Rabu, 15 Juni 2011

Valuasi Murah, Target Price INDF Rp6.300

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dinilai menarik. Selain defensif, valuasi saham ini masih murah di level 15 dibandingkan rata-rata industri 18 kali. Target price saham ini di level Rp6.300.

Analis Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan, pergerakan saham di sektor konsumsi seperti PT Indofood Sukses Makmur (INDF) relatif tahan dan stabil dari sentimen negatif bursa regional dan global. “Artinya, saham ini sangat defensif karena lebih kuat dari hantaman sentimen regional,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (15/6).

Karena itu, dia menjagokan saham sektor konsumsi ini. Apalagi, Price Earning Ratio (PER) INDF) relative murah 15 kali. “Sebab, rata-rata PE industri sektor barang konsumsi sudah mencapai 18 kali,” paparnya.

Secara fundamental, menurut Praska, harga wajar INDF di level Rp6.300 hingga akhir 2011. “Saya rekomendasikan buy and hold,” tandasnya. Pada perdagangan Rabu (15/6) pukul 11.35 WIB, saham INDF ditransaksikan menguat Rp100 (1,88%) ke level Rp5.400. Harga tertingginya mencapai Rp5.450 dan terendah Rp5.350.

Sesi I IHSG Sudah Balik Lagi Level 3.800

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan penguatannya meski sebagian bursa regional mengalami koreksi. IHSG menguat terutama didorong penguatan saham Astra International dan bank-bank BUMN seperti BRI dan Bank Mandiri.

Di awal perdagangan, IHSG sudah langsung menguat mengikuti lonjakan yang terjadi di bursa Wall Street sebelumnya. IHSG bahkan sudah kembali ke level 3.800 dalam beberapa menit awal perdagangan.

Mengawali perdagangan Rabu (15/6/2011), IHSG dibuka menguat 12,004 poin (0,32%) ke level 3.785,277. Indeks LQ 45 juga menguat 2,922 poin (0,44%) ke level 670,632.

Penguatan IHSG terus berjalan meski sebagian besar bursa regional terkoreksi. Bursa China dan Hong Kong tercatat melemah setelah Bank Sentral China kembali menaikkan Giro Wajib Minimum sebesar 50 basis poin.

Menutup sesi I, perdagangan Rabu (15/6/2011), IHSG tercatat menguat 29,448 poin (0,78%) ke level 3.802,721. Indeks LQ 45 juga melemah 6,702 poin (1%) ke level 674,412.

Perdagangan berjalan moderat dengan transaksi di seluruh pasar mencapai 52.821 kali pada volume 1.653 juta lembar saham senilai Rp 1,591 triliun. Sebanyak 124 saham naik, 58 saham turun dan 100 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.600 menjadi Rp 58.950, BRI (BBRI) naik Rp 100 menjadi Rp 6.400, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 menjadi Rp 7.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 200 menjadi Rp 23.050, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 250 menjadi Rp 9.450.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Salim Ivomas (SIMP) turun Rp 10 menjadi Rp 1.210, Borneo Energy (BORN) turun Rp 10 menjadi Rp 1.540, Adaro Energy (ADRO) turun Rp 50 menjadi Rp 2.375, Bumi Resources Mineral (BRMS) turun Rp 30 menjadi Rp 750.

Bursa-bursa regional cukup variatif:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 13,24 poin (0,49%) ke level 2.716,80.
  • Indeks Hang Seng melemah 87,67 poin (0,39%) ke level 22.408,33.
  • Indeks Nikkei-225 menguat tipis 11,96 poin (0,13%) ke level 9.559,75.
  • Indeks Straits Times menguat 1,37 poin (0,04%) ke level 3.058,72.
(qom/dnl)

Saham TVOne Cs Dibanderol Rp 260-285 per Lembar

Gb
Jakarta - PT Visi Media Asia Tbk, induk usaha TVOne, ANTV, dan VIVAnews menetapkan harga saham perdana di kisaran Rp 260-285 per lembar. Dengan demikian perseroan berpotensi mendapat dana segar dari publik sebanyak Rp 649,8 miliar.

