Kamis, 15 Maret 2012

Inilah Empat Saham Pilihan Trading Hari Ini

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG Kamis (15/3) diprediksi melanjutkan penguatan. Empat saham dari empat sektor berbeda dijagokan untuk trading hari ini. Apa saja?

Pada perdagangan Rabu (14/3/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 45,68 poin (1,14%) ke level 4.054,326 dengan intraday teringgi 4.058,803 dan terendah 4.009.091. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang naik 8,99 poin (1,30%) ke level 702,036.

Analis Sinarmas Securities, Jansen Kustianto memperkirakan, indeks saham domestik akan menguat hari ini. “Pada perdagangan hari Kamis (15/3), secara teknikal indeks masih berpotensi menguat secara terbatas pada kisaran support 4.023dan resistance 4.090,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (14/3/2012).

Menurut Jansen, pernyataan positif dari The Fed seputar proyeksi ekonomi AS serta pernyataan PM China yang belum mengindikasikan perlonggaran kebijakan moneter, dapat memberikan sentimen terhadap indeks.

Di atas semua itu, dia merekomendasikan positif empat saham dari empat sektor berbeda seperti sektor ritel, otomotif, perkebunan dan pertambangan logam.

Saham-saham pilihannya adalah PT Mitra Adi Perkasa (MAPI), PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS), PT London Sumatera Plantation (LSIP), dan PT Aneka Tambang (ANTM).“Itulah saham-saham yang dapat diperhatikan untuk daily trading,” imbuhnya.

Wall Street Berakhir Mixed

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Wall Street ditutup mixed pada perdagangan saham Rabu (14/3/2012). Investor memiliki sedikit sentimen untuk memperpanjang reli.

Indeks Dow Jones naik 16,42 poin atau 0,12% ke level 13.194,10. Indeks S&P 500 turun 1,67 poin atau 0,12% ke level 1.394,28. Indeks Nasdaq naik 0,85 poin atau 0,03% ke level 3.040,73.

Selain itu, indeks S&P mencapai intraday tinggi 1.399,42 level tertinggi sejak awal Juni 2008. Saham Procter and Gamble turun 0,1% menjadi ditutup pada US$67,85. Saham Chevron turun 0,5% menjadi US$110,69. Momentum kenaikan terus berlanjut di saham Apple Inc.

Saham Apple naik 3,8% menjadi US$589,58 setelah komentar positif dari analis. Morgan Stanley dan Genuity Canaccord mengangkat target harga mereka terhadap saham Apple di atas US$700.

Saham Apple naik sekitar 46% sepanjang 2012."Kami khawatir langkah di Apple telah menjadi sedikit terlalu banyak, terlalu cepat untuk kenaikan saham, sehingga terlalu optimis," ujar Channing Smith Co-Manager The Capital Advisors Growth Fund Capital Advisors seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Saham JP Morgan juga terus melanjutkan kenaikan sebesar 1,3% pada Rabu (14/3/2012). Sepanjang tahun ini, saham JP Morgan telah naik 22%. Sementara itu, saham Citigroup turun 3,4% menjadi US$35,21.

Hal itu dengan pernyataan The Fed tentang sebagian besar bank-bank Amerika Serikat terbesar lulus tes tahunan untuk kekuatan modal. Tetapi ada beberapa yang gagal termasuk Citigroup Inc.

Saham NXP Semikonduktor naik 3,2% menjadi US$25,66 setelah Goldman Sachs menambahkan untuk keyakinan membeli dan menaikkan target harga menjadi US$30. Sementara itu, saham Zynga turun 0,2% menjadi US$13,35.

Volume perdagangan saham sekitar 7,45 miliar saham di bursa saham New York, American Stock Exchange, dan Nasdaq di bawah rata-rata harian tahun lalu 7,84 miliar saham.

Selain itu, bank sentral juga memperkirakan pertumbuhan moderat selama kuartal mendatang dengan tingkat pengangguran mengalami penurunan. [hid]

Imbal Hasil Investasi Negatif, Rupiah Bakal Lesu

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (15/3/2012) diprediksi melemah. Salah satunya, karena pasar cemas imbal hasil investasi menjadi negatif seiring penaikan harga BBM bersubsidi.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi pelemahan rupiah hari ini, salah satunya dipicu oleh prospek kebijakan moneter AS yang masih menjadi fokus utama. Sebab, semalam, Gubernur The Fed Ben Bernanke memberikan pidato yang sudah diperkirakan menegaskan tidak adanya Quantitative Easing (QE) tahap ketiga.

Apalagi, lanjutnya, jika Bernanke mengulangi pernyataan pekan lalu soal adanya tekanan inflasi akibat kenaikan harga minyak global. Kondisi ini masih menopang performa dolar AS. "Karena itu, rupiah cenderung melemah dalam kisaran 9.140 dan akan hingga menguji level psikologisnya 9.200 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM.

Di sisi lain, lanjutnya, the Fed memang tidak menegaskan bakal adanya QE ketiga atau tidak. Hanya saja dengan terus membaiknya indikator ekonomi AS, membuat harapan itu semakin pudar. "Apalagi, data kemarin malam menunjukkan kenaikan data penjualan ritel AS," ujarnya. Dia menegaskan, membaiknya ekonomi AS mengurangi persepsi pelonggaran moneter lebih lanjut.

