Senin, 17 Oktober 2011

Bursa Asia Menguat, Ikuti Sentimen AS

Headline
INILAH.COM, Los Angeles - Saham Asia menguat pada perdagangan Senin (17/10) pagi, didukung kenaikan bursa AS dan meningkatnya harapan untuk resolusi terhadap krisis utang Eropa.

Di Jepang, indeks Nikkei Stock Average dan indeks S & P / ASX 200 Australia masing-masing naik 1,4%. Sementara indeks Kospi Korea Selatan naik 0,7%. Bursa Hong Kong juga menguat, dengan Indeks Hang Seng naik 1,9% menjadi 18,853.22 dan indeks komposit Shanghai naik 0,5%.

Pejabat kebijakan keuangan dan moneter dari negara G20 bertemu selama akhir pekan di Prancis, mengatakan para pemimpin Eropa akan secara tegas mengatasi tantangan saat ini melalui rencana komprehensif, pada pertemuan puncak regional yang dijadwalkan 23 Oktober.

Hal ini mendorong saham finansial Hong Kong, dimana Bank of China Ltd naik 2,6%, Agricultural Bank of China Ltd naik 2,7%, China Citic Bank Corp naik 3,4%, dan di antara perusahaan asuransi, Ping An Insurance Group Co naik 7,1%.

Kabar Eropa juga membantu sentimen di perdagangan Asia, menyusul kenaikan Wall Street, di mana indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,5% dan indeks S & P 500 naik 1,7% pada akhir pekan lalu, didukung data penjualan ritel AS yang lebih baik dari ekspektasi.

Apresiasi di New York, dengan dolar AS yang berada di atas level 77 yen, saham eksportir Jepang juga menguat. Sony Corp naik 4,4%, Sharp Corp naik 2,5%, Advantest Corp naik 4,1%, dan Fujitsu Ltd naik 3,2%.

Namun Olympus Corp jatuh 23,5% di tengah downgrade beberapa broker, setelah mantan kepala eksekutif perusahaan, yang mundur pekan lalu, mengatakan adanya masalah tata kelola manajemen yang serius dengan ketua perusahaan.

Bursa saham Australia melihat saham pertambangan menguat, dengan Fortescue Metals Group Ltd naik 3,1%. Saham Rio Tinto Ltd naik 2,6%, setelah mengatakan akan menjual aset untuk merampingkan divisi aluminium.

Sementara BHP Billiton Ltd naik 2%, setelah laporan bahwa perusahaan sedang mencari akuisisi. Satu account dalam The Australia mengatakan bahwa BHP bisa membeli perusahaan AS Walter Energy Inc sekitar US$ 6 miliar. Laporan lain mengatakan BHP bisa menghabiskan US$ 3,1 miliar untuk mengakuisisi produser bijih besi besi Brasil yang belum terdaftar, Ferrous Resources.

Kenaikan harga minyak mentah membawa beberapa perusahaan energi naik, dengan Inpex Corp naik 2,1% dan Japan Petroleum Exploration Co naik 3,2% di Tokyo, sementara WorleyParsons Ltd naik 1,5%.

Di Hong Kong, saham sumber daya memimpin kenaikan, seperti Aluminum Corp of China Ltd, atau Chalco naik 3,6%, Jiangxi Copper Co naik 7,5%, dan Angang Steel Co naik 3,6%. Demikian juga CNOOC Ltd naik 3,8%. [ast]

IHSG Akan Kembali Tembus Level Psikologis di 3.700

INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Senin (17/10) ini diperkirakan akan menguat seiring penguatan bursa global dan penguatan nilai tukar Rupiah.

Selama pekan kemarin, investor asing membukukan net buy sekitar Rp1,94 triliun seiring membaiknya optimisme di pasar global. Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini memperkirakan indeks akan kembali mencoba menembus level psikologis 3.700 dengan resistance di level 3.715.

Bursa AS kembali menguat signifikan di akhir pekan lalu dan membawa S&P 500 menguat 6% selama pekan kemarin. Sentimen positif datang dari rilis kinerja beberapa emiten kuartal 3-2011 yang lebih baik dari estimasi dan rilis data retail sales di bulan September yang lebih tinggi dari ekspektasi.

Harga komoditas dunia khususnya minyak di akhir pekan kemarin juga menguat signifikan sekitar 3% ke level US$86,8/barel diikuti harga metal dunia seperti Nikel +2,3% dan Timah 0,9%.

Bursa Asia pagi ini dibuka menguat signifikan sekitar 1,5% seiring sentimen positif dari penguatan bursa global di akhir pekan kemarin dan optimisme solusi krisis utang di Eropa seiring pertemuan negara-negara G20 di akhir pekan kemarin. Harga batubara Newcastle pekan ini terkoreksi tipis ke level US$120,7/ton. Harga minyak pagi ini kembali melanjutkan rallynya ke level US$87,1/barel.

Sementara nilai tukar Rupiah kembali menguat pagi ini ke level Rp8.846/US$.

Reshuffle Berpengaruh Negatif bagi IHSG?

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG pekan ini diprediksi menguat. Pasar merespon positif rilis kinerja emiten untuk kuartal III-2011. Tapi, reshuffle kabinet yang sedang bergulir bakal jadi ancaman. Lantas?

Pada perdagangan Jumat (14/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 10,704 poin (0,30%) ke level 3.664,680, dengan intraday terendah di 3.658,93 dan tertinggi di 3.688,14. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 2,362 poin (0,37%) ke level 649,690.

Kepala Riset Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, dalam sepekan ke depan, potensi penguatan indekssalah satunya dipicu oleh sentimen positif dari rilis kinerja keuangan emiten kuartal III-2011 yang deadline-nya akhir Oktober 2011. Karena itu, menurutnya, jelang pekan terakhir bulan ini, banyak emiten yang merilis kinerjanya.

Kondisi itu, akan menjadi sentimen positif dan dorongan bagi pergerakan indeks. Sebab, pelaku pasar akan melakukan selective buying pada saham-saham yang basis fundamentalnya diperkirakan akan tumbuh pada kuartal III-2011. “Dalam sepekan ke depan, IHSG memiliki support di level 3.574 dan resistance 3.775,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Hanya saja, lanjut Alfiansyah, indeks tidak bisa lepas dari masalah reshuffle kabinet yang sedang digulirkan oleh Presiden Susilo Bambang (SBY) belakangan ini. Rumornya, 12 menteri mengalami pergantian dan 3 menteri dirotasi. Sementara itu presiden juga menambah beberap pos wakil menteri. “Karena itu, pasar harus mencermati reshuffle kabinet,” tandas Alfiansyah.

