Selasa, 19 April 2011

Harga Batu Bara Acuan April 2011 USD122,02/Ton

Ilustrasi
JAKARTA - Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM menetapkan harga batu bara acuan (HBA) bulan April 2011 USD122,02 per ton, atau turun USD0,41 per ton dari USD122,43 per ton pada Maret 2011.

Seperti dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Selasa (19/4/2011), HBA pada akhir tahun lalu konsisten mengalami kenaikan dari bulan Oktober 2010 sebesar USD92,68 per ton hingga puncaknya di bulan Februari 2011 mencapai USD127,05 per ton.

Penurunan HBA pertama kalinya terjadi pada bulan Maret 2011. Besaran penurunan HBA pada bulan April 2011 tidak terlalu signifikan sehingga bisa dikatakan HBA stabil pada kisaran USD122 per ton.

HBA ini merupakan patokan untuk batubara dengan kualitas kalori sekitar 6.322 kkal per kg (gross as received). HBA menggunakan formula yang mengacu kepada rata-rata indeks ICI-1 (Indonesia Coal Index), Platts-1, NEX (Newcastle Export Index) dan GC (Newcastle Global Coal Index). HBA berlaku untuk harga harga spot (kontrak penjualan di bawah 12 bulan) sedangkan untuk harga term (kontrak penjualan lebih dari 12 bulan), harga acuan menggunakan rata-rata HBA tiga bulan terakhir dan harga berlaku untuk penjualan batubara selama 12 bulan.

Beberapa isu yang berkembang antara lain dinamika impor batu bara dua raksasa dunia China dan India serta spekulasi meningkatnya impor batu bara Jepang pasca gempa bumi dan tsunami.

Harga ekspor batubara Afrika Selatan di terminal Richards Bay, terminal batu bara terbesar di Afrika, mengalami kenaikan sejak dua bulan lalu terutama didorong oleh spekulasi pembelian batu bara oleh pembangkit listrik Jepang.

Telkom Siap Buyback Tahap IV Maksimal 2,07%


INILAH.COM, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) akan melakukan pembelian kembali saham tahap IV maksimal 2,07% dari seluruh jumlah saham seri B yang telah dikeluarkan atau maksimal 416.666.667 saham seri B.

Demikian seperti dikutip dari keterangan yang diterbitkan Selasa (19/4). Pembelian kembali saham tersebut akan dilakukan secara bertahap dalam waktu paling lama 18 bulan sejak disetujuinya pembelian kembali saham IV oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan. Pembelian kembali dalam pembelian kembali saham IV tersebut akan dilaksanakan berdasarkan pertimbangan dari manajemen perseroan melalui pembelian saham pada Bursa Efek Indonesia.

Perseroan akan melakukan pembelian kembali saham IV ini dilakukan maksimal sejumlah 2,07% dari seluruh jumlah saham seri B atau maksimal 416.666.667 saham seri B. Dana yang digunakan untuk pembelian kembali sajam ini pun tidak melebihi Rp3 triliun. Seperti dikutip dari keterangan yang diterbitkan hari ini, apabila perseroan melakukan pembelian saham IV pada 2011 maka perseroan akan menggunakan saldo laba ditahan sebesar Rp3 triliun.

Perseroan akan menentukan harga pembelian kembali saham pada BEI sesuai dengan peraturan Bapepam IX.B.2 di mana harga pembelian harus lebih rendah atau sama dengan harga perdagangan sebelumnya di BEI. Pembelian kembali saham tersebut akan dibantu oleh PT Bahana Securities.

Sebelumnya hingga Desember 2010 dan 2009, perseroan telah membeli kembali masing-masing 490.574.500 saham dari modal saham seri B atau masing-masing setara 2,43% dari modal saham seri B yang ditempatkan dan beredar. [hid]

Rating AS Turun, IHSG Dibuka Melemah 30,4 Poin


INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (19/4) pagi dibka turun 30,4 poin (0,82%) ke 3.696,66. Volume perdaganngan sebesar 115,2 juta saham senilai Rp189,8 miliar.

Perdagangan diwarnai dengan 108 saham turun, 14 saham naik dan 42 saham stagnan. Indeks JII turun 4,3 poin ke 512,3 dan indeks LQ45 turun 6,9 poin ke 660,8.

Penurunan indeks dimotori sektor pertambangan yang turun 27,3 poin ke 3.183,3 disusul sektor perkebunan turun 19,7 poin ke 2.144. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp8,1 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp52 miliar dan penjualan asing sebesar Rp43,8 miliar.

Saham yang tertekan seperti saham ASII turun Rp700 ke Rp53.700, ITMG turun Rp550 ke Rp47.650, GGRM turun Rp450 ke Rp40.250, AALI turun Rp300 ke Rp22.550, UNTR turun Rp250 ke Rp22.050, HRUM turun Rp200 ke Rp8.800, BBCA turun Rp150 ke Rp7.250, BBRI turun Rp150 ke Rp6.100, PTBA turun Rp150 ke Rp22.150, ROTI turun Rp125 ke Rp2.800, BMRI turun 100 ke Rp6.600.

