Jumat, 22 Juli 2011

Kesepakatan Yunani Dongkrak Bursa Asia

Headline
INILAH.COM, Sydney – Bursa saham Asia naik tajam Jumat (22/7) pagi, bergabung dalam reli global. Hal ini dipicu berita bailout kedua untuk Yunani dan rencana mencegah penularan krisis utang menyebar ke negara-negara Eropa lainnya.

Indeks Nikkei Stock Average dan indeks Kospi Korsel naik masing-masing 1%, sedangkan indeks S & P / ASX 200 Australia naik 0,9%.

Bursa Eropa dan AS telah berakhir menguat Kamis waktu setempat, karena perusahaan-perusahaan keuangan mencatatkan kinerja yang kuat.

Bank juga salah satu pemain terbaik di Asia hari ini, dengan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc naik 3,8% dan Mizuho Financial Group Inc naik 2,3% di Tokyo.

Commonwealth Bank of Australia, yang hari ini mengangkat Ian Narev sebagai CEO (chief executive officer) baru, naik 1,4%, sedangkan National Australia Bank Ltd naik 2,5%.

Apresiasi ini merespon kabar bahwa Yunani akan mendapatkan paket bantuan baru senilai 109 miliar euro (US$ 157 miliar). Selain bahwa pemimpin Uni Eropa akan memperkuat peran Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa yang memungkinkan memberi pinjaman kepada pemerintah, sehingga dapat merekapitalisasi bank dan campur tangan di pasar sekunder untuk menghindari penularan.

"Kesepakatan kepala negara zona euro dalam pertemuan darurat mereka melampaui ekspektasi pasar. Perjanjian tersebut merupakan langkah besar menuju kestabilan pasar dan menandai resolusi krisis utang, "kata ahli strategi di BNP Paribas.

Meskipun berlanjutnya pembicaraan batas utang atas AS menemui kebuntuan, hal ini tetap merupakan faktor kunci untuk risiko pasar. Strategis dari BBH mengatakan bahwa reaksi pasar yang positif ke pertemuan zona euro, serta pendapatan yang lebih baik dari estimasi, terutama dari AS, cenderung mendukung sentimen pasar pekan depan.

Advanced Micro Devices Inc.and SanDisk Corp juga mencatat pendapatan yang kuat, membantu beberapa saham Jepang, seperti Advantest Corp, yang naik 2,1%.

Saham Austar United Communications Ltd turun 15,1% di Sydney, setelah regulator kompetisi Australia mengatakan bahwa akuisisi perusahaan itu dengan Foxtel kemungkinan akan secara substansial mengurangi persaingan di tiga wilayah, termasuk penyediaan layanan televisi berlangganan.

Adapun Foxtel sebagian dimiliki oleh News Corp. [ast]

Saham Bank dan Energi Dukung Bursa Australia

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Australia naik tajam pada perdagangan Jumat (22/7) pagi, dengan bank melesat, setelah para pemimpin Eropa menyetujui kesepakatan bantuan ke Yunani. Sedangkan saham energi didukung kenaikan harga minyak mentah.

Indeks S & P / ASX 200 naik 0,9% menjadi 4.595,20. Di antara saham perbankan, National Australia Bank Ltd naik 2,7%, Australia & New Zealand Banking Group naik 1,9%, dan Macquarie Group Ltd naik 2,2%.

Dengan patokan minyak mentah Nymex berjangka hampir mencapai US$ 100 per barel semalam, Origin Energy Ltd melesat 1,7%, sementara Santos Ltd naik 1,6%, dan Oil Cari Ltd naik 1,3%. [ast]

TMPO Substitusi Kepemilikan, Target Rp 300

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Saham Tempo Inti Media (TMPO) diperkirakan akan segera melesat ke level Rp300, karena adanya substitusi kepemilikan.

Tersiar kabar bahwa salah satu taipan perusahaan media lokal akan membeli 10% porsi kepemilikan PT Jaya Raya Utama. Dengan rencana ini, maka komposisi kepemilikan TMPO akan berubah.

Juga beredar kabar bahwa akan ada penggantian komposisi komisaris TMPO. Salah satu pucuk pimpinan perusahaan yang akan masuk dalam TMPO dinobatkan menjadi komisaris di sana. Perusahaan tahun ini menargetkan bisa membukukan peningkatan laba minimal 35%.

Masuknya taipan perusahaan media ke TMPO akan membawa angin segar kepada korporasi dan akan mengarahkan TMPO lebih baik. Saham TMPO yang dalam beberapa tahun belakangan stagnan akan didongkrak kinerjanya setelah komposisi komisaris berubah.

Target harga TMPO akan menyentuh level Rp 300 per lembar sahamnya.