Tapi, Alfian memberikan catatan, selama reshuffle tidak mengganggu tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, tidak akan berpengaruh besar ke market. Sebab, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sesuai dengan ekspektasi pasar.

Hingga akhir tahun, lanjutnya, Bank Indonesia berkekspektasi, Produk Domestik Bruto (PDB) RI mencapai 6,5%. “Tapi, jika terjadi perubahan pada tim kementerian ekonomi, sedikit banyak akan berpengaruh negatif di market,” papar Alfiansyah.

Jika ini yang terjadi, lanjutnya, pasar akan melihat apakah pengganti menteri tim ekonomi memiliki catatan kinerja yang baik selama karirnya. “Jadi, apakah sosok itu diterima pasar atau tidak, juga akan berpengaruh pada pergerakan IHSG,” tuturnya.

Dia menambahkan, jika presiden belum mengumumkan reshuffle pekan ini, akan memicu ketidakpastian di market. “Sebab, kabar penggantian kementerian tim ekonomi akan jadi spekulasi negatif di market. Tergantung siapa penggantinya atau siapa yang muncul dalam rumor di pasar,” ucap Alfiansyah.

Selain faktor reshuffle, lanjutnya, faktor eksternal juga masih jadi penentu pergerakanI indeks baik dari AS maupun dari Eropa. Menurutnya, pasar masih ingin memastikan, bailout untuk Yunani dari negara-negara anggota Uni Eropa sehingga Yunani bisa terhindar dari default (gagal bayar).

Di sisi lain, pasar juga terpengaruh negatif oleh lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings yang pekan lalu menurunkan peringkat empat bank Belgia. Begitu juga dengan lembaga pemeringkat Standard & Poor's Rating Service yang memangkas peringkat Spanyol satu noth dari "AA" menjadi "AA-" dengan outlook negatif.

Tapi, Alfiansyah menegaskan, jika pelaku pasar lebih konsentrasi pada fundamental dan publikasi laporan keuangan emiten Kuartal III-2011, akan menjadi penyeimbang semua sentiment negatif baik dari eksternal maupun dari internal. “Terutama, bagi pelaku pasar yang berharap dividen,” ungkap dia.

Karena itu, menurut Alfiansyah, seharusnya pengaruh positif ini yang lebih dominan di market. Sebab, membaiknya laporan keuangan emiten, otomatis akan memberikan imbal hasil yang lebih baik dalam bentuk dividen bagi pelaku pasar. “Apalagi, bursa AS juga sedang merilis kinerja keuangannya untuk periode yang sama sehingga bisa jadi faktor eksternal positif,” jelas Alfiansyah.

Adapun sektor saham yang bakal jadi penggerak utama indeks pekan ini adalah perbankan. Sebab, saham-saham di sektor ini secara historis selalu merilis kinerja paling awal dibandingkan emiten sektor lain. Penguatan sektor ini akan diikuti sektor-sektor lainnya seperti pertambangan, perkebunan dan manufaktur di grup Asrtra.

Saham-saham pilihannya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan target Rp7.100 dalam sepekan ke depan; PT Bank Mandiri (BMRI) Rp7.000; PT Bank Negara Indoensia (BBNI) Rp3.875; dan PT Bank Jabar Banten (BJBR) Rp1.000;

Lalu, PT Adaro Energy (ADRO) Rp2.000; PT Bukit Asam (PTBA) Rp17.800; PT Harum Energy (HRUM) Rp8.300; PT London Sumatera Plantation (LSIP) Rp2.150; PT Sampoerna Agro (SGRO) Rp3.000; PT Astra Internasional (ASII) Rp68.900; dan PT United Tractor (UNTR) dengan target Rp23.000.

“Saya rekomendasikan trading buy saham-saham tersebut. Jika naik 5% dari harga akhir pekan lalu, bisa langsung jual,” imbuhnya.

Dukungan G-20 atas Eropa mendongkrak bursa Asia

Dukungan G-20 atas Eropa mendongkrak bursa Asia
TOKYO. Sebagian besar indeks acuan di pasar saham Asia ditransaksikan positif pagi ini. Indeks Nikkei 225 Stock Average, misalnya, pagi ini naik 1,5%. Sementara, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1,6%, dan indeks Kospi Korea Selatan naik 1,2%. Alhasil, pada pukul 09.40 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 1,1% menjadi 118,09.

Kenaikan indeks acuan Asia ini juga disokong oleh lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar. Beberapa di antaranya: BHP Billiton Ltd yang naik 2% di Sydney, National Australia Bank Ltd yang naik 2% di Sydney, dan S-Oil Corp yang naik 5,9% di Seoul. Selain itu, ada pula Sony Corp yang naik 4,4%. Sedangkan Olympus Corp turun 20% setelah lima broker asing memangkas rating prediksi harga sahamnya.

Pergerakan bursa Asia yang positif terjadi setelah pimpinan G-20 menyokong rencana dalam mengatasi krisis utang Eropa pada pertemuan yang berlangsung di Paris.

"Persyaratan penting terkait pemecahan atas permasalahan krisis kredit Eropa menjadi komitmen bersama untuk mengatasi masalah ini," jelas Angus Gluskie dari White Funds Management di Sydney.

Sekadar tambahan, kemarin, pimpinan Eropa mengemukakan strateginya dalam pertemuan menteri keuangan dan pimpinan bank sentral dari G-20 di Paris. Mengingat situasi ekonomi dunia yang saat ini tengah melambat, mereka sepakat untuk segera menyelesaikan strategi yang disusun pada pertemuan 23 Oktober mendatang di Brussels. Mereka juga berencana untuk memaksimalkan dana bailout untuk memuluskan rencana ini dengan dana 440 miliar euro (US$ 611 miliar).

Saham Jepang Naik, Didukung Saham Eksportir

Medium
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang naik Senin (17/10), menyusul penguatan bursa Wall Streer dan dolar AS yang bertahan di atas 77 yen.

Indeks Nikkei Stock Average naik 1,5% ke level 8.880,48 dan indeks Topix naik 1,4 %. Data penjualan ritel AS y ang lebih baik dari estimasi juga membantu kenaikan sektor eksportir, dengan Sony Corp naik 3,6%, Sharp Corp naik 2,2%, Advantest Corp reli 3,1%, dan Fujitsu Ltd naik 3,2%.

