Kamis, 07 April 2011

Bergerak Fluktuatif, IHSG Akhirnya Ditutup Positif


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dan bolak-balik antara zona hijau dan merah sebelum akhirnya ditutup naik tipis 2 poin. Perburuan investor atas saham-saham bank dan agrikultur akhirnya membuat IHSG positif.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke Rp 8.670 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.650 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 1,370 poin (0,03%) ke level 3.729,168. Meski dibuka stagnan, namun aksi beli selektif membuatnya naik secara perlahan.

Pergerakan indeks sepanjang sesi I masih serba tipis. Investor masih melakukan aksi beli selektif, namun belum ada sentimen positif yang cukup kuat mendorong IHSG melaju.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 4,519 poin (0,12%) ke level 3.732,317. Indeks sempat mendaki ke level tertingginya di 3.741,832.

Tak lama setelah pembukaan perdagangan sesi II, IHSG langsung nyemplung ke zona merah. Turun tajam hingga lebih dari 25 poin hampir meninggalkan level psikologis 3.700.

Hampir sepanjang perdagangan indeks berjalan di teritori negatif. Berfluktuasi menjelang akhir perdagangan, namun akhirnya parkir di zon hijau.

Menutup perdagangan , Kamis (7/4/2011), IHSG naik tipis 2,785 poin (0,07%) ke level 3.730,583. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 2,114 poin (0,31%) ke level 667,758.

Tekanan aksi jual kembali marak terjadi di lantai bursa. Saham-saham yang pada perdagangan sebelumnya menguat kini mulai dilepas oleh investor.

Transaksi investor asing cukup menggembirakan, tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 241,519 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 118.309 kali pada volume 3,368 miliar lembar saham senilai Rp 4,973 triliun. Sebanyak 102 saham naik, 113 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Mayoritas bursa-bursa di Asia melemah hingga sore hari ini. Hanya bursa China yang mampu menguat menyusul pengetatan kebijakan moneter setempat yang menaikkan tingkat suku bunga acuan.

Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga sore ini:


  • Indeks Komposit Shanghai naik 6,71 poin (0,22%) ke level 3.008,07.
  • Indeks Hang Seng melemah tipis 3,25 poin (0,01%) ke level 24.281,80.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 6,56 poin (0,07%) ke level 9.590,93.
  • Indeks Straits Times turun tipis 5,48 poin (0,17%) ke level 3.164,85.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 525 ke Rp 2.625, Multibreeder (MBAI) naik Rp 500 ke Rp 17.000, Fast Food (FAST) naik Rp 500 ke Rp 10.500, dan Supreme Cable (SCCO) naik Rp 425 ke Rp 2.125.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.800 ke Rp 33.000, Astra Internasional (ASII) turun Rp 500 ke Rp 57.600, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 300 ke Rp 28.300, dan Axiata (EXCL) turun Rp 300 ke Rp 5.900.

Transaksi Moderat, IHSG Cuma Naik Tipis


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya bisa naik tipis 4 poin padahal volume transaksi di lantai bursa cukup tinggi dibandingkan kemarin. Saham-saham bank menjadi incaran investor hari ini.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 1,370 poin (0,03%) ke level 3.729,168. Meski dibuka stagnan, namun aksi beli selektif membuatnya naik secara perlahan.

Pergerakan indeks sepanjang sesi I masih serba tipis. Investor masih melakukan aksi beli selektif, namun belum ada sentimen positif yang cukup kuat mendorong IHSG melaju.

Dengan pergerakannya yang fluktuatif, indeks sempat mondar-mandir di zona merah. Sempat jatuh ke posisi terendah di 3.722,538, namun sempat juga mendaki ke 3.741,832.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (7/4/2011), IHSG naik tipis 4,519 poin (0,12%) ke level 3.732,317. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 2,541 poin (0,36%) ke level 668,096.

Investor mengincar saham-saham bank menyusul kinerjanya yang cemerlang sepanjang tahun 2010 lalu. Tujuannya tidak lain adalah menanti setoran dividen dari emiten-emiten perbankan.

Sektor finansial menjadi pemimpin di zona hijau, sementara beberapa sektor lainnya justru melemah. Sektor perdagangan terkena profit taking cukup banyak.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 72.134 kali pada volume 1,804 miliar lembar saham senilai Rp 2,227 triliun. Sebanyak 87 saham naik, 98 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional bergerak mixed hingga siang hari ini dengan pergerakan yang masih serba tipis seperti IHSG. Bursa Singapura turun paling dalam pada perdagangan hari ini.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:


  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,29 poin (0,11%) ke level 3.004,65.
  • Indeks Hang Seng turun tipis 9,69 poin (0,04%) ke level 24.275,36.
  • Indeks Nikkei 225 menguat tipis 3,69 poin (0,04%) ke level 9.588,06.
  • Indeks Straits Times melemah 6,67 poin (0,21%) ke level 3.163,66.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 500 ke Rp 17.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 41.100, BRI (BBRI) naik Rp 150 ke Rp 6.100, dan BFI Finance (BFIN) naik Rp 150 ke Rp 3.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 3.300 ke Rp 31.500, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 550 ke Rp 28.050, Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 16.250, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 200 ke Rp 57.900.

