Selasa, 31 Mei 2011

Baht perkasa seiring spekulasi kenaikan suku bunga acuan Thailand

Baht perkasa seiring spekulasi kenaikan suku bunga acuan Thailand
BANGKOK. Sudah empat hari belakangan, pergerakan baht Thailand menguat. Di pasar mata uang beredar spekulasi kalau bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga acuan keempat kalinya tahun ini untuk menahan laju inflasi.

Sekitar 16 ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi, the Bank of Thailand akan menaikkan suku bunga sebesar 0,25 basis poin menjadi 3% pada pertemuan besok.

"Sudah sangat jelas kalau Thailand saat ini sudah bekerja sangat baik dalam menekan laju inflasi. Sepertinya, pada minggu ini akan ada kenaikan suku bunga, di mana bank sentral Thailand akan melakukan pengetatan kebijakan dalam beberapa bulan ke depan," jelas Christopher Gothard, head of foreign exchange Brown Brothers Harriman (Hongkong) Ltd.

Pada pukul 13.01 waktu Bangkok, baht menguat 0,1% menjadi 30,30 per dollar.

MBTO sepakati kontrak manufakturing dengan perusahaan Jepang

MBTO sepakati kontrak manufakturing dengan perusahaan Jepang
JAKARTA. PT Martina Berto Tbk (MBT0) melalui anak usahanya PT Cedefindo mengantongi kontrak manufacturing produk eye refreshner dengan perusahaan asal Jepang.

"Kami melakukan MoU dengan PT Osimo untuk kontrak manufacturing eye refreshner bulan Mei ini. Sudah mulai trial," ujar Direktur Promosi MBTO Anita Dwiyana, Selasa (31/5).

Produk tersebut nantinya akan dipasarkan oleh PT Osimo di Jepang. Adapun jumlah unit yang akan diproduksi sebagai tahap awal sebanyak 1,5 juta unit. Anita enggan menyebut nilai kontrak tersebut. Namun, sebagai gambaran harga produk tersebut nantinya berkisar Rp 10.000-Rp15.000 per unit.

Sekedar mengingatkan, MBTO juga baru saja mendirikan joint venture bernama Eastern Beautypelago di Singapura. Modal untuk pendirian anak usaha ini sebesar US$ 1 juta.

Direktur Pemasaran MBTO Samuel E Pranata menambahkan, perseroan tahun ini menargetkan akan meluncurkan sekitar 50 produk baru. "Kontribusi produk baru ini diharapkan bisa 5% terhadap total pendapatan tahun ini," kata Samuel.

MBTO bagi dividen Rp 10,7 miliar Juli mendatang

MBTO bagi dividen Rp 10,7 miliar Juli mendatang
JAKARTA. PT Martina Berto Tbk (MBT0) akan membagikan dividen sebesar 29,1% dari laba bersih 2010. Nilai dividen tersebut sebesar Rp 10,7 miliar atau setara Rp 10 per saham.

"Adapun recording date dividen MBTO adalah 8 Juli 2011 dan pembagian dividen akan dilakukan pada 22 Juli 2011," ujar Direktur Keuangan MBTO Handiwidjaja usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan MBTO, Selasa, (31/5).

Sepanjang tahun lalu laba bersih 2010 MBTO naik sebesar 65,4% menjadi Rp 36,764 miliar dibandingkan 2009. Setelah dipangkas dividen, sisa dari laba bersih digunakan sebagai dana cadangan Rp 500 juta dan sisanya sebagai saldo laba ditahan.

Wah, asing mendominasi penjualan bluechips di sesi I

Wah, asing mendominasi penjualan bluechips di sesi I
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup dengan penurunan tipis 0,07%. Aksi jual saham bluechips oleh sejumlah broker menjadi salah satu penyebab melorotnya indeks. Siapa saja emiten yang menahan pergerakan indeks di sesi I?

- PT Astra International (ASII)

Saham ASII tercatat turun 0,17% menjadi Rp 58.950 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini adalah Kim Eng Securities senilai Rp 41,41 miliar, RBS Asia Securities senilai Rp 33,09 miliar, dan Credit Suisse Securities senilai Rp 31,31 miliar.