Peningkatan harga minyak mentah akhir pekan juga membawa beberapa perusahaan energi menguat, dengan Inpex Corp naik 2,3% dan Japan Petroleum Exploration Co. naik 2%.

Sementara saham-saham yang melemah, Olympus Corp jatuh 16,9% di tengah downgrade rating beberapa broker, setelah mantan kepala eksekutif perusahaan, yang mundur pekan lalu, mengatakan adanya masalah tata kelola pemerintahan yang serius dengan ketua perusahaan. [ast]

Berapa Target Harga Saham Tambang Pekan Ini?

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Saham-saham tambang mendapat rekomendasi positif seiring ekspektasi kinerja keuangan kuartal III yang akan dirilis akhir Oktober ini. Inilah saham pilihan dan target harganya.

Kepala Riset Valbury Asia Securities Alfiansyah merekomendasikan beli saham PT Adaro Energy (ADRO) di level Rp1.870-1.900 dengan target Rp2.000 pekan ini. “Tapi, jika turun bisa stop loss di level Rp1.860 per saham,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat (14/10) saham ADRO ditutup naik Rp40 (2,15%) ke angka Rp1.900 per saham.

Lalu, PT Bukit Asam (PTBA) direkomendasikan beli di angka Rp16.900-17.100 dengan target Rp17.800 per saham dalam sepekan ke depan. Sedangkan level stop loss di level Rp16.700 per saham. Pada perdagangan Jumat (14/10) saham PTBA turun Rp300 (1,72%) ke level Rp17.100.

Begitu juga dengan saham PT Harum Energy (HRUM) yang direkomendasikan untuk beli di level Rp7.500-7.700. Jika turun, bisa stop loss di angka Rp7.300. “Adapun target harga saham HRUM adalah Rp8.300 dalam sepakan ke depan,” ujar Alfiansyah. Pada perdagangan Jumat (14/10) saham HRUM ditutup turun Rp50 (0,64%) ke level Rp7.700 per daham.

PDB China Bakal Kurangi Selera Pasar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (17/10) diprediksi konsolidasi. Hasrat pasar atas aset berisiko berkurang akibat ekspektasi perlambatan China.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, mengatakan, selain terpengaruh positif oleh hasil pertemuan G20 yang mendorong Uni Eropa menambah dana kapasitas European Financial Stabilitty Facility, rupiah juga akan terpengaruh oleh data-data lain seperti laporan Gross Domestic Product (GDP) dari China yang diperkirakan berpotensi melambat.

Untuk kuartal III-2011, lanjutnya, pertumbuhan China diperkirakan turun yang akan dirilis pada Selasa (18/10) besok. Angkanya diperkirkakan melandai jadi 9,2% dari sebelumnya 9,5%. Memang angkanya masih solid tapi melambat sehingga bisa memicu ketidakpastian bagi pasar. "Jadi, rupiah masih bisa menguat Senin ini dan menguji area 8.790 untuk level terkuatnya, tapi bisa berpeluang kembali melemah ke area 8.875 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Apalagi, lanjut Christian, selain GDP, China juga akan merilis data Industrial Output dan Retail sales. "Meski konsensusnya belum dirilis, tapi angkanya juga diperkirakan lebih rendah dari angka industrial output sebelumnya 13,5% dan retail sales 17%," paparnya.

Karena itu, Christian menegaskan, sentimen bagi rupiah masih netral. Menurutnya, kemungkinan bisa mengalami penguatan untuk temporer melanjutkan risk appetite akhir pekan lalu akibat ekspektasi atas pertemuan G20. "Tapi, kemudian masih ada risiko pelemahan lagi seiring dengan kecemasan perlambatan yang terindikasi oleh situasi ekonomi regional China," imbuh Christian.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (14/10) ditutup menguat 22 poin (0,24%0 ke level 8.843/8.853 per dolar AS.

Inilah Strategi Bermain Saham-saham Bank

INILAH.COM, Jakarta – Beberapa saham bank mendapat rekomendasi positif karena ekspektasi kinerja fundamental dan valuasinya yang murah. Saham-saham apa saja dan bagaimana strateginya?

Kepala Riset Valbury Asia Securities Alfiansyah merekomendasikan beli saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) di level Rp6.400-6.600. Dia menargetkan Rp7.100 dalam sepekan ke depan dengan posisi stop loss di level Rp6.300. Pada perdagangan Jumat (14/10) saham BBRI ditutup menguat Rp100 (1,55%) ke level Rp6.550 per saham.

Begitu juga dengan saham PT Bank Mandiri (BMRI) yang direkomendasikan beli pada angka Rp6.500-6.400 dengan target Rp7.000 dalam pekan ini. “Tapi, jika ternyata turun, bisa stop loss di level Rp6.350,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat (14/10) saham BMRI turun Rp50 (0,75%) ke level Rp6.600.

Lalu, saham PT Bank Negara Indoensia (BBNI) direkomendasikan beli di angka Rp3.650-3.700 dengan target Rp3.875 dalam sepekan ke depan. “Sedangkan level cut loss di level Rp3.625 untuk menghindari risiko turun lebih jauh,” ujarnya. Pada perdagangan Jumat (14/10) saham BBNI naik Rp50 (1,36%) ke angka Rp3.725 per saham.

Sementara itu, saham PT Bank Jabar Banten (BJBR) direkomendasikan beli di level Rp920-960 dengan target Rp1.000 dalam sepekan ke depan. Jika turun, level stop loss berada di angka Rp910 per saham. Pada perdagangan Jumat (14/10) saham BJBR naik Rp20 (2,12%) ke angka Rp960.

Sementara itu, saham PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Bank Danamon (BDMN) kurang mendapat rekomendasi positif. Sebab, secara valuasi sudah berada di atas rata-rata Price Earning Ratio (PER) industri perbankan sebesar 13 kali untuk 2011.

IHSG Konsolidasi, Pilih Saham Murah

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik Senin (17/10) masih akan konsolidasi. Pilihlah saham berfundamental positif yang sudah murah.

Mustafa Kemal Wiryawan, analis dari Erdhika Elit Sekuritas mengatakan, IHSG masih akan konsolidasi. Sehingga pekan ini investor disarankan untuk tidak masuk ke pasar dulu.

Menurutnya, IHSG sudah diatas rata-rata bulanan dan harian dan masih fluktuatif untuk test harga rata-rata tahunan. “Situasi ini membuat IHSH rawan koreksi mayor/besar,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Akhir pekan lalu net buy asing di pasar saham Indonesia juga mulai turun, dikhawatirkan akan berlanjut dengan pengalihan dana kembali ke dolar AS.

