Senin, 10 Januari 2011

Indek Sesi Pertama

Wow... indek sesi pertama turun4%....

JSX



Berikut adalah perbandingan indek awal tahun 2008 dan awal tahun 2011.
dari segi grafiknya ampir sama, yakni masing-masing menguji level resistant, tetapi tidak tembus akhirnya turun.

Mayoritas bursa Asia terbakar

Date : Jan 10 2011, 12:33
Title : News Story
Header : Mayoritas bursa Asia terbakar


Story
=======================================================================================

HONGKONG. Mayoritas bursa Asia terbakar. Kondisi itu membuat indeks MSCI
Asia Pacific -di luar indeks Jepang- melorot ke level harian terendah dalam dua
minggu terakhir. Penurunan kali ini diakibatkan anjloknya saham-saham eksportir
setelah data AS menunjukkan pertambahan tenaga kerja yang lebih sedikit
ketimbang prediksi di bulan Desember.
Saham-saham yang mencatatkan penurunan di antaranya Samsung Electronics Co
dan Hon Hai Precision Industry Co yang masing-masing turun 1,1%. Penurunan juga
dialami sejumlah perusahaan asuransi di Australia seperti Suncorp Group Ltd dan
Insurance Australia Group yang mengalami penurunan 0,8% seiring banjir hebat
yang melanda Queensland.
Pada pukul 12.18 waktu Hongkong, indeks MSCI Asia Pacific di luar indeks
Jepang turun 0,4% menjadi 475,53. Angka tersebut kian mendekati level terendah
sejak 29 Desember. Sementara itu, Shanghai Composite Index turun 0,4%, indeks
Kospi Korea Selatan turun 0,7%, dan indeks Taiex tak banyak mengalami perubahan
hari ini. Sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia tak banyak mengalami perubahan
dan NZX Selandia Baru 50 naik 0,2%.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 10 Jan 2011 ( 12:26:55 WIB )


=======================================================================================

Sektor finansial menghajar IHSG hingga babak belur

Date : Jan 10 2011, 12:32
Title : News Story
Header : Sektor finansial menghajar IHSG hingga babak belur


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) benar-benar kehilangan tenaga.
Hingga penutupan sesi I siang ini, IHSG tak kuasa menahan tekanan yang datang
sehingga posisinya terus melorot ke level 3.485,518 atau terkoreksi 4,02%.
Sektor Finansial meleburkan bursa dengan koreksi tertinggi yakni 5,58%.
Sektor lainnya yang juga melemah adalah aneka industri sebesar 4,93%,
sektor industri dasar melorot 4,24%, dan sektor manufaktur terkoreksi sebesar
4,14%. Sementara, sektor lain-lain melemah sekitar 3%.
Hampir separuh atau 224 saham penghuni bursa gugur. Sementara ada 16 saham
saja yang berhasil naik dan 25 saham memilih diam. Sesi pertama juga mencatat
perdagangan yang cukup ramai, dengan volume 5,1 milliar saham dengan nilai
perdagangan mencapai Rp 4,11 triliun.
Dalam jajaran top losers, saham Enseval Putra Megatra (EPMT) jatuh 20% ke
Rp 100. Sementara Bhakti Capital Indonesia juga turun 18,03% ke Rp 500. Semua
saham MSCI indeks tercatat mengalami koreksi seluruhnya. Bahkan, lima saham
mengalami koreksi diatas 7%. Saham MSCI indeks yang tergerus paling dalam
sekaligus mengantar sektor perbankan terjun adalah saham Bank Internasional
Indonesia (BNII) dengan koreksi sebesar 7,94% ke Rp 580 dan Indosat (ISAT) juga
turun 7,48% ke Rp 4.950.
Saham yang mencatat kenaikan tertinggi adalah Mahaka Media (ABBA) sebesar
12,28% ke Rp 320 dan Bank Kesawan (BKSW) yang menanjak 8% ke Rp 540. Tidak ada
anggota MSCI indeks yang berhasil merangkak naik.
[ Dian Pitaloka Saraswati ]

KONTAN Mon, 10 Jan 2011 ( 12:21:15 WIB )


=======================================================================================

JSX

Indek ari ini Keok pada sesi pertama dengan penutupan -145 (-4.02%) pada posisi 3485.52.
Denga pecahnya indek pada posisi 3500 oleh sektor perbankan, pertambagan, properti.
Ini membuktikan bahwa indek kita telah mengalami jenuh Buy alias Profit taking.
Kemungkinan indek kita akan menguji level physiologist alias pada daerah 3400-3450.
Indek kemunkinan rebound pada akhir bulan setelah semua laporan setiap emiten keluar.
jadi berhati-hatilah. good luck

Inilah 10 tantangan ekonomi tahun ini versi SBY

Date : Jan 10 2011, 12:24
Title : News Story
Header : Inilah 10 tantangan ekonomi tahun ini versi SBY


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkap 10 tantangan
dalam pembangunan tahun 2011. Hal ini disampaikan dalam forum rapat kerja
pelaksanaan program pembangunan tahun 2011.
Sepuluh tantangan itu yakni, Pertama, inflasi atau kenaikan harga pangan
dan energi. "Jangan main-main, kalau tidak bisa kami antisipasi dan tidak cari
pemecahannya akan berdampak banyak pada kemiskinan, pengangguran, pertumbuhan
dan segala macam," kata SBY, Senin (10/1)
Kedua, angka subsidi yang besar. Oleh karena itu, SBY mengatakan pemberian
subsidi harus tepat sasaran. "Rakyat yang patut diberikan subsidi adalah yang
berpenghasilan rendah ekonomi lemah wajib hukumnya," ujarnya.
Selain itu, SBY menilai penyerapan anggaran baik itu belanja barang atau
belanja modal belum mencapai 100%. Menurutnya, kondisi ini menyebabkan
stimulasi pertumbuhan juga belum optimal.
Ketiga, masih kurangnya infrastruktur termasuk listrik. SBY bilang
meskipun tahun lalu PLN dan pemerintah berusaha mencukupi tetapi tetap saja
masih kurang.
Keempat, hambatan investasi di seluruh tanah air, terutama aspek perizinan
dan kepastian hukum. Oleh sebab itu, SBY meminta seluruh pemerintah daerah,
DPRD, Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri, pengadilan tinggi dan pengadilan
negeri, serta kepolisian memastikan adanya kepastian hukum.
Kelima, penyimpangan dan korupsi masih terjadi, baik pusat maupun daerah,
termasuk korupsi dan kolusi di sektor perpajakan. "Ingat, kalau tidak benar
dengan perpajakan penerimaan negara berkurang," imbuhnya.
Keenam, praktik usaha pertambangan dan kehutanan sebagian masih merusak
lingkungan. Makanya, SBY meminta para gubernur lebih keras terhadap usaha
pertambangan dan kehutanan yang lalai perbaiki lingkungan. "Saya akan datang
langsung ke daerah-daerah yang sudah saya ketahui lingkungannya rusak," janji
SBY.
Ketujuh, politik uang. Menurut SBY, praktik politik uang adalah lonceng
kematian bagi demokrasi dan jika dibiarkan akan mencederai demokrasi yang
bermartabat.
Kedelapan, kewajiban pelayanan kepada rakyat belum berjalan baik, antara
lain kegiatan di pendidikan dan kesehatan, serta pelayanan kepada kaum
marjinal, penyandang cacat, lanjut usia, dan mereka yang miskin secara absolut.
"Menurut apa yang saya nilai pelayanan masih belum seperti yang diharapkan,"
terang SBY.
Kesembilan, perlindungan dan bantuan kepada tenaga kerja Indonesia masih
kurang, mulai dari daerah, pusat, sampai di luar negeri. Kesepuluh, sejumlah
daerah dan jajaran pemerintah pusat belum memiliki kesiagaan dan kesigapan
dalam menghadapi bencana alam. Padahal, SBY menilai bencana alam saat ini
sangat rawan seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunamai, banjir
bandang, tanah longsor.
Selanjutnya, SBY meminta para menteri koordinator mengevaluasi sepuluh
tantangan dan persoalan ini. "Supaya kita tahu itulah tantangan dan persoalan
yang harus kita atasi bersama," ujar SBY.
[ Hans Henricus ]

KONTAN Mon, 10 Jan 2011 ( 12:03:32 WIB )


=======================================================================================

Setelah melorot tajam pekan lalu, harga emas diramal bakal naik lagi

Date : Jan 10 2011, 12:23
Title : News Story
Header : Setelah melorot tajam pekan lalu, harga emas diramal bakal naik lagi


Story
=======================================================================================

SINGAPURA. Kontrak harga emas kemungkinan akan melonjak setelah sebelumnya
mengalami penurunan mingguan terbesar sejak Mei akibat kecemasan akan krisis
utang Eropa.
Pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran cepat naik 0,3% menjadi
US$ 1.373,45 per troy ounce. Namun, pada pukul 10.18 waktu Seoul, kontrak yang
sama tercatat di level US$ 1.371,52 per troy ounce.
Asal tahu saja, pada minggu lalu, harga emas anjlok hingga 3,6%, yang
merupakan penurunan terbesar sejak 21 Mei lalu. Sementara itu, kontrak harga
emas untuk pengantaran Febuari naik 0,2% menjadi US$ 1.371,88 per troy ounce di
Comex, New York.
"Jika kita kembali membicarakan masalah di Eropa, kita akan melihat adanya
aksi beli ke sejumlah aset yang aman, salah satunya emas," jelas Darren
Heathcote, head of trading Investec Bank (Australia) Ltd.
Sebagai tambahan, hari ini, euro diperdagangkan mendekati level terendah
dalam tiga bilan terhadap dollar. Penyebabnya, investor berspekulasi,
negara-negara Eropa akan berupaya keras untuk menaikkan dana yang dimilikinya.
Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, Portugal akan menjual obligasi
yang bakal jatuh tempo pada 2014 dan 2020 pada 12 Januari, Italia menawarkan
obligasi yang jatuh tempo 2014, dan Spanyol akan menggelar surat utang tahun
yang jatuh tempo 2016.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 10 Jan 2011 ( 11:56:50 WIB )


=======================================================================================

Kecemasan akan inflasi membuat rupiah keok

Date : Jan 10 2011, 12:23
Title : News Story
Header : Kecemasan akan inflasi membuat rupiah keok


