Selasa, 19 April 2011

Menu Siang: Saham 3 Sektor


INILAH.COM, Jakarta – Koreksi IHSG siang ini tampaknya akan berlanjut hingga penutupan. Mengantisipasi anomali bursa regional, Investor bisa pilihan saham-saham defensif sektor konsumsi, perbankan dan semen.

Pada sesi pertama perdagangan Senin (18/4), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 14,30 poin (0,38%) ke level 3.712,770. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun 2,30 poin (0,34%) ke angka 665,566.
Laju indeks siang ini kurang ramai, hanya didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 1,195 miliar lembar saham, senilai Rp1,505 triliun dan frekuensi 43.560 kali. Sebanyak 50 saham menguat, sedangkan 134 saham melemah dan 97 saham stagnan.
Pelemahan indeks sesi pertama, juga diwarnai aksi jual asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp77,2 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp465,1 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp542,3 miliar.
Mayoritas sektor saham mendukung pelemahan indeks. Sektor aneka industri memimpin pelemahan 0,90%, disusul perkebunan 0,72%, properti 0,67%, pertambangan 0,62%, industri dasar dan keuangan masing-masing 0,50%, manufaktur 0,49%, konsumsi 0,17% dan perdagangan 0,13%. Hanya infrastruktur yang naik 0,25%.

Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah memperkirakan, pergerakan indeks saham hingga penutupan sore nanti akan melemah terbatas. “Indeks akan bergerak dalam kisaran support 3.690 dan 3.745 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (19/4).

Menurutnya, pelemahan indeks hari ini dipicu oleh negatifnya sentimen regional setelah rata-rata bursa Eropa ditutup negatif di atas 2% dan Wall Street yang rata-rata turun di atas 1%. Hal ini dipicu oleh lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) yang menurunkan outlook rating utang jangka panjang AS menjadi ‘negatif’ dari sebelumnya ‘stabil’.

Namun, menurutnya, S&P masih mempertahankan rating utang ‘AAA’ milik AS. “Memang, ketegangan fiskal AS tengah meningkat, tapi masih jauh dari ancaman terlilit krisis hutang,” ujarnya.

Di sisi lain, market juga mendapat sentimen negatif dari kebijakan moneter China yang ketat. Bank Sentral negeri Tirai Bambu itu menaikkan Giro Wajib Minimu (GWM) sebesar 50 basis poin ke level 20,5% yang berlaku 21 Aprili. “Karena itu, dana cash ditarik ke perbankan,” imbuh Cece.

Hanya saja, lanjut Cece, pelemahan IHSG akan terbatas bahkan bisa saja bergerak anomali di teritori positif di tengah koreksi bursa regional. Sebab, beberapa saham bluechip di sektor otomotif, perbankan dan konsumsi bertahan di atas support yang dipimpin oleh PT Astra Internasional (ASII). “Apalagi, inflasi April diperkirakan masih jinak sehingga menopang pergerakan saham-saham di sektor perbankan,” tandas Cece.

Hingga akhir April, sentimen positif hanya ditopang oleh faktor pembagian dividen. Hari ini pun, direalisasikan cum dividen tiga emiten seperti PT Bank Jabar Banten (BJBR) di level Rp59,67, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) di angka Rp407 dan PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI) Rp 24,64 per saham. “Untuk selanjutnya, pasar menantikan pembagian dividen saham-saham perbankan dan konsumsi,” urainya.

Dalam situasi ini, dia merekomendasikan positif saham-saham defensif di sektor konsumsi, perbankan dan semen.

Saham-saham pilihannya adalah PT Unilever (UNVR), PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), PT Japfa Confeed Indonesia (JPFA), PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP).

PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Bank Mandiri (BMRI). PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), PT Semen Gresik (SMGR) dan PT Holcim Indonesia (SMCB). PT Astra Internasional (ASII) juga bisa dicermati. “Saya rekomendasikan buy support semua saham tersebut,” imbuhnya. [ast]

Harga Emas Bisa Tembus Rekor Baru


NEW YORK: Harga emas dapat maju ke rekor baru di hari keempat, ke US$1.500 per ounce, sebagai akibat penurunan prospek kredit AS oleh Standard & Poor, krisis utang Eropa dan peningkatan inflasi didukung daya tarik logam mulia.

