Rabu, 18 Mei 2011

48% Revenue TBIG dari Telkom

Ilustrasi, Corbis
JAKARTA - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menuturkan hampir setengah dari revenue perseroan merupakan kontribusi perusahaan telekomunikasi pelat merah, yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

"Perlu diketahui,bahwa revenue kita sebanyak 48,4 persen berasal dari Telkom dan Telkomsel. Sedangkan untuk sisanya merupakan semua perusahaan telekomunikasi yang ada di Indonesia," ungkap Chief Financial Officer TBIG Helmy Yusman Santoso dalam acara Investor Day di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (18/5/2011).

Helmy menambahkan, saat ini perseroan tidak fokus melakukan bisnis hanya dari teknologi GSM atau CDMA saja, karena dengan adanya teknologi tambahan dalam telekomunikasi maka sudah pasti perusahaan telekomunikasi membutuhkan adanya tambahan equipment yang mana itu pastinya menguntungkan persereoan.

"Kita sebagai perseroan penyedia sarana infrastruktur telekomunikasi yang pasif. Jadi kita tidak mengkhususkan untuk membangun tower untuk teknologi apa, yang pasti kita melakukan sesuai dengan kontrak yang ada dengan perusahaan telekomunikasi,dan dengan adanya teknologi baru lainnya seperti 3G, GSM atau CDMA itu menguntungkan bagi kita,"paparnya.

Lebih lanjut, Helmy menuturkan, hingga kuartal-I 2011 perseroan telah membangun 356 tower dengan menggunakan belanja modal atau (capital expenditure/capex) sebesar USD30 juta. Sementara itu, dalam pipeline perseroan sudah ada lebih dari 500 tower yang akan dibangun setelah kuartal-I 2011, ini diluar 356 tower yang telah dibangun pada kuartal-I 2011 ini.

Perseroan memperkirkan pada kuartal-II 2011 dapat membangun sekira 300-400 tower dan {capex} yang akan digunakan sampai akhir tahun sebesar USD120 juta. (mrt)
(ade)

Proyek Karabbe INCO Dipastikan Rampung Semester II

JAKARTA - PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) menuturkan proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Bendungan Karebbe, Sulawesi Selatan sudah berjalan 87 persen pada akhir kuartal I-2011. Proyek ini dipastikan rampung pada semester II tahun ini.

Seperti dikutip dari materi Investor Day 2011 yang diserahkan perseroan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/5/2011), INCO menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD232 juta untuk tahun 2011.

sebesar USD97 juta akan dipergunakan untuk proyek Karebbe (growth capital). Nilai total dari proyek ini adalah USD410 juta.

Lalu sebesar USD135 juta, akan digunakan untuk sustaining capital. Proyek yang digarap dengan dana ini antara lain proyek jalan tambang Bahodapi, pengembangan tambang Bahodapi dan proyek konversi dan transportasi batu bara dan pembangunan kembali tanur elektrik nomor dua.

Laba bersih INCO di kuartal pertama 2011 naik 47 persen menjadi USD111,9 juta. Padahal, produksi INCO pada kuartal pertama 2011 turun 16,7 persen menjadi 16.501 metrik ton.

Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh peristiwa alam, seperti gempa bumi yang terjadi di Sorowako pada tanggal 15 Februari, dan badai petir. Jalur listrik dan beberapa fasilitas terkena dampak sehingga perseroan menghentikan produksi untuk sementara.

TBIG Berminat Akuisisi Tower Milik EXCL dan ISAT

INILAH.COM, Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berminat untuk mengakuisisi menara tower yang ditawarkan oleh perusahaan telekomunikasi seperti PT XL Axiata Tbk dan PT Indosat Tbk.

Hal itu disampaikan Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Hadi O di Jakarta, Rabu (18/5). "Untuk growth Tower Bersama secara pertumbuhan organik dan melalui akuisisi baik terhadap menara tower. Apabila XL dan Indosat menjual tower signifikan maka kita ikut berpartisipasi," tutur Hadi.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Helmy S. mengatakan, pihaknya tidak mengalami kendala pendanaan untuk akuisisi. Perseroan masih memiliki kas sebesar Rp880 miliar per Maret 2011 dan pinjaman sebesar US$2 miliar. "Apabila dana itu belum cukup maka kita akan meminjam, karena kita masih mempunyai leverage ratio sebesar 2,1 kali.," tambah Helmy.

