Kamis, 28 April 2011

Jadwal Pembagian Dividen Tahun 2011

Berikut ini kami informasikan mengenai Jadwal Pembagian Dividen Tahun 2011 :

NO.

Nama Saham

Kegiatan

Cum Date

Rec Date

Rasio Perlembar

Terima dari Emiten

1

NIKL

Dividen Tunai

27-Apr-11

2-May-11

Rp 10.00

12-May-11

2

INCO

Dividen Tunai

2-May-11

5-May-11

USD 0.0146

20-May-11

3

TRIO

Dividen Tunai

6-May-11

11-May-11

Rp 15.00

25-May-11

4

MERK

Dividen Tunai

6-May-11

11-May-11

Rp 4,464.00

26-May-11

5

INTA

Dividen Tunai

9-May-11

12-May-11

Rp 56.00

27-May-11

6

EXCL

Dividen Tunai

11-May-11

16-May-11

Rp 107.00

31-May-11

7

TRST

Dividen Tunai

11-May-11

16-May-11

Rp 20.00

31-May-11

8

SMCB

Dividen Tunai

11-May-11

16-May-11

Rp 23.00

31-May-11

9

TCID

Dividen Tunai

11-May-11

16-May-11

Rp 340.00

31-May-11

10

LPGI

Dividen Tunai

12-May-11

18-May-11

Rp 112.00

31-May-11

11

BPFI

Dividen Tunai

12-May-11

18-May-11

Rp 10.00

27-May-11

12

JASS

Dividen Tunai

10-Jun-11

15-Jun-11

Rp 53.60

20-Jun-11

BWPT Jajaki Akuisisi Lahan di Kalimantan

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT BW Plantation Tbk (BWPT) menjajaki akuisisi sejumlah lahan untuk menambah land bank perseroan di Kalimantan.

Hal itu disampaikan Direktur Utama BWPT Abdul Halim bin Ashari, Kamis (28/4). Halim mengatakan, perseroan memang memiliki lahan yang masih banyak yang harus ditanam. Meski begitu saat ini, perseroan sedang menjajaki untuk menambah lahan. Perseroan sedang melirik kawasan lahan di Kalimantan. "Kita sedang pelajari kawasan untuk menambah land bank tapi belum final. Kita sedang melakukan due dilligence, kita melihat berdasarkan kriteria jumlah sekitar 50 ribu hektar-100 ribu hektar," tutur Halim.

Lebih lanjut ia mengatakan, akuisisi ini diharapkan selesai dalam waktu 1-2 bulan ini. Perseroan mengincar land bank dan sedikit tertanam. Kemungkinan perseroan akan menggunakan pinjaman bank dan dana internal untuk akuisisi.

Untuk ekspansi tersebut, perseroan kemungkinan menjajaki pinjaman bank. Menurut Direktur PT BW Plantation Tbk Iman Faturachman, perseroan masih memiliki ruang besar untuk mendapatkan pinjaman. Diperkirakan debt to equity ratio perseroan 1,1x. Porsi pinjaman bank perseroan tidak terlalu besar sehingga dapat menambah pinjaman hingga Rp1 triliun. Selain itu, perseroan juga akan menggunakan kas internal untuk ekspansi. "Alternatif terakhir yaitu pinjaman bank," tambah Iman.

Perseroan juga berencana menambah pabrik 10-11 pabrik hingga 2015. Menurut Halim, kapasitas baik untuk pabrik sebesar 45 ton per jam.

Seperti diketahui, hingga kuartal pertama 2011 perseroan telah melakukan penanaman baru seluas 2.395 hektar terdiri atas 1.914 di lahan inti perseroan dan 481 hektar di lahan plasma. Area tertanam perseroan sebesar 54.684 hektar di mana 19.663 hektar yaitu lahan sudah berproduksi dan 35.021 merupakan lahan yang belum berproduksi. Hingga akhir 2011, perseroan menargetkan area tertanam 62.510 hektar. [cms]

BWPT Bagi Dividen Rp9 per Saham

INILAH.COM, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT BW Plantation Tbk (BWPT) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp9 per saham atau 15% dari laba bersih 2010 Rp243,6 miliar.

"Kita akan membagikan dividen paling lambat kuartal ketiga 2011," ujar Direktur BWPT Iman Faturachman, sesuai RUPST PT BW Plantation Tbk, Kamis (28/4).

Sementara itu, Direktur Utama PT BW Plantation Tbk Abdul Halim bin Ashari menuturkan, pihaknya hanya membagikan dividen 15% dari laba bersih 2010 karena perseroan membutuhkan biaya besar untuk melakukan penanaman baru. Diharapkan penanaman baru ini dapat memberikan produksi jauh lebih tinggi. Perseroan merencanakan melakukan penanaman baru minimal 10.440 hektar pada 2010."Penanaman baru dan pembibitan membutuhkan dana sebesar 45juta-50 juta per hektar," kata Halim.

Seperti diketahui, BWPT mencatatkan pendapatan naik 21,9% menjadi Rp712,2 miliar pada 2010 dibanding periode sama sebelumnya Rp584,1 miliar. Laba bersih konsolidasi naik 45,5% menjadi Rp243,6 miliar pada 2010 dibandingkan dengan laba bersih 2009 sebesar Rp167,5 miliar. Aset perusahaan menjadi Rp2,6 triliun pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp1,6 triliun. [cms]

Pendapatan Dongkrak Laba Bersih Trikomsel

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada kuartal I-2011, PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp56,05 miliar atau meningkat 95,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2010.

Juliana Samudro, Direktur Perseroan mengatakan kenaikan laba bersih ini selain disebabkan oleh kenaikan pendapatan bersih Perseroan juga disebabkan oleh meningkatnya marjin laba kotor Perseroan dari 11,1% pada kuartal I-2010 menjadi 12,6% pada kuartal I-2011. Pendapatan bersih kuartal 1-2011 tercatat sebesar Rp1,47 triliun dengan laba kotor yang dihasilkan sebesar Rp184,73 miliar.

Dibandingkan dengan kuartal 1-2010, pendapatan bersih dan laba kotor ini masing-masing mengalami peningkatan sebesar 14,4% dan 30,1%. Kontribusi terbesar dari pendapatan bersih pada kuartal I-2011 adalah penjualan telepon selular sebesar 83,8%, penjualan produk operator 13,6% dan mobile content/layanan purna jual/lainnya 2,6%.

Laba kotor dari segmen penjualan telepon selular meningkat dari Rp124,67 miliar menjadi Rp171,14 miliar atau naik sebesar 37,3% sedangkan laba usaha Perseroan meningkat 67,2% dari Rp66,19 miliar kuartal I-2010 menjadi Rp107,15 miliar pada kuartal I-2011 sedangkan EBITDA meningkat 68,6% dari Rp63,02 miliar menjadi Rp 106,24 miliar.

Laba bersih per saham, ROA dan ROE Perseroan pada kuartal I-2011 tercatat masing-masing sebesar Rp13/ saham, 8,6% dan 24,7%. Sedangkan untuk kuartal 1-2010 masing-masing sebesar Rp6/ saham, 6,0% dan 16,0%.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 15 April 2011, para
Pemegang Saham Perseroan telah menyetujui pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp66,75 miliar atau Rp15 per saham, di mana recording date untuk pemegang saham yang berhak atas dividen tersebut adalah pada tanggal 11 Mei 2011 sedangkan pelaksanaan pembayaran atas dividen akan dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2011.

