Date : Jan 07 2011, 08:57
Title : News Story
Header : JSMR anggarkan Rp 125 miliar untuk capex non-tol
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menganggarkan dana Rp 125 miliar untuk
belanja modal alias capital expenditure (capex) proyek di luar jalan tol.
Proyek non-tol yang akan kebagian capex antara lain pembangunan tempat
istirahat dan pelayanan atau yang lazim disebut rest area serta memodali
pendirian anak perusahaan.
Direktur Keuangan JSMR Reynaldi Hermansyah menuturkan, dana investasi
non-tol itu merupakan bagian dari total anggaran capex 2011 ini yang nilai
totalnya mencapai Rp 6,2 triliun. "Dana itu akan digunakan untuk membentuk anak
perusahaan dan pembangunan TIP," ujar dia, beberapa waktu lalu.
Anak perusahaan yang akan dibentuk JSMR adalah sebuah perusahaan properti,
berkongsi dengan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP). Perusahaan hasil patungan
dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu akan menggarap kawasan hunian serta
kawasan pusat komersial dan bisnis.
Lokasi proyek berada di sekitar Surabaya-Mojokerto, tak jauh dari proyek
tol JSMR. Reynaldi mengaku, rencana pembentukan anak perusahaan properti masih
dalam tahap studi kelayakan. Dalam rencana semula, JSMR menargetkan pembentukan
anak perusahaan sudah terealisasi pada Desember 2010 lalu.
JSMR juga berniat menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) untuk
mendirikan perusahaan yang mengembangkan bisnis informasi teknologi.
Pembentukan perusahaan yang akan bermain di bisnis serat optik itu masih di
tahap studi kelayakan.
Proyek lain JSMR di luar pembangunan tol adalah membuat rest area di KM 88
ruas tol Cipularang di kedua arahnya, baik dari dan menuju Bandung. Total luas
lahan rest area 40 hektare.
[ Amailia Putri Hasniawati ]
KONTAN Fri, 07 Jan 2011 ( 08:45:23 WIB )
=======================================================================================
High risk high return, high return high lost.
So be careful in making investments.
Investment in yours hands. Good luck & do the best . . . . . . . .
Jumat, 07 Januari 2011
Penurunan harga minyak dan outlook otomotif AS bikin bursa Jepang naik turun
Date : Jan 07 2011, 08:56
Title : News Story
Header : Penurunan harga minyak dan outlook otomotif AS bikin bursa Jepang naik turun
Story
=======================================================================================
TOKYO. Pagi ini, bursa Jepang mengalami fluktuasi hebat. Saham-saham
perusahaan trader komoditas mengalami penurunan setelah terjadinya harga minyak
dan logam. Sementara, saham-saham produsen mobil mengalami kenaikan karena
outlook positif permintaan AS.
Saham yang mencatatkan penurunaan antara lain Mitsubishi Corp, yang
merupakan perusahaan trader komoditas terbesar Jepang, yang pahi ini turun
0,8%. Inpex Corp juga mencatatkan penurunan sebesar 1% setelah melorotnya harga
minyak dan logam. Sementara itu, Toyota Motor Corp berhasil naik 1,2% setelah
sejumlah analis bilang, perakitan mobil di Amerika Utara kemungkinan akan naik
5% tahun ini.
Pada pukul 09.18 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,2%
menjadi 10.507,63. Sementara, indeks Topix tak banyak mengalami perubahan do
level 924,14.
"Saat ini, sepertinya investor memilih untuk melihat dan menunggu data
lapangan kerja yang bakal dirilis dalam waktu dekat. Ada pula kecemasan
overheating dalam jangka pendek," jelas Juichi Wako, senior strategist Nomura
Holdings Inc.
Asal tahu saja, sejumlah ekonom memprediksi, data yang dirilis Departemen
Tenaga Kerja AS hari ini akan menunjukkan adanya penambahan lapangan kerja di
AS pada Desember 2010.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Fri, 07 Jan 2011 ( 08:23:10 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Penurunan harga minyak dan outlook otomotif AS bikin bursa Jepang naik turun
Story
=======================================================================================
TOKYO. Pagi ini, bursa Jepang mengalami fluktuasi hebat. Saham-saham
perusahaan trader komoditas mengalami penurunan setelah terjadinya harga minyak
dan logam. Sementara, saham-saham produsen mobil mengalami kenaikan karena
outlook positif permintaan AS.
Saham yang mencatatkan penurunaan antara lain Mitsubishi Corp, yang
merupakan perusahaan trader komoditas terbesar Jepang, yang pahi ini turun
0,8%. Inpex Corp juga mencatatkan penurunan sebesar 1% setelah melorotnya harga
minyak dan logam. Sementara itu, Toyota Motor Corp berhasil naik 1,2% setelah
sejumlah analis bilang, perakitan mobil di Amerika Utara kemungkinan akan naik
5% tahun ini.
Pada pukul 09.18 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,2%
menjadi 10.507,63. Sementara, indeks Topix tak banyak mengalami perubahan do
level 924,14.
"Saat ini, sepertinya investor memilih untuk melihat dan menunggu data
lapangan kerja yang bakal dirilis dalam waktu dekat. Ada pula kecemasan
overheating dalam jangka pendek," jelas Juichi Wako, senior strategist Nomura
Holdings Inc.
Asal tahu saja, sejumlah ekonom memprediksi, data yang dirilis Departemen
Tenaga Kerja AS hari ini akan menunjukkan adanya penambahan lapangan kerja di
AS pada Desember 2010.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Fri, 07 Jan 2011 ( 08:23:10 WIB )
=======================================================================================
Inflasi tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 7%
Date : Jan 07 2011, 08:54
Title : News Story
Header : Inflasi tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 7%
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Inflasi bakal kembali berlari kencang tahun ini. Diperkirakan
inflasi bisa mencapai kisaran 7% hingga 8%.
Direktur Bidang Perencanaan Makro Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
(Bappenas) Bambang Prijambodo menduga, inflasi tahun ini lebih dari 7%.
"Mungkin bisa tembus hingga kisaran 7,5%," katanya, Kamis (6/1).
Dugaan ini lantaran gejolak harga komoditi cukup tinggi. Lebih lagi,
Bambang menilai ada gangguan produksi di dalam negeri.
Selain itu, faktor pendorong lainnya adalah realisasi pembatasan bahan
bakar minyak (BBM) subsidi. Bambang mengatakan, realisasi pembatasan BBM
subsisi ini akan memicu kenaikan harga lainnya.
Kendati inflasi menembus 7%, Bambang menganggap belum tentu membahayakan
perekonomian. Sebab, menurutnya, pemerintah dan Bank Indonesia akan berusaha
menjaga inflasi.
Pengamat ekonomi Ahmad Erani juga setali tiga uang. Menurut
perhitungannya, jika pemerintah mengambil kebijakan membatasi konsumsi BBM
subsidi untuk kendaraan plat hitam 2005 saja maka inflasi bisa mencapai level
sekitar 7% hingga 8% saat kebijakan itu telah diberlakukan. "Kalau untuk
seluruh plat hitam tentu akan jauh lebih tinggi," katanya.
Untuk itu, Erani menyarankan, jika pemerintah benar akan memberlakukan
kebijakan tersebut, sebaiknya dilakukan secara bertahap. "Misalkan, tahun 2011
pembatasan bagi kendaraan diatas 2005, kemudian, tahun 2012 kendaraan diatas
tahun 2000, kemudian tahun 2013 untuk semua mobil pribadi, dan tahun 2014 untuk
semua mobil termasuk transportasi publik," katanya.
[ Irma Yani ]
KONTAN Thu, 06 Jan 2011 ( 16:45:25 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Inflasi tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 7%
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Inflasi bakal kembali berlari kencang tahun ini. Diperkirakan
inflasi bisa mencapai kisaran 7% hingga 8%.
Direktur Bidang Perencanaan Makro Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
(Bappenas) Bambang Prijambodo menduga, inflasi tahun ini lebih dari 7%.
"Mungkin bisa tembus hingga kisaran 7,5%," katanya, Kamis (6/1).
Dugaan ini lantaran gejolak harga komoditi cukup tinggi. Lebih lagi,
Bambang menilai ada gangguan produksi di dalam negeri.
Selain itu, faktor pendorong lainnya adalah realisasi pembatasan bahan
bakar minyak (BBM) subsidi. Bambang mengatakan, realisasi pembatasan BBM
subsisi ini akan memicu kenaikan harga lainnya.
Kendati inflasi menembus 7%, Bambang menganggap belum tentu membahayakan
perekonomian. Sebab, menurutnya, pemerintah dan Bank Indonesia akan berusaha
menjaga inflasi.
Pengamat ekonomi Ahmad Erani juga setali tiga uang. Menurut
perhitungannya, jika pemerintah mengambil kebijakan membatasi konsumsi BBM
subsidi untuk kendaraan plat hitam 2005 saja maka inflasi bisa mencapai level
sekitar 7% hingga 8% saat kebijakan itu telah diberlakukan. "Kalau untuk
seluruh plat hitam tentu akan jauh lebih tinggi," katanya.
Untuk itu, Erani menyarankan, jika pemerintah benar akan memberlakukan
kebijakan tersebut, sebaiknya dilakukan secara bertahap. "Misalkan, tahun 2011
pembatasan bagi kendaraan diatas 2005, kemudian, tahun 2012 kendaraan diatas
tahun 2000, kemudian tahun 2013 untuk semua mobil pribadi, dan tahun 2014 untuk
semua mobil termasuk transportasi publik," katanya.
[ Irma Yani ]
KONTAN Thu, 06 Jan 2011 ( 16:45:25 WIB )
=======================================================================================
Kamis, 06 Januari 2011
Banjir di Australia membuat harga batubara makin membara
Date : Jan 06 2011, 12:37
Title : News Story
Header : Banjir di Australia membuat harga batubara makin membara
Story
=======================================================================================
BANGKOK. Harga kokas batubara internasional mulai meningkat seiring
bencana banjir yang melanda Queesland, Australia. Banpu Pcl dan beberapa
produsen batubara lainnya di Thailand menaikkan harga batubaranya, setelah
Australia menaikkah harga bahan bakar pembangkit listriknya.
Banpu menaikkan harga jual batubara 1,2% menjadi 860 bath pada waktu
setempat. Lanna Resources Pcl, produsen batubara terbesar kedua di Thailand
menaikkan harga 2% menjadi 20,3 bath, dan menjadi harga kontrak tertinggi sejak
8 November 2010.
Sementara Asia Green Energy Plc menaikkah harga jual kokas batubaranya
4,9% menjadi 17 bath.
[ Rizki Caturini ]
KONTAN Thu, 06 Jan 2011 ( 12:13:53 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Banjir di Australia membuat harga batubara makin membara
Story
=======================================================================================
BANGKOK. Harga kokas batubara internasional mulai meningkat seiring
bencana banjir yang melanda Queesland, Australia. Banpu Pcl dan beberapa
produsen batubara lainnya di Thailand menaikkan harga batubaranya, setelah
Australia menaikkah harga bahan bakar pembangkit listriknya.
Banpu menaikkan harga jual batubara 1,2% menjadi 860 bath pada waktu
setempat. Lanna Resources Pcl, produsen batubara terbesar kedua di Thailand
menaikkan harga 2% menjadi 20,3 bath, dan menjadi harga kontrak tertinggi sejak
8 November 2010.
Sementara Asia Green Energy Plc menaikkah harga jual kokas batubaranya
4,9% menjadi 17 bath.
[ Rizki Caturini ]
KONTAN Thu, 06 Jan 2011 ( 12:13:53 WIB )
=======================================================================================
TLKM
INTP
BRMS
Mencermati saham BRMS, saham ini mengincar saham Newmont Mining bila ANTM tidak ikut serta dalam pembelian saham Newmont Mining. Maka kesempatan BRMS dalam membeli saham itu menjadi tinggi.Recoment : Hold
BUMI

Wow... harga batubara naik sampai 130 matrix per ton, ini mengakibatkan sektor batubara naik tajam. Saham BUMI umpananya, saham BUMI akan menguji level resistant 3500. berhati-hatilah dalam mengambil posisi Buy. Karena kesempatan untuk naiknya mulai tipis.saham BRON, HRUM, ITMG, UNTR, ADRO, BUMI. jadi berhati-hatilah dalam mengambil posisi sektor batubara.
Recoment Sell 3500.
BBRI
JSX
ICBP
Harga karet terus menguat dalam tiga hari ke level US% 5.254 per metrik ton
Date : Jan 06 2011, 09:24
Title : News Story
Header : Harga karet terus menguat dalam tiga hari ke level US% 5.254 per metrik ton
Story
=======================================================================================
TOKYO. Harga karet naik mengalami kenaikan dalam tiga hari terakhir akibat
optimisme pasar terbentuk setelah melihat data perekonomian AS mengalami
pertumbuhan. Hal ini meningkatkan ekspektasi permintaan karet akan naik
ditengah seretnya pasokan global.
Harga pengiriman karet pada Juni 2011 naik 2,2% menjadi 437,5 yen per
kilogram (kg) atau sekiktar US$ 5.254 per metrik ton sebelum perdagangan
diangka 436,4 yen di Tokyo Commodity Exchange pada waktu setempat.
"Secara fundamental komoditas karet memang sedang ketat, sehingga ini
mendorong peningkatan harga karet di bursa komoditas, ujar Kazunori Kokubo
General Manager di bidang bisnis internasional Yutaka Shoji Co Tokyo.
[ Rizki Caturini ]
KONTAN Thu, 06 Jan 2011 ( 08:56:15 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Harga karet terus menguat dalam tiga hari ke level US% 5.254 per metrik ton
Story
=======================================================================================
TOKYO. Harga karet naik mengalami kenaikan dalam tiga hari terakhir akibat
optimisme pasar terbentuk setelah melihat data perekonomian AS mengalami
pertumbuhan. Hal ini meningkatkan ekspektasi permintaan karet akan naik
ditengah seretnya pasokan global.
Harga pengiriman karet pada Juni 2011 naik 2,2% menjadi 437,5 yen per
kilogram (kg) atau sekiktar US$ 5.254 per metrik ton sebelum perdagangan
diangka 436,4 yen di Tokyo Commodity Exchange pada waktu setempat.
"Secara fundamental komoditas karet memang sedang ketat, sehingga ini
mendorong peningkatan harga karet di bursa komoditas, ujar Kazunori Kokubo
General Manager di bidang bisnis internasional Yutaka Shoji Co Tokyo.
[ Rizki Caturini ]
KONTAN Thu, 06 Jan 2011 ( 08:56:15 WIB )
=======================================================================================
Pertamina, Medco dan Mitsubishi dinyatakan bersalah dalam proyek Donggi Senoro
Date : Jan 06 2011, 09:23
Title : News Story
Header : Pertamina, Medco dan Mitsubishi dinyatakan bersalah dalam proyek Donggi Senoro
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menghukum PT Pertamina
sebesar Rp 10 miliar karena terbukti bersekongkol dalam proyek Donggi-Senoro.
Wasit persaingan usaha menuduh perusahaan minyak dan gas plat merah itu
berkomplot dengan PT Medco Energi International, PT Medco E&P Tomori Sulawesi,
dan Mitsubishi Corporation.
Dalam putusan yang dibacakan hari ini (5/1), Ketua Majelis Komisi Nawir
Messi menyatakan, persekongkolan itu telah melahirkan persaingan usaha yang
tidak sehat. Dalam pertimbangannya, KPPU menyatakan, persengkokolan itu
terlihat manakala adanya perilaku diskriminatif yang diberikan terhadap
Mitsubishi dibandingkan pesaing lainnya yakni Mitsui dan LNG EU.
Perlakuan diskriminatif itu yakni Mitsubishi diberikan kesempatan untuk
melakukan diskusi dengan Pertamina dan Medco Energi International dalam kurun
waktu 24 Februari, 16 Maret, dan 4 September 2006.
Pada 4 September 2006 silam, KPPU menyatakan, Mitsubishi melakukan
presentasi dihadapan direksi Pertamina dan Medco Energi International terkait
subtansi proyek sehingga memberikan keuntungan kepada Mitsubishi dalam
menyiapkan proposal beauty contest. "Ini diskriminatif sedangkan peserta lain
tidak memiliki kesempatan serupa," Messi.
Tak hanya itu, KPPU menyatakan tidak ada kepastian sistem penilaian beauty
contest dan term of reference.
Makanya Majelis Komisi menyatakan jika Pertamina, Medco Energi
International, Medco E&P, dan Mitsubishi secara sah melanggar pasal 22 dan 23
Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan
Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Selain menghukum Pertamina membayar denda Rp 10 miliar, majelis KPPU juga
menghukum Medco Energi International membayar denda Rp 5 miliar, Medco E&P
membayar denda Rp 1 miliar dan Mitsubishi membayar denda Rp 15 miliar.
Majelis KPPU juga memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar mendorong
optimalisasi pemanfaatan cadangan gas melalui penggunaan teknologi yang sesuai
dengan karakter ladang gas dengan cadangan relatif kecil. "Pemerintah juga
perlu mendiri realisasi dan penyelesaian proyek Donggi-Senoro agar terlaksana
tepat waktu".
Terkait putusan ini, Lukman Mahfoedz selaku Corporate Project Director
Medco menegaskan sejauh ini belum dapat memastikan untuk mengambil langkah
selanjutnya atas putusan ini. "Tetap terbuka kemungkinan mengajukan upaya
keberatan," katanya.
[ Yudho Winarto ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 16:48:37 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Pertamina, Medco dan Mitsubishi dinyatakan bersalah dalam proyek Donggi Senoro
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menghukum PT Pertamina
sebesar Rp 10 miliar karena terbukti bersekongkol dalam proyek Donggi-Senoro.
Wasit persaingan usaha menuduh perusahaan minyak dan gas plat merah itu
berkomplot dengan PT Medco Energi International, PT Medco E&P Tomori Sulawesi,
dan Mitsubishi Corporation.
Dalam putusan yang dibacakan hari ini (5/1), Ketua Majelis Komisi Nawir
Messi menyatakan, persekongkolan itu telah melahirkan persaingan usaha yang
tidak sehat. Dalam pertimbangannya, KPPU menyatakan, persengkokolan itu
terlihat manakala adanya perilaku diskriminatif yang diberikan terhadap
Mitsubishi dibandingkan pesaing lainnya yakni Mitsui dan LNG EU.
Perlakuan diskriminatif itu yakni Mitsubishi diberikan kesempatan untuk
melakukan diskusi dengan Pertamina dan Medco Energi International dalam kurun
waktu 24 Februari, 16 Maret, dan 4 September 2006.
Pada 4 September 2006 silam, KPPU menyatakan, Mitsubishi melakukan
presentasi dihadapan direksi Pertamina dan Medco Energi International terkait
subtansi proyek sehingga memberikan keuntungan kepada Mitsubishi dalam
menyiapkan proposal beauty contest. "Ini diskriminatif sedangkan peserta lain
tidak memiliki kesempatan serupa," Messi.
Tak hanya itu, KPPU menyatakan tidak ada kepastian sistem penilaian beauty
contest dan term of reference.
Makanya Majelis Komisi menyatakan jika Pertamina, Medco Energi
International, Medco E&P, dan Mitsubishi secara sah melanggar pasal 22 dan 23
Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan
Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Selain menghukum Pertamina membayar denda Rp 10 miliar, majelis KPPU juga
menghukum Medco Energi International membayar denda Rp 5 miliar, Medco E&P
membayar denda Rp 1 miliar dan Mitsubishi membayar denda Rp 15 miliar.
Majelis KPPU juga memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar mendorong
optimalisasi pemanfaatan cadangan gas melalui penggunaan teknologi yang sesuai
dengan karakter ladang gas dengan cadangan relatif kecil. "Pemerintah juga
perlu mendiri realisasi dan penyelesaian proyek Donggi-Senoro agar terlaksana
tepat waktu".
Terkait putusan ini, Lukman Mahfoedz selaku Corporate Project Director
Medco menegaskan sejauh ini belum dapat memastikan untuk mengambil langkah
selanjutnya atas putusan ini. "Tetap terbuka kemungkinan mengajukan upaya
keberatan," katanya.