"Harga saham perdana PT Visi Media Asia Tbk di kisaran Rp 260-Rp 285 per saham," tutur Direktur Investment Banking PT Danatama Makmur, Vicky Ganda Saputra di Jakarta, Rabu (15/6/2011). Danatama bersama Ciptadana merupakan penjamin emisi bersama (join lead underwriter) atas perusahaan media milik grup Bakrie ini

Perseroan akan menawarkan 2,28 miliar saham kepada publik atau 14,21% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh melalui penawaran umum saham perdana.

Grup media bakrie ini uga menerbitkan 571,5 juta waran seri I. Waran ini diberikan kepada empat saham yang tercatat dalam penjatahan.

Penerbitan waran ini akan dilakukan awal tahun depan, tepatnya 10 Januari 2012 sampai 8 Januari 2013. Harga waran sebesar Rp 280-Rp 300 per waran.

Dana IPO, sebanyak 40% akan digunakan untuk membayar utang kepada Credit Suisse AG cabang Singapura dan Credit Suisse International.

Utang perseroan kepada Credit Suisse saat ini sebanyak US$ 54 juta. Lalu sebanyak 40% sisanya akan digunakan untuk belanja modal terkait pengembangan anak usaha perseroan. Sisanya 20% disiapkan untuk modal kerja perseroan dan anak usahanya.

Visi Media melakukan penawaran awal (bookbuilding) yang akan digelar 13-21 Juni 2011. Perseroan membidik tanggal efektif pada 28 Juni 2011.

Setelah itu, perseroan akan menggelar penawaran pada 1,4, dan 5 Juli, yang dilanjutkan pada masa penjatahan 7 Juli 2011. Saham salah satu anak usaha grup Bakrie ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Juli 2011.

(wep/dnl)

Bank Mutiara Selesaikan Warisan 'Kredit Macet' Rp 600 Miliar di 2011

Gb
Jakarta - PT Bank Mutiara Tbk (sebelumnya Bank Century) optimistis dapat merestrukturisasi kredit bermasalah 'warisan' manajemen lama senilai Rp 600 miliar di tahun ini. Sejak diambil alih Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kredit bermasalah Bank Mutiara mencapai Rp 6,2 triliun.

"Kita telah merestrukturisasi kredit bermasalah sejauh ini hingga sekitar Rp 2 triliunan lebih. Tahun ini sendiri kita yakin bisa melakukan restrukturisasi hingga Rp 600 miliar," kata Direktur Utama Bank Mutiara, Maryono ketika ditemui di sela pembukaan Kantor Cabang Pembantu Bank Mutiara di Tebet, Jakarta, Rabu (15/6/2011).

Dengan porsi tersebut, lanjut Maryono, Bank Mutiara mampu menurunkan rasio kredit bermasalah (NPL) dari 10,42% pada 2008 menjadi 4,84% pada akhir 2010. "Per Maret 2011 NPL Bank Mutiara tercatat 4,8% dan diakhir 2011 bisa mencapai 3,5%," tambahnya.

Dengan adanya restrukturisasi kredit bermasalah tersebut, Maryono mengatakan Rasio Kecukupan Modal (CAR) akan terjaga di kisaran 11%. Dikatakan Maryono, jika restrukturisasi kredit bermasalah mengalami kendala maka untuk menambah permodalan opsi penerbitan obligasi subordinasi (subdebt) menjadi pilihan.

"Kita harus menjaga CAR di 11% nah dari situ jika kredit bermasalah mengalami hambatan maka subdebt akan menjadi pilihan dan akan dilakukan di 2012," tuturnya.

Maryono menambahkan, bank Mutiara telah mengirimkan kelengkapan dokumen ke Swiss pada 15 Februari 2011 lalu terkait gugatan perdata atas aset deposito Bank Century. Aset senilai US$ 156 juta tersebut tersimpan di Bank Dresdner Swiss.

Pada bagian lain, Maryono menyampaikan Bank Mutiara akan menjadi Apex Bank (Bank Induk) bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa Tengah.

"Perkirakan di Jateng itu kan ada 110 BPR. Kita harapkan bisa semuanya kerjasama dan menjadi induk. Tetapi sebelumnya Bank Mutiara harus berdiri dulu di sana kita buka cabang," kata Dia.