Emas batangan untuk pengiriman segera sedikit berubah pada US$1.495,30 per ounce pukul 7:55 di Singapura, setelah menyentuh level tertinggi US$1.497,90 per ounce kemarin. Emas untuk pengiriman Juni di New York naik sebanyak 0,3% menjadi US$1.497,40 per ounce sebelum diperdagangkan pada US$1.495,70, mendekat ke rekor sebelumnya US$1.498,60.

Perusahaan rating berbasis di New York, S&P, telah menempatkan rating kredit AS AAA sebagai "negatif", berdasar meningkatnya defisit anggaran dan utang. S&P mengatakan ada "risiko material" di mana pembuat kebijakan mungkin tidak mencapai kesepakatan tentang bagaimana untuk menangani tantangan anggaran jangka menengah dan panjang.

Michael Pento, ekonom senior pada Euro Pacific Capital di New York, yang pernah memprediksi dengan benar terjadinya reli harga emas dalam tiga tahun terakhir, mengatakan logam akan mencapai $1.600 pada tahun 2011. "Peringkat kredit AS pasti akan diturunkan dalam beberapa tahun ke depan," kata Pento. "Ini berarti biaya pinjaman lebih tinggi dan mata uang jauh lebih rendah."

Faktor tambahan kenaikan harga emas berasal dari meningkatnya inflasi yang telah mendorong para pembuat kebijakan di seluruh dunia untuk menaikkan suku bunga. Harga-harga konsumen di China naik dengan kecepatan tercepat mereka sejak 2008 di Maret, melebihi target pemerintah untuk bulan ketiga di 2011.

Percepatan inflasi juga terjadi di 17 negara euro menjadi 2,7% dari 2,4% pada Februari.

"Tumbuh kekhawatiran kenaikan inflasi dan terus melemahnya dolar AS menguntungkan emas dan perak," tulis Marc Ground, seorang analis Standard Bank.

“Nilai uang tergerus karena waktu dan inflasi. Nilai uang melemah membuat orang cenderung lari ke emas,” kata Kepala riset Askap Futures Wahyu Tribowo Laksono kemarin. “Dalam jangka pendek target sudah tercapai di level US$1.480. Nanti ada level psikologis di US$1.500, dan US$1.600 dalam jangka menengah,” katanya. (23) (mrp)

Sesi I Koreksi IHSG Paling Tipis di Asia


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah paling tipis di antara ambruknya bursa-bursa Asia. Berbagai sentimen negatif datang dari global dan regional membuat bursa Asia tertekan.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG merosot 16,841 poin (0,45%) ke level 3.710,232. Bursa-bursa di Asia melemah menyusul pengetatan kebijakan moneter China serta penurunan outlook utang Amerika Serikat (AS).

Sepanjang perdagangan, indeks terus-terusan terjebak di zona merah dan sama sekali tidak mampu menyentuh zona hijau. Posisi terdalamnya hari ini di 3.691,293.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (19/4/2011), IHSG terkoreksi 14,303 poin (0,38%) ke level 3.712,770. Sementara Indeks LQ 45 melemah 2,300 poin (0,34%) ke level 665,566.

Imbas penurunan outlook utang AS sangat terasa di lantai bursa. Tekanan jual kembali terjadi di berbagai sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Investor asing kembali melepas saham, terutama di sektor komoditas dan finansial. Hampir seluruh indeks sektoral melemah, kecuali sektor infrastruktur yang bisa menguat tipis 0,28%.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 43.560 kali pada volume 1,193 miliar lembar saham senilai Rp 1,577 triliun. Sebanyak 50 saham naik, 134 saham turun, dan 97 saham stagnan.

Bursa China mulai terkena imbas pengetatan kebijakan moneternya sehingga jatuh hampir 2%. Seluruh bursa-bursa di Asia melemah dengan koreksi cukup signifikan.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 57,51 poin (1,88%) ke level 2.999,82.
  • Indeks Hang Seng terkoreksi 305,51 poin (1,28%) ke level 23.524,80.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 139,96 poin (1,46%) ke level 9.416,69.
  • Indeks Straits Times melemah 26,90 poin (0,86%) ke level 3.117,48.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 2.500 ke Rp 98.000, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 200 ke Rp 25.950, Unilever (UNVR) naik Rp 150 ke Rp 15.150, dan Telkom (TLKM) naik Rp 100 ke Rp 7.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 47.650, Astra Internasional (ASII) turun Rp 500 ke Rp 53.900, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 27.500, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 40.200.