Harga Emas Ukir Rekor Tertinggi Lagi


New York - Harga emas kembali menembus titik tertingginya sepanjang sejarah, menyusul merosotnya dolar AS. Demikian pula perak masih bercokol di titik tertingginya dalam 31 tahun terakhir.

Pada perdagangan Rabu (6/4/2011), harga emas di pasar spot sempat melonjak ke US$ 1.461,91 per ounce sebelum akhirnya surut ke US$ 1.458,90 per ounce, atau berarti naik 0,6%. Harga emas berjangka pengiriman Juni juga naik 0,4% ke level US$ 1.458,50.

Kemarin harga emas sudah menembus titik tertingginya di US$ 1.455,06 per ounce. Rekor tertinggi harga emas sebelumnya adalah di US$ 1.447,40 per ounce pada 24 Maret lalu.

Harga emas yang berdenominasi dolar AS langsung melonjak menyusul anjloknya dolar AS atas euro. Mata uang tunggal euro melonjak mengantisipasi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa. Euro tercatat menguat tajam ke 1,4332 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4221 dolar.

"Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa permintaan logam berharga timbul dari devaluasi mata uang utama yakni dolar AS, poundsterling dan euro," ujar Angela Damaskos, fund manager dari Sector Investment Managers seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/4/2011).

Korelasi berkebalikan antara emas dan dolar AS sepertinya terus menguat sepanjang pekan ini. Dan melemahnya dolar AS terhadap euro hingga ke titik terendahnya dalam setahun terakhir semakin memicu kenaikan harga emas.

Seperti diketahui, harga emas terus melonjak sejak awal tahun ini menyusul ancaman inflasi yang mendorong investor berbondong-bondong memburu logam berharga tersebut karena dinilai tempat investasi paling aman dari inflasi.

Tak heran harga emas terus mengukir rekor tertingginya. Namun jika dilakukan penyesuaian terhadap inflasi, harga emas tertinggi masih dicapai pada tahun 1980 yang jika dilakukan perhitungan inflasi maka harganya bisa setara dengan US$ 2.500 per ounce.

IHSG Mulai Rawan Koreksi


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat tajam meski sempat terseok-seok di awal perdagangan. IHSG bisa kembali lagi ke level 3.700 berkat perburuan saham-saham unggulan.

Pada perdagangan, Rabu (6/4/2011), IHSG ditutup menanjak 41,862 poin (1,13%) ke level 3.727,798. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melesat 6,888 poin (1,04%) ke level 665,645.

Setelah penguatan yang tajam tersebut, posisi IHSG mulai rawan profit taking. Tanpa sentimen positif yang berarti dan ditambah pergerakan bursa global yang lesu, investor akan lebih hati-hati. IHSG pada perdagangan Kamis (7/4/2011) diprediksi bergerak fluktuatif cenderung menguat terbatas.

Bursa Wall Street tadi malam ditutup menguat terbatas dan masih dalam volume perdagangan yang sangat tipis. Investor masih melanjutkan aksi beli atas saham-saham teknologi. Volume transaksi masih tipis karena investor menunggu laporan keuangan yang akan keluar pada pekan depan.

Pada perdagangan Rabu (6/4/2011), indeks Dow Jones industrial average menguat tipis 32,85 poin (0,27%) ke level 12.426,75. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 2,91 poin (0,22%) ke level 1.335,54 dan Nasdaq menguat 8,63 poin (0,31%) ke level 2.799,82.

Bursa Jepang mengawali perdagangan Kamis ini di teritori positif. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 93,74 poin (0,98%) ke level 9.678,11.

Berikut rekomendasi saham hari ini:

eTrading Securities:

IHSG kemarin ditutup naik 41 point (+1.13%) ke level 3,727.79 setelah diperdagangkan turun dalam dua hari terakhir dengan jumlah transaksi sebanyak 9 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp5.7 miliar. Sebagian besar sektor ditutup naik selain sektor agriculture yang turun 0.60% dan basic-industry yang turun 0.50%.

Tercatat sebanyak 140 saham mengalami kenaikan, 66 saham mengalami penurunan, 96 saham tidak mengalami perubahan dan 140 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Kenaikan tertinggi hari ini dipimpin oleh ASII, BBRI, BMRI, EXCL dan DSSA. Sementara penurunan tertinggi hari ini dipimpin oleh BBCA, TLKM, SMGR, INTP dan CPIN.

Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp210 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, ASII, BBRI, BUMI dan BBNI. Gerak IHSG mengikuti pergerakan berlawanan dengan pergerakan Indeks Dow Jones semalam yang tercatat turun, berita naiknya suku bunga China sebesar 25 bps justru membuat IHSG naik. Hal ini juga
ditopang dengan semakin banyaknya capital inflow yang tercermin dari nilai tukar rupiah yang berada di angka 8600-an per US$.

Secara teknikal, penguatan IHSG kemarin tertahan oleh resistance dari puncak sebelumnya di level 3729 dengan candlestick yang nyaris membentuk pola white marubozu.
Sementara dilihat dari pergerakan indicator, stochastic masih bergerak landai di area overbought sementara RSI masih bergerak naik memasuki area overbought, namun perlu diwaspadai melihat candlestick yang sudah berada di area garis upper Bollinger band.

Pada perdagangan hari ini (7/4), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,678-3,752 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. HEXA, INTA, dan BDMN.