Sementara itu, kata dia, dari dalam negeri, pasar masih khawatir dengan efek inflasi seiring rencana penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). "Dalam pertemuan terakhir Bank Indonesia menyatakan, kalau pemerintah tetap menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar 33% pada bulan April yang disusul dengan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) inflasi bakal melewati target BI rate," ungkapnya.

Hal itu, lanjut Firman, akan membuat return (imbal hasil) investasi di Indonesia jadi negatif. "Suku bunga acuan BI saat ini 5,75%. Jika inflasi mencapai 6,5%, return investasi negatif (-0,75%). Faktor inilah yang diantisipasi pasar," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (14/3/2012) ditutup stagnan pada level 9.160 per dolar AS.

Pilihlah Saham Infrastruktur-Semen

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Kamis (15/3/2012) akan menguat. Saham pilihan berasal dari sektor infrastruktur dan industri.

Ariel Christian dari Lautandhana Securities mengatakan, uptrend indeks masih akan berlanjut seiring dengan penguatan bursa Amerika dan Eropa. “Ekses likuiditas di Eropa dan masih solidnya sektor keuangan AS (mayoritas bank AS lolos uji stress test ) membuat risk appetite investor kembali meningkat ke pasar negara berkembang,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Dengan tingkat suku bunga yang relatif tinggi dibanding suku bunga kawasan Eropa dan AS, Indonesia menjadi sasaran perpindahan ekses likuiditas dari developed market. Apalagi investor menangkap sinyal BI mulai menghentikan trend turun suku bunga acuan dan akan menggunakan instrument moneter lain untuk melawan inflasi.

“Kemungkinan besar BI akan menggunakan operasi pasar untuk meredam fluktuasi nilai tukar dan menggunakan kebijakan GWM rasio perbankan.”imbuhnya.

Namun pola uptrend ini masih cenderung rapuh karena masih tingginya kekhawatiran tekanan inflasi yang ditimbulkan dari rencana kenaikan BBM bersubsidi. “Saat ini IHSG masih bergerak naik karena adanya peningkatan risk appetite yang memungkinkan aliran dana dari developed market kembali ke emerging market.”katanya.

Selain itu sejumlah broker asing juga ‘sengaja’ memberi gambaran bahwa inflasi dari rencana kenaikan BBM dan TDL ini cukup terukur, namun BI harus bereaksi dengan menaikkan suku bunga acuan setidaknya 50 bsp , tidak cukup hanya dengan operasi pasar terbuka dan menaikkan GWM rasio perbankan.

“Spekulasi respon BI inilah yang mempengaruhi fluktuasi aliran dana asing dan aksi beli broker asing,”paparnya.

Ariel Christian melihat uptrend masih berlanjut namun menjelang realisasi kenaikan harga BBM bersubsidi trend IHSG akan cenderung sideways. Disarankan investor untuk melakukan pembelian secara selective. Terutama di sektor infrastruktur dan industri terkait .[nat]

Sepanjang 2012, harga emas diramal melonjak 21%

Sepanjang 2012, harga emas diramal melonjak 21%
NEW YORK. Harga emas dunia diprediksi akan mencatatkan kenaikan sebesar 21% di sepanjang 2012. Dengan demikian, sudah 12 tahun berturut-turut pasar emas dunia menorehkan reli.

Dalam hasil survei Bloomberg Link Precious Metals Conference kemarin di New York, 14 responden memprediksi, harga emas akan naik ke level US$ 1.897 per troy ounce di New York pada 31 Desember 2012 mendatang dari posisi US$ 1.566,80 pada akhir 2011.

Ada beberapa faktor yang mendorong lonjakan harga emas. Pertama, permintaan emas dunia semakin meningkat seiring langkah Eropa untuk menangani krisis utang. Kedua, ekspansi perekonomian China melambat. Ketiga, bank sentral di AS hingga Inggris tetap menahan suku bunga acuan di level rendah. Selain itu, bank sentral dunia teru menambah cadangan emasnya.

"Ada perubahan signifikan yang terjadi di dunia. Emas sudah menjadi alat investasu, aset, dan investor terus menimbunnya setiap tahun. Bank sentral banyak yang menambah kepemilikan emasnya karena mereka tidak yakin bagaimana pergerakan euro dalam lima tahun ke depan," jelas Martin Murenbeeld, chief economist DundeeWealth Inc.

Catatan saja, harga kontrak emas suadh reli 4,9% di sepanjang tahun ini menjadi SU$ 1.642,90 per troy ounce di New York.

Ruang Gerak IHSG Mulai Terbatas

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menanjak 45 poin atas ramainya aksi beli di berbagai lapisan saham. Sentimen positif datang dari pasar saham global dan regional.

Menutup perdagangan, Rabu (13/3/2012), IHSG menanjak 45,684 poin (1,14%) ke level 4.054,326. Sementara Indeks LQ 45 melesat 8,991 poin (1,30%) ke level 702,036.

Semalam, bursa saham Wall Street mengakhiri reli lima hari dengan koreksi tipis pada perdagangan Rabu waktu setempat. Investor sudah kehabisan katalis untuk melanjutkan penguatan.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 16,42 poin (0,12%) ke level 13.194,10. Indeks The Standard & Poor's 500 menipis 1,67 poin (0,12%) ke level 1.394,28. Indeks Komposit Nasdaq menguat tipis 0,85 poin (0,03%) ke level 3.040,73.