Outlook negatif ekonomi AS dan Eropa membuat harga minyak melorot


MELBOURNE. Kontrak harga minyak dunia kembali ditransaksikan melorot di New York hari ini. Penyebabnya, outlook negatif perekonomian di AS dan Eropa menyebabkan spekulasi permintaan minyak akan mengalami penurunan.

Pagi tadi, kontrak harga minyak dunia pengantaran Mei turun 37 sen menjadi US$ 106,75 per barel di NYMEX. Pada pukul 12.47 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 106,84 per barel.

Kemarin, harga minyak turun US$ 2,54 ke posisi US$ 107,12 sebarel. Ini merupakan level terendah sejak 13 April. Kontrak minyak tersebut akan berakhir hari ini. Sedangkan kontrak harga minyak yang paling aktif diperdagangkan untuk pengantaran Juni berada pada posisi US$ 107,30 per barel.

Penurunan harga minyak juga terjadi di London. Asal tahu saja, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran Juni ditransaksikan di level US$ 121,47 per barel di ICE Futures Europe exchange. Kemarin, kontrak yang sama turun US$ 1,84 atau 1,5% menjadi US$ 121,61 per barel. Ini merupakan yang paling rendah sejak 12 April lalu.

Minyak Merosot di London Setelah S&P Peringatkan Utang AS


LONDON - Harga minyak di London merosot pada Senin waktu setempat setelah lembaga pemeringkat Standard & Poor`s memangkas prospek (outlook) pada utang negara Amerika Serikat menjadi "negatif" dan karena lembaga-lembaga industri utama menyatakan kekhawatiran tentang biaya energi yang tinggi, demikian AFP melaporkan.

Pada akhir perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk Juni turun 2,09 dolar menjadi 121,36 dolar AS.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Mei menyusut 2,66 dolar AS menjadi 107 dolar AS per barel.

Harga, yang sudah jatuh karena `profit taking` (ambil untung), mempercepat penurunan mereka setelah S&P mengeluarkan peringatan pertama pada utang negara AS, mengutip utang yang menjulang dan defisit fiskal Washington.

Amerika Serikat adalah konsumen terbesar minyak di dunia.

S&P "telah menimbulkan kekhawatiran besar di hampir setiap kelas aset dari mata uang hingga komoditas untuk indeks," kata Ian O`Sullivan, analis pada kelompok perdagangan Spread Co.

Saham AS dibuka melemah tajam setelah peringatan S&P, sementara harga emas mencapai rekor tinggi hanya singkat dari 1.500 dolar AS per troy ons dalam perdagangan London karena logam mulia menguntungkan dari status `safe haven`-nya.

Sebelumnya, Sekjen OPEC Abdullah El-Badri mengatakan kartel itu"khawatir" oleh harga minyak mentah yang tinggi.

"Kita melihat bahwa ada resiko premi 15-20 dolar AS pada saat ini," kata Badri kepada wartawan di Kuwait.

Dia berbicara menjelang pertemuan meja bundar bagi para menteri energi Asia yang kemudian untuk membahas dampak kenaikan harga minyak yang tinggi terhadap perekonomian.

Komentar Badri juga terjadi setelah ketua Badan Energi Internasional, Nobua Tanaka, mengatakan harga minyak "sangat tinggi" dan bahwa kelompoknya khawatir bahwa hal ini dapat merusak pertumbuhan ekonomi dan permintaan.

Sebagai tanggapan, produsen minyak Teluk pada Senin meyakinkan konsumen cukup persediaan untuk membantu menghentikan kenaikan harga yang dipicu oleh kerusuhan yang melanda Tengah Timur dan perdagangan spekulatif.

"Tentu saja, posisi Arab Saudi di pasar minyak dunia berdasarkan pada komitmennya untuk menjaga kapasitas cadangan demi stabilitas harga dan pasar," kata Menteri Perminyakan Saudi Ali al-Naimi dalam pertemuan meja bundar.

Naimi mengatakan kapasitas cadangan kerajaan itu lebih dari 3,5 juta barel per hari yang Riyadh dapat digunakan kapan pun diperlukan.