Perseroan berencana akan menambah tenant sebesar 300-400 tenant per kuartal. Hingga kuartal pertama 2011, tenant bertambah menjadi 365 tenant. Perseroan akan membangun menara untuk operator telekomunikasi seperti XL, Indosat, dan Telkomsel. "Dalam pipeline ada penambahan menjadi lebih dari 500 tower," kata Helmy.

Kontribusi pendapatan perseroan sekitar 48,4% dari grup Telkom seperti Telkomsel dan Flexi sedangkan sisanya dari operator telekomunikasi lainnya.

Seperti diketahui, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp671,4 miliar dan laba bersih sebesar Rp326,7 miliar pada 2010. Perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar US$30 juta pada kuartal pertama 2011, total belanja modal sebesar US$120 juta pada 2011.

Rencananya perseroan akan mengganggarkan dana belanja modal sebesar US$35 juta pada kuartal kedua 2011. [hid]

TLKM kontributor terbesar pendapatan TBIG

TLKM kontributor terbesar pendapatan TBIG
JAKARTA. Kontribusi pendapatan PT Tower Bersama Tbk (TBIG) hingga kuartal pertama 2011 sebagian besar berasal dari kontrak dengan PT Telkom Tbk (TLKM) dan anak usaha TLKM, yakni PT Telkomsel.

"Telkom dan Telkomsel adalah pelanggan kami yang paling besar. Kontribusi terhadap pendapatan kami mencapai 48,4%. Sisanya dikontribusi oleh perusahaan telekomunikasi lainnya di Indonesia," papar Wakil Presiden Direktur TBIG Hardy Wijaya Liong, Rabu (18/5).

Sekedar catatan, pendapatan bersih TBIG pada kuartal pertama 2011 meningkat 130% dibandingkan periode yang sama di 2010 menjadi Rp 214 miliar. Adapun jumlah penyewa menara TBIG sepanjang kuartal pertama 2011 sebanyak tambahan 356 penyewa. TLKM, PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) merupakan tiga penyewa terbanyak menara-menara TBIG.

Direktur Keuangan TBIG Helmy Yusman Santoso menambahkan, memasuki kuartal kedua hingga akhir 2011 ada sekitar 500 menara yang masuk rencana kerja tahun ini. Namun, ia belum dapat membeberkan dari 500 menara tersebut berapa yang bakal berkontribusi terhadap pendapatan di kuartal kedua.

"Tapi rata-rata setiap kuartal TBIG bisa mendapat pemasukan dari sekitar 300-400 menara," ungkap Helmy.

Tower Bersama Bidik Pembangunan 500 Menara BTS

Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) kejar pembangunan menara telekomunikasi lebih dari 500 unit. Setiap tiga bulan, perseroan menargetkan dapat menyelesaikan pembangunan 300-400 menara.

Demikian disampaikan Presiden Direktur TBIG, Herman Setya Budi, dalam Investor Day 2011, di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (18/5/2011).

Menurutnya, demi merealisasikan pembangunan menara, perseroan telah menyiapkan dana US$ 120 juta. Dana didapat dari hasil penawaran saham perdana (IPO) dan pencairan pinjaman perbankan.

"Kita spend capex US$ 120 juta. Ini untuk tower dari opeator Telkom grup Telkomsel, Indosat dan XL. Tiap kuartalnya kami target 300-400 tower," ungkapnya.

Sepanjang triwulan I lalu, perseroan telah menyelesaikan pembangunan 256 tower. Masih ada lebih dari 500 tower yang siap dibangun perseroan hingga akhir tahun 2011.

"Yang ada di pipeline lebih dari 500 tower. Untuk pendanaan, kami cukup dengan IPO dan pinjaman bank. Belum ada capital lain," tuturnya.

Perseroan optimis industri telekomunikasi terus berkembang, yang pada akhirnya memberi kontribusi pendapatan TBIG ke depan. "Penambahan equipment yang dipasang di atas tower tentu akan menambah revenue kami, dengan adanya pembayaran sesuai kontrak. Klien terbesar kami Telkom grup, dengan porsi mencapai 48,4%," paparnya.

Perseroan juga siap lanjutkan kegiatan akuisisi perusahaan pengelola menara telekomunikasi. TBIG mengganggarkan dana khusus, US$ 36 juta, di tahun 2011.