Saham TMPO pada perdagangan Kamis (21/7) ditutup auto reject pada level Rp149 atau naik 38 poin (34,23%). Volume transaksi mencapai 89.24 juta lembar, senilai Rp12.26 miliar. [ast]

Saham Bank Rally, Bursa Jepang Naik

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang dibuka menguat pada Jumat (22/7), mengikuti kenaikan pasar AS karena rally saham bank atas kesepakatan para pemimpin Eropa menyetujui bantuan baru untuk Yunani.

Indeks Nikkei Stock Average naik 0,9% menjadi 10.099,13, dan Topix naik 0,9% menjadi 868,19. Saham keuangan memimpin rally, merespon kesepakatan bantuan Yunani semalam, dengan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc melompat 3,6%, Mizuho Financial Group Inc naik 3,1%, Sumitomo Mitsui Financial Group Inc naik 3,6%, dan Daiwa Securities Group Inc naik 2,3%.

Laporan pendapatan AS yang positif dari Advanced Micro Devices Inc dan SanDisk Corp membantu saham Jepang, dengan Advantest Corp naik 2,3%. [ast]

Descending Triangle: Rupiah Konsolidasi

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (22/7) diprediksi konsolidasi cenderung menguat. Secara teknikal, mata uang RI ini membentuk formasi decending triangle.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, rupiah akan melanjutkan tren konsolidasinya dengan kecenderungan menguat. Sebab, secara teknikal juga membentuk formasi Descending Triangle yang mengindikasikan konsolidasi.

Menurutnya, line teratas dari triangle-nya di level 8.545 dan maksimal di 8.550. Sedangkan line terbawahnya dari triangle itu di level 8.530 dan maksimal di level 8.522. Jika tembus di bawah level tersebut akan ada arah penguatan rupiah lebih jauh yang lebih jernih. "Selama rupiah terperangkap dalam triangle-nya itu, pergerakan rupiah akan ranging dalam kisaran tersebut," katanya kepada INILAH.COM.

Sementara itu, lanjutnya, dari dalam negeri belum ada kabar baru yang bisa berpengaruh pada pergerakan rupiah. Dari AS pasar akan melihat laporan indeks manufaktur dari Kawasan Philadelpia. "Angkanya diperkirakan masih flat cenderung naik selema Juli 2011 karena ditopang oleh industri otomotif," imbuh Christian.

Indeks Manufaktur AS diperkirakan positif 2,17 dari sebelumnya -7,7. Tapi menurutnya, meski positif kurang membantu penguatan dolar AS. Sebab, manufaktur hanya salah satu leading indikator. "Apalagi, sebelumnya -7,7 yang merupakan penurunan cukup besar," imbuhnya.

Tapi, lanjutnya, semalam Gubernur The Fed Ben Bernanke memberikan testimoninya yang mungkin juga direspon oleh pasar hari ini. The Fed melaporkan pertumbuhan ekonomi AS. Tapi, ada juga pidato dari Presiden Fed negara bagian AS yang lain yang memberikan indikasi soal moneter. "Diperkirakan, dengan pertumbuhan AS yang masih di bawah ekspektasi, AS tidak akan mengubah moneter longgarnya sehingga memperlemah dolar AS," ucapnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (21/7) ditutup melemah 6 poin (0,07%) ke level 8.536/8.546 per dolar AS.

Anak Usaha OKAS Sewakan Rig Senilai US$4,98 Juta

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Anak usaha PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), PT Bormindo Nusantara, melakukan transaksi penyewaan rig dengan PT Chevron Pacific Indonesia senilai US$4,98 juta.

Demikian diungkap dalam keterangan tertulis perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (21/7). Ancora memiliki 60% saham Bormindo yang bergerak di bidang jasa penyewaan rig.

Nilai transaksi yang sebesar US$4,98 juta tersebut melebihi 20% dari ekuitas perseroan secara konsolidasi sehingga merupakan transaksi material yang harus dipublikasikan sesuai dengan Peraturan IX.E.2 lampiran keuputusan Bapepam-LK No.Kep-413/BL/2009 tanggal 25 November 2009.

Ayo Trading Pada Saham Lapis Dua

Headline
INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham Indonesia Jumat (22/7) berpeluang menguat. Namun, minimnya sentimen akan membatasi kenaikan yang besar. Investor bisa trading padasaham lapis dua.

Reza Priyambada, analis dari Indosurya Sekuritas mengatakan, pola pergerakan IHSG hari ini hampir sama dengan pola di awal bulan, ketika IHSG tembus new high yang berbarengan dengan Yunani dapat persetujuan IMF dan Uni Eropa. “Pola ini berulang tiap kali IHSG tembus new high, yang akan diikuti koreksi 1-2 hari,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, kenaikan IHSG sebenarnya berpotensi berlanjut, setelah kemarin kembali mencetak rekor tertinggi barunya. Namun, sentimen positif tidak banyak, karena laporan kinerja perusahaan AS yang tidak terlalu bagus, sulit memberi sentimen penguatan yang signifikan.