Laba Bersih Harum Energy Naik 116,73% di Q1-2011

INILAH.COM, Jakarta - PT Harum Energy Tbk (HRUM) mencetak kenaikan laba bersih sebesar 116,73% menjadi Rp377,34 miliar pada kuartal 1-2011 dari Rp155,65 miliar pada kuartal 1-2010.

Dalam keterbukaan perseroan ke BEI, Kamis (28/4) dijelaskan kenaikan laba bersih ini disebabkan peningkatan laba usaha pada kuartal 1-2011 menjadi Rp502,31 miliar atau sebesar 206,94% dari Rp163,65 miliar pada periode serupa 2010. Pendapatan perseroan juga naik tajam dari Rp894,66 miliar pada kuartal 1-2010 menjadi Rp1,51 triliun pada kuartal 1-2011.

Kewajiban lancar perseroan kuartal 1-2011 turun menjadi Rp633,63 miliar dari Rp866,08 miliar di kuartal 1-2010. Sedang ekuitasnya mencapai Rp2,91 triliun.

Malindo Feedmill Bagi Dividen Tunai Rp185/Saham

INILAH.COM, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp185 per saham atau 35% dari laba bersih 2010 Rp179,96 miliar.

Nilai dividen sebesar Rp185 per saham ini sebelum stock split atau pemecahan nilai nominal saham.

Perseroan akan membagikan sisa dividen Rp115 per saham. Sebelumnya perseroan telah membagikan dividen sebesar Rp70 per saham pada Desember 2010. "Pembagian dividen kemungkinan pada kuartal ketiga. Paling lambat kuartal keempat," tutur Sekretaris Perusahaan PT Malindo Feedmill Tbk Rudy Husin, saat paparan publik, Kamis (28/4).

Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp179,96 miliar dan penjualan bersih sebesar Rp2,03 triliun pada 2010. Aset perseroan menjadi Rp966,31 miliar pada 2010.

Dalam kesempatan sama perseroan menyetujui agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk melakukan pemecahan nominal saham atau stock split. Rudy menuturkan, perseroan akan melakukan stock split dengan perbandingan 1:5. Stock split ini akan dilakukan pada kuartal kedua 2011 dan menunggu koordinasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat ini jumlah saham yang beredar sebelum stock split sekitar 339 juta saham. Dengan stock split maka jumlah saham beredar sebesar 1,69 miliar saham. Pemecahan nilai nominal saham dari Rp100 menjadi Rp20 per saham. "Tujuan stock split ini meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan harga kita cukup tinggi jadi dengan stock split harga saham kita jadi terjangkau," tambah Rudy. [cms]

Batavia Proteksi Prima-7 akan tawarkan imbal hasil bersih 8,10%

JAKARTA. PT. Batavia Prosperindo Aset Manajemen akan meluncurkan reksadaana terproteksi Batavia Proteksi Prima-7.

Reksadana tersebut akan menempatkan minimal 80% dana kelolaannya pada instrument efek utang, dan 20% di instrumen pasar uang.

Associate Director Mutual Fund Sales & Marketing Batavia Prosperindo Asset Management Karma P Siregar dalam keterangan pers, Kamis (28/4)
mengatakan, Batavia Proteksi Prima-7 mempunyai jangka waktu sekitar tiga tahun.

"Kami menargetkan imbal hasil 8,10% nett per tahun atau sekitar 10,13% gross yang akan dibayarkan dalam bentuk dividen per tiga bulan," kata
Karma.

BPP-7 dipasarkan melalui Bank Mandiri dengan perkiraan target peluncuran pada 12 Mei 2011. Batavia memprediksi BPP-7 mampu menarik dana kelolaan hingga Rp 100 miliar.

Karma menambahkan produk baru tersebut cukup menarik karena jangka waktunya relatif pendek. Sementara itu resiko relatif rendah karena diinvestasikan pada efek hutang korporasi di sektor keuangan dengan rating idAA.

Kinerja kuartal I kinclong, BTPN paling diburu di sesi pagi

Kinerja kuartal I kinclong, BTPN paling diburu di sesi pagi
JAKARTA. Saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) paling banyak diincar pada sesi pertama hari ini.

Reli saham BTPN yang mencapai 14,42% ke level Rp 2.975 per saham pun berhasil menyumbang penguatan pada IHSG siang ini. Indeks berhasil ditutup di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,05% ke 3.806,884.

Kabar terbaru yang datang dari emiten ini, yaitu kinerjanya yang cukup kinclong pada awal tahun ini. Perseroan berhasil mencatat pertumbuhan penyaluran kredit di kuartal pertama tahun ini sebesar 40% dari periode yang sama tahun lalu, yaitu mencapai Rp 24,7 triliun. Pertumbuhan penyaluran kredit diiringi pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 33,9% menjadi Rp 2,7 triliun di kuartal pertama tahun ini.

Maka, laba bersih perseroan di kuartal pertama 2011 juga naik 76% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu mencapai Rp 271,9 miliar.

Data Bloomberg mencatat, volume saham BTPN yang ditransaksikan hingga sesi pertama berakhir yaitu mencapai 6,16 juta saham.

Adapun, CLSA Indonesia sebagai broker terbanyak pengoleksi saham ini, yaitu mencapai Rp 4,58 miliar. Disusul, CIMB Securities Indonesia senilai Rp 2,12 miliar, dan ETrading Securities sejumlah Rp 1,56 miliar.

Catatkan kenaikan kinerja, BWPT bakal tebar dividen

JAKARTA. PT BW Plantation Tbk (BWPT) mencatatkan peningkatan pendapatan usaha sebesar 55,8% pada kuartal pertama 2011 dibandingkan periode sama tahun lalu menjadi Rp 172,5 miliar. Peningkatan tersebut disokong kenaikan volume penjualan crude palm oil (CPO) sebesar 10,7% dan peningkatan harga jual rata-rata CPO sebesar 21,2% dibandingkan periode serupa tahun lalu.

"Produksi CPO sampai kuartal pertama tahun ini sebesar 25.347 ton atau naik 50,9% dibandingkan kuartal satu tahun 2010," ujar Sekretaris Perusahaan BWPT Kelik Irwantono, Kamis, (28/4).

Masih merujuk pada kinerja perusahaan kuartal pertama, laba bersih BWPT kuartal pertama sebesar Rp 54,1 miliar (margin 31,4%). Perolehan ini menunjukkan peningkatan sebesar 68,1% dari kuartal pertama 2010.

Kelik menambahkan, sampai dengan akhir Maret 2011 perseroan melakukan penanaman seluas 2.395 hektare yang terdiri dari 1.914 di lahan inti perseroan dan 481 hektare di lahan plasma. Dengan demikian, total area BWPT yang sudah ditanam seluas 54.684 hektare. Sebanyak 19.663 hektare telah berproduksi.

"BWPT menargetkan hingga akhir 2011 area tertanam menjadi sebanyak 62.510 hektare," ungkap Kelik. Perusahaan berjanji akan membagikan dividen tunai final kepada pemegang saham sebesar Rp 9 per saham. Nilai dividen ini setara 15% dari laba bersih tahun 2010 atau senilai Rp 36,54 miliar.

BBRI akan bagi dividen senilai Rp 70,04 per saham

BBRI akan bagi dividen senilai Rp 70,04 per saham
JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan membagi dividen senilai Rp 70,04 per saham. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar hari ini, sudah menyetujui besaran dividen tersebut.

Rencananya, pembagain dividen akan dilakukan pada Juni 2011.