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Hari ini, rupiah diperdagangkan mendekati level paling lemah
dalam dua minggu. Pemicunya, investor masih cemas akan tingkat inflasi yang
terus merangkak naik meskipun pemerintah sudah melakukan beragam upaya untuk
menahan laju kenaikan harga.
"Mata investor saat ini masih tertuju pada tingkat inflasi yang naik lebih
tinggi dari prediksi pada minggu lalu. Investor juga mempertanyakan apakah
krisis utang Eropa sudah berakhir karena hal itu mempengaruhi tingkat
kepercayaan," papar Lindawati Susanto, head of foreign-exchange trading PT Bank
Resona Perdania di Jakarta.
Asal tahu saja, pada pukul 11.33, rupiah ditransaksikan melemah 0,2% ke
level 9.045. Ini merupakan level paling lemah sejak 28 Desember lalu.
Catatan saja, tingkat inflasi Indonesia memiliki kemungkinan melampaui
level 6% yang disebabkan tren kenaikan harga makanan dan harga komoditas lain
seperti minyak.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Mon, 10 Jan 2011 ( 11:39:49 WIB )


=======================================================================================

Investor asing banyak melepas saham BBCA & BMRI

Date : Jan 10 2011, 12:22
Title : News Story
Header : Investor asing banyak melepas saham BBCA & BMRI


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham-saham perbankan menjadi saham yang memberatkan langkah
indeks hari ini. Beberapa di antaranya yakni Bank Central Asia (BBCA), Bank
Mandiri (BMRI), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Kondisi ini membuat sektor
finansial mengalami penurunan paling besar di antara sektor-sektor lainnya.
Pada pukul 11.13, sektor finansial tercatat anjlok 4,71%. Saham BBCA
melorot 6,25% menjadi Rp 6.000, saham BMRI turun 4,69% menjadi Rp 6.100, dan
saham BBRI melorot 5,10% menjadi Rp 9.300.
Jika dilihat, broker asing banyak melepas saham perbankan hari ini. Untuk
saham BBCA, misalnya, broker asing yang melakukan aksi jual di antaranya:
Deutsche Securities senilai Rp 23,36 miliar, Credit Suisse Securities senilai
Ro 18,41 miliar, dan Kim Eng Securities senilai Rp 15,76 miliar.
Sementara, untuk saham BMRI, aksi jual dilakukan oleh Credit Suisse Rp
52,56 miliar dan Citigroup Inc senilai 28,58 miliar.
Menurut Nico Omer Jonckheere, Vice President Research PT Valbury Asia
Futures, faktor suku bunga yang dipertahankan Bank Indonesia menjadi pemicu
utamanya. "Investor panik akan inflasi tinggi di Indonesia dan Asia," jelas
Nico.
Selain itu, ada juga faktor lain yang membuat sebagian investor asing
memilih hengkang dari Indonesia. "Data AS cukup positif, sehingga sebagian
investor beranggapan, Dow Jones akan memberikan return lebih tinggi ketimbang
pasar emerging market," paparnya.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Mon, 10 Jan 2011 ( 11:23:23 WIB )


=======================================================================================

Investor panik, indeks tergerus hebat hingga di bawah level 3.500

Date : Jan 10 2011, 12:21
Title : News Story
Header : Investor panik, indeks tergerus hebat hingga di bawah level 3.500


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergerus hebat pagi ini. Pada
pukul 10.54, indeks terbawa arus hingga di bawah level 3.482. Ini merupakan
penurunan terbesar pertama di awal tahun ini.
Nico Omer Jonckheere, Vice President Research PT Valbury Asia Futures,
mengatakan, anjloknya indeks pagi ini disebabkan oleh kekecewaan investor akan
keputusan Bank Indonesia yang pada pekan lalu mempertahankan suku bunga
acuannya.
"Pasar cemas dan panik karena tingkat inflasi Indonesia dan Asia sangat
tinggi. Jika BI tak menaikkan suku bunga, ada asumsi inflasi akan semakin
menggila," jelas Nico.
Itu sebabnya, sektor yang paling besar tergerus hari ini adalah sektor
finansial dengan penurunan mencapai 5,50%. Baru kemudian disusul oleh sektor
manufaktur dengan penurunan 3,96% dan industri lain-lain sebesar 3,9%.
"Sektor finansial tergerus paling dalam karena sektor ini paling sensitif
dengan suku bunga," imbuhnya. Nico berpendapat, BI sebaiknya memperhatikan
tingkat inflasi karena ini menjadi kecemasan utama investor.
Dia memprediksi, jika indeks dalam dua hari berturut-turut ditutup di
bawah level 3.530, maka ada potensi besar koreksi akan terus berlanjut. "Ini
cukup mengkhawatirkan," katanya. Jika hal itu terjadi, lanjut Nico, bukan tidak
mungkin indeks akan terpuruk ke level 3.300.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Mon, 10 Jan 2011 ( 11:06:10 WIB )


=======================================================================================

Gejolak minyak bisa picu kenaikan tarif dasar listrik

Date : Jan 10 2011, 12:20
Title : News Story
Header : Gejolak minyak bisa picu kenaikan tarif dasar listrik


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Harga minyak mentah dunia yang merangkak naik mulai memusingkan
pemerintah. Selain bisa berdampak ke subsidi bahan bakar minyak (BBM), gejolak
harga minyak juga bisa berimbas pada pembengkakan subsidi listrik.
Maka itu, Sekretaris Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional
(PPN)/Sekretaris Utama Bappenas Syahrial Loetan menjelaskan, pemerintah mulai
mengkaji efek kenaikan harga minyak dunia tersebut terhadap subsidi listrik.
"Exercise sudah dilakukan tapi belum final karena belum ada kesepakatan semua
pihak," kata Syahrial, pekan lalu.
Nah, salah satu opsi yang dikaji pemerintah adalah soal kemungkinan
menaikkan tarif dasar listrik (TDL). Menurut Syahrial opsi menaikkan TDL
sebetulnya tidak terlalu buruk. Sebab, kenaikan tarif dasar listrik ini akan
menghemat subsidi. "Kalau bisa menghemat, anggaran subsidi bisa digunakan untuk
kepentingan yang lain, misalnya infrastruktur," tuturnya.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo juga mengakui pemerintah sedang
mengkaji masalah tarif dasar listrik tersebut. Sebab kenaikan harga minyak akan
menambah subsidi listrik. "Kami sedang mengkaji naik tidaknya tarif dasar
listrik tersebut," tandas Agus, kemarin (9/1).
Syahrial menjelaskan, opsi menaikan TDL merupakan kebijakan masuk akal
lantaran lonjakan harga minyak dunia akan mempengaruhi biaya operasional untuk
kebutuhan energi listrik dalam negeri. Bukan itu saja, negara harus merogoh
kocek lebih dalam untuk menopang subsidi listrik apabila tidak ada penyesuaian
harga seiring meningkatnya harga minyak mentah dunia. " Padahal, penerimaan
atau pendapatan negara relatif tetap," imbuh Syahrial.
Namun, Syahrial menyatakan bahwa opsi menaikan tarif listrik bukan pilihan
utama. Kenaikan tarif listrik itu membutuhkan sosialisasi sebelum menerapkannya
agar tidak menjadi bahan pro kontra di masyarakat. Apalagi, pemerintah tidak
menambah subsidi listrik meski harga minyak meningkat. "Sebab akan memotong
alokasi anggaran yang lain," kata Syahrial.
[ Bambang Rakhmanto, Irma Yani ]

KONTAN Mon, 10 Jan 2011 ( 10:20:37 WIB )


=======================================================================================

Seluruh sektor melemah, IHSG sentuh 3.568

Date : Jan 10 2011, 12:19
Title : News Story
Header : Seluruh sektor melemah, IHSG sentuh 3.568


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks harga saham gabungan (IHSG) terus melemah. Pagi ini,
sekira pulul 9.36 WIB, IHSG sempat tercatat berada di level 3.568,356 atau
turun 1,74%.
Kejatuhan IHSG ini dipicu memerahnya seluruh sektor yang diperdagangkan,
dan dipimpin sektor industri lain-lain dan keuangan yang masing-masing melemah
2,79% dan 2,48%. Hanya 16 saham yang berhasil naik. 79 saham lagi terkoreksi,
dan 58 saham memilih tidur pagi ini.
Aces Hardware Indonesia Tbk (ACES) memimpin jajaran top losers setelah
terkoreksi 7,14% ke Rp 2.600. Kalbe Farma Tbk (KLBF) melemah 5,56% ke Rp 2.975.
Bank Rakyat Indonesia Tbk turun 5,10% ke Rp 9.300. Alam Sutera Realty Tbk
(ASRI) anjlok 5,08% ke Rp 280. Indosat Tbk melemah 4,67% ke Rp 5.100
Top gainers diduduki antara lain Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) yang
menguat 5% ke Rp 210. Bank Kesawan Tbk (BKSW) naik 6% ke Rp 530. Citra Kebun
Raya Agri Tbk (CKRA) menguat 4,65% ke Rp 90, dan Panin Insurance Tbk (PNIN)
naik 1,92% ke Rp 530.
[ Teddy Gumilar ]

KONTAN Mon, 10 Jan 2011 ( 09:57:44 WIB )


=======================================================================================

Kinerja reksadana campuran terkerek harga saham yang meroket

Date : Jan 10 2011, 12:19
Title : News Story
Header : Kinerja reksadana campuran terkerek harga saham yang meroket


Story
=======================================================================================

Jakarta. Reksadana campuran mencatatkan kinerja yang terbilang menawan
sepanjang 2010. Rata-rata manajer investasi sukses membiakkan duit di reksadana
campuran dengan memperbesar portofolio saham dalam keranjang investasi.
Data dari Pusat Informasi Reksadana Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (Bapepam-LK) menunjukkan, nilai aktiva bersih reksadana campuran naik
47,37% di 2010. Di akhir 2009, jumlah dana kelolaan di reksadana campuran baru
Rp 15,01 triliun. Angka itu naik menjadi Rp 22,12 triliun pada akhir 2010.
Kenaikan imbal hasil rata-rata reksadana campuran masih lebih besar
ketimbang kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 45,96%. "Imbal
hasil reksadana campuran cukup besar karena sepanjang 2010 IHSG naik
signifikan, terutama di Desember," sebut Wawan Hendrayana, analis Infovesta
Utama, Minggu (9/1).
Dua reksadana campuran Panin Sekuritas bahkan tercatat sebagai pemberi
imbal hasil terbesar, yaitu Reksa Dana Panin Dana Bersama dan Panin Dana
Unggulan. Sepanjang 2010, Reksa Dana Panin Dana Bersama menghasilkan imbal
hasil 77,95%, sementara, Panin Dana Unggulan memberi return 66,63% pada
investornya.
Wakil Direktur Utama Panin Sekuritas Winston Sual menyebutkan, Panin
memang lebih banyak menempatkan dana investor reksadana campuran di saham.
Tahun lalu, mereka menempatkan dana investor di saham lapis kedua, karena harga
saham unggulan alias bluechips sudah mahal. "Kami selalu melakukan pemilihan
saham berdasarkan valuasi," terang Winston.
Winston bilang, Panin akan tetap mempertahankan strategi ini. Awal
Desember dan awal tahun ini pihaknya menambah proporsi saham di reksadana
campuran.
Terganjal pajak
Para pelaku pasar yakin prospek reksadana campuran di tahun kelinci emas
ini masih cerah karena minat investor berinvestasi di pasar obligasi dan saham
Indonesia belum surut.
Hanya saja, perkembangan reksadana campuran akan sedikit terkendala mulai
berlakunya pengenaan pajak untuk imbal hasil transaksi obligasi bagi reksadana.
Wawan menilai penerapan ketentuan tersebut akan mempengaruhi potensi perolehan
imbal hasil, kendati tidak besar.
Rudiyanto, yang juga analis Infovesta Utama, juga memprediksi pengenaan
pajak akan mempengaruhi minat investor. Namun ia tetap menganggap reksadana
campuran layak jadi pilihan untuk membiakkan uang.
Sementara Winston yakin industri reksadana akan tetap tumbuh di 2011 meski
aturan pajak telah berlaku. Karena itu ia berani menargetkan dana kelolaan
Panin bertambah menjadi Rp 8 triliun di tahun kelinci emas ini.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]