Hari ini, indeks diperkirakan masih akan menguat namun dengan ruang gerak yang terbatas. Bantuan sentimen positif dari regional dan global belum terasa.

Bursa di regional bergerak mixed:
  • Indeks Nikkei 225 naik 79,66 poin (0,79%) ke level 10.130,18.
  • Indeks Straits Times turun tipis 3,09 poin (0,10%) ke level 3.023,31.

Rekomendasi saham hari ini:
eTrading Securities
Secara teknikal, IHSG mengalami kenaikan tertinggi dalam hampir satu minggu terakhir diikuti dengan kenaikan volume. Indikator stochastic bergerak uptrend di di area overbought sementara RSI masih bergerak uptrend. Pada perdagangan Kamis (15/3), IHSG diperkirakan akan menguat terbatas dan bergerak dikisaran 3,963-4,090 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBCA, MAIN, dan SMGR.

Panin Sekuritas
IHSG berhasil naik besar dan menembus resistance jangka pendek. Beberapa sentimen positif berhasil mendorong indeks menguat antara lain data penjualan ritel Amerika Serikat diatas ekspektasi, hasil stress test The Fed, turunnya unemployment rate, serta berita positif dari Eropa antara lain disetujuinya bailout Yunani. Hari ini kami perkirakan indeks akan kembali bergerak menguat melanjutkan rally kemarin. Meski demikian, kami melihat ruang gerak indeks relatif terbatas. IHSG diproyeksikan bergerak pada kisaran support-resistance 4.025-4.075. Saham pilihan : SMGR, EXCL, JSMR, MTLA, BVIC

(ang/ang)

Harga minyak dekati level terendah dalam sepekan

Harga minyak dekati level terendah dalam sepekan
MELBOURNE. Harga kontrak minyak pagi ini diperdagangkan mendekati level terendah dalam sepekan terakhir di New York. Pada pukul 09.50 waktu Sydney, harga kontrak minyak untuk pengantaran April naik 31 sen menjadi US$ 105,74 sebarel di New York Mercantile Exchange. Kemarin, harga minyak turun US$ 1,28 menjadi US$ 105,43 per barel. Ini merupakan level terendah sejak 6 maret lalu. Sedangkan sepanjang tahun ini, harga minyak sudah naik 7%.

Sementara itu, harga minyak jenis Brent untuk pengantaran April turun US$ 1,25 atau 1% menjadi US$ 124,97 sebarel di ICE Futures Europe exchange, London.

Penurunan harga minyak terjadi setelah investor bertaruh cadangan minyak dunia mencatatkan kenaikan setelah AS dan Arab Saudi menegaskan akan menggantikan kekurangan suplai pengiriman minyak dari Iran.

Sekadar informasi, data Departemen Energi AS menunjukkan, pada pekan lalu, cadangan minyak AS naik 1,8 juta barel ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Inilah Saham Pilihan Kamis (15/3)

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Kamis (15/3/2012) diperkirakan akan melanjutkan penguatan dengan kisaran 4.025-4.075.

Demikian dikatakan analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, kemarin. "Meski demikian, kami melihat ruang gerak indeks relatif terbatas. Saham pilihan seperti SMGR, EXCL, JSMR, MTLA, BVIC," katanya.

IHSG kemarin ditutup menguat 45,68 poin atau 1,1% ke 4.054,33. Volume perdagangan 3,3 miliar saham senilai Rp5,1 triliun. IHSG mengalami net foreign buy Rp1,5 triliun.

IHSG berhasil naik besar dan menembus resistance jangka pendek. Beberapa sentimen positif berhasil mendorong indeks menguat antara lain data penjualan ritel Amerika Serikat dia tas ekspektasi, hasil stress test The Fed, turunnya unemployment rate, serta berita positif dari Eropa antara lain disetujuinya bailout Yunani.

Sementara praktisi pasar modal, Iwan Firmansyah merekomendasikan saham INCO dengan area beli di 3.500-3.550 dengan target harga di 3.750. Saham GGRM dengan area beli 56.200 dengan target di 59.850. Saham ASII dengan area beli di 73.200 dengan target harga di 75.150.

Sedangkan analis saham AM Capital, Andre Mahardika merekomendasikan saham TLKM yang memiliki sinyal beli di 6.750-6.800 dan jual di 6.950-7.050 serta stop loss di 6.550. Secara teknikal saham TLKM berpotensi bullish jangka pendek pada trend jenuh jual, ada indikasi saham TLKM menuju resistence terdekat. "Saya menyimpulkan saham TLKM bisa buat jangka pendek," jelasnya.

Menunggu hasil stress test, Wall Street melorot

Menunggu hasil stress test, Wall Street melorot
NEW YORK. Setelah mencatatkan rei selama lima hari, tadi malam, indeks Standard & Poor's ditutup memerah. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,1% menjadi 1.394,28. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,1% menjadi 13.194,10.

Sejumlah saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa AS antara lain Citigroup Inc dan MetLife Inc yang turun lebih dari 3,3%. Sedangkan Bank of America Corp dan Zions Bancorporation naik setidaknya 4,1%.