(dru/dnl)

Gunawan Dianjaya Bidik Laba Rp 200 Miliar

Jakarta - PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) menargetkan laba bersih di 2011 sebesar Rp 200 miliar, meningkat 16,95% dari periode sebelumnya Rp 171,42 miliar. Perseroan berharap fluktuasi harga baja tidak terjadi sepanjang tahun ini, seperti yang terjadi di 2010.

Menurut manajemen Dianjaya, dalam materi paparan publik, seperti dikutip detikFinance, Rabu (15/6/2011), laba bersih sampai di April mencapai Rp 85,94 miliar.

Dengan asumsi pertumbuhan tiap bulannya, posisi laba hingga akhir tahun diproyeksi mencapai Rp 200 miliar. Pencapaian laba tidak lepas dari posisi penjualan yang terus mengalami tren peningkatan. Penjualan hingga April tercatat Rp 769,8 miliar.

"Perseroan memproyeksikan tingkat penjualan sampai dengan Desember 2011 kurang lebih Rp 2,05 triliun," kata manajemen. Perseroan akan mengoptimalkan penjualan luar negeri dibandingkan domestik, dengan porsi 70:30 atau 60:40.

Di 2010, penjualan bersih Dianjaya naik tipis dari Rp 1,641 triliun menjadi Rp 1,71 triliun. Namun akibat penurunan beban penjualan dari Rp 1,829 triliun menjadi Rp 1,413 triliun, Dianjaya berhasil mengoptimalkan laba menjadi Rp 171,42 miliar, setelah di 2009 mengalami rugi bersih Rp 150,055 miliar.

Perseroan terus meningkatkan kapasitas terpasang hingga akhir 2012. Saat ini produksi Dianjaya 400 ribu ton dan berpeluang naik menjadi 540 ribu ton. Untuk itu Dianjaya telah menyediakan belanja modal US$ 15 juta.

"Pembiayaan rencana ini diperoleh dari sumber pendapatan internal. Dengan ekspansi tersebut, perseroan akan mampu bersaing dalam bidang kuantitas dan kualitas produksi," tegasnya.

Dianjaya terus mencermati harga minyak serta nilai mata uang euro yang fluktuatif sebagai akibat krisis ekonomi di beberapa negara Eropa Selatan. Tentu kedua hal tersebut berdampak pada baja, sebagai salah satu komoditi internasional.

(wep/dnl)

Rencana Kuasi Reorganisasi Barito Pacific Tertahan di Bapepam

Jakarta - Rencana PT Barito Pacific Tbk (BRPT) untuk melakukan kuasi reorganisasi-- berupa penghapusan saldo defisit-- akan tertunda. Pasalnya Bapepam-LK meminta perseroan melengkapi dokumen tambahan, berupa laporan keuangan (audited) triwulan II-2011.

Demikian disampaikan Direktur Barito Pacific, Salwati Agustina, dalam keterangan tertulisnya kepada BEI, Rabu (15/6/2011).

"Merujuk surat dari Bapepam-LK kepada perseroan 10 Juni 2011, kami informasikan bahwa rencana kuasi reorganisasi perseroan belum dapat dilaksanakan," jelas direksi perseroan.

BRPT diminta melengkapi dokumen rencana kuasi reorganisasi dengan leparan keuangan tengah tangunan yang telah diaudit. Lampiran laporan keuangan triwulan II untuk melihat pertumbuhan laba perseroan yang signifikan pada periode tersebut.

"Sehubungan dengan hal tersebut, maka pelaksanaan agenda RUPS Luar Biasa akami kami beritahukan kemudian," tambahnya. Sebelumnya manajemen telah mengagendakan RUPSLB di 12 Mei guna persetujuan atas kuasi reorganisasi.

Pada laporan tahunan 2010, perseroan mencatatkan saldo defisit Rp 6,03 triliun. Dengan adanya saldo laba Rp 40 miliar dan penyesuaian nilai aset Rp 1,21 triliun, sisa saldo defisit BRPT menjadi Rp 5,62 triliun.