Adapun pengambilan keputusan soal debt limit di Kongress berpotensi deadlock, sehingga investor amankan portofolio. Pelaku pasar juga menunggu hasil pertemuan menteri keuangan Eropa untuk membahas bahas penanganan krisis Yunani agar tidak menyebar ke negara lain.

Sedangkan dari dalam negeri, masih sepi katalis. Apalagi rilis kinerja belum banyak yang keluar. “Jadi kenaikan indeks merupakan peralihan dana asing dari bursa lain ke Indonesia yang memiliki yield lebih bagus,” paparnya.

Di tengah kondisi riskan, karena penguatan tidak didukung oleh sentimen/katalis yang kuat, Reza menyarankan investor untuk trading di saham secondliner. Namun, disarankan untuk disiplin dengan level resistant yang sudah diset oleh individual investor.

Beberapa saham pilihannya adalah Borneo Energy (BORN), Ciputra Surya (CTRS) dan Japfa Comfeed Indonesia (JPFA),”Trading buy untuk saham-saham ini,” ujarnya.

Pada perdagangan Kamis (21/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 17,44 poin (0,43%) ke level 4.068,07, dengan intraday tertinggi di 4.072,82 dan terendah di 4.048,18. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 9,309 miliar lembar saham, senilai Rp 5,652 triliun dan frekuensi 180.295 kali.

Sebanyak 140 saham naik, 126 saham turun, dan 77 saham stagnan. Kendati menguat, aliran dana asing mulai berkurang. Terlihat dari transaksi jual bersih (net foreign sell) yang mencapai Rp5,793 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,760 triliun dan transaksi beli sebesar Rp1,754 triliun. [mdr]

PLTU, akan Dorong Penjualan Batubara BRAU

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Berau Coal Tbk (BRAU) dinilai akan mengunci sejumlah pendapatan dari pengembangan PLTU berkapasitas 14 Megawatt di Kaltim.

Demikian dikutip dari hasil riset E Trading Securities, kemarin. Perseroan melalui PT Indonesia Pusaka Berau akan menambah pasokan listrik dengan membangun PLTU senilai Rp140 miliar.

Jadi rencana pengembangan PLTU ini tentu saja akan menjadi pasar tersendiri bagi perusahaan dimana perusahaan dapat mengunci kontrak pasokan atau penjualan batubaranya kepada PLTU. PLTU ini merupakan konsorsium yang didirikan PT Pusaka Jaya Baru, yang dimiliki Pemda Berau dan PT Indonesia Power.

Selain itu, dengan adanya PLTU ini tentu saja nantinya akan menambah jumlah pendapatan dari anak usaha perusahaan. P/E perusahaan saat ini berada di level 22,6x dengan rata-rata industri sebesar 27,5x.

Hore! Bailout Yunani Angkat Wall Street Positif

Headline
INILAH.COM, New York - Bursa Wall Street menguat pada perdagangan Kamis (21/7) setelah Uni Eropa menyetujui paket dana bantuan darurat ke Yunani.

Indeks Dow Jones naik 1,2% ke 12.724, indeks Nasdaq naik 0,7% ke 2.834, dan indeks S&P naik 1,3% ke 1.343. Penguatan Dow ditopang saham Bank of America yang naik 3,8% dan Disney naik 3,5%. Sedangkan saham Intel turun 0,7%.

Untuk indeks S&P ditopan 10 saham utamanya yang dipimpin sektor energi dan keuangan, demikian dikutip dari yahoofinance.com.

Pada pemimpin Uni Eropa telah menyepakati paket penyelamatan senilai 109 miliar euro untuk Yunani. Dengan bailout ini telah memunculkan kekuatan baru untuk menopang kegiatan ekonomi Eropa. Euro pun naik tertinggi selama dua pekan terhadap dolar AS.

Namun ada beberapa pernyataan yang pesimis kesepakatan itu dalam menyelesaikan krisis utang Eropa. "Eropa memiliki masalah terbesar soal utang. Saat ini ekonomi membutuhkan pertumbuhan yang lebih. Kali ini krisis akan berpusat di Italia dan Spanyol," kata managing director di 300 Capital, Richard Campagna.

Minyak mentah dunia di AS pada perdagangan Kamis (21/7) naik. Pasar khawatir dengan turunnya permintaan bensin di AS.

Minyak jenis light sweet naik 73 sen menjadi US$99,13 per barel. Sedangkan minyak mentah jenis Brent turun 64 sen menjadi US$117,51 per barel. Sedangkan bensin berjangka AS turun 1,3%.