Adapun, hingga penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, saham BBRI tidak beranjak dari penutupan kemarin di Rp 6.550 per saham.

DJ Bank Rakyat Shareholders OK IDR70.04/Share Dividend; To Be Paid June 14

Date : Apr 28 2011, 12:24
Title : News Story
Header : *DJ Bank Rakyat Shareholders OK IDR70.04/Share Dividend; To Be Paid June 14


Story
=======================================================================================

(END) Dow Jones Newswires
April 28, 2011 01:21 ET (05:21 GMT)
Copyright (c) 2011 Dow Jones & Company, Inc.- - 01 21 AM EDT 04-28-11

=======================================================================================

Berencana go private, bursa suspen saham ALFA hari ini

Berencana go private, bursa suspen saham ALFA hari ini
JAKARTA. Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham PT Alfa Retailindo Tbk (ALFA) mulai sesi pertama hari ini. Suspensi ini dilakukan terkait rencana emiten ini untuk melakukan go private.

"Penghentian perdagangan efek ALFA dilakukan di semua pasar mulai sesi I pada 28 April 2011," sebut Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI, Andre PJ. Toello, dalam keterbukaan informasi.

Suspensi juga dilakukan sesuai permohonan dari perseroan pada 27 April 2011.

Bursa saat ini sedang meminta penjelasan lebih lanjut kepada perseroan terkait rencana go private tersebut.

Adapun, hingga perdagangan kemarin (27/4), saham ALFA berada di level Rp 2.400 per saham.

Sesi I Naik Tipis, IHSG Sempat Tembus Rekor

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menembus rekor intraday tertinggi sebelum akhirnya melambat karena terkena aksi ambil untung. Siang ini IHSG ditutup naik tipis 1 poin saja.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 6,347 poin (0,16%) ke level 3.811,278. Indeks terdorong penguatan bursa Wall Street semalam dan memantapkan posisinya di level 3.800.

Sentimen positif itu mampu menjaga indeks bertahan di teritori positif sepanjang perdagangan sesi I. Posisi tertingginya sempat didaki di awal perdagangan 3.824,068 sebelum akhirnya laju pertumbuhannya melambat.

Posisi IHSG tersebut merupakan intraday tertinggi yang sebelumnya pernah diraih pada 21 April 2011 lalu di posisi 3.813,177. Namun sayangnya, laju penguatan IHSG melambat setelah beberapa pelaku pasar memutuskan untuk ambil untung di beberapa saham unggulan.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (28/4/2011), IHSG naik tipis 1,953 poin (0,05%) ke level 3.806,884. Sementara Indeks LQ 45 turun 1,034 poin (0,16%) ke level 680,126.

Indeks sektoral bergerak mixed di siang hari ini, padahal pagi tadi hampir seluruhnya menguat. Aksi ambil untuk yang dilakukan investor, terutama di saham-saham berbasis komoditas dan infrastruktur membuat penguatan IHSG terhambat.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 58.837 kali pada volume 3,246 miliar lembar saham senilai Rp 1,852 triliun. Sebanyak 99 saham naik, 94 saham turun, dan 99 saham stagnan.

Pengetatan kebijakan moneter yang dilakukan pemerintah China membuat bursanya belum mampu keluar dari zona merah. Sementara bursa-bursa lainnya di regional menguat dengan laju yang cukup signifikan.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 2,33 poin (0,08%) ke level 2.923,08.
  • Indeks Hang Seng naik 120,59 poin (0,50%) ke level 24.013,43.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 131,23 poin (1,35%) ke level 9.823,07.
  • Indeks Straits Times naik tipis 15,03 poin (0,47%) ke level 3.197,71.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 10.000 ke Rp 130.000, Indospring (INDS) naik Rp 400 ke Rp 8.100, Bank Tabungan Pensiunan (BPTN) naik Rp 375 ke Rp 2.975, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 350 ke Rp 55.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam katagori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 11.400, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 4.000, Telkom (TLKM) turun Rp 100 ke Rp 7.600, dan Nipress (NIPS) turun Rp 100 ke Rp 3.300.

Sembilan sektor melaju, IHSG pagi bergerak di zona hijau

JAKARTA. Keputusan The Federal Reserve mempertahankan suku bunganya di level rendah membawa bursa regional melaju positif. Alhasil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga bergerak ke zona hijau. Pada pembukaan pagi ini, IHSG naik 0,35% ke level 3.818,112.

Penguatan bursa didukung naiknya 72 saham, dan 22 saham masih terkoreksi, sedangkan 71 saham lainnya masih belum bergerak.

Sembilan sektor menguat, dengan sektor keuangan memimpin reli dengan penguatan 0,71%, diikuti sektor konstruksi yang naik 0,61%. Satu-satunya sektor yang masih terkoreksi yaitu infrastruktur yang turun 0,05%.

Pada awal pembukaan, top gainers yang sudah melaju di jalur hijau, antara lain Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) yang naik 0,78% ke Rp 1.300. Disusul saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melaju 0,76% ke Rp 6.600. Kemudian saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga naik 0,7% ke Rp 7.200.

Sedangkan top losers pagi ini adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang turun 1,49% ke Rp 66, dan Indosat Tbk (ISAT) yang terkoreksi 0,94% di Rp 5.250

Buntuti Regional, IHSG Dibuka Positif

Ilustrasi
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat bersama dengan indeks Asia lainnya menyusul Wall Street yang ditutup positif.

IHSG, pada awal perdagangan Kamis (28/4/2011) menguat 17,42 poin atau 0,5 persen ke 3.822,35. LQ45 naik 2,71 poin atau 0,4 persen ke 683,37 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,62 poin atau 0,3 persen ke 529,05.

Menyusul indeks Amerika Serikat (AS) yang menguat, indeks Asia juga menguat kali ini. Hang Seng naik 144 poin ke 24.037, Nikkei naik 123 poin ke 9.815 dan Straits Times naik 9,24 poin ke 3.191.

Sektor pendukung indeks saham kompak bergerak menguat. Sektor perkebunan naik 2,59 poin atau 0,1 persen, sektor tambang naik 16,68 poin atau 0,5 persen, dan sektor keuangan naik 3,61 poin atau 0,7 persen.

Volume transaksi tercatat 339,6 juta saham senilai Rp348 miliar. Sebanyak 80 saham menguat, 27 saham melemah dan 81 saham stagnan.

Saham yang bergerak menguat (top gainers) adalah PT Astra International tbk (ASII) naik Rp500 ke Rp55.650, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp350 ke Rp40.700 dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp300 ke Rp47.450.

Sementara saham yang melemah (top lossers) adalah PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp450 ke Rp11.250, PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) turun Rp150 ke Rp18.500, dan PT SMART Tbk (SMAR) turun Rp100 ke Rp5.250.

Agung Podomoro Cetak Laba Bersih Naik 494%

INILAH.COM, Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan laba bersih naik 494% dari Rp28,80 miliar pada kuartal pertama 2010 menjadi Rp171,29 miliar pada kuartal pertama 2011.

Penjualan dan pendapatan usaha perseroan naik 155,54% dari Rp270,49 miliar pada kuartal pertama 2010 menjadi Rp691,24 miliar pada kuartal pertama 2011. Laba kotor perseroan naik menjadi Rp258,39 miliar pada kuartal pertama 2011 dari periode sama sebelumnya Rp85,45 miliar. Laba usaha perseroan dari Rp85,45 miliar pada kuartal pertama 2010 menjadi Rp258,389 miliar pada kuartal pertama 2011. Laba bersih per saham dasar dari Rp5 pada kuartal pertama 2010 menjadi Rp23 pada kuartal pertama 2011.