Rupanya, pergerakan naik turun indeks seiring langkah wait and see investor terhadap hasil stress test perbankan. "Ini merupakan isu mengenai tingkat kepercayaan. Sedikit demi sedikit, segala sesuatu kian membaik. Anda memiliki simbol pengumumuman dalam jangka pendek seperti hasil stress test The Fed. Jangka panjang, pasar saham akan bergerak lebih tinggi. Pertanyaannya adalah siapa yang siap bertransaksi di jangka pendek dan siapa yang siap di jangka panjang," urai Robert Zagunis, manager Jensen Investment Management Inc.

Sekadar informasi, sebelumnya, the Fed bilang bahwa 15 dari 19 perbankan akan mampi mempertahankan modal kerjanya di atas ketentuan minimum bank sentral meskipun dalam skenario ekonomi terburuk, melakukan pembayaran dividen, serta membeli kembali saham.

IHSG Masih Ada Waktu Melanjutkan Bullish

INILAH.COM, Jakarta – Setelah tembus 4.040, potensi kenaikan indeks saham domestik selanjutnya dinilai masih sangat besar sebelum realisasi penaikan harga BBM bersubsidi. Seperti apa?

Vice President dan Senior Technical Analyst PT Samuel Securities Muhammad Alfatih mengatakan, setelah tembus level 4.040, target penguatan indeks berikutnya adalah 4.150. Kalaupun terjadi penurunan, hanya koreksi wajar.

Sementara itu, lanjutnya, faktor kenaikan harga BBM bersubsidi tentu berpengaruh di pasar. “Tapi, penaikan harga BBM baru terjadi satu April. Karena itu, ada waktu bagi IHSG untuk melanjutkan bullish-nya terlebih dahulu,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (14/3/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 45,68 poin (1,14%) ke level 4.054,326 dengan intraday teringgi 4.058,803 dan terendah 4.009.091. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang naik 8,99 poin (1,30%) ke level 702,036. Berikut ini wawanca lengkapnya:

IHSG menembus level tertinggi sebelumnya 4.040. Bagaimana Anda melihat arah berikutnya?
Ya. IHSG sudah sudah menembus level tertinggi sebelumnya 4.040. Hal ini menunjukkan bullish sangat kuat di pasar. Karena itu, potensi kenaikan indeks selanjutnya masih sangat besar.

Target resistance berikutnya?
Kalau kita lihat, pola-pola pergerakan dalam beberapa bulan terakhir, setelah tembus 4.040, menunjukkan bahwa target penguatan berikutnya adalah 4.150.

Level support-nya?
Karena indeks saat ini sudah menembus level 4.040-nya, kemungkinan besar indeks melanjutkan penguatan. Kalaupun ada koreksi, merupakan koreksi wajar. Sebab, level 4.040 saat ini menjadi support pertama dan 4.004 menjadi support kedua. Selama berada di atas kedua support tersebut, IHSG masih bullish.

Saham-saham pilihan Anda?
Saya menjatuhkan saham pilihan pada saham-saham di sektor perbankan. Saham-saham di sektor ini bisa di-hold untuk jangka pendek dalam 1-2 pekan jelang penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada 1 April 2012. Apalagi, secara teknikal, jelang target resistance 4.150 tercapai, pasar cenderung kembali melakukan penjualan.

Bagaimana dengan kecemasan pasar atas potensi lambungan inflasi BBM nantiknya?
Sementara itu, faktor kenaikan harga BBM bersubsidi tentu berpengaruh di pasar. Tapi, penaikan harga BBM baru terjadi satu April. Karena itu, ada waktu bagi IHSG untuk melanjutkan bullish-nya terlebih dahulu.

Kehabisan Katalis, Wall Street Bergerak Datar

Jakarta - Bursa saham Wall Street mengakhiri reli lima hari dengan koreksi tipis pada perdagangan Rabu waktu setempat. Investor sudah kehabisan katalis untuk melanjutkan penguatan.

Seluruh indeks utama di bursa paman sam itu bergerak datar, dengan perbandingan tiap satu saham menguat ada tiga saham yang melemah. Hal ini juga menunjukkan sinyal bahwa investor sudah menarik diri sejenak setelah adanya penguatan tinggi.

Indeks S&P 500 sempat menyentuh level intraday tertinggi di 1.399,42, posisi tertingginya sejak Juni 2008 sebelum akhirnya terkoreksi menjelang penutupan perdagangan. Level 1.400 bisa menjadi acuan untuk penguatan lanjutan.

Bruce McCain, Kepala Investasi Strategis dari Key Private Bank di Cleveland, Ohio, mengatakan saham-saham yang sudah naik tinggi tidak akan bertahan, sehingga menunjukkan pasar sedang mencari momentum untuk menguat lebih lanjut.

Akan tetapi, saham Apple Inc terus menguat, sehingga lumayan menutupi koreksi yang terjadi di saham-saham berkapitalisasi besar lainnya. Selama enam hari berturut-turut saham Apple menanjak 3,8% ke level US$ 589,58 setelah adanya rencana peluncuran iPad generasi III. Tahun ini saja, saham Apple sudah tumbuh 46%.