[ Yudho Winarto ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 16:48:37 WIB )
=======================================================================================
Holcim bantah bakal bagi-bagi dividen
Date : Jan 06 2011, 09:22
Title : News Story
Header : Holcim bantah bakal bagi-bagi dividen
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) menyatakan belum berencana
membagikan deviden terkait keberhasilannya melakukan kuasi reorganisasi di
akhir tahun lalu. "Sejauh ini tidak ada rencana pembagian dividen dalam waktu
dekat ini," kata Relationship Management Director Rusli Setiawan kepada KONTAN,
Rabu (5/1).
Sebelumnya memang beredar kabar jika SMCB berencana membagikan dividen
spesial sebesar Rp 150 yang akan dibagikan dalam dua tahap. Tahap pertama pada
akhir Januari mendatang sebesar Rp 80 per saham dan tahap kedua akan dilakukan
di awal Maret dengan membagikan Rp 70 per saham.
Walaupun menyatakan tidak akan membagikan dividen dalam waktu dekat, namun
Rusli bilang dengan keberhasilan kuasi tersebut memang memungkinkan Holcim
untuk membagikan dividen.
Kebijakan pembagian dividen sendiri masih akan dibicarakan pihak
manajemen. Sayangnya, Rusli enggan membocorkan apakah tahun ini Holcim
Indonesia berniat membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. "Memang
memungkinkan tapi nantilah kita liat di RUPS tahunan," katanya.
Setelah adanya kuasi tersebut, asset tetap Holcim menjadi Rp 7,227 triliun
yang berarti telah terjadi penambahan nilai sebesar Rp 2,681 triliun. Selisih
penilaian kembali aset tetap ini ditambah dengan tambahan modal disetor sebesar
Rp 1,303 triliun telah menghapuskan defisit perusahaan sebesar Rp 3,937
triliun. Dengan hasil akhir adanya sisa saldo laba sebesar Rp 47 miliar pada
akun saldo laba.
"Dengan adanya penghapusan defisit ini menyebabkan kita bisa membayar
deviden serta membuka kemampuan perusahaan untuk mendapatkan pendanaan untuk
ekspansi di masa datang," jelas Rusli. Selama empat tahun terakhir keuntungan
bersih SMCB serta pengurangan hutang telah memperkuat kondisi keuangan. Rasio
kewajiban terhadap ekuitas telah mengalami perbaikan dari posisi 1,72 pada
Desember 2007 menjadi hanya 0,66 pada Juni 2010.
[ Anna Suci Perwitasari ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 16:55:26 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Holcim bantah bakal bagi-bagi dividen
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) menyatakan belum berencana
membagikan deviden terkait keberhasilannya melakukan kuasi reorganisasi di
akhir tahun lalu. "Sejauh ini tidak ada rencana pembagian dividen dalam waktu
dekat ini," kata Relationship Management Director Rusli Setiawan kepada KONTAN,
Rabu (5/1).
Sebelumnya memang beredar kabar jika SMCB berencana membagikan dividen
spesial sebesar Rp 150 yang akan dibagikan dalam dua tahap. Tahap pertama pada
akhir Januari mendatang sebesar Rp 80 per saham dan tahap kedua akan dilakukan
di awal Maret dengan membagikan Rp 70 per saham.
Walaupun menyatakan tidak akan membagikan dividen dalam waktu dekat, namun
Rusli bilang dengan keberhasilan kuasi tersebut memang memungkinkan Holcim
untuk membagikan dividen.
Kebijakan pembagian dividen sendiri masih akan dibicarakan pihak
manajemen. Sayangnya, Rusli enggan membocorkan apakah tahun ini Holcim
Indonesia berniat membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. "Memang
memungkinkan tapi nantilah kita liat di RUPS tahunan," katanya.
Setelah adanya kuasi tersebut, asset tetap Holcim menjadi Rp 7,227 triliun
yang berarti telah terjadi penambahan nilai sebesar Rp 2,681 triliun. Selisih
penilaian kembali aset tetap ini ditambah dengan tambahan modal disetor sebesar
Rp 1,303 triliun telah menghapuskan defisit perusahaan sebesar Rp 3,937
triliun. Dengan hasil akhir adanya sisa saldo laba sebesar Rp 47 miliar pada
akun saldo laba.
"Dengan adanya penghapusan defisit ini menyebabkan kita bisa membayar
deviden serta membuka kemampuan perusahaan untuk mendapatkan pendanaan untuk
ekspansi di masa datang," jelas Rusli. Selama empat tahun terakhir keuntungan
bersih SMCB serta pengurangan hutang telah memperkuat kondisi keuangan. Rasio
kewajiban terhadap ekuitas telah mengalami perbaikan dari posisi 1,72 pada
Desember 2007 menjadi hanya 0,66 pada Juni 2010.
[ Anna Suci Perwitasari ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 16:55:26 WIB )
=======================================================================================
Rabu, 05 Januari 2011
Financial Data - AALI
Date : Jan 05 2011, 14:59
Title : Financial Data - AALI
Code AALI
Sector Agriculture
SubSector Plantation
L.Date 09 December 1997
E.Date 21 November 1997
Nominal 500
IPO Price 1550
IPO Shares 125.80 M
IPO Amount 194.99 B
FS Date 30 September 2010
FYE December
I.Shares 1.57 B
Mkt.Cap 41.02 T
Sales 5.72 T
Assets 8.51 T
Liability 1.58 T
N.Profit 1.23 T
PER* 25.05
EPS* 1040
BV 4269
PBV 6.10
NAVS 5404
DER 0.23
ROE(%)* 24.36
ROA(%)* 19.24
NPM(%) 21.47
* Annualised
Title : Financial Data - AALI
Code AALI
Sector Agriculture
SubSector Plantation
L.Date 09 December 1997
E.Date 21 November 1997
Nominal 500
IPO Price 1550
IPO Shares 125.80 M
IPO Amount 194.99 B
FS Date 30 September 2010
FYE December
I.Shares 1.57 B
Mkt.Cap 41.02 T
Sales 5.72 T
Assets 8.51 T
Liability 1.58 T
N.Profit 1.23 T
PER* 25.05
EPS* 1040
BV 4269
PBV 6.10
NAVS 5404
DER 0.23
ROE(%)* 24.36
ROA(%)* 19.24
NPM(%) 21.47
* Annualised
BI rate bertahan di 6,5%
Date : Jan 05 2011, 14:29
Title : News Story
Header : BI rate bertahan di 6,5%
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan suku bunga acuan
Bank Indonesia (BI rate) tetap sebesar 6,5%. Besaran suku bunga acuan ini sudah
bertahan sejak 1,5 tahun lalu atau yang ke-18 kalinya.
Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI rate sebesar 6,5% sesuai dengan
perkiraan para analis sebelumnya. Hasil survei Bloomberg menyebutkan, sebanyak
13 dari 15 ekonom yang mereka survei memperkirakan BI rate bakal tetap di level
6,5% pada bulan ini. Tingkat BI rate sebesar 6,5% itu sudah bertahan sejak
Agustus 2009.
[ Nina Dwiantika ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 14:22:22 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : BI rate bertahan di 6,5%
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan suku bunga acuan
Bank Indonesia (BI rate) tetap sebesar 6,5%. Besaran suku bunga acuan ini sudah
bertahan sejak 1,5 tahun lalu atau yang ke-18 kalinya.
Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI rate sebesar 6,5% sesuai dengan
perkiraan para analis sebelumnya. Hasil survei Bloomberg menyebutkan, sebanyak
13 dari 15 ekonom yang mereka survei memperkirakan BI rate bakal tetap di level
6,5% pada bulan ini. Tingkat BI rate sebesar 6,5% itu sudah bertahan sejak
Agustus 2009.
[ Nina Dwiantika ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 14:22:22 WIB )
=======================================================================================
MASA bakal akuisisi perusahaan perkebunan?
Date : Jan 05 2011, 12:24
Title : News Story
Header : MASA bakal akuisisi perusahaan perkebunan?
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Lama tidak terdengar kabarnya, PT Multistrada Arah Sarana Tbk
(MASA) kembali di goyang rumor panas. Memasuki tahun 2011, seorang sumber
KONTAN membisikkan, produsen ban merek Achiles tersebut sedang bernegoisasi
untuk membeli perusahaan perkebunan.
"Pembelian akan dilakukan dalam waktu dekat," tuturnya kepada KONTAN, Rabu
(5/1). Nantinya, hasil perkebunan yang utamanya memproduksi karet, bakal
menopang kebutuhan bahan baku MASA dimasa yang akan datang.
Maklum saja, saat ini MASA tengah membangun pabrik ban baru seluas 100
hektare (ha) di wilayah Cikarang. Pabrik ban berkapasitas 30.000 unit per hari
itu, direncanakan mulai beroperasi pada semester I-2010.
Namun sayang, sang empunya rumor tidak mengetahui lokasi perkebunan yang
tengah diincar MASA. Termasuk estimasi harga pembelian perusahaan perkebunan
itu.
Saat dikonfirmasi, pihak MASA tidak dengan tegas menyanggahnya. Presiden
Direktur MASA, Pieter Tanuri enggan berkomentar. "Saya no comment dulu,"
ujarnya.
Sementara Even Go, Kepala hubungan investor MASA mengatakan, belum
memperoleh informasi mengenai kabar itu dari manajemen MASA. "Saya akan coba
pastikan, apakah memang benar ada rencana seperti itu," pungkasnya.
[ Yuwono Triatmodjo ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 12:12:45 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : MASA bakal akuisisi perusahaan perkebunan?
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Lama tidak terdengar kabarnya, PT Multistrada Arah Sarana Tbk
(MASA) kembali di goyang rumor panas. Memasuki tahun 2011, seorang sumber
KONTAN membisikkan, produsen ban merek Achiles tersebut sedang bernegoisasi
untuk membeli perusahaan perkebunan.
"Pembelian akan dilakukan dalam waktu dekat," tuturnya kepada KONTAN, Rabu
(5/1). Nantinya, hasil perkebunan yang utamanya memproduksi karet, bakal
menopang kebutuhan bahan baku MASA dimasa yang akan datang.
Maklum saja, saat ini MASA tengah membangun pabrik ban baru seluas 100
hektare (ha) di wilayah Cikarang. Pabrik ban berkapasitas 30.000 unit per hari
itu, direncanakan mulai beroperasi pada semester I-2010.
Namun sayang, sang empunya rumor tidak mengetahui lokasi perkebunan yang
tengah diincar MASA. Termasuk estimasi harga pembelian perusahaan perkebunan
itu.
Saat dikonfirmasi, pihak MASA tidak dengan tegas menyanggahnya. Presiden
Direktur MASA, Pieter Tanuri enggan berkomentar. "Saya no comment dulu,"
ujarnya.
Sementara Even Go, Kepala hubungan investor MASA mengatakan, belum
memperoleh informasi mengenai kabar itu dari manajemen MASA. "Saya akan coba
pastikan, apakah memang benar ada rencana seperti itu," pungkasnya.
[ Yuwono Triatmodjo ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 12:12:45 WIB )
=======================================================================================
Diisukan bakal dikerek ke level Rp 2.000, saham KRAS bergerak fluktuatif
Date : Jan 05 2011, 11:55
Title : News Story
Header : Diisukan bakal dikerek ke level Rp 2.000, saham KRAS bergerak fluktuatif
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Krakatau Steel (KRAS) bergerak fluktuatif hari ini.
Saham KRAS sempat ditransaksikan di level terendah Rp 1.230 atau turun 2,4% dan
di level tertinggi di posisi Rp 1.270 atau naik 0,8%. Namun pada pukul 11.19,
saham KRAS ditransaksikan dengan penurunan 0,79% menjadi Rp 1.250.
Dari perbincangan di sejumlah milis, saham KRAS dikabarkan akan dikerek
hingga mencapai level Rp 2.000. "Sepertinya target harga Rp 2.000 bisa dicapai
dalam sepuluh hari ke depan," kata salah seorang anggota milis.
Namun, menurut salah seorang sumber KONTAN yang tak mau namanya disebut,
kenaikan harga batubara dipastikan akan menaikkan biaya produksi KRAS. "Namun
jika produsen baja lokal, khususnya KRAS, memiliki cadangan cukup dan bisa
memperoleh batubara lebih murah dari kompetitornya, maka akan bisa diuntungkan
dari kenaikan harga baja ini," jelasnya. Sumber KONTAN menambahkan, harga jual
baja pasti naik karena produsen baja global, terutama India dan Jepang,
menurunkan level produksinya.
Kabarnya, analis baru akan merekomendasikan buy untuk saham KRAS jika
investor asing sudah mulai mengoleksi saham ini. Berdasarkan data Bloomberg
pukul 11.30, sejumlah broker yang aktif membeli saham ini antara lain: Sinarmas
Sekuritas senilai Rp 13,59 miliar, Millennium Atlantic Securities senilai Rp
6,17 miliar, dan eTrading Securities senilai Rp 5,96 miliar.
Sementara, broker-broker yang banyak melepas saham KRAS adalah: Valbury
Asia Securities senilai Rp 10,88 miliar, Artga Securities senilai Rp 10,67
miliar, dan eTrading Securities senilai Rp 7,78 miliar.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 11:40:45 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Diisukan bakal dikerek ke level Rp 2.000, saham KRAS bergerak fluktuatif
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Krakatau Steel (KRAS) bergerak fluktuatif hari ini.
Saham KRAS sempat ditransaksikan di level terendah Rp 1.230 atau turun 2,4% dan
di level tertinggi di posisi Rp 1.270 atau naik 0,8%. Namun pada pukul 11.19,
saham KRAS ditransaksikan dengan penurunan 0,79% menjadi Rp 1.250.
Dari perbincangan di sejumlah milis, saham KRAS dikabarkan akan dikerek
hingga mencapai level Rp 2.000. "Sepertinya target harga Rp 2.000 bisa dicapai
dalam sepuluh hari ke depan," kata salah seorang anggota milis.
Namun, menurut salah seorang sumber KONTAN yang tak mau namanya disebut,
kenaikan harga batubara dipastikan akan menaikkan biaya produksi KRAS. "Namun
jika produsen baja lokal, khususnya KRAS, memiliki cadangan cukup dan bisa
memperoleh batubara lebih murah dari kompetitornya, maka akan bisa diuntungkan
dari kenaikan harga baja ini," jelasnya. Sumber KONTAN menambahkan, harga jual
baja pasti naik karena produsen baja global, terutama India dan Jepang,
menurunkan level produksinya.
Kabarnya, analis baru akan merekomendasikan buy untuk saham KRAS jika
investor asing sudah mulai mengoleksi saham ini. Berdasarkan data Bloomberg
pukul 11.30, sejumlah broker yang aktif membeli saham ini antara lain: Sinarmas
Sekuritas senilai Rp 13,59 miliar, Millennium Atlantic Securities senilai Rp
6,17 miliar, dan eTrading Securities senilai Rp 5,96 miliar.
Sementara, broker-broker yang banyak melepas saham KRAS adalah: Valbury
Asia Securities senilai Rp 10,88 miliar, Artga Securities senilai Rp 10,67
miliar, dan eTrading Securities senilai Rp 7,78 miliar.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 11:40:45 WIB )
=======================================================================================
JSX
KBRI beli saham pemerintah senilai Rp 2,92 miliar
Date : Jan 05 2011, 08:49
Title : News Story
Header : KBRI beli saham pemerintah senilai Rp 2,92 miliar
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Induk usaha, PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI), PT
Kertas Basuki Rachmat (KBR) akan membeli saham milik Pemerintah. Pada 28
Desember 2010 lalu, mereka sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri Negara
Badan Usaha Milik Negara mengenai persetujuan harga penawaran senilai Rp 1 juta
per saham.
Sampai saat ini, Pemerintah masih menggenggam saham KBR sebanyak 2.925
saham atau sebanyak 0,38%. Tiur Simamora, sekertaris perusahaan KBRI bilang
total pembelian saham tersebut sebesar Rp 2,92 miliar. Setelah aksi tersebut,
KBRI akan memiliki 100% saham KBR. "Sekarang kita masih dalam proses jual
beli," jelasnya.
Transaksi tersebut akan dilakukan secara bilateral. "Kami berharap
transaksi jual beli tersebut selesai di bulan ini atau awal bulan depan," jelas
dia. Maklum, KBRI memang sudah ngebet membeli saham Pemerintah. "Tarik ulur
jual beli saham tersebut sudah lama, tapi karena harganya kemahalan. KBR baru
bisa membeli saat ini," tuturnya.
Untuk membeli saham Pemerintah tersebut, Tiur mengungkapkan mereka akan
menggunakan dana dari penjualan aset mereka. "Kami akan melepas beberapa aset
yang tidak prospektif, mesin yang tidak bisa dipakai dan kurang produktif,"
tuturnya.
Sebelumnya, KBRI memang berniat untuk menjual stasiun pengisian bahan
bakar umum (SPBU) dan gedung kantor. Total penjualan aset tersebut diperkirakan
senilai Rp 35 miliar. "Salah satunya akan kami gunakan dari hasil penjualan
aset tersebut," terang dia.
KBRI memang masih mempunyai likuiditas yang cukup. Per 30 September 2010
kemarin, dana kas KBRI masih sekitar Rp 2,6 miliar. Apalagi pada bulan November
2010, KBRI telah melakukan penawaran saham baru alias rights issue dan berhasil
meraup Rp 544,87 miliar.
Nantinya, saham hasil pembelian dari Pemerintah tidak akan dijual lagi.
Menurut dia, saham itu masih akan dipegang oleh KBRI. "Tidak ada rencana untuk
menjual saham tersebut kepada pihak lain, " tegas Tiur.
[ Avanty Nurdiana ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 08:24:13 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : KBRI beli saham pemerintah senilai Rp 2,92 miliar
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Induk usaha, PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI), PT
Kertas Basuki Rachmat (KBR) akan membeli saham milik Pemerintah. Pada 28
Desember 2010 lalu, mereka sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri Negara
Badan Usaha Milik Negara mengenai persetujuan harga penawaran senilai Rp 1 juta
per saham.
Sampai saat ini, Pemerintah masih menggenggam saham KBR sebanyak 2.925
saham atau sebanyak 0,38%. Tiur Simamora, sekertaris perusahaan KBRI bilang
total pembelian saham tersebut sebesar Rp 2,92 miliar. Setelah aksi tersebut,
KBRI akan memiliki 100% saham KBR. "Sekarang kita masih dalam proses jual
beli," jelasnya.
Transaksi tersebut akan dilakukan secara bilateral. "Kami berharap
transaksi jual beli tersebut selesai di bulan ini atau awal bulan depan," jelas
dia. Maklum, KBRI memang sudah ngebet membeli saham Pemerintah. "Tarik ulur
jual beli saham tersebut sudah lama, tapi karena harganya kemahalan. KBR baru
bisa membeli saat ini," tuturnya.
Untuk membeli saham Pemerintah tersebut, Tiur mengungkapkan mereka akan
menggunakan dana dari penjualan aset mereka. "Kami akan melepas beberapa aset
yang tidak prospektif, mesin yang tidak bisa dipakai dan kurang produktif,"
tuturnya.
Sebelumnya, KBRI memang berniat untuk menjual stasiun pengisian bahan
bakar umum (SPBU) dan gedung kantor. Total penjualan aset tersebut diperkirakan
senilai Rp 35 miliar. "Salah satunya akan kami gunakan dari hasil penjualan
aset tersebut," terang dia.
KBRI memang masih mempunyai likuiditas yang cukup. Per 30 September 2010
kemarin, dana kas KBRI masih sekitar Rp 2,6 miliar. Apalagi pada bulan November
2010, KBRI telah melakukan penawaran saham baru alias rights issue dan berhasil
meraup Rp 544,87 miliar.
Nantinya, saham hasil pembelian dari Pemerintah tidak akan dijual lagi.
Menurut dia, saham itu masih akan dipegang oleh KBRI. "Tidak ada rencana untuk
menjual saham tersebut kepada pihak lain, " tegas Tiur.
[ Avanty Nurdiana ]
KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 08:24:13 WIB )
=======================================================================================
Selasa, 04 Januari 2011
BBRI
Sentimen negatif inflasi tak mampu meruntuhkan IHSG
Date : Jan 04 2011, 11:31
Title : News Story
Header : Sentimen negatif inflasi tak mampu meruntuhkan IHSG
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Para analis dan ekonom sepakat menilai bahwa angka inflasi
tahunan (year on year) 2010 yang mencapai 6,96% merupakan angka yang
mengkhawatirkan. Namun, tampaknya, kabar ini belum mampu meruntuhkan IHSG.