Penurunan permintaan bensin AS selama empat pekan ini di pertengahan musim panas. sedangkan minyak Brent dinilai sebagai patokan harga yang lebih baik. Hal ini untuk melihat kondisi pasar global di kawasan pantai Teluk. Pasar juga optimis kesepakatan menyelamatkan Yunani. Selain itu pasar juga merespon tentang AS tidak akan melepas cadangan minyaknya.

Tekanan harga berasal dari perserian terakhir di Oklahoma sebagai basis pengiriman kontrak minyak AS. Pada pekan lalu stoknya mencapai level terendah sejak 24 Desember 2010. Hal ini mendorong aksi jual dari pelaku pasar.

Aussie perkasa ke level tertinggi dalam seminggu atas yen

Aussie perkasa ke level tertinggi dalam seminggu atas yen
SYDNEY. Dollar Australia menguat ke level paling perkasa dalam seminggu terakhir atas yen. Pelaku pasar optimistis krisis utang Eropa akan kembali mendongkrak permintaan aset-aset di emerging markets.

"Dollar Australia melompat pada transaksi kemarin malam dan diperdagangkan di atas US$ 1,08 per dollar. Penguatan ini dipicu oleh keputusan para pemimpin Eropa untuk memberikan bantuan kepada Yunani," jelas Janu Chan, ekonom St. George Bank Ltd di Sydney.

Catatan saja, pada pukul 09.02 waktu Sydney, dollar Australia menguat ke level 85,09 yen dari 84,89 yen di New York kemarin. Sementara, jika berhadapan dengan dollar, posisi euro berada di level US$ 1,0834 dari US$ 1,0841.

Selain Aussie, penguatan juga dialami oleh mata uang Selandia Baru atau yang lazim dikenal dengan kiwi. Nilai tukar kiwi berada di posisi 86,21 US sen dari sebelumnya 86,31 sen di New York. Kiwi juga berada di posisi 67,69 yen setelah kemarin menguat ke level paling perkasa sejak Mei 2010 di level 67,89 yen.

Pergerakan IHSG tergantung Dow Jones

Pergerakan IHSG tergantung Dow Jones
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berlari kencang di jalur penguatan. Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo bilang, tren indeks masih naik selama belum ada berita negatif yang mampu menekan pasar cukup dalam.

Berdasarkan proyeksi Satrio, akhir pekan ini, Jumat (22/7) IHSG akan bergerak dalam rentang support 4.050 dan resistance 4.100. Kemarin, Yunani menyatakan akan membayar utangnya dengan utang. "Kita tinggal melihat pergerakan indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menyikapinya," kata Satrio.

Hanya saja, karena tren penguatan sudah berlangsung cukup lama, Satrio mengingatkan agar pelaku pasar lebih ekstra hati-hati akan adanya aksi ambil untung (profit taking). Namun secara teknikal, peluang penguatan terlihat dari indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang ada di area bullish dan di atas MA lima hari.

Parningotan Julio, Analis Batavia Prosperindo Sekuritas memprediksikan rentang IHSG hari ini 4.005-4.010. Kemarin, IHSG kembali menoreh rekor setelah menguat 0,43% menjadi 4.068,07.

Aliran dana yang masuk ke bursa saham turut mempengaruhi pergerakan rupiah. Dollar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif sampai parlemen AS memutuskan batas utangnya hari ini.

Ariston Tjendra, Analis Monex Investindo Futures, memperkirakan, hari ini rupiah bisa menguat dalam kisaran Rp 8.500- Rp 8.550 per dollar AS, setelah kemarin tidak beranjak dari posisinya Rp 8.541 per dollar AS.

Urusan utang beres, UNSP genjot bisnis Domas

Urusan utang beres, UNSP genjot bisnis Domas
JAKARTA. Manajemen PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP) kini bisa bernafas lega. Perusahaan ini akhirnya menuntaskan restrukturisasi utang salah satu anak usahanya, PT Domas Agrointi Prima.

Manajemen UNSP kini fokus memperbaiki manajemen anak usahanya tersebut. Dengan manajemen yang lebih baik, perseroan berharap Domas tidak mengulang kesalahan sebelumnya dan bisa menghindari risiko default. "Risiko default pasti ada kalau usahanya gagal, tapi dengan manajemen yang baik mudah-mudahan itu tidak terjadi," kata Harry M. Nadir, Chief Finance Officer UNSP, Kamis (21/7).

Lewat restrukturisasi utang ini, kreditur memberi keringanan kepada Domas untuk membayar bunga saja selama satu tahun, tanpa harus membayar cicilan pokok utang. UNSP pun akan mendorong agar Domas Agrointi bisa menghasilkan laba.