KONTAN Mon, 10 Jan 2011 ( 09:51:57 WIB )


=======================================================================================

Dorong eksplorasi, ANTM kucuri anak usaha pinjaman Rp 38,6 miliar

Date : Jan 10 2011, 12:17
Title : News Story
Header : Dorong eksplorasi, ANTM kucuri anak usaha pinjaman Rp 38,6 miliar


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Untuk mengeksplorasi proyek nikel di Kabupaten Raja Ampat Papua
Barat, PT Aneka Tambang Persero Tbk (ANTM) memberikan kucuran pinjaman kepada
anak usahanya yakni PT Gag Nikel (PTGN). Pinjaman itu direalisasikan pada
4 Januari 2011 lalu.
Corporate Secretary ANTM Bimo Budi Satriyo menjelaskan, pinjaman ini untuk
mengembangkan proyek nikel atas wilayah cadangan nikel Pulau Gag di Papua Barat
dengan luas area 13.136 hektare. Proyek nikel di Pulau Gag tersebut saat ini
masih berada dalam tahap penyelidikan umum,eksplorasi dan beberapa studi yang
meliputi mining engineering, mine design study, mineral resources dan ore
reserve serta first phase feasibility study report.
"Pinjaman ini berupa pemberian shareholder loan (SHL)," ungkap Bimo dalam
keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (7/1).
Saham PTGN dimiliki oleh Asia Pacific Nickel Pty Ltd (APN) sebesar 75% dan
sekitar 25% dimiliki oleh ANTM. Sementara APN sendiri adalah anak usaha ANTM.
Jadi secara tidak langsung, ANTM memiliki 100% saham PTGN.
Kucuran pinjaman ini dilakukan tiga tahap sesuai dengan SHL pertama
tanggal 2 Februari 2009 dan SHL kedua tanggal 22 Juli 2009. Pinjaman pertama
sebesar Rp 14,89 miliar dan kedua sebesar Rp 38,6 miliar. Sementara pinjaman
ketiga belum ditentukan waktunya.
Pinjaman ini dilakukan selama PTGN belum mampu menghasilkan cashflow
positif. Pasalnya, PTGN masih dalam tahap pengembangan dan belum melakukan
kegiatan operasional.
[ Didik Purwanto ]

KONTAN Mon, 10 Jan 2011 ( 09:28:01 WIB )


=======================================================================================

BPKP belum mengaudit proyek renovasi rumah dinas DPR

Date : Jan 10 2011, 12:15
Title : News Story
Header : BPKP belum mengaudit proyek renovasi rumah dinas DPR


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ternyata belum
mengaudit proyek renovasi rumah dinas anggota DPR di Kalibata, Jakarta Selatan.
Kepala BPKP Mardiasmo mengaku belum melakukan tindakan apapun atalaporan dari
Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR itu.
Mardiasmo beralasan, pihaknya belum mengaudit proyek tersebut karena saat
ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah terlebih dahulu melakukan pemeriksaan.
Karena itu, dia akan berkoordinasi dengan BPK. "BPKP baru diminta tenaganya
sebelumnya untuk melakukan audit dari DPR," ujarnya, Jumat (7/1).
Sebelumnya, Ketua DPR Marzuki Alie mengaku kecewa karena BPKP belum
menindaklanjuti permintaan DPR untuk mengaudit proyek renovasi rumah dinas
tersebut. Padahal, DPR menduga, ada dugaan korupsi dalam proyek renovasi rumah
tersebut.
[ Mohamad Jumasri ]

KONTAN Fri, 07 Jan 2011 ( 16:39:12 WIB )


=======================================================================================

Jumat, 07 Januari 2011

Cemas akan inflasi tinggi, BMRI, BBCA, & BBRI dilanda aksi jual

Date : Jan 07 2011, 12:54
Title : News Story
Header : Cemas akan inflasi tinggi, BMRI, BBCA, & BBRI dilanda aksi jual


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham-saham perbankan turut menggerus indeks di sepanjang
transaksi perdagangan hari ini. Pada pukul 11.20, sektor perbankan melorot
hingga 2,55%.
Hal itu tidaklah mengherankan. Pasalnya, sejumlah saham perbankan dengan
nilai kapitalisasi besar dilanda aksi jual. Salah satunya adalah saham Bank
Mandiri (BMRI). Hingga pukul 11.22, saham BMRI anjlok 3,7% menjadi Rp 260.
Penurunan juga dialami oleh saham PT Bank Central Asia (BBCA) yang anjlok
2,29% menjadi Rp 6.400 dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang turun 3,86%
menjadi Rp 9.950.
Menurut Herry Setyawan, analis Indosukses Futures, kinerja jeblok sektor
perbankan hari ini terkait dengan kecemasan akan suku bunga Bank Indonesia.
"Meski BI sudah memutuskan untuk tak menaikkan suku bunga, itu bukan berarti
jaminan tidak akan ada kenaikan suku bunga ke depannya," jelasnya. Herry
beralasan, ancaman kenaikan suku bunga sangat mungkin terjadi karena tingkat
inflasi Indonesia saat ini kian membumbung tinggi.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Fri, 07 Jan 2011 ( 11:32:29 WIB )


=======================================================================================

BANK RAKYAT INDONESIA STOCK SPLIT, RASIO 2:1 CUM 10 JANUARY 2011

Date : Jan 07 2011, 12:51
Title : News Story
Header : BANK RAKYAT INDONESIA STOCK SPLIT, RASIO 2:1 CUM 10 JANUARY 2011


Story
=======================================================================================
BANK RAKYAT INDONESIA STOCK SPLIT, RASIO 2:1 CUM 10 JANUARY 2011

~ Akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama
Rp 500 di Pasar Reguler dan Negosiasi : 10/01/11
~ Mulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru
Rp 250 di Pasar Reguler dan Negosiasi : 11/01/11
~ Tanggal terakhir penyelesaian transaksi saham
dengan nilai nominal lama Rp 500 : 13/01/11
~ Record Date : 13/01/11
~ Periode perdagangan saham di Pasar Tunai
dengan nilai nominal lama Rp 500 : -
~ Mulai perdagangan saham di Pasar Tunai
dengan nilai nominal baru Rp 250 : 14/01/11
~ Tanggal dimulainya penyelesaian transaksi saham
dengan nilai nominal baru Rp 250 : 14/01/11

(RTI, ROS 07 Jan 2011 09:58 WIB)

=======================================================================================

Inilah tiga alasan mengapa indeks keok hari ini

Date : Jan 07 2011, 11:31
Title : News Story
Header : Inilah tiga alasan mengapa indeks keok hari ini


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dilanda aksi jual.
Hingga pukul 11.07, indeks sudah jeblok 1,99% ke level 3.661,564. Seluruh
sektor terbakar, dengan penurunan terbesar dialami oleh industri lain-lain
sebesar 2,88% dan sektor keuangan sebesar 2,45%.
Menurut Herry Setyawan, Analis Indosukses Futures, ada beberapa faktor
yang menyebabkan indeks terkoreksi hari ini. Pertama, indeks melorot seiring
dengan anjloknya harga komoditas dunia akibat penguatan dollar AS.
Kedua, ada upaya profit taking investor setelah melakukan window dressing
pada Desember lalu. Ketiga, inflasi tinggi terutama berkaitan komoditas pangan
yang diramal bakal naik 7% hingga 8%. "Jika inflasi tinggi, besar kemungkinan
Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuannya," jelas Herry.
Dia meramal, indeks masih akan menunjukkan angka merah hingga akhir
perdagangan hari ini. "Selain akhir pekan, ada juga faktor dari Wall Street
yang juga terkoreksi hari ini," jelasnya. Meski akan mengalami penurunan, Herry
memprediksi, level support IHSG berada di level 3.650. "Kalau ternyata tembus,
ada kemungkinan indeks bisa turun ke level support berikutnya di posisi 3.620.
Tapi kemungkinannya kecil hari ini," jelasnya.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Fri, 07 Jan 2011 ( 11:20:11 WIB )


=======================================================================================

Pergerakan indeks hari ini diprediksi berada di kisaran 3.687-3.798

Date : Jan 07 2011, 09:23
Title : News Story
Header : Pergerakan indeks hari ini diprediksi berada di kisaran 3.687-3.798


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pada perdagangan hari Kamis (6/1), indeks Dow Jones ditutup
melemah 25 point atau 0,22% ke level 11.697,31. Penurunan indeks AS ini terjadi
setelah naiknya valuasi beberapa saham menjadi overweight yang membuat investor
melakukan aksi profit taking. Selain itu, kenaikan harga komoditas mengancam
tingkat penyerapan kerja.
Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada transaksi kemarin
ditutup melemah 47 point atau turun 1,25% ke level 3.736,26. "Indeks gagal
menembus resistance kuat di 3.802 akibat aksi profit taking yang dilakukan oleh
investor," jelas Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi. Asing
sendiri tercatat melakukan net sell sebesar Rp 250 miliar, terutama pada saham
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT Astra International (ASII), dan sejumlah
saham perbankan.
Pada perdagangan hari ini, Betrand memperkirakan IHSG akan bergerak di
kisaran 3.687-3.798. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ASII,
United Tractors (UNTR), Wintermaar Offshore Marine (WINS), dan Matahari Putra
Prima (MPPA).
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Fri, 07 Jan 2011 ( 09:15:35 WIB )


=======================================================================================

JSX

Indek JSX kemarin menguci level resistant 3788, tetapi tidak tembus. Indek ari ini berpotensi turun kelevel support 3700 yang didominasi oleh saham sektor pertambangan, perbankan.