Pada penutupan perdagangan sesi I, saham TBIG stagnan di posisi Rp 2.250 per lembar. Sahamnya sudah ditransaksikan 26 kali dengan volume 379 lot senilai Rp 429,213 juta.

Siapa saja bluechips yang meggerakkan IHSG ke zona positif di sesi I?

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terlihat sumringah. Pada penutupan sesi I, indeks ditutup pada level 3.830,04 dari sebelumnya 3.800,17.

Sejumlah saham bluechips yang mendorong pergerakan indeks diantaranya:
- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Saham BBRI tercatat naik 3,25% menjadi Rp 6.350 di sesi I. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain Kim Eng Securities senilai Rp 76,83 miliar, Bahana Securities senilai Rp 33,91 miliar, dan Credit Suisse senilai Rp 16,20 miliar.

- PT Adaro Energy (ADRO)
Saham ADRO tercatat naik 4,44% menjadi Rp 2.350 di sesi I. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain Kim Eng Securities senilai Rp 87,19 miliar, Bahana Securities senilai Rp 49,86 miliar, dan UBS Securities senilai Rp 49,70 miliar.

- PT XL Axiata (EXCL)
Saham EXCL tercatat naik 4,58% menjadi Rp 6.850 di sesi I. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain CLSA Indonesia senilai Rp 20,60 miliar, Kresna Graha Securities senilai Rp 12,08 miliar, dan UBS Securities senilai Rp 9,45 miliar.

- PT Astra International (ASII)
Saham ASII tercatat naik 0,93% menjadi Rp 59.600 di sesi I. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain Credit Suisse Securities senilai Rp 31,36 miliar, Bahana Securities senilai Rp 24,73 miliar, dan Macquarie Capital senilai Rp 17,87 miliar.

- PT Bank Central Asia (BBCA)
Saham BBCA tercatat naik 0,70% menjadi Rp 7.150 di sesi I. Sejumlah broker yang memburu saham ini antara lain Andalan Artha senilai Rp 10,73 miliar, Bahana Securities senilai Rp 5,89 miliar, dan Trimegah Securities senilai Rp 3,72 miliar.

Pilih Saham yang Secara Valuasi Murah

INILAH.COM, Jakarta – Penguatan IHSG siang ini tampaknya akan berlanjut hingga penutupan. Investor disarankan memilih saham yang secara valuasi masih murah sehingga berpotensi rebound.

Pada sesi pertama perdagangan Rabu (18/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 30,81 poin (0,81%) ke level 3.830,038. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang naik 6,2 poin (0,91%) ke angka 682,25.

Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 3,026 miliar lembar saham, senilai Rp2,613 triliun dan frekuensi 74.094 kali. Sebanyak 156 saham menguat, sedangkan 68 saham melemah dan 84 saham stagnan.

Namun, penguatan indeks sesi pertama, justru diwarnai aksi jual asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp105,2 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp680,6 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp785,8miliar.

Semua sektor saham kompak menguat. Sektor perkebunan memimpin kenaikan 2,01%, disusul pertambangan 1,26%, property 0,94%, keuangan 0,94%, aneka industri 0,92%, industri dasar 0,73%, manufaktur 0,64%, infrastruktur 0,59%, konsumsi 0,34% dan perdagangan 0,07%.

Analis Infovesta Utama Praska Putrantyo memperkirakan, pergerakan indeks saham hingga penutupan sore nanti akan menguat. “Indeks akan bergerak dalam kisaran support 3.782 dan 3.840 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (18/5).

Menurutnya, penguatan indeks domestik hari ini seiring dengan positifnya laju bursa Asia. Pada saat IHSG buka pascalibur, bursa Asia bergerak anomali terhadap pergerakan Wall Streets dan bursa Eropa yang melemah. “Kondisi itu dipicu oleh bargain hunting pelaku pasar. Mereka melakukan speculative buying,” ujarnya.

Praska menegaskan, bursa Asia mengabaikan sentimen negatif dari AS dan Eropa. Salah satunya, data-data ekonomi AS yang kurang solid seperti Housing Start dan Building Permit (perizinan mendirikan bagunan).

Data Housing Start dirilis turun jadi 523 ribu pada April 2011 dari bulan sebelumnya 585 ribu. Begitu juga dengan angka Building Permit yang angkanya turun jadi 551 ribu dari sebelumnya 574 ribu. “Intinya, data-data perumahan AS melambat pada April dibandingkan bulan sebelumnya baik perizinan pembangunan maupun pembangunannya itu sendiri,” timpalnya.

