Rabu, 10 Agustus 2011

Berniat terbitkan obligasi, saham ANTM menari lincah

Berniat terbitkan obligasi, saham ANTM menari lincah
JAKARTA. Saham PT Aneka Tambang (ANTM) pagi ini menari lincah. Pada pukul 10.01, saham ANTM tercatat melonjak 3,30% menjadi Rp 1.880.

Data Bloomberg menunjukkan, sejumlah broker yang aktif memburu saham ini antara lain: BNI Securities senilai Rp 3,61 miliar, eTrading Securities senilai Rp 1,06 miliar, dan Ciptadana Securities senilai Rp 581,6 juta.

Disinyalir, saham ANTM menjadi incaran setelah perusahaan tambang emas dan feronikel ini mengkonfirmasi berita mengenai rencana penerbitan obligasi senilai US$ 350 juta di pasar domestik dan luar negeri. Perusahaan akan mulai menerbitkan obligasi tersebut pada Oktober mendatang.

Akuisisi 3 Tambang Baru, 'Buy' Saham Adaro

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Adaro Energy (ADRO) akan segera menyelesaikan akuisisi 3 atau 4 tambang batubara baru di akhir 2011.

Perseroan mengincar tambang batubara dengan cadangan minimal 100 juta ton dengan kalori rendah sekitar 5.000 kcal. Dalam proyek lainnya, perseroan juga siap menggunakan fasilitas pinjaman senilai US$610 juta untuk pembiayaan investasi proyek pembangkit listriknya tahun ini.

Sekitar 80% total investasi untuk proyek PLTU Jateng dibiayai oleh Japan Bank for International Coorporation (JBIC) dan sisanya dari masing-masing pihak konsorsium yaitu Adaro, Itochu Corporation dan J-Power. "Kami pun merekomendasikan buy untuk saham ini," ujar Samuel Sekuritas dalam usalan pasarnya, Rabu (10/8).

Laba Bersih BLTA Turun 50% pada Q1 2011

Headline
INILAH.COM, Jakarta - PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 50% dari US$24,90 juta pada kuartal pertama 2010 menjadi US$12,39 juta pada kuartal pertama 2011.

Demikian seperti dikutip dari laporan keuangan yang dipublikasikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/8). Pendapatan usaha perseroan turun sebesar 1,07% dari US$161,55 juta pada kuartal pertama 2010 menjadi US$159,82 juta pada kuartal pertama 2011. Beban langsung perseroan naik dari US$130,99 juta pada kuartal pertama 2010 menjadi US$134,39 juta pada kuartal pertama 2011.

Laba kotor perseroan turun dari US$30,55 juta pada kuartal pertama 2010 menjadi US$25,42 juta pada kuartal pertama 2011. Laba usaha perseroan turun dari US$24,28 juta pada kuartal pertama 2010 menjadi US$18,04 juta pada kuartal pertama 2011.

Aset perseroan turun menjadi US$2,78 miliar pada kuartal pertama 2011 dibandingkan Desember 2010 sebesar US$2,83 miliar. Kas perseroan turun menjadi US$68,34 juta pada kuartal pertama 2011.

Rebound, IHSG Rabu (10/8) Dibuka Naik 2,12%

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (10/8) ini, IHSG dibuka rebound dengan naik 2,12% ke level 3.814,47.

Kenaikan IHSG pagi ini diperkirakan seiring kembalinya optimisme investor di pasar global.

Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Rabu (10/8), secara teknikal, indeks akan kembali dalam trend bullish jangka panjangnya jika berhasil bertahan di atas level resistance 3.794. Resistance indeks hari ini berada di level 3.850.

Fed mempertahankan suku bunga hingga 2013 Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah The Fed berkomitmen akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan Fed Fund Rate di level 0,25% hingga pertengahan 2013 untuk terus menstimulus perekonomian AS. Investor juga mulai melakukan bargain buying pada saham-saham yang kemarin telah terkoreksi signifikan.

Harga minyak dunia rebound ke level US$79,3/barel setelah sempat menyentuh level US$75,7/barel kemarin. Harga metal bergerak mixed dengan Nikel -0,2% dan Timah +1,1%.

Bursa Asia pagi ini turut dibuka rebound seiring penguatan bursa AS dan kembalinya optimisme investor terhadap pasar yang memang telah Oversold. Penguatan harga komoditas dunia juga mendorong rebound-nya saham-saham komoditas di bursa Asia.

Sebanyak 202 saham tercatat naik pagi ini, sedang 3 saham turun, dan 16 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 2,98% ke level 680,21, sedang JII naik 2,78% ke level 524,44.

Namun, asing terpantau masih lebih banyak melakukan aksi jual pagi ini, namun cenderung berkurang dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp49,06 miliar.

Volume perdagangan pagi sebanyak 788,52 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp886,13 miliar.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah ASII naik 3,74%, GGRM naik 3,50%, ITMG naik 2,80%, PTBA naik 4,48%, UNTR naik 2,8%, dan INTP naik 4,16%.