Saham yang masih menguat antara lain saham IMAS naik Rp100 ke Rp8.300, EXCL naik Rp50 ke Rp5.900, INTA naik Rp25 ke Rp3.700.

Penurunan rating kredit AS yang dilakukan lembaga rating S&P telah menekan bursa saham Asia pada perdagangan Selasa (19/4). Indeks Kospi turun 8,07 poin (0,3%) ke 2.129,6. Indeks Nikkei turun 125,1 poin (1,3%) ke 9.431. Hang Seng turun 175,4 poin (0,74%) dan indeks Shanghai turun 0,05 poin ke 3.057,02. Indeks Singapura SGX turun 0,11 poin (0,3%) sedangkan bursa FTSI turun 17,48 poin (0,56%) ke 3.126,9.

Lembaga pemeringkat S&P menurunkan outlook peringkat utang AS dari stable menjadi ’negatif’ tetapi dengan peringkat tetap AAA. Penurunan akibat memburuknya kondisi fiskal AS dengan defisit sebesar 3% dari PDB dan rasio utang sebesar 98% dari PDB. S&P melihat risiko yang signifikan pada anggaran 2013 dan kemungkinan terjadinya kebuntuan untuk mencapai kesepakatan anggaran pada jangka menengah dan panjang.

Bangun Mal dan Hotel, Metropolitan Land Jual 30% Saham ke Publik

Jakarta - PT Metropolitan Land, anak usaha Grup Ciputra menawarkan 2,273 miliar lembar (30%) sahamnya ke publik lewat penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO). Perseroan berniat melantai di bursa pada 13 Mei 2011.

Seperti dikutip dari prospektus ringkas perseroan yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (19/4/2011), sebanyak 30% saham itu terbagi menjadi dua bagian, yaitu saham baru dan saham milik Netstar Holdings Limited British Virgin Island.

Saham baru yang akan diterbitkan perseroan sebanyak 1,894 miliar dengan nominal Rp 100. Sementara saham Netstar yang ditawarkan sebanyak 378,966 juta dengan nilai nominal Rp 100.

Sementara harga penawaran masih akan ditentukan kemudian. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi ini adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT DBS Vickers Securities.

Perseroan juga mengadakan program ESA dan MSOP, di mana program ESA diberikan penjatahan pasti dengan jumlah sebanyak-banyaknya 2% dari saham baru atau setara 37,896 juta lembar. Sedangkan program MSOP jumlah maksimalnya 1% dari modal disetor dan ditempatkan oleh perseroan.

Masa penawaran awal akan dilakukan pada 19-27 April 2011, sementara perkiraan efektif pada 5 Mei 2011. Dengan demikian perkiraan masa penawaran berikutnya pada 9-10 Mei 2011.

Sebelumnya, IPO Metropolitan Land ini diperkirakan meraup dana sebanyak Rp 800 miliar sampai dengan Rp 1 triliun.

Dana hasil penawaran umum ini sebanyak 48,5% akan dipakai untuk pembangunan Metropolitan Grand Mall, sebanyak 5,25% untuk pembangunan M-Gold Residence, sekitar 13% untuk pembangunan Hotel Horison Bekasi Ekstension, sementara sisanya 10% untuk penyertaan modal di PT Sumbersentosa Guna Lestari.

Rekomendasi diturunkan, saham INTP terjungkal pagi ini


Date : Apr 19 2011, 11:08
Title : News Story
Header : Rekomendasi diturunkan, saham INTP terjungkal pagi ini


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) pagi ini dilanda aksi
jual. Pada pukul 10.06, saham perusahaan semen terbesar kedua di Indonesia ini
turun 1,5% menjadi 16.700.
Aksi pelepasan saham yang dilakukan investor atas INTP terjadi setelah
CIMB-GK Securities Pte menurunkan peringkat rekomendasi perusahaan dari
outperform menjadi netral. CIMB-GK beralasan, dalam jangka pendek tak ada ruang
untuk melakukan re-rating saham ini.

KONTAN Tue, 19 Apr 2011 ( 10:35:20 WIB )
=======================================================================================

Rencana buyback, saham TLKM melejit ke level tertinggi dalam tujuh minggu


Date : Apr 19 2011, 11:09
Title : News Story
Header : Rencana buyback, saham TLKM melejit ke level tertinggi dalam tujuh minggu


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) melonjak ke level
tertinggi dalam tujuh minggu terakhir. Pada pukul 10.53, saham TLKM naik 2%
menjadi Rp 7.500. Ini merupakan level tertinggi sejak 1 Maret lalu.
Disinyalir, aksi borong saham perusahaan halo-halo ini terkait dengan aksi
korporasi perusahaan. Dikabarkan, TLKM berencana menggelontorkan dana senilai
Rp 3 triliun untuk membeli kembali sahamnya.