Sementara pasar saham dunia juga mulai konsolidasi, dimana pasar menunggu kepastian program bailout Yunani. Namun dengan downgrade surat utang Spanyol oleh Moody's serta ditambah melambatnya ekonomi China, ada sentimen negatif yang akan membawa koreksi besar.

Namun Kemal menilai situasi ekonomi Indonesia masih kuat. Masih ada peluang IHSG untuk rebound lagi menguji rata-rata harian tertinggi tahunan di level 3729.

Di tengah situasi ini, Mustafa menyarankan investor untuk membeli saham Adaro energy (ADRO). Terutama karena sudah dua hari melandai kenaikannya, setelah melesat 10%, “Hal ini didukung fundamental yang bagus,” katanya.

Saham lain yang disarankan adalah Garuda Indonesia (GIAA). Selain harganya yang sudah murah, perseroan baru saja membeli pesawat baru, leasing untul Citylink. “Rekomendasi beli untuk emiten-emiten ini,”ujarnya.

Pada perdagangan Jumat (14/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 10,704 poin (0,30%) ke level 3.664,680, dengan intraday terendah di 3.658,93 dan tertinggi di 3.688,14. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,359 miliar lembar saham, senilai Rp 5,340 triliun dan frekuensi 115,803 kali.

Sebanyak 114 saham naik, sisanya 93 saham turun, dan 90 saham stagnan. Koreksi bursa didukung aksi jual asing, yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp169 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual mencapai Rp2,564 triliun dan transaksi beli sebesar Rp2,395 triliun. [ast]

Inilah Rekomendasi Saham Pilihan Senin (17/10)

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia diperkirakan masih akan mengalami tekanan. Faktor eksternal tampaknya juga masih akan menjadi penentu gerak indeks. IHSG akan bergerak di kisaran 3.632-3.685.

"Di sisi lain stabilitas makro ekonomi Indonesia serta optimisme dari pelaku pasar akan fundamental ekonomi dalam negeri menjadi penahan indeks dari tekanan eksternal," kata analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono kemarin.

IHSG akhir pekan lalu ditutup melemah 10,7 poin atau 0,2% ke 3.664,68. Volume perdagangan 5,3 miliar saham senilai Rp4,9 triliun. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp169,1 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp2,5 triliun dan pembelian asing sekitar Rp2,3 triliun.

Profit taking pada perdagangan Jumat pekan lalu mengakhiri bullish reli IHSG dalam jangka pendek. Dengan naiknya kekhawatiran akan dampak krisis utang Eropa lagi menjadi katalis negatif bagi bursa regional.

Sementara analis saham AM Capital, Andre Mahardika menyarankan saham SMCB sebagai pilihan. Dengan kisaran 1.820-2.025 untuk rekomendasi beli di 1.840 dan potensi jual di harga 1.910-2.025. Stop loss saham ini jika terjadi penurunan di harga 1.810.

"Saham SMCB sudah mengkonfirmasi bullish pada MACD dan DMI hal ini menunjukkan akan ada kenaikan kembali saham SMCB mendekati resistence," jelasnya.

Saham lain adalah saham CMNP dengan support di 1.460 dan resisten di 1.600. CMNP disarankan beli di 1.460 dan potensi jual di harga 1.550-1.600. Untuk stop loss saham ini jika terjadi penurunan harga di 1.440.

"Saham CMNP masih akan berpotensi bullish secara teknikal dimana MACD dan DMI mengalami golden cross jangka menengah dan akan ada potensi bullish mendekati resistence," paparnya.

Saham AALI dengan support di 17.700 dan resisten di 20.900. Rekomendasi beli saat koreksi di 17.900 dan potensi jual di 19.800-20.900. Stop loss jika saham ini turun di harga 17.300. Saham AALI masih akan berpotensi bullish jangka menengah yang secara teknikal MACD masih mengalami golden cross dan tekanan beli semakin meningkat sedangkan tekanan jual turun.

Untuk saham BBCA direkomendasikan beli di 7.600 dan jual di 8.000-8.150. Untuk stop loss jika saham ini turun di 7.450. Saham BBCA masih berpeluang mengalami bullish secara teknikal saham ini mengkonfirmasi bullish jangka menengah dan tekanan beli yang lebih besar dari tekanan jual.

Pada perdagangan Senin (17/10), Andre memprediksi IHSG akan ada koreksi meskipun terbatas dengan kisaran 3.608-3.808. Secara teknikal, pergerakan IHSG pada pekan ini menguat cukup besar dan masih wajar. Sebab IHSG mulai mengkonfirmasi bullish pada 5 Oktober 2011 dan masih melanjutkan kenaikan pada 10 Oktober 2011.

Hal ini ditandai dengan candle yang menembus MA 20 dan MACD golden cross, yang berhasil memicu IHSG menuju harga tertinggi minggu ini di 3.702.

Investor masih boleh melakukan aksi beli karena IHSG hanya mengalami koreksi terbatas saja, investor boleh melakukan aksi beli jangka pendek minggu ini untuk menambah portofolionya. Karena IHSG masih akan menuju resistence terdekat.

"Saya menyarankan juga jangan lakukan aksi buy and hold, namun trading jangka pendek. Sebagai pilihan aman sell sebelum atau pada hari Jumat 21 okt 2011," katanya.

IHSG Siap Ikuti Gairah Bursa Regional

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu secara perlahan bergerak menguat sehingga hampir mendekati level 3.700 sebelum akhirnya surut karena aksi profit taking. Investor asing mulai masuk lagi ke pasar sehingga IHSG secara perlahan kembali terangkat.

Mengawali perdagangan pekan lalu, IHSG langsung menguat didorong sentimen positif dari penyelesaian krisis utang di Eropa. Sentimen positif dari regional itu terus mendorong IHSG hingga perdagangan akhir pekan.

Berikut pergerakan IHSG pada pekan lalu:
  • Senin (10/10/2011), IHSG menguat 25,400 poin (0,74%) ke level 3.451,084.
  • Selasa (11/10/2011), IHSG melaju 80,669 poin (2,34%) ke level 3.531,753.
  • Rabu (12/11/2011), IHSG melesat 104,178 poin (2,95%) ke level 3.635,931.
  • Kamis (13/10/2011), IHSG menguat 39,453 poin (1,08%) ke level 3.675,384.
  • Jumat (14/10/2011), IHSG turun tipis 10,704 poin (0,30%) ke level 3.664,680.