JSMR anggarkan Rp 125 miliar untuk capex non-tol

Date : Jan 07 2011, 08:57
Title : News Story
Header : JSMR anggarkan Rp 125 miliar untuk capex non-tol


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menganggarkan dana Rp 125 miliar untuk
belanja modal alias capital expenditure (capex) proyek di luar jalan tol.
Proyek non-tol yang akan kebagian capex antara lain pembangunan tempat
istirahat dan pelayanan atau yang lazim disebut rest area serta memodali
pendirian anak perusahaan.
Direktur Keuangan JSMR Reynaldi Hermansyah menuturkan, dana investasi
non-tol itu merupakan bagian dari total anggaran capex 2011 ini yang nilai
totalnya mencapai Rp 6,2 triliun. "Dana itu akan digunakan untuk membentuk anak
perusahaan dan pembangunan TIP," ujar dia, beberapa waktu lalu.
Anak perusahaan yang akan dibentuk JSMR adalah sebuah perusahaan properti,
berkongsi dengan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP). Perusahaan hasil patungan
dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu akan menggarap kawasan hunian serta
kawasan pusat komersial dan bisnis.
Lokasi proyek berada di sekitar Surabaya-Mojokerto, tak jauh dari proyek
tol JSMR. Reynaldi mengaku, rencana pembentukan anak perusahaan properti masih
dalam tahap studi kelayakan. Dalam rencana semula, JSMR menargetkan pembentukan
anak perusahaan sudah terealisasi pada Desember 2010 lalu.
JSMR juga berniat menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) untuk
mendirikan perusahaan yang mengembangkan bisnis informasi teknologi.
Pembentukan perusahaan yang akan bermain di bisnis serat optik itu masih di
tahap studi kelayakan.
Proyek lain JSMR di luar pembangunan tol adalah membuat rest area di KM 88
ruas tol Cipularang di kedua arahnya, baik dari dan menuju Bandung. Total luas
lahan rest area 40 hektare.
[ Amailia Putri Hasniawati ]

KONTAN Fri, 07 Jan 2011 ( 08:45:23 WIB )


=======================================================================================

Penurunan harga minyak dan outlook otomotif AS bikin bursa Jepang naik turun

Date : Jan 07 2011, 08:56
Title : News Story
Header : Penurunan harga minyak dan outlook otomotif AS bikin bursa Jepang naik turun


Story
=======================================================================================

TOKYO. Pagi ini, bursa Jepang mengalami fluktuasi hebat. Saham-saham
perusahaan trader komoditas mengalami penurunan setelah terjadinya harga minyak
dan logam. Sementara, saham-saham produsen mobil mengalami kenaikan karena
outlook positif permintaan AS.
Saham yang mencatatkan penurunaan antara lain Mitsubishi Corp, yang
merupakan perusahaan trader komoditas terbesar Jepang, yang pahi ini turun
0,8%. Inpex Corp juga mencatatkan penurunan sebesar 1% setelah melorotnya harga
minyak dan logam. Sementara itu, Toyota Motor Corp berhasil naik 1,2% setelah
sejumlah analis bilang, perakitan mobil di Amerika Utara kemungkinan akan naik
5% tahun ini.
Pada pukul 09.18 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,2%
menjadi 10.507,63. Sementara, indeks Topix tak banyak mengalami perubahan do
level 924,14.
"Saat ini, sepertinya investor memilih untuk melihat dan menunggu data
lapangan kerja yang bakal dirilis dalam waktu dekat. Ada pula kecemasan
overheating dalam jangka pendek," jelas Juichi Wako, senior strategist Nomura
Holdings Inc.
Asal tahu saja, sejumlah ekonom memprediksi, data yang dirilis Departemen
Tenaga Kerja AS hari ini akan menunjukkan adanya penambahan lapangan kerja di
AS pada Desember 2010.
[ Barratut Taqiyyah, Bloomberg ]

KONTAN Fri, 07 Jan 2011 ( 08:23:10 WIB )


=======================================================================================

Inflasi tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 7%

Date : Jan 07 2011, 08:54
Title : News Story
Header : Inflasi tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 7%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Inflasi bakal kembali berlari kencang tahun ini. Diperkirakan
inflasi bisa mencapai kisaran 7% hingga 8%.
Direktur Bidang Perencanaan Makro Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
(Bappenas) Bambang Prijambodo menduga, inflasi tahun ini lebih dari 7%.
"Mungkin bisa tembus hingga kisaran 7,5%," katanya, Kamis (6/1).
Dugaan ini lantaran gejolak harga komoditi cukup tinggi. Lebih lagi,
Bambang menilai ada gangguan produksi di dalam negeri.
Selain itu, faktor pendorong lainnya adalah realisasi pembatasan bahan
bakar minyak (BBM) subsidi. Bambang mengatakan, realisasi pembatasan BBM
subsisi ini akan memicu kenaikan harga lainnya.
Kendati inflasi menembus 7%, Bambang menganggap belum tentu membahayakan
perekonomian. Sebab, menurutnya, pemerintah dan Bank Indonesia akan berusaha
menjaga inflasi.
Pengamat ekonomi Ahmad Erani juga setali tiga uang. Menurut
perhitungannya, jika pemerintah mengambil kebijakan membatasi konsumsi BBM
subsidi untuk kendaraan plat hitam 2005 saja maka inflasi bisa mencapai level
sekitar 7% hingga 8% saat kebijakan itu telah diberlakukan. "Kalau untuk
seluruh plat hitam tentu akan jauh lebih tinggi," katanya.
Untuk itu, Erani menyarankan, jika pemerintah benar akan memberlakukan
kebijakan tersebut, sebaiknya dilakukan secara bertahap. "Misalkan, tahun 2011
pembatasan bagi kendaraan diatas 2005, kemudian, tahun 2012 kendaraan diatas
tahun 2000, kemudian tahun 2013 untuk semua mobil pribadi, dan tahun 2014 untuk
semua mobil termasuk transportasi publik," katanya.
[ Irma Yani ]

KONTAN Thu, 06 Jan 2011 ( 16:45:25 WIB )


=======================================================================================

Kamis, 06 Januari 2011

Banjir di Australia membuat harga batubara makin membara

Date : Jan 06 2011, 12:37
Title : News Story
Header : Banjir di Australia membuat harga batubara makin membara


Story
=======================================================================================

BANGKOK. Harga kokas batubara internasional mulai meningkat seiring
bencana banjir yang melanda Queesland, Australia. Banpu Pcl dan beberapa
produsen batubara lainnya di Thailand menaikkan harga batubaranya, setelah
Australia menaikkah harga bahan bakar pembangkit listriknya.
Banpu menaikkan harga jual batubara 1,2% menjadi 860 bath pada waktu
setempat. Lanna Resources Pcl, produsen batubara terbesar kedua di Thailand
menaikkan harga 2% menjadi 20,3 bath, dan menjadi harga kontrak tertinggi sejak
8 November 2010.
Sementara Asia Green Energy Plc menaikkah harga jual kokas batubaranya
4,9% menjadi 17 bath.
[ Rizki Caturini ]

KONTAN Thu, 06 Jan 2011 ( 12:13:53 WIB )


=======================================================================================

TLKM

TLKM hampir seminggu bertahan di 7900-8000. tetapi dari technical TLKM mengalami tren penurunan ke level support pertama 7650.
Recoment : Hold , Buy in 7650

INTP

INTP berhasil menembus 16500, tetapi saat nego di harga 16.150 itu masih mencerminkan sentimen negatif tehadap saham INTP. Jadi INTP akan mencoba menutup 17100 dan membutuhkan tenaga untuk mengangkat saham INTP. Dari technical tren INTP masih turun.

Recoment : Hold, Sell in price 17.100.

BRMS

Mencermati saham BRMS, saham ini mengincar saham Newmont Mining bila ANTM tidak ikut serta dalam pembelian saham Newmont Mining. Maka kesempatan BRMS dalam membeli saham itu menjadi tinggi.

Recoment : Hold

BUMI


Wow... harga batubara naik sampai 130 matrix per ton, ini mengakibatkan sektor batubara naik tajam. Saham BUMI umpananya, saham BUMI akan menguji level resistant 3500. berhati-hatilah dalam mengambil posisi Buy. Karena kesempatan untuk naiknya mulai tipis.
saham BRON, HRUM, ITMG, UNTR, ADRO, BUMI. jadi berhati-hatilah dalam mengambil posisi sektor batubara.

Recoment Sell 3500.

BBRI

Meski suku bunga tetap 6.5 tetapi sektor perbankan kemarin naik sesaat, menyambut suku bunga tersebut. Dari segi technical BBRI trennya menurun dan akan menguji level support 10.000. Bila support pecah 10000 akan menuju level 9500.
Recoment Hold and Buy in 10.000.

JSX

Indek Pagi ini telah mencoba tembus 3788, tapi tingal 2point (3786). Yang membuat indek turun ASII, TLKM, BBRI dan yang menahan indek kita UNTR.

ICBP

ICBP berhasil rebound menutup level 5100 menutup resistant 5200. dengan bentuk grafik 'W'.
Dengan grafik begitu didorong berita Buyback dari iniduk INDF sehinga membuat saham ICBP naik kelevel 5000 an.
Recomen Sell 5200.