Buktinya, indeks kembali merangkak naik kala dibuka hari ini, Selasa
(4/1), hari kedua setelah pembukaan awal 2011 kemarin.
Pada pukul 10.40 WIB, IHSG bertengger di angka 3.761,95 atau menguat
0,92%. Saham-saham pertambangan menjadi penopang utama indeks pagi ini. Indeks
saham-saham sektor pertambangan menguat 3,52%. Adapun indeks sektor agribisnis
naik 1,03% dan sektor perdagangan menguat 1,37%.
Saham-saham lapis kedua dan ketiga masih mendominasi daftar top gainers.
Misalnya, harga saham PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) menguat 33% menjadi Rp 105 per
saham. Harga saham Aneka Kemasindo Utama Energi dan Metak (AKKU) naik 32% ke Rp
170. Saham lainnya adalah Borneo Lambung Energi dan Metal (BORN) yang naik 9%
ke Rp 1.660 per saham.
Di daftar top loser, Harga Saham Fajar Surya Wisesa (FASW) tercatat turun
8% menjasdi Rp 2.525, Indonesia Prima Property (OMRE) turun 5% menjadi Rp 161
per saham, dan saham Pan Brothers (PBRX) turun 5% menjadi 1.390 per saham.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]
KONTAN Tue, 04 Jan 2011 ( 11:03:58 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Sentimen negatif inflasi tak mampu meruntuhkan IHSG
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Para analis dan ekonom sepakat menilai bahwa angka inflasi
tahunan (year on year) 2010 yang mencapai 6,96% merupakan angka yang
mengkhawatirkan. Namun, tampaknya, kabar ini belum mampu meruntuhkan IHSG.
Buktinya, indeks kembali merangkak naik kala dibuka hari ini, Selasa
(4/1), hari kedua setelah pembukaan awal 2011 kemarin.
Pada pukul 10.40 WIB, IHSG bertengger di angka 3.761,95 atau menguat
0,92%. Saham-saham pertambangan menjadi penopang utama indeks pagi ini. Indeks
saham-saham sektor pertambangan menguat 3,52%. Adapun indeks sektor agribisnis
naik 1,03% dan sektor perdagangan menguat 1,37%.
Saham-saham lapis kedua dan ketiga masih mendominasi daftar top gainers.
Misalnya, harga saham PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) menguat 33% menjadi Rp 105 per
saham. Harga saham Aneka Kemasindo Utama Energi dan Metak (AKKU) naik 32% ke Rp
170. Saham lainnya adalah Borneo Lambung Energi dan Metal (BORN) yang naik 9%
ke Rp 1.660 per saham.
Di daftar top loser, Harga Saham Fajar Surya Wisesa (FASW) tercatat turun
8% menjasdi Rp 2.525, Indonesia Prima Property (OMRE) turun 5% menjadi Rp 161
per saham, dan saham Pan Brothers (PBRX) turun 5% menjadi 1.390 per saham.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]
KONTAN Tue, 04 Jan 2011 ( 11:03:58 WIB )
=======================================================================================
Nilai ekspor CPO 2010 naik 40%
Date : Jan 04 2011, 08:51
Title : News Story
Header : Nilai ekspor CPO 2010 naik 40%
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Riang gembira. Itulah yang dirasakan para eksportir produk kelapa
sawit di tahun 2010. Betapa tidak, kenaikan harga kelapa sawit dunia membuat
nilai ekspor produk kelapa sawit naik signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS)
mencatat, nilai ekspor minyak nabati, termasuk minyak kelapa sawit dan
turunannya itu, naik 40% pada periode Januari-November 2010 dibanding waktu
yang sama di 2009.
"Ekspor crude palm oil (CPO) jadi salah satu penyumbang terbesar
pertumbuhan ekspor Januari-November 2010," kata Rusman Heriawan, Kepala BPS
dalam konferensi persnya Senin (3/1).
BPS menghitung, untuk periode Januari-November 2010, nilai ekspor produk
minyak nabati, termasuk CPO, mencapai US$ 14,1 miliar, naik 40% dibandingkan
nilai ekspor di waktu yang sama 2009 yang hanya US$ 10,1 miliar. Namun,
volumenya hanya naik tipis, yaitu 3,8%, dari 16,5 juta ton menjadi 17,1 juta
ton dalam kurun waktu tersebut. "Kenaikan dalam nilai lebih tinggi dibandingkan
volume," jelas Rusman.
Tahun 2010 lalu, harga produk kelapa sawit di pasar dunia memang terus
naik. Data BPS yang mengutip dari World Bank Commodity, menyebutkan harga CPO
dari Januari ke November 2010 sudah naik 41,2% atau naik dari US$ 793 per ton
menjadi US$ 1.120 perton. "Sekarang harganya itu sudah tembus US$ 1.000 per
ton," jelas Rusman. Ia menambahkan, pemicu kenaikan harga produk kelapa sawit
tak lain adalah kenaikan permintaan yang terjadi seiring pemulihan ekonomi
global.
Jika kita lihat pasarnya, kenaikan permintaan produk kelapa sawit terbesar
datang dari kawasan Eropa dan Asia. Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha
Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Fadhil Hasan bilang, kenaikan permintaan itu
datang dari beberapa negara di Uni Eropa, India, China, dan juga Bangladesh.
"Permintaan China dan Eropa ternyata berpengaruh positif bagi ekspor CPO,"
terang Fadhil dalam surat elektroniknya.
Eksportir usul BK 3%
Kendati sudah menikmati kenaikan harga tinggi, kalangan eksportir tetap
keberatan dengan penerapan bea keluar (BK) kelapa sawit selama ini. "Pelaku
usaha sawit memandang tarif BK yang berlaku sekarang tidak adil," kata Fadhil.
Alasannya, BK itu melenceng dari tujuan awalnya, yakni untuk memperkuat kinerja
industri sawit. Kini, BK itu hanya mempertebal kantong pemerintah.
Ia mengusulkan pemerintah mengubah sistem tarif BK yang progresif
berdasarkan harga saat ini menjadi tarif tetap. "Idealnya, tarif BK CPO
disamakan menjadi 3% setiap bulan tanpa bergantung pada harga internasional,"
katanya.
Berdasarkan rumusan perhitungan pemerintah, BK yang harus dibayar
eksportir sawit untuk Januari 2011 ini mencapai 20% dari nilai ekspor.
[ Asnil Bambani Amri ]
KONTAN Tue, 04 Jan 2011 ( 08:45:15 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Nilai ekspor CPO 2010 naik 40%
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Riang gembira. Itulah yang dirasakan para eksportir produk kelapa
sawit di tahun 2010. Betapa tidak, kenaikan harga kelapa sawit dunia membuat
nilai ekspor produk kelapa sawit naik signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS)
mencatat, nilai ekspor minyak nabati, termasuk minyak kelapa sawit dan
turunannya itu, naik 40% pada periode Januari-November 2010 dibanding waktu
yang sama di 2009.
"Ekspor crude palm oil (CPO) jadi salah satu penyumbang terbesar
pertumbuhan ekspor Januari-November 2010," kata Rusman Heriawan, Kepala BPS
dalam konferensi persnya Senin (3/1).
BPS menghitung, untuk periode Januari-November 2010, nilai ekspor produk
minyak nabati, termasuk CPO, mencapai US$ 14,1 miliar, naik 40% dibandingkan
nilai ekspor di waktu yang sama 2009 yang hanya US$ 10,1 miliar. Namun,
volumenya hanya naik tipis, yaitu 3,8%, dari 16,5 juta ton menjadi 17,1 juta
ton dalam kurun waktu tersebut. "Kenaikan dalam nilai lebih tinggi dibandingkan
volume," jelas Rusman.
Tahun 2010 lalu, harga produk kelapa sawit di pasar dunia memang terus
naik. Data BPS yang mengutip dari World Bank Commodity, menyebutkan harga CPO
dari Januari ke November 2010 sudah naik 41,2% atau naik dari US$ 793 per ton
menjadi US$ 1.120 perton. "Sekarang harganya itu sudah tembus US$ 1.000 per
ton," jelas Rusman. Ia menambahkan, pemicu kenaikan harga produk kelapa sawit
tak lain adalah kenaikan permintaan yang terjadi seiring pemulihan ekonomi
global.
Jika kita lihat pasarnya, kenaikan permintaan produk kelapa sawit terbesar
datang dari kawasan Eropa dan Asia. Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha
Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Fadhil Hasan bilang, kenaikan permintaan itu
datang dari beberapa negara di Uni Eropa, India, China, dan juga Bangladesh.
"Permintaan China dan Eropa ternyata berpengaruh positif bagi ekspor CPO,"
terang Fadhil dalam surat elektroniknya.
Eksportir usul BK 3%
Kendati sudah menikmati kenaikan harga tinggi, kalangan eksportir tetap
keberatan dengan penerapan bea keluar (BK) kelapa sawit selama ini. "Pelaku
usaha sawit memandang tarif BK yang berlaku sekarang tidak adil," kata Fadhil.
Alasannya, BK itu melenceng dari tujuan awalnya, yakni untuk memperkuat kinerja
industri sawit. Kini, BK itu hanya mempertebal kantong pemerintah.
Ia mengusulkan pemerintah mengubah sistem tarif BK yang progresif
berdasarkan harga saat ini menjadi tarif tetap. "Idealnya, tarif BK CPO
disamakan menjadi 3% setiap bulan tanpa bergantung pada harga internasional,"
katanya.
Berdasarkan rumusan perhitungan pemerintah, BK yang harus dibayar
eksportir sawit untuk Januari 2011 ini mencapai 20% dari nilai ekspor.
[ Asnil Bambani Amri ]
KONTAN Tue, 04 Jan 2011 ( 08:45:15 WIB )
=======================================================================================
Utang pemerintah kurang berperan dalam perekonomian dalam negeri
Date : Jan 04 2011, 08:50
Title : News Story
Header : Utang pemerintah kurang berperan dalam perekonomian dalam negeri
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Utang baru yang ditarik pemerintah dinilai tidak berdampak
terhadap perekonomian, karena hanya digunakan untuk membayar utang lama yang
jatuh tempo. Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya menggunakan potensi sisa
anggaran akhir tahun untuk menutup utang jatuh tempo dan tidak menarik utang
baru.
Demikian diungkapkan pengamat keuangan negara dari Koalisi Anti Utang Dani
Setiawan. "Masalah defisit anggaran terus berulang setiap tahun, di mana
realisasi lebih rendah dari yang direncanakan. Praktek semacam ini tentu
semakin membebani perekonomian dengan utang-utang baru," tegasnya, Senin,
(3/1).
Pada 2010, realisasi defisit anggaran tercatat sebesar Rp 38,7 triliun
atau 0,62 persen terhadap produk bruto (PDB). Jauh lebih rendah dibandingkan
rencana dalam anggaran negara yang sebesar 133,7 triliun rupiah atau 2,1 persen
terhadap PDB.
Defisit anggaran, lanjut Dani, dinilai hanya untuk membiayai utang yang
jatuh tempo. "Ada kebutuhan pembayaran utang lama. Dalam periode 2005-2011,
pembayaran cicilan pokok dan bunga utang mencapai Rp 1.106 triliun dan pada
2011 pembayaran utang mencapai Rp 247 triliun," paparnya.
Pembayaran utang jatuh tempo, tambah Dani, harus dipenuhi secara ketat.
"Ini menyebabkan utang-utang baru diarahkan untuk membayar utang lama. Jadi
tidak aneh kalau pemerintah enggan menurunkan target defisit, karena utang
jatuh tempo meningkat," katanya.
Dengan kondisi tersebut, menurut Dani, maka praktis utang dan defisit
anggaran tidak berfungsi sebagai stimulus ekonomi. "Stimulus dari defisit tidak
terjadi. Justru yang ada hanya tambahan beban utang untuk masa mendatang,"
tegasnya.
Untuk mengurangi penarikan utang, kata Dani, sebaiknya pemerintah
memanfaatkan sisa kelebihan pembiayaan. Pada 2010, pemerintah membukukan
kelebihan pembiayaan atau Saldo Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp
47,2 triliun.
"Silpa dari APBN tahun sebelumnya bisa untuk menambal defisit sehingga
target penarikan utang bisa ditekan. Namun selama ini kelebihan pembiayaan
tidak mengurangi utang," kata Dani.
Sementara itu Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, realisasi
defisit yang di bawah target bukan disebabkan oleh rendahnya belanja negara.
Hingga akhir 2010, realisasi belanja negara adalah sebesar Rp1.053 triliun,
atau 93,5 % dari pagu.
"Dalam empat tahun terakhir, belanja negara 2010 adalah yang tertinggi.
Jadi defisit yang lebih rendah bukan karena banyak yang tidak dibelanjakan,
tetapi penerimaan yang meningkat," tegas Hatta. Pada 2010, realisasi penerimaan
negara adalah sebesar Rp 1.014 triliun (102 persen).
Selain penerimaan yang melebihi target, lanjut Hatta, terjadi pula
penghematan di sisi belanja negara sehingga defisit tidak sebesar yang
diperkirakan. "Ada proyek yang di bawah perkiraan harga, ada efisiensi,"
ujarnya.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, Silpa 2010 akan digunakan
sebagai salah satu sumber pembiayaan pada 2011. "Silpa sementara 2010 yang Rp
47 triliun itu akan digunakan untuk kebutuhan awal 2011. Ada kewajiban kurang
bayar subsidi ke PLN, dan kami juga akan cadangkan untuk dana risiko fiskal,"
katanya.
Pada 2011, lanjut Agus, pemerintah akan mencoba merealisasikan belanja
negara sesuai target. Untuk itu, beberapa proyek sudah bisa dimulai pada awal
tahun karena proses tender telah dilaksanakan pada akhir tahun lalu.
[ Bambang Rakhmanto ]
KONTAN Tue, 04 Jan 2011 ( 08:42:28 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Utang pemerintah kurang berperan dalam perekonomian dalam negeri
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Utang baru yang ditarik pemerintah dinilai tidak berdampak
terhadap perekonomian, karena hanya digunakan untuk membayar utang lama yang
jatuh tempo. Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya menggunakan potensi sisa
anggaran akhir tahun untuk menutup utang jatuh tempo dan tidak menarik utang
baru.
Demikian diungkapkan pengamat keuangan negara dari Koalisi Anti Utang Dani
Setiawan. "Masalah defisit anggaran terus berulang setiap tahun, di mana
realisasi lebih rendah dari yang direncanakan. Praktek semacam ini tentu
semakin membebani perekonomian dengan utang-utang baru," tegasnya, Senin,
(3/1).
Pada 2010, realisasi defisit anggaran tercatat sebesar Rp 38,7 triliun
atau 0,62 persen terhadap produk bruto (PDB). Jauh lebih rendah dibandingkan
rencana dalam anggaran negara yang sebesar 133,7 triliun rupiah atau 2,1 persen
terhadap PDB.
Defisit anggaran, lanjut Dani, dinilai hanya untuk membiayai utang yang
jatuh tempo. "Ada kebutuhan pembayaran utang lama. Dalam periode 2005-2011,
pembayaran cicilan pokok dan bunga utang mencapai Rp 1.106 triliun dan pada
2011 pembayaran utang mencapai Rp 247 triliun," paparnya.
Pembayaran utang jatuh tempo, tambah Dani, harus dipenuhi secara ketat.
"Ini menyebabkan utang-utang baru diarahkan untuk membayar utang lama. Jadi
tidak aneh kalau pemerintah enggan menurunkan target defisit, karena utang
jatuh tempo meningkat," katanya.
Dengan kondisi tersebut, menurut Dani, maka praktis utang dan defisit
anggaran tidak berfungsi sebagai stimulus ekonomi. "Stimulus dari defisit tidak
terjadi. Justru yang ada hanya tambahan beban utang untuk masa mendatang,"
tegasnya.
Untuk mengurangi penarikan utang, kata Dani, sebaiknya pemerintah
memanfaatkan sisa kelebihan pembiayaan. Pada 2010, pemerintah membukukan
kelebihan pembiayaan atau Saldo Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp
47,2 triliun.
"Silpa dari APBN tahun sebelumnya bisa untuk menambal defisit sehingga
target penarikan utang bisa ditekan. Namun selama ini kelebihan pembiayaan
tidak mengurangi utang," kata Dani.
Sementara itu Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, realisasi
defisit yang di bawah target bukan disebabkan oleh rendahnya belanja negara.
Hingga akhir 2010, realisasi belanja negara adalah sebesar Rp1.053 triliun,
atau 93,5 % dari pagu.
"Dalam empat tahun terakhir, belanja negara 2010 adalah yang tertinggi.
Jadi defisit yang lebih rendah bukan karena banyak yang tidak dibelanjakan,
tetapi penerimaan yang meningkat," tegas Hatta. Pada 2010, realisasi penerimaan
negara adalah sebesar Rp 1.014 triliun (102 persen).
Selain penerimaan yang melebihi target, lanjut Hatta, terjadi pula
penghematan di sisi belanja negara sehingga defisit tidak sebesar yang
diperkirakan. "Ada proyek yang di bawah perkiraan harga, ada efisiensi,"
ujarnya.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, Silpa 2010 akan digunakan
sebagai salah satu sumber pembiayaan pada 2011. "Silpa sementara 2010 yang Rp
47 triliun itu akan digunakan untuk kebutuhan awal 2011. Ada kewajiban kurang
bayar subsidi ke PLN, dan kami juga akan cadangkan untuk dana risiko fiskal,"
katanya.
Pada 2011, lanjut Agus, pemerintah akan mencoba merealisasikan belanja
negara sesuai target. Untuk itu, beberapa proyek sudah bisa dimulai pada awal
tahun karena proses tender telah dilaksanakan pada akhir tahun lalu.
[ Bambang Rakhmanto ]
KONTAN Tue, 04 Jan 2011 ( 08:42:28 WIB )
=======================================================================================
ITMG dan ADRO menjadi motor penggerak indeks hari ini
Date : Jan 04 2011, 08:44
Title : News Story
Header : ITMG dan ADRO menjadi motor penggerak indeks hari ini
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pada penutupan sore ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik
0,33% menjadi 3.715,915. Bertahannya indeks di zona hijau mendapat sokongan
penuh dari sektor pertambangan yang hari ini menguat 3,92%.
Kendati begitu, ada tiga sektor yang mencatatkan penurunan. Penurunan
terbesar dialami sektor keuangan yang turun 1,56%, baru kemudian disusul oleh
sektor aneka industri sebesar 0,51%. Volume transaksi sore ini mencapai 4,5
miliar saham dengan nilai Rp 4.902 triliun.
Saham-saham yang menjadi motor penggerak indeks hari ini antara lain: PT
Indo Tambangraya Megah (ITMG) yang naik 7% menjadi Rp 54.300, PT Adaro Energy
(ADRO) naik 4,9% menjadi Rp 2.675, PT Borneo Lumbung Energy (BORN) naik 14,18%
menjadi Rp 190, PT Semen Gresik (SMGR) naik 4,23% menjadi Rp 400, dan PT
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik 4,36% menjadi Rp 1.000.
Sementara, saham-saham yang menahan laju indeks antara lain: Bank CIMB
Niaga (BNGA) turun 8,38% menjadi Rp 160, PT Unilever (UNVR) turun 2,73% menjadi
Rp 450, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 2,73% menjadi Rp 16.050.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Mon, 03 Jan 2011 ( 16:23:43 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : ITMG dan ADRO menjadi motor penggerak indeks hari ini
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pada penutupan sore ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik
0,33% menjadi 3.715,915. Bertahannya indeks di zona hijau mendapat sokongan
penuh dari sektor pertambangan yang hari ini menguat 3,92%.
Kendati begitu, ada tiga sektor yang mencatatkan penurunan. Penurunan
terbesar dialami sektor keuangan yang turun 1,56%, baru kemudian disusul oleh
sektor aneka industri sebesar 0,51%. Volume transaksi sore ini mencapai 4,5
miliar saham dengan nilai Rp 4.902 triliun.