Panin Sekuritas:

Setelah beberapa hari bergerak melemah, akhirnya IHSG berhasil rebound dan menguat +1,13% pada level 3.727,798. Menguatnya indeks didukung oleh naiknya sebagian besar bursa regional asia. Kenaikan indeks juga tidak lepas dari aksi beli investor asing. Aliran dana asing juga dapat terlihat dari terus menguatnya nilai tukar rupiah. Indikator ekonomi seperti angka inflasi yang cenderung stabil, serta masih kuatnya daya beli masyarakat membuat pasar Indonesia masih menarik bagi investor asing. Hari ini kami melihat indeks akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Pergerakan indeks akan dibatasi oleh kondisi sebagian saham bluechip yang saat ini masih berada dalam area overbought. Kisaran support-resistance 3.709-3.750. Saham pilihan : ASII, INDR, MAPI.

Indosurya:

Pada perdagangan Kamis (7/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.646-3.678 dan resistance 3.735-3.760. Candle kembali bergerak menguat membalikkan posisinya seperti yang terjadi di awal pekan ini. Bahkan posisi tertingginya mendekati posisi tertinggi di awal pekan ini. MACD kembali melanjutkan kenaikannya dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic telah berada di atas area overbought namun, mencoba untuk menguat. Penguatan kemarin membawa IHSG kembali berada di atas area overbought. Meski terdapat potensi melanjutkan penguatan kembali namun, IHSG juga rawan terjadinya koreksi karena telah berada di atas area overbought . Investor berhati-hati bila terdapat sinyal profit taking terutama pada saham-saham yang berkapitalisasi besar dan mungkin bisa cermati saham-saham lapis kedua.

Wall Street Menguat Terbatas




New York - Indeks saham di bursa Wall Street ditutup menguat terbatas dan masih dalam volume perdagangan yang sangat tipis. Investor masih melanjutkan aksi beli atas saham-saham teknologi.

Volume transaksi masih tipis karena investor menunggu laporan keuangan yang akan keluar pada pekan depan.

Pada perdagangan Rabu (6/4/2011), indeks Dow Jones industrial average menguat tipis 32,85 poin (0,27%) ke level 12.426,75. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 2,91 poin (0,22%) ke level 1.335,54 dan Nasdaq menguat 8,63 poin (0,31%) ke level 2.799,82.

Perdagangan masih sangat tipis, dengan volume transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,31 miliar lembar saham, di bawah estimasi rata-rata harian tahun lalu yang mencapai 8,47 miliar.

Indeks S&P akhirnya berhasil menembus level psikologis 1.333, yang mendekati titik teknikal 1.3444 yang dicapai pada Juni 2008.

"Akan sulit menembus level 1.334. Kita mungkin akan mendekatinya sebelum laporan keuangan karena saya pikir musim laporan keuangan kali ini sebagian besar adalah 'sell on the news'," ujar James Dailey, manajer portofolio TEAM Asset Strategy Fund seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/4/2011).

Pasra mendapatkan sentimen positif dari CEO Cisco, John Chambers sehingga berani memburu saham-saham teknologi. Saham Cisco tercatat naik hingga 4,9%.

Sentimen positif juga datang dari Gubernur Bank Sentral Atlanta, Denis Lockhart yang menyatakan Bank Sentral akan menuntaskan program pembelian obligasi US$ 600 hingga akhir Juni. Ia menegaskan Bank Sentral AS tidak akan menghentikan program itu lebih awal.

Rabu, 06 April 2011

Melesat 41 Poin, IHSG Kembali ke Level 3.700


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 41 poin dan kembali ke level 3.700. Laju penguatan IHSG kali ini dipimpin oleh saham-saham aneka industri dan properti.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di Rp 8.655 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.660 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah tipis 5,010 poin (0,14%) ke level 3.680,926. Suasana di lantai bursa belum bergairah akibat minim sentimen.

Indeks sempat turun sampai ke titik terendahnya di 3.671,181. Namun mendekati penutupan perdagangan, indeks mulai balik arah dan kembali berjalan di zona hijau.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 9,452 poin (0,25%) ke level 3.695,388. Laju penguatan saham-saham batubara selamatkan IHSG keluar teritori negatif.

Mendekati penutupan perdagangan hari ini, indeks terus menanjak ke level tertingginya di 3.722,926. Saham-saham bank dan properti melaju kencang atas perburuan investor.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (6/4/2011), IHSG ditutup menanjak 41,862 poin (1,13%) ke level 3.727,798. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melesat 6,888 poin (1,04%) ke level 665,645.

Sektor industri dasar memimpin laju penguatan bursa, diikuti oleh sektor properti dan tambang. Namun beberapa sektor masih melemah, seperti sektor agrikultur dan industri dasar.

Emiten baru PT Mitra Bahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) yang hari ini mencatatkan sahamnya di bursa cukup aktif diperdagangkan, sebanyak 2.717 kali dengan volume 142024 lot senilai Rp 121,98 miliar. Akhirnya, MBSS ditutup menguat 180 poin (11,25%) ke Rp 1.780 per lembar.

Investor asing yang pagi tadi masih melakukan penjualan bersih, sore ini balik arah menjadi pembelian bersih (foreign net buy) sebanyak Rp 153,773 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 150.032 kali pada volume 4,744 miliar lembar saham senilai Rp 5,759 triliun. Sebanyak 148 saham naik, 70 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Bursa Jepang menjadi satu-satunya bursa yang melemah di Asia. Sementara lainnya masih bisa mencetak penguatan yang signifikan, dipimpin oleh Bursa China.