Inilah Beberapa Saham Pendorong IHSG Hari Ini

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Beberapa saham yang kemarin sempat menunjukkan potensi rebound secara intraday seperti ASII, PGAS, INTP, UNTR dan BBRI diperkirakan akan menjadi pendorong kenaikan indeks hari ini.

IHSG Rabu (10/8) ini diperkirakan akan turut bergerak rebound seiring kembalinya optimisme investor di pasar global.

Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Rabu (10/8), secara teknikal, indeks akan kembali dalam trend bullish jangka panjangnya jika berhasil bertahan di atas level resistance 3.794. Resistance indeks hari ini berada di level 3.850.

Fed mempertahankan suku bunga hingga 2013 Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah The Fed berkomitmen akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan Fed Fund Rate di level 0,25% hingga pertengahan 2013 untuk terus menstimulus perekonomian AS. Investor juga mulai melakukan bargain buying pada saham-saham yang kemarin telah terkoreksi signifikan.

Harga minyak dunia rebound ke level US$79,3/barel setelah sempat menyentuh level US$75,7/barel kemarin. Harga metal bergerak mixed dengan Nikel -0,2% dan Timah +1,1%.

Bursa Asia pagi ini turut dibuka rebound seiring penguatan bursa AS dan kembalinya optimisme investor terhadap pasar yang memang telah Oversold. Penguatan harga komoditas dunia juga mendorong rebound-nya saham-saham komoditas di bursa Asia.

Global Positif, IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound

Headline
INILAH.COM, Jakarta - IHSG Rabu (10/8) ini diperkirakan akan turut bergerak rebound seiring kembalinya optimisme investor di pasar global.

Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Rabu (10/8), secara teknikal, indeks akan kembali dalam trend bullish jangka panjangnya jika berhasil bertahan di atas level resistance 3.794. Resistance indeks hari ini berada di level 3.850.

Fed mempertahankan suku bunga hingga 2013 Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah The Fed berkomitmen akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan Fed Fund Rate di level 0,25% hingga pertengahan 2013 untuk terus menstimulus perekonomian AS. Investor juga mulai melakukan bargain buying pada saham-saham yang kemarin telah terkoreksi signifikan.

Harga minyak dunia rebound ke level US$79,3/barel setelah sempat menyentuh level US$75,7/barel kemarin. Harga metal bergerak mixed dengan Nikel -0,2% dan Timah +1,1%.

Bursa Asia pagi ini turut dibuka rebound seiring penguatan bursa AS dan kembalinya optimisme investor terhadap pasar yang memang telah Oversold. Penguatan harga komoditas dunia juga mendorong rebound-nya saham-saham komoditas di bursa Asia.

Minyak rebound 4%, saham-saham energi melaju kencang

Minyak rebound 4%, saham-saham energi melaju kencang
JAKARTA. Saham-saham energi pagi ini melangkah pasti di zona hijau. Sebut saja saham PT Medco International (MEDC) yang pada pembukaan ini naik 1,08% menjadi Rp 2.350 pada pukul 09.58. Lonjakan juga dialami saham PT Energi Mega Persada (ENRG) yang naik 4,79% menjadi Rp 197.

Aksi beli saham-saham berbasis energi ini seiring dengan melejitnya harga minyak dunia. Asal tahu saja, pada transaksi pasca penutupan perdagangan di New York kemarin malam, kontrak harga minyak mengalami lonjakan 4% menjadi US$ 82,43 per barel. Dengan demikian, harga minyak mengalami rebound dari level terendahnya dalam sepuluh bulan terakhir.

Bursa Global Mulai Pulih, IHSG Menanjak 83 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhenti turun dan mulai bergerak ke atas. Membaiknya situasi di bursa global dan regional mendorong IHSG ke zona hijau.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di posisi Rp 8.520 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.560 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG menguat 79,349 poin (2,12%) ke level 3.814,468. Sedangkan Indeks LQ 45 bertambah 19,695 poin (2,98%) ke level 680,209.

Membuka perdagangan, Rabu (10/8/2011), IHSG menanjak 83,585 poin (2,23%) ke level 3.818,704. Indeks LQ 45 melonjak 20,747 poin (3,14%) ke level 681,261.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG melesat 139,191 poin (3,73%) ke level 3.874,310. Sementara Indeks LQ 45 melaju 28,968 poin (4,39%) ke level 689,482.

Kemarin, IHSG ditutup merosot hingga 155 poin meski sempat cetak rebound tipis di tengah perdagangan sesi II. Investor masih mengikuti bura-bursa regional yang memburuk setelah penurunan peringkat AS.

Melonjaknya bursa Wall Streetmenjadi sentimen positif yang mendorong IHSG ke teritori positif. Investor memulai lagi pembelian saham-saham yang sudah terdiskon besar.

Bursa-bursa di Asia pun mulai pulih dan mampu cetak poin cukup signifikan pagi hari ini. Sayangnya bursa Singapura masih ketinggalan dan melemah tipis.