Menteri Perminyakan Kuwait Sheikh Ahmad Abdullah al-Sabah mengatakan bahwa situasinya berbeda dari 2008, ketika harga minyak melesat ke posisi tertinggi selama ini pada 147 dolar, karena kapasitas cadangan yang tersedia melimpah.

Tapi dia mengatakan "volatilitas harga menimbulkan dilema yang signifikan," menghubungkan kenaikan tajam harga terhadap kombinasi berbagai faktor.

"Kenaikan harga minyak ini disebabkan oleh hilangnya volume besar minyak mentah sweet dari pasar (minyak Libya), kebijakan moneter ekspansif, dolar lemah, ketakutan penyebaran kerusuhan politik kepada produsen lain dan permintaan kuat di ... Asia," kata menteri Kuwait.
Dia juga mengatakan bahwa pedagang minyak mendorong harga lebih tinggi dan memperkuat sinyal harga melalui perdagangan spekulatif yang merajalela. (ant/hrb)

Aksi bagi-bagi dividen tak lantas membuat SMCB dan KLBF menjadi incaran



JAKARTA - Sepertinya, aksi korporasi perusahaan seperti membagikan dividen, tidak selalu berhasil menarik investor untuk melakukan aksi beli. Ambil contoh saham PT Holcim Indonesia (SMCB).

Rencananya, emiten berkode saham SMCB itu berencana membagikan dividen sekitar Rp 23 per saham dengan dividen yield 1%. Namun, investor menyambut dingin aksi korporasi itu. Hingga pukul 11.31, saham SMCB tercatat melorot 1,18% menjadi Rp 2.100.

Kondisi serupa juga dialami saham PT Kalbe Farma (KLBF). Perusahaan obat ini berencana membagikan dividen sekitar Rp 68,5 per saham dengan dividen yield 1,86%. Namun, saham KLBF masih berenang di zona merah hingga berita ini diturunkan dengan penurunan 0,68% menjadi Rp 3.650.

Harga Emas Kembali Menguat


SINGAPURA - Harga emas bergerak menguat akibat sebagai kekhawatiran atas ancaman turunnya peringkat utang Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran utang di Eropa.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/4/2011), harga emas di pasar spot naik 0,8 persen menjadi USD1.493,29 per ounce, masih di bawah rekor tertingginya yang ada dicapainya dalam sesi sebelumnya, USD1.497,20. Sementara emas di pasar berjangka harganya sedikit berubah ke USD1.494,10.

Sebelumnya, harga emas di pasar spot mencapai rekor tertinggi berturut-turut
karena Standard & Poor's mengancam akan downgrade rating kredit AS, di tengah
kekhawatiran tentang krisis utang Eropa.

Harga perak di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD43,16 per ounce, setelah mencapai level tertingginya dalam 31 tahun untuk tiga sesi berturut-turut, melemahnya komoditas ini akibat melemahnya pasar saham terkena sentimen dalam logam mulia yang memiliki aplikasi industri, seperti perak dan paladium. Harga paladium sendiri turun 0,7 persen menjadi USD734,47.

Harga timah melorot tajam, saham TINS ikut dilanda aksi jual


Date : Apr 19 2011, 11:32
Title : News Story
Header : Harga timah melorot tajam, saham TINS ikut dilanda aksi jual


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Timah (TINS) ditransaksikan melorot pagi ini. Pada pukul
11.17, saham TINS jeblok 1,75% menjadi Rp 2.800.
Sepertinya, pergerakan saham TINS mengikuti penurunan kontrak harga timah
dunia di London, kemarin. Asal tahu saja, harga timah kemarin melorot 2,3%
menjadi US$ 32,35 metrik ton. Ini merupakan penurunan terbesar sejak 15 Maret
lalu.

KONTAN Tue, 19 Apr 2011 ( 11:21:29 WIB )
=======================================================================================

Saham GIAA melaju seiring penurunan harga minyak dunia


Date : Apr 19 2011, 11:32
Title : News Story
Header : Saham GIAA melaju seiring penurunan harga minyak dunia


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Garuda Indonesia (GIAA) pagi ini melesat. Pada pukul
10.35, saham GIAA tercatat naik 1,9% menjadi Rp 540. Ini merupakan kenaikan
tertinggi sejak 1 April lalu.
Melonjaknya saham GIAA terkait dengan melorotnya harga minyak dunia untuk
pertama kali dalam empat hari di New York, kemarin. Kondisi itu akan menyebab
beban operasional yang harus ditanggung perusahaan akan berkurang.
Catatan saja, kontrak harga minyak mentah turun 2,3% menjadi US$ 107,12
per barel kemarin. Dan pasca penutupan perdagangan, kontrak yang sama berada di
level US$ 106,72 per barel.