Saham-saham yang menjadi motor penggerak indeks hari ini antara lain: PT
Indo Tambangraya Megah (ITMG) yang naik 7% menjadi Rp 54.300, PT Adaro Energy
(ADRO) naik 4,9% menjadi Rp 2.675, PT Borneo Lumbung Energy (BORN) naik 14,18%
menjadi Rp 190, PT Semen Gresik (SMGR) naik 4,23% menjadi Rp 400, dan PT
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik 4,36% menjadi Rp 1.000.
Sementara, saham-saham yang menahan laju indeks antara lain: Bank CIMB
Niaga (BNGA) turun 8,38% menjadi Rp 160, PT Unilever (UNVR) turun 2,73% menjadi
Rp 450, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 2,73% menjadi Rp 16.050.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Mon, 03 Jan 2011 ( 16:23:43 WIB )
=======================================================================================
Senin, 03 Januari 2011
ANTM lebih senang jika pemerintah yang beli divestasi Newmont
Date : Jan 03 2011, 14:37
Title : News Story
Header : ANTM lebih senang jika pemerintah yang beli divestasi Newmont
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali menegaskan tidak akan
mengikuti divestasi saham 7% milik PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang
dilakukan pemerintah. Kali ini, perusahaan pelat merah tersebut beralasan, jika
saham yang ditawarkan terlampau kecil sehingga kurang strategis untuk ANTM.
"Pemerintah bagus ambil itu. Kami tidak ambil karena tidak strategis
nilainya dan kami masih banyak proyek lain," kata Alwin Syah Loebis di Jakarta,
Senin (3/1). Alwin sendiri menilai langkah pemerintah yang memilih mengambil
alih saham milik Newmont memang lebih tepat.
Sebelum memutuskan mengambil divestasi saham milik Newmont tersebut, ANTM
dan PTBA sempat ditawari untuk mengambil saham tersebut. Tapi keduanya sepakat
menolak. Apalagi ANTM sedang diproyeksikan untuk membeli saham Inalum.
Tahun ini ANTM akan menganggarkan belanja modal alias capex mencapai Rp 3
triliun. Belanja modal ini akan digunakan untuk pengerjaan proyek pembangkit
listrik, proyek feronikel, dan juga akuisisi tambang batubara. Dana belanja
modal akan didapatkan dari pinjaman bank dan internal. "Kita telah mendapatkan
pinjaman dari JBIC dan masih ada bank lain yang kita jajaki," pungkas Alwin.
ANTM pun menargetkan produksi emasnya tahun depan mencapai 2,9 juta ton
dan akan memberikan kontribusi mencapai 30% dari total pendapatan ANTM.
[ Anna Suci Perwitasari ]
KONTAN Mon, 03 Jan 2011 ( 13:46:23 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : ANTM lebih senang jika pemerintah yang beli divestasi Newmont
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali menegaskan tidak akan
mengikuti divestasi saham 7% milik PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang
dilakukan pemerintah. Kali ini, perusahaan pelat merah tersebut beralasan, jika
saham yang ditawarkan terlampau kecil sehingga kurang strategis untuk ANTM.
"Pemerintah bagus ambil itu. Kami tidak ambil karena tidak strategis
nilainya dan kami masih banyak proyek lain," kata Alwin Syah Loebis di Jakarta,
Senin (3/1). Alwin sendiri menilai langkah pemerintah yang memilih mengambil
alih saham milik Newmont memang lebih tepat.
Sebelum memutuskan mengambil divestasi saham milik Newmont tersebut, ANTM
dan PTBA sempat ditawari untuk mengambil saham tersebut. Tapi keduanya sepakat
menolak. Apalagi ANTM sedang diproyeksikan untuk membeli saham Inalum.
Tahun ini ANTM akan menganggarkan belanja modal alias capex mencapai Rp 3
triliun. Belanja modal ini akan digunakan untuk pengerjaan proyek pembangkit
listrik, proyek feronikel, dan juga akuisisi tambang batubara. Dana belanja
modal akan didapatkan dari pinjaman bank dan internal. "Kita telah mendapatkan
pinjaman dari JBIC dan masih ada bank lain yang kita jajaki," pungkas Alwin.
ANTM pun menargetkan produksi emasnya tahun depan mencapai 2,9 juta ton
dan akan memberikan kontribusi mencapai 30% dari total pendapatan ANTM.
[ Anna Suci Perwitasari ]
KONTAN Mon, 03 Jan 2011 ( 13:46:23 WIB )
=======================================================================================
Harry Tanoe lepas 12% saham CMNP, investor mengejar saham BHIT
Date : Jan 03 2011, 11:47
Title : News Story
Header : Harry Tanoe lepas 12% saham CMNP, investor mengejar saham BHIT
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Bhakti Investama (BHIT) melaju kencang pagi ini. Pada
pukul 10.35, saham BHIT tercatat meroket hingga 8,6% menjadi Rp 177. Ini
merupakan kenaikan tertinggi sejak 10 Desember lalu.
Seperti yang diketahui, dalam keterbukaan ke bursa, Darma Putra, Direktur
BHIT menjelaskan, perusahaan yang dikendalikan Hary telah melepas 12,16%
kepemilikan CMNP seharga Rp 2.100 per saham. Harga penjualan itu lebih tinggi
daripada kisaran harga saham CMNP di bursa selama pekan lalu, yaitu Rp 1.300-Rp
1.400 per saham.
"Kami melepas 243,176 juta saham pada 27 Desember lalu," kata Darma.
Dengan harga jual Rp 2.100 per saham, berarti BHIT mengantongi fulus sekitar Rp
510,66 miliar.
Darma tidak menjelaskan, kepada siapa BHIT menjual saham CMNP. Namun
spekulasi yang beredar di bursa, saham milik BHIT itu diambilalih oleh Robby
Sumampaw, pemegang saham lain di CMNP. Setelah penjualan tersebut, BHIT masih
memiliki sekitar 72,06 juta saham CMNP atau setara 3,6%.
Sejak berseteru dengan Siti Hardiyanti alias Mbak Tutut dalam kasus
perebutan saham TPI, BHIT memang terus mengurangi porsi sahamnya di CMNP. Pada
Oktober tahun lalu, BHIT juga melepas 1.481.500 saham atau 0,07% saham CMNP ke
pasar.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Mon, 03 Jan 2011 ( 11:02:13 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Harry Tanoe lepas 12% saham CMNP, investor mengejar saham BHIT
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Bhakti Investama (BHIT) melaju kencang pagi ini. Pada
pukul 10.35, saham BHIT tercatat meroket hingga 8,6% menjadi Rp 177. Ini
merupakan kenaikan tertinggi sejak 10 Desember lalu.
Seperti yang diketahui, dalam keterbukaan ke bursa, Darma Putra, Direktur
BHIT menjelaskan, perusahaan yang dikendalikan Hary telah melepas 12,16%
kepemilikan CMNP seharga Rp 2.100 per saham. Harga penjualan itu lebih tinggi
daripada kisaran harga saham CMNP di bursa selama pekan lalu, yaitu Rp 1.300-Rp
1.400 per saham.
"Kami melepas 243,176 juta saham pada 27 Desember lalu," kata Darma.
Dengan harga jual Rp 2.100 per saham, berarti BHIT mengantongi fulus sekitar Rp
510,66 miliar.
Darma tidak menjelaskan, kepada siapa BHIT menjual saham CMNP. Namun
spekulasi yang beredar di bursa, saham milik BHIT itu diambilalih oleh Robby
Sumampaw, pemegang saham lain di CMNP. Setelah penjualan tersebut, BHIT masih
memiliki sekitar 72,06 juta saham CMNP atau setara 3,6%.
Sejak berseteru dengan Siti Hardiyanti alias Mbak Tutut dalam kasus
perebutan saham TPI, BHIT memang terus mengurangi porsi sahamnya di CMNP. Pada
Oktober tahun lalu, BHIT juga melepas 1.481.500 saham atau 0,07% saham CMNP ke
pasar.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Mon, 03 Jan 2011 ( 11:02:13 WIB )
=======================================================================================
Laju inflasi 2010 capai 6,69%
Date : Jan 03 2011, 11:38
Title : News Story
Header : Laju inflasi 2010 capai 6,69%
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Desember 2010
mencapai 0,92%. Tingkat inflasi Desember lalu ini lebih tinggi bila
dibandingkan November lalu yang sebesar 0,6%.
Sehingga inflasi year on year pun tercatat mencapai 6,69%. Laju inflasi
ini melampaui asumsi makro 2010 yang sebesar 5,3%. "Ini diluar dugaan kita
semua," kata Kepala BPS Rusman Heriawan, Senin (3/1).
Kenaikan harga pangan masih menjadi penyumbang inflasi Desember lalu. BPS
mencatat beras tertinggi kontribusinya 0,23%, disusul cabe merah 0,22%.
Sedangkan inflasi inti, Rusman memaparkan mencapai sebesar 0,38% atau year
on year sebesar 4,28%. Rusman bilang inflasi inti ini terkait langsung dengan
aktivitas normal ekonomi Indonesia. Menurutnya, di dalam inflasi inti tentu
sudah dikeluarkan dengan administred price, yaitu harga-harga yang dikeluarkan
pemerintah dan gejolak harga pangan.
[ Irma Yani ]
KONTAN Mon, 03 Jan 2011 ( 11:28:12 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Laju inflasi 2010 capai 6,69%
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Desember 2010
mencapai 0,92%. Tingkat inflasi Desember lalu ini lebih tinggi bila
dibandingkan November lalu yang sebesar 0,6%.
Sehingga inflasi year on year pun tercatat mencapai 6,69%. Laju inflasi
ini melampaui asumsi makro 2010 yang sebesar 5,3%. "Ini diluar dugaan kita
semua," kata Kepala BPS Rusman Heriawan, Senin (3/1).
Kenaikan harga pangan masih menjadi penyumbang inflasi Desember lalu. BPS
mencatat beras tertinggi kontribusinya 0,23%, disusul cabe merah 0,22%.
Sedangkan inflasi inti, Rusman memaparkan mencapai sebesar 0,38% atau year
on year sebesar 4,28%. Rusman bilang inflasi inti ini terkait langsung dengan
aktivitas normal ekonomi Indonesia. Menurutnya, di dalam inflasi inti tentu
sudah dikeluarkan dengan administred price, yaitu harga-harga yang dikeluarkan
pemerintah dan gejolak harga pangan.
[ Irma Yani ]
KONTAN Mon, 03 Jan 2011 ( 11:28:12 WIB )
=======================================================================================
2010, produksi tiga komoditas tambang tak capai target
Date : Jan 03 2011, 09:16
Title : News Story
Header : 2010, produksi tiga komoditas tambang tak capai target
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Nasib buruk menimpa tiga komoditas pertambangan yakni perak,
timah dan bauksit pada tahun 2010. Kinerja produksi ketiga komoditas tambang
tersebut masih memble. Data Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas
Bumi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) menunjukkan, Perak, Timah
dan Bauksit tidak mencapai target pemerintah. Selain gangguan cuaca, rendahnya
produksi mineral logam ini juga dipicu minimnya permintaan dunia.
Tahun 2010, produksi Timah hanya mencapai 87% dari target. Sedangkan untuk
Perak dan Bauksit, masing-masing hanya sebesar 91% dan 95%. "Dari segi produksi
mineral, hanya terdapat tiga mineral yang realisasinya tidak mencapai target
tahun 2010. Yakni, produksi untuk Perak, Timah, dan Bauksit," kata Menteri ESDM
Darwin Zahedy Saleh, Jumat (31/12).
Meski demikian, secara rerata, produksi mineral Indonesia hampir
seluruhnya mencapai target. Realisasi rata-rata produksi tersebut meliputi
sembilan komoditas mineral logam. Yaitu, bauksit, bijih besi, tembaga, bijih
nikel, logam timah, emas, perak, Ni+Co in Matte, dan feronikel.
Merujuk kepada data Kementrian ESDM, dua komoditas yang paling moncer
produksinya sepanjang 2010 adalah ferronikel dan tembaga. Ferronikel, realisasi
produksi mencapai 115% dari target. Sedangkan produksi tembaga pada tahun 2010
mencapai 106% dari target.
Penurunan produksi timah memang telah diperhitungkan sebelumnya. Cuaca
buruk membuat produksi timah seret. PT Timah Tbk (TINS) bahkan pernah meramal
produksi Timah hingga akhir tahun 2010 akan turun dibandingkan dengan produksi
Timah pada 2009. Misalnya, pada Desember tahun 2010, produksi Timah hanya
sebesar 3.000 ton. Padahal, tiap bulannya rata-rata produksi Timah bisa
mencapai 3.500 ton hingga 4.000 ton.
"Tahun ini kemungkinan karena cuaca, produksi bisa turun hingga 40.000
ton," kata Direktur Utama PT Timah, Wahid Usman. Angka ini cukup jauh
dibandingkan dengan target produksi PT Timah. Semula, perusahaan timah plat
merah ini berharap memperoleh produksi Timah sebesar 50.000 ton.
Tahun depan, kata Darwin pemerintah akan menaikkan kinerja sektor mineral
dan batubara. Beberapa upaya yang akan dilakukan, seperti menyelesaikan
renegoisasi KK dan Perusahaan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan
Batubara (PKP2B). "masih ada 31 KK dan 13 PKP2B yang harus diselesaikan," kata
Darwin.
Kemudian, pemerintah juga akan menyelesaikan proses registrasi KP (Kuasa
Pertambangan) melalui izin Usaha Pertambangan (IUP). Upaya lainnya adalah
meningkatkan nilai tambah produk pertambangan, meningkatkan inventarisasi
investasi IUP dan jasa pertambangan, dan menyusun regulasi pembinaan dan
pengawasan teknis IUP.
Realisasi produksi mineral dan batubara (dalam ton)
Komoditas Produksi 2009 Realisasi 2010 Target 2010
Tembaga (ton) 868.171 989.953 930.000
Emas (kg) 105.404 111.000 107.000
Perak (kg) 232.640 323.000 355.000
Timah (ton) 105.000 78.965 77.000
Ferronikel (mt) 17.917 17.970 15.000
Bijih Nikel (ton) 10.847.141 6.561.404 6.200.000
Bauksit (mt) 10.083.258 7.148.124 7.500.000
Batubara (ton) 254.000.000 275.000.000 270.000.000
[ Fitri Nur Arifenie ]
KONTAN Mon, 03 Jan 2011 ( 09:08:15 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : 2010, produksi tiga komoditas tambang tak capai target
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Nasib buruk menimpa tiga komoditas pertambangan yakni perak,
timah dan bauksit pada tahun 2010. Kinerja produksi ketiga komoditas tambang
tersebut masih memble. Data Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas
Bumi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) menunjukkan, Perak, Timah
dan Bauksit tidak mencapai target pemerintah. Selain gangguan cuaca, rendahnya
produksi mineral logam ini juga dipicu minimnya permintaan dunia.
Tahun 2010, produksi Timah hanya mencapai 87% dari target. Sedangkan untuk
Perak dan Bauksit, masing-masing hanya sebesar 91% dan 95%. "Dari segi produksi
mineral, hanya terdapat tiga mineral yang realisasinya tidak mencapai target
tahun 2010. Yakni, produksi untuk Perak, Timah, dan Bauksit," kata Menteri ESDM
Darwin Zahedy Saleh, Jumat (31/12).
Meski demikian, secara rerata, produksi mineral Indonesia hampir
seluruhnya mencapai target. Realisasi rata-rata produksi tersebut meliputi
sembilan komoditas mineral logam. Yaitu, bauksit, bijih besi, tembaga, bijih
nikel, logam timah, emas, perak, Ni+Co in Matte, dan feronikel.
Merujuk kepada data Kementrian ESDM, dua komoditas yang paling moncer
produksinya sepanjang 2010 adalah ferronikel dan tembaga. Ferronikel, realisasi
produksi mencapai 115% dari target. Sedangkan produksi tembaga pada tahun 2010
mencapai 106% dari target.
Penurunan produksi timah memang telah diperhitungkan sebelumnya. Cuaca
buruk membuat produksi timah seret. PT Timah Tbk (TINS) bahkan pernah meramal
produksi Timah hingga akhir tahun 2010 akan turun dibandingkan dengan produksi
Timah pada 2009. Misalnya, pada Desember tahun 2010, produksi Timah hanya
sebesar 3.000 ton. Padahal, tiap bulannya rata-rata produksi Timah bisa
mencapai 3.500 ton hingga 4.000 ton.
"Tahun ini kemungkinan karena cuaca, produksi bisa turun hingga 40.000
ton," kata Direktur Utama PT Timah, Wahid Usman. Angka ini cukup jauh
dibandingkan dengan target produksi PT Timah. Semula, perusahaan timah plat
merah ini berharap memperoleh produksi Timah sebesar 50.000 ton.
Tahun depan, kata Darwin pemerintah akan menaikkan kinerja sektor mineral
dan batubara. Beberapa upaya yang akan dilakukan, seperti menyelesaikan
renegoisasi KK dan Perusahaan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan
Batubara (PKP2B). "masih ada 31 KK dan 13 PKP2B yang harus diselesaikan," kata
Darwin.
Kemudian, pemerintah juga akan menyelesaikan proses registrasi KP (Kuasa
Pertambangan) melalui izin Usaha Pertambangan (IUP). Upaya lainnya adalah
meningkatkan nilai tambah produk pertambangan, meningkatkan inventarisasi
investasi IUP dan jasa pertambangan, dan menyusun regulasi pembinaan dan
pengawasan teknis IUP.
Realisasi produksi mineral dan batubara (dalam ton)
Komoditas Produksi 2009 Realisasi 2010 Target 2010
Tembaga (ton) 868.171 989.953 930.000
Emas (kg) 105.404 111.000 107.000
Perak (kg) 232.640 323.000 355.000
Timah (ton) 105.000 78.965 77.000
Ferronikel (mt) 17.917 17.970 15.000
Bijih Nikel (ton) 10.847.141 6.561.404 6.200.000
Bauksit (mt) 10.083.258 7.148.124 7.500.000
Batubara (ton) 254.000.000 275.000.000 270.000.000
[ Fitri Nur Arifenie ]
KONTAN Mon, 03 Jan 2011 ( 09:08:15 WIB )
=======================================================================================
CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL MERGER SAHAM, 1 JAN 2011 2.337.795.416 SHM
Date : Jan 03 2011, 09:16
Title : News Story
Header : CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL MERGER SAHAM, 1 JAN 2011 2.337.795.416 SHM
Story
=======================================================================================
CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL MERGER SAHAM, 1 JAN 2011 2.337.795.416 SHM
PT Bursa Efek Indonesia telah memberikan persetujuan atas permohonan
pencatatan saham hasil Penggabungan Usaha (Merger) PT Chandra Asri ke dalam
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk sebanyak 2.337.795.416 saham dengan nilai
nominal Rp. 1.000,- per saham dengan rincian sebagai berikut:
Total Saham setelah penggabungan usaha : 3.066.196.416 saham
Asal saham : Saham PT Chandra Asri Petrochemical
Tbk ditambah dengan saham tambahan
yang diterbitkan sebagai akibat
adanya merger dengan PT Chandra
Asri
Nilai Nominal per saham : Rp 1.000,-
Jumlah saham setelah penggabungan tersebut diperoleh sesuai dengan konversi
saham hasil penggabungan usaha (merger) tersebut yaitu rasio konversi sebagai
berikut:
Asal Saham Jumlah Saham Sebelum Rasio Konversi Jumlah Saham
Merger Setelah Merger
PT Chandra Asri 728.401.000 1:1 728.401.000
Petrochemical Tbk
PT Chandra Asri 54.800 1:42.660,50029 2.337.795.416
Total Saham 3.066.196.416
Perdagangan efek PT Chandra Asri Petrochemical Tbk hasil penggabungan usaha
(merger) dimulai hari Senin, tanggal 3 Januari 2011 mulai pra pembukaan
perdagangan pukul 09.10 waktu JATS. Perdagangan efek PT Chandra Asri
Petrochemical Tbk yang dimulai pada pra pembukaan perdagangan tersebut yang
hanya akan dilakukan pada hari Senin, tanggal 3 Januari 2011.