Berikut kondisi bursa-bursa regional sore ini:


  • Indeks Komposit Shanghai menanjak 33,82 poin (1,14%) ke level 3.001,23.
  • Indeks Hang Seng naik 134,47 poin (0,56%) ke level 24.285,05.
  • Indeks Nikkei 225 turun 31,18 poin (0,32%) ke level 9.584,37.
  • Indeks Straits Times menguat 17,35 poin (0,55%) ke level 3.164,10.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 2.700 ke Rp 34.800, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.450 ke Rp 58.100, Indo-Rama (INDR) naik Rp 425 ke Rp 2.875, dan Axiata (EXCL) naik Rp 350 ke Rp 6.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Toto (TOTO) turun Rp 2.000 ke Rp 33.000, Multibreeder (MBAI) turun Rp 300 ke Rp 16.500, SMART (SMAR) turun Rp 200 ke Rp 5.000, dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 150 ke Rp 9,450.

Laporan Keuangan Telat, 40 Emiten Terancam Didenda


Jakarta - Sebanyak 40 perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau biasa dipanggil emiten belum menyerahkan laporan keuangan tahunan 2010. Jumlah ini setara 10% dari total emiten yang ada.

Menurut Direktur Penilian Perusahaan BEI, Eddy Sugito, pihaknya siap menegur perusahaan-perusahaan tersebut. Jika sampai dengan Juni 2011 mereka belum juga melaporkan kinerja keuangan, mereka terancam denda dan dihentikan perdagangannya.

"Hampir sama, sekitar 10-12% yang terlambat memberikan laporan keuangan," jelasnya saat ditemui di kantornya, SCBD Jakarta, Rabu (6/4/2011).

Berdasarkan ketentuan pasar modal, emiten wajib menyerahkan laporan keuangan tahunan paling lambat pada akhir triwulan I, satu tahun berselang. Jika di April ini mereka tidak juga melapor, maka BEI akan beri surat peringatan dan denda Rp 50 juta.

Pada bulan setelahnya, Mei 2011 emiten tetap membandel maka sanksi denda lanjutan siap dilayangkan, disertai surat peringatan kedua. Nilai denda naik jadi Rp 150 juta.

Sampai akhir triwulan II, tidak juga lapor sanksinya adalah suspensi dan denda Rp 200 juta. Dari keterangan BEI, masih ada emiten yang belum setor laporan keuangan, yaitu PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA), PT Indah Kiat Pulp&Paper (INKP), dan PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO).

Saham Batubara Selamatkan IHSG dari Zona Merah


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik arah ke zona hijau dan mencetak penguatan tipis 9 poin. Laju penguatan saham-saham batubara selamatkan IHSG keluar teritori negatif.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah tipis 5,010 poin (0,14%) ke level 3.680,926. Suasana di lantai bursa belum bergairah akibat minim sentimen.

Indeks sempat turun sampai ke titik terendahnya di 3.671,181. Namun mendekati penutupan perdagangan, indeks mulai balik arah dan menembus level 3.703,532.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (6/4/2011), IHSG naik tipis 9,452 poin (0,25%) ke level 3.695,388. Sementara Indeks LQ 45 naik 2,103 poin (0,31%) ke level 660,860.

Saham tambang, terutama batubara, menjadi primadona hari ini menyusul prediksi harga dan permintaan batubara yang meningkat tahun ini. Indeks sektor tambang pun menguat hampir 1%.

Mayoritas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat, namun beberapa masih terjebak di zona merah seperti agrikultur, industri dasar, perdagangan dan finansial.

Bursa juga menyambut emiten baru PT Mitra Bahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) yang pada pencatatan saham perdananya naik 120 poin (7,50%) ke level Rp 1.720 per lembar. Sahamnya pun aktif diperdagangkan sampai 1.878 kali dengan volume 98.046 lot senilai Rp 83,545 miliar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 84.287 kali pada volume 2,971 miliar lembar saham senilai Rp 3,211 triliun. Sebanyak 94 saham naik, 95 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Selain itu, menguatnya bursa-bursa regional juga memberi angin segar bagi pergerakan IHSG. Siang ini seluruhnya kompak berjalan di zona hijau.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 24,05 poin (0,81%) ke level 2.991,46.
  • Indeks Hang Seng bertambah 128,57 poin (0,53%) ke level 24.279,15.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 19,15 poin (0,20%) ke level 9.634,70.
  • Indeks Straits Times menguat tipis 9,71 poin (0,31%) ke level 3.156,46.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.250 ke Rp 57.900, Akasha Wira (ADES) naik Rp 210 ke Rp 1.760, Ultra Jaya (ULTJ) naik Rp 200 ke Rp 1.580, dan Resources Alam (KKGI) naik Rp 200 ke Rp 4300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 900 ke Rp 31.200, Multibreeder (MBAI) turun Rp 800 ke Rp 16.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 200 ke Rp 40.550, dan Mayora (MYOR) turun Rp 150 ke Rp 10.850.
(ang/qom)

Saham Mitra Bahtera Naik Tipis 6,25%


Jakarta - Saham PT Mitra Bahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) pada pencatatan saham perdana Rabu (6/4/2011) dibuka naik Rp 100 ke level Rp 1.700 dari harga perdananya Rp 1.600 per lembar.