"Kami tidak khawatir dengan saham Apple yang terus-terusan menguat, bahkan terlalu cepat. Justru dengan pertumbuhannya itu, ekspektasinya akan jadi lebih positif," kata Channing Smith, Manajer Portofolio dari Capital Advisors Growth Fund di Tulsa, Oklahoma, dikutip dari Reuters, Kamis (15/3/2012).

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 16,42 poin (0,12%) ke level 13.194,10. Indeks The Standard & Poor's 500 menipis 1,67 poin (0,12%) ke level 1.394,28. Indeks Komposit Nasdaq menguat tipis 0,85 poin (0,03%) ke level 3.040,73.

(ang/ang)

Rabu, 14 Maret 2012

Ramai Aksi Beli, IHSG Menanjak 45 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 45 poin atas ramainya aksi beli di berbagai lapisan saham. Sentimen positif datang dari pasar saham global dan regional.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.160 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.170 per dolar.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 28,493 poin (0,71%) ke level 4.037,135 setelah merespon positif pergerakan Wall Street semalam. Bursa-bursa di Asia juga ikut melaju kencang.

Investor terlihat bersemangat hari ini, aksi jual pun marak terjadi sejak pagi tadi. Indeks terus bergerak ke atas dan sempat mendaki hingga ke posisi puncak hari ini di 4.058,803.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG mendaki 43,549 poin (1,09%) ke level 4.052,191 atas aksi borong saham oleh investor lokal dan asing. Indeks disemangati sentimen positif dari Amerika Serikat (AS).

Setelah naik cukup tinggi, laju penguatan indeks sedikit melambat. Investor sudah banyak memburu saham-saham murah di awal perdagangan.

Menutup perdagangan, Rabu (13/3/2012), IHSG menanjak 45,684 poin (1,14%) ke level 4.054,326. Sementara Indeks LQ 45 melesat 8,991 poin (1,30%) ke level 702,036.

Bursa saham Wall Street mencetak penguatan tertingginya di 2012 didorong oleh rencana penambahan dividen yang akan dilakukan oleh JPMorgan Chase & Co.

Selain itu, hasil stress test yang dilakukan The Federal Federal Reserve terhadap perbankan juga menunjukkan hasil positif. Ekonomi AS masih akan tumbuh meski dengan berbagai tantangan.

Sentimen positif ini menjadi penggerak pasar saham Asia sepanjang hari, tidak terkecuali IHSG. Aksi beli pun marak terjadi atas dorongan sentimen tersebut.

Investor asing dan lokal kembali semangat mengakumulasi saham di berbagai lapisan. Seluruh sektor industri di lantai bursa pun kompak menguat, dengan sektor aneka industri berada di paling depan.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 141.347 kali pada volume 3,353 juta lot saham senilai Rp 5,247 triliun. Sebanyak 142 saham naik, sisanya 82 saham turun, dan 99 saham stagnan.

Investor di regional mulai memanfatkan reli dengan mengambil untung, sehingga beberapa indeks di Asia terkena koreksi, seperti pasar saham China dan Hong Kong.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 64,57 poin (2,63%) ke level 2.391,23.
  • Indeks Hang Seng turun tipis 31,81 poin (0,15%) ke level 21.307,89.
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 151,44 poin (1,53%) ke level 10.050,52.
  • Indeks Straits Times menanjak 30,14 poin (1,01%) ke level 3.019,21.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 2.450 ke Rp 73.050, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 56.300, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 700 ke Rp 12.200, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 600 ke Rp 14.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Century Textille (CNTX) turun Rp 650 ke Rp 7.850, SMART (SMAR) turun Rp 100 ke Rp 5.900, Petrosea (PTRO) turun Rp 100 ke Rp 4.125, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 100 ke Rp 42.750.

(ang/dru)

Saham Bank Bawa Bursa Eropa Naik

Medium
INILAH.COM, London - Saham perbankan mendorong kenaikan bursa saham Eropa pada pembukaan perdagangan Rabu (14/3/2012) dengan penguatan yang dialami Wall Street.

Indeks FTSE naik 0,3% ke 5.974,69, indeks CAC naik 0,5% ke 3.567,94 dan indeks DAX naik 0,6% menjadi 7.036,99. Penguatan dialami saham HSBC Holdings Plc 0,3%, sahambanco Santander naik 1,1%, BNP Paribas naik 2,3%, saham Deutsche Bank naik 2,1%. Demikian mengutip marketwatch.com.

Pada perdagangan Selasa (13/3/2012), bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat karena JPMorgan yang mengumumkan akan menaikkan dividennya.

Wall Street pun mencatatkan kenaikan terbaik tahun ini. Indeks Dow Jones naik 217,97 poin atau 1,68% ke level 13.177,68. Indeks S&P 500 naik 24,86 poin atau 1,81% ke level 1.395,95. Indeks Nasdaq naik 56,22 poin atau 1,88% ke level 3.039,88.

Hasil rapat Bank Sentral AS menyatakan pertumbuhan ekonomi AS akan moderat untuk kuartal mendatang. Selain itu juga ada penurunan tingkat pengangguran walaupun masih tinggi di 8,3%. Untuk penjualan ritel AS mengalami kenaikan di bulan Februari. Data ini menunjukkan tumbuhnya tingkat kepercayaan warga AS untuk membeli barang.