Rencananya, setelah Domas bisa berproduksi dan menghasilkan keuntungan, Domas akan mulai melunasi pokok utangnya. "Pada masa jatuh tempo nanti, sebesar 30%-40% dari utang jatuh tempo akan dilunasi pokok pinjamannya," jelas Harry.

UNSP mengumumkan restrukturisasi utang Domas mulai berlaku efektif pada Rabu (20/7) lalu. Emiten perkebunan Grup Bakrie ini telah melengkapi seluruh berkas dan dokumen yang diperlukannya.

Harry menuturkan, utang yang direstrukturisasi tersebut akan diperpanjang jatuh temponya hingga 6,5 tahun ke depan. "Seluruh utang Domas Agrointi telah kami restrukturisasi," tandas dia.

Bunga ringan

Dengan restrukturisasi tadi, utang Domas yang tadinya berstatus default kini berubah menjadi utang biasa. Akibat perubahan status tersebut, bunga utang juga jauh lebih ringan. Pasalnya, dalam status default, Domas juga harus menanggung berbagai biaya lain selain beban bunga.

Namun Harry tidak bersedia merinci lebih jauh soal biaya-biaya tersebut. Ia juga menolak membeberkan berapa besar bunga utang yang harus ditanggung Domas setelah restrukturisasi. Yang jelas, sebelum ini bunga utang ditetapkan berkisar 6%-10% per tahun, bergantung pada tranche alias seri utang Domas.

Sekadar mengingatkan, UNSP mengakuisisi Domas Agrointi dari kelompok Domba Mas pada Desember 2010 melalui anak perusahaannya, PT Nibung Arthamulia. UNSP merupakan pemegang saham pengendali Nibung dan menguasai 99,99% sahamnya. Emiten ini mengakuisisi Domas dengan mengambil alih tagihan utang atas Grup Domba Mas dari krediturnya terdahulu.

Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management menuturkan, restrukturisasi utang Domas akan membuat kinerja UNSP jadi lebih baik. Sebab, waktu pembayaran utang jadi lebih panjang.

Dia menghitung debt to equity ratio (DER) UNSP saat ini masih berada di atas rata-rata rasio utang industri sejenis, yaitu sebesar 1,17 kali. Sebagai perbandingan, DER industri sejenis hanya sekitar 1,1 kali.

Tapi, DER UNSP masih termasuk kecil bila dibandingkan dengan DER beberapa emiten lain yang bergerak di industri yang sama. Misalnya PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) dan PT BW Plantation Tbk (BWPT). "Meski utangnya besar, ekuitas UNSP juga besar," sebut Reza.

Sekadar informasi, tahun ini UNSP akan fokus mengembangkan bisnis oleokimia yang selama ini ditekuni Domas Agrointi. UNSP menargetkan kontribusi bisnis oleokimia tahun 2012 bisa mencapai 80% terhadap penjualan konsolidasinya.

IHSG Dapat Sentimen Positif Lagi

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ternyata masih bisa mencetak rekor tertingginya di 4.068. Saham-saham konsumer dan infrastruktur memimpin penguatan bursa.

Pada perdagangan, Kamis (21/7/2011), IHSG naik 17,441 poin (0,43%) ke level 4.068,073. Sementara Indeks LQ 45 menguat 3,990 poin (0,55%) ke level 718,035.

Perkembangan positif dari bursa-bursa utama dunia, didorong titik cerah penyelesaian utang Yunani dan AS akan menahan IHSG di teritori positif. Namun posisi IHSG yang overbought akan membuat penguatan IHSG tidak akan bertahan lama. Pada perdagangan Jumat (22/7/2011), IHSG diprediksi bergerak fluktuatif cenderung menguat tipis.

Bursa Wall Street tadi malam menguat cukup signifikan didorong perkembangan positif pembicaraan utang AS dan langkah konkret dari Eropa untuk mengatasi krisis di kawasan tersebut.

Pada perdagangan Kamis (21/7/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat hingga 152,50 poin (1,21%) ke level 12.724,41. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 17,96 poin (1,35%) ke level 1.343,80 dan Nasdaq menguat 20,20 poin (0,72%) ke level 2.834,43.