Pada awal pembukaan perdagangan saham pukul 09.30 JATS, Rabu, saham perseroan naik signifikan Rp 100 dari penetapan harga sebelumnya, Rp 1.600 per lembar. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, saham berada di kisaran Rp 1.800 per lembar saham, dan sempat menyentuh harga terendah Rp 1.700 per lembar.

Mitra Bahtera Segara Sejati menawarkan 175 juta lembar saham biasa, atau 10% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Hingga perkiraan dana yang bisa diraih mencapai Rp 280 miliar.

Jumlah saham yang dipesan sebanyak 299,133 miliar lembar, dari total saham yang ditawarkan 175 juta lembar saham, dengan jumlah pemesan 1.571 pihak. Perseroan telah menunjuk PT OSK Nusadana Sekurities Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi.

Alokasi dana setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk pembelian kapal tunda dan tongkang atau floating crane. Perseroan akan membeli 20-30 kapal tunda, tokang dan floating crane. Perseroan akan membeli kapal tunda dengan kekuatan 1.200-2.800 HP, kapal tongkang dengan kapasitas 270-365 feet dan floating crane dengan kapasitas 20 ribu-45 ribu ton/hari.

MBSS menjadi tamu keempat di 2011 Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah Megapolitan, Martina Berto dan Garuda Indonesia.

Jadwal RIGHT HMETD/RIGHT ISSUE Saham ABDA

No. Kegiatan Tanggal
1 Cum Date 7 April 2011
2 Tanggal Perdagangan tidak memuat HMETD/Right (Ex Date) 8 April 2011
3 Tanggal Penentuan yang berhak dapat HMETD/Right (Rec Date) 12 April 2011
4 Tanggal Distribusi HMETD/Right 13 April 2011
5 Tanggal Perdagangan & Pelaksanaan Right 14 - 21 April 2011
6 Rasio Right (HMETD) adalah 4 : 5 Setiap 4 Saham lama yang dimiliki dapat 5 Right
7 Harga Tebus/Pelaksanaan Right menjadi Saham Baru Rp 310.- per saham

* HMETD adalah Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

Reminder Cum Date Dividen SDRA

Hari ini 06 April 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

Kode EfekNama EfekJenis Kegiatan
SDRABANK HIMPUNAN SAUDARA 1906 TbkDividen Tunai Rasio Rp 9.- per saham

Kode IPO Saham PT. MITRABAHTERA SEGARA SEJATI Tbk

Dengan ini disampaikan, bahwa kode IPO Saham PT. MITRABAHTERA SEGARA SEJATI Tbk yang akan listing tanggal 06 April 2011 sebagai berikut:

Nama Efek Kode Efek Harga IPO
PT. MITRABAHTERA SEGARA SEJATI Tbk MBSS Rp1.600.-

IHSG Masih Diwarnai Kelesuan





Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya kembali melemah dan meninggalkan level psikologis 3.700. IHSG bergerak lesu di tengah minimnya sentimen dan juga melemahnya bursa-bursa utama dunia.

Pada perdagangan, Selasa (5/4/2011), IHSG melemah 14,111 poin (0,39%) ke level 3.685,936. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 3,747 poin (0,56%) ke level 658,757.

Pergerakan bursa-bursa utama dunia yang masih lesu akan mempengaruhi laju IHSG. Investor diprediksi memilih wait and see sembari menunggu pengumuman BI Rate pekan ini. IHSG pada perdagangan Rabu (6/4/2011) diprediksi akan bergerak fluktuatif cenderung melemah tipis.

Bursa Wall Street tadi malam kembali bergerak flat dengan volume transaksi masih sangat sepi. Namun rebalancing Nasdaq 100 yang akan efektif berlaku 2 Mei membuat para pialang semangat membeli saham teknologi sehingga bergerak menguat.

Pada perdagangan Selasa (5/4/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah tipis 6,13 poin (0,05%) ke level 12.393,90. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 0,24 poin (0,02%) ke level 1.332,63, sementara Nasdaq naik 2 poin (0,07%) ke level 2.791.

Bursa Jepang mengawali perdagangan Rabu ini di teritori positif. Indeks Nikkei-225 pagi ini terpantau naik tipis 27,06 poin (0,28%) ke level 9.642,61.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG kemarin ditutup turun 14 point (-0.38%) ke level 3,685.94 dengan jumlah transaksi sebesar 6.5 juta lot dan nilai transaksi hanya sebesar Rp3.5 triliun. Mayoritas sektor mengalami penurunan kecuali Agriculture, Misc-Industry, Consumer, dan Infrastructure. Tercatat 88 saham mengalami kenaikan, 122 saham mengalami penurunan, 95 saham tidak mengalami perubahan dan 136 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Kenaikan tertinggi dipimpin oleh saham EXCL, UNTR, PLIN, UNVR dan TOWR sementara penurunan tertinggi hari ini dipimpin oleh BMRI, BBRI, DSSA, BUMI dan BBNI. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp118 miliar pada pasar reguler dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BUMI, BMRI, ASII, BORN dan TLKM.

Aksi profit taking terlihat masih berlanjut kemarin, dimana investor asing juga terlihat mulai melakukan net sell, namun dengan nilai transaksi yang relatif kecil, hanya sebesar Rp3.5 triliun, terlihat kecenderungan investor yang lebih memilih sikap wait & see dan tidak mengambil posisi apapun.