- PT Bank Central Asia (BBCA)

Saham BBCA tercatat turun 0,70% menjadi Rp 7.050 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini adalah CLSA Indonesua senilai Rp 7,09 miliar, Credit Suisse senilai Rp 3,77 miliar, dan Kim Eng Securities senilai Rp 1,49 miliar.

- PT Bumi Resources (BUMI)

Saham BUMI tercatat turun 1,48% menjadi Rp 3.325 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini adalah Credit Suisse senilai Rp 50,69 miliar, Samuel Sekuritas senilai Rp 18,96 miliar, dan Lautandhana Securities senilai Rp 11,46 miliar.

- PT Bank Negara Indonesia (BBNI)

Saham BBNI tercatat turun 0,65% menjadi Rp 3.825 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini adalah Deutsche Securities senilai Rp 12,29 miliar, Macquarie Capital senilai Rp 6,53 miliar, dan Kim Eng Securities senilai Rp 5,67 miliar.

- PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP)

Saham INTP tercatat turun 1,75% menjadi Rp 16.850 di sesi I. Sejumlah broker yang melepas kepemilikannya atas saham ini adalah Credit Suisse Securities senilai Rp 7,85 miliar, JPMorgan Securities senilai Rp 2,84 miliar, dan Merrill Lynch senilai Rp 593,33 juta.

Pilihan Saham Untuk Dua Jenis Investor

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan IHSG hingga penutupan akan konsolidasi. Saham lapis dua bisa dipilih untuk investor agresif. Tapi saham batu bara dan bank lebih cocok untuk investor yang sabar.

Pada sesi pertama perdagangan Selasa (31/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 2,68 poin (0,07%) ke level 3.823,454. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang juga koreksi terbatas 0,55 poin (0,08%) ke angka 680,13.
Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 3,978 miliar lembar saham, senilai Rp2,398 triliun dan frekuensi 62.119 kali. Sebanyak 79 saham menguat, sedangkan 108 saham melemah dan 119 saham stagnan.
Pelemahan indeks sesi pertama, juga diwarnai aksi jual asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp100,7 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp624,2 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp 725,02 miliar.
Sektor saham bergerak variatif hari ini. Sektor pertambangan melemah 0,33% disusul peroperti 0,11%, aneka industri 0,08% dan industri dasar turun tipis 0,07%. Sedangkan perkebunan dan konsumsi masing-masing naik 0,14%, disusul sektor infrastruktur yang positif 0,11% dan keuangan 0,02%. Sementara itu, sektor perdagangan dan manufaktur ditransaksikan stagnan.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu memperkirakan, laju indeks domestik hingga penutupan sore nanti akan konsolidasi. Indeks akan bergerak dalam kisaran 3.820 hingga 3.835. “Support indeks berada di level 3.820 dan 3.850 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (31/5).

Menurutnya, konsolidasinya indeks hari ini karena faktor suasana libur Kamis (2/6). Lalu, pada Jumat (3/6), meski market tidak libur, merupakan hari ‘kejepit’ dan cuti bersama bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Karena itu, pelaku pasar cenderung berlibur sehingga transaksi di market cukup sepi,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, pelaku pasar hari ini tidak terlalu agresif dalam transaksi mereka. Hal ini bisa dilihat dari laju berbagai saham yang variatif, 80 saham menguat dan 109 melemah. Karena itu, pelaku pasar lebih memilih wait and see menunggu arah market selanjutnya terutama Dow Jones. “Apalagi, bursa AS semalam libur memperingati memorial day,” paparnya.

Irwan memperkirakan, market baru akan kembali rame pekan depan. Sebab, walaupun Jumat (3/6) indeks buka, tapi besok, pelaku pasar cenderung sudah cuti. Pasar juga menantikan pergerakan bursa Eropa. “Kemarin sempat positif, tapi tipis sehingga transaksinya pun cenderung tipisdi sesi Eropa,” paparnya.