Aset perseroan turun dari Rp7,56 triliun pada kuartal pertama 2010 menjadi Rp7,41 triliun pada kuartal pertama 2011. Kas perseroan turun dari Rp1,86 triliun pada kuartal pertama 2010 menjadi Rp1,24 triliun pada kuartal pertama 2011. [cms]

Laba Bersih Bank Mayapada Anjlok 55% di Q1-2011

INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) mengalami penurunan laba bersih sebesar 55,2% pada kuartal I-2011 menjadi Rp25,39 miliar dari Rp52,21 miliar pada periode serupa 2010.

Dalan keterbukaan perseroan ke BEI, Kamis (28/4) dijelaskan penurunan laba bersih kuartal I-2011 ini dipicu ankloknya laba operasional perusahaan menjadi hanya Rp25,76 miliar dari periode serupa 2010 sebesar Rp52,37 miliar. Sementara beban operasional terjadi kenaikan menjadi Rp98,9 miliar pada kuartal I-2011 dari periode yang sama 2010 sbesar Rp70,2 miliar.

Kewajiban perseroan juga mencatatkan kenaikan menjadi Rp8,72 triliun pada kuartal I-2011 dari Rp8,62 triliun pada kuartal I-2010. Sementara ekuitas perseroan pada kuartal I-2011 tercatat sebesar Rp1,51 triliun.

Laba Bersih BWPT Naik 68% di Q1-2011

INILAH.COM, Jakarta - PT BW Plantation Tbk (BWPT) mencatatkan kenaikan laba bersih kuartal pertama 2011 menjadi Rp54,10 miliar atau naik 68% dari periode sama sebelumnya Rp32,19 miliar.

Kenaikan laba bersih diikuti dengan kenaikan pendapatan. Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan menjadi Rp172,54 miliar atau naik 55% pada kuartal pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp110,76 miliar. Beban pokok penjualan naik menjadi Rp48,19 miliar pada kuartal pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp44,12 miliar sehingga laba kotor perseroan menjadi Rp124,34 miliar pada kuartal pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp66,63 miliar. Demikian seperti dikutip dari laporan keuangan yang disampaikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Laba usaha perseroan naik menjadi Rp92,02 miliar pada kuartal pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp48,34 miliar. Laba bersih per saham dasar menjadi Rp13,40 pada kuartal pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp7,97.

Aset perseroan naik 53,30% dari Rp1,62 triliun pada kuartal pertama 2010 menjadi Rp2,49 triliun pada kuartal pertama 2011. Kas perseroan turun dari Rp153,74 miliar pada kuartal pertama 2010 menjadi Rp101,37 miliar pada kuartal pertama 2011. [cms]

UNTR Cetak Kenaikan Laba Bersih 42,7% di Q1-2011

INILAH.COM, Jakarta - PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan laba bersih naik 42,70% dari Rp908,56 miliar pada kuartal pertama 2010 menjadi Rp1,29 triliun pada kuartal pertama 2011.

Pendapatan perseroan naik 45,08% dari Rp8,71 triliun pada kuartal pertama 2010 menjadi Rp12,64 triliun pada kuartal pertama 2011. Laba kotor perseroan naik menjadi Rp2,23 triliun pada kuartal pertama 2011 dari periode sama sebelumnya Rp1,62 triliun. Demikian seperti dikutip dari laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

Laba usaha perseroan naik menjadi Rp1,70 triliun pada kuartal pertama 2011 dari periode sama sebelumnya Rp1,30 triliun. Laba bersih per saham dasar dari Rp273 per saham menjadi Rp390 pada kuartal pertama 2011. Jumlah aset perseroan naik menjadi Rp32,11 triliun pada kuartal pertama 2011 dari periode sama sebelumnya Rp29,70 triliun. Kas perseroan dari Rp1,34 triliun pada kuartal pertama 2010 menjadi Rp2,81 triliun pada kuartal pertama 2011. [cms]

Kuartal I, Laba Trikomsel Naik 95,8%

JAKARTA - PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO)mencatatkan laba bersih pada triwulan I-2011 sebesar Rp56,05 miliar, meningkat sebesar 95,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2010.

"Kenaikan laba bersih ini selain disebabkan oleh kenaikan pendapatan bersih perseroan juga disebabkan oleh meningkatnya marjin laba kotor Perseroan dari 11,1 persen pada triwulan I-2010 menjadi 12,6 persen pada triwulan I-2011," ungkap Direktur Utama TRIO Juliana Samudro dalam keterangan persnya,Jakarta,Kamis (28/4/2011).

Selain itu dari segi pendapatan bersih perseroan pada triwulan I-2011 ini tercatat sebesar Rp1,47 triliun yang mengalami peningkatan sebesar 14,4 persen dan laba kotor sebesar Rp184,73 miliar yang meningkat 30,1 persen dari periode yang sama tahun 2010.

Kontribusi terbesar dari pendapatan bersih pada triwulan I adalah penjualan telepon selular sebesar 83,8 persen, penjualan produk operator 13,6 persen dan mobile content (layanan purna jual lainnya) 2,6 persen.

Laba kotor dari segmen penjualan telepon selular meningkat dari Rp124,67 miliar menjadi Rp171,14 miliar atau naik sebesar 37,3 persen sedangkan laba usaha meningkat 67,2 persen dari Rp66,19 miliar triwulan I-2010 menjadi Rp107,15 miliar pada triwulan I-2011. Sedangkan EBITDA meningkat 68,6 persen dari Rp63,02 miliar menjadi Rp106,26 miliar.

Laba bersih per saham, ROA dan ROE Perseroan pada triwulan I-2011 tercatat masing-masing sebesar Rp13 per saham, 8,6 persen dan 24,7 persen. Sedangkan untuk triwulan I-2010 masing-masing sebesar Rp6 per saham, 6,0 persen dan 16,0 persen.

Pasar saham AS bullish, bursa Asia melejit 1,1% pagi ini

Pasar saham AS bullish, bursa Asia melejit 1,1% pagi ini
TOKYO. Pasar saham Asia melaju dan menggiring indeks regional ke level tertinggi hampir dalam dua bulan terakhir. Reli bursa Asia terjadi seiring kebijakan Federal Reserves yang mempertahankan bunga acuan di level rendah untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.

Indeks MSCI Asia Pasifik melesat 1,1% ke 139,27 pada pukul 9,53 pagi waktu Tokyo. Hampir tiga saham menguat berbanding setiap satu saham yang jatuh.

Adapun, indeks Nikkei 225 naik 0,8%, dan indeks Korea Selatan Kospi melaju 0,7%. Sementara, indeks New Zealand NZX 50 reli 0,4% setelah bank sentralnya menahan bunga acuan di level rendah untuk memastikan pemulihan di negara tersebut pasca gempa bumi dahsyat. Indeks Australia S&P/ASX 200 juga menguat 0,5%.

Beberapa saham yang mendukung reli indeks regional, diantaranya Honda Motor Co. yang 45% penjualannya dari Amerika Utara, naik 1,6% di Tokyo. Saham Hyundai Motor Co. melesat 3,9% di Seoul, Sementara Computershare Ltd. melonjak hingga 7,8% di Sydney.

Analis Tokai Tokyo Research Center Toshio Sumitani menyebut, AS akan melanjutkan kebijakan pelonggaran ekonomi seperti yang diekspektasikan pasar. "Pasar saham AS naik didukung kebijakan yang lebih longgar, dan harganya murah. Reli di pasar saham AS positif untuk pasar saham di kawasan lainnya," ujar Sumitani.