KONTAN Tue, 19 Apr 2011 ( 11:04:23 WIB )
=======================================================================================

Laba Bank Jabar Banten Naik 140% di Triwulan I-2011?


Beredar kabar laporan keuangan triwulan I-2011 PT Bank Jabar Banten Tbk (BJBR) yang akan dikeluarkan akhir bulan ini mengindikasi laba sebelum pajak mencapai Rp 350 miliar, naik 140% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY). Angka ini lebih tinggi 24% di atas konsensus analis asing.

"Para big player lokal terus melakukan koleksi saham ini, karena rumor yang beredar BJBR akan ditarik sampai Rp 1.800. Bahkan mereka menyarankan untuk menyimpan saham bank ini," kata salah satu pelaku pasar, Selasa (19/4/2011).

Ia mengatakan, tanggal 19 April 2011 hari ini merupakan cum dividen BJBR sebesar Rp 59 per lembar. Menurutnya, dividen ini punya yield yang cukup besar untuk sebuah saham perbankan yang harganya masih Rp 1.350 per lembar.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.18 waktu JATS, harga saham BJRB turun 10 poin (0,72%) ke level Rp 1.360 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 569 kali dengan volume 28.390 lot senilai Rp 19,263 miliar.


Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.

Paska kuasi reorganisasi, SMCB bagi dividen Rp 23 per lembar saham


Date : Apr 18 2011, 15:47
Title : News Story
Header : Paska kuasi reorganisasi, SMCB bagi dividen Rp 23 per lembar saham


Story
=======================================================================================
JAKARTA. RUPS Tahunan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) menyetujui pembagian
dividen sebesar Rp 23 per lembar saham dengan rasio dividen lebih dari 21,3%.
Pendapatan bersih perusahaan tahun lalu tercatat Rp 828 miliar. Volume
penjualan domestik 2010 meningkat 4,6% mencapai 6,24 juta ton dibandingkan
2009. Adapun EBITDA perseroan dipertahankan pada angka Rp 1,85 trilium dengan
rasio hutang dan modal meningkat dari 0,6:1 menjadi 0,3:1.
"Kami terus mengurangi tingkat utang. Langkah terakhir yang kami ambil
tahun lalu adalah melakukan kuasi reorganisasi dan eliminasi defisit. Ini
membuat perusahaan kembali bisa membagikan dividen," ujar Presiden Direktur
SMCB Eamon Ginley usai RUPST, Senin (18/4).

KONTAN Mon, 18 Apr 2011 ( 15:43:03 WIB )
=======================================================================================

Bergerak Fluktuatif, IHSG Ditutup Melemah Tipis 3 Poin


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di zona merah dengan pelemahan 3 poin. Hari ini, indeks bolak-balik antara teritori positif dan negatif.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di Rp 8.850 per dolar AS dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 8.860 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG langsung berada di jalur hijau, naik 12,983 atau 0,37% ke level 3514,48. Indeks masih bisa menguat tipis di awal perdagangan.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG ditutup melemah tipis 7,290 poin (0,21%) ke level 3.494,207. Koreksi atas saham-saham berkapitalisasi besar membuat IHSG akhirnya luruh ke jalur merah.

Menutup perdagangan, Senin (21/2/2011), IHSG turun tipis 3,854 poin (0,12%) ke level 3.497,643. Sementara Indeks LQ 45 naik tipis 1,356 poin (0,21%) ke level 620,106.

Pada awal perdagangan, indeks sempat naik tajam ke level tertingginya di 3.520,641. Tak berapa lama, profit taking atas saham-saham bank membuat indek terjun bebas ke level terendahnya di 3.489,105.

Tak kuasa menahan banyaknya aksi jual, indeks akhirnya menyerah di zona merah. Mayoritas sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah.

Namun beberapa sektor masih ada yang bisa mencetak penguatan, seperti agribisnis, pertambangan, konsumer dan perdagangan. Saham konsumer menjadi penopang kejatuhan bursa hari ini sehinga tidak terlalu dalam.

Meski investor asing membukukan pembelian bersih (foreign nett buy) sebesar Rp 307,134 miliar di seluruh pasar, namun indeks belum mampu naik ke teritori positif.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 112.016 kali pada volume 2,99 miliar lembar saham senilai Rp 3,918 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 121 saham turun, 85 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed sore hari ini, dengan rata-rata bergerak tipis. Beberapa diantaranya masih bisa mencetak penguatan.

Berikut kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melesat 32,96 poin (1,14%) ke level 2.932,76.
  • Indeks Hang Seng turun 109,82 poin (0,47%) ke level 23.485,42.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 14,73 poin (0,14%) ke level 10.857,53.
  • Indeks Straits Times melemah 20,85 poin (0,68%) ke level 3.066,07.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.800 ke Rp 37.550, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 750 ke Rp 47.950, Multibreeder (MBAI) naik Rp 600 ke Rp 12.200, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 25.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 950 ke Rp 52.050, Sarana Menara (TWR) turun Rp 600 ke Rp 11.000, Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 15.300, dan Bank Danamon (BDMN) turun Rp 300 ke Rp 6.350.