Dalam situasi ini, Irwan merekomendasikan positif saham-saham second liner untuk tipikal pelaku pasar yang agresif bermain cepat. Sedangkan investor yang cukup bersabar bisa memilih saham-saham di sektor batu bara dan perbankan yang sudah mendekati level support. “Sebab, pekan depan, saham-saham tersebut bisa memberikan return 10%-an,” ucap Irwan.

Saham-saham pilihannya adalah PT Bakti Investama (BHIT), PT Alam Sutera Realty (ASRI), PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). “Trading buy saham-saham itu,” tutur Irwan.

Lalu, PT Indika Energy (INDY), PT Adaro Energy (ADRO), PT Tambang Bukit Asam (PTBA), PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Antam (ANTM). “Saya sarankan buy,lalu hold,” ungkapnya.

PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT BFI Finance (BFI) dan PT AKR Corporindo (AKRA). “Buy on support saham-saham tersebut dan jual jika sudah mendekati resistance di pekan depan,” imbuh Irwan.[ast]

Pertambangan Seret IHSG Sesi I Ditutup turun 0,07%

INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (31/5) sesi I ditutup turun 2,6 poin atau 0,07% ke 3.823,45. Volume perdagangan mencapai 3,9 miliar saham senilai Rp2,3 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 109 saham turun, 79 saham naik dan 119 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp100,7 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp624,2 miliar dan penjualan asing sebesar Rp725,02 miliar.

Untuk indeks JII turun 2,04 poin ke 531,44, indeks ISSI turun 0,4 poin ke 123,91 dan indeks LQ45 turun 0,6 poin ke 681,29. Pelemahan indeks dipengaruhi penurunan sektor pertambangan turun 16,4 poin ke 3.249,969. disusul sektor perkebunan turun 17,2 poin ke 2.392,108.

Indeks tidak dapat mempertahankan penguatan setelah dibuka Selasa pagi dan terus tertekan ke zona negatif. Level tertinggi sesi I masih di zona positif 3.838,52 dan level terendah di level 3,89,31.

Sesi I Bergerak Fluktuatif, IHSG Tersandung 2 Poin ke Zona Merah

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dan ditutup melemah tipis 2 poin di tengah volume perdagangan yang moderat. Investor masih lakukan aksi tunggu menanti keluarnya data inflasi besok.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 12,296 poin (0,32%) ke level 3.838,433. Indeks terbantu bursa-bursa Asia yang menghijau di pagi hari tadi.

Setelah naik cukup tinggi hingga ke level 3.838,517, IHSG langsung ambles ke zona merah akibat profit taking. Kemudian indeks berfluktuatif dan bergerak di antara zona merah dan hijau.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (31/5/2011), IHSG menipis 2,683 poin (0,08%) ke level 3.823,545. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 0,553 poin (0,09%) ke level 680,130.

Koreksi terbanyak diderita saham-saham tambang akibat terkena aksi ambil untung. Indeks sektoral di lantai bursa bergerak mixed dengan kecenderungan melemah.

Investor masih melakukan aksi tunggu sambil menunggu keluarnya data inflasi yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) esok hari sebelum kembali menanamkan modalnya di bursa saham.

Perdagangan pun berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 62.119 kali pada volume 3,937 miliar lembar saham senilai Rp 2,788 triliun. Sebanyak 79 saham naik, 108 saham turun, dan 119 saham stagnan.

Bursa Jepang masih memimpin penguatan di bursa regional menyusul prediksi meningkatkan ekspor setelah pemulihan krisis di Eropa. Sementara saham-saham di bursa China melemah tipis seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap lambatnya perekonomian setempat.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 3,50 poin (0,13%) ke level 2.702,86.
  • Indeks Hang Seng naik 213,93 poin (0,92%) ke level 23,398.25.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 136,14 poin (1,43%) ke level 9.641,11.
  • Indeks Straits Times naik tipis 9,85 poin (0,31%) ke level 3.150,45.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 1.800 ke Rp 26.500, Merck (MERK) naik Rp 500 ke Rp 101.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 43.800, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 23.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 46.950, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 21.100, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 300 ke Rp 16.850, dan Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 16.850.