Harga karet terus menguat dalam tiga hari ke level US% 5.254 per metrik ton

Date : Jan 06 2011, 09:24
Title : News Story
Header : Harga karet terus menguat dalam tiga hari ke level US% 5.254 per metrik ton


Story
=======================================================================================

TOKYO. Harga karet naik mengalami kenaikan dalam tiga hari terakhir akibat
optimisme pasar terbentuk setelah melihat data perekonomian AS mengalami
pertumbuhan. Hal ini meningkatkan ekspektasi permintaan karet akan naik
ditengah seretnya pasokan global.
Harga pengiriman karet pada Juni 2011 naik 2,2% menjadi 437,5 yen per
kilogram (kg) atau sekiktar US$ 5.254 per metrik ton sebelum perdagangan
diangka 436,4 yen di Tokyo Commodity Exchange pada waktu setempat.
"Secara fundamental komoditas karet memang sedang ketat, sehingga ini
mendorong peningkatan harga karet di bursa komoditas, ujar Kazunori Kokubo
General Manager di bidang bisnis internasional Yutaka Shoji Co Tokyo.
[ Rizki Caturini ]

KONTAN Thu, 06 Jan 2011 ( 08:56:15 WIB )


=======================================================================================

Pertamina, Medco dan Mitsubishi dinyatakan bersalah dalam proyek Donggi Senoro

Date : Jan 06 2011, 09:23
Title : News Story
Header : Pertamina, Medco dan Mitsubishi dinyatakan bersalah dalam proyek Donggi Senoro


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menghukum PT Pertamina
sebesar Rp 10 miliar karena terbukti bersekongkol dalam proyek Donggi-Senoro.
Wasit persaingan usaha menuduh perusahaan minyak dan gas plat merah itu
berkomplot dengan PT Medco Energi International, PT Medco E&P Tomori Sulawesi,
dan Mitsubishi Corporation.
Dalam putusan yang dibacakan hari ini (5/1), Ketua Majelis Komisi Nawir
Messi menyatakan, persekongkolan itu telah melahirkan persaingan usaha yang
tidak sehat. Dalam pertimbangannya, KPPU menyatakan, persengkokolan itu
terlihat manakala adanya perilaku diskriminatif yang diberikan terhadap
Mitsubishi dibandingkan pesaing lainnya yakni Mitsui dan LNG EU.
Perlakuan diskriminatif itu yakni Mitsubishi diberikan kesempatan untuk
melakukan diskusi dengan Pertamina dan Medco Energi International dalam kurun
waktu 24 Februari, 16 Maret, dan 4 September 2006.
Pada 4 September 2006 silam, KPPU menyatakan, Mitsubishi melakukan
presentasi dihadapan direksi Pertamina dan Medco Energi International terkait
subtansi proyek sehingga memberikan keuntungan kepada Mitsubishi dalam
menyiapkan proposal beauty contest. "Ini diskriminatif sedangkan peserta lain
tidak memiliki kesempatan serupa," Messi.
Tak hanya itu, KPPU menyatakan tidak ada kepastian sistem penilaian beauty
contest dan term of reference.
Makanya Majelis Komisi menyatakan jika Pertamina, Medco Energi
International, Medco E&P, dan Mitsubishi secara sah melanggar pasal 22 dan 23
Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan
Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Selain menghukum Pertamina membayar denda Rp 10 miliar, majelis KPPU juga
menghukum Medco Energi International membayar denda Rp 5 miliar, Medco E&P
membayar denda Rp 1 miliar dan Mitsubishi membayar denda Rp 15 miliar.
Majelis KPPU juga memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar mendorong
optimalisasi pemanfaatan cadangan gas melalui penggunaan teknologi yang sesuai
dengan karakter ladang gas dengan cadangan relatif kecil. "Pemerintah juga
perlu mendiri realisasi dan penyelesaian proyek Donggi-Senoro agar terlaksana
tepat waktu".
Terkait putusan ini, Lukman Mahfoedz selaku Corporate Project Director
Medco menegaskan sejauh ini belum dapat memastikan untuk mengambil langkah
selanjutnya atas putusan ini. "Tetap terbuka kemungkinan mengajukan upaya
keberatan," katanya.
[ Yudho Winarto ]

KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 16:48:37 WIB )


=======================================================================================

Holcim bantah bakal bagi-bagi dividen

Date : Jan 06 2011, 09:22
Title : News Story
Header : Holcim bantah bakal bagi-bagi dividen


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) menyatakan belum berencana
membagikan deviden terkait keberhasilannya melakukan kuasi reorganisasi di
akhir tahun lalu. "Sejauh ini tidak ada rencana pembagian dividen dalam waktu
dekat ini," kata Relationship Management Director Rusli Setiawan kepada KONTAN,
Rabu (5/1).
Sebelumnya memang beredar kabar jika SMCB berencana membagikan dividen
spesial sebesar Rp 150 yang akan dibagikan dalam dua tahap. Tahap pertama pada
akhir Januari mendatang sebesar Rp 80 per saham dan tahap kedua akan dilakukan
di awal Maret dengan membagikan Rp 70 per saham.
Walaupun menyatakan tidak akan membagikan dividen dalam waktu dekat, namun
Rusli bilang dengan keberhasilan kuasi tersebut memang memungkinkan Holcim
untuk membagikan dividen.
Kebijakan pembagian dividen sendiri masih akan dibicarakan pihak
manajemen. Sayangnya, Rusli enggan membocorkan apakah tahun ini Holcim
Indonesia berniat membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. "Memang
memungkinkan tapi nantilah kita liat di RUPS tahunan," katanya.
Setelah adanya kuasi tersebut, asset tetap Holcim menjadi Rp 7,227 triliun
yang berarti telah terjadi penambahan nilai sebesar Rp 2,681 triliun. Selisih
penilaian kembali aset tetap ini ditambah dengan tambahan modal disetor sebesar
Rp 1,303 triliun telah menghapuskan defisit perusahaan sebesar Rp 3,937
triliun. Dengan hasil akhir adanya sisa saldo laba sebesar Rp 47 miliar pada
akun saldo laba.
"Dengan adanya penghapusan defisit ini menyebabkan kita bisa membayar
deviden serta membuka kemampuan perusahaan untuk mendapatkan pendanaan untuk
ekspansi di masa datang," jelas Rusli. Selama empat tahun terakhir keuntungan
bersih SMCB serta pengurangan hutang telah memperkuat kondisi keuangan. Rasio
kewajiban terhadap ekuitas telah mengalami perbaikan dari posisi 1,72 pada
Desember 2007 menjadi hanya 0,66 pada Juni 2010.
[ Anna Suci Perwitasari ]

KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 16:55:26 WIB )


=======================================================================================

Rabu, 05 Januari 2011

Financial Data - AALI

Date : Jan 05 2011, 14:59
Title : Financial Data - AALI


Code AALI
Sector Agriculture
SubSector Plantation
L.Date 09 December 1997
E.Date 21 November 1997
Nominal 500
IPO Price 1550
IPO Shares 125.80 M
IPO Amount 194.99 B
FS Date 30 September 2010
FYE December
I.Shares 1.57 B
Mkt.Cap 41.02 T
Sales 5.72 T
Assets 8.51 T
Liability 1.58 T
N.Profit 1.23 T
PER* 25.05
EPS* 1040
BV 4269
PBV 6.10
NAVS 5404
DER 0.23
ROE(%)* 24.36
ROA(%)* 19.24
NPM(%) 21.47
* Annualised

BI rate bertahan di 6,5%

Date : Jan 05 2011, 14:29
Title : News Story
Header : BI rate bertahan di 6,5%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan suku bunga acuan
Bank Indonesia (BI rate) tetap sebesar 6,5%. Besaran suku bunga acuan ini sudah
bertahan sejak 1,5 tahun lalu atau yang ke-18 kalinya.
Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI rate sebesar 6,5% sesuai dengan
perkiraan para analis sebelumnya. Hasil survei Bloomberg menyebutkan, sebanyak
13 dari 15 ekonom yang mereka survei memperkirakan BI rate bakal tetap di level
6,5% pada bulan ini. Tingkat BI rate sebesar 6,5% itu sudah bertahan sejak
Agustus 2009.
[ Nina Dwiantika ]

KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 14:22:22 WIB )


=======================================================================================

MASA bakal akuisisi perusahaan perkebunan?

Date : Jan 05 2011, 12:24
Title : News Story
Header : MASA bakal akuisisi perusahaan perkebunan?


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Lama tidak terdengar kabarnya, PT Multistrada Arah Sarana Tbk
(MASA) kembali di goyang rumor panas. Memasuki tahun 2011, seorang sumber
KONTAN membisikkan, produsen ban merek Achiles tersebut sedang bernegoisasi
untuk membeli perusahaan perkebunan.
"Pembelian akan dilakukan dalam waktu dekat," tuturnya kepada KONTAN, Rabu
(5/1). Nantinya, hasil perkebunan yang utamanya memproduksi karet, bakal
menopang kebutuhan bahan baku MASA dimasa yang akan datang.
Maklum saja, saat ini MASA tengah membangun pabrik ban baru seluas 100
hektare (ha) di wilayah Cikarang. Pabrik ban berkapasitas 30.000 unit per hari
itu, direncanakan mulai beroperasi pada semester I-2010.
Namun sayang, sang empunya rumor tidak mengetahui lokasi perkebunan yang
tengah diincar MASA. Termasuk estimasi harga pembelian perusahaan perkebunan
itu.
Saat dikonfirmasi, pihak MASA tidak dengan tegas menyanggahnya. Presiden
Direktur MASA, Pieter Tanuri enggan berkomentar. "Saya no comment dulu,"
ujarnya.
Sementara Even Go, Kepala hubungan investor MASA mengatakan, belum
memperoleh informasi mengenai kabar itu dari manajemen MASA. "Saya akan coba
pastikan, apakah memang benar ada rencana seperti itu," pungkasnya.
[ Yuwono Triatmodjo ]

KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 12:12:45 WIB )


=======================================================================================

Diisukan bakal dikerek ke level Rp 2.000, saham KRAS bergerak fluktuatif

Date : Jan 05 2011, 11:55
Title : News Story
Header : Diisukan bakal dikerek ke level Rp 2.000, saham KRAS bergerak fluktuatif


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham PT Krakatau Steel (KRAS) bergerak fluktuatif hari ini.
Saham KRAS sempat ditransaksikan di level terendah Rp 1.230 atau turun 2,4% dan
di level tertinggi di posisi Rp 1.270 atau naik 0,8%. Namun pada pukul 11.19,
saham KRAS ditransaksikan dengan penurunan 0,79% menjadi Rp 1.250.
Dari perbincangan di sejumlah milis, saham KRAS dikabarkan akan dikerek
hingga mencapai level Rp 2.000. "Sepertinya target harga Rp 2.000 bisa dicapai
dalam sepuluh hari ke depan," kata salah seorang anggota milis.
Namun, menurut salah seorang sumber KONTAN yang tak mau namanya disebut,
kenaikan harga batubara dipastikan akan menaikkan biaya produksi KRAS. "Namun
jika produsen baja lokal, khususnya KRAS, memiliki cadangan cukup dan bisa
memperoleh batubara lebih murah dari kompetitornya, maka akan bisa diuntungkan
dari kenaikan harga baja ini," jelasnya. Sumber KONTAN menambahkan, harga jual
baja pasti naik karena produsen baja global, terutama India dan Jepang,
menurunkan level produksinya.
Kabarnya, analis baru akan merekomendasikan buy untuk saham KRAS jika
investor asing sudah mulai mengoleksi saham ini. Berdasarkan data Bloomberg
pukul 11.30, sejumlah broker yang aktif membeli saham ini antara lain: Sinarmas
Sekuritas senilai Rp 13,59 miliar, Millennium Atlantic Securities senilai Rp
6,17 miliar, dan eTrading Securities senilai Rp 5,96 miliar.
Sementara, broker-broker yang banyak melepas saham KRAS adalah: Valbury
Asia Securities senilai Rp 10,88 miliar, Artga Securities senilai Rp 10,67
miliar, dan eTrading Securities senilai Rp 7,78 miliar.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 11:40:45 WIB )


=======================================================================================

JSX

Indek JSX akan mecoba level resistant di 3780 an, sektor yg akan menahan indek ari ini sektor CPO dan batubara. Dimana terjadi penguatan dolar dan perlemahan harga emas.