Senin, 18 April 2011

Ini dia alasan saham ANTM dilanda aksi jual di tengah rekornya harga emas

Date : Apr 18 2011, 15:36
Title : News Story
Header : Ini dia alasan saham ANTM dilanda aksi jual di tengah rekornya harga emas


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Kontrak harga emas dunia kembali menembus rekor baru. Pagi tadi,
kontrak harga emas di NYMEX untuk pengantaran cepat naik 0,1% menjadi US$
1.488,68 per troy ounce. Pada pukul 10.00 waktu Singapura, kontrak yang sama
berada di level US$ 1.485,35. Sementara itu, kontrak harga emas untuk
pengantaran Juni di New York juga meroket ke level rekor baru di posisi US$
1.489,70 per troy ounce.
Namun, melonjaknya harga emas tidak diikuti oleh kenaikan saham PT Aneka
Tambang (ANTM). Malah, saham milik produsen emas ini dilanda aksi jual. Pada
pukul 13.03, saham ANTM tercatat turun 1,6% menjadi Rp 2.325.
Menurut Managing Research Indosurya Securities Reza Priyambada, pergerakan
harga saham tidak selamanya mengikuti pergerakan harga komoditas. "Memang sudah
menjadi persepsi investor kalau Antam itu identik dengan emas. Padahal, tidak
bisa dihubungkan begitu saja," jelasnya.
Reza memaparkan, berdasarkan laporan kinerjanya, pendapatan terbesar ANTM
berasal dari feronikel yang mencapai 42%. Sementara, pendapatan dari emas
menyumbang sekitar 21,94%. "Itu pun berada di posisi ketiga setelah bijih nikel
yang mencapai 27%," kata Reza.
Lantas, apa yang menyebabkan penurunan saham ANTM hari ini? Menurutnya,
saham ANTM termasuk salah satu bluechips yang terkena aksi jual. Dia
memaparkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan mayoritas saham sudah masuk
area overbought. Artinya, "Indeks dan sejumlah saham rawan profit taking,"
imbuh Reza.
Sebab, secara fundamental, kinerja ANTM cukup memuaskan. "Tingkat
pendapatannya naik. Bahkan laba bersihnya naik 2,78 kali. Sangat besar,"
katanya.
Dilihat secara teknikal, diperkirakan ANTM akan berada pada support
2.275-2.325 dan resistance 2.375-2.450. Candle membentuk pola tweezers bottom
setelah mengalami penurunan beberapa hari.
"Hal ini mengindikasikan berkurangnya kekuatan daya jual untuk menekan
harga. Apalagi tekanan jual sebelumnya telah membawa ANTM berada di bawah area
overbought," urainya panjang lebar.
Dia menambahkan, MACD gagal membentuk death cross dengan histogram positif
yang mendatar. RSI, Williams %R, dan Stochastic masih mencoba reversal untuk
menyentuh kembali area overbought. "Bila pasar mendukung, ANTM bisa limited buy
pada kisaran harga Rp 2.325-2.375 dengan target harga Rp 2.450. Cut loss bila
menyentuh Rp 2.250," tegasnya.
[ Barratut Taqiyyah ]
KONTAN Mon, 18 Apr 2011 ( 15:23:56 WIB )
=======================================================================================

Saham grup Bhakti berguguran pasca putusan pengadilan untungkan Tutut

Date : Apr 18 2011, 15:36
Title : News Story
Header : Saham grup Bhakti berguguran pasca putusan pengadilan untungkan Tutut


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Keputusan pengadilan tingkat pertama yang memenangkan Siti
Hardijanti Rukmana dalam perkara gugatan kepemilikan saham tidak hanya
menjatuhkan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), tapi juga menyeret
emiten grup Bhakti lainnya.
Hingga pukul 15.03 WIB, saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) sudah tumbang
5,26% ke level Rp 720 per saham. Bahkan, sebelumnya sempat jatuh ke Rp 710 per
saham.
Pada waktu yang sama, saham PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) jatuh 1,75% ke
Rp 168 per saham, dan sempat menyentuh level Rp 167 per saham.
Adapun, saham MNCN masih melanjutkan koreksi yang sudah terjadi sejak
akhir pekan lalu. Saat ini, saham emiten yang dulu bernama TPI ini jatuh 2,44%
ke Rp 800, bahkan sempat melorot ke level Rp 780 per saham pada perdagangan
sesi pertama.
[ Dupla Kartini ]
KONTAN Mon, 18 Apr 2011 ( 15:19:13 WIB )
=======================================================================================

Saham grup Bhakti berguguran pasca putusan pengadilan untungkan Tutut

Date : Apr 18 2011, 15:36
Title : News Story
Header : Saham grup Bhakti berguguran pasca putusan pengadilan untungkan Tutut