(ang/qom)

ENRG tidak Bagikan Dividen

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) tidak membagikan dividen 2010.

"Sampai saat ini profit di reinvest untuk peningkatan perkembangan perusahaan, kinerja laba bersih juga membaik di mana kita lost Rp1,7 triliun pada 2009 dan lost Rp62 miliar pada 2010," kata Direktur Utama ENRG, Imam Agustino seusai RUPST ENRG di Jakarta, Selasa (31/5).

Dalam RUPST ENRG ini juga mengangkat direktur baru yaitu Syailendra Bakrie dan menyetujui produksi, laporan keuangan 2010, dan akuntan publik pada 2011. Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp62,31 miliar dan penjualan bersih sebesar Rp1,24 triliun pada 2010. [hid]

Bursa Jepang Pimpin Kenaikan Bursa Asia

Headline
INILAH.COM, Sydney - Bursa Asia melaju pada perdagangan Selasa (31/5) yang dipimpin bursa Jepang karena peningkatan produksi dan bursa China yang positif.

Indeks Nikkei naik 1,2% ke 9.615,54 ditopang saham teknologi seperti Sony Corp dan Sharp Corp. Produksi manufaktur Jepang naik 1% pada bulan April. Data ini sebagai tanda-tanda akan memulihkan perekonomian. Data menunjukan produksi manufaktor meningkat 8% pada bulan Meidari perkiraan sebelumnya 2,7%, yang dikutip dari yahoo.finance.com.

"Produski manufakur berbalik positif, itu sebagai hal yang positif," kata Naomi Fink, analis di Jefferies. Untuk pasar uang, dolar AS naik 0,2% menjadi 81,05 yen. Pelemahan yen membantu perusahaan eksportir. Sedangkan euro naik 0,6% menjadi US$1,43. Sementara bursa Hong Kong melanjutkan penguatan untuk delapan sesi yang dipicu sektor keuangan, utilitas listrik dan saham sumber daya.

Indeks Hang Seng naik 0,9% ke 23.385 dan indeks naik 0,4% menjadi 2.716,61. Utilitas power mendapat dorongan dari keputusan Beijing untuk meningkatkan tarif listrik di beberpa provinsi di China. Saham Huadian Power International Corp naik 2,9% dan Huaneng Power International Inc naik 2% di indeks Shanghai.

Rumornya, Laporan Keuangan BUMI Naik Luar Biasa

INILAH.COM, Jakarta – Meski diprediksi sideways, laju saham BUMI Selasa (31/5) cenderung menguat. Sebab, kinerja emiten kuartal I/2011 dirumorkan mengalami kenaikan yang luar biasa. Saatnya akumulasi!

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, sideways-nya pergerakan PT Bumi Resources (BUMI)di sesi pagi,semata karena pasar menantikan laporan keuangannya. Tapi, ini juga bukan berarti market merespon negatif atas kinerja emiten yang akan dirilishari ini.

Rumornya, lanjut Willy, laporan keuangan saham sejuta umat ini mengalami kenaikan yang luar biasa. Di sisi lain, pasar juga mengantisipasi listing BUMI Inc di bursa London pada 17 Juni mendatang. “Itu tidak lama lagi sehingga jadi katalis investor untuk mengincar saham ini,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (31/5).

Pada pukul 09:45 WIB, saham BUMI diperdagangkan melemah Rp25 (0,74%) ke level Rp3.350 dari posisi kemarin 3.375. Harga intraday tertingginya mencapai 3.375 dan terendah Rp3.350. Volume transaksi mencapai 23,4 juta unit saham senilai Rp39,2 miliar dan frekuensi 283 kali.Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah dibuka melemah ke level Rp3.350, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham BUMI hingga penutupan sore nanti?

Berpotensi sidewaysdengan kecenderungan menguat hari ini. Sebab, pasar menanti dirilisnya laporan keuangan BUMI untuk kuartal I/2011. Jika tidak ada aral melintang, perseroan akan mengumumkannya hari ini.Sebab, hari ini merupakan hari terakhir di bulan Mei. Karena itu, di sesi pagi, saham ini masih bergerak flat pada level Rp3.350-3.375.