(RTI, ROS 03 Jan 2011 08:34 WIB)
=======================================================================================
Title : News Story
Header : CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL MERGER SAHAM, 1 JAN 2011 2.337.795.416 SHM
Story
=======================================================================================
CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL MERGER SAHAM, 1 JAN 2011 2.337.795.416 SHM
PT Bursa Efek Indonesia telah memberikan persetujuan atas permohonan
pencatatan saham hasil Penggabungan Usaha (Merger) PT Chandra Asri ke dalam
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk sebanyak 2.337.795.416 saham dengan nilai
nominal Rp. 1.000,- per saham dengan rincian sebagai berikut:
Total Saham setelah penggabungan usaha : 3.066.196.416 saham
Asal saham : Saham PT Chandra Asri Petrochemical
Tbk ditambah dengan saham tambahan
yang diterbitkan sebagai akibat
adanya merger dengan PT Chandra
Asri
Nilai Nominal per saham : Rp 1.000,-
Jumlah saham setelah penggabungan tersebut diperoleh sesuai dengan konversi
saham hasil penggabungan usaha (merger) tersebut yaitu rasio konversi sebagai
berikut:
Asal Saham Jumlah Saham Sebelum Rasio Konversi Jumlah Saham
Merger Setelah Merger
PT Chandra Asri 728.401.000 1:1 728.401.000
Petrochemical Tbk
PT Chandra Asri 54.800 1:42.660,50029 2.337.795.416
Total Saham 3.066.196.416
Perdagangan efek PT Chandra Asri Petrochemical Tbk hasil penggabungan usaha
(merger) dimulai hari Senin, tanggal 3 Januari 2011 mulai pra pembukaan
perdagangan pukul 09.10 waktu JATS. Perdagangan efek PT Chandra Asri
Petrochemical Tbk yang dimulai pada pra pembukaan perdagangan tersebut yang
hanya akan dilakukan pada hari Senin, tanggal 3 Januari 2011.
(RTI, ROS 03 Jan 2011 08:34 WIB)
=======================================================================================
INDOMOBIL SUKSES INT. PENAMBAHAN MODAL TANPA HMETD, 3 JAN 2011 40.476.725 SHM
Date : Jan 03 2011, 09:14
Title : News Story
Header : INDOMOBIL SUKSES INT. PENAMBAHAN MODAL TANPA HMETD, 3 JAN 2011 40.476.725 SHM
Story
=======================================================================================
INDOMOBIL SUKSES INT. PENAMBAHAN MODAL TANPA HMETD, 3 JAN 2011 40.476.725 SHM
PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, telah dicatatkan Penambahan Modal Tanpa
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Keterangan efek yang akan dicatatkan:
Jumlah saham : 40.476.725 saham
Asal : saham Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu, hasil konversi utang menjadi saham
Nilai nominal saham : Rp 500,- per saham
Tanggal efektif pencatatan : 3 Januari 2011
Dengan adanya pencatatan saham tersebut, maka saham PT Indomobil Sukses
Internasional Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia seluruhnya berjumlah
1.036.979.405 saham.
(RTI, ROS 03 Jan 2011 08:24 WIB)
=======================================================================================
Title : News Story
Header : INDOMOBIL SUKSES INT. PENAMBAHAN MODAL TANPA HMETD, 3 JAN 2011 40.476.725 SHM
Story
=======================================================================================
INDOMOBIL SUKSES INT. PENAMBAHAN MODAL TANPA HMETD, 3 JAN 2011 40.476.725 SHM
PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, telah dicatatkan Penambahan Modal Tanpa
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Keterangan efek yang akan dicatatkan:
Jumlah saham : 40.476.725 saham
Asal : saham Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu, hasil konversi utang menjadi saham
Nilai nominal saham : Rp 500,- per saham
Tanggal efektif pencatatan : 3 Januari 2011
Dengan adanya pencatatan saham tersebut, maka saham PT Indomobil Sukses
Internasional Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia seluruhnya berjumlah
1.036.979.405 saham.
(RTI, ROS 03 Jan 2011 08:24 WIB)
=======================================================================================
Kamis, 30 Desember 2010
IDX
Rabu, 29 Desember 2010
Transaksi pagi, saham BYAN toreh rekor dengan lonjakan 11%
Date : Dec 29 2010, 10:44
Title : News Story
Header : Transaksi pagi, saham BYAN toreh rekor dengan lonjakan 11%
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pada transaksi pagi tadi, saham Bayan Resources (BYAN) berhasil
menorehkan rekor baru. Saham BYAN sempat meroket 11,73% menjadi Rp 20.000. Ini
merupakan rekor tertinggi sejak debut pencatatan saham perdananya pada Agustus
2008 lalu.
Namun pada pukul 10.21, saham BYAN hanya naik 4,47% menjadi Rp 18.700.
Perburuan investor atas saham pertambangan batubara ini terkait aksi korporasi
yang dilakukan.
Sekadar informasi, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, BYAN
telah menandatangani share purchase agreement dengan Kangaroo Resources
Limited, perusahaan publik yang didirikan berdasarkan hukum Negara Australia.
Perjanjian itu mengatur proses akuisisi 9 konsesi dan perusahaan lain
sesuai uji tuntas yang dilakukan perusahaan. Saat ini, 9 konsesi tersebut
memiliki kurang lebih cadangan batubara sebesar 116 juta metrik ton dan sumber
daya batubara sebesar 3,8 miliar metrik ton.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Wed, 29 Dec 2010 ( 10:33:04 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Transaksi pagi, saham BYAN toreh rekor dengan lonjakan 11%
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Pada transaksi pagi tadi, saham Bayan Resources (BYAN) berhasil
menorehkan rekor baru. Saham BYAN sempat meroket 11,73% menjadi Rp 20.000. Ini
merupakan rekor tertinggi sejak debut pencatatan saham perdananya pada Agustus
2008 lalu.
Namun pada pukul 10.21, saham BYAN hanya naik 4,47% menjadi Rp 18.700.
Perburuan investor atas saham pertambangan batubara ini terkait aksi korporasi
yang dilakukan.
Sekadar informasi, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, BYAN
telah menandatangani share purchase agreement dengan Kangaroo Resources
Limited, perusahaan publik yang didirikan berdasarkan hukum Negara Australia.
Perjanjian itu mengatur proses akuisisi 9 konsesi dan perusahaan lain
sesuai uji tuntas yang dilakukan perusahaan. Saat ini, 9 konsesi tersebut
memiliki kurang lebih cadangan batubara sebesar 116 juta metrik ton dan sumber
daya batubara sebesar 3,8 miliar metrik ton.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Wed, 29 Dec 2010 ( 10:33:04 WIB )
=======================================================================================
Musim dingin menghangatkan harga CPO
Date : Dec 29 2010, 08:50
Title : News Story
Header : Musim dingin menghangatkan harga CPO
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Harga Crude Palm Oil (CPO) di Malaysia Derivative Exchange untuk
pengiriman Maret 2011 mencetak rekor tertinggi dalam 33 bulan. Pada Selasa
(28/12) pukul 16.52, harga CPO mencapai US$ 1.223,65869 per metrik ton. Harga
ini naik 0,73% dibanding sehari sebelumnya yang sebesar US$ 1.214,74768 per
metrik ton.
Apelles Rizal T. Kawengian, Kepala Pengembangan Bisnis dan Produk Monex
Investindo Futures, mengatakan kenaikan harga CPO ditopang oleh beberapa faktor
diantaranya adalah penguatan Euro, mata uang Eropa. "Saat Euro menguat, dan
kebetulan musim dingin terjadi di Eropa maka kebutuhan akan CPO akan mengalami
kenaikan," katanya kepada KONTAN Selasa (28/12).
Catatan saja ekspor CPO dari Indonesia ke Eropa, selama Januari-November
2010, mencapai 3,425 juta ton atau naik 12,7% dibandingkan realisasi ekspor
tahun 2009 lalu sebesar 3,039 juta ton.
Selain itu Appeles bilang kenaikan suku bunga China juga menyebabkan CPO
ikut terkerek. Sebab dengan kebijakan moneter tersebut yuan akan cenderung
lebih kuat dan memiliki daya beli yang lebih tinggi dari sebelumnya. Dengan
kenaiakan yuan, dia memperkirakan permintaan dari China juga akan mengalami
kenaikan. Ker Chung Yang, analis Phillip Futures Pte, di Singapore, seperti
dikutip oleh Bloomberg bilang permintaan minyak untuk memasak di China akan
meningkat pada awal tahun mendatang. Sebab pada bulan Februari, China merayakan
tahun baru.
Analis Asia Kapitalindo Futures Nurman Achyar Firdaus menambahkan,
kenaikan harga CPO juga tidak lepas dari kenaikan harga minyak mentah dunia.
"Ketika fundamental minyak dunia kuat untuk mengalami kenaikan, CPO juiga akan
mengikuti," katanya. Kenaikan minyak dunia sendiri menurutnya terjadi karena
kebutuhan musim dingin.
Dia memperkirakan pada minggu ini CPO tidak akan bergerak lebar diantara,
dan berada dalam rentang US$ 1220-1250 per metrik ton. "Banyak pelaku pasar
mengambil posisi libur menjelang akhir tahun," katanya Sedang Appeles
memperkirakan harga akan berada di dalam rentang US$ 1.200-US$ 1.225. Namun
menurutnya pada awal semester 1-2011 CPO akan menyentuh US$ 1.300 per metrik
ton. "Dengan naiknya harga CPO, saham-saham berbasis komoditi akan naik,
termasuk berbasis CPO," katanya.
Gangguan produksi
Yougesh Khatri, ekonom senior di Nomura Holdings Inc, seperti dikutip oleh
Bloomberg mengatakan cuaca La Nina yang mengganggu panen di Indonesia dan
Malaysia sebagai produser terbesar minyak sawit, dan kekeringan di Amerika
selatan yang menyebabkan gangguan produksi kedelai mengakibatkan harga akan
mengalami kenaikan. Maklum minyak sawit dan kedelai bersaing sebagai bahan
bakar bio disel.
Buenos Aires Cereals Exchange mencatat tahun ini area tanam kedelai
memiliki kemungkinan penurunan sebesar 200.000 hektare menjadi 18,5 juta
hektare, karena kekeringan. Kekeringan tersebut menyebabkan kesuburan tanah
menurun dan membuat tanaman menjadi stress.
[ Raka Mahesa W ]
KONTAN Wed, 29 Dec 2010 ( 08:23:12 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Musim dingin menghangatkan harga CPO
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Harga Crude Palm Oil (CPO) di Malaysia Derivative Exchange untuk
pengiriman Maret 2011 mencetak rekor tertinggi dalam 33 bulan. Pada Selasa
(28/12) pukul 16.52, harga CPO mencapai US$ 1.223,65869 per metrik ton. Harga
ini naik 0,73% dibanding sehari sebelumnya yang sebesar US$ 1.214,74768 per
metrik ton.
Apelles Rizal T. Kawengian, Kepala Pengembangan Bisnis dan Produk Monex
Investindo Futures, mengatakan kenaikan harga CPO ditopang oleh beberapa faktor
diantaranya adalah penguatan Euro, mata uang Eropa. "Saat Euro menguat, dan
kebetulan musim dingin terjadi di Eropa maka kebutuhan akan CPO akan mengalami
kenaikan," katanya kepada KONTAN Selasa (28/12).
Catatan saja ekspor CPO dari Indonesia ke Eropa, selama Januari-November
2010, mencapai 3,425 juta ton atau naik 12,7% dibandingkan realisasi ekspor
tahun 2009 lalu sebesar 3,039 juta ton.
Selain itu Appeles bilang kenaikan suku bunga China juga menyebabkan CPO
ikut terkerek. Sebab dengan kebijakan moneter tersebut yuan akan cenderung
lebih kuat dan memiliki daya beli yang lebih tinggi dari sebelumnya. Dengan
kenaiakan yuan, dia memperkirakan permintaan dari China juga akan mengalami
kenaikan. Ker Chung Yang, analis Phillip Futures Pte, di Singapore, seperti
dikutip oleh Bloomberg bilang permintaan minyak untuk memasak di China akan
meningkat pada awal tahun mendatang. Sebab pada bulan Februari, China merayakan
tahun baru.
Analis Asia Kapitalindo Futures Nurman Achyar Firdaus menambahkan,
kenaikan harga CPO juga tidak lepas dari kenaikan harga minyak mentah dunia.
"Ketika fundamental minyak dunia kuat untuk mengalami kenaikan, CPO juiga akan
mengikuti," katanya. Kenaikan minyak dunia sendiri menurutnya terjadi karena
kebutuhan musim dingin.
Dia memperkirakan pada minggu ini CPO tidak akan bergerak lebar diantara,
dan berada dalam rentang US$ 1220-1250 per metrik ton. "Banyak pelaku pasar
mengambil posisi libur menjelang akhir tahun," katanya Sedang Appeles
memperkirakan harga akan berada di dalam rentang US$ 1.200-US$ 1.225. Namun
menurutnya pada awal semester 1-2011 CPO akan menyentuh US$ 1.300 per metrik
ton. "Dengan naiknya harga CPO, saham-saham berbasis komoditi akan naik,
termasuk berbasis CPO," katanya.
Gangguan produksi
Yougesh Khatri, ekonom senior di Nomura Holdings Inc, seperti dikutip oleh
Bloomberg mengatakan cuaca La Nina yang mengganggu panen di Indonesia dan
Malaysia sebagai produser terbesar minyak sawit, dan kekeringan di Amerika
selatan yang menyebabkan gangguan produksi kedelai mengakibatkan harga akan
mengalami kenaikan. Maklum minyak sawit dan kedelai bersaing sebagai bahan
bakar bio disel.
Buenos Aires Cereals Exchange mencatat tahun ini area tanam kedelai
memiliki kemungkinan penurunan sebesar 200.000 hektare menjadi 18,5 juta
hektare, karena kekeringan. Kekeringan tersebut menyebabkan kesuburan tanah
menurun dan membuat tanaman menjadi stress.
[ Raka Mahesa W ]
KONTAN Wed, 29 Dec 2010 ( 08:23:12 WIB )
=======================================================================================
Selasa, 28 Desember 2010
Holcim berhasil genggam asset Lafarge senilai 120 juta euro
Date : Dec 28 2010, 12:10
Title : News Story
Header : Holcim berhasil genggam asset Lafarge senilai 120 juta euro
Story
=======================================================================================
ZURICH. Holcim Ltd membeli membeli pertambangan dan pabrik di Swiss dan
Prancis. Perusahaan semen terbesar nomer dua di dunia ini mengakuisisi sejumlah
pabrik operasi milik pesaing utamanya yaitu Lafarge. Dalam akuisisi ini, Holcim
bersaing dengan Mexico's Cemex dan Germany's Heidelberg Cement yang juga ingin
membeli 8 agregat, tambang dan pabrik beton di Alsace Prancis.
Manajemen Lafarge mengatakan bahwa perusahaannya telah menjual sebagian
asset tersebut dengan nilai transaksi mencaoai 120 juta euro. Penjualan ini
masuk dalam rencana bisnis Lafarge yang memang harud dilakukan pada tahun 2010.
"Akuisisi berfungsi untuk mengamankan cadangan agregat berkualitas tinggi,
hal ini memungkinkan Holcim memasok kebutuhan pasar," ujar manajemen Holcim.
[ Dyah Megasari, Reuters ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 12:02:27 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Holcim berhasil genggam asset Lafarge senilai 120 juta euro
Story
=======================================================================================
ZURICH. Holcim Ltd membeli membeli pertambangan dan pabrik di Swiss dan
Prancis. Perusahaan semen terbesar nomer dua di dunia ini mengakuisisi sejumlah
pabrik operasi milik pesaing utamanya yaitu Lafarge. Dalam akuisisi ini, Holcim
bersaing dengan Mexico's Cemex dan Germany's Heidelberg Cement yang juga ingin
membeli 8 agregat, tambang dan pabrik beton di Alsace Prancis.
Manajemen Lafarge mengatakan bahwa perusahaannya telah menjual sebagian
asset tersebut dengan nilai transaksi mencaoai 120 juta euro. Penjualan ini
masuk dalam rencana bisnis Lafarge yang memang harud dilakukan pada tahun 2010.
"Akuisisi berfungsi untuk mengamankan cadangan agregat berkualitas tinggi,
hal ini memungkinkan Holcim memasok kebutuhan pasar," ujar manajemen Holcim.
[ Dyah Megasari, Reuters ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 12:02:27 WIB )
=======================================================================================
Semen Baturaja dan Waskita Karya bakal IPO tahun depan
Date : Dec 28 2010, 12:09
Title : News Story
Header : Semen Baturaja dan Waskita Karya bakal IPO tahun depan
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Semen Baturaja dan PT Waskita Karya merupakan dua dari empat
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berencana melaksanakan initial public
offering (IPO) pada tahun depan.
Hal itu diungkapkan oleh Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan
Perencanaan Strategis Pandu Djajanto di Jakarta (28/12). Dia menambahkan, dua
perusahaan BUMN lain yang juga ditargetkan mencatatkan saham di bursa adalah PT
Garuda Indonesia dan PT Telekomunikasi Indonesia.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 12:00:29 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Semen Baturaja dan Waskita Karya bakal IPO tahun depan
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Semen Baturaja dan PT Waskita Karya merupakan dua dari empat
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berencana melaksanakan initial public
offering (IPO) pada tahun depan.
Hal itu diungkapkan oleh Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan
Perencanaan Strategis Pandu Djajanto di Jakarta (28/12). Dia menambahkan, dua
perusahaan BUMN lain yang juga ditargetkan mencatatkan saham di bursa adalah PT
Garuda Indonesia dan PT Telekomunikasi Indonesia.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 12:00:29 WIB )
=======================================================================================
Investor hati-hati jelang akhir tahun, posisi rupiah tak banyak berubah
Date : Dec 28 2010, 10:52
Title : News Story
Header : Investor hati-hati jelang akhir tahun, posisi rupiah tak banyak berubah
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Rupiah sepertinya enggan beranjak dari posisinya saat ini yang
mendekati level terlemah dalam lima bulan terakhir. Kondisi ini dipicu oleh
kekhawatiran akan krisis utang Eropa dan kenaikan suku bunga China yang bakal
memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Seperti yang diketahui, China sudah menaikkan suku bunga acuannya sebesar
25 basis poin pada hari Natal lalu.
"Menjelang akhir tahun, tidak ada investor yang berani bertaruh dan
memilih hati-hati terkait masalah Eropa, ketegangan Korea, dan pengetatan
kebijakan moneter China," jelas Joanna Tan, regional economist Forecast
Singapore Pte di Singapura.
Catatan saja, pada pukul 10.21, rupiah tak banyak berubah di posisi 9.034
dari posisi penutupan kemarin di level 9.038. Sepanjang tahun ini, mata uang
Garuda sudah menguat 3,9%.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 10:51:27 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Investor hati-hati jelang akhir tahun, posisi rupiah tak banyak berubah
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Rupiah sepertinya enggan beranjak dari posisinya saat ini yang
mendekati level terlemah dalam lima bulan terakhir. Kondisi ini dipicu oleh
kekhawatiran akan krisis utang Eropa dan kenaikan suku bunga China yang bakal
memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Seperti yang diketahui, China sudah menaikkan suku bunga acuannya sebesar
25 basis poin pada hari Natal lalu.
"Menjelang akhir tahun, tidak ada investor yang berani bertaruh dan
memilih hati-hati terkait masalah Eropa, ketegangan Korea, dan pengetatan
kebijakan moneter China," jelas Joanna Tan, regional economist Forecast
Singapore Pte di Singapura.
Catatan saja, pada pukul 10.21, rupiah tak banyak berubah di posisi 9.034
dari posisi penutupan kemarin di level 9.038. Sepanjang tahun ini, mata uang
Garuda sudah menguat 3,9%.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 10:51:27 WIB )
=======================================================================================
Harga komoditas masih rancak
Date : Dec 28 2010, 10:50
Title : News Story
Header : Harga komoditas masih rancak
Story
=======================================================================================
Kalangan pebisnis di bidang komoditas pertanian dan tambang rupanya
mengalami sedikit kekhawatiran memasuki tahun 2011 ini. Pasalnya, menurut
ramalan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisik (BMG) curah hujan yang telah
berlangsung sepanjang 2010 masih akan terus berlangsung hingga tahun depan.