KONTAN Tue, 19 Apr 2011 ( 11:17:46 WIB )
=======================================================================================

Reminder Cum Dividen ITMG, ROTI, BJBR 19/04/2011

Berikut kami informasikan bahwa Hari ini 19 April 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No. Kode Efek Nama Efek Jenis Kegiatan
1. ITMG INDO TAMBANGRAYA MEGAH Tbk Dividen Tunai Rasio Rp 407.- per saham
2. ROTI NIPPON INDOSARI CORPINDO Tbk Dividen Tunai Rasio Rp 24.64.- per saham
3. BJBR BANK JABAR BANTEN Tbk Dividen Tunai Rasio Rp 59.67.- per saham

Adira Multifinance Tawarkan Obligasi Rp2 Triliun


INILAH.COM, Jakarta - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) menawarkan obligasi V tahun 2011 senilai Rp2 triliun. Dananya untuk pembiayaan kendaraan bermotor.

Demikian seperti dikutip dari prospektus singkat yang diterbitkan Selasa (19/4). Perseroan menawarkan obligasi dengan tiga seri. Obligasi tersebut terdiri dari obligasi seri A berjangka waktu 18 bulan, obligasi seri B berjangka waktu 24 bulan, dan obligasi seri C berjangka waktu 36 bulan. Obligasi ini telah mendapatkan peringkat AA+ dengan outlook stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.

Penggunaan dana hasil penawaran obligasi akan digunakan untuk pembiayaan konsumen kendaraan bermotor. Perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi obligasi antara lain PT DBS Vicker Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT Standard Chartered Securities Indonesia. Ada pun yang bertindak sebagai wali amanat PT Bank Negara Indonesia.

Jadwal sementara penawaran obligasi yaitu masa bookbuilding pada 21 April-5 Mei 2011, tanggal efektif pada 13 Mei 2011, masa penawaran 18-20 Mei 2011, penjatahan 23 Mei 2011, distribusi obligasi secara elektronik 25 Mei 2011, dan pencatatan obligasi pada Bursa Efek Indonesia pada 26 Mei 2011. [hid]

Harga Batu Bara Acuan April 2011 USD122,02/Ton

Ilustrasi
JAKARTA - Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM menetapkan harga batu bara acuan (HBA) bulan April 2011 USD122,02 per ton, atau turun USD0,41 per ton dari USD122,43 per ton pada Maret 2011.

Seperti dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Selasa (19/4/2011), HBA pada akhir tahun lalu konsisten mengalami kenaikan dari bulan Oktober 2010 sebesar USD92,68 per ton hingga puncaknya di bulan Februari 2011 mencapai USD127,05 per ton.

Penurunan HBA pertama kalinya terjadi pada bulan Maret 2011. Besaran penurunan HBA pada bulan April 2011 tidak terlalu signifikan sehingga bisa dikatakan HBA stabil pada kisaran USD122 per ton.

HBA ini merupakan patokan untuk batubara dengan kualitas kalori sekitar 6.322 kkal per kg (gross as received). HBA menggunakan formula yang mengacu kepada rata-rata indeks ICI-1 (Indonesia Coal Index), Platts-1, NEX (Newcastle Export Index) dan GC (Newcastle Global Coal Index). HBA berlaku untuk harga harga spot (kontrak penjualan di bawah 12 bulan) sedangkan untuk harga term (kontrak penjualan lebih dari 12 bulan), harga acuan menggunakan rata-rata HBA tiga bulan terakhir dan harga berlaku untuk penjualan batubara selama 12 bulan.

Beberapa isu yang berkembang antara lain dinamika impor batu bara dua raksasa dunia China dan India serta spekulasi meningkatnya impor batu bara Jepang pasca gempa bumi dan tsunami.

Harga ekspor batubara Afrika Selatan di terminal Richards Bay, terminal batu bara terbesar di Afrika, mengalami kenaikan sejak dua bulan lalu terutama didorong oleh spekulasi pembelian batu bara oleh pembangkit listrik Jepang.