Positifnya bursa-bursa global akan menjadi sentimen positif yang akan menggairahkan lantai bursa Indonesia di awal pekan ini. IHSG pada perdagangan Senin (17/10/2011) diprediksi bergerak di teritori positif dan mencoba lagi level 3.700.

Kabar posisif kembali datang dari bursa Wall Street yang pada akhir pekan lalu ditutup menguat. Pada perdagangan Jumat (14/10), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 166,36 poin (1,45%) ke level 11.644,49. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 20,92 poin (1,74%) ke level 1.224,58 dan Nasdaq menguat 47,61 poin (1,82%) ke level 2.667,85.

Bursa-bursa Asia langsung ikut menguat. Berikut pergerakan bursa regional pada Senin pagi:
  • Indeks S&P/ASX naik 61 poin (1,45%) ke level 4.266,6.
  • Indeks Nikkei-225 menguat 159,06 poin (1,82%) ke level 8.907,02.
  • Indeks KOSPI naik 22,55 poin (1,23%) ke level 1.857,95.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:
Profit taking pada perdagangan Jumat pekan lalu mengakhiri bullish rally jangka pendek IHSG. Kembali naiknya kekhawatiran akan dampak krisis hutang Eropa menjadi katalis negatif bagi bursa regional. Kami memperkirakan pada awal pekan ini tekanan terhadap indeks masih akan berlanjut. Faktor eksternal tampaknya juga masih akan menjadi penentu gerak indeks. Disisi lain stabilitas makro ekonomi Indonesia serta optimisme dari pelaku pasar akan fundamental ekonomi dalam negeri menjadi penahan indeks dari tekanan eksternal. Kami proyeksikan hari ini indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.632-3.685.

Indosurya:
Pada perdagangan Senin (17/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.615-3.639 dan resistance 3.688-3.712. IHSG membentuk spinning dengan posisi di atas middle bollinger bands . MACD masih melanjutkan kenaikannya namun, mulai tertahan dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai tertahan kenaikannya setelah menyentuh area overbought Meski secara teknikal, IHSG kemungkinan bisa mengalami profit taking namun, melihat dari sentimen yang beredar mayoritas positif maka kemungkinan IHSG bisa menguat meski terbatas. Apalagi, selain hasil G20 yang positif diharapkan data yang dirilis dari regional juga bisa positif sehingga membantu IHSG kembali ke zona hijau.

eTrading Securities:
Perdagangan IHSG pada Jumat (14/10) ditutup turun 11 point (-0.29%) ke level 3,664.68 dengan jumlah transaksi sebanyak 10.7 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp5.3 triliun. Hampir seluruh sektor saham pada perdagangan hari ini mengalami penurunan kecuali sektor agri, mining, basic-ind dan finance.

Tercatat sebanyak 105 saham mengalami penguatan, 91 saham mengalami penurunan, 82 saham tidak mengalami perubahan dan 177 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi pendorong bursa a.l. BBRI, ENRG, BUMI, ADRO dan CMNP, sedangkan saham-saham yang menjadi pemberat bursa pada a.l. TLKM, BMRI, HRUM, ASII dan BBCA.

Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 117.4 miliar dengan saham yang paling banyak di jual adalah TLKM, HRUM, BMRI, PTBA dan ADRO. Rupiah diperdagangkan kembali menguat 22 point ke level Rp8,848 per US Dollar.

Secara teknikal, IHSG akhirnya bergerak terkoreksi setelah empat hari berturut turut bergerak menguat untuk menyesuaikan kembali posisinya yang telah berada di area overbought. Pada perdagangan hari ini (17/10), diperkirakan IHSG akan bergerak dan akan bergerak pada range 3635-3721 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l GJTL, CMNP, dan SMCB.

(qom/qom)

Bursa Jepang menanjak mendekati level tertinggi dalam empat minggu

Bursa Jepang menanjak mendekati level tertinggi dalam empat minggu
TOKYO. Mayoritas saham di bursa Jepang pagi ini ditransaksikan melaju. Bahkan indeks Nikkei 225 Stock Average bergerak mendekati level tertinggi dalam sebulan terakhir.

Asal tahu saja, pada pukul 09.10 waktu Tokyo, indeks Nikkei berada di level 8.950,74 atau mencatatkan kenaikan 1,7%. Sedangkan indeks Topix naik 1,6% menjadi 760,66. Dari 15 saham yang naik, hanya ada satu saham yang turun.

Saham-saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Jepang antara lain: Mitsubishi UFJ Financial Group Inc yang naik 0,6%, Nissan Motor Co yang naik 1,8%, dan Toyota Motor Corp yang naik 2%.

"Kita dapat melihat, negara-negara yang terhimpun dalam G-20 akan bekerjasama dengan Eropa untuk mengatasi krisis utang. Hal ini cukup ampuh meredakan kecemasan investor. Minat pengambilan risiko investor sudah mulai kembali," jelas Kenichi Hirano, general manager and strategist Tachibana Securities Co di Tokyo.

Jumat, 14 Oktober 2011

Aksi Jual Mendera, IHSG Melemah 0,2%

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Jumat (14/10) melemah 10,7 poin atau 0,2% ke 3.664,68. Volume perdagangan 5,3 miliar saham senilai Rp4,9 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 115 saham naik, 93 saham turun dan 90 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp169,1 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp2,5 triliun dan pembelian asing sekitar Rp2,3 triliun.

Indeks JII turun 2,7 poin ke 506, indeks ISSI turun 0,4% ke 118 dan indeks LQ45 turun 2,3 poin ke 649. Pelemahan didukung sektor konsumsi yang turun 15,5 ke 1.235 dan sektor infrastruktur turun 10,4 poin ke 674.

IHSG pada akhir pekan ini mengalami aksi jual karena investor merealisasikan keuntungan. "profit taking pasar karena menunggu kabar Yunani dan pertemuan kelompok G20," kata analis saham BNI Securities, Andri Zakarias Siregar, kepada INILAH.COM.

Bulan ini, kelompok G20 akan membahas perluasan fasilitas dari IMF sebagai kesepakatan kelompok ini dalam membantu mengatasi krisis Uni Eropa. Pembicaraan pada bulan September kemarin masih dalam tahap awal dan akan dimatangkan pada pertemuan puncak 23 Oktober mendatang.