Berikut situasi bursa-bursa di regional pagi hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 26,62 poin (1,05%) ke level 2.552,69.
  • Indeks Hang Seng melonjak 634,20 poin (3,28%) ke level 19.964,90.
  • Indeks Nikkei 225 menanjak 102,57 poin (1,15%) ke level 9.047,05.
  • Indeks Straits Times turun tipis 1,91 poin (0,07%) ke level 2.882,09.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat di posisi Rp 8.520 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.560 per dolar AS.

(ang/ang)

Prospek saham ASII di saat bursa guncang

Prospek saham ASII di saat bursa guncang
JAKARTA. Bulan Juli lalu merupakan puncak bisnis otomotif di tahun ini. Dari hitungan sementara Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil Juli mencapai 88.000 unit, meningkat 25% dibanding Juni.

Produsen otomotif besar dipastikan menikmati pertumbuhan penjualan selama bulan lalu. Dalam catatan KONTAN, Direktur Utama PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan pernah menyebut, penjualan Toyota di bulan Juli berkisar 29.00-30.000 unit.

Angka penjualan sementara untuk Juli itu lebih tinggi dibandingkan penjulan di bulan Juni, yaitu 26.175 unit.

Melihat pencapaian Astra, analis sepakat lini bisnis otomotif akan menentukan kinerja PT Astra International Tbk (ASII) di semester dua. "Pasokan dari Jepang sudah normal kembali," kata Aditya Srinath, analis JP Morgan.

Dalam pandangan Aditya, sebagai pemimpin pasar, ASII, tidak akan kesulitan mengejar target penjualan di tahun ini. Hanya saja, penjualan ASII sensitif terhadap ancaman di bisnis otomotif, seperti kenaikan pajak.

Bagus Hananto, analis Onix Capital menambahkan, pasokan dari Jepang yang kembali normal tidak bukan hanya memuluskan bisnis akan menjadi katalis positif bisnis otomotif ASII saja. Unit usaha ASII yang menggarap , tapi juga bisnis alat berat juga akan terbantu.. Saham PT Astra International Tbk (ASII) yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar di lantai bursa terlihat mengalami penurunan sejak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk akhir pekan lalu. Volume transaksi ASII juga terlihat meningkat karena banyak investor yang melepas sahamnya.

Sejatinya, seperti yang dikatakan analis OSK Nusadana Securities Andrey Wijaya kepada KONTAN, Selasa (9/8), "Ini kesempatan untuk beli saham ASII." Dari segi valuasi, dia menilai saham ASII masih murah. Apalagi prospek jangka panjangnya sangat cerah.

Pendapat serupa juga disampaikan analis J. P. Morgan Securities Aditya Srinath. "Saham ASII punya outlook jangka panjang menguntungkan," tulis Aditya dalam risetnya. Dia optimis investor akan tenang menyikapi ancaman jangka pendek.

Prospek ASII tercermin dari kinerja ciamiknya di semester satu. Perusahaan sudah mengantongi laba bersih Rp 8,59 triliun, tumbuh 33,4% di atas semester satu tahun lalu. Pertumbuhan laba bersih ditopang oleh pendapatan yang naik 23,1% menjadi Rp 76,26 triliun.

Berdasarkan catatan Andrey, 49% pendapatan ASII merupakan kontribusi lini bisnis otomotif yang selama ini memang identik dengan Astra. Selanjutnya, lini bisnis alat berat menyumbang 33% pendapatan, sedangkan agribisnis dan finansial masing-masing menyumbang 7%.

Namun dari segi pertumbuhan, kinerja lini bisnis agribisnis dan alat berat mencatatkan pertumbuhan paling pesat, masing-masing sebesar 50,6% dan 41,7%. Lini bisnis otomotif hanya tumbuh moderat sebesar 11,6%. Maklum, pasokan di bulan April-Mei sempat terganggu akibat gempa bumi Jepang, sehingga penjualan menurun.

Sedangkan lini bisnis agribisnis diuntungkan kenaikan harga jual crude palm oil (CPO) di semester satu, sehingga marjin EBIT bisa terangkat. Lini bisnis alat berat juga bisa tumbuh tinggi karena kuatnya permintaan akan batubara.

Fundamental kuat

Meskipun pertumbuhannya di semester satu bisa dibilang konservatif, analis sepakat lini bisnis otomotif akan menentukan kinerja ASII di semester dua. "Pasokan dari Jepang sudah normal kembali," jelas Aditya. Selain otomotif, hal ini juga bisa mendorong kinerja lini bisnis alat berat. Sedangkan kinerja lini bisnis agribisnis diramalkan akan stabil.

Analis Onix Capital Bagus Hananto juga mengatakan pemulihan pasokan otomotif dan alat berat akan menjadi katalis pertumbuhan ASII di semester dua, di samping volume produksi dan penjualan lini bisnis agribisnis yang naik.

Bagus menyebut profitabilitas ASII di semester satu solid, dengan marjin bersih yang naik menjadi 11,3% dari 10,4% di semester satu tahun lalu.

Sependapat dengan Andrey dan Bagus, Aditya memprediksi ASII akan fokus mengejar ketertinggalan penjualan otomotif di sisa tahun. Ini bukan hal yang sulit, mengingat ASII masih mendominasi pasar baik untuk kendaraan roda empat maupun roda dua. Namun yang menjadi catatan, ASII sangat sensitif terhadap ancaman di bisnis otomotif, seperti kenaikan pajak.