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Keputusan pengadilan tingkat pertama yang memenangkan Siti
Hardijanti Rukmana dalam perkara gugatan kepemilikan saham tidak hanya
menjatuhkan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), tapi juga menyeret
emiten grup Bhakti lainnya.
Hingga pukul 15.03 WIB, saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) sudah tumbang
5,26% ke level Rp 720 per saham. Bahkan, sebelumnya sempat jatuh ke Rp 710 per
saham.
Pada waktu yang sama, saham PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) jatuh 1,75% ke
Rp 168 per saham, dan sempat menyentuh level Rp 167 per saham.
Adapun, saham MNCN masih melanjutkan koreksi yang sudah terjadi sejak
akhir pekan lalu. Saat ini, saham emiten yang dulu bernama TPI ini jatuh 2,44%
ke Rp 800, bahkan sempat melorot ke level Rp 780 per saham pada perdagangan
sesi pertama.
[ Dupla Kartini ]
KONTAN Mon, 18 Apr 2011 ( 15:19:13 WIB )
=======================================================================================

Saham grup Bhakti berguguran pasca putusan pengadilan untungkan Tutut

Date : Apr 18 2011, 15:36
Title : News Story
Header : Saham grup Bhakti berguguran pasca putusan pengadilan untungkan Tutut


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Keputusan pengadilan tingkat pertama yang memenangkan Siti
Hardijanti Rukmana dalam perkara gugatan kepemilikan saham tidak hanya
menjatuhkan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), tapi juga menyeret
emiten grup Bhakti lainnya.
Hingga pukul 15.03 WIB, saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) sudah tumbang
5,26% ke level Rp 720 per saham. Bahkan, sebelumnya sempat jatuh ke Rp 710 per
saham.
Pada waktu yang sama, saham PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) jatuh 1,75% ke
Rp 168 per saham, dan sempat menyentuh level Rp 167 per saham.
Adapun, saham MNCN masih melanjutkan koreksi yang sudah terjadi sejak
akhir pekan lalu. Saat ini, saham emiten yang dulu bernama TPI ini jatuh 2,44%
ke Rp 800, bahkan sempat melorot ke level Rp 780 per saham pada perdagangan
sesi pertama.
[ Dupla Kartini ]
KONTAN Mon, 18 Apr 2011 ( 15:19:13 WIB )
=======================================================================================

Saham grup Bhakti berguguran pasca putusan pengadilan untungkan Tutut

Date : Apr 18 2011, 15:36
Title : News Story
Header : Saham grup Bhakti berguguran pasca putusan pengadilan untungkan Tutut


Story
=======================================================================================
JAKARTA. Keputusan pengadilan tingkat pertama yang memenangkan Siti
Hardijanti Rukmana dalam perkara gugatan kepemilikan saham tidak hanya
menjatuhkan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), tapi juga menyeret
emiten grup Bhakti lainnya.
Hingga pukul 15.03 WIB, saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) sudah tumbang
5,26% ke level Rp 720 per saham. Bahkan, sebelumnya sempat jatuh ke Rp 710 per
saham.
Pada waktu yang sama, saham PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) jatuh 1,75% ke
Rp 168 per saham, dan sempat menyentuh level Rp 167 per saham.
Adapun, saham MNCN masih melanjutkan koreksi yang sudah terjadi sejak
akhir pekan lalu. Saat ini, saham emiten yang dulu bernama TPI ini jatuh 2,44%
ke Rp 800, bahkan sempat melorot ke level Rp 780 per saham pada perdagangan
sesi pertama.
[ Dupla Kartini ]
KONTAN Mon, 18 Apr 2011 ( 15:19:13 WIB )
=======================================================================================

Lippo Group Naikkan Kepemilikan di LPKR



INILAH.COM, Jakarta - Lippo Grup, melalui salah satu afiliasinya, Pacific Asia Holdings Limited telah melaporkan kepada Bapepam bahwa grup tersebut telah melakukan pembelian melalui pasar sebanyak 3,02% atau 652 juta lembar saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sehingga meningkatkan kepemilikan dan kendali atas LPKR menjadi 25,02%.

Dalam siaran persnya, Senin (18/4), Direktur LPKR Mark Wong menyampaikan pembelian saham telah dilakukan dalam lima hari sampai dengan Jumat 15 April 2011 dan telah dilaporkan kepada Bapepam sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Lippo Grup menyatakan bahwa mereka berniat untuk lebih meningkatkan kepemilikan mereka dalam Perseroan sepanjang memungkinkan, yang mencerminkan keyakinan mereka terhadap LPKR dan daya tarik nilai serta pertumbuhan Perseroan .

Investasi lebih lanjut, pemegang saham pendiri ini menegaskan komitmen dan keyakinan mereka terhadap pertumbuhan properti di Indonesia, yang diproyeksikan akan melebihi tingkat pertumbuhan PDB Indonesia. Dalam sektor properti yang terfragmentasi, hanya segelintir perusahaan properti yang mampu bangkit untuk menjawab tantangan dan peluang dalam sektor properti di Indonesia.