Secara teknikal IHSG diperkirakan masih berpotensi untuk melanjutkan pelemahannya, hal ini terlihat dari Indikator stochastic yang membentuk deathcross di area overbought, RSI bergerak downtrend di area overbought, dan MACD histogram yang mulai bergerak memendek di area positif.

Pada perdagangan hari ini (6/4), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,640-3,712 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. UNVR, KRAS, dan SMCB.

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin melanjutkan profit taking setelah pekan lalu sempat mengalami rally bullish jangka pendek. Investor memilih melakukan aksi ambil untung mengingat belum ada sentimen positif bagi indeks untuk dapat melanjutkan rally-nya. Tekanan jual terlihat melanda saham sektor perbankan, pertambangan, dan properti. Hari ini kami memproyeksikan tekanan jual terhadap indeks akan mereda. IHSG diproyeksikan akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.662-3.700.

Indosurya:

Pada perdagangan Rabu (6/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.663-3.680 dan resistance 3.706-3.720. Candle kembali melemah menyesuaikan posisinya untuk kembali berada di bawah upper bollinger bands. Kemarin candle membentuk menyerupai hammer yang biasanya mengindikasikan berkurangnya kekuatan daya jual untuk menekan harga dan kekuatan daya beli mulai mendorong harga. MACD masih tertahan kenaikannya dengan histogram positif yang cenderung datar. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menukik dan bersiap-siap meninggalkan area overbought. Meski secara teknikal, terbentuknya hammer bisa mengindikasikan reversal namun, kurang didukung oleh indikator teknikal lainnya. Selain itu, kondisi bursa saham Eropa dan AS bisa mempengaruhi IHSG hari ini dan melemahkannya. Akan tetapi, hal itu bisa menjadi hal positif dimana investor bisa mengakumulasi saham di harga bawah.

Harga Emas Loncat ke Titik Tertinggi



New York - Harga emas kembali melonjak menembus titik tertingginya dalam sejarah di US$ 1.450 per ounce. Lonjakan harga minyak mentah dan jagung telah memicu kekhawatiran inflasi sehingga membuat investor mencari tempat lindung investasi paling aman.

Harga emas melonjak lebih dari 1%, atau kenaikan harian terbesar dalam satu bulan terkahir. Sedangkan harga emas masih bertahan di titik tertingginya dalam 31 tahun.

Komentar dari Gubernur Bank sentral AS yang akan merampungkan program stimulus US$ 600 miliar sesuai jadawal pada Juni, ikut memberikan dorongan harga.

"Komentar Bernanke membuat inflasi menjadi event yang lebih nyata di AS. Dia paling tidak mengetahui fakta bahwa the Fed perlu memonitor inflasi dengan sangat cermat dan itulah yang membuat investor lari ke emas," ujar Mark Luschini, chief investment strategist Janney Montgomery Scott seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/4/2011).

Pada perdagangan Selasa (5/2/2011), harga emas di pasar spot tercatat naik 1,1% menjadi US$ 1.452,31. Harga emas sempat menembus titik tertingginya di US$ 1.455,06 per ounce. Harga emas mencatat rekor tertingginya di US$ 1.447,40 per ounce pada 24 Maret lalu.

Sementara harga emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 1,4% menjadi US$ 1.452,50 per ounce, dengan volume perdagangan mencapai 160.000 lot, atau sekitar seperempat lebih rendah dari rata-rata transaksi dalam 30 hari terakhir.

Harga perak juga naik 1,8% menjadi US$ 39,12 per ounce, setelah sempat menembus titik tertingginya di US$ 39,25 per ounce.

Lonjakan harga minyak dan bijih-bijian telah memicu investor untuk mencari tempat investasi yang aman dari inflasi. Harga jagung tercatat melonjak karena kekhawatiran ketatnya suplai. Sedangkan harga minyak mentah dunia kemarin sempat melonjak ke titik tertingginya sebelum akhirnya terkoreksi tipis.

Minyak Brent untuk pengiriman Mei sempat menembus US$ 122,89 per barel, yang merupakan tertinggi sejak Agustus 2008, sebelum akhirnya ditutup di US$ 122,22 per barel, naik 1,166 dolar dibandingkan penutupan Senin. Minyak light sweet pengiriman Mei turun 33 sen menjadi US$ 108,34 per barel.

Wall Street Lemah Lesu


New York - Indeks saham di bursa Wall Street kembali bergerak flat dengan volume transaksi masih sangat sepi. Namun rebalancing Nasdaq 100 yang akan efektif berlaku 2 Mei membuat para pialang semangat membeli saham teknologi sehingga bergerak menguat.

Pada perdagangan Selasa (5/4/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah tipis 6,13 poin (0,05%) ke level 12.393,90. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 0,24 poin (0,02%) ke level 1.332,63, sementara Nasdaq naik 2 poin (0,07%) ke level 2.791,19.

Perdagangan berjalan sepi, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,03 miliar lembar saham, di bawah estimasi rata-rata tahun lalu yang sebesar 8,47 miliar lembar.

"Volume yang rendah adalah tanda ada sedikit keyakinan dari para penjual pada pasar ini," ujar Jeff Kleintop, chief market strategist LPL Financial seperti dikutip dari Reuters,Rabu (6/4/2011).