HRUM siapkan dana Rp 2,58 triliun untuk ekspansi

JAKARTA. PT Harum Energy Tbk (HRUM) menyiapkan dana hampir Rp 2,58 triliun untuk mengakuisisi tambang baru. "Target kami tahun ini adalah harus ada transaksi akuisisi," kata Direktur Utama HRUM Ray Antonio Gunara, Rabu (27/4).

Yang menjadi target akuisisi HRUM adalah tambang dengan cadangan batubara berkadar kalori sama dengan tambangnya terkini. "Fokusnya ke batubara dengan kalori medium di atas 5.000," kata Ray.

HRUM juga menetapkan syarat tambang yang akan dibeli haruslah berada di Kalimantan Timur. Maklumlah, perusahaan itu sudah membangun infrastruktur tambang di provinsi itu.

Sumber pendanaan akuisisi adalah pinjaman dari Bank DBS Ltd Singapura senilai US$ 180 juta atau Rp 1,56 triliun (dengan kurs US$ 1=Rp 8.700). HRUM juga menyiapkan kas sendiri senilai Rp 1,03 triliun.

Sumber dana internal lain yang menjadi andalan HRUM adalah uang hasil penjualan saham perdana. Dari total perolehan initial public offering (IPO) HRUM sudah mengalokasikan US$ 30 juta untuk belanja modal. Anggaran itu disiapkan untuk membiayai perluasan jalan angkut batubara, pembangunan dan penambahan unit mesin baru baru, eksplorasi serta pembangunan port baru.

Ray masih enggan menyebutkan besar tambang yang menjadi incaran. "Bisa saja memiliki cadangan 20 juta ton hingga 50 juta ton," tambah dia.

Cadangan batubara HRUM terkini 112,6 juta ton. Itu berasal dari konsesi yang dipegang ketiga anak perusahaannya, yaitu PT Mahakam Sumber Jaya, PT Santan Batubara serta
PT Tambang Batubara Harum.

HRUM menargetkan produksi tahun ini 10,4 juta ton, naik dibandingkan volume tahun lalu, 7,4 juta ton. Peningkatan produksi diharapkan datang dari Tambang Batubara Harum. "Produksi dari TBH tahun ini sekitar 500.000 ton," jelas Ray.

Mayoritas hasil produksi dijual HRUM ke luar negeri. China merupakan pembeli terbesar, dengan porsi 26% dari total penjualan ekspor HRUM. Berikutnya, Taiwan (24%) dan Korea Selatan (22%).

Bagi dividen

Kendati membutuhkan dana untuk ekspansi, HRUM tetap membagikan dividen tunai sebesar Rp 659,10 miliar. Jumlah ini setara dengan 80% dari laba bersih HRUM untuk 2010 yang mencapai Rp 823,9 miliar.

"Kami bagikan dividen Rp 244 per saham," tutur Ray. Sisa keuntungan di 2010 sebesar Rp 154,9 miliar dialokasi untuk menambah saldo laba atau retained earnings serta mendukung pengembangan usaha.

Iwan Cahyo, Analis First state Futures, menilai, wajar jika HRUM membagi dividen sampai 80% dari laba bersihnya. Ia memahami jika HRUM harus berutang untuk membiayai ekspansi, mengingat prospek batubara masih cerah. "Permintaan batubara dari luar negeri, terutama China, masih tinggi," kata dia. Itu sebabnya, Iwan menilai saham HRUM masih layak dikoleksi.

Herry Setyawan dari Indosukses Futures menambahkan, rencana akuisisi tambang baru akan berimbas positif terhadap kinerja HRUM. Sebab menurut Herry, akuisisi memungkinkan HRUM meningkatkan produksi. "Peningkatan pengeluaran hanya akan terjadi dalam jangka pendek saja," kata dia.

Herry memprediksi, harga batubara di pasar global masih berpeluang naik karena nilai tukar dollar AS sedang dalam tren pelemahan. Untuk mengatasi utang sekaligus membiayai ekspansi, Herry menilai HRUM harus bisa meningkatkan produksi di tambang lama.

PTBA Bertenaga ke Level Rp26.600

INILAH.COM, Jakarta - Laju saham PTBA untuk jangka pendek, menengah dan panjang diperkirakan terus naik. Sebab, growth profile emiten ini jauh lebih tinggi dibandingkan emiten lain. Targetnya dipatok di level Rp26.600.

Wakil Kepala Riset Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere potensi penguatan harga saham PT Tambang Bukit Asam (PTBA) untuk jangka pendek karena faktor ekspektasi dividen. Tapi, untuk jangka menegah panjang, saham PTBA sangat menarik.

Pasalnya, profil pertumbuhan (growt profile) emten ini jauh lebih tinggi dibandingkan emiten batu bara yang lain. “Saya menargetkan, untuk sementara harga PTBA di level Rp26.600. Ini merupakan target hingga akhir 2011,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (27/4).

Pada perdagangan Rabu (27/4) saham PTBA ditutup menguat Rp200 (0,90%) menjadi Rp22.400 dari posisi sebelumnya Rp22.200. Harga intraday tertingginya mencapai Rp22.500 dan terendah Rp22.250. Volume transaksi mencapai 2,1 juta unit saham senilai Rp49,05 miliar dan frekuensi 543 kali.

Tapi, lebih jauh Nico mengatakan, target Rp26.600 masih menunggu hasil kinerja keuangan kuartal I/2011 dan semester I/2011. Karena itu, bisa jadi target itu dinaikkan ke level Rp30.000 tahun ini sambil melihat perkembangan harga minyak. “Jika di kuartal I/2011, laporan kinerjanya di atas ekspektasi, target dari Rp26.600 akan dinaikkan ke level Rp30.000,” ujar Nico.

Nico memperkirakan, PTBA bakal mencatatkan kinerja yang positif untuk kuartal I/2011. Namun seberapa besar kenaikan tersebut sangat tergantung pada harga jual rata-rata dan tingkat produksinya. “Insya Allah akan positif. Sepertinya akan begitu,” imbuh Nico.

Sementara itu, menurutnya, target penguatan ke level Rp26.600, dengan mempertimbangkan produksi batu bara emiten ini yang mencapai 15 juta ton per tahun. Selain itu, PTBA juga membangun jalur khusus batu bara dengan panjang jalur sekitar 307 kilometer dengan kapasitas angkut 25 juta ton per tahun di Sumatera Selatan. “Kondisi itu, berkontribusi besar pada pertumbuhan perusahaannya,” ungkap Nico.

Dari sisi harga pun, valuasi PTBA masih moderat atau wajar di level 12-13 kali untuk foreward earning. Menurutnya, jika harga batu bara dan harga minyak terus menguat, saham ini masih potensial naik ke level valuasi 15-20 kali.

Untuk saat ini, ucap Nico, harga batu bara diproyeksikan bakal bergerak di kisaran US$120-130 per metrik ton hingga akhir 2011. Di sisi lain, harga minyak mentah dunia dalam pertengahan tahun ini setelah summer driving season dimulai, harga minyak bakal mengalami koreksi seperti biasanya.

Tapi, pada akhir 2011, harga minyak akan kembali mengalami penguatan. Karena itu, harga minyak bisa jadi turun terlebih dahulu ke level US$100-an per barel setelah mencapai US$115-120 per barel. “ Lalu, akhir 2011, harga minyak bisa kembali ke level US$110-120 per barel,” timpalnya.