Indeks FTSE naik 0,3% ke 5.420, indeks DAX naik 0,5% ke 5.945 dan indeks CAC naik 0,6% ke 3.209. Bursa Asia mayoritas melemah seperti indeks Hang Seng turun 1,3% ke 18.501, indeks Shanghai turun 0,3% ke 2.431, indeks KLSE turun 0,2% ke 1.441, indeks Nikkei turun 0,8% ke 8.747, indeks ASX turun 0,9% ke 4.205 sedangkan indeks Kospi naik 0,6%.

Saham yang tetap menguat seperti SCCO naik Rp500 ke Rp2.500, INDS naik Rp350 ke Rp3.725, SMGR naik Rp350 ke Rp8.925, DKFT naik Rp300 ke Rp2.825, INDR naik Rp250 ke Rp2.275, GJTL naik Rp200 ke Rp2.700, SMRU naik Rp160 ke Rp910, TPIA naik Rp125 ke Rp3.475, POLY naik Rp105 ke Rp540, AALI naik Rp100 ke Rp18.800, BBRI naik Rp100 ke Rp6.550, NIPS naik Rp100 ke Rp3.800.

Sedangkan saham yang melemah seperti saham GGRM turun Rp1.850 ke Rp57.100, DSSA turun Rp1.100 ke Rp13.000, ASII turun Rp950 ke Rp66.950, ITMG turun Rp950 ke Rp41.550, BYAN turun Rp450 ke Rp15.150, MBAI turun Rp300 ke Rp17.100, EXCL turun Rp200 ke Rp5.150, HMSP turun Rp200 ke Rp30.750, INVS turun Rp150 ke Rp5.500, JPFA turun Rp150 ke Rp4.775.

Profit Taking Serang IHSG Akhir Pekan

INILAH.COM, Jakarta – Akhir pekan ini, IHSG terserang profit taking investor. Hal ini ditambah memburuknya bursa regional dan keluarnya dana asing dari bursa domestik.

Pada perdagangan Jumat (14/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 10,704 poin (0,30%) ke level 3.664,680, dengan intraday terendah di 3.658,93 dan tertinggi di 3.688,14. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 2,362 poin (0,37%) ke level 649,690.

Indeks bergerak fluktuatif di awal perdagangan. Dibuka melemah 0,12% ke level 3.670,86, indeks sempat melesat ke teritori positif ke level 3.688, sebelum akhirnya kembali memerah pada sesi siang di level 3.662. Namun, aksi ambil untung tidak berhasil membebaskan indeks, yang terpaksa ditutup di 3.664.

IHSG akhir pekan ini melemah, seiring layunya bursa regional Asia. Selain itu, IHSG juga telah memasuki area overbought jangka pendek, setelah rebound 12,4% dari level terendahnya pekan lalu. “Hal ini memicu aksi profit taking investor,” ujar Nico Omer Jonckheere dari Valbury Asia Securities.

Sedangkan analis Panin Securities Purwoko Sartono mengatakan, IHSG terkoreksi karena peralihan investor dari saham-saham bluechip ke saham-saham second liner dan third liner. “Variatifnya indeks karena sentimen positifnya sudah berakhir,” katanya.

Bursa AS bergerak relatif melemah semalam seiring koreksi yang terjadi di bursa Eropa dan rilis kinerja JP Morgan yang membukukan penurunan core earnings September 2011.

Sementara lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menurunkan rating empat bank Eropa. Begitu pula dengan lembaga pemeringkat Standard & Poor's Rating Service yang menurunkan peringkat Spanyol 1 noth dari "AA" menjadi "AA-" dengan outlook negatif.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,359 miliar lembar saham, senilai Rp 5,340 triliun dan frekuensi 115,803 kali. Sebanyak 114 saham naik, sisanya 93 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Koreksi bursa didukung aksi jual asing, yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp169 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual mencapai Rp2,564 triliun dan transaksi beli sebesar Rp2,395 triliun.

Beberapa emiten yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.850 ke Rp 57.100, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.100 ke Rp 13.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 41.550,dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 950 ke Rp 66.950.

Sedangkan emiten-emiten lain yang menguat antara lain Supreme Cable (SCCO) naik Rp 500 ke Rp 2.500, Indospring (INDS) naik Rp 350 ke Rp 3.725, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 350 ke Rp 8.950, dan Central Omega (DKFT) naik Rp 300 ke Rp 2.825.

Penurunan enam sektor menyebabkan indeks memerah di akhir pekan

JAKARTA. Akhir pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mencatatkan penurunan. Pada pukul 16.00, IHSG turun 0,29% menjadi 3.664,680.

Terdapat setidaknya enam sektor yang memerah. Sektor infrastruktur mencatatkan penurunan terbesar yakni 1,52%. Kemudian, disusul oleh sektor consumer goods dan sektor industri lain-lain yang masing-masing turun 1,24% dan 0,73%.

Sekitar 105 saham ditransaksikan naik. Sedangkan 91 saham lainnya turun dan 82 saham ditransaksikan tak berubah posisi. Volume transaksi hari ini melibatkan 5,359 miliar saham senilai Rp 5,340 triliun.

Saham-saham yang menghuni posisi top losers sore ini adalah PT Nusantara Inti Corpora (UNIT) turun 16,13% menjadi Rp 260, PT Tempo Inti Media (TMPO) turun 10,83% menjadi Rp 107, dan PT Pacific Strategic (APIC) turun 10% menjadi Rp 450.

Sedangkan tiga saham yang menghuni posisi top gainers antara lain PT Supreme Cable Manufacture (SCCO) naik 25% menjadi Rp 2.500, PT Asia Pacific Fibers (POLY) naik 24,14% menjadi Rp 540, dan PT Rig Tenders (RIGS) naik 23,23% menjadi Rp 610.

Downgrade Spanyol-Bank Eropa, Bursa Asia Jatuh

Headline
INILAH.COM, Sydney - Saham Asia jatuh, mengakhiri penguatan berturut-turut enam hari indeks patokan regional. Downgrade kredit Spanyol dan perbankan Eropa memicu kekhawatiran pelambatan pertumbuhan global.

Indeks MSCI Asia Pacific pada Jumat (14/10) turun 0,8% menjadi 116,77 pada pukul 4:03 di Tokyo. Indeks naik 9,7% dalam enam hari sebelumnya, kenaikan terbesar mingguan sejak Maret, setelah Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy berjanji untuk menyampaikan rencana rekapitalisasi bank-bank Eropa dan mengatasi krisis utang Yunani.