Indeks S&P secara perlahan mencatat kenaikan sejak pertengahan Maret dalam volume transaksi yang tipis. Bahkan pekan lalu tercatat sebagai volume transaksi yang paling tipis sepanjang 2011, dan Senin lalu adalah volume terendah di 2011.

"Harapan untuk volume yang lebih besar mestinya hati-hati terhadap harapan itu karena sejak rebound dalam volume perdagangan mungkin bisa menimbulkan volatilitas ketimbang kenaikan yang stabil yang telah kita lihat sejak musim panas lalu," tambah Kleintop.

Catatan dari pertemuan Bank Sentral AS terakhir menunjukkan pejabat bank sentral yakin otoritas moneter itu perlu memperketat kondisi sebelum akhir tahun. Namun pasar tidak bereaksi setelah dirilisnya laporan itu.

Saham-saham chip mengalami kenaikan setelah Texas Instrument kemarin menawarkan pembelian saham National Semiconductor dalam kesepakatan bernilai US$ 6,5 miliar, yang berarti premium 78%.

"Saham-saham teknologi memimpin gelombang besar aktivitas merger dan akuisisim dimana orang-orang mencoba posisi mereka masing-masing di depan dan ini yang saya perkirakan berlanjut," ujar James Swanson, chief investment strategist MFS Investment Management.

Selasa, 05 April 2011

Aksi Beli Asing Jelang Penutupan Tahan Kejatuhan IHSG


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 14 poin akibat derasnya aksi profit taking serta minimnya sentimen positif. Meski demikian, aksi beli oleh investor asing menjelang penutupan bisa menahan kejatuhan indeks jadi tidak terlalu dalam.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis di Rp 8.665 per dolar AS dibanidngkan penutupan kemarin di Rp 8.660 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 5,999 poin (0,17%) ke level 3.694,048. Posisi indeks yang sudahoverbought membuatnya kembali terkena aksi ambil untung.

Indeks sama sekali tidak menyentuh zona positif sejak perdagangan dibuka pagi tadi. Belum ada sentimen yang cukup kuat untuk membantu indeks bangkit dari kejatuhannya.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkoreksi 19,011 poin (0,52%) ke level 3.681,036. Posisi indeks yang sudah terlalu tinggi ini membuat posisinya rawan koreksi, dana asing pun mengalir keluar lantai bursa.

Sepanjang perdagangan sesi II, indeks masih tak berdaya di zona merah. Bahkan semakin melemah, sempat jatuh ke posisi terendahnya di level 3.672,723.

Menutup perdagangan, Selasa (5/4/2011), IHSG melemah 14,111 poin (0,39%) ke level 3.685,936. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 3,747 poin (0,56%) ke level 658,757.

Aksi ambil untung terus berlangsung di lantai bursa, membuat saham-saham unggulan pun terkoreksi. Hampir seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi.

Koreksi terbanyak dialami oleh sektor industri keuangan, disusul oleh tambang dan properti. Sementara sektor agrikultur, konsumer, infrastruktur, dan properti masih bisa mencetak penguatan.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 87,387 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 101.221 kali pada volume 3,225 miliar lembar saham senilai Rp 3,514 triliun. Sebanyak 94 saham naik, 130 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed sampai sore hari ini. Layaknya IHSG, bursa Jepang juga masih terperangkap di teritori negatif.

Berikut kondisi bursa-bursa regional di sore ini:
  • Indeks Nikkei 225 melemah 103,34 poin (1,06%) ke level 9.615,55.
  • Indeks Straits Times menguat 7,51 poin (0,24%) ke level 3.148,13.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 650 ke Rp 11.350, Asahimas (AMFG) naik Rp 400 ke Rp 6.350, United Tractor (UNTR) naik Rp 350 ke Rp 22.400, dan Akasha Wira (ADES) naik Rp 310 ke Rp 1.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 8.000 ke Rp 130.000, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 2.900 ke Rp 32.100, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 2.200 ke Rp 28.550, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 48.850.
(ang/qom)

Beli Indosiar Rp 2,03 Triliun, Emtek Gadaikan Saham SCTV

Jakarta - PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) berniat untuk melakukan gadai saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan meningkatkan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias private placement untuk rencana akuisisi PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM).

Seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (5/4/2011), dana hasil gadai saham dan private placement itu akan digunakan EMTK untuk membiayai penawaran tender (tender offer) saham IDKM di kisaran harga Rp 900-1.040 per lembar.

Tender offer ini akan dilakukan usai pembelian 551.708.684 (27,24%) saham IDKM dari PT Prima Visualindo (PV) senilai Rp 496,5 miliar. Sementara tender offer dilakukan atas 1,473 miliar (72,76%) dari total saham IDKM.

Nilai penawaran tender ini sebanyak Rp 1,53 triliun. Dengan demikian, nilai seluruh transaksi akuisisi IDKM dari PV dan tender offer ini jumlahnya mencapai Rp 2,03 triliun.

Pembelian saham PV ini perseroan akan menggunakan dana internal, sementara untuk saham penawaran tender, dananya dari pinjaman lembaga keuangan.

Dalam rangka mencari pinjaman untuk biayai penawaran tender itu, induk Grup SCTV itu akan menandatangani perjanjian gadai saham. Saham yang akan digadaikan adalah SCMA.