Lippo Karawaci, dengan visi, profesionalisme, semangat kewirausahaan dan divisi bisnis yang kuat yang dimilikinya, telah memimpin untuk berada di garis depan prospek yang menarik ini. Yang mendasari perjalanan transformasional LPKR untuk meningkatkan nilai dari grup properti sebesar US$3 miliar menjadi US$8 miliar, adalah komitmennya untuk;
1) Mempercepat pengembangan dan penjualan kawasan pemukiman/township yang mapan, terkenal, yang memiliki fasilitas infrastruktur terbaik dan land bank yang luas, berbiaya rendah, dan terbaik.
2) Meningkatkan divisi Healthcare di bawah bendera Siloam Hospitals empat kali lipat menjadi 25 rumah sakit dengan pendapatan tahunan US$500 juta dalam lima tahun ke depan, yang memberikan kontribusi terhadap transformasi sosial Indonesia dalam meningkatkan standar dan kualitas hidup masyarakat secara nasional.
3) Tetap menjadi pengembang dan operator mal yang dominan di Indonesia, menambahkan 15 mal regional dalam 5 tahun ke depan ke dalam portofolio 25 mal yang saat ini dimiliki dan dikelola Perseroan di seluruh Indonesia, dalam sektor ritel yang berkembang cepat di negara ini.
4) Mengembangkan bisnis aset manajemen menjadi lebih dari US$3 miliar dalam 3 sampai 5 tahun ke depan dan pada saat yang sama mendapatkan dan membiayai sebagian besar investasi modal yang diperlukan untuk perluasan Mall dan Rumah Sakit LPKR.

LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar senilai Rp15,36 triliun atau US$1,77 miliar.

Apa Prediksi Analis untuk Saham BUMI?


INILAH.COM, Jakarta- Saham PT Bumi Resources (BUMI) masih stagnan hingga perdagangan sesi pertama awal pekan ini. Bagaimana prediksi para analis?

Christine Salim, Head of Research Samuel Sekuritas masih melihat potensi pada emiten ini. Menurutnya, BUMI telah menguat 7,9% sejak awal tahun dan mengungguli IHSG. Katalis bursa akan datang dari berlanjutnya penurunan pinjaman.

Selain itu, rencana Vallar untuk meningkatkan kepemilikan di BUMI hingga 50% akan menjadi katalis positif pergerakan harga saham. “Kami mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp3.950 per saham, menyiratkan PER (price earning ratio)2012 sebesar 14,9 kali,” katanya.

Seperti diketahui, Vallar Plc berencana meningkatkan kepemilikan di BUMI menjadi 50% di BUMI pada 10 Mei, dengan menawarkan pemegang saham BUMI mekanisme swap saham. Dengan rasio swap 57,7: 1, berarti setiap 57,7 saham BUMI akan ditawarkan 1 saham Vallar. “Hal ini menyiratkan harga konversi sebesar Rp3.240 per saham,” ujarnya.

Sentimen positif lain berasal dari pengurangan utang BUMI yang kini berada dalam proses. BUMI berencana mengurangi total kredit US$975 juta hingga akhir 2011, terdiri dari US$600 juta pinjaman CIC (China Investment Corporation)dan US$375 konversi obligasi.

“Kami memperkirakan penghematan bunga sebesar US$ 228 juta selama 2 tahun, mengurangi denda US$ 30 juta jika utang dilunasi secara tunai,” tuturnya.

Apalagi BUMI menyebutkan bahwa mungkin CIC berkeinginan menjadi mitra jangka panjang. Christine melihat ada tiga skenario potensial, yakni kesepakatan kas, debt to equity swap di BRMS (anak usaha BUMI, PT Bumi Resources Minerals)atau Vallar, serta kombinasi pertama dan kedua.

Senada dengan pengamat pasar modal Willy Sanjaya yang optimistis, saham BUMI dapat mencapai level 4.500. Menurutnya, masuknya Vallar ke BUMI menjadi indikasi positif bagi investor lokal, terutama untuk masuk ke saham batu bara ini. Apalagi BUMI berencana melunasi utang kepada CIC. "Utang lama yang akan dibayar dengan dana internal sehingga memberi dampak positif," ujar Willy.

Pada perdagangan Senin (18/4) sesi pertama, BUMI berada di level Rp3.350, atau stagnan dari penutupan pekan lalu. Emiten batu bara ini sudah bertahan di angka ini sejak Kamis (14/4).

Willy menilai, kalau ada koreksi yang terjadi atas saham BUMI, hal ini dapat dijadikan momentum bagi pelaku pasar untuk mengakumulasi saham BUMI. “Saya masih rekomendasi saham ini,” katanya.

Saat ini, imbuh Willy, pelaku pasar sedang menunggu laporan keuangan kuartal pertama 2011. Sementara itu, kinerja 2010 BUMI cukup positif. BUMI melaporkan laba bersih 2010 sebesar US$ 311 juta (YoY 63,4%) dan pendapatan sebesar US$ 4.369 juta (19,2% YoY).