Dalam situasi yang menguntungkan bagi PTBA, investor disarankan untuk menggunakan pola trading atau strategi buy on weakness. “Artinya, setiap terjadi pelemahan langsung beli,” tandasnya.

Dalam jangka pendek, PTBA berpeluang naik karena ekspektasi pembagian dividen sehingga akan diantisipasi oleh pelaku pasar. “Tapi, jika pertengahan tahun terjadi koreksi sehat, investor bisa melakukan pembelian di bawah Rp22.000,” imbuh Nico Omer. [mdr]

Dollar AS tumbang untuk pertamakali ke level US$ 1,48 terhadap euro

TOKYO. Nilai tukar dollar AS tumbang ke level terendahnya sejak Desember 2009 terhadap euro. Dollar merosot setelah Federal Reserves mempertahankan suku bunga acuan di level rendah, nol persen, untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi.

Dollar AS untuk pertama kalinya menyentuh level US$ 1,4814 per euro, pada pukul 9.12 waktu Tokyo. Semalam, mata uang utama dunia ini sudah tertekan di US$ 1,4788 per euro di New York, bahkan sebelumnya sempat menyentuh US$ 1,4796 per euro. Ini level terendahnya sejak Desember 2009.

Wakil presiden senior perdagangan valas di Mizuho Corporate Bank Ltd. Michiyoshi Kato menyebut, kebijakan The Fed dianggap sangat lunak dengan tingkat bunga acuan yang sepertinya akan cukup lama berada di level rendah. "Setiap orang mengambil risiko, yang mengarah pada penjualan dolar dan yen," ungkapnya.

Sementara, analis MF Global Holdings Ltd. Jessica Hoversen menyebut, pernyataan The Fed tidak cukup untuk mengubah kecenderungan pelemahan dollar. "The Fed yakin kebijakan yang akomodatif masih diperlukan. Ekspektasi inflasi jangka panjang masih stabil dan pertumbuhan masih rapuh," katanya.

Dollar AS tumbang, emas kembali cetak rekor sepanjang sejarah

NEW YORK. Emas mencetak rekor baru lagi setelah Federal Reserves menyebut akan mempertahankan suku bunga di level rendah untuk waktu yang cukup panjang. Keputusan bank sentral itu melemahkan nilai tukar dollar, sehingga mendongkrak daya tarik emas sebagai alternatif aset investasi.

Emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 0,9% ke US$ 1.517,1 per ons troy, pada pukul 1.48 dini hari di Comex, New York. Adapun, setelah penutupan di pasar AS, harga emas mencetak rekor baru sepanjang sejarah dengan naik 1,8% ke level US$ 1.530 per ons troy. Sementara, emas untuk pengiriman cepat melesat 1,6% dan mencatatkan rekor di US$ 1.529,68.

Sedangkan, dollar AS tumbang ke level terendahnya sejak Desember 2009 terhadap euro. The Fed menjaga suku bunga di kisaran nol hingga 0,25%, dan akan melanjutkan stimulus hingga Juni mendatang. Sementara, ECB sudah menaikkan bunga acuan bulan ini untuk menahan laju inflasi.

Frank Lesh trader dari FuturePath Trading LLC menyebut, pergerakan emas lebih dipicu oleh dollar. Tidak ada petunjuk apapun yang bisa mengarahkan kalau The Fed akan menaikkan bunga, sehingga orang membeli emas. "The Fed justru baru saja memberikan sinyal hijau untk membeli lebih banyak emas," sebutnya.

Sementara, analis Kingsview Financial Matthew Zeman menilai, tidak banyak yang bisa dilakukan The Fed untuk mengurangi pelemahan dollar. "AS akan berada di posisi belakang dalam siklus pengetatan ini, dan itu memberi lampu hijau untuk mengoleksi emas," imbuhnya.

Laba bersih KLBF naik 23,3% pada triwulan I 2011

JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) terus mengeruk untung. Selama tiga bulan pertama 2011 perusahaan farmasi tersebut mencetak laba bersih belum diaudit sebesar Rp 316 miliar. Angka ini naik 23,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 256 miliar.

Kenaikan laba bersih ini dipicu oleh peningkatan laba sebelum pajak, penurunan beban pajak dan penurunan nilai hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan.

Kenaikan laba bersih ini pun terkerek karena kenaikan penjualan bersih KLBF sebesar 7,5% menjadi Rp 2,35 triliun jika dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,19 triliun.

“Kalbe telah secara konsisten melaksanakan strategi peningkatan produktivitas biaya produksi dan efektivitas beban marketing, sambil meningkatkan pertumbuhan secara berkelanjutan melalui pengembangan portofolio bisnis,” kata Vidjongtius, Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan KLBF dalam rilisnya, Rabu (27/4).

Kenaikan pendapatan ini pun juga terlihat dari peningkatan laba kotor yang melejit 11% sepanjang 2011 menjadi Rp 1,22 triliun. Terkereknya laba kotor ini terjadi karena adanya efisiensi biaya dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Rasio laba kotor terhadap penjualan bersih meningkat dari 50,2% pada triwulan pertama 2010 menjadi 51,8% pada periode yang sama tahun ini. Beban usaha emiten yang memiliki kode saham KLBF ini meningkat sebesar 12,8% menjadi Rp 803 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 712 miliar.

Biaya penjualan meningkat 12,9% dari Rp 574 miliar pada tiga bulan pertama 2010 menjadi Rp 648 miliar. Peningkatan biaya penjualan terutama disebabkan oleh berbagai aktivitas penjualan yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan penjualan dalam jangka menengah dan panjang. Laba usaha mencatat peningkatan sebesar 7,9% menjadi Rp 417 miliar.

Sementara itu, divisi obat resep memberikan kontribusi sebesar 28,5% terhadap penjualan bersih yang mencapai Rp 671 miliar atau tumbuh 11%. Sedangkan divisi produk kesehatan memberikan kontribusi sebesar 18,2% terhadap total penjualan bersih. Jika sebelumnya divisi ini hanya menyumbang Rp 375 miliar, tahun ini meningkat menjadi Rp 428 miliar alias naik 14,1%.

Divisi Nutrisi pun memberikan kontribusi sebesar 22,9% terhadap total penjualan bersih Kalbe dan mencatat peningkatan yang menggembirakan sebesar 19,7% menjadi Rp 538 miliar. Divisi distribusi dan logistik telah memberikan kontribusi sebesar 30,4% dengan tercatat sebesar Rp 715 miliar. Sayangnya angka tersebut turun sebesar 5,8%. Hal ini disebabkan oleh hilangnya kontribusi penjualan divisi kemasan sebagai akibat dari divestasi atas PT Kageo Igar Jaya yang merupakan anak perusahaan Kalbe yang bergerak di bidang pengemasan.

Yen Dongkrak Bursa Jepang Awal Perdagangan

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang meningkat pada awal perdagangan, Kamis (28/4) dengan beberapa saham eksportir diuntungkan dari melemahnya yen semalam.

Indeks Nikkei Stock Average naik 0,4% menjadi 9,725.88, sedangkan Topix naik 0,4% menjadi 843,03, terbantu penguatan dolar AS ke level 82 yen. Saham eksportir teknologi naik, dengan Renesas Electronics Corp naik 1,6%, dan Hitachi Ltd menguat 2,4%.