Bagus Hananto, analis Onix Capital menambahkan, pasokan dari Jepang yang kembali normal tidak hanya memuluskan bisnis otomotif ASII saja. Unit usaha ASII yang menggarap bisnis alat berat juga akan terbantu.

eTrading: Indeks masih akan fluktuatif dengan kecenderungan rebound

eTrading: Indeks masih akan fluktuatif dengan kecenderungan rebound
JAKARTA. Pada perdagangan hari Selasa (9/8), indeks Dow Jones ditutup naik 430 point (3,98%) ke level 11.239,77 menyusul hasil rapat FOMC yang mengatakan bahwa pemerintah AS akan menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mendorong perekonomian negara tersebut.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin (9/8) ditutup turun 115 point (3,00%) ke level 3.735,12 dengan asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 914 milliar. Adapun saham yang paling banyak di jual adalah ASII, BBCA, BBRI, UNTR, dan ADRO.

"Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan jual, diperkirakan pada perdagangan hari ini (10/8) IHSG masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan rebound melihat sentiment positif dari bursa global dan regional meskipun masih belum adanya sinyal reversal dari pergerakan indikator seperti stochastic dan MACD yang masih bergerak downtrend," papar Kepala Riset eTrading Betrand Reynaldi.

Dia memperkirakan, IHSG akan bergerak pada range 3.568-3.870 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan adalah AKRA, INTA, dan BBRI.

Inilah Saham-saham Potensial Upside 10%

INILAH.COM, Jakarta – IHSG segera mencapai level support kuatnya, 3.640-3.650. Investor baru bisa mengakumulasi beli saham di level-level tersebut. Inilah saham-saham yang potensial upside-nya 10% dalam 1-3 bulan.

Analis Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) terus turun dalam sepekan terakhir sekitar 8%. Tapi, karena penurunan tersebut, dalam jangka pendek, sebenarnya indeks segera mencapai support kuatnya di level 3.640-3.650 berdasarkan indikator Fibonacci retracement 50%.

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, IHSG sudah mencerminkan Price to Earnings Ratio (PER) di level 17 kali. “Karena itu, investor bisa mengakumulasi saham saat IHSG di bawah 3.750 dengan kisaran 3.720-3.750. Tapi, tentu tidak dengan strategi full power,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (9/8).

Pada perdagangan Selasa (9/8), IHSG ditutup melemah 115,15 poin (2,99%) ke level 3.735,119, dengan intraday terendah di 3.590,94 dan tertinggi di 3.873,54. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 21,432 poin (3,14%) ke level 660,514.

Praska melanjutkan, pelemahan indeks yang terjadi beberapa hari terakhir ini semata terimbas kerontokan bursa regional. Menurutnya, market sedikit shock setelah Dow Jones rontok di atas 5%.

Secara fundamental PER, harga wajar indeks jika sudah menyentuh 3.550. Ini berdasarkan rata-rata PER, LQ45 dalam lima tahun terakhir yang berada di level 16 kali. Tapi, untuk target harga 2011, harga wajar IHSG di level 4.350-4.550 dengan level PE 19-21 kali. “Karena itu, outlook indeks semester II-2011, masih rebound,” tandas Praska.

Sedangan PE di level 17-17,5 kali berada pada angka 3.640-3.650 yang merupakan level support kuatnya saat ini. Level ini, sudah memasuki harga murah, jika mempertimbangkan kinerja emiten yang cukup positif. “Sebab, setiap kenaikan laba bersih emiten memicu murahnya PER. Apalagi, dengan kinerja berbagai emiten kuartal II-2011 yang cukup bagus sehingga mendorong IHSG semakin menarik,” ujarnya.

Praska menambahkan, setelah indeks mencapai 4.150 merupakan kenaikan yang cukup tinggi sehingga jenuh beli (overbought). Sekarang, jika mengunakan indikator The Relative Strength Index (RSI) pada penutupan Selasa (9/8) di level 3.735, indeks baru mencapai level oversold (jenuh jual)-nya.

Tapi, bukan berarti, investor bisa full power masuk melainkan harus melihat situasi. Target di level 3.650 merupakan momentum atau sinyal di mana investor bisa melakukan akumulasi beli. Sebab, dalam sepekan ke depan, indeks cenderung rebound.

Dalam situasi ini, Praska merekomendasikan positif saham-saham yang cukup tahan (defensive) dari pengaruh eksternal yang negatif di sektor infrastruktur, perbankan dan konsumsi. “Selain itu, saat ini jadi momentum bagi saham-saham di ketiga sektor itu untuk naik karena momentum puasa dan hari raya Lebaran di mana masyarakat cenderung berburu kebutuhan pokok,” ujarnya.

Saham-saham pilihannya adalah PT Telkom (TLKM), PT XL Axiata (EXCL) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS). Lalu, saham top five di sektor perbankan seperti PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI).