Pada saat yang sama, market juga masih dihantui kekhawatiran krisis utang zona euro karena faktor Yunani yang dikabarkan akan merestrukturisasi utang. “Kondisi itu, tidak mempengaruhi pergerakan bursa Asia. Seharusnya konidisi AS dan Eropa itu berdampak negatif, tapi burrsa Asia justru anomali,” ucapnya.

Karena itu, di bursa domestik pun terjadi bargain hunting (speculative buying) terutama di saham-saham pertambangan batu bara yang sudah banyak mengalami tekanan cukup dalam. Begitu juga sektor perbankan dan saham PT Astra Internasional (ASII). “Pertambangan batu bara, perbankan dan ASII jadi penggerak market hari ini,” tuturnya.

Tapi, Praska tidak merekomendasikan akumulasi (koleksi) untuk saham-saham yang memimpin penguatan market hari ini. Sebab, saham-saham tersebut tinggal menunggu waktu jualnya. “Seperti ASII, hold saja karena sudah naik tinggal menunggu target jualnya,” tandas Praska.

Saham-saham pilihannya adalah yang secara valuasi masih murah sehingga berpotensi rebound. Di antaranya, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT Adaro Energy (ADRO), PT Holcim Indonesia (SMCB), PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), dan PT London Sumatera Indonesia (LSIP). “Saya rekomendasikan buy saham-saham tersebut,” imbuh Praska.[ast]

Meski Asing Net Sell, IHSG Sesi I Naik 0,8%

INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan Rabu (18/5) sesi I ditutup naik 30,81 poin atau 0,8% ke 3.830,04. Volume mencapai 3,04 miliar saham senilai RpRp2,6 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 156 saham naik, 70 saham turun, 84 saham stagnan. Indeks JII naik 4,5 poin ke 529,4, indeks LQ45 naik 6,1 poin ke 682,2, indeks ISSI naik 0,9 poin ke 122,9. Penguatan ditopang kenaikan sektor perkebunan 45,4 poin ke 2.310,3 dan sektor pertambangan yang naik 40,3 poin ke 3.244,6.

IHSG mengalami net foreign sell mencapai Rp104,8 miliar dengan pembelian asing sebesar Rp682,7 miliar dan penjualan asing mencapai Rp787,6 miliar.

Bank Pembayaran Talangi Transaksi Intraday

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mewajibkan lima bank pembayaran fasilitas intraday sebesar Rp100 miliar per transaksi sebagai dana talangan.

Menurut Direktur Utama KSEI, Ananta Wiyogo, fasilitas intraday ini bertujuan mempercepat proses penyelesaian transaksi di pasar modal. "Fasilitas ini dana talangan dari bank pembayar. Ini untuk realignment (penyusunan kembali). Secara prinsip mereka sudah siap menyediakan," tuturnya yang ditemui dalam acara Investor Day di Jakara, Rabu (18/5).

Ananta mengatakan, lima payment bank yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Permata Tbk (BNLI), akan melakukan penandatanganan kesepakatan fasilitas Intraday bersama KSEI pada Juli 2011.

Bank pembayaran wajib menyediakan dana maksimum Rp100 miliar per transaksi. Intraday ini dilakukan bertujuan memperlancar transaksi. "Maksimum mereka Rp100 miliar. Nanti bank bisa membayarkan langsung ke investor, tanpa menunggu dari payment bank investor yang menjual saham," kata Ananta.

Bila payment bank mengeluarkan dana talangan, mereka akan mendapat fee yang dibebankan kepada KSEI. "Fee-nya tergantung fasilitas Intraday yang dipakai. Ini fungsi kita untuk memajukan industri pasar modal dan untuk mencegah ketidakpastian di industri," tutur Ananta. [hid]

Lonjakan sektor perkebunan di sesi I berhasil membuat indeks berlari kencang

Lonjakan sektor perkebunan di sesi I berhasil membuat indeks berlari kencang
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan sesi I siang ini menguat 0,81% ke level 3.830.038 . Saham perkebunan menjadi pemimpin penguatan dari seluruh sektor yang menguat hari ini. Sebanyak 149 saham naik, 79 saham tidak bergerak, sementara hanya 61 saham yang turun. Volume perdagangan mencapai 3,039 milliar dengan nilai Rp 2,638 trilliun.