Christine menilai, laba bersih ini sesuai dengan ekspektasi, namun 18,7% lebih tinggi dari konsensus. “Sedangkan pencapaian pendapatan mengalahkan konsensus dan perkiraan kami,”ujarnya.

Untuk tahun ini, produksi batubara dan harga jual rata-rata (ASP) yang tinggi akan mendukung kinerja perseroan. Manajemen mentargetkan pertumbuhan 10% produksi batubara menjadi 66 juta ton pada 2011.

Sementara patokan untuk ASP adalah US$ 77/ton untuk 2011, 8,5% lebih tinggi dibandingkan 2010, “Pedoman produksi batubara ini sejalan dengan estimasi kami, meski kami berharap ASP lebih tinggi sebesar US$82,5/ton,” katanya. [mdr]

Saham Produsen Sawit Bikin IHSG Tergelincir


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah super tipis 0,75 poin akibat tekanan jual di saham-saham agrikultur, terutama saham produsen sawit. Indeks bergerak fluktuatif di tengah perdagangan yang tidak terlalu ramai.

Mengawali perdagangan awal pekan, pagi tadi IHSG dibuka menguat tipis 4,257 poin (0,11%) ke level 3.734,769. Selain terbawa arus penguatan bursa regional, investor juga masih menunggu laporan keuangan emiten di triwulan I-2011.

Atas aksi tunggu tersebut, perdagangan di bursa berjalan tidak terlalu ramai. Setelah sempat menguat, akhirnya IHSG bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan setelah jatuh di level terendahnya 3.723,958.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (18/4/2011), IHSG turun tipis 0,750 poin (0,03%) ke level 3.729,762. Sementara Indeks LQ 45 justru naik tipis 0,315 poin (0,04%) ke level 669,047.

Saham-saham komoditas, terutama sawit, memimpin kejatuhan bursa hari ini menyusul harga sawit yang belum juga membaik. Beberapa saham produsen sawit yang terkoreksi antara lain Sampoerna Agro (SGRO), Astra Agro (AALI), dan Bakrie Sumatera (UNSP).

Beberapa indeks sektoral terjebak di zona merah, seperti halnya indeks sektor agrikultur yang melemah paling dalam. Namun demikian, mayoritas masih bertahan di zona hijau.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 49.346 kali pada volume 1,647 miliar lembar saham senilai Rp 1,619 triliun. Sebanyak 79 saham naik, 104 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia masih mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan yang tipis. Sayangnya, bursa Jepang masih terjebak di zona merah seperti IHSG menyusul sentimen kinerja Tokyo Electric Power Co yang tertekan krisis nuklir.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:


  • Indeks Komposit Shanghai naik 8,30 poin (0,27%) ke level 3.058,83.
  • Indeks Hang Seng naik tipis 37,28 poin (0,16%) ke level 24.045,35.
  • Indeks Nikkei 225 turun tipis 10,41 poin (0,11%) ke level 9.581,11.
  • Indeks Straits Times menguat tipis 7,07 poin (0,22%) ke level 3.160,37.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Surya Citra (SCMA) naik Rp 150 ke Rp 4.150, Ace Hardware (ACES) naik Rp 125 ke Rp 2.650, Resorces Alam (KKGI) naik Rp 125 ke Rp 4.525, dan Inovisi (INVS) naik Rp 100 ke Rp 7.350

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.500 ke Rp 25.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 850 ke Rp 27.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 48.400, dan Astra Internasional (ASII) 200 ke Rp 15.900.

2 Anggota DPRD Pimpin Demo Massa Tuntut 7% Saham Newmont

Sumbawa - Dua Anggota DPRD Sumbawa Barat langsung turun tangan memimpin demo massa di depan pintu utama tambang Newmont. Demo ini menuntut agar hak 7% saham divestasi Newmont diserahkan ke Pemda.

Setelah sempat dibubarkan oleh aparat Kepolisian, sekitar 500 lebih massa kembali berdemo. Selain ada dua anggota DPRD, camat pun ikut turun berdemonstrasi.

Dari pantauan detikFinance, Senin (18/4/2011), kedua Anggota DPRD ini berdiri di atas kendaraan yang dilengkapi sound system untuk kberorasi.

Kedua anggota DPRD tersebut adalah Fuad Syaifuddin dan Syaifullah. Para pendemo juga membawa spanduk-spanduk tuntutan dan bendera-bendera. Akibat demo ini, jalan raya di depan pintu tambang lumpuh total.

Sementara itu, dari keterangan Kapolres Sumbawa Barat AKBP Hadi Gunawan, 2 orang pendemo telah diamankan karena dicurigai bertindak sebagai provokator. "Kami juag sedang mengejar massa yang melakukan pelemparan batu ke polisi," ujar Hadi saat ditemui di lokasi.

Pihak polisi menyiapkan water canon untuk bersiaga jika demo kembali rusuh. Hadi mengatakan, polisi awalnya terpaksa membubarkan massa karena demo dilakukan tak sesuai kesepakatan. Warga memaksa masuk ke area tambang.