“BBRI dan BMRI merupakan indeks mover sehingga saat bursa naik, akan menguat lebih cepat dan kuat dibandingkan saham lain,” ungkap Praska. Di sektor konsumsi, PT Kalbe Farma (KLBF) dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF).

Menurut Praska, saham-saham tersebut memiliki katalis penguatan pada semester kedua 2011 sehingga bisa memberikan return 10% dalam1-3 bulan. Apalagi, mayoritas saham tersebut sudah terkoreksi lebih dari 10% dalam sepekan terakhir.

Dia menegaskan, secara teknikal maupun fundamental, saham-saham tersebut masih di bawah harga wajarnya sehingga relatif murah apalagi setelah tertekan tajam seiring kerontokkan IHSG dalam sepekan terakhir. “Saham-saham tersebut, mendekati harga terendah dalam enam bulan terakhir,” tandasnya.

Di atas semua itu, dia merekomendasikan buy and hold untuk short term, 1-3 bulan untuk saham-saham tersebut. Kecuali TLKM, sesuai karakteristiknya direkomendasikan buy and hold untuk long term 6 bulan.

“Pada intinya, ada kesempatan untuk bagi investor untuk akumulasi beli secara bertahap sekitar 20% dari modal. Bisa dilakukan lima kali pembelian secara bertahap masing-masing 20% dari modal, sambil wait and see kondisi bursa regional,” imbuhnya. [mdr]

KLBF akan bangun pabrik obat bebas

KLBF akan bangun pabrik obat bebas
JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) semakin gencar berekspansi. Emiten farmasi ini berniat membangun pabrik baru di kawasan Delta Sillicon, Cikarang, Jawa Barat. Pabrik yang khusus memproduksi obat bebas, seperti obat maag itu, rencananya dibangun awal 2012.

Direktur KLBF, Vidjongtius bilang, luas pabrik tersebut sekitar 5.000 meter persegi (m2) sampai 6.000 m2. Nilai investasi pabrik tersebut diperkirakan berkisar Rp 100 miliar-Rp 150 miliar.

Sumber dana seluruhnya berasal dari kas internal perseroan ini. KLBF memang belum membutuhkan pinjaman dari pihak ketiga untuk membiayai ekspansi produksinya. Maklum saja, nilai kas internal KLBF terkini lumayan besar, Rp 2 triliun. "Utang kami kecil, sekitar Rp 160 miliar. Itu pun untuk modal kerja," ujar dia, di Jakarta, Selasa (9/8).

Pembangunan pabrik itu merupakan kelanjutan dari program ekspansi produksi perusahaan. Tahun ini, KLBF sudah membangun dua pabrik baru. Masing-masing adalah pabrik obat generik yang berlokasi di Cikarang serta pabrik obat kanker di Pulogadung, Jakarta Timur. Pabrik di Cikarang sudah siap beroperasi, dan tinggal menanti izin Badan Pengawas Obat dan Minuman (BPOM) yang diperkirakan turun dalam satu dua bulan mendatang.

Saat ini, pembangunan pabrik obat kanker di Pulogadung masih berlangsung. Pabrik seluas 3.000-4.000 m2 itu diperkirakan menelan investasi lebih besar lagi, sekitar Rp 200 miliar. Pabrik obat kanker itu dijadwalkan beroperasi akhir tahun ini.

Selain gencar membangun pabrik di dalam negeri, KLBF juga berniat sedang mengambil ancang-ancang untuk membangun pabrik di beberapa negara terutama Filipina, Vietnam dan Thailand karena dianggap memiliki pasar yang prospektif pada KLBF.

Filipina misalnya, selama ini sudah menjadi pasar produk KLBF yaitu Extra Joss. Hingga semester I-2011, KLBF sudah meraih penjualan Extra Joss di sana senilai US$ 5 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu, berkisar US$ 3 juta-US$ 4 juta. Pembangunan pabrik bisa menelan investasi US$ 5 juta.

Saham ARNA Berpotensi Tembus Rp500

Medium
INILAH.COM, Jakarta - Perusahaan multinasional disebut-sebut pelaku pasar tertarik berinvestasi di PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA).

Salah satu investornya adalah Siam Cement. Terkait itu, saham ARNA berpotensi naik ke kisaran Rp450-500 per saham.

Pada perdagangan kemarin, saham ARNA ditutup melemah Rp15 ke level Rp290.

Pasar oversold, saatnya berburu saham blue chip

JAKARTA. Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awet selama enam hari berturut-turut. Indeks, Selasa (9/8), menurun 2,99% menjadi 3.735,12. Jika dihitung dalam sepekan, IHSG sudah anjlok anjlok Penurunan tersebut terjadi setelah IHSG mencapai titik tertingginya pada Senin (1/8) lalu di posisi 4.193,44 , sedang Selasa (9/8) IHSG berada 3735,12 . Artinya Indeks telah turun sekitar 10, 60%

Investor sejatinya bisa mengail untung dari kejatuhan pasar saham. Para analis menilai, harga sejumlah saham bluechip, seperti saham sektor perbankan, sudah terbilang murah dan dibawah harga wajarnya.