Telkom Siap Buyback Tahap IV Maksimal 2,07%


INILAH.COM, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) akan melakukan pembelian kembali saham tahap IV maksimal 2,07% dari seluruh jumlah saham seri B yang telah dikeluarkan atau maksimal 416.666.667 saham seri B.

Demikian seperti dikutip dari keterangan yang diterbitkan Selasa (19/4). Pembelian kembali saham tersebut akan dilakukan secara bertahap dalam waktu paling lama 18 bulan sejak disetujuinya pembelian kembali saham IV oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan. Pembelian kembali dalam pembelian kembali saham IV tersebut akan dilaksanakan berdasarkan pertimbangan dari manajemen perseroan melalui pembelian saham pada Bursa Efek Indonesia.

Perseroan akan melakukan pembelian kembali saham IV ini dilakukan maksimal sejumlah 2,07% dari seluruh jumlah saham seri B atau maksimal 416.666.667 saham seri B. Dana yang digunakan untuk pembelian kembali sajam ini pun tidak melebihi Rp3 triliun. Seperti dikutip dari keterangan yang diterbitkan hari ini, apabila perseroan melakukan pembelian saham IV pada 2011 maka perseroan akan menggunakan saldo laba ditahan sebesar Rp3 triliun.

Perseroan akan menentukan harga pembelian kembali saham pada BEI sesuai dengan peraturan Bapepam IX.B.2 di mana harga pembelian harus lebih rendah atau sama dengan harga perdagangan sebelumnya di BEI. Pembelian kembali saham tersebut akan dibantu oleh PT Bahana Securities.

Sebelumnya hingga Desember 2010 dan 2009, perseroan telah membeli kembali masing-masing 490.574.500 saham dari modal saham seri B atau masing-masing setara 2,43% dari modal saham seri B yang ditempatkan dan beredar. [hid]

Rating AS Turun, IHSG Dibuka Melemah 30,4 Poin


INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (19/4) pagi dibka turun 30,4 poin (0,82%) ke 3.696,66. Volume perdaganngan sebesar 115,2 juta saham senilai Rp189,8 miliar.

Perdagangan diwarnai dengan 108 saham turun, 14 saham naik dan 42 saham stagnan. Indeks JII turun 4,3 poin ke 512,3 dan indeks LQ45 turun 6,9 poin ke 660,8.

Penurunan indeks dimotori sektor pertambangan yang turun 27,3 poin ke 3.183,3 disusul sektor perkebunan turun 19,7 poin ke 2.144. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp8,1 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp52 miliar dan penjualan asing sebesar Rp43,8 miliar.

Saham yang tertekan seperti saham ASII turun Rp700 ke Rp53.700, ITMG turun Rp550 ke Rp47.650, GGRM turun Rp450 ke Rp40.250, AALI turun Rp300 ke Rp22.550, UNTR turun Rp250 ke Rp22.050, HRUM turun Rp200 ke Rp8.800, BBCA turun Rp150 ke Rp7.250, BBRI turun Rp150 ke Rp6.100, PTBA turun Rp150 ke Rp22.150, ROTI turun Rp125 ke Rp2.800, BMRI turun 100 ke Rp6.600.

Saham yang masih menguat antara lain saham IMAS naik Rp100 ke Rp8.300, EXCL naik Rp50 ke Rp5.900, INTA naik Rp25 ke Rp3.700.

Penurunan rating kredit AS yang dilakukan lembaga rating S&P telah menekan bursa saham Asia pada perdagangan Selasa (19/4). Indeks Kospi turun 8,07 poin (0,3%) ke 2.129,6. Indeks Nikkei turun 125,1 poin (1,3%) ke 9.431. Hang Seng turun 175,4 poin (0,74%) dan indeks Shanghai turun 0,05 poin ke 3.057,02. Indeks Singapura SGX turun 0,11 poin (0,3%) sedangkan bursa FTSI turun 17,48 poin (0,56%) ke 3.126,9.

Lembaga pemeringkat S&P menurunkan outlook peringkat utang AS dari stable menjadi ’negatif’ tetapi dengan peringkat tetap AAA. Penurunan akibat memburuknya kondisi fiskal AS dengan defisit sebesar 3% dari PDB dan rasio utang sebesar 98% dari PDB. S&P melihat risiko yang signifikan pada anggaran 2013 dan kemungkinan terjadinya kebuntuan untuk mencapai kesepakatan anggaran pada jangka menengah dan panjang.