Bahkan tidak mustahil curah hujan yang tinggi akan terjadi hingga
Februari, Maret atau Mei 2011. Bila benar itu terjadi, bisnis komoditas
pertanian, perkebunan bahkan tambang, kemungkinan akan terkena dampak
negatifnya.
Betapa tidak. Lihat saja tahun ini. Produksi tambang timah menurun
gara-gara penambangan timah, terutama yang di laut terganggu. Aktifitas
penambangan batubara juga terganggu. Sementara di sektor pertanian, produksi
gabah, biji kakao, karet, bawang bahkan juga buah-buahan terganggu gara-gara
hujan yang berlebihan.
Maka, tidak aneh, kalau para eksportir kakao misalnya, sudah mulai
hitung-hitungan mengenai harga tahun depan. Mereka mengkalkulasi bagaimana
kira-kira produksi, pasokan dan harga-harga di tahun yang akan datang ini.
"Saya tidak melihat di semester I tahun depan akan ada panen raya kakao, kalau
hujan terus. Apalgi, menurut ramalan BMG puncak curah hujan di Februari, Maret
dan April," kata Zulhefi Sikumbang, Sekretaris Jenderal Asosiasi Kakao
Indonesia (Askindo).
Karena itu, tidak mustahil produksi kakao di 2011 hanya akan mencapai
500.000 ton. Angka itu lebih rendah dari tahun ini yang berkisar 550.000 ton.
Namun, di sektor karet, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet
Indonesia (Gapkindo) Suharto Honggokusumo melihat, meski perubahan cuaca
memberikan pengaruh pada produktivitas tanaman karet, produksi karet alam
Indonesia tampaknya masih kinclong.
Bahkan, sejelek-jeleknya, produksi karet tahun depan bisa tumbuh 8% dari
produksi tahun ini yang diperkirakan mencapai 2,8 juta ton. Alhasil, "Kinerja
ekspornya juga cukup baik," kata Suharto.
Karet termasuk komoditas ekspor yang penting. Selain karet, komoditas lain
yang menjadi andalan meraup devisa ekspor adalah batubara dan minyak sawit
mentah atau crude palm oil (CPO).
Laporan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan, komoditas karet,
batubara, serta CPO ini memberi kontribusi terbesar terhadap kenaikan nilai
ekspor Indonesia sepanjang tahun ini. Seperti kita ketahui, ekspor Indonesia
selama tiga kuartal 2010 mengalami kenaikan 32,21% dibanding periode sama 2009.
Sementara data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekspor
tertinggi disematkan kepada karet yang tumbuh 94%, setelah itu CPO dengan
pertumbuhan 33%. Sedangkan batubara pada kelompok ekspor bahan bahan bakar
mineral tumbuh 32,81%.
Dari segi volume, pertumbuhan kinerja ketiga komoditas ini juga cukup
baik. Masing-masing mencatat pertumbuhan karet (15,3%), CPO (1,35%) dan
batubara (30%). "Ekspor karet mengalami pertumbuhan sangat tinggi karena
dipengaruhi oleh naiknya harga internasional," kata Mari Elka Pangestu dalam
laporan kinerja perdagangan awal Desember 2010 lalu.
Tak hanya karet, harga CPO juga diprediksi makin bersinar di 2011 nanti.
Bahkan, harga CPO yang cenderung naik tahun ini berpeluang terus berlanjut
sampai tahun depan. Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan
terhadap komoditas tersebut.
Sebelumnya, Mari Elka Pangestu mengatakan, kebutuhan CPO dunia dalam lima
hingga 10 tahun terakhir meningkat. "Permintaan CPO masih akan kuat hingga lima
tahun ke depan," kata Mari.
Merujuk data yang dilansir lembaga analis dunia, Oil World, ekspor CPO
Indonesia hingga September 2010 mencapai 16,72 juta ton. Jumlah ini setara 77%
dari total produksi sebesar 21,7 juta ton. Dari ekspor sebanyak itu, ekspor CPO
ke India tahun ini tumbuh 35,5% dengan nilai US$ 2 miliar.
Dalam kurun 2005-2009, ekspor naik 53,9%. Laju ekspor CPO ke Eropa juga
melonjak. Negara tujuan ekspor dengan pertumbuhan tertinggi di Eropa adalah
Italia yang tumbuh 102% dalam lima tahun terakhir. Disusul Jerman yang tumbuh
45,6% dan Belanda 33%.
Komoditas batubara juga tak kalah kinclong. Harga emas hitam ini
dipastikan tembus pada level US$ 100 per ton di 2011. Sementara produksinya
diprediksi bakal mencapai 340 juta ton pada 2011.
Tak heran, Kemendag mematok target ekspor 2011 tembus hingga US$ 165
miliar.
[ Asnil Bambani Amri, Herlina KD, Sofyan Nur Hidayat, Veri Nurhansyah
Tragistina, Fitri Nur Arifenie ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 10:47:31 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Harga komoditas masih rancak
Story
=======================================================================================
Kalangan pebisnis di bidang komoditas pertanian dan tambang rupanya
mengalami sedikit kekhawatiran memasuki tahun 2011 ini. Pasalnya, menurut
ramalan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisik (BMG) curah hujan yang telah
berlangsung sepanjang 2010 masih akan terus berlangsung hingga tahun depan.
Bahkan tidak mustahil curah hujan yang tinggi akan terjadi hingga
Februari, Maret atau Mei 2011. Bila benar itu terjadi, bisnis komoditas
pertanian, perkebunan bahkan tambang, kemungkinan akan terkena dampak
negatifnya.
Betapa tidak. Lihat saja tahun ini. Produksi tambang timah menurun
gara-gara penambangan timah, terutama yang di laut terganggu. Aktifitas
penambangan batubara juga terganggu. Sementara di sektor pertanian, produksi
gabah, biji kakao, karet, bawang bahkan juga buah-buahan terganggu gara-gara
hujan yang berlebihan.
Maka, tidak aneh, kalau para eksportir kakao misalnya, sudah mulai
hitung-hitungan mengenai harga tahun depan. Mereka mengkalkulasi bagaimana
kira-kira produksi, pasokan dan harga-harga di tahun yang akan datang ini.
"Saya tidak melihat di semester I tahun depan akan ada panen raya kakao, kalau
hujan terus. Apalgi, menurut ramalan BMG puncak curah hujan di Februari, Maret
dan April," kata Zulhefi Sikumbang, Sekretaris Jenderal Asosiasi Kakao
Indonesia (Askindo).
Karena itu, tidak mustahil produksi kakao di 2011 hanya akan mencapai
500.000 ton. Angka itu lebih rendah dari tahun ini yang berkisar 550.000 ton.
Namun, di sektor karet, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet
Indonesia (Gapkindo) Suharto Honggokusumo melihat, meski perubahan cuaca
memberikan pengaruh pada produktivitas tanaman karet, produksi karet alam
Indonesia tampaknya masih kinclong.
Bahkan, sejelek-jeleknya, produksi karet tahun depan bisa tumbuh 8% dari
produksi tahun ini yang diperkirakan mencapai 2,8 juta ton. Alhasil, "Kinerja
ekspornya juga cukup baik," kata Suharto.
Karet termasuk komoditas ekspor yang penting. Selain karet, komoditas lain
yang menjadi andalan meraup devisa ekspor adalah batubara dan minyak sawit
mentah atau crude palm oil (CPO).
Laporan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan, komoditas karet,
batubara, serta CPO ini memberi kontribusi terbesar terhadap kenaikan nilai
ekspor Indonesia sepanjang tahun ini. Seperti kita ketahui, ekspor Indonesia
selama tiga kuartal 2010 mengalami kenaikan 32,21% dibanding periode sama 2009.
Sementara data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekspor
tertinggi disematkan kepada karet yang tumbuh 94%, setelah itu CPO dengan
pertumbuhan 33%. Sedangkan batubara pada kelompok ekspor bahan bahan bakar
mineral tumbuh 32,81%.
Dari segi volume, pertumbuhan kinerja ketiga komoditas ini juga cukup
baik. Masing-masing mencatat pertumbuhan karet (15,3%), CPO (1,35%) dan
batubara (30%). "Ekspor karet mengalami pertumbuhan sangat tinggi karena
dipengaruhi oleh naiknya harga internasional," kata Mari Elka Pangestu dalam
laporan kinerja perdagangan awal Desember 2010 lalu.
Tak hanya karet, harga CPO juga diprediksi makin bersinar di 2011 nanti.
Bahkan, harga CPO yang cenderung naik tahun ini berpeluang terus berlanjut
sampai tahun depan. Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan
terhadap komoditas tersebut.
Sebelumnya, Mari Elka Pangestu mengatakan, kebutuhan CPO dunia dalam lima
hingga 10 tahun terakhir meningkat. "Permintaan CPO masih akan kuat hingga lima
tahun ke depan," kata Mari.
Merujuk data yang dilansir lembaga analis dunia, Oil World, ekspor CPO
Indonesia hingga September 2010 mencapai 16,72 juta ton. Jumlah ini setara 77%
dari total produksi sebesar 21,7 juta ton. Dari ekspor sebanyak itu, ekspor CPO
ke India tahun ini tumbuh 35,5% dengan nilai US$ 2 miliar.
Dalam kurun 2005-2009, ekspor naik 53,9%. Laju ekspor CPO ke Eropa juga
melonjak. Negara tujuan ekspor dengan pertumbuhan tertinggi di Eropa adalah
Italia yang tumbuh 102% dalam lima tahun terakhir. Disusul Jerman yang tumbuh
45,6% dan Belanda 33%.
Komoditas batubara juga tak kalah kinclong. Harga emas hitam ini
dipastikan tembus pada level US$ 100 per ton di 2011. Sementara produksinya
diprediksi bakal mencapai 340 juta ton pada 2011.
Tak heran, Kemendag mematok target ekspor 2011 tembus hingga US$ 165
miliar.
[ Asnil Bambani Amri, Herlina KD, Sofyan Nur Hidayat, Veri Nurhansyah
Tragistina, Fitri Nur Arifenie ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 10:47:31 WIB )
=======================================================================================
UNVR
Dollar melemah, harga emas kembali merangkak naik
Date : Dec 28 2010, 10:44
Title : News Story
Header : Dollar melemah, harga emas kembali merangkak naik
Story
=======================================================================================
SINGAPURA. Harga emas kembali naik pagi ini. penyebabnya, beredar
spekulasi kalau melemahnya dollar bakal meningkatkan permintaan akan si kuning
sebagai investasi alternatif.
Asal tahu saja, pagi tadi, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat naik
0,2% menjadi US$ 1.387,10 per troy ounce. Pada pukul 10.19 waktu Tokyo, kontrak
yang sama bertengger di posisi US$ 1.385,75. Sementara itu, kontrak harga emas
untuk pengantaran Febuari di Comex New York naik 0,3% menjadi US$ 1.386,30 per
troy ounce.
"Harga emas disokong oleh pelemahan dollar di tengah tipisnya transaksi,
apalagi pasar di Inggris hari ini ditutup," kata Kazuhiko Saito, analis
Fujitomi Co yang berbasis di Tokyo.
Catatan saja, harga emas sempat menyentuh rekor di posisi US$ 1.431,25 per
troy ounce pada 7 Desember. Dan sepanjang tahun ini sudah mengalami kenaikan
sebesar 26% akibat krisis Eropa dan rendahnya suku bunga AS.
Sementara itu, posisi dollar berada di level terendah dalam seminggu
terakhir terhadap euro. Di pasar beredar spekulasi kalau data AS yang
rencananya bakal dirilis hari ini akan menunjukkan penurunan hara rumah.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 10:28:02 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Dollar melemah, harga emas kembali merangkak naik
Story
=======================================================================================
SINGAPURA. Harga emas kembali naik pagi ini. penyebabnya, beredar
spekulasi kalau melemahnya dollar bakal meningkatkan permintaan akan si kuning
sebagai investasi alternatif.
Asal tahu saja, pagi tadi, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat naik
0,2% menjadi US$ 1.387,10 per troy ounce. Pada pukul 10.19 waktu Tokyo, kontrak
yang sama bertengger di posisi US$ 1.385,75. Sementara itu, kontrak harga emas
untuk pengantaran Febuari di Comex New York naik 0,3% menjadi US$ 1.386,30 per
troy ounce.
"Harga emas disokong oleh pelemahan dollar di tengah tipisnya transaksi,
apalagi pasar di Inggris hari ini ditutup," kata Kazuhiko Saito, analis
Fujitomi Co yang berbasis di Tokyo.
Catatan saja, harga emas sempat menyentuh rekor di posisi US$ 1.431,25 per
troy ounce pada 7 Desember. Dan sepanjang tahun ini sudah mengalami kenaikan
sebesar 26% akibat krisis Eropa dan rendahnya suku bunga AS.
Sementara itu, posisi dollar berada di level terendah dalam seminggu
terakhir terhadap euro. Di pasar beredar spekulasi kalau data AS yang
rencananya bakal dirilis hari ini akan menunjukkan penurunan hara rumah.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 10:28:02 WIB )
=======================================================================================
BI akan umumkan 17 paket kebijakan baru
Date : Dec 28 2010, 10:27
Title : News Story
Header : BI akan umumkan 17 paket kebijakan baru
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan paket kebijakan baru. Paket
berisi 17 aturan dan ketentuan ini akan berlaku pada Januari 2011. "Hari ini
Dewan Gubernur bertemu dan melapor ke Presiden. Kalau enggak salah besok (hari
ini) akan diumumkan," kata Mulya Effendi Siregar, Direktur Direktorat Perbankan
Syariah BI, kepada KONTAN, Senin (27/12).
Mulya mengatakan, salah satu isi paket kebijakan itu adalah soal perbankan
syariah. Paket kebijakan untuk ini memuat empat ketentuan, yakni
restrukturisasi pembiayaan, kualitas aktiva bank umum syariah, kualitas aktiva
bank perkreditan rakyat (BPR) Syariah, serta ketentuan batas maksimum
penyaluran dana (BMPD). "Sebetulnya ini hanya menyempurnakan ketentuan yang
lama, jadi kami memberikan penyesuaian," ujarnya.
Mengenai restrukturisasi pembiayaan, bank sentral bakal membolehkan bank
syariah melakukan hal itu pada kolektibilitas 1 atau lancar. Asalkan, prospek
pembiayaan tidak membahayakan bank. "Kami membuat aturan ini untuk memacu
pembiayaan," kata Mulya.
Dalam aturan sebelumnya, bank syariah baru bisa melakukan restrukturisasi
jika pembiayaan tersebut sudah masuk dalam kolektibilitas
3 atau kurang lancar. Aturan ini akan membuat bank syariah lebih ringan
menyediakan Pencadangan Penghapusan Aktiva (PPA).
Kebijakan penentuan kualitas aktiva demi mendorong penyaluran pembiayaan
mudarabah. Nantinya, transaksi mudarabah bisa lebih fleksibel. Di aturan
sebelumnya, saban bulan nasabah harus membayar angsuran pokok. "Umpamanya
pembiayaan 2 tahun, setiap bulan dia harus mengangsur. Selain angsuran pokok
dia juga harus membagi hasil," jelas Mulya.
Dalam peraturan yang baru, BI memberikan kewenangan ke bank agar pelunasan
pinjaman bisa dilakukan di akhir perjanjian. Adapun bagi hasil, tetap dilakukan
setiap bulan.
Mulya mengakui, aturan ini berisiko. Makanya, BI berharap, perbankan
syariah meningkatkan evaluasi secara berkala terhadap nasabah mudarabah itu.
"Kalau BMPD tidak ada yang baru, karena belum diatur pada waktu yang lalu,"
tuturnya.
[ Wahyu Satriani, Nina Dwiantika ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 10:19:15 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : BI akan umumkan 17 paket kebijakan baru
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan paket kebijakan baru. Paket
berisi 17 aturan dan ketentuan ini akan berlaku pada Januari 2011. "Hari ini
Dewan Gubernur bertemu dan melapor ke Presiden. Kalau enggak salah besok (hari
ini) akan diumumkan," kata Mulya Effendi Siregar, Direktur Direktorat Perbankan
Syariah BI, kepada KONTAN, Senin (27/12).
Mulya mengatakan, salah satu isi paket kebijakan itu adalah soal perbankan
syariah. Paket kebijakan untuk ini memuat empat ketentuan, yakni
restrukturisasi pembiayaan, kualitas aktiva bank umum syariah, kualitas aktiva
bank perkreditan rakyat (BPR) Syariah, serta ketentuan batas maksimum
penyaluran dana (BMPD). "Sebetulnya ini hanya menyempurnakan ketentuan yang
lama, jadi kami memberikan penyesuaian," ujarnya.
Mengenai restrukturisasi pembiayaan, bank sentral bakal membolehkan bank
syariah melakukan hal itu pada kolektibilitas 1 atau lancar. Asalkan, prospek
pembiayaan tidak membahayakan bank. "Kami membuat aturan ini untuk memacu
pembiayaan," kata Mulya.
Dalam aturan sebelumnya, bank syariah baru bisa melakukan restrukturisasi
jika pembiayaan tersebut sudah masuk dalam kolektibilitas
3 atau kurang lancar. Aturan ini akan membuat bank syariah lebih ringan
menyediakan Pencadangan Penghapusan Aktiva (PPA).
Kebijakan penentuan kualitas aktiva demi mendorong penyaluran pembiayaan
mudarabah. Nantinya, transaksi mudarabah bisa lebih fleksibel. Di aturan
sebelumnya, saban bulan nasabah harus membayar angsuran pokok. "Umpamanya
pembiayaan 2 tahun, setiap bulan dia harus mengangsur. Selain angsuran pokok
dia juga harus membagi hasil," jelas Mulya.
Dalam peraturan yang baru, BI memberikan kewenangan ke bank agar pelunasan
pinjaman bisa dilakukan di akhir perjanjian. Adapun bagi hasil, tetap dilakukan
setiap bulan.
Mulya mengakui, aturan ini berisiko. Makanya, BI berharap, perbankan
syariah meningkatkan evaluasi secara berkala terhadap nasabah mudarabah itu.
"Kalau BMPD tidak ada yang baru, karena belum diatur pada waktu yang lalu,"
tuturnya.
[ Wahyu Satriani, Nina Dwiantika ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 10:19:15 WIB )
=======================================================================================
ADRO siapkan dana akuisisi tambang batubara Rp 12 triliun
Date : Dec 28 2010, 09:28
Title : News Story
Header : ADRO siapkan dana akuisisi tambang batubara Rp 12 triliun
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Setelah gagal menuntaskan akuisisi PT Bhakti Energi Persada (BEP)
di tahun ini, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) kembali memasukkan agenda
pengambilalihan tambang batubara lain di 2011. Selain untuk memperkuat
cadangan, aksi korporasi itu dilakukan lantaran likuiditas ADRO masih cukup
tebal.
Deputi Sekretaris Perusahaan ADRO Devindra Ratzarwin mengatakan, emiten
batubara itu mengalokasikan dana sebesar Rp 12 triliun untuk melakukan akuisisi
tambang batubara. Sumber pendanaannya sangat beragam.
Selain memiliki dana kas sebesar Rp 6 triliun, ADRO juga masih mengantongi
sisa dana obligasi global sekitar US$ 340 juta. "Kami juga memiliki standby
facility sekitar US$ 500 juta," ujar Devindra, akhir pekan lalu.
Untuk memuluskan rencana akuisisi tersebut, ADRO sedang mencari aset
tambang yang dinilai menguntungkan. Devindra bilang, lokasi tambang yang
menjadi incaran tidak terbatas di Pulau Kalimantan saja, tapi juga di Sumatra.
Hanya saja, hingga kini belum ada satupun tambang batubara yang menurut ADRO
layak untuk diakuisisi.
Devindra menuturkan, sebenarnya profil perusahaan seperti BEP yang kini
dicari ADRO. Di samping infrastruktur tambang nitu tidak terlalu buruk,
kandungan batubaranya juga tidak berbeda jauh dibandingkan batubara dari
tambang ADRO.
Sebagai gambaran, BEP memiliki dua konsesi tambang batubara di Kalimantan
yaitu Blok I Bulungan yang memiliki cadangan batubara sekitar 110 juta ton dan
Kutai Timur dengan cadangan sekitar 5,6 miliar ton.
Blok Bulungan sudah beroperasi mulai tahun lalu. Hingga akhir tahun 2010
produksi Bulungan ditaksir sekitar 700.000 ton. Sementara tahun depan produksi
di blok Bulungan akan mencapai dua juta ton.