Federal Reserve terpaksa mengumumkan hasil stress test dua hari lebih cepat dari jadwal setelah JPMorgan Chase mengumumkan telah lulus uji tersebut. Walaupun beberapa perusahaan mengalami kegagalan seperti Citigroup.

Hasil ini seiring dengan pertemuan Fed yang memberi sedikit sentimen positif terhadap ekonomi AS. Meskipun keputusannya tidak memberikan stimulus moneter lanjutan.

Bursa Asia pada hari ini mayoritas menguat seperti indeks Hang Seng naik 0,1%, indeks Nikkei naik 1,5%, indeks Shanghai turun 2,2%, indeks ASX naik 0,9%.

Angin segar dari AS bikin bursa Eropa menghijau

Angin segar dari AS bikin bursa Eropa menghijau
LONDON. Katalis positif dari AS pun ikut mendongkrak bursa Eropa. Pasar saham di benua biru itu lanjut reli untuk hari kedua. Kenaikan hari ini bahkan membawa indeks acuan saham di benua biru hampir menyentuh level tertinggi delapan bulan. Eropa Stoxx 600 Index naik 0,5% menjadi 270,95 pada pukul 8.10 waktu London.
Sementara itu, indeks Stoxx 50 naik 0,71%, lalu indeks FTSE 100 menguat 0,32%, dan indeks DAX reli 0,69%. Pasar saham optimis, setelah Federal Reserves menaikkan penilaian terhadap perekonomian AS.
Kemarin, The Federal Open Market Committee (FOMC) menyebut, gejolak di pasar keuangan global telah mereda dan pasar tenaga kerja mulai menunjukkan pemulihan. Pada saat yang sama, The Fed menyebut, tingkat pengangguran masih tinggi, dan risiko penurunan yang signifikan tetap ada. Tak heran, Ketua Federal Reserve Ben S. Bernanke tetap berencana mempertahankan suku bunga di dekat nol setidaknya hingga 2014.

"Kami sekarang punya pemahaman yang lebih jelas bagaimana posisi The Fed. Apa yang bisa lebih baik dari pertumbuhan ekonomi yang jelas, dengan tingkat bunga rendah?" ujar Chris Weston, trader di IG Markets, Melbourne.

Selain itu, pasar saham kian optimis lantaran sentimen yang muncul dari Eropa juga positif. Peringkat utang Yunani diangkat keluar dari kategori default oleh Fitch Ratings. Ini lantaran optimisme restrukturisasi utang akan mengurangi risiko gagal bayar Yunani.

IHSG Sesi I Ditutup Naik 1,09% Tembus 4.052,19

INILAH.COM, Jakarta - Pada sesi I perdagangan Rabu (14/3/2012) ini IHSG ditutup naik 1,09% ke level 4.052,19.

IHSG siang ini kembali menembus level tertinggi barunya tahun ini yang disebabkan penguatan saham regional dan global. Di Asia siang ini, Nikkei naik 1,89%, Hang Seng naik 1,28%, dan Shanghai naik 0,74%.

Saham sektor industri dasar memimpin kenaikan indeks siang ini dengan MISC-IND naik 2,76%, BASIC-IND naik 1,90%, manufaktur naik 1,76% dan keuangan naik 1,26%. diikuti Sebanyak 145 saham naik siang ini, 75 saham turun, dan 92 saham stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 1,32% ke level 702,17, sedang JII naik 1,32% ke level 575,72.

Volume perdagangan siang ini sebanyak 1,79 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,65 triliun. Asing mencatatkan net buy sebesar Rp865,41 miliar siang ini.

Bursa AS dan Eropa bergerak menguat signifikan semalam memfaktorkan sentimen positif dari rilis data retail sales AS di bulan Februari yang tumbuh lebih tinggi dari ekspektasi. Bursa AS meneruskan penguatannya di akhir sesi khususnya sektor banking memfaktorkan pernyataan The Fed tentang outlook ekonomi AS yang semakin membaik dan rilis hasil stress test perbankan di AS yang positif. Harga minyak menguat tipis semalam ke level US$106,7/barel diikuti oleh beberapa komoditas metal lainnya seperti Nikel +1% dan Timah +3,3%.

Saham-saham yang menguat tajam siang ini adalah ASII yang naik 2,97%, IMAS naik 3,92%, GGRM naik 0,90%, SMGR naik 4,34%, INTP naik 2,22%, dan UNVR naik 2,03%.

Investor Borong Saham, IHSG Mendaki 43 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendaki 43 poin atas aksi borong saham oleh investor lokal dan asing. Indeks disemangati sentimen positif dari Amerika Serikat (AS).

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 28,493 poin (0,71%) ke level 4.037,135 setelah merespon positif pergerakan Wall Street semalam. Bursa-bursa di Asia juga ikut melaju kencang.

Investor terlihat bersemangat hari ini, aksi jual pun marak terjadi sejak pagi tadi. Indeks terus bergerak ke atas dan sempat mendaki hingga ke posisi puncak hari ini di 4.058,803.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (13/3/2012), IHSG mendaki 43,549 poin (1,09%) ke level 4.052,191. Sementara Indeks LQ 45 melaju 9,123 poin (1,32%) ke level 702,168.

Aksi beli langsung marak dilakukan investor asing dan lokal. Seluruh lapisan saham diincar para pemodal sehingga semua indeks sektoral pun menguat.