Misalnya harga saham Bank Central Asia (BBCA) sudah murah. "Seharusnya price to book value (PBV) BBCA bisa 4,1 kali, saat ini berkisar 3,9 kali,” kata AG Pahlevi, analis Andalan Artha Advisindo Sekuritas, Selasa (9/8).

Dengan PBV 4,1 kali, harga BBCA sejatinya Rp 8.000 per saham. Harga BBCA, kemarin, Rp 7.850 per saham. Sekedar gambaran, harga saham BBCA terus mengalami penurunan selama lima hari perdagangan berturut-turut. Selasa (2/8) harga saham BBCA Rp 8.750 per saham.

Pahlevi bilang, secara fundamental BBCA memiliki cost of fund yang terjaga, sedangkan kreditnya terus bertumbuh. “Tentunya bottom line akan semakin besar,” kata dia.

Selain BBCA, analis mencermati saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “BBRI termasuk emiten yang domestic base, yang seharusnya tidak berpengaruh efek krisis Eropa maupun Amerika,” kata Jansen Kustianto, analis Sinarmas Sekuritas. Dia menambahkan, fokus bisnis BBRI ke kredit mikro sejatinya tidak terpengaruh sentimen negatif global.

Menurut Jansen, harga wajar BBRI berkisar Rp 6.900-Rp 7.000 per saham. Harga saham BBRI kemarin senilai Rp 6.300 per saham, merosot 13,10% dibandingkan harga seminggu lalu di posisi jauh turun dibanding harga saham pada selasa (9/8) yang senilai Rp 7.250 per saham.

Di luar saham bank, analis menyoroti saham otomotif, yaitu Astra International (ASII). “Harga saham Astra seharusnya bisa Rp 75.000-Rp 80.000 per saham,” kata Nico Omer Jonckheere, Vice President Research & Analysist Valbury Asia Securities. Harga ASII kemarin menurun 1,46% menjadi Rp 64.100 per saham.

Tapi tidak semua saham menurun. Ada beberapa saham sektor consumer goods yang tetap bertahan di atas harga wajarnya. “Saham Indofood Sukses Makmur (INDF) lebih tinggi dari target harga saya,” kata Yualdo Yudoprawiro, analis Samuel Sekuritas. Harga INDF kemarin di posisi Rp 6.100 per saham.

Untuk saham consumer goods, Jansen menilai saham Nippon Indosari Corpindo (ROTI) cukup menarik. Dia menghitung harga wajar ROTI berkisar Rp 13.400 per saham. Harga ROTI kemarin Rp 3.100 per saham. Secara fundamental, ROTI memiliki pertumbuhan bisnis menjanjikan, dengan ekspansi di luar Jawa.

Saham sektor lainnya yang cukup menarik adalah saham Kalbe Farma (KBLF). "Harga wajarnya berkisar Rp 3.375 per saham," ungkap Yualdo. Harga saham KLBF kemarin anjlok 6,30% menjadi Rp 2.975 per saham.

Nico menilai investor sebaiknya memanfaatkan koreksi pasar saham untuk mengoleksi saham-saham yang valuasinya cukup murah. “Saat pasar panik, investor seharusnya masuk,” kata dia.

Pahlevi menambahkan, indeks saham Indonesia tidak banyak terkena pengaruh sentimen global. Sebab, Indonesia pada dasarnya bergantung pada konsumsi domestik. Selama inflasi bisa ditekan dengan apresiasi rupiah, Pahlevi memproyeksikan IHSG masih tetap menanjak.

Sedangkan Yualdo menyarankan investor menunggu momentum tepat untuk masuk pasar. “Ada faktor di luar fundamental yang mempengaruhi pergerakan saham,” kata dia. Dus, IHSG butuh sentimen kuat untuk kembali bangkit.

Menurut Jansen tren laporan keuangan semester pertama tahun ini yang menunjukan peningkatan kinerja emiten bisa meningkatkan kembali IHSG. Para analis optimistis IHSG segera bangkit. Analis memasang target indeks di kisaran 4.000 hingga 4.500 hingga akhir tahun nanti.

Saham Asia Melonjak, Ikuti Reli Wall Street

Headline
INILAH.COM, Sydney - Saham Asia melambung tinggi pada Rabu (10/8), karena investor melangkah kembali ke pasar ekuitas, menyusul kerugian besar baru-baru ini. Sentimen dibantu reli di saham AS semalam.

Pada awal perdagangan, Nikkei Stock Average naik 1,7% dan meredam kerugian mingguan untuk indeks menjadi 5,7%. Sedangkan kenaikan 2,4% untuk indeks S & P/ ASX 200 Australia, memangkas kerugian di Sydney dalam periode yang sama menjadi 4,6%. Adapun kenaikan 3,2% di Kospi Korea Selatan mengurangi kerugian mingguan menjadi 10,2%.

Akibat kekhawatiran potensi resesi global atas utang AS dan Eropa, investor telah melepas saham selama sepekan terakhir, dengan saham Hong Kong turun lebih dari 12% dan saham Korea turun hampir 13%.

Penguatan bursa Asia hari ini dipimpin saham komoditas, bank dan eksportir .