"Investor berharap Eropa akan menemukan solusi untuk krisis utang Eropa. Jika itu tidak terjadi, pasar bisa turun lagi," kata Lee Raja Fuei, fund manager Schroders Plc yang berbasis di Singapura. "Secara politis, akan sulit untuk menemukan solusi. Pemerintah di AS dan Eropa tersisa dengan opsi stimulus terbatas. "

Di Jepang, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,9%, dengan Olympus Corp jatuh 18% setelah mengatakan pimpinannya akan mengundurkan diri. Di Australia, indeks S & P / ASX 200 tergelincir 0,9% dan indeks Kospi naik 0,7%, dengan Nexolon Co, pembuat terbesar ingot silikon dan wafer yang digunakan dalam sel surya Korea Selatan, melonjak 30%.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng turun 1,2% setelah Biro Statistik Nasional mengatakan harga konsumen di China meningkat 6,1% dari tahun sebelumnya pada September. Indeks Komposit Shanghai turun 0,3% setelah jatuh 1,2%.

Perusahaan China jatuh karena laporan menunjukkan inflasi yang terus tinggi, mengurangi kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter dalam ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.

Sino-Ocean Land Holdings Ltd, pengembang properti di China utara, turun 9,6% di Hong Kong. China Overseas Land & Investment Ltd, pembangun milik negara, turun 2,5% karena kekhawatiran China mungkin melanjutkan langkah-langkah memperlambat inflasi. Industrial & Commercial Bank of China Ltd, bank terbesar dari nilai pasar, turun 3,6% di Hong Kong.

"Pemerintah tidak mungkin melonggarkan kebijakan moneter sampai akhir tahun karena inflasi tetap pada tingkat tinggi," kata Gao Ting, kepala strategi di UBS AG yang berbasis di Beijing China.

Inflasi mencapai level tertinggi tiga tahun di 6,5% pada Juli, dibandingkan target setahun penuh pemerintah di 4%. Pertumbuhan di China tergelincir setelah pengetatan, dengan analis meramalkan bahwa data pekan berikutnya akan menunjukkan ekspansi 9,3% pada kuartal ketiga, turun dari 9,5% kuartal sebelumnya.

Esprit Holdings Ltd, industri busana yang mendapat 83% pendapatan dari Eropa, turun 1,4% di Hong Kong. Billabong International Ltd, produsen surfwear global, merosot 2,1% di Sydney. Produsen mobil Honda Motor Co turun 2,4% di Tokyo, sementara Canon Inc, produsen kamera yang tergantung pada Eropa untuk sepertiga penjualan, tergelincir 2,6%. Adapun saham Olympus jatuh 18%, setelah Presiden Michael C. Woodford akan lengser.

Bursa Asia melemah, setelah peringkat kredit jangka panjang Spanyol dipangkas menjadi AA-dari AA oleh Standard & Poor dengan outlook negatif, pemotongan ketiga dengan S & P dalam tiga tahun. Secara terpisah, Fitch Ratings memangkas peringkat kredit jangka panjang UBS AG, Lloyds Banking Group Plc dan Royal Bank of Scotland Group Plc.

Saham Bank di Asia juga turun atas kekhawatiran bahwa default di negara-negara Eropa dapat memicu krisis kredit yang mirip dengan Lehman Brothers Holdings Inc pada 2008. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc, pemberi pinjaman terbesar di Jepang turun 1,5% di Tokyo, sementara HSBC Holdings Plc pemberi pinjaman terbesar di Eropa, tenggelam 0,9% di Hong Kong.

Saham di Eropa jatuh kemarin setelah Bank Sentral Eropa mengatakan pemaksaan kerugian lebih lanjut tentang pemegang utang Yunani, menimbulkan risiko bagi stabilitas keuangan euro. Eskalasi dalam krisis utang Eropa dapat memicu aksi jual di aset-aset Asia dan mengganggu pasar mata uang. Laporan IMF muncul sebelum Slovakia menyetujui peningkatan dana talangan bagu Eropa, menyelesaikan ratifikasi di 17 negara euro.

BHP Billiton perusahaan tambang utama dunia kehilangan 2,1% di Sydney dan saingannya Rio Tinto Group, penambang terbesar kedua dunia dari penjualan, turun 1,5%0. CNOOC Ltd, produsen energi lepas pantai terbesar China, merosot 4,3%.

Tembaga berjangka di New York turun 2,6% kemarin, sedangkan Indeks London Metal Exchange untuk harga enam logam termasuk tembaga dan aluminium tenggelam 2,4%. Minyak mentah berjangka di New York tergelincir 1,6%. Tembaga dan berjangka minyak naik hari ini. [ast]

Profit Taking Saham Unggulan Gerus IHSG 10 Poin

Jakarta - Akhir pekan yang suram bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Aksi ambil untung di saham-saham unggulan membuat harus terpangkas 10 poin di tengah perdangan yang sepi.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 8.850 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.900 per dolar AS.

Mengawali perdagangan akhir pekan, pagi tadi IHSG dibuka turun tipis 3,469 poin (0,10%) ke level 3.671,915. Situasi ekonomi global yang kembali terguncang oleh turunnya peringkat Spanyol membuat bursa regional memerah.

Pergerakan IHSG masih serba tipis dan berfluktuatif, beberapa kali indeks bolak-balik antara zona merah dan hijau. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini di 3.688,140.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 14,202 poin (0,39%) ke level 3.661,182. Investor masih menunggu hasil pertemuan G20 tentang penyelesaian krisis utang Eropa.

Aksi ambil untung mulai marak terjadi memasuki perdagangan sesi II, indeks pun jatuh ke posisi 3.639,343. Namun, aksi beli selektif menjelang penutupan bisa menahan jatuhnya bursa.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (14/10/2011), IHSG ditutup turun tipis 10,704 poin (0,30%) ke level 3.664,680. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melemah tipis 2,362 poin (0,37%) ke level 649,690.

Saham-saham bank kelas berat menjadi penopang jatuhnya pasar saham hari ini setelah banyak diburu investor asing, seperti BRI dan BNI. Sementara saham Telkom (TLKM) dan tambang seperti Harum Energy (HRUM), Bukit Asam (PTBA) dan lain-lain menjadi pemberat bursa.

Investor pun masih banyak melakukan aksi tunggu sambil sesekali mengurangi portofolionya sambil menanti hasil keputusan dari pertemuan G20 yang membahas penyelesaian krisi utang Eropa.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 115,803 kali pada volume 5,359 miliar lembar saham senilai Rp 5,340 triliun. Sebanyak 114 saham naik, sisanya 93 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Nilai transaksi cukup tinggi karena ada pembelian saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di pasar negosiasi hingga sebesar Rp 1,64 triliun. Pengalihan saham itu difasilitasi Credit Suisse (CS) dan Deutsche Securities (DB).