Meningkatnya permintaan batubara global menjadi alasan ADRO untuk
meningkatkan cadangannya. Saat ini mayoritas batubara ADRO di lepas ke pasar
ekspor. Sementara untuk pasar lokal hanya disisakan 25% yang sebagain besar
dijual ke PLN.
Devindra bilang tahun depan pasokan batubara ke PLN bertambah sekitar 2
juta ton. "Kami akan menjadi pemasok batubara terbesar ke PLN," imbuh Devindra.
[ Anna Suci Perwitasari, KONTAN ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 09:23:12 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : ADRO siapkan dana akuisisi tambang batubara Rp 12 triliun
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Setelah gagal menuntaskan akuisisi PT Bhakti Energi Persada (BEP)
di tahun ini, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) kembali memasukkan agenda
pengambilalihan tambang batubara lain di 2011. Selain untuk memperkuat
cadangan, aksi korporasi itu dilakukan lantaran likuiditas ADRO masih cukup
tebal.
Deputi Sekretaris Perusahaan ADRO Devindra Ratzarwin mengatakan, emiten
batubara itu mengalokasikan dana sebesar Rp 12 triliun untuk melakukan akuisisi
tambang batubara. Sumber pendanaannya sangat beragam.
Selain memiliki dana kas sebesar Rp 6 triliun, ADRO juga masih mengantongi
sisa dana obligasi global sekitar US$ 340 juta. "Kami juga memiliki standby
facility sekitar US$ 500 juta," ujar Devindra, akhir pekan lalu.
Untuk memuluskan rencana akuisisi tersebut, ADRO sedang mencari aset
tambang yang dinilai menguntungkan. Devindra bilang, lokasi tambang yang
menjadi incaran tidak terbatas di Pulau Kalimantan saja, tapi juga di Sumatra.
Hanya saja, hingga kini belum ada satupun tambang batubara yang menurut ADRO
layak untuk diakuisisi.
Devindra menuturkan, sebenarnya profil perusahaan seperti BEP yang kini
dicari ADRO. Di samping infrastruktur tambang nitu tidak terlalu buruk,
kandungan batubaranya juga tidak berbeda jauh dibandingkan batubara dari
tambang ADRO.
Sebagai gambaran, BEP memiliki dua konsesi tambang batubara di Kalimantan
yaitu Blok I Bulungan yang memiliki cadangan batubara sekitar 110 juta ton dan
Kutai Timur dengan cadangan sekitar 5,6 miliar ton.
Blok Bulungan sudah beroperasi mulai tahun lalu. Hingga akhir tahun 2010
produksi Bulungan ditaksir sekitar 700.000 ton. Sementara tahun depan produksi
di blok Bulungan akan mencapai dua juta ton.
Meningkatnya permintaan batubara global menjadi alasan ADRO untuk
meningkatkan cadangannya. Saat ini mayoritas batubara ADRO di lepas ke pasar
ekspor. Sementara untuk pasar lokal hanya disisakan 25% yang sebagain besar
dijual ke PLN.
Devindra bilang tahun depan pasokan batubara ke PLN bertambah sekitar 2
juta ton. "Kami akan menjadi pemasok batubara terbesar ke PLN," imbuh Devindra.
[ Anna Suci Perwitasari, KONTAN ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 09:23:12 WIB )
=======================================================================================
Pemerintah optimistis ekonomi bisa tumbuh 7% tahun depan
Date : Dec 28 2010, 09:23
Title : News Story
Header : Pemerintah optimistis ekonomi bisa tumbuh 7% tahun depan
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Meski banyak ekonom yakin pertumbuhan ekonomi 2011 masih di
kisaran 6% - 6,5%, pemerintah optimistis bisa menembus angka 7%. Alasannya,
pendorong utama pertumbuhan ekonomi, yakni Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
tahun 2011 mendatang dapat mencapai Rp 2.000 triliun.
PMTB adalah pengeluaran barang modal yang mempunyai umur pemakaian lebih
dari satu tahun dan tidak merupakan barang konsumsi. PMTB mencakup bangunan
tempat tinggal dan bukan tempat tinggal, bangunan lain seperti jalan dan
bandara, serta mesin dan peralatan. Pengeluaran barang modal untuk keperluan
militer tidak tercakup dalam rincian ini, tetapi digolongkan sebagai konsumsi
pemerintah.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menerangkan, pemerintah
menargetkan mampu mencapai PMTB Rp 2.000 triliun pada 2011 nanti. Sekadar
gambaran tahun ini pemerintah telah memproyeksikan PMTB sebesar Rp 1.894,1
triliun.
Oleh karena itu Hatta sangat yakin bahwa dengan PTMB Rp 2.000 triliun,
pertumbuhan ekonomi bisa menembus 7%. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan
Belanja negara (RAPBN) 2011, pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi 6,3%.
Menurut Hatta, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, selain dari
investasi berupa PMTB, juga didongkrak oleh konsumsi. "Konsumsi kita semakin
meningkat. Secara keseluruhan iklim investasi kita di atas target,
pertumbuhannya cukup bagus, balance of trade kita juga masih bagus, positif,"
tutur Hatta, Senin (27/12).
Hatta mengakui, tantangan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7% tahun
depan memang berat, terutama dari tingginya inflasi yang kemungkinan
terdongkrak oleh kenaikan harga-harga barang akibat iklim yang ekstrem. "Ini
memang bisa membuat terganggunya sistem distribusi dan juga produksi. Sektor
pertanian atau pertambangan yang paling terkena pukulan," papar Hatta. Namun,
pemerintah sudah mengantisipasi , antara lain dengan mengelola permintaan dan
penawaran.
Ekonom Standard Chartered Bank Eric Sugandi mengatakan, tahun depan
ekonomi memang bisa bertumbuh 7%. Syaratnya, semua didukung konsumsi dan
investasi, terutama PTMB. "PMTB adalah salah satu bentuk investasi. Itu bisa
saja tercapai karena Indonesia masih menjadi sasaran negara asing untuk
berinvestasi. Jadi, saya rasa bisa untuk mencapai target pertumbuhan 7%,
seperti harapan pemerintah itu," jelas Eric.
Namun, imbuh Eric, untuk mencapai target itu pemerintah harus bekerja
keras. Pemerintah harus membenahi banyak hal, terutama adalah masalah
infrastruktur.
[ Bambang Rakhmanto ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 09:18:48 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Pemerintah optimistis ekonomi bisa tumbuh 7% tahun depan
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Meski banyak ekonom yakin pertumbuhan ekonomi 2011 masih di
kisaran 6% - 6,5%, pemerintah optimistis bisa menembus angka 7%. Alasannya,
pendorong utama pertumbuhan ekonomi, yakni Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
tahun 2011 mendatang dapat mencapai Rp 2.000 triliun.
PMTB adalah pengeluaran barang modal yang mempunyai umur pemakaian lebih
dari satu tahun dan tidak merupakan barang konsumsi. PMTB mencakup bangunan
tempat tinggal dan bukan tempat tinggal, bangunan lain seperti jalan dan
bandara, serta mesin dan peralatan. Pengeluaran barang modal untuk keperluan
militer tidak tercakup dalam rincian ini, tetapi digolongkan sebagai konsumsi
pemerintah.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menerangkan, pemerintah
menargetkan mampu mencapai PMTB Rp 2.000 triliun pada 2011 nanti. Sekadar
gambaran tahun ini pemerintah telah memproyeksikan PMTB sebesar Rp 1.894,1
triliun.
Oleh karena itu Hatta sangat yakin bahwa dengan PTMB Rp 2.000 triliun,
pertumbuhan ekonomi bisa menembus 7%. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan
Belanja negara (RAPBN) 2011, pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi 6,3%.
Menurut Hatta, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, selain dari
investasi berupa PMTB, juga didongkrak oleh konsumsi. "Konsumsi kita semakin
meningkat. Secara keseluruhan iklim investasi kita di atas target,
pertumbuhannya cukup bagus, balance of trade kita juga masih bagus, positif,"
tutur Hatta, Senin (27/12).
Hatta mengakui, tantangan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7% tahun
depan memang berat, terutama dari tingginya inflasi yang kemungkinan
terdongkrak oleh kenaikan harga-harga barang akibat iklim yang ekstrem. "Ini
memang bisa membuat terganggunya sistem distribusi dan juga produksi. Sektor
pertanian atau pertambangan yang paling terkena pukulan," papar Hatta. Namun,
pemerintah sudah mengantisipasi , antara lain dengan mengelola permintaan dan
penawaran.
Ekonom Standard Chartered Bank Eric Sugandi mengatakan, tahun depan
ekonomi memang bisa bertumbuh 7%. Syaratnya, semua didukung konsumsi dan
investasi, terutama PTMB. "PMTB adalah salah satu bentuk investasi. Itu bisa
saja tercapai karena Indonesia masih menjadi sasaran negara asing untuk
berinvestasi. Jadi, saya rasa bisa untuk mencapai target pertumbuhan 7%,
seperti harapan pemerintah itu," jelas Eric.
Namun, imbuh Eric, untuk mencapai target itu pemerintah harus bekerja
keras. Pemerintah harus membenahi banyak hal, terutama adalah masalah
infrastruktur.
[ Bambang Rakhmanto ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 09:18:48 WIB )
=======================================================================================
Harga minyak naik, belum ada revisi APBN
Date : Dec 28 2010, 09:22
Title : News Story
Header : Harga minyak naik, belum ada revisi APBN
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Harga minyak mentah dunia terus bertengger di atas US$ 90 per
barel. Pada perdagangan Senin (27/12) di Singapura, minyak jenis Brent untuk
pengiriman Februari 2011 sebesar
US$ 93,89 per barel. Bahkan, pada Jumat (24/12) harga minyak sempat
menyentuh US$ 94,74 per barel, rekor harga dua tahun terakhir.
Negara-negara Arab produsen minyak alias Organization Of Arab Petroleum
Exporting Countries (OAPEC), pada pertemuan mereka akhir pekan lalu di Kairo,
Mesir, yakin, harga minyak tahun depan bisa kembali menyentuh US$ 100 per
barel.
Dalam rilis mingguannya, Samuel Sekuritas juga memprediksi tak tertutup
kemungkinan harga minyak mencapai US$ 100 per barel, jauh melewati asumsi
minyak Indonesia atau ICP (Indonesia Crude Price) di APBN 2011 yang dipatok
sebesar US$ 80 per barrel. Dengan harga setinggi itu, jelas, bisa mempengaruhi
APBN 2011 karena bisa membuat bengkak subsidi bahan bakar minyak (BBM). "Dampak
risiko di APBN 2011 dari tiap kenaikan harga jual minyak ICP US$ 1 akan
menambah beban subsidi Rp 2,6 triliun, dan kenaikan kurs rupiah Rp 100 per
US$ akan menaikkan subsidi Rp 2,4 triliun. Keduanya memberi tekanan
tambahan subsidi sebesar Rp 5 triliun," tulis Samuel Sekuritas.
Pemerintah tenang
Meski demikian, pemerintah tampak tenang. Menteri Koordinator
Perekonomian, Hatta Rajasa bilang, pemerintah belum akan merevisi APBN 2011.
Alasannya, jarak ICP terhadap harga minyak dunia masih relatif aman. "Biasanya
ICP kita US$ 5 per barel di bawah minyak dunia," kata Hatta.
Selain itu, kata Hatta, pemerintah menghitung asumsi rata-rata ICP dalam
APBN 2011 sebesar US$ 80 per barel tetap akan tercapai sepanjang 2011. Meski
demikian, menurut Hatta pemerintah memiliki policy response apabila harga
minyak mentah di atas target ICP dalam APBN.
Hatta bilang, pemerintah akan mengatasi dampak harga minyak dunia yang
tinggi dari dua sisi, yaitu penawaran dan permintaan. Sisi penawaran,
pemerintah bakal menggenjot produksi minyak.
Adapun sisi permintaan, konsumsi masyarakat ditekan dengan program
pembatasan BBM bersubsidi. Program pembatasan ini bakal terus berjalan dan tak
terpengaruh kenaikan harga minyak dunia.Dalam APBN 2011, subsidi BBM sebesar Rp
95,9 triliun, naik dari 2010 yang cuma sebesar Rp 88,9 triliun.
Pejabat sementara (Pjs) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian
Keuangan, Agus Suprijanto, menambahkan, pemerintah baru akan merevisi APBN 2011
setelah melihat laju harga minyak sekitar tiga bulan di awal 2011 nanti atau
ketika harga minyak sudah 10% di atas harga asumsi pemerintah. "Kita lihat
perkembangannya seperti apa. Kalau memang kenaikannya ekstrem seperti pada 2008
yang mencapai US$ 150 per barel, kita enggak usah nunggu sampai akhir semester
2011," kata dia
[ Hans Henricus, Irma Yani, Bambang Rakhmanto, Danto ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 09:15:35 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Harga minyak naik, belum ada revisi APBN
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Harga minyak mentah dunia terus bertengger di atas US$ 90 per
barel. Pada perdagangan Senin (27/12) di Singapura, minyak jenis Brent untuk
pengiriman Februari 2011 sebesar
US$ 93,89 per barel. Bahkan, pada Jumat (24/12) harga minyak sempat
menyentuh US$ 94,74 per barel, rekor harga dua tahun terakhir.
Negara-negara Arab produsen minyak alias Organization Of Arab Petroleum
Exporting Countries (OAPEC), pada pertemuan mereka akhir pekan lalu di Kairo,
Mesir, yakin, harga minyak tahun depan bisa kembali menyentuh US$ 100 per
barel.
Dalam rilis mingguannya, Samuel Sekuritas juga memprediksi tak tertutup
kemungkinan harga minyak mencapai US$ 100 per barel, jauh melewati asumsi
minyak Indonesia atau ICP (Indonesia Crude Price) di APBN 2011 yang dipatok
sebesar US$ 80 per barrel. Dengan harga setinggi itu, jelas, bisa mempengaruhi
APBN 2011 karena bisa membuat bengkak subsidi bahan bakar minyak (BBM). "Dampak
risiko di APBN 2011 dari tiap kenaikan harga jual minyak ICP US$ 1 akan
menambah beban subsidi Rp 2,6 triliun, dan kenaikan kurs rupiah Rp 100 per
US$ akan menaikkan subsidi Rp 2,4 triliun. Keduanya memberi tekanan
tambahan subsidi sebesar Rp 5 triliun," tulis Samuel Sekuritas.
Pemerintah tenang
Meski demikian, pemerintah tampak tenang. Menteri Koordinator
Perekonomian, Hatta Rajasa bilang, pemerintah belum akan merevisi APBN 2011.
Alasannya, jarak ICP terhadap harga minyak dunia masih relatif aman. "Biasanya
ICP kita US$ 5 per barel di bawah minyak dunia," kata Hatta.
Selain itu, kata Hatta, pemerintah menghitung asumsi rata-rata ICP dalam
APBN 2011 sebesar US$ 80 per barel tetap akan tercapai sepanjang 2011. Meski
demikian, menurut Hatta pemerintah memiliki policy response apabila harga
minyak mentah di atas target ICP dalam APBN.
Hatta bilang, pemerintah akan mengatasi dampak harga minyak dunia yang
tinggi dari dua sisi, yaitu penawaran dan permintaan. Sisi penawaran,
pemerintah bakal menggenjot produksi minyak.
Adapun sisi permintaan, konsumsi masyarakat ditekan dengan program
pembatasan BBM bersubsidi. Program pembatasan ini bakal terus berjalan dan tak
terpengaruh kenaikan harga minyak dunia.Dalam APBN 2011, subsidi BBM sebesar Rp
95,9 triliun, naik dari 2010 yang cuma sebesar Rp 88,9 triliun.
Pejabat sementara (Pjs) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian
Keuangan, Agus Suprijanto, menambahkan, pemerintah baru akan merevisi APBN 2011
setelah melihat laju harga minyak sekitar tiga bulan di awal 2011 nanti atau
ketika harga minyak sudah 10% di atas harga asumsi pemerintah. "Kita lihat
perkembangannya seperti apa. Kalau memang kenaikannya ekstrem seperti pada 2008
yang mencapai US$ 150 per barel, kita enggak usah nunggu sampai akhir semester
2011," kata dia
[ Hans Henricus, Irma Yani, Bambang Rakhmanto, Danto ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 09:15:35 WIB )
=======================================================================================
CPO
Harga komoditas CPO ari lagi mencoba resistant 3800 an.
Hari ini indek akan ditahan oleh sektor CPO dan Batubara.
Hari ini indek akan ditahan oleh sektor CPO dan Batubara.
TOWR kantongi pinjaman sindikasi Rp 270 miliar
Date : Dec 28 2010, 09:09
Title : News Story
Header : TOWR kantongi pinjaman sindikasi Rp 270 miliar
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mendapatkan fasilitas
pinjaman sindikasi senilai US$ 30 juta atau sekitar Rp 270 miliar (1 US$ = Rp
9.000). Pinjaman tersebut diperoleh dari sejumlah perbankan, baik bank asing
maupun bank swasta nasional.
Sekretaris Perusahaan TOWR Haryo Dewanto dalam keterbukaan informasi di
Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan, pinjaman berdenominasi dollar itu
diperoleh melalui anak usahanya PT Profesional Telekomunikasi Indonesia
(Protelindo). "Protelindo telah menandatangani facility agreement pada 23
Desember 2010 kemarin," ujarnya Senin (27/12).
Penandatangan tersebut dilakukan dengan sejumlah bank yaitu ABN Amro Bank
N.V Jakarta, DBS Bank Ltd, Oversea-Chinese Banking Corporation Limited dan
Standard Chartered Bank (SCB). Haryo menjelaskan kalau SCB bertindak sebagai
mandated lead arranger. Sedangkan The Royal Bank of Scotland PLC sebagai agen
pemberi fasilitas (agent facility) dan BCA sebagai common security agent.
Baru-baru ini perusahaan penyedia jasa menara yang ditingggalkan oleh
pemegang saham mayoritasnya yaitu Tricipta Mandhala Gumilang dan PT
Caturguwiratna Sumapala. Kedua perusahaan yang terafiliasi dengan Group Djarum
itu melepas 396,89 juta saham atau setara dengan 38,9% TOWR seharga Rp 12.000
per saham.
Keseluruhan saham itu dilempar kepada publik melalui private placement.
Tujuannya adalah untuk memperluas basis investor dan membuat saham TOWR lebih
likuid. Maklum, sebelum aksi itu dilakukan, porsi saham publik hanya 11%.
Perusahaan yang baru menapakkan sahamnya di lantai bursa di tahun 2010 ini
di kuartal III tahun 2010, membukukan pendapatan Rp 1 triliun atau meningkat
27,7% dari tahun lalu. Namun pertumbuhan permintaan tersebut tergerus dengan
kenaikan sejumlah biaya.
Sayangnya, beban bunga TOWR juga membengkak 37,4% jadi Rp 412,75 miliar.
Akibatnya laba bersih turun 8597% menjadi Rp 70,78 miliar.
[ Amailia Putri Hasniawati, KONTAN ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 09:03:12 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : TOWR kantongi pinjaman sindikasi Rp 270 miliar
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mendapatkan fasilitas
pinjaman sindikasi senilai US$ 30 juta atau sekitar Rp 270 miliar (1 US$ = Rp
9.000). Pinjaman tersebut diperoleh dari sejumlah perbankan, baik bank asing
maupun bank swasta nasional.
Sekretaris Perusahaan TOWR Haryo Dewanto dalam keterbukaan informasi di
Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan, pinjaman berdenominasi dollar itu
diperoleh melalui anak usahanya PT Profesional Telekomunikasi Indonesia
(Protelindo). "Protelindo telah menandatangani facility agreement pada 23
Desember 2010 kemarin," ujarnya Senin (27/12).
Penandatangan tersebut dilakukan dengan sejumlah bank yaitu ABN Amro Bank
N.V Jakarta, DBS Bank Ltd, Oversea-Chinese Banking Corporation Limited dan
Standard Chartered Bank (SCB). Haryo menjelaskan kalau SCB bertindak sebagai
mandated lead arranger. Sedangkan The Royal Bank of Scotland PLC sebagai agen
pemberi fasilitas (agent facility) dan BCA sebagai common security agent.