Saham Sharp Corp naik 1,8% setelah perusahaan melaporkan kenaikan laba yang kuat pada tahun fiskal yang berakhir Maret. Panasonic Corp naik 1,7%, karena berita pemangkasan pekerjaan telah sebagian besar telah terfaktorkan pada saham. Tetapi saham Sony Corp turun 3,5%, melanjutkan koreksi sesi sebelumnya akibat kekhawatiran tentang pelanggaran keamanan data pelanggan PlayStation.

Penguatan saham terjadi meskipun data menunjukkan produksi industri Jepang turun dengan rekor 15,3% pada Maret, akibat gempa dan tsunami. [ast]

Saham SIPD Berpotensi Menuju Rp150

INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Sierad Produce Tbk (SIPD) berpeluang untuk terkerek ke level Rp150 dalam waktu dekat.

Ada kabar bahwa perseroan berhasil meraih dana segar dari sindikasi bank lokal. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk ekspansi perseroan tahun ini. Selain itu, perusahaan pakan ternak terbesar di Indonesia ini juga dikabarkan tengah menjajaki akuisisi perusahaan.

Pada perdagangan kemarin saham SIPD ini ditutup stagnan di level Rp56.

Lanjutkan Kenaikan, Pilih Saham Bank-CPO

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia Kamis (28/4) diperkirakan terus menguat. Saham dari sektor perkebunan dan perbankan bisa jadi pilihan.

Ryan Aryadi, analis dari Dongsuh Sekuritas mengatakan, IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan penguatan. “Meski volume perdagangan masih netral, tidak tinggi, namun peluang IHSG untuk kembali mencetak level tertinggi baru terbuka,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, sentimen positif berasal dari beberapa faktor, salah satunya kinerja emiten kuartal pertama yang bagus, terutama sektor perbankan yang masih bisa membukukan net interest margin positif dan mengejar pertumbuhan kredit.

Selain itu sektor perkebunan CPO juga mulai di-rerating, karena dengan produksi kuartal pertama yang naik dan meningkatnya average selling price (ASP) CPO, harga saham-saham sektor ini masih relatif stagnan.

Sedangkan ekspektasi deflasi April, kembali membuat Bank Indonesia tidak perlu menaikkan suku bunga. Hal ini karena BI punya amunisi lain untuk meredam inflasi, “Yaitu dengan apresiasi rupiah,” katanya.

Bagaimanapun, imbuh Ryan, penguatan IHSG belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berkapitalisasi besar. Sehingga peluang trading bagi investor sifatnya masih jangka pendek dan diwarnai aksi profit taking .

Di tengah situasi ini, ia merekomendasikan beberapa saham. Salah satunya BW Plantation (BWPT). Hal ini karena perusahaan yang solid, dan berencana ekspansi produksi hingga 10 ribu meter/tahun, mayoritas lahannya adalah kebun inti.

Saham CPO lain yang disarankan adalah Astra Agro Lestari (AALI), terutama karena volume penjualan bertumbuh dengan trend harga CPO terus meningkat.

Sedangkan untuk sektor perbankan, pilihannya adalah Bank Mandiri (BMRI). Menurutnya, dengan modal kuat dari hasil right issue dan dan penawaran saham perdana (IPO) Garuda, ekspansi kredit perseroan tidak bermasalah. “Apalagi suku bunga masih rendah tahun ini, “tutupnya.

Pada perdagangan Kamis (28/4), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 30,06 poin (0,8%) ke 3.804,93. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,382 miliar lembar saham senilai Rp 3,768 triliun dan frekuensi 121.463 kali.

Sebanyak 137 saham naik, 81 saham turun, dan 106 saham stagnan. Penguatan bursa didukung aksi beli asing, yang mencatatkan transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp332 miliar. Dimana transaksi beli mencapai Rp1,084 triliun dan transaksi jual sebesar Rp752 miliar. [mdr]

Lanjutkan Kenaikan, Pilih Saham Bank-CPO

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia Kamis (28/4) diperkirakan terus menguat. Saham dari sektor perkebunan dan perbankan bisa jadi pilihan.

Ryan Aryadi, analis dari Dongsuh Sekuritas mengatakan, IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan penguatan. “Meski volume perdagangan masih netral, tidak tinggi, namun peluang IHSG untuk kembali mencetak level tertinggi baru terbuka,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, sentimen positif berasal dari beberapa faktor, salah satunya kinerja emiten kuartal pertama yang bagus, terutama sektor perbankan yang masih bisa membukukan net interest margin positif dan mengejar pertumbuhan kredit.

Selain itu sektor perkebunan CPO juga mulai di-rerating, karena dengan produksi kuartal pertama yang naik dan meningkatnya average selling price (ASP) CPO, harga saham-saham sektor ini masih relatif stagnan.

Sedangkan ekspektasi deflasi April, kembali membuat Bank Indonesia tidak perlu menaikkan suku bunga. Hal ini karena BI punya amunisi lain untuk meredam inflasi, “Yaitu dengan apresiasi rupiah,” katanya.

Bagaimanapun, imbuh Ryan, penguatan IHSG belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berkapitalisasi besar. Sehingga peluang trading bagi investor sifatnya masih jangka pendek dan diwarnai aksi profit taking .

Di tengah situasi ini, ia merekomendasikan beberapa saham. Salah satunya BW Plantation (BWPT). Hal ini karena perusahaan yang solid, dan berencana ekspansi produksi hingga 10 ribu meter/tahun, mayoritas lahannya adalah kebun inti.

Saham CPO lain yang disarankan adalah Astra Agro Lestari (AALI), terutama karena volume penjualan bertumbuh dengan trend harga CPO terus meningkat.

Sedangkan untuk sektor perbankan, pilihannya adalah Bank Mandiri (BMRI). Menurutnya, dengan modal kuat dari hasil right issue dan dan penawaran saham perdana (IPO) Garuda, ekspansi kredit perseroan tidak bermasalah. “Apalagi suku bunga masih rendah tahun ini, “tutupnya.

Pada perdagangan Kamis (28/4), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 30,06 poin (0,8%) ke 3.804,93. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,382 miliar lembar saham senilai Rp 3,768 triliun dan frekuensi 121.463 kali.

Sebanyak 137 saham naik, 81 saham turun, dan 106 saham stagnan. Penguatan bursa didukung aksi beli asing, yang mencatatkan transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp332 miliar. Dimana transaksi beli mencapai Rp1,084 triliun dan transaksi jual sebesar Rp752 miliar. [mdr]

Pernyataan Bernanke Dukung Wall Street

Headline
INILAH.COM, New York - Indeks saham Nasdaq naik ke level tinggi dalam 10 tahun terakhir diikuti indeks saham lainnya pada penutupan perdagangan saham Rabu (27/4). Penguatan ini setelah pimpinan The Fed Ben Bernanke tidak menyatakan apa-apa yang mempengaruhi optimisme terhadap outlook.

Chief Investment Officer OmniVest mengatakan, The Fed mengundang aset inflasi yang sebagaimana terefleksi pada harga saham. Kebijakan The Fed menyatakan, program pembelian surat utang senilai US$600 miliar akan dipenuhi sesuai jadwal pada Juni.


Bernanke menuturkan, ada sedikit momentum pada ekonomi dan melihat angka kecil kemungkinan di bawah 2% untuk pertumbuhan gross domestic product dalam kuartal pertama tahun ini. Hal itu mengindikasikan The Fed lebih menyukai menjaga inflasi. Demikian seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Saham bioteknologi mendorong Nasdaq, saham Regeneron Pharmaceuticals Inc ke level US$67,05 setelah Zaltrap akan mengembangkan Sanofi Aventis. Indeks NYSEArca biotechnology naik 2,8%.