Kenaikan 2,01% dari sektor perkebunan disusul sektor pertambangan yang naik 1,26 % menjadi pendorong bursa. Sektor lainnya pun menguat meski dibawah 1%. Sementara sektor yang kenaikannya paling tipis adalah sektor perdagangan yang naik 0,07%.

Posisi top gainers dihuni oleh KMI Wire& Cable yang melejit 29,47% ke Rp 123, Indonesia Prima Property (OMRE) yang naik 15,38% ke Rp 225, serta Pioneerindo Gourmet diposisi ketiga yang menguat 13,46% ke Rp 590. Anggota MSCI Stock yang naik paling tinggi adalah Adaro Energy (ADRO) dengan penguatan 4,44% ke Rp 2.250.

Indonesia Paradise (INPP) menjadi pemimpin top losers dengan koreksi 16,20% ke Rp 150, disusul Indospring (INDS) yang melemah 9,41% ke Rp 3.850. Sedangkan anggota MSCI indeks yang terpaksa turun adalah Charoen Pokhpand (CPIN) dengan koreksi 0,52%, HM Sampoerna (HMSP) yang tergerus tipis 0,19% ke Rp 27.900, serta Gudang Garam (GGRM) yang terpangkas 0,11% ke Rp 44.100

Spekulasi pengetatan kebijakan the Fed bikin dollar lunglai

Spekulasi pengetatan kebijakan the Fed bikin dollar lunglai
SINGAPURA. Sudah tiga hari belakangan, pergerakan dollar melemah terhadap euro. Beredar spekulasi, the Federal Reserve akan mengikuti jejak Bank Sentral Eropa dalam memperketat kebijakan moneter.

Pada pukul 13.05 waktu Tokyo, dollar keok menjadi US$ 1,4272 per euro dari sebelumnya US$ 1,4237 kemarin di New York. Sementara, jika berhadapan dengan yen, dollar melemah ke posisi 81,10 yen dari sebelumnya 81,42 yen. Sedangkan nilai tukar yen berada di level 115,76 per euro setelah sebelumnya bertengger di posisi 116,41.

Keoknya dollar juga tercermin pada the Dollar Index, yang mengukur pergerakan mata uang dollar terhadap enam mata uang utama dunia. Hari ini, Dollar Index turun 0,3% menjadi 75,175.

"Investor memprediksi bakal ada kenaikan suku bunga acuan lagi dari Bank Sentral Eropa. Selain itu, isu fiskal juga memperberat langkah mata uang," jelas Keiji Matsumoto, currency strategist SMBC Nikko Securities Inc.

Sesi I Regional Positif, IHSG Ngebut Lagi ke Level 3.800

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali nongkrong di level 3.800 setelah menanjak 30 poin. Laju pergerakan IHSG banyak dipengaruhi sentimen positif bursa regional.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menanjak 19,207 poin (0,51%) ke level 3.818,433. Indeks terdorong tren positif bursa-bursa regional. Sentimen negatif melemahnya harga-harga komoditas masih membayangi pergerakan IHSG.

Laju perdagangan indeks sangat mulus di zona hijau pada perdagangan sesi I. Posisi tertinggi yang bisa diraih IHSG hari ini berada di 3.831,782.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (18/5/2011), IHSG menanjak 30,812 poin (0,81%) ke level 3.830,038. Sementara Indeks LQ 45 menguat 6,152 poin (0,90%) ke level 682,252.

Investor mulai melakukan aksi beli selektif terhadap saham-saham unggulan yang pada perdagangan hari kejepit kemarin lusa banyak dilepas. Saham-saham komoditas menjadi pendorong laju bursa, terutama saham-saham perkebunan.

Aksi beli pun tidak hanya terjadi di saham-saham blue chip, tetapi juga di saham-saham lapis dua. Hal ini membuat seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) menghijau.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 74,094 kali pada volume 3,029 miliar lembar saham senilai Rp 2,638 triliun. Sebanyak 156 saham naik, 68 saham turun, dan 84 saham stagnan.

Laju penguatan bursa-bursa di Asia banyak membantu pergerakan IHSG. Sentimen negatif memelahnya Euro akibat penahanan Managing Director IMF, Dominique Strauss-Kahn, sudah mulai berkurang efeknya di regional.