BHP Billiton Ltd naik 3,1% di Sydney, meredam kerugian mingguan menjadi 8,1%. Inpex Corp Jepang naik 2,2%, mengurangi penurunan mingguan 15,2%. Saham unggulan Korea, LG Electronics Corp naik 4,6%, meredam koreksi mingguan 20,4%.

Apresiasi ini terjadi menyusul janji Federal Reserve AS untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat sangat rendah hingga pertengahan 2013. Ini membantu menenangkan kekhawatiran dan mendongkrak saham AS menjelang penutupan ke level yang lebih tinggi, dengan Dow Jones ditutup naik 4%.

"Pernyataan FOMC meyakinkan pasar bahwa Fed akan tetap terlibat dan menjaga suku bunga di tingkat sangat rendah untuk dua tahun ke depan," kata ahli strategi di Barclays Capital. Demikian dikutip dari Yahoo.com.

"Mengingat dukungan kebijakan, pergeseran bertahap dalam kombinasi kebijakan, dan potensi penilaian yang tersedia di banyak pasar, kita berharap pasar segera pulih," katanya. [ast]

Bursa Jepang Melesat, Teknologi Memimpin

Headline
INILAH.COM, Los Angeles – Bursa saham Jepang menguat di awal perdagangan Rabu (10/8), dengan saham teknologi memimpin kenaikan. Reli bursa AS semalam membantu pasar menutup beberapa kerugian baru-baru ini.

Indeks Nikkei Stock Average naik 1,6% menjadi 9.090,86, dengan Topix naik 1,3% menjadi 780,56. Melonjaknya Nasdaq sebesar 5,3% membantu saham teknologi Jepang melesat, dengan Elpida Memory Inc naik 3,8%, NEC Corp naik 2,6%, dan Kyocera Corp naik 2,7%.

Saham lain yang menguat adalah Mitsubishi Motors Corp naik 3,2%. Sementara saham yang volatile, Fukushima Daiichi, Operator pabrik nuklir Tokyo Electric Power Co melambung 5,9%, meskipun membukukan kerugian kuartalan yang tajam awal pekan ini. [ast]

Janji the Fed membuat wajah bursa Asia sumringah

Janji the Fed membuat wajah bursa Asia sumringah
TOKYO. Setelah melempem selama beberapa hari belakangan, pagi ini, wajah bursa Asia tampak cerah. Mayoritas saham yang ditransaksikan melonjak setelah the Federal Reserve AS berjanji untuk menahan suku bunga acuannya di rekor terendah hingga pertengahan 2013 mendatang. Selain itu, the Fed juga mengatakan akan menambah sejumlah kebijakan baru untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Pada pukul 09.20, indeks MSCI Asia Pacific naik 1,6% menjadi 122,36. Padahal, pada pekan lalu, bursa acuan Asia ini memasuki masa koreksi setelah jatuh 10% dari level tertingginya pada Mei.

Saham-saham yang menyokong pergerakan bursa Asia diantaranya: BHP Billiton Ltd yang melompat 3,1% di Sydney seiring kenaikan harga minyak dan loga, Commonwealth Bank of Australia melejit 2,6% setelah membukukan kenaikan laba bersih sebesar 22% ke rekor tertinggi, dan Canon Inc yang naik 1,6% setelah outlook kinerja perusahaan ekspor Asia kian membaik.

"Pernyataan the Fed sangat mendukung. Pasar saat ini menyadari fakta bahwa mereka saat ini harus memikirkan kondisi pasar saham dan fundamental ekonomi dibandingkan hal lainnya," jelas Angus Gluskie dari White Funds Management di Sydney.

Spekulasi intervensi bikin yen keok atas 16 mata uang utama dunia

Spekulasi intervensi bikin yen keok atas 16 mata uang utama dunia
TOKYO. Penguatan yen yang sudah terjadi selama tiga hari berturut-turut, memicu spekulasi kalau pemerintah Jepang kemungkinan akan menjual mata uangnya. Tak ayal, pagi ini, yen keok terhadap 16 mata uang utama dunia.

Pada pukul 07.10 waktu Tokyo, yen melemah ke posisi 111,14 per euro di Tokyo dari 110,63 di New York kemarin. Yen juga melemah ke posisi 77,24 per dollar dari 76,96 kemarin. Sementara itu, mata uang AS diperdagangkan di level US$ 1,4390 per euro dari US$ 1,4376.

Pelemahan dollar atas 10 dari 16 mata uang utama dunia lainnya terjadi setelah the Federal Reserve kemarin menyatakan akan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga di rekor terendah hingga pertengahan 2013.

"Bank of Japan sangat serius dalam mencegah penguatan yen," jelas Kurt Magnus, executive director of currency sales Nomura Holdings Inc di Sydney.

Adaro Segera Tuntaskan Akuisisi 3 Tambang Baru

Gb
Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan menyelesaikan akuisisi tiga tambang baru di 2011. Dana yang perseroan siapkan untuk pengembangan usaha ini mencapai US$ 1,96 miliar.

"Ya mudah-mudahan," ungkap Corporate Secretary ADRO, Devindra Ratzarwin, kepada wartawan di Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (9/8/2011) malam.