Bursa Jepang juga langsung ikut menguat. Mengawali perdagangan Jumat, indeks Nikkei-225 tercatat menguat hingga 86,50 poin (0,86%) ke level 10.096,89.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Indeks masih mencatat kenaikan dan membentuk rekor baru. Belum ada tanya pembalikan arah meski secara teknikal sudah overbought. Disisi lain, kenaikan indeks kemarin ditengah lesunya pergerakan bursa regional serta penantian investor akan perkembangan berita makroekonomi dari Amerika. Untuk hari ini kami perkirakan ruang gerak indeks untuk menguat mulai terbatas. Kami proyeksikan indeks akan mulai konsolidasi dengan kisaran support-resistance untuk perdagangan hari ini di 4.039-4.081.

eTrading Securities:

Pada perdagangan kemarin IHSG kembali naik tipis 17.4 point (+0.43%) ke level 4,068.07 dengan jumlah transaksi sebanyak 18.6 juta lot atau setara dengan Rp5.6 triliun rupiah.Hampir seluruh sektor mengalami kenaikan pada hari ini kecuali mining (-0.20%), misc-ind (-1.05%) dan property (-0.70%) dengan 130 saham mengalami kenaikan, 119 saham mengalami penurunan, 70 saham tidak mengalami perubahan dan 134 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menjadi motor penggerak bursa hari ini a.l. GGRM, TLKM, UNTR, SMMA dan BBCA sementara yang menjadi pemberat bursa a.l. ASII, ADRO, BMRI, BORN dan BBTN. Asing tercatat melakukan net buy pada pasar regular sebesar Rp52 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli a.l. TLKM, GGRM, JSMR, UNTR dan SMRA.

Secara teknikal, penguatan IHSG dalam dua hari terakhir didukung dengan volume yang diatas rata-rata 20 harinya. Namun melihat pergerakan indikator yang telah beradai di area overbought, kami melihat potensi kenaikan IHSG sudah terbatas. Pada perdagangan hari ini (22/7), IHSG kami perkirakan akan bergerak pada kisaran 4023-4096 dengan kecenderungan menguat tipis, sementara itu saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBCA, TLKM, dan INTP.

(qom/qom)

Universal: Bailout Yunani akan dorong indeks ke level resistan 4.100-4.150

Universal: Bailout Yunani akan dorong indeks ke level resistan 4.100-4.150
JAKARTA. Dalam hasil riset harian yang dirilis hari ini, Universal Broker Indonesia menulis, adanya harapan bahwa krisis hutang Eropa bisa berakhir setelah pemimpin negara-negara Eropa sepakat untuk memberikan bantuan kepada Yunani senilai €160 miliar untuk mengatasi krisis hutang, telah membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI) naik 152,50 poin (1,21%).

"Sentimen positif dari kenaikan ini diperkirakan akan membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melaju menuju kisaran resisten 4.100-4.150," jelas Kepala Riset Universal Satrio Utomo.

Dia menambahkan, pergerakan dari saham-saham penghasil batubara, terutama Indo Tambangraya Megah (ITMG) dan Gudang Garam (GGRM) tetap akan menjadi penggerak IHSG.

Semua Saham dalam Sinyal 'SOS'

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham domestik dinilai mantap menuju 4.100 akhir Juli 2011. Tapi, sebelum level tersebut tercapai, IHSG akan mengalami koreksi normal. Sell on Strength (SoS) untuk semua saham.

Demikian pendapat pengamat pasar modal David Cornelis. Menurut David, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) kembali cetak rekor tertingi dalam sejarah (break high) ke level 4068,07. Target terdekat, di level psikologis 4.100 di akhir bulan ini sebelum terkoreksi normal bulan depan sesuai teknikal dan siklikal.

Dia menjelaskan, setelah mencapai rekor baru kemarin, akan ada koreksi dalam waktu dekat, sebelum menuju 4.100 di akhir Juli ini. “Perjalanan bullish jangka pendek ini kan, mulai dari 20 Juni disertai koreksi teknis di channel bullish-nya, seperti yang terjadi pada 27 Juni, 5-6 July, 11-12 July dan 19 July,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (21/7).

Tapi, dia menggarisbawahi, memang terjadi koreksi tapi terukur. Sebab, koreksi teknisnya di dalam bullish channel. "Uptrend channel." tegas David singkat.

Dalam situasi ini, David menyarakan, pelaku pasar untuk Sell on Strength (SoS) untuk jangka pendek semua saham pada saat IHSG mendekati 4.100. Setelah itu kembali lagi koleksi di bulan Agustus-September 2011. “Ya semua saham akan terkena dampak SoS ketika terjadi penurunan sistematis nanti. Jadi sama aja saham manapun,” ungkapnya.

Lalu, yang jadi perhatian, adalah Buy on Weakness nanti saham-saham ketika terjadi pelemahan. “Belilah saham-saham bluechips di sektor pertambangan (mining) dan perbankan (banking),” imbuh David.

Pada perdagangan Kamis (21/7), IHSG ^JKSE ditutup menguat 17,44 poin (0,43%) ke level 4.068,07, dengan intraday tertinggi di 4.072,82 dan terendah di 4.048,18. Demikian juga indeks saham unggulan Q45 yang naik 3,99 poin (0,56%) ke level 718,03.