KBRI beli saham pemerintah senilai Rp 2,92 miliar

Date : Jan 05 2011, 08:49
Title : News Story
Header : KBRI beli saham pemerintah senilai Rp 2,92 miliar


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Induk usaha, PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI), PT
Kertas Basuki Rachmat (KBR) akan membeli saham milik Pemerintah. Pada 28
Desember 2010 lalu, mereka sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri Negara
Badan Usaha Milik Negara mengenai persetujuan harga penawaran senilai Rp 1 juta
per saham.
Sampai saat ini, Pemerintah masih menggenggam saham KBR sebanyak 2.925
saham atau sebanyak 0,38%. Tiur Simamora, sekertaris perusahaan KBRI bilang
total pembelian saham tersebut sebesar Rp 2,92 miliar. Setelah aksi tersebut,
KBRI akan memiliki 100% saham KBR. "Sekarang kita masih dalam proses jual
beli," jelasnya.
Transaksi tersebut akan dilakukan secara bilateral. "Kami berharap
transaksi jual beli tersebut selesai di bulan ini atau awal bulan depan," jelas
dia. Maklum, KBRI memang sudah ngebet membeli saham Pemerintah. "Tarik ulur
jual beli saham tersebut sudah lama, tapi karena harganya kemahalan. KBR baru
bisa membeli saat ini," tuturnya.
Untuk membeli saham Pemerintah tersebut, Tiur mengungkapkan mereka akan
menggunakan dana dari penjualan aset mereka. "Kami akan melepas beberapa aset
yang tidak prospektif, mesin yang tidak bisa dipakai dan kurang produktif,"
tuturnya.
Sebelumnya, KBRI memang berniat untuk menjual stasiun pengisian bahan
bakar umum (SPBU) dan gedung kantor. Total penjualan aset tersebut diperkirakan
senilai Rp 35 miliar. "Salah satunya akan kami gunakan dari hasil penjualan
aset tersebut," terang dia.
KBRI memang masih mempunyai likuiditas yang cukup. Per 30 September 2010
kemarin, dana kas KBRI masih sekitar Rp 2,6 miliar. Apalagi pada bulan November
2010, KBRI telah melakukan penawaran saham baru alias rights issue dan berhasil
meraup Rp 544,87 miliar.
Nantinya, saham hasil pembelian dari Pemerintah tidak akan dijual lagi.
Menurut dia, saham itu masih akan dipegang oleh KBRI. "Tidak ada rencana untuk
menjual saham tersebut kepada pihak lain, " tegas Tiur.
[ Avanty Nurdiana ]

KONTAN Wed, 05 Jan 2011 ( 08:24:13 WIB )


=======================================================================================

Selasa, 04 Januari 2011

BBRI

BBRI akan mencoba level support di Rp. 10.000,- bila level support pecah trennya menurun ke level Rp. 9.500,-.

ASII

Recoment Sell 55,000 target 50,000. support 50,000.

Sentimen negatif inflasi tak mampu meruntuhkan IHSG

Date : Jan 04 2011, 11:31
Title : News Story
Header : Sentimen negatif inflasi tak mampu meruntuhkan IHSG


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Para analis dan ekonom sepakat menilai bahwa angka inflasi
tahunan (year on year) 2010 yang mencapai 6,96% merupakan angka yang
mengkhawatirkan. Namun, tampaknya, kabar ini belum mampu meruntuhkan IHSG.
Buktinya, indeks kembali merangkak naik kala dibuka hari ini, Selasa
(4/1), hari kedua setelah pembukaan awal 2011 kemarin.
Pada pukul 10.40 WIB, IHSG bertengger di angka 3.761,95 atau menguat
0,92%. Saham-saham pertambangan menjadi penopang utama indeks pagi ini. Indeks
saham-saham sektor pertambangan menguat 3,52%. Adapun indeks sektor agribisnis
naik 1,03% dan sektor perdagangan menguat 1,37%.
Saham-saham lapis kedua dan ketiga masih mendominasi daftar top gainers.
Misalnya, harga saham PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) menguat 33% menjadi Rp 105 per
saham. Harga saham Aneka Kemasindo Utama Energi dan Metak (AKKU) naik 32% ke Rp
170. Saham lainnya adalah Borneo Lambung Energi dan Metal (BORN) yang naik 9%
ke Rp 1.660 per saham.
Di daftar top loser, Harga Saham Fajar Surya Wisesa (FASW) tercatat turun
8% menjasdi Rp 2.525, Indonesia Prima Property (OMRE) turun 5% menjadi Rp 161
per saham, dan saham Pan Brothers (PBRX) turun 5% menjadi 1.390 per saham.
[ Dyah Ayu Kusumaningtyas ]

KONTAN Tue, 04 Jan 2011 ( 11:03:58 WIB )


=======================================================================================

Nilai ekspor CPO 2010 naik 40%

Date : Jan 04 2011, 08:51
Title : News Story
Header : Nilai ekspor CPO 2010 naik 40%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Riang gembira. Itulah yang dirasakan para eksportir produk kelapa
sawit di tahun 2010. Betapa tidak, kenaikan harga kelapa sawit dunia membuat
nilai ekspor produk kelapa sawit naik signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS)
mencatat, nilai ekspor minyak nabati, termasuk minyak kelapa sawit dan
turunannya itu, naik 40% pada periode Januari-November 2010 dibanding waktu
yang sama di 2009.
"Ekspor crude palm oil (CPO) jadi salah satu penyumbang terbesar
pertumbuhan ekspor Januari-November 2010," kata Rusman Heriawan, Kepala BPS
dalam konferensi persnya Senin (3/1).
BPS menghitung, untuk periode Januari-November 2010, nilai ekspor produk
minyak nabati, termasuk CPO, mencapai US$ 14,1 miliar, naik 40% dibandingkan
nilai ekspor di waktu yang sama 2009 yang hanya US$ 10,1 miliar. Namun,
volumenya hanya naik tipis, yaitu 3,8%, dari 16,5 juta ton menjadi 17,1 juta
ton dalam kurun waktu tersebut. "Kenaikan dalam nilai lebih tinggi dibandingkan
volume," jelas Rusman.
Tahun 2010 lalu, harga produk kelapa sawit di pasar dunia memang terus
naik. Data BPS yang mengutip dari World Bank Commodity, menyebutkan harga CPO
dari Januari ke November 2010 sudah naik 41,2% atau naik dari US$ 793 per ton
menjadi US$ 1.120 perton. "Sekarang harganya itu sudah tembus US$ 1.000 per
ton," jelas Rusman. Ia menambahkan, pemicu kenaikan harga produk kelapa sawit
tak lain adalah kenaikan permintaan yang terjadi seiring pemulihan ekonomi
global.
Jika kita lihat pasarnya, kenaikan permintaan produk kelapa sawit terbesar
datang dari kawasan Eropa dan Asia. Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha
Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Fadhil Hasan bilang, kenaikan permintaan itu
datang dari beberapa negara di Uni Eropa, India, China, dan juga Bangladesh.
"Permintaan China dan Eropa ternyata berpengaruh positif bagi ekspor CPO,"
terang Fadhil dalam surat elektroniknya.
Eksportir usul BK 3%
Kendati sudah menikmati kenaikan harga tinggi, kalangan eksportir tetap
keberatan dengan penerapan bea keluar (BK) kelapa sawit selama ini. "Pelaku
usaha sawit memandang tarif BK yang berlaku sekarang tidak adil," kata Fadhil.
Alasannya, BK itu melenceng dari tujuan awalnya, yakni untuk memperkuat kinerja
industri sawit. Kini, BK itu hanya mempertebal kantong pemerintah.
Ia mengusulkan pemerintah mengubah sistem tarif BK yang progresif
berdasarkan harga saat ini menjadi tarif tetap. "Idealnya, tarif BK CPO
disamakan menjadi 3% setiap bulan tanpa bergantung pada harga internasional,"
katanya.
Berdasarkan rumusan perhitungan pemerintah, BK yang harus dibayar
eksportir sawit untuk Januari 2011 ini mencapai 20% dari nilai ekspor.
[ Asnil Bambani Amri ]

KONTAN Tue, 04 Jan 2011 ( 08:45:15 WIB )


=======================================================================================

Utang pemerintah kurang berperan dalam perekonomian dalam negeri

Date : Jan 04 2011, 08:50
Title : News Story
Header : Utang pemerintah kurang berperan dalam perekonomian dalam negeri


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Utang baru yang ditarik pemerintah dinilai tidak berdampak
terhadap perekonomian, karena hanya digunakan untuk membayar utang lama yang
jatuh tempo. Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya menggunakan potensi sisa
anggaran akhir tahun untuk menutup utang jatuh tempo dan tidak menarik utang
baru.
Demikian diungkapkan pengamat keuangan negara dari Koalisi Anti Utang Dani
Setiawan. "Masalah defisit anggaran terus berulang setiap tahun, di mana
realisasi lebih rendah dari yang direncanakan. Praktek semacam ini tentu
semakin membebani perekonomian dengan utang-utang baru," tegasnya, Senin,
(3/1).
Pada 2010, realisasi defisit anggaran tercatat sebesar Rp 38,7 triliun
atau 0,62 persen terhadap produk bruto (PDB). Jauh lebih rendah dibandingkan
rencana dalam anggaran negara yang sebesar 133,7 triliun rupiah atau 2,1 persen
terhadap PDB.
Defisit anggaran, lanjut Dani, dinilai hanya untuk membiayai utang yang
jatuh tempo. "Ada kebutuhan pembayaran utang lama. Dalam periode 2005-2011,
pembayaran cicilan pokok dan bunga utang mencapai Rp 1.106 triliun dan pada
2011 pembayaran utang mencapai Rp 247 triliun," paparnya.
Pembayaran utang jatuh tempo, tambah Dani, harus dipenuhi secara ketat.
"Ini menyebabkan utang-utang baru diarahkan untuk membayar utang lama. Jadi
tidak aneh kalau pemerintah enggan menurunkan target defisit, karena utang
jatuh tempo meningkat," katanya.
Dengan kondisi tersebut, menurut Dani, maka praktis utang dan defisit
anggaran tidak berfungsi sebagai stimulus ekonomi. "Stimulus dari defisit tidak
terjadi. Justru yang ada hanya tambahan beban utang untuk masa mendatang,"
tegasnya.
Untuk mengurangi penarikan utang, kata Dani, sebaiknya pemerintah
memanfaatkan sisa kelebihan pembiayaan. Pada 2010, pemerintah membukukan
kelebihan pembiayaan atau Saldo Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp
47,2 triliun.
"Silpa dari APBN tahun sebelumnya bisa untuk menambal defisit sehingga
target penarikan utang bisa ditekan. Namun selama ini kelebihan pembiayaan
tidak mengurangi utang," kata Dani.
Sementara itu Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, realisasi
defisit yang di bawah target bukan disebabkan oleh rendahnya belanja negara.
Hingga akhir 2010, realisasi belanja negara adalah sebesar Rp1.053 triliun,
atau 93,5 % dari pagu.
"Dalam empat tahun terakhir, belanja negara 2010 adalah yang tertinggi.
Jadi defisit yang lebih rendah bukan karena banyak yang tidak dibelanjakan,
tetapi penerimaan yang meningkat," tegas Hatta. Pada 2010, realisasi penerimaan
negara adalah sebesar Rp 1.014 triliun (102 persen).
Selain penerimaan yang melebihi target, lanjut Hatta, terjadi pula
penghematan di sisi belanja negara sehingga defisit tidak sebesar yang
diperkirakan. "Ada proyek yang di bawah perkiraan harga, ada efisiensi,"
ujarnya.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, Silpa 2010 akan digunakan
sebagai salah satu sumber pembiayaan pada 2011. "Silpa sementara 2010 yang Rp
47 triliun itu akan digunakan untuk kebutuhan awal 2011. Ada kewajiban kurang
bayar subsidi ke PLN, dan kami juga akan cadangkan untuk dana risiko fiskal,"
katanya.
Pada 2011, lanjut Agus, pemerintah akan mencoba merealisasikan belanja
negara sesuai target. Untuk itu, beberapa proyek sudah bisa dimulai pada awal
tahun karena proses tender telah dilaksanakan pada akhir tahun lalu.
[ Bambang Rakhmanto ]