Akan bergerak di kisaran berapa?

Hingga sore, saham BUMI akan mengarah ke level resistance Rp3.425 dan Rp3.325 sebagai level support-nya. Meski mendatar, pergerakan saham BUMI akan cenderung mengaut ke arah resistance hingga penutupankarena laporan keuangannya sangat dinanti banyak orang.

Selain faktor laporan keuangan?

Potensi penguatan saham BUMI,juga karena pasar akan mengantisipasi listing BUMI Inc di bursa London pada 17 Juni mendatang. Itu tidak lama lagi sehingga jadi katalis investor untuk mengincar saham batu bara ini.

Bagaimana dengan harga minyak dan batu bara?

Harga komoditas minyak mentah dunia dan harga batu bara, masih stabil sehingga pengaruhnya netral ke saham BUMI. Harga minyak tidak jauh dari level US$96-105 per barel.Harga minyak saat ini di level US$100,59 per barel. Begitu juga dengan harga batu bara yang masih stabil di kisaran US$120 per metrik ton. Karena itu, harga komoditas berpengaruh netral pada saham ini. Yang paling berpengaruh saat ini adalah laporan kinerja emiten.

Sideways-nya saham BUMI di sesi pagi semata karena pasar menantikan laporan keuangannya itu. Tapi, ini juga bukan berarti market merespon negatif atas kinerja emiten yang akan dirilis. Rumornya, laporan keuangan saham sejuta umat ini mengalami kenaikan yang luar biasa.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Karena itu, saya rekomendasikan akumulasi beli saham BUMI. [ast]

Harga minyak sudah melaju selama dua hari terakhir

Harga minyak sudah melaju selama dua hari terakhir
SINGAPURA. Sudah dua hari belakangan, kontrak harga minyak dunia melaju. Sejumlah sentimen mendorong lonjakan harga minyak. Diantaranya, adanya kebocoran mengharuskan adanya penutupan kilang minyak Keystone yang membawa cadangan minyak ke tempat penyimpanan terbesar di AS. Selain itu, kenaikan harga minyak juga dipicu oleh adanya spekulasi kenaikan tingkat kepercayaan konsumen AS ke level tertinggi dalam tiga bulan.

"Pelaku pasar lebih melihat faktor bullish dibanding bearish pada pasar minyak seiring dengan berakhirnya masa koreksi," jelas Tetsu Emori, commodity-fund manager Astmax Ltd di Tokyo. Dia lantas memprediksi, harga minyak akan naik ke level US$ 115 hingga US$ 120 per barel.

Pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran Juli naik 86 sen menjadi US$ 101,45 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 11.29 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di posisi US$ 101,15 sebarel. Jika dihitung, dalam sebulan ini, harga minyak sudah turun 11%.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran Juli di ICE Futures Europe exchange naik 97 sen atau 0,9% menjadi US$ 115,65 per barel. Kemarin, kontrak yang sama turun 0,3% menjadi US$ 114,68 per barel, yang merupakan level terendah sejak 24 Mei lalu. Di sepanjang bulan ini, harga minyak Brent sudah turun 8,4%.

Reminder Cum Date Dividen UNTR, AKRA, ARNA 31/05/2011

Berikut kami informasikan bahwa Hari ini 31 May 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

UNTR

UNITED TRACTORS Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 270.- per saham

2.

AKRA

AKR CORPORINDO Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 2.- per saham

3.

ARNA

ARWANA CITRAMULIA Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 15.- per saham

BUMI Sideways Menguat, Saatnya Akumulasi

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham BUMI hingga penutupan sore, Selasa (31/5) diprediksi sideways cenderung menguat. Pasar menantikan rilis kinerja emiten hari ini dan mengantisipasi listing di bursa London.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, potensi sideways-nya saham PT Bumi Resources (BUMI) dengan kecenderungan menguat hari ini, karena pasar menanti dirilisnya laporan keuangan kuartal I/2011. Menurutnya, jika tidak ada aral melintang, perseroan akan mengumumkannya hari ini.