Simak beberapa event penting yang bakal mempengaruhi pasar Asia hari ini

Simak beberapa event penting yang bakal mempengaruhi pasar Asia hari ini
TOKYO. Sejumlah event dan agenda berikut diramal akan mempengaruhi pergerakan pasar mata uang dan obligasi Asia.

Jepang:
- Tokyo Electric Power Co akan menggelar konferensi pers pada pukul 11.00 dan 16.30 mengenai krisis nuklir Fukushima Prefecture.
- Menteri Keuangan Yoshihiko Noda, Menteri Perekonomian Kaoru Yosano, dan Sekretaris Kabinet Yukio Edano akan menggelar media briefing setelah pertemuan kabinet.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan bunga 1,2% yang jatuh tempo Juni 2021 naik 1,5 basis poin menjadi 1,095% di Tokyo, kemarin. Yen diperdagangkan pada level 78,56 per dollar pada pukul 07.43 di Sydney.

India:
- Bank sentral akan menjual kombinasi obligasi yang jatuh tempo pada 2017, 2022, dan 2027 senilai 120 miliar rupe atau setara dengan US$ 2,7 miliar.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan tingkat bunga 7,8% yang jatuh tempo April 2021 adalah 8,27%. Rupe berada di level 44,5050 per dollar.

Malaysia:
- Bank Negara akan melaporkan cadangan devisa asing per 15 Juli. Pada akhir Juni lalu, cadangan berada di posisi US$ 134,3 miliar.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan tingkat bunga 4,16% yang jatuh tempo Juli 2021 adalah 3,88%. Nilai tukar ringgit berada di level 2,9983 per dollar.

Taiwan:
- Berdasarkan estimasi sejumlah ekonom yang disurvei Bloomberg, tingkat pengangguran akan turun menjadi 4,4% pada Juni dari 4,41% pada bulan sebelumnya.
- Tingkat yield untuk obligasi pemerintah dengan tingkat bunga 1,375% yang jatuh tempo Maret 2021 adalah 1,539%. Dollar Taiwan berada di level NT$ 28,890 per dollar.

Porsi asing mencapai 35% di pasar SUN

JAKARTA. Pemodal asing semakin betah menyimpan dananya di pasar obligasi Indonesia. Hingga Senin (18/7) lalu, kepemilikan asing di Surat Utang Negara (SUN) mencapai Rp 241 triliun. Jumlah ini sudah meningkat 23,59% dari posisi di akhir tahun lalu senilai Rp 195 triliun.

Dus, porsi investor asing sudah mencapai 34,86% dari total kepemilikan SUN. Adapun porsi investor lokal menggenggam 65,14% dari total kepemilikan SUN.

Tentu ada sisi positif dan negatif dari dominannya kepemilikan asing di surat utang domestik. "Yield yang diminta asing lebih rendah dari lokal, sehingga cost of fund pemerintah lebih murah," ujar I Made Adi Saputra, analis obligasi NC Securities yang mengungkapkan sisi positifnya.

Dari sisi negatif, I Made bilang kepemilikan asing di SUN bisa merusak pasar obligasi apabila sewaktu-waktu asing mengalihkan dananya ke luar negeri. Indonesia pun menjadi tergantung dan tidak mandiri.

Sebagai alternatif, pemerintah mesti memperbanyak porsi kepemilikan investor domestik di Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Pasalnya, basis investor ritel punya kekuatan mengendalikan dominasi asing. Di beberapa negara seperti India dan Thailand, berlaku control capital atau pembatasan kepemilikan asing.
Porsi asing mencapai 35% di pasar SUN
Imam MS, analis pasar obligasi Trimegah Securities, menambahkan, control capital memang diperlukan ketika kepemilikan asing sudah terlampau besar. Tapi, menurut Imam, aturannya jangan terlalu ketat. "Jika kita sudah menerapkan control capital maka perspektif asing akan negatif," imbuh dia.

Contohnya, saat pemerintah menerapkan holding period untuk sertifikat bank Indonesia (SBI), Imam melihat itu adalah strategi untuk mengarahkan asing ke pasar SUN. Alhasil, dana asing tak menumpuk di SBI.

Dengan kondisi ekonomi seperti ini, Made melihat, Indonesia masih membutuhkan dana asing karena lebih murah dibandingkan lokal. Pemerintah juga bisa mengarahkan asing masuk ke sektor riil untuk kegiatan yang lebih produktif dan tidak hanya di sektor keuangan.

Kedua analis melihat, porsi asing sebesar 34,86% masih relatif aman. Tapi Made mengingatkan dana asing sebaiknya jangan menembus lebih dari 40% karena dikhawatirkan bisa merusak pasar.