KONTAN Tue, 04 Jan 2011 ( 08:42:28 WIB )


=======================================================================================

ITMG dan ADRO menjadi motor penggerak indeks hari ini

Date : Jan 04 2011, 08:44
Title : News Story
Header : ITMG dan ADRO menjadi motor penggerak indeks hari ini


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pada penutupan sore ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik
0,33% menjadi 3.715,915. Bertahannya indeks di zona hijau mendapat sokongan
penuh dari sektor pertambangan yang hari ini menguat 3,92%.
Kendati begitu, ada tiga sektor yang mencatatkan penurunan. Penurunan
terbesar dialami sektor keuangan yang turun 1,56%, baru kemudian disusul oleh
sektor aneka industri sebesar 0,51%. Volume transaksi sore ini mencapai 4,5
miliar saham dengan nilai Rp 4.902 triliun.
Saham-saham yang menjadi motor penggerak indeks hari ini antara lain: PT
Indo Tambangraya Megah (ITMG) yang naik 7% menjadi Rp 54.300, PT Adaro Energy
(ADRO) naik 4,9% menjadi Rp 2.675, PT Borneo Lumbung Energy (BORN) naik 14,18%
menjadi Rp 190, PT Semen Gresik (SMGR) naik 4,23% menjadi Rp 400, dan PT
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik 4,36% menjadi Rp 1.000.
Sementara, saham-saham yang menahan laju indeks antara lain: Bank CIMB
Niaga (BNGA) turun 8,38% menjadi Rp 160, PT Unilever (UNVR) turun 2,73% menjadi
Rp 450, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 2,73% menjadi Rp 16.050.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Mon, 03 Jan 2011 ( 16:23:43 WIB )


=======================================================================================

Senin, 03 Januari 2011

ANTM lebih senang jika pemerintah yang beli divestasi Newmont

Date : Jan 03 2011, 14:37
Title : News Story
Header : ANTM lebih senang jika pemerintah yang beli divestasi Newmont


Story
=======================================================================================

JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali menegaskan tidak akan
mengikuti divestasi saham 7% milik PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang
dilakukan pemerintah. Kali ini, perusahaan pelat merah tersebut beralasan, jika
saham yang ditawarkan terlampau kecil sehingga kurang strategis untuk ANTM.
"Pemerintah bagus ambil itu. Kami tidak ambil karena tidak strategis
nilainya dan kami masih banyak proyek lain," kata Alwin Syah Loebis di Jakarta,
Senin (3/1). Alwin sendiri menilai langkah pemerintah yang memilih mengambil
alih saham milik Newmont memang lebih tepat.
Sebelum memutuskan mengambil divestasi saham milik Newmont tersebut, ANTM
dan PTBA sempat ditawari untuk mengambil saham tersebut. Tapi keduanya sepakat
menolak. Apalagi ANTM sedang diproyeksikan untuk membeli saham Inalum.
Tahun ini ANTM akan menganggarkan belanja modal alias capex mencapai Rp 3
triliun. Belanja modal ini akan digunakan untuk pengerjaan proyek pembangkit
listrik, proyek feronikel, dan juga akuisisi tambang batubara. Dana belanja
modal akan didapatkan dari pinjaman bank dan internal. "Kita telah mendapatkan
pinjaman dari JBIC dan masih ada bank lain yang kita jajaki," pungkas Alwin.
ANTM pun menargetkan produksi emasnya tahun depan mencapai 2,9 juta ton
dan akan memberikan kontribusi mencapai 30% dari total pendapatan ANTM.
[ Anna Suci Perwitasari ]

KONTAN Mon, 03 Jan 2011 ( 13:46:23 WIB )


=======================================================================================

Harry Tanoe lepas 12% saham CMNP, investor mengejar saham BHIT

Date : Jan 03 2011, 11:47
Title : News Story
Header : Harry Tanoe lepas 12% saham CMNP, investor mengejar saham BHIT


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Saham PT Bhakti Investama (BHIT) melaju kencang pagi ini. Pada
pukul 10.35, saham BHIT tercatat meroket hingga 8,6% menjadi Rp 177. Ini
merupakan kenaikan tertinggi sejak 10 Desember lalu.
Seperti yang diketahui, dalam keterbukaan ke bursa, Darma Putra, Direktur
BHIT menjelaskan, perusahaan yang dikendalikan Hary telah melepas 12,16%
kepemilikan CMNP seharga Rp 2.100 per saham. Harga penjualan itu lebih tinggi
daripada kisaran harga saham CMNP di bursa selama pekan lalu, yaitu Rp 1.300-Rp
1.400 per saham.
"Kami melepas 243,176 juta saham pada 27 Desember lalu," kata Darma.
Dengan harga jual Rp 2.100 per saham, berarti BHIT mengantongi fulus sekitar Rp
510,66 miliar.
Darma tidak menjelaskan, kepada siapa BHIT menjual saham CMNP. Namun
spekulasi yang beredar di bursa, saham milik BHIT itu diambilalih oleh Robby
Sumampaw, pemegang saham lain di CMNP. Setelah penjualan tersebut, BHIT masih
memiliki sekitar 72,06 juta saham CMNP atau setara 3,6%.
Sejak berseteru dengan Siti Hardiyanti alias Mbak Tutut dalam kasus
perebutan saham TPI, BHIT memang terus mengurangi porsi sahamnya di CMNP. Pada
Oktober tahun lalu, BHIT juga melepas 1.481.500 saham atau 0,07% saham CMNP ke
pasar.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Mon, 03 Jan 2011 ( 11:02:13 WIB )


=======================================================================================

Laju inflasi 2010 capai 6,69%

Date : Jan 03 2011, 11:38
Title : News Story
Header : Laju inflasi 2010 capai 6,69%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Desember 2010
mencapai 0,92%. Tingkat inflasi Desember lalu ini lebih tinggi bila
dibandingkan November lalu yang sebesar 0,6%.
Sehingga inflasi year on year pun tercatat mencapai 6,69%. Laju inflasi
ini melampaui asumsi makro 2010 yang sebesar 5,3%. "Ini diluar dugaan kita
semua," kata Kepala BPS Rusman Heriawan, Senin (3/1).
Kenaikan harga pangan masih menjadi penyumbang inflasi Desember lalu. BPS
mencatat beras tertinggi kontribusinya 0,23%, disusul cabe merah 0,22%.
Sedangkan inflasi inti, Rusman memaparkan mencapai sebesar 0,38% atau year
on year sebesar 4,28%. Rusman bilang inflasi inti ini terkait langsung dengan
aktivitas normal ekonomi Indonesia. Menurutnya, di dalam inflasi inti tentu
sudah dikeluarkan dengan administred price, yaitu harga-harga yang dikeluarkan
pemerintah dan gejolak harga pangan.
[ Irma Yani ]

KONTAN Mon, 03 Jan 2011 ( 11:28:12 WIB )


=======================================================================================

2010, produksi tiga komoditas tambang tak capai target

Date : Jan 03 2011, 09:16
Title : News Story
Header : 2010, produksi tiga komoditas tambang tak capai target