Bursa Jepang melaju semakin kencang didorong oleh menguatnya saham-saham perbankan. Salah satunya saham Mizuho Financial Group Inc menyusul pernyataan merger beberapa bank unit usahanya.

Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 20,68 poin (0,72%) ke level 2.873,45.
  • Indeks Hang Seng naik 115,66 poin (0,51%) ke level 23.016,74.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 100,47 poin (1,05%) ke level 9.667,49.
  • Indeks Straits Times naik tipis 3,52 poin (0,11%) ke level 3.140,00.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 1.700 ke Rp 23.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 700 ke Rp 45.400, Astra Internasional (ASII) naik Rp 550 ke Rp 59.600, dan Adira Finance (ADMF) naik Rp 350 ke Rp 14.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.300 ke Rp 17.200, Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 500 ke Rp 129.000, Fast Food (FAST) turun Rp 450 ke Rp 10.000, dan Indospring (INDS) turun Rp 400 ke Rp 3.850.

Saham BORN masih 'Speculative Buy'

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) saat ini memasuki oversold area dengan volume yang meningkat secara signifikan.

Dalam riset trader independent, Stafanus Mulyadi Handoko menjelaskan stochastic untuk BORN bergerak turun memasuki oversold area dan dalam posisi death cross MACD bergerak turun dan akan menembus ke bawah centre line 0. "Volume pada saat (saham) turun, meningkat signifikan."

Candle keluar bibir bawah bolinger band cukup jauh, sehingga berpeluang terjadi technical rebound untuk masuk kembali ke dalam.

Spekucative buy di area support 1.520-1.530, dengan target technical rebound di 1.600-1.610, pasang stop loss ketat jika break down 1.500, karena akan menuju level 1.390-1.400. Pergerakan saham BORN berada di level support 1520-1500 dan level resisten 1.570-1.600. Pada pukul 11.40 perdagangan hari ini, saham BORN naik Rp10 ke Rp1.560 dengan volume 119.471 saham senilai Rp92 miliar.

BEI: Year to date, pertumbuhan IHSG capai 3%

BEI: Year to date, pertumbuhan IHSG capai 3%
JAKARTA. Pertumbuhan Indeks Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun hingga sekarang (year to date) sudah mencapai 3%. Pencapaian ini tergolong tinggi dibandingkan bursa-bursa lainnya di kawasan Asia.

"Tapi kita masih kalah dibandingkan bursa Thailand yang year to date-nya sudah 5%," ujar Direktur Pengembangan BEI Friderica Dewi, Rabu (18/5).

Bursa Singapura hanya tumbuh 1%, Jepang turun 7%, sementara Bursa Bombay India turun 11%.

Pertumbuhan IHSG menurut Friderica tak lepas dari positifnya kinerja emiten-emiten di BEI. Selain itu juga ditunjang dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi serta kondisi sosial politik dalam negeri yang kondusif.

Friderica menuturkan, kinerja IHSG yang cukup baik ikut menarik investor-investor asing dalam menanamkan modalnya di BEI. Tahun lalu, pertumbuhan IHSG mencapai 46%. Untuk tahun ini, Friderica belum bisa menyebutkan proyeksi pertumbuhan IHSG. Namun, ia optimis masih dalam tren positif.

Menjadi incaran investor, saham KLBF sempat melesat 2,86% di transaksi pagi

Menjadi incaran investor, saham KLBF sempat melesat 2,86% di transaksi pagi
JAKARTA. Saham PT Kalbe Farma (KLBF) pagi ini ditransaksikan naik. Pada pukul 11.09, saham KLBF tercatat naik 0,71% menjadi Rp 3.525. Sebelumnya, saham KLBF sempat naik 2,86% menjadi Rp 3.600.

Hal ini sudah diperkirakan sebelumnya oleh Indosurya Securities. Dalam hasil riset yang dirilis hari ini, Indosurya memperkirakan, saham KLBF akan berada pada support 3.350-3.425 dan resistance 3.550-3.600.

Secara teknikal, "Candle KLBF yang sebelumnya berada dalam tren penurunan tertahan dengan membentuk spinning tops setelah terbentuknya 2 hammer. Posisi candle juga telah mereposisi di atas lower bollinger bands dimana sebelumnya batas ini telah tersentuh. Posisi ini dimungkinkan untuk reversal," urai Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Securities.