Perseroan mengakui, rencana ini untuk memperbaiki neraca keuangan BRPT tanpa melalui corporate restructuring.

(wep/dnl)

Bidik perluasan areal tambang, anak usaha DSSA beli obligasi konversi

Bidik perluasan areal tambang, anak usaha DSSA beli obligasi konversi
JAKARTA. Anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), yaitu PT Bumi Kencana Eka Sejahtera membeli obligasi konversi tambahan senilai Rp 3 miliar yang diterbitkan PT Mitra Kurnia Bartim (MKB).

Sekretaris Perusahaan DSSA Hermawan Tarjono dalam keterbukaan informasi BEI menyebut, pembelian obligasi dari perusahaan tambang batubara ini sebagai langkah awal dari strategi perseroan memperluas areal tambang batubara di wilayah Kalimantan Tengah.

"Perseroan berharap transaksi ini bisa memberi nilai tambah bagi perusahaan di kemudian hari," ujarnya.

Hermawan bilang, Bumi Kencana mendanai pembelian obligasi melalui fasilitas pinjaman yang diberikan perseroan.

Adapun, perjanjian obligasi ini tidak bersifat mandatory. Bumi Kencana sebagai pemegang obligasi berhak meminta konversi obligasi MKB menjadi saham sebelum tanggal jatuh tempo, atau meminta pembayaran kembali seluruh nilai obligasi pada saat jatuh tempo.

Saham Perdana Visi Media Asia Rp260-285/Lembar

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Visi Media Asia Tbk menawarkan harga saham perdana sebesar Rp260-Rp285 per saham.

Hal itu disampaikan Direktur Investment Banking PT Danatama Makmur, Vicky Ganda Saputra di Jakarta, Rabu (15/6). "Harga saham perdana PT Visi Media Asia Tbk di kisaran Rp260-Rp285 per saham," tutur Vicky.

PT Visi Media Asia Tbk melepas 2,28 miliar saham dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh melalui penawaran umum saham perdana. Perseroan juga menerbitkan waran sebesar 571,5 juta waran seri I. Setiap pemegang empat saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham akan memperoleh satu waran. Harga waran sebesar Rp280-Rp300 per waran.

Ada pun dana hasil penawaran umum saham perdana untuk membayar sebagian utang kepada Credit Suisse sebesar 40%, sekitar 40% untuk belanja modal terkait pengembangan usaha, dan 20% untuk modal kerja perseroan. Sebelumnya perseroan memiliki utang kepada credit suisse berdasarkan credit agreement sebesar US$54 juta dengan tingkat bunga 7,5% dan LIBOR 3 bulan.

Perseroan telah menunjuk PT Ciptadana Securities dan PT Danatama Makmur sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Ada pun masa penawaran awal pada 13-21 Juni 2011, tanggal efektif 28 Juni 2011, masa penawaran 1,4 dan 5 Juli, penjatahan pada 7 Juli 2011, distribusi saham secara elektornik pada dan pengembalian uang pada 8 Juli 2011, masa perdagangan waran di pasar reguler dan negoisasi pada 11 Juli 2011-4 Januari 2013, di pasar tunai pada 11 Juli 2011-7 Januari 2013, pelaksanaan waran pada 10 Januari 2012-8 Januari 2012, dan pencatatan di BEI Pada 11 Juli 2011. [hid]

LPS Ingin Jual Cepat Eks Bank Century

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Rencana pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) diharapkan bisa secepatnya dilakukan untuk menjual PT Bank Mutiara Tbk (eks Bank Century).

"Bersama konsultan keuangan sudah tentukan langkah-langkah, diharapkan sesuai jadwal, Agustus sudah mulai lakukan pengumuman," demikian menurut Kepala LPS, Firdaus Djaelani, seusai peresmian KCP Bank Mutiara-Tebet, di Jakarta, Rabu (15/6).

Namun Firdaus juga menjelaskan saat ini belum bisa umumkan siapa calon investor yang akan mengakuisisi perseroan. "Setelah Agustus kita umumkan, baru nanti kan calon investor datang, karena banyak yang harus dilakukan," ujarnya.