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Nasib buruk menimpa tiga komoditas pertambangan yakni perak,
timah dan bauksit pada tahun 2010. Kinerja produksi ketiga komoditas tambang
tersebut masih memble. Data Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas
Bumi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) menunjukkan, Perak, Timah
dan Bauksit tidak mencapai target pemerintah. Selain gangguan cuaca, rendahnya
produksi mineral logam ini juga dipicu minimnya permintaan dunia.
Tahun 2010, produksi Timah hanya mencapai 87% dari target. Sedangkan untuk
Perak dan Bauksit, masing-masing hanya sebesar 91% dan 95%. "Dari segi produksi
mineral, hanya terdapat tiga mineral yang realisasinya tidak mencapai target
tahun 2010. Yakni, produksi untuk Perak, Timah, dan Bauksit," kata Menteri ESDM
Darwin Zahedy Saleh, Jumat (31/12).
Meski demikian, secara rerata, produksi mineral Indonesia hampir
seluruhnya mencapai target. Realisasi rata-rata produksi tersebut meliputi
sembilan komoditas mineral logam. Yaitu, bauksit, bijih besi, tembaga, bijih
nikel, logam timah, emas, perak, Ni+Co in Matte, dan feronikel.
Merujuk kepada data Kementrian ESDM, dua komoditas yang paling moncer
produksinya sepanjang 2010 adalah ferronikel dan tembaga. Ferronikel, realisasi
produksi mencapai 115% dari target. Sedangkan produksi tembaga pada tahun 2010
mencapai 106% dari target.
Penurunan produksi timah memang telah diperhitungkan sebelumnya. Cuaca
buruk membuat produksi timah seret. PT Timah Tbk (TINS) bahkan pernah meramal
produksi Timah hingga akhir tahun 2010 akan turun dibandingkan dengan produksi
Timah pada 2009. Misalnya, pada Desember tahun 2010, produksi Timah hanya
sebesar 3.000 ton. Padahal, tiap bulannya rata-rata produksi Timah bisa
mencapai 3.500 ton hingga 4.000 ton.
"Tahun ini kemungkinan karena cuaca, produksi bisa turun hingga 40.000
ton," kata Direktur Utama PT Timah, Wahid Usman. Angka ini cukup jauh
dibandingkan dengan target produksi PT Timah. Semula, perusahaan timah plat
merah ini berharap memperoleh produksi Timah sebesar 50.000 ton.
Tahun depan, kata Darwin pemerintah akan menaikkan kinerja sektor mineral
dan batubara. Beberapa upaya yang akan dilakukan, seperti menyelesaikan
renegoisasi KK dan Perusahaan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan
Batubara (PKP2B). "masih ada 31 KK dan 13 PKP2B yang harus diselesaikan," kata
Darwin.
Kemudian, pemerintah juga akan menyelesaikan proses registrasi KP (Kuasa
Pertambangan) melalui izin Usaha Pertambangan (IUP). Upaya lainnya adalah
meningkatkan nilai tambah produk pertambangan, meningkatkan inventarisasi
investasi IUP dan jasa pertambangan, dan menyusun regulasi pembinaan dan
pengawasan teknis IUP.
Realisasi produksi mineral dan batubara (dalam ton)
Komoditas Produksi 2009 Realisasi 2010 Target 2010
Tembaga (ton) 868.171 989.953 930.000
Emas (kg) 105.404 111.000 107.000
Perak (kg) 232.640 323.000 355.000
Timah (ton) 105.000 78.965 77.000
Ferronikel (mt) 17.917 17.970 15.000
Bijih Nikel (ton) 10.847.141 6.561.404 6.200.000
Bauksit (mt) 10.083.258 7.148.124 7.500.000
Batubara (ton) 254.000.000 275.000.000 270.000.000
[ Fitri Nur Arifenie ]

KONTAN Mon, 03 Jan 2011 ( 09:08:15 WIB )


=======================================================================================

CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL MERGER SAHAM, 1 JAN 2011 2.337.795.416 SHM

Date : Jan 03 2011, 09:16
Title : News Story
Header : CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL MERGER SAHAM, 1 JAN 2011 2.337.795.416 SHM


Story
=======================================================================================
CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL MERGER SAHAM, 1 JAN 2011 2.337.795.416 SHM

PT Bursa Efek Indonesia telah memberikan persetujuan atas permohonan
pencatatan saham hasil Penggabungan Usaha (Merger) PT Chandra Asri ke dalam
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk sebanyak 2.337.795.416 saham dengan nilai
nominal Rp. 1.000,- per saham dengan rincian sebagai berikut:

Total Saham setelah penggabungan usaha : 3.066.196.416 saham
Asal saham : Saham PT Chandra Asri Petrochemical
Tbk ditambah dengan saham tambahan
yang diterbitkan sebagai akibat
adanya merger dengan PT Chandra
Asri
Nilai Nominal per saham : Rp 1.000,-

Jumlah saham setelah penggabungan tersebut diperoleh sesuai dengan konversi
saham hasil penggabungan usaha (merger) tersebut yaitu rasio konversi sebagai
berikut:

Asal Saham Jumlah Saham Sebelum Rasio Konversi Jumlah Saham
Merger Setelah Merger
PT Chandra Asri 728.401.000 1:1 728.401.000
Petrochemical Tbk
PT Chandra Asri 54.800 1:42.660,50029 2.337.795.416
Total Saham 3.066.196.416

Perdagangan efek PT Chandra Asri Petrochemical Tbk hasil penggabungan usaha
(merger) dimulai hari Senin, tanggal 3 Januari 2011 mulai pra pembukaan
perdagangan pukul 09.10 waktu JATS. Perdagangan efek PT Chandra Asri
Petrochemical Tbk yang dimulai pada pra pembukaan perdagangan tersebut yang
hanya akan dilakukan pada hari Senin, tanggal 3 Januari 2011.


(RTI, ROS 03 Jan 2011 08:34 WIB)

=======================================================================================

INDOMOBIL SUKSES INT. PENAMBAHAN MODAL TANPA HMETD, 3 JAN 2011 40.476.725 SHM

Date : Jan 03 2011, 09:14
Title : News Story
Header : INDOMOBIL SUKSES INT. PENAMBAHAN MODAL TANPA HMETD, 3 JAN 2011 40.476.725 SHM


Story
=======================================================================================
INDOMOBIL SUKSES INT. PENAMBAHAN MODAL TANPA HMETD, 3 JAN 2011 40.476.725 SHM

PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, telah dicatatkan Penambahan Modal Tanpa
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Keterangan efek yang akan dicatatkan:
Jumlah saham : 40.476.725 saham
Asal : saham Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu, hasil konversi utang menjadi saham
Nilai nominal saham : Rp 500,- per saham
Tanggal efektif pencatatan : 3 Januari 2011

Dengan adanya pencatatan saham tersebut, maka saham PT Indomobil Sukses
Internasional Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia seluruhnya berjumlah
1.036.979.405 saham.

(RTI, ROS 03 Jan 2011 08:24 WIB)

=======================================================================================

Kamis, 30 Desember 2010

IDX

Indek pada akhir tahun bergerak kisaran 3700 an. Indek ditopang oleh sektor Komoditas dan Perbankan. Recoment wait and see ..

Rabu, 29 Desember 2010

Transaksi pagi, saham BYAN toreh rekor dengan lonjakan 11%

Date : Dec 29 2010, 10:44
Title : News Story
Header : Transaksi pagi, saham BYAN toreh rekor dengan lonjakan 11%


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Pada transaksi pagi tadi, saham Bayan Resources (BYAN) berhasil
menorehkan rekor baru. Saham BYAN sempat meroket 11,73% menjadi Rp 20.000. Ini
merupakan rekor tertinggi sejak debut pencatatan saham perdananya pada Agustus
2008 lalu.
Namun pada pukul 10.21, saham BYAN hanya naik 4,47% menjadi Rp 18.700.
Perburuan investor atas saham pertambangan batubara ini terkait aksi korporasi
yang dilakukan.
Sekadar informasi, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, BYAN
telah menandatangani share purchase agreement dengan Kangaroo Resources
Limited, perusahaan publik yang didirikan berdasarkan hukum Negara Australia.
Perjanjian itu mengatur proses akuisisi 9 konsesi dan perusahaan lain
sesuai uji tuntas yang dilakukan perusahaan. Saat ini, 9 konsesi tersebut
memiliki kurang lebih cadangan batubara sebesar 116 juta metrik ton dan sumber
daya batubara sebesar 3,8 miliar metrik ton.
[ Barratut Taqiyyah ]

KONTAN Wed, 29 Dec 2010 ( 10:33:04 WIB )


=======================================================================================

Musim dingin menghangatkan harga CPO

Date : Dec 29 2010, 08:50
Title : News Story
Header : Musim dingin menghangatkan harga CPO


Story
=======================================================================================

JAKARTA. Harga Crude Palm Oil (CPO) di Malaysia Derivative Exchange untuk
pengiriman Maret 2011 mencetak rekor tertinggi dalam 33 bulan. Pada Selasa
(28/12) pukul 16.52, harga CPO mencapai US$ 1.223,65869 per metrik ton. Harga
ini naik 0,73% dibanding sehari sebelumnya yang sebesar US$ 1.214,74768 per
metrik ton.
Apelles Rizal T. Kawengian, Kepala Pengembangan Bisnis dan Produk Monex
Investindo Futures, mengatakan kenaikan harga CPO ditopang oleh beberapa faktor
diantaranya adalah penguatan Euro, mata uang Eropa. "Saat Euro menguat, dan
kebetulan musim dingin terjadi di Eropa maka kebutuhan akan CPO akan mengalami
kenaikan," katanya kepada KONTAN Selasa (28/12).
Catatan saja ekspor CPO dari Indonesia ke Eropa, selama Januari-November
2010, mencapai 3,425 juta ton atau naik 12,7% dibandingkan realisasi ekspor
tahun 2009 lalu sebesar 3,039 juta ton.
Selain itu Appeles bilang kenaikan suku bunga China juga menyebabkan CPO
ikut terkerek. Sebab dengan kebijakan moneter tersebut yuan akan cenderung
lebih kuat dan memiliki daya beli yang lebih tinggi dari sebelumnya. Dengan
kenaiakan yuan, dia memperkirakan permintaan dari China juga akan mengalami
kenaikan. Ker Chung Yang, analis Phillip Futures Pte, di Singapore, seperti
dikutip oleh Bloomberg bilang permintaan minyak untuk memasak di China akan
meningkat pada awal tahun mendatang. Sebab pada bulan Februari, China merayakan
tahun baru.
Analis Asia Kapitalindo Futures Nurman Achyar Firdaus menambahkan,
kenaikan harga CPO juga tidak lepas dari kenaikan harga minyak mentah dunia.
"Ketika fundamental minyak dunia kuat untuk mengalami kenaikan, CPO juiga akan
mengikuti," katanya. Kenaikan minyak dunia sendiri menurutnya terjadi karena
kebutuhan musim dingin.
Dia memperkirakan pada minggu ini CPO tidak akan bergerak lebar diantara,
dan berada dalam rentang US$ 1220-1250 per metrik ton. "Banyak pelaku pasar
mengambil posisi libur menjelang akhir tahun," katanya Sedang Appeles
memperkirakan harga akan berada di dalam rentang US$ 1.200-US$ 1.225. Namun
menurutnya pada awal semester 1-2011 CPO akan menyentuh US$ 1.300 per metrik
ton. "Dengan naiknya harga CPO, saham-saham berbasis komoditi akan naik,
termasuk berbasis CPO," katanya.
Gangguan produksi
Yougesh Khatri, ekonom senior di Nomura Holdings Inc, seperti dikutip oleh
Bloomberg mengatakan cuaca La Nina yang mengganggu panen di Indonesia dan
Malaysia sebagai produser terbesar minyak sawit, dan kekeringan di Amerika
selatan yang menyebabkan gangguan produksi kedelai mengakibatkan harga akan
mengalami kenaikan. Maklum minyak sawit dan kedelai bersaing sebagai bahan
bakar bio disel.
Buenos Aires Cereals Exchange mencatat tahun ini area tanam kedelai
memiliki kemungkinan penurunan sebesar 200.000 hektare menjadi 18,5 juta
hektare, karena kekeringan. Kekeringan tersebut menyebabkan kesuburan tanah
menurun dan membuat tanaman menjadi stress.
[ Raka Mahesa W ]

KONTAN Wed, 29 Dec 2010 ( 08:23:12 WIB )


=======================================================================================