Meski tidak menyebut secara spesifik daftar nama incaran tambang barunya, ia optimis penyelesaian akuisisi dapat terlaksana tahun 2011. "Kita belum spesifik untuk itu dan nggak bisa sebut nama," ujar Devindra.

Dana pun tidak menjadi soal. Menurut Devindra, perseroan masih punya cukup uang dari kas internal sekitar US$ 600 juta, ditambah fasilitas pinjaman perbankan yang belum dicairkan dengan total sebesar US$ 610 juta.

Ia menambahkan, perseroan pun masih memiliki anggaran US$ 750 juta yang baru saja mereka dapat dari DBS Bank Ltd, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Oversea-Chinese Bank Corporation Limited, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd cabang Singapura dan Jakarta. Pada awalnya peruntukkan pinjaman ini sebagai belanja modal (capital expenditure/capex) dan modal kerja. Namun Devindra pun tidak menutup kemungkinan US$ 750 juta dipakai sebagai dana akuisisi.

"Yang US$ 750 juta itu juga bisa kan," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur ADRO Garibaldi Thohir menyatakan kesiapannya untuk mengakuisisi tambang baru di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan serta Sumatra Selatan. Tambang yang perseroan incar terlebih dahulu harus memenuhi kriteria cadangan terbukti minimal 100 juta ton batu bara, dengan tingkat kalori sedang atau 5.000 kilo kalori.

Nama yang sempat ia sebut adalah PT Bhakti Energi Persada (BEP) yang telah perseroan jajaki sejak tahun 2010. Informasi yang persoan dapat tambang BEP memiliki dua konsesi tambang di Kalimantan Timur. Yaitu, Blok I Bulungan dengan cadangan batu bara 110 juta ton. Satu lagi Kutai Timur dengan cadangan 5,6 miliar ton.

(wep/qom)

Wall Street Melonjak, IHSG Siap Mengekor

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup merosot hingga 155 poin meski sempat cetak rebound tipis di tengah perdagangan sesi II. Investor masih mengikuti bura-bursa regional yang memburuk setelah penurunan peringkat AS.

Pada perdagangan, Selasa (9/8/2011), IHSG ditutup anjlok 155,147 poin (3,00%) ke level 3.735,119. Indeks LQ 45 ditutup ambruk 21,432 poin (3,14%) ke level 660.514.

Melonjaknya bursa Wall Street diharapkan bisa menjadi sentimen positif yang mendorong IHSG ke teritori positif. Investor akan memulai lagi pembelian saham-saham yang sudah terdiskon besar, sehingga membuat IHSG pada perdagangan Rabu (10/8/2011) bergerak di teritori positif.

Tadi malam bursa Wall Street menguat tajam merespons keputusan Bank Sentral AS yang mempertahankan suku bunga ekstra rendahnya dalam 2 tahun ke depan. Investor berharap keputusan tersebut bisa membuat proses pemulihan ekonomi berjalan di jalurnya yang benar.

Pada perdagangan Selasa (9/8/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melesat hingga 429,92 poin (3,89%) ke level 11.239,77. Indeks Standard & Poor's 500 juga melesat 53,07 poin (4,74%) ke level 1.172,53 dan Nasdaq melonjak 124,83 poin (5,29%) ke level 2.482,52.

Bursa-bursa Asia langsung ikut menguat. Pergerakan bursa regional Rabu pagi ini adalah:
  • Indeks KOSPI naik 76,05 poin (4,22%) ke level 1.877,40.
  • Indeks Nikkei-225 menguat 166,33 poin (1,86%) ke level 9.110,81.
  • Indeks S&P/ASX menguat 66 poin (1,4%) ke level 4.100,8.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG kemarin kembali ditutup turun 115 point (-3.00%) ke level 3,735.12 ditengah paniknya para investor menanggapi sentiment negatif dari AS mengalahkan berita keluarnya data mengenai BI Rate yang berada di level tetap 6.75%. Seluruh sektor pada hari ini mengalami penurunan dan total transaksi tercatat sebesar 20.3 juta lot atau setara dengan Rp9.5 triliun.

Tercatat sebanyak 29 saham mengalami kenaikan, 200 saham mengalami penurunan, 37 saham tidak mengalami perubahan dan 142 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi penahan turunnya indeks hari ini a.l. EMTK, EXCL, INTP, MTFN dan FPNI sementara yang menjadi pemberat terbesar bursa kemarin a.l. BBCA, BBRI, TLKM, UNVR dan ADRO. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp914 milliar dengan saham yang paling banyak di jual adalah ASII, BBCA, BBRI, UNTR dan ADRO.

Secara teknikal IHSG masih berada dalam tekanan jual, diperkirakan pada perdagangan hari ini (10/8) IHSG masih akan bergereak fluktuatif dengan kecenderungan masih terkoreksi melihat masih belum adanya sinyal reversal dari pergerakan indikator seperti stochastic dan MACD yang masih bergerak downtrend. Diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3568- 3870 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. AKRA, INTA, dan BBRI.

(qom/qom)