Dia juga tidak menampik adanya bankir lokal maupun asing yang sudah datang kepadanya untuk mempertanyakan proses penjualan Bank Mutiara tersebut. "Ada dari orang luar dan dalam. Siapa aja boleh beli, karena kan kita 100 % jual. Tetapi belum bisa disebut sebagai investor, karena kan belum diumumkan," tambahnya.

Mengenai besarnya harga yang ditawarkan dalam menjual perseroan, menurut Firdaus harus disesuaikan dengan besarnya dana LPS yang ditempatkan di Bank Mutiara. "Harus sesuai dengan dana LPS yang ditempatkan sekitar Rp6,7 triliun," tuturnya.

"Kalau nilai dari Bank Mutiara sendiri kan harus lihat dari aset, ekuitas, banyaknya kantor cabang, dan komponen lainnya," tukasnya. [hid]

Penjualan reksadana melalui bank masih belum normal

Penjualan reksadana melalui bank masih belum normal
JAKARTA. Sepekan sudah suspensi layanan wealth management di sebagian besar cabang bank dicabut oleh Bank Indonesia (BI). Namun, hingga kini penjualan reksadana melalui perbankan masih belum berjalan normal. Penundaan peluncuran berbagai reksadana baru beberapa waktu lalu akibat suspensi, hingga kini juga masih belum ada kejelasan.

Para manajer investasi (MI) mengungkapkan, rentang waktu seminggu memang belum cukup untuk menormalkan kembali bisnisnya. "Kami masih menjajaki kembali pembicaraan bisnis dengan bank," ujar Halim Susanto, Presiden Direktur OSK Nusadana, Selasa (14/6).

Produk-produk reksadana baru milik OSK Nusadana yang tertunda peluncurannya di bank, sejauh ini masih dalam pembahasan ulang. "Kami ajukan lagi, namun belum tahu kapan bisa selesai," imbuh dia.

BNP Paribas Investment Partners mengalami nasib setali tiga uang dengan OSK Nusadana. Tino Moorrees, Presiden Direktur BNP Paribas, berharap pencabutan suspensi dapat mempercepat proses persetujuan produk reksadana mereka di bank. Namun, nyatanya hingga kini perkembangan lebih lanjut terkait nasib penjualan produk reksadana anyar mereka di bank, belum ada. Saat ini, prosesnya masih terhenti di BI.

"Kami masih menunggu jawaban positif dalam waktu dekat," ujar dia. BNP Paribas Star, reksadana saham baru terbitan BNP Paribas yang sempat tertunda peluncurannya, akan dirilis pada hari ini (15/6). Kebanyakan produk MI yang tertunda peluncurannya adalah reksadana terproteksi.

Danareksa Investment Management sampai saat ini juga masih belum bisa menggenjot penjualan reksadana melalui bank. "Kami belum bisa menjual lewat bank, produk reksadana baru kami sekarang kami jual sendiri melalui cabang-cabang kami," jelas Diah Sofiyanti, Head of Bank Distribution and Retail Marketing Danareksa Investment Management.

Danareksa saat ini juga masih menunggu tuntasnya proses persetujuan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan BI, untuk produk baru. "Perkiraan kami, Juli nanti selesai dan bisa kami luncurkan melalui bank juga," jelas Diah.

Michael Tjoajadi, Direktur Schroder Investment Management Indonesia, menambahkan, kasus suspensi beberapa waktu lalu mendorong MI lebih waspada mengontrol kinerja bank agen penjual reksadana. "Kami tidak ingin terjadi seperti kasus sebelumnya," kata dia.

Efek suspensi kemarin berimbas tidak kecil terhadap kinerja industri reksadana. Mengutip data Pusat Reksadana Bapepam-LK, selama Mei 2011, nilai aktiva bersih (NAB) reksadana industri anjlok Rp 2,75 triliun (Lihat KONTAN, 31 Mei 2011).

Selama rentang 31 Mei-13 Juni 2011, pertumbuhan NAB total juga masih sangat tipis yakni hanya 0,13%. Posisi NAB reksadana saat ini Rp 151,366 triliun. Bahkan, NAB reksadana saham tergerus Rp 755,29 miliar hanya dalam sepekan. "Ini karena mengikuti pasar yang sedang turun saat ini," imbuh Tino.