Dia menambahkan, kekuatan daya beli mulai masuk dan mencoba mendorong harga ke atas. MACD masih berusaha membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Williams %R, dan Stochastic mencoba reversal setelah menyentuh batas area oversold .

"Bila pasar mendukung, KLBF dimungkinkan untuk buy pada kisaran harga Rp 3.500-3.525 dengan target harga 3.600. Cut loss bila menyentuh Rp 3.350," jelasnya.

Sementara, dari sisi keuangan, selama kuartal I 2011, KLBF berhasil meningkatkan penjualan sebesar 7% dari Rp 2,2 triliun di kuartal I 2010 menjadi Rp 2,4 triliun. Laba usaha naik 7,86% dari Rp 386,69 miliar menjadi Rp 417,12 miliar. Peningkatan penjualan ditopang oleh divisi distribusi dan logistik. Selain itu, biaya bahan baku yang digunakan dan beban keuangan perseroan mengalami penurunan.

BEI Tingkatkan Likuiditas Pasar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) melaksanakan Investor Day 2011 yang diisi dengan 16 perusahaan tercatat.

"Investor Day ini untuk menggaet investor institusi seperti dana pensiun, investor institusi dan fund management untuk mewadahi interaksi lebih intens," tutur Direktur Penilaian, Eddy Sugito di Jakarta, Rabu (18/5).

Lebih lanjut ia mengatakan, investor asing siap menggelontorkan dana ke Indonesia. Tapi memang investor tersebut membutuhkan persedian saham baru di bursa. Dengan adanya saham baru ini dapat meningkatkan kapitalisasi pasar bursa saham.

Acara Investor Day ini diharapkan akan menjadi salah satu sarana untuk dapat lebih meningkatkan pemahaman investor institusi terhadap kinerja perusahaan tercatat di BEI. Selain itu, menjadi media pertemuan antara investor institusi dengan manajemen perusahaan dan pelaku pasar modal serta meningkatkan likuiditas pasar sehingga dapat mengembangkan pasar modal di Indonesia. Perusahaan tercatat yang melakukan presentasi dan konfrensi pers pada Investor Day.

Eddy mengatakan, acara ini juga diharapkan dapat semakin menumbuhkembangkan minat dan realisasi pemodal dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia karena dari forum ini investor maupun calon investor dapat memperoleh informasi yang akurat sehingga tidak ragu lagi dalam merealisasikan investasinya di pasar modal Indonesia.

Seperti diketahui, acara Investor Day ini diisi dengan presentasi 16 emiten yaitu PT International Nickel Indonesia Tbk, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, PT PP Persero Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Agung Podomoro Land Tbk, PT Gozco Plantations Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT Gajah Tunggal Tbk, PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk, PT BW Plantations Tbk, PT Bakrie Telecom Tbk, PT Intraco Penta Tbk, PT Harum Energy Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Surya Semesta Internusa Tbk, dan PT Bumi Serpong Damai Tbk.

Aksi akuisisi perusahaan bikin saham JSMR terlihat seksi

Aksi akuisisi perusahaan bikin saham JSMR terlihat seksi
JAKARTA. Saham PT Jasa Marga (JSMR) hari ini menjadi incaran investor. Pada pukul 10.56, saham JSMR tercatat naik 1,46% menjadi Rp 3.475. Sebelumnya, saham operator jalan tol ini sempat berada di posisi Rp 3.525 atau naik 2,9%.

Aksi perburuan investor ini berhubungan dengan aksi korporasi JSMR. Seperti yang diketahui, JSMR mengakuisisi seluruh saham Xilin Enterprise di PT Margabumi Adhikarya (MBAR) sebanyak 51,17% atau setara 78,5 juta saham senilai Rp75 miliar. Akuisisi tersebut dalam rangka penyelesaian
proyek jalan tol Gempol -Pandaan.

Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi menyambut positif rencana akuisisi perseroan terhadap proyek jalan tol Gempol-Pandaan Xilin Entrerprise yang memiliki panjang 13,61 km tersebut. "Karena, dengan diakuisisinya ruas Gempol-Pandaan akan mendukung keberadaan proyek yang saat ini sedang digarap perseroan yaitu jalan tol Surabaya-Gempol dan Gempol-Pasuruan," urainya.

Apalagi, JSMR menargetkan ruas Gempol-Pandaan akan selesai di kuartal II 2014, dengan perkiraan traffic volume sebesar 23.200 kendaraan per hari.