Bangun Mal dan Hotel, Metropolitan Land Jual 30% Saham ke Publik

Jakarta - PT Metropolitan Land, anak usaha Grup Ciputra menawarkan 2,273 miliar lembar (30%) sahamnya ke publik lewat penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO). Perseroan berniat melantai di bursa pada 13 Mei 2011.

Seperti dikutip dari prospektus ringkas perseroan yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (19/4/2011), sebanyak 30% saham itu terbagi menjadi dua bagian, yaitu saham baru dan saham milik Netstar Holdings Limited British Virgin Island.

Saham baru yang akan diterbitkan perseroan sebanyak 1,894 miliar dengan nominal Rp 100. Sementara saham Netstar yang ditawarkan sebanyak 378,966 juta dengan nilai nominal Rp 100.

Sementara harga penawaran masih akan ditentukan kemudian. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi ini adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT DBS Vickers Securities.

Perseroan juga mengadakan program ESA dan MSOP, di mana program ESA diberikan penjatahan pasti dengan jumlah sebanyak-banyaknya 2% dari saham baru atau setara 37,896 juta lembar. Sedangkan program MSOP jumlah maksimalnya 1% dari modal disetor dan ditempatkan oleh perseroan.

Masa penawaran awal akan dilakukan pada 19-27 April 2011, sementara perkiraan efektif pada 5 Mei 2011. Dengan demikian perkiraan masa penawaran berikutnya pada 9-10 Mei 2011.

Sebelumnya, IPO Metropolitan Land ini diperkirakan meraup dana sebanyak Rp 800 miliar sampai dengan Rp 1 triliun.

Dana hasil penawaran umum ini sebanyak 48,5% akan dipakai untuk pembangunan Metropolitan Grand Mall, sebanyak 5,25% untuk pembangunan M-Gold Residence, sekitar 13% untuk pembangunan Hotel Horison Bekasi Ekstension, sementara sisanya 10% untuk penyertaan modal di PT Sumbersentosa Guna Lestari.

Rekomendasi diturunkan, saham INTP terjungkal pagi ini


Date : Apr 19 2011, 11:08
Title : News Story
Header : Rekomendasi diturunkan, saham INTP terjungkal pagi ini


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) pagi ini dilanda aksi
jual. Pada pukul 10.06, saham perusahaan semen terbesar kedua di Indonesia ini
turun 1,5% menjadi 16.700.
Aksi pelepasan saham yang dilakukan investor atas INTP terjadi setelah
CIMB-GK Securities Pte menurunkan peringkat rekomendasi perusahaan dari
outperform menjadi netral. CIMB-GK beralasan, dalam jangka pendek tak ada ruang
untuk melakukan re-rating saham ini.

KONTAN Tue, 19 Apr 2011 ( 10:35:20 WIB )
=======================================================================================

Rencana buyback, saham TLKM melejit ke level tertinggi dalam tujuh minggu


Date : Apr 19 2011, 11:09
Title : News Story
Header : Rencana buyback, saham TLKM melejit ke level tertinggi dalam tujuh minggu


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) melonjak ke level
tertinggi dalam tujuh minggu terakhir. Pada pukul 10.53, saham TLKM naik 2%
menjadi Rp 7.500. Ini merupakan level tertinggi sejak 1 Maret lalu.
Disinyalir, aksi borong saham perusahaan halo-halo ini terkait dengan aksi
korporasi perusahaan. Dikabarkan, TLKM berencana menggelontorkan dana senilai
Rp 3 triliun untuk membeli kembali sahamnya.

KONTAN Tue, 19 Apr 2011 ( 11:04:23 WIB )
=======================================================================================

Laba Bank Jabar Banten Naik 140% di Triwulan I-2011?


Beredar kabar laporan keuangan triwulan I-2011 PT Bank Jabar Banten Tbk (BJBR) yang akan dikeluarkan akhir bulan ini mengindikasi laba sebelum pajak mencapai Rp 350 miliar, naik 140% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY). Angka ini lebih tinggi 24% di atas konsensus analis asing.

"Para big player lokal terus melakukan koleksi saham ini, karena rumor yang beredar BJBR akan ditarik sampai Rp 1.800. Bahkan mereka menyarankan untuk menyimpan saham bank ini," kata salah satu pelaku pasar, Selasa (19/4/2011).