Sebab, hari ini merupakan hari terakhir di bulan Mei. Karena itu, di sesi pagi, saham sejuta umat ini masih bergerak flat pada level Rp3.350-3.375. “Hingga sore, saham BUMI akan mengarah ke level resistance Rp3.425 dan Rp3.325 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (31/5).

Pada pukul 09:45 WIB, saham BUMI diperdagangkan melemah Rp25 (0,74%) ke level Rp3.350 dari posisi kemarin 3.375. Harga intraday tertingginya mencapai 3.375 dan terendah Rp3.350. Volume transaksi mencapai 23,4 juta unit saham senilai Rp39,2 miliar dan frekuensi 283 kali.

Lebih jauh Willy menjelaskan, meski mendatar, pergerakan saham BUMI akan cenderung mengaut ke arah resistance hingga penutupan. Pasalnya, laporan keuangannya sangat dinanti banyak orang.

Di sisi lain, lanjutnya, potensi penguatan saham BUMI juga karena pasar akan mengantisipasi listing BUMI Inc di bursa London pada 17 Juni mendatang. “Itu tidak lama lagi sehingga jadi katalis investor untuk mengincar saham batu bara ini,” ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi harga komoditas minyak mentah dunia dan harga batu bara, masih stabil sehingga pengaruhnya netral ke saham BUMI. Harga minyak tidak jauh dari level US$96-105 per barel.

Harga minyak saat ini di level US$100,59 per barel. Begitu juga dengan harga batu bara yang masih stabil di kisaran US$120 per metrik ton. Karena itu, harga komoditas berpengaruh netral pada saham ini. “Yang paling berpengaruh saat ini adalah laporan kinerja emiten,” timpalnya.

Ia menjelaskan, sideways-nya saham BUMI di sesi pagi semata karena pasar menantikan laporan keuangannya itu. Tapi, ini juga bukan berarti market merespon negatif atas kinerja emiten yang akan dirilis. Rumornya, laporan keuangan saham sejuta umat ini mengalami kenaikan yang luar biasa. “Karena itu, saya rekomendasikan akumulasi beli saham BUMI,” imbuhnya. [ast]

Isu Eropa dan inflasi mendorong penguatan rupiah pagi ini

Isu Eropa dan inflasi mendorong penguatan rupiah pagi ini
JAKARTA. Pergerakan rupiah pagi ini menguat. Penyebabnya, ada peningkatan permintaan aset-aset emerging market seiring beredarnya spekulasi kalau pemerintah Eropa akan menyetujui penggelontoran bantuan tambahan kepada Yunani.

"Pasar mata uang bergerak positif karena Eropa semakin dekat dalam menemukan solusi permasalahan Yunani. Selain itu, inflasi Indonesia diprediksi melambat bulan ini dan hal itu mendorong investor asing untuk membeli obligasi lokal lebih banyak lagi," jelas Mika Martumpal, currency analyst PT Bank Commonwealth kepada Bloomberg.

Pada pukul 09.52, rupiah menguat 0,2% menjadi 8.533 per dollar. Sebelumnya, rupiah sempat bertengger di posisi 8.531 yang merupakan level paling perkasa sejak 12 Mei lalu. Dalam sebulan terakhir, penguatan rupiah sudah mencapai 0,4%.

Go Private, Harga Tender Offer ALFA Rp4.500/Saham

Ilustrasi
JAKARTA - PT Alfa Retailindo Tbk (ALFA) berencana go private. Untuk itu, Carrefour Indonesia selaku pemegang saham utama ALFA menawar saham yang dimiliki pemegang saham publik melalui mekanisme penawaran tender (tender offer) dengan nilai Rp4.500 per saham.

Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (31/5/2011), Carrefour menguasai 99,54 persen saham ALFA atau 465.684.450 juta lembar saham, sisanya sebanyak 0,46 persen atau 2.135.550 lembar saham dimiliki oleh masyarakat.

Dengan demikian, Carrefour harus merogoh dana sebesar Rp9,6 miliar untuk membeli saham publik tersebut.