Atas penggadaian itu, EMTK akan mengantongi dana sebanyak Rp 866,3 miliar. Perseroan juga akan melakukan transaksi peningkatan modal yang ditempatkan di EMTK tanpa HMETD

EMTK berniat menerbitkan saham sebanyak 512,730 juta (10%) saham perseroan. Dengan total target dana Rp 666,6 miliar, maka harga saham baru itu per lembarnya sebesar Rp 1.300 per lembar.

Soal Akuisisi Indosiar, KPI Masih Tegas Menolak

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) enggan disebut loyo dan mundur teratur bila menghadapi raksasa media. Menurut Ketua KPI Dadang Hidayat, sejauh ini sikap KPI selalu tegas menegakkan aturan penyiaran seperti rencana akuisisi Indosiar oleh pemilik SCTV yang dianggap pelanggaran UU Penyiaran.

"Kami sangat tegas menentang akuisisi. Itu sangat jelas. Karena rencana ini berimplikasi penguasaan opini. Kalau terjadi, ini efeknya sangat besar. Luar biasa penguasaan opini. Karena bisa saja kalau berkolaborasi dengan kekuasaan, publik harus bersikap," kata Dadang Hidayat menepis keraguan salah satu peserta seminar 'Tolak Monopoli TV Swasta' di Gedung Jakarta Media Center (JMC), Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2011).

Hanya saja, Dadang mengakui keputusan KPI tersebut masih menunggu keputusan pengadilan. Sebab, selain isi siaran, keputusan KPI tersebut tidak mengikat.

"Apakah keputusan KPI tersebut bisa membatalkan akuisisi atau tidak, merubah atau tidak, itu sebuah pertanyaan bagi kami. Kami menunggu pengadilan apakah keputusan kami dipakai atau tidak," tandas Dadang.

Seirama dengan Dadang, Ketua Komite Advokasi untuk Independen Penyiaran Wirawan Adnan juga menyatakan akuisisi jelas-jelas menyalahi aturan. Pada kesempatan serupa, pengacara tersebut menyatakan rencana akuisisi melanggar UU Penyiaran.

"Pasal 34 UU Penyiaran jelas melarang pemindahtanganan frekuensi. Dari A ke B. Itu tidak ada penafsiran, tegas. Hitam-putih jelas," kata Adnan.

"Kalau multitafsir itu kalau yang diambilalih hanya sahamnya saja. Dalam hukum pidana, pembuktian tidak hanya persoalan formil tetapi materil. Ini sudah betul-betul pelanggaran. Karena secara formal pengambilalihan saham, secara materil monopoli informasi," tandas Adnan.

Pendapat berbeda dilontarkan anggota Dewan Pers, Leo Batubara. Menurutnya, akuisisi tersebut tidak serta merta berujung monopoli. Akan tetapi dapat menyelamatkan isi siaran yang makin berkurang kualitasnya karena kompetisi tidak sehat.

"Diskusi ini seolah-olah kerjasama itu langsung dicap monopoli informasi. Diskusi para pakar ini tidak berimbang. Seolah-olah wacananya sudah menuju monopoli. Di Jakarta ada 11 stasiun televisi komersial. Jangan 11 ini dibiarkan sendirian untuk selera rendah, kompetisi tidak sehat dan berdarah-darah," kritik Leo Batubara.

Saat ini proses akuisisi Indosiar masih dalam tahap proses di Bapepam. Namun wacana boleh tidaknya televisi tersebut di beli oleh perusahaan pemilik SCTV masih terus berjalan. Untuk dapat selesai proses tersebut, akuisisi perlu mendengar suara Kemenkominfo, KPPU dan KPI.

Tender Offer Indosiar Di Kisaran Rp940-Rp1.040



JAKARTA: PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) akan melaksanakan penawaran tender (tender offer) kepada seluruh pemegang saham PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) pada kisaran harga Rp900-Rp1.040.
Adapun Bloomberg mencatat saham IDKM pada siang ini diperdagangkan Rp920 atau menguat 5,74% dibandingkan dengan pembukaan pagi ini.

Langkah penawaran tender itu guna memuluskan rencana EMTK untuk mengakuisisi IDKM, sehingga perseroan bisa menjadi salah satu grup usaha di bidang media terkemuka di Indonesia.

Saham yang terlibat proses tender offer itu di luar milik PT Prima Visualindo, yang merupakan pemegang saham pengendali di IDKM. EMTK akan membeli 27,24% saham Prima Visualindo di IDKM dengan harga Rp900 per lembar.

Adapun jumlah saham yang akan dibeli melalui proses tender offer oleh EMTK adalah sebanyak 1,47 miliar lembar yang merepresentasikan 72,76% saham di IDKM.

Dalam keterbukaan informasi kepada pemegang saham, EMTK menyatakan kebutuhan dana untuk melaksanakan pembelian atas saham penawaran tender sebesar Rp1,5 triliun, yang didapat dari pinjaman.

Berdasarkan situs PT Bursa Efek Indonesia, selain Prima Visualindo, pemegang saham di IDKM adalah Citibank Singapore sebanyak 172.165.871 lembar atau 8,5% dan publik sebanyak 1.301.739.264 atau 64,26%.

“Sehubungan dengan hal tersebut, perseroan bermaksud untuk menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan lembaga keuangan, guna memenuhi kebutuhan dana untuk pembelian saham penawaran tender secara keseluruhan,” demikian pernyatan EMTK.(mmh)