Kreditur SAIP Konversi Utang Senilai US$241,1 juta

Medium
INILAH.COM, Jakarta - PT Surabaya Agung Industri Pulp & Kertas Tbk (SAIP) pada 10 Juni 2011 telah menandatangai konversi utang perseroan menjadi modal saham dengan nilai nominal Rp1.000/lebar dengan total US$241,1 juta.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, kemarin. Penandaganganan dilakukan oleh mayoritas kreditur perseroan mencapai 86,34%. Suplemental Agreement berdasarkan restructuring agreement dates 5 oktober 2007 antara perseroan dengan PT Bank Pesona Perdania sebagai security agent PT Intan Teguh Sejati sebagai founder shoreholder dan R2 leaders.

Pernjanjian restrukturisasi II ini berisi persetujuan dari R2 Leaders untuk merestrukturisai sebagian utang poko perrseroan menjadi modal saham atau debt to equity conversion dengan nilai nominal Rp1.000 per lembar. Selain itu juga melakukan penghapusan beban bunga yang masih belum terbayar sampai dengan tanggal efektif perjanjian restrukturisai II.

Dengan kesepakatan ini akan efektif setelah perseroan memenuhi beberapa persyarataan diantaranya persetujuan dari pemegang saham melalui RUPSLB yang segera dijadwalkan perseroan. Utang pokok sebelum perjanjian terdiri dari tranche A senilai US$40 juta, trance B sebesar Rp9,9 juta, trance D senilai US$175 jtua dan utang lain-lain sebesar US$50,1 juta.

Untuk utang pokok yang direstrukturisasi dengan perjanjian restrukturisasi II adalah trache A senilai US$16 juta, tranche D sebesar US$175 juta dan utang lain-lain sebesar US$50,1 juta sehingga total senilai US$241,1 juta. Dengan demikian setara dengan 2,05 miliar lembar saham.

Restrukturisasi utang, SAIP berencana terbitkan 2,06 miliar saham baru

Restrukturisasi utang, SAIP berencana terbitkan 2,06 miliar saham baru
JAKARTA. PT Surabaya Agung Industri Pulp & Kertas Tbk (SAIP) berencana menerbitkan sebanyak 2,06 miliar saham baru.

Perseroan dalam keterbukaannya kepada bursa menyebut, penerbitan saham baru ini sebagai cara merestrukturisasi utangnya yang mencapai total US$ 241 juta.

Rencana aksi korporasi tersebut berimbas pada pergerakan harga saham perseroan. Setelah dibuka pagi tadi, saham produsen produk kertas ini melejit hingga 14,3% ke Rp 240 per saham. Adapun, hingga 10.49 di Jakarta, saham SAIP masih reli 4,76% ke level Rp 220 per saham.

Reminder Cum Date Dividen KBLM, BMRI 15/06/2011

Hari ini 15 June 2011 adalah Cum Date untuk pelaksanaan kegiatan Corporate Action sebagai berikut :

No.

Kode Efek

Nama Efek

Jenis Kegiatan

1.

KBLM

KABELINDO MURNI Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 2.- per saham

2.

BMRI

BANK MANDIRI ( PERSERO ) Tbk

Dividen Tunai Rasio Rp 120.60.- per saham

BTON Tambah Mesin Baru Berkekuatan 15 Rb Ton/Tahun

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) akan menambah satu unit mesin produksi dengan kapasitas terpasang 15.000 ton per tahun.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Rabu (15/6). Saat ini pemasangan mesin telah mencapai kurang lebih dari 60%. Perseroan mengharapkan bulan September 2011 mulai dapat dioperasikan secara normal. Hal ini dapat mendukung pasokan perseroan saat harga baja dunia bergerak fluktuatif.

Perseroan optimistis serapan pasar akan besi beton domestik masih sangat besar pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang sehingga dapat memberikan marjin perseroan.