ALFA menjelaskan, alasan dilakukannya go private ini adalah karena sahamnya tidak aktif diperdagangkan atau tidak likuid, pemegang saham publik pun hanya terdiri dari 60 pemegang saham. Dan dalam tiga RUPS tahunan terakhir, pemegang sahama publik yang hadir hanya tiga pemegang saham saja. Perseroan pun selalu mendanai sendiri kegiatannya, dan tidak melihat adanya keperluan mencari dana di masyarakat.

Untuk itu, perseroan akan meminta izin dari pemegang saham publiknya melalui RUPS luar biasa yang akan digelar pada 30 Juni mendatang.
(wdi)

Spekulasi bantuan tambahan atas Yunani bikin bursa Asia bergairah

Spekulasi bantuan tambahan atas Yunani bikin bursa Asia bergairah
SINGAPURA. Mayoritas saham di bursa Asia melesat pagi ini. Adanya spekulasi kalau Eropa akan memberikan bantuan tambahan kepada Yunani membuat pasar regional bergairah.

Pada pukul 09.54 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,5% menjadi 135,01.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia antara lain: Billabong International Ltd naik 0,9% di Sydney, Sony Corp naik 1% di Tokyo, dan Hanwha Chemical Corp naik 5,5% di Seoul.

Sekadar informasi, pemimpin uni Eropa diperkirakan akan memberikan tambahan bantuan untuk Yunani pada akhur Juni.

IHSG Diprediksi di Area Spekulasi

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Selasa (31/5) diperkirakan masih dalam trend bullish spekulasi dengan kisaran 3.813-3.850.

Demikian dikutip dari hasil riset Sem Susilo. Dari analisa Sthocastic, IHSG masih dalam trend bullish terbatas di resisten terdekat.

Apabila dari analisa DMI cenderung bergerak stagnan dan dari MACD juga terlihat trend stagnan. "Maka saya menyimpulkan IHSG bergerak stagnant dengan adanya bullish terbatas," kata trader independent ini.

Pada hari ini disarankan beli untuk sektor perbankan seperti saham BJBR, BBTN dan BBNI. Sektor perbankan akan bullish dengan range 495-520. Sebab telah terkonfirmasi sinyal bullish. Dari DMI telah mengkonfirmasi sinya positif namun belum strong bullish.

Sedangkan dari MACD masih stagnant menunggu konfirmasi. "Saya menyimpulkan sektro perbankan boleh dilirik untuk perdagangan hari ini."

Dua perusahaan tambang serahkan dokumen awal IPO

JAKARTA. Daftar emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal semakin panjang. BEI mengungkapkan, pihaknya telah menerima dokumen rencana penawaran saham perdana atawa initial public offering (IPO) dari dua perusahaan.

Kedua perusahaan tersebut bergerak di bidang pertambangan batubara. "Akhir pekan lalu PT Golden Energy Mines dan PT Atlas Resources baru memasukkan dokumen awal," kata Eddy Sugito, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Senin (30/5). Tapi ia mengaku belum tahu berapa jumlah saham yang bakal dilepas tiap perusahaan.

Berdasarkan catatan KONTAN, Golden Energy Mines berniat melepas sekitar 1,25 miliar saham, atau setara 20% total saham perseroan ini. Anak usaha PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) ini menargetkan bisa meraup dana Rp 4,47 triliun dari IPO.

Sekretaris Perusahaan DSSA Hermawan Tarjono sebelumnya menyebutkan, harga saham perdana Golden Energy Rp 2.300-Rp 3.500 per saham. Perusahaan milik grup Sinar Mas ini sudah menunjuk Sinarmas Securities sebagai underwriter IPO.

Mandiri Sekuritas juga menyiapkan penawaran saham perdana tiga perusahaan. "Di semester dua, kami akan menangani IPO tiga perusahaan dengan total nilai sekitar US$ 600 juta," kata Iman Rachman, Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas.

Iman masih merahasiakan identitas tiga perusahaan ini. "Mereka akan pakai buku Juni dan semester dua nanti listing," ujarnya. Yang jelas salah satunya mengincar dana IPO US$ 300 juta.