Seperti diketahui, pada pekan lalu gelombang aksi warga Sumbawa Barat yang menyasar Newmont memrotes pemerintah pusat yang tak kunjung menyerahkan hak pembelian 7% divestasi saham Newmont 2010, pada daerah. Gelombang aksi warga itu sempat rusuh, warga memblokir jalan akses ke lokasi tambang. Terakhir Rabu (13/4/2011) siang, menggunakan 100 perahu, ratusan warga menggempur area pelabuhan khusus konsentrat PTNNT. Warga ingin menduduki pelabuhan, namun dihadang polisi.

Sesuai kontrak karya, pemegang saham asing NNT diwajibkan mendivestasikan 51% saham asingnya yang berjumlah 80% itu ke pihak nasional dengan jadwal paling akhir seharusnya Maret 2010. Sebanyak 20% sudah dikuasai nasional melalui Pukuafu, sehingga NNT mesti mendivestasikan 31% sisanya.

Jadwal divestasi 31% saham NNT sesuai kontrak karya adalah 3% Maret 2006, 7% Maret 2007, 7% Maret 2008, 7% Maret 2009, dan 7% Maret 2010. Namun semua jadwal divestasi itu mundur, dan kini tersisa 7% saham untuk jatah divestasi tahun 2010.

PT Multi Daerah Bersaing (MDB) sudah menguasai 24% saham divestasi dan berniat memiliki 7% divestasi 2010 sisanya. MDB merupakan perusahaan patungan PT Daerah Maju Bersama (DMB) dengan PT Multicapital, yang merupakan anak usaha Grup Bakrie. Sementara, DMB merupakan BUMD milik tiga pemda, yakni Pemda Sumbawa, Pemda Sumbawa Barat, dan Pemda NTB.

Kini sisa jatah divestasi sebesar 7% menjadi rebutan. Pihak Pemkab Sumbawa Barat menginginkan saham tersebut jatuh ke tangannya, dan mengancam akan menutup operasional Newmont jika tidak mendapatkannya. Sementara pemerintah pusat seperti disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo, menegaskan akan membeli saham tersebut.

Permintaan Baja Naik, Saham KRAS Dikerek ke Rp 1.500?


Meningkatnya permintaan membuat harga baja dunia naik cukup tinggi, atas sentimen itu sejumlah bandar dikabarkan akan mengerek harga saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) ke level Rp 1.500 per lembar.

Menurut data Bloomberg, baja canai panas atau hot rolled coil di New York Mercantile Exchange sudah naik 24,4% dibanding harga awal tahun. Menurut salah satu pelaku pasar, sentimen itu akan membuat kinerja KRAS naik di tahun ini.

"Kenaikan harga dan permintaan yang tinggi akan baja diperkirakan akan memperbesar laba KRAS," kata si pelaku pasar tersebut, Senin (18/4/2011).

Permintaan yang tinggi itu diantaranya datang dari Hyundai Heavy Industries Co, pembeli terbesar di dunia plat baja yang berencana untuk meningkatkan penggunaan bahan baku 14% tahun ini, bersama dengan tingginya permintaan kapal kontainer dan konstruksi kapal tanker minyak.

"Selain itu KRAS menanti proyek-proyek besar dari Nippon Steel yang makin lama makin erat menggandeng KRAS sebagai mitranya, dan beberapa proyek lokal di bidang agrikultur dan infrastruktur lainnya," katanya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat KRAS akan bekerjasama dengan Nippon Steel untuk research and development konstruksi bangunan tahan gempa, baik design maupun material bahan. Baja dipergunakan sebagai bahan utama untuk konstruksi bangunan tahan gempa karena tingkat kekuatan dan elastisitas tinggi.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.55 waktu JATS, saham KRAS naik 10 poin (0,84%) ke level 1.200 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 11.403 kali dengan volume 295.165 lot senilai Rp 177,878 miliar.


Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.

Semakin Berkilau, Emas Lagi-Lagi Cetak Rekor


SINGAPURA - Harga emas kembali mencetak rekor harga tertingginya pada awal pekan ini. Penguatan harga emas ini disokong oleh kekhawatiran krisis global, dan krisis utang Eropa.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (18/04/2011), harga emas melejit ke posisi USD1.488,5 per ounce, tapi lalu harga komditas ini perlahan mengendur ke USD1.485,4 per ounce. Sementara harga emas di pasar berjangka stagnan di USD1.486,7 per USD.

"Bukanlah hal mengejutkan jika harga emas melejit harganya di tengah situasi sekarang ini," kata trader di Invester Australia Darren Heathcote.

Di sisi lain harga minyak tampak bergerak melemah ke USD109 per barel usai mencetak kenaikan harga selama tiga hari berturut-turut. Tapi harga emas ini telah mengalami kenaikan harga hingga 20 persen (year to date).

Sementara harga emas juga berhasil mencetak harga tertingginya selama 31 tahun terakhir dengan parkir di level USD43,26 per ounce.