Ia mengatakan, tanggal 19 April 2011 hari ini merupakan cum dividen BJBR sebesar Rp 59 per lembar. Menurutnya, dividen ini punya yield yang cukup besar untuk sebuah saham perbankan yang harganya masih Rp 1.350 per lembar.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.18 waktu JATS, harga saham BJRB turun 10 poin (0,72%) ke level Rp 1.360 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 569 kali dengan volume 28.390 lot senilai Rp 19,263 miliar.


Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.

Paska kuasi reorganisasi, SMCB bagi dividen Rp 23 per lembar saham


Date : Apr 18 2011, 15:47
Title : News Story
Header : Paska kuasi reorganisasi, SMCB bagi dividen Rp 23 per lembar saham


Story
=======================================================================================
JAKARTA. RUPS Tahunan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) menyetujui pembagian
dividen sebesar Rp 23 per lembar saham dengan rasio dividen lebih dari 21,3%.
Pendapatan bersih perusahaan tahun lalu tercatat Rp 828 miliar. Volume
penjualan domestik 2010 meningkat 4,6% mencapai 6,24 juta ton dibandingkan
2009. Adapun EBITDA perseroan dipertahankan pada angka Rp 1,85 trilium dengan
rasio hutang dan modal meningkat dari 0,6:1 menjadi 0,3:1.
"Kami terus mengurangi tingkat utang. Langkah terakhir yang kami ambil
tahun lalu adalah melakukan kuasi reorganisasi dan eliminasi defisit. Ini
membuat perusahaan kembali bisa membagikan dividen," ujar Presiden Direktur
SMCB Eamon Ginley usai RUPST, Senin (18/4).

KONTAN Mon, 18 Apr 2011 ( 15:43:03 WIB )
=======================================================================================

Bergerak Fluktuatif, IHSG Ditutup Melemah Tipis 3 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di zona merah dengan pelemahan 3 poin. Hari ini, indeks bolak-balik antara teritori positif dan negatif.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di Rp 8.850 per dolar AS dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 8.860 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG langsung berada di jalur hijau, naik 12,983 atau 0,37% ke level 3514,48. Indeks masih bisa menguat tipis di awal perdagangan.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG ditutup melemah tipis 7,290 poin (0,21%) ke level 3.494,207. Koreksi atas saham-saham berkapitalisasi besar membuat IHSG akhirnya luruh ke jalur merah.

Menutup perdagangan, Senin (21/2/2011), IHSG turun tipis 3,854 poin (0,12%) ke level 3.497,643. Sementara Indeks LQ 45 naik tipis 1,356 poin (0,21%) ke level 620,106.

Pada awal perdagangan, indeks sempat naik tajam ke level tertingginya di 3.520,641. Tak berapa lama, profit taking atas saham-saham bank membuat indek terjun bebas ke level terendahnya di 3.489,105.

Tak kuasa menahan banyaknya aksi jual, indeks akhirnya menyerah di zona merah. Mayoritas sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah.

Namun beberapa sektor masih ada yang bisa mencetak penguatan, seperti agribisnis, pertambangan, konsumer dan perdagangan. Saham konsumer menjadi penopang kejatuhan bursa hari ini sehinga tidak terlalu dalam.

Meski investor asing membukukan pembelian bersih (foreign nett buy) sebesar Rp 307,134 miliar di seluruh pasar, namun indeks belum mampu naik ke teritori positif.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 112.016 kali pada volume 2,99 miliar lembar saham senilai Rp 3,918 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 121 saham turun, 85 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed sore hari ini, dengan rata-rata bergerak tipis. Beberapa diantaranya masih bisa mencetak penguatan.

Berikut kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melesat 32,96 poin (1,14%) ke level 2.932,76.
  • Indeks Hang Seng turun 109,82 poin (0,47%) ke level 23.485,42.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 14,73 poin (0,14%) ke level 10.857,53.
  • Indeks Straits Times melemah 20,85 poin (0,68%) ke level 3.066,07.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.800 ke Rp 37.550, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 750 ke Rp 47.950, Multibreeder (MBAI) naik Rp 600 ke Rp 12.200, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 25.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 950 ke Rp 52.050, Sarana Menara (TWR) turun Rp 600 ke Rp 11.000, Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 15.300, dan Bank Danamon (BDMN) turun Rp 300 ke Rp 6.350.