Poin yang dicetaknya pun cukup tinggi, bahkan indeks sektor industri dasar dan aneka industri melompat hingga lebih dari dua persen. Tak satu pun sektor yang jatuh ke zona merah, semuanya kompak berjalan di jalur hijau.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 87.445 kali pada volume 2,05 juta lot saham senilai Rp 2,827 triliun. Sebanyak 138 saham naik, sisanya 67 saham turun, dan 83 saham stagnan.

Rata-rata bursa di Asia menanjak dengan penguatan lebih dari satu persen. Sentimen positif dari Wall Street membuat investor bersemangat karena menjadi sinyal pemulihan ekonomi di AS.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 18,27 poin (0,74%) ke level 2.474,07.
  • Indeks Hang Seng menanjak 273,70 poin (1,28%) ke level 21.613,40.
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 175,81 poin (1,78%) ke level 10.074,89.
  • Indeks Straits Times menguat 34,60 poin (1,16%) ke level 3.023,67.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 2.100 ke Rp 72.700, Indomobil (IMAS) naik Rp 550 ke Rp 14.550, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 500 ke Rp 12.000, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 55.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 100 ke Rp 52.700, Modern International (MDRN) turun Rp 50 ke Rp 2.750, Indofood (INDF) turun Rp 50 ke Rp 5.000, dan Fastfood (FASW) turun Rp 50 ke Rp 2.400.

(ang/dru)

Fed Perketat Moneter, Rupiah Bakal Lesu

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (14/3/2012) diprediksi melemah. Sinyal pengetatan moneter dari Bank Sentral AS jadi angin segar bagi dolar AS.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan. Menurutnya, jika memang terdapat sinyal dari Bank Sentral AS untuk tahap awal mereduksi stimulus ataupun likuiditas yang sudah digelontorkan selama ini akan memperkuat dolar AS dan jadi tekanan bagi rupiah.

"Karena itu, rupiah cenderung melemah dalam kisaran level atas 9.190-9.200 dan 9.145 sebagai level bawahnya,” katanya kepada INILAH.COM.

Christian menegaskan, karena pengetatan moneter merupakan tahap awal dari perubahan kebijakan yang tadinya pelonggaran, bisa mengubah arah dolar AS. "Sebab, sejak 2008, dolar AS melemah tajam seiring diberlakukannya Quantitative Easing (QE)," papar Christian.

Menurutnya, jika kebijakan The Fed berbalik menjadi pengetatan moneter, dolar AS akan berbalik arah menjadi penguatan sehingga jadi tekanan bagi rupiah.

Sementara itu, sentimen dari Uni Eropa, para menteri keuangan baru saja menyetujui paket bailout untuk Yunani senilai 130 miliar euro. "Ini seharusnya jadi sentimen positif di market tapi sudah terdiskon," ucapnya.

Tapi, di sisi lain, para menteri keuangan Uni Eropa akan membekukan dana pengembangan Hongaria, sebesar 495 miliar euro setelah negara tersebut gagal memperkecil defisit anggarannya.

Lalu, dari Spanyol para menteri keuangan Eropa menginginakan negeri matador itu memotong anggaran sebesar 0,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB). "Tapi, Spanyol secara keseluruhan masih terkontrol jika bisa menjaga defisit anggaran sesuai dengan keinginan Uni Eropa. Jadi, sentimen dari Eropa secara keseluruhan sudah cukup stabil," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah pada kontrak harga emas di London, Selasa (13/3/2012) ditutup melemah tipis 2 poin (0,021%) ke level 9.160/9.170 per dolar AS.

IHSG Tertekan, Trading Pada Saham di Area Support

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik pada Rabu (14/3/2012) berpeluang melemah. Investor pun disarankan trading pada saham-saham yang masih di area support.

Alwi Assegaff, analis dari Universal Broker Indonesia mengatakan, IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi terkoreksi lagi. “Hal ini didukung secara teknikal, dimana indikator stockhastic menunjukkan IHSG sudah overbought,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Kemarin, IHSG memang melanjutkan penguatan, tapi tertahan di area resistant 4.008. Penutupan di garis resistant, diiringi volume transaksi yang menurun ini, membuat konfirmasi pembalikan arah/trend IHSG menjadi kurang kuat sinyalnya.

Selain itu, sentimen negatif kemungkinan muncul dari persepsi pasar atas keputusan Fed Meeting (selasa malam waktu Washington). Ekspektasi pasar adalah The Fed akan mengumumkan paket stimulus jilid tiga.

Tapi, harapan peluncuran program quantitative easing jilid tiga versi The Fed melemah. Pemicunya adalah rilis data-data ekonomi AS yang menunjukkan bahwa pemulihan sedang berlangsung. “Indikasi terlihat pada data non farm payroll AS pekan lalu yang membaik, meskipun unemployment masih relatif tinggi,”paparnya.

Dengan indikator teknikal yang overbought, sementara kenaikan IHSG tertahan tepat di garis resistant, pelaku pasar masih akan tetap dengan pola-pola trading. “Kecenderungan profit taking menurun, karena masih ada peluang 50% trend bullish akan berlanjut,”imbuhnya.

