melakukan golden cross.

"Pada perdagangan hari ini (29/9) kami perkirakan IHSG akan menguji level resistance fibonacci-nya di 3.521 dan akan bergerak dikisaran 3.426-3.561," jelasnya. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ADRO, ASII dan BBRI.

Bursa Asia melorot, terbelit kecemasan krisis Eropa

Bursa Asia melorot, terbelit kecemasan krisis Eropa
TOKYO. Untuk kali pertama dalam tiga hari, bursa Asia kembali dilanda aksi jual. Pada pukul 09.35 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 1% menjadi 112,70. Pada pekan lalu, indeks acuan di kawasan regional ini turum 7,1%, penurunan mingguan terbesar dalam tiga tahun terakhir.

Sementara itu, indeks Nikkei turun 0,9%, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,7%, dan indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,7%.

Saham-saham yang mencatatkan penurunan pagi ini antara lain: Sony Corp yang turun 1,3% di Tokyo, Mazda Motor Corp turun 1,3% di Tokyo, serta BHP Billiton Ltd turun 2,5% di Sydney.

Krisis utang yang melilit Eropa masih menjadi penyebab utama pelepasan saham oleh investor di pasar Asia. Mereka mencemaskan, pimpinan Eropa tidak menemukan kata sepakat dalam penanganan krisis di kawasan tersebut.