Asing tambah kepemilikan di surat utang, rupiah sukses menguat pagi ini

Asing tambah kepemilikan di surat utang, rupiah sukses menguat pagi ini
JAKARTA. Rupiah menguat dari level terendahnya lebih dalam sepekan terakhir. Penguatan ini terjadi seiring masuknya dana asing ke surat utang negara guna mendapatkan hasil yang lebih tinggi.

Investor asing tercatat meningkatkan kepemilikan di surat utang pemerintah sebesar 0,9% dari akhir April hingga menjadi Rp 223,37 triliun per 12 Mei. Suku bunga acuan Indonesia sebesar 6,75%, lebih menarik dibandingkan dengan maksimal bunga di AS dan Inggris sebesar 0,5%.

Mata uang Garuda menguat 0,23% dari penutupan 16 Mei, ke level Rp 8.558 per dolar AS, pada pukul 10.55 di Jakarta. Pada, 16 Mei lalu, rupiah jauth ke level terlemahnya sejak 6 Mei.

Kepala treasury PT Bank Resona Perdania Lindawati Susanto menyebut, sebagian besar mata uang Asia lebih kuat saat ini, termasuk rupiah, yang didorong oleh pasar saham. "Ada risk appetite di pasar yang didorong oleh keyakinan terhadap pertumbuhan di Asia. Perekonomian Indonesia berjalan baik," ujarnya.

Ekonomi Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara tumbuh 6,5% pada kuartal terakhir, setelah naik 6,9% dalam tiga bulan sebelumnya. Bank Indonesia menyebut, produk domestik bruto mungkin akan naik sekitar 6% hingga 6,5% di tahun ini.

BEI segera ujicoba rencana pemajuan jam buka bursa di kuartal III

BEI segera ujicoba rencana pemajuan jam buka bursa di kuartal III
JAKARTA. Jadwal memajukan jam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kian dekat. Direktur Teknologi dan Informasi BEI Adikin Basirun mengungkapkan, rencana tersebut bakal segera direalisasikan pada semester kedua tahun ini.

"Kuartal keempat kemungkinan pemajuan perdagangan di BEI bisa dilakukan. Uji cobanya di kuartal ketiga" ujar Adikin, Rabu (18/5).

Menurutnya, dari segi teknologi, bursa sudah siap. Saat ini, yang menjadi fokus BEI adalah sosialisasi kepada para Anggota Bursa (AB) agar bisa menyesuaikan sistem perdagangan masing-masing dengan rencana memajukan jam perdagangan. Menurut Adikin, pemajuan jam perdagangan ini tidak sampai menambah biaya bagi AB. "Yang ada menambah peluang," katanya.

Seperti yang sudah diberitakan, rencana memajukan jam perdagangan ini bertujuan mendekatkan pembukaan jam perdagangan di BEI dengan pembukaan jam bursa regional. Khususnya, bursa Singapura dan Hongkong.

"Kalau terlalu jauh perbedaan waktu pembukaan, ada gap yang jauh juga dari segi order. Kita bisa tidak kebagian order," kata Adikin seraya menambahkan BEI masih belum memutuskan apakah jam perdagangan akan dimajukan setengah jam atau satu jam.

Kembali menjadi incaran asing, saham GJTL sempat melonjak 4,5%

Kembali menjadi incaran asing, saham GJTL sempat melonjak 4,5%
JAKARTA. Sejumlah saham terlihat melompat pada transaksi pagi ini. Salah satunya adalah PT Gajah Tunggal (GJTL). Pada pukul 10.31, saham GJTL tercatat naik 2,5% menjadi Rp 3.075. Bahkan sebelumnya, saham produsen ban ini sempat bertengger di level Rp 3.125 atau naik 4,5%.

Berdasarkan data Bloomberg, sejumlah broker yang memburu saham ini adalah UBS Securities senilai Rp 2,17 miliar, Macquarie Capital senilai Rp 1,69 miliar, dan JPMorgan senilai Rp 1,63 miliar.

Aksi perburuan saham GJTL sepertinya terkait dengan target kinerja perusahaan. Manajemen GJTL menargetkan, tingkat penjualan bersih tahun ini bakal mengalami peningkatan sekitar 20% hingga 25%. Optimisme itu didasari oleh meningkatnya volume penjualan serta kenaikan harga jual ban.