Namun, jika sentimen dari pasar AS cenderung negatif terkait keputusan The Fed, IHSG berpotensi balik ke support 3970. Jika support tersebut tembus, trend bearish akan kembali muncul karena selanjutnya IHSG bisa kembali mengarah ke 3920.

Di tengah situasi ini, Alwi merekomendasikan investor untuk tetap trading pada saham-saham yang masih di area support , karena jika trend berbalik arah menjadi bearish, biaya stop loss-nya masih cenderung murah.

Salah satu pilihannya untuk trading buy adalah Aneka Tambang (ANTM), karena karena dekat di area support 1.840. Sehingga stop lossnya masih murah, meski trading.

Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga menjadi pilihan karena ada potensi penguatan ke arah 7000 lagi. “Stop loss di area break out 6.650,”tutupnya.

Pada perdagangan Selasa (13/3), Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 21,30 poin (0,53%) ke level 4.008,642. Volume perdagangan mencapai 2,7 miliar saham senilai Rp3,8 triliun.

Tercatat 147 saham menguat, 79 saham menurun dan 118 saham stagnan. Adapun aksi beli asing mendominasi, dengan net foreign buy mencapai Rp809,5 miliar dengan pembelian Rp2,1 triliun dan penjualan Rp1,3 triliun. [nat]

Sentimen Positif Wall Street Dorong IHSG

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil menembus kembali level 4.000 setelah melaju 21 poin. Indeks disemangati penguatan bursa-bursa di Asia.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (13/3/2012), IHSG ditutup melaju 21,296 poin (0,52%) ke level 4.008,642. Sementara Indeks LQ 45 naik 3,670 poin (0,53%) ke level 693.045.

Semalam, bursa saham Wall Street mencetak penguatan tertingginya di 2012 didorong oleh rencana penambahan dividen yang akan dilakukan oleh JPMorgan Chase & Co.

Selain itu, hasil stress test yang dilakukan The Federal Federal Reserve terhadap perbankan juga menunjukkan hasil positif. Ekonomi AS masih akan tumbuh meski dengan berbagai tantangan.

Sentimen positif ini diprediksi akan mendorong IHSG ke zona hijau. Seperti yang sudah terlihat di pergerakan bursa-bursa regional.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi ini:
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 189,19 poin (1,91%) ke level 10.088,27.
  • Indeks Straits Times menanjak 30,73 poin (1,03%) ke level 3.019,80.

Rekomendasi saham hari ini:
eTrading Securities
Secara teknikal, IHSG kembali melanjutkan penguatannya dengan candlestick yang berbentuk full candle yang mengindikasikan tingginya tekanan beli.

Indikator stochastic terlihat masih bergerak uptrend dan RSI berhasil membentuk goldencross.

Pada perdagangan Rabu (14/3) IHSG berpotensi melanjutkan kenaikannya dan diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,935-4,030.

Panin Sekuritas
IHSG kemarin bergerak menguat ditengah optimisme akan penyelesaian bailout Yunani ditengah berita negatif perlambatan ekonomi China. Disisi lain juga terlihat indeks sepanjang sesi 2 tampak kesulitan bertahan di atas level 4.000 sebelum akhirnya ditarik naik menjelang penutupan. Meski sukses ditutup di atas level 4.000, kami melihat ruang naik bagi indeks relatif terbatas. Kenaikan indeks didorong oleh naiknya saham lapis 2 dan 3. Sementara saham bluechip relatif terbatas ruang geraknya. Kami proyeksikan indeks hari ini akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada kisaran support-resistance 3.987-4.020.
Saham pilihan: INTP, SMGR, MAIN, MDLN, CLPI

(ang/ang)

Dow Jones melejit ke level tertinggi sejak 2007

Dow Jones melejit ke level tertinggi sejak 2007
NEW YORK. Bursa Wall Street sumringah, setelah data penjualan ritel Amerika Serikat menunjukkan hasil yang menggembirakan. Alhasil, indeks Dow Jones Industrial Average melompat ke level tertinggi sejak 2007.

Pada penutupan perdagangan pukul 4 sore di New York, indeks Dow Jones maju 1,7% ke posisi 13.177,69. Sementara, indeks Standard & Poor’s 500 melejit 1,8$ ke level 1.395,95, dan indeks Nasdaq naik 1,9% ke 3.039,88. Seluruh sektor saham yang diperdagangkan di S&P 500 menghijau, dipimpin sektor keuangan, industri, dan teknologi.

Pasar saham sumringah, setelah AS merilis data penjualan ritel yang meningkat 1,1% pada Februari lalu. Ini merupakan kenaikan terbesar selama lima bulan terakhir.

Sentimen di pasar juga terdongkrak karena JPMorgan Chase & Co. meningkatkan besaran pembagian dividennya. Saham JPMorgan pun berhasil melejit 7%. Diikuti, saham Bank of America Corp. dan Goldman Sachs Group Inc. yang masing-masing naik 6,2%.

Federal Reserve menaikkan penilaian ekonomi, karena pasar tenaga kerja mulai menunjukkan sinyal penguatan. The Fed menyatakan, 15 dari 19 bank terbesar AS, dapat mempertahankan tingkat modal yang memadai bahkan dalam skenario resesi, di mana mereka harus melanjutkan pembayaran dividen dan pembelian saham kembali (buyback).