Harga timah melonjak, saham TINS bergerak kokoh pagi ini

Harga timah melonjak, saham TINS bergerak kokoh pagi ini
JAKARTA. Lonjakan harga timah dunia mendongkrak pergerakan saham PT Timah Tbk (TINS), pada pagi ini. TINS melejit 2% ke level Rp 2.575 per saham, pada pukul 9.52 di Jakarta. Ini kenaikan tertajamnya sejak 18 Mei.

Adapun, pada pukul 10.32 WIB, saham produsen timah terbesar di tanah air ini masih melaju 1% ke Rp 2.550 per saham.

Kemarin, harga timah melonjak tajam. Kontrak timah di bursa London naik 3,4% ke US$ 25.650 per metrik ton. Ini kenaikan tertajamnya sejak 23 Maret lalu.

Kinerja melambung, saham INTA melesat 2,9%

Kinerja melambung, saham INTA melesat 2,9%
JAKARTA. Saham PT Intraco Penta Tbk (INTA) melejit, dan mengalami kenaikan terbesarnya dalam tiga pekan terakhir, setelah perusahaan merilis kinerja yang positif pada kuartal pertama, tahun ini.

INTA reli 2,9% ke level Rp 720 per saham, hingga pukul 10.05 di Jakarta.

Selama kuartal pertama 2011, perusahaan yang bergerak di bisnis penjualan alat berat ini berhasil mencetak kenaikan laba bersih hingga 164% menjadi Rp 34,92 miliar.

Cemas bailout Yunani gagal, euro tertekan untuk hari kedua

Cemas bailout Yunani gagal, euro tertekan untuk hari kedua
JAKARTA. Mata uang euro jatuh, dan memangkas keuntungannya terhadap dollar AS selama dua hari berturut-turut. Melemahnya euro menyusul langkah para pejabat Uni Eropa yang masih berusaha memecahkan kebuntuan terkait bantuan tahap kedua bagi Yunani.

Nilai tukar euro turun ke level US$ 1,4415, pada pukul 10.29 pagi di Tokyo, dari posisi US$ 1,4440 pada hari sebelumnya di new York.

Dealer obligasi dan mata uang dari Okasan Securities Co. Tsutomu Soma menyebut, masih ada kekhawatiran atas Yunani, mengingat ketidakpastian solusi untuk menghindari adanya default atau gagal bayar. "Masalah finansial ini dikhawatirkan meluas ke negara Eropa lain, sehingga menjadi alasan menjual mata uang euro," tururnya.

Kementrian keuangan Uni Eropa sepakat mengadakan pertemuan lagi tanggal 19 Juni, setelah gagal merekonsialisasi upaya untuk membagi biaya atas rencana bailout baru bagi Yunani.

Indo Straits Tawarkan 100 Juta Saham ke Publik

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Indo Straits Tbk menawarkan 100 juta saham baru kepada publik atau 18,18% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp100.

Demikian seperti dikutip dari prospektus singkat yang diterbitkan Rabu (15/6). Rencana penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana sekitar 36% untuk membayar sebagian utang kepada Bank Permata sebesar Rp109,84 miliar, sekitar 50% untuk membiayai sebagian pembelian mechanical crene senilai AS$5,8 juta, dan 14% untuk modal kerja.

Dalam penawaran umum saham perdana ini, perseroan juha akan mengalokasikan sebanyak-banyaknya 10% untuk managemen and employee stock allocational (MESA). Perseroan telah menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Ada pun jadwal penawaran umum saham perdana antara lain tanggal efektif pada 28 Juni 2011, masa penawaran 1Juli-5Juli 2011, penjatahan pada 7 Juli 2011, pengembalian uang pemesanan dan distribusi secara elektronik pada 11 Juli 2011, dan pencatatan di BEI pada 12 Juli 2011.

PT Indo Straits merupakan perusahaan yang kegiatan utamanya jasa rekayasa kelautan terintegrasi dan jasa dukungan logistik bagi perusahaan pertambangan gas, minyak bumi dan batu bara. [hid]

GWM China Naik, Bursa Asia Mixed

Headline
INILAH.COM, Sydney - Bursa saham Asia pada perdagangan Rabu (15/6) mixed dengan kekhawatiran kebijakan China melakukan pengetatan moneter.