Indeks Dow Jones naik 95,59 poin atau 0,76% ke level 12.690,96. Indeks S&P naik 8,42 poin atai 0,62% ke level 1.355,66. Indeks Nasdaq naik 22,34 poin atau 0,78% ke level 2.869,88.

General Electric naik 2,7% ke level US$20,65 setelah direktur keuangan menyatakan, pertumbuhan keuntungan GE akan lebih cepat pada tahun berikutnya. Saham Boeing Co, Whirlpool Inc bergerak lebih tinggi setelah konsensus analis lebih tinggi. Saham Boeing naik 0,8% ke level US$76,12.
Saham Whirlpool naik 0,9% ke level US$88,65 dan WellPoint naik 3,5% ke level US$75,54. Starbucks Corp memperingati kenaikan harga minyak dan bahan baku akan mempengaruhi pendapatan. Saham ini turun 1,8% ke level US$35,64.

Volume perdagangan saham sebesar 7,59 miliar saham di bursa saham New York, NYSE Amex dan Nasdaq di bawah rata-rata harian sebesar 7,73 miliar. [hid]

APLN Miliki Keunggulan di Land Bank


INILAH.COM, Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) memiliki keunggulan di land bank atau tanah yang sedikit dibandingkan development lain di dunia properti.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities kemarin. APLN memiliki kiat untuk tidak terlalu lama untuk memegang Land Bank yang mereka baru akuisisi. "Dari informasi yang kami terima dari pihak manajemen, perusahaan biasanya sudah memulai proyek yang barunya dari land-bank yang diakuisisi paling lama 3-6 bulan setelahnya," tulis riset tersebut.

Perseroan berhasil melebarkan sayapnya ke wilayah pinggiran dengan menguasai lahan seluas 47 hektare di Karawang. Untuk itu perseroan siap mengakuisisi lahan baru. Hal ini menunjukan perseroan tidak hanya fokus di wilayah Jabodetabek saja. Ini menjadi tantangan perseroan untuk mempertahankan keberhasilan penjualan seperti di Kuningan City, Central Park dan Gading Nias.

Apalagi proses akuisisi ini sudah berjalan 90% dan dapat dipastikan dalam waktu dekat akan segera terealisasi. Perseroan pun sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa perusahaan guna melakukan akuisisi lainnya.

Stok bensin AS turun tajam, harga minyak kembali melejit

Stok bensin AS turun tajam, harga minyak kembali melejit
NEW YORK. Minyak mentah reli di New York setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) melaporkan stok bensin turun ke level terendah sejak Agustus 2009. Ini merupakan reli minyak untuk hari yang kedua.

Kontrak minyak WTI untuk pengiriman Juni naik 0,6% ke US$ 113,40 per barel di pasar elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak yang sama berada di level US$ 113,24, pada pukul 8.51 pagi waktu Sydney. Sedangkan, minyak Brent untuk penyelesaian Juni naik 0,8%, dan mengakhiri sesi perdagangan di ICE Futures Europe pada posisi US$ 125,13 per barel, kemarin.

Kenaikan harga minyak mentah ini terjadi setelah Departemen Energi menyebutkan, stok bensin turun 2,51 juta menjadi 205,6 juta barel per pekan lalu. Padahal survei analis yang dilakukan Bloomberg hanya memprediksi penurunan sekitar 1 juta barel, pada pekan lalu.

Kepala analis IAF Advisors Kyle Cooper menyebut, pasokan bensin dipastikan melemah. Dengan pasokan bensin yang berkurang, dan harga naik, penyulingan akan membeli lebih banyak minyak. "Mereka akan membayar lebih banyak untuk mengambil pengiriman ekstra minyak mentah, karena tahu bahwa mereka akan mendapat penghasilan lebih besar dari pengolahan minyak menjadi bensin," ujarnya.

Reli harga emas hitam ini juga didukung pengumuman The Fed yang menjaga suku bunga acuan di level rendah untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi. Bank sentral juga menyebut sepertinya percepatan inflasi hanya bersifat sementara.

"Baiknya BI Rate Naik 25 Bps Lagi"

JAKARTA - Suku bunga atau BI Rate saat ini dinilai masih rendah dibandingkan dengan kenaikan harga komoditas di dunia.

"BI memang mengontrol dengan penguatan rupiah untuk menekan inflasi, tapi kalau diperhatikan penguatan rupiah masih kecil ketimbang kenaikan harga komoditas," ungkap AVP Analist PT ICRA Indonesia Haryo Koconegoro, di Jakarta, Rabu (27/4/2011).

Dia menambahkan, baiknya BI harus menaikkan suku bunga 25 bps lagi dan ini juga tidak akan berpengaruh terhadap suku bunga perbankan karena ketatnya persaingan bank.

"BI akan lakukan peningkatan suku bunga 25 bps. Menurut saya BI menaikkan suku bunga, tidak berpengaruh kepada kredit perbankan," pungkasnya.

The Fed pertahankan bunga di level rendah, Dow Jones dan S&P 500 melesat

The Fed pertahankan bunga di level rendah, Dow Jones dan S&P 500 melesat
NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) melaju setelah Federal Reserves mempertahankan suku bunga di level rendah. Indeks Standard & Poor's 500 reli 0,6% ke 1.355,66, pada pukul 4 sore di New York, sementara, Dow Jones Industrial Average naik 0,8% ke 12.690,96.

The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran nol hingga 0,25%, dan berjanji menjaga bunga acuan tetap di level sangat rendah untuk jangka waktu yang panjang. Hal itu dilakukan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Selain itu, bank sentral AS juga menyebutkan percepatan inflasi yang terjadi saat ini kemungkinan hanya bersifat sementara.

Kepala investasi First Citizens Bancshares Inc. Eric Teal menyebut, keputusan The Fed itu melegakan. Menurutnya, bank sentral bersikap hati-hati, setidaknya hingga tahun ini berakhir dan awal ahun depan, pasar akan melihat kebijakan yang akomodatif. Selain itu, ada persepsi sinyal inflasi cukup terkendali pada saat ini. "Sebelum pengumuman tersebut, ada juga rilis laba perusahaan yang positif, sehingga kombinasi kedua sentimen itu mengangkat pasar modal saat ini," ujarnya.

Bernanke menyebut akan mengakhiri program stimulus US$ 600 milyar pada Juni nanti. Berakhirnya program ini dinilainya tidak akan berdampak signifikan pada pasar keuangan atau ekonomi. Dia juga menyebut ada kemungkinan bank sentral akan melanjutkan kembali stimulus setelah Juni. Semalam, pasca pertemuan berakhir, Federal Open Market Committee mengatakan, pemulihan ekonomi berjalan pada kecepatan sedang dan kondisi secara keseluruhan di pasar tenaga kerja meningkat secara bertahap.

Sentimen positif juga datang dari para emiten. Sekitar 77% dari 197 perusahaan dalam S&P 500 yang merilis laporan laba sejak 11 April lalu menunjukkan kinerjanya melebihi perkiraan pasar.

Beberapa saham yang berhasil melesat diantaranya, General Electric Co. yang naik 2,7% setelah menyebut akan meningkatkan dividennya. Moody's Corp. reli 6,7% setelah labanya melampaui prediksi pasar. Peritel online terbesar di dunia Amazon.com Inc. melesat 7,9% setelah merilis angka penjualannya yang melampaui prediksi dan Deutsche Bank AG meningkatkan estimasi harga sahamnya.