Para pemodal asing kembali mengurangi investasinya, hingga sore ini transaksi investor asing terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 169,087 miliar di seluruh pasar.

Bursa-bursa di regional turut menyumbang sentimen negatif kepada IHSG. Koreksi yang dideritanya cukup dalam, terutama bursa saham Hong Kong.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai turun 7,42 poin (0,30%) ke level 2.431,37.
  • Indeks Hang Seng anjlok 256,02 poin (1,36%) ke level 18.501,79.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 75,29 poin (0,85%) ke level 8.747,96.
  • Indeks Straits Times turun tipis 3,19 poin (0,12%) ke level 2.730,78.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Supreme Cable (SCCO) naik Rp 500 ke Rp 2.500, Indospring (INDS) naik Rp 350 ke Rp 3.725, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 350 ke Rp 8.950, dan Central Omega (DKFT) naik Rp 300 ke Rp 2.825

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.850 ke Rp 57.100, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.100 ke Rp 13.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 41.550,dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 950 ke Rp 66.950.

(ang/qom)

Wow! Bursa Eropa masih Bertenaga

Headline
INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa menguat pada perdagangan Jumat (14/10) dengan prediksi bursa AS bergerak mixed, meskipun bursa Asia melemah.

Indeks FTSE naik 0,3% ke 5.420, indeks DAX naik 0,5% ke 5.945 dan indeks CAC turun 0,6% ke 3.209. Penguatan didukung saham Syngenta AS yang menguat hingga 3,9% setelah melaporkan keuntungan pada kuartal III.

Namun indeks saham perbankan turun 2,3% sedangkan saham UBS turun 3%. Penurunan tajam saham perbankan setelah Fitch Ratings melakukan downgrade UBS.seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Fitch memangkas rating Landesbank Berlin Holding AG Jerman menjadi A+ dari AA-. Selain menurunkan rating Lloyds Banking Group PLC Inggris, menjadi A dari AA-, kemudian Royal Bank of Scotland Group PLC menjadi A dari AA- dan memangkas UBS AG Swiss menjadi A dari A +.

Sementara Standard & Poor menurunkan peringkat kredit Spanyol untuk ketiga kalinya dalam tiga tahun. Alasannya pertumbuhan cenderung melambat dan meningkatnya default yang mengancam bank-bank setempat.

Bursa Asia mayoritas melemah seperti indeks Hang Seng turun 1,3% ke 18.501, indeks Shanghai turun 0,3% ke 2.431, indeks KLSE turun 0,2% ke 1.441, indeks Nikkei turun 0,8% ke 8.747, indeks ASX turun 0,9% ke 4.205 sedangkan indeks Kospi naik 0,6%.

Bursa Asia menampilkan wajah muram di akhir pekan

Bursa Asia menampilkan wajah muram di akhir pekan
TOKYO. Bursa Asia masih menunjukkan wajah muram sore ini. Pada pukul 16.03 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,8% menjadi 116,77. Padahal, bursa Asia mencatatkan kenaikan selama enam hari belakangan dengan lonjakan mencapai 9,7%.

Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,9%, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,9%, dan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,7%. Penurunan juga terjadi pada indeks Hang Seng Hongkong sebesar 1,2% dan Shanghai Composite Index sebesar 0,3%.

Saham perusahaan-perusahaan China banyak yang mencatatkan penurunan setelah tingkat inflasi di Negeri Panda itu melampaui target pemerintah di atas 6%. Sedangkan sejumlah saham yang pergerakannya turut mempengaruhi pergerakan bursa Asia adalah: BHP Billiton Ltd yang turun 2,1% di Sydney, Esprit Holdings Ltd yang turun 1,4% di Hongkong, serta Mitsubishi UFJ Financial Group Inc turun 1,5% di Tokyo.

Memang, kemerosotan yang dialami bursa Asia sudah berlangsung sejak tadi pagi setelah Standard & Poor's menurunkan rating utang Spanyol. Selain itu, investor juga mencemaskan kondisi perbankan Eropa yang akan berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

"Investor sangat mengharapkan pimpinan Eropa dapat segera menemukan solusi atas krisis utang yang dihadapi. Jika hal itu tidak terjadi, pasar akan terus mengalami penurunan. Secara politis, sangat sulit menemukan solusi. Pemerintah AS dan Eropa hanya memiliki opsi untuk menggelontorkan stimulus yang nilainya terbatas," urai Lee King Fuei, fund manager Schroders Plc.

Hore! Euro Naik terhadap Dolar dan Yen

Hore! Euro Naik terhadap Dolar dan Yen
INILAH.COM, London - Kurs euro menguat terhadap dolar dan yen menjelang pertemuan menteri keuangan kelompok G20 untuk membahas solusi krisis utang Eropa.

Mata uang bersama kawasan Eropa ini untuk pertama kalinya dalam lima hari di bulan ini mengalami penguatan. Pemicunya setelah China dan Brazil mempertimbangkan untuk meningkatkan pinjaman di IMF.

Kurs euro naik 0,2% menjadi US$1,3806 pada Jumat pagi di London. Sementara terhadap yen naik 0,3% menjadi 106,27 yen. Dolar AS naik 0,1% terhadap yen menjadi 76,98 yen, seperti dikutip dari bloomberg.com.

Euro sebelumya tertekan setelah rating kredit Spanyol dipangkas lembaga rating Standard & Poor. Dolar Singapura naik setelah bank sentral negara kota ini melonggarkan kebijakan moneter. Sementara dolar Selandia Baru dan Australia mengalami keuntungan.

"Pasar khawatir dengan kondisi fiskal negara-negara Uni Eropa sehingga IMF mengintervensi pasar uang dan membantu Eropa meningkatkan kepercayaan diri. Setiap pengumuman soal pembahasan krisis Eropa maka akan berdampak positif bagi euro," kata Grant Turley, analis valas di Australia & New Zealand Bangking Group Ltd di Sydney.

Bulan ini, kelompok G20 akan membahas perluasan fasilitas dari IMF sebagai kesepakatan kelompok ini dalam membantu mengatasi krisis Uni Eropa. Pembicaraan pada bulan September kemarin masih dalam tahap awal dan akan dimatangkan pada pertemuan puncak 23 Oktober mendatang.