Karena target dana IPO cukup besar, Iman memastikan Mandiri Sekuritas tidak akan menjadi penjamin emisi sendirian. "Kami buka kesempatan untuk joint lead underwriter," ujar dia.

Eddy menuturkan, hingga saat ini sudah ada 11 perusahaan yang rencana IPO-nya tengah diproses oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Perusahaan-perusahaan tersebut masih menunggu keluarnya izin efektif. BEI juga mendorong agar perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor energi menjadi perusahaan terbuka. Pasalnya, perusahaan-perusahaan tersebut melakukan pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Eddy berharap perusahaan seperti Newmont dan Freeport segera melepas saham ke publikParagraf selanjutnya.

Chandra Asri akan menerbitkan minimal 20% saham baru

JAKARTA. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) tengah memproses penerbitan saham baru (rights issue). Aksi korporasi ini akan digelar dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Manajemen TPIA menuturkan akan menerbitkan minimal 20% saham baru. Dengan aksi korporasi ini, TPIA berharap porsi kepemilikan investor publik bertambah hingga 25%. "Penawaran umum terbatas ini merupakan komitmen kami untuk memperbesar porsi saham publik," kata Suryandi, Direktur & Investor Relations TPIA, Senin (30/5).

Karena itu, pemegang saham mayoritas perusahaan petrokimia ini berkomitmen tidak akan mengeksekusi jatah HMETD-nya. HMETD tersebut akan dijual ke pembeli siaga. Perseroan ini sudah menetapkan empat pembeli siaga, yakni DBS Vickers Securities Indonesia, Deutsche Bank AG, UBS AG, dan Morgan Stanley Asia Singapura.

TPIA akan menggunakan 90% dana hasil rights issue ini untuk memperkuat pendanaan berbagai proyeknya. Misalnya saja peningkatan kapasitas produksi etilen, polietilena dan berbagai produk kimia lainnya. Sisanya akan digunakan untuk membiayai berbagai pengeluaran lain.

Di tiga bulan pertama 2011, TPIA membukukan pendapatan US$ 547,3 juta. Sementara laba bersih perusahaan hasil merger PT Chandra Asri dengan PT Tri Polyta Indonesia ini mencapai US$ 23,6 juta.

Pendapatan ini bersumber dari penjualan ke pasar dalam negeri. Kontribusi terbesar berasal dari penjualan produk poliolefin, yaitu polietilena dan polipropilena, yakni 53% dari total penjualan.

Sekadar informasi, ini adalah kinerja keuangan pertama TPIA setelah efektif merger pada 1 Januari 2011 lalu. Karena itu, manajemen TPIA enggan membandingkan kinerja perseroan saat ini dengan kinerja sebelumnya. "Kinerja kuartal pertama 2011 merupakan pencapaian TPIA sebagai perusahaan dengan entitas baru," imbuh Suryandi.

Kinerja kinclong, BBKP Jadi Incaran Investor

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Harga saham PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) akan segera dikerek naik ke level Rp1.000 per lembar.

Disebutkan, BBKP mendapat persetujuan dari pemegang saham untuk membagi dividen sebesar Rp172,4 miliar atau 35% dari laba bersihnya pada 2010 atau Rp21 per saham yang dijadwalkan dibayarkan 4 Juli 2011.

Sepanjang 2010, BBKP membukukan laba bersih sebesar Rp 493 miliar atau tumbuh 36% dibandingkan laba bersih 2009 sebesar Rp362 miliar. Hasil ini ditopang meningkatnya kinerja pendapatan dan penurunan beban usaha yang dilakukan perseroan sepanjang 2010.

Naiknya kinerja tersebut membuat Bank Bukopin menjadi incaran para investor luar dan domestik karena terbilang murah di sektor sejenis. Diperkirakan target BBKP dapat mencapai Rp 1000 dalam waktu dekat.

Pada perdagangan Senin (30/5), BBKP ditutup stagnan di Rp 730, dengan volume transaksi mencapai 30.181 juta, senilai Rp26,64 miliar. [ast]