Baru-baru ini perusahaan penyedia jasa menara yang ditingggalkan oleh
pemegang saham mayoritasnya yaitu Tricipta Mandhala Gumilang dan PT
Caturguwiratna Sumapala. Kedua perusahaan yang terafiliasi dengan Group Djarum
itu melepas 396,89 juta saham atau setara dengan 38,9% TOWR seharga Rp 12.000
per saham.
Keseluruhan saham itu dilempar kepada publik melalui private placement.
Tujuannya adalah untuk memperluas basis investor dan membuat saham TOWR lebih
likuid. Maklum, sebelum aksi itu dilakukan, porsi saham publik hanya 11%.
Perusahaan yang baru menapakkan sahamnya di lantai bursa di tahun 2010 ini
di kuartal III tahun 2010, membukukan pendapatan Rp 1 triliun atau meningkat
27,7% dari tahun lalu. Namun pertumbuhan permintaan tersebut tergerus dengan
kenaikan sejumlah biaya.
Sayangnya, beban bunga TOWR juga membengkak 37,4% jadi Rp 412,75 miliar.
Akibatnya laba bersih turun 8597% menjadi Rp 70,78 miliar.
[ Amailia Putri Hasniawati, KONTAN ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 09:03:12 WIB )
=======================================================================================
Kedelai dan jagung mencapai harga tertinggi sejak Agustus 2008
Date : Dec 28 2010, 09:07
Title : News Story
Header : Kedelai dan jagung mencapai harga tertinggi sejak Agustus 2008
Story
=======================================================================================
CHICAGO. Harga kedelai dan jagung naik mencapai harga tertingginya dalam
28 bulan terakhir seiring bencana kekeringan yang melanda Argentina. Negara ini
menjadi pemasok terbesar pakan ternak dan minyak goreng dari kedelai terbesar
di dunia.
Harga kedelai di Chicago Merchentile Exchanget (CME) naik 0,1% menjadi US$
13,86 per bushel pada waktu Melbourne hari ini, setelah reli ke angka
tertingginya kemarin (27/12).
"Ancaman produksi yang rendah di Argentina akan meningkatkan harga jual
kedelai dan jagung," kata Greg Grow, Direktur Agribisnis Archer FInancial
Service Inc.
Harga kedelai di CME untuk pengiriman Maret 2011 naik 24,5 sen atau 1,8%
menjadi US$ 13,84 per gantang pada waktu setempat. Kenaikan harga kedelai di
CME terus berlangsung sejak enam hari kebelakang.
Sebelumnya, kontrak paling aktif mencapai US$ 13,88 per gantang, tertinggi
sejak 1 Agustus 2008. Sementara, harga jagung untuk pengiriman Maret naik 1,25
sen atau 0,2% menjadi US$ 6,15 per bushel, naik dalam tujuh hari
berturut-turut. Sebelumnya, harga jagung mencapai US$ 6,19 per bushel, menjadi
harga tertinggi sejak 25 Agustus 2008.
Harga jagung telah naik 48% tahun ini, sebagai akibat meningkatknya
permintaan pakan ternak berbasis gandum dan persediaan bahan bakar minyak AS.
[ Rizki Caturini ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 08:57:33 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Kedelai dan jagung mencapai harga tertinggi sejak Agustus 2008
Story
=======================================================================================
CHICAGO. Harga kedelai dan jagung naik mencapai harga tertingginya dalam
28 bulan terakhir seiring bencana kekeringan yang melanda Argentina. Negara ini
menjadi pemasok terbesar pakan ternak dan minyak goreng dari kedelai terbesar
di dunia.
Harga kedelai di Chicago Merchentile Exchanget (CME) naik 0,1% menjadi US$
13,86 per bushel pada waktu Melbourne hari ini, setelah reli ke angka
tertingginya kemarin (27/12).
"Ancaman produksi yang rendah di Argentina akan meningkatkan harga jual
kedelai dan jagung," kata Greg Grow, Direktur Agribisnis Archer FInancial
Service Inc.
Harga kedelai di CME untuk pengiriman Maret 2011 naik 24,5 sen atau 1,8%
menjadi US$ 13,84 per gantang pada waktu setempat. Kenaikan harga kedelai di
CME terus berlangsung sejak enam hari kebelakang.
Sebelumnya, kontrak paling aktif mencapai US$ 13,88 per gantang, tertinggi
sejak 1 Agustus 2008. Sementara, harga jagung untuk pengiriman Maret naik 1,25
sen atau 0,2% menjadi US$ 6,15 per bushel, naik dalam tujuh hari
berturut-turut. Sebelumnya, harga jagung mencapai US$ 6,19 per bushel, menjadi
harga tertinggi sejak 25 Agustus 2008.
Harga jagung telah naik 48% tahun ini, sebagai akibat meningkatknya
permintaan pakan ternak berbasis gandum dan persediaan bahan bakar minyak AS.
[ Rizki Caturini ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 08:57:33 WIB )
=======================================================================================
Penjualan motor ASII mengimbangi penjualan mobil yang tersendat
Date : Dec 28 2010, 08:52
Title : News Story
Header : Penjualan motor ASII mengimbangi penjualan mobil yang tersendat
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Penjualan kendaraan bermotor yang melaju kencang tahun ini
membawa berkah bagi PT Astra International Tbk (ASII). AASI sudah nyaris
memenuhi target penjualan mobil maupun motornya pada akhir November kemarin.
Penjualan motor yang dibukukan ASII hingga akhir November 2010 sudah 3,2
juta unit, atau pertumbuhan sebesar 31% dibanding penjualan motor sepanjang
tahun lalu. Angka itu juga sudah mendekati target penjualan motor sepanjang
2010 yang dipasang ASII yaitu 3,38 juta unit.
Penjualan mobil ASII tidak kalah mentereng. Hingga akhir November 2010,
ASII telah menjual 387.981 unit mobil, atau sekitar 90,7% dari target yang
dipasang untuk tahun ini, yaitu 427.500 unit.
Untuk tahun depan, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia memperkirakan
penjualan motor nasional akan tumbuh 10%. Taksiran penjualan motor versi
hitungan asosiasi adalah 8 juta unit.
Laju peningkatan penjualan mobil juga diperkirakan sama. Para analis saham
memprediksi pertumbuhan penjualan kendaraan roda empat di 2011 adalah 10%.
Target pertumbuhan tidak dipasang tinggi mengingat pemerintah akan
memberlakukan kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Kebijakan itu dinilai akan menyurutkan niat membeli mobil baru. "Saya
memperkirakan penjualan mobil akan tumbuh moderat di 2011," jelas Pandu
Anugrah, analis Bahana Securities.
Kebijakan macam itu dinilai Pandu akan menguntungkan para produsen motor.
Ia pun meramalkan penjualan motor akan meninggalkan penjualan mobil di 2011.
Fasilitas transportasi publik yang belum memadai menjadi alasan banyak warga
untuk berburu kendaraan pribadi yang masih terjangkau, seperti motor.
Situasi ini tentu menguntungkan bagi ASII yang memiliki bisnis penjualan
mobil sekaligus motor.
Tetap tumbuh
Reza Priyambada, Managing Riset PT Indosurya Securities memperkirakan ASII
tidak akan kesulitan mencetak pertumbuhan pendapatan di 2011. Dia memprediksi
pendapatan ASII di 2011 Rp 125 triliun, lebih tinggi dari proyeksi pendapatan
untuk tahun ini, yaitu Rp 117 triliun.
Dalam proyeksi Reza, laba bersih ASII di 2011 mencapai Rp 20 triliun, naik
17,23% daripada proyeksi laba neto tahun ini, Rp 17,06 triliun.
Pandu menambahkan, kendati penjualan mobil bisa terhambat, ASII masih bisa
menikmati pertumbuhan pendapatan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT United
Tractors Tbk (UNTR).
Dalam hitungan Pandu, pendapatan ASII sepanjang 2011 bisa mencapai Rp 144
triliun, naik 13,38% daripada proyeksi tahun ini, Rp 127 triliun. Sedang laba
bersih ASII di 2011, menurut Pandu, bisa mencapai Rp 14,9 triliun, lebih tinggi
daripada estimasi laba bersih untuk sepanjang tahun ini, yaitu Rp 12,9 triliun
Prospek bisnis ASII yang masih cerah merupakan alasan Aditya Srinath,
analis JP Morgan memberi rekomendasi beli. Dia memasang target harga ASII
adalah Rp 63.000 per saham.
Reza dan Pandu juga memasang rekomendasi beli. Target harga Reza adalah Rp
58.000 per saham, sementara Pandu Rp 73.000 per saham. ASII, Senin (27/12),
ditutup seharga Rp 53.500 per saham.
[ Avanty Nurdiana, KONTAN ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 08:44:12 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Penjualan motor ASII mengimbangi penjualan mobil yang tersendat
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Penjualan kendaraan bermotor yang melaju kencang tahun ini
membawa berkah bagi PT Astra International Tbk (ASII). AASI sudah nyaris
memenuhi target penjualan mobil maupun motornya pada akhir November kemarin.
Penjualan motor yang dibukukan ASII hingga akhir November 2010 sudah 3,2
juta unit, atau pertumbuhan sebesar 31% dibanding penjualan motor sepanjang
tahun lalu. Angka itu juga sudah mendekati target penjualan motor sepanjang
2010 yang dipasang ASII yaitu 3,38 juta unit.
Penjualan mobil ASII tidak kalah mentereng. Hingga akhir November 2010,
ASII telah menjual 387.981 unit mobil, atau sekitar 90,7% dari target yang
dipasang untuk tahun ini, yaitu 427.500 unit.
Untuk tahun depan, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia memperkirakan
penjualan motor nasional akan tumbuh 10%. Taksiran penjualan motor versi
hitungan asosiasi adalah 8 juta unit.
Laju peningkatan penjualan mobil juga diperkirakan sama. Para analis saham
memprediksi pertumbuhan penjualan kendaraan roda empat di 2011 adalah 10%.
Target pertumbuhan tidak dipasang tinggi mengingat pemerintah akan
memberlakukan kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Kebijakan itu dinilai akan menyurutkan niat membeli mobil baru. "Saya
memperkirakan penjualan mobil akan tumbuh moderat di 2011," jelas Pandu
Anugrah, analis Bahana Securities.
Kebijakan macam itu dinilai Pandu akan menguntungkan para produsen motor.
Ia pun meramalkan penjualan motor akan meninggalkan penjualan mobil di 2011.
Fasilitas transportasi publik yang belum memadai menjadi alasan banyak warga
untuk berburu kendaraan pribadi yang masih terjangkau, seperti motor.
Situasi ini tentu menguntungkan bagi ASII yang memiliki bisnis penjualan
mobil sekaligus motor.
Tetap tumbuh
Reza Priyambada, Managing Riset PT Indosurya Securities memperkirakan ASII
tidak akan kesulitan mencetak pertumbuhan pendapatan di 2011. Dia memprediksi
pendapatan ASII di 2011 Rp 125 triliun, lebih tinggi dari proyeksi pendapatan
untuk tahun ini, yaitu Rp 117 triliun.
Dalam proyeksi Reza, laba bersih ASII di 2011 mencapai Rp 20 triliun, naik
17,23% daripada proyeksi laba neto tahun ini, Rp 17,06 triliun.
Pandu menambahkan, kendati penjualan mobil bisa terhambat, ASII masih bisa
menikmati pertumbuhan pendapatan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT United
Tractors Tbk (UNTR).
Dalam hitungan Pandu, pendapatan ASII sepanjang 2011 bisa mencapai Rp 144
triliun, naik 13,38% daripada proyeksi tahun ini, Rp 127 triliun. Sedang laba
bersih ASII di 2011, menurut Pandu, bisa mencapai Rp 14,9 triliun, lebih tinggi
daripada estimasi laba bersih untuk sepanjang tahun ini, yaitu Rp 12,9 triliun
Prospek bisnis ASII yang masih cerah merupakan alasan Aditya Srinath,
analis JP Morgan memberi rekomendasi beli. Dia memasang target harga ASII
adalah Rp 63.000 per saham.
Reza dan Pandu juga memasang rekomendasi beli. Target harga Reza adalah Rp
58.000 per saham, sementara Pandu Rp 73.000 per saham. ASII, Senin (27/12),
ditutup seharga Rp 53.500 per saham.
[ Avanty Nurdiana, KONTAN ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 08:44:12 WIB )
=======================================================================================
Bursa Asia menanti window dressing
Date : Dec 28 2010, 08:52
Title : News Story
Header : Bursa Asia menanti window dressing
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Bursa Asia ditutup bercampur Senin (27/12). Indeks saham yang
menghijau adalah Taiwan Taiex (0,35%), Straits Times Index (0,49%), Nikkei 225
(0,75%) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 0,38% ke level
3.625,27.
Sedang yang mengalami penurunan adalah Kospi (0,37%), Shanghai (1,90%),
dan BSE Bombay (22%). Sedang Hang Seng masih libur.
Nico Omer Jonckheere, Vice President Valbury Asia Futures bilang
menghijaunya bursa Asia disebabkan harapan terjadinya window dressing atau
harapan adanya kenaikan harga saham. "Hal itu paling jelas terlihat pada
Nikkei. IHSG juga memiliki kecenderuingan yang sama," katanya kepada KONTAN
Senin (27/12). Minggu ini, Nico memperkirakan Nikkei 225 bisa mencapai level
10.300-10.550.
Managing Research PT. Asjaya Indosurya Securities, Reza Priyambada
menambahkan, kecenderungan kenaikan harga saham pada akhir tahun akan terjadi
pada tahun ini. "IHSG misalnya, saya perhatikan sejak 2008 selalu mengalami
kenaikan," katanya. Meski demikian, menurutnya kenaikan akan terbatas karena
aksi profit taking dan volume pasar yang menipis. Menurut Reza, minggu ini,
IHSG akan berada dikisaran pada level support 3.550-3.600, dan level resistance
3.670-3.720.
[ Raka Mahesa W ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 08:39:12 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Bursa Asia menanti window dressing
Story
=======================================================================================
JAKARTA. Bursa Asia ditutup bercampur Senin (27/12). Indeks saham yang
menghijau adalah Taiwan Taiex (0,35%), Straits Times Index (0,49%), Nikkei 225
(0,75%) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 0,38% ke level
3.625,27.
Sedang yang mengalami penurunan adalah Kospi (0,37%), Shanghai (1,90%),
dan BSE Bombay (22%). Sedang Hang Seng masih libur.
Nico Omer Jonckheere, Vice President Valbury Asia Futures bilang
menghijaunya bursa Asia disebabkan harapan terjadinya window dressing atau
harapan adanya kenaikan harga saham. "Hal itu paling jelas terlihat pada
Nikkei. IHSG juga memiliki kecenderuingan yang sama," katanya kepada KONTAN
Senin (27/12). Minggu ini, Nico memperkirakan Nikkei 225 bisa mencapai level
10.300-10.550.
Managing Research PT. Asjaya Indosurya Securities, Reza Priyambada
menambahkan, kecenderungan kenaikan harga saham pada akhir tahun akan terjadi
pada tahun ini. "IHSG misalnya, saya perhatikan sejak 2008 selalu mengalami
kenaikan," katanya. Meski demikian, menurutnya kenaikan akan terbatas karena
aksi profit taking dan volume pasar yang menipis. Menurut Reza, minggu ini,
IHSG akan berada dikisaran pada level support 3.550-3.600, dan level resistance
3.670-3.720.
[ Raka Mahesa W ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 08:39:12 WIB )
=======================================================================================
Bursa Asia melaju seiring kenaikan saham perbankan Jepang
Date : Dec 28 2010, 08:40
Title : News Story
Header : Bursa Asia melaju seiring kenaikan saham perbankan Jepang
Story
=======================================================================================
TOKYO. Selama dua hri berturut-turut, bursa Asia melesat. Lonjakan kali
ini terdongkrak oleh kenaikan saham perbankan Jepang. Salah satu saham
perbankan yang memimpin kenaikan pagi ini adalah Mizuho Financial Group Inc.
Saham Mizuho melaju setelah mengumumkan pihaknya akan melampaui ketentuan modal
minimum internasional tanpa harus melepas sahamnya.
Pagi ini, saham Mizuho naik 1,3%. Sementara, Mitsubishi UFJ Financial
Group Inc naik 0,5%. Di Korea Selatan, Hyundai Merchant Marine Co melompat 7,8%
setelah mengatakan pihaknya akan menjual saham untuk memantapkan posisi
modalnya.
Pada pukul 09.49 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,3% menjadi
135,81. Sementara itu, indeks Nikkei turun 0,3% dan indeks Kospi naik 0,6%.
Sedangkan bursa Australia dan Selandia Baru sampai hari ini masih ditutup
karena libur nasional.
Catatan saja, sepanjang tahun ini, indeks MSCI Asia Pacific sudah melesat
12% hingga kemarin. Di pasar regional, beredar spekulasi pertumbuhan pada
kinerja perusahaan akan mampu mengimbangi krisis utang di Eropa dan kenaikan
bunga China.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 08:33:00 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : Bursa Asia melaju seiring kenaikan saham perbankan Jepang
Story
=======================================================================================
TOKYO. Selama dua hri berturut-turut, bursa Asia melesat. Lonjakan kali
ini terdongkrak oleh kenaikan saham perbankan Jepang. Salah satu saham
perbankan yang memimpin kenaikan pagi ini adalah Mizuho Financial Group Inc.
Saham Mizuho melaju setelah mengumumkan pihaknya akan melampaui ketentuan modal
minimum internasional tanpa harus melepas sahamnya.
Pagi ini, saham Mizuho naik 1,3%. Sementara, Mitsubishi UFJ Financial
Group Inc naik 0,5%. Di Korea Selatan, Hyundai Merchant Marine Co melompat 7,8%
setelah mengatakan pihaknya akan menjual saham untuk memantapkan posisi
modalnya.
Pada pukul 09.49 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,3% menjadi
135,81. Sementara itu, indeks Nikkei turun 0,3% dan indeks Kospi naik 0,6%.
Sedangkan bursa Australia dan Selandia Baru sampai hari ini masih ditutup
karena libur nasional.
Catatan saja, sepanjang tahun ini, indeks MSCI Asia Pacific sudah melesat
12% hingga kemarin. Di pasar regional, beredar spekulasi pertumbuhan pada
kinerja perusahaan akan mampu mengimbangi krisis utang di Eropa dan kenaikan
bunga China.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]
KONTAN Tue, 28 Dec 2010 ( 08:33:00 WIB )
=======================================================================================
DSSA akuisisi 99,5% Rolimex Kimia
Date : Dec 28 2010, 08:39
Title : News Story
Header : DSSA akuisisi 99,5% Rolimex Kimia
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengakuisisi 77,314 juta
saham atau setara 99,5% saham PT Rolimex Kimia Nusamas.
Saham tersebut diperoleh dari PT Menara Madju. Nilai transaksinya mencapai
Rp 63 miliar.
Keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini, menyebut
penandatanganan akta jual beli sudah berlangsung pada 23 Desember 2010.
Adapun, sampai saat ini perdagangan saham DSSA masih terkena suspen atau
penghentian sementara. Sebelum suspensi (21/12), saham DSSA ditutup pada level
Rp 18.050 per saham (20/12).
[ Dupla Kartini ]
KONTAN Mon, 27 Dec 2010 ( 16:49:34 WIB )
=======================================================================================
Title : News Story
Header : DSSA akuisisi 99,5% Rolimex Kimia
Story
=======================================================================================
JAKARTA. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengakuisisi 77,314 juta
saham atau setara 99,5% saham PT Rolimex Kimia Nusamas.
Saham tersebut diperoleh dari PT Menara Madju. Nilai transaksinya mencapai
Rp 63 miliar.
Keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini, menyebut
penandatanganan akta jual beli sudah berlangsung pada 23 Desember 2010.
Adapun, sampai saat ini perdagangan saham DSSA masih terkena suspen atau
penghentian sementara. Sebelum suspensi (21/12), saham DSSA ditutup pada level
Rp 18.050 per saham (20/12).
[ Dupla Kartini ]
KONTAN Mon, 27 Dec 2010 ( 16:49:34 WIB )
=======================================================================================
Langganan:
Postingan (Atom)