Pasar digerakan saham Toyota Motor Corp naik 0,5%, saham Honda Motor Co naik 0,6%, James hardie Industries SE di Sydney naik 0,5%, saham Asuransi QBE Group Ltd turun 3,7%.

"Kekhawatiran berlebihan terhadap masa depan ekonomi AS telah surut karena data penjualan ritel. Data ini sangat penting yang menunjukan belanja rumah tangga sehingga tidak seburuk yang pasar perkirakan," kata manager equity di Nikko Securities SMBC Inc, Hiroichi Nishi yang dikutip dari yahoo.finance.com.

Indeks Nikkei naik 0,2%, indeks Kospi naik 0,3%, sedangkan indeks ASX bergerak tipis. Indeks utama China tergelincir karena bank sentral China mengumumkan akan menaikkan GWM 0,5% pada 20 Juni mendatang. Indeks Hang Seng turun 0,1% dan indeks Shanghai turun 0,07%.

Penjualan ritel Amerika Serikat turun untuk pertama kali dalam 11 bulan pada Mei, tetapi penurunan tidak seburuk yang diperkirakan. Data China juga menolong mengurangi kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global. Indeks Morgan Stanley naik 2,8%. Sektor energi S&P naik 2% seiring kenaikan harga minyak. J.C Penney Co Inc naik 17,5% ke level US$35,37 setelah Senior Vice President ritel Apple Inc's menjadi chief executive baru.

Indeks Dow Jones naik 123,14 poin atau 1,03% ke level 12.076,14. Indeks S&P 500 naik 16,04 poin atau 1,26% ke level 1.287,87. Indeks Nasdaq ke level 2.678,72.

Asing Bertahan, IHSG Rabu Pagi Dibuka Naik 0,5%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia pada perdagangan Rabu (15/6) dibuka naik 19,82 poin atua 0,5% ke 3.793,09. Volume perdagangan sebesar 145,5 juta saham senilai Rp143,7 miliar.

Indeks JII naik 3,2 poin ke 522,61, indeks ISSI naik 0,6 poin ke 121,62 dan indeks LQ45 naik 4,5 poin ke 672,24. Penguatan didukung sektor perkebunan yang naik 10,2 poin ke 2.346,48, disusul sektor konsumsi yang naik 10,6 poin ke 1.138,65.

IHSG mengalami net foriegn buy sebesar Rp25,8 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp53,7 miliar dan penjualan asing sebesar Rp27,9 miliar.

Sementara Wall Street menguat didukugn indeks Dow Jones yang naik 123,14 poin atau 1,03% ke level 12.076,14. Indeks S&P 500 naik 16,04 poin atau 1,26% ke level 1.287,87. Indeks Nasdaq ke level 2.678,72.

Penjualan ritel Amerika Serikat turun untuk pertama kali dalam 11 bulan pada Mei, tetapi penurunan tidak seburuk yang diperkirakan. Data China juga menolong mengurangi kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global. Indeks Morgan Stanley naik 2,8%. Sektor energi S&P naik 2% seiring kenaikan harga minyak. J.C Penney Co Inc naik 17,5% ke level US$35,37 setelah Senior Vice President ritel Apple Inc's menjadi chief executive baru.

Indeks Nikkei naik 0,2%, indeks Kospi naik 0,3%, sedangkan indeks ASX bergerak tipis. Indeks Hang Seng turun 0,1% dan indeks Shanghai turun 0,07%.

Saham yang menguat seperti saham ASII naik Rp950 ke Rp58.300, GGRM naik Rp850 ke Rp46.300, ITMG naik Rp350 ke Rp46.600, SMGR naik Rp250 ke Rp9.450, AALI naik Rp200 ke Rp23.350, INTP naik Rp200 ke Rp16.950, AMFG naik Rp150 ke Rp6.950, EXCL naik Rp150 ke Rp6.150, ACES naik Rp100 ke Rp3.000.

Saham yang turun seperti saham ASDM turun Rp95 ke Rp282, BBKP turun Rp20 ke Rp700, ADMG turun Rp10 ke Rp520.