Laporan Kinerja Q2 INDF dan ICBP Akhir Agustus

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menjelaskan laporan keuangan semester I 2011 selambat-lambatnya disampaikan pada akhir Agustus 2011.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, kemarin. Perseroan saat ini sedang menunggu akuntan publik melakukan limited review atau penelaahan terbatas terhadap laporan tengah tahun perseroan per 30 Juni 2011.

Dengan demikian laporan keuangan itu baru dapat disampaikan selambat-lambatnya akhir Agustus 2011

Inilah Rekomendasi Saham Pilihan Jumat (22/7)

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia diprediksi akan menguat terbatas pada perdagangan Jumat(22/7). Indeks belum ada tanya pembalikan arah meski secara teknikal sudah overbought.

Demikian dikatakan analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono kemarin. "Kami proyeksikan indeks akan mulai konsolidasi dengan kisaran support-resistance untuk perdagangan besok (hari ini) di 4.039-4.081," katanya.

IHSG ditutup naik 17,44 poin (0,43%) ke 4.068,07. Frekuensi perdagangan hari ini mencapai 180,295 kali dengan volume 9,309 miliar lembar saham senilai Rp5,625 triliun.

IHSG ditutup dengan net foreign sell dengan membukukan Rp5,7 miliar dan penjualannya mencapai Rp1,76 triliun. Serta pembelian asing mencapai Rp1,75 triliun.

"Indeks masih mencatat kenaikan dan membentuk rekor baru. Belum ada tanya pembalikan arah meski secara teknikal sudah overbought. Disisi lain, kenaikan indeks hari ini (kemarin) di tengah lesunya pergerakan bursa regional serta penantian investor akan perkembangan berita makro ekonomi dari Amerika."

Sementara analis saham AMCapital, Andre Mahardika menyarankan saham pilihan seperti saham PTBA yang masih berpotensi bullish. Rekomendasi beli di 20.900 dan jual di 21.500 dengan support di 20.800 dan resisten di 21.700. Untuk Stop loss di 20.700.

Secara teknikal saham PTBA masih potensi bullish dan lakukan aksi beli saat koreksi di 20.900. Dari sthocastic, PTBA masih potensi bullish mendekati resistence. Dari DMI, saham PTBA konfirmasi golden cross dengan potensi kenaikan sementara. Dari MACD, PTBA masih potensi spekulasi/stagnant.

Saham PNLF yang masih berpotensi bullish lanjutan. Rekomendasi beli di 167 dan jual di 175-180 dengan stop loss di 165. Support saham PNLF di 173 dan resisten di 185.

Secara teknikal saham PNLF masih potensi naik lanjutan dan boleh avg up di saham ini. Dari sthoactic, saham PNLF masih potensi bullsih menuju resisitence. Dari DMI, saham PNLF mengkonfirmasi strong bullish dengan potensi menuju resistence 2.

Sedangkan saham lain yang masih bullish seperti saham HEXA yang disarankan hold jika masih di atas harga 7.600, dengan potensi jual di harga 7.700 - 7.900. Saham DEWA masih bullish terbatas dengan saran hold jika masih berada diatas harga 120 , dengan potensi jual di harga 123 - 126.

Saham TLKM masih bullish lanjutan dengan saran hold jika masih berada diatas harga 7.200. Dengan potensi Jual di harga 7.300 - 7.600. Saham PWON, masih berpotensi bullish terbatas. Dengan saran hold jika harga masih di atas 930, dengan potensi jual di harga 970 - 1.000.

Yunani dipastikan dapat bantuan Eropa, Wall Street membumbung tinggi

Yunani dipastikan dapat bantuan Eropa, Wall Street membumbung tinggi
NEW YORK. Mayoritas saham di bursa AS mengalami reli. Melejitnya Wall Street terjadi setelah pemimpin Eropa mengumumkan bantuan untuk Yunani senilai 160 miliar euro atau US$ 230 miliar. Bantuan ini diberikan untuk menghentikan penyebaran krisis utang Eropa.

Pada pukul 16.00, indeks S&P 500 naik 1,4% menjadi 1.343,80. Dengan demikian, sepanjang minggu ini, S&P 500 sudah naik sebesar 2,1%. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,2% menjadi 12.724,41.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa AS diantaranya: Morgan Stanley yang melompat 11%, Motorola Mobility Holdings Inc naik 12%, dan Medco Health Solutions Inc naik 14%.

"Para pemimpin Eropa memastikan Yunani akan mendapatkan bantuan yang layak. Mereka juga berharap, langkah ini dapat menghambat penyebaran infeksi yang datang dari pasar Yunani ke pasar lainnya seperti di Italia dan Spanyol," jelas Madelynn Matlock, analis dari Huntington Asset Advisors di Cincinnati.